Tuesday, 3 December 2013

Emas Menang Tipis Dengan Dolar, Harga Emas Batangan Antam Tidak Berubah

BESTPROFIT FUTURES (04/12) Perdagangan  emas batangan hari ini (04/12) tidak mengalami perubahan harga dimana Antam menetapkan harga emasnya sama dengan perdagangan hari sebelumnya. Hal ini terjadi dikarenakan perubahan tipis yang terjadi pada spot emas perdagangan kemarin sampai pagi ini sekalipun sempat emas anjlok ke posisi terendah namun naik kembali dikarenakan  dolar yang melemah.
Perdagangan emas batangan hari ini (4/12) untuk minted bars ukuran 1 gram Antam menjualnya tetap di Rp.526.000 demikian juga  untuk buyback Antam menjadi Rp.465.000. Dan untuk minted bars ukuran lainnya seperti ukuran 500gr Antam menjualnya tetap di Rp.486.600 per gramnya menjadi Rp.243.300.000. Minted bars ukuran 25 gr dijual  Rp.489.000/gram menjadi Rp. 12.225.000. Dan untuk  ukuran 5 gr dijual Rp.497.000/gr menjadi Rp. 2.485.000.
Harga emas spot LLG ditutup pada posisi 1223.30 dollar per troy ons. Harga emas spot membukukan kenaikan harian sebesar 3.85 dollar. Demikian juga harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Februari mengalami penurunan sebesar 0.1 persen dan ditutup pada posisi 1220.80 dollar per troy ons. Harga emas ini sempat melemah hingga mencapai posisi 1214.60 dollar, terendah sejak tanggal 8 Juli.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas diprediksi alami rebound menuju level 1225.80 hingga 1231.00 seiring melemahnya dolar. Setelah salah satu dari target tersebut tercapai, maka Emas dapat melemah kembali sesuai trend mingguannya menuju level 1211.00.

Harga Gula Melemah Tajam Selama 10 Sesi Berturut-turut

BESTPROFIT FUTURES (04/12) Pada akhir perdagangan di bursa komoditas ICE Futures dini hari tadi harga gula berjangka membukukan penurunan tajam (04/12). Harga gula melanjutkan fase penurunan paling panjang dalam lebih dari 15 bulan setelah perusahaan pengolahan tebu mulai kembali meningkatkan produksi di India, negara produsen kedua terbesar di dunia.
Perusahaan pengolahan tebu di Uttar Pradesh, kawasan produksi tebu terbesar di India, akan mulai kembali beroperasi pada tanggal 12 Desember. Kenaikan produksi juga diharapkan terjadi di Thailand, eksportir terbesar kedua setelah Brazil. Thailand menetapkan target kenaikan produksi sebesar 10 persen menjadi 11 juta ton.
Pasokan gula global diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 0.5 persen dan mencapai posisi rekor tertinggi di musim tanam yang berakhir bulan September tahun depan. Surplus gula global masih diharapkan akan terjadi tahun depan.
Harga gula kasar berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret mengalami penurunan sebesar 0.9 persen dan ditutup pada posisi 16.81 sen per pon. Harga sempat mengalami penurunan ke posisi 16.8 sen per pon, terendah sejak tanggal 9 september lalu. Harga gula hingga dini hari tadi telah menggenapi penurunan selama 10 sesi berturut-turut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga gula berjangka pada perdagangan selanjutnya akan cenderung mengalami penurunan lanjutan. Untuk saat ini harga komoditas tersebut diperkirakan akan bergerak di kisaran 16.00 – 17.20 sen per pon.

