BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Emas berjangka menetap di level terendahnya untuk sesi kelima secara berturut-turut pada Kamis ini, seiring para pedagang yang melacak tentang kesepakatan utang Yunani menemui jalan buntu menjelang batas waktu hingga akhir bulan ini.
Emas untuk pengiriman Agustus di Comex turun US $ 1,10 atau 0,1 %, untuk menetap di level $ 1,171.80 per ons. Kontrak yang paling aktif, mengalami penurunan untuk sesi kelima beruntun dan harga emas berada pada level terendahnya sejak 5 Juni lalu.
Silver untuk pengiriman September mengalami penurunan sebesar 4,9 sen atau 0,3 %, berada pada level $ 15,841 per ons.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, pada hari Kamis mengadakan pertemuan dengan Ketua Dana Moneter Internasional, Komisi Eropa dan Bank Sentral Eropa, yang mengawasi dana bailout Yunani, untuk menyepakati rencana reformasi yang menghadiri dalam Eurogroup. Dana Moneter Internasional mengatakan bahwa Yunani akan segera melakukan pembayaran utang sebesar $ 1.7 miliar dan diberi batas waktu hingga 30 Juni mendatang.
Pada hari Kamis, Dolar sedikit berubah terhadap mata uang utama lainnya menyusul data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Sementara itu, klaim pengangguran mingguan dan belanja konsumen tidak sesuai dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch.
Dalam perdagangan logam lainnya, platinum untuk pengiriman Oktober naik $ 9,20 atau 0,9 %, ke level US $ 1,083.70 per ons, sedangkan paladium untuk pengiriman September turun $ 16,35 atau 2,4 %, ke level $ 679,35 per ons. (knc)
Sumber : MarketWatch
Thursday, 25 June 2015
Bursa AS Berfluktuasi Di tengah Reli Saham Kesehatan & Pembicaraan Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Bursa
saham AS berfluktuasi, setelah penurunan terbesar dalam tiga minggu,
karena rally saham kesehatan terhadap keputusan Mahkamah Agung Amerika
Serikat, sementara investor mengamati terobosan baru dalam pembicaraan
utang Yunani.
Saham HCA Holdings Inc, Tenet Healthcare
Corp dan Universal Health Services Inc. melonjak setidaknya 7,5 %
setelah Mahkamah Agung menguatkan subsidi pajak nasional yang merupakan
komponen inti dari hukum perawatan kesehatan Presiden Barack Obama.
Saham Eli Lilly & Co. naik 4,2% setelah putusan paten yang
menguntungkan. Sementara saham Netflix Inc. kehilangan 2,7%, dan
saham-saham energi merosot bersama dengan minyak mentah.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,1%
ke level 2,111.54 pada pukul 12:16 siang di New York. Indeks tersebut
turun 0,7% pada Rabu kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average naik
14,61 poin, atau 0,1%, ke 17,980.68. Indeks Nasdaq Composite naik 0,2%.
Indeks S&P 500 menuju minggu
kesembilan tanpa bergerak lebih dari 1%, yang terpanjang sejak Agustus
tahun 1993, karena investor menunggu sebuah resolusi dari krisis Yunani
saat menilai data sebagai petunjuk terkait waktu setiap kenaikan suku
bunga Federal Reserve.(frk)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 24 June 2015
Krisis Yunani Berkepanjangan, Wall Street Anjlok
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Wall Street terjatuh menghentikan penguatan yang telah dicetak dalam dua hari sebelumnya. Sentimen yang menekan indeks bursa di Amerika Serikat (AS) tersebut adalah penyelesaian masalah utang Yunani yang berkepanjangan.
Mengutip Bloomberg, Kamis (25/6/2015), Indeks Standard & Poor 500 turun 0,7 persen menjadi 2.108,80 pada pukul 4 sore waktu New York, AS, untuk perdagangan Rabu, 24 Juni 2015. Pada perdagangan sebelumnya, Indeks Standard & Poor 500 sempat menguat 0,3 persen.
"Wall Street mengalami sedikit kemunduran. Setelah sempat membukukan kinerja yang cukup positif dalam beberapa hari sebelumnya, ada beberapa kegugupan dari investor menanggapi situasi di Yunani," jelas Chief Investment Officer McQueen, Ball & Associates Inc, Bethlehem, Pennsylvania, Bill Schultz.
Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras sedang berancang-ancang untuk melakukan pembicaraan kembali dengan para kreditor setelah sebelumnya Menteri Keuangan Zona Eropa menunda pembicaraan atau pembahasan mengenai utang Yunani pada Selasa 23 Juni 2015 kemarin. Tsipras akan bertemu dengan beberapa donor di Brussels, Belgia.
Saham-saham di kawasan Eropa dan Amerika sempat melambung tinggi karena adanya sentimen positif dari pembicaraan mengenai utang Yunani tersebut. Beberapa pihak yang ikut berkumpul terus melontarkan komentar yang positif. Namun ternyata hasil dari pertemuan hampir sama saja dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya yaitu menemukan jalan buntu. Hal tersebut membuat pelaku pasar pesimistis dengan kondisi Yunani.
Sentimen lain yang juga mempengaruhi gerak Wall Street adalah membaiknya data ekonomi di Amerika Serikat. Penurunan yang terjadi pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2015 tak terlalu tajam karena masih ada sentimen positif dari data ekonomi di dalam negeri. Adanya laba yang cukup tinggi dari belanja konsumen membuat estimasi bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika telah pulih semakin memuncak.
Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ada kemungkinan 50 persen dibanding 50 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga di tahun ini dengan melihat perkembangan data-data ekonomi yang ada. (Gdn/Nrm)
Sumber : Liputan6
Mengutip Bloomberg, Kamis (25/6/2015), Indeks Standard & Poor 500 turun 0,7 persen menjadi 2.108,80 pada pukul 4 sore waktu New York, AS, untuk perdagangan Rabu, 24 Juni 2015. Pada perdagangan sebelumnya, Indeks Standard & Poor 500 sempat menguat 0,3 persen.
"Wall Street mengalami sedikit kemunduran. Setelah sempat membukukan kinerja yang cukup positif dalam beberapa hari sebelumnya, ada beberapa kegugupan dari investor menanggapi situasi di Yunani," jelas Chief Investment Officer McQueen, Ball & Associates Inc, Bethlehem, Pennsylvania, Bill Schultz.
Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras sedang berancang-ancang untuk melakukan pembicaraan kembali dengan para kreditor setelah sebelumnya Menteri Keuangan Zona Eropa menunda pembicaraan atau pembahasan mengenai utang Yunani pada Selasa 23 Juni 2015 kemarin. Tsipras akan bertemu dengan beberapa donor di Brussels, Belgia.
Saham-saham di kawasan Eropa dan Amerika sempat melambung tinggi karena adanya sentimen positif dari pembicaraan mengenai utang Yunani tersebut. Beberapa pihak yang ikut berkumpul terus melontarkan komentar yang positif. Namun ternyata hasil dari pertemuan hampir sama saja dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya yaitu menemukan jalan buntu. Hal tersebut membuat pelaku pasar pesimistis dengan kondisi Yunani.
