Tuesday, 10 March 2015

Deutsche Bank : S&P 500 Akan Turun Sebesar 9% Akibat Membaiknya Pasar Tenaga Kerja

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/3) - Indeks S&P 500 dalam lima pekan terakhir berada diatas kisaran level 2000 mungkin cukup lama, kata David Bianco dari Deutsche Bank AG.
Pasca rilis laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu, investor semakin yakin Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun ini, kata Bianco. Itu bisa mengakibatkan penurunan pada indeks acuan hingga 9 persen, menurut Bianco. Level terkuat dolar terhadap euro sejak 2003 mengancam pertumbuhan laba AS, katanya.
Saham AS menghapuskan keuntungan untuk tahun ini, mendorong turun indeks S&P 500 sebesar 1,4 persen ke level 2,050.42 pukul 12:04 di New York. Dolar juga memberikan tekanan karena rally terhadap semua mata uang utama hari ini, melonjak hampir ke level 12 tahun tertingginya terhadap euro dan tertinggi di level 7 1/2 tahun terhadap yen.
Indeks S&P 500 anjlok tajam dalam dua bulan terakhir pada hari Jumat kemarin di tengah pengusaha melaporkan telah menambahkan lapangan pekerjaan lebih dari perkiraan pada bulan Februari dan tingkat pengangguran turun menjadi 5,5 persen, terendah dalam hampir tujuh tahun terakhir, menunjukkan pasar tenaga kerja tengah mempertahankan kemajuan pasca mencatat kinerja tahunan terbaiknya dalam 15 tahun terakhir. (izr)
Sumber: Bloomberg

Monday, 9 March 2015

Saham Jepang Dibuka Menguat Terkait Pelemahan Yen Terhadap Dolar

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Saham Jepang dibuka menguat terkait pelemahan yen ke level terendahnya terhadap dolar dalam tiga bulan terakhir, meningkatkan prospek laba untuk sektor eksportir.
Indeks Topix naik 0,5% menjadi 1,539.88 pada 09:01 pagi di Tokyo, dengan semua kecuali satu dari 33 kelompok industri yang meningkat. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,6% menjadi 18,902.55. Yen turun 0,2% menjadi 121,42 per dolar, turun untuk hari keempat ke level terlemah sejak awal Desember lalu.
Sementara mengenai kebijakan moneter The Fed pada tanggal 18 Maret, para pelaku pasar menunggu apakah para otoritas mempertahankan janji mereka "bersabar" untuk menaikkan biaya pinjaman.
Kontrak pada indeks S&P 500 tergelincir 0,1% Indeks tersebut naik 0,4% kemarin karena ekuitas AS memasuki tahun ketujuh dari bull run.(yds)
Sumber: Bloomberg

Kecemasan Terhadap Yunani Dorong Harga Emas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Emas berjangka naik dari level terendah dalam tiga bulan terakhir di tengah kekhawatiran bahwa kesepakatan sementara untuk memberikan bantuan ke Yunani akan terurai, mendorong permintaan untuk aset haven.
Ketua Eurogroup Jeroen Dijsselbloem mengatakan pada hari Minggu bahwa daftar langkah-langkah yang pemerintah Yunani diusulkan sebagai bagian bail out selama empat bulan yang "jauh" dari lengkap, dan Yunani mungkin tidak akan menerima pencairan bantuan bulan ini. Emas hentikan penurunan terpanjang dalam 11 pekan terakhir.
Logam ini turun sebesar 5,2 persen pada Februari lalu seiring menteri keuangan kawasan euro menyetujui paket ekonomi Yunani untuk memperpanjang kesepakatan bailout. Pada hari Jumat, emas anjlok terbesar sejak Desember 2013 lalu untuk menghapus keuntungan 2015 pasca laporan menunjukkan tingkat pengangguran AS turun ke level terendah dalam hampir tujuh tahun terakhir, meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dengan segera.
Emas berjangka untuk pengiriman April naik 0,2 persen untuk menetap di level $1.166,50 per ons pada pukul 1:39 di Comex di New York. Logam turun dalam lima sesi sebelumnya, kemerosotan terpanjang sejak pertengahan Desember lalu. Pada hari Jumat, harga emas menyentuh $1,162.90, terendah untuk kontrak teraktif sejak 1 Desember lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg

Aktifitas Merger Dorong Saham AS ditutup Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Saham AS naik di tengah transaksi akuisisi perusahaan pasca indeks Standard & Poor 500 anjlok tajam dalam dua bulan terakhir pada hari Jumat kemarin.
Indeks S&P 500 menguat 0,4 persen ke level 2,079.43 pada penutupan di New York, seiring ekuitas memasuki bull run tahun ketujuh. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 138,94 poin, atau 0,8 persen, ke level 17,995.72. Sekitar 6,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, 11 persen di bawah moving average tiga bulan.
Kekhawatiran Federal Reserve yang mungkin akan menaikkan suku bunga tahun ini di tengah penguatan ekonomi telah menyeret ekuitas terkoreksi tajam. Indeks S&P 500 turun 1,6 persen pekan lalu, terbesar sejak Januari, pasca data menunjukkan tingkat pengangguran mencapai kisaran full employment bagi bank sentral. Para pembuat kebijakan bertemu berikutnya pada 17-18 Maret mendatang. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham Eropa Ditutup Turun Dari Level 7-Tahun Tertingginya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Penurunan saham Yunani mendorong ekuitas Eropa turun lebih rendah pasca reli dalam lima pekan terakhir.
Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,3 % ke level 393,19 pada penutupan perdagangan di London hari ini setelah turun sebesar 0,9 %. Indeks ASE Yunani turun tajam di antara 18 pasar saham Eropa karena menteri keuangan zona euro mengatakan negara harus bergerak lebih cepat untuk memenuhi komitmen penyelamatan untuk membuka dana talangan lebih.
Menteri Keuangan Belanda Jeroen Dijsselbloem, yang memimpin kelompok menteri keuangan di kawasan itu, mengatakan pembicaraan dengan Yunani telah meluncur mundur sejak kesepakatan bulan lalu seiring negara tersebut tidak menawarkan langkah-langkah rinci yang diperlukan. Sehingga mengirim Indeks ASE turun 4,2 %, merupakan penurunan terbesar dalam sebulan terakhir. Eurobank Ergasias SA dan Piraeus Bank SA melemah lebih dari 11 %.
Indeks Stoxx 600 yang ditutup pada Jumat lalu catat kenaikan beruntun terpanjang mingguan sejak Juni lalu, ditutup pada level tertinggi sejak Juli 2007, karena Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan memulai program pembelian aset. Sehingga akan membeli obligasi Belgia, Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol pada hari Senin. (vck).
Sumber: Bloomberg

Saham AS Catat Kenaikan 0,4% Pada Sesi Siang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Saham AS naik di tengah transaksi perusahaan pasca indeks Standard & Poor 500 turun tajam dalam dua bulan terakhir pada hari Jumat lalu.

Saham Macerich Co naik 6,1 % setelah tawaran pembelian saham dari Simon Property Group Inc senilai sekitar $ 22.4 miliar, termasuk utang. RTI International Metals Inc. menguat 37 % setelah Alcoa Inc setuju untuk mengakuisisi saham mereka sekitar $ 1.26 miliar. General Motors Co naik setelah mengumumkan program pembelian kembali sahamnya sebesar $ 5 miliar.

Indeks S&P 500 naik 0,4 % ke level 2,078.62 pukul 12:58 siang di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 131,04 poin, atau 0,7 %, ke level 17,987.82 seiring ekuitas memasuki tahun ketujuh dari bullish run. Perdagangan saham perusahaan di S&P 500 sebesar 15 % di bawah RSI 30-hari.

