BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/5) - Saham-saham AS berfluktuasi, sementara Treasuries menghapus keuntungan setelah obligasi Eropa melanjutkan penurunan, memicu kekhawatiran aksi jual pendapatan tetap tidak akan dilakukan. Dolar turun setelah data penjualan ritel yang lemah meningkatkan tanda-tanda perlambatan ekonomi.
Indeks Standard & Poor 500 naik kurang dari 0,1% pada pukul 12:43 pagi di New York. Imbal hasil Treasuri dengan tenor 10-tahun menambahkan dua basis poin menjadi 2,27%, sedangkan suku bunga Jerman bunds dengan tenor 10-tahun naik lima basis poin untuk peningkatan ke-12 dalam 13 sesi. Indeks Bloomberg Dollar Spot kehilangan 0,9%. Minyak AS berfluktuasi di dekat $ 61 per barel sementara emas menguat.
Penjualan surat utang pemerintah dari Jerman hingga AS berlanjut setelah jeda singkat pada hari Rabu pagi. Aksi jual tersebut telah menghapus lebih dari $ 400 miliar dari pendapatan pasar tetap global dalam sekitar tiga minggu terakhir. Penjualan ritel AS sedikit berubah pada bulan April, memulai kuartal kedua dengan catatan buruk setelah pertumbuhan ekonomi melambat dalam tiga bulan pertama 2015.(frk)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 13 May 2015
Emas Naik Ke Tertinggi Lima Pekan Diikuti Perak Terkait Penjualan Ritel AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/5) - Emas
dan perak berjangka melonjak ke level tertinggi lima pekan hal tersebut
dikarenakan data penjualan ritel AS akan mendorong kembali spekulasi
ketika melambatnya pertumbuhan ekonomi yang dapat memicu The Fed menunda
untuk menaikkan suku bunga.
Emas berjangka untuk
pengiriman Juni naik 2,2 persen untuk menetap di level $ 1,218.20 per
ons pada 2:02 siang di New York Comex. Sebelumnya, harga mencapai level $
1,218.50, yang tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 6 April. Dolar
turun ke 15 pekan terendah terhadap sekumpulan 10 mata uang.
Logam ini naik pekan
ini karena meningkatnya biaya energi sehingga memicu kekhawatiran
inflasi. Minyak mentah berjangka di New York telah melonjak 44% dari
posisi terendah enam tahun pada bulan Maret. Emas secara tradisional
telah digunakan sebagai lindung nilai terhadap akslerasi harga konsumen.(yds)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 12 May 2015
Subscribe to:
Comments (Atom)