Bursa Asia dan Australia Jatuh Kembali Tersandung Melemahnya Wall Street

BESTPROFIT FUTURES (04/12) Perdagangan bursa saham Asia pagi ini (04/12) dibuka melemah imbas jatuhnya bursa AS untuk ketiga kalinya dalam pekan ini dikarenakan sikap pasar yang berhati-hati menanti data pekerjaan AS yang diharapkan adanya peningkatan pekerjaan untuk bulan November dan juga pertemuan ECB yang menentukan kebijakan-kebijakan moneternya.
Bursa saham Jepang melemah setelah indeks Nikkei pada perdagangan kemarin ditutup dengan indeks tertinggi selama 6 tahun terakhir. Nikkei jatuh 1,4% ke posisi 15568,23 dikarenakan reboundnya yen setelah perdagangan kemarin yen jatuh terpuruk setelah dolar melemah.
Untuk bursa saham Korea Selatan,  indeks Kospi jatuh ke satu minggu terendah untuk kedua kalinya. Data yang menunjukkan cadangan devisa negara naik ke rekor tinggi untuk bulan kelima berturut-turut pada bulan November tidak dapat meningkatkan perdagangan saham sehingga Kospi turun 0,4% ke posisi 2000,31.
Demikian juga untuk bursa saham di China baik di Shanghai dimana indeks turun 0,03 poin ke posisi 2222,64 namun bursa saham Hongkong Hangseng tidak mengalami perubahan dari perdagangan hari sebelumnya di posisi 23910.
Untuk bursa saham kawasan pasifik, ASX 200 terpukul kembali ketiga kalinya di posisi tujuh minggu terendah  setelah  PDB kuartal III yang dirilis meleset dari perkiraan yang hanya naik 2,3 persen.

Bursa AS Ditutup Turun, US 10Y_T-NOTES Menguat

BESTPROFIT FUTURES (04/12)Perdagangan intraday US 10Y_T-NOTES dini hari ini ( 04 Desember ) terpantau naik, dan nilai obligasi berjangka tersebut terpantau menguat setelah dibuka pada 124.87 di awal perdagangan (00.00 GMT). Obligasi berjangka naik sekitar + 15 pips atau sekitar 0.12 % dan nilai bergulir terpantau berada pada 125.02.
Sedangkan kinerja perdagangan saham di bursa AS menunjukkan perkembangan melemah dimana indeks saham unggulan Dow Jones Industrial Average pada hari ini terpantau ditutup lesu sekitar -0.59 % pada 15914.62, dan juga indeks S&P 500 Index yang ditutup turun sekitar -0.32 % pada 1795.15. Indeks saham unggulan NASDAQ Composite Index pada hari ini terpantau ditutup turun sekitar -0.2 % pada 4037.2.
Sentimen negatif terhadap bursa AS nampak menguat, setelah Investor’s Business Daily (IBD), TechnoMetrica Institute of Policy and Politics (TIPP); menyampaikan kepada publik bahwa kenaikan optimisme terhadap ekonomi AS masih di bawah ekspektasi.
Perkembangan itu ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator fundamental ekonomi IBD/TIPP Economic Optimism yang hanya naik ke angka 43.1 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 41.4. Adanya pengumuman tersebut menunjukkan kinerja yang lebih rendah dari harapan sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 43.2.

Penutupan Wall Street Memasuki Penurunan Hari Ketiga, Tekanan dari Industri Mobil AS

BESTPROFIT FUTURES (04/12) Bursa Saham AS ditutup  turun untuk hari ketiga , karena para investor menimbang laporan kinerja industry mobil dan penjualan ritel sebelum data ekonomi minggu ini yang mungkin menawarkan petunjuk pada  Federal Reserve untuk mengurangi stimulus .
Indeks The Standard & Poor 500 turun 0,3 persen menjadi 1,795.05 pada pukul 4 pm di New York .
Saham AS turun kemarin karena data  manufaktur yang secara tak terduga naik bulan lalu didukung rencana Fed untuk mulai membatasi stimulus . Pembuat kebijakan bank sentral akan bertemu lagi di tgl 17-18 Desember mendatang.
Departemen Perdagangan akan merilis data  penjualan rumah baru besok dan bank sentral akan menerbitkan Beige Book, rekening yang menggambarkan aktivitas bisnis dari distrik Fed . Laporan kuartal ketiga produk domestik bruto dan November non – farm payrolls juga akan dirilis pekan ini .
The S & P 500 telah menambahkan 26 persen tahun ini , menantang kinerja tahun 2003 untuk keuntungan tahunan terbaik dalam 15 tahun , setelah The Fed menahan diri dari pemangkasan pembelian obligasi bulanan dan laporan pendapatan perusahaan telah melampaui perkiraan .
Pembuat mobil dan pemasok komponen penurunan terbesar di antara 24 S & P 500 ( SPX ) industri sebagai perkiraan Ford Motor Co hari ini bahwa produksi Amerika Utara akan tergelincir 1,8 persen pada kuartal pertama tahun depan di tengah meningkatnya persediaan .
Memasuki akhir tahun, industry mobil mendorong penjualan mereka bulan lalu dengan pasokan terbesar mereka dari mobil dan truk dalam delapan tahun . Jika pembeli tidak menyerap pasokan dengan baik maka akan ada persediaan yang berlebih. General Motors Co dan Chrysler Group LLC , mungkin perlu mengikuti Ford dalam pemangkasan produksi untuk menghindari diskon atas margin mereka.
Penjualan Ford dan GM melebihi atau bertemu perkiraan analis untuk November . Harga saham Ford turun 3,2 persen menjadi $ 16,51 dan GM turun 3 persen menjadi $ 37,93 .
Indeks S & P pengecer kehilangan 0,8 persen , memperpanjang penurunan 0,7 persen kemarin , bahkan penjualan online pada Cyber Monday naik 21 persen dari tahun lalu untuk rekor satu hari
Keuntungan muncul setelah belanja online meningkat 15 persen menjadi rekor $ 1,2 milyar untuk Black Friday , menurut penelitian oleh ComScore Inc Namun, karena adanya kemerosotan dalam toko , jumlah pembelian selama empat hari dimulai dengan liburan Thanksgiving 28 November jatuh untuk pertama kalinya sejak 2009 , menurut sebuah survei yang diselenggarakan oleh National Retail Federation .
Pacific Investment Management Co ‘ s Bill Gross , manajer dana obligasi terbesar di dunia , mengatakan uang yang ditambahkan ke sistem keuangan oleh bank sentral meningkatkan risiko penurunan harga aset global.

