Sunday, 13 July 2014

Saham Material Memimpin Saham Asia Naik Pertama Kali dalam Lima Hari Terakhir

BESTPROFIT FUTURES (14/07) - Saham Asia menguat, dengan indeks acuan regional berada di lajur kenaikan pertamanya dalam lima hari terakhir, setelah saham teknologi dan material mengalami kenaikan.
Indeks MSCI Asia Pacific naik sebesar 0,1 persen ke level 146,14 pada pukul 09:02 di Tokyo, sebelum pasar saham Hong Kong dan China dibuka. Indeks tersebut turun sebesar 1,1 persen pada pekan lalu, terkoreksi untuk pertama kalinya dalam sembilan pekan terakhir, pasca valuasi ekuitas menyentuh level tertinggi pada tahun ini dan yen menguat terhadap dolar. Lebih dari 150 perusahaan AS dijadwalkan untuk melaporkan hasil kuartalan dalam dua pekan ke depan, termasuk Citigroup Inc, JPMorgan Chase, Goldman Sachs Group Inc dan Johnson & Johnson.
Indeks Topix Jepang naik sebesar 0,1 persen. Indeks S&P / ASX 200 Australia naik sebesar 0,1 persen dan Indeks NZX 50 Selandia Baru sedikit berubah. Indeks Kospi Korea Selatan naik sebesar 0,5 persen.
Keuntungan perusahaan di Indeks S&P 500 naik sebesar 4,5 persen dalam tiga bulan terakhir, sedangkan penjualan naik sebesar 3,1 persen, menurut perkiraan yang disusun oleh Bloomberg. Perkiraan telah dipangkas sejak awal bulan April lalu, saat analis memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 7,3 persen dan keuntungan sebesar 3,7 persen dalam penjualan saham. (knc)
Sumber: Bloomberg

Thursday, 10 July 2014

Harga Emas Semakin Menguat, Fundamental Positif Kokoh

Harga emas di Bursa Comex pada perdagangan Kamis 11 Juli 2014 terpantau ditutup menguat cukup signifikan. Penguatan harga emas di Bursa Comex dipicu oleh fundamental baru dari rilis data perekonomian Eropa dan peningkatan impor emas India.
Fundamental positif terhadap pergerakan harga emas yang sebelumnya telah kokoh diperkuat oleh keputusan tingkat suku bunga The Fed, terpantau menguat pada Kamis lalu. Rilis beberapa data perekonomian di Wilayah Eropa yang berada dalam posisi cenderung negatif, mendorong pembelian emas dari investor Eropa. Selain itu, pergerakan bursa saham yang langsung melemah akibat rilis-rilis data perekonomian negara-negara Eropa juga memicu peralihan pola investasi.
Sementara dari perkembangan pergerakan harga di Asia, harga emas juga terdorong menguat akibat bea impor emas yang tidak diubah pada Kamis . Terpantau bea impor India terhadap emas masih tetap berada dalam level 10%
Pada perdagangan Kamis 10 Juli 2014, harga emas spot Comex terpantau ditutup menguat dini hari tadi. Harga emas spot Comex ditutup menguat 0,60% ke tingkat harga $1.335,4/t oz atau naik $8/t oz.
Sedangkan pada perdagangan emas berjangka Comex, harga emas berjangka juga ditutup menguat dini hari tadi. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014 naik 1,13% ke tingkat harga $1.339/2/t oz atau menguat $14,9/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga emas masih akan cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh posisi fundamental positif yang sangat kuat akibat rilis beberapa data perekonomian global sejak Rabu lalu. Terkait pergerakan harga emas, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.314-$1.355 pada emas spot dan $1.315-$1.359 pada emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014.

Sumber : Vibiznews

Berjangka Asia Anjlok Terkait Kekhawatiran di Eropa

BESTPROFIT FUTURES (11/07) - Indeks berjangka Asia memimpin penurunan diantara saham global akibat tekanan keuangan di perusahaan perbankan Portugis menghidupkan kembali kekhawatiran ekonomi Eropa. Yen dan emas mempertahankan gain di tengah permintaan untuk haven asset, sementara ringgit Malaysia meneruskan penguatan setelah tingkat suku bunga dinaikkan.

