BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/6) - Emas turun ke level 3 pekan terendah pada
sesi penutupan hari Rabu setelah rilis data menunjukkan sektor swasta AS
di Bulan Mei lalu mengalami lebih kenaikan pekerjaan dari yang
diperkirakan sebelumnya dan adanya peningkatan prospek kesepakatan
hutang hutang bagi Yunani.
Pegawai sektor swasta di AS mengalmai
kenaikan sebesar 201,000 pekerjaan, diatas bulan April sebesar 165,000
dan perkiraan para ekonom yang menyatakan naik sebesar 200,000.
Spot
emas turun 0.7% ke level $1,185.56 per ounce pukul 2:56 sore waktu New
York setelah sempat turn lebih dari 1% yang sekaligus level terendah
sejak tanggal 11 Mei kemarin sebesar $1,179.43. Sementara emas berjangka
AS untuk pengiriman bulan Agustus ditutup turun sebesar $9.50 di level
$1,184.90.
Emas turun meskipun dolar AS mencapai level terendah
terhadap euro dalam 2 pekan terakhir setelah ECB (European Central Bank)
mempertahankan kebijakan moneter. Bursa Saham Eropa melemah, akan
tetapi Bursa Saham AS memperpanjang gain, sumber tekanan bagi harga
emas, setelah Beige Book dari Federal Reserve menunjukkan aktifitas
ekonomi AS mengalami peningkatan dari awal bulan April hingga akhir Mei
kemarin. (bgs)
Sumber : Reuters
Wednesday, 3 June 2015
Euro Melonjak ke Level Tertinggi dalam Dua Pekan Pasca Komentar Draghi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/6) - Euro
naik ke level tertingginya dalam dua pekan terakhir pasca Presiden Bank
Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi menunjuk tanda-tanda perbaikan ekonomi
di kawasan eropa.
Mata
uang Euro menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pasca Draghi
mengatakan laju inflasi akan mulai dipercepat akhir tahun ini. Sementara
ia berkomitmen untuk melihat melalui program pelonggaran kuantitatif
bank sentral, Presiden ECB mengatakan tidak ada kebutuhan untuk
memperluas program pembelian obligasi tersebut. Obligasi yield tenor
10-tahun Jerman meningkat ke level tertinggi tahun ini, menambah daya
tarik aset mata uang euro.
Gaffney mengatakan ia mengharapkan euro jatuh dalam jangka panjang dan melihat rally sebagai peluang penjualan.
Euro
menguat 0,9 persen ke level $1,1251 pukul 14:53 di New York, menyentuh
level tertinggi sejak 19 Mei lalu. Euro juga menguat sebesar 1,1 persen
ke level 139,93 yen, mencapai level terkuat sejak 13 Januari lalu.
Sementara Dolar naik 0,2 persen ke level 124,37 yen. (izr)
Sumber: Bloomberg
Indeks Saham Asia Naik Ditengah Optimisme Pembicaraan Utang Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/6) - Indeks saham Asia menguat setelah rebound pada saham AS seiring para investor berspekulasi bahwa Yunani akan mencapai kesepakatan dengan kreditur. Indeks acuan Jepang naik diiringi pelemahan mata uang yen terhadap dolar.
Indeks MSCI Asia Pacific diperdagangkan sedikit berubah pada level 150,23 pukul 09:10 pagi waktu Tokyo. Indeks Standard & Poor 500 menguat 0,2 % pada hari Rabu, terkait Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Eropa di Brussels sampai tengah malam. Yunani akan mencapai kesepakatan pada "hari mendatang," menurut Perdana Menteri Alexis Tsipras, menambahkan tidak perlu ada kekhawatiran tentang pembayaran pertama dari 4 pembayaran Dana Moneter Internasional selanjutnya pada Jumat mendatang.
Imbal hasil obligasi Australia tenor 10-tahun dan Selandia Baru mengalami kenaikan setelah Mario Draghi mengatakan obligasi global menurun, mengirim imbal hasil obligasi Jerman tenor 10 tahun sampai 17 basis poin pada Rabu kemarin seiring Ketua Bank Sentral Eropa memperingatkan tentang volatilitas yang sedang berlangsung di pasar dan meramalkan lebih cepat inflasi. (knc)
Sumber : Bloomberg
Indeks MSCI Asia Pacific diperdagangkan sedikit berubah pada level 150,23 pukul 09:10 pagi waktu Tokyo. Indeks Standard & Poor 500 menguat 0,2 % pada hari Rabu, terkait Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Eropa di Brussels sampai tengah malam. Yunani akan mencapai kesepakatan pada "hari mendatang," menurut Perdana Menteri Alexis Tsipras, menambahkan tidak perlu ada kekhawatiran tentang pembayaran pertama dari 4 pembayaran Dana Moneter Internasional selanjutnya pada Jumat mendatang.
Imbal hasil obligasi Australia tenor 10-tahun dan Selandia Baru mengalami kenaikan setelah Mario Draghi mengatakan obligasi global menurun, mengirim imbal hasil obligasi Jerman tenor 10 tahun sampai 17 basis poin pada Rabu kemarin seiring Ketua Bank Sentral Eropa memperingatkan tentang volatilitas yang sedang berlangsung di pasar dan meramalkan lebih cepat inflasi. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Jepang Dibuka Menguat Diiringi Pelemahan Yen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/6) - Saham
Jepang naik, menuju kenaikan pertama dalam 3 hari terakhir, seiring
tanda-tanda Yunani yang akan mencapai kesepakatan dengan kreditur memicu
penguatan mata uang euro terhadap yen, meningkatkan prospek laba pada
sektor eksportir.
Indeks Topix naik 0,2 %
ke level 1,672.72 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, dengan 3 saham
yang naik untuk setiap 2 saham yang turun. Indeks Nikkei 225 Stock
Average menguat 0,3 % ke level 20,543.31. Sementara itu, Yen
diperdagangkan pada level 124,33 per dolar dan dilevel 140,02 per euro.
Sedangkan Euro melonjak setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi
mengatakan tingkat inflasi pada tren perusahaan dan investor
berspekulasi Yunani dan kreditur akan mencapai kesepakatan.
Perkembangan positif
di kawasan euro menyebabkan "penguatan euro terhadap yen," menurut
Mitsushige Akino, chief executive pada Ichiyoshi Asset Management Co di
Tokyo. "Dalam jangka pendek, memberikan dampak positif bagi sektor
ekspor saham."
