Menutup perdagangan pekan ini,
harga jual emas batangan ritel di Jakarta dipatok melonjak Rp10.000/gram
pada perdagangan Kamis (19/6/2014) berdasarkan acuan harga emas PT
Aneka Tambang Tbk (Antam).
Daftar harga emas BUMN tambang tersebut pukul 07.55 WIB menyebutkan
harga jual emas batangan dipatok pada level Rp509.600-Rp549.000.
Level harga Rp509.600 untuk penjualan emas batangan berukuran 500 gram, sedangkan Rp549.000 untuk emas berukuran 1 gram.
Adapun harga buyback (beli kembali) Antam juga dipatok naik Rp10.000 ke level Rp489.000.
Pergerakan
harga emas Antam sejalan dengan pasar global di bursa komoditas New
York. Indeks Comex Gold Bloomberg menguat US$0,04/gram ke level
US$42,3/gram pada pukul 08.20 WIB.
Friday, 20 June 2014
Harga Minyak Berfluktuasi, CPO Diincar
Ketidakstabilan berkepanjangan di Irak diperkirakan akan mendongkrak
harga minyak. Baru-baru ini, minyak mentah WTI untuk pengiriman Juli
menembus US$105 per barel, pertama kali dalam sembilan bulan terakhir.
Irak adalah produsen minyak terbesar keempat di antara negara OPEC berdasarkan produksi harian 2008-2012. Irak juga memiliki CAGR tertinggi dalam hal produksi minyak mentah harian (5,2%).
Menurut tim riset KDB Daewoo Securities Indonesia, harga minyak yang tinggi memungkinkan konsumen untuk mencari sumber energi alternatif, dan salah satunya adalah minyak sawit mentah (CPO) yang dapat diolah menjadi biofuel.
AALI diperdagangkan pada 15,0x FY14 forward P/E dengan estimasi ROE 25,6%, LSIP diperdagangkan pada 14,7x FY14 forward P/E dan estimasi ROE 14,9%, dan BWPT diperdagangkan pada 15,2x FY14 forward P/E dan estimasi ROE 15,1%.
“Di antara perusahaan tersebut, kami melihat valuasi AALI relatif menarik karena estimasi ROE yang lebih tinggi.”
Pada pertengahan 2011 dan awal 2012, ketika harga minyak melonjak ke level US$100 per barel, konsumsi biodiesel naik hampir dua kali lipat dari 358 juta liter (2011) menjadi 670 juta liter (2012).
Peningkatan permintaan juga didorong oleh kenaikan tingkat campur CPO ke dalam biofuel dan perluasan distribusi biofuel di Kalimantan. Indonesia adalah produsen CPO terbesar dengan total produksi 31 juta metrik ton pada 2013.
Sejak 2006, pemerintah Indonesia telah mempromosikan biofuel sebagai sumber energi alternatif. Hal ini bias dilihat dengan terbitnya surat Instruksi Presiden yang mengatur kebijakan dan insentif untuk investasi biofuel.
Saat ini, biofuel adalah mengkontribusi 27% dari konsumsi bahan bakar di Indonesia, dengan penggunaan mulai dari mobil diesel ke pembangkit listrik berbahan bakar diesel. Pemerintah juga telah merilis sebuah mandat untuk meningkatkan penggunaan biofuel hingga 2025.
Irak adalah produsen minyak terbesar keempat di antara negara OPEC berdasarkan produksi harian 2008-2012. Irak juga memiliki CAGR tertinggi dalam hal produksi minyak mentah harian (5,2%).
Menurut tim riset KDB Daewoo Securities Indonesia, harga minyak yang tinggi memungkinkan konsumen untuk mencari sumber energi alternatif, dan salah satunya adalah minyak sawit mentah (CPO) yang dapat diolah menjadi biofuel.
AALI diperdagangkan pada 15,0x FY14 forward P/E dengan estimasi ROE 25,6%, LSIP diperdagangkan pada 14,7x FY14 forward P/E dan estimasi ROE 14,9%, dan BWPT diperdagangkan pada 15,2x FY14 forward P/E dan estimasi ROE 15,1%.
“Di antara perusahaan tersebut, kami melihat valuasi AALI relatif menarik karena estimasi ROE yang lebih tinggi.”
Pada pertengahan 2011 dan awal 2012, ketika harga minyak melonjak ke level US$100 per barel, konsumsi biodiesel naik hampir dua kali lipat dari 358 juta liter (2011) menjadi 670 juta liter (2012).
