Wednesday, 27 November 2013

Minyak Kelapa Sawit Melemah Lagi, Bayang-bayang Penurunan Konsumsi CPO

BESTPROFIT FUTURES (27/11) Harga minyak kelapa sawit berjangka untuk perdagangan hari ini (27/11) kembali menunjukan kondisi yang melemah dan melanjutkan tren negatif dalam 3 hari terakhir. Kembali turunnya pergerakan harga minyak kelapa sawit disebabkan oleh adanya sebuah dampak negatif dari potensi peralihan konsumsi beberapa negara importir minyak kelapa sawit untuk beralih ke minyak kedelai sebagai bahan baku minyak nabati.
Di lain sisi, pelemahan harga minyak kelapa sawit juga disebabkan oleh adanya potensi penurunan ekspor minyak kelapa sawit Malaysia akan terjadi pada bulan ini setelah berdasarkan laporan sebelumnya bahwa dalam dua pekan pertama data tersebut mengalami penurunan.
Harga minyak kelapa sawit berjangka mengalami penurunan 0,2% menjadi 2623 ringgit atau 814 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatives. Sepanjang tahun ini harga minyak kelapa sawit mengalami kenaikan 7,6%.
Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan harga minyak kelapa sawit untuk jangka pendek akan masih berpeluang mengalami kenaikan. Pasar saat ini sedang menantikan adanya laporan dari negara-negara produsen seperti Malaysia dan Indonesia mengenai jumlah produksi ditengah datangnya musim penghujan pada saat ini.

Indeks Hang Seng Sesi I Menguat Sedikit

BESTPROFIT FUTURES (27/11) Bursa saham Hong Kong pada perdagangan sesi I hari ini (27/11) tercatat mengalami kenaikan. Naiknya pergerakan bursa dipengaruhi oleh solidnya kenaikan saham-saham unggulan setelah pasar kembali memanfaatkan tren positif yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Apalagi disaat yang bersamaan pasar menginginkan adanya kepastian segera mengenai kebijakan stimulus ekonomi AS.
Indeks Hang Seng sesi I naik 0,59% menjadi 23821,58 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami kenaikan sebesar 149 poin menjadi 23838 basis poin dengan level support sebesar 23258 poin dan level resistant 23899 poin.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya ialah saham Cheung Kong naik 0,16% menjadi 122,9 hkd, saham HSBC Holdings naik 0,23% menjadi 86,9 hkd, saham Kunlun Energy naik 0,85% menjadi 14,3 hkd dan saham Tencent Holdings naik 1,2% menjadi 442,4 hkd.
Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan bursa saham Hong Kong untuk perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak naik kembali. Sesuai prediksi sebelumnya, penguatan bursa cenderung terbatas dengan kisaran antara 0,5% – 0,7% di akhir perdagangan.

Harga Emas Rebound oleh Kabar Naiknya Pembelian dari China

BESTPROFIT FUTURES (27/11) Harga emas masih bergerak pada kisaran sempit di bawah level 1250 dollar per troy ons pada sesi perdagangan di Asia siang ini (27/11). Harga komoditas ini terjebak dalam pola melemah seiring dengan rilis data sektor perumahan AS yang membaik. Kekhawatiran mengenai kemungkinan tapering stimulus Fed kembali menjadi isyu penting yang menggerakkan turun harga emas.
Akan tetapi hari ini harga emas sedikit rebound oleh kabar terjadinya peningkatan pembelian emas fisik. Tercatat impor emas bersih China dari Hong Kong mencapai level paling tinggi dalam tujuh bulan belakangan pada bulan Oktober lalu.
China tampaknya akan menjadi konsumen emas terbesar tahun ini, mengambil alih posisi yang sebelumnya dipegang oleh India. India sendiri terlihat mengerem permintaan emasnya pada pertengahan tahun ini.
Hari ini harga emas spot LLG terpantau berada pada posisi 1245.65 dollar per troy ons. Posisi harga emas tersebut mengalami kenaikan sebesar 2.50 dollar dari penutupan perdagangannya dini hari tadi. Kemarin harga emas sempat naik mencapai 1258.40 dollar, tertinggi sejak tanggal 20 November yang lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas spot LLG pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan terbatas. Hari ini harga komoditas tersebut diperkirakan akan bergerak pada kisaran 1230 – 1260 dollar.

