BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/4) - Bursa Saham Jepang dibuka menguat pada
hari ke-3 setelah rilis hasil pertemuan Federal Reserve dari pertemuan
terakhirnya menunjukkan bahwa Bank Sentral AS tersebut terpecah terkait
waktu kenaikan suku bunga AS.
Indeks Topix menguat 0.3% ke level
1,592.55 pukul 9:01 pagi ini waktu Tokyo, dengan 27 dari 33 grup
industri mencatatkan kenaikan. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average
menguat 0.3% ke level 19,850.30.
Hasil pertemuan The Fed
menunjukkan mereka terpecah terkait waktu untuk menaikkan suku bunga
yang rencana akan dilakukan pada Juni mendatang atau di tahun 2016.
Pertemuan tersebut diselenggarakan menjelang rilis data payroll yang
menunjukkan penurunan tajam dari perkiraan sebelumnya.
Sementara
dolar reli setelah rilis hasil pertemuan The Fed yang kemarin sempat
menghapus gain terhadap yen setelah BOJ (Bank of Japan) mempertahankan
rekor stimulus. Sedangkan yen diperdagangkan di level 120.12 per dolar.
(bgs)
Sumber : Bloomberg
Wednesday, 8 April 2015
Saham AS Menguat Pasca Risalah The Fed Terkait Suku Bunga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/4) - Saham-saham
AS naik setelah risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve
menunjukkan bahwa pejabat The Fed terbagi mengenai waktu kenaikan suku
bunga.
Nasdaq
Bioteknologi Index melonjak setelah Mylan NV menawarkan untuk membeli
Perrigo Co. sebesar $ 28.9 miliar. Sementara itu saham Chevron Corp. dan
Exxon Mobil Corp. jatuh setidaknya 1,7% seiring harga minyak melemah
setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah AS tumbuh melebihi
perkiraan pada pekan lalu. Saham Alcoa Inc. naik 1,9% sebelum melaporkan
laba setelah pasar saham ditutup.
Indeks
S&P 500 naik 0,3% ke level 2,081.84 pada pukul 16:00 sore di New
York. Indeks Nasdaq Composite naik 0,8%, dikarenakan reli dalam saham
biotek untuk hari kedua.
Para
pembuat kebijakan The Fed pada bulan lalu terbagi mengenai apakah
mereka akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni mendatang, perdebatan
yang terjadi sebelum angka payroll yang mengecewakan baru-baru ini,
menurut hasil risalah Federal Open Market Committee tanggal 17-18 Maret
yang dirilis pada hari Rabu.
Beberapa
peserta FOMC berpendapat untuk menaikkan suku bunga pada bulan Juni,
sementara yang lainnya mengatakan kenaikan suku bunga harus ditunda
sampai akhir tahun. Dua orang dari pejabat The Fed mengatakan
kemungkinan perekonomian tidak akan siap untuk pengetatan kebijakan
sampai 2016 mendatang.(frk)
Sumber: Bloomberg
Reli Saham Perawatan Kesehatan Angkat Ekuitas AS Pada Sesi Siang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/4) - Saham
AS naik ditengah reli saham perawatan kesehatan dikarenakan Mylan NV
menawarkan untuk membeli unit saham sesama produsen obat Perrigo Co
jelang Federal Reserve merilis risalah pertemuan Maret.
Indeks
Nasdaq Bioteknologi melonjak 2,5% karena Mylan naik 14% setelah
perusahaan menawarkan senilai $28.9 milyar untuk Perrigo. Macy Inc naik
ke level tertinggi sepanjang masa, sedangkan Dollar General Corp dan
Netflix Inc menambahkan lebih dari 2,8%. Chevron Corp. dan Exxon Mobil
Corp jatuh setidaknya 1,5% seiring pelemahan harga minyak setelah data
menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat lebih dari yang
diperkirakan pekan lalu.
Indeks
Standard & Poor 500 naik 0,2% menjadi 2,080.81 pada 12:36 siang di
New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,12 poin, atau
0,2%, ke level 17,905.54. Indeks Nasdaq Composite naik 0,7% karena saham
biotek mencatat reli untuk hari kedua.
Sentimen
penurunan harga minyak dan penguatan dolar akan merugikan pendapatan
yang telah membebani ekuitas Amerika. Keuntungan pada perusahaan S&P
500 kemungkinan turun sebanyak 5,8% dalam tiga bulan pertama tahun ini,
menurut perkiraan analis yang dihimpun oleh Bloomberg. Proyeksi laba
juga merosot dalam dua kuartal berikutnya.(yds)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 7 April 2015
Dolar Menguat Terkait Investor Kaji Laporan Pekerjaan AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/4) - Dolar menguat dikarenakan para pedagang mengkaji hingga pekan lalu mengenai turunnya ekspektasi pada laporan pekerjaan AS.