Kekhawatiran Federal Reserve mungkin mulai menaikkan suku bunga tahun ini di tengah penguatan ekonomi telah menyeret ekuitas ke level yang lebih rendah. Indeks S&P 500 turun 1,6 % pekan lalu, merupakan penurunan terbesar sejak Januari lalu, karena data menunjukkan tingkat pengangguran mencapai kisaran bank sentral untuk apa yang dianggap full employment. Para pembuat kebijakan akan melakukan pertemuan berikutnya pada 17-18 Maret mendatang. (vck)

Sumber: Bloomberg

Sunday, 8 March 2015

Laju IHSG Dibayangi Aksi Ambil Untung

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ada potensi melemah di awal pekan kedua Maret 2015 seiring pelaku pasar akan merealisasikan keuntungan usai indeks saham cetak rekor baru.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. IHSG naik 1,17 persen menjadi 5.514,78 pada penutupan perdagangan saham Jumat 6 Maret 2015.

Analis PT Sucorinvest Asset Management, Jemmy Paul menuturkan, investor asing melakukan aksi beli bersih ketimbang investor lokal telah mengangkat IHSG. Investor asing melakukan aksi beli ini didukung ada harapan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi beli investor asing mencapai Rp 11 triliun sepanjang awal 2015.

"Selain itu, tren suku bunga turun juga membuat investor asing tertarik karena laba bersih per saham perusahaan naik," kata Jemmy, saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Senin (9/3/2015).

Meski demikian, Jemmy memprediksi, IHSG rawan koreksi di awal pekan ini. Hal itu mengingat bursa saham Amerika Serikat melemah pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu seiring spekulasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve. Indeks Dow Jones turun 226,21 atau 1,25 persen menjadi 17.909,51, indeks S&P 500 telah kehilangan 23,35 poin atau 1,11 persen menjadi 2.077,69.

Ia menambahkan, di awal pekan ini juga belum ada rilis data ekonomi yang akan keluar sehingga pergerakan IHSG tidak terlalu banyak. Pelaku pasar akan cenderung menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) soal suku bunga acuan/BI Rate. Ada harapan kalau BI akan kembali menurunkan suku bunga.

Jemmy mengatakan, meski ada koreksi di IHSG tapi selama investor asing masih masuk ke pasar modal Indonesia maka mendorong kenaikan IHSG ke depan. Hingga akhir 2015, IHSG akan berada di kisaran 6.000-6.300.

Dalam riset PT Bahana Securities menyebutkan, IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat di kisaran 5.475-5.525 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Analis teknikal PT BNI Securities, Andri Zakarias Siregar menuturkan, IHSG ditutup di atas 5.409-5.463 dapat mendorong kenaikan indeks ke target 5.480-5.550 di awal pekan ini.

Untuk rekomendasi saham, Andri memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

Sedangkan riset PT Bahana Securities menyebutkan, saham yang dapat diperhatikan yaitu saham BRMI, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). (Ahm/)


Sumber : Liputan6

Rebound Jepang dari Resesi Lebih Lemah dari Perkiraan Pertama

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Rebound ekonomi Jepang dari resesi merupakan yang terlemah dari perkiraan pertama oleh Pemerintah mengikuti penurunan tak terduga dalam investasi usaha.
Produk domestik bruto Jepang diperluas menjadi 1,5% secara tahunan dalam tiga bulan sampai dengan bulan Desember dari kuartal sebelumnya, kurang dari data awal sebesar 2,2%, menurut data revisi yang dirilis pada hari Senin oleh Kantor Kabinet. Ekspansi mengikuti kontraksi dalam dua kuartal berturut-turut yang disebabkan oleh peningkatan pajak penjualan pada bulan April tahun lalu.
Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda mengandalkan kenaikan pertumbuhan untuk mengurangi penurunan dalam perekonomian dan meningkatkan tekanan inflasi. Sementara itu ia mengatakan pelemahan harga minyak akan menguntungkan negaranya dalam jangka panjang, energi yang lebih murah mengancam akan memicu penurunan harga konsumen dalam beberapa bulan mendatang yang menantang target inflasiyang dicanangkannya sebesar 2%.
Belanja modal swasta turun 0,1% dari kuartal sebelumnya, pasca pembacaan awal naik 0,1%. Belanja konsumen naik 0,5%. Data awal menunjukkan penguatan dari 0,3%.
Yen menguat 0,1% menjadi 120,74 per dolar pada pukul 08:58 pagi di Tokyo.(frk)
Sumber : Bloomberg