Yen telah melemah 2,7 %
terhadap euro dalam 2 hari terakhir. Penurunan dipercepat setelah
Draghi mengatakan inflasi akan berada pada laju yang lebih cepat di
kawasan euro dalam 19 negara.
Kontrak E-mini pada
Indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah setelah alat pengukur
yang mendasari kemarin mengalami kenaikan sebesar 0,2 % di New York.
(knc)
Sumber : Bloomberg
Optimisme Yunani Kirim Saham AS ditutup Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/6) - Saham
AS menguat, pasca jatuh untuk ketiga kalinya dalam empat sesi terakhir,
saham perbankan dan asuransi naik diikuti dengan obligasi imbal hasil
dan investor berspekulasi Yunani akan mencapai kesepakatan dengan
kreditur.
Indeks
Standard & Poor 500 naik sebesar 0,2 persen ke level 2,114.26 pada
pukul 4 sore di New York, dan intraday naik kurang 0,5 persen dari level
penutupan tertingginya yang ditetapkan bulan lalu.
Para
investor berspekulasi bahwa Yunani akan mencapai kesepakatan dengan
para pemimpin Eropa dan Dana Moneter Internasional sebelum tenggat waktu
pembayaran berakhir bulan ini. Perdana Menteri Alexis Tsipras akan
mendengar rincian proposal akhir dari kreditur ketika ia bertemu
Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker di Brussels, Rabu.
Investor
juga tengah memperhatikan data ekonomi untuk petunjuk pada saat Federal
Reserve akan menaikkan suku bunga. Ekonomi tumbuh dalam dua bulan
terakhir, bahkan seiring produsen di beberapa daerah tertekan akbiat
penguatan dolar dan perlambatan investasi di sektor energi, laporan
Beige Book Fed menunjukkan hari ini. Ekonom memproyeksikan kenaikan suku
bunga pertama The Fed akan dilakukan pada bulan September mendatang. (izr)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 2 June 2015
Harga Minyak Naik Terdorong Pelemahan Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/6) - Harga minyak mentah dunia naik ke level tertinggi di tahun ini, seiring pelemahan dolar dan harapan terjadinya penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS).
Melansir laman Wall Street Journal, Rabu (3/6/2015) ini, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Juli ditutup naik US$ 1,06 (1,8 persen) menjadi US$ 61,26 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini menjadi penutupan tertinggi sejak 9 Desember 2014.
Sementara Brent, patokan minyak global, naik 61 sen (0,9 persen) menjadi US$ 65,49 per barel di ICE Futures Europe.
Harga minyak dikatakan sangat responsif terhadap pergerakan mata uang dalam beberapa pekan terakhir. Komoditas yang dihargakan dalam dolar seperti minyak menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya ketika dolar melemah.
Wall Street Journal Dollar Index, yang mendata nilai tukar dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, mencatat penurunan 1,3 persen pada mata uang ini pada perdagangan Selasa sore.
"Dolar telah mengalah usai adanya berita membaiknya ekonomi Eropa yang mendorong euro dan ini meningkatkan harga minyak," kata Dominick Chirichella, Analis di Energy Management Institute.
Harga minyak AS tercatat naik 41 persen sejak jatuh ke posisi terendah hampir enam tahun pada Maret. Pedagang lebih percaya diri bahwa kelebihan pasokan pasar minyak mentah global akan berkurang, karena permintaan yang meningkat dan anjloknya pengeboran baru di AS.
Persediaan minyak mentah di AS tercatat menyusut selama empat minggu berturut-turut usai mencapai rekor tertinggi pada bulan April.
Analis yang disurvei The Wall Street Journal mengharapkan adanya laporan dari Administrasi Informasi Energi AS bahwa stok minyak mentah turun 1,6 juta barel dalam pekan yang berakhir 29 Mei.
"Gagasan bahwa kita akan melihat penarikan lain dalam stok minyak mentah telah menempatkan sedikit upaya kembali ke pasar," kata Gene McGillian, Analis Senior di Tradition Energy.
Analis juga mengharapkan EIA melaporkan bahwa stok produk minyak bumi naik dalam sepekan. American Petroleum Institute, sebuah kelompok industri, dijadwalkan akan merilis data persediaan untuk periode yang sama.
Para pedagang kini juga terus memantau berita terbaru dari Wina, di mana Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan bertemu pada tanggal 5 Juni. "Di AS, pasar mungkin akan membaik, tetapi tidak begitu cepat di sisi internasional," lanjut Chirichella.(Nrm/Igw)
Sumber : Liputan6
Melansir laman Wall Street Journal, Rabu (3/6/2015) ini, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Juli ditutup naik US$ 1,06 (1,8 persen) menjadi US$ 61,26 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini menjadi penutupan tertinggi sejak 9 Desember 2014.
Sementara Brent, patokan minyak global, naik 61 sen (0,9 persen) menjadi US$ 65,49 per barel di ICE Futures Europe.
Harga minyak dikatakan sangat responsif terhadap pergerakan mata uang dalam beberapa pekan terakhir. Komoditas yang dihargakan dalam dolar seperti minyak menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya ketika dolar melemah.
Wall Street Journal Dollar Index, yang mendata nilai tukar dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, mencatat penurunan 1,3 persen pada mata uang ini pada perdagangan Selasa sore.
"Dolar telah mengalah usai adanya berita membaiknya ekonomi Eropa yang mendorong euro dan ini meningkatkan harga minyak," kata Dominick Chirichella, Analis di Energy Management Institute.
Harga minyak AS tercatat naik 41 persen sejak jatuh ke posisi terendah hampir enam tahun pada Maret. Pedagang lebih percaya diri bahwa kelebihan pasokan pasar minyak mentah global akan berkurang, karena permintaan yang meningkat dan anjloknya pengeboran baru di AS.
Persediaan minyak mentah di AS tercatat menyusut selama empat minggu berturut-turut usai mencapai rekor tertinggi pada bulan April.
Analis yang disurvei The Wall Street Journal mengharapkan adanya laporan dari Administrasi Informasi Energi AS bahwa stok minyak mentah turun 1,6 juta barel dalam pekan yang berakhir 29 Mei.
"Gagasan bahwa kita akan melihat penarikan lain dalam stok minyak mentah telah menempatkan sedikit upaya kembali ke pasar," kata Gene McGillian, Analis Senior di Tradition Energy.
