Monday, 20 April 2015

Stimulus China Angkat Saham Wall St pada Sesi 1

BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/4) - Saham AS naik pada hari Senin ini, membalikkan penurunan tajam pada sesi sebelumnya, seiring langkah-langkah China untuk mendorong perlambatan ekonomi dan terkait laba uang kembali ke ekuitas.
Pada sektor industri kedua memangkas perluasan dalam 2 bulan terakhir, bank sentral China pada hari Minggu kemarin mengurangi jumlah uang terkait cadangan uang yang memicu pinjaman bank dan mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Saham Morgan Stanley (MS.N) naik 1,2 % ke level $ 37,19 setelah bank investasi Wall Street catat kenaikan sebesar 60 % laba kuartalan dan meningkatkan dividen sebesar 50 % menjadi 15 sen per saham.
Saham Hasbro (HAS.O) melonjak sebesar 9,5 % ke level $ 72,16 setelah perusahaan pembuat mainan yang melaporkan peningkatan laba yang mengejutkan. Saham Royal Caribbean (RCL.N) anjlok sebesar 7,8 % ke level $ 72,85 setelah melaporkan penurunan laba, sementara itu mata uang dolar menguat, diiringi dengan meningkatnya belanja konsumen dari luar Amerika Serikat.
Pada pukul 11:30 waktu setempat, Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 241,7 poin atau 1,36 %, ke level 18.068, Indeks S&P 500 naik 21,39 poin atau 1,03 %, ke level 2,102.57 dan Indeks Nasdaq Composite melonjak 59,37 poin atau 1,2 %, ke level 4,991.19.
Hampir 76 % dari Indeks S&P 500 yang telah melaporkan labanya melebihi dari ekspektasi analis, melampaui rata-rata 70 % dalam 4 kuartal terakhir. Namun, hanya sebanyak 47 % yang melebihi pendapatan, dibandingkan dengan rata-rata sebesar 58 % dalam setahun terakhir. (knc)
Sumber : Reuters

Sunday, 19 April 2015

Miliarder Ini Beli Mobil BMW Pakai Duit Receh

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - China selalu mencatatkan banyak kisah unik dan berbagai aksi tak terduga. Salah satunya datang dari miliarder asal China yang membuat gebrakan dengan membeli mobil BMW menggunakan tumpukan uang kembalian yang dikumpulkannya selama ini.

Mengutip laman shanghaiist.com, Senin (20/4/2015), uang kembalian dari berbagai pembeliannya itu dikumpulkan dalam beberapa kardus seberat 100 kilogram (kg). Menurut Xiaodongshuoche, sebuah grup yang didedikasikan untuk pasar otomotif China mengungkapkan, pembeli BMW 7 Series itu membawa beberapa dus uang kembalian yang terdiri dari uang kertas dan koin.

Selama ini kisah orang-orang yang menggunakan uang kembalian untuk melakukan pembelian besar atau membayar utang bukan hal baru di China. Bahkan hal tersebut sudah biasa terjadi, apalagi jikq seseorang ingin mempermalukan lawannya.

Tapi biasanya, pembelian tidak lebih dari 10 ribu atau 20 ribu yuan. Jauh berbeda dengan pembelian yang dilakukan sang miliarder.

Kumpulan uang kembalian yang dibawanya bernilai satu juta yuan lebih, setara dengan harga mobil BMW yang dibelinya.

Membutuhkan lebih dari 20 pegawai di perusahaan mobil tersebut untuk menghitung uang yang dibawa sang miliarder. Tak hanya itu, puluhan karyawan tersebut menghabiskan total waktu lebih dari enam jam untuk menghitung seluruh uang sang miliarder.

"Pembelian mobil ini tak hanya mewujudkan mimpinya, tapi juga menyelesaikan persoalan uang kembalian yang kian menumpuk," pungkas miliarder yang enggan menyebutkan identitasnya tersebut. (Sis/Ndw)


 Sumber : Liputan6

Harga Emas Bakal Naik Lagi Pekan Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Sepanjang pekan lalu, harga emas untuk pengiriman Juni turun 0,3 persen dan ditutup di harga US$ 1.203,1 per ounce. Meski begitu, harga emas diprediksi naik pekan depan, mengambil keuntungan dari pelemahan nilai tukar dolar AS.

