Sunday, 12 June 2016

Saham Jepang Turun Terkait Penguatan Yen Serta Sentimen Brexit

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/6) - Saham Jepang jatuh untuk hari ketiga setelah yen menguat, yang meredam prospek laba bagi eksportir, karena investor bersikap wait and see menjelang pertemuan bank sentral pekan ini dan ditengah sentimenapakah U.K. akan memilih untuk meninggalkan Uni Eropa atau tidak.
Indeks Topix merosot 1,8% menjadi 1,306.93 pada 09:01 pagi di Tokyo. Nikkei 225 Stock Average kehilangan 1,8% menjadi 16,309.22. Yen naik 0,4% menjadi 106,53 per dolar, penguatan untuk hari kedua. Sementara pedagang melihat peluang nol untuk Federal Reserve menaikkan suku bunga akhir pekan ini, dan ketidakpastian tetap mengenai apakah Bank of Japan akan menambah stimulusnya, investor menghindari risiko akibat kekhawatiran pertemuan kebijakan yang bisa mengacaukan pasar keuangan. Kampanye di Inggris untuk keluar dari U.E. yang memimpin 10 poin persentase dalam jajak pendapat yang dipublikasikan pada akhir Jumat, kurang dari dua pekan sebelum referendum. (yds)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Turun Menjelang Pertemuan Bank Sentral, Brexit Vote

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/6) - Saham Asia melemah untuk hari ketiga, menyusul penurunan dalam ekuitas global serta komoditas, karena ketidakpastian menjelang pertemuan bank sentral serat vote U.K. untuk meninggalkan Uni Eropa mengirim investor mencari aset haven.
Indeks MSCI Asia Pacific Index turun 0,9% menjadi 128,96 pada 09:06 pagi di Tokyo. Optimisme bahwa suku bunga akan tetap rendah untuk lebih lama di tengah menurunnya pertumbuhan ekonomi global karena investor berberhati-hati menjelang serangkaian kegiatan yang terjadi dalam dua ke depan. Sentimen pertemuan Federal Reserve dan Bank of Japan pekan ini, diikuti oleh pemungutan suara pada pekan depan terkait keanggotaan Inggris di Uni Eropa, memiliki potensi untuk mengacaukan pasar.
Sumber: Bloomberg

Thursday, 9 June 2016

Saham Jepang Sesi Istirahat Menurun Diikuti Pelemahan Produsen Komoditi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/6) - Saham di Tokyo turun diikuti pelemahan pada produsen komoditas setelah harga minyak merosot, sementara investor menunggu pertemuan bank sentral dari AS dan Jepang pekan depan.
Indeks Topix turun 0,7 % ke level 1,328.73 pada istirahat makan siang di Tokyo, dengan indeks acuan menuju penurunan mingguan sebesar 0,6 %. Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah 0,5 % ke level 16,586.71. Yen diperdagangkan pada 107,15 per dolar setelah penguatan sebelumnya 106,26 pada hari Kamis. Saham AS jatuh untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir, dengan Indeks S&P 500 merosot dari level 10-bulan tertinggi, sementara minyak membukukan penurunan terbesar sejak 9 Mei.
Jumlah saham yang diperdagangkan di Tokyo telah menurun pada minggu ini dengan keputusan Bank of Japan (BOJ) pada kebijakan moneter tanggal 16 Juni nanti, sehari setelah rapat Federal Reserve, dan pemungutan suara di UK tentang apakah Inggris tetap berada di Uni Eropa pada 23 Juni mendatang. Hanya 1,68 miliar saham yang diperdagangkan hari Kamis, dibandingkan dengan rata-rata 2,27 miliar selama tahun lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg

Bursa Asia Merosot Mengikuti Indeks Topix Jepang dengan Saham Komoditas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/6) - Saham Asia jatuh untuk hari kedua, setelah merosotnya ekuitas global seiring pelemahan dalam produsen komoditas dengan minyak dan tembaga di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan global moderat sebelum keputusan kebijakan bank sentral.
Indeks MSCI Asia Pacific jatuh 0,8 % ke level 130,60 pada pukul 09:10 pagi waktu Tokyo, pangkas kenaikan pekan ini menjadi 0,6 %. Optimisme bahwa biaya pinjaman akan tetap rendah untuk lebih lama di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi global mereda menjelang serangkaian peristiwa dalam dua minggu ke depan. Sebelum pertemuan Federal Reserve dan Bank of Jepang (BOJ) pekan depan, diikuti oleh pemungutan suara pada keanggotaan Inggris di Uni Eropa, memiliki potensi untuk mengacaukan pasar.
Ekuitas global telah kembali pulih dari posisi terendahnya bulan Februari diikuti rally pada saham komoditas. Harga minyak telah melonjak lebih dari 90 % di tengah gangguan tak terduga dan merosot tajam dalam output AS, yang berada di bawah tekanan dari kebijakan Organisasi Negara Pengekspor Minyak yang 'memompa tanpa batas. (knc)
Sumber : Bloomberg

Dolar AS Hentikan Dua Hari Penurunan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/6) - Dolar menghentikan penurunan dua hari nya seiring sebuah laporan menunjukkan klaim pengangguran di AS secara tak terduga jatuh minggu lalu.
Mata uang negeri paman sam ini menguat dari level terendah satu bulan setelah data tenaga kerja mengimbangi beberapa kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja AS sedang melambat. Laporan itu muncul setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen menyebut gain kerja lebih kecil dari perkiraan May merupakan hal yang "mengecewakan", dalam pernyataan sebelumnya jelang pertemuan kebijakan bank sentral pekan depan. Dengan Fed menentukan kapan harus mengetatkan kebijakan moneter, HSBC Holdings Plc mengatakan membeli greenback sebelum kenaikan suku bunga mungkin merupakan " self-defeating strategy".
Greenback berada dalam jalur untuk penurunan mingguan kedua berturut-turut setelah laporan pekerjaan yang kurang bertenaga melemahkan kasus untuk Fed meningkatkan biaya pinjaman dan meredupkan prospek divergensi kebijakan dengan peningkatan stimulus di Eropa dan Asia. Kerugian mengikuti reli pada bulan Mei, disaat para pembuat kebijakan termasuk Yellen mengatakan suku bunga yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang tampak pas untuk dilakukan.
Bloomberg Spot Index Dollar naik 0,4 persen pada pukul 12:11 siang waktu New York setelah jatuh ke level satu bulan rendah pada hari Kamis. Mata uang AS naik 0,7 persen terhadap euro ke level $ 1,1315 dan kehilangan 0,4 persen ke level ¥ 106,58.
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Dibuka Turun Seiring Investor Menunggu Rapat BOJ & Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/6) - Saham di Tokyo turun diiringi pelemahan dalam produsen komoditas setelah harga minyak merosot, sementara para investor menunggu pertemuan bank sentral dari AS dan Jepang pada pekan depan.
Indeks Topix turun 0,3 % ke level 1,333,48 pada pukul 9:03 pagi waktu Tokyo, dengan indeks acuan menuju penurunan mingguan sebesar 0,3 %. Sementara itu, Yen diperdagangkan pada level 107,05 per dolar. Mata uang Jepang menguat ke level 106,26 per dolar pada hari Kamis. Kemarin, saham AS jatuh untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir, dengan Indeks S&P 500 melemah dari level 10-bulan tertinggi, sedangkan minyak mentah membukukan penurunan terbesar sejak 9 Mei lalu.
Bank of Japan (BOJ) akan memutuskan kebijakan moneter pada 16 Juni mendatang, sehari setelah pertemuan Federal Reserve, sementara U.K. akan memilih apakah akan tetap di Uni Eropa pada 23 Juni nanti.
Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,4 % ke level 16,577.86. Kontrak pada Indeks S&P 500 merosot 0,1 % setelah indeks yang mendasari lebih rendah 0,2 % pada hari Kamis. Harga minyak menurun dari 10 bulan tertinggi di New York karena penguatan dolar didorong oleh pengetatan pasokan global. (knc)
Sumber : Bloomberg