Greenback
menguat terhadap euro dan yen menjelang rilis notulen rapat kebijakan
The Fed untuk bulan Maret pada Rabu. Mata uang dolar jatuh terhadap
sebagian besar mata uang utama pekan lalu setelah laporan pekerjaan
menunjukkan ekonomi AS menambahkan pekerjaan paling sedikit sejak
Desember 2013 pada bulan Maret. Sementara Presiden Federal Reserve Bank
Of New York William C. Dudley mengatakan hari Senin bahwa lambatnya
pertumbuhan kuartal pertama sebagian besar mencerminkan kondisi
sementara.
Indeks
Bloomberg Dollar Spot, yang menelusuri mata uang AS terhadap 10 mata
uang utama, naik sebanyak 0,5% menjadi 1,191.15 pada 01:25 siang waktu
New York.
Mata uang AS dihargai 0,7% menjadi $ 1,0847 per euro, dan naik 0,7% menjadi ¥120,33.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Material Naik Angkat Bursa Asia Menguat pada Hari Kelima
BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/4) - Saham
Asia naik pada hari kelima seiring saham material dan perusahaan yang
bergerak dibidang kesehatan mengalami kenaikan dan para investor
menunggu keputusan kebijakan Bank of Japan (BOJ) dan merilis hasil
pertemuan Federal Reserve.
Indeks MSCI Asia
Pacific naik 0,1 % ke level 149,21 pada pukul 09:03 pagi waktu Tokyo.
BOJ mengakhiri pertemuan selama 2 hari lalu hingga hari ini, sebanyak 34
ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan bank sentral Jepang
akan mempertahankan rekor stimulus. Investor menunggu rilis hasil
pertemuan The Fed guna menentukkan waktu kenaikan suku bunga AS setelah
meningkatnya data payrolls memberikan tanda-tanda melemahnya pertumbuhan
pada kuartal pertama di ekonomi terbesar dunia.
BOJ mungkin akan
memperluas stimulus pada akhir Oktober mendatang, menurut 22 dari 34
ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. BOJ akan melakukan pelonggaran
kebijakan bank sentral untuk mencegah deflasi dan memicu pertumbuhan
ekonomi. Sebaliknya, The Fed telah mengakhiri program pembelian obligasi
dan sedang memikirkan kenaikan suku bunga pertama sejak 2006 silam.
Potensi pertumbuhan
ekonomi dunia tidak akan segera kembali ke tingkat sebelum krisis
keuangan investasi bisnis pada tahun 2008, meningkatnya urgensi bagi
para pejabat untuk menambah permintaan, menurut Dana Moneter
Internasional di World Economic Outlook yang dirilis hari Selasa. (knc)
Sumber : Bloomberg
Jelang Keputusan BOJ Bursa Saham Jepang Dibuka di Zona Hijau
BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/4) - Bursa Saham Jepang dibuka menguat pada
hari ke-2 ditengah pelemahan yen yang telah menaikkan nilai ekspor dan
para investor menunggu keputusan kebijakan moneter dari BOJ (Bank of
Japan).
Indeks Topix menguat 0.5% ke level 1,587.04 pukul 9:01 pagi ini waktu Tokyo dengan 31 dari 33 grup industri mendulan kenaikan. Semenatra Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0.5% ke level 19,730.45. Sedanhkan yen diperdagangkan di level 120.29 per dolar setelah 2 hari lalu mengalami penurunan.
Semua 34 ekonom pada survei Bloomberg memprediksi bahwa hari ini BOJ akan mempertahankan rekor stimulus. Di lain pihak para investor juga menanti hasil pertemuan Federal Reserve sebagai pertimbangan AS akan menaikkan suku bunganya.
BOJ masih jauh dari pencapaian target inflasi, dengan mengacu pada indeks harga konsumen yang flat di Februari kemarin dibanding bulan sebelumnya. Ketika pertemuan di bulan Januari lalu Gubernur Haruhiko Kuroda memperpanjang stimulus hingga Maret 2016. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Topix menguat 0.5% ke level 1,587.04 pukul 9:01 pagi ini waktu Tokyo dengan 31 dari 33 grup industri mendulan kenaikan. Semenatra Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0.5% ke level 19,730.45. Sedanhkan yen diperdagangkan di level 120.29 per dolar setelah 2 hari lalu mengalami penurunan.
Semua 34 ekonom pada survei Bloomberg memprediksi bahwa hari ini BOJ akan mempertahankan rekor stimulus. Di lain pihak para investor juga menanti hasil pertemuan Federal Reserve sebagai pertimbangan AS akan menaikkan suku bunganya.
BOJ masih jauh dari pencapaian target inflasi, dengan mengacu pada indeks harga konsumen yang flat di Februari kemarin dibanding bulan sebelumnya. Ketika pertemuan di bulan Januari lalu Gubernur Haruhiko Kuroda memperpanjang stimulus hingga Maret 2016. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Saham AS Ditutup Melemah Jelang Rilis Risalah The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/4) - Saham
AS ditutup melemah, pasca membukukan gain selama dua, ditengah
penurunan saham konsumen dan utilitas menjelang rilis risalah dari
pertemuan Federal Reserve pada Rabu.
