Thursday, 9 July 2015

ULTAH BPF KE 4. SANTIKA Desember 2013

















REWARD LEADER SINGAPORE 2013











BlackBerry Daftarkan 2 Nama Domain Android

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/7) - Pemberitaan mengenai smartphone BlackBerry dengan sistem operasi (OS) Android terus bergulir. Kali ini, perusahaan asal Kanada itu dilaporkan telah mendaftarkan nama domain yang berhubungan dengan Android.

BlackBerry baru saja mendaftarkan dua nama domain, AndroidSecured.com and AndroidSecured.net. Langkah ini memperkuat dugaan bahwa smartphone Android besutan BlackBerry kemungkinan benar akan dilahirkan.

Keduanya didaftarkan melalui pendaftar nama domain perusahaan, MarkMonitor. Namun berdasarkan screenshot yang beredar, nama domain itu disebut-sebut berhubungan dengan BlackBerry Limited.


Rumor yang beredar menyebutkan, BlackBerry saat ini dilaporkan tengah menyiapkan dua smartphone Android. Pertama dengan kode nama Prague dan diperkirakan sebagai model entry-level yang akan diluncurkan pada Agustus 2015.

Smartphone Android lainnya memiliki kode nama Venice dan merupakan model high-end. Smartphone ini dikabarkan memiliki layar Quad HD, prosesor Snapdragon 808, RAM 3GB dan keyboard qwerty. BlackBerry Venice diprediksi meluncur pada November 2015. Demikian dilaporkan Phone Arena, Kamis (9/7/2015).

(din/dew)

Sumber : Liputan6

Harga Minyak Naik Tajam Sambut Penguatan Saham China

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/7) - Harga minyak naik tajam pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) usai anjlok ke level terendah dalam tiga bulan. Harga minyak naik hampir tiga persen menyambut kebangkitan pasar saham China. Tak hanya itu, pedagang minyak juga masih mencari arah negosiasi kesepakatan nuklir Iran yang memungkinkan negara itu mengekspor lebih banyak minyak mentah.

Dilansir dari Reuters, Jumat (10/7/2015), harga minyak mentah Brent ditutup naik US$ 1,56 atau 2,7 persen menjadi US$ 58,61 per barel. Pada hari Senin, harga minyak Brent mencapai titik terendah tiga bulan yaitu US$ 55,1 per barel.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) yang jadi acuan di AS, naik US$ 1,13 atau 2,2 persen ke US$ 52,78 per barel. Harga minyak sempat menyentuh US$ 50,58 per barel berada di level terendah sejak April.  Pada awal perdagangan, harga minyak naik setelah saham China rebound 6 persen.

"China adalah benar-benar rumah untuk komoditas, terutama minyak dan logam. Keduanya dapat runtuh kapan saja jika ada masalah dengan ekonomi China," kata Chris Jarvis, analis dari Caprock Risk Management di Frederick, Maryland.

Harga minyak mentah AS dan tembaga anjlok masing-masing sekitar 8 persen antara Senin dan Selasa di puncak kehancuran pasar China.

Di Wina, negosiasiasi untuk kesepakatan nuklir antara Iran dan dengan Negara Barat menjadi fokus pembicaraan. Gedung Putih mengatakan tidak akan terburu-buru untuk membuat kesepakatan, tetapi memperingatkan bahwa Teheran harus membuat pilihan sulit atau risiko keruntuhan.

Iran berusaha untuk menghidupkan kembali ekspor minyak yang telah turun dari 2,5 juta barel per hari pada 2011 menjadi sekitar 1 juta barel per hari pada tahun 2014 karena sanksi Barat yang timbul dari program nuklirnya.

(Ndw/Gdn)


Sumber : Liputan6

Pedagang Curhat ke Mendag Soal Lonjakan Harga Bawang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/7) - Dalam kunjungan ke Pasar Induk Kramat Jati, Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menerima keluhan dari beberapa pedagang.  Salah satu pedagang Anas Sarnil (48) yang meminta pemerintah memperkuat pasokan bawang putih.

