Sunday, 29 May 2016

Sebagian Besar Saham Asia Menguat Mengikuti Kenaikan Pada Saham Jepang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/5) - Sebagian besar saham Asia menguat, dipimpin oleh Jepang, karena yen melemah di tengah meningkatnya keyakinan bahwa ekonomi AS cukup kuat untuk menangani biaya pinjaman yang lebih tinggi pada awal musim panas ini.
Indeks MSCI Asia Pacific, yang berdenominasi dalam mata uang dolar, turun 0,2 persen menjadi 128,21 pada 09:04 pagi di Tokyo. Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan dalam sambutannya di Harvard University pada hari Jumat bahwa ekonomi Amerika yang membaik mungkin akan menjamin kenaikan suku bunga lainnya "dalam beberapa bulan mendatang," mengirim dolar ke posisi yang lebih kuat terhadap yen. Indeks Topix Jepang naik 0,5 persen terkait kenaikan ekport dan seorang pembantu Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan dia mungkin akan menunda kenaikan pajak penjualan selama dua tahun mendatang.(mrv)
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Dibuka Naik Terkait Penurunan Yen, Meningkatkan Eksport

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/5) - Saham Jepang naik, dengan indeks ekuitas acuan menuju level tertinggi dalam sebulan, karena tumbuhnya kepastian bahwa AS tengah menuju kenaikan suku bunganya sehingga mengirim dolar menjadi lebih kuat terhadap yen, meningkatkan eksport.
Indeks Topix naik 0,5 persen menjadi 1,356.75 pada 09:02 pagi di Tokyo, di jalur untuk penutupan tertinggi sejak 27 April. Minggu lalu indeks tersebut naik 0,5 persen, kenaikan berturut-turut ketiganya. Nikkei 225 Stock Average naik 0,7 persen menjadi 16,946.64. Yen melemah 0,5 persen menjadi 110,82 per dolar setelah ketua The Fed Ketua Janet Yellen mengatakan perbaikan yang sedang berlangsung di ekonomi AS akan menjamin kenaikan lain pada suku bunga "dalam beberapa bulan mendatang."(mrv)
Sumber: Bloomberg

Thursday, 26 May 2016

Perancis Dilanda Pemogokan dan Protes Terkait Reformasi Buruh

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/5) - Puluhan ribu demonstran turun ke jalan-jalan Perancis, Kamis (26/5) melancarkan mogok nasional selama satu hari untuk memprotes usulan reformasi ketenagakerjaan oleh pemerintah, yang akan mempermudah pengusaha merekrut dan memecat pegawai dan melemahkan serikat-serikat pekerja.
Ribuan orang menyerukan slogan-slogan anti-pemerintah sambil berpawai, yang sebagian besar berlangsung damai, melalui Paris, Kamis (26/5), meminta pemerintah agar mengubah rancangan undang-undang tenaga kerja tersebut. Sumber-sumber pemerintah menyatakan sembilan orang ditahan karena merusak properti dan polisi menghadapi sejumlah insiden kecil kekerasan yang dilakukan demonstran.
Situasi tegang di kota pelabuhan Le Havre, di mana para pekerja memblokir salah satu terminal minyak utama Perancis. Ribuan pekerja dermaga memenuhi alun-alun di depan balai kota itu hari Kamis (26/5), menyulut bom asap di daerah tersebut.
Sementara itu, sedikitnya 11 dari 58 pembangkit listrik tenaga nuklir Perancis dilanda pemadaman yang tidak direncanakan sewaktu para pekerja bergabung dalam pemogokan.
Para anggota Serikat pekerja terlihat memperlambat arus lalu lintas di PLTN Gravelines, karena mereka membagi-bagikan selebaran dan mendorong pengemudi untuk mengikuti aksi mogok.
Fasilitas di Gravelines adalah PLTN terbesar keenam di dunia, terbesar kedua di Eropa, dan terbesar di Eropa Barat.
Sumber : VOA

