Sunday, 9 November 2014

Aussie Menguat Setelah Data Ekonomi China; Dollar Memperpanjang Penurunan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/11) - Dolar Australia menguat setelah data menunjukkan ekspor China naik lebih dari yang diharapkan, mitra dagang terbesar Australia. Greenback memperpanjang penurunan setelah pertumbuhan pekerjaan bulan Oktober lebih lemah dari perkiraan.
Mata uang AS turun menuju penurunan harian kedua terhadap yen, setelah mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun pada minggu lalu karena Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda mengatakan tidak ada batasan untuk langkah-langkah pelonggaran bank yang dapat mengatasi deflasi. Selandia Baru, kiwi dolar juga naik akibat laporan China meningkatkan prospek untuk ekonomi terbesar di kawasan Asia-Pasifik.
Mata uang Australia naik 0,1% menjadi 86,44 sen AS pada pukul 09:03 pagi di Tokyo dari 7 November. Dolar turun 0,1% menjadi 114,47 yen, setelah naik dalam minggu ketiga ke 114,60 dan menyentuh level 115,59 pada 7 November, level tertinggi sejak November 2007.
Greenback melemah 0,1% menjadi $ 1,2464 terhadap euro. Mata uang 18-negara berada di level 142,63 yen dari 142,73 yen.
Dolar Selandia Baru naik 0,1% menjadi 77,64 sen AS.
Surplus perdagangan China diperluas menjadi $ 45.4 miliar pada bulan Oktober, melampaui estimasi rata-rata untuk surplus sebesar $ 42 miliar antara ekonom yang disurvei oleh Bloomberg News.
Harga konsumen China diprediksi naik 1,6% pada bulan Oktober dari tahun sebelumnya, laju yang sama dengan bulan sebelumnya, menurut survei ekonom terpisah sebelum biro statistik merilis data hari ini.(frk)
Sumber : Bloomberg

Yen Kembali Menguat, Bursa Saham Jepang Dibuka Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/11) - Bursa Saham Jepang melemah, setelah sempat mencatat gain selama 3 pekan terakhir, pelemahan hari ini akibat menguatnya yen dan rilis data yang menunjukkan perusahaan-perusahaan AS merekrut sedikit tenaga kerja dari yang diperkirakan sebelumnya.

Indeks Topix melemah 0.4% ke level 1,357.99 pukul 9:01 pagi waktu Tokyo setelah pekan lalu mencatat gain sebesar 2.3%. Sebanyak 24 dari 33 grup industri pada Indeks Topix melemah. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah 0.6% ke level 16,781.18. Selain itu yen berada pada level 114.51 per dollar setelah menguat 0.5% pada 7 November lalu.

Indeks Topix telah mengalami kenaikan 6.6% sejak 31 Oktober lalu saat BOJ (Bank of Japan) menambah stimulus dan dana pensiun negara tersebut dikatakan akan mendorong kepemilikan saham. Relative Strength Index selama 14 hari pada Indeks Topix berada pada angka 67 pada 7 November lalu, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg, ambang batas mendekati 70 dikatakan oleh beberapa trader mengindikasikan bahwa saham-saham telah mengalami kenaikan secara cepat.

Perusahan-perusahaan pada Indeks Topix yang akan merilis laba kuartalan sejak 1 Oktober hingga pekan lalu dan sebagaimana Bloomberg telah prediksi sebelumnya sebanyak 64% perusahaan mencatat laba yang melampaui dari perkiraan sebelumnya. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Minim Sentimen, IHSG akan Melemah di Pekan Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/11) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi cenderung melemah pada perdagangan saham pekan ini. Pasalnya, pelaku pasar tengah menanti kepastian kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, saat ini pemodal juga sedang menunggu kebijakan pemerintah untuk mengantisipasi dampak kenaikan tersebut.

"Peluang resistansi dalam bentuk demo-demo perlawanan rencana kenaikan BBM juga menjadi perhatian pasar," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin (10/11/2014).

Berita bank sentral Eropa untuk memperbesar stimulus pun tak cukup mampu untuk menjadi sentimen positif  indeks saham. Terlihat, kata Hans ketika rata-rata indeks saham dunia menguat, justru IHSG mengalami pelemahan. "Artinya pasar lebih fokus faktor dalam negeri," tutur dia.