Saham Jepang Turun Terkait Spekulasi Meningkatnya Suku Bunga AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Saham Jepang turun pasca rilid data pekerjaan AS sehingga memicu spekulasi kenaikan suku bunga AS, sementara laporan menunjukkan Jepang keluar dari resesi lebih lemah dari yang dilaporkan sebelumnya.
Indeks Topix turun 0,4% menjadi 1,534.69 pada 09:01 pagi di Tokyo, setelah naik 1,1% pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,5% menjadi 18,868.51. Yen diperdagangkan pada level 120,75 pasca melemah 0,6% pada hari Jumat karena saham AS merosot tajam dalam dua bulan terakhir setelah meningkatnya nonfarm payrolls lebih dari yang diproyeksikan dan tingkat pengangguran merosot ke level terendah tujuh tahun.
Sebuah laporan pemerintah yang dirilis Senin pagi ini menunjukkan GDP Jepang pada kuartal keempat diperluas menjadi 1,5% pada kuartal keempat, kurang dari 2,2% yang dilaporkan dalam laporan awal bulan lalu.
Obligasi AS turun tajam dalam sebulan terakhir, sedangkan kontrak berjangka menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Juni naik menjadi 22% dari 17% pada hari Kamis. Bulan yang paling mungkin untuk kenaikan suku bunga adalah September, dimana keyakinan para trader sebesar 60%.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 tergelincir 0,1% Indeks saham turun 1,4% pada hari Jumat lalu.(yds)
Sumber: Bloomberg

Harga Emas Bisa Terpuruk ke US$ 1.000 per Ounce

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Akhir pekan lalu, harga emas tercatat turun lebih dari US$ 30 per ounce setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) meningkat dan membuat nilai tukar dolar melonjak. Dengan kondisi tersebut, Chairman of Sprott Asset Management, Rick Rule mengatakan, harga emas dapat dengan mudah jatuh ke level US$ 1.000 per ounce.

"Harga emas dapat dengan mudah jatuh ke harga US$ 1.000 per ounce. Saya bukan analis teknis tapi pergerakan emas tampak lemah dan kepercayaan para konsumen terhadap dolar AS masih sangat tinggi," kata Rule seperti dikutip dari Mining.com, Senin (9/3/2014).

Dia menjelaskan, sebelum aksi jual pada akhir pekan lalu, harga emas banyak bergerak di kisaran US$ 1.200 per ounce. Ini mendorong para spekulator bahwa harga emas dapat menuju level terendah tahun ini.

Harga emas untuk pengiriman April jatuh US$ 32,33 per ounce atau 2,7 persen pada perdagangan Kamis ke level terendah di harga US$ 1.163,87 per ounce. Itu menjadi salah satu perdagangan terburuk sepanjang tahun.

Harga emas kini berada di harga terendah sejak pertengahan November tahun lalu dan lebih rendah US$ 140 dari level tertinggi pada 2015.

Naiknya harga emas tahun ini sebelumnya diterjemahkan sebagai nilai lindung investasi di tengah melemahnya mata uang, lelemahan ekonomi global, kekhawatiran geopolitik, dan jatuhnya harga minyak dunia.

Namun dengan isu kenaikkan suku bunga AS dalam lebih dari enam tahun terakhir yang rencananya akan dilakukan pada Juni, para pelaku pasar mengalihkan fokusnya pada faktor yang lebih fundamental. Suku bunga yang lebih tinggi juga mendorong naik nilai tukar dolar ke level tertinggi sepanjang tahun.

Dolar AS telah menguat lebih dari 20 persen dalam setahun terakhir.

"Emas selalu bereaksi negatif pada kepercayaan para pelaku pasar dan saat ini kepercayaan diri para pelaku pasar berada pada dolar AS. Harga emas akan bergerak bertentangan dengan nilai tukar dolar AS," tuturnya.