Harga Gula Melemah Tajam Selama 10 Sesi Berturut-turut

BESTPROFIT FUTURES (04/12) - Pada akhir perdagangan di bursa komoditas ICE Futures dini hari tadi harga gula berjangka membukukan penurunan tajam (04/12). Harga gula melanjutkan fase penurunan paling panjang dalam lebih dari 15 bulan setelah perusahaan pengolahan tebu mulai kembali meningkatkan produksi di India, negara produsen kedua terbesar di dunia.
Perusahaan pengolahan tebu di Uttar Pradesh, kawasan produksi tebu terbesar di India, akan mulai kembali beroperasi pada tanggal 12 Desember. Kenaikan produksi juga diharapkan terjadi di Thailand, eksportir terbesar kedua setelah Brazil. Thailand menetapkan target kenaikan produksi sebesar 10 persen menjadi 11 juta ton.
Pasokan gula global diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 0.5 persen dan mencapai posisi rekor tertinggi di musim tanam yang berakhir bulan September tahun depan. Surplus gula global masih diharapkan akan terjadi tahun depan.
Harga gula kasar berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret mengalami penurunan sebesar 0.9 persen dan ditutup pada posisi 16.81 sen per pon. Harga sempat mengalami penurunan ke posisi 16.8 sen per pon, terendah sejak tanggal 9 september lalu. Harga gula hingga dini hari tadi telah menggenapi penurunan selama 10 sesi berturut-turut.

Harga Minyak WTI Ditutup Melonjak, Sempat Capai Tertinggi dalam 1 Bulan

BESTPROFIT FUTURES (04/12)Pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI mengalami kenaikan yang signifikan (04/12). Harga minyak mentah menguat terbesar sejak bulan September lalu setelah  TransCanada Corp. mengatakan bahwa perusahaan akan kembali beroperasi di jalur pipa Keystone bulan Januari mendatang.
Harga melonjak naik hingga sempat mencapai posisi paling tinggi dalam satu bulan, memperkecil selisih harga dengan minyak mentah Brent. transCanada berencana untuk kembali melakukan pengiriman minyak least jalur pipa Keystone per tanggal 3 Januari mendatang.
Kenaikan harga minyak mentah tersebut juga terjadi di tengah spekulasi bahwa pasokan minyak mentah minggu lalu akan menunjukkan penurunan untuk pertama kalinya sejak bulan September.
Harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak bulan Januari mengalami kenaikan sebesar 2.22 dollar atau 2.4 persen dan ditutup pada posisi 96.04 dollar per barel. Harga minyak mentah tersebut membukukan kenaikan terbesar sejak tanggal 18 September dan ditutup pada harga penutupan paling tinggi sejak tanggal 31 Oktober.

