BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/5) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal menguat terbatas pada perdagangan saham awal pekan ini. Gerak nilai tukar rupiah dan sentimen bursa saham global masih akan mempengaruhi laju IHSG.
Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menuturkan IHSG berpeluang naik terbatas. Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat terbatas pada akhir pekan lalu dapat mendorong penguatan IHSG di awal pekan. Sedangkan sentimen lainnya akan datang dari rilis data ekonomi di Eropa seperti data manufaktur.
Sedangkan sentimen dalam negeri, Hans mengatakan, pelaku pasar menunggu kenaikan peringkat Indonesia dari lembaga pemeringkat internasional S&P. Pelaku pasar juga menanti keputusan pembahasan pengampunan pajak/tax amnesty.
Ia menambahkan, laju nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih melemah akan berlanjut pada awal pekan ini.
Hans menilai, tekanan laju rupiah itu terjadi lantaran pelaku pasar khawatir terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS. Hal itu mengingat bank sentral AS memberikan sinyal kenaikan suku bunga pada Juni. "Pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga akan terbatas," ujar Hans.
Dengan melihat kondisi itu, Hans memperkirakan IHSG menguat terbatas di kisaran resistance 4.725-4.748 dan support di level 4.690-4.700.
Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan IHSG akan kembali bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak di kisaran 4.685-4.740 pada awal pekan ini.
Sebelumnya IHSG ditutup naik terbatas 7,66 poin atau 0,17 persen ke level 4.711,88. Sektor saham industri dasar dan aneka industri memimpin penguatan sektoral setelah terkoreksi cukup dalam sejak awal Mei.
Sumber : Liputan6
Sunday, 22 May 2016
Sepi Sentimen, Laju IHSG Bakal Mendatar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/5) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung mendatar pada perdagangan saham sepekan ini. Alasannya, belum ada sentimen positif yang mampu menggerakan IHSG ke zona positif.
Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo menerangkan, minimnya sentimen membuat pelaku pasar cenderung wait and see. Apalagi, kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga tidak menentu.
"Sepertinya market masih wait and see. Tidak ada sentimen yang bagus," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (23/5/2016).
Lebih lanjut,Satrio juga mengatakan pelaku pasar juga mengurangiagresifitasnya menjelang bulan puasa. MenurutSatrio hal tersebut merupakan tren yang kerap terjadi karena menjelang puasa pasar enggan berspekulasi.
Dia mengatakan, sentimen yang mampu mengangkat IHSG ialah hasil survei lembaga pemeringkat dunia Standard and Poor's (S&P). Sayangnya, hasil survei S&P tak bisa diprediksi. "Kalau tiba-tiba mengeluarkan ratting bisa naik kencang (IHSG)," ujar dia.
Satrio memperkirakan IHSG berada pada rentang support 4.690-4.650 dan resistance pada level 4.750-4.900.
Analis NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG bakal melemah pada perdagangan sepekan ke depan. Pasalnya, penguatan IHSG pada perdagangan saham pekan lalu belum menunjukkan jika pelemahan IHSG bakal berakhir.
"Apalagi laju pasar obligasi dan rupiah masih berada dalam tren pelemahannya," kata dia dalam ulasannya.
Dia mengatakan, IHSG bakal berada pada support 4.675-4.720 sementara resistance pada level 4.765-4.777.
Sumber : Liputan6
Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo menerangkan, minimnya sentimen membuat pelaku pasar cenderung wait and see. Apalagi, kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga tidak menentu.
"Sepertinya market masih wait and see. Tidak ada sentimen yang bagus," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (23/5/2016).
Lebih lanjut,Satrio juga mengatakan pelaku pasar juga mengurangiagresifitasnya menjelang bulan puasa. MenurutSatrio hal tersebut merupakan tren yang kerap terjadi karena menjelang puasa pasar enggan berspekulasi.