Rule menegaskan, saat ini nilai tukar dolar bergerak jauh lebih positif dibandingkan mata uang lain. (Sis/Ndw)

Sumber : Liputan6

Laporan Keuangan Warnai IHSG Sepekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kurang menggembirakan pada perdagangan saham sepekan. Setelah menembus rekor di level 5.5514,78, IHSG bakal terkoreksi.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, pasar akan memanfaatkan penguatan tersebut dengan aksi ambil untung.

"Saya melihat  terbuka peluang koreksi lebih dahulu," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin (9/3/2015).

Dia menerangkan, IHSG tembus rekor dipengaruhi oleh sentimen bank sentral Eropa yang akan merealisasikan stimulus. Dana asing masuk ke negara emerging market, tak terkecuali Indonesia.

"Sebenarnya yang ada ECB untuk memutuskan bulan Maret  stimulus mereka di pasar. Itu sentimen yang positif pasar modal, tetapi dengan rencana tersebut membuat nilai tukar langsung melemah," lanjutnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan sentimen positif yang membayangi IHSG saat ini berasal dari dua faktor, yakni laporan keuangan serta rencana pembagian deviden.

"Sentimen yang ada cuma laporan keuangan. Setelah itu  melihat ke dividen. Cuma dua faktor itu, kalau laporan keuangan bagus," paparnya.
Hans memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.500-5.435. Kemudian resistance pada level 5.520-5.555 selama sepekan.

Sementara itu, Analis PT NH Koorindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG telah empat kali menyentuh level tertinggi terbarunya. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi pembalikan arah jika ada aksi ambil untung. Namun, IHSG masih ada peluang untuk bertahan di zona hijau.

"IHSG akan berada di rentang support 5.428-5.470 dan resistance di kisaran 5.528-5.542 selama pekan ini," kata Reza.

Adapun data ekonomi yang keluar antara lain dari China ada rilis neraca perdagangna, pinjaman, penjualan ritel, fixed asset investment, dan produksi industri. Lalu dari Korea Selatan ada rilis suku bunga, dan Jepang akan merilis neraca transaksi berjalan, produk domestik bruto, dan kepercayaan konsumen.

Untuk saham, Hans merekomendasikan akumulasi saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Modernland Realty Tbk (MDLN). (Amd/Ahm)


Sumber : Liputan6

Thursday, 5 March 2015

Euro Turun Dibawah Level $ 1,10 Pertama Kali Sejak 2003

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/3) - Mata uang euro turun di bawah level $ 1,10 untuk pertama kalinya dalam lebih dari 11 tahun terakhir pasca Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengungkapkan rincian pembelian utang yang direncanakan untuk meningkatkan inflasi dan mengembalikan pertumbuhan ekonomi.
Mata uang euro turun untuk hari keenam, merupakan penurunan terpanjang lebih dari satu tahun terakhir, Draghi mengatakan ECB akan mulai membeli obligasi pekan depan dan termasuk utang dengan hasil negatif. Dolar menguat ke level tertinggi dalam lebih dari 10 tahun terakhir  karena investor menunggu laporan tenaga kerja Jumat besok yang mungkin mendukung Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2006 lalu.
Mata uang euro turun sebesar 0,8 % ke level $ 1,0988 sebelumnya diperdagangkan pada level $ 1,1030 pukul 05:00 sore di New York, turun 0,4 %. Mata uang euro turun di bawah level $ 1,10 pada September 2003 lalu. Euro stagnan pada level 132,50 ¥.
Indeks Dollar Spot Bloomberg, yang memantau dolar AS terhadap 10 mata uang utama, naik 0,5 % ke level 1,185.15, merupakan penutupan tertinggi dalam data sejak 2004 silam.
ECB akan mulai membeli obligasi pada tanggal 9 Maret, Draghi mengatakan kepada wartawan di Nicosia, Siprus, setelah pertemuan kebijakan. Dia menegaskan bahwa pembelian sebesar 60 miliar euro ($ 66 miliar) setiap bulan dan dijalankan pada September 2016 mendatang. (vck)
Sumber: Bloomberg