Nikkei 225 Stock Average berjangka kehilangan 1 persen di pre-market Osaka, setelah meluncur 1,5 persen di sesi terakhir perdagangan, di Chicago. Berjangka pada indeks dari Australia hingga Hong Kong turun setidaknya 0,3 persen. Standard & Poor 500 sedikit berubah pada pukul 08:14 pagi di Tokyo setelah indeks tersebut berakhir turun 0,4 persen. Yen berada di dekat tertinggi tujuh minggu dan emas diperdagangkan pada level $ 1,335.59 per ons setelah menyentuh harga tertinggi sejak Maret. Ringgit meneruskan penguatan sebesar 0,2 persen.

Obligasi negara penghutang terbesar di Eropa turun kemarin setelah induk perusahaan dari Banco Espirito Santo SA, pemberi pinjaman terbesar kedua di Portugal, melewatkan pembayaran pinjaman, meningkatkan kekhawatiran di Eropa masih rentan terhadap guncangan di tengah krisis utang yang melanda. Saham global kembali turun didorong oleh spekulasi saham yang dinilai terlalu tinggi dan naiknya Treasuries. Indeks MSCI Asia Pasifik menuju penurunan mingguan pertama dalam dua bulan terakhir, setelah mencapai tertinggi enam tahun pada 7 Juli.(frk)

Sumber: Bloomberg

Ekspor Nonmigas Tujuan ASEAN Lainnya Turun Tipis

Ekspor nonmigas tujuan ASEAN Lainnya menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkini menunjukkan kinerja yang melemah. Perkembangan itu ditunjukkan dengan memburuknya nilai ekspor ke negara tersebut, dimana nilai pada bulan Mei hanya mencapai nilai 590.6 juta Dollar AS .
Sementara itu pada bulan sebelumnya ekspor nonmigas ke negara tersebut dapat mencapai nilai 594.7 juta Dollar AS. Dengan demikian kinerja ekspor nonmigas pada periode tersebut mengalami pengurangan sebesar -4.10 juta Dollar AS, atau turun tipis sebesar -0.68 %.
Data paling akhir dari BPS juga menunjukkan bahwa ekspor nonmigas dari awal tahun ini sampai bulan Mei secara total mencapai angka 2864.5 juta Dollar AS. Laporan tersebut menunjukkan adanya penurunan sebesar -142.3 juta Dollar AS atau turun sekitar -4.73 %, dimana pada periode yang sama tahun lalu mencapai nilai 3006.8 juta Dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pada analisa kurs BI hari ini Dollar Amerika Serikat terpantau bergerak terangkat sekitar 3.02 % terhadap mata uang Rupiah pada perdagangan valas dari awal Mei hingga pekan ini.

Sumber : Vibiznews

Kekhwatiran Utang Portugal Picu Permintaan Safe Heaven, Bursa AS Ditutup Turun

BESTPROFIT FUTURES (11/07) - Saham AS ditutup jatuh, dengan indeks Standard & Poor `s 500 melanjutkan aksi jual yang dimulai awal pekan ini, terkait tanda-tanda tekanan keuangan di Portugal memicu permintaan untuk aset safe haven.
Indeks S&P 500 turun 0,4% ke level 1,964.73 pada pukul 4 sore di New York, pemangkasan penurunan sebelumnya dari 1% yang terbesar sejak 15 Mei lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 69,07 poin, atau 0,4%, ke level 16,916.54. Indeks Russell 2000 jatuh 1%, memangkas penurunan dari 1,9%.
Sementara saham Eropa dan obligasi Portugal jatuh dengan kekhawatiran investor atas melesetnya pembayaran utang perusahaan terkait dengan  perusahaan pemberi pinjaman terbesar kedua negara Iberia tersebut. Bank sentral Portugal mengatakan Banco Espirito Santo SA dilindungi setelah induk perusahaan tersebut melewatkan pembayaran. Treasuries AS dan emas mencatat reli.(yds)

Sumber: Bloomberg

Emas Naik ke Tertinggi 16-Minggu Terkait Kekhawatiran Perbankan Portugal

BESTPROFIT FUTURES (11/07) - Emas berjangka naik ke posisi tertinggi 16-minggu terkait kekhawatiran perbankan di Portugal dan merosotnya ekuitas mendorong permintaan untuk logam mulia sebagai safe haven.

Di Portugal, obligasi Banco Espirito Santo SA jatuh ke rekor setelah perusahaan induk menunda catatan pembayaran utang jangka pendek, memicu kekhawatiran bahwa wilayah euro masih rentan terhadap guncangan keuangan. Indeks Standard & Poor 500 turun sebanyak 1 persen.