Indeks
Standard & Poor 500 tergelincir 0,2% menjadi 2,076.31 pada 16:00
sore di New York setelah sebelumnya menguat sebanyak 0,4%.
Musim
laba dimulai seiring Alcoa Inc melaporkan hasil kuartalan setelah pasar
saham ditutup pada hari Rabu lalu. Sementara menurut perkiraan analis
yang dihimpun oleh Bloomberg, Laba pada perusahaan S&P 500
kemungkinan turun sebanyak 5,8% dalam tiga bulan pertama di tahun ini,.
Mereka juga memperkirakan penurunan masih berlanjut di dua kuartal
berikutnya.
Berita
pekan lalu melaporkan bahwa data pekerjaan AS merupakan yang terlemah
sejak Desember 2013 di mana penjualan ritel dan pesanan barang
menunjukan performa terburuk di kuartal pertama. Meninggalkan perkiraan
pertumbuhan pada JPMorgan Chase & Co yang hanya sebesar 0,6%.(yds)
Sumber: Bloomberg
Penawaran Perusahaan & Spekulasi Suku Bunga Angkat Saham AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/4) - Saham-saham
AS menguat, setelah ekuitas mengalami kenaikan terbesar dalam seminggu,
di tengah penawaran perusahaan dan spekulasi pelemahan data dapat
menunda kenaikan suku bunga.
Saham
FedEx Corp. naik 2,9% setelah setuju untuk membeli saham TNT Express NV
sebesar $ 4,8 miliar. Saham Axalta Coating Systems Ltd. naik 7,1%
setelah Berkshire Hathaway Inc. setuju untuk membeli 20 juta saham
perusahaan tersebut dari afiliasi Carlyle Group LP. Perusahaan perawatan
kesehatan memimpin kenaikan setelah Nasdaq Biotechnology Index menguat
2%. Sementara itu, saham-saham energi memperpanjang kenaikan untuk hari
keempat.
Indeks
S&P 500 naik 0,4% ke level 2,088.24 pada pukul 12:25 siang waktu
New York di tengah penguatan untuk hari ketiga. Indeks Dow Jones
Industrial Average menambahkan 95,06 poin, atau 0,5%, ke level
17,975.91. Sementara Nasdaq Composite Index naik 0,6%, didukung oleh
saham-saham bioteknologi.(frk)
Sumber: Bloomberg
Monday, 6 April 2015
Emas Capai Level Tertinggi Dalam 7 Minggu Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Emas
berjangka menguat ke level tertinggi dalam hampir tujuh minggu terakhir
setelah data pekerjaan AS lebih lambat dari yang diperkirakan para
ekonom, mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan menunda menaikkan
suku bunga. Perak naik ke level tertinggi dalam satu minggu.
Para
pengusaha di bulan Maret menambahkan 126.000 pekerja, paling sedikit
sejak Desember 2013 dan merupakan yang terkecil dari perkiraan para
ekonom di angka 245.000 dalam survei Bloomberg, menurut laporan
pemerintah pada hari Jumat yang lalu.
Emas
turun selama tiga kuartal berturut-turut setelah mengalami gain dalam
pekerjaan bulanan selama setahun yang melebihi 200.000, langkah
terpanjang sejak tahun 1995, menambahkan tanda-tanda perbaikan dalam
perekonomian Amerika Serkat. Pedagang telah memotong kemungkinan bahwa
The Fed akan menaikkan suku bunga pinjaman pada bulan September
mendatang.
Emas
berjangka untuk pengiriman Juni naik 1,5% untuk menetap di level $
1,218.60 per ons pada pukul 1:42 siang di Comex New York. Harga emas
sebelumnya menyentuh level $ 1,224.50, level tertinggi sejak 17 Februari
yang lalu.(frk)
Sumber: Bloomberg
Dolar Melemah Terkait Pandangan Suku Bunga AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Dolar
turun untuk hari keempat, penurunan beruntun terpanjang dalam sembilan
bulan, setelah para pedagang berspekulasi bahwa Federal Reserve akan
mempertahankan biaya pinjaman rendah lebih lama di tengah tanda-tanda
melemahnya pasar tenaga kerja.
Greenback melemah terhadap sebagian
besar mitra utama setelah indeks kondisi pasar tenaga kerja turun dan
Ketua The Fed, Bank of New York, William C. Dudley mengatakan laju
kenaikan suku bunga akan cenderung "datar" setelah bank sentral mulai
melakukan pengetatan. Euro menguat setelah Menteri Keuangan Yunani Yanis
Varoufakis menegaskan bahwa negaranya akan melakukan pembayaran kepada
Dana Moneter Internasional pekan ini.
Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1%
ke level 1,181.58 pada pukul 12:43 siang di New York, memperpanjang
penurunan beruntun terpanjang sejak Juli 2014.