Dia mengatakan, sentimen yang mampu mengangkat IHSG ialah hasil survei lembaga pemeringkat dunia Standard and Poor's (S&P). Sayangnya, hasil survei S&P tak bisa diprediksi. "Kalau tiba-tiba mengeluarkan ratting bisa naik kencang (IHSG)," ujar dia.
Satrio memperkirakan IHSG berada pada rentang support 4.690-4.650 dan resistance pada level 4.750-4.900.
Analis NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG bakal melemah pada perdagangan sepekan ke depan. Pasalnya, penguatan IHSG pada perdagangan saham pekan lalu belum menunjukkan jika pelemahan IHSG bakal berakhir.
"Apalagi laju pasar obligasi dan rupiah masih berada dalam tren pelemahannya," kata dia dalam ulasannya.
Dia mengatakan, IHSG bakal berada pada support 4.675-4.720 sementara resistance pada level 4.765-4.777.
Sumber : Liputan6
Minyak Mendekati $ 48 Setelah Berakhirnya Kontrak Bulan Juni di New York
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/5) - Minyak
diperdagangkan mendekati $ 48 per barel setelah kontrak untuk bulan
Juni turun dan berakhir di New York pada Jumat pekan lalu.
Minyak berjangka untuk pengiriman Juli turun sebanyak 0,7 persen setelah West Texas Intermediate
(WTI) untuk bulan Juni berakhir pada Jumat pekan lalu, turun 0,9
persen. Minyak berjangka masih menguat minggu lalu di tengah rendahnya
produksi minyak mentah AS dan gangguan pasokan di Kanada dan Nigeria.
Minyak mentah WTI
berada di level $ 48,18 per barel di New York Mercantile Exchange, turun
23 sen, pada pukul 09:09 pagi waktu Sydney. Minyak WTI turun 41 sen
menjadi $ 47,75 pada hari Jumat. Total volume perdagangan sekitar 67
persen di bawah rata-rata 100-hari.
Minyak Brent berada 16
sen lebih rendah di level $ 48,56 per barel di ICE Futures Europe
exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent turun 0,2 persen menjadi
$ 48,72 pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global diperdagangkan
lebih besar 36 sen dari WTI untuk bulan Juli.(frk)
Sumber: Bloomberg
Bursa Jepang Dibuka Turun, Dipimpin Oleh Perusahaan Energi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/5) - Bursa
saham Jepang dibuka melemah di Tokyo, dipimpin oleh perusahaan energi
dan utilitas, karena turunnya harga minyak mentah dan investor masih
mempertahankan sikap wait-and-see setelah pertemuan Kelompok Tujuh (G-7) Menteri Keuangan di Jepang selama akhir pekan.
Indeks Topix merosot
0,6 persen menjadi 1,334.86 pada pukul 09:02 pagi di Tokyo, dengan dua
saham turun untuk setiap saham yang naik. Indeks Nikkei 225 Stock
Average turun 0,7 persen menjadi 16,627.95. Yen diperdagangkan di level
110,04 per dolar setelah pembicaraan dua hari antara kepala keuangan G-7
ditandai dengan perselisihan antara AS dan Jepang atas kebijakan nilai
tukar. Minyak memperpanjang kerugian karena para pedagang mulai fokus
pada pertemuan OPEC pada pekan depan, dengan Iran mengklaim tidak akan
bergabung dengan pakta untuk pembekuan produksi.
Komentar yang
menggerakan yen oleh Menteri Keuangan Jepang Taro Aso di Sendai pada
hari Jumat dan Sabtu mengisyaratkan pertumbuhan yang frustrasi tentang
dampak pada eksportir setelah mata uang melonjak 9 persen dalam tahun
ini terhadap dolar AS, memacu spekulasi bahwa kementerian keuangan
mungkin akan melakukan intervensi. Aso mengangkat isu tersebut dalam
pertemuannya dengan Menteri Keuangan AS Jacob J. Lew.(frk)
Sumber: Bloomberg
Thursday, 19 May 2016
Bursa AS Ditutup Turun di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga yang Tinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/5) - Bursa
saham AS melemah, dengan S&P 500 jatuh ke tujuh minggu terendah, di
tengah kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve pada awal
bulan depan bisa membebani ekonomi global yang sedang berjuang.