Dia bilang, selama ini  bawang putih diperoleh berasal dari impor. Sehingga, jika pasokan impor berkurang maka terjadi lonjakan harga.

"Kita 10 persen lokal, 90 persen dari impor. Kalau pasokan kurang ya harga naik," kata dia di Jakarta, Jumat (10/7/2016)

Masalah lain ialah karena bongkar muat untuk bawang putih dilakukan di Surabaya. Maka dari itu, harga bawang melonjak karena terdongkrak biaya distribusi.

"Bawang putih dibongkar dulu di Jakarta, Tanjung Priok. Sekarang Surabaya memperpanjang mata rantai," ujarnya.

Dengan kondisi demikian, dia berharap bongkar muat dikembalikan seperti semula. "Tolong dikembalikan ke Jakarta," tuturnya.

Selain itu, dia juga meminta pemerintah lebih cermat dalam mengatur distribusi bawang merah. Pasalnya, dalam beberapa kasus bawang merah yang dikirim dari Brebes tak sampai ke Pasar Induk. Alhasil, minimnya pasokan mengerek harga bawang merah.

"Bawang merah nggak sampai yang dari Brebes. Kami minta untuk bawang merah diawasi supaya sampai Induk," terangnya.

Tak berhenti di sana, dia juga meminta pemerintah meningkatkan produktivitas bawang bombay. Selama ini, bawang bombay lokal masih minim sehingga harganya cukup mahal.

"Bawang bombay, panen paling 5 persen sisanya India, Selandia Baru dan sebagainya," tandas dia. (Amd/NDw)


Sumber : Liputan6

Emas Naik untuk Hari Kedua

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/7) - Emas naik di hari kedua, memperpanjang rebound dari level terendahnya dalam tiga bulan terakhir, terkait spekulasi bahwa risiko pelemahan ekonomi China dan Yunani akan mendorong Federal Reserve untuk menunda menaikkan suku bunga AS.
Semua kecuali satu anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) "mengindikasikan bahwa mereka akan perlu untuk melihat lebih banyak bukti bahwa pertumbuhan ekonomi cukup kuat" sebelum menaikkan suku bunga, Risalah pertemuan the Fed yang dirilis Rabu kemarin menunjukkan. Suku bunga yang lebih tinggi dapat meredam daya tarik emas karena emas tidak dapat membayar bunga atau memberikan imbal hasil seperti aset lain seperti obligasi dan ekuitas.
Emas turun dalam empat kuartal terakhir, kemerosotan terpanjang sejak tahun 1997 lalu, terkait prospek kenaikan suku bunga. Risalah pertemuan the Fed menunjukkan kekhawatiran the Fed bahwa ketidak stabilan ekonomi luar negeri menimbulkan risiko untuk ekspansi ekonomi AS. Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Kamis memangkas proyeksi pertumbuhan global pada tahun 2015 ini.
Emas untuk pengiriman segera naik sebesar 0,2 persen ke level $1,160.73 per ons pukul 01:47 di New York. Harga emas meningkat sebesar 0,3 persen pada Rabu kemarin pasca menembus level $1,147.36, terendah sejak 18 Maret lalu.
IMF dalam memotong perkiraan mengacu pada pelemahan pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama dan memperingatkan bahwa gejolak pasar keuangan dari China hingga Yunani memperlambat prospek pertumbuhan. Saham China jatuh dalam beberapa pekan terakhir, dan Yunani sedang berjuang untuk mencapai kesepakatan dengan kreditur Eropa tetap dalam zona euro. (izr)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham AS Ditutup Menguat Pasca Reboundnya Ekuitas China


BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/7) - Bursa saham AS ditutup menguat, setelah ekuitas China rebound tajam sejak 2009 dan pemerintah Yunani menghadapi tenggat waktu untuk perencanaan ekonomi guna mengamankan bailout yang baru.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,2% menjadi 2,051.27 pada pukul 4 sore di New York, setelah jatuh 1,7% ke level terendah empat bulan kemarin.
Indeks S & P 500 naik sebanyak 1,4% hari ini sebelum menyerah lebih dari setengah gain untuk diperdagangkan mendekati harga rata-rata selama 200 hari terakhir. Saham Apple tergelincir 1,9% sehingga membebani indeks utama.(yds)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 8 July 2015

Emas Rebound Terkait Dolar, Risalah Pertemuan The Fed Menunjukan Ketidakpastian

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/7) - Emas naik pada Rabu, karena pelemahan dolar, harga berbalik pasca menyentuh level terendahnya dalam empat bulan terakhir seiring kejatuhan di pasar saham China dan terus berlangsungnya krisis utang Yunani.
Harga emas tidak bereaksi terhadap risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve AS Juni lalu yang menunjukkan para pejabat mengatakan mereka perlu melihat tanda-tanda lebih lanjut penguatan ekonomi AS sebelum menaikkan suku bunga.
Melek mengharapkan The Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Presiden the Fed San Francisco John Williams mengatakan the Fed kemungkinan akan menaikkan suku tahun ini akan tetapi harus tanda-tanda lebih lanjut terkait laju inflasi menuju target bank sentral sebesar 2 persen.
Spot emas naik 0,6 persen ke level $1,161.60 per ons pukul 2:54 waktu New York, pasca jatuh ke level $1,146.75, terendah sejak 18 Maret lalu, dalam perdagangan sebelumnya. Emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup naik $10,9 ke level $1,163.50 per ons.
Logam mulia lainnya turun tajam pada awal perdagangan, dengan platinum mendekati level $1.000 per ons untuk pertama kalinya dalam lebih dari enam tahun terakhir sebelum kembali meningkat. (izr)
Sumber: Reuters

Yen Naik Ditengah Pelemahan Saham China; Euro Catat Gain

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/7) - Yen menguat ditengah gejolak saham di China mendorong permintaan untuk aset haven di tengah anjloknya mata uang komoditas.
Mata uang Jepang menguat terhadap semua 16 mata uang utama. Ini menguat untuk hari kelima terhadap dolar AS, kenaikan beruntun terpanjang sejak April, di tengah kekhawatiran gejolak di China akan meluas dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Euro naik tajam dalam tiga pekan di tengah spekulasi bahwa Yunani akan mencapai kesepakatan dengan kreditur di akhir pekan ini.
Yen dihargai 1,6% menjadi 120,64 per dolar pada 12:17 siang waktu New York, melanjutkan gain lima harinya menjadi 2,1%. Mata uang Jepang menguat 1% menjadi 133,52 per euro. Euro naik 0,5% menjadi $ 1,1067.
Indeks China Shanghai Composite jatuh sebanyak 8,2%, yang tertajam sejak 2007. Tindakan pemerintah untuk menstabilkan pasar sejauh ini gagal untuk menghentikan penurunan seiring pedagang bersantai terkait spekulasi marjin yang berada pada laju rekornya.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham AS ditutup Melemah Seiring Kejatuhan Saham China

