Monday, 21 December 2015
Emas Menetap Di Level Tertinggi dalam Dua Minggu
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/12) - Emas berjangka mencatatkan penutupan tertinggi dalam dua minggu seiring beberapa pelemahan dalam dolar dan kurangnya data ekonomi yang signifikan memberikan kenaikan untuk logam.
Emas Februari naik $ 15,60, atau 1,5%, untuk menetap di level $ 1,080.60 per ounce. Yang merupakan penutupan tertinggi emas sejak 4 Desember, saat harga emas ditutup pada level $ 1,084.10 per ounce.
Emas mencoba untuk menghentikan rentetan penurunan mingguan beruntun dalam seminggu dan akan ditutup lebih dini pada liburan-singkat Kamis pagi dan ditutup pada hari Natal, saat sebagian besar pasar global akan ditutup.
Meskipun terdapat lonjakan yang lebih tinggi untuk emas, banyak analis yang memprediksi bahwa logam akan menghadapi headwinds pada awal dari keputusan Fed pekan lalu untuk menormalkan kebijakan suku bunga.
Dalam logam lainnya di Comex, perak Maret naik 22 sen, atau 1,6%, untuk berakhir pada level $ 14,32 per ounce. Tembaga bermutu tinggi untuk pengiriman Maret naik 2,75 sen, atau 1,4% untuk ditutup pada level $ 2,14. Platinum Januari naik 20,5 sen, atau 2,4%, untuk berakhir pada level $ 881,30 per ounce, sementara paladium Maret kehilangan $ 5,55, atau 1%, untuk menetap di level $ 553,40 per ounce. (sdm)
Sumber: MarketWatch
Pound Pertahankan Lima Hari Penurunan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/12) - Pound mempertahankan lima hari penurunan terhadap dolar seiring taruhan pada penurunan lebih lanjut di pasar pilihan mendekati level tertinggi sejak Juli.
Premi kontrak tiga bulan untuk menjual pound terhadap dolar terhadap mereka yang melakukan pembelian melebar sampai minggu kelima. Premi berada di 1,03 persen pada hari Senin pada pukul 04:40 sore waktu London. Itu terjadi setelah pelebaran menjadi 1,07 persen pada 9 Desember, atau yang terbesar sejak 14 Juli menurut harga risiko pembalikan yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Pound sedikit berubah pada level $ 1,4887, setelah jatuh 2,1 persen pekan lalu. Sterling melemah 0,7 persen ke level 73,44 pence per euro. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Naik dari Level Terendah Sejak Oktober Pasca Gejolak 2 Hari
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/12) - Saham AS melonjak di menit akhir perdagangan, rebound setelah kekalahan dua hari terbesar dalam tiga bulan seiring perusahaan keuangan dan teknologi naik dari level terendah ekuitas 'sejak Oktober.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,8 persen ke level 2,021.21 pada pukul 04:00 sore waktu New York, selama sesi yang memperlihatkan indeks menghapus kenaikan awal 0,9 persen.
Investor bimbang antara optimisme pada perekonomian AS dan kekhawatiran bahwa perlambatan di China akan menyebar. Kekhawatiran tentang pelemahan dalam negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia yang dipicu oleh kejutan devaluasi mata uang Cina pada bulan Agustus, memicu S & P 500 terkoreksi pertama dalam empat tahun. Indeks rebound sebanyak 13 persen dari level terendah musim panas sampai awal November, sebelum kehilangan 4,9 persen sampai minggu lalu.
Ekuitas acuan telah jatuh 2,9 persen pada Desember, membalikan tren keuntungan musiman historis, dan berada di trek untuk penurunan tahunan terbesar sejak krisis keuangan tahun 2008. Yang menempatkan tekanan lebih pada apa yang disebut reli Santa Claus untuk menyelamatkan tahun. Secara historis, dua minggu final Desember memberikan keuntungan sebesar 1,7 persen. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Berfluktuasi seiring Penurunan Saham Energi, Rally Bank Terhenti
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/12) - Saham AS berfluktuasi setelah menghapus rebound dari posisi terendah dua bulan, seiring pelemahan dalam minyak mentah membebani saham energi dan rally antar bank yang terhenti.