Ekuitas
memangkas kerugian dalam comeback sore hari karena indeks dolar
memotong kenaikannya. Komentar hawkish The Fed dalam risalah pertemuan
kemarin telah mendukung kenaikan dolar, menekan harga komoditas serta
perusahaan multinasional yang penjualannya di luar negeri dapat turun
oleh mata uang AS yang lebih kuat. Wal-Mart mengalami reli terkuat dalam
tujuh tahun terhadap pendapatan yang lebih baik dari estimasi, yang
menawarkan beberapa dukungan optimisme bahwa ekonomi Amerika mungkin
cukup kokoh untuk menangani suku bunga yang lebih tinggi.
Indeks
S&P 500 turun 0,4 persen menjadi 2,039.97 pada pukul 16:00 sore di
New York, menghapus keuntungan 2016 yang telah mendekati 3 persen.(frk)
Sumber: Bloomberg
Bursa AS Merosot di Tengah Kekhawatiran Atas Suku Bunga Yang Tinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/5) - Bursa
saham AS turun dalam pelemahan yang lebih luas, dengan S&P 500
jatuh ke level terendah dua bulan, di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan
suku bunga Federal Reserve pada awal bulan depan akan membebani ekonomi
global yang sedang berjuang.
Indeks
dolar naik menuju dua bulan tertinggi menyusul komentar hawkish The Fed
dalam hasil risalah dari pertemuannya kemarin, menekan harga minyak
mentah dan logam serta perusahaan multinasional yang penjualannya berada
di luar negeri dapat turun oleh penguatan mata uang AS. Saham perbankan
dan teknologi membantu mempercepat aksi jual pasaca reli kemarin,
dengan saham Microsoft Corp. dan Citigroup Inc. turun setidaknya 1,6
persen.
Indeks
S&P 500 turun 0,8 persen menjadi 2,030.34 pada pukul 12:50 siang di
New York, dengan indeks tersebut menghapus kenaikan dalam tahun 2016.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 155,15 poin, atau 0,9
persen, ke 17,371.47. Indeks tersebut telah mengalami penurunan
dalam setahun sejak terakhir kali mencapai semua waktu tertinggi.
Indeks Nasdaq Composite tergelincir 1,1 persen. Volume perdagangan saham
di S&P 500 adalah sekitar 8 persen di atas rata-rata 30-hari untuk
hari ini.
Risalah
dari pertemuan April The Fed mengindikasikan pembuat kebijakan bersedia
untuk menaikkan suku bunga pada bulan Juni jika perekonomian terus
membaik, yang menghantarkan S&P 500 pada hari Rabu untuk ayunan
intraday terlebar dalam tiga minggu terakhir. Beberapa peserta pertemuan
menyatakan keprihatinan bahwa pasar sedang tidak siap untuk
meningkatkan suku bunga pada bulan depan.(frk)
Sumber: Bloomberg
Minyak Berjangka Pangkas Kerugian Untuk Menetap Lebih Rendah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/5) - Minyak
berjangka memotong sebagian besar kerugian mereka sebelumnya Kamis
untuk menyelesaikan beberapa sen lebih rendah, rebound dari hampir satu
pekan terendah.
Risalah
Federal Reserve AS yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa
kenaikan suku bunga kemungkinan terjadi di bulan Juni, memberikan
dukungan untuk dolar AS dan menekan harga minyak dalam denominasi dolar
selama sesi hari Kamis. Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Juni
menetap hanya 3 sen lebih rendah di level $ 48,16 per barel di New York
Mercantile Exchange.(frk)
Sumber: MarketWatch
Emas Melemah Dengan Kemungkinan Adanya Kenaikan di Bulan Juni
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/5) - Emas
berjangka turun pada hari Kamis untuk menetap di level terendah dalam
tiga minggu sebagai tanda-tanda Federal Reserve bisa menaikkan suku
bunga pada bulan Juni yang mengurangi permintaan untuk logam kuning.
