BESTPROFIT FUTURES (23/8) - Bursa saham Amerika Serikat melemah pada penutupan perdagangan di awal pekan ini, terpicu penurunan harga minyak yang membebani sektor energi meski masih diimbangi penguatan saham bioteknologi.
Melansir laman Reuters, Senin (Selasa pagi waktu Jakarta), indeks Dow Jones industrial average turun 23,15 poin atau 0,12 persen menjadi 18.529,42.
Sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 1,23 poin atau 0,06 persen menjadi 2.182,64 poin dan indeks Nasdaq Composite bertambah 6,23 poin atau 0,12 persen ke posisi 5.244,60 poin.
Adapun indeks energi S&P kehilangan 0,9 persen, menjadi kinerja terburuk dalam dua minggu. Indeks ini mencatat kinerja terburuk dari 10 sektor yang ada pada indeks S&P.
Wall Street melemah terpicu harga minyak yang turun lebih dari 3 persen, setelah menyentuh level tertinggi dalam dua bulan pekan lalu.
Penurunan harga minyak terjadi di tengah kekhawatiran tentang kenaikan ekspor bahan bakar Cina, pengiriman minyak mentah Irak dan Nigeria dan serta penambahan jumlah rig minyak di AS.
Saat ini, investor juga akan fokus kepada pidato Federal Reserve Gubernur The Fed Janet Yellen, pada pertemuan tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat. Pertemuan tersebut antara lain, membahas rencana kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
"Ini terkait minyak dan kemudian kita memiliki sesuatu di Jackson, dan selalu ada beberapa kejutan yang keluar dari Jackson Hole," kata Jack Ablin, Kepala Investasi BMO Private Bank di Chicago.
Kemungkinan kenaikan suku bunga diperkuat komentar Wakil Ketua Fed Stanley Fischer yang menyatakan kondisi ekonomi AS seperti data laporan pekerjaan dan inflasi telah mendekati target bank sentral.
Bila saham energi susut, sementara saham Bioteknologi sebaliknya, yang terdorong langkah Pfizer yang mengakuisisi pembuat obat kanker Medivation senilai US$ 14 miliar. Saham Medivation melonjak hampir 20 persen dan menjadi pendorong terbesar indeks Nasdaq.
Sementara penurunan saham Apple yang susut 0,8 persen menjadi hambatan terbesar pada semua tiga indeks utama.
Sekitar 5,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian selama 20 sesi terakhir sebesar 6,3 miliar. (Nrm/Ndw)
Sumber : Liputan6
Monday, 22 August 2016
Iran hentikan penggunaan pangkalan udaranya oleh Rusia
BESTPROFIT FUTURES (23/8) - Iran
menyatakan Rusia telah menghentikan penggunaan salah satu pangkalan
udaranya untuk membom sasaran di Suriah untuk sementara waktu .
Juru bicara
Kementerian Luar Negeri, Bahram Qasemi, mengatakan operasi "telah
berakhir untuk saat ini" dan pesawat telah "keluar" dari pangkalan.
Sebelumnya Menteri
Pertahanan, Hossein Deghan, mengecam Rusia karena menyebarkan informasi
terkait operasi pengeboman yang dilakukan paka pekan lalu, dengan
mengatakan tindakan itu untuk memperlihatkan sikap "pamer".
Teheran juga
menganggap Moskow sebagai sekutu utama Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Tetapi sejauh ini belum ada komentar dari Rusia terkait penghentian
penggunaan pangkalan udara Iran.
Selasa lalu (16/08)
kementerian pertahanan Rusia mengumumkan operasi pembom jarak jauh
Tupolev-22M3 dan pesawat penyerang Sukhoi-34 yang menggunakan markas
udara Shahid Nojeh di dekat kota Hamedan di Iran timur untuk melakukan
penyerangan udara terhadap "para teroris" di Suriah.
Operasi tersebut
adalah yang pertama kali dilakukan Rusia dari negara ke tiga sejak
dimulainya serangan udara terhadap lawan Assad hampir setahun lalu, dan
juga untuk pertama kalinya diluncurkan dari wilayah Iran oleh militer
asing sejak Perang Dunia Kedua.
Sumber: BBC News
Emas berjangka ditutup lebih rendah untuk sesi kedua beruntun
BESTPROFIT FUTURES (23/8) - Emas
berjangka menetap lebih rendah pada hari Senin, memperpanjang penurunan
untuk sesi kedua dengan investor bersikap hati-hati menjelang pidato
Ketua Federal Reserve Janet Yellen akhir pekan ini yang mungkin akan
memberikan sinyal mengenai kenaikan suku bunga pada awal September.