KBW Bank Index menghapus keuntungan sebanyak 1,3 persen, di ambang penurunan indeks dua hari terburuk sejak Agustus. Perusahaan energi merosot seiring harga minyak mentah Brent jatuh ke level terendah dalam 11-tahun. Walt Disney Co tergelincir 1 persen, jatuh untuk hari ketiga meskipun rekor di akhir pekan box office perusahaan untuk Film "Star Wars: The Force Awakens.".
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,3 persen ke level 2,010.51 pada pukul 12:11 siang waktu New York, setelah menghapus kenaikan 0,9 persen. Dow Jones Industrial Average menguat 20,81 poin, atau 0,1 persen, ke level 17,149.36. Nasdaq Composite Index naik 0,4 persen. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Balikan Keuntungan, Jatuh Bersama Spain IBEX 35
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/12) - Penurunan saham energi menyeret ekuitas Eropa ke level yang lebih rendah meskipun berhasil tetap bertahan sepanjang hari saat penurunan terjadi dalam ekuitas Spanyol.
Stoxx Europe 600 Index turun 0,3 persen pada pukul 04:00 sore waktu London, menghapus penguatan sebanyak 0,8 persen. IBEX 35 Spanyol Index turun 2,7 persen, bersiap untuk penurunan terbesar dalam tiga bulan, setelah Perdana Menteri nasional kehilangan mayoritas di pemilihan akhir pekan yang meyakinkan.
Stoxx 600 meluncur setelah membukukan minggu terbaiknya dalam sebulan, berkat lonjakan eksportir dan perusahaan keuangan menyusul kenaikan suku bunga pertama Federal Reserve dalam hampir satu dekade. Indeks itu diperdagangkan pada 15,7 kali estimasi laba, Jumat, kurang dari pada puncak Aprilnya dan lebih rendah dari valuasi untuk Indeks Standard & Poor 500.
Sementara Stoxx 600 naik 5,5 persen tahun ini sampai Jumat lalu, itu memberi sebagian dari reli awal di tengah kekhawatiran pertumbuhan global. Indeks ini ditutup 13 persen di bawah rekor yang dicapai pada bulan April. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 20 December 2015
Berapa Nilai Saham Freeport Indonesia?
BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/12) - PT Freeport Indonesia wajib melepas (divestasi) 10,64 persen sahamnya kepada pemerintah paling lambat Januari 2016. PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk ditugaskan mencaplok saham tersebut.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Sonny Loho mengungkapkan, valuasi nilai saham Freeport telah dipercayakan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada Antam.
"Yang appraisal (nilai saham) itu Kementerian ESDM, dan Antam yang sedang menghitungnya. Bukan di kami," ujar Sonny saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (18/12/2015).
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga diperintahkan mengambilalih divestasi saham perusahaan tambang emas terbesar itu, bersama dengan Inalum. Sampai saat ini, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan belum berdiskusi terkait nilai saham Freeport Indonesia dengan Antam.
"Dia (Antam) kan dapat penugasan dari Kementerian BUMN dan pemerintah. Tapi kami belum koordinasi dengan Antam," ucap Sonny.
Ketika ditanyakan mengenai potensi nilai saham Freeport Indonesia apakah bisa lebih rendah atau tinggi dibanding divestasi 9,36 persen saham di 2009 senilai US$ 1 miliar, Sonny memberi jawaban diplomatis.
"Belum tahu, bisa lebih tinggi atau bisa juga lebih rendah. Labanya Freeport masih tetap atau turun tahun ini? Produksinya turun atau tidak. Jadi mesti dilihat bagian share Freeport Indonesia berapa kalau lagi kondisi sekarang ini," jelas Sonny.
Sekadar informasi, Freeport-McMoran Inc (FCX) tercatat mengalami rugi bersih US$ 8,15 miliar sepanjang Januari-September 2015. Realisasi neraca keuangan ini berbanding terbalik dengan pencapaian di periode yang sama 2014 yang meraup untung bersih US$ 1,54 miliar. Penyebab utamanya karena rendahnya harga komoditas pertambangan dunia.
Mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito sebelumnya menghitung ada nilai sekitar US$ 2 miliar untuk 20 persen saham yang wajib dilepas Freeport Indonesia. Jika dirupiahkan, itu artinya pemerintah atau BUMN yang ingin mengambilalih saham tersebut harus menyediakan anggaran Rp 27,4 triliun.
