BESTPROFIT FUTURES (16/07) - Bursa Saham AS melemah akibat komentar
dari Federal Reserve yang menyatakan bahwa beberapa sektor mengalami
valuasi tinggi sehingga membayangi rilis laba perbankan yang melampaui
dari perkiraan sebelumnya. Sementara obligasi Treasuri AS stagnan dan
dollar naik setelah Ketua Janet Yellen menyatakan dihadapan para
parlemen bahwa stimulus masih diperlukan.
Indeks Standard &
Poor™s 500 melemah 0.2% pukul 4 sore waktu New York. Indeks Russell 2000
turun 1% setelah laporan Federal Reserve menyatakan bahwa valuasi
beberapa saham bioteknologi dan media sosial œsecara substansi turun.
JPMorgan Chase & Co. dan Goldman Sachs Group Inc. naik 1.3% setelah
merilis labanya yang melampui dari perkiraan sebelumnya. Minyak mentah
AS turun di bawah level $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei
lalu. Imbal hasil obligasi Treasuri AS dengan tenor 10 tahun berada pada
level 2.55, mendekati level terendah dalam 6 pekan terakhir. Dollar
catat gain terhadap mayoritas mata uang lainnya dan emas turun.
Bank
sentral harus memberikan stimulus akibat masih adanya œkekurangan yang
signifikan pada pasar tenaga kerja dan inflasi masih berada dibawah
target Federal Reserve, menurut Yellen pada pernyataannya jelang
Kongres. Data penjualan ritel Juni lalu yang dirilis hari ini
menunjukkan kenaikan, yang diperkirakan telah membantu ekonomi AS
rebound pada kuartal ke-2. JPMorgan Chase menyatakan bahwa laba kuartal
ke-2 melampaui dari perkiraan sebelumnya dan Goldman Sachs merilis
kenaikan yang mengejutkan pada labanya. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Tuesday, 15 July 2014
Monday, 14 July 2014
Menlu AS Berbicara dengan Menlu Iran di Wina
BESTPROFIT FUTURES (15/07) - Kerry ingin mengadakan pembicaraan
mendalam untuk menilai berapa besar kesediaan Iran untuk mengambil
pilihan yang genting yang perlu diambil.
Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry bertemu Senin (14/7) dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif sementara batas waktu untuk mencapai persetujuan jangka panjang mengenai program nuklir Iran semakin dekat.
Seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan tujuan pertemuan di Wina itu adalah œuntuk melihat apakah kemajuan dapat tercapai, dan bahwa Kerry ingin mengadakan pembicaraan mendalam untuk menilai berapa besar kesediaan Iran untuk mengambil pilihan yang genting yang perlu diambil.
Kerry mengatakan Minggu setelah pembicaraan antara diplomat dari Iran dan kelompok enam negara kuat dunia bahwa œperbedaan pandangan signifikan tetap ada sebelum persetujuan akan dicapai.
Zarif menyerukan kepada kedua pihak untuk berunding dengan ikhlas.
Iran dan kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB tambah Jerman telah berunding selama berbulan-bulan dalam usaha untuk menyepakati persetujuan menyeluruh untuk memastikan program nuklir Iran bertujuan damai. Sebagai imbalannya, Iran menghendaki pencabutan sanksi internasional yang telah merugikan ekonomi negara itu.
Sumber : VOA
Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry bertemu Senin (14/7) dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif sementara batas waktu untuk mencapai persetujuan jangka panjang mengenai program nuklir Iran semakin dekat.
Seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan tujuan pertemuan di Wina itu adalah œuntuk melihat apakah kemajuan dapat tercapai, dan bahwa Kerry ingin mengadakan pembicaraan mendalam untuk menilai berapa besar kesediaan Iran untuk mengambil pilihan yang genting yang perlu diambil.
Kerry mengatakan Minggu setelah pembicaraan antara diplomat dari Iran dan kelompok enam negara kuat dunia bahwa œperbedaan pandangan signifikan tetap ada sebelum persetujuan akan dicapai.
Zarif menyerukan kepada kedua pihak untuk berunding dengan ikhlas.
Iran dan kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB tambah Jerman telah berunding selama berbulan-bulan dalam usaha untuk menyepakati persetujuan menyeluruh untuk memastikan program nuklir Iran bertujuan damai. Sebagai imbalannya, Iran menghendaki pencabutan sanksi internasional yang telah merugikan ekonomi negara itu.
Sumber : VOA
Draghi Mengeluarkan Dana $1 Triliun Untuk Perbankan
BESTPROFIT FUTURES (15/07) - Kebijakan stimulus baru Mario Draghi akan
memberikan dana pinjaman murah lebih dari 700 miliar euro ($950 miliar),
hal tersebut menurut para ekonom.
Program target pinjaman Presiden ECB (European Central Bank) bagi perbankan akan mendorong kredit untuk sektor ekonomi riil seperti yang telah direncanakan sebelumnya dan diwaktu yang sama telah membantu mempertahankan aliran sistem finansial dengan adanya uang tunai tersebut, menurut Bloomberg Monthly Survey dari 45 ekonom. Draghi menekankan kebijakan tersebut pada testimony dihadapan para parlemen hari ini di Strasbourg, menyatakan bahwa kebijakan tersebut memiliki œinsentif kuat guna memicu pinjaman.
ECB telah mengidentifikasi pinjaman bagi perusahaan-perusahaan dan sektor rumah tangga setelah melemahnya sektor kunci ekonomi di zona Eropa mengancam pemulihan ekonomi. Program tersebut dinamakan TLTRO, bagian dari paket kebijakan yang telah diumumkan Juni lalu, memberikan sebesar 4 tahun biaya pinjaman rendah yang berkaitan dengan kredit perbankan seperti Draghi telah katakan pada bulan ini dengan memberikan dana sebesar 1 triliun euro. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Program target pinjaman Presiden ECB (European Central Bank) bagi perbankan akan mendorong kredit untuk sektor ekonomi riil seperti yang telah direncanakan sebelumnya dan diwaktu yang sama telah membantu mempertahankan aliran sistem finansial dengan adanya uang tunai tersebut, menurut Bloomberg Monthly Survey dari 45 ekonom. Draghi menekankan kebijakan tersebut pada testimony dihadapan para parlemen hari ini di Strasbourg, menyatakan bahwa kebijakan tersebut memiliki œinsentif kuat guna memicu pinjaman.