Minyak Pangkas Kenaikan Setelah Menyentuh $ 50 Pertama Kalinya di Tahun Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/5) - Minyak pangkas kenaikan sebelumnya setelah menyentuh level $ 50 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari enam bulan terakhir terkait persediaan dan produksi minyak mentah AS menurun.
Kontrak sedikit berubah di New York setelah sebelumnya naik ke level $ 50,21, harga tertinggi sejak 9 Oktober lalu. Minyak mentah Brent mencapai level $ 50 untuk pertama kalinya sejak bulan November sebelum menghapus keuntungan. Stok minyak AS menyusut lebih dari yang diperkirakan pekan lalu, menurut data pemerintah, selama persediaan juga telah dibatasi di Nigeria, Venezuela dan Kanada.
Brent merosot ke level terendahnya sejak 2003 silam pada kuartal pertama dan sejak melonjak sekitar 80 % terkait tanda-tanda kelebihan pasokan global akan mereda. Produksi AS telah turun ke level terlemah sejak September 2014 saat serangan di Nigeria telah mengurangi output ke 20 tahun terendah. Produksi minyak di Venezuela telah tertekan oleh pemadaman listrik dan volume di Kanada telah diatasi oleh kebakaran hutan.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun 8 sen menjadi ditutup pada level $ 49,48 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan adalah 27 % di bawah 100-hari rata-rata. Harga minyak rebound sekitar 90 % dari level terendahnya pada bulan Februari.
Brent untuk pengiriman Juli merosot 15 sen ke level $ 49,59 di ICE Futures Europe yang berbasis di London setelah sebelumnya menyentuh level tertingginya $ 50,51. Minyak mentah acuan global ditutup dengan premi 11 sen dibandingkan WTI. (knc)
Sumber : Bloomberg

Emas Berjangka Ditutup di Level Terendahnya Dalam 7-Pekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/5) - Emas berjangka melanjutkan penurunannya pada hari Kamis untuk sesi ketujuh, terkait kekuatan menyeluruh dalam dolar AS bulan ini dan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi membantu mendorong harga logam mulia  tersebut ke level terendahnya sejak awal April.
Emas Juni turun $ 3,40, atau 0,3%, untuk berakhir di $ 1,220.40 per ons-menandai akhir sesi terendah sejak 4 April lalu. Dari hari ke bulan, harga telah kehilangan sekitar 5,5%.
Di Comex, harga perak memangkas beberapa kerugian minggu ini. perak Juli naik 8,2 sen, atau 0,5%, ke $ 16,343 per ons. Tembaga Juli berakhir datar di $ 2,103 per pon. Platinum Juli naik $ 1, atau 0,1%, ke $ 995,80 per ons dan paladium September menguat ke $ 12,80, atau 2,4%, ke $ 543,65 per ons.
SPDR Gold Trust diperdagangkan di 0,4% lebih rendah sedangkan iShares Silver Trust naik 0,1%. VanEck Vectors Gold Miners melemah 0,7%.(mrv)
Sumber: MarketWatch

Dolar Pangkas Penurunan Awal Terkait Komentar Pejabat The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/5) - Dolar AS memangkas beberapa penurunan awal setelah pejabat The Fed menyatakan bahwa menaikkan suku bunga musim panas ini akan menjadi "hal yang tepat" selama data ekonomi menguat.
Indeks ICE U.S. Dollar ukuran kekuatan dolar terhadap kelompok enam rivalnya, turun kurang dari 0,1% dalam perdagangan terakhir di 95,3030. Mata uang itu telah turun lebih dari 0,3% pada awal sesi setelah laporan pesanan barang tahan lama pada bulan April menunjukkan kelemahan dalam segmen inti.
Euro turun menjadi $ 1,1173 dibandingkan dengan $ 1,1192 sebelum pidato - meskipun masih di bawah levelnya pada akhir Rabu yaitu sebesar $ 1,1150. Dolar juga menguat menjadi 109,81 yen, naik dari 109,61 yen, Kamis pagi. Sebagai perbandingan, greenback membeli  110,21 yen pada Rabu malam.(mrv)
Sumber: MarketWatch

