Wednesday, 6 April 2016
Tuesday, 5 April 2016
Komentar Kuwait Terkait Iran Angkat Harga Minyak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Minyak menguat terkait spekulasi perjanjian pembekuan produksi minyak mentah mungkin dicapai tanpa partisipasi dari Iran.
Minyak berjangka naik
dari satu bulan terendah. Negara penghasil minyak dapat mencapai
kesepakatan pembatasan produksi minyak mentah di level bulan Januari
bahkan jika Iran tidak ikut bergabung untuk membantu menopang harga,
menurut Gubernur OPEC Kuwait. Dolar turun ke level terendah terhadap yen
dalam lebih dari satu tahun terakhir, mendukung daya tarik komoditas
dalam mata uang AS. Laporan pemerintah pada hari Rabu diproyeksikan akan
menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah AS mengalami kenaikan.
Minyak berjangka West
Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik 19 sen, atau 0,5 persen,
untuk menetap di $ 35,89 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak berjangka menyentuh $ 35,24, terendah sejak 4 Maret. Jumlah
volume yang diperdagangkan adalah 19 persen di bawah rata-rata 100-hari
pada pukul 03:12 sore.
Minyak Brent untuk
pengiriman Juni naik 18 sen, atau 0,5 persen, ke $ 37,87 per barel di
ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Sebelumnya minyak
Brent menyentuh level $ 37,27, juga merupakan yang terendah sejak 4
Maret. Acuan global ditutup lebih besar 73 sen dari WTI untuk pengiriman
Juni.
Rebound minyak dari
level terendah 12-tahun telah terhenti di tengah keraguan tentang
prospek kesepakatan yang diusulkan untuk membekukan pasokan. Arab Saudi
hanya akan membatasi produksi jika bergabung dengan produsen utama
lainnya termasuk Iran, kata wakil putra mahkota kerajaan pekan lalu.
Rusia dan semua anggota OPEC kecuali Libya akan menghadiri pertemuan di
Doha.(frk)
Sumber: Bloomberg
Emas Menguat Akibat Pelemahan Ekuitas Meningkatkan Permintaan Haven
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Emas
naik tajam dalam seminggu karena penurunan ekuitas di tengah
meningkatnya kekhawatiran ekonomi global, mendorong kembali prospek
untuk kenaikan suku bunga AS.
Saham-saham
tergelincir karena investor menjadi berhati-hati setelah data ekonomi
yang lebih buruk dari perkiraan di AS dan Jerman pada pekan ini.
Pemulihan ekonomi global menghadapi risiko pertumbuhan, Direktur
Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan pada hari Selasa, seminggu
setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan kehati-hatian
diperlukan dalam pengetatan kebijakan moneter. Tingkat suku bunga yang
lebih rendah menjadi keuntungan bagi emas, yang menjadi lebih kompetitif
terhadap aset berbunga.
Emas memangkas
kerugian dua hari karena para pedagang mendorong kembali harapan ketika
The Fed akan menaikkan suku bunga AS. Kemungkinan bahwa bank sentral
akan bergerak pada bulan Desember berada di 51 persen, turun dari 64
persen pada minggu lalu. Bullion naik 17 persen pada kuartal terakhir
setelah ekonomi China tumbuh di laju paling lambat dalam satu generasi
dan volatilitas di pasar keuangan meningkat, mendorong permintaan untuk
aset haven.
Emas berjangka untuk
pengiriman Juni naik 0,8 persen untuk menetap di $ 1,229.60 per ons pada
pukul 1:43 siang di Comex New York. Emas telah turun 1,3 persen dalam
dua sesi sebelumnya.(frk)
Sumber: Bloomberg
Yen Melonjak ke Level Terkuat Terhadap Dolar Dalam 1 1/2 Tahun Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Yen
naik ke level terkuat dalam 1 1/2 tahun terhadap dolar, mengancam
mengurangi desakan inflasi untuk Bank of Japan, bagian penting dari
upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi terbesar ketiga di dunia.
Mata uang Jepang
sempat melewati 110 per dolar di perdagangan New York, untuk beberapa
strategi merupakan level kunci yang mempertinggi risiko intervensi di
pasar saham Jepang. Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga
mengatakan pemerintah sedang mengawasi pergerakan valuta asing.
Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengatakan dia akan terus memantau pasar
mata uang dan menegaskan potensi pemotongan suku bunga yang lebih.
Lonjakan 9 persen untuk yen tahun ini membuatnya menjadi mata uang
berkinerja terbaik Kelompok-10.