Emas untuk pengiriman Desember kehilangan $ 2,80, atau 0,2%, untuk menetap di level $ 1,343.40 per ounce hari Senin.
Sementara
itu, greenback menyentuh level tujuh minggu terendah minggu lalu tetap
berhasil membalikan sebagian dari penurunannya sehingga tetap mengirim
emas lebih rendah pasca nada hawkish tentang suku bunga dari Wakil Ketua
Fed Stanley Fischer akhir pekan kemarin.
Dolar
yang menguat membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi kurang
menarik bagi pembeli di luar negeri. Selain itu, suku bunga yang lebih
tinggi dapat menumpulkan daya tarik emas, seiring ketidakmampuannya
menghasilkan bunga, sehingga menguntungkan alternatif investasi lain
yang menawarkan imbal hasil yang lebih baik. (sdm)
Sumber: MarketWatch
Saham AS akhiri hari lebih rendah terkait harga minyak
BESTPROFIT FUTURES (23/8) - Sebagian
besar saham AS ditutup lebih rendah pada hari Senin seiring minyak
berjangka mengakhiri kenaikan tujuh sesi beruntun nya dan turun tajam
untuk menetap di wilayah negatif.
Penurunan
dalam perdagangan minyak West Texas Intermediate di New York Mercantile
Exchange untuk pengiriman September membuat kontrak turun 3% ke level $
47,05 per barel. Kontrak Oktober sekarang menjadi kontrak bulan depan
WTI.
Saham
energi di S & P 500 mengikuti jejak harga minyak, jatuh sebesar
0,9% dan menderita penurunan terburuk di antara 10 sektor lainnya yang
ada di indeks S & P 500. Secara keseluruhan, indeks acuan perusahaan
besar ini mengakhiri hari sekitar satu poin lebih rendah di level
2.182, Dow Jones Industrial Average kehilangan 22 poin, atau 0,1%, untuk
menutup hari di level 18.529, sedangkan Nasdaq Composite naik tipis
0,1% lebih tinggi ke level 5.244.
Volume
perdagangan yang ringan dan keengganan untuk membuat taruhan besar
menjelang pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen di Jackson Hole,
Wyoming, Jumat ini membuat perdagangan di hari Senin cenderung sunyi.
Dalam berita merger, Pfizer Inc mengkonfirmasi rencana untuk membeli
perusahaan biotek Medivation Inc dalam kesepakatan senilai $ 14 miliar.
(Sdm)
Sumber: MarketWatch
Sunday, 21 August 2016
iPhone 7 Hadir dengan Fitur Fast Charging?
BESTPROFIT FUTURES (22/8) - Selama ini, untuk membuat pengisian daya iPhone menjadi lebih cepat bisa dilakukan dengan charger iPad. Sebab charger iPad memiliki output power yang lebih besar.
Sementara itu, Android kini sudah banyak yang memiliki fitur pengisian daya cepat (fast charging) bawaan pada perangkat. Banyak yang mempertanyakan, dapatkah Apple mengadopsi fitur ini untuk ponsel terbarunya, iPhone 7?
Seperti dikutip Tekno Liputan6.com dari Ubergizmo, Senin (22/8/2016), berdasarkan sebuah cuitan dari akun @The_Malignant yang dilaporkan MacRumors, kabarnya Apple akan mengadopsi fitur fast charging ke perangkat terbarunya itu.
Jika rumor yang beredar ini terbukti benar, fitur pengisian daya cepat iPhone akan menghadirkan komponen pengisian daya cepat dengan output dan input baterai 5V2A.
Dengan demikian, pengisian daya cepat milik iPhone ini akan lebih cepat dibandingkan dengan charger milik iPad.
Saat ini teknologi pengisian daya cepat memang sudah bukan hal baru. Namun jika rumor ini benar, akan menjadi yang pertama bagi Apple, sebab selama ini perusahaan belum mengadopsi teknologi tersebut. Apple memang dikenal agak lambat dalam mengadopsi teknologi-teknologi baru ke perangkatnya.
Hal ini terbukti dari berapa lama waktu yang dibutuhkan Apple saat mengadopsi RAM 2GB atau layar ponsel di atas 4 inci. Saat ponsel lain menghadirkan RAM 2GB sejak berapa tahun lalu, Apple baru menghadirkannya baru-baru ini.
Untuk diketahui, iPhone 7 kabarnya menggunakan prosesor terbaru Apple, yaitu chip A10. Di samping itu, rumor lain menyebutkan iPhone 7 akan hadir tanpa jack 3,5 mm dengan sedikit perombakan desain yakni cover belakangnya akan kehilangan garis panel.