Indeks S&P 500 Ditutup Turun Dari Level 10 Bulan Tertingginya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/6) - Saham AS ditutup melemah, dengan indeks S&P 500 tergelincir dari 10 bulan, karena investor melihat Indeks menuju rekornya di tengah kekhawatiran mengenai dampak dari melesunya pertumbuhan global.
Ekuitas catat rebound pada sore karena produsen bahan baku dan bank memangkas penurunan, sementara saham defensif termasuk utilitas dan perusahaan telepon reli untuk mengimbangi penurunan tersebut. Pemberi pinjaman dan saham komoditas berada di atas tingkat terburuknya, bahkan karena imbal hasil Treasury jatuh ke level terendah sejak Februari dan rebound pada dolar. Gain pada Apple Inc dan Johnson & Johnson 1,1% naik ke rekor juga memberikan kontribusi untuk pemulihan di sesi  akhir-hari.
Indeks S&P 500 turun 0,2% menjadi 2,115.55 pada 16:00 sore di New York, setelah turun sebanyak 0,5%. Indeks tersebut ditutup 0,7% dari rekornya.(yds)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 8 June 2016

Emas Dekati 3 Minggu Tertinggi Seiring Bank Sentral Tetap Akomodatif

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/6) - Emas diadakan di dekat level tiga minggu tertinggi pada prospek bahwa kebijakan bank sentral akan terus menjadi akomodatif, dengan Bank Sentral Eropa (ECB) memulai program pembelian obligasi korporasi dan investor berspekulasi bahwa suku bunga AS akan tetap rendah untuk lebih lama.
Bullion untuk pengiriman segera sedikit berubah di level $ 1,262.36 per ons pada pukul 10:59 siang waktu Singapura, setelah naik 1,5 % ke level $ 1,262.80 pada hari Rabu, penutupan tertinggi sejak 17 Mei, menurut harga dari Bloomberg.
ECB turun ke pasar obligasi korporasi pada hari Rabu, membeli utang dari beberapa perusahaan terbesar di benua tersebut. Di AS, lesunya laporan pekerjaan telah menurunkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan, dengan peluang pedagang harga di angka nol dengan peningkatan suku bunga. Kemungkinan langkah tersebut berada di bawah 50 % sampai Desember nanti, menurut Fed fund futures. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham Jepang Jatuh di Sesi Tengah Hari Ditengah Penguatan Yen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/6) - Saham di Tokyo jatuh, dengan Indeks Topix menuju penurunan terbesar dalam seminggu terakhir seiring penguatan yen yang dapat membebani eksportir sementara investor menunggu keputusan bank sentral dari Jepang dan AS.
Indeks Topix turun 0,9 % ke level 1,338.53 pada istirahat perdagangan di Tokyo, penurunan terbesar sejak 2 Juni dengan volume perdagangan sebesar 17 % di bawah rata-rata 30-hari intraday. Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada hari Senin menyatakan bahwa ia cukup yakin terhadap ekonomi AS akan meningkatkan keyekinan untuk menaikan suku bunga, tetapi tidak berkomentar pada saat waktu kenaikan jika diperlukan. Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda akan membuat keputusan tentang stimulus pada 16 Juni, sehari setelah keputusan The Fed.
Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,9 % ke level 16,677.84. Yen naik 0,3 % ke level 106,64 per dolar setelah penguatan 0,4 % pada hari Rabu. Mata uang Jepang telah melonjak sekitar 12 % pada tahun ini terhadap greenback. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham Asia Turun Diikuti Penguatan Yen Bebani Ekuitas Jepang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/6) - Saham Asia turun dari enam minggu tertinggi diikuti penguatan yen yang dapat menekan ekuitas Jepang, membayangi keuntungan dari produsen energi di tengah reli pada minyak mentah.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1 % ke level 132,19 pada pukul 09:07 pagi waktu Tokyo. Ekuitas global menuju kenaikan untuk mingguan keempat, dengan Indeks S&P 500 merayap mendekati semua waktu tertinggi di tengah spekulasi biaya pinjaman akan tetap rendah untuk lebih lama. Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Senin lalu mengisyaratkan bahwa para pembuat kebijakan tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Sementara pasar financial di China, Hong Kong dan Taiwan ditutup untuk liburan pada Kamis ini.
Bank-bank sentral berada dalam sorotan, dengan keputusan kebijakan The Fed dan Bank of Japan (BOJ) dijadwalkan pada minggu depan. Pedagang berjangka menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada bulan Juli sampai 18 % setelah Yellen pada hari Senin mengatakan bahwa ekonomi terbesar dunia adalah cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga secara bertahap. (knc)
Sumber : Bloomberg