Peningkatan permintaan juga didorong oleh kenaikan tingkat campur CPO ke dalam biofuel dan perluasan distribusi biofuel di Kalimantan. Indonesia adalah produsen CPO terbesar dengan total produksi 31 juta metrik ton pada 2013.
Sejak 2006, pemerintah Indonesia telah mempromosikan biofuel sebagai sumber energi alternatif. Hal ini bias dilihat dengan terbitnya surat Instruksi Presiden yang mengatur kebijakan dan insentif untuk investasi biofuel.
Saat ini, biofuel adalah mengkontribusi 27% dari konsumsi bahan bakar di Indonesia, dengan penggunaan mulai dari mobil diesel ke pembangkit listrik berbahan bakar diesel. Pemerintah juga telah merilis sebuah mandat untuk meningkatkan penggunaan biofuel hingga 2025.
HARGA MINYAK: Situasi Irak Kian Genting, WTI Menguat
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat hingga hari kedua
setelah AS menyatakan akan mengirim penasihat militer menyusul
pergolakan yang terjadi di Irak sebagai produsen terbesar kedua di
antara negara pengekspor minyak.
Kontrak minyak mentah itu naik 0,2% di bursa New York setelah kemarin menguat 0,4%.
Presiden AS Barack Obama menyatakan akan mengirim sebanyak 300 penasihat militer untuk membantu pasukan Irak menghadapi kelompok pemberontak. Selain itu dilaporkan bahwa AS siap untuk mengambil tindakan ekstra kalau diperlukan.
Namun demikian, pertempuran antara kelompok pemberontak dengan pasukan pemerintah belum menyebar ke wilayah selatan. Wilayah tersebut merupakan dua per tiga dari produksi minyak di Irak.
WTI untuk pengiriman Juli naik 25 sen menjadi US$106,68 per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Harga kontrak itu tercatat US $106,61 pukul 09:22 waktu Sydney atau pukul 05:22 WIB sebagaimana dikutip Bloomberg, Jumat (20/6/2014).
Sedangkan kontrak Brent untuk pembayaran Agustus naik 80 sen atau 0,7% menjadi US$115,06 per barel di bursa London kemarin.
Harga komoditas itu dilaporkan naik 1,5% pekan ini. Sementara itu, selisih harga minyak acuan Eropa itu terhadap WTI tercatat sebesar US $9,01 untuk bulan yang sama.
Kontrak minyak mentah itu naik 0,2% di bursa New York setelah kemarin menguat 0,4%.
Presiden AS Barack Obama menyatakan akan mengirim sebanyak 300 penasihat militer untuk membantu pasukan Irak menghadapi kelompok pemberontak. Selain itu dilaporkan bahwa AS siap untuk mengambil tindakan ekstra kalau diperlukan.
Namun demikian, pertempuran antara kelompok pemberontak dengan pasukan pemerintah belum menyebar ke wilayah selatan. Wilayah tersebut merupakan dua per tiga dari produksi minyak di Irak.
WTI untuk pengiriman Juli naik 25 sen menjadi US$106,68 per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Harga kontrak itu tercatat US $106,61 pukul 09:22 waktu Sydney atau pukul 05:22 WIB sebagaimana dikutip Bloomberg, Jumat (20/6/2014).
Sedangkan kontrak Brent untuk pembayaran Agustus naik 80 sen atau 0,7% menjadi US$115,06 per barel di bursa London kemarin.
Harga komoditas itu dilaporkan naik 1,5% pekan ini. Sementara itu, selisih harga minyak acuan Eropa itu terhadap WTI tercatat sebesar US $9,01 untuk bulan yang sama.
Source : Bloomberg
Emas Dekati 2 Bln Tertinggi, Nikkei Naik; Tembaga Terkoreksi
Emas
berada di dekat dua bulan tertinggi dan indeks berjangka Jepang
mengindikasikan kenaikan seiring peningkatan pada saham-saham global
ditengah prospek biaya pinjaman AS yang akan tetap rendah untuk
sementara waktu. Tembaga berjangka turun sementara minyak mengalami
kenaikan untuk hari kedua.
Emas
diperdagangkan di level $ 1,318.94 per ons pukul 8:24 pagi di Tokyo,
setelah menyentuh harga tertinggi sejak 15 April menyusul lonjakan 3,3
persen kemarin. Nikkei 225 Stock Average berjangka diperdagangkan 0,1
persen lebih tinggi di pre-market, sementara Standard & Poor 500
berjangka turun 0,1 persen setelah indeks ekuitas itu mencapai rekor
terbaru. Pasar berkembang di Asia melanjutkan pelemahan setelah mata
uang domestik melonjak kemarin. Minyak mentah di New York naik 0,2
persen sementara tembaga berjangka turun 0,2 persen.