Hans menambahkan, laporan perlambatan ekonomi tanah air juga masih berpengaruh pada kinerja IHSG. Namun, menurut dia indeks saham juga memiliki peluang untuk menguat, ketika bergerak cukup rendah.

"Lebih ke teknikal rebound jangka pendek," ujar Hans.

Pada perdagangan saham pekan ini, Hans memprediksi IHSG bergerak pada level support 4.950-4.930. Sedangkan resistance di level 5.000-5.050.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo  mengungkapkan indeks saham masih cenderung koreksi pekan ini menanti kepastian kenaikan BBM.

"Ketidakpastiaan BBM  ini memang membuat  pelaku pasar berhati-hati," ujar Satrio.

Lebih lanjut, Satrio menerangkan pelaku pasar tengah mencari sentimen baru untuk mendongkrak IHSG. Pasalnya, laporan pertumbuhan ekonomi, neraca perdagangan dan laporan keuangan emiten tak sesuai dengan ekspektasi pemodal.

Pada perdagangan saham kali ini, Satrio memproyeksi IHSG bergerak pada level support 4.975-5.000 dan resistance pada level 5.050.

Untuk akumulasi saham, Hans memilih PT Elnusa Tbk (ELSA),PT XL Axiata Tbk (EXCL) PT Indo Tambangraya Megah Tbk(ITMG), PT Wika Beton Tbk (WTON)


Sumber : Liputan6

Thursday, 6 November 2014

IHSG Bakal Merosot Sambut Akhir Pekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/11) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mendapat sentimen positif sehingga lajunya diprediksi akan bergerak datar.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, gerak indeks masih bertumpu pada kepastian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. "Faktornya masih seperti kemarin," kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Jumat (7/11/2014).

Dia menerangkan, para pemodal lebih memperhatikan langkah pemerintah untuk meminimalisir dampak kenaikan subsidi. Sementara dari regional pun belum ada sentimen yang kuat mendorong laju indeks saham.

Pada perdagangan saham kali ini, dia memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.018-5.000. Sedangkan resistance pada level 5.075-5.107.

"Buy on weakness PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Buy if break untuk PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Timah Tbk (TINS)," tutur Hans

Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko menuturkan, kondisi IHSG yang sekarang memasuki fase sideways membuat kebanyakan trader sulit untuk memperkirakan pergerakan arah selanjutnya.

Ia merekomendasikan untuk buy on weakness dan sell di reli dalam kondisi pasar yang kurang mempunyai pergerakan yang jelas dan dokus ke saham lapis dua.

"IHSG akan berada di kisaran support 5.020-4.990-4.925-4.840 dan resistance 5.085-5.126-5.185," tutur Yuganur.

Pada perdagangan saham, Kamis 6 November 2014 IHSG turun 32,60 poin atau 0,64 persen ke level 5.034,23.


Sumber : Liputan6

Dollar Kembali Naik, Hantam Emas Berada Pada Penurunan Terlama Sejak 17 Bln Terakhir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/11) - Emas berjangka turun, mencatat penurunan terlama sejak Mei 2013 lalu, penurunan akibat kembalinya dollar alami reli sehingga mengurangi logam mulia sebagai investasi alternatif.

Kemarin, emas menyentuh level terendahnya sejak 23 April 2010 lalu. Sementara harii ini, dollar kembali naik ke level 5 tahun tertingginya terhadap 10 mata uang lainnya terkait tanda-tanda bahwa ekonomi AS yang sedang berada pada momentum kenaikan.

Perbandingan dengan komoditas-komoditas lainnnya seperti perak dan minyak mentah mengindikasikan bahwa emas relatif mahal. Para investor semestinya mengkaji kepemilikan pada produk-produk berbasis emas yang diperdagangkan di bursa guna mengkaji apakah penurunan harga akan kembali terjadi, hal itu menurut James Steel, seorang analis dari HSBC Securities (USA) Inc., yang kemarin menyatakan pada sebuah laporan. Aset global pada ETP turun ke level terendah sejak September 2009 lalu.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 0.3% ke level penyelesaian $1,142.60 per ounce pukul 2:08 siang waktu Comex, New York, turun pada sesi ke 7 secara berturut-turut. Perdagangan sebesar 26% diatas 100 hari rata-rata untuk saat ini, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg. Kemarin, emas berjangka menyentuh level 54 bulan terendah $1,137.10.

