Tuesday, 12 May 2015

Bursa Saham AS Di tutup Turun 0.3%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/5) - Saham-saham AS melemah untuk hari kedua, bergabung dengan pelemahan di bursa saham global setelah kekalahan di pasar fix-income menyebar ke ekuitas.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,3% ke level 2,099.08 pada pukul 4 sore di New York. Indeks tersebut menghapus penurunan sebesar 0,9% setelah imbal hasil Treasuri dengan tenor 10-tahun melemah dari level tertinggi sejak November tahun lalu. Indeks acuan mengakhiri perdagangan hari Jumat, pekan lalu, berada dua poin dari rekor sebelum memulai minggu ini dengan penurunan.
Indeks S&P 500 mempertahankan penurunannya setelah Treasuri berbalik, dan saham energi menguat dengan harga minyak mentah setelah kelompok saham energi pada hari Senin mengalami penurunan terbesar sejak Januari yang lalu.(frk)
Sumber: Bloomberg

INTERNAL BRANDING SFSF OKTOBER 2010














Outbond Selorejo Januari 2010















Monday, 11 May 2015

Produksi AS Pulih Picu Harga Minyak Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/5) - Harga minyak dunia melemah pada awal pekan didorong pasokan minyak Amerika Serikat (AS) bertambah.

Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS) melemah 14 sen menjadi US$ 59,25 per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis Brent turun 48 sen menjadi US$ 64,91.

Pada pekan lalu, harga minyak mentah AS naik secara mingguan sedangkan Brent menurun setelah empat minggu menguat. Hal itu menandakan kalau pasar merespons dari kenaikan harga minyak terutama dipicu dari pasokan minyak AS bertambah.

Namun, lembaga administrasi informasi energi AS mengharapkan produksi minyak yang cepat dapat turun 71 ribu barel per hari menjadi 4,97 juta barel per hari pada Juni 2015.

"Sentimen ada bervariasi sebagai tanda pelaku pasar mencari tahu situasi lebih jelas terhadap permintaan dan persediaan minyak," ujar Gene McGillian, Analis Senior Tradition Energy, mengutip dari laman Reuters, Selasa (12/5/2015).

Selain pasokan minyak, dolar menguat terhadap sejumlah mata uang utama juga menekan harga minyak. Akan tetapi, dampak penurunan suku bunga oleh bank sentral China diharapkan dapat membantu kenaikan harga minyak dunia. China diharapkan dapat menyerap sebagian persediaan minyak yang berlebih.

Meski demikian, analis Morgan Stanley mengatakan, kenaikan pasokan dipicu dari aktivitas produksi minyak di AS dan OPEC masih membebani prospek harga minyak. Bahkan kekhawatiran terhadap tekanan harga minyak terus berlanjut hingga semester II 2015 dan 2016.

Adapun sentimen lainnya yang akan mempengaruhi harga minyak yaitu fokus perhatian investor terhadap rilis data bulanan dari Badan Energi Internasional pada Rabu pekan ini. Investor ingin mengetahui apakah penurunan harga minyak telah meningkatkan permintaan global. (Ahm/)


Sumber : Liputan6

Kebuntuan Kesepakatan Yunani Tekan Euro Pada Hari Ke-3

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/5) - Euro turun pada hari ketiga pada spekulasi rapat menteri keuangan Eropa di Brussels yang mengalami kebuntuan kesepakatan untuk melakukan bailout Yunani dan menjaga mata uang bersama (euro).
Euro turun 0,4% menjadi $ 1,1155 pada 5:00 sore di New York, setelah menyentuh level $ 1,1392 pada 7 Mei, yang merupakan level tertinggi sejak 23 Februari lalu.
Sementara yen menguat terhadap sebagian besar dari 16 mata uang rekanan seiring permintaan haven karena saham AS dan minyak mentah AS turun. Mata uang Jepang naik 0,2% menjadi 133,96 per euro, dan turun 0,3% menjadi 120,11 per dolar AS.(yds)
Sumber: Bloomberg

Emas Berjangka Jatuh Ditengah Tanda-tanda Meredanya Ketegangan Bailout Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/5) - Emas turun untuk ketiga kalinya dalam empat sesi terakhir, hal tersebut dikarenakan tanda-tanda meredanya ketegangan antara Yunani dan kreditor sehingga mengurangi permintaan untuk emas sebagai aset heaven.