Tuesday, 26 November 2013

Dollar Kanada Terpukul terhadap Dollar AS Akibat Anjloknya Harga Minyak Mentah

BESTPROFIT FUTURES (27/11) Lesunya harga minyak mentah tampak mendorong mata uang dollar Kanada atau biasa disebut loonie mengalami penurunan terhadap dollar AS (27/11). Mata uang Kanada pagi hari ini terpantau kembali melemah dan berada pada kisaran terendah dalam nyaris empat bulan belakangan. Anjloknya harga minyak mengakibatkan potensi turunnya ekspor dari Kanada yang memiliki ketergantungan erat terhadap minyak mentah.
Harga minyak mentah terseret melemah di tengah kabar bahwa Iran dan negara-negara Barat telah mencapai kesepakatan untuk mengurangi aktivitas program nuklir di negara tersebut. Dengan setujunya Iran untuk mengurangi aktivitas pengayaan uraniumnya, negara-negara Eropa kembali membuka keran untuk produk ekspor Iran, termasuk minyak mentah.
Dollar Kanada sendiri telah mengalami penurunan sebesar 5.7 persen tahun ini terhadap dollar AS. Anjloknya mata uang tersebut dipicu oleh sinyal dari Gubernur Bank of Canada Stephen Polos bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga acuan untuk mendorong aktivitas ekonomi.
Loonie tampak berada pada posisi 1.0550 per dollar AS pagi ini. Mata uang tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 1.0542 per dollar. Pada sesi perdagangan Senin kemarin loonie sempat anjlok ke posisi 1.0584 per dollar yang merupakan level paling rendah sejak tanggal 8 Juli lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar loonie Kanada terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Hari ini mata uang tersebut diperkirakan akan bergerak pada kisaran 1.0520 – 1.0600 dollar AS.

Bursa Hong Kong Nyaris Stagnan Imbas Minimnya Sentimen Penggerak

BESTPROFIT FUTURES (27/11) Pada perdagangan di bursa Hong Kong pagi hari ini terjadi pergerakan yang nyaris flat (27/11). Bursa saham Hong Kong turun tipis seiring dengan sentiment yang cenderung terbatas dari Amerika Serikat, di mana pada penutupan perdagangannya dini hari tadi bursa saham Wall Street mengalami peningkatan tipis dengan volume perdagangan yang mulai berkurang.
Saham-saham unggulan di bursa Hong Kong terpantau mengalami pergerakan yang bervariasi. Saham Cheung Kong melemah sebesar 0.4 hkd menjadi 122.3 hkd. HSBC membukukan penurunan 0.25 hkd menjadi 86.45 hkd. Hang Seng Bank mengalami penurunan sebesar 0.6 hkd ke posisi 126.6 hkd.
Indeks berjangka hang seng tampak mengalami pergerakan yang sideways. Indeks ini dibuka di posisi 23695, naik sebesar 27 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangannya kemarin. Saat ini indeks tampak bergerak terbatas dan hanya menguat ke posisi 23707 poin.
Sementara itu indeks spot hang seng tampak mengalami penurunan tipis saja. Indeks spot terpantau turun sebesar 7.11 poin atau 0.03 persen ke level 23674.17 poin.
 Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks di bursa Hong Kong pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Hari ini indeks berjangka hang seng diperkirakan akan bergerak pada kisaran 23600 – 23800 poin.