Sentimen lain yang juga mempengaruhi gerak Wall Street adalah membaiknya data ekonomi di Amerika Serikat. Penurunan yang terjadi pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2015 tak terlalu tajam karena masih ada sentimen positif dari data ekonomi di dalam negeri. Adanya laba yang cukup tinggi dari belanja konsumen membuat estimasi bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika telah pulih semakin memuncak.
Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ada kemungkinan 50 persen dibanding 50 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga di tahun ini dengan melihat perkembangan data-data ekonomi yang ada. (Gdn/Nrm)
Sumber : Liputan6
Korban gelombang panas di Pakistan capai 800 orang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Korban
tewas akibat gelombang panas di Provinsi Sindh, Pakistan, terus
berjatuhan dan hingga hari Rabu (24/06) jumlah mencapai 800 orang.
Menurut
BBC Urdu, korban tewas di Karachi tercatat 780 orang, sementara 30
orang dilaporkan tewas di kawasan lain di provinsi tersebut.
Salah satu organisasi sosial setempat mengatakan kamar mayat menerima ratusan korban dan kapasitasnya sekarang sudah penuh.
Para pejabat dikecam karena dianggap tidak berbuat maksimal untuk menangani krisis ini.
Hari
Rabu ditetapkan sebagai hari libur oleh pemerintah provinsi dengan
harapan sebagian besar warga lebih memilih tinggal di rumah.
Pada
hari Selasa suhu udara mencapai 45 derajat Celsius dan Perdana Menteri
Nawaz Sharif memerintahkan para pejabat pemerintah untuk mengambil
langkah darurat.
Pemerintah juga mengerahkan anggota militer mendirikan berbagai pos kesehatan untuk membantu para korban.
Temperatur
di Karachi sudah turun menjadi 34 derajat Celsius berkat hembusan angin
yang berasal dari laut, namun ini tidak menyurutkan kemarahan warga
kepada pemerintah yang membatasi penggunaan kipas angin.
Lonjakan pemakaian pendingin ruangan dan kipas angin membuat aliran listris tidak lancar dalam beberapa hari terakhir.
Sumber: BBC Indonesia
Emas Catat Penurunan Terpanjang dalam Sebulan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Emas
berjangka mencatatkan penurunan terpanjang dalam empat minggu terakhir
setelah adanya laporan yang menunjukkan ekonomi AS pada kuartal pertama
terkontraksi kurang dari perkiraan, didukung oleh keuntungan yang lebih
besar dalam belanja konsumen.
Produk
domestik bruto AS turun pada tingkat tahunan sebesar 0,2%, direvisi
dari penurunan 0,7%, menurut data pemerintah hari Rabu. Konsumsi rumah
tangga tumbuh 2,1%, naik dari perkiraan 1,8%. Setelah laporan itu, emas
turun sebanyak 0,7% ke level $ 1,168.10 per ons, level terendah dalam
dua pekan terakhir.
Logam
telah turun dalam minggu ini setelah meningkatnnya peluang bahwa
Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan mengikuti kenaikan dalam
perekonomian AS. Pada hari Selasa, data pemerintah menunjukkan
pembelian rumah baru mengalami lonjakan tajam dalam tujuh tahun,
sementara emas memberikan hak kepada pemilik untuk menjual berjangka
untuk bulan Juli di kisaran $ 1.175, melonjak 52%.
Emas
berjangka untuk pengiriman Agustus turun 0,3% ke level $ 1,172.90 pada
pukul 1:43 siang di Comex New York, penurunan keempat beruntun dan
kemerosotan terpanjang sejak 27 Mei.(frk)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Melemah Seiring Dengan Pembicaraan Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Saham
AS turun diikuti ekuitas Eropa, sementara Treasuries naik dengan
obligasi Jerman pulih pada perdagangan terakhir terkait dengan Yunani
tetap mengalami kebuntuan dengan kreditur tentang bailout. Sedangkan
minyak dan emas juga mengalami penurunan.
Indeks Standard &
Poor 500 turun 0,7 % pada pukul 4 sore waktu New York, menghentikan
kenaikan selama 2 hari. Sedangkan Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0,4 %
setelah sebelumnya reli selama 4 hari yang merupakan kinerja terbaiknya
sejak Januari lalu. Sementara itu, Euro naik 0,3 % ke level $ 1,1199
setelah mengalami penurunan terbesarnya dalam 3 bulan terakhir. Imbal
hasil obligasi tenor 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 2,37 %, diikuti
penurunan obligasi Jerman sebesar 3 basis poin menjadi 0,84 %. Diiringi
kemerosotan harga minyak sebesar 1,2 %.
Menteri keuangan
kawasan euro menunda pertemuan dengan Yunani tanpa adanya kesepakatan,
dan berencana untuk melanjutkan pertemuan pada hari Kamis. Jerman
mengecilkan kemungkinan untuk mencapai kesepakatan dengan Yunani setelah
negara Mediterania tersebut menolak proposal terbaru yang ditetapkan
oleh kreditur untuk membuka dana bantuan bailout. Tanda-tanda meredanya
optimisme dari awal minggu yang mengirim kenaikan saham di seluruh
dunia.
Perdana Menteri Yunani
Alexis Tsipras mengadakan pertemuan di Brussels pada hari Rabu dengan
Ketua tiga lembaga kreditur. Yunani diberikan batas waktu sampai 30 Juni
mendatang untuk membayar utangnya sebesar 1,5 miliar euro ($ 1.7
miliar) kepada Dana Moneter Internasional. (knc)
Sumber : Bloomberg
Bursa AS dan Ekuitas Eropa Melemah Sementara Obligasi Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Bursa saham AS melemah bersama dengan ekuitas Eropa, sementara Treasury naik bersama obligasi Jerman dalam pembalikan perdagangan terakhir karena Yunani tetap menemui jalan buntu dengan para krediturnya atas utang.
Indeks Standard & Poor 500 kehilangan 0,4% pada pukul 12:22 siang di New York, menghentikan keuntungan dalam dua hari. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,4% setelah mengalami reli selama empat hari terbaik sejak Januari. Euro sedikit berubah di level $ 1,1175 setelah turun tajam dalam tiga bulan terakhir. Imbal hasil obligasi Jerman dengan tenor 10-tahun turun tiga basis poin menjadi 0,84%. Sementara minyak mentah turun 1,4%.
Jerman mengecikan kemungkinan kesepakatan segera dengan Yunani setelah negara Mediterania tersebut menolak persyaratan terbaru yang ditetapkan oleh kreditur untuk membuka bantuan bailout. Tanda-tanda retakan baru antara kedua belah pihak meredam optimisme awal minggu lalu yang menghantarkan saham-saham lebih tinggi di seluruh dunia.(frk)
Sumber: Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 kehilangan 0,4% pada pukul 12:22 siang di New York, menghentikan keuntungan dalam dua hari. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,4% setelah mengalami reli selama empat hari terbaik sejak Januari. Euro sedikit berubah di level $ 1,1175 setelah turun tajam dalam tiga bulan terakhir. Imbal hasil obligasi Jerman dengan tenor 10-tahun turun tiga basis poin menjadi 0,84%. Sementara minyak mentah turun 1,4%.