Emas telah naik 11 persen tahun ini, melampaui kenaikan untuk indeks komoditas, ekuitas dan obligasi. Kepemilikan investor dalam ETP berbasis logam telah mengalami rebound bulan ini karena merebaknya gejolak di Timur Tengah dan Eropa Timur. Palladium, platinum dan perak memperpanjang reli.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik 1,1 persen untuk menetap di level $ 1,339.20 per ons pada pukul 1:35 di Comex New York. Sebelumnya, harga emas mencapai $ 1,346.80, tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 19 Maret. Perdagangan adalah 48 persen lebih tinggi dari rata-rata 100-hari untuk saat ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Pemerintah Ukraina menargetkan serangan ke separatis yang berada di dekat kota Donetsk dengan serangan udara, menewaskan sekitar 50 pejuang, setelah Uni Eropa siap untuk memperluas sanksi dalam menanggapi kekerasan pro-Rusia yang telah mengguncang negara itu sejak Maret. Israel mengerahkan 20.000 tentara untuk kemungkinan invasi darat dari Jalur Gaza untuk menghentikan serangan roket.(frk)

Sumber: Bloomberg

Wednesday, 9 July 2014

Pesanan Mesin Jepang Turun Tajam dari Rekor Tertingginya

BESTPROFIT FUTURES (10/07) - Pesanan mesin Jepang jatuh tajam dari rekor tertingginya pada Mei lalu, ini menunjukkan bahwa perusahaan tetap berhati-hati untuk mengeluarkan cadangan kas ke dalam investasi.
Pesanan inti, indikator utama belanja modal, turun sebesar 19,5 persen dari bulan sebelumnya, Kantor Kabinet mengatakan hari ini di Tokyo. turun, yang terbesar seperti data tahun 1987 lalu, penurunan lebih besar dari perkiraan oleh 23 ekonom yang disurvei Bloomberg News. Rata-rata proyeksi adalah untuk kenaikan 0,7 persen.
Pemerintah hari ini menurunkan penilaiannya terhadap permintaan mesin. Tantangan bagi Perdana Menteri Shinzo Abe adalah mendorong perusahaan untuk berinvestasi sebesar 232 triliun yen ($2.3 triliun) cadangan kas dalam investasi yang bisa memperkuat pemulihan dan memacu inflasi. (izr)
Sumber: Bloomberg

Harga Emas Dapatkan Kembali Tumpuan Menguat Pasca Pertemuan The Fed

Harga emas di Bursa Comex pada penutupan perdagangan Rabu 9 Juli 2014 terpantau ditutup menguat dini hari tadi. Penguatan harga emas dipicu oleh rilis keputusan The Fed terhadap kelanjutan kebijakan stimulus ke perekonomian AS.
Dorongan Fundamental yang telah memicu aksi wait and see investor dalam beberapa hari perdagangan emas awal pekan ini, terpantau menjadi dorongan positif kuat meskipun perekonomian AS sedang membaik. Rilis keputusan The Fed yang belum ingin meningkatkan tingkat suku bunga untuk melanjutkan stimulus perekonomian AS sejak krisis 2008. Dampak dari kelanjutan pemberian suku bunga yang mendekati 0% tersebut, investor kembali meningkatkan investasinya di komoditas emas untuk menghindari penurunan nilai Dollar AS.
Selain melanjutkan penetapan suku bunga rendah, The Fed juga mengisyaratkan akan mengurangi pembelian obligasi untuk membantu pertumbuhan perekonomian. Berdasarkan rencana, setidaknya pemberhentian pembelian obligasi oleh The Fed akan dilakukan pada Oktober tahun ini.
Pada perdagangan Rabu 9 Juli 2014 di Bursa Comex, harga emas spot terpantau ditutup menguat cukup signifikan. Harga emas spot Comex naik 0,65% ke tingkat harga $1.327,4/t oz atau menguat $8,5/t oz.
Sedangkan pada perdagangan emas berjangka, harga emas berjangka Comex juga ditutup menguat dini hari tadi. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014 naik 0,59% ke tingkat harga $1.324,3/t oz atau menguat $7,8/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga emas masih akan melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi beli yang diduga masih akan cukup kuat pada perdagangan hari ini akibat dorongan ditahannya tingkat suku bunga oleh The Fed. Terkait pergerakan harga emas, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.311-$1.340 pada emas berjangka Comex kontrak Agustus 2014 dan $1.312-$1.339 pada emas spot Comex.

