Monday, 23 June 2014

Industri Jasa Keuangan Indonesia Masih Sehat, OJK Kembangkan Regulasinya

Otoritas Jasa Keuangan melaporkan hasil kinerja industri jasa keuangan untuk periode triwulan I 2014 yang ada di Indonesia mengalami pergerakan yang positif, dan hal ini terlihat dari progress pergerakan hampir semua industri yang mengalami kenaikan meskipun dengan volatilitas yang rendah.
Pada sektor perbankan, kinerja sektor perbankan dinilai secara umum cukup baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terlihat pada rasio kecukupan modal (CAR) yang tinggi sebesar 19,8% dan rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah sebesar 1,9%. Namun terjadi perlambatan pada perbankan syariah.
Demikian juga dengan pasar modal, IHSG Bursa Efek Indonesia triwulan I 2014 meningkat sebesar 11,56% yang ditutup pada posisi 4.768,28. Dampak dari penguatan indeks mempengaruhi peningkatan nilai kapitalisasi saham menjadi Rp 4.717,5 triliun.
Pengaruh positif berimbas pada pasar obligasi yang juga mengalami peningkatan, terutama pasar SBN, dimana imbal hasil (yield) SBN jangka waktu 5 tahun mengalami penurunan. Untuk produk investasi seperti Reksa Dana melanjutkan kecenderungan triwulan sebelumnya mengalami peningkatan dimana total Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada triwulan I ini meningkat sebesar Rp 206,32 triliun atau sebesar 7,45%
Tahun ini OJK mengembangkan kerangka regulasi antara ketiga industri jasa keuangan yang diterapkan pada industri Perbankan, Pasar Modal dan IKNB berbasis syariah. Didalam mengakomodir dinamika industri dan tantangan kedepan, maka OJK menerbitkan 7 peraturan yang berkaitan dengan IKNB, Edukasi & Perlindungan konsumen dan pungutan OJK
Pergerakan yang positif pada industri ini menunjukkan industri sektor keuangan Indonesai masih terjada dan terbentuknya momentum yang membentuk indikator perekonomian yang menunjukkan tren positif mencapai 5,21% dengan nilai tukar rupiah mulai menguat sebesar 7% sampai dengan akhir triwulan I 2014 dan ini merupakan termasuk yang paling besar diantara negara-negara emerging market seperti Turki, Brazil, India dan Afrika Selatan.

Sumber : Vibiznews

Saham General Electric Merosot, Bursa Saham AS Ditutup Melemah

BESTPROFIT FUTURES (24/06) - Bursa Saham AS melemah, Indeks Standard & Poor 500 melemah untuk pertama kalinya dalam 7 sesi terakhir, hal tersebut akibat saham General Electric Co. pimpin penurunan yang mengimbangi gain pada saham-saham perusahaan penghasil energi.

General Electric turun 1.1%. FMC Corp. melemah 4.9%. Integrys Energy Group Inc. melonjak 12%. Micros Systems menguat 3.4%.

Indeks S&P 500 melemah kurang dari 0.1% ke level 1,962.50 pukul 4 sore waktu New York. Dow Jones Industrial Average turun 10.27 poin atau 0.1% ke level 16,936.81. Pekan lalu kedua acuan saham tersebut ditutup pada level tertinggi baru.

Pekan lalu acuan ekuitas tersebut mengalami kenaikan sebesar 1.4%, kenaikan tajam dalam 2 bulan terakhir, ditutup pada level tertinggi barunya sebesar 1,962.87. Dow Jones Industrial Average juga ditutup berada pada rekornya. Gubernur Federal Reserve Janet Yellen menyatakan bahwa kebijakan moneter yang akomodatif, meningkatnya properti dan harga ekuitas dan pulihnya ekonomi global akan memicu tren pertumbuhan positif. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Dolar Merosot Tajam Angkat Harga Emas