Kebijakan divergen AS dan ekonomi seperti Uni Eropa dan Jepang telah memicu kenaikan pada dollar. Sedangkan lebih sedikitnya warga Amerika yang direkrut oleh perusahaan dan produktivitas yang sedang mengalami kenaikan, menurut rilis data dari pemerintah hari ini. Presiden ECB (European Central Bank) Mario Draghi menekankan komitmennya kepada program stimulus. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Bursa AS Menguat Akibat Data Jobless Claims Meningkatkan Optimisme Ekonomi


BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/11) - Saham-saham AS menguat, mengirimkan indeks patokan menuju rekor, karena Bank Sentral Eropa berjanji untuk meningkatkan upaya stimulus jika diperlukan dan penurunan klaim pengangguran, jobless claims, mendorong optimisme dalam perekonomian Amerika Serikat.
Indeks S&P 500 naik 0,4% menjadi 2,031.03 pada pukul 4 sore di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 68,98 poin, atau 0,4%, ke 17,553.51. Perdagangan perusahaan dalam indeks S&P 500 adalah 4% di bawah rata-rata 30-hari untuk kali ini hari.
Draghi menghadapi tekanan untuk berbuat lebih banyak dalam mendukung perlambatan ekonomi kawasan euro setelah Bank of Japan dalam pekan lalu tiba-tiba mendorong rencana stimulus. Draghi mengatakan para pembuat kebijakan akan siap untuk menerapkan langkah-langkah stimulus lebih lanjut jika diperlukan saat ia mengisyaratkan pejabat dapat memangkas proyeksi pertumbuhan bulan depan. Pejabat ECB sepakat dengan stimulus yang lebih jika diperlukan, Draghi mengatakan kepada wartawan hari ini setelah mempertahankan suku bunga untuk tidak berubah.
Dalam menekankan kebulatan suara, Draghi berusaha untuk memuluskan divisi dalam barisan sendiri tentang cara yang tepat bagi ECB untuk dapat membantu perekonomian lebih lanjut, setelah pesimisme tentang prospek membangun. Sementara bank sentral sudah memperluas jangkauan pembelian aset, itu belum berkomitmen untuk membeli obligasi berbasis luas, atau QE (pelonggaran kuantitatif).
Indeks S&P 500 dan Dow Jones naik menuju rekor kemarin setelah hasil pemilu menggeser kontrol Senat dari Partai Demokrat ke Partai Republik sementara laporan menunjukkan perbaikan dalam pasar tenaga kerja.
Indeks acuan telah kembali pulih 9% dari posisi terendah enam bulan pada 15 Oktober. Perusahaan dalam indeks S&P 500 mengalahkan perkiraan laba analis dalam empat tahun terakhir, sedangkan data ekonomi baru-baru telah menunjukkan perbaikan dalam pasar tenaga kerja dan sentimen konsumen AS.
Pertama kalinya klaim pengangguran turun 10.000 ke terendah tiga minggu dari 278.000 pada pekan yang berakhir 1 November, Departemen Tenaga Kerja melaporkan hari ini. Perkiraan rata-rata dari 50 ekonom yang disurvei Bloomberg menyerukan angka 285.000. Pergerakan rata-rata dalam empat minggu mencapai level terendah dalam lebih dari 14 tahun.
Angka Departemen Tenaga Kerja besok diprediksi akan menunjukkan nonfarm payrolls naik 235.000 pada bulan lalu dan tingkat pengangguran mungkin bertahan di posisi terendah enam tahun.
Anggota S&P 500 yang telah melaporkan hasil kuartalan terbaru mereka, 80% melebihi proyeksi laba, sedangkan 60% mengalahkan perkiraan penjualan, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.(frk)
Sumber : Bloomberg

