Wednesday, 2 December 2015
Saham Asia Turun untuk Hari Kedua Terkait Anjloknya Harga Minyak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham
Asia jatuh untuk hari kedua, setelah saham AS berada di level yang
lebih rendah, menyusul penurunan harga minyak membebani saham energi.
MSCI
Asia Pacific Index kehilangan 0,2 persen ke level 133,59 pada pukul
09:01 pagi waktu Tokyo, dengan perusahaan material dan energi memimpin
kerugian di antara 10 kelompok industri di kawasan itu. Minyak mentah AS
diperdagangkan di level $ 40,20 per barel setelah merosot ke level $
39,94 pada sesi sebelumnya di tengah tanda-tanda perselisihan antara
anggota OPEC sebelum pertemuan Jumat di Wina. Indeks Standard & Poor
500 turun 1,1 persen Ketua pada hari Rabu, seiring penurunan harga
minyak memicu aksi jual yang lebih luas dalam ekuitas dan Federal
Reserve Janet Yellen meletakkan fondasi untuk kenaikan suku bunga pada
Desember oleh sinyal keyakinan yang lebih tinggi dalam prospek ekonomi
AS.
Dalam
pidato di Economic Club of Washington, Yellen juga memperingatkan bahwa
menunggu terlalu lama untuk mengakhiri era suku bunga mendekati nol
bisa memaksa bank sentral untuk melakukan pengetatan terlalu cepat, yang
akan berisiko mengganggu pasar keuangan dan ekspansi enam tahun. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Jatuh, Dipimpin oleh Pengeksplor Energi Menyusul Anjloknya Minyak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham Jepang jatuh, dipimpin oleh penngeksplor energi, setelah minyak mentah jatuh ke bawah $ 40 per barel.
Indeks
Topix turun dengan 0,2 persen ke level 1,599.12 pada pukul 09:01 pagi
waktu Tokyo dengan semua kecuali delapan kelompok dari 33 kelompok
industri yang ada turun. Indeks Nikkei 225 Stock Average kehilangan 0,3
persen ke level 19,988.35. Yen diperdagangkan pada level 123,24 per
dolar setelah melemah 0,3 persen pada hari Rabu, seiring Ketua Federal
Reserve Janet Yellen meletakkan fondasi dasar untuk kenaikan tingkat
suku bunga AS pertama sejak 2006 seiring Eropa bersiap untuk biaya
pinjaman yang lebih tinggi.
Minyak
West Texas Intermediate diperdagangkan pada level $ 40,14 pada awal
hari Kamis setelah merosot 4,6 persen pada sesi sebelumnya di New York
untuk level $ 39,94, yang merupakan penutupan terendah sejak 26 Agustus
Aksi
jual yang dipicu oleh tanda-tanda perselisihan dalam Organisasi Negara
Pengekspor Minyak seiring para menteri yang sudah tiba di Wina untuk
pertemuan. Mayoritas anggota OPEC menyepakati penurunan produksi, dengan
pengecualian Arab Saudi dan negara Teluk Arab, kata Kementerian Minyak
Iran kantor berita Shana.
E-mini
futures pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah setelah
indeks dasar itu turun 1,1 persen pada Rabu, penurunan satu hari paling
tajam sejak 13 November. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Turun Ditengah Aksi Selloff di Sektor Komoditas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham
AS jatuh karena penurunan harga minyak memicu aksi jual yang lebih luas
dalam ekuitas, sementara Ketua Federal Reserve Janet Yellen
mengisyaratkan peningkatan kepercayaan dalam perekonomian, sehingga
mendorong untuk kenaikan suku bunga pada Desember.
Pola Ekuitas terus bergantian antara naik dan turun yang dipimpinoleh S
& P 500 pada bulan November untuk pergerakan bulanan tersempit
dalam enam tahun terakhir. Produsen energi hari ini menurun tajam dalam
dua bulan seiring minyak mentah jatuh di bawah level $ 40 per barel
untuk pertama kalinya sejak Agustus, dan saham bahan material mencatat
penurunan tertajam dalam tiga pekan terakhir. Perusahaan teknologi
menghapus gain di sesi pagi karena Qualcomm Inc dan Yahoo! Inc memangkas
reli mereka.
