Best Profit (22/12) – Bursa
saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan
Selasa, 21 Desember 2021 setelah penurunan tiga hari di tengah
kekhawatiran varian COVID-19, omicron yang menyebar cepat.
Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 560,54
poin atau 1,6 persen menjadi 35.492,70. Kenaikan indeks Dow Jones
didorong saham Nike dan Boeing.
Indeks S&P 500 bertambah hampir 1,8 persen menjadi 4.649,23
didorong sembilan sektor saham yang melonjak. Indeks Nasdaq menguat 2,4
persen menjadi 15.341,09. Indeks Russell 2000 mendaki 2,9 persen, dan
catat performa terbaik sejak 20 Juli 2021. best profit
Saham maskapai, pelayaran dan berkaitan dengan hiburan menguat. Saham
Delta Air Lines naik 5,9 persen, saham United Airlines bertambah hampir
6,9 persen, dan Karnaval menanjak 8,7 persen. Saham Las Vegas Sands
melonjak 8,4 persen dan saham Boeing terbang 5,8 persen.
Saat pidato pada Selasa, 21 Desember 2021, Presiden AS Joe Biden
mengatakan, individu yang mendapatkan suntikan booster sangat
terlindungi. Ia mendorong masyarakat AS untuk mendapatkan dosis
ekstranya. Joe Biden menegaskan, AS tidak akan kembali ke Maret 2020
saat awal puncak wabah COVID-19 sehingge menerapkan lockdown.
Biden menuturkan, pihaknya akan mengerahkan 1.000 personel medis dari
militer untuk mendukung rumah sakit jika menghadapi gelombang pasien
Omicron pada Januari dan Februari.
Gedung Putih juga membeli 500 juta tes COVID-19 di rumah yang dapat dipesan masyarakat AS gratis melalui situs mulai 2022. best profit
Saham kembali menguat dari penurunan beruntun tiga hari yang didorong
lonjakan omicron yang sumbang 73 persen dari infeksi baru di AS pekan
lalu. Indeks S&P 500 mencatat penurunan selama tiga hari, terburuk
sejak September 2021 yang terjadi pada Senin, 21 Desember 2021.
“Pasar tampaknya bereaksi terhadap posisi jenuh jual jangka pendek,”
ujar Principal Granite Investment Advisors, Timothy Lesko, dilansir dari
CNBC, Rabu (22/12/2021).
Ia menambahkan, omicron dan efeknya tidak diketahui menciptakan
volatilitas yang signifikan. “Obligasi sudah jenuh beli, saham jenuh
jual dan sekarang kami mencari jawaban,” kata dia.
Lesko menuturkan, jika penyakit yang disebabkan oleh omicron tetap ringan dan menjadi perdebatan, pasar dapat melihat reli. best profit
Lonjakan omicron telah membuat investor tetap waspada dengan varian
yang sekarang ditemukan setidaknya di 43 negara bagian Amerika Serikat
dan 90 negara. Pejabat WHO mengatakan, omicron lebih menular ketimbang
varian COVID-19 sebelumnya.
Selain itu, investor juga menilai prospek agenda ekonomi Biden. Senat
akan memberikan suara pada jarring pengaman sosial Biden dan RUU
Kebijakan Iklim pada Januari meski Senator Demokrat Joe Manchin
menentangnya.
“TIdak jelas apakah Demokrat akan mencoba meloloskan RUU lebih kecil
yang hanya mencakup sebagian dari paket lengkap,” demikian mengutip
CNBC. best profit
“Saat kita memasuki minggu liburan yang dipersingkat di tengah
melonjaknya kasus omicron, tekanan rantai pasokan yang berkelanjutan dan
kegagalan rencana Build Back Better, peningkatan volatilitas dan volume
perdagangan yang lebih tipis dapat menyebabkan pasar bereaksi
berlebihan yang bisa menjadi peluang beli dalam jangka waktu dekat
hingga Natal,” ujar Nationwide’s Chief of Investment Research, Mark
Hackett.
Di sisi lain, saham Micron melonjak lebih dari 10 persen setelah
produsen chip memori itu membukukan pendapatan jauh lebih baik dari yang
diharapkan untuk kuartal sebelumnya dan memberikan panduan bullish.
Saham NXP Semiconductors naik 3 persen dan Advance Micro Devices
bertambah 6,2 persen.
Saham Nike naik 6,1 persen setelah produsen sepatu tersebut
melaporkan pendapatan dan penjualan kuartalan yang melebihi harapan
meski ada tekanan rantai pasokan yang berkelanjutan. Saham GAP, Dick’s,
Sporting Goods, dan Macy’s juga menguat.
Imbal hasil obligasi 10 tahun naik hampir 1,5 persen setelah
kekhawatiran tentang omicron memperlambat pemulihan ekonomi. Imbal hasil
obligasi sempat turun ke posisi 1,36 persen pada pekan lalu.
Sementara itu, harga minyak menguat ke posisi USD 71,12. Hal tersebut
mendorong saham energi naik antara lain saham Devon Energy,
ConocoPhilips, dan Chevron. best profit
Sumber : Liputan6