Jerman mengecikan kemungkinan kesepakatan segera dengan Yunani setelah negara Mediterania tersebut menolak persyaratan terbaru yang ditetapkan oleh kreditur untuk membuka bantuan bailout. Tanda-tanda retakan baru antara kedua belah pihak meredam optimisme awal minggu lalu yang menghantarkan saham-saham lebih tinggi di seluruh dunia.(frk)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 23 June 2015
Kurdi kuasai kota Suriah dekat markas ISIS di Raqqa
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Pejuang
Kurdi di Suriah utara mengatakan telah menguasai kota penting dari
kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, hanya 30 km dari
markas milisi tersebut di Raqqa.
Jurubicara Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) menyatakan Ain Issa dan desa-desa di sekitarnya sekarang "sepenuhnya " dikuasai.
Hal ini terjadi setelah sebuah markas militer di luar kota dikuasai pada hari Senin malam (22 Juni).
YPG menguasai kota Tal Abyad di perbatasan Turki minggu, sehingga memotong jalur pasokan ISIS.
Kelompok
jihadis tersebut mengalami serangkaian kekalahan dari pasukan Kurdi
sejak terpaksa mundur dari kota Kobane pada bulan Januari setelah
konflik selama empat bulan.
Pergerakan
maju Kurdi yang terjadi begitu cepat ke arah Raqqa terus berlanjut pada
hari Senin dengan direbutnya Brigade 93, sebuah markas yang dikuasai
ISIS dari militer Suriah tahun lalu.
Kelompok
pengamat Suriah yang bermarkas di Inggris, Syrian Observatory for Human
Rights, melaporkan YPG dan pejuang pemberontak Suriah menguasai markas
tersebut sebelum mengarah ke selatan menuju Ain Issa, dengan dukungan
serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat.
Ain
Issa berada di perempatan jalan utama dari Raqqa ke daerah kekuasaan
ISIS lainnya di provinsi Aleppo, ke barat, dan provinsi Hassakeh, ke
timur.
Sumber: BBC Indonesia
Dolar Naik, Treasury Turun Terhadap Spekulasi Kebijakan; Saham AS Mixed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Treasuries turun dan dolar menguat terhadap euro terhadap spekulasi kenaikan suku bunga AS sementara stimulus Eropa berlanjut. Saham-saham di wilayah Eropa melonjak, sementara saham-saham Amerika berfluktuasi mendekati rekor di tengah optimisme atas kesepakatan utang Yunani.
Dolar naik 1,5% terhadap euro pada pukul 3:33 sore di New York, setelah euro melemah untuk hari ketiga. Imbal hasil Treasury note dengan tenor 10-tahun mencapai 2,40%. Indeks Standard & Poor 500 berayun antara keuntungan dan kerugian sekitar setengah persentase poin di bawah rekor, sedangkan Indeks Stoxx Europe 600 menguat 1,2% untuk membatasi gain terbaik dua hari sejak Januari.
Perdana Menteri Yunani harus mengumpulkan dukungan dari koalisinya untuk rencana yang bertujuan mencegah default negara di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan utang. Dolar menguat karena spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mempertahankan pembelian obligasi, sementara Federal Reserve bergerak lebih dekat dengan program pengetatan. Pasar perumahan Amerika mulai memanas dan memberikan beberapa semangat untuk ekonomi yang tertahan oleh suam-suam kuku dalam sektor manufaktur.
Indeks S&P 500 muncul dari minggu terbaiknya sejak bulan April, naik 0,8% setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan bank sentral akan mengambil pendekatan bertahap untuk menaikkan suku bunga AS.(frk)
Sumber: Bloomberg
Dolar naik 1,5% terhadap euro pada pukul 3:33 sore di New York, setelah euro melemah untuk hari ketiga. Imbal hasil Treasury note dengan tenor 10-tahun mencapai 2,40%. Indeks Standard & Poor 500 berayun antara keuntungan dan kerugian sekitar setengah persentase poin di bawah rekor, sedangkan Indeks Stoxx Europe 600 menguat 1,2% untuk membatasi gain terbaik dua hari sejak Januari.
Perdana Menteri Yunani harus mengumpulkan dukungan dari koalisinya untuk rencana yang bertujuan mencegah default negara di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan utang. Dolar menguat karena spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mempertahankan pembelian obligasi, sementara Federal Reserve bergerak lebih dekat dengan program pengetatan. Pasar perumahan Amerika mulai memanas dan memberikan beberapa semangat untuk ekonomi yang tertahan oleh suam-suam kuku dalam sektor manufaktur.
Indeks S&P 500 muncul dari minggu terbaiknya sejak bulan April, naik 0,8% setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan bank sentral akan mengambil pendekatan bertahap untuk menaikkan suku bunga AS.(frk)
Sumber: Bloomberg
Emas Melemah Dengan The Fed Sebagai Focus, Yunani Dekati Kesepakatan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Emas berjangka turun untuk sesi ketiga berturut-turut, dengan perhatian investor bergeser jauh dari Yunani dan kembali ke prospek suku bunga AS yang lebih tinggi.
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada hari Selasa menyarankan bahwa suku bunga mungkin naik secepatnya pada bulan September dengan perekonomian sebagai peningkatan daya tarik. Emas pekan lalu mencatat kenaikan terbesar dalam satu bulan setelah para pejabat The Fed mengindikasikan bahwa pengetatan moneter akan berjalan dengan lambat, sementara Yunani menghadapi jalan buntu dengan para krediturnya.
Reli logam terbukti berumur pendek. Spekulasi meningkat bahwa Yunani akan segera mencapai kesepakatan untuk menghindari default memotong permintaan untuk aset haven. Pada saat yang sama, tanda-tanda membaiknya pertumbuhan ekonomi AS yang menyalakan kembali kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga segera, mengangkat mata uang dolar. Suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik emas karena komoditas tidak membayar bunga atau memberikan hasil seperti aset lain misalnya obligasi dan ekuitas.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 0,6% untuk menetap di level $ 1,176.60 per ons pada pukul 1:37 siang di Comex New York. Kemerosotan dalam tiga sesi merupakan yang terpanjang sejak 5 Juni.(frk)
Sumber: Bloomberg
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada hari Selasa menyarankan bahwa suku bunga mungkin naik secepatnya pada bulan September dengan perekonomian sebagai peningkatan daya tarik. Emas pekan lalu mencatat kenaikan terbesar dalam satu bulan setelah para pejabat The Fed mengindikasikan bahwa pengetatan moneter akan berjalan dengan lambat, sementara Yunani menghadapi jalan buntu dengan para krediturnya.