Emas Melemah Setelah Volatilitas Turun ke 4 Bulan Terendah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/3) - Volatilitas historis 30 hari logam turun ke level terendah sejak awal bulan November pada hari Kamis, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Bahkan Mario Draghi berencana untuk membeli lebih banyak obligasi yang mengirim euro ke level terendah dalam 11-tahun terhadap dolar tidak cukup untuk memacu beberapa gerakan untuk emas, dengan perdagangan berjangka sedikit berubah untuk sebagian besar hari ini di New York.
Harga naik 1% pada tahun 2015, memangkas gain sebanyak 10% sampai pertengahan bulan Januari. Emas turun 1,5% pada tahun 2014, dan pada tahun lalu logam adalah yang paling volatile dari 22 komponen yang dilacak oleh Bloomberg Commodity Index. Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis data pekerjaan pada tanggal 6 Maret yang diprediksi akan menunjukkan lebih banyak perbaikan bagi perekonomian, yang memungkinkan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat.
Emas berjangka untuk pengiriman April turun 0,4% untuk menetap di level $ 1,196.20 pada pukul 1:46 siang di Comex New York. Perdagangan adalah sekitar 11% lebih rendah dari rata-rata 100-hari untuk hari ini, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan.(frk)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Ditutup Naik Jelang Laporan Tenaga Kerja Bulan Februari

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/3) - Saham AS catat kenaikan, pasca ekuitas membukukan penurunan terbesar mereka selama dua hari lebih dari sebulan terakhir, di tengah transaksi perusahaan jelang rilis laporan tenaga kerja pemerintah Jumat besok.
Saham Pharmacyclics Inc menguat 10 % setelah AbbVie Inc setuju untuk membeli saham produsen obat tersebut dalam kesepakatan sebesar $ 21 miliar. Saham Mallinckrodt Plc naik 4,8 % setelah membeli saham Ikaria Inc. sebesar $ 2,3 miliar.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,1 % ke level 2,101.09 pukul 16:00 sore di New York.
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengisyaratkan para investor bersiap untuk pertama kalinya dalam pembelian obligasi bank sentral saat ia mengisyaratkan para pejabat yakin Indeks acuan akan berhasil dari ancaman deflasi. (vck)
Sumber: Bloomberg

Bursa AS Menguat pada Istirahat Perdagangan Pagi; Bursa Eropa Naik, Euro Turun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/3) - Saham-saham AS naik di tengah kesepakatan perusahaan, sementara ekuitas Eropa menguat dan euro melemah ke level terendah dalam 11-tahun setelah bank sentral Eropa mengumumkan rincian rencana pembelian utang.

Indeks Standard & Poor 500 naik 0,2% pada pukul 12:13 siang di New York, menghentikan penurunan dalam dua hari. Saham Pharmacyclics Inc melonjak 11% setelah AbbVie Inc. setuju untuk membeli saham produsen obat tersebut dalam kesepakatan sebesar $ 21 miliar. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,8%. Euro terdepresiasi di bawah $ 1,10 untuk pertama kalinya sejak September 2003. Yield Portugal dengan tenor 10 tahun turun sembilan basis poin menjadi 1,79%. Treasuries sedikit berubah di tengah mix-nya data ekonomi AS. Sementara itu ekuitas China turun setelah ekonomi terbesar di Asia tersebut memangkas target pertumbuhan.