Minyak acuan AS ditutup di atas $ 51 untuk kali pertama sejak Juli

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/6) - Harga minyak berakhir lebih tinggi pada hari Rabu, dengan minyak acuan AS ditutup di atas level $ 51 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli 2015.
Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli berada 87 sen, atau 1,7% lebih tinggi untuk mengakhiri hari di level $ 51,23 per barel.
Penguatan harga minyak didukung oleh penurunan persediaan minyak mentah mingguan, berlanjutnya gangguan pasokan di Nigeria, dan serta data yang kuat pada impor minyak China. (sdm)
Sumber: MarketWatch

Saham AS Ditutup Naik, S&P 500 Mendekati Level Tertinggi Sepajang Masa

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/6) - Saham AS Ditutup naik, dengan Indeks S&P 500 merayap mendekati rekornya, didukung oleh spekulasi suku bunga pinjaman akan tetap rendah untuk lebih lama di tengah pertumbuhan yang moderat.
Perusahaan yang mendapat keuntungan dari koreksi dolar yang merupakan kinerja terkuat, dengan perusahaan bahan baku dan industri memimpin gain. Caterpillar Inc naik 1,7%, melanjutkan kenaikan beruntun terpanjang dalam dua bulan, dan perusahaan tambang tembaga Freeport-McMoRan Inc menambahkan 3,1%. produsen energi menghapus reli awal, bahkan minyak naik ke tertinggi 10-bulan.
Indeks S&P 500 naik 0,3% menjadi 2,119.12 pada 16:00 sore di New York, level tertinggi sejak 21 Juli, 2015 dan 0,6% dari rekor.
Pernyataan Ketua Federal Reserve Janet Yellen pekan ini bahwa ekonomi AS membuat kemajuan dan indikasi bahwa para pembuat kebijakan tidak akan buru-buru menaikkan suku bunga yang telah membantu saham dukungan. Pedagang telah memangkas kembali spekulasi kenaikan suku bunga The Fed.(yds)
Sumber: Bloomberg

Tuesday, 7 June 2016

Pound rebound seiring poling Brexit tunjukkan dukungan untuk bertahan di Uni Eropa

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Serangkaian jajak pendapat baru menunjukkan dukungan untuk Inggris bertahan di Uni Eropa, mendorong pound berada di level yang lebih tinggi pada hari Selasa.
Mata uang Inggris ini menghapus semua keuntungan dari hari sebelumnya seiring dua jajak pendapat baru menunjukkan pemilih condong menyuarakan Inggris untuk keluar di Uni Eropa jelang referendum yang dijuluki Brexit, pada 23 Juni nanti.
Serentetan jajak pendapat yang bertentangan dirilis selama seminggu terakhir telah menyebabkan perputaran di pound seiring hasil poling referendum berjarak tipis.
Pound diperdagangkan di level $ 1,4546 pada akhir Selasa di New York, dibandingkan dengan level $ 1,4455 pada akhir Senin.
Kekhawatiran tentang kemungkinan Inggris keluar dari Uni Eropa telah berdampak luas di pasar mata uang.
ICE AS Dollar index, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang rival, turun 0,1% menjadi 93,8470 dalam perdagangan terakhir.
Sumber: MarketWatch

