Tuesday, 7 June 2016

Pound rebound seiring poling Brexit tunjukkan dukungan untuk bertahan di Uni Eropa

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Serangkaian jajak pendapat baru menunjukkan dukungan untuk Inggris bertahan di Uni Eropa, mendorong pound berada di level yang lebih tinggi pada hari Selasa.
Mata uang Inggris ini menghapus semua keuntungan dari hari sebelumnya seiring dua jajak pendapat baru menunjukkan pemilih condong menyuarakan Inggris untuk keluar di Uni Eropa jelang referendum yang dijuluki Brexit, pada 23 Juni nanti.
Serentetan jajak pendapat yang bertentangan dirilis selama seminggu terakhir telah menyebabkan perputaran di pound seiring hasil poling referendum berjarak tipis.
Pound diperdagangkan di level $ 1,4546 pada akhir Selasa di New York, dibandingkan dengan level $ 1,4455 pada akhir Senin.
Kekhawatiran tentang kemungkinan Inggris keluar dari Uni Eropa telah berdampak luas di pasar mata uang.
ICE AS Dollar index, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang rival, turun 0,1% menjadi 93,8470 dalam perdagangan terakhir.
Sumber: MarketWatch

Minyak Diatas $ 50, ditetapkan Pada Level Tertinggi Di Lebih Dari 10 Bulan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/2) - Harga minyak memperpanjang kenaikan menjadi dua sesi beruntun pada Selasa, dengan lanjutan produksi di Nigeria serta tanda-tanda kenaikan permintaan global yang membantu untuk mengangkat harga AS terakhir pada $ 50 hingga tingkat tertinggi sejak akhir Juli.
Namun para pedagang tetap waspada terhadap potensi bahwa kenaikan harga baru-baru ini dapat memacu peningkatan output.
Minyak mentah West Texas Intermediate naik 38 sen, atau 0,8%, ke level $ 50,07 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga belum diselesaikan pada level tertinggi ini sejak 21 Juli.
Minyak mentah Brent Agustus di bursa ICE Futures London naik 59 sen, atau 1,2%, ke level $ 51,14 per barel, dengan harga yang ditetapkan pada level tertinggi sejak 9 Oktober.(yds)
Sumber: MarketWatch

Emas Melemah seiring Cina Hentikan Rentetan Pembelian Cadangan Emas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Emas mengalami penurunan pertama dalam tiga sesi menyusul Cina, yang merupakan konsumen top dunia unutk logam, menahan diri dari menambahkan bullion untuk cadangan mereka, sehingga memicu kekhawatiran bahwa permintaan fisik untuk logam kuning ini  melemah.
Bank Rakyat China mempertahankan aset emas tidak berubah pada bulan Mei, setelah harga melonjak dalam empat bulan pertama tahun ini. Negara Asia mendorong kepemilikan selama 10 bulan berturut hingga April, menyusul pengungkapan peningkatan 57 persen kepemilikan sejak tahun 2009.
Tanda-tanda melemahnya permintaan fisik menambah angin ribut untuk emas seiirng investor mengevaluasi untuk waktu kenaikan suku bunga AS. Suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik logam mulia dikarenakan ketidakmampuan logam ini menawarkan imbal hasil atau bunga. Dalam pidatonya Senin lalu, Ketua Federal Reserve Janet Yellen cenderung mengatakan hal yang kurang spesifik jika dibandingkan dengan pernyataan Yellen sebelumnya dalam menggambarkan kapan dia pikir Fed harus mengetatkan kebijakan moneter lagi.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus tergelincir kurang dari 0,1 persen untuk menetap di level $ 1.247 per ounce pada pukul 1:41 siang waktu New York di Comex. Bullion bertambah 2,9 persen selama dua sesi sebelumnya terkait dengan indikasi dari pasar tenaga kerja AS yang melemah, memicu spekulasi bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bulan ini atau pada bulan berikutnya.
Sementara Yellen mengatakan dia masih berpikir suku bunga "mungkin akan perlu dinaikkan secara bertahap dari waktu ke waktu," pedagang memberikan probabilita mendekati nol untuk kemungkinan bahwa pembuat kebijakan akan meningkatkan biaya pinjaman pada bulan Juni. Kemungkinan tidak akan berada di atas 50 persen sampai Desember, Data dari Fed fund futures menunjukkan.
Holdings di exchange-traded funds yang didukung emas bertambah 1,9 metrik ton menjadi 1.860 ton pada hari Senin. Itu merupakan level tertinggi sejak November 2013, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan. Aset naik untuk hari kelima berturut-turut. (Sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Dibuka Berayun Ditengah Jatuhnya Sektor Eksportir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian seiring penurunan sektor eksportir pada yen sementara saham energi menguat setelah harga minyak mentah berjangka naik di atas $ 50 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli lalu. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara tumbuh lebih dari perkiraan awal.
Indeks Topix sedikit berubah pada level 1,340.28 pada pukul 09:13 pagi waktu Tokyo, setelah naik sebanyak 0,3 % dan jatuh 0,1 %. Sementara itu, Yen menguat 0,3 % diperdagangkan pada level 107,09 per dolar setelah kemarin lebih tinggi. Data direvisi menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh 1,9 % pada basis tahunan di kuartal pertama, lebih tinggi dari perkiraan awal untuk kenaikan 1,7 %.
Bank of Japan (BOJ) akan mengadakan pertemuan pada tanggal 16 Juni untuk mengkaji kebijakan moneter, sehari setelah Federal Reserve memutuskan apakah akan menaikkan biaya pinjaman. Pada hari Senin, Ketua Fed Janet Yellen mengatakan ekonomi sedang mengalami kemajuan meskipun tanda-tanda pertumbuhan pekerjaan melambat, membuat investor lebih nyaman dengan prospek untuk tingkat suku bunga secara bertahap. Peluang untuk peningkatan biaya pinjaman Amerika jatuh ke 18 % di bulan Juli, dari sebelumnya lebih dari 50 % pada pekan lalu.
Indeks Nikkei 225 Stock Average sedikit berubah di level 16,667.23 hari Rabu, sementara Indeks S&P 500 berjangka juga stagnan. Yang mendasari Indeks AS ditutup dekati semua waktu tertinggi dengan keuntungan pada harga minyak mentah mendorong saham energi lebih tinggi. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Pangkas Gain, S&P 500 Diperdagangkan Di Level Tertinggi Sepanjang Masa

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Indeks S&P 500 memangkas banyak gainnya di satu jam terakhir perdagangan, setelah Indeks acuan datang 0,5% dari melebihi level tertinggi sepanjang masanya.
Reli pada produsen energi serta operator penerbangan melampaui penurunan pada saham kesehatan dan saham perbankan. Chevron Corp dan Exxon Mobil Corp naik setidaknya 1,5%. Indeks Bloomberg AS Airlines naik tajam dalam tiga bulan setelah JPMorgan Chase & Co mengatakan JetBlue Airways Corp menaikkan tarif domestiknya sebesar $ 3 setiap perjalanan, sehingga memacu operator penerbangan lainnya untuk menyesuaiakan di persaingan pasar\. Saham perawatan kesehatan memimpin penurunan Biogen Inc merosot 13% setelah percobaan obat multiple sclerosis gagal dalam uji coba di tahap pertengahan.
Indeks S&P 500 naik 0,1% menjadi 2,112.22 pada 16:00 sore di New York, setelah naik sebanyak 0,5%. Itu merupakan penutupan tertinggi sejak Juli, sedangkan volume di bursa AS adalah 13% di bawah rata-rata tiga bulan. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 20,55 poin, atau 0,1%, ke level 17,940.88 hari ini, setelah sempat melampaui level 18.000 untuk pertama kalinya sejak April.
Saham energi membukukan gain terbesarnya, naik ke level tertinggi sejak November, minyak menguat sebelum data pemerintah AS diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah turun untuk pekan ketiga. Dengan semua saham turuun kecuali tiga saham di Indeks Energi S&P 500 menguat.(yds)
Sumber: Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Monday, 6 June 2016