Indeks
Standard & Poor 500 turun 1,1% menjadi 2,079.67 pada 04:00 sore di
New York, membalikkan reli 1,1% kemarin untuk membuka bulan.
Penurunan
pada S & P 500 berlanjut pada perdagangan sore karena penurunan
minyak mentah dipercepat sebelum pertemuan OPEC pada Jumat. kegiatan
ekonomi selama tiga hari kemungkinan menjadi pelajaran untuk pasar
global hingga dimulainya 2016, pedagang berfokus pada divergen kebijakan
moneter dialihkan oleh gejolak baru dalam minyak mentah karena OPEC
telah menunjukkan beberapa tanda-tanda akan memilih untuk memangkas
output.
Sementara
itu, kebijakan bank sentral ditetapkan akan berbeda karena Presiden
Bank Sentral Eropa Mario Draghi telah memangkas aksi pasar sejak
Oktober. Ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi suara bulat ECB akan
meningkatkan stimulus lagi pada rapat besok, sementara bank kurang dari
setengah jalan melalui program pembelian obligasi 1,1 triliun euro ($
1.2 triliun).(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Tetap Berada pada Level Terendah Pasca Komentar Yellen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham
AS tetap berada pada level terendah setelah Ketua Federal Reserve Janet
Yellen mengatakan akan menunda dimulainya normalisasi kebijakan yang
memicu "program pengetatan segera" yang berisiko akan mengganggu pasar
keuangan dan kemungkinan "secara tidak sengaja mendorong perekonomian ke
dalam resesi."
Indeks
Standard & Poor 500 turun 0,3 % ke level 2,096.28 pada pukul 12:30
siang waktu New York, setelah kemarin mengalami reli bulanan sebesar 1,1
% menjadi ditutup pada level tertinggi sejak 3 November lalu.
Pernyataan
Yellen datang pada pidato di Economic Club of Washington, di mana ia
mengatakan semakin yakin bahwa pertumbuhan ekonomi tumbuh cukup kuat
untuk mencapai peningkatan pasar tenaga kerja dan tingkat inflasi yang
lebih tinggi, mendukung kenaikan suku bunga pada bulan Desember jika
data ekonomi terus meningkat. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Eropa Berakhir Dekati Level 3 Bulan Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham
eropa berakhir sedikit berubah pada penutupan hari ini dekati level 3
bulan tertinggi, seiring penguatan saham komoditas yang mendorong
optimisme stimulus bank sentral.
Indeks
Stoxx Europe 600 turun 0.1 %. Saham ArcelorMittal anjlok 8.99 % setelah
perusahaan Vale SA memperkirakan akan memangkas harga produksi untuuk
tahun depan. Saham Anglo American Plc melemah 2.2 %, penurunan terbesar
sejak 1999 silam.
Indeks
acuan eropa menguat 0.6 % setalah data inflasi kawasan euro bulan
November melambat melampaui perkiraan, Ketua Bank Sentral Eropa Mario
Draghi menunjukkan akan menambahkan stimulus pada pertemuan besok. Yang
mengirim gain pada ekuitas, Indeks Stoxx 600 mengalami rally diikuti
penguatan euro terhadap dolar setelah data pekerjaan AS.
Indeks
Stoxx 600 dekati level tertinggi seiring meningkatnya perdagangan, dan
terkait para investor menunggu hasil pertemuan ECB.
Sahamm
produsen makanan Greene King Plc raly 13 % hari ini, yang terbesar
sejak 2009, setelah melaporkan data kuartalan yang meningkat. Saham
Wirecard AG naik 3.9 % seiring mendapatkan laba sebesar 300 miliar euro (
$ 317 miliar).
Indeks
Stoxx 600 megnalami penurunan setelah kemarin berada di level tertinggi
terkait melambatnya data manufaktur AS pada bulan November melebihi
perkiraan, yang mengisyaratkan beberapa pelemahan dalam perekonomian
sama seperti Federal reserve yang akan menaikkan suku bunga utamanya.
Pedagang berpeluang sebesar 74 % yang memprediksi bank sentral akan
menaikkan suku bunga pada bulan ini. (knc)
Sumber : Bloomberg
Tuesday, 1 December 2015
Saham Jepang Berfluktuasi Pasca Manufaktur AS Secara Tak Terduga Jatuh
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Saham Jepang berfluktuasi, dengan Nikkei 225 Stock Average diperdagangkan di dekat level tiga bulan tertinggi, seiring investor menimbang apakah kontraksi manufaktur Amerika yang turun secara tak terduga memilik arti yang signifikan untuk suku bunga prospek Federal Reserve.