ECB telah mengidentifikasi pinjaman bagi perusahaan-perusahaan dan sektor rumah tangga setelah melemahnya sektor kunci ekonomi di zona Eropa mengancam pemulihan ekonomi. Program tersebut dinamakan TLTRO, bagian dari paket kebijakan yang telah diumumkan Juni lalu, memberikan sebesar 4 tahun biaya pinjaman rendah yang berkaitan dengan kredit perbankan seperti Draghi telah katakan pada bulan ini dengan memberikan dana sebesar 1 triliun euro. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Emas Membukukan PenurunanTertajam Di Tahun Ini
BESTPROFIT FUTURES (15/07) - Emas
berjangka membukukan penurunan tertajam hampir dalam tujuh bulan
terakhir karena turunya kekhawatiran perbankan Portugis dan menguatnya
ekuitas, sehingga mengurangi permintaan untuk aset safe haven.
Obligasi
10-tahun pemerintah Portugis mencatat kenaikan tajam dua hari dalam
sebulan terkait spekulasi bahwa Portugal akan mengalami krisis keuangan
pada salah satu kelompok perbankan. Indeks Standard & Poor 500 naik
sebanyak 0,6% setelah Citigroup Inc melaporkan hasil laba yang melampaui
perkiraan para analis.
Emas
berjangka untuk pengiriman Agustus turun 2,3% untuk menetap di level $
1,306.70 per ons pada pukul 1:50 siang di Comex di New York, penurunan
tertajam untuk kontrak teraktif sejak 19 Desember lalu.
Perdagangan adalah 66% di atas rata-rata untuk 100 hari, data yang dihimpun oleh Bloomberg menunjukkan. (yds)
Sumber: Bloomberg
Ekonom Turunkan Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi AS
BESTPROFIT FUTURES (15/07) - Perkiraan rata-rata pada kuartal kedua
turun menjadi 3 persen, menurut survei yang dikeluarkan Jumat oleh
National Association for Business Economics.
Ekonom Amerika mengubah drastis perkiraan pertumbuhan untuk kuartal April-Juni dan 2014, kendati tetap optimis ekonomi akan membaik dari kuartal pertama yang buruk.
Perkiraan rata-rata pada kuartal kedua turun menjadi 3 persen, menurut survei yang dikeluarkan Jumat oleh National Association for Business Economics. Angka ini turun dari 3.5 persen pada survei Juni.
Pertumbuhan 2014 secara keseluruhan hanya akan sebesar 1.6 persen, begitu perkiraan mereka, yaitu jauh dibawah perkiraan sebelumnya sebesar 2.5 persen. Jika tepat, maka pertumbuhan tahun ini akan menjadi yang paling lemah sejak Resesi Besar.
Perkiraan 2014 yang rendah ini, sebagian besar mencerminkan dampak kontraksi pada kuartal pertama. Ekonomi menyusut 2.9 persen per tahun, yang merupakan penurunan terbesar dalam lima tahun terakhir ini. Penurunan ini akan sangat mempengaruhi ekonomi tahun ini, walaupun pertumbuhan tetap pada tingkat 3 persen atau lebih, yang diperkirakan sebagian besar ekonom.
Para ekonomi menurunkan perkiraan untuk kwartal kedua terutama karena mengharapkan tingkat konsumsi yang sedang saja. Mereka sekarang mengharapkan konsumsi tumbuh hanya 2.3 persen per tahun pada kwartal kedua, yaitu turun dari perkiraan 2.9 persen pada Juni.
Konsumsi meningkat hanya 1 persen pada kwartal pertama, sebuah kenaikan terendah dalam empat tahun terakhir, pertanda bahwa konsumen masih enggan berbelanja dengan bebas.
Faktor lain yang mempengaruhi kwartal pertama adalah: penurunan tajam ekspor yang memperlebar defisit perdagangan nasional yang merupakan separuh kontraksi yang terjadi. Ekspor mulai membaik pada Mei dan perdagangan sepertinya tidak menjadi beban yang besar pada kuartal kedua.
Namun survei yang dilakukan lembaga NABE menyatakan bahwa ekonom berharap ekspor naik hanya 2.5 persen tahun ini, yaitu turun dari perkiraan Juni sebesar 3 persen. Angka yang lebih lemah ini mencerminkan ekonomi yang buruk di Eropa dan pertumbuhan yang melambat di China.
Meski ada penurunan dalam perkiraan, survei ini mengatakan bahwa ekonom sepertinya optimis untuk sisa tahun ini. Para analis menyatakan bahwa penurunan pada kwartal pertama disebabkan faktor-faktor yang bersifat sementara, seperti musim dingin yang buruk dan sangat lambatnya pengadaan persediaan. Apabila bisnis lambat dalam pengadaan persediaan, maka hal ini akan memperlambat permintaan barang manufaktur dan mengurangi produksi.
Jack Kleinhenz, presiden asosiasi dan kepala ekonom pada National Retail Federation, mengatakan bahwa data ekonomi terakhir lainnya, terutama mengenai penerimaan pekerjaan, adalah positif. Pemberi kerja telah merekrut rata-rata 230,000 pekerja per bulan tahun ini, yang merupakan salah satu indikasi terbaik sejak resesi.
Selain itu, konsumen lebih percaya diri dan pemotongan belanja pemerintah serta kenaikan pajak juga menjadi faktor yang mengurangi beban pertumbuhan. Pada 2013, pajak Social Security jatuh tempo dan pemerintah mengurangi belanja. Dampak secara menyeluruh ini, memperlambat pertumbuhan sebesar 1.5 poin, demikian perkiraan para ekonom.
``Banyak faktor fundamental yang mendukung pertumbuhan,'' kata Kleinhenz.
Hasilnya, ke 50 ekonom yang menanggapi survei ini melihat bahwa risiko terjadinya resesi tahun ini, adalah rendah. Enam puluh persen mengatakan kemungkinan terjadinya resesi adalah dibawah 10 persen, dan lebih dari 90 persen mengatakan kemungkinannya dibawah 25 persen.
