BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/6) - Harga emas ditutup naik pada Selasa (Rabu pagi WIB) sebab para investor masih menanti data ekonomi AS yang akan dijadikan sinyal mengenai arah kebijakan Bank sentral AS (The Fed) soal kenaikan suku bunga.
Dilansir dari Xinhua, Rabu (10/6/2015), kontrak emas untuk pengiriman Agustus naik US$ 4 atau 0,34 persen menjadi US$ 1.177,6 per ounce.
Emas menguat karena investor berspekulasi tentang kapan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan. Para analis menyatakan, para investor ingin memastikan sebab hasil laporan penjualan ritel Departemen Perdagangan AS yang dirilis Kamis menunjukkan data positif dan laporan klaim pengangguran mingguan memperlihatkan data positif.
Analis awalnya meyakini suku bunga acuan AS bisa naik pada awal Juni, tapi karena data pekerjaan untuk Maret lebih buruk dari yang diperkirakan, maka sekarang menghitung bahwa suku bunga akan naik pada saat data pekerjaan membaik.
Pertemuan The Fed selanjutnya dijadwalkan pada 15 Juni, sehingga investor bisa mencari informasi tambahan tentang waktu kenaikan suku bunga.
Tak hanya itu, pelemahan indeks dolar AS juga juga ikut mengangkat emas. Indeks dolar AS tercatat melemah sebesar 0,1 persen, jatuh menjadi 95,16. Indeks adalah ukuran dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama.
Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.
Berbeda dengan harga emas, harga perak untuk pengiriman Juli turun 0,2 sen atau 0,01 persen menjadi US$ 15,957 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli, naik US$ 7,3 atau 0,66 persen menjadi US$ 1.108,5 per ounce. (Ndw/Gdn)
Sumber : Liputan6
Tuesday, 9 June 2015
Kekhawatiran Yunani Picu Permintaan Aset Heaven, Emas Menguat Hari Kedua
BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/6) - Emas naik hari kedua terkait kekhawatiran bahwa Yunani akan mengalami sandungan dalam upaya untuk menghindari default sehingga mendorong daya tarik logam sebagai aset haven.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik 0,3% untuk menetap di level $ 1,177.60 per ons pada 1:44 di Comex New York.
Perak untuk pengiriman Juli turun kurang dari 0,1% menjadi $ 15,957 per ons di Comex, penurunan untuk hari kelima, secara beruntun sejak 30 Mei 2014.
Platinum berjangka untuk pengiriman Juli naik 0,7% menjadi $ 1,108.50 per ons di New York Mercantile Exchange. Palladium berjangka untuk pengiriman September turun 0,5% menjadi $ 739,90 per ons, penurunan beruntun kedelapan dan kemerosotan terpanjang sejak 4 Februari 2014.(yds)
Sumber: Boomberg
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik 0,3% untuk menetap di level $ 1,177.60 per ons pada 1:44 di Comex New York.
Perak untuk pengiriman Juli turun kurang dari 0,1% menjadi $ 15,957 per ons di Comex, penurunan untuk hari kelima, secara beruntun sejak 30 Mei 2014.
Platinum berjangka untuk pengiriman Juli naik 0,7% menjadi $ 1,108.50 per ons di New York Mercantile Exchange. Palladium berjangka untuk pengiriman September turun 0,5% menjadi $ 739,90 per ons, penurunan beruntun kedelapan dan kemerosotan terpanjang sejak 4 Februari 2014.(yds)
Sumber: Boomberg
Saham Jepang Menguat untuk Pertama Kali dalam Empat Hari
BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/6) - Sebagian
besar saham-saham Jepang naik mengirim indeks Topix bersiap untuk
mengakhiri penurunan selama tiga hari terakhir, seiring rilis laporan
yang menunjukkan pesanan mesin tiba-tiba melonjak pada bulan April.
Saham-saham Pertambangan dan real-estate pimpin penguatan.
Indeks
Topix naik sebesar 0,1 persen ke level 1,635.88 pukul 09:01 di Tokyo,
dengan dua saham naik untuk setiap yang jatuh. Indeks Nikkei 225 Stock
Average menguat sebesar 0,1 persen ke level 20,123.70. Yen Jepang
ditransaksikan pada level 124,41 per dolar pasca penguatan selama dua
hari terakhir. Indeks Topix telah naik sebesar 16 persen tahun ini
sampai Selasa, dibandingkan dengan kenaikan 2,5 persen pada MSCI World
Index.
Kontrak
E-mini berjangka pada indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 0,1
persen. Indeks acuan ekuitas AS ditutup mendatar kemarin seiring rally
saham perbankan di tengah meningkatnya obliasi imbal hasil, sementara
saham maskapai penerbangan membebani kinerja saham transportasi dan
saham perusahaan teknologi tergelincir.
Laporan
yang dirilis pagi ini menunjukkan pesanan mesin Jepang naik sebesar 3,8
persen pada April dari Maret. Para ekonom telah memperkirakan penurunan
sebesar 2,1 persen. Harga produsen meningkat sebesar 0,3 persen pada
Mei dari bulan sebelumnya. (izr)
Sumber: Bloomberg
Gain Saham Perbankan & Loss Saham Airline Antarkan Bursa AS Ditutup Flat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/6) - Bursa Saham AS ditutup stagnan, setelah
ekuitas tersebut mencapai level 2 bulan terendah, stagnannya bursa hari
ini akibat saham perbankan reli ditengah naiknya imbal hasil obligasi,
sementara tertekan saham airline terkait saham perusahaan transportasi
dan tekhnologi yang tergelincir.
Indeks Standard & Poor 500 menguat kurang dari 0.1% ke level 2,080.02 pukul 4 sore ini waktu New York, setelah sempat berfluktuasi pada kisaran yang rendah diantara gain dan loss sebesar 0.3% selama sesi ini. Indeks acuan saham tersebut mengalami penurunan 2.3% sejak penutupan terakhirnya pada rekor yang tercatat pada tanggal 21 Mei kemarin. Sementara Indeks Nasdaq Composite melemah 0.2%.
Laporan terkait sentimen konsumen dan penjualan ritel akan dirilis pekan ini, yang keduanya diperkirakan akan menunjukkan sebuah pemulihan perekonomian. Sementara data pekerjaan yang dirilis pekan lalu menunjukkan perekrutan yang naik tajam selama 5 bulan terakhir dan kenaikan upah tertinggi selama 2 tahun terakhir, sehingga hal tersebut menimbulkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga di tahun ini. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 menguat kurang dari 0.1% ke level 2,080.02 pukul 4 sore ini waktu New York, setelah sempat berfluktuasi pada kisaran yang rendah diantara gain dan loss sebesar 0.3% selama sesi ini. Indeks acuan saham tersebut mengalami penurunan 2.3% sejak penutupan terakhirnya pada rekor yang tercatat pada tanggal 21 Mei kemarin. Sementara Indeks Nasdaq Composite melemah 0.2%.