Adapun di sektor kamera, Apple bakal menghadirkan dual camera pada versi khusus dari iPhone 7, yaitu iPhone 7 Pro.
(Tin/Isk)
Sumber : Liputan6
Sementara itu, Android kini sudah banyak yang memiliki fitur pengisian daya cepat (fast charging) bawaan pada perangkat. Banyak yang mempertanyakan, dapatkah Apple mengadopsi fitur ini untuk ponsel terbarunya, iPhone 7?
Seperti dikutip Tekno Liputan6.com dari Ubergizmo, Senin (22/8/2016), berdasarkan sebuah cuitan dari akun @The_Malignant yang dilaporkan MacRumors, kabarnya Apple akan mengadopsi fitur fast charging ke perangkat terbarunya itu.
Jika rumor yang beredar ini terbukti benar, fitur pengisian daya cepat iPhone akan menghadirkan komponen pengisian daya cepat dengan output dan input baterai 5V2A.
Dengan demikian, pengisian daya cepat milik iPhone ini akan lebih cepat dibandingkan dengan charger milik iPad.
Saat ini teknologi pengisian daya cepat memang sudah bukan hal baru. Namun jika rumor ini benar, akan menjadi yang pertama bagi Apple, sebab selama ini perusahaan belum mengadopsi teknologi tersebut. Apple memang dikenal agak lambat dalam mengadopsi teknologi-teknologi baru ke perangkatnya.
Hal ini terbukti dari berapa lama waktu yang dibutuhkan Apple saat mengadopsi RAM 2GB atau layar ponsel di atas 4 inci. Saat ponsel lain menghadirkan RAM 2GB sejak berapa tahun lalu, Apple baru menghadirkannya baru-baru ini.
Untuk diketahui, iPhone 7 kabarnya menggunakan prosesor terbaru Apple, yaitu chip A10. Di samping itu, rumor lain menyebutkan iPhone 7 akan hadir tanpa jack 3,5 mm dengan sedikit perombakan desain yakni cover belakangnya akan kehilangan garis panel.
Adapun di sektor kamera, Apple bakal menghadirkan dual camera pada versi khusus dari iPhone 7, yaitu iPhone 7 Pro.
(Tin/Isk)
Sumber : Liputan6
Saham Asia Turun Ditengah Spekukasi Kenaikan Suku Bunga AS
BESTPROFIT FUTURES (22/8) - Saham
Asia jatuh diikuti minyak mentah berjangka karena investor mengkaji
prospek untuk suku bunga yang lebih tinggi di AS, sementara saham di
Jepang naik pada spekulasi untuk berlanjutnya stimulus.
Indeks
MSCI Asia Pacific turun 0,1% menjadi 139 pada 09:07 pagi di Tokyo.
Jepang Topix naik 0,4% karena yen melemah setelah Gubernur Bank of Japan
Haruhiko Kuroda mengatakan ada "cukup kesempatan" untuk pelonggaran
lebih pada bulan September. Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer
mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga 2016 masih dalam kajian,
bergema komentar hawkish dari Presiden Fed New York William Dudley pekan
lalu, menjelang pidato Janet Yellen pada akhir pekan ini di Jackson
Hole, Wyoming.
Indeks
Kospi Korea Selatan turun 0,3%. Indeks S&P / ASX 200 Australia
turun 0,%1. Indeks S&P / NZX 50 Selandia Baru naik 0,3%. Pasar saham
China dan Hong Kong belum memulai tradingnya.
Indeks
Berjangka China A50 naik 0,1% dalam perdagangan terbarunya, seperti
yang dilakukan kontrak pada indeks Hang Seng. Saham-saham Hong Kong
jatuh hari Jumat, memangkas kenaikan mingguan ketiganya. Indeks Shanghai
Composite naik 0,1% pada hari Jumat.(yds)
Sumber: Bloomberg
Irak Berupaya Tingkatkan Ekspor, Minyak Tertekan
BESTPROFIT FUTURES (22/8) - Minyak
jatuh setelah gain jangka terpanjangnya dalam empat tahun terakhir
karena Irak berupaya untuk meningkatkan ekspor di tengah bergantungnya
persediaan minyak mentah global.
Minyak
berjangka turun sebanyak 0,9% di New York setelah naik 16% selama tujuh
sesi sebelumnya di tengah spekulasi pembicaraan resmi OPEC bulan depan
yang dapat menyebabkan langkah untuk menstabilkan pasar. Irak akan
meningkatkan pengiriman minyak mentahnya sekitar 5% dalam beberapa hari
ke depan setelah kesepakatan untuk melanjutkan ekspor dari tiga ladang
minyak di Kirkuk. Pengeboran minyak AS akan menambahkan rig untuk pekan
kedelapan, ini merupakan jangka terpanjang sejak April 2014, data Baker
Hughes Inc menunjukkan.