Data
ekonomi di AS menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang stabil pada
pasar tenaga kerja dan meningkatkan kepercayaan investor, sehari setelah
ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa tingkat suku bunga akan
tetap di dekat nol dalam "waktu yang cukup" setelah program pembelian
obligasi berakhir. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda berbicara di
Tokyo hari ini, dan Malaysia akan melaporkan data inflasinya. Selain itu
update terbaru untuk neraca berjalan daerah euro akan dirilis hari ini.
Sumber: Bloomberg
Emas Naik Tajam Dalam Sembilan Bulan Terakhir, Perak Catat Lonjakan
Emas
melonjak ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir serta perak
melonjak ke level 13 minggu tertinggi karena Federal Reserve mengatakan
bahwa suku bunga AS turun, mendorong pelemahan dolar dan meningkatkan
permintaan untuk logam mulia sebagai investasi alternatif.
Emas menyentuh level $ 1.300 per ons dan
perak naik tajam dalam empat bulan terakhir. Dolar jatuh ke level
terendah empat minggu terhadap sejumlah 10 mata uang utama.
Sekedar catatn, tahun lalu emas turun
sebanyak 28% setelah beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam
mulia sebagai nilai lindung ditengah reli di pasar ekuitas dan inflasi
diredam. Komoditas ini naik 70% dari Desember 2008 sampai Juni 2011
silam seiring The Fed membeli utang dan mengadakan biaya pinjaman
mendekati 0%
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus
naik 3,3% untuk menetap di level $ 1,314.10 pada 1:36 di New York Comex,
kenaikan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 19 September.
Sebelumnya, logam mulia mencapai level $ 1,317.40, yang tertinggi sejak
15 April lalu.(yds)
Sumber: Bloomberg
Thursday, 19 June 2014
Saham Asia naik ditengah optimisme terhadap Fed
Saham Asia menguat pada awal perdagangan hariKamis, naik ditengah optimisme Wall Street setelah Federal Reserve AS memberikan penilaian positif terhadap perekonomian terbesar di dunia (Amerika) dan berkomitmen untukmempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,4 persen.
Index Nikkei 225 di Tokyo naik 0,4 persen, dengan penguatan yen yang membatasi keuntungan.
Di Wall Street, index S & P 500 berakhir pada rekor tertinggi pada hari Rabu setelah The Fed mengisyaratkan laju yang sedikit lebih cepat dari kenaikan suku bunga mulai tahun depan tetapi juga mengisyarakan suku bunga jangka panjang akan lebih rendah dibandingkan indikasi sebelumnya.
Pernyataan kebijakan The Fed sedikit berubah dari yang dikeluarkan setelah pertemuan terakhir pada bulan April lalu yang mengulangi pernyataan bahwa suku bunga akan tetap mendekati nol "untuk waktu yang cukup" setelah pembelian obligasi berakhir. (vck)
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,4 persen.
Index Nikkei 225 di Tokyo naik 0,4 persen, dengan penguatan yen yang membatasi keuntungan.
Di Wall Street, index S & P 500 berakhir pada rekor tertinggi pada hari Rabu setelah The Fed mengisyaratkan laju yang sedikit lebih cepat dari kenaikan suku bunga mulai tahun depan tetapi juga mengisyarakan suku bunga jangka panjang akan lebih rendah dibandingkan indikasi sebelumnya.
Pernyataan kebijakan The Fed sedikit berubah dari yang dikeluarkan setelah pertemuan terakhir pada bulan April lalu yang mengulangi pernyataan bahwa suku bunga akan tetap mendekati nol "untuk waktu yang cukup" setelah pembelian obligasi berakhir. (vck)
Sumber: Reuters
Saham Berjangka Asia Naik Ditengah Reli Saham Global
Indeks
saham berjangka Asia menguat pagi ini mengikuti indeks saham global
yang mencapai posisi tertinggi sepanjang masa dan bursa saham AS
melonjak setelah Federal Reserve mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi
mengalami rebound dan tingkat suku bunga akan tetap rendah untuk
beberapa waktu kedepan. Dolar tahan penurunan dibandingkan pair-nya
sementara minyak mentah di New York mengalami rebound.