Laporan terkait sentimen konsumen dan penjualan ritel akan dirilis pekan ini, yang keduanya diperkirakan akan menunjukkan sebuah pemulihan perekonomian. Sementara data pekerjaan yang dirilis pekan lalu menunjukkan perekrutan yang naik tajam selama 5 bulan terakhir dan kenaikan upah tertinggi selama 2 tahun terakhir, sehingga hal tersebut menimbulkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga di tahun ini. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Gain Saham Perbankan & Energi Antarkan Bursa AS Sesi 1 Menguat 0,2%
BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/6) - Bursa Saham AS sesi 1 menguat, setelah
ekuitas tersebut sempat mencapai level 2 bulan terendah, penguatan hari
ini akibat saham perbankan reli ditengah imbal hasil obligasi yang naik
dan saham perusahaan energi catat gain seiring kenaikan minyak.
Noble Energy Corp. dan Newfield Exploration Co. menguat lebih dari 2.4%. Bank of America Corp. dan Wells Fargo & Co. naik 1.3%. Sementara Dow Jones Transportation Average menghapus penurunan awal ke dalam wilayah koreksi seiring saham perusahaan airline melanjutkan penurunan.
Indeks Standard & Poor 500 menguat 0.2% ke level 2,084.15 pukul 1:13 siang ini waktu New York, setelah sempat melemah sebesar 0.3%. Indeks tersebut mengalami penurunan 2.2% sejak penutupan pada rekornya yang tercatat pada tanggal 21 Mei kemarin. Sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 37.05 poin atau 0.2% ke level 17,803.60. Senin kemarin Dow menghapus gain selama tahun 2015 ini. Sementara Indeks Nasdaq Composite stagnan. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Noble Energy Corp. dan Newfield Exploration Co. menguat lebih dari 2.4%. Bank of America Corp. dan Wells Fargo & Co. naik 1.3%. Sementara Dow Jones Transportation Average menghapus penurunan awal ke dalam wilayah koreksi seiring saham perusahaan airline melanjutkan penurunan.
Indeks Standard & Poor 500 menguat 0.2% ke level 2,084.15 pukul 1:13 siang ini waktu New York, setelah sempat melemah sebesar 0.3%. Indeks tersebut mengalami penurunan 2.2% sejak penutupan pada rekornya yang tercatat pada tanggal 21 Mei kemarin. Sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 37.05 poin atau 0.2% ke level 17,803.60. Senin kemarin Dow menghapus gain selama tahun 2015 ini. Sementara Indeks Nasdaq Composite stagnan. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Monday, 8 June 2015
Yunani dan Rencana Kenaikan Suku Bunga Tekan Wall Street
BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/6) - Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (Selasa waktu Jakarta) dipicu kekhawatiran tentang masalah utang Yunani dan kepastian waktu kenaikan suku bunga AS.
Melansir Wall Street Journal, indeks Dow Jones Industrial Average turun 79 poin (0,46 persen) ke posisi 17.771. Indeks S & P 500 kehilangan 12 poin (0,6 persen) menjadi 2.081. Sementara indeks Nasdaq Composite Index berkurang 52 poin ( 1 persen) ke level 5.017.
Pasar saham AS banyak dipengaruhi kekhawatiran investor yang mempertimbangkan data ekonomi yang mixed menjadi pertimbangan akhir kenaikan suku bunga AS.
Laporan penyerapan pekerjaan yang kuat pada Mei, yang dirilis Jumat pekan lalu, mendukung ekspektasi jika Federal Reserve akan mulai menaikkan suku bunga jangka pendek pada akhir tahun ini. Laporan ini juga memicu aksi jual di pasar obligasi ke level tertinggi dalam delapan bulan.
Meski benchmark saham utama masih tidak jauh dari rekor tertingginya di bulan lalu, dan banyak investor tetap pada memegang portofolio mereka untuk saat ini.
Investor juga mencari tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi antara Yunani dan kreditor internasional. Kini Yunani tengah mencoba fokus dengan pengurangan pengeluaran, pemotongan pensiun dan kenaikan pajak, ini usai kreditor menuntut langkah-langkah pasti dari pemerintah untuk mencapai bailout.
Negara Mediterania ini berisiko kehabisan uang tunai dan mengalami gagal bayar utang, sebuah faktor yang pada akhirnya bisa mendorong Yunani keluar dari serikat mata uang euro.
"Kini semua mata berada di pasar obligasi, di Yunani, dan tertuju pada setiap potensi aktivitas (merger)," kata Dan McMahon, Direktur Perdagangan Ekuitas Raymond James di New York.
Menurut Kepala Strategi Pasar Wunderlich Securities, Art Hogan, dengan kenaikan suku bunga yang kemungkinan berlangsung pada September, dan pencarian valuasi saham yang lebih tinggi, investor akan mengambil jeda.
"Investor telah berhati-hati tentang penawaran saham dalam lingkungan di mana kenaikan suku bunga mungkin terjadi di tahun ini," kata Hogan.
Pada senin ini, tidak ada laporan ekonomi yang benar-benar mempengaruhi pasar. Namun pada kamis nanti, investor akan mendapatkan update data penjualan ritel bulan Mei, dengan ekonom mengharapkan ada kenaikan 1,3 persen.
Pada Jumat, Departemen Tenaga Kerja akan merilis indeks harga mei, yang menjadi ukuran harga bisnis AS, dan diharapkan ada kenaikan dari sebelumnya sebesar 0,4 persen.(Nrm/Igw)
Sumber : Liputan6
Melansir Wall Street Journal, indeks Dow Jones Industrial Average turun 79 poin (0,46 persen) ke posisi 17.771. Indeks S & P 500 kehilangan 12 poin (0,6 persen) menjadi 2.081. Sementara indeks Nasdaq Composite Index berkurang 52 poin ( 1 persen) ke level 5.017.
Pasar saham AS banyak dipengaruhi kekhawatiran investor yang mempertimbangkan data ekonomi yang mixed menjadi pertimbangan akhir kenaikan suku bunga AS.
Laporan penyerapan pekerjaan yang kuat pada Mei, yang dirilis Jumat pekan lalu, mendukung ekspektasi jika Federal Reserve akan mulai menaikkan suku bunga jangka pendek pada akhir tahun ini. Laporan ini juga memicu aksi jual di pasar obligasi ke level tertinggi dalam delapan bulan.
Meski benchmark saham utama masih tidak jauh dari rekor tertingginya di bulan lalu, dan banyak investor tetap pada memegang portofolio mereka untuk saat ini.
Investor juga mencari tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi antara Yunani dan kreditor internasional. Kini Yunani tengah mencoba fokus dengan pengurangan pengeluaran, pemotongan pensiun dan kenaikan pajak, ini usai kreditor menuntut langkah-langkah pasti dari pemerintah untuk mencapai bailout.