Analis juga mengharapkan EIA melaporkan bahwa stok produk minyak bumi naik dalam sepekan. American Petroleum Institute, sebuah kelompok industri, dijadwalkan akan merilis data persediaan untuk periode yang sama.
Para pedagang kini juga terus memantau berita terbaru dari Wina, di mana Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan bertemu pada tanggal 5 Juni. "Di AS, pasar mungkin akan membaik, tetapi tidak begitu cepat di sisi internasional," lanjut Chirichella.(Nrm/Igw)
Sumber : Liputan6
IHSG Berpeluang Lanjutkan Koreksi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/6) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Hal itu seiring aksi jual investor asing yang masih terjadi di pasar modal apalagi sentimen Yunani masih mempengaruhi bursa saham global.
Analis PT MNC Securities, Reza Nugraha mengatakan, sentimen negatif yang masih meliputi bursa saham global mulai dari penyelesaian krisis utang Yunani tarik ulur berdampak terhadap laju IHSG. Selain itu, investor asing masih cenderung melakukan aksi jual juga menambah sentimen negatif ke IHSG.
"Gerak IHSG akan berada di kisaran 5.190-5.250 pada perdagangan saham Rabu pekan ini," ujar Reza, saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (3/6/2015).
Selain itu, Reza menilai, rencana aturan pemerintah melonggarkan kebijakan uang muka kendaraan dan properti belum dapat mengangkat IHSG. Apalagi memasuki bulan puasa, proyek-proyek pemerintah belum terlalu banyak. "Daya beli masyarakat memang meningkat dengan pelonggaran aturan uang muka tetapi proyek pemerintah belum banyak jalan," kata Reza.
Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menilai, IHSG sedang menguji level support 5.172 sedangkan level resistance terdekat di 5.285.
"Efek sesaat rilis data ekonomi awal bulan dibarengi pada hari libur akan memberikan efek jangka pendek dalam tekanan. IHSG masih berpotensi melakukan rebound," tutur William.
Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas, IHSG akan bergerak variasi dengan kecenderungan menguat di kisaran 5.200-5.236. Sejumlah rilis data ekonomi akan pengaruhi laju IHSG antara lain dari Jepang akan merilis data markit services PMI yang diperkirakan ke level 51,14 dibandingkan sebelumnya di level 51,14. Dari China juga merilis data HSBC China Services PMI yang diperkirakan naik ke level 53,31.
Untuk rekomendasi saham, William merekomendasikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT BW Plantation Tbk (BWPT).
Sedangkan Reza memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) untuk dicermati pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan saham Senin 1 Juni 2015, IHSG melemah tipis 2,56 poin (0,05 persen) ke level 5.213,81. Indeks saham LQ45 mendaki 0,07 persen ke level 904,77. Investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp 100 miliar. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Analis PT MNC Securities, Reza Nugraha mengatakan, sentimen negatif yang masih meliputi bursa saham global mulai dari penyelesaian krisis utang Yunani tarik ulur berdampak terhadap laju IHSG. Selain itu, investor asing masih cenderung melakukan aksi jual juga menambah sentimen negatif ke IHSG.
"Gerak IHSG akan berada di kisaran 5.190-5.250 pada perdagangan saham Rabu pekan ini," ujar Reza, saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (3/6/2015).
Selain itu, Reza menilai, rencana aturan pemerintah melonggarkan kebijakan uang muka kendaraan dan properti belum dapat mengangkat IHSG. Apalagi memasuki bulan puasa, proyek-proyek pemerintah belum terlalu banyak. "Daya beli masyarakat memang meningkat dengan pelonggaran aturan uang muka tetapi proyek pemerintah belum banyak jalan," kata Reza.
Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menilai, IHSG sedang menguji level support 5.172 sedangkan level resistance terdekat di 5.285.
"Efek sesaat rilis data ekonomi awal bulan dibarengi pada hari libur akan memberikan efek jangka pendek dalam tekanan. IHSG masih berpotensi melakukan rebound," tutur William.
Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas, IHSG akan bergerak variasi dengan kecenderungan menguat di kisaran 5.200-5.236. Sejumlah rilis data ekonomi akan pengaruhi laju IHSG antara lain dari Jepang akan merilis data markit services PMI yang diperkirakan ke level 51,14 dibandingkan sebelumnya di level 51,14. Dari China juga merilis data HSBC China Services PMI yang diperkirakan naik ke level 53,31.
Untuk rekomendasi saham, William merekomendasikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT BW Plantation Tbk (BWPT).
Sedangkan Reza memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) untuk dicermati pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan saham Senin 1 Juni 2015, IHSG melemah tipis 2,56 poin (0,05 persen) ke level 5.213,81. Indeks saham LQ45 mendaki 0,07 persen ke level 904,77. Investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp 100 miliar. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Top 5 Bisnis: Tarif Listrik Naik di Awal Juni Picu Perhatian
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/6) - Kabar kurang menyenangkan di awal Juni ini. Pemerintah melalui PT PLN (persero) kembali menaikkan tarif listrik 10 golongan pelanggan terhitung 1 Juni 2015.
Kenaikan tarif ini terjadi kesekian kalinya di tahun ini. Tarif listrik para pelanggan ini bergerak fluktuatif karena sudah tidak menikmati subsidi dari pemerintah.
Penyesuaian tarif dilakukan mengikuti kenaikan harga minyak dunia, dan inflasi. Artikel soal tarif listrik ini pun menuai perhatian pembaca Liputan6.com.
Selain soal tarif listrik, pembaca juga tertarik tentang rencana peresmian tol Cikampek-Palimanan. Berikut daftar 5 berita paling dicari pembaca, Rabu (3/6/2015):
1. Tarif Listrik Naik Awal Juni, Cek di Sini!
PT PLN (Persero) telah menerbitkan daftar tarif listrik Juni 2015 untuk 10 golongan pelanggan yang telah dikenakan sistem tarif penyesuaian (adjustment). Tarif listrik para pelanggan ini bergerak fluktuatif karena sudah tidak menikmati subsidi dari pemerintah.
Plt Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Sampurno Martono menjelaskan, penyesuaian tarif dilakukan mengikuti kenaikan harga minyak dunia, dan inflasi.
"Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat, tapi harga minyak dunia dan angka inflasi meningkat," kata dia saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (2/6/2015).
2. Miliarder Arab Saudi Beli Hunian Tertinggi di New York
Hampir semua benda bisa Anda beli dengan status sebagai salah satu miliarder dunia dengan harta yang nyaris tak ada habisnya. Baru-baru ini, miliarder asal Arab Saudi Fawaz Al Hokair menjadi sorotan setelah dirinya membeli penthouse atau ruang apartemen tertinggi di suatu bangunan senilai US$ 95 juta atau Rp 1,25 triliun (kurs: Rp 13.205) di New York.
Melansir laman Daily Mail, Selasa (2/6/2015), apartemen itu terletak di 432 Park Avenue dan merupakan hunian tertinggi di New York. Bangunan yang baru dibeli Al Hokair itu memiliki luas 8.255 kaki persegi, enam kamar tidur, tujuh kamar mandi, lantai kamar mandi yang hangat dan perapian musim dingin.
3. Usai Diresmikan, Tol Cikampek-Palimanan Digratiskan Sepekan
Pemerintah memastikan proyek tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) sepanjang 116,75 kilometer (km) telah selesai dibangun. Tol ini merupakan bagian dari Tol Trans Jawa sepanjang 1.000 km.
Meski belum ada kepastian waktu peresmian tol ini, namun Kepala (Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ahmad Gani Gazali mengatakan, ruas [tol Cikampek-Palimanan](2243739 akan digratiskan minimal selama seminggu sejak diresmikan nantinya.
4. Pengamat: Gaji PNS Wajar Naik
Pemerintah akan menaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) sekitar 4 persen setiap tahun. Kenaikan itu berada satu paket dengan gaji ke-13 PNS, TNI dan Polri.
Pengamat Politik dan Birokrasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Miftah Thoha, mengatakan kenaikan tersebut merupakan hal yang wajar. Dia bilang kenaikan gaji merupakan hak bagi PNS apalagi menimbang mahalnya harga bahan pokok.
5. Tol Cikampek-Palimanan Bakal Beroperasi 15 Juni?
Pemerintah memastikan pengoperasian tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) sepanjang 116,75 kilometer (km) yang dibangun guna mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2015, berlangsung sebelum pelaksanaan Ramadan.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Ahmad Gani Gazali mengungkapkan, peresmian jalan bebas hambatan tersebut direncanakan berlangsung pada pertengahan Juni ini.(Nrm/Ahm)
Sumber : Liputan6
Kenaikan tarif ini terjadi kesekian kalinya di tahun ini. Tarif listrik para pelanggan ini bergerak fluktuatif karena sudah tidak menikmati subsidi dari pemerintah.
Penyesuaian tarif dilakukan mengikuti kenaikan harga minyak dunia, dan inflasi. Artikel soal tarif listrik ini pun menuai perhatian pembaca Liputan6.com.
Selain soal tarif listrik, pembaca juga tertarik tentang rencana peresmian tol Cikampek-Palimanan. Berikut daftar 5 berita paling dicari pembaca, Rabu (3/6/2015):
1. Tarif Listrik Naik Awal Juni, Cek di Sini!
PT PLN (Persero) telah menerbitkan daftar tarif listrik Juni 2015 untuk 10 golongan pelanggan yang telah dikenakan sistem tarif penyesuaian (adjustment). Tarif listrik para pelanggan ini bergerak fluktuatif karena sudah tidak menikmati subsidi dari pemerintah.
Plt Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Sampurno Martono menjelaskan, penyesuaian tarif dilakukan mengikuti kenaikan harga minyak dunia, dan inflasi.
"Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat, tapi harga minyak dunia dan angka inflasi meningkat," kata dia saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (2/6/2015).
2. Miliarder Arab Saudi Beli Hunian Tertinggi di New York
Hampir semua benda bisa Anda beli dengan status sebagai salah satu miliarder dunia dengan harta yang nyaris tak ada habisnya. Baru-baru ini, miliarder asal Arab Saudi Fawaz Al Hokair menjadi sorotan setelah dirinya membeli penthouse atau ruang apartemen tertinggi di suatu bangunan senilai US$ 95 juta atau Rp 1,25 triliun (kurs: Rp 13.205) di New York.
Melansir laman Daily Mail, Selasa (2/6/2015), apartemen itu terletak di 432 Park Avenue dan merupakan hunian tertinggi di New York. Bangunan yang baru dibeli Al Hokair itu memiliki luas 8.255 kaki persegi, enam kamar tidur, tujuh kamar mandi, lantai kamar mandi yang hangat dan perapian musim dingin.
3. Usai Diresmikan, Tol Cikampek-Palimanan Digratiskan Sepekan
Pemerintah memastikan proyek tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) sepanjang 116,75 kilometer (km) telah selesai dibangun. Tol ini merupakan bagian dari Tol Trans Jawa sepanjang 1.000 km.
Meski belum ada kepastian waktu peresmian tol ini, namun Kepala (Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ahmad Gani Gazali mengatakan, ruas [tol Cikampek-Palimanan](2243739 akan digratiskan minimal selama seminggu sejak diresmikan nantinya.
4. Pengamat: Gaji PNS Wajar Naik
Pemerintah akan menaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) sekitar 4 persen setiap tahun. Kenaikan itu berada satu paket dengan gaji ke-13 PNS, TNI dan Polri.
Pengamat Politik dan Birokrasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Miftah Thoha, mengatakan kenaikan tersebut merupakan hal yang wajar. Dia bilang kenaikan gaji merupakan hak bagi PNS apalagi menimbang mahalnya harga bahan pokok.
5. Tol Cikampek-Palimanan Bakal Beroperasi 15 Juni?
Pemerintah memastikan pengoperasian tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) sepanjang 116,75 kilometer (km) yang dibangun guna mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2015, berlangsung sebelum pelaksanaan Ramadan.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Ahmad Gani Gazali mengungkapkan, peresmian jalan bebas hambatan tersebut direncanakan berlangsung pada pertengahan Juni ini.(Nrm/Ahm)
Sumber : Liputan6
Mayoritas Saham Asia Turun Ditengah Kebuntuan Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/6) - Sebagian besar saham Asia mengalami penurunan diikuti dengan saham Jepang terhadap yen dan para investor menunggu hasil dari pembicaraan antara Yunani dan kreditor.