Emas Spot Turun Namun Antam Tidak Menurunkan Emas Batangannya

BESTPROFIT FUTURES (27/11) Pergerakan perdagangan spot emas dini hari tadi menurun dikarenakan data ekonomi AS yang dirilis semalam khususnya data sektor perumahan yang membaik diatas ekspektasi. Dan kondisi ini akan bisa melemahkan spot emas, namun menyikapi kondisi tersebut Antam memutuskan tidak menaikkan atau menurunkan harga emas batangannya seiring perdagangan emas berjangka ditutup positif.
Perdagangan emas batangan hari ini (27/11) untuk minted bars ukuran 1 gram Antam menjualnya tetap di Rp.525.000 demikian juga  untuk buyback Antam menjadi Rp.466.000. Dan untuk minted bars ukuran lainnya seperti ukuran 500gr Antam menjualnya tetap di Rp.485.600 per gramnya menjadi Rp.242.800.000. Minted bars ukuran 50 gr dijual  Rp.487.000/gram menjadi Rp. 24.350.000. Dan untuk  ukuran 2,5 gr dijual Rp.501.000/gr menjadi Rp. 2.455.000.
Antam melihat harga spot emas pada perdagangan pagi ini turun  ke posisi $1242,60 dan terus menanjak ke posisi $1244,50. Untuk  Emas berjangka Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup naik 0,26% ke posisi $ 1,244.60 per troyounce.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan kembali mengalami pergerakan yang sideways di kisaran 1241.00-1245.50 seiring membaiknya data perumahan AS yang dirilis semalam . Jika menembus level resisten di 1245.50 maka akan menuju level 1251.00. Tapi, jika menembus ke bawah 1240.00 diprediksi harga emas akan menuju level 1234.00.

Bursa China Nyaris Flat; Tekanan Besar Terjadi di Sektor Perbankan dan Property

BESTPROFIT FUTURES (27/11) Bursa saham China terlihat sedikit muram pada sesi perdagangan Rabu pagi (27/11). Bursa saham tersebut melemah karena para investor masing menantikan beberapa data ekonomi yang akan dirilis untuk menentukan arahan trading. Industrial profit untuk bulan Oktober akan dirilis Kamis besok. Sementara itu data penting PMI manufaktur resmi untuk bulan November akan diumumkan pekan depan.
Hari ini sentiment negatif juga berkembang dari meningkatnya ketegangan diplomatik antara Jepang dan China. Sengketa pulau di Laut China Timur mengakibatkan unjuk kekuatan militer antara China, Jepang dan sekutu Jepang Amerika Serikat.
Saham-saham property tampak mengalami penurunan yang makin tajam.saham Gemdale tampak memimpin penurunan hari ini sebesar 0.5 persen.
Sementara itu bank-bank juga mengalami penurunan setelah Financial Times melaporkan bahwa Beijing akan menerapkan kebijakan baru mengenai transaksi antarbank. Bank of China mengalami penurunan sebesar 0.4 persen. Sedangkan saham ICBC tampak melemah sebesar 0.3 persen.
Indeks komposit Shanghai hari ini mengalami penurunan. Terpantau indeks ini melemah sebesar 0.2 persen pada sesi perdagangan awal. Saat ini indeks cenderung rebound tipis dan berada di level 2184.33 poin.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks di bursa Shanghai pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Hari ini indeks komposit Shanghai diperkirakan akan bergerak pada kisaran 2150 – 2200 poin.

Bursa Australia Melemah Dipicu Turunnya Sektor Berbasis Komoditas

BESTPROFIT FUTURES (27/11) Bursa saham Australia pada sesi perdagangan pagi ini tampak mengalami penurunan mengikuti sentiment negatif yang secara umum terjadi di Asia (27/11). Bursa Sydney terkikis melemah seiring dengan turunnya saham-saham dari sektor komoditas. Melemahnya harga komoditas mengakibatkan tekanan di bursa dari negara yang bergantung pada komoditas tersebut.
Hari ini saham-saham dari sektor pertambangan emas mengalami penurunan paling tajam. Harga emas sesi Asia stagnan setelah tadi malam mengalami penurunan nyaris 1 persen. Saham Silverlake Resources dan Kingsgate Consolidated mengalami penurunan masing-masing sebesar lebih dari 8 persen pada hari ini.
Saham pengembang property tampak mengalami penurunan meskipun data konstruksi nasional mengalami peningkatan di kuartal ketiga lalu. Boral, CSR dan Bluescope Steel masing-masing mengalami penurunan lebih dari 1 persen.
Indeks spot S&P ASX 200 di bursa Sydney hari ini mengalami penurunan. Terpantau indeks ini melemah sebesar 11.81 poin atau 0.22 persen ke posisi 5345.20 poin.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks di bursa Sydney pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Hari ini ASX 200 diperkirakan akan bergerak pada kisaran 5300 – 5380 poin.