Mata uang Euro menguat 0,2% terhadap
dolar ke level $ 1,0989 dan naik 0,3% terhadap yen ke level 130,91 yen.
Sementara itu, Yen melemah 0,1% terhadap dolar dan berada di level $
119,14 per .(frk)
Sumber: Bloomberg
Bursa Saham Jepang Dibuka di Zona Hijau Pasca Kenaikan Ekuitas AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Bursa Saham Jepang dibuka menguat setelah
Federal Reserve menyatakan bahwa suku bunga kemungkinan akan tetap
bertahan untuk waktu yang lebih lama, sehingga hal tersebut mendorong
ekuitas AS.
Indeks Topix mendulang gain sebesar 0.9% ke level 1,574.82 pukul 9:01 pagi ini waktu Tokyo, dengan semua 33 grup industri mencatat kenaikan. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0.8% ke level 19,544.44. Sedangkan yen diperdagangkan di level 119.49 per dolar setelah kemarin melemah 0.5%. Di lain pihak Bursa Saham AS mendulang gain setelah Kepala The Fed New York William C. Dudley menyatakan bahwa laju kenaikan suku bunga kemungkinan akan rendah setelah The Fed mulai untuk memperketat kebijakan moneter.
Komentar Dudley pada hari Senin kemarin mengikuti data ekonomi AS yang melambat dari yang diperkirakan sebelumnya. Rilis data kemarin menunjukkan pertumbuhan pada industri sektor jasa di bulan Maret melambat dibanding bulan sebelumnya. Sementara di hari Jumat rilis data menunjukkan para pengusaha di AS hanya mencetak tipis pada lapangan pekerjaan dalam kurun waktu setahun terakhir. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Topix mendulang gain sebesar 0.9% ke level 1,574.82 pukul 9:01 pagi ini waktu Tokyo, dengan semua 33 grup industri mencatat kenaikan. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0.8% ke level 19,544.44. Sedangkan yen diperdagangkan di level 119.49 per dolar setelah kemarin melemah 0.5%. Di lain pihak Bursa Saham AS mendulang gain setelah Kepala The Fed New York William C. Dudley menyatakan bahwa laju kenaikan suku bunga kemungkinan akan rendah setelah The Fed mulai untuk memperketat kebijakan moneter.
Komentar Dudley pada hari Senin kemarin mengikuti data ekonomi AS yang melambat dari yang diperkirakan sebelumnya. Rilis data kemarin menunjukkan pertumbuhan pada industri sektor jasa di bulan Maret melambat dibanding bulan sebelumnya. Sementara di hari Jumat rilis data menunjukkan para pengusaha di AS hanya mencetak tipis pada lapangan pekerjaan dalam kurun waktu setahun terakhir. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Saham Perusahaan Energi Angkat Saham AS Di Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Saham AS ditutup naik karena saham energi menguat setelah minyak mentah melonjak tajam dalam dua bulan terakhir. Emas menyentuh level tertinggi tujuh minggu pada spekulasi Federal Reserve akan menahan suku bunga pinjaman yang lebih rendah lebih lama.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,7% pada 16:00 sore di New York. Saham energi naik sebanyak 1,8%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 6,1% dikarenakan pihak Arab Saudi menaikkan harga untuk pengiriman ke Asia, yang merupakan pasar regional terbesarnya.
Indeks Spot Dollar Bloomberg naik 0,3%, sedangkan Imbal hasil obligasi dengan tenor 10-tahun menambahkan tujuh basis poin setelah menyentuh level terendah dua bulan. Emas naik sebanyak 1,5%.
Sementara bursa AS ditutup untuk libur Jumat Agung, Indeks berjangka jatuh 1% setelah rilis laporan ketenagakerjaan dalam perdagangan yang singkat pada 3 April lalu. Perdagangan pada Indeks S&P 500 adalah 1,7% di bawah level sepanjang masa terbarunya yang ditetapkan pada tanggal 2 Maret, setelah pekan lalu membukukan kenaikan kuartalan kesembilan secara beruntun.(yds)
Sumber: Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,7% pada 16:00 sore di New York. Saham energi naik sebanyak 1,8%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 6,1% dikarenakan pihak Arab Saudi menaikkan harga untuk pengiriman ke Asia, yang merupakan pasar regional terbesarnya.
Indeks Spot Dollar Bloomberg naik 0,3%, sedangkan Imbal hasil obligasi dengan tenor 10-tahun menambahkan tujuh basis poin setelah menyentuh level terendah dua bulan. Emas naik sebanyak 1,5%.
Sementara bursa AS ditutup untuk libur Jumat Agung, Indeks berjangka jatuh 1% setelah rilis laporan ketenagakerjaan dalam perdagangan yang singkat pada 3 April lalu. Perdagangan pada Indeks S&P 500 adalah 1,7% di bawah level sepanjang masa terbarunya yang ditetapkan pada tanggal 2 Maret, setelah pekan lalu membukukan kenaikan kuartalan kesembilan secara beruntun.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Rebound Terkait Komentar Dudley Pasca Rilis Data ketenagakerjaan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Saham
AS rebound dari aksi jual pada Indeks berjangka setelah komentar
seorang pejabat The Fed yang kembali memfokuskan investor mengenai
dampak dari kebijakan suku bunga pasca rilis data ketenagakerjaan pekan
lalu.