Indeks Topix sedikit berubah di level 1,602.50 pada pukul 09:04 pagi waktu Tokyo seiring hampir samanya jumlah dari saham
yang naik dan jatuh. Nikkei 225 tergelincir 0,2 persen ke level
19,971.95, setelah penutupan di level tertinggi sejak 20 Agustus kemarin. Yen diperdagangkan pada level 122,90 per dolar setelah naik 0,2 persen kemarin seiring Institute for Supply Management menunjukkan laporan manufaktur AS menyusut pada bulan November di lajutercepat sejak resesi terakhir.
Saham Jepang mampu bertahan dari dampak gejolak ekonomi Cina dan prospek pengetatan moneter oleh The Fed untuk berada di antara para pemain terbaik di antara negara-negara maju tahun ini. Topix menguat 14 persen pada tahun 2015 sampai hari Selasa. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Reli Ditengah Tren Baik Pada Desember
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Saham
AS reli untuk memulai apa yang secara historis menjadi bulan terkuatnya
di tahun untuk ekuitas global sehingga menjadikan Indeks Standard &
Poor 500 meuju bulanan tersempit dalam enam tahun karena investor
menunggu keputusan kebijakan moneter Desember.
Indeks
acuan menambahkan kurang dari 0,1% pada November terkait tanda-tanda
penguatan ekonomi mengimbangi kekhawatiran dari kenaikan suku bunga
dalam waktu dekat. Indeks itu naik 2,1% tahun ini, menuju langkah
terkecil dalam empat tahun. Saham-kesehatan rebound memimpin kenaikan
setelah menghapus kenaikan di November kemarin di sesi akhir bulan ini.
Indeks S & P 500 naik 1,1% menjadi 2,102.49 pada 04:00 sore di New York, dan ditutup pada level tertinggi sejak 3 November.(yds)
Sumber: Bloomberg
Minyak Lanjutkan Penurunan Jelang Pertemuan Kebijakan OPEC
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Minyak
jatuh untuk ketiga kalinya dalam empat hari seiring menteri dari
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak tiba di Wina untuk membahas
kebijakan produksi.
Futures
turun sebanyak 0,6 persen untuk tetap berada di bawah level $ 42 per
barel di New York. Arab Saudi akan mempertimbangkan semua masalah di
pertemuan pada hari Jumat nanti dan mendengarkan kekhawatiran anggota
kelompok lainnya, kata Menteri Perminyakan Ali al-Naimi. Persediaan
minyak mentah AS mungkin menurun untuk pertama kalinya dalam 10 minggu,
survei Bloomberg menunjukkan sebelum data Administrasi Informasi Energi
Rabu.
Minyak
telah merosot 37 persen sejak keputusan OPEC yang dipimpin Arab Saudi
pada bulan November tahun lalu untuk mempertahankan output dan
mempertahankan pangsa pasar terhadap produsen biaya shale- yang lebih
tinggi. Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengirim surat
kepada kelompok menyerukan pemotongan kelebihan pasokan, menurut kantor
berita Mehr. Stok minyak mentah di AS, konsumen minyak terbesar dunia,
telah meningkat menjadi hampir 120 juta barel di atas lima tahun
rata-rata tingkat musiman.
West
Texas Intermediate untuk pengiriman Januari kehilangan sebanyak 25 sen
ke level $ 41,60 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di
level $ 41,64 pada pukul 09:52 waktu Hong Kong. Kontrak naik 20 sen ke
level $ 41,85 kemarin. Total volume adalah sekitar 55 persen di bawah
rata-rata 100-hari. Harga menurun 11 persen pada November, penurunan
tertinggi dalam empat bulan.
Brent
untuk pengiriman Januari berada 17 sen lebih rendah pada level $ 44,27
per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Brent
tergleincir 0,4 persen ke level $ 44,44 kemarin. Minyak mentah patokan
Eropa berada di premi sebesar $ 2,63 untuk WTI. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Emas Pertahankan Gain Terkait Komentar Evans Mengenai Suku Bunga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Emas
mempertahankan dua hari keuntungan seiring terhentinya reli dolar,
dengan Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengatakan bahwa
ia merasa gelisah tentang keputusan apakah suku bunga akan dinaikkan
bulan ini untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.
