Sunday, 20 March 2016

Harga Minyak Mentah Akhir Pekan Tergelincir, Mingguan Masih Naik 2%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/3) - Harga minyak mentah tergelincir pada penutupan perdagangan akhir pekan hari Jumat setelah kenaikan hitungan kilang minyak di AS naik pertama kalinya sejak Desember, kembali memicu kekhawatiran kekenyangan pasokan global setelah rencana pembekuan produksi membantu meningkatkan pasar minyak mentah mencapai tertinggi tahun 2016.

Perusahaan-perusahaan energi AS pekan ini menambahkan satu kilang minyak setelah 12 minggu pemotongan, menurut data perusahaan industri Baker Hughes. Tambahan lagi, hal tersebut terjadi setelah kilang minyak telah turun dua pertiga selama tahun lalu hingga mencapai terendah tahun 2009, menunjukkan pengeboran minyak mentah naik lagi setelah rally harga 50 persen sejak Februari.

Harga minyak mentah AS untuk pengiriman April berakhir turun di $ 39,44 per barel, turun 76 sen, atau 1,89 persen, setelah naik $ 1 tadi ke tertinggi satu tahun $ 41,20.

Sedangkan harga minyak mentah Brent turun 24 sen ke $ 41,30 per barel, setelah naik $ 1 ke tertinggi tahun 2016 di $ 42,54.

Meskipun turun, harga minyak mencatat kenaikan beberapa minggu. Harga minyak mentah Brent naik untuk minggu keempat berturut-turut, minggu ini naik sekitar 2,4%. Sedangkan harga minyak mentah AS naik untuk minggu kelima berturut-turut, minggu ini naik sekitar 1,9%.

Kelebihan pasokan global dalam minyak mentah mendorong harga minyak mentah turun dari tertinggi pertengahan 2014 di atas $ 100 per barrel ke posisi terendah 12-tahun awal tahun ini, membawa harga minyak mentah Brent berada sekitar $ 27 dan harga minyak mentah AS untuk sekitar $ 26.

Selama dua bulan terakhir, harga rally mencapai di atas $ 40 setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) melayangkan ide pembekuan produksi.

Kombinasi produksi minyak mentah yang menurun, persediaan minyak mentah meningkat lebih kecil dan konsumsi bensin bergelombang di Amerika Serikat juga membantu pemulihan harga.

Persediaan minyak mentah AS mencapai seminggu kelima berturut-turut rekor tertinggi pekan lalu, data pemerintah menunjukkan Rabu, tetapi peningkatan 1,3 juta barel kurang dari setengah dari perkiraan.  Sementara itu, permintaan bensin naik 6,4 persen selama empat minggu terakhir dari tahun lalu.

Sumber : Vibiznews

Rupiah dan Minyak Topang Penguatan IHSG Sepekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/3) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat selama sepekan ke depan. Penguatan IHSG didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo menyebutkan, indeks global Dow Jones terus mengalami pe‎rtumbuhan. Hal tersebut menjadi indikator jika indeks dolar AS mengalami pelemahan sehingga jadi peluang rupiah untuk menguat. Dia mengatakan, rupiah bakal berada di level 12.900 per dolar AS.

"Akan mendorong perilaku pasar mengapresiasi IHSG. Dalam seminggu ke depan kita menilai IHSG akan berada di teritori positif," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (21/3/2016).

Selain itu, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh penguatan harga minyak dunia. ‎Dia mengatakan, harga minyak diperkirakan pada rentang US$ 38-US$ 40 per barel.

"Menguatnya (harga minyak) akan ikut mendorong menguat komoditi di dunia. Harga minyak dunia mencerminkan perilaku pasar positif karena minyak indikator ekonomi suatu negara," jelas Lucky.

Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada support ‎4.825 sampai pada resistance 4.950.

Analis PT Waterfront Securities Oktavianus Marbun mengatakan, IHSG ‎bakal variatif dengan kecenderungan menguat. Sentimen penggerak IHSG ialah nilai tukar rupiah yang terus menguat. "Mix to up karena sudah all time high," ujar dia.