Nikkei
225 Stock Average berjangka naik 0,3 persen di pre-market Osaka setelah
kontrak pada indeks Australia dan Korea Selatan juga mengalami
kenaikan. Standard & Poor 500 berjangka sedikit berubah pada 08:44
pagi di Tokyo setelah indeks tersebut dan MSCI Indeks All-Country World
menguat di atas rekor penutupan sebelumnya. Greenback masih stabil
setelah kehilangan lebih dari 0,2 persen terhadap yen dan euro,
sementara dolar Selandia Baru turun setelah data rilis pertumbuhan
ekonomi yang lambat dari perkiraan. Sementara itu, minyak mentah naik
sebesar 0,3 persen.
The
Fed akhirnya memangkas pembelian obligasi dalam pertemuan kebijakan
kelimanya dengan mengatakan bahwa mereka mengharapkan tingkat suku bunga
tetap mendekati nol untuk "waktu yang dirasakan cukup" setelah akhir
dari program stimulus, yang telah memicu kenaikan ekuitas global dan
membantu S&P 500 melonjak sebesar 189 persen dari posisi terendah di
tahun 2009 lalu. Data terkait klaim pengangguran AS akan dirilis hari
ini sementara Filipina akan melakukan peninjauan terhadap
tingkat suku bunganya. Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan
bahwa perekonomian China akan menghindari œhard landing meskipun
otoritas kepemimpinan Negara lebih menargetkan pada opsi regulasi atas
langkah-langkah stimulus yang kuat.(frk)
Sumber: Bloomberg
Saham Hong Kong Menghentikan Penurunan Tiga Hari
Saham-saham
Hong Kong menguat pagi ini, dengan indeks acuan naik untuk pertama
kalinya dalam empat hari, setelah Federal Reserve mengatakan bahwa
tingkat suku bunga akan tetap rendah bahkan setelah ekonomi AS mengalami
rebound.
Indeks
Hang Seng naik 0,2 persen menjadi 23,219.14 pada 9:51 pagi di Hong
Kong, dengan hampir empat saham yang gain untuk satu saham yang turun.
Index Hang Seng China Enterprises, yang juga dikenal sebagai indeks
H-shares, turun 0,1 persen menjadi 10,438.59.
The
Fed memangkas pembelian obligasi bulanan sebesar $ 35 miliar dari US $
45 miliar pada kecepatan untuk mengakhiri pembelian pada akhir tahun
ini. Data minggu ini menunjukkan inflasi AS lebih cepat dari yang di
perkiraan pada bulan Mei, memberikan alasan bagi para pembuat kebijakan
untuk terus menskala kembali stimulus yang belum pernah terjadi
sebelumnya.(frk)
Sumber: Bloomberg
Harga Emas Siap Catat Gain Terkait Keputusan The Fed
Harga emas
siap catat peningkatan pasca Federal Reserve mengatakan bahwa tingkat
suku bunga turun, sehingga mendorong permintaan untuk logam mulia
sebagai aset alternatif.
Para otoritas The Fed hari ini memangkas
pembelian obligasi sebesar $ 10 miliar pada pertemuan kelimanya,
menjadi sebesar $ 35 miliar guna menjaga agar tetap pada langkah untuk
mengakhiri program akhir tahun ini. Bank sentral mengatakan bahwa mereka
mengharapkan suku bunga tetap mengalami penurunan.
Bullion naik 70% dari Desember 2008
sampai Juni 2011 silam seiring The Fed membeli obligasi dan memberikan
biaya pinjaman mendekati 0%. Tahun lalu, emas turun 28% karena beberapa
investor kehilangan kepercayaan dalam logam mulia sebagai nilai lindung
ditengah reli pasar ekuitas dan inflasi diredam.
Emas untuk pengiriman segera naik 0,2%
ke level $ 1.273 per ons pada 2:17 siang di New York. Sampai kemarin,
harga naik sebanyak 5,7% di tahun ini.
Sementara itu di Comex di New York,
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus ditutup 0,1% lebih tinggi pada
level $ 1,272.70, jelang keputusan The Fed.(yds)
Sumber: Bloomberg
Emas Diperdagangkan Mendekati 3 Minggu Tertinggi
Emas
diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam tiga minggu setelah
Federal Reserve AS memangkas prospek untuk pertumbuhan ekonomi dan
mengatakan bahwa tingkat suku bunga akan tetap rendah, mendorong
permintaan untuk emas batangan sebagai investasi alternatif. Perak naik
ke tertinggi satu bulan.
Logam
untuk pengiriman segera berada di level $ 1,279.50 per ons pada 9:20
pagi di Singapura dari $ 1,277.71 kemarin, ketika harga menghentikan
penurunan dua hari, menurut Bloomberg generic pricing. Emas naik ke $
1,284.96 pada tanggal 16 Juni, yang merupakan level tertinggi sejak 27
Mei.