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/7)  Indeks S&P 500 turun ke level terendahnya dalam empat bulan terakhir ditengah kekhawatiran penurunan tajam saham China dapat menghambat pertumbuhan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut dan rilis risalah pertemuan the Fed menunjukan bahwa para pejabat otoritas mengakuai potensi resiko dari krisis luar negeri.
Indeks S&P 500 anjlok sebesar 1.7 persen ke level 2,046.88 pukul 4 sore di New York, level penutupan terendah sejak 11 Maret lalu.
Anggota FOMC (Federal Open Market Committee) menyebutkan Å“ketidakpastian Yunani dan kreditur akan mencapai kesepatakan bailout dan laju kemungkinan pertumbuhan ekonomi di luar negeri terutama di China dan negara emerging market lainnya. Menurut risalah pertemuan FOMC tanggal 16-17 Juni lalu.
Pejabat otoritas the Fed pada bulan Juni lalu memperkirakan mereka akan menaikkan suku bunga sebanyak dua kali tahun ini, sambil menurunkan pandangan mereka untuk kenaikan berikutnya. Sejak itu, pasar global telah terguncang oleh risiko meningkatnya keluarnya Yunani dari zona euro dan penurunan tajam saham Cina.
Penurunan tajam saham China telah menyulut keprihatinan tentang dampak yang lebih luas pada pertumbuhan ekonomi global. China telah meluncurkan langkah-langkah untuk meningkatkan pasar baru hampir setiap malam selama 10 hari terakhir seiring pihak otoritas berusaha untuk menjaga kepercayaan dalam kepemimpinan bangsa dan mencegah kecelakaan dari membebani ekspansi ekonomi.
Pemerintah Presiden Xi Jinping berupaya untuk memerangi kekacaun seiring pembuat kebijakan berusaha untuk menjaga tingkat kepercayaan dalam kepemimpinan bangsa dan mencegah kecelakaan dari membebani ekspansi ekonomi terlemah sejak 1990. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Turun 1.2 % Ditengah Gejolak Ekuitas China

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/7) - Saham AS turun ditengah anjloknya ekuitas China sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai meluasnya dampak pada pertumbuhan ekonomi global jelang Federal Reserve merilis risalah dari pertemuan kebijakan terbaru.
Saham bahan material, perbankan serta saham teknologi merupakan diantara performa terburuk, hampir sama dengan kemarin jelang ekuitas membukukan penurunan tajamnya. Alcoa Inc turun 4% sebelum laporan pendapatannya setelah pasar tdiutup. Bank of America Corp dan Citigroup Inc anjlok lebih dari 1,5%. Apple Inc, Yahoo! Inc dan Intel Corp merosot setidaknya 1,1%.
Indeks Standard & Poor 500 turun 1,2% menjadi 2,057.10 pada 13:35 siang di New York, mendekati harga rata-rata untuk 200 hari terakhir. Dow Jones Industrial Average kehilangan 181,11 poin, atau 1%, ke level 17,595.80. Indeks Nasdaq Composite turun 1,3%.
Ekuitas sementara memperpanjang penurunan setelah Bursa Efek New York menghentikan perdagangan di semua sekuritas karena "masalah teknis." Indeks S & P Dow Jones, yang menghitung harga untuk S & P 500 dan Dow, beralih ke catatan Indeks composite untuk harga pada saham tercatat di NYSE dalam indeks tersebut.
Indeks acuan Asia membukukan penurunan tajam dalam dua tahun setelah gejolak yang meluas pada saham China ditengah putaran lain dari langkah-langkah dukungan pemerintah gagal meredakan kekhawatiran bahwa marjin perdagangan akan terus aman pada laju rekornya.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham Eropa ditutup Menguat Terkait Haparan Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/7) - Saham Eropa ditutup menguat pada hari Rabu, meskipun kerugian besar di bursa saham China, di tengah harapan resolusi untuk krisis Yunani pasca para pemimpin Eropa memberi Athena batas waktu untuk mengajukan proposal reformasi bailout terbaru.
Ekuitas Inggris menguat tajam terkait anggaran disampaikan kepada parlemen pada hari ini oleh menteri keuangan George Osborne, yang menguraikan langkah-langkah penghematan baru.
Indeks acuan FTSE 100 London ditutup menguat 0,91 persen ke level 6,490.70.
Indeks DAX 30 naik 0,66 persen ke level 10,747.30 dan indeks CAC 40 Paris menguat sebesar 0,75 persen ke level 4,639.02 dibandingkan dengan penutupan Senin lalu.
Dalam perdagangan valuta asing pada hari Rabu, euro menguat ke level $1,1069 dari level $1,1011 pada akhir perdagangan di New York pada Selasa.
Para pemimpin zona euro telah memerintahkan Yunani untuk mengajukan rinci proposal reformasi bailout pada Kamis besok, sementara mereka memperingatkan telah menyusun rencana kontingensi dalam kasus itu bila tidak memenuhi harapan.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras berjanji pada hari ini untuk menyajikan rencana reformasi yang "kredibel" sebelum batas waktu itu.
Semua 28 pemimpin Uni Eropa kemudian akan memeriksa rencana tersebut pada hari Minggu di KTT yang bisa menyelamatkan perekonomian Yunani yang hampir mati, atau mungkin menyebabkan Yunani keluar dari zona euro. (izr)
Sumber: AFP