Dia mengatakan, ‎kondisi pasar saat ini masih positif dan tidak nampak sentimen negatif. Oktavianus memperkirakan IHSG ada di level support 4.813-4.836 dan resistance pada level 4.940-4.960.

Oktavianus merekomendasikan saham untuk dicermati pelaku pasar antara lain saham PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Sedangkan Lucky merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Selama sepekan, IHSG naik 1,49 persen ke posisi 4.885,70 jika dibandingkan dengan posisi 4.813,77 di perdagangan akhir pekan lalu. Sepanjang 14-18 Maret 2016, pemodal asing juga kembali mencatatkan aksi beli senilai Rp 876 miliar. Aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat beli bersih senilai Rp 4,64 triliun. (Amd/Ahm)


Sumber : Liputan6

Thursday, 17 March 2016

GOLD MARKET UPDATE - 18MAR2016 MIDDAY

GOLD MARKET UPDATE - 18MAR2016 MORNING

Minyak Naik Diatas $ 40 di New York untuk Pertama Kalinya Sejak Desember

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Minyak naik di atas level $ 40 per barel di New York untuk pertama kalinya sejak Desember lalu karena bank sentral dari AS ke Norwegia mengisyaratkan mereka akan terus memberikan stimulus ekonomi untuk mendukung permintaan.
Indeks Spot Dollar Bloomberg turun untuk hari kedua setelah Federal Reserve menurunkan harapan untuk laju kenaikan suku bunga. Pelemahan dolar dapat meningkatkan permintaan investor untuk komoditas dalam mata uang. Produksi minyak mentah AS merosot ke level terendah sejak November 2014 dan persediaan minyak diperluas 1,32 juta barel, kenaikan terkecil dalam lima minggu terakhir, menurut laporan Information Administration Energy, Rabu.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) telah melonjak 54 % dari level 12-tahun terendah pada bulan lalu dipicu spekulasi bahwa surplus global akan mereda. Output Amerika jatuh dan beberapa produsen terbesar dunia termasuk Arab Saudi dan Rusia berjanji untuk tidak menaikkan produksi mereka.
WTI untuk pengiriman April naik $ 1,74 atau 4,5 %, untuk menetap di level $ 40,20 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini adalah penutupan tertinggi sejak 3 Desember lalu. Jumlah volume yang diperdagangkan adalah 19 % di atas rata-rata 100-hari pada pukul  02:44 siang waktu setempat.
Brent untuk pengiriman Mei menguat $ 1,21 atau 3 %, ke level $ 41,54 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak mengakhiri sesi di level tertinggi sejak 4 Desember. Minyak mentah acuan global ditutup dengan potongan 12 sen dibandingkan minyak mentah WTi untuk pengiriman Mei. (knc)
Sumber : Bloomberg

Emas Berakhir Reli Terkait Kemerosotan Dolar

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Emas berjangka kembali menguat untuk berakhir lebih tinggi pada hari Kamis ini karena merosotnya dolar AS pasca The Fed yang melemahkan harapan untuk kenaikan suku bunga berikutnya.
Emas untuk pengiriman April berada di $ 35,20, atau $ 2,9%, untuk berakhir di $ 1.265.
Emas telah mengklaim kembali momentum terbaliknya dan memiliki potensi untuk melanjutkan reli jika berakhir di atas $ 1,287.80 dalam waktu dekat, dimana minggu lalu merupakan  yang tertinggi, kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco.com, dalam sebuah laporan.
Sementara itu di logam lainnya, perak menguat 5,1% menjadi $ 16 per ons, sementara tembaga naik 2,6%, ke $ 2,27 per ons.(mrv)
Sumber: MarketWatch