Bursa AS Berfluktuasi Di tengah Komentar Stimulus ECB

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/11) - Saham-saham AS berfluktuasi, setelah indeks acuan ditutup dekat rekor kemarin, karena investor mencermati komentar Bank Sentral Eropa (ECB) terkait rencana stimulus sebelum laporan pasar tenaga kerja Amerika besok.
Saham Tesla Motors Inc. naik 4,9%, Whole Foods Market Inc. naik 10%, Genworth Financial Inc. anjlok 36%, Sementara  Qualcomm Inc. turun 11%.
Indeks S&P 500 naik 0,2% menjadi 2,026.86 pada pukul 12:52 siang di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 45,34 poin, atau 0,3%, ke 17,530.16. Perdagangan perusahaan di indeks S&P 500 adalah 5% di bawah rata-rata 30-hari untuk hari ini.(frk)
Sumber : Bloomberg

Sentimen Komentar Draghi, Angkat Bursa Saham Eropa Ditutup Menguat 0.2%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/11) - Bursa Saham Eropa menguat setelah Presiden ECB (European Central Bank) Mario Draghi menyatakan bahwa para pembuat kebijakan bersiap untuk mengimplementasikan kebijakan stimulus jika dibutuhkan guna menopang ekonomi zona Eropa.

Indeks Stoxx Europe 600 menguat 0.2% ke level 337.08 pada sesi penutupan perdagangan saham, setelah sempat mencatat gain sebesar 1% dan melemah sebesar 0.6%. Sebanyak 344 saham menguat, sementara 252 saham melemah. Kemarin indeks acuan tersebut menguat untuk pertama kalinya dalam 3 hari terakhir setelah perusahaan-perusahaan seperti Marks & Spencer Group Plc merilis laba yang melampaui dari perkiraan sebelumnya. Pekan lalu acuan saham Eropa mencatat reli mingguan tertajam sepanjang tahun 2014 ini pasca BOJ (Bank of Japan) secara mengejutkan mendorong stimulus.

Berbicara ketika konferensi pers di Frankfurt hari ini, setelah ECB tidak mengubah acuan suku bunga, Draghi menyatakan bahwa Dewan Gubernur Å“bersuara bulat pada komitmennya untuk menggunakan instrumen tambahan yang tidak konvensional dalam melaksanakan tugasnya. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Wednesday, 5 November 2014

Ekonomi RI Melambat, Lirik Enam Saham Pilihan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/11) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih mengalami tekanan. Pelaku pasar  menanti rencana harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik masih mempengaruhi laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menilai, IHSG berusaha terus melewati fase konsolidasi jangka pendeknya. Gerak IHSG masih mampu berpeluang menguat meski IHSG telah menguji support 5.054 dan sempat tertembus level support.

Hal itu dipengaruhi dana asing yang telah keluar cukup besar efek dari dari rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) sedikit meleset dari estimasih.

"IHSG masih akan berusaha menembus resistance dengan kisaran 5.054-5.113," ujar William dalam ulasannya, Kamis (6/11/2014).

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG masih dipengaruhi rilis data ekonomi global dan dalam negeri.  Dari Eropa akan merilis data retail sales yang diperkirakan -0,49 persen Month on Month (MoM) dibandingkan sebelumnya 1,2 persen.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) akan merilis data ISM non-manufacturing PMI yang diperkirakan ke level 58,14 dari sebelumnya 58,6.

"Pelaku pasar juga masih merespons kelanjutan sentimen dari hasil data pertumbuhan PDB kuartal III 2014 yang menunjukkan perlambatan ekonomi di level 5,01 Year on Year, dan masih dinantikan kelanjutkan rencana penaikan harga BBM bersubsidi pada November," tulis riset PT Sinarmas Sekuritas.

Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko menuturkan, beberapa sentimen positif domestik seperti rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pada November serta laporan keuangan emiten berkapitalisasi besar yang masih di atas harapan pasar dapat mendorong IHSG di atas 5.085.

"Bila hal itu terjadi maka tren jangka pendek dapat berubah dari posisi sideways ke minor uptren," kata Yuganur.

Ia merekomendasikan, IHSG berada di level support 5.020-4.990-4.925-4.840 dan resistance 5.085-5.126-5.186 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.