BESTPROFIT FUTURES (24/06) - Emas berjangka naik untuk sesi keempat berturut-turut pasca dolar mengalami penurunan terpanjang dalam tujuh pekan terakhir yang mendorong permintaan untuk logam sebagai alternatif investasi.
Greenback turun untuk sesi keempat secara berturut-turut terhadap sekeranjang 10 mata uang utama, penurunan terpanjang sejak 30 April lalu. Pada tanggal 19 Juni lalu, emas melonjak sebesar 3,3 persen, level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir  pasca pihak otoritas Federal Reserve mengatakan akan tetap mempertahankan suku bunga ultra rendahnya untuk waktu yang cukup.
Di Comex di New York, emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik sebesar 0,1 persen untuk menetap di level $1,318.40 per ons pukul 1:34 waktu setempat. Pada jumat lalu, harga emas mencapai level $1,322.50, tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 15 April lalu.
Emas menuju kenaikan kuartalan kedua secara berturut-turut untuk pertama kalinya sejak tahun 2011 lalu karena meningkatnya permintaan untuk safe haven di tengah meningkatnya kekerasan di Irak dan konflik antara Ukraina dan Rusia.
Hedge fund dan manajer keuangan lainnya meningkatkan spekulasi bullish terhadap emas sebesar 30 persen dalam pekan yang berakhir 17 Juni lalu, kenaikan terbesar sejak Februari lalu. Sementara itu, data pemerintah menunjukkan pada jumat kemarin.
Logam mulia naik sebesar 70 persen dari Desember 2008 sampai Juni 2011 lalu pasca Fed membeli surat utang dan mengadakan biaya pinjaman mendekati nol persen, meningkatkan kekhawatiran inflasi. (izr)
Sumber: Bloomberg

Sunday, 22 June 2014

CEO BlackBerry Pastikan BBM untuk Perangkat Windows Phone akan Hadir Bulan Depan

Saat ini memang banyak pengguna perangkat Windows Phone yang menantikan kehadiran dari layanan pesan milik BlackBerry yaitu BBM atau BlackBerry Messenger. Namun kini nampaknya harapan pengguna Windows Phone akan hadirnya aplikasi BBM di perangkatnya akan terwujud setelah CEO BlackBerry yaitu John Chen memastikan bulan depan BBM akan hadir di Windows Phone.
Seperti yang dilansir dari Mashable, CEO BlackBerry yaitu John Chen, memastikan bahwa layanan pesan instan BlackBerry Messenger untuk perangkat Windows Phone akan hadir di bulan depan atau tepatnya di bulan Juli.
Memang kabar ini sejatinya sudah beredar sejak beberapa bulan sebelumnya, namun berkat kabar baik yang dilontarkan langsung oleh CEO BlackBerry, setidaknya para penggemar BBM di perangkat Windows Phone tahu pasti bahwa hanya dalam beberapa minggu ke depan mereka akan dapat menikmati layanan pesan instan populer tersebut.
Namun John Chen tidak menyebutkan secara spesifik terkait tanggal peluncuran BBM di Windows Phone. Meskipun demikian dengan dirilisnya BBM pada platform besutan Microsoft ini, artinya jangkauan aplikasi BBM kini semakin luas setelah hadir di Android dan iOS.
Selain itu kabar terbaru menyebut bahwa BBM untuk Windows Phone kemungkinan juga akan hadir bagi pengguna BlackBerry di Indonesia. Hal tersebut dilakukan mengingat Indonesia adalah salah satu basis terkuat pengguna handset BlackBerry maupun BBM.