Emas Berjangka Naik seiring Taruhan Fed akan Tunda Kenaikan Suku Bunga Meningkat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/6) - Akhirnya, emas ditutup dengan gain beruntun pertama dalam hampir tiga minggu menyusul investor mempertimbangkan kembali pembacaan hawkish awal pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen.
Yellen menyebut penambahan kenaikan bertahap suku bunga pas untuk dilakukan tanpa menentukan waktu yang tepat untuk tindakan tersebut, sehingga mengirim harga emas berayun. Komentar nya, dalam teks yang disiapkan untuk pidato hari Senin, kurang spesifik daripada pernyataan sebelumnya dalam menggambarkan kapan dia pikir Fed harus menaikkan suku bunga lagi. Pada tanggal 27 Mei, katanya, kemungkinan kenaikan akan pas untuk dilakukan pada "bulan-bulan mendatang."
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus menguat 0,4 persen untuk menetap di level $ 1,247.40 per ounce pada pukul 1:40 siang waktu New York di Comex, memperpanjang kenaikan 2,5 persen Jumat lalu. Hal itu membuat kenaikan tahun ini menjadi 18 persen.
Harga meraih lonjakan terbesar dalam 11 minggu pada hari Jumat, setelah AS menambahkan pekerja dengan jumlah terkecil dalam hampir enam tahun, meningkatkan keraguan bahwa ekonomi cukup kuat untuk menahan kebijakan moneter yang lebih ketat. Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik investasi logam mulia seiring kertidakmampuan logam ini menawarkan imbal hasil atau dividen.
Pedagang memberikan probabilitas 2 persen bahwa Fed akan menaikkan suku bulan ini, dibandingkan dengan 30 persen seminggu sebelumnya, Fed Fund futures menunjukkan.
Kepemilikan di exchange-traded funds yang didukung emas naik 6,2 metrik ton menjadi 1,858.2 ton pada hari Jumat, dan tercatat sebagai tingkat tertinggi sejak November 2013, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan. (Sdm)
Sumber: Bloomberg 
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Dolar Berfluktuasi Pasca Komentar Janet Yellen Terkait Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/6) - Dolar sedikit berubah bahkan setelah Federal Reserve Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan akan meningkatkan suku bunga tambahan secara bertahap, tanpa menentukan waktu yang tepat mereka.
Indeks Bloomberg Spot Dollar berfluktuasi setelah penurunan 1,6% pekan lalu, yang dipicu oleh laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan para pengusaha pada Mei menambahkan jumlah paling sedikit pekerjaan dalam hampir enam tahun. Dalam pidato di Philadelphia Senin, Yellen mengatakan mendukung pertumbuhan pekerjaan AS serta inflasi yang lebih tinggi masih akan mungkin lebih besar daripada perkembangan negatif.
Dolar sedikit berubah pada $ 1,1372 per euro pada 12:53 di New York, setelah melemah 1,9% pada sesi sebelumnya. Reli 0,4% menjadi ¥106,98, menghentikan penurunan empat hari. Indeks dolar Bloomberg, yang menelusuri mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah setelah merosot 1,5% pada 3 Juni, level tertinggi sejak 3 Februari.(yds)
Sumber: Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Bursa Asia Naik Diiringi Pelemahan Yen, Saham Komoditi Rally