Seperti saham-saham
global yang melemah terkait tanda-tanda melemahnya pertumbuhan ekonomi,
yen menguat terhadap lebih dari selusin mata uang utama. Yen dihargai 1
persen menjadi 110,22 per dolar pada pukul 13:07 siang di New York
setelah naik ke 109,95. Yen naik sekitar 0,9 persen menjadi 125,62 per
euro.(frk)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Berfluktuasi Ditengah Gejolak Ekuitas Global
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Saham
Jepang berfluktuasi mendekati dua bulan setelah yen melonjak ke level
tertinggi terhadap dolar dalam 1 1/2 tahun, sehingga meredam prospek
pendapatan bagi eksportir.
Indeks
Topix sedikit berubah pada 1,268.23 pada 09:11 pagi di Tokyo, berayun
antara keuntungan 0,3% dan penurunan 0,2%. Diperdagangkan mendekati
penutupan terendah sejak 12 Februari. Nikkei 225 Stock Average sedikit
berubah pada 15,736.84. Yen diperdagangkan pada 110,39 per dolar setelah
penguatan sementara di 110, pada Selasa, melepas sebagian pelemahan
sejak Bank of Japan memperluas pelonggaran moneter pada bulan Oktober
2014. Saham AS ditutup dengan penurunan dua hari terburuknya dalam
indeks Standard & Poor 500 sejak Februari dan Indeks MSCI Inc untuk
ekuitas global menurun tajam dalam hampir dua bulan di tengah
kekhawatiran bahwa pelemahan ekonomi akan makin serius.(yds)
Sumber: Bloomberg
Reli Kehilangan Momentum, Saham AS Turun di tengah Kekhawatiran Pertumbuhan Global
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Saham
AS jatuh, dengan indeks Standard & Poor 500 memposting penurunan
tercuram dalam empat minggu, di tengah munculnya kembali kekhawatiran
bahwa melemahnya pertumbuhan global akan semakin dalam.
Penurunan
berakselerasi di menit akhir seiring sektor perbankan turun, tenggelam
bersama dengan Treasury imbal hasil seiring rally obligasi pada
permintaan haven. Bank of America Corp turun 2,4 persen. Perusahaan
perawatan kesehatan jatuh untuk pertama kalinya dalam tiga hari,
terseret ke level yang lebih rendah akibat penurunan 15 persen Allergan
Plc setelah pemerintah mengambil langkah-langkah untuk membatasi apa
yang disebut penawaran inversi, mengancam merger dengan Pfizer Inc.
S
& P 500 turun 1 persen ke level 2,045.29 pada pukul 16:00 sore
waktu New York, mengakhiri rentetan kemenangan terpanjang dalam 13
bulan. Pergerakan indeks ini ditutup tidak lebih dari 1 persen di kedua
arah dalam 15 hari terakhir, sesuatu yang tidak terlihat sejak Maret
2015.
Rally
yang mengangkat S & P 500 sebanyak 13 persen dari posisi terendah
22-bulan pada bulan Februari telah mulai kehilangan momentum, dengan
pergeseran sentimen seiring investor menilai apakah bank sentral dapat
menangkis pelemahan dalam ekonomi global. Kekhawatiran bahwa perlambatan
di China akan menyebar, diperburuk oleh penurunan harga minyak mentah
telah mengirim saham untuk meraih start terburuk tahunan mereka. Harga
minyak yang stabil dan sinyal bahwa pembuat kebijakan akan melanjutkan
upaya untuk mendorong pertumbuhan akan mendukung comeback pada akhir
kuartal. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Monday, 4 April 2016
Kebijakan The Fed Tekan Harga Emas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/4) - Harga emas tertekan pada perdagangan awal pekan ini setelah laporan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menguat mendorong sentimen di bursa saham. Selain itu, kenaikan suku bunga bank sentral AS juga membayangi harga emas.
Harga emas turun 0,5 persen ke level US$ 1.216 per ounce. Sementara itu, harga emas AS untuk pengiriman Juni merosot 0,3 persen menjadi US$ 1.219 per ounce.
Harga emas di pasar spot cenderung menguat selama kuartal I 2016. Spekulasi bank sentral AS tidak terburu-buru menaikkan suku bunga memberikan sentimen positif ke pasar.
Akan tetapi, pernyataan sejumlah pejabat bank sentral AS yang mendukung kenaikan suku bunga membuat harga emas berbalik arah.
"Pergerakan harga emas dipengaruhi data ekonomi AS yang menguat. Ini akan memiliki arti untuk keputusan bank sentral AS soal suku bunga," ujar Analis Commerzbank Daniel Briesemann seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (5/4/2016).