Harga Emas Ditutup Mixed, Sempat Anjlok ke Terendah Sejak Juli

BESTPROFIT FUTURES (04/12) Pada penutupan perdagangan hari ini harga emas terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan (04/12). Harga emas sempat anjlok hingga mencapai posisi paling rendahnya sejak bulan Juli lalu di tengah sinyal membaiknya ekonomi di Amerika. Akan tetapi pada akhir perdagangan harga komoditas berhasil bergerak rebound.
Harga emas spot LLG anjlok dan sempat mencapai posisi 1215.45 dollar yang merupakan posisi paling rendah sejak tanggal 5 Juli. Aktivitas sector manufaktur di AS secara tidak terduga mengalami akselerasi di bulan November hingga mencapai level paling cepat dalam lebih dari dua tahun belakangan.
Harga emas telah mengalami penurunan sebesar 5.5 persen di bulan November lalu setelah hasil rapat Fed memberikan isyarat kesiapan bank sentral untuk mengurangi besaran stimulus bulanan yang saat ini dipatok di level 85 miliar dollar.
Harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Februari mengalami penurunan sebesar 0.1 persen dan ditutup pada posisi 1220.80 dollar per troy ons. Harga emas ini sempat melemah hingga mencapai posisi 1214.60 dollar, terendah sejak tanggal 8 Juli.
Harga emas spot LLG ditutup pada posisi 1223.30 dollar per troy ons. Harga emas spot membukukan kenaikan harian sebesar 3.85 dollar.

Emas Batangan Antam Turun, Emas Spot Nyaris Rata

BESTPROFIT FUTURES (04/12)Emas spot dini hari ini ( 04 Desember ) bergerak rebound sangat tipis setelah dibuka di 1222.82 USD/tr oz di awal perdagangan (00.00 GMT) dan telah naik sekitar 0.22 USD/tr oz atau sekitar 0.02 %. Nilai bergulir terpantau berada di 1223.04 USD/tr oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menyampaikan bahwa pada hari ini komoditi unggulan tersebut naik mengiringi naiknya sentimen negatif terhadap mata uang Dollar AS dari investor, setelah Investor’s Business Daily (IBD), TechnoMetrica Institute of Policy and Politics (TIPP); menyampaikan kepada publik bahwa kenaikan optimisme terhadap ekonomi AS masih di bawah ekspektasi.
Perkembangan itu ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator fundamental ekonomi IBD/TIPP Economic Optimism yang hanya naik ke angka 43.1 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 41.4. Adanya pengumuman tersebut menunjukkan kinerja yang lebih rendah dari harapan sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 43.2.
Sementara itu harga emas batangan di Logam Mulia/Antam pada perdagangan kemarin (03 Desember) adalah Rp. 526000/gr untuk Minted Bars ukuran 1 gr , Rp. 497000/gr untuk Minted Bars ukuran 5 gr dan Rp. 492000/gr untuk Minted Bars ukuran 10 gr.
Dengan demikian Minted Bars dengan ukuran 1 gram telah mengalami penurunan sebesar Rp. -5000/gr atau turun sekitar -0.95 %/batang, Minted Bars ukuran 5 gr telah turun Rp. -5000/gr atau turun sekitar -1.00 %/batang, dan Minted Bars ukuran 10 gr telah turun Rp. -5000/gr atau turun sekitar -1.01 %/batang.
(IY/JA/vbn)

Monday, 2 December 2013

Produksi Kedelai di Brasil Tahun Ini Diprediksi Naik

BESTPROFIT FUTURES (3/12) Harga kedelai berjangka saat ini mengalami penurunan. Komoditi pangan tersebut kembali melanjutkan tren negatif setelah hari ini (3/12) kembali tertekan oleh adanya laporan bahwa produksi kedelai di Brasil untuk tahun ini diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 7,3% menjadi 88 juta ton. Saat ini Brasil merupakan negara produsen kedelai terbesar dunia dilanjutkan Amerika Serikat dan Argentina.
Sedangkan sentimen negatif lainnya ialah mengenai dampak dari melemahnya harga minyak kelapa sawit dalam beberapa hari terakhir yang memicu pelemahan komoditi bahan baku minyak nabati lainnya seperti kedelai. Kedelai merupakan komoditi substitusi bagi industri minyak nabati.
Harga kedelai berjangka mengalami penurunan sebesar 1,1% menjadi 13,2125 dollar per bushel dan harga gandum mengalami penurunan 1% menjadi 6,6175 dollar per bushel.
Untuk perdagangan hari ini, harga kedelai berjangka diperkirakan akan masih berpeluang mengalami penurunan mengingat mayoritas harga komoditi pangan lainnya juga bergerak turun setelah pekan lalu sempat mengalami bullish. Malam ini pasar akan menantikan rilisnya data GDP kuartal ketiga Australia. Negara tersebut merupakan salah satu produsen gandum terbesar dunia setelah Amerika Serikat.