Sumber : VOA
Ekonom Amerika mengubah drastis perkiraan pertumbuhan untuk kuartal April-Juni dan 2014, kendati tetap optimis ekonomi akan membaik dari kuartal pertama yang buruk.
Perkiraan rata-rata pada kuartal kedua turun menjadi 3 persen, menurut survei yang dikeluarkan Jumat oleh National Association for Business Economics. Angka ini turun dari 3.5 persen pada survei Juni.
Pertumbuhan 2014 secara keseluruhan hanya akan sebesar 1.6 persen, begitu perkiraan mereka, yaitu jauh dibawah perkiraan sebelumnya sebesar 2.5 persen. Jika tepat, maka pertumbuhan tahun ini akan menjadi yang paling lemah sejak Resesi Besar.
Perkiraan 2014 yang rendah ini, sebagian besar mencerminkan dampak kontraksi pada kuartal pertama. Ekonomi menyusut 2.9 persen per tahun, yang merupakan penurunan terbesar dalam lima tahun terakhir ini. Penurunan ini akan sangat mempengaruhi ekonomi tahun ini, walaupun pertumbuhan tetap pada tingkat 3 persen atau lebih, yang diperkirakan sebagian besar ekonom.
Para ekonomi menurunkan perkiraan untuk kwartal kedua terutama karena mengharapkan tingkat konsumsi yang sedang saja. Mereka sekarang mengharapkan konsumsi tumbuh hanya 2.3 persen per tahun pada kwartal kedua, yaitu turun dari perkiraan 2.9 persen pada Juni.
Konsumsi meningkat hanya 1 persen pada kwartal pertama, sebuah kenaikan terendah dalam empat tahun terakhir, pertanda bahwa konsumen masih enggan berbelanja dengan bebas.
Faktor lain yang mempengaruhi kwartal pertama adalah: penurunan tajam ekspor yang memperlebar defisit perdagangan nasional yang merupakan separuh kontraksi yang terjadi. Ekspor mulai membaik pada Mei dan perdagangan sepertinya tidak menjadi beban yang besar pada kuartal kedua.
Namun survei yang dilakukan lembaga NABE menyatakan bahwa ekonom berharap ekspor naik hanya 2.5 persen tahun ini, yaitu turun dari perkiraan Juni sebesar 3 persen. Angka yang lebih lemah ini mencerminkan ekonomi yang buruk di Eropa dan pertumbuhan yang melambat di China.
Meski ada penurunan dalam perkiraan, survei ini mengatakan bahwa ekonom sepertinya optimis untuk sisa tahun ini. Para analis menyatakan bahwa penurunan pada kwartal pertama disebabkan faktor-faktor yang bersifat sementara, seperti musim dingin yang buruk dan sangat lambatnya pengadaan persediaan. Apabila bisnis lambat dalam pengadaan persediaan, maka hal ini akan memperlambat permintaan barang manufaktur dan mengurangi produksi.
Jack Kleinhenz, presiden asosiasi dan kepala ekonom pada National Retail Federation, mengatakan bahwa data ekonomi terakhir lainnya, terutama mengenai penerimaan pekerjaan, adalah positif. Pemberi kerja telah merekrut rata-rata 230,000 pekerja per bulan tahun ini, yang merupakan salah satu indikasi terbaik sejak resesi.
Selain itu, konsumen lebih percaya diri dan pemotongan belanja pemerintah serta kenaikan pajak juga menjadi faktor yang mengurangi beban pertumbuhan. Pada 2013, pajak Social Security jatuh tempo dan pemerintah mengurangi belanja. Dampak secara menyeluruh ini, memperlambat pertumbuhan sebesar 1.5 poin, demikian perkiraan para ekonom.
``Banyak faktor fundamental yang mendukung pertumbuhan,'' kata Kleinhenz.
Hasilnya, ke 50 ekonom yang menanggapi survei ini melihat bahwa risiko terjadinya resesi tahun ini, adalah rendah. Enam puluh persen mengatakan kemungkinan terjadinya resesi adalah dibawah 10 persen, dan lebih dari 90 persen mengatakan kemungkinannya dibawah 25 persen.
Sumber : VOA
Bursa Saham AS Ditutup Menguat 0.5% Ditengah Rilis Pendapatan Citigroup
BESTPROFIT FUTURES (15/07) - Bursa Saham AS menguat dengan ekuitas
Eropa terkait kenaikan pada aktivitas pengambil alihan dan rilis laba
Citigroup Inc.. Sementara itu obligasi Treasury AS dan emas menurun.
Obligasi Portugal naik.
Indeks Standard & Poor 500 menguat 0.5% ke level 1,977.11 pukul 4 sore waktu New York, rebound dari penurunan mingguan tertajamnya sejak April lalu. Saham Citigroup melonjak 3% setelah merilis laporan laba yang melampaui estimasi sebelumnya. Goldman Sachs Group Inc. mendorong target akhir tahunnya bagi acuan ekuitas AS di level 2,050. Imbal hasil obligasi Treasury AS dengan tenor 10 tahun naik 3 basis poin sebesar 2.54 %. Sementara imbal hasil obligasi Portugal dengan tenor 10 tahun mencatat gain 2 hari tertinggi dalam sebulan terakhir. Emas mencatat penurunan tajam dalam hampir 7 bulan terakhir.
Saham Citigroup naik setelah pendapatan naik melampaui dari perkiraan sebelumnya dan turunnya biaya kredit telah membantu laba kuartal kedua naik melampaui dari perkiraan analis sebelumnya dan perusahan tersebut menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan hipotek.
Pekan ini perusahaan seperti Goldman Sachs Group Inc., Intel Corp. dan Johnson & Johnson akan merilis labanya. Shire menyetujui rekomendasi tawaran terakhir dari AbbVie Inc. kepada para pemegang sahamanya, sementara Abbot Laboratories menyatakan akan menjual bisnis obat generiknya.