Pound Raih Gain Terbesar Seiring BOE Berspekulasi Pangkas Suku Bunga


BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Pound mengalami kenaikan terbesar sejak 2009 lalu setelah Bank of England (BOE) menunjukkan pembuat kebijakan memutuskan untuk menahan kenaikan suku bunga dalam tiga tahun ke depan, meredam peningkatan spekulasi bahwa langkah berikutnya kemungkinan telah dipangkas.
Sterling membalikan penurunan terhadap euro dan menguat terhadap 12 dari 16 mata uang utama lainnya. Keputusan oleh semua 9 anggota Komite Kebijakan Moneter, dipimpin oleh Gubernur Mark Carney, untuk meninggalkan tingkat resmi pada 0,5 % yang diperkirakan oleh semua 43 analis yang disurvei oleh Bloomberg.
Pound naik 1,6 % ke level $ 1,4492 pada pukul 16:31 sore waktu London, kenaikan terbesar sejak penguatan 1,8 % pada 15 Oktober 2009. Poundsterling menyentuh level $ 1,4502, yang tertinggi sejak 16 Februari lalu. Sterling menguat 0,8 % ke level 78,11 pence per euro, naik untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir. (knc)
Sumber : Bloomberg


Saham AS Ditutup Naik Seiring Pelemahan Dolar


BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Indeks Dow Jones Industrial Average menghapus kerugian tahun 2016, karena dolar yang melemah mendorong reli pada produsen komoditas dan saham industri yang menyebar lebih luas ke pasar saham AS.
Ekuitas terdorong ke level tertingginya sejak akhir tahun lalu karena keuntungan yang didapatkan oleh keseluruhan perusahaan dari mata uang AS yang lebih rendah, dari kenaikan General Electric Co untuk Coca-Cola Co. Sebuah kecepatan pada skala-akhir kenaikan suku bunga dari The Fed mengirim dolar ke posisi yang lebih rendah, membantu Dow memperpanjang rebound lebih dari 11 persen dari level terendah dua tahunnya yang dicapai bulan lalu.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,7 persen menjadi 2,040.56 pada 16:00 sore di New York, berada di dekat titik impas untuk tahun ini. Dow naik 0,9 persen menjadi ditutup pada level tertinggi sejak bulan Desember lalu.(mrv)
Sumber: Bloomberg

Kenaikan Minyak Imbangi Penurunan Bank, Saham Eropa Ditutup Sedikit Berubah


BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Saham Eropa ditutup sedikit berubah, hampir menghapus kerugian awal hari, karena lonjakan minyak dapat mengimbangi penurunan di sektor perbankan dan eksportir.
Saham penambang dan saham energi mengikuti kenaikan pada minyak mentah, dengan Anglo American Plc dan Glencore Plc naik lebih dari 9 persen. Perbankan berada di antara pemain terburuk di indeks Stoxx 600 Eropa, sementara BMW AG dan Continental AG memimpin penurunan produsen mobil.
Indeks acuan Eropa kehilangan kurang dari 0,1 persen pada penutupan. Hal tersebut membalikan kenaikan awal sebesar 0,4 persen untuk turun sebanyak 1,8 persen, sebelum memangkas kerugian. The Fed kemarin mengisyaratkan kecepatan yang lebih lambat dari kenaikan suku bunga, mengutip dampak potensial dari pertumbuhan global yang melemah serta gejolak pasar keuangan.(mrv)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 16 March 2016