Penurunan Kembali Berlanjut Pada Harga Tembaga

BESTPROFIT FUTURES (3/12) Tren negatif rupanya kembali terjadi pada perdagangan harga tembaga. Pada hari ini (3/12) harga komoditi logam industri tersebut tertekan oleh adanya dampak dari laporan bahwa indeks London Metal Exchange yang terdiri dari 6 logam industri yang salah satunya tembaga mengalami penurunan sebesar 13%. Dan diprediksi untuk tahun 2014 akan masih berpeluang mengalami kenaikan pada harga alumunium dan tembaga.
Selain itu, hal lain yang menjadi faktor penekan harga tembaga ialah adanya sebuah dampak dari kekhawatiran pasar logam industri akan isyu tapering stimulus ekonomi Amerika Serikat yang rupanya akan dipastikan oleh Fed. Kebijakan tersebut dikhawatirkan akan berdampak penurunan optimaliasi dari kebijakan stimulus.
Harga tembaga berjangka saat ini mengalami penurunan 6975,75 dollar per metrik ton di London Metl Exchange. Sepanjang tahun ini harga tembaga mengalami penurunan 12%.
Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga tembaga untuk hari ini diperkirakan akan masih berpeluang mengalami rebound jika data PMI manufaktur Inggris untuk bulan November yang lalu dilaporkan mengalami kenaikan. Selain itu pasar esok hari juga akan menantikan rilisnya data GDP kuartal ketiga Australia.

Indeks Hang Seng Sesi I Melemah, Aksi Jual Meningkat

BESTPROFIT FUTURES (3/12) Bursa saham Hong Kong untuk perdagangan sesi I hari ini (3/12) tercatat mengalami pelemahan. Sesuai prediksi kemarin, pasca bergerak flat, bursa cenderung akan mengalami penurunan akibat kembalinya aksi profit taking yang dilakukan oleh investor yang masih ingin berinvestasi dalam jangka pendek. Sedangkan disaat yang bersamaan mayoritas bursa saham di kawasan Asia kembali melemah akibat tekanan dari sisi fundamental dimana data non manufaktur China untuk bulan lalu mengalami penurunan 0,3 poin menjadi 56 poin.
Indeks Hang Seng sesi I turun 0,31% menjadi 23963,7 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 46,5 poin menjadi 23962,07 basis poin dengan level support sebesar 23403 poin dan level resistant 24114 poin.
Saham-saham yang mengalami penurunan diantaranya ialah saham Cheung Kong turun 0,16% menjadi 122,9 hkd, saham HSBC Holdings turun 0,8% menjadi 86,35 hkd, saham Sino Land turun 0,75% menjadi 10,54 hkd dan saham Kunlun Energy turun 0,28% menjadi 14,22 hkd.
Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa bursa saham Hong Kong untuk perdagangan hari ini diperkirakan akan masih berpeluang mengalami penurunan akibat imbas dari tekanan yang datang dari pelemahan mayoritas saham-saham unggulan di sektor perbankan, properti dan energi.

Bursa Shanghai Melemah Terbatas Akibat Kekhawatiran Tapering, Turunnya Aktivitas Sektor Jasa China

BESTPROFIT FUTURES (03/12) Pada sesi perdagangan di bursa Shanghai pagi hari ini terjadi penurunan yang cukup signifikan (03/12). Sentimen negative berkembang di Asia pada sesi perdagangan pagi ini setelah dini hari tadi bursa saham Wall Street ditutup dengan membukukan penurunan. Para investor kembali dilanda kekhawatiran bahwa Fed akan segera melakukan tapering program stimulusnya.
Bursa saham China bergerak di kisaran terendah dalam dua minggu belakangan menyusul penurunan tajam pada sesi perdagangan Senin kemarin. Data menunjukkan bahwa PMI sektor jasa di China sedikit melambat sehingga mengakibatkan tekanan di bursa China.
Saham-saham di sektor property tampak menjadi focus setelah sebuah survey dari pihak swasta menunjukkan bahwa harga rumah bar uterus mengalami kenaikan. China Merchants Property dan Poly Real Estate mengalami penurunan masing-masing sebesar 0.6 persen.
Indeks komposit Shanghai tampak mengalami penurunan yang signifikan. Indeks spot tersebut membukukan penurunan sebesar 5.03 poin atau 0.23 persen dan berada di posisi 2202.34 poin.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks komposit Shanghai di bursa saham China pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan lanjutan. Untuk saat ini indeks tersebut diperkirakan akan bergerak di kisaran 2180 – 2230 poin.