Sumber : Vibiznews

Indeks Topix Jepang Menuju Kenaikan Pertama Pekan ini

BESTPROFIT FUTURES (10/07) - Indeks Topix Jepang menuju kenaikan pertama pekan ini pasca saham AS melonjak tajam seiring saham bank kreditur konsumen dan produsen baja memimpin menguat.
Indeks Topix naik sebesar 0,2 persen ke level 1,272.87 pukul 09:00 pagi di Tokyo, dengan sekitar dua saham naik untuk setiap satu yang turun. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 0,1 persen ke level 15,312.63. Yen menguat sebesar sebesar 0,1 persen ke level 101,55 per dolar pasca jatuh 0,1 persen kemarin, penurunan pertama sejak 3 Juli lalu.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah. Indeks tersebut naik sebesar 0,5 persen kemarin, rebound dari aksi jual selama dua hari terakhir, karena optimisme atas pendapatan perusahaan dan pertumbuhan pekerjaan dibayangi kekhawatiran bank sentral bahwa investor akan puas tentang prospek ekonomi.
Indeks Topix naik sebesar 11 persen dari level terendahnya pada 21 Mei lalu melalui perdagangan kemarin, pengupas penurunan untuk tahun ini menjadi 2,4 persen. Indeks diperdagangkan pada 1,2 kali nilai buku kemarin, dibandingkan dengan 2,7 untuk S & P 500 dan 1,9 untuk Indeks Stoxx Europe 600. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Naik untuk Pertama Kalinya dalam Tiga Hari Terakhir Jelang Rilis Data China

BESTPROFIT FUTURES (10/07) - Saham Asia naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir, kenaikan dipimpin oleh saham perusahan bahan dan saham konsumen, karena investor menunggu data perdagangan China untuk mengukur tanda-tanda stabilisasi ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Indeks MSCI Asia Pacific naik sebesar 0,2 persen ke level 146,80 pukul 09:02 pagi di Tokyo menjelang pembukaan pasar finansial di Hong Kong dan China. Indeks melemah dalam dua hari terakhir, turun dari level tertinggi dalam enam tahun terakhir di tengah kekhawatiran Federal Reserve akan menaikkan tingkat suku bunga acuan AS lebih awal dari yang diantisipasi. Neraca perdagangan China diperkirakan berkembang, dengan ekspor dan impor meningkat pada bulan Juni lalu, menurut ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.
Indeks Topix Jepang dan Indeks Australia S&P/ASX 200 keduanya naik sebesar 0,1 persen. Indeks NZX 50 Selandia Baru melonjak sebesar 0,4 persen. Indeks Kospi Korea Selatan menguat sebesar 0,2 persen. Keputusan tingkat suku bunga dari bank sentral di Korea Selatan, Malaysia dan Indonesia akan dirilis hari ini.
Kontrak pada indeks Hang Seng Hong Kong naik sebesar 0,2 persen dan kontrak pada indeks Hang Seng China Enterprises naik sebesar 0,5 persen di sebagian besar perdagangan baru-baru ini. Indeks saham Bloomberg China-US, saham China yang paling diperdagangkan di New York naik sebesar 0,2 persen kemarin pasca terkoreksi sebesar 2,8 persen selama dua hari kemarin. (izr)
Sumber: Bloomberg