Sumber : Vibiznews

Konflik Irak Masih Kokoh Perkuat Harga Minyak Mentah

Harga minyak mentah pada perdagangan pekan lalu di Bursa NYMEX terpantau kembali ditutup menguat secara agregat sepekan. Penguatan harga minyak mentah dipicu oleh sentimen positif kuat dari konflik yang sedang berlangsung di Irak sejak dua pekan lalu.
Pengaruh Irak sebagai anggota OPEC dengan total ekspor minyak mentah terbesar ke-2 di dunia, masih kokoh memperkuat harga minyak mentah di Bursa NYMEX. Walaupun sentimen cukup kokoh, harga minyak mentah jenis WTI sempat melemah pada pertengahan pekan lalu akibat adanya peningkatan persediaan cadangan minyak mentah AS walaupun maish berada dalam kondisi defisit. Namun, pelemahan tersebut, dapat ditutup dengan rebound signifikan harga minyak WTI hingga hampir menyentuh level $107/barrel akibat adanya ekspektasi konflik Irak akan berlangsung lama.
Sedangkan untuk minyak jenis Brent di Bursa NYMEX, terpantau pada pekan lalu terus berada dalam trend menguat hingga 4 dari 5 hari perdagangan. Dampak konflik Irak terhadap pergerakan harga minyak Brent jauh melebihi pergerakan menguat harga minyak WTI sebab ketergantungan akan sumber minyak asal Irak untuk kegiatan produksi jenis minyak tersebut. Namun, berbeda dengan minyak jenis WTI, pergerakan menguat harga minyak jenis Brent dalam pekan lalu yang hampir terus berada di zona hijau justru mengalami pelemahan akibat aksi profit taking. Walaupun demikian, harga minyak jenis Brent masih tetap ditutup menguat secara agregat sepekan.
Pada perdagangan pekan lalu di Bursa NYMEX, harga minyak WTI ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga minyak WTI berjangka untuk kontrak Agustus 2014 naik 0,62% ke tingkat harga $106,83/barrel atau menguat $0,66/barrel.
Sedangkan untuk minyak jenis Brent, terpantau pada pekan lalu juga mengalami penguatan lebih signifikan di Bursa NYMEX. Harga minyak jenis Brent berjangka untuk kontrak Desember 2014 naik hingga 2,47% ke tingkat harga $112,47/barrel atau menguat $2,71/barrel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga minyak mentah berpotensi untuk kembali bergerak menguat pada pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh adanya ketergantung baik untuk produksi minyak jenis Brent maupun WTI terhadap aliran Supply Irak. Ekspor minyak mentah Irak yang pada April lalu mencapai 75,3 juta barrel untuk pengiriman dari Basrah, menjadi tolak ukur tingkat dependensi persediaan minyak global terhadap aliran supply Irak. Terkait pergerakan harga minyak pada pekan ini di Bursa NYMEX, minyak mentah diprediksi akan bergerak di kisaran $104,5-$109 pada WTI dan $108,5-$116,5 pada Brent.

Sumber : Vibiznews

Bursa Saham China Menguat Pasca Rilis Data Manufaktur

BESTPROFIT FUTURES (23/06) - Saham China naik, dipimpin oleh konsumen-discretionary dan perusahaan teknologi, setelah sebuah rilis laporan data yang mengisyaratkan ekspansi tak terduga di bidang manufaktur.
Saham Suning Commerce Group Co, peritel elektronik terbesar China, menghentikan penurunan selama lima hari dan SAIC Motor Corp naik 0,7% untuk memimpin jenaikan pada perusahaan konsumen yang bergantung pada pertumbuhan ekonomi. Jiangxi Copper Co naik diantara perusahaan material dengan kenaikan sebanyka 1%. Perusahaan perangkat lunak Neusoft Corp naik sebanyak 2%.
Indeks Shanghai Composite Index naik 0,2% ke level 2,031.52 pada 09:50 pagi waktu setempat, sementara Indeks Hang Seng China Enterprises menguat 0,8%.
Indeks CSI 300 naik 0,4%. Indeks Bloomberg China-US Equity, Indeks perusahaan AS yang terdaftar paling diperdagangkan China, turun 0,4% pada 20 Juni lalu.(yds)

Sumber: Bloomberg

Emas Perpanjang Penurunan Dari Level 2 Bulan Tertinggi

BESTPROFIT FUTURES (23/06) - Emas jatuh untuk hari kedua terkait sinyal reli yang meredam permintaan fisik serta aset investasi. Platinum menurun di tengah ekspektasi para penambang di Afrika Selatan dapat kembali bekerja di pekan ini.
Bullion untuk pengiriman segera turun 0,3% ke level $ 1,311.29 per ons pada pukul 9:16 pagi di Singapura, menurut harga Bloomberg. Emas naik ke level $ 1,322.12 pada tanggal 20 Juni, level tertinggi sejak 15 April lalu, terkait spekulasi biaya pinjaman di AS akan menalami penurunan.
Emas untuk pengiriman Agustus turun 0,2% ke level $ 1,313.70 per ons di New York Comex. Para investor meningkatkan posisi bullish 30% ke level 66.572, kenaikan terbesar sejak Februari lalu, Data Commodity Futures Trading Commission AS menunjukkan.
Platinum turun sebanyak 0,6% ke level $ 1,447.63 per ons.
Perak untuk pengiriman segera turun 0,2% ke level $ 20,8305 per ons. Palladium turun 0,2% ke level menjadi $ 820,50 per ons, mencatat penurunan untuk hari keduanya.(yds)