Data Ekonomi yang Bervariasi Jadikan Saham AS Ditutup Sedikit Menurun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/5) - Saham AS ditutup sedikit berubah, dengan Indeks S&P 500 dekati empat pekan tertinggi seiring data ekonomi yang bervariasi menggambarkan sedikit kejelasan tentang apakah pertumbuhan ekonomi cukup kuat untuk menahan suku bunga yang lebih tinggi pada awal bulan depan.
Ekuitas berjuang untuk mendorong lebih tinggi di perdagangan singkat terkait para investor menurunkan untuk survei penguatan selama dua hari yang menambahkan hampir 360 poin untuk Dow Jones Industrial Average dan mengangkat S&P 500 lebih dari 2 % pada indeks acuan kenaikan pertama back-to-back dalam dua minggu terakhir. Sektor bank dan produsen komoditas di antara yang mengalami tekanan terbesar pada hari Kamis setelah membantu untuk memimpin lonjakan pada pekan ini.
Indeks S&P 500 turun tipis kurang dari 0,1 % ke level 2,090.09 pada pukul 16:00 sore waktu New York, dekati level tertingginya sejak 27 April lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg

Wednesday, 25 May 2016

Gold Market Update - 26mei2016

IHSG Berpeluang Kembali Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/5) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat terbatas pada perdagangan saham Kamis  (26/5/2016).

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, penutupan IHSG kemarin didongkrak oleh penguatan saham aneka industri. Alhasil, IHSG naik sebanyak 62,19 poin atau 1,32 persen ke level 4.772,98. Aksi beli bersih yang terjadi Rp 338,83 miliar.

‎Kemudian, hal tersebut juga didorong optimisme pelaku pasar akan penerapan kebijakan tax amnesty pada tahun ini.

‎"Tax amnesty yang kemungkinan dapat berjalan pada bulan Juli 2016 menjadi dorongan lebih pada IHSG. Meskipun pergerakan rupiah terkonsolidasi pada level 13.600an," kata dia dalam ulasannya.

Hal tersebut sejalan dengan penguatan Bursa Asia. Dia mengatakan, penguatan tersebut didorong oleh optimisme pasar terhadap pertumbuhan ekonom dunia.

"Data output layanan dan harga rumah yang cukup baik membuat investor berspekulasi bahwa The Fed cukup percaya diri untuk menaikkan suku bunga. Ditambah kemungkinan gagal keluarnya Ingris dari Uni Eropa menjadi dorongan positif," tambah dia.

Dia memperkirakan IHSG akan bergerak pada support 4.760-4.820.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan IHSG akan menguat pada perdagangan saham hari ini. Hal tersebut didorong oleh arus modal yang mulai masuk.

"Jelang pergantian bulan di pekan depan tentunya rilis data ekonomi yang sinyalir stabil akan kembali membooster kenaikan IHSG. Ditambah dengan jika kondisi global dan regional kuat bertahan," jelas dia.


Sumber : Liputan6

Wall Street Menguat Terimbas Kenaikan Harga Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/5) - Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta) terdorong kenaikan harga minyak dan investor yang mulai menerima kemungkinan kenaikan suku bunga acuan AS bakal terjadi pada awal bulan depan.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones industrial average naik 0,82 persen menjadi 17.851,51 poin. Indeks S&P 500 naik 0,7 persen menjadi 2.090,54 poin. Sementara indeks Nasdaq Composite bertambah 0,7 persen menjadi 4,894.89.

Indeks S&P 500 telah meningkat sekitar 15 persen dari posisi terendah pada Februari dan naik sekitar 2 persen pada tahun ini. Dengan sembilan dari 10 sektor besar pada indeks S&P menguat.

Saham sektor energi memimpin perdagangan, dengan naik 1,51 persen karena harga minyak menguat ke posisi  US$ 50 per barel. Itu menyusul laporan jika persediaan minyak mentah AS turun lebih besar dari perkiraan, yang menambah harapan bahwa aksi jual komoditas mungkin lebih banyak terjadi.

Selain itu, komentar dari pembuat kebijakan dalam beberapa hari terakhir dan data ekonomi AS yang baik telah meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa segera menaikkan tingkat suku bunga acuannya lebih cepat daripada yang perkiraan sebelumnya.

Sektor keuangan pada indeks S&P naik 1,03 persen dan mengakhiri sesi pada titik tertinggi tahun ini. Mendapatkan keuntungan dari kenaikan suku bunga yang lebih tinggi membuat perusahaan sektor keuangan menjanjikan keuntungan lebih. Saham Bank of America, JPMorgan dan Citigroup naik lebih dari 1,5 persen.

"Apa yang Anda lihat adalah pengakuan bahwa ini akan terjadi dan investor semakin nyaman dengan itu. Ada pengakuan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak apa-apa," ujar Kurt Brunner, Manajer Portofolio Swarthmore Group di Philadelphia.