Mengutip laman International Business Times, Senin (20/1/2015), dari 22 profesional di bidang penjualan emas yang disurvei Kitco News survey pekan ini, sebanyak 13 responden memprediksi harga logam mulia itu akan naik. Sementara tiga lainnya menilai harga emas akan turun, dan enam lagi melihat harga komoditas tambang itu tak banyak bergerak.

Sementara dari 421 suara yang diperoleh pada survei Kitco secara online, sebanyak 45 persen memprediksi harga emas akan naik. Sedangkan 40 persen lain melihat harga emas akan turun dan sisa 15 persen lain melihat harga emas bergerak stagnan.

Pekan ini, pergerakan nilai tukar dolar AS mencatatkan pergerakan terparah setelah rilis inflasi AS ternyata tak mampu meredakan kekhawatiran para investor. Pasalnya, data-data ekonomi AS dapat menjadi salah satu cara untuk membuat Bank Sentral AS (The Fed) menunda keputusannya menaikkan suku bunga.

"Jika dolar berhasil memanfaatkan.momentum penguatannya, harga emas dapat terdorong ke kisaran US$ 1.221 dan US$ 1.225 per ounce," ujar ahli strategi pasar senior iiTrader, Teddy Sloup.

Dia terbilang yakin bahwa harga emas akan terus naik.

Sloup menjelaskan, penguatan positif pada emas saat ini bertumpu pada dolar AS yang menunjukkan sinyal bahwa penguatannya telah berakhir. Menurutnya, agar dolar kembali meraih momentum penguatannya, harga emas harus menyentuh level US$ 1.221 dan US$ 1.225 per ounce dengan sokongan pelemahan dolar.

Head of Commodity Strategy Saxo Bank, Ole Hansen mengatakan, lemahnya dolar dapat mengakhiri momentum pasar modal dan meningkatkan harga emas.

"Yield obligasi negatif di Eropa terus meningkatkan status emas sebagai nilai lindung investasi," katanya. (Sis/Ndw)


Sumber : Liputan6

Sambut Awal Pekan, Gerak IHSG Bakal Bervariasi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat secara teknikal pada perdagangan saham awal pekan ini. Hal itu asal ditopang dari aksi beli investor asing dan dolar Amerika Serikat (AS) melemah.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG akan bergerak di kisaran resistance 5.485 selama support 5.401 masih terjaga kuat di awal pekan ini. Sentimen yang pengaruhi IHSG antara lain peluang dolar AS dapat jadi sentimen positif terhadap pergerakan IHSG dalam beberapa waktu mendatang.

"Kondisi saat ini merupakan momen baik bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi pembelian," ujar William dalam ulasannya, Senin (20/4/2015).

Sementara itu, Analis PT NH Korindo Securities, Reza Priyambada mengatakan, bila aksi jual masih berlanjut di bursa saham maka IHSG dikhawatirkan dapat mendekati level 5.342-5.372.

IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah masih dimungkinkan jika sentimen yang ada kurang cukup kuat membuat laju IHSG terbalik naik. "IHSG akan berada di rentang support 5.376-5.389 dan resistance 5.425-5.435 pada perdagangan saham Senin pekan ini," ujar Reza.

Dalam riset PT Bahana Securities menyebutkan, IHSG bakal variatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 5.400-5.450 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Saham-saham yang dapat dicermati oleh pelaku pasar, Reza memilih saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Sedangkan William memilih saham PGAS, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Pada penutupan perdagangan saham Jumat 17 April 2015, IHSG turun 10 poin (0,19 persen) ke level 5.410,64. Nilai transaksi saham mencapa Rp 4,4 triliun setelah terjadi aksi jual di saham properti dan perbankan, dan aksi ambil untung di saham konsumsi. Sementara itu, aksi jual investor asing mencapai Rp 415,3 miliar. (Ahm)


Sumber : Liputan6

Waspadai Sentimen Global, IHSG Bakal Mendatar Pekan Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mendatar dengan kecenderungan tertekan pada pekan ini. Lantaran sentimen positif indeks saham  masih minim.

Analis PT MNC Securities Reza Nugraha mengatakan, sentimen dari regional mewarnai kinerja IHSG pekan ini. Meski pun, sentimennya tak begitu kuat.

"Kami melihat masih side way, dengan kecenderungan posisi masih tertekan. Karena kondisi asing yang net sell, di tengah tidak banyak berita. Dari regional, datanya lebih ringan. Hanya melihat kinerja triwulan I emiten di Amerika Serikat," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (20/4/2015).