Presiden ECB (European Central Bank) Mario Draghi memberikan testimoni dihadapan para parlemen di Strasbourg setelah mengumumkan paket kebijakan bulan lalu guna menopang perekonomian. Sementara besok Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan memberikan testimoni dihadapan Kongres. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 menguat 0.5% ke level 1,977.11 pukul 4 sore waktu New York, rebound dari penurunan mingguan tertajamnya sejak April lalu. Saham Citigroup melonjak 3% setelah merilis laporan laba yang melampaui estimasi sebelumnya. Goldman Sachs Group Inc. mendorong target akhir tahunnya bagi acuan ekuitas AS di level 2,050. Imbal hasil obligasi Treasury AS dengan tenor 10 tahun naik 3 basis poin sebesar 2.54 %. Sementara imbal hasil obligasi Portugal dengan tenor 10 tahun mencatat gain 2 hari tertinggi dalam sebulan terakhir. Emas mencatat penurunan tajam dalam hampir 7 bulan terakhir.
Saham Citigroup naik setelah pendapatan naik melampaui dari perkiraan sebelumnya dan turunnya biaya kredit telah membantu laba kuartal kedua naik melampaui dari perkiraan analis sebelumnya dan perusahan tersebut menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan hipotek.
Pekan ini perusahaan seperti Goldman Sachs Group Inc., Intel Corp. dan Johnson & Johnson akan merilis labanya. Shire menyetujui rekomendasi tawaran terakhir dari AbbVie Inc. kepada para pemegang sahamanya, sementara Abbot Laboratories menyatakan akan menjual bisnis obat generiknya.
Presiden ECB (European Central Bank) Mario Draghi memberikan testimoni dihadapan para parlemen di Strasbourg setelah mengumumkan paket kebijakan bulan lalu guna menopang perekonomian. Sementara besok Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan memberikan testimoni dihadapan Kongres. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Sunday, 13 July 2014
Harga Karet Tocom Terangkat Aksi Beli
Harga karet di Bursa Tocom pada awal
perdagangan sesi pagi hari ini terpantaus sedang mengalami penguatan
tipis. Penguatan harga karet di Bursa Tocom diduga merupakan imbas aksi
beli para investor pasca anjloknya harga karet pada pekan lalu.
Pergerakan harga karet yang turun tajam
hingga hampir merupakan rekor mingguan terburuk 6 bulan terpantau mulai
memicu aksi beli oleh para investor di Tocom. Harga karet yang terus
tergerus akibat penguatan daya saing karet sintetis pasca anjloknya
harga minyak mentah global, membuat harga karet dianggap telah terlalu
rendah. Selain itu, pekan lalu dorongan tingkat persediaan karet di
Bursa Tocom juga menjadi sentimen negatif kuat pada pekan lalu akibat
indikasi penumpukan supply sehingga harga karet Tocom sulit untuk
bergerak bangkit.
Walaupun demikian, penguatan harga karet
di Bursa Tocom pada perdagangan hari ini juga diduga turut terangkat
oleh pergerakan nilai mata uang Yen. Pergerakan nilai mata uang Yen yang
bergerak cenderung melemah pasca penguatan pekan kemarin, diduga turut
meningkatkan aksi beli investor asing di Bursa Tocom yang diperdagangkan
dalam Yen.
Pada perdagangan hari ini di Bursa Tocom,
harga karet terpantau sedang mengalami pergerakan menguat tipis. Harga
karet berjangka Tocom untuk kontrak Desember 2014 naik 0,05% ke tingkat
harga 201,4 Yen/kg atau menguat 0.1 Yen/kg.
Sedangkan dari Bursa SHFE, harga karet
juga terpantau mengalami pergerakan menguat namun dalam level cukup
signifikan. Harga karet berjangka SHFE untuk kontrak September 2014 naik
hingga 0,90% ke tingkat harga 14.070 Yuan/ton atau menguat 125
Yuan/ton.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting memprediksi harga karet berpotensi untuk kembali menguat
tipis pada perdagangan hari ini di Bursa Tocom. Hal tersebut dilandasi
oleh potensi aksi beli para investor pasca penurunan harga signifikan
pekan lalu meskipun arahan sentimen pasar masih lemah. Terkait
pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran
198-203,5 Yen/kg.
Sumber : Vibiznews
Emas Stabil Dekat Tertinggi 4 Bulan Terkait Permintaan Safe-haven
BESTPROFIT FUTURES (14/07) - Singapura - Emas stabil di dekat level tertinggi empat bulan pada hari Senin, didukung oleh pembelian safe haven dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan berlarut-larutnya kekhawatiran tentang bank terbesar Portugal.
FUNDAMENTAL
*
Spot emas sedikit berubah di level $ 1,338.20 per ons pada pukul 07:34
WIB. Spot emas mencatat kenaikan mingguan keenam pada Jumat lalu.
*
Pekan lalu, logam kuning telah mencapai level $ 1,345 “ yagn merupakan
level tertinggi sejak Maret, setelah kekhawatiran terkait stabilitas
keuangan bank terbesar Portugal, Banco Espirito Santo yang mengguncang
pasar ekuitas dan memicu kekhawatiran krisis Eropa.
*
Di tempat lain, Israel menunda rentetan ancaman eskalasinya terhadap
Jalur Gaza pada hari Senin meskipun menolak ajakan Barat untuk melakukan
gencatan senjata dengan Hamas.
*
Pada hari Minggu, militer Israel telah memperingatkan penduduk
disekitar kota perbatasan utara Beit Lahiya untuk meninggalkan kota atau
mempertaruhkan hidup mereka ketika, setelah malam tiba, militer Israel
berencana untuk mengintensifkan serangan udara terhadap pos-pos roket
Palestina yang berada di antara rumah-rumah penduduk.
* Emas dipandang sebagai alternatif investasi untuk aset berisiko seperti ekuitas.
* Hedge fund dan manajer keuangan meningkatkan spekulasi bullish
mereka terhadap emas dan perak berjangka serta opsi dalam seminggu
hingga 8 Juli, menurut data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi
atau Commodity Futures Trading Commission (CFTC), Jumat lalu.
*
Pasar sedang menunggu kesaksian ketua Federal Reserve Janet Yellen
dalam pekan ini sebagai petunjuk terkait ekonomi dan waktu dari kenaikan
tingkat suku bunga bank sentral AS.
*
Industri pertambangan emas meningkat posisi keuntungan bersih lindung
nilai untuk pertama kalinya sejak tahun 2011 setelah penurunan harga
emas mengkhawatirkan kreditor.(frk)
Sumber: Reuters
The Fed Lancarkan Tumpuan Penguatan Harga Emas LLG
Harga emas LLG pada perdagangan pekan
lalu terpantau ditutup menguat cukup signifikan secara agregat sepekan.