Reli logam terbukti berumur pendek. Spekulasi meningkat bahwa Yunani akan segera mencapai kesepakatan untuk menghindari default memotong permintaan untuk aset haven. Pada saat yang sama, tanda-tanda membaiknya pertumbuhan ekonomi AS yang menyalakan kembali kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga segera, mengangkat mata uang dolar. Suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik emas karena komoditas tidak membayar bunga atau memberikan hasil seperti aset lain misalnya obligasi dan ekuitas.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 0,6% untuk menetap di level $ 1,176.60 per ons pada pukul 1:37 siang di Comex New York. Kemerosotan dalam tiga sesi merupakan yang terpanjang sejak 5 Juni.(frk)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Menguat Seiring Investor Mengkaji Waktu Kenaikan Suku Bunga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Saham
AS naik, mengirim Indeks Standard & Poor 500 mendekati rekornya
seiring para investor mengkaji data ekonomi sebagai petunjuk untuk
menentukkan waktu kenaikan suku bunga di tengah optimisme bahwa Yunani
akan mencapai kesepakatan bantuan.
Indeks S&P 500
naik 0,1 % ke level 2,124.31 pada pukul 4 sore waktu New York, setelah
sebelumnya menguat 3 poin dari rekor penutupan. Sedangkan Indeks Nasdaq
Composite naik 0,1 % menuju semua waktu tertinggi untuk hari kedua.
Indeks S&P 500
mengalami kenaikan mingguan terbesarnya sejak April lalu pada periode
yang berakhir hari Jumat pasca Federal Reserve mengisyaratkan tidak akan
menaikkan suku bunga secepatnya terkait para pejabat bertahan dari
pemulihan ekonomi. Pembelian obligasi The Fed dalam 3 putaran dan suku
bunga acuan mendekati nol mendorong penguatan benchmark lebih dari tiga
kali lipat dalam 6 tahun terakhir.
Gubernur Federal
Reserve Jerome Powell mengatakan hari ini bahwa kemungkinan perekonomian
AS meningkat sekitar 50-50 cukup bagi bank sentral untuk menaikkan suku
bunga pada bulan September mendatang, seiring meningkatnya pasar tenaga
kerja dan tanda-tanda pertumbuhan upah juga mengalami kenaikan. (knc)
Sumber : Bloomberg
Bursa AS Stagnan Sementara Investor Kaji Data Ekonomi & Pembicaraan Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Bursa saham AS sedikit berubah, setelah Indeks Standard & Poor 500 naik mendekati rekor, karena investor mengkaji data ekonomi sebagai petunjuk terkait waktu kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dan memperhatikan kemajuan dalam pembicaraan utang Yunani.
Indeks S & P 500 turun 0,1% ke level 2,120.94 pada pukul 12:34 siang di New York, setelah sebelumnya naik tiga poin dari rekor penutupan. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 2,33 poin, atau kurang dari 0,1%, ke 18,122.11. Sementara Indeks Nasdaq Composite tergelincir 0,2% dari semua-waktu tertinggi pada hari Senin.
Setelah pembicaraan pada hari Senin, bahwa Yunani kini memiliki waktu 48 jam untuk membawa kesepakatan dengan kreditur ke garis finish dan mengakhiri kebuntuan bantuan dalam lebih dari lima bulan yang beresiko default serta kemungkinan keluar dari zona mata uang euro. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras perlu untuk mendongkrak dukungan di negaranya untuk melancarkan rencananya, sementara menteri keuangan zona Eropa akan bertemu pada hari Rabu untuk mempersiapkan pijakan kedua, yang dijadwalkan pada pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa hari Kamis mendatang.(frk)
Sumber: Bloomberg
Indeks S & P 500 turun 0,1% ke level 2,120.94 pada pukul 12:34 siang di New York, setelah sebelumnya naik tiga poin dari rekor penutupan. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 2,33 poin, atau kurang dari 0,1%, ke 18,122.11. Sementara Indeks Nasdaq Composite tergelincir 0,2% dari semua-waktu tertinggi pada hari Senin.
Setelah pembicaraan pada hari Senin, bahwa Yunani kini memiliki waktu 48 jam untuk membawa kesepakatan dengan kreditur ke garis finish dan mengakhiri kebuntuan bantuan dalam lebih dari lima bulan yang beresiko default serta kemungkinan keluar dari zona mata uang euro. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras perlu untuk mendongkrak dukungan di negaranya untuk melancarkan rencananya, sementara menteri keuangan zona Eropa akan bertemu pada hari Rabu untuk mempersiapkan pijakan kedua, yang dijadwalkan pada pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa hari Kamis mendatang.(frk)
Sumber: Bloomberg
Monday, 22 June 2015
Harapan Penyelesaian Utang Yunani Topang Wall Street
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat di awal pekan dengan indeks saham Nasdaq mencetak rekor. Penguatan itu ditopang harapan investor terhadap kesepakatan di Eropa yang dapat mencegah Yunani terhindar dari gagal bayar utang.
Indeks saham Dow Jones menguat 104,76 poin atau 0,58 persen menjadi 18.120,71. Penguatan indeks saham ini diikuti indeks saham S&P yang naik 12,96 poin menjadi 2.122,95. Indeks saham Nasdaq bertambah 36,97 poin (0,72 persen) ke level 5.153,97.
Pergerakan indeks saham sebagian besar didorong dari perkembangan situasi Yunani. Investor fokus apabila negara ini gagal bayar utang, apakah akan keluar dari zona Eropa, atau Uni Eropa berpotensi mengejutkan fondasi ekonomi regional.
Pemerintahan Yunani menyerahkan proposal reformasi baru dalam pertemuan menteri keuangan zona Eropa di awal pekan ini. Proposal ini membutuhkan pembelajaran lebih mendalam dan membutuhkan waktu apakah mereka dapat mencapai kesepakatan.
Yunani membutuhkan dana segar untuk menghindari gagal bayar utang US$ 1,8 miliar kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada 30 Juni.
"Ini membutuhkan waktu. Jika tidak ada penyelesaian maka ini jadi fokus utama investor," ujar Bruce McCain, Kepala Strategi Investasi Key Private Bank, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (23/6/2015).
Aksi merger dan akuisisi juga menjadi sentimen yang mengangkat indeks saham. Indeks sektor saham energi S&P menguat 1 persen, dan memimpin penguatan sektor saham setelah Energy Transfer Equity LP mengkonfirmasi penawaran dengan William Companies Inc senilai US$ 48 miliar. Saham Williams melonjak 26 persen menjadi US$ 60,90, dan mencatatkan keuntungan terbesar yang masuk indeks S&P 500.
Aksi merger antara Cigna Corp dan Anthem juga mendorong kedua saham perusahaan itu menguat. Saham Cigna Corp naik 4,8 persen menjadi US$ 162,65. Sedangkan saham Anthem menanjak 3,6 persen menjadi US$ 171,04.