Kemudian pasar juga mengantisipasi penyelesaian utang Yunani. Meski bukan isu baru, hal tersebut menyita perhatian pasar. "Itu mungkin memberikan dampak. Sebenarnya berita lama tapi muncul lagi," lanjutnya.

Pada pekan ini, Reza memperkirakan IHSG bergerak pada level support 5.380 sedangkan level resistance 5.490. "Karena tidak ada sentimen. Apalagi, kalau mikir Pertamina mau menghilangkan Premium, daya beli sudah lemah," ujar dia.

Untuk saham, dia merekomendasikan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk diakumulasi pemodal.

Dalam ulasannya, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG berada pada rentang support 5.370-5.389 dan resistance 5.455-5.488.

Dia bilang, laju indeks saham cenderung melemah pada pekan ini. Laju IHSG masuk dalam tren pelemahan karena turut terimbas oleh pelemahan bursa Amerika pada pekan lalu.

Bursa Amerika melemah karena imbas dari kurang baiknya data perdagangan China. Kemudian kembali menguatnya laju dolar AS yang dibarengi rendahnya harga minyak dunia. Hal itu memicu kekhawatiran akan turunnya kinerja emiten sehingga menghambat peluang kenaikan.

"Tampaknya, perkiraan kami akan terjadi terjadinya penguatan tipis IHSG tidak terjadi dan membuat peluang tren pelemahan," tandas dia.

Adapun sejumlah rilis data ekonomi pada pekan ini antara lain dari China akan keluarkan house price index, HSBC manufacturing PMI, Australia Meeting Minutes, sedangkan Korea Selatan akan rilis data pertumbuhan ekonomi dan PPI. (Amd/Ahm)


Sumber : Liputan6

Ekonomi Tiongkok Panik, Rasio Cadangan Minimum Perbankan Dipangkas Lagi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Ekonomi Tiongkok bertumbuh dengan laju yang paling lambat dalam 24 tahun, dan kecenderungan masih akan terus mendingin di sepanjang tahun 2015 ini. Harga properti masih terus membebani kinerja ekonomi Tiongkok hingga saat ini meskipun berbagai upaya kebijakan moneter dan fiskal telah diupayakan. Melihat kondisi ini. beberapa ekonom menilai siklus deflasi akan memperlamban permintaan di berbagai perindustrian dalam-negeri Tiongkok.
Bank sentral China (PBOC) pada hari Minggu (19/4/2015) kembali memangkas jumlah uang cadangan yang harus dimiliki perbankan. Keputusan inidiambil oleh PBOC untuk menambah likuiditas perekonomian Tiongkok sebagai negara terbesar kedua di dunia ini untuk memacu pinjaman bank dan memerangi perlambatan pertumbuhan yang masih terjadi hingga saat ini.
PBOC dilaporkan kembali menurunkan rasio persyaratan cadangan untuk semua bank sebesar 100 basis poin menjadi 18,5 persen. Pengurangan ini akan mulai diberlakukan pada Senin 20/4/2015. Pemangkasan rasio cadangan ini menunjukkan bagaimana upaya bank sentral untuk menangkal penurunan tajam yang tengah terjadi pada perekonomian Tingkok yang telah terbebani oleh penurunan di sektor properti, kelebihan kapasitas pabrik dan utang lokal.
Karena beberapa faktor negatif diatas, pertumbuhan Tiongkok diperkirakan akan melambat ke level terendahnya dalam seperempat abad menjadi sekitar 7 persen di tahun 2015 ini dari sebesar 7,4 persen di tahun 2014 lalu. Sekedar mengingatkan PBOC telah memotong rasio persyaratan cadangan bagi seluruh bank umum sebesar 50 basis poin pada tanggal 4 Februari lalu. Tidak hanya itu PBOC juga telah menurunkan suku bunganya sebanyak dua kali sejak November 2014 lalu dalam upaya untuk menurunkan biaya pinjaman dan mendorong permintaan.

Sumber : Liputan6

China memotong cadangan bank lagi untuk melawan perlambatan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Bank sentral China pada hari Minggu kemarin memotong jumlah uang yang seharusnya bank pertahankan sebagai cadangan, pemotongan industri terbesar kedua dalam dua bulan terakhir, menambahkan lebih banyak likuiditas ke dalam perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut untuk membantu memacu pinjaman bank dan menghentikan perlambatan pertumbuhan.