Penguatan harga emas LLG pada pekan lalu dipicu oleh dorongan kuat dari
belum diputuskannya periode peningkatan tingkat suku bunga oleh The Fed
meskipun perekonomian AS telah bergerak membaik.
Aksi wait and see pada pekan lalu
terpantau berujung pada penguatan cukup signifikan harga emas LLG. Aksi
tunggu terhadap rilis keputusan The Fed terhadap potensi pemercepatan
peningkatan tingkat suku bunga, menjadi perhatian utama para investor di
bursa perdagangan emas. Namun, kekhawatiran akan dipercepatnya
peningkata suku bunga di AS pasca rentetan data positif di Amerika
Serikat, lebih berdampak pada dorongan harga emas untuk melemah.
Walaupun demikian, pasca rilis keputusan
The Fed, harga emas akhirnya rebound signifikan pasca keputusan akhir
belum memberikan indikasi pemercepatan peningkatan suku bunga AS. Dampak
dari kebijakan tersebut, investor kembali beralih pada komoditas emas
untuk menghindari potensi nilai USD yang masih akan cenderung berada
dalam trend bearish akibat tingkat suku bunga yang rendah.
Dorongan penguatan dari sentimen
keputusan The Fed, bahkan terpantau kembali diperkuat dengan kondisi
perekonomian Eropa yang memburuk. Berbeda dengan pergerakan perekonomian
AS yang positif, rentetan data perekonomian Eropa yang didominasi
dengan indikasi negatif, memperkuat pembelian emas untuk mengantisipasi
lesunya perekonomian Eropa. Bahkan , permintaan terhadap emas mendapat
sentimen cukup kuat dari kekhawatiran akan krisis Portugal.
Pada perdagangan emas LLG pekan lalu,
harga emas LLG terpantau ditutup menguat cukup signifikan secara agregat
sepekan. Harga emas LLG naik 1,3% ke tingkat harga $1.337,80/t oz atau
menguat $17,20/t oz.
Sedangkan dari perdagangan emas berjangka
di Bursa Comex, harga emas Comex juga terpantau ditutup menguat secara
agregat sepekan. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014
naik 1,27% ke tingkat harga $1.337,4/t oz atau menguat $16,8/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting memprediksi harga emas akan sangat dipengaruhi oleh data
sektor ritel AS dan inflasi Inggris. Walaupun demikian, emas terpantau
sedang berada dalam trend bullish secara teknikal pada pekan ini
sehingga berpotensi untuk kembali menguat. Terkait pergerakan harga,
range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.297-$1.367 pada emas
berjangka Comex kontrak Agustus 2014 dan $1.299-$1.365 pada emas LLG.
Sumber : Vibiznews
Topix Jepang Menguat Pasca Mengalami Penurunan Mingguan Tertajam Sejak April
BESTPROFIT FUTURES (14/07) - Bursa Saham Jepang di bukamenguat pagi ini, setelah indeks Topix membukukan penurunan mingguan terbesar sejak April lalu, pasca saham produsen minyak serta teknologi dan komunikasi memimpin kenaikan dalam indeks.
Indeks Topix naik 0,2 persen menjadi 1,257.39 pada pukul 09:01pagi di Tokyo. Indeks tersebut kehilangan 2,3 persen pekan lalu, turun setiap harimenjadikan penurunan terbesar sejak periode yang berakhir pada 11 April. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,3 persen ke 15,208.20 hari ini. Terhadap dolar, yen melemah 0,1 persen menjadi 101.38 per dolar setelah menguat 0,8 persen pekan lalu.
Minggu lalu, indeks Topix turun setelah indeks mengalami rebound sebanyak 12 persen dari terendah di 21 Meiterkait optimisme tentang ekonomi global dan bahwa dana pensiun Jepang yang sebesar $ 1.2 miliar akan menambahkan kepemilikan saham-saham lokal.
Investasi Dana PensiunPemerintah Jepang diprediksi akan mengumumkan hasil review aset secepatnya pada bulan September mendatang dan meningkatkan target untuk saham Jepang sampai setinggi 20 persen, dari saat ini sebesar 12 persen, surat kabar Nikkei melaporkan pada 12July, tanpa mengatakan sumber informasinya.
Bank of Japan (BoJ) akan memulai pertemuan kebijakan dua hari pada hari ini, dengan semua 34 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg mengharapkan otoritas moneter untuk mempertahankan kecepatan pembelian obligasi bulanan. Tiga puluh dua persen dari ekonom dalam survei terpisah memperkirakan BOJ akan memperluas stimulus pada tanggal 31 Oktober mendatang.
Tiga puluh satu anggota Topix dijadwalkan akan melaporkan pendapatannya pekan ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.(frk)
Sumber: Bloomberg
Indeks Topix naik 0,2 persen menjadi 1,257.39 pada pukul 09:01pagi di Tokyo. Indeks tersebut kehilangan 2,3 persen pekan lalu, turun setiap harimenjadikan penurunan terbesar sejak periode yang berakhir pada 11 April. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,3 persen ke 15,208.20 hari ini. Terhadap dolar, yen melemah 0,1 persen menjadi 101.38 per dolar setelah menguat 0,8 persen pekan lalu.
Minggu lalu, indeks Topix turun setelah indeks mengalami rebound sebanyak 12 persen dari terendah di 21 Meiterkait optimisme tentang ekonomi global dan bahwa dana pensiun Jepang yang sebesar $ 1.2 miliar akan menambahkan kepemilikan saham-saham lokal.
Investasi Dana PensiunPemerintah Jepang diprediksi akan mengumumkan hasil review aset secepatnya pada bulan September mendatang dan meningkatkan target untuk saham Jepang sampai setinggi 20 persen, dari saat ini sebesar 12 persen, surat kabar Nikkei melaporkan pada 12July, tanpa mengatakan sumber informasinya.
Bank of Japan (BoJ) akan memulai pertemuan kebijakan dua hari pada hari ini, dengan semua 34 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg mengharapkan otoritas moneter untuk mempertahankan kecepatan pembelian obligasi bulanan. Tiga puluh dua persen dari ekonom dalam survei terpisah memperkirakan BOJ akan memperluas stimulus pada tanggal 31 Oktober mendatang.