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/6) - Saham Asia naik karena melemahnya yen mendorong sektor eksportir Jepang dan penguatan saham komoditas setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi AS cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga secara bertahap.
Indeks MSCI Asia Pacific naik untuk hari ketiga untuk memperpanjang lima minggu tertinggi, menguat 0,4 % ke level 130,45 pada pukul 09:16 pagi waktu Tokyo. Dolar melonjak tajam dalam tiga minggu terakhir terhadap yen seiring komentar Yellen yang mengatakan positif dalam perekonomian AS lebih besar daripada negatif, dan menegaskan kembali pandangan kenaikan suku bunga dilakukan bertahap.
Ekuitas di AS pada hari Senin naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir dan dalam 1 % dari semua waktu tertinggi terkait kekhawatiran investor mengenai kekuatan ekonomi AS mereda menyusul pidato Yellen, yang juga menghilangkan referensi dari Ketua Fed ketika kemungkinan melihat ke arah kenaikan suku bunga. Pedagang berjangka menurunkan kemungkinan lonjakan pada bulan Juli menjadi 21 % setelah pidatonya dari 27 %. Kemungkinan kenaikan di bulan September naik tipis menjadi 42 %. (knc)
Sumber : Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Saham Jepang Dibuka Lebih Tinggi Pasca Komentar Yellen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/6) - Saham Jepang naik setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen meyakinkan investor bahwa ekonomi AS berada di penguatan perusahaan dan tingkat kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap. Sementara itu, Pelemahan yen memicu sektor eksportir yang lebih tinggi.
Komentar Yellen yang meyakinkan bagi investor di Tokyo setelah dolar jatuh terhadap yen pada Jumat lalu menyusul lesunya data pekerjaan AS yang berada di level terendah sejak 2010, meredam prospek untuk perusahaan-perusahaan Jepang yang mengandalkan penjualan di luar negeri. Ekuitas AS pada hari Senin naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan tertinggi seiring kecemasan atas kekuatan ekonomi mereda pasca pidato Yellen, yang menghilangkan referensi kapan The Fed mungkin akan menaikkan suku bunga.
Indeks Topix menguat 0,3 % ke level 1,335.75 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo, dengan sekitar dua kali jumlah saham yang naik untuk setiap saham yang turun. Indeks Nikkei 225 Stock Average meningkat 0,3 % ke level 16,626.07. Yen diperdagangkan pada level 107,38 per dolar setelah melemah 1 % pada hari Senin, yang terbesar sejak 18 Mei lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Reli, S&P 500 Kembali Catat Gain Ke Tertinggi Tujuh Bulan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/6) - Saham AS menguat, dengan Indeks S & P 500 memperoleh kembali tujuh bulan, karena Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan ekonomi masih cukup kuat untuk menahan kenaikan bertahap dalam suku bunga meskipun tanda-tanda terbaru dari pertumbuhan pekerjaan.
Investor bergerak melewati gain bulanan terlemah dari sektor pekerjaan sejak 2010 guna berfokus pada pemamfaatan dari lemahnya dolar dan imbal hasil Treasury. Pemberi pinjaman rebound dari penurunan terburuknya dalam hampir dua bulan, sementara kenaikan harga minyak mentah membantu Halliburton Co meningkat ke tertinggi dalam hampir satu tahun, dan Transocean Ltd melonjak hampir 15%.
Indeks S&P 500 naik 0,5% menjadi 2,109.35 pada 16:00 sore di New York, 1% dari rekor yang dibuat pada tahun lalu.
Bank yang memulih setelah menyeret ekuitas ke terendah pada Jumat, karena imbal hasil Treasury pulih dari penurunan tajamnya dalam 11 bulan yang mendorong spekulasi suku bunga rendah akan terus membebani profitabilitas pemberi pinjaman. Kelompok ini menyentuh hampir lima bulan tertinggi pada Kamis menjelang lemahnya data pekerjaan yang meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed bisa menaikan suku bunga acuan paling cepat bulan ini.(yds)
Sumber: Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Sunday, 5 June 2016

Bursa Saham Jepang Sesi 1 Melemah Diiringi Penguatan Yen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/6) - Saham Jepang menuju penutupan terendah dalam tiga minggu terakhir seiring lesunya laporan pekerjaan AS dalam hampir enam tahun mengirim pelemahan dolar terhadap yen, meredakan prospek bagi eksportir.
Indeks Topix turun 1,2 % ke level 1,321.56 pada istirahat perdagangan di Tokyo, semua kelompok industri kecuali 3 dari 33 kelompok industri mengalami penurunan. Indeks Nikkei 225 Stock Average merosot 1,1 % ke level 16,452.95. Yen diperdagangkan pada 106,78 dolar setelah melonjak 2,2 % pada hari Jumat, yang terbesar dalam lebih dari satu bulan terkait data menunjukkan pengusaha di AS pada bulan Mei menambahkan jumlah pekerja paling sedikit sejak tahun 2010.
Penambahan sebanyak 38.000 pekerja di AS pada bulan lalu adalah kurang dari perkiraan yang disurvei oleh Bloomberg, dan mengikuti kenaikan 123.000 di bulan April yang lebih kecil dari perkiraan sebelumnya. Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,7 %, yang terendah sejak November 2007. (knc)
Sumber : Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Minyak Bergerak Naik Sementara Pengeboran di AS Meningkat Ke-2 pada Tahun ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/6) - Minyak mentah naik sementara jumlah rig pengeboran minyak di AS menguat untuk kedua kalinya pada tahun ini.