Bursa Seoul Terseret Sentimen Negatif Internal dan Eksternal

BESTPROFIT FUTURES (27/11) Bursa saham Korea Selatan kembali mengalami penurunan pada sesi perdagangan hari ini (27/11). Bursa saham Seoul melemah setelah bursa-bursa saham lain di kawasan Asia terpantau bergerak turun pada sesi perdagangan Rabu pagi. Meningkatnya ketegangan antara Jepang dan China mengenai sengketa pulau di Laut China Timur mengakibatkan para investor menahan diri. Bursa saham AS tadi malam juga cenderung stagnan jelang libur Thanksgiving hari Kamis besok.
Hari ini data ekonomi dari Korea Selatan juga kurang baik. Outlook perkembangan aktivitas di sektor manufaktur untuk bulan Desember di Kor-Sel turun setelah mencapai dua tahun tertinggi di bulan November lalu. Ini merupakan sinyal bahwa pemulihan ekonomi di negara ekonomi keempat terbesar Asia tersebut masih rentan.
Hari ini saham-saham unggulan tampak mengalami penurunan. Samsung Electronics, saham raksasa teknologi berkapitalisasi pasar terbesar di Seoul, mengalami penurunan sebesar 1 persen.
Hari ini indeks spot Kospi mengalami penurunan sebesar 4.85 poin atau 0.24 persen. Indeks ini berada di posisi 2017.79 poin.
Indeks berjangka Kospi 200 dibuka pada posisi 265.55, mengalami penurunan sebesar 160 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangannya kemarin. Saat ini indeks berjangka tampak bergerak naik dari level pembukaan dan berada di posisi 266.60 poin.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami rebound. Hari ini Kospi 200 berjangka diperkirakan akan bergerak pada kisaran 265.20 – 268.00 poin.

Bursa Jepang Terkikis Akibat Ekskalasi Sengketa Pulau dengan China

BESTPROFIT FUTURES (27/11) Pada perdagangan di bursa saham Jepang pagi ini terjadi penurunan yang cukup signifikan (27/11). Bursa saham melemah seiring dengan meningkatnya ketegangan mengenai sengketa pulau dengan RRC. Hari ini bursa Jepang memasuki hari keduanya melemah setelah sebelumnya selama tiga mengalami rally. Yen yang tampak menguat juga menimbulkan tekanan jual pada awal perdagangan di bursa saham pagi ini.
Saham Panasonic tampak mengalami peningkatan, melawan arus umum di bursa saham. Panasonic membukukan kenaikan 2 persen setelah sumber mengatakan bahwa perusahaan ini akan menjual tiga pabrik semikonduktornya ke sebuah perusahaan asal Israel sebagai upaya untuk menghilangkan bisnis yang merugikan.
Saham Nippon Steel mengalami kenaikan sebesar 0.6 persen setelah surat kabar Nikkei melaporkan bahwa peruashaan akan melakukan perjanjian kerja sama dengan ArcelorMittal untuk membeli pabrik baja dari ThyssenKrup.
Hari ini indeks spot Nikkei mengalami penurunan sebesar 67.67 poin atau 0.44 persen. Indeks ini berada di posisi 15451.56 poin.
Indeks berjangka Nikkei 225 dibuka pada posisi 15405, mengalami penurunan sebesar 15 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangannya kemarin. Saat ini indeks berjangka tampak bergerak naik dari level pembukaan dan berada di posisi 15465 poin.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami rebound. Hari ini Nikkei 225 diperkirakan akan bergerak pada kisaran 15200 – 15600 poin.