Ketua
The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa bank sentral berencana untuk
mempertahankan target tingkat suku bunga yang rendah untuk waktu yang
dirasakan cukup setelah berakhir pembelian obligasi, menghantarkan Index
Bloomberg Dollar Spot ke penurunan terbesar dalam hampir dua minggu.
Emas mengakhiri reli 12 tahun pada tahun 2013 terhadap ekspektasi bahwa
bank sentral akan kembali menskala kembali stimulus yang diberlakukan
untuk mendorong pertumbuhan.
Komite
Pasar Terbuka Federal atau Federal Open Market Committee (FOMC)
memotong pembelian aset pada akhir pertemuan dua harinya untuk yang
kelima kali berturut-turut. Peserta The Fed memperkirakan pertumbuhan
jangka panjang bagi ekonomi AS dari 2,1 persen menjadi 2,3 persen,
dibandingkan dengan 2,2 persen menjadi 2,3 persen pada bulan Maret dan
2,5 persen menjadi 2,8 persen pada bulan Januari 2010 yang di bangun
dari resesi terbaru.
Emas
untuk pengiriman Agustus naik 0,5 persen menjadi $ 1,279.30 per ons di
Comex New York. 60-hari volatilitas historis Bullion turun ke level
terendah sejak Oktober 2010.
Perak
untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,3 persen menjadi $ 19,9560 per
ons, tertinggi sejak 14 Mei, dan diperdagangkan terakhir di level $
19,9215.(frk)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 17 June 2014
Bursa Australia Bergerak Nyaris Flat, Masih Tunggu Arahan Lebih Jelas
Bursa saham Australia tampak mengalami
pergerakan yang sideways pada sesi perdagangan hari Rabu pagi ini
(18/6). Bursa saham berpotensi untuk melemah untuk dua hari
berturut-turut sementara nilai tukar dollar Australia masih
diperdagangkan di kisaran paling rendah dalam satu minggu.
Saham pengecer David Jones mengalami
peningkatan sebesar 0.2 persen pagi ini. Para pemegang saham perusahaan
Woolworths asal Afrika Selatan setuju untuk mendukung akuisisi
perusahaannya oleh David Jones.
Sementara itu saham Woodside Petroleum
anjlok tajam nyaris sebesar 4 persen. Royal Dutch Shell mengatakan akan
menjual 19 persen sahamnya di perusahaan tersebut senilai 5.7 miliar
dollar.
Pagi ini indeks benchmark di bursa saham
Australia tampak mengalami kenaikan meskipun tipis saja. Indeks S&P
ASX 200 mengalami peningkatan 1.33 poin atau 0.02 persen dan berada di
level 5402.00 poin. Pagi tadi indeks ini sempat mengalami penurunan
sebesar 0.2 persen.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark di bursa
Australia pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan kenaikan
meskipun akan terbatas. Untuk hari ini indeks S&P ASX 200 diproyeksi
akan mengalami pergerakan pada kisaran 5380 – 5420 poin.
Sumber : Vibiznews
Dukungan Dihentikan, Pengguna Windows XP sudah Mulai Beralih ke Windows 7 dan 8.1
Rakasasa teknologi Microsoft memang telah menghentikan pembaharuan
untuk sistem operasi Windows XP demi meningkatkan adopsi terhadap sistem
operasi Windows 7 dan Windows 8. Dan kini kabar terbaru menyebutkan
bahwa dengan dihentikannya pembaharuan terhadap Windows XP mampu
menaikkan penjualan desktop PC dalam beberapa minggu terakhir setelah
sebelumnya sempat menurun.
Seperti yang dilansir dari Softpedia, hal ini sempat diutarakan oleh sejumlah manufaktur teknologi seperti Intel yang baru saja memperharui prediksi pendapatan untuk kuartal kedua tahun ini dimana jika sebelumnya Intel memprediksi USD 12,5 milyar, kini mereka menaikkan menjadi USD 13,5 milyar.
Peningkatan perihal pendapatan ini disebabkan oleh meningkatnya penjualan PC baru karena sudah banyak konsumen yang mulai meninggalkan sistem operasi legendaris milik Microsoft tersebut dan beralih ke sistem operasi Windows 7 dan Windows 8.1.
Bahkan menurut Michael Goldstein selaku President and CEO LAN Infotech, mengatakan bahwa saat ini sudah semakin banyak pengguna yang telah menyadari jika tetap menggunakan Windows XP setelah Microsoft telah resmi menghentikan dukungan terhadap sistem operasi tersebut.