McCain menambahkan, saham bakal menguat lebih tinggi sebelum terjadi risiko yang mempengaruhi valuasi saham. "Valuasi saham memang tinggi, tetapi tidak banyak alternatif yang menarik," kata McCain.
Di awal pekan ini, volume perdagangan saham yang tercatat mencapai 5,31 miliar saham. Angka ini di atas rata-rata bulanan sekitar 6,17 miliar saham. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Indeks saham Dow Jones menguat 104,76 poin atau 0,58 persen menjadi 18.120,71. Penguatan indeks saham ini diikuti indeks saham S&P yang naik 12,96 poin menjadi 2.122,95. Indeks saham Nasdaq bertambah 36,97 poin (0,72 persen) ke level 5.153,97.
Pergerakan indeks saham sebagian besar didorong dari perkembangan situasi Yunani. Investor fokus apabila negara ini gagal bayar utang, apakah akan keluar dari zona Eropa, atau Uni Eropa berpotensi mengejutkan fondasi ekonomi regional.
Pemerintahan Yunani menyerahkan proposal reformasi baru dalam pertemuan menteri keuangan zona Eropa di awal pekan ini. Proposal ini membutuhkan pembelajaran lebih mendalam dan membutuhkan waktu apakah mereka dapat mencapai kesepakatan.
Yunani membutuhkan dana segar untuk menghindari gagal bayar utang US$ 1,8 miliar kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada 30 Juni.
"Ini membutuhkan waktu. Jika tidak ada penyelesaian maka ini jadi fokus utama investor," ujar Bruce McCain, Kepala Strategi Investasi Key Private Bank, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (23/6/2015).
Aksi merger dan akuisisi juga menjadi sentimen yang mengangkat indeks saham. Indeks sektor saham energi S&P menguat 1 persen, dan memimpin penguatan sektor saham setelah Energy Transfer Equity LP mengkonfirmasi penawaran dengan William Companies Inc senilai US$ 48 miliar. Saham Williams melonjak 26 persen menjadi US$ 60,90, dan mencatatkan keuntungan terbesar yang masuk indeks S&P 500.
Aksi merger antara Cigna Corp dan Anthem juga mendorong kedua saham perusahaan itu menguat. Saham Cigna Corp naik 4,8 persen menjadi US$ 162,65. Sedangkan saham Anthem menanjak 3,6 persen menjadi US$ 171,04.
McCain menambahkan, saham bakal menguat lebih tinggi sebelum terjadi risiko yang mempengaruhi valuasi saham. "Valuasi saham memang tinggi, tetapi tidak banyak alternatif yang menarik," kata McCain.
Di awal pekan ini, volume perdagangan saham yang tercatat mencapai 5,31 miliar saham. Angka ini di atas rata-rata bulanan sekitar 6,17 miliar saham. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Dolar AS dan Yunani Menekan Harga Emas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Harga emas cenderung melemah mengakhiri sesi perdagangan di awal pekan ini. Hal itu lantaran sejumlah risiko di pasar komoditas logam.
Harga emas di divisi Comex untuk pengiriman Agustus melemah US$ 17,70 menjadi US$ 1.184,20 per ounce. Sedangkan harga perak untuk pengiriman Juli naik tipis US$ 0,036 menjadi US$ 16.145 per ounce.
Kesepakatan Yunani dan Uni Eropa yang sangat dekat untuk merestrukturisasi utang mempengaruhi gerak harga emas. Para pejabat Yunani dan Uni Eropa bertemu untuk menyelesaikan kesepakatan restukturisasi utang pada Senin pekan ini. Kedua belah pihak optimistis dapat mencapai kesepakatan pada pekan ini.
Namun, ada beberapa laporan yang mengatakan kalau pejabat Uni Eropa tidak percaya kesepakatan Yunani yang sudah dekat. Sementara itu, bank sentral Eropa harus meningkatkan mekanisme pinjaman darurat ke Yunani seiring kenaikan penarikan kas dari bank.
Selain sentimen Yunani, indeks dolar Amerika Serikat (AS) lebih tinggi juga telah mendorong harga emas dan minyak lebih rendah. Demikian mengutip laman Kitco, Selasa (22/6/2015).
Secara teknikal, harga emas berjangka ditutup di level rendah. Harga emas sempat berada di level resistance US$ 1.205,70 pada pekan lalu. Kini harga emas menurun dengan level di bawah dukungan secara teknis di kisaran US$ 1.161 per ounce pada Juni. Adanya resistance awal di US$ 1.191, dan melanjutkan penguatan di US$ 1.175. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Harga emas di divisi Comex untuk pengiriman Agustus melemah US$ 17,70 menjadi US$ 1.184,20 per ounce. Sedangkan harga perak untuk pengiriman Juli naik tipis US$ 0,036 menjadi US$ 16.145 per ounce.
Kesepakatan Yunani dan Uni Eropa yang sangat dekat untuk merestrukturisasi utang mempengaruhi gerak harga emas. Para pejabat Yunani dan Uni Eropa bertemu untuk menyelesaikan kesepakatan restukturisasi utang pada Senin pekan ini. Kedua belah pihak optimistis dapat mencapai kesepakatan pada pekan ini.
Namun, ada beberapa laporan yang mengatakan kalau pejabat Uni Eropa tidak percaya kesepakatan Yunani yang sudah dekat. Sementara itu, bank sentral Eropa harus meningkatkan mekanisme pinjaman darurat ke Yunani seiring kenaikan penarikan kas dari bank.
Selain sentimen Yunani, indeks dolar Amerika Serikat (AS) lebih tinggi juga telah mendorong harga emas dan minyak lebih rendah. Demikian mengutip laman Kitco, Selasa (22/6/2015).
Secara teknikal, harga emas berjangka ditutup di level rendah. Harga emas sempat berada di level resistance US$ 1.205,70 pada pekan lalu. Kini harga emas menurun dengan level di bawah dukungan secara teknis di kisaran US$ 1.161 per ounce pada Juni. Adanya resistance awal di US$ 1.191, dan melanjutkan penguatan di US$ 1.175. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Spekulasi Negosiasi Utang Yunani Dongkrak Harga Minyak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Harga minyak naik di awal pekan seiring investor optimistis terhadap negosiasi utang Yunani. Akan tetapi kelebihan pasokan minyak terus menerus membayangi pasar minyak.
Di New York Mercantile Exchange, harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman Juli naik 60 sen atau 1 persen menjadi di atas US$ 60 per barel. Harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Agustus menanjak 0,7 persen atau 45 sen menjadi US$ 63,47 per barel. Demikian mengutip laman Marketwatch, Selasa (23/62015).
Sentimen Yunani mempengaruhi pergerakan harga minyak di awal pekan ini. Para pemimpin zona Eropa mencoba mencapai kesepakatan mengenai dana talangan Yunani pada pertemuan darurat Senin 22 Juni 2015. Kegagalan mencapai kesepakatan dapat membawa Yunani kepada jurang kebangkrutan, dan keluar dari zona Eropa.