Minyak
West Texas Intermediate untuk pengiriman September, yang berakhir
Senin, turun sebanyak 45 sen menjadi $ 48,07 per barel di New York
Mercantile Exchange dan berada di $ 48,25 pada 07:57 pagi di Hong Kong.
Kontrak naik 30 sen menjadi ditutup pada $ 48,52 pada hari Jumat untuk
gain hari ketujuh, ini merupakan jangka terpanjang sejak Juli 2012.
Minyak berjangka Oktober turun sebanyak 50 sen menjadi $ 48,61 per
barel. Total volume perdagangan sekitar 29% di atas rata-rata 100-hari.(yds)
Sumber: Bloomberg
Yen Melemah Ditengah Munculnya Kembali Kebijakan Divergence Dari BoJ
BESTPROFIT FUTURES (22/8) - Yen
jatuh untuk hari keduanya terhadap dolar setelah para pejabat Federal
Reserve mengindikasikan mereka sedang mengkaji kenaikan suku bunga tahun
ini, sementara Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menyarankan ia
lebih terbuka untuk meningkat pelonggaran pada awal bulan depan.
Mata
uang Jepang melemah terhadap sebagian besar mata uang utama setelah
Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer mengisyaratkan dalam pidatonya pada
hari Minggu bahwa kenaikan suku bunga 2016 masih dalam kajian, sebelum
Ketua The Fed Janet Yellen akan melakukan pidatonya pada 26 Agustus di
Jackson Hole, Wyoming. Kuroda mengatakan dalam sebuah wawancara yang
dirilis pada Sabtu di surat kabar Sankei bahwa ada "cukup kesempatan"
BOJ akan menambah pelonggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya pada
pertemuan kebijakan bulan depan. Dolar Selandia Baru adalah penurunan
terbesar versus greenback antara Kelompok-of-10 rekan-rekan.
Yen
turun 0,5% menjadi 100,72 terhadap dolar pada 10:45 pagi di Tokyo,
setelah turun ke level 100,91. Mata uang Jepang pada 19 Agustus
menyelesaikan reli mingguan terbesarnya bulan ini pasca mencapai tujuh
pekan tertinggi pada level 99,54.(yds)
Sumber: Bloomberg
Thursday, 18 August 2016
Saham HK Ditutup Naik Mengikuti Penguatan Pasar Asia (Review)
BESTPROFIT FUTURES (19/8) - Bursa saham Hong Kong mengikuti penguatan
pasar saham Asia pada hari Kamis, karena risalah dari pertemuan terbaru
Federal Reserve AS menunjukkan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga di
bulan September tampaknya kecil.
Pasar juga didukung oleh investor yang berusaha untuk mengharapkan arus masuk baru dari Shenzhen-Hong Kong Stock Connect mendatang.
Indeks Hang Seng naik 1 persen menjadi 23,023.16 poin, sedangkan Indeks China Enterprises naik tipis 0,1 persen menjadi 9,654.69.
Tanggal peluncuran untuk Shenzhen-Hong Kong Connect belum diumumkan, tetapi operator dari bursa Hong Kong berharap dapat memulainya sebelum Natal.
Pedagang mengatakan sementara aka nada banyak dampak dari skema tersebut telah di perkirakan, harapan arus masuk uang segar dari daratan masih bisa membantu meningkatkan saham Hong Kong untuk beberapa waktu.
Pasar juga didukung oleh investor yang berusaha untuk mengharapkan arus masuk baru dari Shenzhen-Hong Kong Stock Connect mendatang.
Indeks Hang Seng naik 1 persen menjadi 23,023.16 poin, sedangkan Indeks China Enterprises naik tipis 0,1 persen menjadi 9,654.69.
Tanggal peluncuran untuk Shenzhen-Hong Kong Connect belum diumumkan, tetapi operator dari bursa Hong Kong berharap dapat memulainya sebelum Natal.
Pedagang mengatakan sementara aka nada banyak dampak dari skema tersebut telah di perkirakan, harapan arus masuk uang segar dari daratan masih bisa membantu meningkatkan saham Hong Kong untuk beberapa waktu.
Saham AS Berusaha Untuk Naik Ditengah Penguatan Harga Minyak
BESTPROFIT FUTURES (19/8) - Saham
AS berfluktuasi kenaikan dan penurunan tips pada hari Kamis ini
dikarenakan investor mengkaji perbedaaan pendapat dari Federal Reserve
mengenai waktu kenaikan suku bunga serta serangkaian data ekonomi yang
optimis.