Data ekonomi AS pada Jumat pekan lalu menunjukkan kalau data tenaga kerja non sektor pertanian naik 215 ribu pada Maret 2016, dan ini melebihi harapan pasar sekitar 205 ribu.
Akan tetapi, data ekonomi AS pada awal pekan ini menunjukkan kalau data pemesanan produk AS turun pada Februari. Ditambah realisasi belanja untuk bisnis juga melemah.
Kepala Riset TD Securities, Bart Melek menilai, pelaku pasar berusaha membaca sinyal hasil pertemuan bank sentral AS. Kemungkinan ada dukungan untuk menaikkan suku bunga. Hasil pertemuan bank sentral AS pada Maret 2016 akan rilis pada Rabu pekan ini. (Ahm/Ndw)
Sumber : Liputan6
Harga emas turun 0,5 persen ke level US$ 1.216 per ounce. Sementara itu, harga emas AS untuk pengiriman Juni merosot 0,3 persen menjadi US$ 1.219 per ounce.
Harga emas di pasar spot cenderung menguat selama kuartal I 2016. Spekulasi bank sentral AS tidak terburu-buru menaikkan suku bunga memberikan sentimen positif ke pasar.
Akan tetapi, pernyataan sejumlah pejabat bank sentral AS yang mendukung kenaikan suku bunga membuat harga emas berbalik arah.
"Pergerakan harga emas dipengaruhi data ekonomi AS yang menguat. Ini akan memiliki arti untuk keputusan bank sentral AS soal suku bunga," ujar Analis Commerzbank Daniel Briesemann seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (5/4/2016).
Data ekonomi AS pada Jumat pekan lalu menunjukkan kalau data tenaga kerja non sektor pertanian naik 215 ribu pada Maret 2016, dan ini melebihi harapan pasar sekitar 205 ribu.
Akan tetapi, data ekonomi AS pada awal pekan ini menunjukkan kalau data pemesanan produk AS turun pada Februari. Ditambah realisasi belanja untuk bisnis juga melemah.
Kepala Riset TD Securities, Bart Melek menilai, pelaku pasar berusaha membaca sinyal hasil pertemuan bank sentral AS. Kemungkinan ada dukungan untuk menaikkan suku bunga. Hasil pertemuan bank sentral AS pada Maret 2016 akan rilis pada Rabu pekan ini. (Ahm/Ndw)
Sumber : Liputan6
Air France Izinkan Pegawai Yang Menolak Terbang ke Iran
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/4) - Air
France bersedia mengizinkan para pramugari menolak terbang ke jalur
Teheran, Iran setelah mereka diminta memakai penutup kepala saat tiba di
negara itu.
Maskapai tersebut akan memulai kembali penerbangan ke ibu kota Iran itu pada tanggal 17 April.
Minggu lalu manajemen
Air France mengeluarkan informasi yang meminta staf wanita untuk memakai
celana panjang pada jalur tersebut dan mengenakan penutup kepala saat
meninggalkan pesawat.
Pejabat serikat
pekerja mengatakan sejumlah staf mengkhawatirkan keputusan itu dan
meminta para pemimpin Air France untuk bertindak lebih lunak.
Setelah bertemu
sejumlah serikat pekerja pada hari Senin (04/04) sore, direktur
personalia Air France, Gilles Gateau, mengatakan kepada saluran Europe
1, bahwa dia bersedia kompromi.
"Kami akan memberikan
mereka klausul tidak ikut serta bagi pegawai wanita mana pun yang
terkena pengaruh jalur Paris-Teheran," katanya.
"Jika karena alasan
pribadi, mereka tidak ingin memakai penutup kepala saat meninggalkan
pesawat, mereka dapat ditugaskan ke tujuan lain."
Pada akhir minggu,
perusahaan itu menyatakan peraturan tersebut juga berlaku bagi jalur ke
Arab Saudi, yang sama seperti Iran, meminta wanita memakai penutup
kepala di depan umum.
Sumber: BBC News
Minyak ditutup di level terendah sebulan seiring harapan untuk pembekuan produksi meredup
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/4) - Harga
minyak melemah di perdagangan yang berombak pada hari Senin, imbas
skeptisisme bahwa kesepakatan global untuk mempertahankan tingkat
produksinya akan mencapai akhir bulan ini.
Produsen
minyak global utama, termasuk kedua anggota dan bukan anggota
Organisasi Negara Pengekspor Minyak, dijadwalkan bertemu di Doha pada 17
April untuk membahas potensi pembekuan produksi minyak.