Saham
perusahaan energi dan utilitas memimpin kenaikan, dengan Hess Corp dan
Halliburton Co naik setidaknya 4,3%. Apple Inc. naik 1,5%, sementara
Coca-Cola Co naik 2,2% ditengah kenaikan pada saham konsumen.
Indeks
Standard & Poor 500 naik 0,8% menjadi 2,083.98 pada 12:38 siang di
New York setelah turun sebanyak 0,5%. Indeks Dow Jones Industrial
Average naik 151,26 poin, atau 0,9%, ke level 17,914.50. Indeks Nasdaq
Composite naik 0,7%.
Indeks
berjangka turun 1% pada hari Jumat pasca data Departemen Tenaga Kerja
menunjukkan payrolls AS menambahkan 126.000 pekerjaan pada bulan Maret,
setidaknya sejak Desember 2013. Ini merupakan serangkaian laporan
terbaru dari sejumlah data ekonomi yang dirilis dibawah ekspektasi di
tahun ini. Sementara bursa saham di AS ditutup untuk hari libur pada
Jumat.(yds)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 5 April 2015
Aksi Beli Investor Asing Topang Gerak IHSG Sepekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat namun terbatas pada perdagangan saham pekan ini. Gerak indeks saham ditopang oleh aksi beli asing.
Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, aksi beli asing akan mewarnai perdagangan saham lantaran dana asing yang keluar pada pekan kemarin relatif besar.
"Saya lihat potensi konsolidasi menguat terbatas, aksi jual asing sudah berkurang. Investor asing sudah mulai beli," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (6/4/2015).
Dia menuturkan, memang saat ini sentimen penggerak IHSG relatif sepi. Penggerak IHSG didorong oleh data manufaktur Amerika Serikat (AS) meskipun pengaruhnya tidak terlalu besar.
"Data AS memberikan petunjuk kapan The Fed Rate akan naikkan suku bunga," lanjutnya.
Selain itu, dia mengatakan sentimen indeks saham berasal dari penyelesaian utang Yunani. "Yunani belum selesai proposal dia masuk IMF dan ECB menganggap kurang detil agar dia mendapat talangan utang karena utang mereka selesai April nanti," ujar Hans.
Dia mengatakan, indeks saham akan bergerak pada level support 5.390-5.430 pada perdagangan saham pekan ini. Kemudian resistance pada level 5.480-5.500.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, indeks saham akan bergerak pada rentan support 5.400-5.438 dan resistance pada level 5.488-5.537. Dia mengatakan, pergerakan indeks saham cenderung variatif pada pekan ini.
"Laju IHSG kembali diuji posisinya antara kemungkinan terjerambab pada aksi profit taking yang ada hingga ekspektasi akan kenaikan seiring imbas positif laju bursa saham global," kata Reza.
Pada pekan ini, Hans merekomendasikan jual ketika menguat saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Ciputra Development Tbk(CTRA). (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, aksi beli asing akan mewarnai perdagangan saham lantaran dana asing yang keluar pada pekan kemarin relatif besar.
"Saya lihat potensi konsolidasi menguat terbatas, aksi jual asing sudah berkurang. Investor asing sudah mulai beli," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (6/4/2015).
Dia menuturkan, memang saat ini sentimen penggerak IHSG relatif sepi. Penggerak IHSG didorong oleh data manufaktur Amerika Serikat (AS) meskipun pengaruhnya tidak terlalu besar.
"Data AS memberikan petunjuk kapan The Fed Rate akan naikkan suku bunga," lanjutnya.
Selain itu, dia mengatakan sentimen indeks saham berasal dari penyelesaian utang Yunani. "Yunani belum selesai proposal dia masuk IMF dan ECB menganggap kurang detil agar dia mendapat talangan utang karena utang mereka selesai April nanti," ujar Hans.
Dia mengatakan, indeks saham akan bergerak pada level support 5.390-5.430 pada perdagangan saham pekan ini. Kemudian resistance pada level 5.480-5.500.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, indeks saham akan bergerak pada rentan support 5.400-5.438 dan resistance pada level 5.488-5.537. Dia mengatakan, pergerakan indeks saham cenderung variatif pada pekan ini.
"Laju IHSG kembali diuji posisinya antara kemungkinan terjerambab pada aksi profit taking yang ada hingga ekspektasi akan kenaikan seiring imbas positif laju bursa saham global," kata Reza.