Sementara perusahaan yang mengalami hari buruk seperti saham Alibaba Group yang anjlok 6,82 persen setelah perusahaan diselidiki Securities and Exchange Commission AS, terkait kemungkinan praktik akuntansi yang melanggar hukum federal.

Sekitar 6,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah 7,3 miliar rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters. (Nrm/Ndw)


Sumber : Liputan6

Minyak Bergerak Naik Terkait Penurunan Persediaan & Output AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/5) - Minyak naik ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh bulan terakhir di New York setelah laporan pemerintah menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS dan produksi menurun, memicu pengurangan kelebihan persediaan.
Stok minyak mentah turun 4,23 juta barel, menurut laporan dari Administrasi Informasi Energi, lebih dari dua kali yang diproyeksikan oleh analis yang disurvei oleh Bloomberg. Produksi merosot pada pekan ke 11 menuju level terendahnya sejak September 2014. Harga minyak melemah dari sesi tertinggi setelah laporan menunjukkan bahwa persediaan bensin meningkat secara tak terduga.
Harga minyak telah melonjak lebih dari 80 % dari level 12-tahun terendah di New York pada awal tahun ini terkait tanda-tanda kelebihan pasokan global akan menurun. Sementara beberapa produsen terbesar dunia terus memompa produksi minyak mentah pada tingkat mendekati rekornya, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak tidak mungkin untuk menetapkan target output mereka ketika memenuhi mengadakan pertemuan pada 2 Juni mendatang karena strategi Arab Saudi untuk menekan output saingannya, menurut semua analis tetapi salah satu dari 27 analis yang disurvei oleh Bloomberg.
MInyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 94 sen menjadi menetap di level $ 49,56 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini adalah penutupan tertinggi sejak 9 Oktober lalu. Jumlah volume yang diperdagangkan adalah 18 % di bawah 100-hari rata-rata.
Brent untuk pengiriman Juli menguat $ 1,13 atau 2,3 %, ke level $ 49,74 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Ini merupakan penutupan tertinggi sejak 3 November. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi pada premi 18 sen dibandingkan WTI. (knc)
Sumber : Bloomberg

Emas Berjangka Berakhir di Level Terendahnya Dalam 7-Pekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/5) - Emas berjangka ditutup di level terendahnya dalam tujuh minggu terakhir pada Rabu ini, karena keuntungan secara keseluruhan dalam dolar AS dan ekuitas terus mengurangi daya tarik untuk investasi emas.
Harga logam kuning telah dihitung mengalami penurunan sebesar 4,4% selama beruntun enam sesi. Emas untuk pengiriman Juni turun $ 5,40, atau 0,4%, untuk berakhir di $ 1,223.80 per ounce.(mrv)
Sumber: MarketWatch

Bursa Saham AS Berakhir Rally Ditengah Optimisme Pertumbuhan Ekonomi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/5) - Saham AS mencatatkan kenaikan terbesar selama dua hari dalam hampir tiga bulan terakhir, terkait tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat memicu spekulasi bahwa dapat menahan suku bunga yang lebih tinggi.
Indeks S&P 500 dipimpin oleh sektor bank-bank pada hari Rabu, mencapai level tertinggi sejak 6 Januari di tengah spekulasi bahwa kenaikan suku bunga akan meningkatkan keuntungan. Bank of America Corp dan Citigroup Inc naik lebih dari 1,6 %. Produsen energi mengikuti harga minyak yang lebih tinggi, dibantu oleh pelemahan dolar yang juga didukung peningkatan laba dalam perusahaan material.
Indeks S&P 500 naik 0,7 % ke level 2,090.37 pada pukul 16:00 sore waktu New York, keuntungan back-to-back pertama dalam dua minggu terakhir. (knc)
Sumber : Bloomberg