GOLD MARKET UPDATE - 17MAR2016 MORNING

Saham Eropa Berakhir Stagnan Diiringi Lonjakan Harga Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Saham Eropa sedikit berubah diiringi lonjakan harga minyak yang dapat membantu mengimbangi penurunan pada sektor bank, sementara investor berspekulasi pada pertemuan kebijakan terbaru oleh Federal Reserve.
Saham energi melonjak diikuti kenaikan harga minyak mentah setelah Menteri Energi Qatar mengatakan beberapa anggota OPEC akan mengadakan pertemuan dengan produsen lainnya pada bulan April untuk memulai kembali pembicaraan pembatasan output. Prudential Plc memimpin kenaikan pada perusahaan asuransi setelah retribusi industri meningkat kurang dari yang diharapkan dalam anggaran Inggris Raya. UBS Group AG, pemberi pinjaman yang lebih rendah, turun 4,8 % setelah mengatakan manajemen kekayaan dan investasi unit banking yang tidak membaik pada kuartal pertama.
Indeks Stoxx 600 Eropa naik tipis kurang dari 0,1 % pada penutupan perdagangan, setelah sebelumnya melemah 0,6 % dan menguat 0,5 %. Indeks FTSE 100 U.K naik 0,6 % setelah Menteri Keuangan Britania Raya George Osborne menyampaikan pidato anggarannya, termasuk langkah-langkah untuk mengurangi pajak perusahaan, bahkan saat ia memperingatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi. (knc)
Sumber : Bloomberg

The Fed Tahan Kenaikan Suku Bunga dan Melihat Hanya Dua Lonjakan Tahun ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil pada Rabu ini dan menunjukkan mereka berniat untuk memperlambat kenaikan karena melemahnya ekuitas global dan pasar saham volatile.
The Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengaturan suku bunga yang dilakukan oleh Federal Open Market Committee (FOMC) yang memutuskan untuk menahan kenaikan suku bunga acuan bank sentral di kisaran 0,25% hingga 0,5% pada pertemuan bulan Maret. Keputusan ini telah diperkirakan sebelumnya.
Dalam terbarunya yang disebut "dot plot," pejabat The Fed menyerukan hanya terjadi dua kenaikan sebesar seperempat poin pada tahun ini, turun dari empat kenaikan pada bulan Desember.
"Perkembangan ekonomi dan keuangan global terus menimbulkan risiko," menurut pernyataan Fed.
Pada bulan Januari, The Fed tidak termasuk penilaian risiko ekonomi dalam pernyataannya.
Pernyataan Fed mencatat data ekonomi bervariasi tetapi menyoroti kenaikan yang kuat baru-baru ini terkait langkah-langkah untuk tingkat inflasi inti tidak termasuk harga makanan dan energi. "Inflasi meningkat dalam beberapa bulan terakhir," kata The Fed.
Menurut "dot plot" sebanyak 9 pejabat Fed dari 17 pejabat yang memperkirakan dua kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin yang terjadi pada tahun ini, sementara 7 pejabat melihat tiga atau empat kali kenaikan. Seorang pejabat lagi memprediksi hanya satu kali kenaikan suku bunga.
Ketua Fed Janet Yellen akan mengadakan konferensi pers pada pukul 14:30 siang waktu setempat. (knc)
Sumber : Market Watch

Minyak Naik Terkait Rencana Pertemuan Untuk Membahas Produksi


BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Minyak menguat karena beberapa anggota OPEC berencana untuk bertemu dengan produsen lainnya pada bulan April untuk memulai kembali pembicaraan mengenai catatan produksi, sementara pasokan minyak mentah AS naik kurang dari yang diantisipasi.
Anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan beberapa produsen lain berencana untuk bertemu pada 17 April nanti di Doha untuk membahas proposal demi pengurangan produski, menurut Menteri Energi Qatar. persediaan minyak mentah AS naik 1,32 juta barel pekan lalu, menurut data pemerintah, kurang dari setengah yaitu 3,2 juta barel yang diproyeksikan oleh analis dalam survei Bloomberg. Peningkatan harga menjadi lebih cepat setelah The Fed mempertahankan suku bunganya tidak berubah.
West Texas Intermediate untuk pengiriman April naik $ 1,71, atau 4,7 persen, ke $ 38,05 per barel pada 14:10 siang di New York Mercantile Exchange. Kontrak tersebut jatuh ke $ 36,34 pada hari Selasa kemarin, penutupan terendahnya sejak 4 Maret.
Brent untuk pengiriman Mei naik $ 1,39, atau 3,6 persen, ke $ 40,13 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah acuan global dengan premi 39 sen untuk WTI bulan Mei.(mrv)
Sumber: Bloomberg