Bullion
untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $ 1,069.58 per ounce
pada pukul 8:50 pagi waktu Singapura, dari level $ 1,069.29 kemarin,
saat indeks mata uang AS ini kehilangan 0,4 persen, menurut harga publik
Bloomberg. Logam tersebut turun pada 27 November ke level $ 1,052.83,
yang merupakan level terendah sejak Februari 2010.
Emas
menuju penurunan tahunan ketiga menyusul investor mengantisipasi
kenaikan suku bunga AS pertama sejak tahun 2006, tren tersebut
mendongkrak harga dolar dan memotong daya tarik emas karena
ketidakmampuannya membayar bunga. Evans, yang merupakan salah satu
pemberi suara pada penetapan kebijakan di Federal Open Market Committee
tahun ini menegaskan bahwa ia mengharapkan suku bunga tetap di bawah 1
persen sampai akhir tahun depan. Mata uang AS melemah terhadap semua
-dari-10 rekan-rekannya setelah pernyataan dengan emas menguat 0,4
persen.
Menjelang
pertemuan FOMC pada 15-16 Desember, Ketua Fed Janet Yellen akan
membahas Economic Club of Washington pada hari ini, dan Komite Ekonomi
Gabungan Kongres pada hari Kamis. Ekonom dan investor mengatakan mereka
akan mencermati petunjuk tambahan tentang apa yang akan mendorong
keputusan pasca lepas landas kenaikan. (Sdm)
Sumber: Bloomberg
Dollar Masih Melemah Terkait Komentar Evans
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Dolar
tetap melemah terhadap semua kecuali satu dari grup 10 rekan-rekannya
setelah Federal Reserve Bank of Chicago President Charles Evans
mengatakan pada hari Selasa dia gelisah tentang pertemuan bank sentral
AS bulan ini, saat secara luas pertemuan itu diperkirakan akan menaikkan
suku bunga.
Indeks
greenback meraih penurunan terdalam dalam hampir dua minggu kemarin
setelah Evans, yang termasuk voter dalam penetepan kebijakan pada tahun
ini di Federal Open Market Committee dan berada diantara dovish yang
paling berpengaruh dari pejabat bank sentral, menegaskan dalam pidatonya
di East Lansing, Michigan, bahwa ia mengharapkan suku bunga tetap di
bawah 1 persen pada akhir tahun depan, menunjukkan laju kenaikan mungkin
lebih bertahap dari yang diantisipasi investor. Data ketenagakerjaan
yang dirilis Jumat ini akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang
kekuatan ekonomi setelah laporan menunjukkan manufaktur AS secara tak
terduga mengalami kontraksi pada November ke level terendah dalam enam
tahun bahkan ketika indeks pekerjaan yang menunjukkan titik terang.
Dolar
sedikit berubah pada level $ 1,0626 terhadap euro pada pukul 9:43 siang
waktu Tokyo dari level $ 1,0633, setelah menyentuh level tertinggi
tujuh bulan dari level $ 1,0558 pada hari Senin. Mata uang AS dibeli ¥
122,86 setelah jatuh 0,2 persen ke level 122,87 di New York, Indeks
Bloomberg Dollar Spot berada di level 1,233.53 setelah tergelincir 0,4
persen ke level 1,233.43 pada hari Selasa, yang merupakan kerugian
terbesar setiap hari sejak 19 November. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Monday, 30 November 2015
Dolar Australia Tahan Kenaikan Sebelum Rilis RBA dan Data Manufaktur Cina
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Dolar Australia mempertahankan
kenaikan pertama dalam hampir seminggu sebelum Reserve Bank of
Australia menetapkan kebijakan dan China merilis data manufaktur untuk
bulan lalu.
Aussie merupakan pemain terbaik di antara grup-dari-10 mata uang pada kuartal ini setelah dolar Selandia Baru, seiring pasar pertukaran mengkalkulasi di kesempatan yang kecil RBA memotong 2 persen acuan rekor rendah mereka pada pertemuan di hari Selasa. Gubernur Glenn Stevens mengatakan pekan lalu bahwa pedagang harus "bersantai" terkait spekulasi
suku bunga sampai Februari. Dolar Australia menguat untuk dua bulan
terakhir dan telah bertahan di atas level terendah enam tahun yang disentuh pada bulan September meskipun anjloknya harga bijih besi, yang merupakan ekspor terbesar negara itu.