Wall Street Ditutup Menguat Karena Optimisme Kinerja Perusahaan

Bursa saham AS rebound dari aksi jual dua hari karena optimisme atas pendapatan perusahaan dibayangi kekhawatiran bank sentral bahwa investor akan bereaksi berlebihan tentang prospek ekonomi. Sementara emas naik dan minyak dan jagung merosot.
Indeks S & P 500 naik 0,5 persen pada pukul 4 pm di New York, setelah merosot 1,1 persen selama dua hari. Obligasi dengan tenor 10-tahun sedikit menguat menjadi 2,56 persen. MSCI Emerging Markets Index turun untuk pertama kalinya dalam delapan hari. Imbal hasil obligasi Portugal bertenor 10-tahun anjlok 12 basis poin menjadi 3,76 persen. Minyak West Texas Intermediate turun 1,1 persen dan emas naik 0,6 persen. Jagung turun di bawah US $ 4 per bushel untuk pertama kalinya dalam empat tahun.
Alcoa (AA) maju ke level tertinggi sejak 2011 setelah melaporkan kinerja keuangan yang  lebih baik dari estimasi laba dan penjualan. Beberapa pembuat kebijakan Fed yang investor khawatir mungkin tumbuh terlalu puas tentang prospek ekonomi dan bank sentral harus waspada terhadap pengambilan risiko yang berlebihan, menurut risalah dari pertemuan bulan Juni mereka. Obligasi Portugal jatuh setelah sebuah perusahaan yang terkait dengan bank yang terbesar kedua di negara itu mengalami gagal bayar.  
Indeks Volatilitas Chicago Board Options Exchange selesai pekan lalu di level terendah tujuh tahun sebelum menguat 16 persen selama dua hari terakhir, terbesar sejak April. Indeks yang dikenal sebagai VIX (VIX) tergelincir 3 persen menjadi 11,62 pada penutupan bursa dini hari ini.
Para pembuat kebijakan memperdebatkan waktu untuk mulai menaikkan suku bunga utama sejak tahun 2006. Data terbaru dari pekerjaan untuk perumahan menunjukkan ekonomi terbesar dunia sudah mulai pulih setelah kontraksi terburuk dalam produk domestik bruto sejak 2009, memicu spekulasi the Fed mungkin mulai menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.
Utang pemerintah AS turun sebelumnya di tengah spekulasi the Fed akan mengungkapkan diskusi tentang rencana untuk keluar dari stimulus moneter belum pernah terjadi sebelumnya. Penjualan Treasury $ 21 miliar surat 10-tahun menarik permintaan di bawah rata-rata. AS akan menjual $ 13000000000 obligasi 30-tahun besok.
Lebih dari 130 perusahaan di S & P 500 (SPX) dijadwalkan untuk melaporkan hasil kuartalan dalam dua minggu ke depan, termasuk Citigroup Inc, JPMorgan Chase & Co, Goldman Sachs dan Johnson & Johnson. Profit di S & P 500 perusahaan kemungkinan naik 5 persen dalam tiga bulan sampai Juni, sedangkan penjualan naik 3 persen, perkiraan yang disusun oleh Bloomberg menunjukkan. Perkiraan tersebut lebih rendah daripada perkiraan yang dikeluarkan pada awal April, ketika analis memperkirakan kenaikan 7,3 persen pada pendapatan dan 3,7 persen kenaikan penjualan.
Alcoa, yang secara tidak resmi dimulai musim laba kemarin, menguat 5,7 persen. Produsen aluminium AS, yang mengubah fokusnya untuk manufaktur mobil dan komponen kedirgantaraan, melaporkan laba lebih baik dari perkiraan pada kekuatan bisnis peleburan aluminium tradisional.
Indeks Stoxx Europe 600 menguat 0,4 persen dengan volume perdagangan 4 persen lebih dari rata-rata 30-hari, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Indeks patokan Portugal, PSI 20  turun 2,1 persen.
Banque Privee Espirito Santo, sebuah unit dari Espirito Santo Financial Group SA, mengatakan kemarin ada keterlambatan dalam pembayaran pada beberapa surat utang jangka pendek yang diterbitkan oleh International Espirito Santo.
Saham Banco Espirito Santo SA, bank terbesar kedua di Portugal berdasarkan nilai pasar, merosot 4,7 persen. Espirito Santo Financial Group turun 11 persen.
Imbal hasil obligasi bertenor 10-tahun Portugal naik sebanyak 26 basis poin menjadi 3,91 persen, tertinggi sejak 21 Mei. Sementara obligasi Spanyol 10-tahun yield naik empat basis poin menjadi 2,75 persen dan Yunani melonjak tujuh basis poin menjadi 6,03 persen.

Sumber : Vibiznews

Tuesday, 8 July 2014

Minyak WTI Ditransaksikan Mendekati Level Satu Bulan Terendah Jelang Rilis Data Cadangan Minyak AS


BESTPROFIT FUTURES (09/07) - Minyak mentah West Texas Intermediate ( WTI ) diperdagangkan mendekati harga terendah lebih dari satu bulan terakhir jelang rilis data persediaan yang mungkin menandakan kekuatan permintaan bahan bakar di AS, konsumen minyak terbesar di dunia.