Tiga puluh satu anggota Topix dijadwalkan akan melaporkan pendapatannya pekan ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.(frk)
Sumber: Bloomberg
Saham Material Memimpin Saham Asia Naik Pertama Kali dalam Lima Hari Terakhir
BESTPROFIT FUTURES (14/07) - Saham
Asia menguat, dengan indeks acuan regional berada di lajur kenaikan
pertamanya dalam lima hari terakhir, setelah saham teknologi dan
material mengalami kenaikan.
Indeks MSCI Asia
Pacific naik sebesar 0,1 persen ke level 146,14 pada pukul 09:02 di
Tokyo, sebelum pasar saham Hong Kong dan China dibuka. Indeks tersebut
turun sebesar 1,1 persen pada pekan lalu, terkoreksi untuk pertama
kalinya dalam sembilan pekan terakhir, pasca valuasi ekuitas menyentuh
level tertinggi pada tahun ini dan yen menguat terhadap dolar. Lebih
dari 150 perusahaan AS dijadwalkan untuk melaporkan hasil kuartalan
dalam dua pekan ke depan, termasuk Citigroup Inc, JPMorgan Chase,
Goldman Sachs Group Inc dan Johnson & Johnson.
Indeks Topix Jepang
naik sebesar 0,1 persen. Indeks S&P / ASX 200 Australia naik sebesar
0,1 persen dan Indeks NZX 50 Selandia Baru sedikit berubah. Indeks
Kospi Korea Selatan naik sebesar 0,5 persen.
Keuntungan perusahaan
di Indeks S&P 500 naik sebesar 4,5 persen dalam tiga bulan terakhir,
sedangkan penjualan naik sebesar 3,1 persen, menurut perkiraan yang
disusun oleh Bloomberg. Perkiraan telah dipangkas sejak awal bulan April
lalu, saat analis memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 7,3 persen
dan keuntungan sebesar 3,7 persen dalam penjualan saham. (knc)
Sumber: Bloomberg
Thursday, 10 July 2014
Harga Emas Semakin Menguat, Fundamental Positif Kokoh
Harga emas di Bursa Comex pada
perdagangan Kamis 11 Juli 2014 terpantau ditutup menguat cukup
signifikan. Penguatan harga emas di Bursa Comex dipicu oleh fundamental
baru dari rilis data perekonomian Eropa dan peningkatan impor emas
India.
Fundamental positif terhadap pergerakan
harga emas yang sebelumnya telah kokoh diperkuat oleh keputusan tingkat
suku bunga The Fed, terpantau menguat pada Kamis lalu. Rilis beberapa
data perekonomian di Wilayah Eropa yang berada dalam posisi cenderung
negatif, mendorong pembelian emas dari investor Eropa. Selain itu,
pergerakan bursa saham yang langsung melemah akibat rilis-rilis data
perekonomian negara-negara Eropa juga memicu peralihan pola investasi.
Sementara dari perkembangan pergerakan
harga di Asia, harga emas juga terdorong menguat akibat bea impor emas
yang tidak diubah pada Kamis . Terpantau bea impor India terhadap emas
masih tetap berada dalam level 10%
Pada perdagangan Kamis 10 Juli 2014,
harga emas spot Comex terpantau ditutup menguat dini hari tadi. Harga
emas spot Comex ditutup menguat 0,60% ke tingkat harga $1.335,4/t oz
atau naik $8/t oz.
Sedangkan pada perdagangan emas berjangka
Comex, harga emas berjangka juga ditutup menguat dini hari tadi. Harga
emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014 naik 1,13% ke tingkat
harga $1.339/2/t oz atau menguat $14,9/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting memprediksi harga emas masih akan cenderung menguat pada
perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh posisi fundamental
positif yang sangat kuat akibat rilis beberapa data perekonomian global
sejak Rabu lalu. Terkait pergerakan harga emas, range normal diprediksi
akan berada di kisaran $1.314-$1.355 pada emas spot dan $1.315-$1.359
pada emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014.
Sumber : Vibiznews
Berjangka Asia Anjlok Terkait Kekhawatiran di Eropa
BESTPROFIT FUTURES (11/07) - Indeks berjangka Asia memimpin penurunan
diantara saham global akibat tekanan keuangan di perusahaan perbankan
Portugis menghidupkan kembali kekhawatiran ekonomi Eropa. Yen dan emas
mempertahankan gain di tengah permintaan untuk haven asset, sementara
ringgit Malaysia meneruskan penguatan setelah tingkat suku bunga
dinaikkan.
Nikkei 225 Stock Average berjangka kehilangan 1 persen di pre-market Osaka, setelah meluncur 1,5 persen di sesi terakhir perdagangan, di Chicago. Berjangka pada indeks dari Australia hingga Hong Kong turun setidaknya 0,3 persen. Standard & Poor 500 sedikit berubah pada pukul 08:14 pagi di Tokyo setelah indeks tersebut berakhir turun 0,4 persen. Yen berada di dekat tertinggi tujuh minggu dan emas diperdagangkan pada level $ 1,335.59 per ons setelah menyentuh harga tertinggi sejak Maret. Ringgit meneruskan penguatan sebesar 0,2 persen.
Obligasi negara penghutang terbesar di Eropa turun kemarin setelah induk perusahaan dari Banco Espirito Santo SA, pemberi pinjaman terbesar kedua di Portugal, melewatkan pembayaran pinjaman, meningkatkan kekhawatiran di Eropa masih rentan terhadap guncangan di tengah krisis utang yang melanda. Saham global kembali turun didorong oleh spekulasi saham yang dinilai terlalu tinggi dan naiknya Treasuries. Indeks MSCI Asia Pasifik menuju penurunan mingguan pertama dalam dua bulan terakhir, setelah mencapai tertinggi enam tahun pada 7 Juli.(frk)
Sumber: Bloomberg
Nikkei 225 Stock Average berjangka kehilangan 1 persen di pre-market Osaka, setelah meluncur 1,5 persen di sesi terakhir perdagangan, di Chicago. Berjangka pada indeks dari Australia hingga Hong Kong turun setidaknya 0,3 persen. Standard & Poor 500 sedikit berubah pada pukul 08:14 pagi di Tokyo setelah indeks tersebut berakhir turun 0,4 persen. Yen berada di dekat tertinggi tujuh minggu dan emas diperdagangkan pada level $ 1,335.59 per ons setelah menyentuh harga tertinggi sejak Maret. Ringgit meneruskan penguatan sebesar 0,2 persen.