Minyak Diatas $ 50, ditetapkan Pada Level Tertinggi Di Lebih Dari 10 Bulan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/2) - Harga minyak memperpanjang kenaikan menjadi dua sesi beruntun pada Selasa, dengan lanjutan produksi di Nigeria serta tanda-tanda kenaikan permintaan global yang membantu untuk mengangkat harga AS terakhir pada $ 50 hingga tingkat tertinggi sejak akhir Juli.
Namun para pedagang tetap waspada terhadap potensi bahwa kenaikan harga baru-baru ini dapat memacu peningkatan output.
Minyak mentah West Texas Intermediate naik 38 sen, atau 0,8%, ke level $ 50,07 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga belum diselesaikan pada level tertinggi ini sejak 21 Juli.
Minyak mentah Brent Agustus di bursa ICE Futures London naik 59 sen, atau 1,2%, ke level $ 51,14 per barel, dengan harga yang ditetapkan pada level tertinggi sejak 9 Oktober.(yds)
Sumber: MarketWatch

Emas Melemah seiring Cina Hentikan Rentetan Pembelian Cadangan Emas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Emas mengalami penurunan pertama dalam tiga sesi menyusul Cina, yang merupakan konsumen top dunia unutk logam, menahan diri dari menambahkan bullion untuk cadangan mereka, sehingga memicu kekhawatiran bahwa permintaan fisik untuk logam kuning ini  melemah.
Bank Rakyat China mempertahankan aset emas tidak berubah pada bulan Mei, setelah harga melonjak dalam empat bulan pertama tahun ini. Negara Asia mendorong kepemilikan selama 10 bulan berturut hingga April, menyusul pengungkapan peningkatan 57 persen kepemilikan sejak tahun 2009.
Tanda-tanda melemahnya permintaan fisik menambah angin ribut untuk emas seiirng investor mengevaluasi untuk waktu kenaikan suku bunga AS. Suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik logam mulia dikarenakan ketidakmampuan logam ini menawarkan imbal hasil atau bunga. Dalam pidatonya Senin lalu, Ketua Federal Reserve Janet Yellen cenderung mengatakan hal yang kurang spesifik jika dibandingkan dengan pernyataan Yellen sebelumnya dalam menggambarkan kapan dia pikir Fed harus mengetatkan kebijakan moneter lagi.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus tergelincir kurang dari 0,1 persen untuk menetap di level $ 1.247 per ounce pada pukul 1:41 siang waktu New York di Comex. Bullion bertambah 2,9 persen selama dua sesi sebelumnya terkait dengan indikasi dari pasar tenaga kerja AS yang melemah, memicu spekulasi bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bulan ini atau pada bulan berikutnya.
Sementara Yellen mengatakan dia masih berpikir suku bunga "mungkin akan perlu dinaikkan secara bertahap dari waktu ke waktu," pedagang memberikan probabilita mendekati nol untuk kemungkinan bahwa pembuat kebijakan akan meningkatkan biaya pinjaman pada bulan Juni. Kemungkinan tidak akan berada di atas 50 persen sampai Desember, Data dari Fed fund futures menunjukkan.
Holdings di exchange-traded funds yang didukung emas bertambah 1,9 metrik ton menjadi 1.860 ton pada hari Senin. Itu merupakan level tertinggi sejak November 2013, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan. Aset naik untuk hari kelima berturut-turut. (Sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Dibuka Berayun Ditengah Jatuhnya Sektor Eksportir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian seiring penurunan sektor eksportir pada yen sementara saham energi menguat setelah harga minyak mentah berjangka naik di atas $ 50 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli lalu. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara tumbuh lebih dari perkiraan awal.
Indeks Topix sedikit berubah pada level 1,340.28 pada pukul 09:13 pagi waktu Tokyo, setelah naik sebanyak 0,3 % dan jatuh 0,1 %. Sementara itu, Yen menguat 0,3 % diperdagangkan pada level 107,09 per dolar setelah kemarin lebih tinggi. Data direvisi menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh 1,9 % pada basis tahunan di kuartal pertama, lebih tinggi dari perkiraan awal untuk kenaikan 1,7 %.
Bank of Japan (BOJ) akan mengadakan pertemuan pada tanggal 16 Juni untuk mengkaji kebijakan moneter, sehari setelah Federal Reserve memutuskan apakah akan menaikkan biaya pinjaman. Pada hari Senin, Ketua Fed Janet Yellen mengatakan ekonomi sedang mengalami kemajuan meskipun tanda-tanda pertumbuhan pekerjaan melambat, membuat investor lebih nyaman dengan prospek untuk tingkat suku bunga secara bertahap. Peluang untuk peningkatan biaya pinjaman Amerika jatuh ke 18 % di bulan Juli, dari sebelumnya lebih dari 50 % pada pekan lalu.
Indeks Nikkei 225 Stock Average sedikit berubah di level 16,667.23 hari Rabu, sementara Indeks S&P 500 berjangka juga stagnan. Yang mendasari Indeks AS ditutup dekati semua waktu tertinggi dengan keuntungan pada harga minyak mentah mendorong saham energi lebih tinggi. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Pangkas Gain, S&P 500 Diperdagangkan Di Level Tertinggi Sepanjang Masa