Menghapus
penurunan sebelumnya, minyak mentah West Texas Intermediate untuk Mei
turun 18 sen, atau 0,5%, untuk ditutup di level $ 36,60 per barel. Pada
hari Jumat, harga WTI menetap di level $ 36,79 per barel, turun $ 1,55,
atau 4%. Futures menetap pada tingkat terendah sejak 15 Maret dan
kehilangan 6,8% untuk minggu ini, menurut FactSet.
Juni
Brent yang merupakan minyak mentah patokan global, turun 34 sen, atau
0,9%, ke level $ 38,33 per barel. Pada Jumat, kontrak turun US $ 1,66,
atau 4,1%, ke level $ 38,67 per barel di bursa ICE London, kehilangan
hampir 6% untuk minggu ini.
Arab
Saudi mengatakan Jumat lalu bahwa mereka hanya akan membekukan produksi
apabila Iran, sesama anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak,
setuju untuk juga melakukan pembekuan. Menteri Perminyakan Iran, Minggu
mengatakan ekspor minyak negara itu melonjak lagi pada bulan Maret,
berpotensi merusak kesepakatan global untuk membatasi produksi minyak
mentah dan menaikkan harga. (sdm)
Sumber: MarketWatch
Membaiknya Data Ekonomi AS Telah Menekan Emas Untuk Hari Kedua
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/4) - Emas
turun untuk hari kedua karena data pekerjaan dan manufaktur AS
meningkatkan spekulasi bahwa pertumbuhan di ekonomi terbesar dunia
sedang mendapatkan momentumnya, meredam permintaan logam sebagai aset
alternatif.
Logam ini telah jatuh
1,4 persen dari puncaknya di hari Jumat, ketika data pekerjaan AS
menunjukkan perekrutan yang kuat dan kenaikan upah pada bulan Maret.
Laporan terpisah menunjukkan lonjakan pesanan yang menandakan pabrik
Amerika telah muncul dari kemerosotan terburuknya sejak resesi terakhir.
Emas berjangka naik 17
persen dalam tiga bulan pertama tahun ini, lonjakan kuartalan terbesar
sejak 1986, karena Federal Reserve menurunkan rencana kenaikan suku
bunga setelah kenaikan pada bulan Desember. Ketua The Fed Janet Yellen
mengatakan pekan lalu bahwa dianggap perlu bagi bank sentral untuk
"berjalan hati-hati" karena ekonomi dunia menyajikan risiko yang
meningkat.
Emas berjangka untuk
pengiriman Juni turun 0,3 persen untuk menetap di $ 1,219.30 per ons
pada pukul 1:45 siang di Comex New York.
Sementara perak untuk pengiriman Mei turun 0,7 persen menjadi $ 14,944 per ons di Comex.(frk)
Sumber: Bloomberg
Reli di Saham AS Kehilangan Momentum pasca Sentuh Level Tertinggi Setahun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/4) - Saham
AS tergelincir dari level tertinggi tahun ini, dengan penurunan pada
saham konsumen dan industri membayangi keuntungan di perusahaan
perawatan kesehatan, menyusul investor mencari dorongan segar untuk
melanjutkan rally.
Indeks
Standard & Poor 500 turun 0,3 persen ke level 2,066.05 pada pukul
16:00 sore waktu New York. Itu merupakan penurunan terbesar dalam lebih
dari seminggu sementara indeks untuk kecemasan investor naik dari level
terendah sejak Agustus.
Indeks
ekuitas utama AS turun setelah memperpanjang keuntungan 2016 pada hari
Jumat, kenaikan yang muncul di tengah laporan menunjukkan laju
penciptaan lapangan kerja tetap kuat dan aktivitas manufaktur meningkat.
Hal itu mendukung keyakinan dalam ekonomi, sementara bank sentral telah
mengisyaratkan mereka akan melanjutkan upaya mereka untuk mendukung
pertumbuhan.
Menyusul
jaminan dari Ketua Fed Janet Yellen pekan lalu bahwa laju kenaikan suku
bunga di masa depan akan dilakukan secara bertahap, pedagang
mengkalkulasi dalam kemungkinan nol kenaikan akan dilakukan pada akhir
April, dengan Desember sekarang menjadi bulan pertama dengan setidaknya
bahkan kemungkinan biaya pinjaman akan menjadi lebih tinggi. Sebuah
laporan hari ini menunjukkan indeks pesanan pabrik turun pada bulan
Februari, menunjukkan investasi bisnis akan menjadi hambatan lagi untuk
pertumbuhan pada kuartal pertama. Risalah dari pertemuan The Fed bulan
lalu akan dirilis pada hari Rabu nanti.