Emas Spot Turun, Emas Antam Naik

BESTPROFIT FUTURES (27/11) Pada perdagangan komoditi dini hari ini ( 27 November ), emas menunjukkan pergerakan turun setelah dibuka pada 1252.69 USD/tr oz di awal perdagangan (00.00 GMT). Komoditi tersebut telah turun sekitar -10.07 USD/tr oz atau sekitar -0.80 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada kisaran 1242.62 USD/tr oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa sentimen negatif terhadap emas spot nampak menguat setelah terdapat sinyal positif pada sektor perumahan AS. Indikator Building Permits dilaporkan membaik ke angka 1.03M dari 0.97M. Estimasi ekonom 0.94M.
Dilain pihak The Conference Board Inc. (AS) melaporkan kepada publik bahwa pada bulan November ini terdapat pelemahan keyakinan konsumen di Amerika Serikat. Indikator fundamental CB Consumer Confidence dilaporkan melemah ke angka 70.4 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 72.4. Adanya laporan yang kurang menguntungkan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih rendah dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan turun ke angka 72.2.
Sementara itu harga emas batangan di Logam Mulia/Antam pada perdagangan kemarin (26 November) adalah Rp. 525000/gr untuk Minted Bars ukuran 1 gr , Rp. 496000/gr untuk Minted Bars ukuran 5 gr dan Rp. 491000/gr untuk Minted Bars ukuran 10 gr.
Dengan demikian Minted Bars dengan ukuran 1 gram telah mengalami kenaikan sebesar + Rp. 5000/gr atau naik sekitar + 0.95 %/batang, Minted Bars ukuran 5 gr telah naik + Rp. 5000/gr atau naik sekitar + 1.00 %/batang, dan Minted Bars ukuran 10 gr telah naik + Rp. 5000/gr atau naik sekitar + 1.01 %/batang.

Indeks Nikkei Terkonsolidasi Akibat Penguatan Yen

BESTPROFIT FUTURES (26/11) Bursa saham Jepang untuk perdagangan hari ini (26/11) ditutup mengalami penurunan. Sesuai dengan prediksi sebelumnya, kondisi bursa yang telah mengalami posisi overbought memberikan peluang bagi para investor untuk melakukan profit taking. Belum lagi disaat yang bersaman nilai tukar yen terhadap dollar mengalami kenaikan ke posisi 101,4 per dollar akibat adanya spekulasi bahwa Bank of Japan akan melakukan intervensi terhadap mata uang Jepang tersebut.
Indeks Nikkei ditutup turun 0,7% menjadi 15515,24 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 68 poin menjadi 15530 basis poin dengan level support sebesar 15236 poin dan level resistant sebesar 15671 poin. Indeks Topix turun 0,5% menjadi 1253,02 basis poin.
Saham-saham yang mengalami pelemahan diantaranya ialah saham Toyota turun 1,2% menjadi 6350 yen, saham Honda Motor turun 2% menjadi 4280 yen, saham Sony turun 1,8% menjadi 1848 yen dan saham NTT Data turun 3,8% menjadi 3665 yen.
Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan bursa saham Jepang untuk esok hari akan masih berpeluang mengalami tipis dengan kisaran penurunan antara level 0,5% – 1% akibat adanya peluang rebound lanjutan pada nilai tukar yen terhadap dollar AS.

Naik Turun Harga Karet dalam Jangka Pendek

BESTPROFIT FUTURES (26/11) Harga-harga komoditas bahan baku industri secara mayoritas untuk perdagangan hari ini (26/11) tercatat mengalami pelemahan. Tak terkecuali pada harga karet berjangka yang kembali mengalami pelemahan setelah kemarin sempat naik akibat dampak pelemahan nilai tukar yen terhadap dollar AS. Salah satu faktor penekan bagi harga karet ialah reboundnya mata uang Jepang tersebut pada saat ini ke posisi 101,3 per dollar AS sehingga menurunkan harga emiten sektor otomotif di bursa saham Jepang.
Selain itu, faktor lainnya datang dari adanya prediksi yang dikeluarkan oleh Economist Intelligence Unit yang menyatakan bahwa produksi karet berjangka global untuk tahun depan akan mengalami mencapai 200 ribu ton dan di tahun 2015 akan mencapai 257 ribu ton jika dibandingkan pada tahun ini yang hanya mencapai 134 ribu ton.
Harga karet berjangka saat ini mengalami penurunan sebesar 1,8% menjadi 256 yen per kilogram atau 2523 dollar per metrik ton di Tokyo Commodity Exchange. Sepanjang tahun ini harga karet berjangka telah mengalami penurunan sebesar 15%.
Untuk jangka pendek, harga karet berjangka diperkirakan akan berpeluang mengalami kondisi yang fluktuatif. Dari sisi produksi sendiri pada bulan Desember diperkirakan akan mengalami penurunan di negara produsen seperti Indonesia dan Thailand akibat faktor gangguan cuaca yaitu tingginya curah hujan.