Sumber : Liputan6

Indeks Topix Jepang Naik untuk Hari Ke-6 Beruntun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/11) - Saham Jepang naik, mengirim Indeks Topix menuju kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus lalu, setelah mata uang yen turun ke level 7 tahun terendahnya dan AS menambahkan lebih banyak pekerja melebihi perkiraan.
Indeks Topix naik 0,2 % ke level 1,374.24 pukul 09:05 pagi waktu Tokyo, naik untuk hari ke-6 berturut-turut setelah penutupan kemarin di level tertingginya sejak 2008 silam. Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0,2 % ke level 16,965.24. Sementara saham AS melonjak pasca Partai Republik memenangkan Senat Mayoritas pertama sejak 8 tahun terakhir.
Kontrak pada Indeks Standard & Poor 500 tergelincir 0,1 % hari ini. Indeks acuan ekuitas naik 0,6 % kemarin ke rekornya setelah Partai Republik mempertahankan kontrol dari DPR dan memenangkan cukup kursi untuk merebut kembali mayoritas Senat yang diselenggarakan oleh Demokrat sejak tahun 2006.
Indeks Topix melonjak 7,3 % selama tiga sesi terakhir perdagangan pasca Bank of Japan memperluas stimulus dan dana pensiun Jepang mengatakan akan meningkatkan kepemilikan sahamnya. Indeks Volatilitas Nikkei Stock Average, melacak harga Indeks Nikkei 225, merosot 10 % kemarin. (knc)
Sumber : Bloomberg

Bursa Saham AS Ditutup Menguat 0.6% Terkait Kemenangan Partai Republik

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/11) - Bursa Saham AS menguat, mengantarkan indeks acuan tersebut berada pada rekornya, penguatan hari ini akibat kemenangan Partai Republik pertama atas mayoritas Senat dalam 8 tahun terakhir dan rilis data yang menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan mengalami kenaikan jumlah tenaga kerja yang tinggi pada Oktober lalu.

Indeks Standard & Poor 500 menguat 0.6% ke level 2,023.44 pukul 4 sore waktu New York, sebuah level rekor penutupan. Sementara Dow Jones Industrial Average naik 100.69 poin atau 0.6% ke level 17,484.53.

Partai Republik mempertahankan kendali parlemen dan memenagkan cukup banyak kursi guna memperoleh kembali mayoritas Senat yang sebelumnya diduduki oleh Partai Demokra sejak 2006 lalu. Kedua partai tersebut akan mengendalikan sisa masa kepemimpinan Presiden Barack Obama. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Kemenangan Partai Republik Dongkrak Bursa AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/11) - Saham-saham AS naik, mengirim Dow Jones Industrial Average ke rekor, setelah Partai Republik memenangkan Mayoritas Senat untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir dan data menunjukkan perusahaan menambahkan lebih banyak pekerja pada bulan Oktober lalu.
Saham Alpha Natural Resources Inc. dan Peabody Energy Corp. meraup keuntungan dalam produsen batu bara di tengah harapan bahwa Partai Republik akan menentang pembatasan bahan bakar. Utilitas juga menguat. Saham TransCanada Corp. menguat sekitar 3% terkait spekulasi kemenangan Partai Republik akan meningkatkan dukungan untuk Keystone XL pipeline. Saham TripAdvisor Inc. anjlok 14% sehari setelah laporan pendapatan yang kurang dari perkiraan analis.
Indeks S&P 500 naik 0,5% menjadi 2,021.54 pada pukul 12:38 siang di New York, menuju rekor terdekat. Indeks Dow Jones menambahkan 93,82 poin, atau 0,5%, untuk semua waktu tertinggi sebesar 17,477.66.
Partai Republik mempertahankan kontrol di DPR dan memenangkan cukup kursi untuk merebut kembali mayoritas Senat yang di pegang oleh Demokrat sejak tahun 2006. Mereka akan mengontrol keduanya untuk sisa masa jabatan Presiden Barack Obama.(frk)
Sumber : Bloomberg

Naiknya Laba Perusahaan, Angkat Bursa Saham Eropa Ditutup Menguat 1.7%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/11) - Bursa Saham Eropa menguat untuk pertama kalinya dalam 3 hari terakhir akibat laba perusahaan-perusahaan dari Marks & Spencer Group Plc dan Natixis SA naik melampaui dari perkiraan sebelumnya.