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Indeks S&P 500 memangkas banyak gainnya di satu jam terakhir perdagangan, setelah Indeks acuan datang 0,5% dari melebihi level tertinggi sepanjang masanya.
Reli pada produsen energi serta operator penerbangan melampaui penurunan pada saham kesehatan dan saham perbankan. Chevron Corp dan Exxon Mobil Corp naik setidaknya 1,5%. Indeks Bloomberg AS Airlines naik tajam dalam tiga bulan setelah JPMorgan Chase & Co mengatakan JetBlue Airways Corp menaikkan tarif domestiknya sebesar $ 3 setiap perjalanan, sehingga memacu operator penerbangan lainnya untuk menyesuaiakan di persaingan pasar\. Saham perawatan kesehatan memimpin penurunan Biogen Inc merosot 13% setelah percobaan obat multiple sclerosis gagal dalam uji coba di tahap pertengahan.
Indeks S&P 500 naik 0,1% menjadi 2,112.22 pada 16:00 sore di New York, setelah naik sebanyak 0,5%. Itu merupakan penutupan tertinggi sejak Juli, sedangkan volume di bursa AS adalah 13% di bawah rata-rata tiga bulan. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 20,55 poin, atau 0,1%, ke level 17,940.88 hari ini, setelah sempat melampaui level 18.000 untuk pertama kalinya sejak April.
Saham energi membukukan gain terbesarnya, naik ke level tertinggi sejak November, minyak menguat sebelum data pemerintah AS diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah turun untuk pekan ketiga. Dengan semua saham turuun kecuali tiga saham di Indeks Energi S&P 500 menguat.(yds)
Sumber: Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Monday, 6 June 2016