Mata uang Australia sedikit berubah pada level 72,33 sen AS dari pukul 8:48 pagi waktu Tokyo, setelah naik 0,5 persen pada Senin yang merupakan kenaikan pertama sejak 24 November. Aussie menguat 3 persen selama dua bulan terakhir, reli dari penurunan yang mendorong mata uang itu ke posisi terendah dalam enam tahun di level 68,96 pada 7 September. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Naik Sebelum Data Manufaktur Cina
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham Asia menguat setelah aksi jual pada hari seiring investor menunggu data manufaktur Cina dan saham keuangan China naik.
MSCI
Asia Pacific Index naik 0,3 persen ke level 132,19 pada pukul 09:00
pagi waktu Tokyo setelah turun 1 persen pada hari Senin untuk ditutup
dengan penurunan 2 persen untuk bulan November. Perusahaan keuangan dan
industri memimpin kenaikan pada hari Selasa, seiring semua dari 10 saham
kelompok industri naik. China melaporkan indeks manajer pembelian resmi
untuk November, dengan ekonom mengharapkan pembacaan 49,8, tidak
berubah dari dua bulan sebelumnya dan menunjukkan manufaktur di negara
dengan ekonomi terbesar kedua di dunia masih berkontraksi.
Selain
dari data manufaktur resmi, yang dijadwalkan akan dirilis pada 09:00
waktu setempat di Beijing, indeks Caixin Cina PMI Manufacturing
dikompilasi swasta juga diperkirakan akan menunjukkan kontraksi dalam
output pabrik nasional. Para ekonom memperkirakan indeks, akan dirilis
45 menit setelah data manufaktur resmi, akan menunjukkan pembacaan 48,3,
yang juga tidak berubah dari bulan lalu.
Indeks
Topix Jepang naik 0,3 persen setelah yen melemah 0,3 persen terhadap
dolar pada hari Senin. Raksasa pengelola dana pensiun nasional, yang
terbesar di dunia, membukukan hasil kuartalan terburuk sejak setidaknya
2008 dengan kerugian $ 64 miliar untuk tiga bulan yang berakhir pada
September di tengah gejolak ekuitas global. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Naik untuk Pertama Kalinya dalam 3 Hari seiring Pelemahan Yen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham
Jepang naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari seiring pelemahan yen
mendorong prospek pendapatan ekspor dan data menunjukkan belanja modal
melonjak lebih dari yang diharapkan seiring keuntungan perusahaan
meningkat pada kuartal ketiga.
Indeks
Topix naik 0,3 persen ke level 1,584.87 pada pukul 09:02 pagi waktu
Tokyo, dengan sekitar delapan saham menguat untuk setiap tujuh yang
jatuh. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,4 persen ke level
19,821.88. Yen diperdagangkan pada level 123,18 per dolar setelah
melemah selama dua hari.
Data
pemerintah menunjukkan belanja modal melonjak 11,2 persen pada kuartal
ketiga dari tahun sebelumnya, lebih dari perkiraan ekonom untuk
pertumbuhan 2,2 persen. Keuntungan perusahaan meningkat 9 persen setelah
melompat hampir 24 persen dalam tiga bulan sebelumnya.
Topix
ditutup dengan kenaikan bulanan berturut dalam dua bulan kemarin. Saham
Jepang mampu bertahan dari kelesuan ekonomi Cina dan prospek pengetatan
moneter oleh Federal Reserve untuk ratring di antara para pemain
terbaik di negara-negara maju tahun ini. Topix menguat 12 persen pada
tahun 2015 sampai hari Senin.
Pedagang
bertaruh pada kesempatan 74 persen Fed akan menaikkan suku bunga AS
pada Desember. Sebaliknya, ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi
suara bulat Bank Sentral Eropa akan memperluas stimulus pada hari Kamis.
E-mini
futures pada indeks Standard & Poor 500 menambahkan kurang dari 0,1
persen setelah indeks dasar ini kehilangan 0,5 persen pada Senin. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)