Perhatian
akan mulai lebih bergeser ke arah pendapatan perusahaan, dengan Alcoa
Inc secara tidak resmi memulai musim pelaporan saat merilis hasil
kuartal pertama pada 11 April. Analis memperkirakan laba pada perusahaan
S & P 500 turun 9,5 persen selama periode tersebut, dibandingkan
dengan perkiraan untuk pendapatan datar pertumbuhan pada awal tahun. S
& P 500 sekarang diperdagangkan di valuasi tertinggi sejak Juli,
berdasarkan 12-bulan proyeksi pendapatan. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 3 April 2016
Harga BBM Turun Masih Bayangi IHSG dalam Sepekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/4) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan saham sepekan. IHSG didorong oleh penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Pendorong IHSG adalah penurunan harga BBM dan kondisi inflasi yang terjaga," kata Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (4/4/2016).
Dia mengatakan, kenaikan IHSG juga didorong oleh kredit perbankan yang diperkirakan tumbuh 12-14 persen pada kuartal II 2016. Lucky memperkirakan IHSG akan berada pada support 4.800 dan resistance pada 4.850.
Analis NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan bergerak variatif pekan ini. Dia mengatakan IHSG akan bergerak pada support 4.755-4.823 dan resistance 4.856-4.888.
"Laju IHSG masih bergerak variatif sepanjang pekan kemarin dengan merespon berbagai sentimen. Namun demikian, terlihat laju IHSG mencoba bertahan untuk tidak membentuk tren penurunan baru di mana dijaga di atas level 4.750-4.760 dan kembali di atas level 4.800 an," kata dia dalam ulasannya.
Lucky merekomendasikan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF).
Sementara Reza memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) untuk dicermati pelaku pasar.
Pada perdagangan saham pekan lalu, IHSG naik tipis 0,33 persen ke level 4.843,18. Volume perdagangan saham naik 14,27 persen menjadi 7,78 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian turun 5,48 persen menjadi Rp 6,23 triliun. (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
"Pendorong IHSG adalah penurunan harga BBM dan kondisi inflasi yang terjaga," kata Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (4/4/2016).
Dia mengatakan, kenaikan IHSG juga didorong oleh kredit perbankan yang diperkirakan tumbuh 12-14 persen pada kuartal II 2016. Lucky memperkirakan IHSG akan berada pada support 4.800 dan resistance pada 4.850.
Analis NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan bergerak variatif pekan ini. Dia mengatakan IHSG akan bergerak pada support 4.755-4.823 dan resistance 4.856-4.888.
"Laju IHSG masih bergerak variatif sepanjang pekan kemarin dengan merespon berbagai sentimen. Namun demikian, terlihat laju IHSG mencoba bertahan untuk tidak membentuk tren penurunan baru di mana dijaga di atas level 4.750-4.760 dan kembali di atas level 4.800 an," kata dia dalam ulasannya.
Lucky merekomendasikan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF).
Sementara Reza memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) untuk dicermati pelaku pasar.
Pada perdagangan saham pekan lalu, IHSG naik tipis 0,33 persen ke level 4.843,18. Volume perdagangan saham naik 14,27 persen menjadi 7,78 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian turun 5,48 persen menjadi Rp 6,23 triliun. (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Saham Jepang Jatuh Untuk Hari kelima pasca Penguatan Yen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/4) - Saham
Jepang jatuh untuk hari kelima setelah yen menguat terhadap dolar
menyusul kebingungan data ekonomi AS yang tidak sedikit untuk mengubah
pandangan bahwa Federal Reserve akan mengambil pendekatan bertahap untuk
menaikkan suku bunga.
Indeks
Topix turun 0,5% menjadi 1,295.14 pada 09:01 pagi di Tokyo, menambah
penurunan pekan lalu dari 4,7%, kinerja mingguan terburuk dalam dua
bulan. Nikkei 225 Stock Average turun 0,4% menjadi 16,095.23. Yen
diperdagangkan pada 111,70 per dolar setelah penguatan 0,8% pada hari
Jumat. Bahkan dengan tanda-tanda kembalinya manufaktur Amerika serta
data pekerjaan yang melampaui perkiraan menambah optimisme dalam
perekonomian AS, para pedagang tidak mengharapkan kenaikan suku bunga
hingga kuartal keempat.