Sumber: Bloomberg

Bursa Saham Jepang Menguat Jelang Data PMI China

BESTPROFIT FUTURES (23/06) - Saham Jepang naik, setelah indeks Topix ditutup dengan kenaikan mingguan kelima, karena pelamahn yen dan produsen logam non-ferrous memimpin kenaikan. Sementara investor menunggu rilis data manufaktur China hari ini.
Indeks Topix naik 0,3% ke level 1,273.06 pada 09:01 di Tokyo, dengan semua kecuali tiga dari 33 kelompok industri naik. Indeks saham meningkat 2% pekan lalu mencatat kenaikan mingguan kelima. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,5% hari ini ke level15,426.87. PMI awal dari HSBC Holdings Plc dan Markit Ltd untuk bulan Juni dirilis pada 10:45 pagi waktu Tokyo. YMata uang yen tergelincir sebanyak 0,1% ke level102,13 per dolar.
Angka Pembacaan awal dari Indeks manufaktur China dapat meningkat ke level 49,7, menurut perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg News. Angka di bawah 50 sinyal kontraksi.(yds)

Sumber: Bloomberg

Friday, 20 June 2014

EMAS ANTAM: Harga Jual dan Buyback Melonjak Rp10.000/Gram

Menutup perdagangan pekan ini, harga jual emas batangan ritel di Jakarta dipatok melonjak Rp10.000/gram pada perdagangan Kamis (19/6/2014) berdasarkan acuan harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
 Daftar harga emas BUMN tambang tersebut pukul 07.55 WIB menyebutkan harga jual emas batangan dipatok pada level Rp509.600-Rp549.000.
Level harga Rp509.600 untuk penjualan emas batangan berukuran 500 gram, sedangkan Rp549.000 untuk emas berukuran 1 gram.
Adapun harga buyback (beli kembali) Antam juga dipatok naik Rp10.000 ke level Rp489.000.
Pergerakan harga emas Antam sejalan dengan pasar global di bursa komoditas New York. Indeks Comex Gold Bloomberg menguat US$0,04/gram ke level US$42,3/gram pada pukul 08.20 WIB.

Harga Minyak Berfluktuasi, CPO Diincar

Ketidakstabilan berkepanjangan di Irak diperkirakan akan mendongkrak harga minyak. Baru-baru ini, minyak mentah WTI untuk pengiriman Juli menembus US$105 per barel, pertama kali dalam sembilan bulan terakhir.
Irak adalah produsen minyak terbesar keempat di antara negara OPEC berdasarkan produksi harian 2008-2012. Irak juga memiliki CAGR tertinggi dalam hal produksi minyak mentah harian (5,2%).
Menurut tim riset KDB Daewoo Securities Indonesia, harga minyak yang tinggi memungkinkan konsumen untuk mencari sumber energi alternatif, dan salah satunya adalah minyak sawit mentah (CPO) yang dapat diolah menjadi biofuel.