Negara Mediterania ini berisiko kehabisan uang tunai dan mengalami gagal bayar utang, sebuah faktor yang pada akhirnya bisa mendorong Yunani keluar dari serikat mata uang euro.
"Kini semua mata berada di pasar obligasi, di Yunani, dan tertuju pada setiap potensi aktivitas (merger)," kata Dan McMahon, Direktur Perdagangan Ekuitas Raymond James di New York.
Menurut Kepala Strategi Pasar Wunderlich Securities, Art Hogan, dengan kenaikan suku bunga yang kemungkinan berlangsung pada September, dan pencarian valuasi saham yang lebih tinggi, investor akan mengambil jeda.
"Investor telah berhati-hati tentang penawaran saham dalam lingkungan di mana kenaikan suku bunga mungkin terjadi di tahun ini," kata Hogan.
Pada senin ini, tidak ada laporan ekonomi yang benar-benar mempengaruhi pasar. Namun pada kamis nanti, investor akan mendapatkan update data penjualan ritel bulan Mei, dengan ekonom mengharapkan ada kenaikan 1,3 persen.
Pada Jumat, Departemen Tenaga Kerja akan merilis indeks harga mei, yang menjadi ukuran harga bisnis AS, dan diharapkan ada kenaikan dari sebelumnya sebesar 0,4 persen.(Nrm/Igw)
Sumber : Liputan6
Harga Emas Terangkat Pelemahan Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/6) - Harga emas kembali berkilau dipicu melemahnya dolar, kekhawatiran atas ketidakpastian politik di Turki dan masalah utang Yunani didukung permintaan investor yang pulih untuk logam mulia.
Melansir laman Wall Street Journal, Selasa (9/6/2015), kontrak yang paling aktif diperdagangkan untuk pengiriman Agustus, naik US$ 5,50 atau 0,5 persen menjadi US$ 1.173,60 per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.
Harga emas sempat jatuh ke posisi US$ 1.168,10 per ounce pada Jumat pekan lalu dan menjadi posisi terendah sejak 18 Maret, setelah adanya rilis laporan penyerapan tenaga kerja pada bulan Mei.
Melemahnya dolar membantu mendorong harga emas lebih tinggi. Dolar memberikan kesempatan pada euro dan yen sehingga mengurangi beberapa tekanan pada harga emas.
Mengacu pada Wall Street Journal Dollar Index, yang melacak nilai dolar terhadap 16 mata uang internasional, mencatat mata uang ini turun 0,7 persen.
"Emas bertindak sebagai lindung nilai dolar sekarang," kata Paul Nolte, Ahli Strategi Pasar Senior Kingsview Financial di Chicago.
Harga emas cenderung bergerak terbalik terhadap dolar sebagai logam mulia yang dihargakan dalam dolar tetapi diperdagangkan di pasar internasional.
Akibatnya, pembeli yang memegang mata uang yang lebih kuat dari dolar dapat mengajukan tawaran harga yang lebih tinggi ketika dolar melemah.
Emas juga diuntungkan dari meningkatnya permintaan investasi untuk logam mulia ini di tengah ketidakpastian kondisi di dua negara. Turki menghadapi adanya pemerintahan koalisi pertama selama lebih dari satu dekade, sementara Yunani mencoba untuk menjembatani perbedaan soal utang dengan kreditor internasional.
Kini Yunani tengah mencoba fokus dengan pengurangan pengeluaran, pemotongan pensiun dan kenaikan pajak, ini usai kreditor menuntut langkah-langkah pasti dari pemerintah untuk mencapai bailout. Negara Mediterania ini berisiko kehabisan uang tunai dan mengalami gagal bayar utang, sebuah faktor yang pada akhirnya bisa mendorong Yunani keluar dari serikat mata uang euro.
"Ketidakstabilan politik menyebabkan ketidakstabilan ekonomi ... (dan) pada saat ketidakstabilan orang kehilangan kepercayaan pada mata uang dan beralih ke emas," kata George Gero, Wakil Presiden Senior RBC Capital Markets Futures Global.
Sementara logam mulia lainnya juga mengekor harga emas. Platinum untuk pengiriman Juli naik 0,8 persen menjadi US$ 1.101,20 per troy ounce. Namun paladium dan perak terus harus bergeser, di mana kontrak paladium untuk September turun 1 persen menjadi US$ 743,75 per ounce, penutupan terendah sejak 31 Maret. Harga perak untuk pengiriman Juli melemah 0,2 persen menjadi US$ 15,959 per ounce, terendah sejak 24 April.(Nrm/Igw)
Sumber : Liputan6
Melansir laman Wall Street Journal, Selasa (9/6/2015), kontrak yang paling aktif diperdagangkan untuk pengiriman Agustus, naik US$ 5,50 atau 0,5 persen menjadi US$ 1.173,60 per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.
Harga emas sempat jatuh ke posisi US$ 1.168,10 per ounce pada Jumat pekan lalu dan menjadi posisi terendah sejak 18 Maret, setelah adanya rilis laporan penyerapan tenaga kerja pada bulan Mei.
Melemahnya dolar membantu mendorong harga emas lebih tinggi. Dolar memberikan kesempatan pada euro dan yen sehingga mengurangi beberapa tekanan pada harga emas.
Mengacu pada Wall Street Journal Dollar Index, yang melacak nilai dolar terhadap 16 mata uang internasional, mencatat mata uang ini turun 0,7 persen.
"Emas bertindak sebagai lindung nilai dolar sekarang," kata Paul Nolte, Ahli Strategi Pasar Senior Kingsview Financial di Chicago.
Harga emas cenderung bergerak terbalik terhadap dolar sebagai logam mulia yang dihargakan dalam dolar tetapi diperdagangkan di pasar internasional.
Akibatnya, pembeli yang memegang mata uang yang lebih kuat dari dolar dapat mengajukan tawaran harga yang lebih tinggi ketika dolar melemah.
Emas juga diuntungkan dari meningkatnya permintaan investasi untuk logam mulia ini di tengah ketidakpastian kondisi di dua negara. Turki menghadapi adanya pemerintahan koalisi pertama selama lebih dari satu dekade, sementara Yunani mencoba untuk menjembatani perbedaan soal utang dengan kreditor internasional.
Kini Yunani tengah mencoba fokus dengan pengurangan pengeluaran, pemotongan pensiun dan kenaikan pajak, ini usai kreditor menuntut langkah-langkah pasti dari pemerintah untuk mencapai bailout. Negara Mediterania ini berisiko kehabisan uang tunai dan mengalami gagal bayar utang, sebuah faktor yang pada akhirnya bisa mendorong Yunani keluar dari serikat mata uang euro.
"Ketidakstabilan politik menyebabkan ketidakstabilan ekonomi ... (dan) pada saat ketidakstabilan orang kehilangan kepercayaan pada mata uang dan beralih ke emas," kata George Gero, Wakil Presiden Senior RBC Capital Markets Futures Global.
Sementara logam mulia lainnya juga mengekor harga emas. Platinum untuk pengiriman Juli naik 0,8 persen menjadi US$ 1.101,20 per troy ounce. Namun paladium dan perak terus harus bergeser, di mana kontrak paladium untuk September turun 1 persen menjadi US$ 743,75 per ounce, penutupan terendah sejak 31 Maret. Harga perak untuk pengiriman Juli melemah 0,2 persen menjadi US$ 15,959 per ounce, terendah sejak 24 April.(Nrm/Igw)
Sumber : Liputan6
Emas Rebound Dari Terendah 11 Pekan Ditengah Penurunan Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/6) - Emas
berjangka rebound dari terendah 11 pekan ditengah penurunan dolar
sehingga mendorong daya tarik logam mulia sebagai alternatif investasi.
Dolar
turun sebanyak 0,9% terhadap sekumpulan 10 mata uang rekanan pasca
seorang pejabat Prancis mengatakan bahwa Presiden Barack Obama
mengatakan kepada para delegasinay dalam pertemuan Group of Seven bahwa
dolar yang kuat akan menimbulkan permasalahan. Obama juga mengatakan
bahwa ia tidak mengungkapkan kekhawatiran terkait masalah dari kekuatan
mata uang. Platinum berjangka juga naik.
Emas
berjangka untuk pengiriman Agustus naik 0,5% untuk menetap di level $
1,173.60 per ons pada 1:39 di Comex New York. Pada tanggal 5 Juni, harga
menyentuh level $ 1,162.10.
Platinum
berjangka untuk pengiriman Juli naik 0,8% menjadi $ 1,101.20 per ons di
New York Mercantile Exchange. Selisih perdagangan adalah 25% di atas
rata-rata 100 hari, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.
Palladium
berjangka untuk pengiriman September turun 1% menjadi $ 743,75 per ons
di Nymex. Harga turun untuk sesi ketujuh, yang merupakan kemerosotan
terpanjang sejak 4 Februari tahun lalu.
Perak
untuk pengiriman Juli turun 0,2% menjadi $ 15,959 per ons di Comex.
Logam tersebut turun untuk sesi keempat, ini merupakan kemerosotan
terpanjang sejak 11 Maret.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Kembali Melemah untuk Hari Ketiga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/6) - Saham
Jepang jatuh untuk hari ketiga pasca yen menguat tajam dalam lebih dari
dua bulan terakhir dan seiring negosiasi Yunani terus dilakukan dalam
upaya untuk mempererat keanggotaan zona euro.
Indeks
Topix turun sebesar 0,7 persen ke level 1,649.86 pukul 09:01 pagi di
Tokyo, 32 saham dari 33 saham sub industri mengalami koreksi. Indeks
Nikkei 225 Stock Average turun sebesar 0,8 persen ke level 20,298.84.
Yen ditransaksikan pada level 124,60 per dolar pasca menguat sebesar 0,9
persen pada hari Senin. Jepang akan melaporkan pesanan alat mesin dan
data tingkat kepercayaan konsumen hari ini, bersamaan dengan pemberian
arahan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe untuk pertemuan nation summit G7
di Jerman.
Kontrak
E-mini berjangka pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,1 persen.
indeks acuan kemarin ditutup melemah 0,7 persen ke level terendahnya
dalam dua bulan terakhir karena investor tengah mempertimbangkan waktu
kenaikan suku bunga AS dan prospek lanjutan pembicaraan utang Yunani.
Kreditor
semakin jengkel dengan taktik negosiasi Perdana Menteri Yunani Alexis
Tsipras ini. Presiden AS Barack Obama menyuarakan keprihatinan tentang
kebuntuan atas bantuan keuangan Yunani pada pertemuan puncak pemimpin
negara G-7. Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan Yunani
tidak melakukan cukup upaya untuk memastikan tetap berada pada zona
euro. (izr)
Sumber: Bloomberg
Anjloknya Ekuitas Eropa Bayangi Bursa Saham AS Ditutup Melemah 0,6%
BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/6) - Bursa Saham AS turun ke level 2 bulan
terendah seiring pelemahan saham-saham perusahaan teknologi, sementara
obligasi Treasury naik dan dolar anjlok. Sedangkan ekuitas Eropa dan
obligasi Zona Eropa tergelincir ditengah para pemimpin G-7 (Group of
Seven) mendorong resolusi terhadap krisis hutang Yunani.
Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.6% pukul 4 sore ini waktu New York, ke level terendahnya sejak tanggal 7 April kemarin. Indeks Nasdaq 100 tergelincir 1%, sementara Dow Jones Industrial Average menghapus gain sepanjang tahun 2015 ini. Sementara itu Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0.9%, mencatat penurunan terpanjang sepanjang tahun ini sejelan dengan Indeks DAX Jerman memasuki koreksi. Obligasi Treasury rebound dari penurunan mingguan tertajamnya sejak Februari tahun ini.
Para investor mengkaji waktu kenaikan suku bunga Federal Reserve setelah Jumat kemarin obligasi tumbang dan dolar reli menyusul rilis data yang menunjukkan bahwa perekrutan tenaga kerja mengalami kenaikan. Sementara euro naik untuk pertama kalinya dalam 3 hari terakhir setelah adanya aksi jual obligasi Eropa, menaikkan imbal hasil dan menaikkan daya tarik mata uang. Sedangkan G-7 pada hari ini menyerukan aksi terkait Yunani ditengah pembicaraan diantara Yunani dan para kreditor. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.6% pukul 4 sore ini waktu New York, ke level terendahnya sejak tanggal 7 April kemarin. Indeks Nasdaq 100 tergelincir 1%, sementara Dow Jones Industrial Average menghapus gain sepanjang tahun 2015 ini. Sementara itu Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0.9%, mencatat penurunan terpanjang sepanjang tahun ini sejelan dengan Indeks DAX Jerman memasuki koreksi. Obligasi Treasury rebound dari penurunan mingguan tertajamnya sejak Februari tahun ini.
Para investor mengkaji waktu kenaikan suku bunga Federal Reserve setelah Jumat kemarin obligasi tumbang dan dolar reli menyusul rilis data yang menunjukkan bahwa perekrutan tenaga kerja mengalami kenaikan. Sementara euro naik untuk pertama kalinya dalam 3 hari terakhir setelah adanya aksi jual obligasi Eropa, menaikkan imbal hasil dan menaikkan daya tarik mata uang. Sedangkan G-7 pada hari ini menyerukan aksi terkait Yunani ditengah pembicaraan diantara Yunani dan para kreditor. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Sunday, 7 June 2015
Meski Kaya Raya, Bos Facebook Pilih Hidup Sederhana
BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Siapa pendiri jejaring sosial terpopuler di dunia, Facebook? Pastinya
banyak dari Anda yang sudah mengetahui jawabannya. Ya, Mark Zuckerberg
adalah orangnya.