Obligasi negara penghutang terbesar di Eropa turun kemarin setelah induk perusahaan dari Banco Espirito Santo SA, pemberi pinjaman terbesar kedua di Portugal, melewatkan pembayaran pinjaman, meningkatkan kekhawatiran di Eropa masih rentan terhadap guncangan di tengah krisis utang yang melanda. Saham global kembali turun didorong oleh spekulasi saham yang dinilai terlalu tinggi dan naiknya Treasuries. Indeks MSCI Asia Pasifik menuju penurunan mingguan pertama dalam dua bulan terakhir, setelah mencapai tertinggi enam tahun pada 7 Juli.(frk)
Sumber: Bloomberg
Ekspor Nonmigas Tujuan ASEAN Lainnya Turun Tipis
Ekspor nonmigas tujuan ASEAN Lainnya
menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkini menunjukkan kinerja
yang melemah. Perkembangan itu ditunjukkan dengan memburuknya nilai
ekspor ke negara tersebut, dimana nilai pada bulan Mei hanya mencapai
nilai 590.6 juta Dollar AS .
Sementara itu pada bulan sebelumnya
ekspor nonmigas ke negara tersebut dapat mencapai nilai 594.7 juta
Dollar AS. Dengan demikian kinerja ekspor nonmigas pada periode tersebut
mengalami pengurangan sebesar -4.10 juta Dollar AS, atau turun tipis
sebesar -0.68 %.
Data paling akhir dari BPS juga
menunjukkan bahwa ekspor nonmigas dari awal tahun ini sampai bulan Mei
secara total mencapai angka 2864.5 juta Dollar AS. Laporan tersebut
menunjukkan adanya penurunan sebesar -142.3 juta Dollar AS atau turun
sekitar -4.73 %, dimana pada periode yang sama tahun lalu mencapai nilai
3006.8 juta Dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting mengemukakan bahwa pada analisa kurs BI hari ini Dollar
Amerika Serikat terpantau bergerak terangkat sekitar 3.02 % terhadap
mata uang Rupiah pada perdagangan valas dari awal Mei hingga pekan ini.
Sumber : Vibiznews
Kekhwatiran Utang Portugal Picu Permintaan Safe Heaven, Bursa AS Ditutup Turun
BESTPROFIT FUTURES (11/07) - Saham
AS ditutup jatuh, dengan indeks Standard & Poor `s 500 melanjutkan
aksi jual yang dimulai awal pekan ini, terkait tanda-tanda tekanan
keuangan di Portugal memicu permintaan untuk aset safe haven.
Indeks
S&P 500 turun 0,4% ke level 1,964.73 pada pukul 4 sore di New York,
pemangkasan penurunan sebelumnya dari 1% yang terbesar sejak 15 Mei
lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 69,07 poin, atau 0,4%,
ke level 16,916.54. Indeks Russell 2000 jatuh 1%, memangkas penurunan
dari 1,9%.
Sementara
saham Eropa dan obligasi Portugal jatuh dengan kekhawatiran investor
atas melesetnya pembayaran utang perusahaan terkait dengan perusahaan
pemberi pinjaman terbesar kedua negara Iberia tersebut. Bank sentral
Portugal mengatakan Banco Espirito Santo SA dilindungi setelah induk
perusahaan tersebut melewatkan pembayaran. Treasuries AS dan emas
mencatat reli.(yds)
Sumber: Bloomberg
Emas Naik ke Tertinggi 16-Minggu Terkait Kekhawatiran Perbankan Portugal
BESTPROFIT FUTURES (11/07) - Emas berjangka naik
ke posisi tertinggi 16-minggu terkait kekhawatiran perbankan di Portugal
dan merosotnya ekuitas mendorong permintaan untuk logam mulia sebagai safe haven.
Di Portugal, obligasi Banco Espirito Santo SA jatuh
ke rekor setelah perusahaan induk menunda catatan pembayaran utang
jangka pendek, memicu kekhawatiran bahwa wilayah euro masih rentan
terhadap guncangan keuangan. Indeks Standard & Poor 500 turun
sebanyak 1 persen.
Emas telah naik 11 persen tahun ini, melampaui
kenaikan untuk indeks komoditas, ekuitas dan obligasi. Kepemilikan
investor dalam ETP berbasis logam telah mengalami rebound bulan ini
karena merebaknya gejolak di Timur Tengah dan Eropa Timur. Palladium,
platinum dan perak memperpanjang reli.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik 1,1
persen untuk menetap di level $ 1,339.20 per ons pada pukul 1:35 di
Comex New York. Sebelumnya, harga emas mencapai $ 1,346.80, tertinggi
untuk kontrak teraktif sejak 19 Maret. Perdagangan adalah 48 persen
lebih tinggi dari rata-rata 100-hari untuk saat ini, menurut data yang
dikumpulkan oleh Bloomberg.
Pemerintah Ukraina menargetkan serangan ke
separatis yang berada di dekat kota Donetsk dengan serangan udara,
menewaskan sekitar 50 pejuang, setelah Uni Eropa siap untuk memperluas
sanksi dalam menanggapi kekerasan pro-Rusia yang telah mengguncang
negara itu sejak Maret. Israel mengerahkan 20.000 tentara untuk
kemungkinan invasi darat dari Jalur Gaza untuk menghentikan serangan
roket.(frk)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 9 July 2014
Pesanan Mesin Jepang Turun Tajam dari Rekor Tertingginya
BESTPROFIT FUTURES (10/07) - Pesanan
mesin Jepang jatuh tajam dari rekor tertingginya pada Mei lalu, ini
menunjukkan bahwa perusahaan tetap berhati-hati untuk mengeluarkan
cadangan kas ke dalam investasi.