ECB menaikkan prospek untuk pertumbuhan tahun 2016 dan Presiden Mario Draghi berkomitmen untuk memulai pembelian aset minggu depan yang akan berjumlah 60 miliar euro ($ 66 miliar) per bulan setelah pelonggaran kuantitatif oleh lembaga Bank sentral untuk mematahkan ancaman deflasi. Data AS menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran naik ke level tertinggi dalam sembilan bulan sebelum laporan pekerjaan pemerintah pada hari Jumat.(frk)

Sumber : Bloomberg

Saham Eropa Ditutup Naik Seiring Pembelian Obligasi Yang Dimulai Pekan Depan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/3) - Saham Eropa menguat untuk hari kedua, sehingga mendorong Indeks Stoxx Europe 600 ke level tertinggi sejak Juli 2007 lalu, karena Bank Sentral Eropa (ECB) berkomitmen untuk memulai pembelian aset pada tanggal 9 Maret mendatang.
Indeks Stoxx 600 naik 0,8 % ke level 393,78 pada penutupan perdagangan hari ini. Indeks tersebut telah menguat 15 % tahun ini setelah ECB mengatakan akan memulai program pelonggaran kuantitatif. Pada saat yang sama, data ekonomi memperkirakan kenaikan dalam dua tahun terakhir, menurut Citigroup Inc.
ECB mempertahankan suku bunga tidak berubah pada rekor terendah hari ini. Bank sentral akan mulai melakukan pembelian aset pekan depan, termasuk beberapa utang dengan obligasi negatif, sebesar 60 miliar euro ($ 66 miliar) bulan ini, Presiden Mario Draghi mengatakan kepada wartawan di Nicosia, Siprus. Ia juga memperkirakan dalam menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dengan outlook inflasi yang menempatkan ECB di jalur untuk mencapai tujuannya di bawah 2 % pada tahun 2017 mendatang.
Indeks DAX Jerman naik 1 % mendekati rekornya. Indeks PSI 20 Portugal menguat 1,7 %, merupakan kinerja terbaik dari 18 pasar saham Eropa. Volume saham yang berpindah tangan di Indeks Stoxx 600 adalah sekitar 8,7 % lebih rendah dari RSI 30-hari. (vck)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 4 March 2015

Menunggu Sentimen Baru, Wall Street Ditutup Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/3) - Wall Street kembali tumbang pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta), melanjutkan penurunan pada sehari sebelumnya. Padahal di awal pekan ini, Wall Street mampu mencetak rekor tertinggi.

Mengutip Reuters, Kamis (5/3/2015), Indeks Dow Jones Industrial Averange turun 130,75 poin atau 0,72 persen ke level 18.072. Indeks Standard & Poor 500 kehilangan 12,2 poin atau 0,58 persen ke level 2.095,58 dan Nasdaq Composite melemah 16,53 poin atau 0,33 persen ke 4.963,37.

Padahal sebelumnya atau di awal pekan ini, Dow Jones Industrial Averange dan Standard & Poor 500 mencetak level tertinggi. Sedangkan Nasdaq melampaui level 5.000 untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir.

"Pelaku pasar sedang menunggu sentimen baru yang bisa mendorong kenaikan indeks setelah mencapai rekor tertinggi di awal pekan ini," jelas Analis  RidgeWorth Investments, Atlanta, Amerika Serikat, Alan Gayle.

Data ekonomi yang akan keluar pada Jumat nanti kemungkinan besar akan dijadikan oleh Bank Sentral Amerika Serikat sebagai pertimbangan untuk menaikkan suku bunga acuan. Data tersebut mengenai jumlah tenaga kerja baru dan laporan mengenai gaji bulanan yang bakal dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS.

Pada perdagangan Rabu ini, hanya saham-saham di sektor kesehatan yang mampu membukukan penguatan setelah regulator AS setuju Opdivo digunakan untuk penyakit kanker paru-paru.  Saham Bristol Myers Squibb naik 4,2 persen menjadi US$ 64,43  per saham. Saham  HCA Holdings juga naik 5,4 persen menjadi US$ 74,61 per saham dan Tenet Healthcare menguat 4,3 persen menjadi 49,10 per saham.

Sehari sebelumnya, Wall Street juga tumbang. Penurunan angka penjualan mobil dan pernyataan Iran membuat investor menarik diri untuk bertransaksi setelah sempat reli sehingga memperkuat indeks pada Februari. Pedagang juga masih menunggu data ekonomi yang dirilis pekan ini, diprediksi akan mencapai puncaknya dengan laporan gaji bulanan.