Miliarder muda pendiri Facebook, Mark Zuckerberg merupakan pengusaha yang sangat populer. Di usianya yang belum mencapai 30 tahun, Zuckerberg dilaporkan memiliki pendapatan kotor sebesar US$ 10,5 miliar sepanjang 2013. Saat ini ia diperkirakan memiliki kekayaan bersih senilai US$ 12,4 miliar.
Bahkan, pada 2011 lalu, kekayaan Zuckerberg diklaim telah melampaui Larry Page dan Sergey Brin (dua pendiri Google), dengan pundi-pundi harta mencapai US$ 17 miliar.
Namun di balik seluruh kekayaan dan kesuksesannya itu, Zuckerberg dikenal sebagai konglomerat yang gemar menjalani hidup sederhana.
Dalam berkegiatan sehari-hari di kantor, Zuckerberg selalu memakai kaos abu-abu yang sama. Bukan berarti ia hanya memiliki satu kaos, tetapi ia memiliki banyak kaos dengan warna yang sama. Ia bahkan sempat dicap sebagai pria dengan fashion terburuk oleh sejumlah majalah lifestyle di Amerika Serikat.
Tak seperti konglomerat muda lainnya, ia pun lebih memilih mengendarai mobil seharga US$ 30 ribu atau Rp 360 juta. Masih banyak hal-hal mengejutkan lainnya yang belum diketahui banyak orang seputar kehidupan Zuckerberg.
Ia adalah seorang vegetarian. Namun anehnya ia diketahui sebagai fans berat model bisnis restoran cepat saji merakyat macam McDonald dan In-N-Out Burger.
Selain menyandang posisi sebagai bos besar Facebook, Zuckerberg lebih memilih untuk duduk di meja kerja yang sama dengan para karyawannya dibanding duduk di ruangan khusus dengan kursi dan meja kerja yang mewah.(dhi/isk)
Sumber : Liputan6
Miliarder muda pendiri Facebook, Mark Zuckerberg merupakan pengusaha yang sangat populer. Di usianya yang belum mencapai 30 tahun, Zuckerberg dilaporkan memiliki pendapatan kotor sebesar US$ 10,5 miliar sepanjang 2013. Saat ini ia diperkirakan memiliki kekayaan bersih senilai US$ 12,4 miliar.
Bahkan, pada 2011 lalu, kekayaan Zuckerberg diklaim telah melampaui Larry Page dan Sergey Brin (dua pendiri Google), dengan pundi-pundi harta mencapai US$ 17 miliar.
Namun di balik seluruh kekayaan dan kesuksesannya itu, Zuckerberg dikenal sebagai konglomerat yang gemar menjalani hidup sederhana.
Dalam berkegiatan sehari-hari di kantor, Zuckerberg selalu memakai kaos abu-abu yang sama. Bukan berarti ia hanya memiliki satu kaos, tetapi ia memiliki banyak kaos dengan warna yang sama. Ia bahkan sempat dicap sebagai pria dengan fashion terburuk oleh sejumlah majalah lifestyle di Amerika Serikat.
Tak seperti konglomerat muda lainnya, ia pun lebih memilih mengendarai mobil seharga US$ 30 ribu atau Rp 360 juta. Masih banyak hal-hal mengejutkan lainnya yang belum diketahui banyak orang seputar kehidupan Zuckerberg.
Ia adalah seorang vegetarian. Namun anehnya ia diketahui sebagai fans berat model bisnis restoran cepat saji merakyat macam McDonald dan In-N-Out Burger.
Selain menyandang posisi sebagai bos besar Facebook, Zuckerberg lebih memilih untuk duduk di meja kerja yang sama dengan para karyawannya dibanding duduk di ruangan khusus dengan kursi dan meja kerja yang mewah.(dhi/isk)
Sumber : Liputan6
Aksi Jual Mereda, IHSG Berpeluang Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat pada perdagangan saham Senin (8/6/2015). Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, posisi indeks saham saat ini telah memasuki tren kenaikan dalam jangka pendek.
"Potensi IHSG hari ini akan melanjutkan penguatan, dalam jangka pendek berpotensi kembali ke jalur up trend," kata dia.
William menuturkan, tekanan aksi jual mulai berkurang sehingga berpeluang untuk melanjutkan kenaikan. Dia memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.051 dan resistance pada level 5.228.
"IHSG memperlihatkan manuver cantik di akhir perdagangan pekan lalu. Tekanan mulai terlihat sangat terbatas, proses menguji support selayaknya telah berakhir sambil menunggu waktu untuk melakukan reli kembali,"ujarnya.
Berbeda, Analis PT MNC Securities Reza Nugraha mengatakan, IHSG berpeluang melemah pada hari ini. Lantaran, dari dalam negeri masih minim sentimen. Selain itu, dari regional masalah penyelesaian utang Yunani akan menjadi sentimen negatif bagi bursa Eropa yang kemudian berdampak pada bursa dalam negeri.
Reza memprediksi IHSG bergerak pada kisaran support 5.070 dan resistance pada level 5.125. "Bursa regional yang Yunani masalah utang, ketika mendekati momen tidak menyelesaikan pembayaran," ujarnya kepada Liputan6.com.
Sumber : Liputan6
"Potensi IHSG hari ini akan melanjutkan penguatan, dalam jangka pendek berpotensi kembali ke jalur up trend," kata dia.
William menuturkan, tekanan aksi jual mulai berkurang sehingga berpeluang untuk melanjutkan kenaikan. Dia memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.051 dan resistance pada level 5.228.
"IHSG memperlihatkan manuver cantik di akhir perdagangan pekan lalu. Tekanan mulai terlihat sangat terbatas, proses menguji support selayaknya telah berakhir sambil menunggu waktu untuk melakukan reli kembali,"ujarnya.
Berbeda, Analis PT MNC Securities Reza Nugraha mengatakan, IHSG berpeluang melemah pada hari ini. Lantaran, dari dalam negeri masih minim sentimen. Selain itu, dari regional masalah penyelesaian utang Yunani akan menjadi sentimen negatif bagi bursa Eropa yang kemudian berdampak pada bursa dalam negeri.
Reza memprediksi IHSG bergerak pada kisaran support 5.070 dan resistance pada level 5.125. "Bursa regional yang Yunani masalah utang, ketika mendekati momen tidak menyelesaikan pembayaran," ujarnya kepada Liputan6.com.
Sumber : Liputan6
Minim Sentimen, IHSG Diprediksi Melemah Pekan Ini
BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak melemah pada perdagangan saham dalam sepekan (8-12 Juni 2015). Pelemahan tersebut terjadi karena belum ada sentimen positif yang mampu mendorong pergerakan indeks saham.
Analis PT MNC Securities, Reza Nugraha mengatakan, tekanan aksi jual membuat IHSG cenderung melemah. "Kami lihat seharusnya masih berpeluang mengalami penurunan, tekanan jual masih ada," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (8/6/2015).
Selain itu, sentimen negatif dari regional masih akan menekan IHSG. Dia menuturkan, jika Yunani tidak segera menyelesaikan masalah utangnya maka akan menjadi sentimen yang bisa menekan bursa Eropa yang kemudian imbasnya ke bursa domestik. "Sentimen bursa regional adalah utang Yunani, ketika mendekati waktunya tapi tidak menyelesaikan pembayaran," tambahnya.
Selain itu, laju inflasi yang tinggi pada Mei 2015 juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pelaku pasar. Dengan tingginya laju inflasi, pemodal khawatir Bank Indonesia (BI) akan mengambil langkah untuk menaikan suku bunga acuan demi meredam laju inflasi.
Namun, dengan semakin dekatnya bulan Ramadan menjadi keistimewaan sendiri pada saham-saham pada sektor konsumsi. Sektor konsumsi diperkirakan akan menguat seiring dengan tingkat konsumsi masyarakat saat Ramadan. " Sektor yang menarik adalah sektor konsumsi, tapi di sektor lain terjadi penurunan, daya beli turun seperti konstruksi sepi," ujarnya.
Pada perdagangan saham pekan ini, Reza memprediksi IHSG bergerak pada level support 5. 020 dan resistance pada level 5.150.
Kebalikannya, Analis PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe mengatakan bahwa IHSG akan bergerak mendatar namun berpeluang menguat pada pekan ini. IHSG menguat setelah memanfaatkan pelemahan pada pekan lalu. Dia memperkirakan pada pekan ini IHSG akan bergerak pada level support 5.015-5.075. Sementara resistance pada level 5.220-5.250.
Kepala Riset NH Korindo Securities, Reza Priyambada berharap pada pekan ini IHSG berbalik arah. Apalagi, pada kemarin terlihat adanya aksi beli meskipun tipis. Dia memperkirakan IHSG berada pada rentan support 5.050-5.085 dan resistance pada level 5.175-5.225.
"Di akhir pekan kemarin dengan mulai adanya aksi beli meski tipis diharapkan dapat menjadi momentum pembalikan arah. Dengan asumsi aksi beli masih berlanjut dan ditopang oleh sentimen dari makro dan data-data ekonomi yang diharapkan dapat positif tentunya dapat mendukung penguatan IHSG," tandasnya.
Reza Nugraha merekomendasikan beli ketika melemah (buy on weakness/BOW) pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (Amd/Gdn)
Sumber : Liputan6
Analis PT MNC Securities, Reza Nugraha mengatakan, tekanan aksi jual membuat IHSG cenderung melemah. "Kami lihat seharusnya masih berpeluang mengalami penurunan, tekanan jual masih ada," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (8/6/2015).
Selain itu, sentimen negatif dari regional masih akan menekan IHSG. Dia menuturkan, jika Yunani tidak segera menyelesaikan masalah utangnya maka akan menjadi sentimen yang bisa menekan bursa Eropa yang kemudian imbasnya ke bursa domestik. "Sentimen bursa regional adalah utang Yunani, ketika mendekati waktunya tapi tidak menyelesaikan pembayaran," tambahnya.
Selain itu, laju inflasi yang tinggi pada Mei 2015 juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pelaku pasar. Dengan tingginya laju inflasi, pemodal khawatir Bank Indonesia (BI) akan mengambil langkah untuk menaikan suku bunga acuan demi meredam laju inflasi.
Namun, dengan semakin dekatnya bulan Ramadan menjadi keistimewaan sendiri pada saham-saham pada sektor konsumsi. Sektor konsumsi diperkirakan akan menguat seiring dengan tingkat konsumsi masyarakat saat Ramadan. " Sektor yang menarik adalah sektor konsumsi, tapi di sektor lain terjadi penurunan, daya beli turun seperti konstruksi sepi," ujarnya.
Pada perdagangan saham pekan ini, Reza memprediksi IHSG bergerak pada level support 5. 020 dan resistance pada level 5.150.
Kebalikannya, Analis PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe mengatakan bahwa IHSG akan bergerak mendatar namun berpeluang menguat pada pekan ini. IHSG menguat setelah memanfaatkan pelemahan pada pekan lalu. Dia memperkirakan pada pekan ini IHSG akan bergerak pada level support 5.015-5.075. Sementara resistance pada level 5.220-5.250.
Kepala Riset NH Korindo Securities, Reza Priyambada berharap pada pekan ini IHSG berbalik arah. Apalagi, pada kemarin terlihat adanya aksi beli meskipun tipis. Dia memperkirakan IHSG berada pada rentan support 5.050-5.085 dan resistance pada level 5.175-5.225.
"Di akhir pekan kemarin dengan mulai adanya aksi beli meski tipis diharapkan dapat menjadi momentum pembalikan arah. Dengan asumsi aksi beli masih berlanjut dan ditopang oleh sentimen dari makro dan data-data ekonomi yang diharapkan dapat positif tentunya dapat mendukung penguatan IHSG," tandasnya.
Reza Nugraha merekomendasikan beli ketika melemah (buy on weakness/BOW) pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (Amd/Gdn)
Sumber : Liputan6
Harga Emas Makin Murah Pekan Ini
BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Penguatan data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan lemahnya permintaan dari China diprediksi dapat menarik turun harga emas pekan ini. Meski begitu, turunnya harga emas dapat menarik para pembeli dari Asia dan itu dapat mendorong naik harga emas di akhir pekan nanti.
Sebagai tambahan, sinyal apapun yang menandakan keluarnya Yunani dari zona euro juga dapat menekan harga emas.
Melansir laman International Business Times, Senin (8/6/2015), sebanyak 9 dari 13 partisipan Kitco News Survey memprediksi harga emas akan turun pekan ini. Sementara delapan lain menilai positif pergerakan emas pekan ini dan dua lainnya meramal harga logam mulia itu akan bergerak stagnan.
Para responden yang terlibat dalam survei tersebut adalah broker, pedagang, analis dan bankir investasi.
Selain memantau perkembangan di Yunani, para pengamat pasar juga akan mengawasi pergerakan dolar AS dan dampaknya pada nilai jual emas. Nilai tukar dolar menguat ke level tertinggi dalam 13 tahun terakhir terhadap yen pada pekan lalu dan menguat tipis terhadap euro.
Harga emas juga dapat berkonsolidasi menjelang pertrmuan para pejabat The Fed pada 16-17 Juni. The Fed diprediksi meningkatkan suku bunganya pada September dan merupakan kabar buruk bagi emas.
"Harga emas yang tak mampu naik merespons pelemahan dolar sepanjang pekan lalu merupakan fakta yang mengecewakan dan mendorong tren harga turun sejak naik hingga di atas US$ 1.220 per ounce pada pertengahan Mei," terang pedagang sekaligus pengamat emas Ken Morrison.
Sementara itu, Ira Epstein, Managing Director Linn & Associates mengatakan, jika Yunani kembali ke pelukan zona euro maka itu akan berdampak positif pada harga emas. Sebaliknya jika tidak ada kepastian dari Yunani, maka pasar emas akan melemah pekan ini.
