Wednesday, 13 May 2015

Saham AS Berfluktuasi, Treasuri Turun Setelah Aksi Jual Obligasi Berlanjut

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/5) - Saham-saham AS berfluktuasi, sementara Treasuries menghapus keuntungan setelah obligasi Eropa melanjutkan penurunan, memicu kekhawatiran aksi jual pendapatan tetap tidak akan dilakukan. Dolar turun setelah data penjualan ritel yang lemah meningkatkan tanda-tanda perlambatan ekonomi.

Indeks Standard & Poor 500 naik kurang dari 0,1% pada pukul 12:43 pagi di New York. Imbal hasil Treasuri dengan tenor 10-tahun menambahkan dua basis poin menjadi 2,27%, sedangkan suku bunga Jerman bunds dengan tenor 10-tahun naik lima basis poin untuk peningkatan ke-12 dalam 13 sesi. Indeks Bloomberg Dollar Spot kehilangan 0,9%. Minyak AS berfluktuasi di dekat $ 61 per barel sementara emas menguat.

Penjualan surat utang pemerintah dari Jerman hingga AS berlanjut setelah jeda singkat pada hari Rabu pagi. Aksi jual tersebut telah menghapus lebih dari $ 400 miliar dari pendapatan pasar tetap global dalam sekitar tiga minggu terakhir. Penjualan ritel AS sedikit berubah pada bulan April, memulai kuartal kedua dengan catatan buruk setelah pertumbuhan ekonomi melambat dalam tiga bulan pertama 2015.(frk)

Sumber: Bloomberg

Emas Naik Ke Tertinggi Lima Pekan Diikuti Perak Terkait Penjualan Ritel AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/5) - Emas dan perak berjangka melonjak ke level tertinggi lima pekan hal tersebut dikarenakan data penjualan ritel AS akan mendorong kembali spekulasi ketika melambatnya pertumbuhan ekonomi yang dapat memicu The Fed menunda untuk menaikkan suku bunga.
Emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 2,2 persen untuk menetap di level $ 1,218.20 per ons pada 2:02 siang di New York Comex. Sebelumnya, harga mencapai level $ 1,218.50, yang tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 6 April. Dolar turun ke 15 pekan terendah terhadap sekumpulan 10 mata uang.
Logam ini naik pekan ini karena meningkatnya biaya energi sehingga memicu kekhawatiran inflasi. Minyak mentah berjangka di New York telah melonjak 44% dari posisi terendah enam tahun pada bulan Maret. Emas secara tradisional telah digunakan sebagai lindung nilai terhadap akslerasi harga konsumen.(yds)
Sumber: Bloomberg