Pada pekan ini, Hans merekomendasikan jual ketika menguat saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Ciputra Development Tbk(CTRA). (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Ekonomi Jepang Masih Terjebak, Perusahaan Besar Pangkas Belanja Modalnya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Seperti diketahui, pada pekan lalu baru
saja dilaporkan bahwa aktivitas manufaktur di Jepang kembali melambat di
bulan Maret. Hal tersebut diiyakan oleh beberapa perusahaan besar di
Jepang, Daikin Industries ‘(6367.T) yang terkenal dengan produksi AC-nya
misalnya. Pihak Daikin menyampaikan bahwa saat ini memang jumlah
pesanan terhadap pabriknya menurun tajam, disebabkan oleh laju pemulihan
Jepang yang masih terjebak pada tren yang lambat.
Pihak manajemen Daikin pun hingga hari
ini masih mencari bagaimana strategi yang efektif dan efisien dalam
rangka meningkatkan output hingga sekitar 20 persen. Saat ini Daikin
telah mengalihkan sejumlah pabriknya yang ada di Tiongkok ke Jepang
untuk memanfaatkan pelemahan yen. Seperti Daikin juga, sejumlah produsen
Jepang memindahkan produksi kembali ke Jepang dari Tiongkok dan tempat
lain untuk mengambil keuntungan dari pelemahan yen, misalnya saja
perusahaan kompetitotnya seperti Panasonic (6752.T) dan Sharp (6753.T)
akhirnya memutuskan untuk membawa kembali produksi pabrik yang berupa
lemari es ke Jepang.
Namun demikian, saat ini
perusahaan-perusahaan di Jepang masih tetap berhati-hati terhadap
penanaman modal baru di pabrik. Pasalnya, setelah sempat meningkatkan
belanja modal sebesar 6 persen pada tahun fiskal 2014 kemarin, sebagian
besar produsen kecil justru merencanakan penurunan belanja modalnya
hingga 14 persen di tahun 2015 ini.
Dalam strateginya meningkatkan
perekoomian di Jepang agar keluar dari tren stagnasi dan deflasi,
Perdana Menteri Shinzo Abe terus menghimbau seluruh perusahaan di Jepang
agar bersedia untuk menggunakan uang yang mereka miliki untuk
berinvestasi agar siklus uang dan investasi dalam perekonomian Jepang
dapat terus berlangsung.
Sayangnya, yang terjadi saat ini adalah
suku bunga yang sudah dipatok rendah di Jepang nyatanya belum mampu
mengangkat laju investasi di negara tersebut. Para pelaku pasar menilai
dalam jangka waktu dekat perekonomian Jepang masih akan suram sehingga
mereka tetap lebih memilih menyimpan tabungannya di bank dibanding
berinvestasi ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi negaranya.
Sumber : Vibiznews
Data Ekonomi AS Yang Lemah Bisa Membuat The Fed Tunda Kenaikan Suku Bunganya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Pekan lalu berita yang kurang baik
datang dari Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS), pasalnya data yang
berasal dari pasar tenaga kerja negaranya dilaporkan kurang baik.
Sebagai tambahan, kondisi pasar tenaga kerja AS saat ini cukup disorot
dunia perkembangannya karena selama ini menjadi fokus dan acuan The Fed
dalam menentukan kapan suku bunga The Fed akan dinaikkan.
Pasca melambatnya pertumbuhan PDB pada
kuartal ke-4 2014 lalu, sebagian besar ekonom memang sudah menilai akan
terjadi perkembangan tren pertumbuhan ekonomi yang cenderung negatif di
AS. Oleh karena itu, mereka yakin The Fed masih akan meng-hold kenaikan suku bunganya sambil menunggu rebound di kuartal kedua tahun ini.
Adapun salah satu kontributor terbesar
atas terpukulnya sektor tenaga kerja pada bulan Maret lalu disumbang
oleh pengurangan tenaga kerja dari industri tambang, konstruksi,
manufaktur,kesehatan dan juga rumah makan. Sektor pertambangan hingga
saat ini telah kehilangan 11.000 pekerjaan, sektor perawatan berkurang
6.000 posisi dan paling banyak ada pada industri bar dan restoran
berkurang sekitar 55000 yang biasanya 66.000 pada bulan Februari lalu.
Tidak hanya itu, The Institute for Supply Management (ISM) melaporkan
bahwa laju pertumbuhan industri manufaktur Amerika Serikat (AS) di
bulan Maret jatuh ke level paling lambatnya dalam hampir dua tahun
terakhir. Kondisi ini disebabkan oleh lambatnya jumlah kenaikan pesanan
baru dan jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan di industri manufaktur
yang stagnan.
Berdasarkan rilis data dari ISM terlihat
bahwa indeks aktivitas pabrik nasional turun ke skor 51,5 di bulan
Maret dari 52,9 bulan sebelumnya. Pencapaian ini masih dibawah
ekspektasi yang diharapkan sebelumnya, yaitu 52,5. Namun meski demikian,
dengan skor yang masih di atas 50, ekspansi di sektor manufaktur masih
terjadi. Prestasi ekspansi ini telah memasuki bulan ke-28 berturut-turut
hingga Maret lalu.