Namun meski sudah banyak pengguna Windows XP yang beralih, tapi tetap saja sistem operasi legendaris ini masih menjadi sistem operasi besutan Microsoft yang paling populer. Pasalnya meskipun Microsoft sudah menghentikan dukungan terhadap Windows XP faktanya sistem operasi legendaris milik Microsoft tersebut masih digunakan oleh 25 persen pengguna desktop PC di seluruh dunia.
Sumber : Vibiznews
Seperti yang dilansir dari Softpedia, hal ini sempat diutarakan oleh sejumlah manufaktur teknologi seperti Intel yang baru saja memperharui prediksi pendapatan untuk kuartal kedua tahun ini dimana jika sebelumnya Intel memprediksi USD 12,5 milyar, kini mereka menaikkan menjadi USD 13,5 milyar.
Peningkatan perihal pendapatan ini disebabkan oleh meningkatnya penjualan PC baru karena sudah banyak konsumen yang mulai meninggalkan sistem operasi legendaris milik Microsoft tersebut dan beralih ke sistem operasi Windows 7 dan Windows 8.1.
Bahkan menurut Michael Goldstein selaku President and CEO LAN Infotech, mengatakan bahwa saat ini sudah semakin banyak pengguna yang telah menyadari jika tetap menggunakan Windows XP setelah Microsoft telah resmi menghentikan dukungan terhadap sistem operasi tersebut.
Namun meski sudah banyak pengguna Windows XP yang beralih, tapi tetap saja sistem operasi legendaris ini masih menjadi sistem operasi besutan Microsoft yang paling populer. Pasalnya meskipun Microsoft sudah menghentikan dukungan terhadap Windows XP faktanya sistem operasi legendaris milik Microsoft tersebut masih digunakan oleh 25 persen pengguna desktop PC di seluruh dunia.
Sumber : Vibiznews
Defisit perdagangan Jepang bulan Mei menyusut 8,3% per tahun
BESTPROFIT FUTURES (18/06) - Defisit perdagangan
Jepang mengecil 8,3 persen pertahun menjadi $ 8.9 milyar di bulan Mei
seiring penurunan tingkat impor untuk pertama kalinya dalam 19 bulan
terakhir, berdasarkan data yang ditunjukkan pemerintah Jepang Rabu pagi.
Jepang mencatat defisit 909 miliar yen (US $ 8.9
milyar), lebih kecil dari defisit tahun sebelumnya sebesar ¥ 991.3
milyar namun tetap di dalam perdagangan yang negatif untuk 23 bulan
berturut-turut, menurut data tersebut.
Sumber: AFP
Dolar Pertahankan Gain; Laporan Inflasi Picu Spekulasi Terkait Suku Bunga The Fed
BESTPROFIT FUTURES (18/06) - Dolar pertahankan
gain terhadap sebagian besar pair-nya pagi ini sebelum Federal Reserve
menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari mereka hari ini setelah data
yang dirilis kemarin meningkatkan prospek kenaikkan suku bunga yang
lebih cepat dari perkiraan investor.
Kemarin, Index Bloomberg Dollar Spot ditutup pada
level tertinggi dalam sepekan setelah indeks inflasi AS terakselerasi
lebih cepat dari perkiraan. Yen berada di dekat level terendah satu
minggu sebelum rilis laporan defisit perdagangan Jepang yang
diperkirakan oleh para analis akan melebar. Mata uang Selandia Baru
menghentikan penurunannya setelah Cooperative Group Ltd. eksportir susu
terbesar di dunia yang berbasis di Auckland mengatakan bahwa harga susu
bubuk mengalami kenaikan untuk pertama kalinya.
Index Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang
AS terhadap 10 mata uang utama lainnya sedikit berubah di 1,014.58 pada
08:27 pagi di Tokyo dibandingkan tingkat kemarin ketika naik 0,3 persen
menjadi 1,014.57 - yang merupakan penutupan tertinggi sejak 10 Juni
lalu.
Greenback diperdagangkan pada 102,17 yen dari
posisi 102,15 yen kemarin dan sempat menyentuh 102,24 yen, tertinggi
sejak 11 Juni. Terhadap euro, greenback tidak berubah pada level $
1,3547. Selain itu, dolar Selandia Baru tidak berubah pada posisi 86.59
sen AS sejak kemarin ketika mata uang tersebut turun 0,2 persen. (frk)
Sumber: Bloomberg
Emas Jatuh Menghentikan Reli Terpanjang Sejak Februari Terkait Spekulasi The Fed
BESTPROFIT FUTURES (18/06) - Emas
berjangka jatuh, menghentikan reli terpanjangnya sejak Februari lalu,
terkait spekulasi bahwa The Fed akan lebih memangkas stimulus
moneternya, meredam permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif
investasi.
