
Bestprofit (12/1) – Harga emas menguat pada perdagangan hari Jumat dan bersiap menutup pekan dengan kenaikan hampir 4%. Kenaikan ini didorong oleh laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang beragam, di mana pertumbuhan lapangan kerja tercatat lebih rendah dari ekspektasi pasar. Meskipun tingkat pengangguran sedikit menurun, investor tetap optimistis bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada tahun ini.
Pada saat penulisan, emas spot dengan simbol XAU/USD diperdagangkan di level $4.507 per ons, menguat sekitar 0,65% secara harian. Pergerakan ini menegaskan posisi emas sebagai aset lindung nilai yang tetap diminati di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter dan kondisi ekonomi global.
Data Ketenagakerjaan AS Jadi Pemicu Utama Penguatan Emas
Penguatan harga emas tidak terlepas dari rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls (NFP). Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah lapangan kerja baru yang tercipta pada bulan Desember berada di bawah perkiraan analis dan lebih rendah dibandingkan angka bulan November.
Meskipun demikian, laporan tersebut juga mencatat penurunan tipis pada Tingkat Pengangguran, yang mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih relatif stabil. Di sisi lain, Pendapatan Per Jam Rata-rata tercatat sesuai dengan ekspektasi, menunjukkan bahwa tekanan upah tidak mengalami lonjakan signifikan.
Kombinasi data ini menciptakan sinyal campuran bagi pasar. Di satu sisi, lemahnya pertumbuhan lapangan kerja mendukung narasi perlambatan ekonomi, yang biasanya menjadi katalis positif bagi harga emas. Di sisi lain, stabilnya tingkat pengangguran menunjukkan bahwa ekonomi AS belum sepenuhnya melemah.
Kunjungi juga : bestprofit futures
Taruhan Pemangkasan Suku Bunga Fed Tetap Hidup
Data ketenagakerjaan yang lebih lemah memperkuat ekspektasi bahwa The Fed memiliki ruang untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya. Meskipun data ekonomi terbaru membebani peluang pemangkasan suku bunga dalam jangka pendek, pelaku pasar tetap yakin bahwa sepanjang tahun ini bank sentral AS akan memangkas suku bunga hingga 50 basis poin.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga biasanya menjadi sentimen positif bagi emas, karena penurunan suku bunga akan menekan imbal hasil obligasi dan melemahkan daya tarik aset berbunga. Dalam kondisi seperti ini, emas yang tidak memberikan imbal hasil justru menjadi lebih menarik bagi investor.
Data Perumahan AS Tunjukkan Perlambatan Ekonomi
Selain data ketenagakerjaan, rilis data sektor perumahan juga memberikan tekanan tambahan pada sentimen pasar. Izin Pembangunan dan Pembangunan Perumahan untuk bulan Oktober tercatat menurun jika dibandingkan dengan data bulan November sebelumnya.
Penurunan ini menunjukkan bahwa sektor properti AS masih menghadapi tantangan, terutama akibat suku bunga tinggi yang menekan permintaan. Perlambatan di sektor perumahan sering kali dianggap sebagai indikator awal pelemahan ekonomi secara keseluruhan, yang kembali memperkuat daya tarik emas sebagai aset aman.
Sentimen Konsumen Membaik, Namun Kekhawatiran Inflasi Tetap Ada
Di sisi lain, rilis awal Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk bulan Januari menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan pasar. Hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan rumah tangga AS terhadap kondisi ekonomi jangka pendek mengalami perbaikan.
Namun demikian, survei tersebut juga mengungkapkan bahwa konsumen masih menyimpan kekhawatiran terhadap inflasi dalam jangka menengah. Kekhawatiran ini menjadi faktor penting yang terus dipantau oleh The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya ke depan.
Pergerakan Harga Emas: Dari Koreksi ke Level Tertinggi Harian
Setelah rilis berbagai data ekonomi tersebut, harga emas sempat mengalami tekanan dan turun menuju area $4.450 per ons. Namun, tekanan jual tersebut tidak bertahan lama. Minat beli kembali muncul dan mendorong harga emas menembus level psikologis $4.500.
Emas kemudian mencetak level tertinggi harian di $4.517, hanya terpaut sedikit dari rekor tertinggi sepanjang masa di $4.549. Pergerakan ini mencerminkan kuatnya permintaan terhadap emas, terutama dari investor yang mencari perlindungan di tengah ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter.
Dolar AS Berfluktuasi, Indeks DXY Menguat Tipis
Di pasar mata uang, Dolar AS menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Setelah sempat memangkas sebagian kenaikan sebelumnya, dolar kembali menguat seiring dengan penyesuaian ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.
Hal ini tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja dolar terhadap enam mata uang utama dunia. Pada perdagangan terakhir, DXY naik sekitar 0,33% ke level 99,16.
Biasanya, penguatan dolar menjadi faktor penekan bagi harga emas karena membuat logam mulia tersebut lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Namun dalam kondisi saat ini, pengaruh dolar yang menguat relatif terbatas karena sentimen pemangkasan suku bunga masih mendominasi pasar emas.
Fokus Investor Beralih ke Data Ekonomi AS Pekan Depan
Ke depan, para pedagang dan investor emas akan mencermati serangkaian data ekonomi penting dari Amerika Serikat pada pekan mendatang. Fokus utama akan tertuju pada angka inflasi, yang menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Selain itu, pasar juga akan menantikan data Penjualan Ritel, survei indeks manufaktur regional, klaim pengangguran mingguan, serta sejumlah pidato pejabat Federal Reserve. Data-data ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kekuatan ekonomi AS dan arah kebijakan moneter ke depan.
Kesimpulan: Prospek Emas Tetap Positif di Tengah Ketidakpastian
Secara keseluruhan, harga emas menunjukkan kinerja yang solid dengan potensi mencatat kenaikan mingguan hampir 4%. Data ketenagakerjaan yang lebih lemah, perlambatan sektor perumahan, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed menjadi faktor utama yang menopang harga emas.
Meskipun dolar AS menunjukkan penguatan moderat dan sentimen konsumen membaik, kekhawatiran terhadap inflasi dan ketidakpastian kebijakan moneter masih menjadi alasan kuat bagi investor untuk mempertahankan eksposur di emas. Dengan banyaknya data ekonomi penting yang akan dirilis dalam waktu dekat, volatilitas harga emas diperkirakan tetap tinggi, namun prospek jangka menengahnya masih cenderung positif.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!
bestprofit futures