Emas Berjangka Naik seiring Taruhan Fed akan Tunda Kenaikan Suku Bunga Meningkat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/6) - Akhirnya, emas ditutup dengan gain beruntun pertama dalam hampir tiga minggu menyusul investor mempertimbangkan kembali pembacaan hawkish awal pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen.
Yellen menyebut penambahan kenaikan bertahap suku bunga pas untuk dilakukan tanpa menentukan waktu yang tepat untuk tindakan tersebut, sehingga mengirim harga emas berayun. Komentar nya, dalam teks yang disiapkan untuk pidato hari Senin, kurang spesifik daripada pernyataan sebelumnya dalam menggambarkan kapan dia pikir Fed harus menaikkan suku bunga lagi. Pada tanggal 27 Mei, katanya, kemungkinan kenaikan akan pas untuk dilakukan pada "bulan-bulan mendatang."
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus menguat 0,4 persen untuk menetap di level $ 1,247.40 per ounce pada pukul 1:40 siang waktu New York di Comex, memperpanjang kenaikan 2,5 persen Jumat lalu. Hal itu membuat kenaikan tahun ini menjadi 18 persen.
Harga meraih lonjakan terbesar dalam 11 minggu pada hari Jumat, setelah AS menambahkan pekerja dengan jumlah terkecil dalam hampir enam tahun, meningkatkan keraguan bahwa ekonomi cukup kuat untuk menahan kebijakan moneter yang lebih ketat. Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik investasi logam mulia seiring kertidakmampuan logam ini menawarkan imbal hasil atau dividen.
Pedagang memberikan probabilitas 2 persen bahwa Fed akan menaikkan suku bulan ini, dibandingkan dengan 30 persen seminggu sebelumnya, Fed Fund futures menunjukkan.
Kepemilikan di exchange-traded funds yang didukung emas naik 6,2 metrik ton menjadi 1,858.2 ton pada hari Jumat, dan tercatat sebagai tingkat tertinggi sejak November 2013, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan. (Sdm)
Sumber: Bloomberg 
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Dolar Berfluktuasi Pasca Komentar Janet Yellen Terkait Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/6) - Dolar sedikit berubah bahkan setelah Federal Reserve Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan akan meningkatkan suku bunga tambahan secara bertahap, tanpa menentukan waktu yang tepat mereka.
Indeks Bloomberg Spot Dollar berfluktuasi setelah penurunan 1,6% pekan lalu, yang dipicu oleh laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan para pengusaha pada Mei menambahkan jumlah paling sedikit pekerjaan dalam hampir enam tahun. Dalam pidato di Philadelphia Senin, Yellen mengatakan mendukung pertumbuhan pekerjaan AS serta inflasi yang lebih tinggi masih akan mungkin lebih besar daripada perkembangan negatif.
Dolar sedikit berubah pada $ 1,1372 per euro pada 12:53 di New York, setelah melemah 1,9% pada sesi sebelumnya. Reli 0,4% menjadi ¥106,98, menghentikan penurunan empat hari. Indeks dolar Bloomberg, yang menelusuri mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah setelah merosot 1,5% pada 3 Juni, level tertinggi sejak 3 Februari.(yds)
Sumber: Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Bursa Asia Naik Diiringi Pelemahan Yen, Saham Komoditi Rally

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/6) - Saham Asia naik karena melemahnya yen mendorong sektor eksportir Jepang dan penguatan saham komoditas setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi AS cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga secara bertahap.
Indeks MSCI Asia Pacific naik untuk hari ketiga untuk memperpanjang lima minggu tertinggi, menguat 0,4 % ke level 130,45 pada pukul 09:16 pagi waktu Tokyo. Dolar melonjak tajam dalam tiga minggu terakhir terhadap yen seiring komentar Yellen yang mengatakan positif dalam perekonomian AS lebih besar daripada negatif, dan menegaskan kembali pandangan kenaikan suku bunga dilakukan bertahap.
Ekuitas di AS pada hari Senin naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir dan dalam 1 % dari semua waktu tertinggi terkait kekhawatiran investor mengenai kekuatan ekonomi AS mereda menyusul pidato Yellen, yang juga menghilangkan referensi dari Ketua Fed ketika kemungkinan melihat ke arah kenaikan suku bunga. Pedagang berjangka menurunkan kemungkinan lonjakan pada bulan Juli menjadi 21 % setelah pidatonya dari 27 %. Kemungkinan kenaikan di bulan September naik tipis menjadi 42 %. (knc)
Sumber : Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG