BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/3) - Harga minyak mentah tergelincir pada penutupan perdagangan akhir pekan hari Jumat setelah kenaikan hitungan kilang minyak di AS naik pertama kalinya sejak Desember, kembali memicu kekhawatiran kekenyangan pasokan global setelah rencana pembekuan produksi membantu meningkatkan pasar minyak mentah mencapai tertinggi tahun 2016.
Perusahaan-perusahaan energi AS pekan ini menambahkan satu kilang minyak setelah 12 minggu pemotongan, menurut data perusahaan industri Baker Hughes. Tambahan lagi, hal tersebut terjadi setelah kilang minyak telah turun dua pertiga selama tahun lalu hingga mencapai terendah tahun 2009, menunjukkan pengeboran minyak mentah naik lagi setelah rally harga 50 persen sejak Februari.
Harga minyak mentah AS untuk pengiriman April berakhir turun di $ 39,44 per barel, turun 76 sen, atau 1,89 persen, setelah naik $ 1 tadi ke tertinggi satu tahun $ 41,20.
Sedangkan harga minyak mentah Brent turun 24 sen ke $ 41,30 per barel, setelah naik $ 1 ke tertinggi tahun 2016 di $ 42,54.
Meskipun turun, harga minyak mencatat kenaikan beberapa minggu. Harga minyak mentah Brent naik untuk minggu keempat berturut-turut, minggu ini naik sekitar 2,4%. Sedangkan harga minyak mentah AS naik untuk minggu kelima berturut-turut, minggu ini naik sekitar 1,9%.
Kelebihan pasokan global dalam minyak mentah mendorong harga minyak mentah turun dari tertinggi pertengahan 2014 di atas $ 100 per barrel ke posisi terendah 12-tahun awal tahun ini, membawa harga minyak mentah Brent berada sekitar $ 27 dan harga minyak mentah AS untuk sekitar $ 26.
Selama dua bulan terakhir, harga rally mencapai di atas $ 40 setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) melayangkan ide pembekuan produksi.
Kombinasi produksi minyak mentah yang menurun, persediaan minyak mentah meningkat lebih kecil dan konsumsi bensin bergelombang di Amerika Serikat juga membantu pemulihan harga.
Persediaan minyak mentah AS mencapai seminggu kelima berturut-turut rekor tertinggi pekan lalu, data pemerintah menunjukkan Rabu, tetapi peningkatan 1,3 juta barel kurang dari setengah dari perkiraan. Sementara itu, permintaan bensin naik 6,4 persen selama empat minggu terakhir dari tahun lalu.
Sumber : Vibiznews
Sunday, 20 March 2016
Rupiah dan Minyak Topang Penguatan IHSG Sepekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/3) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat selama sepekan ke depan. Penguatan IHSG didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo menyebutkan, indeks global Dow Jones terus mengalami pertumbuhan. Hal tersebut menjadi indikator jika indeks dolar AS mengalami pelemahan sehingga jadi peluang rupiah untuk menguat. Dia mengatakan, rupiah bakal berada di level 12.900 per dolar AS.
"Akan mendorong perilaku pasar mengapresiasi IHSG. Dalam seminggu ke depan kita menilai IHSG akan berada di teritori positif," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (21/3/2016).
Selain itu, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh penguatan harga minyak dunia. Dia mengatakan, harga minyak diperkirakan pada rentang US$ 38-US$ 40 per barel.
"Menguatnya (harga minyak) akan ikut mendorong menguat komoditi di dunia. Harga minyak dunia mencerminkan perilaku pasar positif karena minyak indikator ekonomi suatu negara," jelas Lucky.
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada support 4.825 sampai pada resistance 4.950.
Analis PT Waterfront Securities Oktavianus Marbun mengatakan, IHSG bakal variatif dengan kecenderungan menguat. Sentimen penggerak IHSG ialah nilai tukar rupiah yang terus menguat. "Mix to up karena sudah all time high," ujar dia.
Dia mengatakan, kondisi pasar saat ini masih positif dan tidak nampak sentimen negatif. Oktavianus memperkirakan IHSG ada di level support 4.813-4.836 dan resistance pada level 4.940-4.960.
Oktavianus merekomendasikan saham untuk dicermati pelaku pasar antara lain saham PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).
Sedangkan Lucky merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Selama sepekan, IHSG naik 1,49 persen ke posisi 4.885,70 jika dibandingkan dengan posisi 4.813,77 di perdagangan akhir pekan lalu. Sepanjang 14-18 Maret 2016, pemodal asing juga kembali mencatatkan aksi beli senilai Rp 876 miliar. Aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat beli bersih senilai Rp 4,64 triliun. (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo menyebutkan, indeks global Dow Jones terus mengalami pertumbuhan. Hal tersebut menjadi indikator jika indeks dolar AS mengalami pelemahan sehingga jadi peluang rupiah untuk menguat. Dia mengatakan, rupiah bakal berada di level 12.900 per dolar AS.
"Akan mendorong perilaku pasar mengapresiasi IHSG. Dalam seminggu ke depan kita menilai IHSG akan berada di teritori positif," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (21/3/2016).
Selain itu, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh penguatan harga minyak dunia. Dia mengatakan, harga minyak diperkirakan pada rentang US$ 38-US$ 40 per barel.
"Menguatnya (harga minyak) akan ikut mendorong menguat komoditi di dunia. Harga minyak dunia mencerminkan perilaku pasar positif karena minyak indikator ekonomi suatu negara," jelas Lucky.
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada support 4.825 sampai pada resistance 4.950.
Analis PT Waterfront Securities Oktavianus Marbun mengatakan, IHSG bakal variatif dengan kecenderungan menguat. Sentimen penggerak IHSG ialah nilai tukar rupiah yang terus menguat. "Mix to up karena sudah all time high," ujar dia.
Dia mengatakan, kondisi pasar saat ini masih positif dan tidak nampak sentimen negatif. Oktavianus memperkirakan IHSG ada di level support 4.813-4.836 dan resistance pada level 4.940-4.960.
Oktavianus merekomendasikan saham untuk dicermati pelaku pasar antara lain saham PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).
Sedangkan Lucky merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Selama sepekan, IHSG naik 1,49 persen ke posisi 4.885,70 jika dibandingkan dengan posisi 4.813,77 di perdagangan akhir pekan lalu. Sepanjang 14-18 Maret 2016, pemodal asing juga kembali mencatatkan aksi beli senilai Rp 876 miliar. Aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat beli bersih senilai Rp 4,64 triliun. (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Thursday, 17 March 2016
Minyak Naik Diatas $ 40 di New York untuk Pertama Kalinya Sejak Desember
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Minyak
naik di atas level $ 40 per barel di New York untuk pertama kalinya
sejak Desember lalu karena bank sentral dari AS ke Norwegia
mengisyaratkan mereka akan terus memberikan stimulus ekonomi untuk
mendukung permintaan.
Indeks Spot Dollar
Bloomberg turun untuk hari kedua setelah Federal Reserve menurunkan
harapan untuk laju kenaikan suku bunga. Pelemahan dolar dapat
meningkatkan permintaan investor untuk komoditas dalam mata uang.
Produksi minyak mentah AS merosot ke level terendah sejak November 2014
dan persediaan minyak diperluas 1,32 juta barel, kenaikan terkecil dalam
lima minggu terakhir, menurut laporan Information Administration
Energy, Rabu.
Minyak mentah West
Texas Intermediate (WTI) telah melonjak 54 % dari level 12-tahun
terendah pada bulan lalu dipicu spekulasi bahwa surplus global akan
mereda. Output Amerika jatuh dan beberapa produsen terbesar dunia
termasuk Arab Saudi dan Rusia berjanji untuk tidak menaikkan produksi
mereka.
WTI untuk pengiriman
April naik $ 1,74 atau 4,5 %, untuk menetap di level $ 40,20 per barel
di New York Mercantile Exchange. Ini adalah penutupan tertinggi sejak 3
Desember lalu. Jumlah volume yang diperdagangkan adalah 19 % di atas
rata-rata 100-hari pada pukul 02:44 siang waktu setempat.
Brent untuk pengiriman
Mei menguat $ 1,21 atau 3 %, ke level $ 41,54 per barel di ICE Futures
Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak mengakhiri sesi di
level tertinggi sejak 4 Desember. Minyak mentah acuan global ditutup
dengan potongan 12 sen dibandingkan minyak mentah WTi untuk pengiriman
Mei. (knc)
Sumber : Bloomberg
Emas Berakhir Reli Terkait Kemerosotan Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Emas
berjangka kembali menguat untuk berakhir lebih tinggi pada hari Kamis
ini karena merosotnya dolar AS pasca The Fed yang melemahkan harapan
untuk kenaikan suku bunga berikutnya.
Emas untuk pengiriman April berada di $ 35,20, atau $ 2,9%, untuk berakhir di $ 1.265.
Emas telah mengklaim kembali momentum
terbaliknya dan memiliki potensi untuk melanjutkan reli jika berakhir di
atas $ 1,287.80 dalam waktu dekat, dimana minggu lalu merupakan yang
tertinggi, kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco.com, dalam sebuah
laporan.
Sementara itu di logam lainnya, perak menguat 5,1% menjadi $ 16 per ons, sementara tembaga naik 2,6%, ke $ 2,27 per ons.(mrv)
Sumber: MarketWatch
Pound Raih Gain Terbesar Seiring BOE Berspekulasi Pangkas Suku Bunga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Pound
mengalami kenaikan terbesar sejak 2009 lalu setelah Bank of England
(BOE) menunjukkan pembuat kebijakan memutuskan untuk menahan kenaikan
suku bunga dalam tiga tahun ke depan, meredam peningkatan spekulasi
bahwa langkah berikutnya kemungkinan telah dipangkas.
Sterling membalikan
penurunan terhadap euro dan menguat terhadap 12 dari 16 mata uang utama
lainnya. Keputusan oleh semua 9 anggota Komite Kebijakan Moneter,
dipimpin oleh Gubernur Mark Carney, untuk meninggalkan tingkat resmi
pada 0,5 % yang diperkirakan oleh semua 43 analis yang disurvei oleh
Bloomberg.
Pound naik 1,6 % ke
level $ 1,4492 pada pukul 16:31 sore waktu London, kenaikan terbesar
sejak penguatan 1,8 % pada 15 Oktober 2009. Poundsterling menyentuh
level $ 1,4502, yang tertinggi sejak 16 Februari lalu. Sterling menguat
0,8 % ke level 78,11 pence per euro, naik untuk pertama kalinya dalam
empat hari terakhir. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham AS Ditutup Naik Seiring Pelemahan Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Indeks Dow
Jones Industrial Average menghapus kerugian tahun 2016, karena dolar
yang melemah mendorong reli pada produsen komoditas dan saham industri
yang menyebar lebih luas ke pasar saham AS.
Ekuitas terdorong ke level tertingginya
sejak akhir tahun lalu karena keuntungan yang didapatkan oleh
keseluruhan perusahaan dari mata uang AS yang lebih rendah, dari
kenaikan General Electric Co untuk Coca-Cola Co. Sebuah kecepatan pada
skala-akhir kenaikan suku bunga dari The Fed mengirim dolar ke posisi
yang lebih rendah, membantu Dow memperpanjang rebound lebih dari 11
persen dari level terendah dua tahunnya yang dicapai bulan lalu.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,7
persen menjadi 2,040.56 pada 16:00 sore di New York, berada di dekat
titik impas untuk tahun ini. Dow naik 0,9 persen menjadi ditutup pada
level tertinggi sejak bulan Desember lalu.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Kenaikan Minyak Imbangi Penurunan Bank, Saham Eropa Ditutup Sedikit Berubah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Saham
Eropa ditutup sedikit berubah, hampir menghapus kerugian awal hari,
karena lonjakan minyak dapat mengimbangi penurunan di sektor perbankan
dan eksportir.
Saham penambang dan saham energi
mengikuti kenaikan pada minyak mentah, dengan Anglo American Plc dan
Glencore Plc naik lebih dari 9 persen. Perbankan berada di antara pemain
terburuk di indeks Stoxx 600 Eropa, sementara BMW AG dan Continental AG
memimpin penurunan produsen mobil.
Indeks acuan Eropa kehilangan kurang
dari 0,1 persen pada penutupan. Hal tersebut membalikan kenaikan awal
sebesar 0,4 persen untuk turun sebanyak 1,8 persen, sebelum memangkas
kerugian. The Fed kemarin mengisyaratkan kecepatan yang lebih lambat
dari kenaikan suku bunga, mengutip dampak potensial dari pertumbuhan
global yang melemah serta gejolak pasar keuangan.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 16 March 2016
Saham Eropa Berakhir Stagnan Diiringi Lonjakan Harga Minyak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Saham
Eropa sedikit berubah diiringi lonjakan harga minyak yang dapat
membantu mengimbangi penurunan pada sektor bank, sementara investor
berspekulasi pada pertemuan kebijakan terbaru oleh Federal Reserve.
Saham energi melonjak
diikuti kenaikan harga minyak mentah setelah Menteri Energi Qatar
mengatakan beberapa anggota OPEC akan mengadakan pertemuan dengan
produsen lainnya pada bulan April untuk memulai kembali pembicaraan
pembatasan output. Prudential Plc memimpin kenaikan pada perusahaan
asuransi setelah retribusi industri meningkat kurang dari yang
diharapkan dalam anggaran Inggris Raya. UBS Group AG, pemberi pinjaman
yang lebih rendah, turun 4,8 % setelah mengatakan manajemen kekayaan dan
investasi unit banking yang tidak membaik pada kuartal pertama.
Indeks Stoxx 600 Eropa
naik tipis kurang dari 0,1 % pada penutupan perdagangan, setelah
sebelumnya melemah 0,6 % dan menguat 0,5 %. Indeks FTSE 100 U.K naik 0,6
% setelah Menteri Keuangan Britania Raya George Osborne menyampaikan
pidato anggarannya, termasuk langkah-langkah untuk mengurangi pajak
perusahaan, bahkan saat ia memperingatkan melambatnya pertumbuhan
ekonomi. (knc)
Sumber : Bloomberg
The Fed Tahan Kenaikan Suku Bunga dan Melihat Hanya Dua Lonjakan Tahun ini
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Federal
Reserve mempertahankan suku bunga stabil pada Rabu ini dan menunjukkan
mereka berniat untuk memperlambat kenaikan karena melemahnya ekuitas
global dan pasar saham volatile.
The Fed mengatakan
dalam sebuah pernyataan bahwa pengaturan suku bunga yang dilakukan oleh
Federal Open Market Committee (FOMC) yang memutuskan untuk menahan
kenaikan suku bunga acuan bank sentral di kisaran 0,25% hingga 0,5% pada
pertemuan bulan Maret. Keputusan ini telah diperkirakan sebelumnya.
Dalam terbarunya yang
disebut "dot plot," pejabat The Fed menyerukan hanya terjadi dua
kenaikan sebesar seperempat poin pada tahun ini, turun dari empat
kenaikan pada bulan Desember.
"Perkembangan ekonomi dan keuangan global terus menimbulkan risiko," menurut pernyataan Fed.
Pada bulan Januari, The Fed tidak termasuk penilaian risiko ekonomi dalam pernyataannya.
Pernyataan Fed
mencatat data ekonomi bervariasi tetapi menyoroti kenaikan yang kuat
baru-baru ini terkait langkah-langkah untuk tingkat inflasi inti tidak
termasuk harga makanan dan energi. "Inflasi meningkat dalam beberapa
bulan terakhir," kata The Fed.
Menurut "dot plot"
sebanyak 9 pejabat Fed dari 17 pejabat yang memperkirakan dua kenaikan
suku bunga sebesar seperempat poin yang terjadi pada tahun ini,
sementara 7 pejabat melihat tiga atau empat kali kenaikan. Seorang
pejabat lagi memprediksi hanya satu kali kenaikan suku bunga.
Ketua Fed Janet Yellen akan mengadakan konferensi pers pada pukul 14:30 siang waktu setempat. (knc)
Sumber : Market Watch
Minyak Naik Terkait Rencana Pertemuan Untuk Membahas Produksi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Minyak
menguat karena beberapa anggota OPEC berencana untuk bertemu dengan
produsen lainnya pada bulan April untuk memulai kembali pembicaraan
mengenai catatan produksi, sementara pasokan minyak mentah AS naik
kurang dari yang diantisipasi.
Anggota Organisasi Negara Pengekspor
Minyak dan beberapa produsen lain berencana untuk bertemu pada 17 April
nanti di Doha untuk membahas proposal demi pengurangan produski, menurut
Menteri Energi Qatar. persediaan minyak mentah AS naik 1,32 juta barel
pekan lalu, menurut data pemerintah, kurang dari setengah yaitu 3,2 juta
barel yang diproyeksikan oleh analis dalam survei Bloomberg.
Peningkatan harga menjadi lebih cepat setelah The Fed mempertahankan
suku bunganya tidak berubah.
West Texas Intermediate untuk pengiriman
April naik $ 1,71, atau 4,7 persen, ke $ 38,05 per barel pada 14:10
siang di New York Mercantile Exchange. Kontrak tersebut jatuh ke $ 36,34
pada hari Selasa kemarin, penutupan terendahnya sejak 4 Maret.
Brent untuk pengiriman Mei naik $ 1,39,
atau 3,6 persen, ke $ 40,13 per barel di London-based ICE Futures Europe
exchange. Minyak mentah acuan global dengan premi 39 sen untuk WTI
bulan Mei.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Emas Berakhir Lebih Rendah, Kemudian Rally Pasca Pernyataan The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Emas
berjangka berakhir lebih rendah pada Rabu ini, tertekan oleh beberapa
kenaikan dalam dolar AS terkait menguatnya data ekonomi, namun harga
emas rally terakhir di level $ 1.240 per ons di perdagangan elektronik
setelah Federal Reserve menurunkan outlook jumlah kenaikan suku bunga
tahun ini.
Komite Pasar Terbuka
Federal mempertahankan suku bunga stabil, dalam kisaran 0,25% sampai
0,5%, dan mengindikasikan mereka berniat untuk memperlambat kenaikan
suku bunga karena global yang lemah dan pasar saham volatile. Pejabat
Fed hanya menyerukan dua kenaikan sebesar seperempat poin selama tahun
ini, turun dari empat kenaikan tersebut pada bulan Desember.
Bank sentral membuat
pernyataan bahwa kebijakan yang sangat diantisipasi pada pukul 14:00
siang waktu Eastern Time, sekitar 30 menit setelah emas berjangka
menetap di Comex.
Menjelang berita
dirilis, emas untuk pengiriman April turun $ 1,20 sen atau 0,1%, untuk
menetap di level $ 1,229.80 per ons, yang merupakan level terendah sejak
26 Februari lalu.
Tak lama setelah berita Fed, namun harga emas melonjak untuk perdagangan sekitar $ 1,247.70. (knc)
Sumber : Market Watch
Dolar Turun Seiring Fed Pangkas Outlook Kenaikan Suku Bunga Acuan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Dolar
melemah terhadap kedua pesaing mata uang utama lainnya dan pasca
Federal Reserve memangkas harapan untuk jumlah kenaikan suku bunga yang
diperkirakan pada tahun 2016. Euro melonjak ke level $ 1,1172 setelah
pernyataan kebijakan moneter diperbarui oleh The Fed dan perkiraan yang
dirilis, dibandingkan dengan sesaat sebelumnya berada di level $ 1,1089.
Dolar merosot ke level ¥ 113,07, dibandingkan dengan level ¥ 113,65
sebelumnya. Pound menguat ke level $ 1,4225, dari $ 1,4115 sebelumnya.
Dalam ruang pasar berkembang, Dolar merosot ke level 17,75 peso Meksiko
setelah pengumuman tersebut, dari 17,92 peso sebelumnya. Dolar melemah
terhadap mata uang rubel Rusia jatuh ke level 70,0 rubel dari 70,6 rubel
sesaat sebelumnya. (knc)
Sumber : Market Watch
Tuesday, 15 March 2016
Pemimpin Korut Perintahkan Lebih Banyak Uji Coba Rudal Balistik
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Media
pemerintah Korea Utara mengatakan pemimpin negara itu, Kim Jong Un,
telah memerintahkan uji coba rudal balistik yang mampu membawa hulu
ledak nuklir œdalam waktu singkat.
Kantor berita Korea
Utara KCNA menyatakan Kim memerintahkan uji coba ituu hari Selasa
setelah mengawasi simulasi misil balistik yang berhasil masuk kembali ke
atmosfir. KCNA mengatakan Kim memberikan perintah œuntuk lebih
meningkatkan ketahanan kemampuan serangan Nuklir Korea Utara.
Uji coba itu, jika
dilaksanakan, akan merupakan tentangan terhadap banyak sanksi PBB,
termasuk seperangkat larangan baru yang keras yang disetujui oleh Dewan
Keamanan PBB awal bulan ini. Pyongyang juga telah meningkatkan retorika
keras dan berkobar-kobar terhadap Korea Selatan dan Amerika dalam
beberapa hari ini, sementara kedua negara mengambil bagian dalam latihan
militer gabungan tahunan.
Presiden Korea Selatan
Park Geun-hye memperingatkan dalam pertemuan dengan para pejabat
Kabinet hari Selasa bahwa Korea Utara bisa œmenempuh jalan penghancuran
diri sendiri jika tidak bergerak menuju jalan perubahan.
Banyak pakar
pertahanan di Korea Selatan dan di luar negeri telah menyatakan keraguan
bahwa Korea Utara telah mengembangkan wahana yang dapat bertahan dengan
panas yang membakar ketika masuk kembali ke atmosfer bumi, yang
merupakan bagian penting membangun armada rudal jarak jauh yang handal
yang dapat membawa hulu ledak nuklir.
Sumber : VOA
Iran Tolak Pembekuan Output Jadikan Minyak Perpanjang Penurunan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Minyak
turun untuk hari kedua seiring Iran didukung ekspor minyak mentah dan
Rusia mengisyaratkan negara Teluk Persia tidak akan bergabung dengan
produsen utama karena membekukan output untuk mengurangi kelebihan
pasokan global.
Kontrak berjangka
turun 2,3 % di New York memperpanjang penurunan dari kemarin menjadi 3,4
%. Iran memiliki "argumen yang masuk akal" untuk tidak bergabung dengan
aliansi untuk output berskala kecil, kata Menteri Energi Rusia
Alexander Novak setelah pertemuan dengan rekannya dari Iran. Produksi
Iran meningkat pada bulan lalu yang terbesar dalam hampir dua dekade
terakhir setelah berakhirnya sanksi, OPEC mengatakan pada hari Senin.
Persediaan minyak AS kemungkinan naik pada pekan lalu, menjaga stok
berada di level tertinggi sejak tahun 1930.
Harga minyak telah
kembali pulih setelah merosot ke level 12-tahun terendah pada tahun ini
terkait spekulasi menguatnya permintaan dan penurunan output AS akan
memudahkan surplus. Pembicaraan tentang pembekuan kemungkinan terjadi di
ibukota Qatar, Doha pada bulan depan, menurut Teluk Organisasi delegasi
Negara Pengekspor Minyak.
Minyak mentah West
Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 84 sen menjadi
ditutup pada level $ 36,34 per barel di New York Mercantile Exchange.
Ini adalah penutupan terendah sejak 4 Maret.
Brent untuk pengiriman
Mei merosot 79 sen atau 2 %, ke level $ 38,74 per barel di ICE Futures
Europe exchange yang berbasis di London. Indeks acuan global ditutup
dengan premi 66 sen dibandingkan minyak mentah WTI untuk pengiriman
bulan Mei. (knc)
Sumber : Bloomberg
Pasar Masih Menunggu Kebijakan The Fed, Emas Turun Untuk Hari Ketiga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Emas
berjangka mengalami penurunan terbesar dalam tiga hari sejak awal
November karena penguatan dolar dan pedagang meningkatkan spekulasi
bahwa The Fed akan memperketat kebijakan moneter AS tahun ini.
Indeks Bloomberg Dollar Spot naik untuk
hari kedua, mengurangi daya tarik komoditas termasuk emas yang dihargai
dalam mata uang AS. Pedagang berspekulasi bahwa ada kesempatan sebesar
52 persen bahwa para pembuat kebijakan AS akan menaikkan suku bunganya
pada bulan Juni, naik dari 6 persen di bulan lalu, menurut Fed fund
futures.
Stabilitas yang lebih besar di pasar
keuangan pasca intervensi moneter yang dilakukan oleh bank sentral bisa
meredakan jalan The Fed untuk menaikkan suku bunga, memberikan dampak
negatif pada harga emas karena logam yang tidak membayar bunga.
Sementara Bank of Japan menahan diri dari memperkuat stimulus moneter
pada pertemuan Selasa setelah langkah mengejutkan untuk mengadopsi suku
bunga negatif pada bulan Januari lalu, itu menegaskan bahwa hal tersebut
dapat melonggarkan kebijakan jika diperlukan. Bank Sentral Eropa pekan
lalu mengumumkan bahwa pelonggaran belum pernah terjadi sebelumnya.
Emas berjangka untuk pengiriman April
turun 1,1 persen untuk berakhir di $ 1.231 per ons pada pukul 1:48 siang
di Comex, New York, membuat kerugian dalam tiga sesi terakhir menjadi
3,3 persen, penurunan tersebut merupakan yang terbesar untuk kontrak
teraktif sejak 2 November lalu.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Posts (Atom)