Para pejabat telah memperingatkan hal itu dalam beberapa hari terakhir. Setiap perubahan mata uang utama sebagai dampak pembicaraan utang akan berdampak ke harga komoditas termasuk minyak. Sementara itu, banjir pasokan minyak terus menekan harga minyak.
Berdasarkan laporan Analis Morgan Stanley Adam Longson, sejumlah kargo minyak tidak terjual meski permintaan kuat di musim panas sehingga membawa harga semakin tertekan. Ini menjadi tanda mengkhawatirkan bagi pasar di musim gugur.
“Sekitar 10 juta barel minyak mentah berasal sebagian dari Nigeria berada lepas pantai Afrika Barat. Beberapa kargo baru menemukan pembeli setelah lebih dari tiga bulan. Pasokan berlebih ini tidak dapat terjual dengan baik,” tutur Longson.
Selain itu, pasar juga mengawasi produksi minyak AS yang akan menunjukkkan tanda-tanda penurunan signifikan lantaran harga minyak rendah.Rig minyak AS turun menjadi 631. “Penurunan jumlah rig minyak di AS akan dianggap penurunan produksi minyak di beberapa titik,” kata David Hewitt, Kepala Riset Komoditas Minyak Credit Suisse.
Ia menambahkan, siklus harga minyak akan menarik dua bulan ke depan. Pasar menunggu produksi minyak AS, dan sentimen seberapa cepat sanksi Iran dihapus.
“Kami menegaskan kembali harga minyak Brent di kisaran US$ 71 per barel pada akhir 2015. Ini mengingat kekuatan permintaan dan pembatasan produksi minyak AS,” tutur Hewitt. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Di New York Mercantile Exchange, harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman Juli naik 60 sen atau 1 persen menjadi di atas US$ 60 per barel. Harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Agustus menanjak 0,7 persen atau 45 sen menjadi US$ 63,47 per barel. Demikian mengutip laman Marketwatch, Selasa (23/62015).
Sentimen Yunani mempengaruhi pergerakan harga minyak di awal pekan ini. Para pemimpin zona Eropa mencoba mencapai kesepakatan mengenai dana talangan Yunani pada pertemuan darurat Senin 22 Juni 2015. Kegagalan mencapai kesepakatan dapat membawa Yunani kepada jurang kebangkrutan, dan keluar dari zona Eropa.
Para pejabat telah memperingatkan hal itu dalam beberapa hari terakhir. Setiap perubahan mata uang utama sebagai dampak pembicaraan utang akan berdampak ke harga komoditas termasuk minyak. Sementara itu, banjir pasokan minyak terus menekan harga minyak.
Berdasarkan laporan Analis Morgan Stanley Adam Longson, sejumlah kargo minyak tidak terjual meski permintaan kuat di musim panas sehingga membawa harga semakin tertekan. Ini menjadi tanda mengkhawatirkan bagi pasar di musim gugur.
“Sekitar 10 juta barel minyak mentah berasal sebagian dari Nigeria berada lepas pantai Afrika Barat. Beberapa kargo baru menemukan pembeli setelah lebih dari tiga bulan. Pasokan berlebih ini tidak dapat terjual dengan baik,” tutur Longson.
Selain itu, pasar juga mengawasi produksi minyak AS yang akan menunjukkkan tanda-tanda penurunan signifikan lantaran harga minyak rendah.Rig minyak AS turun menjadi 631. “Penurunan jumlah rig minyak di AS akan dianggap penurunan produksi minyak di beberapa titik,” kata David Hewitt, Kepala Riset Komoditas Minyak Credit Suisse.
Ia menambahkan, siklus harga minyak akan menarik dua bulan ke depan. Pasar menunggu produksi minyak AS, dan sentimen seberapa cepat sanksi Iran dihapus.
“Kami menegaskan kembali harga minyak Brent di kisaran US$ 71 per barel pada akhir 2015. Ini mengingat kekuatan permintaan dan pembatasan produksi minyak AS,” tutur Hewitt. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Emas Turun Tajam Dalam 4 Minggu Terkait Pembicaraan Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Emas turun tajam dalam empat minggu di tengah spekulasi bahwa bulan kebuntuan akan berakhir setelah Yunani dan kreditur mencapai kesepakatan mengenai dana bantuan, sehingga mengurangi permintaan logam sebagai haven.
Ekuitas global menguat setelah Yunani mempresentasikan rencana baru untuk mencegah default, dengan Indeks Stoxx Europe 600 menguat tajam dalam enam minggu terakhir. Reli saham memicu kurang berminatnya investor kepada logam mulia, dan perdagangan emas sekitar 18% di bawah rata-rata 100-hari untuk saat ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 1,5% untuk menetap di level $ 1,184.10 per ons pada pukul 1:47 siang di Comex New York, penurunan terbesar sejak 19 Mei.
Harga-harga berjatuhan setelah pekan lalu mencatatkan reli terbesar dalam sebulan terhadap sinyal dari Federal Reserve bahwa kenaikan suku bunga AS akan melambat. Namun, para pembuat kebijakan menunjukkan bahwa mereka berada di jalur untuk mengetatkan kebijakan moneter tahun ini.
Emas bisa turun ke level $ 1.050, yang merupakan terendah sejak Februari 2010, karena naiknya suku bunga, perkiraan Mitsubishi Corp. pekan lalu. suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik bullion karena komoditas tidak membayar bunga atau memberikan hasil seperti aset lain misalnya obligasi dan ekuitas.
Perak untuk pengiriman Juli naik 0,2% ke level $ 16,142 per ons di Comex.(frk)
Sumber: Bloomberg
Ekuitas global menguat setelah Yunani mempresentasikan rencana baru untuk mencegah default, dengan Indeks Stoxx Europe 600 menguat tajam dalam enam minggu terakhir. Reli saham memicu kurang berminatnya investor kepada logam mulia, dan perdagangan emas sekitar 18% di bawah rata-rata 100-hari untuk saat ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 1,5% untuk menetap di level $ 1,184.10 per ons pada pukul 1:47 siang di Comex New York, penurunan terbesar sejak 19 Mei.
Harga-harga berjatuhan setelah pekan lalu mencatatkan reli terbesar dalam sebulan terhadap sinyal dari Federal Reserve bahwa kenaikan suku bunga AS akan melambat. Namun, para pembuat kebijakan menunjukkan bahwa mereka berada di jalur untuk mengetatkan kebijakan moneter tahun ini.
Emas bisa turun ke level $ 1.050, yang merupakan terendah sejak Februari 2010, karena naiknya suku bunga, perkiraan Mitsubishi Corp. pekan lalu. suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik bullion karena komoditas tidak membayar bunga atau memberikan hasil seperti aset lain misalnya obligasi dan ekuitas.