Indeks Stoxx Europe 600 menguat 1.7% ke level 336.36 pada sesi penutupan perdagangan saham setelah semua grup industri pada indeks acuan tersebut menguat. Acuan saham tersebut telah mengalami penurunan 1.8% pada 2 hari lalu akibta beberapa laba tidak sesuai dengan proyeksi sebelumnya dan Komisi Eropa memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi zona Eropa.

Laba perusahaan pada Indeks Stoxx 600 tahun ini diperkirakan naik 7.2%, menurut prediksi analis. Angka itu turun dari perkiraan bulan lalu yang menyatakan sebesar 8.3%.

Sebuah laporan dari swasta mengenai payroll bulan Oktober menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika merekrut tenaga kerja dengan jumlah tertinggi sejak Juni tahun ini. Hal tersebut menurut rilis data dari ADP Research Institute menjelang laporan jumlah tenaga kerja dari Departemen Tenaga Kerja AS yang akan dirilis pada 7 November mendatang. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Tuesday, 4 November 2014

Indeks Topix Jepang Dibuka Melemah 0.2 %

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/11) - Saham Jepang jatuh, setelah Indeks Topix catat reli 7 persen selama 2 hari beruntun, seiring mata uang yen rebound. Saham SoftBank Corp melemah setelah memperkirakan laba yang lebih rendah.
Indeks Topix melemah sebesar 0,2 persen ke level 1,365.52 pukul 09:05 pagi waktu Tokyo setelah mencapai penutupan tertingginya sejak Juni 2008 lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average tergelincir sebesar 0,3 persen ke level 16,809.27, sementara saham SoftBank anjlok sebesar 3,8 persen. Saham Jepang melonjak dalam dua sesi perdagangan terakhir pasca Bank of Japan (BoJ) memperluas stimulus dan Dana Investasi Pensiun Pemerintah mengatakan akan membeli lebih banyak saham.
BOJ mengatakan pada 31 Oktober lalu meningkatkan target untuk pembelian obligasi tahunan pemerintah Jepang sebesar 80 triliun yen ($ 706 miliar), sementara tiga kali lipat membeli real estate investment trust. Pada hari yang sama, dana pensiun menetapkan target alokasi masing-masing untuk indeks ekuitas Jepang dan luar negeri sebesar 25 persen, sebelumnya naik dari 12 persen. GPIF akan memangkas obligasi domestik menjadi 35 persen aset dari sebelumnya 60 persen. (knc)
Sumber : Bloomberg

Data Ekonomi RI Bayangi Laju IHSG

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/11) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi  kembali mengalami koreksi pada  perdagangan saham hari ini. Pasalnya, tak ada tenaga pendorong yang kuat untuk mengerek indeks saham.

"Masih akan melemah, tidak ada sentimen positif untuk mengangkat market kembali," kata Analis PT First Asia Capital David Sutyanto , Jakarta, Rabu (5/11/2014).

David memaparkan, kali ini pemodal cenderung wait and see untuk belanja saham. Pasalnya, mereka masih menelaah laporan keuangan para emiten.

Di samping itu, kepastian waktu dan nominal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi pertimbangan lain para investor membenamkan modalnya. "Harga minyak juga terus turun jadi concern mereka," imbuhnya.

Pada perdagangan kali ini, David memperkirakan IHSG bergerak pada level support 5.020 dan resistance di level 5.100.

Untuk akumulasi saham, dia memilih PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Tbk (LSIP).

Sementara itu, Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menuturkan, IHSG akan berada di rentang support 5.055-5.078 dan resistance 5.098-5.112 pada Rabu pekan ini.
Laju IHSG gagal mendekati target resistance 5.096-5.115 dan sempat berada di support 5.055-5.075. Laju IHSG bergerak turun masih terdapat daya beli untuk menahan pelemahan yang terjadi.
Menurut Reza, IHSG membutuhkan konfirmasi sentimen untuk dapat bergerak naik. Sentimen rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia dan sentimen global diharapkan membawa angin segar untuk gerak IHSG.
Pada perdagangan saham Selasa 4 November 2014 IHSG ditutup melemah 14,57 poin atau 0,29 persen ke level 5.070,94.