Kontrak
pada indeks Standard & Poor 500 tergelincir 0,2% setelah Indeks
utama naik 0,6% pada Jumat menjadi ditutup pada level tertinggi tahun
ini. Optimisme dalam ekonomi dan harapan untuk pengetatan bertahap suku
bunga The Fed AS dibayangi aksi jual dalam minyak.(yds)
Sumber: Bloomberg
Bursa Wall Street Akhir Pekan Positif, Dow Jones Berakhir Tertinggi 4 Bulan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/4) - Bursa Saham AS ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan akhir pekan
Jumat terdorong data pekerjaan AS dan manufaktur yang menguat,
mengalahkan sentimen negatif pelemahan minyak mentah.
Laporan
kerja Maret menunjukkan penciptaan 215.000 pekerjaan, dengan tingkat
pengangguran naik tipis menjadi 5,0 persen dan rata-rata penghasilan per
jam naik tujuh sen, menurut Reuters. Tingkat partisipasi angkatan kerja naik menjadi 63 persen, level tertinggi sejak Maret 2014.
Dalam berita ekonomi lainnya, belanja konstruksi Februari turun 0,5 persen. Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk Maret adalah 91,0. Sebelumnya, PMI manufaktur Maret AS Markit datang di 51,5.
Sedangkan penjualan mobil datang pada 16.570.000 tingkat tahunan di
bulan Maret, turun dari 17.540.000 pada bulan Februari, menurut
Autodata.
Indeks
Dow Jones Industrial Average ditutup naik sekitar 107 poin di level
tertinggi sejak 4 Desember 2015. Saham Goldman Sachs berkontribusi
paling besar untuk kenaikan, sementara saham Chevron dan Exxon Mobil
kontribusi paling tinggi untuk penurunan pada indeks, yang jatuh
sebanyak sebagai 117 poin dalam perdagangan pagi.
Harga minyak mentah berjangka AS turun $ 1,55 atau 4 persen, di $
36,79 per barel untuk menghapus kenaikan untuk tahun ini sejauh ini.
Harga
minyak mentah WTI mencapai tingkat terendah dalam lebih dari dua minggu
di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan baru, setelah laporan bahwa
Arab Saudi tidak akan setuju untuk membekukan produksi kecuali Iran dan
produsen utama lainnya juga melakukannya. Jumlah rig minyak mingguan menunjukkan penurunan 10, menurut Baker Hughes.
Saham
biotek unggul, dengan ETF iShares Nasdaq Bioteknologi (IBB) ditutup
naik 2,88 persen dan mencapai rata-rata bergerak 50 hari untuk pertama
kalinya pada tahun 2016. Regeneron melonjak untuk menutup 12,43 persen,
dari tertinggi sesi tapi masih membukukan hari terbaik sejak 10 Januari 2012.
Regeneron dan Sanofi mengatakan Jumat pengobatan eksperimental mereka
untuk eksim terbukti sangat efektif dalam dua penelitian besar, tanpa
efek samping yang serius yang sering terlihat dengan pengobatan standar
untuk penyakit kulit inflamasi kronis, Reuters melaporkan.
Indeks utama rata-rata lebih tinggi setelah ISM manufaktur untuk bulan Maret datang
di 51,8, melampaui ekspektasi dan naik dari hasil cetak Februari pada
49,5.
Saham AS awalnya dibuka lebih rendah meskipun laporan pekerjaan Maret menggembirakan. Penurunan
harga minyak mentah dan penurunan beberapa indeks saham luar negeri dan
data Jepang mengecewakan awalnya sangat membebani ekuitas AS di
pembukaan.
Hasil Treasury diselenggarakan campuran, dengan yield 30-tahun mencapai
lebih rendah sekitar 2,60 persen, sedangkan yield 2-tahun diadakan lebih
tinggi di dekat 0,75 persen dan 10-tahun hasil produksi sekitar 1,78
persen.
Indeks dolar AS berakhir flat setelah berusaha naik menyusul laporan pekerjaan AS. Indeks jatuh 1,55 persen untuk seminggu, terburuk sejak awal Februari. Indeks berakhir lebih rendah Kamis untuk empat hari beruntun kalah dan
jatuh 4,1 persen pada kuartal pertama untuk kuartal terburuk sejak
2010.
Euro berada di dekat $ 1,139 dan yen adalah sekitar ¥ 111,6 terhadap dollar AS.
Presiden Fed Cleveland Loretta Mester, anggota voting FOMC, mengatakan
Jumat sore adalah tepat untuk secara bertahap menaikkan suku bunga. Dia juga mengatakan dia mengurangi jalur kenaikan suku bunga nya pada
bulan Maret dari bulan Desember, dan menambahkan ekonomi telah
menunjukkan ketahanan yang cukup besar dan data inflasi terakhir telah
agak menggembirakan.
General
Motors, Mobil Fiat Chrysler dan mobil besar lainnya melaporkan
penjualan AS lebih lemah dari perkiraan untuk bulan Maret, tertekan oleh
penurunan permintaan untuk sedan dan lalu lintas penyalur cahaya selama
akhir pekan Paskah, kata Reuters. Saham GM ditutup 3 persen, sementara Fiat Chrysler berakhir hampir 4,1 persen lebih rendah.
Saham Tesla melonjak 3,4 persen dalam volume perdagangan di atas
rata-rata setelah CEO Elon Musk mengatakan pesanan untuk Model 3
mencapai 198.000 dalam waktu 24 jam.
Pasar saham luar negeri, sebagian besar lebih rendah. Indeks Nikkei 225 jepang jatuh 3,55 persen pada Jumat setelah survei Tankan
Bank of Japan kuartalan menunjukkan sentimen produsen besar berada pada
posisi 6 pada bulan Maret, meleset dari perkiraan dan turun dari posisi
12 pada tiga bulan lalu, menurut Reuters.Indeks Shanghai ditutup hampir 0,2 persen lebih tinggi. Indeks PMI resmi Tiongkok datang di 50,2 pada Maret, naik dari 49,0 bulan sebelumnya. Sedangkan Caixin manufaktur PMI untuk Maret naik menjadi 49,7 dari 48,0 pada bulan Februari. PMI jasa resmi juga naik menjadi 53,8 pada bulan Maret.
Saham Eropa berakhir lebih rendah tapi dari posisi terendah sesi, dengan STOXX Europe 600 turun sedikit lebih dari 1 persen.
Dengan
kenaikan hari Jumat, indeks rata-rata utama ditutup naik lebih dari 1,5
persen untuk minggu ini, minggu positif keenam dalam tujuh terakhir. Indeks S & P 500 berada dalam 3 persen dari 52 minggu intraday tinggi, dan Dow sekitar 3 persen di bawah.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 107,66 poin, atau
0,61 persen, di 17,792.75, dengan Goldman Sachs naik tertinggi dan saham
Chevron yang tertinggal terbesar. Indeks Dow Jones naik 1,58 persen untuk mingguan dengan saham Visa top performer dan saham Boeing yang terburuk.
Indeks S & P 500 ditutup naik 13,04 poin, atau 0,63 persen, pada
2,072.78, dengan sektor perawatan kesehatan memimpin delapan sektor yang
lebih tinggi. Sedangkan sektor telekomunikasi dan sektor energi yang
turun. Indeks S & P 500 naik 1,81 persen untuk mingguan, dengan sektor teknologi informasi dan energi yang turun pada pekan ini.
Indeks Nasdaq ditutup naik 44,69 poin, atau 0,92 persen, pada 4,914.54. Indeks Nasdaq naik 2,95 persen untuk seminggu. Saham Apple memiliki keuntungan mingguan hampir 4,1 persen.Sumber : Vibiznews
Harga Emas Akhir Pekan Turun 1 Persen Terganjal Membaiknya Data Pekerjaan AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/4) - Harga Emas turun 1 persen pada akhir perdagangan akhir pekan hari
Jumat setelah data pekerjaan AS Maret mengalahkan ekspektasi,
menenangkan beberapa ketakutan tentang ekonomi AS dan memicu spekulasi
tentang waktu kenaikan suku bunga AS kemungkinan akan dijalankan oleh
Federal Reserve AS tahun ini.
Pengusaha AS menambahkan 215.000 pekerjaan pada Maret, laporan payrolls menunjukkan, terhadap ekspektasi untuk 205.000. Pedagang kini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga
berikutnya secepat November, dibandingkan menjelang Desember sebelumnya.
Harga emas apot turun 1 persen pada $ 1,220.07 per ounce, setelah
sebelumnya menyentuh sesi rendah $ 1,208.45, sementara harga emas
berjangka AS untuk pengiriman Juni turun $ 12,1 per ounce pada $
1.223,50.
Logam mulia ini memperoleh kenaikan terbesar kuartalan dalam hampir 30
tahun dalam tiga bulan sampai Maret, mengumpulkan lebih dari 16 persen
karena harapan memudar bahwa Fed akan bergerak untuk menaikkan suku
bunga setelah kenaikan pertama mereka dalam hampir satu dekade di bulan
Desember.
Harga Emas
telah naik sebanyak 2 persen awal pekan ini setelah Ketua Fed Janet
Yellen mengatakan bank sentral AS harus melanjutkan hanya hati-hati
dengan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Logam ini turun 3 persen pekan lalu setelah komentar hawkish dari beberapa pejabat Fed.