Perak untuk pengiriman Juli naik 0,2% ke level $ 16,142 per ons di Comex.(frk)
Sumber: Bloomberg
Bursa Saham AS Ditutup Menguat Ditengah Berita Merger Perusahaan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Saham
AS menguat, dengan Indeks Standard & Poor 500 sebelumnya mengalami
kenaikan mendekati rekornya, seiring dengan perusahaan Cigna Corp dan
Williams Cos. melonjak karena berita merger ditengah optimisme terhadap
pembicaraan utang Yunani.
Indeks S&P 500
naik 0,6 % ke level 2,122.99 pada pukul 4 sore waktu New York, setelah
sebelumnya rally sebesar 0,9 % menuju penutupan tertingginya yang
ditetapkan pada bulan lalu. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite menguat
0,7 % ke level tertinggi sepanjang masa.
Pembuat kebijakan
Eropa menyatakan bahwa Yunani akan mencapai kesepakatan setelah
pemerintah Perdana Menteri Alexis Tsipras menyampaikan proposal terbaru
pada menit-menit terakhir pertemuan. Pemimpin kawasan euro akan
mengadakan pertemuan di Brussels, di mana Tsipras memiliki kesempatan
untuk menempatkan kasus untuk Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden
Prancis Francois Hollande.
Jumat kemarin, Indeks
S&P 500 mencatat kenaikan mingguan terbesarnya sejak April lalu
setelah Federal Reserve menyatakan bahwa bank sentral tidak akan
menaikkan suku bunga secepatnya karena untuk memulihkan perekonomian.
(knc)
Sumber : Bloomberg
Sunday, 21 June 2015
Presiden Jokowi Kembali Nge-tweet, Twitter Sumringah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/6) - Twitter menyambut senang dengan aktifnya kembali Presiden Joko Widodo
(Jokowi) di Twitter sejak Minggu, 21 Juni 2015. Sang Presiden
mem-posting tweet pertamanya dari akun @jokowi, saat menjalankan sahur
dengan keluarga.
Pihak Twitter meyakini akun @jokowi akan menjadi sarana Jokowi untuk berinteraksi secara real-time dengan masyarakat Indonesia, dan akan terus menjadi akun pribadi resmi Presiden.
"Kami senang menyambut kembalinya Presiden Joko Widodo ke Twitter dengan akun resmi @jokowi. Twitter telah lama digunakan oleh para pemimpin dunia, politisi, dan influencer di Indonesia untuk bertukar ide dan berinteraksi secara real-time dengan masyarakat Indonesia," ungkap Partnerships Manager Twitter Indonesia, Teguh Wicaksono, dalam keterangan resminya.
Bagi pemimpin negara, katanya, Twitter adalah perangkat digital governance yang kuat untuk bertukar pikiran dengan banyak pihak, mulai dari anggota pemerintahan, pemberi suara, serta masyarakat. Dilanjutkannya, Twitter saat ini telah menjadi platform global untuk diplomasi digital antar negara.
"Kami percaya akun @jokowi akan menjadi kanal komunikasi yang efektif bagi Pak Presiden dan kami akan mendukung usahanya untuk terus terhubung dengan masyarakat di Indonesia dan di belahan dunia manapun," sambungnya.
Hanya membutuhkan waktu beberapa menit setelah aktifnya akun @jokowi di Twitter untuk memancing perhatian para followers-nya. Terlebih lagi, Minggu, 21 Juni 2015 juga bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-54.
Para follower @jokowi menyampaikan ucapan selamat ulang tahun dengan mengunggah tweet menggunakan tagar #HBDjokowi dan menjadi Twitter trend topic nomor 1 di Indonesia.
(din/dew)
Sumber : Liputan6
Pihak Twitter meyakini akun @jokowi akan menjadi sarana Jokowi untuk berinteraksi secara real-time dengan masyarakat Indonesia, dan akan terus menjadi akun pribadi resmi Presiden.
"Kami senang menyambut kembalinya Presiden Joko Widodo ke Twitter dengan akun resmi @jokowi. Twitter telah lama digunakan oleh para pemimpin dunia, politisi, dan influencer di Indonesia untuk bertukar ide dan berinteraksi secara real-time dengan masyarakat Indonesia," ungkap Partnerships Manager Twitter Indonesia, Teguh Wicaksono, dalam keterangan resminya.
Bagi pemimpin negara, katanya, Twitter adalah perangkat digital governance yang kuat untuk bertukar pikiran dengan banyak pihak, mulai dari anggota pemerintahan, pemberi suara, serta masyarakat. Dilanjutkannya, Twitter saat ini telah menjadi platform global untuk diplomasi digital antar negara.
"Kami percaya akun @jokowi akan menjadi kanal komunikasi yang efektif bagi Pak Presiden dan kami akan mendukung usahanya untuk terus terhubung dengan masyarakat di Indonesia dan di belahan dunia manapun," sambungnya.
Hanya membutuhkan waktu beberapa menit setelah aktifnya akun @jokowi di Twitter untuk memancing perhatian para followers-nya. Terlebih lagi, Minggu, 21 Juni 2015 juga bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-54.
Para follower @jokowi menyampaikan ucapan selamat ulang tahun dengan mengunggah tweet menggunakan tagar #HBDjokowi dan menjadi Twitter trend topic nomor 1 di Indonesia.
(din/dew)
Sumber : Liputan6
Asyik, Main Game di Ponsel Samsung Sekarang Bisa Direkam
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/6) - Banyaknya video Let's Play yang beredar di jejaring video YouTube
rupanya bisa `menggoda` Anda agar dapat memanfaatkan segala cara untuk
bisa menjadi seperti para bintang YouTube yang juga merupakan gamer.Sebut saja PewDiePie, TheRadBrad, Markiplier dan masih banyak gamer YouTube lainnya mendulang sukses karena deretan video walkthrough video game-nya yang begitu menarik dan populer.
Kini, keinginan Anda tersebut bisa menjadi kenyataan. Anda bisa menjadi seorang gamer yang mampu memperlihatkan game yang Anda mainkan lengkap dengan komentar dan bahkan wajah Anda dapat terpampang di video yang direkam tersebut, seperti video Let's Play.
Adalah Samsung yang rupanya meluncurkan sebuah aplikasi khusus yang dapat merekam alur permainan di game Anda.
Kali ini, perusahaan produsen perangkat elektronik asal Korea Selatan tersebut menghadirkan sebuah aplikasi bernama Dubbed Game Recorder+.
Aplikasi ini, tentunya dapat merekam sesi permainan Anda lengkap dengan komentar dan juga mampu merekam wajah Anda ketika memainkan game tersebut lewat kamera depan. Demikian dilansir laman Ubergizmo, Senin (22/6/2015).
Dengan aplikasi ini, Anda tak perlu takut alur permainan yang Anda tunjukkan selama direkam bisa berhenti. Layaknya sebuah fitur perekam video, aplikasi ini akan terus merekam permainan Anda dan akan berhenti jika memang Anda menghentikkannya secara langsung.
Bahkan, aplikasi ini mampu merekam video permainan game Anda dengan kualitas Full HD 1080p dan langsung bisa meng-uploadnya ke YouTube setelah Anda selesai meng-editnya. Cukup mudah bukan?