Bank Rakyat China (PBOC) menurunkan rasio persyaratan cadangan untuk semua bank sebesar 100 basis poin menjadi 18,5%.

Pengurangan ini mulai berlaku dari tanggal 20 April, kata bank sentral dalam sebuah pernyataan di situsnya www.pbc.gov.cn.

Pemotongan persyaratan cadangan terbaru menunjukkan bagaimana bank sentral meningkatkan upayanya untuk menangkal penurunan tajam dalam perekonomian.

Terbebani oleh penurunan sektor properti, kelebihan kapasitas pabrik dan utang lokal, pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan melambat ke level terendah dalam seperempat abad dari sekitar 7% tahun ini dari 7,4% pada tahun 2014, bahkan dengan tambahan langkah-langkah stimulus yang diharapkan.

Pemotong rasio persyaratan cadangan oleh PBOC sebelumnya ditujukan bagi seluruh bank umum sebesar 50 basis poin pada tanggal 4 Februari yang lalu, pemotongan industri terbesar pertama sejak Mei 2012.

Bank sentral juga telah dua kali menurunkan suku bunga sejak bulan November tahun lalu dalam upaya untuk menurunkan biaya pinjaman dan meningkatkan permintaan.(frk)

Sumber: CNBC

Thursday, 16 April 2015

Dolar Turun Tajam Terkait Kekhawatiran Ekonomi Kehilangan Momentum

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) - Dolar turun tajam dalam lebih dari tiga minggu terakhir terhadap kekhawatiran ekonomi AS, salah satu yang terkuat di antara negara-negara maju, telah kehilangan traksi dalam tahun ini.
Greenback melemah terhadap semua mata uang utama setelah laporan pembangunan rumah dan klaim pengangguran yang lebih lemah dari yang diproyeksikan, menambahkan pembacaan dibawah perkiraan untuk pabrik-pabrik, payroll dan penjualan ritel di Amerika.
Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, turun 0,8% ke level 1,184.93 pada pukul 3:22 sore waktu New York. Penurunan ini merupakan yang terbesar untuk penutupan sejak 23 Maret yang lalu. Indeks tersebut dalam tahun ini telah menguat 4,8%, setelah pada tahun 2014 naik 11%.(frk)
Sumber: Bloomberg

Mayoritas Saham Asia Jatuh, Indeks Regional Menuju Gain Mingguan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) - Mayoritas saham Asia jatuh pasca indeks acuan regional ditutup di level tertinggi tujuh tahun pada Kamis. Saham Jepang turun untuk memangkas kenaikan mingguan ketiga.
Dua saham jatuh untuk setiap satu saham yang naik. Indeks MSCI Asia Pacific sedikit berubah pada level 154,44 pada 09:05 pagi di Tokyo. Indeks tersebut ditutup pada level tertinggi sejak Januari 2008 pada hari Kamis, dan siap untuk mengakhiri pekan ini di 1,4% lebih tinggi.
Indeks Topix Jepang turun 0,4% dan Indeks Australia S & P/ASX 200 turun 0,1%. Indeks NZX 50  Selandia Baru dan indeks Kospi Korea Selatan sedikit berubah.
Kontrak berjangka E-mini pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah. Indeks yang mendasari tergelincir 0,1% pada hari Kamis di New York karena perusahaan semikonduktor menurun pada laba SanDisk Corp untuk mengimbangi reli di Netflix Inc.
Investor mengkaji laporan ekonomi guna petunjuk pada waktu kenaikan suku bunga pertama Federal Reserve sejak 2006. Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa suku bunga mungkin akan naik di tahun ini, keputusan tergantung pada data ekonomi. Sektor perumahan naik kurang dari perkiraan pada Maret, sementara klaim pengangguran meningkat pada pekan yang berakhir 11 April.(yds)
Sumber: Bloomberg

Topix Menuju Kenaikan Mingguan Ketiga, Saham Jepang Dibuka Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) - Indeks Topix Jepang turun dari level tertinggi tujuh tahun, memangkas kenaikan mingguan ketiga beruntunnya, karena yen melanjutkan gain selama lima hari. Produsen instrumen presisi dan perusahaan eksplorasi energi memimpin penurunan.
Topix melemah 0,4% menjadi 1,593.27 pada 9:03 pagi di Tokyo, dengan lebih dari dua saham jatuh untuk setiap satu saham yang naik. Menuju kenaikan 0,2% di pekan ini. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,6% menjadi 19,777.34.
Kontrak berjangka E-mini futures pada Standard & Poor 500 sedikit berubah. Indek saham tergelincir 0,1% pada hari Kamis di New York.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Ditutup Sedikit Berubah Ditengah Lonjakan Laba Netflix