"Harga emas telah menunjukkan penurunan hingga di bawah level US$ 1.170 per ounce. Dan pekan ini pelemahan lebih lanjut akan terjadi," kata Senior Market Strategist di CMC Markets Colin Cieszynski.
President of Merk Investments Axel Merk mengatakan, dalam jangka pendek para konsumen akan berdatangan ke pasar karena harga murah. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Sebagai tambahan, sinyal apapun yang menandakan keluarnya Yunani dari zona euro juga dapat menekan harga emas.
Melansir laman International Business Times, Senin (8/6/2015), sebanyak 9 dari 13 partisipan Kitco News Survey memprediksi harga emas akan turun pekan ini. Sementara delapan lain menilai positif pergerakan emas pekan ini dan dua lainnya meramal harga logam mulia itu akan bergerak stagnan.
Para responden yang terlibat dalam survei tersebut adalah broker, pedagang, analis dan bankir investasi.
Selain memantau perkembangan di Yunani, para pengamat pasar juga akan mengawasi pergerakan dolar AS dan dampaknya pada nilai jual emas. Nilai tukar dolar menguat ke level tertinggi dalam 13 tahun terakhir terhadap yen pada pekan lalu dan menguat tipis terhadap euro.
Harga emas juga dapat berkonsolidasi menjelang pertrmuan para pejabat The Fed pada 16-17 Juni. The Fed diprediksi meningkatkan suku bunganya pada September dan merupakan kabar buruk bagi emas.
"Harga emas yang tak mampu naik merespons pelemahan dolar sepanjang pekan lalu merupakan fakta yang mengecewakan dan mendorong tren harga turun sejak naik hingga di atas US$ 1.220 per ounce pada pertengahan Mei," terang pedagang sekaligus pengamat emas Ken Morrison.
Sementara itu, Ira Epstein, Managing Director Linn & Associates mengatakan, jika Yunani kembali ke pelukan zona euro maka itu akan berdampak positif pada harga emas. Sebaliknya jika tidak ada kepastian dari Yunani, maka pasar emas akan melemah pekan ini.
"Harga emas telah menunjukkan penurunan hingga di bawah level US$ 1.170 per ounce. Dan pekan ini pelemahan lebih lanjut akan terjadi," kata Senior Market Strategist di CMC Markets Colin Cieszynski.
President of Merk Investments Axel Merk mengatakan, dalam jangka pendek para konsumen akan berdatangan ke pasar karena harga murah. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Emas Kembali Meredup Mendekati Level Terendahnya Pasca Data Payroll
BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Emas
kembali meredum ditransaksikan mendekati level terendahnya dalam
11-pekan terakhir pasca rilis data payrolls AS yang lebih baik dari
estimasi mendukung keinginan the Fed untuk segera meningkatkan biaya
pinjaman AS, penguatan dolar dan meredupnya daya pikat bullion ini.
Platinum mendekat level terendah dalam enam tahun terakhir.
Bullion
untuk pengiriman segera turun sebanyak 0,2 persen menjadi $1,169.29 per
ons, dan ditransaksikan di level $1,170.39 pukul 7:42 di Singapura,
menurut harga generik Bloomberg. Emas turun pada hari Jumat pekan lallu
ke level $1,162.88, level terendah sejak 19 Maret lalu dan mencatat
penurunan sebesar 1,6 persen pekan lalu pasca rilis data pekerjaan Mei.
Emas
turun sebesar 10 persen dari level penutupan tertingginya tahun ini
pada bulan Januari lalu terkait prospek kenaikan suku bunga pertama
sejak 2006. Kesempatan bagi Federal Reserve untuk memperketat kebijakan
moneternya pada bulan September mendatang naik menjadi 33 persen pasca
rilis data pekerjaan AS yang menunjukan kinerja terbaik dalam lima bulan
terakhir, dari 27 persen sebelum angka dirilis pada hari Jumat.
Kenaikan gaji menyarankan bank sentral membuat kemajuan menuju tujuannya
kerja maksimal, menurut William C. Dudley, Presiden Fed Bank of New
York.
Pengusaha
menambahkan sebanyak 280.000 pekerja bulan lalu, mengalahkan perkiraan
ekonom dalam survei Bloomberg, menurut data yang dirilis dari Departemen
Tenaga Kerja. Pejabat The Fed akan melakukan pertemuan untuk membahas
kebijakan pada tanggal 16-17 mendatang, dengan pertemuan berikutnya
ditetapkan untuk bulan Juli dan September.
Bullion
untuk pengiriman Agustus naik sebesar 0,2 persen ke level $1,170.10 di
Comex di New York. Indeks Bloomberg Dollar Spot berada di level 1,192.92
pasca melonjak sebesar 0,8 persen pada hari Jumat lalu. Indeks telah
meningkat 5,5 persen tahun ini pasca naik 11 persen pada tahun 2014
lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg
Thursday, 4 June 2015
Dolar Menguat Jelang Rilis Data Payrolls AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/6) - Dolar
menguat, menghentikan pelemahan terburuk dalam dua hari terakhir sejak
Maret lalu, seiring terhentinya aksi jual obligasi global.
Greenback
menguat terhadap sebagian besar mata uang utama seiring obligasi imbal
hasil acuan turun dari level tertingginya dalam delapan bulan terakhir
dan obligasi Jerman naik, menghentikan aksi jual surat hutang yang
menghapus semua keuntungan obligasi tahun ini. Sebuah rilis laporan
pekerjaan AS pada Jumat pekan ini dapat mendukung rencana Federal
Reserve untuk meningkatkan biaya pinjaman tahun ini, meningkatkan daya
tarik dolar. Euro merosot pasca Yunani menangguhkan pembayaran kepada
Dana Moneter Internasional pada hari Jumat.
Indeks
Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang
utama, naik 0,2 persen ke level 1,182.73 pukul 02:31 di New York. Indeks
turun sebesar 1,5 persen dalam dua hari terakhir hingga Rabu kemarin.
Greenback
naik sebesar 0,3 persen menjadi $1,1246 per euro, pasca penurunan dua
hari terburuk terhadap mata uang dalam lima tahun terakhir. Sementara
itu, Dolar juga menguat 0,1 persen menjadi 124,29 yen. (izr)
Sumber: Bloomberg
Emas, Perak Turun ke Level Terendah dalam Empat Pekan Terkait Data Pekerjaan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/6) - Emas
dan perak berjangka jatuh ke level terendah dalam empat pekan terakhir
pasca rilis laporan yang menunjukkan sedikitnya pekerja AS yang
mengajukan klaim pengangguran, memicu kekhawatiran bahwa kuatnya pasar
tenaga kerja AS mendorong Federal Reserve segera menaikkan suku bunga
tahun ini.
Aplikasi
untuk tunjangan pengangguran turun sebanyak 8.000 menjadi 276.000 pada
pekan yang berakhir 30 Mei lalu, menurut laporan dari Departemen Tenaga
Kerja hari ini waktu setempat. Kepemilikan emas ETF kembali turun pada
Rabu ke level terendahnya sejak 2009 lalu.
Emas
hapus keuntungan untuk tahun ini seiring kemajuan data pekerjaan
menambah keyakinan bahwa ekonomi cukup kuat menopang tingginya biaya
pinjaman, membuka jalan bagi The Fed untuk segera meningkatkan suku
bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2006 lalu. Meningkatnya suku
bunga dapat menekan daya tarik emas, yang tidak membayar bunga, karena
investor akan beralih ke aset berimbal hasil lebih tinggi termasuk
obligasi baru.
Emas
berjangka untuk pengiriman Agustus turun sebesar 0,8 persen untuk
menetap di level $1,175.20 per ons pukul 1:44 di Comex di New York.
Sebelumnya, harga emas menyentuh level $1,172.40, terendah untuk kontrak
teraktif sejak 1 Mei lalu.
Perak
untuk pengiriman Juli turun sebesar 2,3 persen menjadi $16,103 per ons.
Harga perak menyentuh level $16,08, terendah sejak 1 Mei lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg
Yunani Menunda Pembayaran Utang Bayangi Penurunan Saham Asia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/6) - Saham
Asia turun untuk hari kelima, dengan indeks acuan regional menuju
penurunan mingguan kedua, diikuti pelemahan pada ekuitas AS karena
Yunani menunda pembayaran utang.
Indeks MSCI Asia
Pacific turun 0,3 % ke level 148,85 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo,
menuju penurunan sebesar 1,7 % sepanjang pekan ini di tengah aksi jual
obligasi dan komoditas. Indeks Standard & Poor 500 kemarin melemah
seiring produsen bahan baku mengalami penurunan dan Yunani menjadi
negara pertama sejak tahun 1980-an yang menunda pembayaran utang kepada
Dana Moneter Internasional. Sementara pejabat internasional telah
melaporkan beberapa kemajuan pada pembicaraan dalam beberapa hari
terakhir, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan mereka jauh dari
mencapai kesimpulan.
Penurunan obligasi
global, menghidupkan kembali tanda-tanda tingkat inflasi di zona euro
pada minggu ini, dengan imbal hasil obligasi tenor 10-tahun naik untuk
pertama kalinya pada minggu ini. Obligasi Jerman tenor 10-tahun mencapai
hampir 1 % sebelum turun kembali ke angka 0,84 %, sementara suku bunga
dari Spanyol dan Italia mengalami penurunan.
Indeks Topix Jepang
melemah 0,7 %. Indeks Australia S&P / ASX 200 merosot 0,1 %. Indeks
Selandia Baru NZX 50 terdepresiasi 0,4 %, diiringi Indeks Korea Selatan
Kospi. Sementara itu, Pasar perdagangan di China dan Hong Kong belum
dibuka. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Jepang Turun Terkait Yunani Menunda Pembayaran IMF
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/6) - Saham
Jepang turun, diikuti penurunan global, setelah Yunani menjadi negara
pertama yang menunda pembayaran kepada Dana Moneter Internasional sejak
tahun 1980-an seiring perjanjian dengan kreditur sudah sampai titik
genting.
Indeks Topix turun 0,6
% ke level 1,663.62 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, menuju penurunan
mingguan pertama dalam sebulan terakhir. Indeks Nikkei 225 Stock
Average melemah 0,5 % ke level 20,396.35. Indeks MSCI World turun ke
level terendahnya dalam sebulan terakhir setelah Perdana Menteri Yunani
Alex Tsipras menolak tuntutan negaranya melanjutkan reformasi fiskal
dalam pertukaran untuk dana bailout dan Kanselir Jerman Angela Merkel
mengatakan "kami masih jauh dari mencapai kesimpulan."
Yunani pada Kamis
kemarin mengatakan IMF akan menunda pembayaran utang sekitar $ 339 juta
yang jatuh tempo pada Jumat ini, mengirimkan permintaan dana tersebut
untuk total pembayaran sebesar $ 1,7 miliar karena bulan ini masuk dalam
pembayaran pertama.
Yunani juga menolak
usulan terbaru dari kreditor internasional, dengan Departemen Keuangan
mengatakan rencana "tidak mencapai kesepakatan" dan kesepakatan
memerlukan "konvergensi langsung dari lembaga untuk lebih realistis".
Kontrak E-mini pada
Indeks Standard & Poor 500 merosot 0,1 % setelah ukuran yang
mendasari kemarin melemah 0,9 % ke level sebulan terendah di New York.
(knc)
Sumber : Bloomberg
Anjloknya Saham Komoditas & Pembahasan Hutang Yunani Bayangi Bursa AS Ditutup Melemah 0,9%
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/6) - Bursa Saham AS ditutup melemah, dengan
Indeks Standard & Poor 500 mencapai level 4 pekan terendah,
pelemahan hari ini akibat merosotnya harga minyak dan logam yang
membebani saham saham produsen komoditas dan Yunani meminta penagguhan
terkait pembayaran hutangnya.
Freeport-McMoRan Inc., DuPont Co. dan fertilizer maker Mosaic Co. masing-masing turun 1.7%. Chesapeake Energy Corp. melemah 3.8% dengan memimpin penurunan saham perusahaan energi. Verizon Communications Inc. turun 2% setelah seorang analis menurunkan peringkatnya. L Brands Inc. menguat 1.2% seiring penjualan bulan Mei lampaui perkiraan. Wynn Resorts Ltd. menguat 7.2%.
Indeks S&P 500 melemah 0.9% ke level 2,095.84 pukul 4 sore ini waktu New York. Indeks acuan tersebut bergerak turun dibawah harga rata-rata selama 50 hari terakhir, meski masih sekitar 1.7% dari level tertingginya sepanjang sejarah. Sementara Dow Jones Industrial Average turun 170.96 poin atau 0.9% ke level 17,905.58. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite turun 0.8%. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Freeport-McMoRan Inc., DuPont Co. dan fertilizer maker Mosaic Co. masing-masing turun 1.7%. Chesapeake Energy Corp. melemah 3.8% dengan memimpin penurunan saham perusahaan energi. Verizon Communications Inc. turun 2% setelah seorang analis menurunkan peringkatnya. L Brands Inc. menguat 1.2% seiring penjualan bulan Mei lampaui perkiraan. Wynn Resorts Ltd. menguat 7.2%.
Indeks S&P 500 melemah 0.9% ke level 2,095.84 pukul 4 sore ini waktu New York. Indeks acuan tersebut bergerak turun dibawah harga rata-rata selama 50 hari terakhir, meski masih sekitar 1.7% dari level tertingginya sepanjang sejarah. Sementara Dow Jones Industrial Average turun 170.96 poin atau 0.9% ke level 17,905.58. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite turun 0.8%. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)