Emas Masih Akan Melemah Terkait Tapering The Fed

BESTPROFIT FUTURES (03/12) Harga emas sedikit menurun di Asia Selasa menguatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memulai scaling kembali program stimulus moneter pada awal 2014.

Di New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada USD 1,221.50 per troy ounce, turun 0,03%.

The Institute for Supply Management melaporkan bahwa aktivitas manufaktur AS pada bulan November tumbuh pada laju tercepat sejak April 2011, memicu optimisme pemulihan ekonomi yang lebih kuat di jalan.

Indeks ISM manufaktur manajer pembelian naik menjadi 57,3 pada November dari 56,4 pada bulan Oktober. Analis memperkirakan indeks akan turun ke 55,0.

Harga emas dunia diprediksi akan anjlok 10% pada April 2014 mendatang. Infinity Trading menyebutkan, kemungkinan tersebut besar terjadi jika secara teknikal harga emas jatuh ke bawah pennant formation.

Infinity menguraikan, pola pennant terbentuk dengan adanya pertemuan sejumlah posisi terendah atas dan posisi teratas bawah. Menurut Fain Shaffer, president Infinity Trading, pertemuan garis tersebut membentuk segitiga yang dapat menciptakan pergerakan ke bawah.

"Harga emas dapat turun ke level US$ 1.100 per troy ounce pada kuartal pertama tahun depan dari level penutupan kemarin yakni US$ 1.221,90 per troy ounce di Comex, New York," jelasnya.

Catatan saja, harga emas sudah anjlok sebesar 27% di sepanjang tahun ini hingga kemarin. Sejumlah investor kehilangan kepercayaan terhadap emas seiring kenaikan pasar saham dan tingkat inflasi yang rendah.

"Tren bearish emas masih terlihat. Grafik emas sangat lemah, penurunannya dapat terjadi secara tiba-tiba dan sangat tajam," jelas Shaffer.

Harga emas rebound setelah investor mempelajari apakah perekonomian AS cukup kuat untuk menahan dilakukannya pemangkasan stimulus oleh the Federal Reserve.

"Dilihat secara teknikal, pergerakan emas masih akan tertekan. Pasar emas akan fokus pada data tenaga kerja AS yang akan dirilis pekan ini. Data tenaga kerja AS yang lebih baik dibanding prediksi akan meningkatkan ekspektasi pengumuman tapering the Fed. Hal ini akan kembali memberatkan langkah emas," jelas Howard Wen, analis HSBC Securities Inc.

Nikkei flat jelang data AS

BESTPROFIT FUTURES (02/12) - Setelah berfluktuasi dan menguat di awal transaksi, kinerja bursa saham Jepang hari ini, Senin (2/12) akhirnya ditutup dengan pergerakan mendatar. Banyak investor di Jepang memilih membuat sikap hati-hati melihat kondisi pasar, terutama kondisi ekonomi yang ada di Amerika Serikat (AS).  

Pada akhir sesi perdagangan hari ini, indeks Nikkei turun 0,04% menjadi 15.655,07. Sebelumnya, indeks ini sempat berfluktuasi dan keluar masuk zona merah dan zona hijau. Bulan lalu, indeks Nikkei sudah naik 9,3% yang di dorong kinerja perusahaan besar Jepang yang membaik dan adanya pelemahan yen.

Sebagaimana diketahui, investor di Jepang saat ini menanti kabar dari ekonomi AS. Data yang dinanti diantaranya adalah data tenaga kerja November yang rencananya akan dirilis akhir pekan ini.

Saham Eropa goyah, FTSE turun 0,3%

BESTPROFIT FUTURES (02/12) - Setelah tiga bulan berturut-turut naik , pasar saham Eropa berayun antara keuntungan dan kerugian pada hari Senin .

Indeks Stoxx Europe 600 flat di 325,40 , berayun antara keuntungan kecil dan kerugian .

Perusahaan pertambangan mengalami kerugian cukup besar terkait menurunnya sebagian harga logam dan hasil pertambangan . Saham Fresnillo PLC turun 2,4 % , Randgold Resources Ltd turun 1,9 % dan Rio Tinto PLC tergelincir 0,5 % .

Sementara indeks Spanyol , IBEX 35 turun 0,7% pada 9,766.00 , setelah pembacaan lemah pada sektor manufaktur negara itu . PMI manufaktur turun menjadi 48,6 pada November dari 50,9 pada bulan Oktober , menandakan penurunan aktivitas .