Tuesday, 24 May 2016

Gold Market Update - 25mei2016

Minyak Bergerak Naik Karena Persediaan AS Diperkirakan Menurun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) - Minyak bergerak naik sebelum rilis data pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan persediaan minyak mentah akan menurun, yang dapat mengurangi kelebihan pasokan.
Kontrak berjangka naik 1,1 % di New York. Stok minyak mentah AS, dekati level delapan dekade tertinggi, yang kemungkinan turun sebanyak 2 juta barel pada pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum data Administrasi Informasi Energi, Rabu. American Petroleum Institute industri yang didanai akan merilis laporan pasokannya pada hari Selasa. Gangguan yang telah menahan output dari Kanada, Nigeria dan Libya selama bulan lalu.
Harga minyak AS berjangka telah melonjak lebih dari 80 % dari level 12-tahun terendah pada awal tahun ini terkait tanda-tanda melimpahnya pasokan global ditengah penurunan produksi di Nigeria dan negara-negara non-OPEC termasuk di Amerika Serikat. Organisasi Negara Pengekspor Minyak tidak mungkin menentukan target produksinya pada saat mengadakan pertemuan pada 2 Juni mendatang karena sesuai dengan strategi Arab Saudi untuk menekan saingan, menurut semua analis kecuali 1 dari 27 analis yang disurvei oleh Bloomberg.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 54 sen menjadi menetap di level $ 48,62 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan adalah 29 % di bawah 100-hari rata-rata.
Brent untuk pengiriman Juli menguat 26 sen atau 0,5 %, ke level $ 48,61 di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada diskon 1 sen dibandingkan minyak mentah WTI. (knc)
Sumber : Bloomberg

Meningkatnya Penjualan Rumah AS Memberi Sentimen Positif di Bursa Asia

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) - Bursa saham Asia dibuka menguat, dengan Indeks acuan ekuitas regional rebound dari tujuh pekan terendah, setelah lonjakan penjualan rumah AS memicu spekulasi bahwa ekonomi terbesar di dunia tersebut dapat menahan suku bunga yang lebih tinggi.
MSCI Asia Pacific Index naik 0,8 persen menjadi 125,95 pada pukul 09:03 pagi di Tokyo setelah pada penutupan hari Selasa berada di level terendah sejak 6 April. Indeks Topix Jepang naik 1,6 persen karena yen diperdagangkan di 110,15 per dolar setelah jatuh 0,7 persen pada Selasa kemarin. Laporan menunjukkan penjualan rumah baru di AS pada bulan April melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari delapan tahun terakhir. Peluang untuk kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan Juni naik menjadi 34 persen dari 4 persen pada Senin lalu, dengan para pedagang sekarang mengharapkan kesempatan yang lebih baik dari yang sebenarnya dari peningkatan pada bulan Juli.
Mei bersiap untuk menjadi bulan terburuk untuk indeks Asia Pasifik sejak Januari dalam apa yang menjadi wild ride bagi investor dalam tahun ini. Indeks regional memulai tahun 2016 dengan penurunan 14 persen hingga terendahnya di bulan Februari terhadap kekhawatiran devaluasi yuan China akan mengekang pertumbuhan global dan di tengah prospek biaya pinjaman AS yang lebih tinggi. MSCI kemudian reli hampir 20 persen sampai pada puncaknya tahun ini di bulan April sebelum melemah lagi. Indeks tersebut telah jatuh 4,8 persen dalam bulan ini sampai dengan Selasa kemarin.(frk)
Sumber: Bloomberg