Kontrak berjangka di New York lebih tinggi sebanyak 0,7 %. Rig menargetkan minyak mentah di AS meningkat dari 9 sampai 325 pada pekan lalu, kata Baker Hughes Inc pada hari Jumat. Anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak menolak usulan untuk menerapkan batas produksi baru pekan lalu. Sekretaris Jenderal keluar Abdalla El-Badri mengatakan bahwa sulit untuk mencapai target ketika pasokan minyak di Iran meningkat dan volume di Libya secara signifikan dihentikan.

Harga minyak telah melonjak sekitar 85 % di New York, rebound dari 12-tahun terendah pada awal tahun ini di tengah gangguan pasokan dan tanda-tanda menurunnya output dari AS ke China yang berada di bawah tekanan dari kebijakan OPEC yang dapat mempertahankan produksi. Surplus minyak di laju lebih cepat dari yang diharapkan seiring meningkatnya permintaan global yang dapat mendorong harga minyak sampai $ 60 per barel pada tahun ini, menurut Ali Majed Mansoori, ketua Abu Dhabi Departemen Ekonomi Pembangunan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik sebanyak 34 sen ke level $ 48,96 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 48,90 pada pukul 08:23 pagi waktu Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan adalah 69 % di bawah 100-hari rata-rata. Harga minyak turun 55 sen untuk menetap di level $ 48,62 pada hari Jumat, mengakibatkan kerugian pada mingguan pertama dalam sebulan terakhir.

Brent untuk pengiriman Agustus naik sebanyak 32 sen atau 0,6 %, ke level $ 49,96 di ICE Futures Europe yang berbasis di London. Harga minyak jenis Brent merosot 40 sen menjadi ditutup pada level $ 49,64 pada Jumat lalu. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium 51 sen dibandingkan WTI untuk Agustus. (knc)

Sumber : Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG 

IHSG Akan Lanjutkan Penguatan di Awal Pekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/6) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Senin pekan ini. Penguatan IHSG dapat terjadi bila investor asing kembali masuk ke bursa saham.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan potensi penguatan IHSG masih terlihat cukup besar. Hal itu mengingat aliran dana investor asing yang masih terus terjadi.

Ia mengatakan, IHSG sedang berusaha menguat seiring terapresiasinya nilai tukar rupiah. Ditambah kestabilan harga minyak.

"Kondisi level support 4.802 IHSG terlihat mulai ditinggalkan dan sedang berusaha menembus level resistance 4.877 untuk memperkuat pola kenaikan jangka pendek," ujar William dalam ulasannya, Senin (6/6/2016).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan IHSG akan bergerak variasi dengan kisaran 4.814-4.860 pada perdagangan saham awal pekan ini.

"Bila dilihat daria analisa teknikal IHSG bergerak cenderung konsolidasi positif dengan resistance 4.850 namun kondisi pergerakan yang masih cenderung menurun membuat momentum juga terkonsolidasi," ujar dia.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat 3 Juni 2016, IHSG naik 20,70 poin atau 0,43 persen ke level 4.853,92 dengan volume perdagangan moderat. Sentimen tax amnesty dan harga minyak menguat menjadi pendorong kenaikan IHSG.


Sumber : Liputan6
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Tren Positif Berlanjut, IHSG Bakal Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/6) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan melaju di zona hijau dalam sepekan. Sektor properti dan tambang akan menjadi sektor yang menarik selama sepekan.