Sumber : Vibiznews
Pemicu Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Dalam Negeri
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Hingga hari ini, permasalahan di bidang
infrastruktur Indonesia masih kerap menjadi sorotan utama. Pasalnya,
ketertinggalan di bidang infrastruktur merupakan salah satu penyebab
pertumbuhan ekonomi Indonesia belum dapat mencapai potensi maksimalnya.
Ketertinggalan tersebut antara lain disebabkan belum adanya lembaga
pembiayaan khusus infrastruktur serta lemahnya kesadaran dalam
pembangunan infrastruktur.
Dalam forum diskusi mengenai Bank
Infrastruktur pada Kamis (2/4) di Jakarta, Menteri Keuangan Bambang P.S.
Brodjonegoro mengungkapkan, selama ini, pembangunan infrastruktur di
Indonesia masih mengandalkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN). Padahal, kapasitas APBN untuk pembiayaan
infrastruktur sangat terbatas.
Ditambah lagi porsi APBN pada
tahun-tahun yang lalu masih sangat dibebani oleh belanja pemerintah yang
sifatnya mengikat, termasuk subsidi BBM (bahan bakar minyak), yang
konon pembiayaannya bisa menghabiskan Rp250 triliun, hal ini kemudian
yang menyebabkan alokasi untuk infrastruktur menjadi sangat
terbatas. Dengan kemampuan APBN yang terbatas tersebut, sebetulnya Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan dapat menjadi salah satu harapan
bagi pembiayaan infrastruktur.
Namun sayang, BUMN yang khusus menangani
pembiayaan pembangunan infrastruktur pada masa lalu tersebut tidak
dapat memaksimalkan fungsinya. Dalam perkembangannya, Bapindo justru
mengarah menjadi bank umum, sehingga tidak dapat merealisasikan
pembiayaan infrastruktur. Kombinasi keterbatasan anggaran dan tidak
adanya BUMN yang khusus menangani masalah pembiayaan infrastruktur
tersebut, merupakan penyebab kurang berkesinambungannya pertumbuhan
ekonomi Indonesia. Hal ini mengingat, tingginya permintaan tidak dapat
diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, sehingga
pertumbuhan ekonomi tidak dapat tumbuh seoptimal mungkin.
Analogi sebuah siklus pertumbuhan ekonomi itu dilihat dari sisi demand and supply. Jika demand tidak diimbangi sisi supply yaitu
infrastruktur, maka akan ada suatu titik dimana kita tidak bisa tumbuh
lebih tinggi lagi, bahkan mencapai target pertumbuhan sebesar 6 persen
saja cukup sulit.
Sumber : Vibiznews
Dolar Turun pada Hari Keempat Seiring Melemahnya Data Ekonomi AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Dolar
turun setelah sebelumnya mengalami kenaikan selama 3 minggu, seiring
melemahnya data ekonomi AS mendukung prospek suku bunga yang lebih
tinggi.
Indeks Dolar AS
terhadap mata uang utama memperpanjang penurunan pada hari keempat,
ditetapkan untuk penurunan terpanjang dalam 9 bulan terakhir, setelah
sebuah laporan pada Jumat kemarin menunjukkan pengusaha Amerika menambah
lebih sedikit lapangan pekerjaan di bulan Maret dibandingkan pada
bulan-bulan sebelumnya sejak Desember 2013 lalu, membebani dalam
pemulihan perekonomian AS. Dana lindung nilai dan spekulan besar lainnya
memangkas spekulasi bullish pada Dolar AS sejak Desember lalu. Mata uang Aussie melemah sebesar 10 sen dari paritas dengan Dolar Selandia Baru.
Indeks Spot Dollar
Bloomberg, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, turun
0,1 % ke level 1,181.66 pada pukul 09:08 pagi waktu Tokyo dari Jumat
kemarin. Sementara itu, Dolar AS merosot 0,4 % ke level $ 1,1009 per
euro, dan turun 0,1 % ke level 118,87 yen.
Perbedaan jumlah
taruhan pada kenaikan dolar dibandingkan dengan penurunan pada kontrak
turun 45.730 kontrak menjadi 366.640 pada pekan yang berakhir 31 Maret,
menurut data dari Commodity Futures Trading Commission yang berbasis di
Washington. Itu setidaknya sejak periode yang berakhir 16 Desember lalu.
Dolar Australia turun
0,2 % ke level NZ $ 1,0043, setelah sebelumnya menyentuh level NZ $
1,0007, yang merupakan level terendahnya sejak dua mata uang tersebut
melemah di tahun 1980-an. (knc)
Sumber : Bloomberg
Mengecewakannya Data Pekerjaan AS, Antarkan Bursa Saham Jepang Dibuka Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Bursa Saham Jepang melemah setelah rilis
data menunjukkan adanya pertumbuhan yang melambat pada lapangan
pekerjaan di AS dalam kurun waktu lebih dari setahun terakhir, hal
tersebut mengantarkan yen mendulang gain dan memicu penurunan pada
sektor ekspor negeri Sakura tersebut.