Sekitar 3 saham yang turun untuk setiap 2 saham yang naik pada Indeks MSCI Asia Pacific, turun kurang dari 0,1 % ke level 150,41 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo. Indeks Topix Jepang melemah 0,3 % setelah kemarin yen menguat 0,5 % terhadap dolar. Kebuntuan atas masa depan Yunani bertahan karena kedua belah pihak mengerjakan proposal saingan untuk menyelamatkan kondisi keuangan dengan membayangi pembayaran utang.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menuju Brussels untuk melakukan pembicaraan dengan kreditur untuk mempersiapkan proposal akhir guna mengakhiri kebuntuan keuangan. Setelah para pemimpin Eropa dan kepala Dana Moneter Internasional mengadakan pembicaraan di Berlin pada Senin malam, para kreditur menyetujui dokumen yang dirancang untuk mencegah default yang akan disampaikan ke Yunani.
Indeks Australia S & P / ASX 200 turun 0,1 %, begitu pula Indeks NZX 50 Selandia Baru. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,1 %. Sedangkan Pasar perdagangan di China dan Hong Kong belum dibuka. (knc)
Sumber : Bloomberg
Sekitar 3 saham yang turun untuk setiap 2 saham yang naik pada Indeks MSCI Asia Pacific, turun kurang dari 0,1 % ke level 150,41 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo. Indeks Topix Jepang melemah 0,3 % setelah kemarin yen menguat 0,5 % terhadap dolar. Kebuntuan atas masa depan Yunani bertahan karena kedua belah pihak mengerjakan proposal saingan untuk menyelamatkan kondisi keuangan dengan membayangi pembayaran utang.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menuju Brussels untuk melakukan pembicaraan dengan kreditur untuk mempersiapkan proposal akhir guna mengakhiri kebuntuan keuangan. Setelah para pemimpin Eropa dan kepala Dana Moneter Internasional mengadakan pembicaraan di Berlin pada Senin malam, para kreditur menyetujui dokumen yang dirancang untuk mencegah default yang akan disampaikan ke Yunani.
Indeks Australia S & P / ASX 200 turun 0,1 %, begitu pula Indeks NZX 50 Selandia Baru. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,1 %. Sedangkan Pasar perdagangan di China dan Hong Kong belum dibuka. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Jepang Melemah pada Hari Kedua Seiring Penguatan Yen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/6) - Saham Jepang turun seiring melemahnya data ekonomi AS mengirim penurunan mata uang dolar terhadap yen, meredam prospek laba bagi sektor eksportir.
Indeks Topix turun 0,4 % ke level 1,668.33 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, turun untuk hari kedua setelah rally selama 12 hari. Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah 0.5x % ke level 20,432.99. Sementara itu, Yen diperdagangkan pada level 124,06 per dolar setelah kemarin menguat 0,5 %, menghentikan penurunan selama 7 hari yang dapat memicu mata uang Jepang ke level terendahnya sejak tahun 2002 silam. Data pabrik AS yang mengecewakan ditambah dengan tanda-tanda meningkatnya krisis utang Yunani, yang mengirim mata uang euro mengalami lonjakan, ditambahkan dengan penurunan greenback kemarin.
Pesanan pabrik AS pada bulan April turun 0,4 %, dibandingkan dengan penurunan 0,1 % yang diperkirakan oleh para ekonom. Itu merupakan kontraksi kedelapan dalam 9 bulan terakhir.
Euro melonjak tajam dalam 10 minggu terakhir terhadap dolar terkait kreditur Yunani yang mangatakan akan berencana untuk memecahkan kebuntuan untuk pencairan dana tambahan, yang berakhir dengan perundingan sengit pada bulan ini dengan kreditur dan mengurangi ancaman default.
Kontrak E-mini pada Indeks Standard & Poor 500 naik kurang dari 0,1 % setelah ukuran yang mendasari kemarin melemah 0,1 % di New York. (knc)
Sumber : Bloomberg
Indeks Topix turun 0,4 % ke level 1,668.33 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, turun untuk hari kedua setelah rally selama 12 hari. Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah 0.5x % ke level 20,432.99. Sementara itu, Yen diperdagangkan pada level 124,06 per dolar setelah kemarin menguat 0,5 %, menghentikan penurunan selama 7 hari yang dapat memicu mata uang Jepang ke level terendahnya sejak tahun 2002 silam. Data pabrik AS yang mengecewakan ditambah dengan tanda-tanda meningkatnya krisis utang Yunani, yang mengirim mata uang euro mengalami lonjakan, ditambahkan dengan penurunan greenback kemarin.
Pesanan pabrik AS pada bulan April turun 0,4 %, dibandingkan dengan penurunan 0,1 % yang diperkirakan oleh para ekonom. Itu merupakan kontraksi kedelapan dalam 9 bulan terakhir.
Euro melonjak tajam dalam 10 minggu terakhir terhadap dolar terkait kreditur Yunani yang mangatakan akan berencana untuk memecahkan kebuntuan untuk pencairan dana tambahan, yang berakhir dengan perundingan sengit pada bulan ini dengan kreditur dan mengurangi ancaman default.
Kontrak E-mini pada Indeks Standard & Poor 500 naik kurang dari 0,1 % setelah ukuran yang mendasari kemarin melemah 0,1 % di New York. (knc)
Sumber : Bloomberg
Sunday, 31 May 2015
Dolar Dekati Level Tertingginya pada Bulan April
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/6) - Dolar
menguat, memperpanjang kenaikan pertama selama 2 minggu terakhir sejak
Maret lalu, seiring para investor melihat laporan pekerjaan AS untuk
bukti selanjutnya sebagai petunjuk Federal Reserve menentukkan kenaikan
suku bunga pada tahun ini.
Indeks mata uang
terhadap mata uang utama dekati level 6 pekan tertinggi setelah data
menunjukkan dana lindung dan spekulan lainnya mendorong penguatan dolar.
Sementara itu, Euro mengalami penurunan terkait Yunani berjuang untuk
melakukan kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional, Yunani akan
melakukan pembayaran pertama dari 4 kali pembayaran bulan ini pada
tanggal 5 mendatang. Reserve Bank of Australia (RBA) akan menetapkan
kebijakan moneter pada hari Selasa.