WTI Berjangka sedikit berubah di New York setelah terjadi penurunan terpanjang sejak 2009 lalu yang kedelapan kalinya kemarin. Cadangan minyak mentah AS kemungkinan menyusut sebesar 2,5 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg News sebelum laporan pemerintah hari ini. Minyak Brent merosot dalam dua bulan terakhir, membalikkan sebuah rally yang dimulai ketika militan Islam merebut kota Mosul, di Irak utara pada bulan Juni.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Agustus pada level $ 103,48 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik sebesar 8 sen, pukul 9:51 pagi di Sydney. Kontrak berjangka tersebut turun sebesar 0,1 persen ke level $ 103,40, penutupan pada level terendah sejak 6 Juni. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sebesar 82 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga naik sebesar 5,1 persen pada tahun ini.

Minyak Brent untuk pengiriman Agustus turun sebanyak $ 1,30, atau sebesar 1,2 persen, ke level $ 108,94 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London kemarin. Harga minyak mentah acuan Eropa ditutup lebih tinggi sebesar $ 5,54 dibandingkan dengan minyak WTI.

Cadangan minyak mentah AS kemungkinan turun menjadi sekitar 382.400.000 barel, menurut estimasi menengah dari sembilan analis dalam survei. Data dari industri yang didanai American Petroleum Institute kemarin menunjukkan penurunan cadangan minyak sebesar 1,7 juta. (knc)
Sumber: Bloomberg

Yen Menguat, Indeks Topix Jepang Menuju Penurunan Hari Ketiga


BESTPROFIT FUTURES (09/07) -Saham Jepang jatuh mengirim indeks Topix menuju penurunan hari ketiga karena yen menguat dan saham broker dan glassmakers jatuh kemarin.

Indeks Topix turun sebesar 0,5 persen ke level 1,269.64 pukul 09:43 di Tokyo, dengan 27 saham dari subsektor industri mengalami koreksi. Indeks Nikkei 225 Stock Average merosot sebesar 0,4 persen ke level 15,256.69. Yen tertahan pada level 101,51 per dolar hari ini pasca naik selama tiga hari terakhir.

Indeks Topix naik sebesar 11 persen dari level terendahnya pada 21 Mei lalu hingga pada perdagangan kemarin, pengupas penurunan untuk tahun ini menjadi sebesar 2 persen. Indeks diperdagangkan pada 1,2 kali nilai buku pada penutupan lalu, dibandingkan dengan 2,7 untuk indeks Standard & Poor 500 dan 1,9 untuk Indeks Stoxx Europe 600. (izr)

Sumber: Bloomberg

HARGA MINYAK: WTI & Brent Lanjutkan Pelemahan

Harga minyak dunia melanjutkan penurunannya, karena berkurangnya kekhawatiran tentang gangguan pasokan dari Timur Tengah dan segera dimulainya kembali ekspor Libya serta kerusuhan Irak yang belum mempengaruhi ekspor.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk Agustus turun 13 sen menjadi berakhir US$103,40 per barel di New York Mercantile Exchange. Merupakan hari kedelapan penurunan.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus turun US$1,30 ditutup pada US$108,94/barel di perdagangan London.
"Pasar Brent masih di bawah tekanan. Ekspektasi ekspor minyak mentah Libya segera dimulai kembali. Pemberontakan Sunni di Irak berdampak kecil pada produksi minyak dari Selatan," kata Tim Evans dari Citi Futures.

EMAS COMEX: Turun 0,04% ke US$1.316,5/T. Oz Pagi Ini

Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange melemah tipis pada penutupan perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB), di tengah minimnya sentimen pasar.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus, turun US$0,5 atau 0,04%, menjadi menetap di US$1.316,5 per troy ounce.
Kalangan analis, seperti dikutip Antara, Rabu (9/7/2014), mengemukakan pasar mencermati harga emas yang stabil di tengah permintaan komoditas tersebut yang konstan.
Sementara itu untuk perak pengiriman September turun 0,1 sen menjadi ditutup pada US$21,013/troy ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$0,9 atau 0,06% menjadiUS$ 1.496,5/troy ounce.

Emas turun dalam sesi ketiga untuk lebih dari 2 pekan


Pada hari Selasa, harga emas turun untuk sesi ketiga berturut-turut menuju ke penutupan terendah dalam lebih dari dua minggu.

