Tuesday, 17 May 2016
Membaiknya Data Ekonomi AS Memberi Godaan Bagi Pembeli Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/5) - Dolar
menjadi cukup murah untuk menggoda pembeli pascca kerugian selama tiga
bulan, menurut Bank of America Corp dan Toronto-Dominion Bank.
Keuntungan
bersih investor sebesar 12 persen mendapati bahwa greenback
undervalued, terbesar dalam 10 bulan, menurut survei Bank of America
bulan ini. Mata uang AS berada di peringkat buy terkuat di Kelompok 10
negara karena prospek peningkatkan ekonomi meningkatkan potensi bagi
Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lagi, kata Toronto-Dominion,
pemberi pinjaman terbesar kedua di Kanada.
Setelah
kerugian selama tiga bulan hingga April, Indeks Bloomberg Dollar Spot
telah meningkat selama dua minggu terakhir, pemangkasan kerugian tahun
ini sebesar 3,7 persen. Menandai kinerja ekonomi yang lebih kuat
menambah bukti yang dapat meyakinkan bank sentral untuk melakukan
pengetatan kebijakan. Kenaikan dalam greenback muncul karena inflasi,
penjualan ritel dan data kepercayaan konsumen indikasikan ekonomi
terbesar di dunia tersebut mencoba keluar pelemahan yang sedang terjadi.
Greenback
sedikit berubah di $ 1,1314 per euro dan 109,08 yen pada pukul 14:28
siang di New York. Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang
terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah.(frk)
Sumber: Bloomberg
Minyak Berjangka Tandai Penutupan Tertinggi Dalami 7 Bulan Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/5) - Harga
minyak naik Selasa ini untuk sesi kedua secara berturut-turut, dengan
harga yang berakhir pada level tertinggi sejak awal Oktober karena para
pedagang berspekulasi bahwa gangguan produksi yang baru-baru ini terjadi
akan mengurangi kelebihan pasokan dunia.
Pasar juga melihat ke depan untuk data persediaan minyak mentah AS, yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan mingguan.
Minyak mentah West
Texas Intermediate Juni naik 59 sen, atau 1,2%, untuk berakhir di $
48,31 per barel di New York Mercantile Exchange - penutupan tertinggi
untuk harga minyak berjangka sejak 9 Oktober lalu. Brent Juli berakhir di $ 49,28 per barel di bursa London™s ICE Futures exchange, naik 31 sen, atau 0,6%.(mrv)
Sumber: MarketWatch
Kekhawatiran Terhadap Utang China Memberi Dampak Positif Bagi Emas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/5) - Emas
naik untuk sesi ketiga beruntun karena memuncaknya kekhawatiran atas
utang China mendorong permintaan untuk logam sebagai penyimpan nilai.
Penambang termasuk Barrick Gold Corp. naik setelah miliarder George
Soros bergabung untuk mengurangi penimbunan bullion oleh investor.
Bullion
memberi manfaat untuk tahun ini dari kekhawatiran bahwa pertumbuhan
ekonomi global akan goyah, meredam prospek suku bunga yang lebih tinggi
dan mendasari permintaan untuk aset haven. Keuntungan tersebut terbawa
sampai pada penambang emas, dengan indeks dari 14 perusahaan yang
dilacak oleh Bloomberg Intelligence menggandakan pada tahun 2016.
Emas
berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,2 persen untuk menetap di $
1,276.90 per ons pada pukul 1:41 siang di Comex New York.
Sumber: Bloomberg
Bursa AS Ditutup Turun Bersama Treasury Terkait Spekulasi Suku Bunga The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/5) - Saham
AS melemah dan kurva imbal hasil Treasury sejajar dengan yang terkecil
sejak 2007 di tengah meningkatnya spekulasi bahwa The Fed melihat
pertumbuhan ekonomi cukup kuat untuk menaikkan suku bunga secepatnya di
bulan Juni.
Indeks S & P 500
Index menghapus reli Senin karena data ekonomi menunjukkan harga
konsumen yang lebih tinggi, dengan dengan lebih cepatnya penurunan pasca
sepasang pejabat The Fed
menyarankan agar suku bunga yang lebih tinggi dapat dijalankan.
Treasuries dua tahun, tiket keamanan yang paling sensitif terhadap
ekspektasi kebijakan The Fed, berada dalam kinerja yang kurang baik
dalam jangka waktu yang lebih lama, mengurangi hasil tambahan yang
menawarkan utang selama 10 tahun. Petroleo Brasileiro SA, produsen
minyak yang dikelola negara, menawarkan suku bunga di rekor tertinggi
demi menarik investor untuk penjualan obligasi internasional pertamanya
dalam setahun.
Ekuitas global telah
mampu memperpanjang kenaikannya setelah meraih empat bulan tertingginya
pada tanggal 20 April karena investor yang mempelajari data sebagai
petunjuk waktu dari langkah kebijakan The Fed berikutnya. Data hari
Selasa menunjukkan kenaikan terbaru dari harga konsumen dan konstruksi
-rumah sehari setelah pembacaan data manufaktur yang mengecewakan. Ada
sedikit bukti bahwa stimulus belum pernah terjadi sebelumnya dari Jepang
ke Eropa telah lonjakan awal pertumbuhan ekonomi mereka, menambah
kekhawatiran bahwa pengetatan di Amerika dapat menahan ekspansi global.
Presiden The Fed
Atlanta Dennis Lockhart dan Persiden The Fed San Francisco John Williams
mengatakan pada Selasa ini, dua kenaikan suku bunga tahun ini dapat
dibenarkan. Presiden The Fed Dallas Robert Kaplan mengatakan bahwa
kenaikan mungkin segera datang. Pedagang bursa berjangka mendorong
peluang untuk peningkatan pada bulan Juni menjadi 16 persen dari 4
persen pada Senin kemarin.
Indeks S & P 500
turun 0,9 persen menjadi 2,047.16 pada 16:00 sore di New York, setelah
reli sebesar 1 persen kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average turun
1 persen. Menyusul reli sebesar 15 persen dari terendahnya di Februari
untuk empat bulan pada tanggal 20 April, S & P 500 telah berjuang
untuk mempertahankan momentum di tengah rilis data laba yang bervariasi
dan tanda-tanda kenaikan ekonomi yang meragukan. Indeks tersebut turun 2,2 persen sejak saat itu.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Wall Street Tumbang Akibat Aksi Jual Investor
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/5) - Wall Street terjatuh pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Penyebab utama Pelemahan Wall Street adalah aksi jual karena para investor melihat bahwa kemungkinan besar Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (the Fed) akan segera menaikkan suku bunga.
Mengutip Reuters, Rabu (18/5/2016), Indeks Dow Jones Industrial Averange (DJIA) melemah 180,73 poin atau 1,02 persen ke level 17.529,98. Indeks S&P 500 juga turun 19,45 poin atau 0,94 persen ke level 2.047,21. Sedangkan Indeks Nasdaq melemah 59,72 poin atau 1,25 persen ke angka 4.715,73.
Harga konsumen AS pada April 2016 kemarin mencatatkan kenaikan terbesar dalam tiga tahun terakhir. Pendorong kenaikan harga konsumen AS tersebut adalah kenaikan harga bensin dan juga sewa properti.
Dengan adanya data tersebut menunjukkan bahwa angka inflasi di AS sudah sejalan dengan target yang ditentukan oleh the Fed. Bank Sentral AS memang menargetkan inflasi terus naik sehingga bisa menjadi dasar keputusan untuk menaikkan suku bunga di tahun ini.
Langkah Bank Sentral AS untuk segera menaikkan suku bunga di tahun ini juga lebih kuat dengan adanya pernyataan dari pejabat the Fed yang mengatakan bahwa kenaikan suku bunga bisa dilakukan pada Juni atau Juli ini.
Dalam target semula, the Fed memang berencana menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini. Namun rencana tersebut sedikit berubah karena adanya gangguan dari ekonomi global yang pemulihannya sangat lambat.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh CME FedWatch, keyakinan dari para broker saham akan rencana kenaikan suku bunga meningkat. Pada Senin kemarin hanya 42 persen dari para broker yang disurvei yang yakin bahwa the Fed akan menaikkan bunga pada November.
Namun sehari kemudian setelah keluarnya data harga konsumen AS dan pernyataan dari pejabat the Fed tersebut, jumlah broker yang yakin the Fed akan menaikkan bunga pada November meningkat menjadi 58 persen atau di atas separuhnya. Hal tersebut membuat pelaku pasar melakukan aksi jual sehingga menekan Wall Street.
"Data yang ada dan komentar dari pejabat the Fed menjadi isyarat bagi pelaku pasar bahwa indeks telah berada di atas harga pasar," jelas Senior Fixed Income Investment Specialist Aberdeen Asset Management, New York, AS, Patrick Maldari.
Sumber : Liputan6
Mengutip Reuters, Rabu (18/5/2016), Indeks Dow Jones Industrial Averange (DJIA) melemah 180,73 poin atau 1,02 persen ke level 17.529,98. Indeks S&P 500 juga turun 19,45 poin atau 0,94 persen ke level 2.047,21. Sedangkan Indeks Nasdaq melemah 59,72 poin atau 1,25 persen ke angka 4.715,73.
Harga konsumen AS pada April 2016 kemarin mencatatkan kenaikan terbesar dalam tiga tahun terakhir. Pendorong kenaikan harga konsumen AS tersebut adalah kenaikan harga bensin dan juga sewa properti.
Dengan adanya data tersebut menunjukkan bahwa angka inflasi di AS sudah sejalan dengan target yang ditentukan oleh the Fed. Bank Sentral AS memang menargetkan inflasi terus naik sehingga bisa menjadi dasar keputusan untuk menaikkan suku bunga di tahun ini.
Langkah Bank Sentral AS untuk segera menaikkan suku bunga di tahun ini juga lebih kuat dengan adanya pernyataan dari pejabat the Fed yang mengatakan bahwa kenaikan suku bunga bisa dilakukan pada Juni atau Juli ini.
Dalam target semula, the Fed memang berencana menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini. Namun rencana tersebut sedikit berubah karena adanya gangguan dari ekonomi global yang pemulihannya sangat lambat.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh CME FedWatch, keyakinan dari para broker saham akan rencana kenaikan suku bunga meningkat. Pada Senin kemarin hanya 42 persen dari para broker yang disurvei yang yakin bahwa the Fed akan menaikkan bunga pada November.
Namun sehari kemudian setelah keluarnya data harga konsumen AS dan pernyataan dari pejabat the Fed tersebut, jumlah broker yang yakin the Fed akan menaikkan bunga pada November meningkat menjadi 58 persen atau di atas separuhnya. Hal tersebut membuat pelaku pasar melakukan aksi jual sehingga menekan Wall Street.
"Data yang ada dan komentar dari pejabat the Fed menjadi isyarat bagi pelaku pasar bahwa indeks telah berada di atas harga pasar," jelas Senior Fixed Income Investment Specialist Aberdeen Asset Management, New York, AS, Patrick Maldari.
Sumber : Liputan6
Monday, 16 May 2016
Dolar Melemah Terhadap Euro Pasca Data Yang Lemah Dari The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/5) - Dolar
melemah Senin ini terhadap euro dan sejumlah rival lainnya setelah data
dari The Fed menunjukkan penurunan aktivitas manufaktur daerah New
York.
Euro menguat ke $
1,1319 akhir Senin di New York, dibandingkan dengan $ 1,1308 akhir
Jumat, setelah indeks Empire State general business conditions anjlok ke
pembacaan negatif 9 untuk awal Mei, turun dari 9,6 pada bulan April.
Indeks ICE AS Dollar
yang mengukur kekuatan dolar terhadap kelompok mata uang saingan, turun
kurang dari 0,1% menjadi 94,5640.(mrv)
Sumber: MarketWatch
Goldman Melihat Permintaan Diatas Produksi, Minyak Naik ke 6 Bulan Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/5) - Minyak
naik ke level tertingginya enam bulan terkait Goldman Sachs Group Inc
bahwa mengatakan pasar bergerak ke defisit awal dari yang diharapkan
mengikuti gangguan pasokan di Nigeria dan peningkatan permintaan.
Minyak berjangka naik
3,3 persen di New York. Peralihan ke defisit pasokan bulan ini datang
satu kuartal lebih cepat dari perkiraan, Goldman Sachs mengatakan dalam
sebuah laporan. bank menaikkan perkiraan harga, sambil memproyeksikan
kembali surplus awal tahun depan. Serangan militan dan pemadaman pipa
telah memangkas volume minyak Nigeria setidaknya 30 persen, menteri
perminyakan mengatakannya pekan lalu.
West Texas
Intermediate untuk pengiriman Juni naik $ 1,51 untuk berakhir di $ 47,72
per barel di New York Mercantile Exchange. Ini adalah penutupan
tertingginya sejak 3 November. Harga telah mengalami kenaikan lebih dari
80 persen dari terendahnya di tahun ini.
Brent untuk pengiriman
Juli naik US $ 1,14, atau 2,4 persen, ke $ 48,97 per barel di
London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak tersebut juga ditutup
pada level tertingginya sejak 3 November. Minyak mentah acuan global
mengakhiri sesi dengan premi sebesar 55 persen untuk WTI Juli.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Emas Naik Karena Fund-Buying Spree Diperpanjang untuk 14 Hari
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/5) - Emas
menguat karena kepemilikan dalam ETF berbasis logam naik untuk 14-hari
beruntun, mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun.
Emas
telah rally 20 persen dalam tahun 2016 karena kekhawatiran atas
pertumbuhan global mendorong gejolak ekuitas pada awal tahun ini dan
membantu mengurangi prospek untuk menaikkan suku bunga AS oleh Federal
Reserve. Biaya pinjaman yang rendah bermanfaat bagi emas karena tidak
menawarkan imbal hasil atau dividen. Laporan pada hari Sabtu menunjukkan
output industri di China melambat lebih dari perkiraan pada bulan
April, sedangkan pembacaan ritel dan investasi juga mengecewakan.
Emas
berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,1 persen untuk menetap di $
1,274.20 per ons pada pukul 1:43 siang di Comex New York, menguat untuk
pertama kalinya dalam dua minggu.
Penurunan
dolar pada hari Senin juga mendorong permintaan untuk emas sebagai aset
alternatif. Greenback turun kurang dari 0,1 persen terhadap sekeranjang
10 mata uang.(frk)
Sumber: Bloomberg
Reli Dalam Minyak Mentah Angkat Bursa AS Pada Penutupan Perdagangan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/5) - Reli
harga minyak mentah mendorong saham energi dan Apple Inc. melonjak
setelah Berkshire Hathaway Inc mengungkapkan saham di pembuat iPhone,
memicu keuntungan yang lebih luas di saham-saham AS karena S&P 500
mengalami rebound dari kerugian mingguan terpanjang sejak Januari.
Dengan
kenaikan hari ini, ekuitas kembali bergolak setelah mengalami minggu
bergejolak yang memperlihatkan reli satu hari terbesar dalam dua bulan
segera dihapuskan oleh penurunan tiga sesi beruntun. Saham komoditas
melonjak pada hari Senin karena penguatan minyak mentah sebesar 3,3
persen, sementara Apple membukukan kenaikan curam sejak 1 Maret setelah
turun selama tiga minggu. Saham Anacor Farmasi melonjak 57 persen,
setelah Pfizer Inc. setuju untuk membeli produsen obat tersebut.
Indeks
S&P 500 naik 1 persen menjadi 2,066.62 pada pukul 16:00 sore di New
York, setelah jatuh selama seminggu berturut-turut. Indeks tersebut
menduduki puncak harga rata-rata selama 50 hari terakhir setelah pada
hari Jumat ditutup di bawah level untuk pertama kalinya sejak Februari.
Acuan
ekuitas utama AS turun ke level terendah satu bulan pada hari Jumat
karena hasil yang mengecewakan dari pengecer besar diimbangi oleh data
yang menunjukkan konsumen tetap tangguh. Di tengah rotasi pasar selama
beberapa sesi terakhir, indeks S&P 500 memangkas periode 18-hari
tanpa ayunan lebih dari 1 persen, terpanjang yang relatif tenang sejak
Desember 2014.(frk)
Sumber: Bloomberg
Saham Apple Picu Wall Street Reli
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/5) - Bursa saham Amerika Serikat (AS)/wall street menguat pada awal pekan ini didorong sektor saham teknologi dan harga minyak.
Pada penutupan perdagangan saham, Senin (Selasa pagi WIB), indeks saham Dow Jones menguat 175,39 poin atau 1 persen ke level 17.710,71. Penguatan indeks saham acuan ini didukung saham Apple Inc menguat 0,03 persen setelah Warren Buffet's Berkshire Hathaway Inc membeli 9,8 juta saham pada kuartal I 2016.
Indeks saham S&P 500 naik 20,04 poin atau 1 persen ke level 2.066,53. 10 sektor saham mendukung penguatan indeks saham S&P 500.
Sektor saham energi dan teknologi memimpin penguatan masing-masing 1,6 persen dan 1,4 persen. Sementara itu, indeks saham Nasdaq menguat 57,78 poin atau 1,2 persen ke level 4.775,46.
"Penguatan indeks saham di awal pekan ini kombinasi dari harga minyak reli dan pelaku pasar bereaksi terhadap laporan penjualan ritel," ujar Mark Kepner, Direktur Themis Trading seperti dikutip dari laman Marketwatch, Selasa (17/5/2016).
Ia menambahkan, penguatan indeks saham acuan ini hanya bersifat teknikal setelah tiga minggu melemah. Untuk penguatan indeks saham acuan lebih stabil membutuhkan reli di saham bank.
Hal senada dikatakan Analis Senior Voya Financial Karyn Cavanaugh. Ia mengatakan, penguatan indeks saham acuan dalam sehari tidak membuat dirinya terkesan. "Harga minyak naik itu bagus, tetapi itu belum cukup mendukung pasar sahan hingga kinerja keuangan perusahaan kembali ke jalur benar," ujar dia.
Ia mengatakan, kinerja keuangan perusahaan turun tujuh persen pada kuartal I 2016, menunjukkan tidak ada kesempatan yang akan terjadi hingga laporan keuangan kuartal II pada Juli.
Pada awal pekan ini, harga minyak menguat setelah Goldman Sachs menyatakan kalau pasokan minyak yang banjir akan defisit, dan menaikkan prediksi harga minyak pada tahun ini. Harga minyak jenis acuan Amerika Serikat (AS) naik 3,3 persen menjadi US$ 47,22 per barel. (Ahm/Ndw)
Sumber : Liputan6
Pada penutupan perdagangan saham, Senin (Selasa pagi WIB), indeks saham Dow Jones menguat 175,39 poin atau 1 persen ke level 17.710,71. Penguatan indeks saham acuan ini didukung saham Apple Inc menguat 0,03 persen setelah Warren Buffet's Berkshire Hathaway Inc membeli 9,8 juta saham pada kuartal I 2016.
Indeks saham S&P 500 naik 20,04 poin atau 1 persen ke level 2.066,53. 10 sektor saham mendukung penguatan indeks saham S&P 500.
Sektor saham energi dan teknologi memimpin penguatan masing-masing 1,6 persen dan 1,4 persen. Sementara itu, indeks saham Nasdaq menguat 57,78 poin atau 1,2 persen ke level 4.775,46.
"Penguatan indeks saham di awal pekan ini kombinasi dari harga minyak reli dan pelaku pasar bereaksi terhadap laporan penjualan ritel," ujar Mark Kepner, Direktur Themis Trading seperti dikutip dari laman Marketwatch, Selasa (17/5/2016).
Ia menambahkan, penguatan indeks saham acuan ini hanya bersifat teknikal setelah tiga minggu melemah. Untuk penguatan indeks saham acuan lebih stabil membutuhkan reli di saham bank.
Hal senada dikatakan Analis Senior Voya Financial Karyn Cavanaugh. Ia mengatakan, penguatan indeks saham acuan dalam sehari tidak membuat dirinya terkesan. "Harga minyak naik itu bagus, tetapi itu belum cukup mendukung pasar sahan hingga kinerja keuangan perusahaan kembali ke jalur benar," ujar dia.
Ia mengatakan, kinerja keuangan perusahaan turun tujuh persen pada kuartal I 2016, menunjukkan tidak ada kesempatan yang akan terjadi hingga laporan keuangan kuartal II pada Juli.
Pada awal pekan ini, harga minyak menguat setelah Goldman Sachs menyatakan kalau pasokan minyak yang banjir akan defisit, dan menaikkan prediksi harga minyak pada tahun ini. Harga minyak jenis acuan Amerika Serikat (AS) naik 3,3 persen menjadi US$ 47,22 per barel. (Ahm/Ndw)
Sumber : Liputan6
Sunday, 15 May 2016
Pasukan Afghanistan Pukul Mundur Taliban dari Satu Kota Penting
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/5) - Pasukan keamanan Afghanistan mengatakan hari Minggu mereka telah
menghentikan gerakan maju tadi malam oleh Taliban ke satu kota penting
di utara dan menimbulkan korban besar di pihak musuh tersebut.
Pertempuran di pinggir kota Pul-e-Khumri, ibukota provinsi Baghlan, pecah ketika Taliban menguasai beberapa desa dan pos keamanan terpencil, kata penduduk dan sumber-sumber dari pihak pemberontak.
Pertempuran untuk sementara menutup jalan raya utama yang menghubungkan ibukota nasional Kabul dengan 8 provinsi di utara serta negara-negara tetangga.
Setelah pasukan keamanan memimpin serangan balasan yang berhasil dan memaksa pemberontak mundur, jalan dibuka kembali, kata para pejabat provinsi.
Seorang jurubicara Taliban dalam pernyataan yang dikirim kepada para wartawan membantah klaim pemerintah dan menuduh pemerintah Afghanistan berusaha menyembunyikan “kekalahan dan korban”melalui propaganda demikian.
Pemberontak dalam beberapa bulan ini telah berkali-kali merebut kekuasaan di bagian-bagian jaringan Jalan Lingkar sepanjang lebih dari 2.000 mil, yang menghubungkan pusat-pusat utama penduduk Afghanistan. Perebutan itu kadang-kadang menghentikan lalu-lintas..
Sementara itu, para perunding perdamaian pemerintah telah menyelesaikan pembicaraan berminggu-minggu mengenai persetujuan perdamaian dengan satu lagi kelompok pemberontak yang selama bertahun-tahun bertempur bersama Taliban.
Para perunding militan faksi Hezb-i-Islami, yang dipimpin oleh buronan Afghanistan Gulbuddin Hekmatyar, masih berada di Kabul untuk melakukan pertemuan lebih jauh.
Namun, para pejabat mengingatkan kemungkinan akan memakan waktu beberapa minggu sebelum persetujuan dicapai.
Tetapi para aktivis hak azasi dan banyak orang Afghanistan telah mengecam usaha rekonsiliasi Presiden Ashraf Ghani dengan Hekmatyar.
Mantan perdana menteri berusia 68 tahun itu paling dikenal atas tuduhan pembunuhan ribuan orang sipil dan melakukan pelanggaran hak azasi manusia pada masalah pertentangan dalam pmerintahan Afghanistan tahun 1990-an. [gp]
Sumber : VOAIndonesia
Pertempuran di pinggir kota Pul-e-Khumri, ibukota provinsi Baghlan, pecah ketika Taliban menguasai beberapa desa dan pos keamanan terpencil, kata penduduk dan sumber-sumber dari pihak pemberontak.
Pertempuran untuk sementara menutup jalan raya utama yang menghubungkan ibukota nasional Kabul dengan 8 provinsi di utara serta negara-negara tetangga.
Setelah pasukan keamanan memimpin serangan balasan yang berhasil dan memaksa pemberontak mundur, jalan dibuka kembali, kata para pejabat provinsi.
Seorang jurubicara Taliban dalam pernyataan yang dikirim kepada para wartawan membantah klaim pemerintah dan menuduh pemerintah Afghanistan berusaha menyembunyikan “kekalahan dan korban”melalui propaganda demikian.
Pemberontak dalam beberapa bulan ini telah berkali-kali merebut kekuasaan di bagian-bagian jaringan Jalan Lingkar sepanjang lebih dari 2.000 mil, yang menghubungkan pusat-pusat utama penduduk Afghanistan. Perebutan itu kadang-kadang menghentikan lalu-lintas..
Sementara itu, para perunding perdamaian pemerintah telah menyelesaikan pembicaraan berminggu-minggu mengenai persetujuan perdamaian dengan satu lagi kelompok pemberontak yang selama bertahun-tahun bertempur bersama Taliban.
Para perunding militan faksi Hezb-i-Islami, yang dipimpin oleh buronan Afghanistan Gulbuddin Hekmatyar, masih berada di Kabul untuk melakukan pertemuan lebih jauh.
Namun, para pejabat mengingatkan kemungkinan akan memakan waktu beberapa minggu sebelum persetujuan dicapai.
Tetapi para aktivis hak azasi dan banyak orang Afghanistan telah mengecam usaha rekonsiliasi Presiden Ashraf Ghani dengan Hekmatyar.
Mantan perdana menteri berusia 68 tahun itu paling dikenal atas tuduhan pembunuhan ribuan orang sipil dan melakukan pelanggaran hak azasi manusia pada masalah pertentangan dalam pmerintahan Afghanistan tahun 1990-an. [gp]
Sumber : VOAIndonesia
Bursa Global Bervariasi, Harga Minyak Dan PDB Jadi Sentimen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/5) - Bursa global bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, dengan bursa AS melemah dan bursa Eropa menguat.
Seperti dikutip dari riset Investa Saran Mandiri, bursa AS ditutup negatif seiring dengan pelemahan harga minyak meski data ekonomi yang dirilis positif.
University of Michigan melaporkan indeks sentimen konsumen melonjak 7,6% menjadi 95,8 dari 89,0 pada bulan April, mematahkan estimasi kenaikan menjadi 90,0 dalam jajak pendapat Reuters. Dow Jones ditutup melemah 1.05%, Nasdaq turun 0.37% dan S&P Indek turun 0.85%.
Adapun pasar saham kawasan Eropa ditutup positif. Gross Domestic Product (GDP) Jerman tumbuh lebih dari dua kali di kuartal pertama tahun ini seiring pengeluaran rumah tangga dan belanja negara yang meningkat. Peningkatan juga terjadi pada investasi di sektor konstruksi dan barang modal dari perdagangan luar negeri.
Destatis,Badan Pusat Statistik Federal Jerman melaporkan ekonomi Jerman tumbuh 0,7% selama kuartal pertama 2016 setelah di kuartal sebelumnya yaitu kuartal IV-2015 hanya tumbuh 0,3%. Angka ini lebih tinggi dari konsensus yang dikeluarkan para ekonomi di polling Reuters yang memprediksi pertumbuhan 0,6%.
Pada perbandingan 12 bulan, PDB tumbuh sebesar 1,1% pada periode Januari-Maret dibandingkan dengan tiga bulan yang sama tahun sebelumnya. FTSE di Inggris ditutup naik 0.56%, DAX Jerman naik 0.92% dan CAC Perancis naik 0.56%.
Sumber : bisnis.com
Seperti dikutip dari riset Investa Saran Mandiri, bursa AS ditutup negatif seiring dengan pelemahan harga minyak meski data ekonomi yang dirilis positif.
University of Michigan melaporkan indeks sentimen konsumen melonjak 7,6% menjadi 95,8 dari 89,0 pada bulan April, mematahkan estimasi kenaikan menjadi 90,0 dalam jajak pendapat Reuters. Dow Jones ditutup melemah 1.05%, Nasdaq turun 0.37% dan S&P Indek turun 0.85%.
Adapun pasar saham kawasan Eropa ditutup positif. Gross Domestic Product (GDP) Jerman tumbuh lebih dari dua kali di kuartal pertama tahun ini seiring pengeluaran rumah tangga dan belanja negara yang meningkat. Peningkatan juga terjadi pada investasi di sektor konstruksi dan barang modal dari perdagangan luar negeri.
Destatis,Badan Pusat Statistik Federal Jerman melaporkan ekonomi Jerman tumbuh 0,7% selama kuartal pertama 2016 setelah di kuartal sebelumnya yaitu kuartal IV-2015 hanya tumbuh 0,3%. Angka ini lebih tinggi dari konsensus yang dikeluarkan para ekonomi di polling Reuters yang memprediksi pertumbuhan 0,6%.
Pada perbandingan 12 bulan, PDB tumbuh sebesar 1,1% pada periode Januari-Maret dibandingkan dengan tiga bulan yang sama tahun sebelumnya. FTSE di Inggris ditutup naik 0.56%, DAX Jerman naik 0.92% dan CAC Perancis naik 0.56%.
Sumber : bisnis.com
Stoxx Europe 600 Ditutup Menguat 0,5% Minggu Lalu
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/5) - Bursa saham Eropa ditutup menguat minggu lalu menyusul data ritel AS
yang lebih tinggi dari perkiraan memicu optimisme akan kondisi ekonomi
negara tersebut.
Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,5% akhir minggu lalu setelah laporan penjualan ritel AS pada bulan April naik paling tinggi dalam setahun.
Hugh Grieves dari Miton Group mengatakan data ritel AS memnang terlihat memuaskan, terutama terkait laporan laba peritel di negara tersebut.
“Kepercayaan investor telah terguncang belekangan ini, tetapi ini dapat memberikan kepercayaan pasar bahwa ekonomi sedang tidak melambat,” katanya, seperti yang dikutip dari Bloomberg, Jumat (13/5/2016).
Sektor ritel membukukan kinerja terbaik di antara sektor industri lain. Tesco Plc dan Distribuidora Internacional de Alimentacion SA naik lebih dari 3,8%.
Sementara itu, Eutelsat Communications SA anjlok 28% setelah operator satelit Perancis tersebut memangkas proyeksi untuk tahun ini dan berikutnya. Peer SES SA anjlok 8,1%.
Sumber : bisnis.com
Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,5% akhir minggu lalu setelah laporan penjualan ritel AS pada bulan April naik paling tinggi dalam setahun.
Hugh Grieves dari Miton Group mengatakan data ritel AS memnang terlihat memuaskan, terutama terkait laporan laba peritel di negara tersebut.
“Kepercayaan investor telah terguncang belekangan ini, tetapi ini dapat memberikan kepercayaan pasar bahwa ekonomi sedang tidak melambat,” katanya, seperti yang dikutip dari Bloomberg, Jumat (13/5/2016).
Sektor ritel membukukan kinerja terbaik di antara sektor industri lain. Tesco Plc dan Distribuidora Internacional de Alimentacion SA naik lebih dari 3,8%.
Sementara itu, Eutelsat Communications SA anjlok 28% setelah operator satelit Perancis tersebut memangkas proyeksi untuk tahun ini dan berikutnya. Peer SES SA anjlok 8,1%.
Sumber : bisnis.com
IHSG Bakal Menguat Menanti Rilis Paket Ekonomi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/5) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham selama sepekan. Rencana pemerintah untuk merilis paket kebijakan ekonomi jilid 13 akan menjadi motor pergerakan IHSG.
Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo mengatakan, paket kebijakan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. "Harus diakuiâ paket itu memberikan dampak," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (16/5/2016).
Dia mengatakan, sentimen lain pendorong pasar ialah laporan keuangan emiten kuartal I 2016 serta kebijakan pemerintah yang mendorong penurunan suku bunga. Dia mengatakan, IHSG bakal bergerak di support 4.785 dan resistance 4.850-4.900.
Sementara itu, Aânalis PT Waterfront Securities Oktavianus Marbun mengatakan, laju IHSG cenderung mendatar pada pekan ini. Lantaran, belum nampak berita positif yang mendorong pergerakan IHSG.
"Fundamental belum ada perubahan. Pekan depan sideway. Sudah tiga minggu sideway," ujar dia.
Dia mengatakan, saat ini pelaku pasar menunggu sisa laporan keuangan kuartal I. Tak hanya itu, pelaku pasar juga menunggu dampak realisasi paket ekonomi yang telah dirilis oleh pemerintah.
Oktavianus memperkirakan IHSG bergerak pada level support 4.575 dan resistance 4.836-4.844.
Analis PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG masih dalam tren pelemahan pada sepekan ini. Dia mengatakan, IHSG belum menjumpai sentimen positif sehingga pelaku pasar cenderung wait and see.
"Pelaku pasar pun cenderung untuk menjauhi pasar dan lebih banyak wait and see. Jika dorongan volume beli belum ada di pekan depan maka laju IHSG dapat kembali confirm melanjutkan pelemahannya," kata dia dalam ulasannya.
Reza bilang pekan ini terdapat beberapa data yang menjadi acuan pelaku pasar. Dari Indonesia, terdapat data neraca perdagangan dan suku bunga acuan. Dari China terdapat house price index, dan MNI business sentiment indikator. Lalu dari Amerika âada data inflasi, produksi industri dan produksi manufaktur.
Dalam sepekan, Reza memprediksi IHSG akan berada di level support 4.720-4.745 dan resistance 4.786-4.835.
Oktavianus merekomendasikan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT PP Tbk (PTPP), PT Waskita Karya Tbk (WSKT).ââ
Beberapa saham yang menjadi perhatian Reza antara lain, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Indosat Tbk (ISAT).
Sebagai informasi, selama sepekan untuk periode 9-13 Mei, IHSG mengalami penurunan 1,26 persen ke 4.761,71 dibanding pekan sebelumnya 4.822,59. Tercatat, kapitalisasi pasar mencapai Rp 5.055 triliun. Sementara, rata-rata nilai transaksi harian mengalami kenaikan 2,07 persen menjadi Rp 5,46 triliun dari sebelumnya Rp 5,35 trilun.
â
Sepanjang pekan lalu, investor asing melakukan jual bersih Rp 429 miliar namun secara tahunan mencatatkan beli bersih Rp 2,46 triliun. (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo mengatakan, paket kebijakan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. "Harus diakuiâ paket itu memberikan dampak," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (16/5/2016).
Dia mengatakan, sentimen lain pendorong pasar ialah laporan keuangan emiten kuartal I 2016 serta kebijakan pemerintah yang mendorong penurunan suku bunga. Dia mengatakan, IHSG bakal bergerak di support 4.785 dan resistance 4.850-4.900.
Sementara itu, Aânalis PT Waterfront Securities Oktavianus Marbun mengatakan, laju IHSG cenderung mendatar pada pekan ini. Lantaran, belum nampak berita positif yang mendorong pergerakan IHSG.
"Fundamental belum ada perubahan. Pekan depan sideway. Sudah tiga minggu sideway," ujar dia.
Dia mengatakan, saat ini pelaku pasar menunggu sisa laporan keuangan kuartal I. Tak hanya itu, pelaku pasar juga menunggu dampak realisasi paket ekonomi yang telah dirilis oleh pemerintah.
Oktavianus memperkirakan IHSG bergerak pada level support 4.575 dan resistance 4.836-4.844.
Analis PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG masih dalam tren pelemahan pada sepekan ini. Dia mengatakan, IHSG belum menjumpai sentimen positif sehingga pelaku pasar cenderung wait and see.
"Pelaku pasar pun cenderung untuk menjauhi pasar dan lebih banyak wait and see. Jika dorongan volume beli belum ada di pekan depan maka laju IHSG dapat kembali confirm melanjutkan pelemahannya," kata dia dalam ulasannya.
Reza bilang pekan ini terdapat beberapa data yang menjadi acuan pelaku pasar. Dari Indonesia, terdapat data neraca perdagangan dan suku bunga acuan. Dari China terdapat house price index, dan MNI business sentiment indikator. Lalu dari Amerika âada data inflasi, produksi industri dan produksi manufaktur.
Dalam sepekan, Reza memprediksi IHSG akan berada di level support 4.720-4.745 dan resistance 4.786-4.835.
Oktavianus merekomendasikan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT PP Tbk (PTPP), PT Waskita Karya Tbk (WSKT).ââ
Beberapa saham yang menjadi perhatian Reza antara lain, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Indosat Tbk (ISAT).
Sebagai informasi, selama sepekan untuk periode 9-13 Mei, IHSG mengalami penurunan 1,26 persen ke 4.761,71 dibanding pekan sebelumnya 4.822,59. Tercatat, kapitalisasi pasar mencapai Rp 5.055 triliun. Sementara, rata-rata nilai transaksi harian mengalami kenaikan 2,07 persen menjadi Rp 5,46 triliun dari sebelumnya Rp 5,35 trilun.
â
Sepanjang pekan lalu, investor asing melakukan jual bersih Rp 429 miliar namun secara tahunan mencatatkan beli bersih Rp 2,46 triliun. (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Harga Minyak Mentah Akhir Pekan Turun 1 Persen; Mingguan Naik 3 Persen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/5) - Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan akhir pekan pada hari Jumat, jatuh karena penguatan dolar AS.
Dolar berada lebih dari dua minggu tinggi terhadap sekeranjang mata uang, membebani komoditas yang dijual dalam mata uang dollar AS seperti minyak berjangka dan membuat impor bahan bakar lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya dan berpotensi memukul permintaan.
Harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) berakhir turun 49 sen lebih rendah, atau 1,1 persen, pada $ 46,21. Minyak mentah AS naik lebih dari 3 persen untuk seminggu lalu.
Sedangkan harga Minyak mentah berjangka internasional Brent turun 30 sen menjadi $ 47,78 per barel.
Harga minyak juga tertekan karena investor mengunci keuntungan minyak menuju minggu kelima keuntungan dalam enam minggu terakhir dan menjelang akhir pekan panjang di beberapa negara di Eropa, termasuk Jerman dan Perancis.
Dalam sentimen lain, pada hari Jumat, Baker Hughes melaporkan jumlah kilang minyak yang beroperasi di Amerika Serikat turun 10 pada minggu lalu menjadi total 310, menandai minggu kedelapan berturut penurunan. Pada saat ini tahun lalu, AS pengebor memiliki 660 kilang minyak.
OPEC memompa 32.440.000 barel per hari (bph) pada bulan April, katanya dalam sebuah laporan bulanan mengutip sumber-sumber sekunder, sampai 188.000 barel per hari dari Maret. Ini adalah yang tertinggi setidaknya sejak 2008, menurut review Reuters.
Kelompok ini mengisyaratkan kekenyangan minyak global dapat meningkat tahun ini karena lonjakan produksi dari anggotanya membuat kerugian bagi negara lain yang produksinya telah terpukul oleh harga yang rendah.
Pasar didorong sebelumnya setelah Exxon Mobil Corp menyatakan force majeure pada ekspor kelas mentah terbesar Nigeria sebagai bagian dari produksi telah dibatasi kerusakan berikut untuk pipa pengeboran kilang minyak. Produksi dari produsen minyak terbesar Afrika ini telah jatuh ke 1,65 juta barel per hari (bph) akibat serangan militan, Menteri Keuangan Kemi Adeosun mengatakan, dari 2,2 juta barel per hari.
Pemadaman pasokan minyak yang tidak terduga telah meningkat bulan ini ke level tertinggi dalam setidaknya lima tahun karena kebakaran hutan di Kanada dan kerugian lebih lanjut di Nigeria dan Libya.
Bank investasi AS Jefferies memperkirakan kebakaran hutan mungkin telah sementara menutup sebanyak 1,4 juta barel per hari dari produksi, dan dengan asumsi tidak ada kerusakan pipa, itu akan memerlukan berminggu-minggu untuk meningkatkan produksi.
Produsen minyak mentah atas Rusia menepis gagasan bahwa penurunan baru-baru ini di produksi Amerika, Asia dan Afrika telah menghapuskan produksi global dan kelebihan penyimpanan yang membantu menurunkan harga minyak oleh lebih dari 70 persen antara tahun 2014 dan awal 2016.
Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa surplus minyak dunia mencapai 1,5 juta barel per hari dan bahwa pasar mungkin tidak mengimbangi sampai semester pertama 2017.
Novak mengatakan ia memperkirakan Rusia untuk memproduksi 540 juta ton (10.810.000 barel per hari) atau lebih minyak tahun ini, naik dari 534.000.000 ton pada tahun 2015.
Sumber : Vibiznews
Dolar berada lebih dari dua minggu tinggi terhadap sekeranjang mata uang, membebani komoditas yang dijual dalam mata uang dollar AS seperti minyak berjangka dan membuat impor bahan bakar lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya dan berpotensi memukul permintaan.
Harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) berakhir turun 49 sen lebih rendah, atau 1,1 persen, pada $ 46,21. Minyak mentah AS naik lebih dari 3 persen untuk seminggu lalu.
Sedangkan harga Minyak mentah berjangka internasional Brent turun 30 sen menjadi $ 47,78 per barel.
Harga minyak juga tertekan karena investor mengunci keuntungan minyak menuju minggu kelima keuntungan dalam enam minggu terakhir dan menjelang akhir pekan panjang di beberapa negara di Eropa, termasuk Jerman dan Perancis.
Dalam sentimen lain, pada hari Jumat, Baker Hughes melaporkan jumlah kilang minyak yang beroperasi di Amerika Serikat turun 10 pada minggu lalu menjadi total 310, menandai minggu kedelapan berturut penurunan. Pada saat ini tahun lalu, AS pengebor memiliki 660 kilang minyak.
OPEC memompa 32.440.000 barel per hari (bph) pada bulan April, katanya dalam sebuah laporan bulanan mengutip sumber-sumber sekunder, sampai 188.000 barel per hari dari Maret. Ini adalah yang tertinggi setidaknya sejak 2008, menurut review Reuters.
Kelompok ini mengisyaratkan kekenyangan minyak global dapat meningkat tahun ini karena lonjakan produksi dari anggotanya membuat kerugian bagi negara lain yang produksinya telah terpukul oleh harga yang rendah.
Pasar didorong sebelumnya setelah Exxon Mobil Corp menyatakan force majeure pada ekspor kelas mentah terbesar Nigeria sebagai bagian dari produksi telah dibatasi kerusakan berikut untuk pipa pengeboran kilang minyak. Produksi dari produsen minyak terbesar Afrika ini telah jatuh ke 1,65 juta barel per hari (bph) akibat serangan militan, Menteri Keuangan Kemi Adeosun mengatakan, dari 2,2 juta barel per hari.
Pemadaman pasokan minyak yang tidak terduga telah meningkat bulan ini ke level tertinggi dalam setidaknya lima tahun karena kebakaran hutan di Kanada dan kerugian lebih lanjut di Nigeria dan Libya.
Bank investasi AS Jefferies memperkirakan kebakaran hutan mungkin telah sementara menutup sebanyak 1,4 juta barel per hari dari produksi, dan dengan asumsi tidak ada kerusakan pipa, itu akan memerlukan berminggu-minggu untuk meningkatkan produksi.
Produsen minyak mentah atas Rusia menepis gagasan bahwa penurunan baru-baru ini di produksi Amerika, Asia dan Afrika telah menghapuskan produksi global dan kelebihan penyimpanan yang membantu menurunkan harga minyak oleh lebih dari 70 persen antara tahun 2014 dan awal 2016.
Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa surplus minyak dunia mencapai 1,5 juta barel per hari dan bahwa pasar mungkin tidak mengimbangi sampai semester pertama 2017.
Novak mengatakan ia memperkirakan Rusia untuk memproduksi 540 juta ton (10.810.000 barel per hari) atau lebih minyak tahun ini, naik dari 534.000.000 ton pada tahun 2015.
Sumber : Vibiznews
Thursday, 12 May 2016
Harga Minyak Mentah Naik 1 Persen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/5) - Harga minyak naik 1 persen pada perdagangan Kamis, dengan minyak mentah AS mencapai level tertinggi dalam enam bulan. Kenaikan dipicu karena para investor menimbang perkiraan untuk pasokan global yang lebih ketat terhadap tanda-tanda pembangunan penyimpanan lain di hub untuk minyak mentah berjangka AS.
Kekhawatiran dari pemadaman utama dalam minyak mentah Nigeria juga mendorong pasar, kata beberapa pedagang.
"Ini adalah campuran, jangka pendek atau panjang keduanya mencoba untuk mempertahankan posisinya berdasarkan data,"ujar Phil Flynn, analis di the Price Futures Group in Chicago, dilansir dari reuters, Jumat (13/5/2016).
Minyak mentah berjangka, acuan dunia, Brent ditutup naik 48 sen ke level US$ 48,08 per barel.
Sementara minyak mentah AS, West Texas Intermediate naik 47 persen ke level US$ 46,7, menyentuh level tertingginya dalam 6 bulan.
Dengan itu, Brent berada di jalur untuk kenaikan mingguan 6 persen dan WTI 4 persen, melanjutkan kenaikan telah menambahkan sekitar US$ 20 per barel dari posisi terendah pada bulan Januari dan Februari.
Harga minyak ini diperkirakan akan terus naik, bahkan WTI diramal bakal naik hingga US$ 51 per barel, kata Jim Ritterbusch dari Chicago berbasis pasar minyak konsultan Ritterbusch & Associates.
"Tapi dari perspektif jangka panjang, kita masih melihat pasar ini menyiapkan untuk jatuh bulan depan," tuturnya.
Sumber : Liputan6
Kekhawatiran dari pemadaman utama dalam minyak mentah Nigeria juga mendorong pasar, kata beberapa pedagang.
"Ini adalah campuran, jangka pendek atau panjang keduanya mencoba untuk mempertahankan posisinya berdasarkan data,"ujar Phil Flynn, analis di the Price Futures Group in Chicago, dilansir dari reuters, Jumat (13/5/2016).
Minyak mentah berjangka, acuan dunia, Brent ditutup naik 48 sen ke level US$ 48,08 per barel.
Sementara minyak mentah AS, West Texas Intermediate naik 47 persen ke level US$ 46,7, menyentuh level tertingginya dalam 6 bulan.
Dengan itu, Brent berada di jalur untuk kenaikan mingguan 6 persen dan WTI 4 persen, melanjutkan kenaikan telah menambahkan sekitar US$ 20 per barel dari posisi terendah pada bulan Januari dan Februari.
Harga minyak ini diperkirakan akan terus naik, bahkan WTI diramal bakal naik hingga US$ 51 per barel, kata Jim Ritterbusch dari Chicago berbasis pasar minyak konsultan Ritterbusch & Associates.
"Tapi dari perspektif jangka panjang, kita masih melihat pasar ini menyiapkan untuk jatuh bulan depan," tuturnya.
Sumber : Liputan6
Subscribe to:
Comments (Atom)