Permintaan emas fisik di pasar Asia utama Tiongkok dan India telah turun minggu ini karena kenaikan harga, kata para pedagang. Permintaan emas di India pada kuartal Maret sekitar dua-pertiga dari tahun lalu ke posisi terendah dalam tujuh tahun.
Sedangkan
harga Perak berjangka turun 2,7 persen pada $ 15,05 per ons, sementara
harga platinum berjangka turun 1,9 persen pada $ 959,50 per ons dan
harga paladium berjangka hampir datar di $ 563,95 per ons.
Analyst Vibiz Research
Center memperkirakan harga emas akan berpotensi melemah dengan penguatan
dollar AS yang terdorong data pekerjaan AS yang positif. Harga emas
diperkirakan akan berada dalam kisaran Support $ 1,218.00-$ 1,216.00.
Jika harga naik akan menembus kisaran Resistance $ 1,222.00-$ 1,224.00.
Sumber : Vibiznews
Harga Minyak Mentah Akhir Pekan Anjlok 4 Persen Setelah Pernyataan Arab Saudi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/4) - Harga minyak mentah anjlok 4 persen pada hari penutupan perdagangan
akhir pekan Jumat setelah pernyataan wakil putra mahkota Arab saudi
mengatakan Arab Saudi tidak akan membekukan produksi kecuali Iran dan
produsen utama lainnya ikut melakukan juga.
“Jika semua negara setuju untuk membekukan produksi, kami siap,” kata bin Salman dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.
“Jika semua negara termasuk Iran, Rusia, Venezuela, negara-negara OPEC
dan semua produsen utama memutuskan untuk membekukan produksi, kami
akan berada di antara mereka,” katanya.
“Saya tidak percaya bahwa penurunan harga minyak menimbulkan ancaman
bagi kami,” katanya, menambahkan bahwa kenaikan harga, sementara
memiliki manfaat anggaran untuk kerajaan, juga “ancaman terhadap umur
minyak.”
Harga
minyak mentah berjangka AS menetap di $ 36,79 per barel, turun $ 1,55,
atau 4 persen setelah menetap sampai 2 sen pada hari Kamis. Harga naik hampir 4 persen selama Januari-Maret, juga keuntungan
kuartalan pertama sejak melonjak hampir 25 persen pada kuartal kedua
tahun lalu.
Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun $ 1,63, atau 4 persen, ke $ 38,70 per barel. Brent naik 6 persen pada kuartal pertama tahun ini, kenaikan tersebut pertama sejak rally 15 persen pada kuartal kedua 2015.
Harga minyak sedikit mengurangi kerugian setelah perusahaan jasa
ladang minyak Baker Hughes melaporkan hitungan mingguan dari rig minyak
yang beroperasi di Amerika Serikat turun 10 untuk total 362. Pada saat
ini tahun lalu, pengebor memiliki 802 rig di ladang minyak AS.
Rebound pertama dolar dalam seminggu setelah data pekerjaan AS yang
lebih kuat dari perkiraan menambah tekanan pada minyak, membuat harga
minyak mentah dalam mata uang dollar AS kurang menarik bagi pemegang
euro dan mata uang lainnya.
Data pekerjaan AS meningkat kokoh di Maret dan upah rebound,
tanda-tanda kekuatan ekonomi yang bisa memungkinkan berhati-hati Federal
Reserve untuk menaikkan suku bunga secara bertahap.
Minyak telah rally selama enam minggu terakhir setelah produsen utama
dalam dan di luar Organisasi Negara Pengekspor Minyak melayangkan ide
pembekuan output pada level tertinggi bulan Januari.
Harga baru-baru ini ditarik kembali pada volume perdagangan yang
rendah dan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan menjelang pertemuan
sebuah produsen minyak di Doha untuk menyetujui kemungkinan pembekuan
produksi pada 17 April.
Iran telah dengan tegas menyatakan bahwa tidak akan memberikan
kontribusi untuk pembekuan produksi sampai ekspor minyak mentahnya
kembali ke tingkat pra-sanksi.
Analyst Vibiz Research Center
memperkirakan harga minyak mentah berpotensi melemah dengan sentimen
kekenyangan pasokan global dan kurang optimisnya pertemuan produsen OPEC
dan non-OPEC untuk pembekuan produksi. Harga diperkirakan menembus
kisaran Support $ 36,00-$ 35,50, dan jika harga rebound akan menembus
kisaran Resistance $ 37,00-$ 37,50.
Sumber : Vibiznews
Friday, 1 April 2016
Subscribe to:
Comments (Atom)