Indeks Spot Dollar
Bloomberg, yang melacak greenback terhadap 10 mitra dagang utama, naik
0,2 % ke level 1,194.47 pada pukul 10:35 pagi waktu Tokyo, setelah
menyentuh level 1,197.76 pada tanggal 28 Mei, level tertingginya sejak
15 April lalu.
Dolar menguat 0,5 % ke
level $ 1,0933 per euro. Mata uang bersama merosot 0,4 % ke level
135,85 ¥. Greenback berada di level ¥ 124,26 dari level sebelumnya
124,15 pada 29 Mei lalu. Itu menyentuh level 124,46 pada 28 Mei, yang
merupakan level tertingginya sejak Desember 2002 silam.
Data pemerintah pada 5
Juni mendatang akan menunjukkan payrolls AS meningkat 225.000 pada
bulan Mei setelah memperoleh sebanyak 223.000 pada bulan April, menurut
perkiraan rata-rata dari 70 analis yang disurvei oleh Bloomberg. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Jepang Melemah Setelah 11 Hari Mengalami Rally
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/6) - Saham
Jepang turun untuk pertama kalinya dalam 12 sesi terakhir setelah data
menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS mengalami kontraksi pada kuartal
pertama.
Indeks Topix turun 0,6
% ke level 1,662.99 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo setelah indeks
tersebut naik 5,1 % pada bulan Mei, yang merupakan kinerja pada bulan
terbaiknya sejak Februari lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah
0,5 % ke level 20,462.61. Sementara itu, Yen diperdagangkan pada level
124,23 per dolar setelah sebelumnya merosot sebesar 4 % pada bulan Mei,
penurunan bulanan terbesarnya sejak November silam. Data yang dirilis
pada Jumat kemarin menunjukkan ekonomi terbesar dunia menyusut untuk
pertama kalinya dalam satu tahun terakhir.
Produk domestik bruto
(PDB) AS melemah pada tingkat tahunan sebesar 0,7 % di kuartal pertama.
Cuaca buruk, menyebabkan defisit perdagangan meningkat diikuti penguatan
dolar dan penurunan investasi dalam eksplorasi minyak menyusul
penurunan harga bahan bakar berkontribusi kemerosotan pada kuartal lalu.
The Institute for Supply Management-Chicago Inc barometer bisnis jatuh
ke angka 46,2 pada bulan Mei dari bulan sebelumnya di angka 52,3.
Data Senin ini
menunjukkan belanja modal Jepang secara tiba-tiba melonjak sebesar 7,3 %
di kuartal pertama dari tahun sebelumnya, sementara laba perusahaan
naik 0,4 %. (knc)
Sumber : Bloomberg
Minyak Hentikan Kenaikan Jelang Pertemuan OPEC
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/6) - Minyak
Brent menghentikan kenaikan selama 2 hari terkait dengan Arab Saudi
yang mempertahankan produksi minyak mentah pada rekornya bulan Mei
jelang pertemuan OPEC pada pekan ini untuk membahas kebijakan
produksinya.
Kontrak berjangka
turun 0,8 % di London setelah Jumat kemarin naik 4,8 %. Arab Saudi
meningkatkan produksinya sebesar 10.25 juta barel per hari, tidak
berubah dari bulan April dan meningkat tajam yang akan kembali ke tahun
1989 silam menurut survei dari Bloomberg. Organisasi Negara Pengekspor
Minyak mungkin akan mempertahankan kuota kolektif pada 30 juta barel per
hari ketika mereka bertemu pada 5 Juni mendatang di Wina , menurut
sebuah survei terpisah pada bulan lalu.
Pemulihan minyak dari
level 6 tahun terendah pada Januari lalu ditengah spekulasi melimpahnya
pasokan global akan bertahan. OPEC, yang memproduksi sebesar 40 % dari
minyak mentah dunia, sesuai dengan strategi yang mendukung pangsa pasar,
sementara pasokan AS tetap dekati rekornya.
Brent untuk pengiriman
bulan Juli turun 53 sen ke level $ 65,03 per barel di London berbasis
ICE Futures Europe exchange dan berada di level $ 65,20 pada pukul 12:01
siang waktu Sydney. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan pada
premium dari level $ 5,29 dibandingkan dengan minyak West Texas
Intermediate (WTI).
WTI untuk pengiriman
bulan Juli melemah 56 sen atau 0,9 %, ke level $ 59,74 per barel di
perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak naik 4,5
% ke level $ 60,30 pada hari Jumat. Volume semua berjangka yang
diperdagangkan adalah sekitar 47 % di bawah rata-rata 100 hari. (knc)
Sumber : Bloomberg
Indeks Berjangka China Naik Setelah Data Output Industri Stabil
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/6) - Kontrak
pada Indeks CSI 300 yang berakhir pada bulan Juni naik 0,4 % ke level
4,906.20 pada pukul 09:20 pagi waktu setempat. Indeks pabrik resmi naik
pada bulan lalu, menunjukkan pelonggaran moneter pemerintah dan
relaksasi aturan fiskal telah membantu pertumbuhan ekonomi.
Indeks Shanghai
Composite turun 0,2 % ke level 4,611.75 pada hari Jumat. Indeks tersebut
melemah sebesar 1 % pada pekan lalu terkait pada Kamis Kemarin
mengakhiri penurunan selama 7 hari sebesar 6,5 %, melonjak sebesar 15 %.
Indeks tersebut masih naik 126 % dibanding tahun lalu, yang merupakan
kenaikan terbesarnya di antara indeks acuan global utama yang dilacak
oleh Bloomberg.
Indeks resmi
manufaktur Purchasing Managers (PMI) berada di angka 50,2 pada bulan
Mei, menurut data dari biro statistik dan Federasi Logistik China dan
Pembelian di Beijing. Itu dibandingkan dengan perkiraan rata-rata ekonom
yang di survei oleh Bloomberg News di angka 50,3. Angka di atas 50
memberikan sinyal ekspansi.
Indeks CSI 300 naik
0,1 % pada Jumat kemarin. Indeks Hang Seng China Enterprises Hong Kong
turun 0,6 %, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,1 %. Indeks ekuitas
China-AS Bloomberg merosot 1,2 % di New York. (knc)
Sumber : Bloomberg
Emas Bergerak Naik Pasca Ekonomi AS Mengalami Kontraksi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/6) - Emas
bergerak naik selama 3 hari terakhir setelah ekonomi AS mengalami
kontraksi pada kuartal pertama, seiring prospek Federal Reserve yang
akan menaikkan suku bunga. Bullion untuk
pengiriman segera naik 0,5 % ke level $ 1,196.78 per ons dan berada di
level $ 1,190.50 pada pukul 08:36 di Singapura, menurut harga dari
Bloomberg. Sedangkan Emas di Shanghai sedikit berubah jelang rilis data
manufaktur China.
