Wednesday, 21 January 2026

Bestprofit | Pasar Tenang, Emas Alami Koreksi

 https://best-profit-futures-malang.com/wp-content/uploads/2026/01/compressed_Tarif-Ditahan-Emas-Pangkas-Kenaikan.jpg

Bestprofit (22/1) – Harga emas mengalami penurunan pada awal perdagangan global setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan membatalkan rencana penerapan tarif terhadap negara-negara Eropa. Keputusan ini langsung memengaruhi sentimen pasar keuangan dunia, khususnya pasar logam mulia, yang selama ini sangat sensitif terhadap isu geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional.

Emas, yang dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven), cenderung menguat saat ketidakpastian global meningkat. Namun, ketika risiko geopolitik mereda, investor biasanya mulai mengalihkan dana mereka ke aset berisiko seperti saham atau mata uang, sehingga menekan harga emas.

Kesepakatan Greenland Redakan Ketegangan AS–Eropa

Pembatalan rencana tarif tersebut diumumkan Trump setelah ia menyatakan telah tercapai sebuah “kerangka kesepakatan masa depan” terkait Greenland. Pernyataan ini disampaikan melalui media sosial usai pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte.

Meski Trump tidak mengungkapkan detail konkret mengenai isi kesepakatan tersebut, pasar menilai langkah ini sebagai sinyal positif yang cukup kuat. Selama beberapa waktu terakhir, hubungan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa berada dalam ketegangan akibat wacana tarif baru yang berpotensi memicu perang dagang lanjutan. Kesepakatan awal terkait Greenland dipandang mampu meredam eskalasi konflik politik dan ekonomi di kawasan Atlantik.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Perubahan Sentimen Pasar yang Terjadi Cepat

Sebelum pernyataan Trump tersebut, harga emas justru berada dalam tren kenaikan tajam. Selama tiga hari perdagangan berturut-turut, emas mencatatkan reli signifikan hingga menembus rekor tertinggi sepanjang masa di atas USD 4.888 per ons. Lonjakan ini didorong oleh kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian geopolitik, risiko kebijakan proteksionisme, serta spekulasi arah suku bunga global.

Namun, pasar keuangan dikenal sangat dinamis. Begitu sentimen berubah, reaksi investor pun terjadi dengan cepat. Pernyataan Trump yang bernada menenangkan langsung memicu aksi ambil untung (profit taking) di pasar emas. Investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset aman dan kembali mempertimbangkan peluang di instrumen lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Penguatan Dolar AS Tekan Harga Emas

Meredanya ketegangan global juga memberikan dampak langsung terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat. Indeks Spot Dolar Bloomberg tercatat naik sekitar 0,1%. Penguatan dolar ini menjadi faktor tambahan yang menekan harga emas.

Secara umum, terdapat hubungan terbalik antara dolar AS dan harga emas. Karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar, penguatan mata uang AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Akibatnya, permintaan global terhadap emas cenderung menurun, sehingga harga pun tertekan.

Pergerakan Harga Emas di Pasar Asia

Pada perdagangan pagi hari di kawasan Asia, tepatnya pukul 7.36 waktu Singapura, harga emas tercatat turun 0,8% ke level USD 4.793,96 per ons. Penurunan ini menandai koreksi signifikan setelah reli tajam yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya.

Pelaku pasar di Asia terlihat berhati-hati sambil menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan Amerika Serikat serta respons dari negara-negara Eropa. Banyak investor memilih untuk bersikap wait and see sebelum mengambil posisi baru di pasar logam mulia.

Logam Mulia Lain Ikut Tertekan

Tidak hanya emas, tekanan jual juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak tercatat turun 1,3% menjadi USD 91,86 per ons. Sementara itu, platinum dan paladium juga mengalami pelemahan seiring dengan perubahan sentimen pasar global.

Perak, yang memiliki karakteristik ganda sebagai logam industri dan aset lindung nilai, sering kali bergerak lebih volatil dibanding emas. Ketika risiko global mereda, permintaan spekulatif terhadap perak biasanya ikut berkurang. Hal yang sama berlaku bagi platinum dan paladium yang sangat bergantung pada prospek industri otomotif dan manufaktur global.

Dampak Kebijakan Politik terhadap Pasar Keuangan

Peristiwa ini kembali menunjukkan betapa besar pengaruh pernyataan dan kebijakan politik terhadap pasar keuangan global. Satu pernyataan dari kepala negara, terutama dari Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar dunia, dapat langsung mengubah arah pergerakan aset dalam hitungan jam.

Investor global kini semakin memperhatikan faktor geopolitik sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan investasi. Risiko perang dagang, konflik diplomatik, hingga kesepakatan internasional menjadi variabel utama yang memengaruhi pergerakan harga komoditas, mata uang, dan saham.

Prospek Harga Emas ke Depan

Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan akan tetap volatil. Di satu sisi, meredanya ketegangan antara AS dan Eropa dapat membatasi potensi kenaikan harga emas dalam jangka pendek. Namun di sisi lain, ketidakpastian global belum sepenuhnya hilang, termasuk terkait kebijakan moneter, inflasi, serta dinamika politik internasional lainnya.

Jika muncul kembali sentimen negatif atau ketegangan baru di panggung global, emas berpeluang kembali diminati sebagai aset lindung nilai. Sebaliknya, jika stabilitas ekonomi dan politik global terus membaik, harga emas bisa menghadapi tekanan lanjutan akibat berkurangnya minat investor.

Kesimpulan

Penurunan harga emas pada awal perdagangan ini mencerminkan perubahan cepat dalam sentimen pasar global setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana tarif terhadap Eropa dan mengumumkan kerangka kesepakatan terkait Greenland. Meredanya ketegangan geopolitik mendorong penguatan dolar AS dan mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman.

Meski demikian, pasar masih akan terus mencermati perkembangan kebijakan dan hubungan internasional dalam beberapa waktu ke depan. Bagi investor, kondisi ini menjadi pengingat bahwa pasar logam mulia sangat dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan makroekonomi, sehingga strategi investasi yang fleksibel dan waspada tetap menjadi kunci utama.


Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!
bestprofit futures