Sementara menteri keuangan zona euro menyambut keberhasilan Yunani pada rapat persyaratan mengenai dana talangan (bailout) serta menuntut lebih banyak pekerjaan sebelum dana tersebut dapat dikeluarkan, menurut dua pejabat resmi. Mentri keuangan akan berkumpul di Brussels untuk merilis pernyataan guna mendukung kerja Yunani terkait rencana untuk memperbaiki perekonomianya, ungkap para pejabat. Spekulasi terkait kesepakatan bantuan tersebut tetap sulit untuk mendorong bullion pada Senin ini.

Pekan lalu, emas mencatat reli terkait kekhawatiran bahwa Yunani akan mengalami kesulitan dalam upaya untuk menghindari default. Harga juga naik pekan lalu setelah laporan yang menunjukkan kenaikan upah terbatas ditengah meningkatnya perekrutan di AS yang mengindikasikan bahwa The Fed dapat menentukan waktu dalam upaya menaikkan suku bunga acuan.

Emas berjangka untuk pengiriman Juni turun 0,5% menetap di level $ 1.183 per ons pada 1:48 siang di New York Comex. Logam ini naik 1,2% pada pekan lalu.(yds)

Sumber: Bloomberg

Bursa Saham AS Berakhir di Zona Merah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/5) - Saham-saham AS melemah, setelah mengalami reli terbesar dalam dua bulan terakhir, setelah Noble Energy Inc. memimpin penurunan terbesar saham energi sejak bulan Januari.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,5% ke level 2,105.30 pada pukul 4 sore di New York, setelah pada hari Jumat yang lalu ditutup dua poin dari rekor.
Saham-saham mengalami lonjakan terbesar sejak bulan Maret pada hari Jumat setelah adanya laporan yang menunjukkan perekrutan tenaga kerja menguat kembali pada bulan April, menandakan bahwa perusahaan yakin ekonomi akan pulih dari perlambatan akibat musim dingin. Penguatan membantu mendorong indeks S&P 500 naik 0,4% untuk minggu ini.(frk)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham AS Melemah Akibat Penurunan S&P 500

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/5) - Aksi jual dalam saham energi memimpin saham AS yang lebih rendah, setelah mengalami reli terbesar dalam dua bulan membuat Indeks Standard & Poor 500 di dekat semua waktu tertinggi.
Saham Noble Energy Inc. turun 5,9% setelah setuju untuk mengakuisisi Rosetta Resources Inc. sebesar $ 2,1 miliar. Sementara saham Rosetta melonjak 27%, menaikkan Indeks Russell 2000. Saham Exxon Mobil Corp. kehilangan 1,4% akibat penurunan harga minyak. Saham Actavis Plc. naik 3,4% setelah membukukan laba kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan. Saham Dean Foods Co. naik 6,9% setelah laba perusahaan melampaui perkiraan analis dan membuat perusahaan meningkatkan outlook.
Indeks Standard & Poor 500 melemah 0,3% ke level 2,110.44 pada pukul 12:28 siang di New York. Sementara indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 56,68 poin, atau 0,3%, ke 18,134.43. Indeks Russell 2000 naik 0,5%, sementara Indeks Nasdaq Composite sedikit berubah.
Saham-saham mengalami lonjakan terbesar sejak bulan Maret pada hari Jumat setelah sebuah laporan menunjukkan perekrutan tenaga kerja menguat kembali pada bulan April, menandakan perusahaan yakin bahwa ekonomi akan pulih dari perlambatan akibat musim dingin. Penguatan membantu mendorong indeks S&P 500 naik 0,4% untuk minggu ini.(frk)
Sumber: Bloomberg