Emas Berakhir Lebih Rendah, Kemudian Rally Pasca Pernyataan The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Emas berjangka berakhir lebih rendah pada Rabu ini, tertekan oleh beberapa kenaikan dalam dolar AS terkait menguatnya data ekonomi, namun harga emas rally terakhir di level $ 1.240 per ons di perdagangan elektronik setelah Federal Reserve menurunkan outlook jumlah kenaikan suku bunga tahun ini.
Komite Pasar Terbuka Federal mempertahankan suku bunga stabil, dalam kisaran 0,25% sampai 0,5%, dan mengindikasikan mereka berniat untuk memperlambat kenaikan suku bunga karena global yang lemah dan pasar saham volatile. Pejabat Fed hanya menyerukan dua kenaikan sebesar seperempat poin selama tahun ini, turun dari empat kenaikan tersebut pada bulan Desember.
Bank sentral membuat pernyataan bahwa kebijakan yang sangat diantisipasi pada pukul 14:00 siang waktu Eastern Time, sekitar 30 menit setelah emas berjangka menetap di Comex.
Menjelang berita dirilis, emas untuk pengiriman April turun $ 1,20 sen atau 0,1%, untuk menetap di level $ 1,229.80 per ons, yang merupakan level terendah sejak 26 Februari lalu.
Tak lama setelah berita Fed, namun harga emas melonjak untuk perdagangan sekitar $ 1,247.70. (knc)
Sumber : Market Watch

Dolar Turun Seiring Fed Pangkas Outlook Kenaikan Suku Bunga Acuan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Dolar melemah terhadap kedua pesaing mata uang utama lainnya dan pasca Federal Reserve memangkas harapan untuk jumlah kenaikan suku bunga yang diperkirakan pada tahun 2016. Euro melonjak ke level $ 1,1172 setelah pernyataan kebijakan moneter diperbarui oleh The Fed dan perkiraan yang dirilis, dibandingkan dengan sesaat sebelumnya berada di level $ 1,1089. Dolar merosot ke level ¥ 113,07, dibandingkan dengan level ¥ 113,65 sebelumnya. Pound menguat ke level $ 1,4225, dari $ 1,4115 sebelumnya. Dalam ruang pasar berkembang, Dolar merosot ke level 17,75 peso Meksiko setelah pengumuman tersebut, dari 17,92 peso sebelumnya. Dolar melemah terhadap mata uang rubel Rusia jatuh ke level 70,0 rubel dari 70,6 rubel sesaat sebelumnya. (knc)
Sumber : Market Watch

Tuesday, 15 March 2016

GOLD MARKET UPDATE - 16MAR2016 MIDDAY

GOLD MARKET UPDATE - 16MAR2016 MORNING

Pemimpin Korut Perintahkan Lebih Banyak Uji Coba Rudal Balistik

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Media pemerintah Korea Utara mengatakan pemimpin negara itu, Kim Jong Un, telah memerintahkan uji coba rudal balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir Å“dalam waktu singkat.
Kantor berita Korea Utara KCNA menyatakan Kim memerintahkan uji coba ituu hari Selasa setelah mengawasi simulasi misil balistik yang berhasil masuk kembali ke atmosfir. KCNA mengatakan Kim memberikan perintah Å“untuk lebih meningkatkan ketahanan kemampuan serangan Nuklir Korea Utara.
Uji coba itu, jika dilaksanakan, akan merupakan tentangan terhadap banyak sanksi PBB, termasuk seperangkat larangan baru yang keras yang disetujui oleh Dewan Keamanan PBB awal bulan ini. Pyongyang juga telah meningkatkan retorika keras dan berkobar-kobar terhadap Korea Selatan dan Amerika dalam beberapa hari ini, sementara kedua negara mengambil bagian dalam latihan militer gabungan tahunan.
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye memperingatkan dalam pertemuan dengan para pejabat Kabinet hari Selasa bahwa Korea Utara bisa Å“menempuh jalan penghancuran diri sendiri jika tidak bergerak menuju jalan perubahan.
Banyak pakar pertahanan di Korea Selatan dan di luar negeri telah menyatakan keraguan bahwa Korea Utara telah mengembangkan wahana yang dapat bertahan dengan panas yang membakar ketika masuk kembali ke atmosfer bumi, yang merupakan bagian penting membangun armada rudal jarak jauh yang handal yang dapat membawa hulu ledak nuklir.
Sumber : VOA