Kenaikan
harga minyak, yang mendorong perdagangan minyak mentah West Texas
Intermediate di New York Mercantile Exchange menuju bull market, telah
membantu menopang saham energi naik.
Indeks
Dow Jones Industrial Average turun 32 poin, atau 0,2%, di level 18.538.
Wal-Mart Stores Inc yang merupakan Dow komponen naik 1,8%, mengirim
Indeks blue-chip mengukur menguat, sementara penurunan 1,2% pada saham
Caterpillar Inc membatasi kenaikan Indeks. Wal-Mart melaporkan laba yang
lebih baik dari perkiraan dan pendapatan pada hari Kamis.
Indeks
S&P 500 ditutup di sekitar level 2180, ditengah penurunan 1,3% pada
sektor telekomunikasi membantu untuk mengimbangi kenaikan 1,1% di saham
energi. Enam dari 10 sektor S&P 500 berada di zona merah.(yds)
Sumber: MarketWatch
Minyak di Bull Market Menahan Kenaikannya Ditengah Pengurangan Produksi
BESTPROFIT FUTURES (19/8) - Minyak
bersiap untuk kenaikan mingguan terbesar sejak Maret setelah memasuki
bull market di tengah spekulasi bahwa produsen utama dapat saja
melakukan tindakan untuk mengurangi produksi dan terkait penurunan pada
stok minyak mentah dan bahan bakar AS.
Minyak
berjangka sedikit berubah di New York setelah menguat hampir 16 persen
selama enam sesi sebelumnya. OPEC berada di jalur untuk menyetujui
penurunan produksi karena anggota-anggota terbesarnya mengurangi jumlah
pompa, menurut Chakib Khelil, mantan presiden kelompok tersebut.
persediaan minyak mentah AS mengalami penurunan terburuk dalam lima
minggu sampai di 12 Agustus, sementara stok bahan bakar turun untuk
minggu ketiga, menurut data dari Energy Information Administration yang
ditunjukkan pada hari Rabu lalu.
West
Texas Intermediate untuk pengiriman September berada di $ 48,32 per
barel di New York Mercantile Exchange, naik 10 sen sen, pada 08:00 pagi
di Hong Kong. Kontrak naik 3,1 persen menjadi berakhir di $ 48,22 pada
hari Kamis untuk kenaikan hari keenam, rentang waktu terpanjang sejak
April 2015. Jumlah volume perdagangan sekitar 40 persen di bawah
rata-rata 100-harnya. Harga naik sebesar 8,6 persen minggu ini.
Brent
untuk pengiriman Oktober kehilangan 2 sen ke $ 50,87 per barel di ICE
Futures Europe exchange. Kontrak naik US $ 1,04 atau 2,1 persen, menjadi
berakhir di $ 50,89 per barel pada Kamis, juga memasuki bull market
setelah naik lebih dari 20 persen dari terendahnya di awal Agustus.
Harga naik sebesar 8,3 persen minggu ini. Minyak mentah acuan global
diperdagangkan pada $ 1,94 untuk premium WTI pengiriman Oktober.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Dolar Bersiap Untuk Penurunan Pekan ke-2 Terkait Keputusan The Fed
BESTPROFIT FUTURES (19/8) - Dolar
bersiap untuk penurunan pertama back-to-back mingguan terhadap
rekan-rekan utama sejak April karena para pedagang meragukan tekad
Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Indeks
greenback jatuh ke level terendahnya tiga bulan pada Selasa lalu,
karena risalah dari pertemuan bank sentral unntuk bulan Juli menunjukkan
bahwa suara dari para pejabat terbagi atas urgensi untuk menaikkan suku
bunga. Yen berada di jalur untuk kenaikan mingguan keempat, kenaikan
beruntun terpanjang sejak Juni 2013, terkait pembuat kebijakan AS
cenderung terlihat sedikit berbeda dari rekan-rekan di Jepang dan Eropa
yang meningkatkan stimulus moneter.
Indeks
Bloomberg Dollar Spot, yang mengikuti mata uang ini terhadap 10
rekan-rekannya, menguat 0,1 persen pada 09:01 pagi di Tokyo, pemangkasan
penurunan mingguan menjadi 1,2 persen. Mata uang AS menguat 0,3 persen
menjadi 100,14 yen dan sedikit berubah pada 1,1348 per euro.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 17 August 2016
RAPBN 2017 Jadi Penggerak IHSG
BESTPROFIT FUTURES (18/8) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat terbatas pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Sentimen internal akan pengaruhi laju IHSG.
Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak pada support 5.315-5.400. Pada penutupan perdagangan saham Selasa 16 Agustus 2016 IHSG bergerak cukup positif. IHSG menguat sebanyak 51,29 poin atau sebanyak 0,96 persen ke level 5.371,85. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp 577,73 miliar.
Lanjar menerangkan, penguatan IHSG ditopang oleh optimisme pelaku pasar terhadap rancangan anggaran pemerintah pada tahun depan.
"Penguatan ini disinyalir sentimen proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017," kata dia di Jakarta, Kamis (18/8/2016).
Lanjar menuturkan, optimisme pelaku pasar juga didorong oleh pemberlakuan pengampunan pajak atau tax amnesty.
"Investor asing pun kembali optimis dengan tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 577,73 miliar," tambah dia.
PT HD Capital Tbk memperkirakan IHSG menguat pada perdagangan saham hari ini. Penguatan IHSG ditopang oleh ekspektasi pelaku pasar terkait perekonomian yang semakin baik dan berimbas pada kinerja emiten.
"Sentimen positif dari ekspektasi pertumbuhan ekonomi, dana masuk tax amnesty, perbaikan kinerja emiten serta rencana pemotongan pajak korporasi," tulis HD Capital dalam risetnya.
PT HD Capital Tbk memperkirakan support berada pada level 5.310-5.210 dan resistance 5.400-5460.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG dapat menguat secara teknikal. IHSG pun berpotensi melanjutkan kenaikan ditunjang kondisi ekonomi stabil di tengah aliran dana investor asing masuk ke pasar modal.
Penguatan harga komoditas, William menuturkan dapat menjadi katalis positif untuk aliran dana investor asing masuk ke pasar modal Indonesia.
"Fluktuasi harga komoditas minyak masih akan memberikan pengaruh terhadap pola gerakan IHSG. Kekuatan ekonomi dalam negeri dan kebijakan responsif terhadap gejolak ekonomi tentu dapat menumbuhkan tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia," tutur William.
Sumber : Liputan6
Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak pada support 5.315-5.400. Pada penutupan perdagangan saham Selasa 16 Agustus 2016 IHSG bergerak cukup positif. IHSG menguat sebanyak 51,29 poin atau sebanyak 0,96 persen ke level 5.371,85. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp 577,73 miliar.
Lanjar menerangkan, penguatan IHSG ditopang oleh optimisme pelaku pasar terhadap rancangan anggaran pemerintah pada tahun depan.
"Penguatan ini disinyalir sentimen proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017," kata dia di Jakarta, Kamis (18/8/2016).
Lanjar menuturkan, optimisme pelaku pasar juga didorong oleh pemberlakuan pengampunan pajak atau tax amnesty.
"Investor asing pun kembali optimis dengan tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 577,73 miliar," tambah dia.
PT HD Capital Tbk memperkirakan IHSG menguat pada perdagangan saham hari ini. Penguatan IHSG ditopang oleh ekspektasi pelaku pasar terkait perekonomian yang semakin baik dan berimbas pada kinerja emiten.
"Sentimen positif dari ekspektasi pertumbuhan ekonomi, dana masuk tax amnesty, perbaikan kinerja emiten serta rencana pemotongan pajak korporasi," tulis HD Capital dalam risetnya.
PT HD Capital Tbk memperkirakan support berada pada level 5.310-5.210 dan resistance 5.400-5460.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG dapat menguat secara teknikal. IHSG pun berpotensi melanjutkan kenaikan ditunjang kondisi ekonomi stabil di tengah aliran dana investor asing masuk ke pasar modal.
Penguatan harga komoditas, William menuturkan dapat menjadi katalis positif untuk aliran dana investor asing masuk ke pasar modal Indonesia.
"Fluktuasi harga komoditas minyak masih akan memberikan pengaruh terhadap pola gerakan IHSG. Kekuatan ekonomi dalam negeri dan kebijakan responsif terhadap gejolak ekonomi tentu dapat menumbuhkan tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia," tutur William.
Sumber : Liputan6
Suara Para Pejabat The Fed Terbagi Untuk Kemungkinan Kenaikan Suku bunga
BESTPROFIT FUTURES Para
pejabat The Fed di pertemuan Juli mereka merasa lega bahwa kekhawatiran
mereka atas Brexit dan pasar tenaga kerja mereda tetapi tetap terbagi
pada apakah mereka harus secepatnya menaikkan suku bunganya lagi,
menurut risalah pertemuan kebijakan yang dirilis Rabu.
Dua pejabat The Fed
mendorong kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut, namun sebagian
besar pejabat menilai bahwa menunggu informasi tambahan merupakan
langkah terbaik, menurut risalah.
Pemungutan suara pejabat The Fed adalah sebesar 9-1 untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut.
Pejabat Fed dalam
beberapa hari terakhir telah menekankan bahwa kenaikan suku bunga dapat
terjadi pada salah satu dari tiga pertemuan yang tersisa tahun ini -
pada bulan September, November atau Desember.
Presiden The Fed New
York William Dudley, Selasa lalu mengatakan bahwa kenaikan suku bunga
pada bulan September masih mungkin terjadi.
Risalah pertemuan
tersebut tidak menguraikan waktu dari setiap langkah. Pejabat The Fed
mengatakan mereka akan "terbuka" dan "fleksibel" tentang kapan waktu
untuk mengambil langkah lain.(mrv)
Sumber: MarketWatch
Cadangan AS Turun, Minyak Tahan Kenaikan Terpanjang Dalam Setahun
BESTPROFIT FUTURES (18/8) - Minyak
tahan kenaikan terpanjangnya dalam lebih dari satu tahun terkait stok
minyak mentah dan bensin AS menurun, mengurangi keterhantungan
persediaan yang berada di tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya dua
dekade terakhir.
Minyak
berjangka sedikit berubah di New York setelah naik lebih dari 12 persen
selama lima sesi sebelumnya. Persediaan minyak mentah mengalami
penurunan terburuk dalam lima minggu, sementara stok bahan bakar motor
jatuh untuk minggu ketiga, menurut laporan dari Energy Information
Administration. OPEC berada di jalur untuk menyetujui kesepakatan
pengurangan produksi karena anggota-anggota terbesarnya sudah memompa
lebih sedikit, Chakib Khelil, mantan presiden kelompok tersebut,
mengatakan dalam sebuah wawancara Bloomberg.
West
Texas Intermediate untuk pengiriman September berada di $ 46,85 per
barel di New York Mercantile Exchange, naik 6 sen, pada 08:11 pagi Hong
Kong. Kontrak naik 21 sen menjadi ditutup di $ 46,79 pada hari Rabu
untuk kenaikan hari kelima, rentang waktu terpanjang sejak April 2015.
Jumlah volume perdagangan sekitar 46 persen di bawah rata-rata
100-harinya.
Brent
untuk pengiriman Oktober kehilangan 10 sen, atau 0,2 persen, ke $ 49,75
per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak pada
hari Rabu naik 62 sen, atau 1,3 persen, menjadi ditutup pada $ 49,85
mencatatkan kenaikan sebesar 13 persen selama lima sesi. Minyak mentah
acuan global diperdagangkan pada $ 2,21 untuk premium WTI pengiriman
Oktober.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Dollar Turun Terkait Signal Suku Bunga Rendah Dari The Fed
BESTPROFIT FUTURES (18/8) - Dolar
melemah, sementara indeks berjangka Asia bervariasi, setelah risalah
dari pertemuan terakhir The Fed memperkuat spekulasi bahwa suku bunga
akan tetap diposisi rendah untuk jangka waktu yang lebih lama. Minyak
melanjutkan reli.
Indeks Bloomberg
Dollar Spot turun 0,2 persen, memangkas kenaikan sesi terakhir setelah
catatan menunjukkan bahwa bank sentral AS melihat sedikit risiko
kenaikan tajam inflasi, sentimen yang membantu menjaga kemungkinan
kenaikan suku bunga tahun ini di bawah 50 persen. Yen menguat dengan
baht Thailand. Nikkei 225 Stock Average berjangka turun dengan kontrak
saham Cina, sementara saham-saham di indeks acuan Australia naik
menyusul kenaikan Indeks S & P 500. Minyak mentah berjangka AS
memperpanjang rekor terpanjang kenaikannya dalam lebih dari satu tahun.
Indeks Bloomberg
dolar, yang mengikuti mata uang AS terhadap mata uang utama lainnya,
jatuh ke 1,165.74 pada 8:39 pagi waktu Tokyo, setelah naik 0,2 persen
sesi terakhir. Indeks naik sebanyak 0,5 persen pada hari Rabu menjelang
publikasi risalah The Fed.
Yen menguat untuk hari
kelima, naik 0,6 persen ke 99,71 per dolar, sedangkan baht naik 0,3
persen ke 34,613 dolar, setelah melemah 0,4 persen di sesi terakhir.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 16 August 2016
Developer Gim Besar Lempar Handuk
Beberapa eksekutif dari Sony sampai Rovio–kreator AngryBirds–menuturkan gim besutan Niantic Labs dan Nintendo ini akan sulit dikejar kesuksesannya. Bahkan, tak sedikit pihak yang menyebut upaya menciptakan gim pesaing bisa menjadi hal yang sia-sia.