Pelemahan Yen Bantu Angkat Bursa Jepang Dari Penurunan Selama 3 Hari

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) - Bursa saham Jepang naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari karena pelemahan yen, meningkatkan prospek pendapatan bagi eksportir, dan setelah data perumahan AS meningkatkan keyakinan investor bahwa ekonomi terbesar dunia dapat mengatasi peningkatan biaya pinjaman dalam waktu dekat.
Indeks Topix menguat 1,5 persen menjadi 1,346.31 pada pukul 09:01 pagi di Tokyo dengan lebih dari 20 saham menguat untuk setiap satu saham yang turun. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1,6 persen menjadi 16,758.91. Yen diperdagangkan di 110,14 per dolar, melemah untuk hari kedua. Sementara data pembelian rumah baru di AS melonjak pada bulan April ke level tertinggi sejak awal tahun 2008.
Kontrak pada Indeks S&P 500 naik 0,2 persen. Indeks ekuitas AS yang mendasari naik 1,4 persen pada hari Selasa, naik tajam dalam lebih dari dua bulan karena perusahaan keuangan dan teknologi mengalami penguatan.(frk)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Berakhir Rally Didorong Optimisme Data Perumahan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) - Saham AS naik tajam dalam lebih dari dua bulan terakhir, seiring lonjakan dalam penjualan rumah memicu spekulasi ekonomi yang dapat menahan suku bunga yang lebih tinggi di tengah meningkatnya spekulasi Federal Reserve yang akan memperketat kebijakan pada musim panas ini.
Indeks S&P 500 naik 1,4 % ke level 2,076.01 pada pukul 16:00 sore waktu New York, kenaikan terbesar sejak 11 Maret lalu, mendorong indeks tersebut untuk raih dua minggu tertinggi.
Sebuah laporan hari ini menunjukkan penjualan rumah baru pada bulan April menguat ke level tertinggi dalam lebih dari delapan tahun terakhir, mengarah ke musim jual semi yang kuat untuk pembangunan. Harga penjualan rata-rata naik menuju rekornya, mengambarkan kontrak yang ditandatangani untuk properti yang lebih mahal. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Naik Pada Sesi Break Terkait Spekulasi Pada Suku Bunga Yang Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) - Saham AS naik ke level tertingginya dalam dua bulan terkait spekulasi yang meningkat bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya di musim panas ini memicu kenaikan di saham keuangan, sedangkan data perumahan mengisyaratkan bahwa ekonomi cukup kuat untuk mendukung biaya pinjaman yang lebih tinggi.
Sektor perbankan menguat karena imbal hasil Treasury naik menuju tiga minggu tertingginya, dengan JPMorgan Chase & Co dan Citigroup Inc naik setidaknya 1,8 persen. Toll Brothers Inc raih kenaikan terbaiknya dalam tiga tahun setelah data penjualan rumah baru yang lebih kuat dari perkiraan dan terkait laba kuartalan pembangun perumahan mewah ini melampaui estimasi. Indeks S & P dari homebuilders berada di jalur untuk kenaikan tajam dalam empat bulan terakhir, dan Microsoft Corp raih kenaikan terbaiknya sejak 1 Maret lalu.
Indeks S & P 500 naik 1,4 persen menjadi 2,076.37 pada 13:06 siang di New York, kenaikan terbaik sejak 11 Maret. Indeks tersebut naik di atas harga rata-rata selama 50 hari terakhir untuk pertama kalinya dalam empat hari. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 218,19 poin, atau 1,3 persen, ke 17,711.12. Indeks Nasdaq Composite naik 1,9 persen ke tiga minggu tertingginya. Perdagangan saham di S & P 500 sebesar 3 persen di bawah rata-rata 30-harinya untuk hari ini.(mrv)
Sumber: Bloomberg

Monday, 23 May 2016

Saham AS Berfluktuasi Ditengah Fokus Fed; Minyak Turun untuk Hari Keempat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/5) - Saham AS berfluktuasi, seiring para investor menunggu kejelasan lebih lanjut tentang waktu kenaikan suku bunga berikutnya dari Federal Reserve dan prospek inflasi. Sementara Yen menguat, sedangkan minyak mentah merosot untuk hari keempat.
Kenaikan pada Indeks S&P 500 terhadap saham teknologi diimbangi oleh penurunan di produsen energi. Minyak turun karena produsen asal Kanada bekerja untuk melanjutkan operasinya dan Iran terus meningkatkan ekspor, sementara tembaga dan aluminium menghapus penurunan. Yen rebound dari level terendahnya bulan ini, didorong oleh surplus perdagangan terbesar dalam enam tahun terakhir. Perusahaan Brasil bersiap untuk meningkatkan usaha penjualan obligasi di pasar internasional setelah Petroleo Brasileiro SA mengakhiri level 11-bulan terendahnya pada pekan lalu.
Indeks S&P 500 turun tipis kurang dari 0,1 % pada pukul 12:47 siang waktu New York. Investor akan mengkaji data ekonomi pekan ini pada indeks manufaktur, perumahan, sentimen konsumen dan pertumbuhan sebagai petunjuk tentang apakah ekonomi AS telah cukup kuat untuk menopang biaya pinjaman yang lebih tinggi. Indeks manufaktur pada pembacaan bulan Mei yang dirilis hari ini berada di bawah perkiraan ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, merosot ke level terendahnya sejak September 2009 dengan pesanan pabrik berada di level terlemah tahun ini. (knc)
Sumber : Bloomberg