Investor telah
mengkaji data ekonomi AS sebagai petunjuk bank sentral menentukkan
kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2006 silam. Produk
domestik bruto (PDB) AS menyusut pada tingkat tahunan sebesar 0,7 %,
dikarenakan cuaca musim dingin yang ekstrim, menurut data dari
Departemen Perdagangan Jumat kemarin. Pemerintah sebelumnya
memperkirakan ekonomi tumbuh 0,2 %. Sementara itu, Indeks kepercayaan
konsumen turun ke level 6 bulan terendah pada bulan Mei, menurut sebuah
laporan terpisah.
University of Michigan
mengatakan pada Jumat kemarin bahwa indeks sentimen berakhir melemah
menjadi 90,7 dari sebelumnya 95,9 pada bulan April. Perkiraan rata-rata
para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg menyerukan angka 89,5 setelah
pembacaan awal bulan Mei di angka 88,6.
Emas untuk pengiriman
bulan Agustus sedikit berubah pada level $ 1,190.30 per ons di Comex
setelah sebelumnya mengalami penurunan pada minggu kedua. Sedangkan
Bullion kemurnian 99,99 % diperdagangkan sedikit berubah pada level
237,70 yuan per gram ($ 1,188.88 per ons) di Shanghai Gold Exchange.
Perak untuk pengiriman
segera turun 0,2 % ke level $ 16,7205 per ons. Platinum melemah 0,2 %
ke level $ 1,110.05 per ons, sedangkan paladium naik 0,1 % ke level $
778,18 per ons. (knc)
Sumber : Bloomberg
Thursday, 28 May 2015
Harga Minyak Kembali Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/5) - Harga minyak kembali menguat ke level tertinggi sepanjang tahun ini pada perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta), setelah data persediaan mingguan di Amerika Serikat (AS) memperlihatkan penurunan.
Mengutip Wall Street Journal, Jumat (29/5/2015), minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Juli 2015 ditutup naik 17 sen atau 0,3 persen menjadi US$ 57,68 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan harga minyak jenis Brent yang menjadi patokan global naik 52 sen atau 0,8 persen ke level US$ 62, 58 per barel di ICE Futures Europe.
Pada tahun lalu, banjir pasokan karena produksi melebihi pesanan membuat harga minyak terjatuh hingga lebih dari 50 persen ke kisaran US$ 40 per barel. Namun pada tahun ini terutama beberapa bulan terakhir harga minyak kembali merangkak naik secara berlahan. Penyebab naiknya harga minyak dalam beberapa pekan terakhir karena adanya ekspektasi bahwa kelebihan pasokan di pasar telah menyusut.
Departemen Energi Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pasokan minyak mentah di AS turun 2,8 juta barel pada pekan yang berakhir pada 22 Mei 2015. Angka tersebut lebih tinggi dibanding dengan konsensus analis. Berdasarkan survei Wall Street Journal, analis memperkirakan bahwa penurunan pasokan minyak mentah di AS hanya 1,1 juta barel.
Dengan adanya penurunan pada laporan ini maka persediaan minyak mentah di AS telah mengalami penurunan dalam empat minggu berturut-turut setelah pada April 2015 lalu terus-menerus mencetak rekor stok tertinggi.
Persediaan minyak olahan atau bensin juga mengalami penurunan hampir 2,2 juta barel ke level terendah sejak Desember 2014 lalu. Pelaku pasar melihat dengan turunnya stok minyak olahan ini menunjukkan bahwa konsumsi di AS terus mengalami pertumbuhan.
"Angka-angka permintaan yang ada saat ini menuju ke level yang lebih baik," jelas analis R.J. O’Brien & Associates LLC, Ric Navy. Harga minyak mentah dan minyak olahan dari waktu ke waktu terus membaik jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu.
Harga minyak mentah memang terus mengalami kenaikan sejak Maret 2015 ini karena sebagian besar produsen minyak melakukan efisiensi dengan menutup beberapa kilang pengeboran. Hal ini membuat pelaku pasar melihat bahwa pasokan minyak akan berkurang sehingga bisa mendorong kenaikan harga.
"Penurunan produksi ini menjadi tanda baik untuk harga minyak mentah," jelas analis iiTrader, Chicago, AS, Bill Baruch. Namun jika harga minyak mampu bertahan di atas US$ 60 per barel dalam beberapa waktu, ada kemungkinan para produsen minyak tersebut akan kembali membuka operasional kilang yang mengalami efisiensi. (Gdn/Igw)
Sumber : Liputan6
Mengutip Wall Street Journal, Jumat (29/5/2015), minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Juli 2015 ditutup naik 17 sen atau 0,3 persen menjadi US$ 57,68 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan harga minyak jenis Brent yang menjadi patokan global naik 52 sen atau 0,8 persen ke level US$ 62, 58 per barel di ICE Futures Europe.
Pada tahun lalu, banjir pasokan karena produksi melebihi pesanan membuat harga minyak terjatuh hingga lebih dari 50 persen ke kisaran US$ 40 per barel. Namun pada tahun ini terutama beberapa bulan terakhir harga minyak kembali merangkak naik secara berlahan. Penyebab naiknya harga minyak dalam beberapa pekan terakhir karena adanya ekspektasi bahwa kelebihan pasokan di pasar telah menyusut.
Departemen Energi Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pasokan minyak mentah di AS turun 2,8 juta barel pada pekan yang berakhir pada 22 Mei 2015. Angka tersebut lebih tinggi dibanding dengan konsensus analis. Berdasarkan survei Wall Street Journal, analis memperkirakan bahwa penurunan pasokan minyak mentah di AS hanya 1,1 juta barel.
Dengan adanya penurunan pada laporan ini maka persediaan minyak mentah di AS telah mengalami penurunan dalam empat minggu berturut-turut setelah pada April 2015 lalu terus-menerus mencetak rekor stok tertinggi.