The Federal Open Market
Committee(FOMC), yang memulai pertemuan dua hari hari ini, mengurangi
laju pembelian obligasi bulanan sebesar $ 10 miliar masing-masing dari
empat pertemuan terakhir. Para pejabat AS dan Iran bertemu di Wina
seiring Presiden Barack Obama mengkaji terhadap pemberontakan oleh
militan Sunni di Irak.
Emas telah turun 8%
dalam 12 bulan terakhir seiring pasar ekuitas naik danThe Fed mengurangi
stimulus moneternya. Bank sentral mungkin akan menaikkan suku bunga
acuan lebih cepat dari pasar uang, mayoritas dari para ekonom mengatakan
dalam sebuah survei Bloomberg News.
Emas berjangka untuk
pengiriman Agustus turun 0,3% untuk menetap di level $ 1.272 per ons
pada pukul 1:37 siang di New York Comex. Harga naik dalam enam sesi
sebelumnya, reli terpanjang sejak 18 Februari lalu, di tengah
meningkatnya ketegangan di Irak.
Logam mulia naik 70
persen dari Desember 2008 sampai Juni 2011 silam seiring bank sentral
membeli utang dan mengadakan biaya pinjaman mendekati nol%.(yds)
Sumber: Bloomberg
Monday, 16 June 2014
Impor Nonmigas Dari Tiongkok Semakin Meningkat
Perkembangan impor nonmigas dari Tiongkok
menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkini, menunjukkan
kinerja yang meningkat. Hal itu ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada
nilai impor nonmigas dari negara tersebut dimana pada bulan April
dilaporkan dapat mencapai nilai sekitar 2861.7 juta Dollar AS (CIF) .
Pada bulan sebelumnya impor nonmigas dari
negara terkait hanya mencapai nilai 2221.3 juta Dollar AS . Dengan
demikian kinerja impor nonmigas pada periode Januari – April mengalami
penambahan sebesar + 640.4 juta Dollar AS, atau sekitar + 28.82 %.
Data paling akhir dari Badan Pusat
Statistik juga menunjukkan bahwa impor nonmigas dari awal tahun ini
sampai bulan April secara total mencapai angka 10011.9 juta Dollar AS.
Laporan itu menunjukkan adanya peningkatan sebesar + 942.29 juta Dollar
AS atau sekitar + 10.38 %, dimana pada periode yang sama tahun lalu
hanya mencapai nilai 9069.6 juta Dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting mengemukakan bahwa pada analisa kurs BI hari ini Yuan Cina
terpantau bergerak terangkat sekitar 4.76 % terhadap mata uang Rupiah
pada perdagangan valas CNYIDR dari awal April hingga pekan ini.
Sumber : Vibiznews
Karet Tocom Mulai Bergerak Menjauhi Level 200 Yen
Harga karet di Bursa Tocom pada awal
perdagangan sesi pagi ini (17/6) terpantau kembali bergerak melemah
setelah pada perdagangan kemarin ditutup turun cukup signifikan.
Pelemahan harga karet di Bursa Tocom pada perdagangan sesi pagi ini
diduga disebabkan oleh aksi profit taking oleh para investor akibat
belum kokohnya sentimen terhadap harga karet.
Pergerakan harga karet yang telah menguat
ke level diatas harga psikologis pada kisaran 200 Yen mulai mengalami
pelemahan dalam dua hari terakhir perdagangan di Bursa Tocom. Harga
karet di Bursa Tocom yang terdongkrak oleh peningkatan impor India serta
pergerakan harga minyak akibat konflik Irak mulai memicu aksi profit
taking oleh para investor. Selain faktor pergerakan harga yang telah
menembus level harga psikologis, pelemahan harga karet juga didorong
oleh belum adanya sentimen baru yang memicu aksi menghindari kemungkinan
loss oleh investor.
Pada awal perdagangan sesi pagi ini di
Bursa Tocom, harga karet terpantau sedang bergerak melemah. Harga karet
berjangka Tocom untuk kontrak November 2014 yang pada penutupan kemarin
ditutup melemah di level 199,6 Yen, kini kembali turun 0,45% ke level
198,7 Yen/kg atau melemah 0,9 Yen/kg.