Sejak Kemarin Harga Tembaga Masih Melemah

BESTPROFIT FUTURES (26/11) Pergerakan harga tembaga berjangka untuk perdagangan hari ini (26/11) terpantau mengalami penurunan. Dalam perdagangan dua hari terakhir, harga tembaga belum mampu menunjukan indikasi penguatan seiring dengan masih kuatnya tekanan dari kemungkinan bahwa Fed akan memastikan kebijakan tapering stimulus ekonomi Amerika Serikat dalam jangka pendek.
Kepastian mengenai kebijakan tersebut akan kembali dibahas pada pertemuan Fed yang akan dilangsungkan pada 17-18 Desember mendatang. Kebijakan tapering dinilai sangat berpengaruh bagi sektor logam industri pada saat ini dimana penurunan nominal stimulus akan kurang maksimal dalam mendorong performa ekonomi AS.
Harga tembaga berjangka untuk saat ini mengalami penurunan sebesar 0,3% mmenjadi 7075,25 dollar per metrik ton di London Metal Exchange. Sedangkan di Shanghai Futures Exchange harga tembaga justru mengalami kenaikan sebesar 0,4% menjadi 50690 yuan atau 8320 dollar per ton.
Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga tembaga untuk jangka pendek dinilai akan masih berpotensi mengalami kenaikan. Jelang akhir tahun pasar masih menunggu rencana kebijakan ekonomi negara-negara industri besar dalam menghadapi tahun bisnis 2014 mendatang. Seperti yang sebelumnya dilakukan oleh China yang memiliki target pertumbuhan ekonomi negaranya sebesar 8%.

Saham Asia Mixed, Hang Seng Naik 0,2%, Nikkei Turun 0,69%

BESTPROFIT FUTURES (26/11) Saham Jepang jatuh pada hari Selasa pada penguatan yen setelah kenaikan kuat dalam dua minggu terakhir .

Nikkei berakhir turun 0,69 % ,  S & P / ASX 200 naik 0,4 % dan Kospi turun 0,2 % .

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,2 % dan Shanghai Composite datar .

Semalam , saham AS ditutup mixed lebih tinggi setelah investor menyambut baik keputusan akhir Iran untuk membatasi program nuklirnya .

Pada penutupan perdagangan AS, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,06 % , indeks S & P 500 turun 0,13 % , sementara indeks komposit Nasdaq naik 0,07 % .

Pembicaraan akhir pekan antara AS , Rusia , China, Inggris , Jerman , Perancis dan Iran berakhir dengan kesepakatan yang menghentikan program nuklir Iran dalam pertukaran untuk meringankan sanksi ekonomi terhadap Teheran .

Menurut ketentuan perjanjian , Iran akan menghentikan pengayaan uranium sebesar5 % dan menetralisir persediaan uranium yang diperkaya .

Teheran juga akan memberikan lebih banyak akses ke fasilitas untuk inspektur nuklir dengan imbalan ada sanksi baru selama enam bulan .

Iran juga akan menerima bantuan senilai sekitar USD7 miliar dalam perdagangan minyak , mobil dan suku cadang pesawat , emas dan logam mulia selama enam bulan .

Sanksi perdagangan telah memangkas lebih dari 1 juta barel minyak per hari dari pasar global dalam dua tahun terakhir .

Kekuatan dunia telah menuduh Iran menggunakan program nuklirnya untuk diam-diam mengembangkan senjata nuklir , sebuah pernyataan dari Teheran telah secara konsisten membantah .

Data lemah dari sektor perumahan memicu keuntungan , terutama dalam pandangan bahwa pasar saham telah meningkat karena peningkatan indikator ekonomi dan juga karena sentimen Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ultra longgar hingga 2014 .

Dalam laporannya , National Association of Realtors mengatakan indeks penjualan rumah tertunda turun musiman disesuaikan 0,6 % pada bulan Oktober , mengecewakan ekspektasi pasar untuk kenaikan 1,3 % .