Emas
untuk pengiriman bulan Juni turun $ 19,60, atau 1,5%, untuk menetap di $
1,254.80 per ons. Harga belum pernah menetap pada level serendah ini
sejak 27 April. Perak untuk pengiriman bulan Juli turun 63,9 sen, atau
3,7%, ke $ 16,493 per ons untuk mengakhiri sesi pada titik terendah
sejak 18 April.
Penurunan
hari Kamis mengikuti penurunan emas di perdagangan elektronik pada Rabu
kemarin yang didorong oleh hasil risalah dari pertemuan Federal Reserve
di bulan April yang menunjukkan bank sentral secara serius
mempertimbangkan menaikkan suku bunga pada bulan Juni mendatang.(frk)
Sumber: MarketWatch
Dolar Menguat Terkait Spekulasi Langkah Suku Bunga The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/5) - Dolar
berada pada laju kenaikan untuk minggu ketiga, keuntungan terpanjang
beruntun dalam empat bulan, terkait spekulasi bahwa Federal Reserve akan
menaikkan suku bunga pada awal bulan depan.
Mata
uang AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama setelah Ketua
The Fed New York William Dudley mengatakan Juni adalah pertemuan
langsung dan Ketua The Fed Richmond Jeffrey Lacker mengatakan, kasus
untuk kenaikan suku bunga kemungkinan akan "sangat kuat." Mata uang
pasar berkembang mengalami kemerosotan, dengan won Korea Selatan dan
real Brasil berada diantara kerugian, karena suku bunga AS yang lebih
tinggi mengurangi daya tarik relatif dari aset tersebut.
Mata
uang AS memperpanjang rebound dari level terendah hampir satu tahun
yang dicapai pada awal bulan ini, dengan tanda-tanda kinerja ekonomi
yang lebih kuat menambah bukti yang dapat meyakinkan The Fed untuk
mengetatkan kebijakan. Hal tersebut menyokongan daya tarik relatif dari
dolar karena pembuat kebijakan di Eropa dan Jepang mengejar suku bunga
negatif dan pembelian obligasi yang agresif untuk memacu pertumbuhan dan
inflasi.
Indeks
Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang
utama, naik 0,1 persen pada pukul 12:02 siang di New York, setelah
menyentuh level tertinggi di atas dasar penutupan sejak 25 Maret.(frk)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 18 May 2016
Minyak Berjangka Berakhir Lebih Rendah, Tertekan Oleh Hasil Risalah FOMC
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/5) - Harga
minyak berbalik arah pada akhir hari Rabu untuk menetap sedikit lebih
rendah karena risalah dari pertemuan Federal Reserve AS menunjukkan
bahwa kenaikan suku bunga mungkin terjadi pada bulan Juni.
Berita
itu mendukung dolar AS dan menekan harga berdenominasi dolar untuk
minyak. Minyak mentah WTI untuk bulan Juni turun 12 sen, atau 0,3%,
untuk menetap di $ 48,19 per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga telah diperdagangkan lebih tinggi untuk sebagian besar sesi karena
penurunan yang lebih besar dari perkiraan dalam cadangan produksi
minyak mengisyaratkan prospek permintaan yang lebih tinggi untuk minyak
mentah.(frk)
Sumber: MarketWatch
Dolar Menguat Terhadap Euro, Yen Pasca Pembacaan Risalah The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/5) - Dolar
menguat Rabu ini terhadap rival-rival utamanya setelah risalah dari
pertemuan April The Fed mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga masih
merupakan kemungkinan pada pertemuan yang akan datang di bulan Juni.