Bahkan, aplikasi ini tersedia secara gratis untuk Samsung. Sayangnya, aplikasi ini baru hanya tersedia untuk beberapa perangkat `kelas atas` Samsung, mulai dari Samsung Galaxy S6, S6 Edge, Galaxy S5, Note 4, S4 dan Note 3.
Sumber : Liputan6
Kini, keinginan Anda tersebut bisa menjadi kenyataan. Anda bisa menjadi seorang gamer yang mampu memperlihatkan game yang Anda mainkan lengkap dengan komentar dan bahkan wajah Anda dapat terpampang di video yang direkam tersebut, seperti video Let's Play.
Adalah Samsung yang rupanya meluncurkan sebuah aplikasi khusus yang dapat merekam alur permainan di game Anda.
Kali ini, perusahaan produsen perangkat elektronik asal Korea Selatan tersebut menghadirkan sebuah aplikasi bernama Dubbed Game Recorder+.
Aplikasi ini, tentunya dapat merekam sesi permainan Anda lengkap dengan komentar dan juga mampu merekam wajah Anda ketika memainkan game tersebut lewat kamera depan. Demikian dilansir laman Ubergizmo, Senin (22/6/2015).
Dengan aplikasi ini, Anda tak perlu takut alur permainan yang Anda tunjukkan selama direkam bisa berhenti. Layaknya sebuah fitur perekam video, aplikasi ini akan terus merekam permainan Anda dan akan berhenti jika memang Anda menghentikkannya secara langsung.
Bahkan, aplikasi ini mampu merekam video permainan game Anda dengan kualitas Full HD 1080p dan langsung bisa meng-uploadnya ke YouTube setelah Anda selesai meng-editnya. Cukup mudah bukan?
Bahkan, aplikasi ini tersedia secara gratis untuk Samsung. Sayangnya, aplikasi ini baru hanya tersedia untuk beberapa perangkat `kelas atas` Samsung, mulai dari Samsung Galaxy S6, S6 Edge, Galaxy S5, Note 4, S4 dan Note 3.
Sumber : Liputan6
Bukan Samsung atau Apple, Inilah Smartphone Pertama di Dunia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/6) - Penggunaan istilah ponsel pintar (smartphone) di pertengahan era tahun
90-an mengacu pada ponsel yang memiliki kemampuan tidak hanya sebatas
pada berkirim pesan singkat (SMS) dan melakukan panggilan telepon saja.
Mungkin sebagian dari Anda masih ingat dengan ponsel seri Communicator
pertama besutan Nokia pada 1996 yang memiliki fitur layaknya sebuah
komputer?
Tak dapat dipungkiri kesuksesan Nokia Communicator menjadi penanda kemunculan ponsel pintar di era digital saat ini. Meski namanya kemudian tenggelam dan memunculkan produsen kelas dunia lainnya seperti Apple atau Samsung. Namun ternyata bukan tiga perusahaan besar tersebut yang menjadi pembesut ponsel pintar pertama di dunia.
Lalu siapa sebenarnya produsen smartphone pertama tersebut?
Tren penggunaan istilah smartphone di tahun 1995 ternyata sudah dimulai pertama kali pada awal 1992. Adalah Simon Personal Communicator besutan IBM, yang memilki fungsi jauh melebih ponsel yang banyak beredar saat itu.
Simon menjadi smartphone pertama yang menggabungkan fungsi telepon seluler dan PDA (Personal Data Assistant) dalam satu perangkat. Dengan kecerdasannya itu, Simon menjadi smartphone yang dibekali layar sentuh monochrome berukuran 4,5 inci dan sebuah stylus untuk mengoperasikan fitur di dalamnya.
Layaknya sebuah asisten digital pribadi, Simon pun mampu mengirim dan menerima email dan faksimili. Pengguna juga bisa langsung menuliskan catatan kecil, pengingat, buku telepon, kalendar dan jadwal kegiatan sehari-hari.
Dengan ukurannya yang jauh lebih besar dibanding ponsel pintar saat ini, Simon juga didukung dengan memori internal yang cukup untuk disematkan aplikasi besutan pihak ketiga. Tak hanya itu, sebuah kartu memori khusus bisa disertakan untuk menambah ruang penyimpanan.
Meski tidak setenar iPhone atau ponsel Android saat ini, IBM seperti catatan Bloomberg Businessweek berhasil memasarkan sedikitnya 50.000 unit Simon. Lalu berapa banderol harga ponsel ini?
Menurut majalah Byte, seperti yang dilansir laman Business Insider, saat resmi dirilis pada 1992 lalu, Simon dijual seharga US$ 899 dengan sistem kontrak atau setara dengan US$ 1.435 saat ini.
(vin/dew)
Sumber : Liputan6
Tak dapat dipungkiri kesuksesan Nokia Communicator menjadi penanda kemunculan ponsel pintar di era digital saat ini. Meski namanya kemudian tenggelam dan memunculkan produsen kelas dunia lainnya seperti Apple atau Samsung. Namun ternyata bukan tiga perusahaan besar tersebut yang menjadi pembesut ponsel pintar pertama di dunia.
Lalu siapa sebenarnya produsen smartphone pertama tersebut?
Tren penggunaan istilah smartphone di tahun 1995 ternyata sudah dimulai pertama kali pada awal 1992. Adalah Simon Personal Communicator besutan IBM, yang memilki fungsi jauh melebih ponsel yang banyak beredar saat itu.
Simon menjadi smartphone pertama yang menggabungkan fungsi telepon seluler dan PDA (Personal Data Assistant) dalam satu perangkat. Dengan kecerdasannya itu, Simon menjadi smartphone yang dibekali layar sentuh monochrome berukuran 4,5 inci dan sebuah stylus untuk mengoperasikan fitur di dalamnya.
Layaknya sebuah asisten digital pribadi, Simon pun mampu mengirim dan menerima email dan faksimili. Pengguna juga bisa langsung menuliskan catatan kecil, pengingat, buku telepon, kalendar dan jadwal kegiatan sehari-hari.
Dengan ukurannya yang jauh lebih besar dibanding ponsel pintar saat ini, Simon juga didukung dengan memori internal yang cukup untuk disematkan aplikasi besutan pihak ketiga. Tak hanya itu, sebuah kartu memori khusus bisa disertakan untuk menambah ruang penyimpanan.
Meski tidak setenar iPhone atau ponsel Android saat ini, IBM seperti catatan Bloomberg Businessweek berhasil memasarkan sedikitnya 50.000 unit Simon. Lalu berapa banderol harga ponsel ini?
Menurut majalah Byte, seperti yang dilansir laman Business Insider, saat resmi dirilis pada 1992 lalu, Simon dijual seharga US$ 899 dengan sistem kontrak atau setara dengan US$ 1.435 saat ini.
(vin/dew)
Sumber : Liputan6
Subscribe to:
Posts (Atom)