Sedangkan dari Bursa Shanghai Future
Exchange, harga karet juga terpantau sedang bergerak melemah. Harga
karet berjangka SHFE untuk kontrak September 2014 turun 1,01% ke tingkat
harga 14.190 Yuan/ton atau melemah 145 Yuan/ton.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting memprediksi harga karet di Bursa Tocom berpotensi untuk
kembali melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh
potensi tingginya kemungkinan aksi profit taking oleh para investor yang
dapat kembali melemahkan harga karet menjauhi level 200 Yen. Terkait
pergerakan harga karet pada perdagangan hari ini, karet Tocom diprediksi
akan bergerak di kisaran 196,5-201 Yen.
Sumber : Vibiznews
Saham Jepang Rebound Setelah Mencatat Penurunan Terbesar Dalam Sebulan
BESTPROFIT FUTURES (17/06) - Saham
Jepang dibuka naik setelah indeks Topix kemarin mengalami penurunan
terbesarnya dalam sebulan terakhir. Produsen pembuat mesin dan pialang
memimpin kenaikan di indeks tersebut.
Indeks
Topix naik 0,2 persen ke level 1,236.82 pukul 09:01 pagi di Tokyo,
dengan lebih dari dua saham yang naik untuk setiap satu yang turun.
Indeks tersebut tergelincir 0,8 persen kemarin, terbesar sejak 19 Mei.
Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,2 persen hari ini ke 14,963.48.
Yen bertahan di posisi 101,88 per dolar setelah kemarin naik sebesar 0,2
persen.
Kontrak
pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah. Indeks tersebut
kemarin naik 0,1 persen setelah meningkatnya aktivitas merger dan
akuisisi perusahaan serta pertumbuhan di bidang manufaktur Amerika yang
dibayangi oleh meningkatnya ketegangan di Irak.
Data
yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa tingkat produksi industri AS
tumbuh melebihi perkiraan pada bulan Mei, menandai gain di bidang
manufaktur dalam mendukung naiknya pertumbuhan ekonomi AS. Menurut
laporan terpisah, aktivitas manufaktur Empire, New York naik menjadi
19,28, melebihi estimasi rata-rata di angka 15 dalam survei Bloomberg
terhadap para ekonom.(frk)
Sumber: Bloomberg
General Motors kembali tarik 3,2 juta mobil karena masalah pengapian
BESTPROFIT FUTURES (17/06) - Senin kemarin General
Motors (GM) kembali menarik 3,2 juta mobil di Amerika Serikat untuk
memperbaiki masalah saklar pengapian yang dapat menyebabkan mobil
kehilangan daya.
GM juga mengumumkan penarikan sekitar 165.770
kendaraan di Amerika Serikat untuk berbagai masalah yang timbul,
termasuk dengan transmisi otomatis dan power steering. Dikatakan bahwa
perbaikan ini akan menelan biaya sekitar $ 700 juta pada kuartal kedua,
termasuk penyediaan $ 400 juta pada penarikan kendaraan sebelumnya.
(brc)
Sumber : AFP
Jelang Pertemuan The Fed, Emas Diperdagangkan Dibawah 3 Minggu Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES (17/06) - Emas
pagi ini diperdagangkan dibawah 3 minggu tertinggi jelang pertemuan dua
hari The Fed hari ini dan setelah investor mengkaji ketegangan yang
terjadi di Irak dan Ukraina.
Emas
untuk pengiriman segera diperdagangkan di level US$ 1.272.69 per ons
pada 9:05 pagi di Singapura dari level US$ 1,272 per ons kemarin,
menurut Bloomberg generic pricing. Bullion naik ke level US$ 1.284.96
kemarin, level tertinggi Bullion sejak 27 Mei lalu, yang menghapus
keuntungan setelah data AS menunjukkan perkiraan produksi pabrik
mengalahkan perkiraan sementara sentimen pembangunan mengalami lonjakan
terbesar dalam hampir setahun.
Emas
telah naik 5,9 persen dalam tahun ini setelah menghentikan 12 tahun
bull run pada tahun 2013 terhadap ekspektasi bahwa The Fed akan
memangkas stimulus moneter setelah perekonomian AS membaik. Para pembuat
kebijakan telah memotong pembelian aset sebanyak empat kali dalam tahun
ini.
Emas
untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada level US$ 1,272.80 per ons
di Comex New York dari level US$ 1,275.30 kemarin. Emas berjangka
mengakhiri reli terpanjangnya kemarin sejak bulan Februari pasca
intensifnya pertempuran di Irak dan memburuknya hubungan antara Ukraina
dan Rusia.
Perak untuk pengiriman segera naik 0,1 persen ke level US$ 19,6895 per ons.(frk)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)