Euro jatuh ke $ 1,1250
pasca pembacaan risalah, dibandingkan dengan $ 1,1289 sesaat sebelum
rilis data The Fed. Dolar naik menjadi 109,87 yen, dari sebelumnya
sebesar 109,60 yen. Pound turun ke $ 1,4589, dari $ 1,4630.
Pembuat kebijakan
mengatakan bahwa apakah mereka memutuskan untuk menaikkan suku pada
akhirnya akan bergantung pada kualitas data ekonomi AS di kuartal kedua.
Risalah tersebut menggambarkan komentar terbaru dari pejabat Fed,
termasuk Presiden The Fed New York William Dudley, yang mengatakan bahwa
kenaikan Juni masih tetap merupakan suatu kemungkinan.(mrv)
Sumber: MarketWatch
Emas Turun Karena Prospek Kenaikan Suku Bunga AS Telah Memperkuat Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/5) - Emas
melemah untuk pertama kalinya dalam empat sesi karena prospek suku
bunga AS yang lebih tinggi mendorong naik dolar, menekan daya tarik
logam sebagai investasi alternatif.
Ketua
Federal Reserve Atlanta Dennis Lockhart dan San Francisco John Williams
mengatakan pada hari Selasa bahwa setidaknya ada dua kenaikan suku
bunga yang dapat dibenarkan tahun ini, sementara ketua The Fed Dallas
Robert Kaplan mengatakan tindakan pada "pertemuan yang akan datang" akan
disesuaikan. Pada hari Selasa, data AS menunjukkan kenaikan biaya hidup
pada bulan April yang merupakan terbesar dalam tiga tahun terakhir.
Emas
berjangka untuk pengiriman Juni turun 0,2 persen untuk menetap di $
1,274.40 per ons pada pukul 1:43 siang di Comex New York.
Perak untuk pengiriman Juli turun 0,7 persen menjadi $ 17,132 per ons di Comex.(frk)
Sumber: Bloomberg
Bursa AS Ditutup Stagnan Karena Penguatan Dolar Pasca Risalah The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/5) - Bursa
saham AS berakhir sedikit berubah, dolar menguat dan Treasuries jatuh,
setelah risalah menunjukkan diskusi kenaikan suku bunga Federal Reserve
pada awal Juni ditimbang terhadap tanda-tanda ekonomi Amerika
mendapatkan momentum.
Pernyataan
The Fed dari pertemuan bulan April menunjukkan sebagian besar pembuat
kebijakan mengatakan kenaikan suku bunga akan sesuai pada bulan Juni
jika perekonomian terus membaik. Sinyal tersebut muncul sehari setelah
data pada inflasi konsumen, housing starts dan produksi industri yang
lebih baik dari perkiraan memicu pedagang berjangka untuk meningkatkan
kemungkinan peningkatan hingga 14 persen dari 4 persen. Probabilitas
melonjak ke 30 persen pada hari Rabu. The Fed menaikkan suku bunga pada
bulan Desember untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade setelah
biaya pinjaman mendekati nol yang membantu meningkatkan tiga kali lipat
dari ekuitas AS selama pasar bullish selama tujuh tahun.
Indeks
S&P 500 naik kurang dari 0,1 persen pada pukul 16:00 sore di New
York, setelah penurunan mencapai sebanyak 0,6 persen pada satu titik.
Sejak akhir pertemuan The Fed pada 27 April, indeks acuan turun sekitar
2,3 persen. Goldman Sachs Group Inc menurunkan ekuitas ke netral, dan
mengatakan bahwa mereka tidak terlihat atraktif kecuali perusahaan
membukukan pertumbuhan laba yang berkelanjutan.(frk)
Sumber: Bloomberg
Bursa AS Menguat Jelang Rilis Risalah Pertemuan The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/5) - Bursa
saham AS naik karena reli dalam saham perbankan membayangi kerugian di
antara perusahaan konsumen, sementara investor menunggu risalah
pertemuan Federal Reserve di tengah spekulasi biaya pinjaman bisa naik
secepatnya di bulan depan.