Tahun ke tahun , penjualan rumah tertunda turun pada tingkat tahunan 2,2 % bulan lalu , melampaui ekspektasi untuk penurunan 1 % setelah naik 2 % pada bulan September .

Setelah penutupan perdagangan Eropa, EURO STOXX 50 naik 0,53 % , CAC 40 Prancis naik 0,55 % , sementara DAX 30 Jerman naik 0,88 % . Sementara itu, di Inggris FTSE 100 ditutup naik 0,30 % .

Pada hari Selasa , AS akan melaporkan data pada izin bangunan , indikator utama dari kegiatan konstruksi serta laporan housing starts . AS juga akan merilis data sektor swasta pada kepercayaan konsumen dan inflasi harga rumah .

Monday, 25 November 2013

Harga CPO Tertekan oleh Naiknya Produksi CPO Malaysia

BESTPROFIT FUTURES (26/11) Pada perdagangan hari ini (26/11) harga minyak kelapa sawit berjangka kembali ditutup mengalami penurunan dan melanjutkan tren negatif dalam 3 hari terakhir. Pelemahan komoditas bahan baku minyak nabati tersebut disebabkan oleh adanya laporan bahwa produksi minyak kelapa sawit Malaysia untuk bulan Oktober mengalami kenaikan menjadi 1,97 juta ton atau yang tertinggi sejak September 2012.
Kenaikan produksi pada bulan tersebut secara bersamaan dihadapkan pada potensi penurunan permintaan minyak nabati di beberapa negara seperti India dan China yang dimana kedua negara tersebut lebih memilih untuk memaksimalkan kedelai sebagai bahan baku minyak nabati dalam jangka pendek.
Harga minyak kelapa sawit berjangka mengalami penurunan sebesar 0,9% menjadi 2606 ringgit atau 809 dollar per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatives. Pada 22 November lalu harga minyak kelapa sawit sempat menyentuh level 2692 ringgit per metrik ton yang merupakan level tertinggi sejak September 2012.
Untuk perdagangan esok hari, harga minyak kelapa sawit berjangka diperkirakan akan masih berpeluang mengalami penurunan kembali mengingat harga komoditas substitusi yaitu kedelai juga masih berada di tren koreksi sejak kemarin. Kisaran rasional bagi harga minyak kelapa sawit diperkirakan akan berada pada level 2590 – 2600 ringgit per metrik ton.

Produksi Kedelai di Brasil dan Kedelai Diperkirakan Akan Naik

BESTPROFIT FUTURES (26/11) Pergerakan harga kedelai hari ini (26/11) kembali melanjutkan pelemahannya. Harga komoditas pangan tersebut belum dapat beranjak naik dan melanjutkan tren positif yang pekan lalu sempat terjadi. Pelemahan harga sejak kemarin dan hari ini disebabkan oleh adanya sebuah spekulasi bahwa pertumbuhan tanaman kedelai di beberapa negara di Amerika Selatan seperti Argentina dan Brasil akan meningkat pada tahun 2014.
Menurut prediksi yang dikeluarkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat yang memperkirakan bahwa produksi kedelai di Brasil akan menyentuh level 88 juta ton dan produksi kedelai Argentina akan mencapai 53,5 juta ton.
Harga kedelai berjangka saat ini mengalami penurunan 0,4% menjadi 13,24 dollar per bushel. Sedangkan harga jagung melemah 0,2% menjadi 4,305 dollar per bushel dan harga gandum turun 0,3% menjadi 6,575 dollar per bushel.
Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan harga kedelai untuk perdagangan hari ini akan masih berpeluang mengalami penurunan dengan kisaran harga antara level 13,1 – 13,2 dollar per bushel. Dari sisi fundamental yang diperkirakan akan menjadi faktor penekan bagi harga kedelai ialah adanya potensi surplus persediaan di pasar seiring adanya penundaan impor kedelai China.