Iran Tolak Pembekuan Output Jadikan Minyak Perpanjang Penurunan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Minyak turun untuk hari kedua seiring Iran didukung ekspor minyak mentah dan Rusia mengisyaratkan negara Teluk Persia tidak akan bergabung dengan produsen utama karena membekukan output untuk mengurangi kelebihan pasokan global.
Kontrak berjangka turun 2,3 % di New York memperpanjang penurunan dari kemarin menjadi 3,4 %. Iran memiliki "argumen yang masuk akal" untuk tidak bergabung dengan aliansi untuk output berskala kecil, kata Menteri Energi Rusia Alexander Novak setelah pertemuan dengan rekannya dari Iran. Produksi Iran meningkat pada bulan lalu yang terbesar dalam hampir dua dekade terakhir setelah berakhirnya sanksi, OPEC mengatakan pada hari Senin. Persediaan minyak AS kemungkinan naik pada pekan lalu, menjaga stok berada di level tertinggi sejak tahun 1930.
Harga minyak telah kembali pulih setelah merosot ke level 12-tahun terendah pada tahun ini terkait spekulasi menguatnya permintaan dan penurunan output AS akan memudahkan surplus. Pembicaraan tentang pembekuan kemungkinan terjadi di ibukota Qatar, Doha pada bulan depan, menurut Teluk Organisasi delegasi Negara Pengekspor Minyak.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 84 sen menjadi ditutup pada level $ 36,34 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini adalah penutupan terendah sejak 4 Maret.
Brent untuk pengiriman Mei merosot 79 sen atau 2 %, ke level $ 38,74 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Indeks acuan global ditutup dengan premi 66 sen dibandingkan minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Mei. (knc)
Sumber : Bloomberg

Pasar Masih Menunggu Kebijakan The Fed, Emas Turun Untuk Hari Ketiga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Emas berjangka mengalami penurunan terbesar dalam tiga hari sejak awal November karena penguatan dolar dan pedagang meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan memperketat kebijakan moneter AS tahun ini.
Indeks Bloomberg Dollar Spot naik untuk hari kedua, mengurangi daya tarik komoditas termasuk emas yang dihargai dalam mata uang AS. Pedagang berspekulasi bahwa ada kesempatan sebesar 52 persen bahwa para pembuat kebijakan AS akan menaikkan suku bunganya pada bulan Juni, naik dari 6 persen di bulan lalu, menurut Fed fund futures.
Stabilitas yang lebih besar di pasar keuangan pasca intervensi moneter yang dilakukan oleh bank sentral bisa meredakan jalan The Fed untuk menaikkan suku bunga, memberikan dampak negatif pada harga emas karena logam yang tidak membayar bunga. Sementara Bank of Japan menahan diri dari memperkuat stimulus moneter pada pertemuan Selasa setelah langkah mengejutkan untuk mengadopsi suku bunga negatif pada bulan Januari lalu, itu menegaskan bahwa hal tersebut dapat melonggarkan kebijakan jika diperlukan. Bank Sentral Eropa pekan lalu mengumumkan bahwa pelonggaran belum pernah terjadi sebelumnya.
Emas berjangka untuk pengiriman April turun 1,1 persen untuk berakhir di $ 1.231 per ons pada pukul 1:48 siang di Comex, New York, membuat kerugian dalam tiga sesi terakhir menjadi 3,3 persen, penurunan tersebut merupakan yang terbesar untuk kontrak teraktif sejak 2 November lalu.(mrv)
Sumber: Bloomberg