Bank-bank
yang terdaftar di S&P 500 melonjak tajam dalam satu bulan terakhir
terkait prospek suku bunga yang lebih tinggi karena naiknya imbal hasil
Treasury ke level tertinggi dalam dua minggu. Pengecer tetap berada di
bawah tekanan karena Target Corp. mencapai penurunan paling tajam sejak
2008 setelah melaporkan penjualan kuartalan yang meleset dari prediksi.
Indeks
S&P 500 naik 0,3 persen menjadi 2,052.76 pada pukul 12:48 siang di
New York, setelah kemarin turun 0,9 persen. Indeks Dow Jones Industrial
Average menambahkan 32,73 poin, atau 0,2 persen menjadi 17,562.71.
Indeks Nasdaq Composite naik 0,6 persen, didukung oleh keuntungan Apple
Inc. dan Qualcomm Inc. Volume perdagangan saham di S&P 500 sekitar 4
persen di bawah 30-hari rata-rata untuk hari ini.
Kemarin,
saham-saham menghapus reli di hari Senin setelah data pembangunan rumah
dan biaya hidup melampaui perkiraan, dan dua ketua The Fed mengatakan
sedikitnya dua kenaikan suku bunga dapat dibenarkan dalam tahun ini. Hal
tersebut memicu kekhawatiran bahwa biaya pinjaman bisa naik lebih cepat
dari yang diharapkan bahkan setelah pertumbuhan global melemah.(frk)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 17 May 2016
Membaiknya Data Ekonomi AS Memberi Godaan Bagi Pembeli Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/5) - Dolar
menjadi cukup murah untuk menggoda pembeli pascca kerugian selama tiga
bulan, menurut Bank of America Corp dan Toronto-Dominion Bank.
Keuntungan
bersih investor sebesar 12 persen mendapati bahwa greenback
undervalued, terbesar dalam 10 bulan, menurut survei Bank of America
bulan ini. Mata uang AS berada di peringkat buy terkuat di Kelompok 10
negara karena prospek peningkatkan ekonomi meningkatkan potensi bagi
Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lagi, kata Toronto-Dominion,
pemberi pinjaman terbesar kedua di Kanada.
Setelah
kerugian selama tiga bulan hingga April, Indeks Bloomberg Dollar Spot
telah meningkat selama dua minggu terakhir, pemangkasan kerugian tahun
ini sebesar 3,7 persen. Menandai kinerja ekonomi yang lebih kuat
menambah bukti yang dapat meyakinkan bank sentral untuk melakukan
pengetatan kebijakan. Kenaikan dalam greenback muncul karena inflasi,
penjualan ritel dan data kepercayaan konsumen indikasikan ekonomi
terbesar di dunia tersebut mencoba keluar pelemahan yang sedang terjadi.
Greenback
sedikit berubah di $ 1,1314 per euro dan 109,08 yen pada pukul 14:28
siang di New York. Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang
terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah.(frk)
Sumber: Bloomberg
Minyak Berjangka Tandai Penutupan Tertinggi Dalami 7 Bulan Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/5) - Harga
minyak naik Selasa ini untuk sesi kedua secara berturut-turut, dengan
harga yang berakhir pada level tertinggi sejak awal Oktober karena para
pedagang berspekulasi bahwa gangguan produksi yang baru-baru ini terjadi
akan mengurangi kelebihan pasokan dunia.
Pasar juga melihat ke depan untuk data persediaan minyak mentah AS, yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan mingguan.
Minyak mentah West
Texas Intermediate Juni naik 59 sen, atau 1,2%, untuk berakhir di $
48,31 per barel di New York Mercantile Exchange - penutupan tertinggi
untuk harga minyak berjangka sejak 9 Oktober lalu. Brent Juli berakhir di $ 49,28 per barel di bursa London™s ICE Futures exchange, naik 31 sen, atau 0,6%.(mrv)
Sumber: MarketWatch
Kekhawatiran Terhadap Utang China Memberi Dampak Positif Bagi Emas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/5) - Emas
naik untuk sesi ketiga beruntun karena memuncaknya kekhawatiran atas
utang China mendorong permintaan untuk logam sebagai penyimpan nilai.