Tuesday, 7 July 2015

Harga Minyak Turun, Pasar Menanti Data Stok AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/7) - Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun tipis pada penutupan perdaganan Selasa (Rabu pagi WIB) usai turun tajam sehari sebelumnya di tengah kekhawatiran tentang utang Yunani dan anjloknya pasar saham China.

Dilansir dari Reuters, Selasa (8/7/2015), pedagang mengalihkan perhatian mereka terhadap kemungkinan penurunan persediaan minyak mentah AS pekan lalu. Sebuah jajak pendapat Reuters menemukan harapan bahwa data pemerintah AS pada Rabu bisa menunjukkan penurunan 700.000 barel. Kelompok industri American Petroleum Institute (API) memperkirakan penurunan hampir 960.000 barel.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate yang menjadi patokan harga AS, turun US$ 20 sen menjadi US$ 51,98 per barel, memperluas penurunan lebih dari 8 persen sejak penutupan Kamis pekan lalu.

Sedangkan harga minyak jenis Brent ditutup naik US$ 31 sen menjadi US$ 56,85 per barel. Harga minyak mentah AS telah terkikis sekitar 17 persen sejak menyentuh level tinggi pada Mei sebesar US$ 62,58 per barel.

Pada awal perdagangan minyak pada hari Selasa, investor melarikan uangnya ke intrumen investasi yang relatif aman seperti ke obligasi dan dolar AS usai hasil referendum Yunani untuk menolak bailout internasional. Nilai tukar dolar AS naik ke level tertinggi lima minggu. Hal ini melemahkan permintaan untuk komoditas denominasi dolar dari pengguna mata uang lainnya.

Bursa saham China terus penurunan harga, meskipun langkah-langkah dukungan dari Beijing dilakukan. Juga membebani harga minyak adalah tekad Iran untuk menutup kesepakatan nuklir dengan kekuatan global yang membawa lebih banyak pasokan ke pasar, serta restart terminal minyak utama di Libya.(Ndw/Gdn)


Sumber : Liputan6

Wall Street Menguat di Tengah Pembicaraan Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/7) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup naik usai indeks S&P 500 bangkit dari penurunan di awal sesi di tengah spekulasi mengenai nasib Yunani.

Dilansir dari Bloomberg, Rabu (7/8/2015), saham Altria Group Inc naik 3,5 persen memimpin penguatan sektor konsumen, sementara saham sektor energi anjlok. Saham Freeport-McMoRan Inc turun 3,3 persen karena harga logam industri jatuh di tengah kekhawatiran menurunnya permintaan bahan baku dari China.

Indeks S&P 500 naik 0,6 persen menjadi 2.081,34, setelah sebelumnya jatuh sebanyak 1,2 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 93,33 poin atau 0,5 persen  ke 17.776,91. Indeks Nasdaq naik 0,1 persen. Sebanyak 8,7 miliar saham berpindah tangan, 37 persen di atas rata-rata tiga bulan.