Analis NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren kenaikan.

"Kondisi IHSG sedang bertahan untuk tetap bertahan di zona positif. Namun demikian, masih perlu dukungan kuat dari sentimen yang ada seiring dengan kenaikan yang cukup terbatas sepanjang pekan kemarin ," kata dia, Jakarta, Senin (5/6/2016).

Selama sepekan, beberapa data mewarnai pergerakan IHSG. Di antaranya, ‎dari Indonesia terdapat data penjualan mobil, dari China neraca perdagangan dan inflasi. Dia mengatakan, selama sepekan IHSG akan bergerak pada support 4.785-4.825 dan resistance 4.875-4.885.

Senada, Riset PT HD Capital menyatakan IHSG berpeluang menguat dalam sepekan. ‎Menurut HD Capital, prospek makro ekonomi RI menjadi penopang penguatan IHSG. Sektor properti dan tambang akan menjadi sektor yang menarik selama sepekan.

"Naiknya harga komoditas terutama minyak dan produk turunan akibat ekspektasi pemulihan ekonomi global," tulis riset tersebut.

Reza Priyambada merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Intiland Development Tbk (DILD), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM) untuk dicermati pelaku pasar.

Sementara, HD Capital merekomendasikan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Sumarecon Agung Tbk (BSDE), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indika Energy Tbk (INDY).

Sebagai informasi, selama sepekan (30 Mei-3 Juni 2016) IHSG mengalami kenaikan 0,81 persen ke posisi 4.853,92 atau naik dari pekan sebelumnya di level 4.814,73. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat menjadi Rp 5.160 triliun dari Rp 5.116 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami kenaikan 24,3 persen menjadi Rp 5,5 triliun dari Rp 4,4 triliun. Rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan 9,8 persen dan rata-rata frekuensi harian naik 3,2 persen.‎

Sepanjang sepekan, investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp 1,6 triliun. Secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat melakukan pembelian bersih dengan nilai Rp 4,9 triliun.


Sumber : Liputan6
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Saham Asia Turun Setelah Rilis Laporan Pekerjaan AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/6) - Saham Asia turun, dengan indeks acuan regional melemah dari level lima minggu terkuatnya, seiring merosotnya data payrolls AS yang dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap perekonomian terbesar dunia tersebut yang kehilangan momentum. Sedangkan saham Jepang menurun diiringi penguatan yen.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,5 % ke level 129,12 pada pukul 09:06 pagi waktu Tokyo. Peningkatan sebanyak 38.000 pekerja pada laporan non-farm payrolls kurang dari perkiraan ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, mengurangi pemulihan dalam ekuitas global dan meningkatkan kekhawatiran dalam pertumbuhan AS. Probabilitas kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve melonjak pada bulan Juli turun menjadi 27 % setelah merilis data pekerjaan, dari lebih dari 50 % pada minggu lalu, dengan kemungkinan tidak melanggar bahkan sampai pertemuan terakhir tahun ini pada 14 Desember mendatang.
Indeks Topix Jepang melemah 1,8 % karena yen diperdagangkan pada level 106,62 dolar. Mata uang tersebut menguat 2,2 % pada Jumat lalu. Indeks S&P / ASX 200 Australia sedikit berubah. Sementara pasar finansial di Korea Selatan dan Selandia Baru ditutup untuk liburan, sedangkan di Hong Kong dan China belum memulai perdagangan. (knc)
Sumber : Bloomberg

Thursday, 2 June 2016

Minyak Menetap Lebih Tinggi Untuk pertama kalinya Dalam 5 Sesi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/6) - Minyak berjangka minyak menetap lebih tinggi pada hari Kamis, didukung oleh data yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS dan produksi mingguan yang mencatat penurunan.
Data melebihi tekanan awal dari kegagalan OPEC 'untuk mencapai perjanjian untuk memangkas output.
Minyak WTI Juli crude menetap di level $ 49,17 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 16 sen, atau 0,3%, pulih dari penurunan sebelumnya di bawah level $ 48.(yds)
Sumber: MarketWatch