Untuk zona euro secara umum , PMI manufaktur final naik menjadi 51,6 pada bulan November , naik dari perkiraan flash 51,5 . Output, order baru dan ekspor baru semua diperluas untuk bulan kelima berturut-turut , namun gagal untuk menghentikan slide yang sedang berlangsung dalam pekerjaan manufaktur .

Data dari Jerman menunjukkan pesanan untuk pabrik dan mesin industri anjlok pada bulan Oktober di tengah penurunan tajam dalam permintaan dari luar zona euro , menurut kelompok industri VDMA .

Indeks DAX 30 naik 0,2 % menjadi 9,421.68 . CAC 40 turun 0,1 % menjadi 4,293.56 dan indeks FTSE 100 Inggris kehilangan 0,3 % menjadi 6,621.16 .

Sunday, 1 December 2013

Bursa Hong Kong Menguat Didukung Kenaikan PMI Manufaktur China

BESTPROFIT FUTURES (2/12) Pada perdagangan pertama di bulan Desember bursa saham Hong Kong tampak mengalami peningkatan yang cukup signifikan (02/12). Bursa saham menguat setelah rilis data PMI manufaktur final HSBC mengkonfirmasi bahwa ekspansi sektor manufaktur di China memang makin cepat pada bulan November lalu.
PMI manufaktur resmi dari Biro Pusat Statistik China yang dirilis hari Minggu kemarin menunjukkan bahwa di bulan November mencapai angka 51.4 poin. Indeks ini sama dengan yang terjadi di bulan Oktober sebelumnya. Para analis sebelumnya memperkirakan bahwa indeks akan melambat sedikit di level 51.2 poin.
Sementara itu indeks aktivitas manufaktur final dari HSBC juga menjukkan percepatan pertumbuhan. Tercatat PMI final tersebut berada di level 50.8 poin pada bulan November. Angka ini berada di atas level yang terjadi pada bulan Oktober yaitu 50.4 poin. Angka ini juga melampaui estimasi yang berada di level 50.5 poin.
Hari ini indeks spot hang seng tampak mengalami kenaikan sebesar 75.87 poin atau 0.32 persen dan berada pada posisi 23957.16. Indeks berjangka hang seng sempat dibuka menguat pada posisi 24124 poin. Saat ini indeks berjangka tersebut tampak mengalami penurunan dari posisi pembukaan dan berada di level 23957 poin.
Saham Cheung Kong pada sesi perdagangan hari ini mengalami peningkatan sebesar 0.2 hkd menjadi 122.80 hkd. CLP Holdings tampak melemah 0.27 hkd ke level 62.75 hkd. HSBC membukukan kenaikan sebesar 0.3 hkd ke posisi 86.90 hkd.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka hang seng tersebut masih akan melanjutkan penurunannya pada perdagangan hari ini. Indeks ini diperkirakan akan berada pada kisaran 23900 – 24150 poin.

Emas Batangan Antam Dinaikkan Kembali, Spot Emas Cenderung Positif

BESTPROFIT FUTURES (2/12) Perdagangan emas akhir pekan lalu mengalami peningkatan hingga perdagangan di pasar Asia pagi ini. Bertambahnya impor emas Cina pada bulan lalu mengangkat perdagangan komoditas ini. Untuk perdagangan emas batangan pada hari ini mengalami kenaikan setelah Antam menaikkan harga emas batangannya  Rp.1000 demikian juga harga buybacknya.
Perdagangan emas batangan hari ini (2/12) untuk minted bars ukuran 1 gram Antam menjualnya di Rp.531.000 demikian juga  untuk buyback Antam menjadi Rp.471.000. Dan untuk minted bars ukuran lainnya seperti ukuran 500gr Antam menjualnya tetap di Rp.491.600 per gramnya menjadi Rp.245.800.000. Minted bars ukuran 25 gr dijual  Rp.494.000/gram menjadi Rp. 12.350.000. Dan untuk  ukuran 5 gr dijual Rp.502.000/gr menjadi Rp. 2.510.000.
Antam melihat harga spot emas pada perdagangan pagi di posisi $1248,65 yang telah naik 4,80 poin. Namun untuk  Emas berjangka Februari 2014 di divisi Comex New York Mercantile Exchange  naik 1,1% ke posisi $ 1,250,40 per troyounce.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan stabil dan bergerak sideways di sekitar 1244.00-1250.00. Jika emas turun menembus level 1243.00 akan menuju level 1236.75. Jika naik menembus 1251.00, maka diprediksi akan bergerak naik menuju level 1265.00.kembali mengalami pergerakan yang positif di kisaran 1230-1260 dikarenakan sepinya arahan fundamental.