Indeks Topix melemah 0.7% ke level 1,552.48 pukul 9:00 pagi ini waktu Tokyo setelah pekan lalu menguat sebesar 0.7%. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average anjlok 0.7% ke level 19,291.05. Sedangkan yen menguat 0.1% ke level 118.84 per dolar setelah Jumat kemarin sempat naik sebesar 0.6% menyusul laporan pekerjaan menunjukkan para pengusaha hanya mencetak lapangan pekerjaan sebesar 126,000 pada bulan Maret kemarin, angka tersebut sekaligus terendah sejak Desember 2013 lalu.
Kenaikan sebesar 126,000 pada sektor pekerjaan sangat kurang dari perkiraan sebelumnya pada survei Bloomberg dan dibandingkan dengan kenaikan 264,000 di bulan sebelumnya yang sekaligus lebih kecil dari laporan awal, hal itu menurut rilis data dari Departemen Tenaga Kerja AS. Sedangkan perkiraan rata-rata pada survei Bloomberg dari para ekonom menyatakan naik sebesar 245,000. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Topix melemah 0.7% ke level 1,552.48 pukul 9:00 pagi ini waktu Tokyo setelah pekan lalu menguat sebesar 0.7%. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average anjlok 0.7% ke level 19,291.05. Sedangkan yen menguat 0.1% ke level 118.84 per dolar setelah Jumat kemarin sempat naik sebesar 0.6% menyusul laporan pekerjaan menunjukkan para pengusaha hanya mencetak lapangan pekerjaan sebesar 126,000 pada bulan Maret kemarin, angka tersebut sekaligus terendah sejak Desember 2013 lalu.
Kenaikan sebesar 126,000 pada sektor pekerjaan sangat kurang dari perkiraan sebelumnya pada survei Bloomberg dan dibandingkan dengan kenaikan 264,000 di bulan sebelumnya yang sekaligus lebih kecil dari laporan awal, hal itu menurut rilis data dari Departemen Tenaga Kerja AS. Sedangkan perkiraan rata-rata pada survei Bloomberg dari para ekonom menyatakan naik sebesar 245,000. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Thursday, 2 April 2015
Kelihaian Investor Kaya China Zhang Lei Melihat Peluang Bisnis
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Pengusaha China semakin mampu meningkatkan kapasitasnya. Peningkatan
kapasitas itu berlawanan dengan perusahaan multinasional relatif lambat
bergerak.
Salah satu miliarder China Zhang Lei menyampaikan hal itu. Pernyataannya pun memang seperti mencerminkan dirinya ketika menjalankan usahanya. Ia meneliti suatu peluang bisnis lalu menjadikannya sebagai investasi, dan memberikan imbal hasil besar.
Zhang mendirikan perusahaan private equity Hillhouse Capital Group pada 2005. Dengan tangan dinginnya, ia mendapatkan kepercayaan dari Universitas Yale dan investor lainnya untuk menanamkan investasi di suatu bisnis. Kini ia memiliki dana sekitar US$ 18 miliar.
Zhang memiliki latar belakang tak biasa. Ia lahir di Zhumadian, provinsi Henan pada 1972. Kelahiran Zhang saat China berada di puncak revolusi kebudayaan. Ketika itu China sedang membersihkan diri dari segala sesuatu bahkan dari kapitalis.
Namun sejak usia dini, Zhang sudah memperlihatkan bakat bisnis. Pada usia 7 tahun, ia memiliki ide bisnis pertamanya dengan menyewakan buku komik untuk penumpang yang menunggu keretanya. Konsep tersebut menjadi dasar bagi perusahaan seperti Uber dan Airbnb.
Sumber : Liputan6
Salah satu miliarder China Zhang Lei menyampaikan hal itu. Pernyataannya pun memang seperti mencerminkan dirinya ketika menjalankan usahanya. Ia meneliti suatu peluang bisnis lalu menjadikannya sebagai investasi, dan memberikan imbal hasil besar.
Zhang mendirikan perusahaan private equity Hillhouse Capital Group pada 2005. Dengan tangan dinginnya, ia mendapatkan kepercayaan dari Universitas Yale dan investor lainnya untuk menanamkan investasi di suatu bisnis. Kini ia memiliki dana sekitar US$ 18 miliar.
Zhang memiliki latar belakang tak biasa. Ia lahir di Zhumadian, provinsi Henan pada 1972. Kelahiran Zhang saat China berada di puncak revolusi kebudayaan. Ketika itu China sedang membersihkan diri dari segala sesuatu bahkan dari kapitalis.
Namun sejak usia dini, Zhang sudah memperlihatkan bakat bisnis. Pada usia 7 tahun, ia memiliki ide bisnis pertamanya dengan menyewakan buku komik untuk penumpang yang menunggu keretanya. Konsep tersebut menjadi dasar bagi perusahaan seperti Uber dan Airbnb.
Sumber : Liputan6
Subscribe to:
Posts (Atom)