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) - Saham AS sedikit berubah dekati rekornya ditengah lonjakan laba perusahaan Netflix Inc, sementara itu saham SanDisk Corp perusahaan pembuat chip memimpin penurunan. Obligasi Yunani turun terkait meningkatnya tekanan pada negara tersebut untuk mengamankan pendanaan dan tembaga melonjak.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,1 % pada pukul 04:00 sore waktu New York, setelah sebelumnya naik 0,3 % dari semua waktu tertinggi. Saham Netflix melonjak sebesar 17 % ke rekornya. Sedangkan harga minyak mentah sedikit berubah setelah sebelumnya turun lebih dari 2 %. Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0,7 % dari semua waktu tertinggi. Imbal hasil obligasi Yunani tenor 10-tahun menguat ke level tertingginya dalam lebih dari 2 tahun terakhir. Indeks Spot Dollar Bloomberg turun pada hari ketiga.
Saham Netflix rally karena melonjaknya jumlah pelanggan, sedangkan Indeks Semiconductor Philadelphia turun 0,5 % diiringi pelemahan saham SanDisk yang tidak sesuai dengan perkiraan. Mata uang dolar turun karena data perumahan di AS menunjukkan mulai mengalami kenaikan pada bulan Maret kurang dari perkiraan seiring dengan klaim pengangguran awal secara tiba-tiba meningkat pada minggu lalu, menambah tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang kehilangan momentum. Minyak mentah telah rally lebih dari 16 % pada bulan April. Yunani menghadapi krisis pendanaan dan Menteri Keuangan Jerman mengatakan tidak mungkin diselesaikan sebelum pertemuan anggota parlemen kawasan euro pada pekan depan. (knc)
Sumber : Bloomberg

Penguatan Saham Netflix Akibatkan Indeks S&P 500 Berfluktuasi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) - Saham-saham AS berfluktuasi setelah Netflix Inc. meningkatkan saham konsumen, sementara produsen chip melamah. Obligasi Yunani turun akibat meningkatnya tekanan untuk mengamankan pendanaan, sementara minyak pangkas penurunan dan tembaga menguat.
Indeks Standard & Poor 500 kehilangan 0,1% pada pukul 01:01 siang di New York, setelah ditutup 0,5% di bawah semua waktu tinggi. Saham Netflix melonjak 16% menuju rekor, sementara indeks semikonduktor kehilangan 0,6%. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,7% dari semua-waktu tertinggi. Imbal hasil pada obligasi Yunani dengan tenor 10-tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun untuk hari ketiga. Sementara Minyak sedikit berubah di New York setelah sebelumnya turun lebih dari 2%.
Netflix mengalami reli terkait naiknya jumlah pelanggan, sementara perkiraan penjualan yang lemah menghantarkan saham SanDisk Corp turun 5,4%. Dolar tergelincir setelah laporan menunjukkan perumahan AS mulai naik kurang dari perkiraan pada bulan Maret sementara klaim pengangguran awal tiba-tiba menguat pada minggu lalu, menambah tanda-tanda bahwa pertumbuhan kehilangan momentum. Minyak telah reli lebih dari 16% pada bulan April. Yunani menghadapi krisis pembiayaan yang menurut Menteri Keuangan Jerman tidak mungkin diselesaikan sebelum pertemuan anggota parlemen zona Eropa minggu depan.(frk)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 15 April 2015

Emas Mengalami Rebound Setelah Data Manufaktur New York Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/4) - Emas berjangka rebound setelah indeks manufaktur di New York tiba-tiba turun, mengangkat daya tarik logam mulia sebagai safe haven.
Kejutan pembacaan negatif pada New York Federal Reserve Bank™s index menambahkan tanda-tanda baru-baru ini bahwa ekspansi AS tidak merata dan mengurangi kekhawatiran bahwa ekonomi cukup kuat bagi para pembuat kebijakan untuk mulai menaikkan suku bunga. Bulan lalu emas turun 2,5% di tengah spekulasi bahwa harga akan mengalami kenaikan, yang meredaman daya tarik emas karena emas umumnya hanya menawarkan pengembalian melalui kenaikan harga.
Harga emas sedikit berubah di kuartal terakhir karena para investor menimbang outlook pengetatan moneter di AS terhadap peningkatan stimulus global. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan pada hari Rabu bahwa program pelonggaran kuantitatif sebesar 1,1 triliun euro ($ 1.2 triliun) yang dimulai bulan Maret lalu akan membantu untuk meningkatkan penurunan inflasi. Logam ini secara historis telah digunakan sebagai lindung nilai terhadap biaya konsumen yang lebih tinggi.
Emas berjangka untuk pengiriman bulan Juni naik 0,7% untuk menetap di level $ 1,201.30 per ons pada pukul 1:41 siang di Comex New York. Pada hari Selasa lalu, harga emas menyentuh level $ 1,183.50, yang merupakan terendah untuk kontrak teraktif sejak 1 April yang lalu.(frk)
Sumber: Bloomberg