Emas untuk pengiriman Agustus turun 50 sen untuk menetap di level $ 1,316.50 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Harga tersebut sudah dihitung dengan kerugian hampir $ 14 per ons, atau 1,1%, selama dua sesi terakhir perdagangan dan berdasarkan kontrak yang paling aktif, ditutup pada level terendah sejak 20 Juni.

Perak untuk pengiriman September ditutup hampir flat di level $ 21,01 per ons setelah dalam dua sesi terakhir kehilangan 1,4%.
Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan dalam pidatonya hari Selasa, Jeffrey Lacker, Ketua The Fed Richmond, mengatakan menjaga inflasi di bawah kontrol akan menuntut Federal Reserve untuk menjadi pre-emptive. Secara terpisah, Narayana Kocherlakota, Ketua The Fed Minneapolis, meremehkan pembacaan baru-baru ini lebih tinggi pada inflasi, mengatakan bahwa ia mengharapkan level harga tetap di bawah target bank sentral untuk beberapa tahun lagi.(frk)

Monday, 7 July 2014

Harga Emas LLG Melemah, Investor Waspada Tingkat Suku Bunga AS

Harga emas LLG pada perdagangan Senin 7 Juli 2014 terpantau ditutup melemah tipis dini hari tadi. Pelemahan harga emas LLG dipicu oleh pergerakan nilai USD akibat ekspektasi akan adanya peningkatan tingkat suku bunga di AS dalam waktu yang lebih cepat dibandingka ekspektasi.
Pengaruh data perekonomian AS yang terpantau telah berada dalam kondisi positif pada pekan lalu, masih memberikan sentimen negatif kuat baik langsung maupun tidak langsung terhadap pergerakan harga emas. Indikasi perbaikan perekonomian AS dari data-data Kamis lalu terkait data pekerja, melemahkan minat investasi terhadap aset safe haven meskipun kondisi geoplolitik global masih belum stabil. Hal tersebut, menjadi dampak langsung dari positifnya data pekerja AS yang berimbas pada melemahnya pergerakan harga emas dari faktor fundamental.
Dampak tidak langsung dari positifnya data pekerja AS, dipicu oleh ekspektasi akan adanya pemercepatan peningkatan tingkat suku bunga di AS. Berdasarkan kondisi pekerja yang mulai stabil dengan lonjakan pekerjaan baru pada Juni lalu dan tingkat pengangguran yang telah turun hingga level 6,1%, walaupun masih dianggap terlalu dini, investor memandang probabilita peningkatan suku bunga AS akan dipercepat di pertengahan 2015. Imbas dari adanya ekspektasi tersebut, nilai USD terpantau mengalami penguatan sehingga berdampak pada pelemahan daya beli emas oleh para investor.
Pada perdagangan Senin 7 Juli 2014, harga emas LLG terpantau ditutup melemah dini hari tadi. Harga emas LLG turun 0,05% ke tingkat harga $1.320/t oz atau melemah $0,6/t oz.
Sedangkan pada perdagangan emas berjangka di Bursa Comex, harga emas juga terpantau ditutup melemah. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014 turun 0,27% ke tingkat harga $1.317/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga emas masih akan cenderung untuk tertekan melemah. Hal tersebut dilandasi oleh masih kuatnya pengaruh sentimen negatif dari perbaikan perekonomian AS. Terkait pergerakan harga emas, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.310-$1.325 pada emas LLG dan $1.307-$1.326,5 pada emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014.

Sumber : Vibiznews

Berjangka Jepang Turun Terkait Rebound Yen Pasca Kiwi Tergelincir

BESTPROFIT FUTURES (08/07) - Indeks berjangka Jepang turun pasca yen pertahankan gain terhadap dolar, dengan saham AS terkoreksi dari rekor di tengah spekulasi atas timeline tindakan Federal Reserve terkait tingkat suku bunga. Mata uang Selandia Baru melemah dan minyak mentah memperpanjang penurunan.

Nikkei 225 Stock Average berjangka setidaknya kehilangan 0,3 persen di Osaka dan Chicago, setelah indeks tersebut tergelincir dari level tertinggi lebih dari lima bulan kemarin. Yen berada di 101,86 per dolar pada pukul 07:25 pagi di Tokyo setelah sebelumnya naik 0,2 persen pada sesi terakhir dan yuan China bertahan di dekat level tertinggi tiga bulan di Hong Kong. Standard & Poor 500 berjangka sedikit berubah. Kiwi turun 0,2 persen setelah penurunan kepercayaan bisnis di negara tersebut. Minyak mentah di New York turun untuk hari kedelapan, penurunan terpanjang sejak 2009.