"Kalau mau dibeli pemerintah, apakah siap dengan pendanaannya? Karena saat 9,36 persen saham Freeport dilepas nilainya US$ 1 miliar pada 2009. Anggaplah harganya sama, jadi kalau Freeport Indonesia disuruh divestasi 20 persen, nilainya dua kali lipat," katanya.
Sementara Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Aryoni menuturkan, saat ini Freeport Indonesia sedang menghitung harga saham yang bakal dilepas. Setelah perhitungan harga selesai maka saham tersebut ditawarkan pemerintah.
"Divestasi Freeport akan segera menyampaikan penawaran harga. Dia punya waktu sampai Januari. Jadi dia masih menghitung asumsi-asumsi perhitungannya. Nanti setelah dia selesai akan ditawarkan ke pemerintah sebesar 10,64 persen seperti apa," terang Bambang.
Ia menuturkan, divestasi akan sesuai dengan regulasi yang ada. Adapun mekanismenya, saham akan ditawarkan ke pemerintah terlebih dahulu. "Sistem divestasi sesuai existing regulasi. Ya ditawarkan ke pemerintah," jelas Bambang.
Sumber : Liputan6
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Sonny Loho mengungkapkan, valuasi nilai saham Freeport telah dipercayakan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada Antam.
"Yang appraisal (nilai saham) itu Kementerian ESDM, dan Antam yang sedang menghitungnya. Bukan di kami," ujar Sonny saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (18/12/2015).
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga diperintahkan mengambilalih divestasi saham perusahaan tambang emas terbesar itu, bersama dengan Inalum. Sampai saat ini, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan belum berdiskusi terkait nilai saham Freeport Indonesia dengan Antam.
"Dia (Antam) kan dapat penugasan dari Kementerian BUMN dan pemerintah. Tapi kami belum koordinasi dengan Antam," ucap Sonny.
Ketika ditanyakan mengenai potensi nilai saham Freeport Indonesia apakah bisa lebih rendah atau tinggi dibanding divestasi 9,36 persen saham di 2009 senilai US$ 1 miliar, Sonny memberi jawaban diplomatis.
"Belum tahu, bisa lebih tinggi atau bisa juga lebih rendah. Labanya Freeport masih tetap atau turun tahun ini? Produksinya turun atau tidak. Jadi mesti dilihat bagian share Freeport Indonesia berapa kalau lagi kondisi sekarang ini," jelas Sonny.
Sekadar informasi, Freeport-McMoran Inc (FCX) tercatat mengalami rugi bersih US$ 8,15 miliar sepanjang Januari-September 2015. Realisasi neraca keuangan ini berbanding terbalik dengan pencapaian di periode yang sama 2014 yang meraup untung bersih US$ 1,54 miliar. Penyebab utamanya karena rendahnya harga komoditas pertambangan dunia.
Mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito sebelumnya menghitung ada nilai sekitar US$ 2 miliar untuk 20 persen saham yang wajib dilepas Freeport Indonesia. Jika dirupiahkan, itu artinya pemerintah atau BUMN yang ingin mengambilalih saham tersebut harus menyediakan anggaran Rp 27,4 triliun.
"Kalau mau dibeli pemerintah, apakah siap dengan pendanaannya? Karena saat 9,36 persen saham Freeport dilepas nilainya US$ 1 miliar pada 2009. Anggaplah harganya sama, jadi kalau Freeport Indonesia disuruh divestasi 20 persen, nilainya dua kali lipat," katanya.
Sementara Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Aryoni menuturkan, saat ini Freeport Indonesia sedang menghitung harga saham yang bakal dilepas. Setelah perhitungan harga selesai maka saham tersebut ditawarkan pemerintah.
"Divestasi Freeport akan segera menyampaikan penawaran harga. Dia punya waktu sampai Januari. Jadi dia masih menghitung asumsi-asumsi perhitungannya. Nanti setelah dia selesai akan ditawarkan ke pemerintah sebesar 10,64 persen seperti apa," terang Bambang.
Ia menuturkan, divestasi akan sesuai dengan regulasi yang ada. Adapun mekanismenya, saham akan ditawarkan ke pemerintah terlebih dahulu. "Sistem divestasi sesuai existing regulasi. Ya ditawarkan ke pemerintah," jelas Bambang.
Sumber : Liputan6
JK Ingin RI Jadi Negara Penghasil Kakao Terbesar di Dunia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/12) - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mendorong daerah-daerah penghasil kakao untuk meningkatkan produksinya. Ia menginginkan Indonesia menjadi negara penghasil kakao terbesar di dunia.
"Saat ini produksi kakao kita masih berada pada urutan ke tiga dunia di bawah Pantai Gading dan Ghana. Dengan luas lahan sebesar 1,7 juta hektare sebenarnya sudah dapat mengangkat Indonesia menjadi urutan pertama dunia," ujar JK, di Kendari, Minggu (20/10/2015).
Hal tersebut disampaikan JK saat memimpin rapat koordinasi pengembangan kakao. Ia didampingi oleh Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dan Menteri Perindustrian RI Saleh Husin.
Hadir pula, empat gubernur penghasil kakao di Sulawesi yakni Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam.
Agar hal itu tercapai, maka produksi petani kakao harus ditingkatkan dari 500 kg per hektare menjadi 1 ton per hektare. Pemerintah pun akan mendukung dengan memberikan pendampingan, penyuluhan, dan bibit bagi petani agar mampu meningkatkan produksinya.
Dari segi finansial, lanjut JK, pemerintah pusat akan memberikan bantuan permodalan berupa kredit usaha rakyat (KUR).
"Untuk menjadi produsen kakao nomor 1 di dunia maka kita harus memiliki target produksi. Kemudian upaya yang dilakukan untuk mencapai produksi terbesar," tandas JK.
Sumber : Liputan6
"Saat ini produksi kakao kita masih berada pada urutan ke tiga dunia di bawah Pantai Gading dan Ghana. Dengan luas lahan sebesar 1,7 juta hektare sebenarnya sudah dapat mengangkat Indonesia menjadi urutan pertama dunia," ujar JK, di Kendari, Minggu (20/10/2015).
Hal tersebut disampaikan JK saat memimpin rapat koordinasi pengembangan kakao. Ia didampingi oleh Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dan Menteri Perindustrian RI Saleh Husin.
Hadir pula, empat gubernur penghasil kakao di Sulawesi yakni Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam.
Agar hal itu tercapai, maka produksi petani kakao harus ditingkatkan dari 500 kg per hektare menjadi 1 ton per hektare. Pemerintah pun akan mendukung dengan memberikan pendampingan, penyuluhan, dan bibit bagi petani agar mampu meningkatkan produksinya.
Dari segi finansial, lanjut JK, pemerintah pusat akan memberikan bantuan permodalan berupa kredit usaha rakyat (KUR).
"Untuk menjadi produsen kakao nomor 1 di dunia maka kita harus memiliki target produksi. Kemudian upaya yang dilakukan untuk mencapai produksi terbesar," tandas JK.
Sumber : Liputan6
IHSG Berpeluang Naik Jelang Libur Natal
BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/12) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham sepekan. Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, pekan ini perdagangan saham cenderung pendek.
Dia menuturkan, pada hari Senin indeks akan melemah. Berlanjut pada hari Selasa dan Rabu IHSG bakal menguat
Beberapa sentimen penggerak indeks saham di antaranya pelemahan harga minyak, kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) serta perlambatan ekonomi Cina.
"Masalah data saya lihat sudah tidak banyak sampai akhir tahun. Market dunia turun, tapi karena harga minyak, ekspektasi pertumbuhan dunia melambat terutama Tiongkok," kata dia kepada Liputan6.com, Senin (21/12/2015).
Hans menambahkan, kondisi saat ini belum ada sentimen baru pendorong indeks saham."Kalau data lain belum ada yang signifikan," tambahnya.
Dia memperkirakan IHSG bergerak pada support 4.450-4.409 dan resistance pada 4.500-4.525.
Analis PT Realiance Securities Lanjar Nafi mengatakan pada pekan lalu IHSG ditutup melemah mengikuti pelemahan Bursa Amerika dan Asia yang memanfaatkan aksi ambil untung. Hal itu ditambah dengan minimnya sentimen positif dalam negeri.
Hari pertama pekan ini, Lanjar memperkirakan IHSG masih melemah. Indeks saham akan bergerak pada support 4.425 dan resistance pada level 4.500.
Hans merekomendasikan jual saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT PP Tbk (PTPP).
Sumber : Liputan6
Dia menuturkan, pada hari Senin indeks akan melemah. Berlanjut pada hari Selasa dan Rabu IHSG bakal menguat
Beberapa sentimen penggerak indeks saham di antaranya pelemahan harga minyak, kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) serta perlambatan ekonomi Cina.
"Masalah data saya lihat sudah tidak banyak sampai akhir tahun. Market dunia turun, tapi karena harga minyak, ekspektasi pertumbuhan dunia melambat terutama Tiongkok," kata dia kepada Liputan6.com, Senin (21/12/2015).
Hans menambahkan, kondisi saat ini belum ada sentimen baru pendorong indeks saham."Kalau data lain belum ada yang signifikan," tambahnya.
Dia memperkirakan IHSG bergerak pada support 4.450-4.409 dan resistance pada 4.500-4.525.
Analis PT Realiance Securities Lanjar Nafi mengatakan pada pekan lalu IHSG ditutup melemah mengikuti pelemahan Bursa Amerika dan Asia yang memanfaatkan aksi ambil untung. Hal itu ditambah dengan minimnya sentimen positif dalam negeri.
Hari pertama pekan ini, Lanjar memperkirakan IHSG masih melemah. Indeks saham akan bergerak pada support 4.425 dan resistance pada level 4.500.
Hans merekomendasikan jual saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT PP Tbk (PTPP).
Sumber : Liputan6
Harga Minyak Mentah Turun Tergerus Data Peningkatan Kilang Minyak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/12) - Harga minyak mentah ditutup turun pada penutupan perdagangan Sabtu dinihari (19/12) setelah data yang menunjukkan peningkatan jumlah kilang minyak AS di tengah meningkatnya kekhawatiran kelebihan pasokan minyak mentah global.
Berdasarkan data, kilang minyak AS naik sebesar 17, mengibas penurunan beruntun empat minggu, dan total saat ini berjumlah 541, demikian Baker Hughes mengatakan Jumat. Jumlah rig secara signifikan lebih rendah dibandingkan dari tahun lalu, sebesar 995 waktu itu.
Harga minyak mentah berjangka WTI barada pada 34,73 dollar per barel, turun 0,6 persen, atau 22 sen, setelah diperdagangkan mendekati level terendah tujuh tahun 34,39 dollar per barel.
Sedangkan harga minyak mentah Brent, sebagai patokan global minyak mentah, ditutup turun 26 sen pada 36,80 dollar per barel.
Sebelumnya, kedua benchmark naik lebih dari 1 persen karena short-covering.
Kekenyangan pasokan global yang membawa harga mendekati ke posisi terendah 11-tahun minggu, dimana bagi minyak mentah Brent berarti menghasilkan penurunan untuk tahun ketiga berturut-turut, terjadi pertama kalinya sejak perdagangan minyakyang dimulai pada 1980-an.
Sedangkan bagi minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka ditetapkan untuk kerugian tahunan kedua berturut-turut, pertama kalinya yang terjadi untuk patokan harga minyak AS sejak tahun 1998.
Pedagang sedang mempersiapkan untuk harga minyak mentah lebih rendah tahun depan dengan harus mengambil opsi lebih jauh untuk menjual minyak mentah AS pada bulan Februari ddengan harga jatuh ke $ 30, $ 25 atau bahkan $ 20 per barel, menurut data Reuters.
Pedagang minyak terkemuka Pierre Andurand mengatakan harga bisa jatuh di bawah $ 25 per barel pada kuartal pertama 2016.
Rusia, salah satu produsen minyak terbesar di dunia, mengatakan pada hari Jumat tidak mempertimbangkan koordinasi kebijakan produksinya dengan anggota OPEC, juga menambahkan organisasi ini tidak mengerahkan pengaruh banyak seperti yang terjadi pada 1970-an dan 1980-an.
Rusia telah lama mempertahankan kontak informal dengan OPEC dan mengisyaratkan di masa lalu itu mungkin siap untuk memotong produksi minyak untuk menopang harga.
Penurunan tampaknya tak terbendung di minyak meningkatkan kekhawatiran tentang investasi pasokan di masa depan, Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan pada hari Jumat di Singapura.
“Harga minyak yang rendah saat ini membuat saya khawatir karena itu berarti investasi yang lebih rendah dalam proyek-proyek minyak baru. Tahun ini, investasi minyak menurun lebih dari 20 persen dan yang lebih penting kita harapkan akan menurun tahun depan juga. Kami belum pernah melihat dalam 30 tahun terakhir investasi minyak menurun dua tahun berturut-turut di dunia.”
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak masih berpotensi alami tekanan dengan sentimen kelebihan pasokan minyak dunia dan semakin menguatnya dollar dengan kenaikan suku bunga AS. Harga minyak akan bergerak menembus kisaran Support 34,25-33,75, jika harga berbalik menguat akan mencoba menembus kisaran Resistance 35,25-35,75.
Sumber : Vibiznews
Emas Minggu Lalu dan 2016
BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/12) - Mitsubishi melalui kitconews mengatakan bahwa indeks dolar kemungkinan tidak akan naik banyak diatas level 100 di tahun 2016, dengan demikian membawa pergi potensi badai bagi komoditi. Terlebih lagi, permintaan fisik untuk emas sangat jelas. Menjelang minggu kemarin berakhir, lompatan indeks dolar sejak hari rabu karena kenaikan tingkat bunga AS mereda, dengan Bank of Japan tidak mengembangkan quantitative easingnya.
Dengan dua ekonomi utama dunia Jepang dan zona euro yang matauangnya merupakan mayoritas dari keranjang indeks dolar sekarang telah berniat untuk tidak memperluas besarnya program QE mereka dan dengan kenaikan tingkat bunga AS baru-baru ini di dalam harga, dipercaya, indeks dolar AS tidak akan rally secara signifikan diatas level 100 yang penting selama 2016.
Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan dolar AS akan berkurang dalam hal mengakibatkan badai bagi performance harga komoditi dibandingkan dengan tahun ini dan mungkin menandai kembalinya harga-harga menjadi lebih merefleksikan fundamental yang menjadi “underlying”nya.
Mereposisikan emas dengan keputusan kenaikan tingkat bunga pada FOMC, akan ada likuidasi lebih lanjut di emas ETF. Dengan event utama ini, menarik untuk dilihat apakah para pembeli kembali kepasar dengan harga sekarang.
Indeks dolar AS diperdagangkan di 98.882 per hari Jumat tanggal 18 Desembert 2015, mengalami kerugian sebesar 0.395 poin untuk hari itu. Emas Comex bulan Februari naik $15.10 menjadi $1,064.70 per ons.
Sumber : Vibiznews
Thursday, 17 December 2015
Minyak Mendekati Level Terendahnya Sejak 2009
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Minyak mendekati level terendahnya sejak Februari 2009 terkait persediaan minyak mentah AS yang melonjak dan kenaikan suku bunga The Fed untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir.
Minyak berjangka turun sebanyak 2,5 persen di New York setelah penurunan 4,9 persen di Rabu kemarin. Stok AS naik ke 490.700.000 barel pekan lalu, tingkat tertinggi dalam tahun ini sejak tahun 1930, Informasi Administrasi Energi melaporkan kemarin. Goldman Sachs Group Inc memperingatkan "risiko tinggi" bahwa minyak bisa jatuh bahkan lebih rendah karena pasokan yang bertambah banyak. Keputusan The Fed mendorong dolar, mengurangi daya tarik komoditas dalam mata uang AS.
Minyak diperdagangkan mendekati level yang terakhir terlihat selama krisis keuangan global pada tanda-tanda akan memburuk rekor surplus. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak awal bulan ini secara efektif meninggalkan batas produksi mereka untuk mempertahankan pangsa pasar, sementara Gedung Putih pada Rabu kemrain mengumumkan dukungan untuk kesepakatan yang dicapai oleh para pemimpin kongres yang akan mengakhiri pembatasan 40 tahun negara tersebut pada ekspor minyak mentah.
West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari turun 50 sen, atau 1,4 persen, ke $ 35,02 per barel pada 02:27 siang di New York Mercantile Exchange. Harga telah turun 35 persen tahun ini dan menuju penurunan tahunan kedua.
Brent untuk pengiriman Februari merosot 25 sen, atau 0,7 persen, ke $ 37,14 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak Januari berakhir Rabu setelah penurunan ke $ 37,19, yang merupakan penutupan terendahnya sejak Desember 2008.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Dolar Reli Terkait Keputusan The Fed Menyenangkan Investor
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Dolar menguat terhadap sebagian besar rivalnya hari Kamis ini, sehari setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir.
Indeks Dolar naik 1,4% ke 99,1820, menambah kenaikan dari Rabu.
Investor menyambut 25 basis poin kenaikan suku bunga The Fed Rabu kemarin dengan membeli dolar. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya membuat mata uang lebih menarik bagi investor dengan meningkatkan laba atas simpanan dalam mata uang tersebut.
Dolar baru-baru ini diperdagangkan pada 122,68 yen, level tertingginya dalam seminggu, dibandingkan dengan 122,22 yen pada akhir Rabu di New York.
Sementara itu, euro diperdagangkan di $ 1,0831, dibandingkan dengan $ 1,0883 Rabu kemarin. Mata uang bersama negara Eropa tersebut jatuh ke sembilan hari terendahnya dalam semalam.
Pound diperdagangkan pada $ 1,4903, dibandingkan dengan $ 1,4984 Rabu. Mata uang Inggris sempat jatuh ke posisi terendah dari $ 1,4744 di awal sesi, tingkat terendahnya sejak musim semi.(mrv)
Sumber: MarketWatch
Saham AS Ditutup Turun, Saham Komoditas Pimpin Pelemahan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Saham AS ditutup menurun, mengakhiri kemenangan beruntun terpanjang Indeks Standard & Poor 500 sejak Oktober, karena investor bergerak melewati kenaikan suku bunga Federal Reserve dan kembali berfokus untuk pelemahan dalam komoditas dan prospek pertumbuhan global.
Dolar yang lebih kuat dikarenakan langkah The Fed membebani saham energi dan bahan baku, seiring minyak mentah jatuh di bawah $ 35 per barel. General Mills Inc anjlok 3,3% setelah hasil kuartalan meleset dari perkiraan, dan Oracle Corp merosot setelah pendapatan tidak sesuai dari perkiraan. FedEx Corp naik 2% setelah mengalahkan target laba.
S & P 500 turun 1,5% menjadi 2,041.95 pada 04:00 sore di New York, menghapus gain pasca kenaikan suku bunga The Fed pada Rabu, dan memangkas gan minggu ini yang sebelumnya naik hingga 3%. Indeks tergelincir di bawah harga rata-rata selama 50 dan 200 hari terakhir.
Datat laba memiliki beberapa pengaruh pada perdagangan Kamis, dengan Oracle turun tajam dalam enam bulan setelah pendapatan terjawab perkiraan analis untuk 10 kali dalam 12/4. Perusahaan telah tertekan karena transisi pelanggan dari model tradisional membeli perangkat lunak yang diinstal pada sistem komputer perusahaan untuk produk yang dikirim melalui Internet.
General Mills catat penurunan tajam sejak September setelah pembuat Cheerios dan Lucky Charms membukukan hasil yang tidak terjawab perkiraan, tertekan oleh melambatnya permintaan untuk makanan sarapan sereal di AS. FedEx naik 2,2% setelah pendapatannya mengalahkan estimasi dan perusahaan raksasa pengiriman paket tersebut mengatakan pertumbuhan e commerce yang menghasilkan rekor pengiriman liburan sejauh musim ini.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Komoditi Pimpin Penurunan Tekan Ekuitas AS Di Sesi Siang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Saham AS menurun dengan kemenangan beruntun terpanjang Indeks Standard & Poor 500 sejak Oktober, karena investor bergerak melewati kenaikan suku bunga Federal Reserve dan kembali berfokus untuk pelemahan dalam komoditas dan prospek pertumbuhan global.
Dolar yang lebih kuat dikarenakan dari langkah The Fed membebani saham energi dan bahan baku, sementara minyak mentah jatuh untuk hari kedua. Produsen sereal General Mills Inc anjlok 3,3% setelah hasil kuartalan meleset dari perkiraan, dan Oracle Corp merosot setelah pendapatan terjawab perkiraan analis. FedEx Corp naik 2,9% setelah pendapatannya mengalahkan target analis.
S & P 500 turun 1,2% menjadi 2,049.23 pada 12:52 siang di New York, memangkas penguatan untuk pekan ini yang sebelumnya menuju peenguatan sebesar 3%. Indeks melanjutkan penurunan setelah jatuh di bawah harga rata-rata selama 50 dan 200 hari terakhir. Dow Jones Industrial Average kehilangan 170,74 poin, atau 1%, ke level 17,578.35. Sementara Indeks Nasdaq Composite turun 0,9%.(yds)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)