Banyak dari petinggi tersebut juga tak segan-segan memainkan Pokemon Go untuk mengerti bagaimana gim tersebut bisa menarik banyak orang. Pun demikian, bukan berarti mereka berencana mengembang gim serupa.
“Saat ini bukanlah waktu yang untuk merilis gim dengan pengalaman augmented reality,” ujar Neil Young, chief executive of mobile game developer N3twork dan mantan general manager Electronic Arts, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (16/8/2016).
Di samping itu, alasan lain yang juga menjadi pertimbangan adalah citra Pokemon yang sudah begitu kuat. Fitur yang memungkinkan pemain berinteraksi dan berburu bersama juga menyulitkan beberapa developer.
Kesuksesan Niantic Labs mengajak pemain untuk berkeliling menangkap Pokemon memang merupakan ide yang brilian, tapi juga sulit ditiru. Terlebih, gim itu dibekali teknologi pemetaan yang terbilang mumpuni, sehingga secara tak langsung telah menciptakan standar tersendiri.
Namun, bukan berarti tak ada pengembang yang berani meniru gim tersebut. Seperti diwartakan sebelumnya, pengembang asal Tiongkok diketahui telah membuat gim yang mirip dengan Pokemon Go.
Meskipun digadang-gadang sebagai format gim masa depan, tak sedikit eksekutif yang menyebut Pokemon Go sebenarnya tak akan bertahan lama. Alasannya, pemburuan yang membutuhkan aktivitas fisik dianggap tak menjual bagi sebagian besar pemain gim.
Executive vice president Rovio Entertainment, Wilhelm Taht menuturkan tak mudah untuk mengajak seorang pemain bangun dari tempat duduknya. Ia juga menyebut banyak yang juga pernah melakukan hal serupa, tapi nyatanya tak membuahkan hasil.
Kendati demikian, nyatanya sampai saat ini Pokemon Go berhasil menjadi salah satu gim mobile yang sukses. Gim itu diperkirakan sudah mendulang untung US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun.
Sumber : Liputan6
Pengapalan Smartphone Diprediksi Naik
Salah satu pasar dengan pertumbuhan kuat saat ini adalah pasar Asia Pasifik (tidak termasuk Tiongkok). Di India, meskipun pendapatan per kapitanya rendah, pengiriman smartphone diperkirakan akan naik 21 persen pada tahun ini.
Pasar dengan pertumbuhan kuat lainnya adalah Filipina. Pada tahun ini pengapalan smartphone di sana diproyeksikan akan meningkat 26 persen.
Canalys, sebagaimana dikutip dari Phone Arena, Selasa (16/8/2016), mencatat bahwa di pasar seperti Eropa Barat dan Amerika Utara, di mana pengiriman smartphone menurun dalam dua kuartal pertama 2016, paruh kedua akan menguat berkat peluncuran smartphone terbaru Apple, iPhone 7 dan iPhone 7 Plus.
Akan tetapi, meski pengiriman smartphone pada tahun ini meningkat secara global, tahun ini tidak akan menjadi peluang besar bagi Apple. Wall Street memprediksi pengiriman iPhone akan menurun 9 persen selama tahun fiskal Apple, yang berakhir pada bulan September.
Analis Ishan Dutt menyebut iPhone 6s dan iPhone 6s Plus “mengecewakan” dan menyalahkan kehilangan momentum di Tiongkok sebagai penyebab kondisi Apple saat ini.
Analis lain, Jessie Ding, mengatakan iPhone 6s kurang mendapat respons positif di pasar dan iPhone SE sepertinya tidak membuat perubahan signifikan bagi keberuntungan Apple di wilayah tersebut pada tahun ini. Pemain lokal, menurut Jessie, telah meningkatkan kualitas produknya dengan harga jual lebih baik.
Apple diperkirakan baru akan mengalami pertumbuhan pada 2017 dengan peningkatan 5 persen dalam hal pengiriman unit smartphone. Mengingat tahun depan akan menjadi ulang tahun ke-10 dari iPhone, mungkin kita akan melihat sejumlah fitur baru dari Apple. Dengan begitu, pengiriman iPhone pada tahun depan boleh jadi akan sesuai dengan perkiraan Wall Street
Sumber : Liputan6
Subscribe to:
Comments (Atom)






