Emas Menetap Lebih Rendah Dalam 3 Bulan Terkait Harapan Kenaikan Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/6) - Emas berjangka ditutup turun di lebih dari tiga bulan terakhir pada Kamis terakit harapan kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.
Presiden Federal Reserve Bank Dallas Robert Kaplan menegaskan bahwa The Fed harus memperketat kebijakan moneter karenaekonomi terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan sementara tekanan inflasi telah mulai terbangun, menurut Reuters.
Emas Juni tergelincir $ 2.10, atau 0,2%, untuk menetap di level $ 1,209.80, level terendah sejak 16 Februari.(yds)
Sumber: MarketWatch
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Saham Asia Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS


BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/6) - Saham Asia naik terkait saham Jepang yang menguat untuk pertama kalinya dalam tiga hari sebelum laporan data tenaga kerja bulanan pemerintah AS.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1 persen menjadi 128,27 pada 09:11 pagi di Tokyo. Investor yang mengalihkan perhatian mereka pada peristiwa makro-ekonomi bulan ini, dengan pemungutan suara di Inggris tentang apakah mereka akan tetap berada di Uni Eropa dan investor yang mengawasi data ekonomi yang dapat memberikan petunjuk kapan bank sentral AS akan menaikkan biaya pinjaman.
Saham di AS naik ke level tertingginya tujuh bulan pada optimisme ekonomi Amerika cukup kuat untuk menahan suku bunga yang lebih tinggi. Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg perkiraan pengusaha menambahkan sebanyak 160.000 pekerjaan pada Mei, sama seperti pada bulan April, dengan tingkat pengangguran yang turun menjadi 4,9 persen.(mrv)
Sumber: Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Saham Jepang Dibuka Menguat Terkait Yen Hentikan Kenaikan Jelang Data AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/6) - Saham Jepang menguat, memangkas penurunan mingguan pertama indeks ekuitas acuan dalam sebulan, karena yen  menghentikan kenaikannya terhadap dolar menjelang laporan utama tenaga kerja AS.
Indeks Topix naik 0,2 persen menjadi 1,334.13 pada 09:03 pagi di Tokyo. Indeks tersebut siap untuk penurunan sebesar 1,2 persen minggu ini. Nikkei 225 Stock Average naik 0,2 persen menjadi 16,592.76. Yen diperdagangkan sedikit berubah pada 108,85 per dolar setelah kenaikan tiga hari berturut-turut. Indeks saham AS naik ke tertingginya tujuh bulan pada optimisme bahwa ekonomi Amerika cukup kuat untuk menahan suku bunga yang lebih tinggi.
Kontrak pada Indeks S & P 500 turun 0,1 persen setelah indeks tersebut menguat 0,3 persen pada Kamis, naik ke level tertingginya sejak November. Data mengisyaratkan penguatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja AS, dengan pengajuan tunjangan pengangguran menurun selama seminggu berturut-turut. Laporan sebelumnya menunjukkan perusahaan menambahkan sebanyak 173.000 pekerja untuk payroll bulan Mei, sejalan dengan proyeksi ekonom.(mrv)
Sumber: Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Indeks S&P 500 Naik Ke 7 Bulan Tertinggi Seiring Investor Menunggu Data Payrolls

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/6) - Saham AS naik, dengan Indeks S&P 500 menyentuh level tujuh bulan tertinggi di tengah tanda-tanda meningkatnya data pekerjaan tetap yang menunjukkan perekonomian cukup kuat untuk menopang suku bunga yang lebih tinggi pada awal musim panas ini.
Indeks S&P 500 naik 0,3 % ke level 2,105.09 pada pukul 16:00 sore waktu New York, level tertingginya sejak 3 November lalu, setelah menghapus kerugian sebelumnya sebanyak 0,5 %. Indeks tersebut ditutup di atas level 2.100 untuk pertama kalinya sejak 20 April. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite menguat 0,4 % untuk memperpanjang kenaikan sampai tujuh hari beruntun, yang terpanjang sejak Februari 2015. (knc)
Sumber : Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG