Monday, 26 January 2026

Bestprofit | Emas Tetap Ngeyel di Zona Rekor

 https://best-profit-futures-malang.com/wp-content/uploads/2026/01/compressed_Emas-Stabil-Pasca-Lonjakan-Akibat-Kekhawatiran-ata-3.jpg

Bestprofit (27/1) – Harga emas kembali menunjukkan kekuatannya dan bertahan kokoh di atas level psikologis utama, melanjutkan reli yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Ada dua faktor besar yang menopang pergerakan emas: pelemahan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya kebutuhan investor terhadap aset aman di tengah naiknya kembali risiko global.

Dalam kondisi pasar yang sarat ketidakpastian, emas sekali lagi membuktikan statusnya sebagai aset lindung nilai. Ketika sentimen risiko meningkat dan kepercayaan terhadap aset keuangan tertentu goyah, logam mulia ini cenderung menjadi tujuan pelarian modal.

Pelemahan Dolar Jadi Bahan Bakar Reli Emas

Salah satu pendorong utama kenaikan harga emas datang dari melemahnya dolar AS. Dolar yang lebih lemah secara langsung membuat emas—yang diperdagangkan dalam denominasi dolar—menjadi relatif lebih murah bagi pembeli di luar Amerika Serikat. Kondisi ini meningkatkan permintaan global dan memberikan dukungan tambahan bagi harga.

Dalam beberapa sesi terakhir, indeks dolar memang menunjukkan kecenderungan melemah setelah sebelumnya mencatat penguatan. Tekanan terhadap dolar muncul seiring meningkatnya spekulasi pasar mengenai arah kebijakan moneter dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal di sejumlah negara maju. Ketika daya tarik dolar berkurang, emas kembali mendapatkan momentumnya.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Ketegangan Dagang AS–Korea Selatan Naikkan Risiko Global

Di sisi geopolitik dan perdagangan, pasar kembali dihadapkan pada meningkatnya tensi dagang. Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman kenaikan tarif besar terhadap barang-barang asal Korea Selatan, memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik dagang baru.

Ancaman tersebut langsung berdampak pada sentimen global. Investor menjadi lebih waspada terhadap potensi gangguan perdagangan, tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi, serta risiko lanjutan terhadap stabilitas pasar keuangan. Dalam situasi seperti ini, emas kembali tampil sebagai pilihan defensif yang menarik.

Ketegangan dagang tidak hanya berdampak pada negara yang terlibat langsung, tetapi juga pada rantai pasok global. Ketidakpastian inilah yang membuat pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Kembalinya “Perdagangan Pelemahan Mata Uang”

Kenaikan emas belakangan ini juga dibaca sebagai tanda kembalinya apa yang sering disebut sebagai “perdagangan pelemahan mata uang”. Dalam skenario ini, investor mulai menjauh dari mata uang dan obligasi pemerintah, lalu mengalihkan dana ke aset riil seperti emas.

Fenomena ini biasanya muncul ketika kepercayaan terhadap kebijakan fiskal dan moneter mulai terkikis. Ketika utang pemerintah membengkak dan imbal hasil obligasi bergejolak, emas kembali mendapatkan daya tarik sebagai penyimpan nilai jangka panjang.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa reli emas saat ini bukan sekadar reaksi jangka pendek, melainkan bagian dari pergeseran sentimen yang lebih luas di pasar global.

Gejolak Obligasi Jepang Perkuat Narasi Risiko Fiskal

Narasi meningkatnya sensitivitas investor terhadap risiko fiskal semakin menguat setelah gejolak di pasar obligasi Jepang. Pergerakan tidak biasa pada imbal hasil obligasi pemerintah Jepang memicu kekhawatiran tentang keberlanjutan kebijakan moneter ultra-longgar dan beban fiskal jangka panjang.

Meski Jepang selama ini dikenal dengan stabilitas pasar obligasinya, perubahan kecil saja sudah cukup untuk mengguncang kepercayaan investor global. Gejolak ini menjadi pengingat bahwa bahkan pasar yang dianggap paling aman pun tidak sepenuhnya kebal dari risiko.

Situasi tersebut turut memperkuat alasan investor untuk kembali melirik emas sebagai alternatif, terutama ketika obligasi pemerintah tidak lagi memberikan rasa aman yang sama seperti sebelumnya.

Logam Mulia Lain Ikut Menguat

Tidak hanya emas yang menikmati sentimen positif. Logam mulia lain juga bergerak searah, meski dengan dinamika yang berbeda. Perak masih mencatat penguatan meskipun sempat mundur dari puncak terbarunya. Pergerakan perak mencerminkan kombinasi antara perannya sebagai aset lindung nilai dan kebutuhan industri.

Platinum dan paladium juga ikut naik, didukung oleh sentimen pasar yang lebih luas serta harapan terhadap permintaan industri. Kenaikan serempak ini menunjukkan bahwa minat terhadap logam mulia tidak terbatas pada emas semata, melainkan meluas ke seluruh sektor.

Di sisi lain, indeks dolar cenderung stabil setelah sebelumnya melemah. Stabilitas ini belum cukup kuat untuk menekan harga emas secara signifikan, terutama selama sentimen risiko global masih mendominasi.

Analisis Teknikal: Arah Masih Condong ke Atas

Dari sisi teknikal, analis menilai jalur termudah emas masih mengarah ke atas selama harga mampu bertahan di atas level psikologis utama. Level ini kini berfungsi sebagai fondasi penting bagi reli lanjutan.

Fokus pasar saat ini mengarah ke area target berikutnya, yang menjadi perhatian utama pelaku pasar jangka pendek maupun menengah. Selama tidak terjadi penembusan ke bawah level penopang terdekat, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.

Namun, analis juga mengingatkan bahwa jika level penopang tersebut goyah, ruang koreksi bisa melebar. Dalam kondisi pasar yang sensitif terhadap berita dan sentimen, volatilitas tetap perlu diwaspadai.

Menanti Arah Selanjutnya

Ke depan, pergerakan emas akan sangat bergantung pada kombinasi faktor makro: arah dolar, perkembangan tensi dagang, kondisi pasar obligasi global, serta perubahan selera risiko investor. Selama ketidakpastian global masih tinggi, emas berpotensi tetap menjadi aset favorit.

Bagi pelaku pasar, level psikologis yang saat ini dipertahankan emas akan menjadi penentu arah jangka pendek. Bertahan di atasnya membuka peluang reli lanjutan, sementara kegagalan mempertahankannya bisa memicu fase konsolidasi atau koreksi.

Yang jelas, emas kembali membuktikan perannya sebagai barometer ketidakpastian global—dan selama risiko masih membayangi, kilau logam mulia ini tampaknya belum akan meredup.


Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!
bestprofit futures