Sunday, 10 May 2015

Potensi Buruknya Pergerakan Hang Seng Pekan Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/5) - Tren bearish diperdagangan bursa saham Hongkong pekan terakhir bulan April  tampak masih berlangsung disepanjang perdagangan diawal bulan Meid dengan Indeks Hang Seng yang harus memperbesar volume pelemahan. Buruknya data dalam negeri serta tekanan kuat data kawasan Asia yang negatif turut membebankan pergerakan saham selama satu pekan.
Buruknya data penjualan retail Tiongkok secara tahunan menjadi pelemah terbesar diawal perdagangan bursa saham bulan mei, dengan menunjukan penurunan sangat signifikan menjadi 0.8% dari hasil rilis sebelumnya pada 18.1% setelah direvisi dengan ekspektasi penurunan oleh ekonom mejadi 4,28%. Pelemahan tersebut tampak dilanjutkan oleh hasil rilis data manufaktur PMI Hongkong yang juga menunjukan penurunan signifikan menjadi 48.6 basis poin dari hasil rilis sebelumnya pada 49.6 basis poin dengan diperkirakan oleh ekonom akan menunjukan peningkatan menjadi 50.57 basis poin.
Sedangkan pemberat terbesar dari kawasan Asia adalah penurunan tingkat pertumbuhan pada indeks MSCI Tiongkok oleh lembaga keuangan international Morgan Stanley pada perusahaan besar dan menengah yang terdaftar pada bursa saham Tiongkok. Penurunan Tingkat pertumbuhan tersebut juga berdampak pada perdagangan bursa saham Tiongkok.
Secara sektoral diperdagangan bursa saham Hongkong diawal bulan Mei tersebut tampak sektor perumahan menjadi pelemah terbesar, dimana sektor perumahan tersebut harus berakhir melemah sebesar 1.322,93 poin atau 3.63% dengan menjadi 35.140,37 poin dari hasil rilis sebelumnya pada 36.463,30 poin, disusul sektor industri yang harus berakhir melemah sebesar 408.08 poin atau 2.53% dengan menjadi 15.695,43 poin dari hasil rilis sebelumnya pada 16.103,51 poin.
Berlanjut pada sektor keuangan yang juga harus berakhir melemah sebesar 670.32 poin atau 1.68% dengan menjadi 39.662,46 poin dari hasil rilis sebelumnya pada 40.332,78 poin. Namun pada sektor utilitas mampu ditutup sedikit menguat sebesar 6.57 poin atau 0.01% yang menjadi 56.999,76 poin dari hasil rilis sebelumnya pada 56.993,19 poin.
Demikian juga dengan pergerakan indeks Hang Seng diawal bulan yang berakhir melemah signifikan sebesar 319 poin atau 1.13% dengan menjadi 27.748 poin dari hasil penutupan sebelumnya pada 28.067 poin serta mencapai tertinggi pada 28.343,74 poin dan terendah pada 27.207,28 poin.  Tidak jauh berbeda pada pergerakan Indeks Hang Seng berjangka diawal bulan yang juga harus berakhir melemah sebesar 578 poin atau 2.05% dengan menjadi 27.514 poin dari hasil penutupan sebelumnya pada 28.092 poin serta mencapai tertinggi pada 28.353 poin dan terendah pada 27.002 poin.
Saham-saham yang turut memberatkan adalah saham Bank of China, saham HSBC, saham Hang Seng Bank, saham Bank of Comunicatons, saham Comunications Bank of China, AIA Group, saham Ping An Insurance, saham Lenovo, PetroChina, saham Kunlun Energy, Saham Sino Land serta Saham China Resources Land & Investment.
Secara fundamental diperdagangan bursa saham Hongkong selama pekan kedua tampak akan bergerak volatile yang dikarenakan sepinya arahan fundamental dalam negeri.  Namun dipenghujung akhir pekan, bursa saham Hongkong diperkirakan akan melemah dengan merespon pada penurunan pertumbuhan PDB Hongkong dikuartal pertama lalu.
Secara teknikal dipergerakan indeks Hang Seng pekan kedua dengan MA5 yang masih bergerak diteritori bawah pada BB10 daily serta pada indikator Stochastic pada weekly yang menunjukan adanya indikasi penurunan, maka Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Hang Seng selama pekan kedua akan memiliki range normal pada level support pada 27.160  poin dengan MA5 bawah BB10 daily dan 26.685 poin dengan MA5 tengah BB10 weekly serta level resistance pada 27.970 poin dengan MA5 bawah BB10 daily dan 28.434 poin dengan MA5 atas BB10 weekly.

Sumber : Vibiznews

Arah Pergerakan Indeks Kospi Pekan Kedua Bulan Mei

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/5) - Akhir dari perdagangan bursa saham Korea Selatan dipekan pertama bulan Mei lalu, indeks Kospi tampak tidak mampu  menahan pelemahan signifikan yang berlanjut dari perdagangan pekan sebelumnya. Sepinya arahan fundamental dalam negeri serta buruknya kinerja emiten saham lapis biru oleh aksi ambil untung para investor  menjadi pelemah terbesar disepanjang perdagangan bursa saham Korsel dipekan tersebut.
Arahan fundamental dalam negeri dipekan lalu, tampak hanya data manufaktur PMI Korsel yang dirilis oleh HSBC.  Dengan menunjukan hasil penurunan signifikan menjadi 48.8 basis poin dari hasil rilis sebelumnya pada 49.2 basis poin, menjadi pelemah diawal perdagangan bursa Korsel pekan pertama.
Secara keseluruhan dipekan pertama, bursa saham Korea Selatan tampak ditutup melemah sebesar 41.64 poin atau 1.95% menjadi 2.085,52 poin dari hasil penutupan sebelumnya pada 2.127,16 poin serta mencapai tertinggi pada 2.139,30 poin dan terendah pada 2.067,98 poin. Tidak jauh berbeda dengan pergerakan indeks Kospi berjangka dipekan pertama lalu yang harus ditutup melemah signifikan sebesar 5.61 poin atau 2.10% yang menjadi 269,81 poin dari hasil penutupan sebelumnya pada 266.42 poin serta mencapai tertinggi pada 268.50 poin dan terendah pada 260.10 poin.
Saham lapis biru yang memberatkan tersebut adalah saham Daewoo Securities, saham Samsung Scurities, saham Hyundai Securities, daham NH Investment Securities, saham Mirae AsSet Securities, saham Samsung Electronic, saham baja POSCO, saham KEPCO, saham LG serta saham Cheil Industries.
Secara fundamental diperdagangan bursa saham Korea Selatan dipekan kedua, akan diperkirakan mencoba berbalik menguat dengan menyikapi  hasil rilis data pada tingkat pengangguran Korea Selatan serta rilis suku bunga bank sentral Korea yang diprediksi positif.
Secara teknikal dipergerakan indeks Kospi dipekan kedua, tampak masih akan melanjutkan tren bearis pada perdagangan pekan sebelumnya dengan MA5 yang masih bergerak diteritori bawah BB10 daily serta pada indikator Stochastic pada weekly yang menunjukan indikasi penurunan, maka Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan indeks Kospi akan memiliki range normal pada level support pada 260.30 poin dan 258.90 poin serta level resistance pada 263.55 poin dan 265.40 poin.

Sumber : Vibiznews

Proyeksi Pergerakan Nikkei Pekan Kedua Bulan Mei

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/5) - Akhiri perdagangan bursa saham kawasan Asia dipekan pertama bulan Mei lalu, tampak seluruh indeks ditutup dizona negatif. Indeks Shanghai menjadi pelemah terbesar disepanjang perdagangan bursa saham Kawasan Asia dipekan pertama. Buruknya hasil rilis data fundamental dalam negeri serta tekanan kuat dari global menjadi pelemah diseluruh perdagangan bursa saham dikawasan Asia selama pekan pertama bulan Mei lalu. 
Sempat ditutup libur panjang, tren negatif tampak masih menyelimuti perdagangan bursa saham Jepang hingga diakhir pekan pertama dibulan Mei. Yen Jepang yang berhasil bangkit dari keterpurukan oleh buruknya data fundamental Amerika, turut melemahkan Saham eksportir yang diperdagangkan bursa Tokyo Jepang.
Neraca perdagangan Amerika dibulan Maret lalu yang mengecewakan dengan menunjukan penurunan signifikan dari hasil rilis sebelumnya serta ADP Employment Change AS yang menunjukan penurunan signifikan dari hasil rilis sebelumnya, menjadi penguat terbesar bagi pergerakan Yen Jepang.
Secara keseluruhan diperdagangan bursa saham Tokyo Jepang dipekan pertama tersebut tampak berakhir melemah signifikan sebesar 151.81 poin atau 0.78% yang menjadi 19.379,19 dari hasil penutupan sebelumnya pada 19.531,63 poin serta mencapai posisi tertinggi pada 19.461,08 poin dan pencapaian terendah pada 19.257,85 poin. Tidak jauh berbeda dengan pergerakan indeks Nikkei berjangka yang berakhir melemah signifikan sebesar 155 poin atau 0.78% yang menjadi 19.520 poin dari hasil penutupan sebelumnya pada 19.675 poin dengan mencapai posisi tertinggi pada 19.800 poin dan posisi terendah pada 19.045 poin.
Laporan neraca perdagangan Amerika Serikat dibulan Maret serta data ADP Employment Change AS dibulan April menjadi pelemah terbesar bagi pergerakan kurs dolar AS diawal bulan Mei, sehingga Yen Jepang berhasil terbebas dari tekanan kuat Yen Jepang. Demikian juga dengan pergerakan saham eksportir diawal bulan yang harus terpukul dalam oleh penguatan Yen Jepang.
Saham ekportir tersebut adalah saham Canon, saham Hino Motor, saham Honda Motor, saham Denso, saham Isuzu Motor, saham Mazda Motor, saham Panasonic, saham Toshiba, saham Toyota Motor, saham Suzuki Motor serta saham Sharp.
Secara fundamental diperdagangan bursa saham Tokyo Jepang dipekan kedua tampak masih akan menyikapi pada fundamental Global yang dapat menguatkan Yen Jepang seperti data pembukaan lapangan pekerjaan terbaru AS, penjualan retail serta klaim pengangguran AS yang diprediksi akan menunjukan hasil negatif, sehingga dapat melemahkan kembali saham-saham  yang diperdagangkan dibursa saham Tokyo Jepang selama pekan kedua.
Secara teknikal dipergerakan indeks Nikkei pekan kedua tampak masih melanjutkan tren bearish dengan MA5 yang masih bergerak diteritori bawah pada BB10 daily, maka Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa range normal weekly Nikkei akan memiliki level support pada 19.370 poin dan 19.140 poin serta level resistance pada 19.900 poin dan 20.155 poin.

Sumber : Vibiznews

Suku Bunga Tiongkok Dipangkas Lagi, Ketiga Kalinya Dalam 6 Bulan Terakhir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/5) - Paska tingkat inflasi Tiongkok periode April yang ternyata masih belum sesuai harapan dirilis, bank sentral Tiongkok (PBOC) segera memangkas suku bunga acuannya hari ini (10/5/2015) untuk ketiga kalinya dalam kurun enam bulan terakhir untuk mecegah terjadinya deflasi dan untuk menangkal perlambatan ekonomi akibat kemerosotan di bidang properti yang masih berkepanjangan.
Adapun suku bunga tahunan lending diturunkan 0,25 persen menjadi 5,1 persen, dan suku bunga deposito tahunan dengan jumlah yang sama juga dipangkas menjadi 2,25 persen. PBOC menyampaikan bahwa rate ini akan mulai efektif diberlakukan Senin (11/5/2015).
Para pembuat kebijakan di PBOC mengambil langkah ini setelah inflasi masih menunjukkan pergerakan yang lambat dan ekspor impor juga menunjukkan kemerosotan yang cukup tajam di bulan April. Kondisi ini jelas sangat tidak mendukung target pertumbuhan ekonomi Tiongkok di tahun ini di kisaran 7 persen. Para petinggi di Tiongkok melihat pertumbuhan ekonomi di “menolong” perekonomian Tiongkok.
Namun bukan hanya PBOC yang dituntut untuk mengatas perlambatan ekonomi Tiongkok. Pasalnya, reformasi struktural juga sangat dinantikan oleh para pelaku pasar di Tiongkok terutama dalam hal meningkatkan peran perusahaan swasta, sektor jasa dan belanja konsumen. Reformasi struktural bidang ekonomi dinilai sangat perlu dilakukan mengingat sudah hampir sekitar 12 tahun lalu Tiongkok kerap mempersulit investor asing untuk berinvestasi di negaranya melalui berbagai regulasi yang berat sebelah dan cenderung merugikan investor asing.
Selain itu perusahaan-perusahaan negara juga dinilai membutuhkan reformasi. Negara harus mendefinisikan ulang apa yang menjadi priorioritasnya. Tidak semua yang dianggap sebagai “industri strategis” juga serta merta harus dikuasai negara. Perusahaan pelat merah semacam itu menikmati keuntungan yang sangat besar, jika dibandingkan pesaing lain di pasar atau bahkan membangun monopoli di sektornya masing-masing. Kita tidak bisa menyebutnya sebagai ekonomi pasar bebas. Reformasi di dalam struktur perusahaan negara juga menjadi salah satu faktor penting.

Pada akhirnya dapat disimpulkan masih banyak yang harus dikerjakan oleh para petinggi Tiongkok untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di negaranya. Selain itu pemanfaatan lemahnya Yuan saat ini juga dinilai bisa cukup membantu perekonomian Tiongkok dengan harapan dapat menggenjot ekspornya di bulan mendatang.

Sumber : Vibiznews