Aksi Short Covering Angkat Harga Emas LLG di Sesi Asia

BESTPROFIT FUTURES (26/11) Harga emas pada sesi perdagangan di Asia hari ini tampak mengalami rebound setelah pada sesi perdagangan kemarin anjlok tajam (26/11). Harga komoditas logam mulia ini kemarin terpuruk, anjlok untuk empat sesi berturut-turut dan mencapai posisi paling rendah sejak bulan Juli lalu. Harga komoditas ini anjlok setelah Iran dan enam negara lain mencapai kesepakatan interim mengenai program nuklir di negara tersebut.
Hari ini harga emas terpantau rebound dan berada di level paling tinggi dalam satu pekan belakangan. Naiknya harga emas hari ini disebabkan oleh aksi short covering yang dilakukan oleh para pelaku pasar. Aksi bargain hunting juga tampak terjadi. Anjloknya harga emas mendorong para investor kembali melakukan pembelian terhadap komoditas tersebut.
Pola pergerakan harga emas masih tampak bearish. Minimnya pembelian fisik yang biasanya menjadi penahan penurunan harga tampaknya akan membawa harga emas kembali mengetes level support kuatnya.
Terpantau hari ini harga emas spot LLG berada pada posisi 1253.40 dollar, mengalami kenaikan sebesar 22 dollar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Harga emas sempat mengalami peningkatan hingga ke level 1258.40 dollar per troy ons yang merupakan posisi paling tinggi sejak tanggal 20 November yang lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas spot LLG pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami  kenaikan lanjutan dan bertahan di teritori positif. Harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 1225 – 1255 dollar AS.

Indeks Hang Seng Sesi I Naik Tipis, Potensi Alami Koreksi

BESTPROFIT FUTURES (26/11) Bursa saham Hong Kong untuk perdagangan sesi I hari ini (26/11) tercatat mengalami kenaikan tipis. Pergerakan terbatas masih terjadi akibat kondisi pasar yang masih hati-hati terhadap kondisi fundamental ekonomi global yang belum menentu. Apalagi semalam bursa saham Amerika Serikat mengalami kondisi yang mixed.
Indeks Hang Seng sesi I naik 0,07% menjadi 23701,86 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan 55 poin menjadi 23693 basis poin dengan level support sebesar 23498 poin dan level resistant 23859 poin.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya ialah saham HSBC Holdings naik 0,17% menjadi 86,65 hkd, saham Henderson Land naik 0,44% menjadi 45,75 hkd, saham Sino Land naik 1,12% menjadi 10,84 hkd dan saham Tencent Holdings naik 0,05% menjadi 438,2 hkd.
Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan bursa saham Hong Kong untuk perdagangan hari ini tidak menutup kemungkinan akan mengalami kondisi yang melemah tipis seperti kemarin. Apalagi beberapa sektor emiten seperti energi dan perbankan hari ini mengalami penurunan.

Melemahnya Harga Minyak Dunia Kilaukan Emas Batangan Antam

BESTPROFIT FUTURES (26/11) Momentum melemahnya bursa AS yang diakibatkan kesepakatan nuklir Iran dan jatuhnya minyak dunia mendorong komoditas emas yang telah turun sebelumnya hingga perdagangan kemarin terus menanjak hingga perdagangan sesi Asia.
Mengetahui kondisi tersebut membuat Antam berani menaikkan harga emas batangannya baik harga jual dan juga buybacknya. Antam menaikkan harga jualnya sampai 5000 rupiah dan buybacknya dinaikkan hingga 6000 rupiah.
Perdagangan emas batangan hari ini (26/11) untuk minted bars ukuran 1 gram Antam menjualnya Rp.525.000 demikian juga  untuk buyback Antam menjadi Rp.466.000. Dan untuk minted bars ukuran lainnya seperti ukuran 500gr Antam menjualnya tetap di Rp.485.600 per gramnya menjadi Rp.242.800.000. Minted bars ukuran 50 gr dijual  Rp.487.000/gram menjadi Rp. 24.350.000. Dan untuk  ukuran 2,5 gr dijual Rp.501.000/gr menjadi Rp. 2.455.000.
Antam melihat harga spot emas pada perdagangan pagi ini menanjak ke posisi $1251,60 dan terus menanjak ke posisi $1252,10. Untuk  Emas berjangka Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup naik 0,92% ke posisi $ 1,252.60 per ounce.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan mengalami pergerakan yang terbatas seiring pergerakan dolar yang semakin kuat pagi ini.  Untuk sementara harga spot emas diprediksi akan bergerak dalam kisaran $1230 dan $1265.