Penambang termasuk Barrick Gold Corp. naik setelah miliarder George
Soros bergabung untuk mengurangi penimbunan bullion oleh investor.
Bullion
memberi manfaat untuk tahun ini dari kekhawatiran bahwa pertumbuhan
ekonomi global akan goyah, meredam prospek suku bunga yang lebih tinggi
dan mendasari permintaan untuk aset haven. Keuntungan tersebut terbawa
sampai pada penambang emas, dengan indeks dari 14 perusahaan yang
dilacak oleh Bloomberg Intelligence menggandakan pada tahun 2016.
Emas
berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,2 persen untuk menetap di $
1,276.90 per ons pada pukul 1:41 siang di Comex New York.
Sumber: Bloomberg
Bursa AS Ditutup Turun Bersama Treasury Terkait Spekulasi Suku Bunga The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/5) - Saham
AS melemah dan kurva imbal hasil Treasury sejajar dengan yang terkecil
sejak 2007 di tengah meningkatnya spekulasi bahwa The Fed melihat
pertumbuhan ekonomi cukup kuat untuk menaikkan suku bunga secepatnya di
bulan Juni.
Indeks S & P 500
Index menghapus reli Senin karena data ekonomi menunjukkan harga
konsumen yang lebih tinggi, dengan dengan lebih cepatnya penurunan pasca
sepasang pejabat The Fed
menyarankan agar suku bunga yang lebih tinggi dapat dijalankan.
Treasuries dua tahun, tiket keamanan yang paling sensitif terhadap
ekspektasi kebijakan The Fed, berada dalam kinerja yang kurang baik
dalam jangka waktu yang lebih lama, mengurangi hasil tambahan yang
menawarkan utang selama 10 tahun. Petroleo Brasileiro SA, produsen
minyak yang dikelola negara, menawarkan suku bunga di rekor tertinggi
demi menarik investor untuk penjualan obligasi internasional pertamanya
dalam setahun.
Ekuitas global telah
mampu memperpanjang kenaikannya setelah meraih empat bulan tertingginya
pada tanggal 20 April karena investor yang mempelajari data sebagai
petunjuk waktu dari langkah kebijakan The Fed berikutnya. Data hari
Selasa menunjukkan kenaikan terbaru dari harga konsumen dan konstruksi
-rumah sehari setelah pembacaan data manufaktur yang mengecewakan. Ada
sedikit bukti bahwa stimulus belum pernah terjadi sebelumnya dari Jepang
ke Eropa telah lonjakan awal pertumbuhan ekonomi mereka, menambah
kekhawatiran bahwa pengetatan di Amerika dapat menahan ekspansi global.
Presiden The Fed
Atlanta Dennis Lockhart dan Persiden The Fed San Francisco John Williams
mengatakan pada Selasa ini, dua kenaikan suku bunga tahun ini dapat
dibenarkan. Presiden The Fed Dallas Robert Kaplan mengatakan bahwa
kenaikan mungkin segera datang. Pedagang bursa berjangka mendorong
peluang untuk peningkatan pada bulan Juni menjadi 16 persen dari 4
persen pada Senin kemarin.
Indeks S & P 500
turun 0,9 persen menjadi 2,047.16 pada 16:00 sore di New York, setelah
reli sebesar 1 persen kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average turun
1 persen. Menyusul reli sebesar 15 persen dari terendahnya di Februari
untuk empat bulan pada tanggal 20 April, S & P 500 telah berjuang
untuk mempertahankan momentum di tengah rilis data laba yang bervariasi
dan tanda-tanda kenaikan ekonomi yang meragukan. Indeks tersebut turun 2,2 persen sejak saat itu.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)