Persediaan minyak olahan atau bensin juga mengalami penurunan hampir 2,2 juta barel ke level terendah sejak Desember 2014 lalu. Pelaku pasar melihat dengan turunnya stok minyak olahan ini menunjukkan bahwa konsumsi di AS terus mengalami pertumbuhan.
"Angka-angka permintaan yang ada saat ini menuju ke level yang lebih baik," jelas analis R.J. O’Brien & Associates LLC, Ric Navy. Harga minyak mentah dan minyak olahan dari waktu ke waktu terus membaik jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu.
Harga minyak mentah memang terus mengalami kenaikan sejak Maret 2015 ini karena sebagian besar produsen minyak melakukan efisiensi dengan menutup beberapa kilang pengeboran. Hal ini membuat pelaku pasar melihat bahwa pasokan minyak akan berkurang sehingga bisa mendorong kenaikan harga.
"Penurunan produksi ini menjadi tanda baik untuk harga minyak mentah," jelas analis iiTrader, Chicago, AS, Bill Baruch. Namun jika harga minyak mampu bertahan di atas US$ 60 per barel dalam beberapa waktu, ada kemungkinan para produsen minyak tersebut akan kembali membuka operasional kilang yang mengalami efisiensi. (Gdn/Igw)
Sumber : Liputan6
Yen Turun Ke Level 12 Tahun Terendah Terhadap Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/5) - Yen
turun ke level terendahnya dalam 12 tahun terakhir terhadap dolar
seiring kebijakan moneter Jepang dan AS terlihat divergen lebih lanjut,
mendorong perdebatan di antara para pejabat tentang apakah depresiasi
terlalu cepat.
Yen
sempat memangkas penurunan setelah Menteri Keuangan Jepang Taro Aso
menjelaskan penurunan dalam beberapa hari terakhir terkait adanya
pertemuan Kelompok Tujuh di Dresden, Jerman. Dia mengatakan bahwa Jepang
akan memantau pergerakan valuta asing secara cermat.
Penurunan
yen memberikan sinyal dari Federal Reserve bahwa bersiap-siap untuk
menaikkan suku bunga. Sementara itu, Dolar menguat untuk hari kelima
setelah sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim
pengangguran AS tetap di bawah angka 300.000 selama pekan ke 12 secara
berturut-turut, menandakan tren pekerjaan tetap kuat.
Dolar
menguat 0,2 % ke level 123,95 ¥ pada pukul 5 sore waktu New York, dan
sebelumnya mencapai level 124,46, yang merupakan level tertingginya
sejak Desember 2002 silam. Ini turun 0,4 % ke level $ 1,0949 per euro.
(knc)
Sumber : Bloomberg
Emas Kembali Berkilau Pasca Penurunan Dalam 4 Sesi Beruntun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/5) - Emas
berjangka menetap di level tertinggi pada Kamis ini, menghentikan
penurunan dalam 4 sesi secara beruntun, tetapi rally pada dolar AS
membuat harga emas pada pekan kemarin masih lebih rendah 1 % hingga saat
ini.
Emas untuk pengiriman
bulan Juni naik $ 2,50 atau 0,2 %, untuk menetap di level $ 1,188.10 per
ons di Comex. Emas untuk pengiriman bulan Agustus yang sekarang kontrak
paling aktif, menetap di level $ 1,188.80, naik sebesar $ 2,30 atau 0,2
%.
Sementara itu, Silver untuk pengiriman bulan Juli menguat 2,2 sen atau 0,1 %, ke level $ 16,669 per ons.
Dalam perdagangan
logam mulia lainnya, platinum untuk pengiriman bulan Juli turun $ 2,70
atau 0,2 %, berakhir pada level $ 1,116.30 per ons, sedangkan paladium
untuk pengiriman bulan Juni melemah sebesar 20 sen ke level $ 784,80 per
ons. (knc)
Sumber : MarketWatch
Jelang Rilis Data GDP Saham AS Tertekan ditengah Masalah Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/5) - Saham
AS tergelincir mengirim indeks acuan mendekati rekor level
tertingginya, jelang data ekonomi pada hari Jumat besok yang mungkin
akan menunjukkan perekonomian AS mengalami kontraksi pada kuartal
pertama sementara investor tengah mengamati perkembangan pembicaraan
hutang Yunani.
Indeks
Standard & Poor 500 turun sebesar 0,1 persen ke level 2,120.93 pada
pukul 4 sore di New York, pasca sebelumnya merosot sebesar 0,5 persen.
Indeks telah menguat 1,7 persen pada Mei, penguatan bulanan terbaik
sejak Februari lalu.
Indeks
S&P 500 ditutup kurang 0,3 persen dari rekor tertingginya pada Rabu
kemarin, saham AS rebound dari penurunan terbesarnya dalam tiga pekan
terakhir pasca Yunani mengatakan sudah mendekati kesepakatan dengan para
kreditur.
Kreditur
internasional Yunani telah berkali-kali mengatakan bahwa kedua belah
pihak masih jauh dari kesepakatan untuk bantuan hutang sebelum batas
waktu pembayaran pekan depan. Sementara Yunani tidak memiliki agenda
resmi dengan pejabat G-7, topik pembicaraan akan didominasi oleh diskusi
di sela-sela waktu, seiring menteri-menteri dari negara ekonomi
terbesar dunia mendesak adanya resolusi krisis untuk menghentikannya
masalah ini meluas dari kawasan Eropa. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Turun ditengah Belum Jelasnya Kesepakatan Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/5) - Saham
AS jatuh mengirim indeks acuan pangkas penguatan bulanan terbaik sejak
Februari lalu, karena meningkatnya kekhawatiran tentang kesepakatan
hutang Yunani.
Indeks
Standard & Poor 500 turun sebesar 0,3 persen ke level 2,117.05
pukul 12:27 di New York, pasca menguat sebesar 0,9 persen pada Rabu
kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 64,86 poin, atau
sebesar 0,4 persen, ke level 18,098.13. Indeks Nasdaq Composite
terkoreksi 0,2 persen pasca penutupan kemarin menembus rekor
tertingginya.
Indeks
S & P 500 ditutup 0,3 persen dari rekor tertingginya pada Rabu
kemarin, saham AS rebound dari penurunan terbesar dalam tiga pekan
terakhir pasca Yunani mengatakan sudah mendekati kesepakatan dengan
kreditur. Sembilan dari 10 sub kelompok ekuitas utama naik, dipimpin
oleh saham teknologi. (izr)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)