Seluruh menteri keuangan di zona euro berharap Yunani segera membuat proposal permohonan utang baru setelah negara tersebut menolak seluruh ketentuan dana talangan yang disyaratkan oleh para kreditor sebelumnya. Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Francois Hollande meminta Yunani membuat proposal yang lebih serius kali ini.

Perdana Menteri Alexis Tsipras dikabarkan akan menghadiri pertemuan para pimpinan zona euro pada Selasa dan Rabu pekan ini. Sementara itu, bank-bank di Yunani masih akan tetap ditutup.

Kepala Asosiasi Perbankan Yunani, Louka Katseli mengatakan, bank-bank di Yunani tadinya akan segera dibuka tapi masa penutupan diperpanjang menyusul diskusi yang digelar awal pekan ini.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa juga mengatakan, akan mengatur dukungan dana bantuan ke bank-bank Yunani yang kini sedang kehabisan uang tunai dan terancam runtuh. (Ndw/Gdn)


Sumber : Liputan6

Dolar Menyentuh 5 Pekan Tertinggi, Minyak Anjlok Ditengah Krisis Yunani Krisis Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/7) - Dolar melonjak ke lima pekan tertinggi ditengah upaya yang belum selesai untuk mengatasi krisis utang Yunani serta penurunan saham komoditas sehingga mendorong investor ke aset yang paling aman.
Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang menelusuri mata uang AS terhadap 10 rekan-rekan utama, naik 0,6% menjadi 1,197.22 pada 13:50 waktu New York. Menyentuh level tertinggi sejak 1 Juni Yen naik 0,1% menjadi 122,43 per dolar.
Mata uang menguat 1,5% pekan ini terhadap euro, dan menyentuh level $ 1,0916, yang terkuat sejak 2 Juni.(yds)
Sumber: Bloomberg

Emas Turun Ke Level 15 Pekan Terendah, Perak Merosot Ditengah Penguatan Dolar

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/7) - Emas jatuh ke level 15 pekan dan perak merosot ke termurah di tujuh bulan terakhir setelah krisis ekonomi Yunani mendorong permintaan aset heven untuk dolar, sehingga mengikis daya tarik logam mulia sebagai simpanan nilai.
Di Comex New York, emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 1,8% untuk menetap di level $ 1,152.60 per ons pada 1:48 siang setelah menyentuh level $ 1,146.80, terendah untuk kontrak teraktif sejak 18 Maret perak untuk pengiriman September anjlok 5% untuk $ 14,969 per ons. Sebelumnya, logam ini mencapai level $ 14,62, yang termurah sejak 1 Desember.
Dolar naik ke tertinggi lima pekan terhadap sekumpulan 10 mata uang. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras di Brussels untuk apa yang bisa menjadi kesempatan terakhir untuk mengamankan penyelamatan dari para pemimpin Eropa dan menjaga negaranya di zona euro. Pada pekan yang berakhir 30 Juni, posisi net-long emas berjangka dan opsi jatuh 55%, terbesar sejak data pemerintah AS mulai pada bulan Juni 2006 lalu.
Emas telah turun 12% dalam 12 bulan terakhir karena greenback melonjak 18%.
Spekulasi bullish pada emas berjangka dan opsi pekan lalu turun ke 21.480 kontrak, terendah sejak Oktober 2006, data pemerintah menunjukkan Senin. Kepemilikan emas ETP menurun di delapan dari sembilan pekan terakhir, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.
Selisih Perdagangan berjangka dalam perak pada Selasa adalah 88% di atas rata-rata 100-hari untuk saat ini, menurut data Bloomberg. Volume perdagangan emas adalah 37% lebih tinggi.
Di New York Mercantile Exchange, platinum berjangka untuk pengiriman Oktober turun 2,3% menjadi $ 1,041.50 per ons setelah jatuh ke $ 1.027, terendah sejak Februari 2009. Palladium berjangka untuk pengiriman September turun 3,5% menjadi $ 652,40 per ons, penurunan terbesar sejak 27 Maret.(yds)
Sumber: Bloomberg