Pesanan
inti, indikator utama belanja modal, turun sebesar 19,5 persen dari
bulan sebelumnya, Kantor Kabinet mengatakan hari ini di Tokyo. turun,
yang terbesar seperti data tahun 1987 lalu, penurunan lebih besar dari
perkiraan oleh 23 ekonom yang disurvei Bloomberg News. Rata-rata
proyeksi adalah untuk kenaikan 0,7 persen.
Pemerintah
hari ini menurunkan penilaiannya terhadap permintaan mesin. Tantangan
bagi Perdana Menteri Shinzo Abe adalah mendorong perusahaan untuk
berinvestasi sebesar 232 triliun yen ($2.3 triliun) cadangan kas dalam
investasi yang bisa memperkuat pemulihan dan memacu inflasi. (izr)
Sumber: Bloomberg
Harga Emas Dapatkan Kembali Tumpuan Menguat Pasca Pertemuan The Fed
Harga emas di Bursa Comex pada penutupan
perdagangan Rabu 9 Juli 2014 terpantau ditutup menguat dini hari tadi.
Penguatan harga emas dipicu oleh rilis keputusan The Fed terhadap
kelanjutan kebijakan stimulus ke perekonomian AS.
Dorongan Fundamental yang telah memicu
aksi wait and see investor dalam beberapa hari perdagangan emas awal
pekan ini, terpantau menjadi dorongan positif kuat meskipun perekonomian
AS sedang membaik. Rilis keputusan The Fed yang belum ingin
meningkatkan tingkat suku bunga untuk melanjutkan stimulus perekonomian
AS sejak krisis 2008. Dampak dari kelanjutan pemberian suku bunga yang
mendekati 0% tersebut, investor kembali meningkatkan investasinya di
komoditas emas untuk menghindari penurunan nilai Dollar AS.
Selain melanjutkan penetapan suku bunga
rendah, The Fed juga mengisyaratkan akan mengurangi pembelian obligasi
untuk membantu pertumbuhan perekonomian. Berdasarkan rencana, setidaknya
pemberhentian pembelian obligasi oleh The Fed akan dilakukan pada
Oktober tahun ini.
Pada perdagangan Rabu 9 Juli 2014 di
Bursa Comex, harga emas spot terpantau ditutup menguat cukup signifikan.
Harga emas spot Comex naik 0,65% ke tingkat harga $1.327,4/t oz atau
menguat $8,5/t oz.
Sedangkan pada perdagangan emas
berjangka, harga emas berjangka Comex juga ditutup menguat dini hari
tadi. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014 naik 0,59%
ke tingkat harga $1.324,3/t oz atau menguat $7,8/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting memprediksi harga emas masih akan melanjutkan penguatan pada
perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi beli yang
diduga masih akan cukup kuat pada perdagangan hari ini akibat dorongan
ditahannya tingkat suku bunga oleh The Fed. Terkait pergerakan harga
emas, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.311-$1.340 pada
emas berjangka Comex kontrak Agustus 2014 dan $1.312-$1.339 pada emas
spot Comex.
Sumber : Vibiznews
Indeks Topix Jepang Menuju Kenaikan Pertama Pekan ini
BESTPROFIT FUTURES (10/07) - Indeks
Topix Jepang menuju kenaikan pertama pekan ini pasca saham AS melonjak
tajam seiring saham bank kreditur konsumen dan produsen baja memimpin
menguat.
Indeks
Topix naik sebesar 0,2 persen ke level 1,272.87 pukul 09:00 pagi di
Tokyo, dengan sekitar dua saham naik untuk setiap satu yang turun.
Indeks Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 0,1 persen ke level
15,312.63. Yen menguat sebesar sebesar 0,1 persen ke level 101,55 per
dolar pasca jatuh 0,1 persen kemarin, penurunan pertama sejak 3 Juli
lalu.
Kontrak
pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah. Indeks tersebut
naik sebesar 0,5 persen kemarin, rebound dari aksi jual selama dua hari
terakhir, karena optimisme atas pendapatan perusahaan dan pertumbuhan
pekerjaan dibayangi kekhawatiran bank sentral bahwa investor akan puas
tentang prospek ekonomi.
Indeks
Topix naik sebesar 11 persen dari level terendahnya pada 21 Mei lalu
melalui perdagangan kemarin, pengupas penurunan untuk tahun ini menjadi
2,4 persen. Indeks diperdagangkan pada 1,2 kali nilai buku kemarin,
dibandingkan dengan 2,7 untuk S & P 500 dan 1,9 untuk Indeks Stoxx
Europe 600. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Naik untuk Pertama Kalinya dalam Tiga Hari Terakhir Jelang Rilis Data China
BESTPROFIT FUTURES (10/07) - Saham
Asia naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir, kenaikan
dipimpin oleh saham perusahan bahan dan saham konsumen, karena investor
menunggu data perdagangan China untuk mengukur tanda-tanda stabilisasi
ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik sebesar 0,2 persen ke level 146,80 pukul 09:02
pagi di Tokyo menjelang pembukaan pasar finansial di Hong Kong dan
China. Indeks melemah dalam dua hari terakhir, turun dari level
tertinggi dalam enam tahun terakhir di tengah kekhawatiran Federal
Reserve akan menaikkan tingkat suku bunga acuan AS lebih awal dari yang
diantisipasi. Neraca perdagangan China diperkirakan berkembang, dengan
ekspor dan impor meningkat pada bulan Juni lalu, menurut ekonom yang
disurvei oleh Bloomberg.
Indeks
Topix Jepang dan Indeks Australia S&P/ASX 200 keduanya naik sebesar
0,1 persen. Indeks NZX 50 Selandia Baru melonjak sebesar 0,4 persen.
Indeks Kospi Korea Selatan menguat sebesar 0,2 persen. Keputusan tingkat
suku bunga dari bank sentral di Korea Selatan, Malaysia dan Indonesia
akan dirilis hari ini.
Kontrak
pada indeks Hang Seng Hong Kong naik sebesar 0,2 persen dan kontrak
pada indeks Hang Seng China Enterprises naik sebesar 0,5 persen di
sebagian besar perdagangan baru-baru ini. Indeks saham Bloomberg
China-US, saham China yang paling diperdagangkan di New York naik
sebesar 0,2 persen kemarin pasca terkoreksi sebesar 2,8 persen selama
dua hari kemarin. (izr)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)