Jepang mengeluarkan data perdagangan dan transaksi berjalan atau current account hari ini, dengan Taiwan melaporkan data inflasi dan indeks kepercayaan bisnis di Australia juga jatuh tempo hari ini. Dengan The Fed akan mempublikasikan risalah dari pertemuan bulan Juni besok, Goldman Sachs Group Inc. menjadi bank terbaru untuk membawa ke depan proyeksinya saat tingkat suku bunga AS akan meningkat. Laporan AS terhadap hipotek dan kredit konsumen akan dirilis hari ini bersama dengan data perdagangan Jerman dan produksi industri Inggris. Update data inflasi China akan dirilis besok.(frk)

Sumber: Bloomberg

Produser 'Transformers' Hadapi Sengketa dari Mitra di China

BESTPROFIT FUTURES (08/07) - Chongqing Wulong Karst Tourism Group, yang mengoperasikan daerah wisata Wulong yang dipakai gambarnya di film Transformer, menuntut karena tidak ditampilkan logonya.

Sebuah perusahaan yang mengelola lokasi wisata di China yang ditampilkan dalam film "Transformers: Age of Extinction" mengancam akan menuntut para produsen film karena tidak menampilkan logo mereka di layar, menurut laporan koran China Daily.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Chongqing Wulong Karst Tourism Group, yang mengoperasikan daerah wisata Wulong di barat daya China. Hal tersebut menandai sengketa kedua yang dihadapi film tersebut di pasar film terbesar dunia dengan penghasilan box office tinggi yang menarik para pembuat film Hollywood itu.

China Daily mengutip Li Chu, seorang manajer pemasaran untuk lokasi tersebut, yang mengatakan perusahaan sedang melakukan pembicaraan dengan produser 1905 Internet Technology dan Paramount Pictures setelah mereka gagal menunjukkan logo wilayah tersebut, yang membuat beberapa penonton bingung karenat tidak jelas di mana gambar tersebut diambil. Perusahaan Beijing 1905 Internet Technology adalah saluran film dari China Central Television.

"Jika kami gagal berkompromi mengenai proposal yang dapat mengobati kerugian, kami akan mengambil prosedur hukum, ujar Li, seperti dilaporkan koran tersebut Senin (7/7).

Pada Juni, sebuah perusahaan China menuntut perubahan dalam film tersebut karena mengatakan Paramount tidak memenuhi kewajibannya untuk menampilkan properti mereka dalam film tersebut. Sengketa itu akhirnya diselesaikan antara kedua belah pihak tanpa ada penyuntingan pada film tersebut.

Film yang penuh efek khusus itu, film keempat dalam serangkaian film tentang robot Autobot yang bisa berubah-ubah dan menyelamatkan dunia itu, telah meraup lebih dari US$212 juta di China saja sejak diluncurkan seminggu lalu, hampir sama dengan di AS, yang menunjukkan semakin pentingnya China bagi Hollywood. (Reuters)

Sumber : VOA Indonesia

Saham AS Ditutup Turun Ditengah Spekulasi Tingka Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES (08/07) - Saham AS ditutup turun dari rekornya, dipimpin oleh perusahaan-perusahaan kecil, karena para investor mengkaji penilaian dan spekulasi Federal Reserve akan menaikkan tingkat suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,4% menjadi 1,977.54 pada 4 sore di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 45.02 poin, atau 0,3% ke level 17,023.24. Indeks Russell 2000 perusahaan kecil merosot 1,8%, yang terbesar sejak April. Setelah pasar saham AS ditutup pada 4 Juli karena libur Hari Kemerdekaan.
Pekan lalu Indeks  S&P 500 dan Dow average menguat 1,3%, dengan i 30 ndeks saham penutupan di atas 17.000 untuk pertama kalinya, karena tambahan gaji bulanan melebihi 200.000 untuk bulan kelimanya di bulan Juni.
Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga, gabungan perusahaan seperti JPMorgan Chase & Co. dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. juga menaikkan perkiraannya mengikuti data pekerjaan yang dirilis pekan lalu.(yds)

Sumber: Bloomberg