Friday, 29 November 2013

Saham Eropa Sedikit Naik Jelang Data Inflasi, FTSE Naik 0,19%

BESTPROFIT FUTURES (29/11) Saham Eropa sedikit naik pada hari Jumat , karena pasar mengamati inflasi zona euro d, serta penilaian perubahan dari Standard & Poor `s lembaga pemeringkat kredit .

Selama perdagangan pagi di Eropa , EURO STOXX 50 naik tipis 0,08 % , CAC 40 bertambah 0,08 % , sementara DAX 30 naik tipis 0,02 % .

Investor mengamati data awal inflasi zona euro , di tengah ekspektasi bahwa tingkat inflasi tahunan akan meningkat menjadi 0,8 % pada bulan November , dari Oktober empat tahun rendah dari 0,7 % .

Kekhawatiran atas tekanan deflasi di kawasan euro mendorong Bank Sentral Eropa memangkas suku bunga ke rekor rendah 0,25 % pada pertemuan November.

Sementara itu, S & P menurunkan peringkat kredit untuk Belanda ke" AA plus" dari " AAA " , serta mengangkat prospek untuk Spanyol dan Siprus .

Lembaga pemeringkat menaikkan peringkat kredit untuk Siprus ke " B - / B " dari " CCC plus / C " dan merevisi outlook peringkat kredit untuk Spanyol stabil dari negatif .

Saham keuangan secara umum lebih tinggi , sebagai lembaga pemberi pinjaman BNP Paribas Perancis dan Societe Generale naik 0,62 % dan 0,56 % , sementara Deutsche Bank Jerman menguat 0,11 % .

BBVA dan Banco Santander naik 0,27 % dan 0,63 %, sedangkan Intesa Sanpaolo Italia dan Unicredit naik 0,47% dan 0,60 % .

Di London , FTSE 100 naik 0,19 % , didorong oleh kenaikan tajam saham-saham pertambangan .

Saham Rio Tinto naik 0,87 % dan Antofogasta melonjak 1,40 % , sementara Fresnillo dan Vedanta Resources menguat 1,44 % dan 1,88 % masing-masing .

Saham keuangan juga sebagian besar naik , seperti HSBC Holdings menambahkan 0,18 % dan Lloyds Banking naik 0,23 % . The Royal Bank of Scotland underperformed Namun , turun 0,13 % .

Di AS , pasar modal menunjuk terbuka yang lebih tinggi . Dow Jones Industrial Average menunjuk kenaikan 0,26 % , S & P 500 futures mengisyaratkan kenaikan 0,22 % , sementara Nasdaq 100 futures menunjukkan kenaikan 0,40 % .

Zona euro akan merilis data awal pada inflasi konsumen dan laporan terpisah pada tingkat pengangguran .

Harga Karet Sentuh Level Teringgi 4 Pekan Terakhir

BESTPROFIT FUTURES (29/11) Pergerakan harga karet berjangka untuk perdagangan hari ini (29/11) tercatat mengalami kenaikan dan menyentuh level tertinggi dalam 4 pekan terakhir. Naiknya harga karet berjangka saat ini disebabkan oleh dampak dari melemahnya kembali nilai tukar yen terhadap dollar AS. Mata uang Jepang tersebut saat ini berada pada posisi 102,34 per dollar. Sejak 19 November lalu nilai tukar yen terus mengalami penurunan.
Naiknya harga karet juga disebabkan oleh adanya kekhawatiran bahwa aksi demonstrasi di Thailand tentang permintaan penurunan PM Thailand, Yingluck Shinawatra dapat semakin meluas ke seluruh wilayah Thailand. Thailand merupakan salah satu produsen karet terbesar selain Indonesia.
Harga karet berjangka mengalami peningkatan sebesar 2,6% menjadi 265,3 yen per kilogram atau 2587 dollar per metrik ton. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 31 Oktober. Sepanjang bulan ini harga karet berjangka naik 0,9%.
Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan harga karet diperkirakan akan masih berupaya meningkat di awal pekan depan seiring dengan belum adanya sebuah intervensi yang dilakukan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) terhadap nilai tukar yen terhadap dollar AS. Kisaran pergerakan karet dalam jangka pendek diperkirakan antara level 265 – 270 yen per kilogram.