Saham teknologi jatuh karena investor mengambil keuntungan sehari setelah Nasdaq sempat menembus 5.000 untuk pertama kalinya sejak puncaknya pada Maret 2000. (Gdn)


Sumber : Liputan6

Emas Memperpanjang Penurunan Terkait Data Tenaga Kerja AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/3) - Emas berjangka mengalami penurunan beruntun ketiga mereka secara berturut-turut karena para pedagang mengkaji data tenaga kerja AS di dan melihat ke depannya terhadap laporan tenaga kerja pada hari Jumat mendatang.
Emas untuk pengiriman April turun US $ 3,50, atau 0,3%, menetap di level $ 1,200.90 per ounce di Comex, pasca menyentuh level terendah $ 1,197.70. Silver untuk pengiriman Mei turun 13,8 sen, atau 0,9%, ke level $ 16,158 per ounce. (vck)
Sumber: MarketWatch

Bursa AS Perpanjang Penurunan; Euro Melemah Jelang Keputusan ECB

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/3) - Saham-saham AS melemah untuk hari kedua, sementara dolar menguat karena investor menilai data pekerjaan dan industri jasa sebagai petunjuk waktu kenaikan suku bunga. Euro merosot ke level terendah dalam 11 tahun terakhir dan emas turun.
Semua kecuali satu dari 10 kelompok industri turun di indeks Standard & Poor 500, turun 0,4% pada pukul 16:00 sore di New York, hanya 1% dari rekor. Saham-saham Eropa menghentikan penurunan dua hari. Indeks Bloomberg Dollar Spot kembali ke level satu dekade tertinggi setelah euro menyentuh level terlemah sejak September 2003. Emas berjangka turun 0,3%. Sementara minyak mentah AS naik 2%, sedangkan minyak mentah Brent tergelincir 0,5%.
Perusahaan menambahkan sedikit pekerja untuk payroll AS pada bulan Februari dibandingkan dengan bulan sebelumnya, data swasta menunjukkan sebelum laporan pekerjaan bulanan resmi pada hari Jumat, sedangkan industri jasa tiba-tiba berkembang dengan kecepatan yang lebih cepat di bulan Februari. Federal Reserve Beige Book menunjukkan sebagian besar ekonomi AS terus tumbuh dari bulan Januari sampai pertengahan Februari, setelah pengeluaran dan manufaktur menguat. Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang rencana pelonggaran kuantitatif pada hari Kamis.(frk)
Sumber : Bloomberg

Bursa AS Turun, Dolar Menguat Ditengah Data Ekonomi; Euro Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/3) - Saham-saham AS turun untuk hari kedua, sementara dolar menguat karena investor menilai data pekerjaan dan layanan sebagai petunjuk terkait waktu suku bunga yang lebih tinggi. Euro melemah ke level terendah dalam 11 tahun dan komoditi logam tenggelam.

Indeks Standard & Poor 500 turun 0,4% pada pukul 12:30 siang di New York setelah penutupan Senin pada rekor. Indeks Stoxx Europe 600 menghentikan penurunan dua hari, sementara mata uang bersama Eropa meluncur ke level $ 1,1098, level terlemah sejak September 2003. Yield Treasury note dengan tenor 10-tahun naik satu basis poin menjadi 2,13%. Indeks Bloomberg Dollar Spot melonjak 0,4%. Sementara minyak mentah turun setelah persediaan naik melebihi perkiraan.

Sekitar empat saham melemah untuk setiap satu saham yang naik dalam S&P 500 setelah sembilan dari 10 kelompok utama yang turun dalam indeks. Perusahaan menambahkan sedikit pekerja untuk payroll pada bulan Februari, menurut data ADP Research Institute menunjukkan sebelum laporan pekerjaan pemerintah pada hari Jumat. Industri jasa tiba-tiba berkembang dengan kecepatan yang lebih cepat di bulan Februari. Euro memperpanjang penurunan sebelum pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis.(frk)

Sumber : Bloomberg