Sumber : Liputan6

Emas Turun Akibat Pelemahan Minyak Mengurangi Outlook Inflasi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/11) - Emas berjangka jatuh ke level terendah sejak 2010 setelah minyak mentah dunia turun ke level terendah tiga tahun di AS mengikis permintaan logam mulia sebagai lindung nilai inflasi.
Societe Generale SA Michael Haigh, yang telah memprediksi kemerosotan emas tahun lalu, mengatakan pada 30 Oktober bahwa penurunan minyak mentah menggarisbawahi bahwa inflasi akan dinonaktifkan, meredaman prospek untuk logam. Minyak memasuki bear market bulan lalu karena permintaan global meredup dan persediaan melonjak.
Emas menuju penurunan tahunan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 1998. Dolar telah menguat terhadap sekeranjang mata uang setelah Jepang memperluas stimulus moneter pada pekan lalu, dan Federal Reserve mendekati waktu kenaikan suku bunga pertama dalam delapan tahun terakhir. Pada 31 Oktober, logam menyentuh level $ 1,160.50 per ons, harga intraday terendah sejak Juli 2010.
Di bursa Comex New York, emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,2% dan ditutup di level $ 1,167.20 pada pukul 1:43 siang. Hal tersebut merupakan penutupan terendah untuk kontrak teraktif sejak 28 Juli 2010. Harga emas turun untuk sesi kelima berturut-turut, yang merupakan kemerosotan terpanjang sejak 12 September.
Dalam tahun 2014, logam kuning telah turun 2,9%. Pada 2013, emas turun 28%, mengakhiri reli dalam 12 tahun.(frk)
Sumber : Bloomberg

Penurunan Harga Minyak, Tekan Bursa Saham AS Ditutup Melemah 0.3%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/11) - Mayoritas Saham AS melemah, menekan Indeks Standard & Poor 500 turun dari rekornya, pelemahan akibat saham perusahaan energi merosot setelah harga minyak mencapai level 3 tahun terendahnya dan perkiraan dari laba Sprint Corp. dan Priceline Group Inc. yang mengecewakan para investor.

Exxon Mobil Corp. dan Chevron Corp. berada pada laju penurunan setelah harga minyak mencapai level terendah $75.84 per barel di New York. Sprint turun 17%. Priceline merosot 8.4% terkait perkiraan penjualan yang menurun dari perkiraan sebelumnya.

Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.3% ke level 2,012 pukul 4 sore waktu New York setelah para investor menunggu hasil pemilu guna melihat jika Partai Republik merebut kendali Senat. Sementara Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 16.51 poin atau 0.1% ke level 17,382.75 setelah saham Procter & Gamble Co. dan Wal-Mart Stores Inc. pimpin gain..

Indeks S&P 500 rebound 8.3% dari level 6 bulan terendahnya yang tercatat pada 15 Oktober hingga kemarin, hal itu dipicu oleh rilis data ekonomi yang membaik dari perkiraan sebelumnya dan membaiknya hasil rilis laba perusahaan. Pekan lalu baik Indeks S&P 500 dan the Dow Jones ditutup pada level tertingginya sepanjang sejarah ditengah optimisme BOJ stimulus (Bank of Japan) yang akan mengisi beberapa gap yang ada setelah berakhirnya pembelian obligasi oleh Federal Reserve. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Uni Eropa Pangkas Outlook Ekonomi, Bursa Saham Eropa Ditutup Melemah 1%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (05/11) - Bursa Saham Eropa melemah pada hari kedua, hal tersebut akibat Uni Eropa memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi zona Eropa dan merosotnya saham perusahaan minyak terkait penurunan harga komoditas.

Hunting Plc dan Seadrill Ltd. melemah lebih dari 5%. Hugo Boss AG tergelincir 5%. Securitas AB melonjak ke level tertingginya. Royal DSM NV menguat 1.6%.