AALI diperdagangkan pada 15,0x FY14 forward P/E dengan estimasi ROE 25,6%, LSIP diperdagangkan pada 14,7x FY14 forward P/E dan estimasi ROE 14,9%, dan BWPT diperdagangkan pada 15,2x FY14 forward P/E dan estimasi ROE 15,1%.
“Di antara perusahaan tersebut, kami melihat valuasi AALI relatif menarik karena estimasi ROE yang lebih tinggi.”
Pada pertengahan 2011 dan awal 2012, ketika harga minyak melonjak ke level US$100 per barel, konsumsi biodiesel naik hampir dua kali lipat dari 358 juta liter (2011) menjadi 670 juta liter (2012).
Peningkatan permintaan juga didorong oleh kenaikan tingkat campur CPO ke dalam biofuel dan perluasan distribusi biofuel di Kalimantan. Indonesia adalah produsen CPO terbesar dengan total produksi 31 juta metrik ton pada 2013.
Sejak 2006, pemerintah Indonesia telah mempromosikan biofuel sebagai sumber energi alternatif. Hal ini bias dilihat dengan terbitnya surat Instruksi Presiden yang mengatur kebijakan dan insentif untuk investasi biofuel.
Saat ini, biofuel adalah mengkontribusi 27% dari konsumsi bahan bakar di Indonesia, dengan penggunaan mulai dari mobil diesel ke pembangkit listrik berbahan bakar diesel. Pemerintah juga telah merilis sebuah mandat untuk meningkatkan penggunaan biofuel hingga 2025.

HARGA MINYAK: Situasi Irak Kian Genting, WTI Menguat

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat hingga hari kedua setelah AS menyatakan akan mengirim penasihat militer menyusul pergolakan yang terjadi di Irak sebagai produsen terbesar kedua di antara negara pengekspor minyak.
Kontrak minyak mentah itu naik 0,2% di bursa New York setelah kemarin menguat 0,4%.
Presiden AS Barack Obama menyatakan akan mengirim sebanyak 300 penasihat militer untuk membantu pasukan Irak menghadapi kelompok pemberontak. Selain itu dilaporkan bahwa AS siap untuk mengambil tindakan ekstra kalau diperlukan.
Namun demikian, pertempuran antara kelompok pemberontak dengan pasukan pemerintah belum menyebar ke wilayah selatan. Wilayah tersebut merupakan  dua per tiga dari produksi minyak di Irak.
WTI untuk pengiriman Juli naik 25 sen menjadi US$106,68 per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Harga kontrak itu tercatat US $106,61 pukul 09:22 waktu Sydney atau pukul 05:22 WIB sebagaimana dikutip Bloomberg, Jumat (20/6/2014).
Sedangkan kontrak Brent untuk pembayaran Agustus naik 80 sen atau 0,7% menjadi US$115,06 per barel di bursa London kemarin.
Harga komoditas itu dilaporkan naik 1,5% pekan ini. Sementara itu, selisih harga minyak acuan Eropa itu terhadap WTI tercatat sebesar US $9,01 untuk bulan yang sama.


Source : Bloomberg

Emas Dekati 2 Bln Tertinggi, Nikkei Naik; Tembaga Terkoreksi


Emas berada di dekat dua bulan tertinggi dan indeks berjangka Jepang mengindikasikan kenaikan seiring peningkatan pada saham-saham global ditengah prospek biaya pinjaman AS yang akan tetap rendah untuk sementara waktu. Tembaga berjangka turun sementara minyak mengalami kenaikan untuk hari kedua.

Emas diperdagangkan di level $ 1,318.94 per ons pukul 8:24 pagi di Tokyo, setelah menyentuh harga tertinggi sejak 15 April menyusul lonjakan 3,3 persen kemarin. Nikkei 225 Stock Average berjangka diperdagangkan 0,1 persen lebih tinggi di pre-market, sementara Standard & Poor 500 berjangka turun 0,1 persen setelah indeks ekuitas itu mencapai rekor terbaru. Pasar berkembang di Asia melanjutkan pelemahan setelah mata uang domestik melonjak kemarin. Minyak mentah di New York naik 0,2 persen sementara tembaga berjangka turun 0,2 persen.

Data ekonomi di AS menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang stabil pada pasar tenaga kerja dan meningkatkan kepercayaan investor, sehari setelah ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa tingkat suku bunga akan tetap di dekat nol dalam "waktu yang cukup" setelah program pembelian obligasi berakhir. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda berbicara di Tokyo hari ini, dan Malaysia akan melaporkan data inflasinya. Selain itu update terbaru untuk neraca berjalan daerah euro akan dirilis hari ini.

Sumber: Bloomberg

Emas Naik Tajam Dalam Sembilan Bulan Terakhir, Perak Catat Lonjakan


Emas melonjak ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir serta perak melonjak ke level 13 minggu tertinggi karena Federal Reserve mengatakan bahwa suku bunga AS turun, mendorong pelemahan dolar dan meningkatkan permintaan untuk logam mulia sebagai investasi alternatif.

Emas menyentuh level $ 1.300 per ons dan perak naik tajam dalam empat bulan terakhir. Dolar jatuh ke level terendah empat minggu terhadap sejumlah 10 mata uang utama.

Sekedar catatn, tahun lalu emas turun sebanyak 28% setelah beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam mulia sebagai nilai lindung ditengah reli di pasar ekuitas dan inflasi diredam. Komoditas ini naik 70% dari Desember 2008 sampai Juni 2011 silam seiring The Fed membeli utang dan mengadakan biaya pinjaman mendekati 0%

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik 3,3% untuk menetap di level $ 1,314.10 pada 1:36 di New York Comex, kenaikan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 19 September. Sebelumnya, logam mulia mencapai level $ 1,317.40, yang tertinggi sejak 15 April lalu.(yds)

Sumber: Bloomberg

Thursday, 19 June 2014

Saham Asia naik ditengah optimisme terhadap Fed

Saham Asia menguat pada awal perdagangan hariKamis, naik ditengah optimisme Wall Street setelah Federal Reserve AS memberikan penilaian positif terhadap perekonomian terbesar di dunia (Amerika) dan berkomitmen untukmempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,4 persen.

Index Nikkei 225 di Tokyo naik 0,4 persen, dengan penguatan yen yang membatasi keuntungan.

Di Wall Street, index S & P 500 berakhir pada rekor tertinggi pada hari Rabu setelah The Fed mengisyaratkan laju yang sedikit lebih cepat dari kenaikan suku bunga mulai tahun depan tetapi juga mengisyarakan suku bunga jangka panjang akan lebih rendah dibandingkan indikasi sebelumnya.

Pernyataan kebijakan The Fed sedikit berubah dari yang dikeluarkan setelah pertemuan terakhir pada bulan April lalu yang mengulangi pernyataan bahwa suku bunga akan tetap mendekati nol "untuk waktu yang cukup" setelah
pembelian obligasi berakhir. (vck)


Sumber: Reuters

Saham Berjangka Asia Naik Ditengah Reli Saham Global


Indeks saham berjangka Asia menguat pagi ini mengikuti indeks saham global yang mencapai posisi tertinggi sepanjang masa dan bursa saham AS melonjak setelah Federal Reserve mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi mengalami rebound dan tingkat suku bunga akan tetap rendah untuk beberapa waktu kedepan. Dolar tahan penurunan dibandingkan pair-nya sementara minyak mentah di New York mengalami rebound.

Nikkei 225 Stock Average berjangka naik 0,3 persen di pre-market Osaka setelah kontrak pada indeks Australia dan Korea Selatan juga mengalami kenaikan. Standard & Poor 500 berjangka sedikit berubah pada 08:44 pagi di Tokyo setelah indeks tersebut dan MSCI Indeks All-Country World menguat di atas rekor penutupan sebelumnya. Greenback masih stabil setelah kehilangan lebih dari 0,2 persen terhadap yen dan euro, sementara dolar Selandia Baru turun setelah data rilis pertumbuhan ekonomi yang lambat dari perkiraan. Sementara itu, minyak mentah naik sebesar 0,3 persen.

The Fed akhirnya memangkas pembelian obligasi dalam pertemuan kebijakan kelimanya dengan mengatakan bahwa mereka mengharapkan tingkat suku bunga tetap mendekati nol untuk "waktu yang dirasakan cukup" setelah akhir dari program stimulus, yang telah memicu kenaikan ekuitas global dan membantu S&P 500 melonjak sebesar 189 persen dari posisi terendah di tahun 2009 lalu. Data terkait klaim pengangguran AS akan dirilis hari ini sementara Filipina akan melakukan peninjauan  terhadap tingkat suku bunganya. Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan bahwa perekonomian China akan menghindari Å“hard landing meskipun otoritas kepemimpinan Negara lebih menargetkan pada opsi regulasi atas langkah-langkah stimulus yang kuat.(frk)

Sumber: Bloomberg

Saham Hong Kong Menghentikan Penurunan Tiga Hari


Saham-saham Hong Kong menguat pagi ini, dengan indeks acuan naik untuk pertama kalinya dalam empat hari, setelah Federal Reserve mengatakan bahwa tingkat suku bunga akan tetap rendah bahkan setelah ekonomi AS mengalami rebound.

Indeks Hang Seng naik 0,2 persen menjadi 23,219.14 pada 9:51 pagi di Hong Kong, dengan hampir empat saham yang gain untuk satu saham yang turun. Index Hang Seng China Enterprises, yang juga dikenal sebagai indeks H-shares, turun 0,1 persen menjadi 10,438.59.

The Fed memangkas pembelian obligasi bulanan sebesar $ 35 miliar dari US $ 45 miliar pada kecepatan untuk mengakhiri pembelian pada akhir tahun ini. Data minggu ini menunjukkan inflasi AS lebih cepat dari yang di perkiraan pada bulan Mei, memberikan alasan bagi para pembuat kebijakan untuk terus menskala kembali stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya.(frk)


Sumber: Bloomberg

Harga Emas Siap Catat Gain Terkait Keputusan The Fed



Harga emas siap catat peningkatan pasca Federal Reserve mengatakan bahwa  tingkat suku bunga turun, sehingga mendorong permintaan untuk logam mulia sebagai aset alternatif.
Para otoritas The Fed hari ini memangkas pembelian obligasi sebesar $ 10 miliar pada pertemuan kelimanya, menjadi sebesar $ 35 miliar guna menjaga agar tetap pada langkah untuk mengakhiri program akhir tahun ini. Bank sentral mengatakan bahwa mereka mengharapkan suku bunga tetap mengalami penurunan.
Bullion naik 70% dari Desember 2008 sampai Juni 2011 silam seiring The Fed membeli obligasi dan memberikan biaya pinjaman mendekati 0%. Tahun lalu, emas turun 28% karena beberapa investor kehilangan kepercayaan dalam logam mulia sebagai nilai lindung ditengah reli pasar ekuitas dan inflasi diredam.
Emas untuk pengiriman segera naik 0,2% ke level $ 1.273 per ons pada 2:17 siang di New York. Sampai kemarin, harga naik sebanyak 5,7% di tahun ini.
Sementara itu  di Comex di New York, Emas berjangka untuk pengiriman Agustus ditutup 0,1% lebih tinggi pada level $ 1,272.70, jelang keputusan The Fed.(yds)

Sumber: Bloomberg

Emas Diperdagangkan Mendekati 3 Minggu Tertinggi


Emas diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam tiga minggu setelah Federal Reserve AS memangkas prospek untuk pertumbuhan ekonomi dan mengatakan bahwa tingkat suku bunga akan tetap rendah, mendorong permintaan untuk emas batangan sebagai investasi alternatif. Perak naik ke tertinggi satu bulan.

Logam untuk pengiriman segera berada di level $ 1,279.50 per ons pada 9:20 pagi di Singapura dari $ 1,277.71 kemarin, ketika harga menghentikan penurunan dua hari, menurut Bloomberg generic pricing. Emas naik ke $ 1,284.96 pada tanggal 16 Juni, yang merupakan level tertinggi sejak 27 Mei.

Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa bank sentral berencana untuk mempertahankan target tingkat suku bunga yang rendah untuk waktu yang dirasakan cukup setelah berakhir pembelian obligasi, menghantarkan Index Bloomberg Dollar Spot ke penurunan terbesar dalam hampir dua minggu. Emas mengakhiri reli 12 tahun pada tahun 2013 terhadap ekspektasi bahwa bank sentral akan kembali menskala kembali stimulus yang diberlakukan untuk mendorong pertumbuhan.

Komite Pasar Terbuka Federal atau Federal Open Market Committee (FOMC) memotong pembelian aset pada akhir pertemuan dua harinya untuk yang kelima kali berturut-turut. Peserta The Fed memperkirakan pertumbuhan jangka panjang bagi ekonomi AS dari 2,1 persen menjadi 2,3 persen, dibandingkan dengan 2,2 persen menjadi 2,3 persen pada bulan Maret dan 2,5 persen menjadi 2,8 persen pada bulan Januari 2010 yang di bangun dari resesi terbaru.

Emas untuk pengiriman Agustus naik 0,5 persen menjadi $ 1,279.30 per ons di Comex New York. 60-hari volatilitas historis Bullion turun ke level terendah sejak Oktober 2010.

Perak untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,3 persen menjadi $ 19,9560 per ons, tertinggi sejak 14 Mei, dan diperdagangkan terakhir di level $ 19,9215.(frk)

Sumber: Bloomberg

Tuesday, 17 June 2014

Bursa Australia Bergerak Nyaris Flat, Masih Tunggu Arahan Lebih Jelas

Bursa saham Australia tampak mengalami pergerakan yang sideways pada sesi perdagangan hari Rabu pagi ini (18/6). Bursa saham berpotensi untuk melemah untuk dua hari berturut-turut sementara nilai tukar dollar Australia masih diperdagangkan di kisaran paling rendah dalam satu minggu.
Saham pengecer David Jones mengalami peningkatan sebesar 0.2 persen pagi ini. Para pemegang saham perusahaan Woolworths asal Afrika Selatan setuju untuk mendukung akuisisi perusahaannya oleh David Jones.
Sementara itu saham Woodside Petroleum anjlok tajam nyaris sebesar 4 persen. Royal Dutch Shell mengatakan akan menjual 19 persen sahamnya di perusahaan tersebut senilai 5.7 miliar dollar.
Pagi ini indeks benchmark di bursa saham Australia tampak mengalami kenaikan meskipun tipis saja. Indeks S&P ASX 200 mengalami peningkatan 1.33 poin atau 0.02 persen dan berada di level 5402.00 poin. Pagi tadi indeks ini sempat mengalami penurunan sebesar 0.2 persen.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark di bursa Australia pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan kenaikan meskipun akan terbatas. Untuk hari ini indeks S&P ASX 200 diproyeksi akan mengalami pergerakan pada kisaran 5380 – 5420 poin.

Sumber : Vibiznews

Dukungan Dihentikan, Pengguna Windows XP sudah Mulai Beralih ke Windows 7 dan 8.1

Rakasasa teknologi Microsoft memang telah menghentikan pembaharuan untuk sistem operasi Windows XP demi meningkatkan adopsi terhadap sistem operasi Windows 7 dan Windows 8. Dan kini kabar terbaru menyebutkan bahwa dengan dihentikannya pembaharuan terhadap Windows XP mampu menaikkan penjualan desktop PC dalam beberapa minggu terakhir setelah sebelumnya sempat menurun.
Seperti yang dilansir dari Softpedia, hal ini sempat diutarakan oleh sejumlah manufaktur teknologi seperti Intel yang baru saja memperharui prediksi pendapatan untuk kuartal kedua tahun ini dimana jika sebelumnya Intel memprediksi USD 12,5 milyar, kini mereka menaikkan menjadi USD 13,5 milyar.
Peningkatan perihal pendapatan ini disebabkan oleh meningkatnya penjualan PC baru karena sudah banyak konsumen yang mulai meninggalkan sistem operasi legendaris milik Microsoft tersebut dan beralih ke sistem operasi Windows 7 dan Windows 8.1.
Bahkan menurut Michael Goldstein selaku President and CEO LAN Infotech, mengatakan bahwa saat ini sudah semakin banyak pengguna yang telah menyadari jika tetap menggunakan Windows XP setelah Microsoft telah resmi menghentikan dukungan terhadap sistem operasi tersebut.
Namun meski sudah banyak pengguna Windows XP yang beralih, tapi tetap saja sistem operasi legendaris ini masih menjadi sistem operasi besutan Microsoft yang paling populer. Pasalnya meskipun Microsoft sudah menghentikan dukungan terhadap Windows XP faktanya sistem operasi legendaris milik Microsoft tersebut masih digunakan oleh 25 persen pengguna desktop PC di seluruh dunia.

Sumber : Vibiznews