Indeks Stoxx 600 melemah 1% ke level 330.88 pada sesi penutupan perdagangan saham, memperpanjang penurunan diakhir sesi perdagangan. Kemairn indeks acuan tersebut mengalami penurunan 0.8% setelah sempat reli mingguan tertajam dalam sepanjang tahun 2014 ini ditengah laba yang mengecewakan dari PostNL NV dan Holcim Ltd. Indeks acuan saham Eropa telah mengalami penurunan 5.4% dari level 6 tahun tertingginya yang tercatat pada Juni lalu.

GDP (Gross domestic product) pada 18 negara di tahun ini akan mengalami pertumbuhan 0.8% dan 1.1% pada 2015 mendatang, turun dari proyeksi 1.2% dan 1.7% pada Mei lalu, menurut rilis data dari Komisi Uni Eropa hari ini. Uni Eropa menurunkan proyeksinya untuk Jerman dan menyatakan bahwa inflasi zona Eropa turun dari prediksi sebelumnya oleh ECB (European Central Bank). (bgs)

Sumber : Bloomberg

Monday, 3 November 2014

Bursa Saham Jepang Menguat 3.7 % Pasca Liburan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/11) - Saham Jepang menguat pada hari kedua, mengirim Indeks Topix menuju level 6 tahun tertinggi, setelah sebulumnya mata uang yen melemah seiring Bank of Japan (BoJ) meningkatkan stimulus dan dana pensiun Jepang mengatakan akan membeli lebih banyak saham.
Indeks Topix menguat sebesar 3,7 persen ke level 1,383.51 pukul 09:07 pagi waktu Tokyo terkait pasar perdagangan dibuka kembali pasca liburan. Semua 33 kelompok industri naik, dengan indeks bersiap untuk penutupan tertingginya sejak Juni 2008 lalu setelah melonjak sebesar 4,3 persen pada 31 Oktober kemarin. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 3,9 persen ke level 17,051.25 hari ini. Mata uang yen memangkas penurunan setelah kemarin menyentuh level terendahnya hampir 7 tahun terakhir terhadap dolar.
Bank of Japan (BoJ) mengatakan pada 31 Oktober kemarin,  akan menargetkan pembelian obligasi tahunan pemerintah Jepang sebesar 80 triliun yen ($ 704 miliar), sementara 3 kali lipat membeli real estate investment trust. Pada hari yang sama, dana investasi pensiun pemerintah menetapkan target alokasi masing-masing untuk ekuitas Jepang dan luar negeri sebesar 25 persen, sebelumnya naik 12 persen. Dana pensiun akan mengurangi obligasi domestik menjadi 35 persen aset dari sebelumnya sebesar 60 persen. (knc)
Sumber : Bloomberg

Emas Catat Penurunan Terpanjang Akibat Dolar Memperpanjang Reli

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/11) - Emas berjangka turun, mencatat penurunan terpanjang dalam tujuh minggu, karena reli dolar ke tertinggi lima tahun mengikis daya tarik logam mulia sebagai alternatif investasi.
Emas berjangka mendekati level terendah empat tahun akibat penguatan greenback terhadap sekeranjang 10 mata uang setelah Jepang menambah stimulus moneter, sementara Federal Reserve bergerak lebih dekat dekat dengan kenaikan suku bunga pertama dalam delapan tahun.
Pada 31 Oktober, emas mencatat penurunan bulanan beruntun, yang pertama dalam tahun ini, setelah menyentuh $ 1,160.50 per ons, terendah sejak Juli 2010. Suku bunga yang tinggi mengurangi daya tarik logam karena komoditas umumnya menawarkan investor pengembalian hanya melalui kenaikan harga, sementara dolar yang lebih kuat biasanya memotong permintaan untuk penyimpan nilai. Societe Generale SA dan Goldman Sachs Group Inc merupakan di antara bank yang mengharapkan kerugian lebih lanjut untuk emas.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,2% untuk menetap di $ 1,169.80 pada pukul 1:47 siang di bursa Comex New York setelah menyentuh level $ 1.161. Logam turun untuk sesi keempat berturut-turut, kemerosotan terpanjang sejak 12 September yang lalu.(frk)
Sumber : Bloomberg