Dolar Turun Setelah Manufaktur AS Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/4) - Dolar melemah untuk hari kedua pasca penurunan dalam manufaktur AS yang lebih besar dari perkiraan menambahkan tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi melemah dan memicu spekulasi Federal Reserve akan mendorong kembali jadwal untuk menaikkan suku bunga.
Greenback turun terhadap sebagian besar mata uang utama setelah sebuah laporan menunjukkan pabrik di Amerika sedang berjuang untuk menemukan lebih banyak permintaan dari luar negeri di tengah lonjakan 12% dalam dolar selama enam bulan terakhir. Peningkatan payroll dan penjualan ritel bulan ini juga membuntuti proyeksi.
Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, turun 0,4% ke level 1,194.73 pada pukul 1:56 siang waktu New York.(frk)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham Asia Rebound Ke Level Tertingginya Di 2008

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/4) - Saham Asia menguat, dengan indeks regional yang rebound ke level tertinggi di tahun 2008, karena saham perusahaan material dan produsen energi memimpin kenaikan.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4% menjadi 153,33 pada 09:05 pagi di Tokyo. Indeks tersebt menghentikan kenaikan beruntun terpanjang sejak Desember 2013 pada hari Rabu setelah data menunjukkan ekonomi China mencatat pertumbuhan ekonomi terendah dalam enam tahun terakhir.
Sementara itu output industri AS turun lebih dari ekspektasi ekonom pada bulan Maret, diikuti dengan  Federal Reserve yang akan mengkaji data untuk menentukan waktu terbaik untuk menaikkan suku bunga pinjaman.(yds)

Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Naik Terkait Outlook Suku Bunga AS Tingkat; Perusahaan Energi Melonjak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/4) - Saham Jepang naik, dipimpin oleh perusahaan eksplorasi energi minyak yang mencapai level tertingginya di 2015 dan setelah data manufaktur yang lemah sehingga memicu spekulasi AS akan mendorong kembali waktu untuk kenaikan suku bunga.
Indeks Topix naik 0,2% menjadi 1,591.16 pada 09:02 pagi di Tokyo. Indeks tersebut telah berada dalam kisaran delapan poin sejak mencapai tujuh tahun tertinggi di pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average sedikit berubah pada level 19,872.95. Indeks tersebut sempat naik di atas level 20.000 di pekan lalu untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir.
Bahkan dengan indeks Topix diperdagangkan mendekati level tertinggi tujuh tahun, valuasi masih rendah dan Jepang memiliki prospek pendapatan terbaik di pasar utama, menurut Dan Chamby, seorang manajer keuangan BlackRock Inc.
Indeks Topix senilai 15,5 kali estimasi laba pada penutupan terbaru, dibandingkan dengan 17,9 untuk indeks Standard & Poor 500 dan 17,3 untuk Indeks Stoxx Europe 600, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham Intel & Minyak Naik Angkat Bursa AS pada Sesi Penutupan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/4) - Saham AS naik seiring laba pada Intel Corp mengalami rally diikuti lonjakan saham energi setelah harga minyak mentah mencapai level tertingginya pada tahun ini. Sementara itu, Dolar jatuh setelah indeks manufaktur mengalami penurunan didukung kasus untuk stimulus lanjutan.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,5 % pada pukul 04:00 sore waktu New York, ditutup 0,5 % di bawah level tertinggi sepanjang masa. Indeks Russell 2000, perusahaan berskala kecil menguat 0,8 % ke rekornya, sedangkan Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,6 % untuk memperpanjang level tertinggi. Imbal hasil obligasi Jerman tenor 10 tahun menetapkan hasil rekor terendahnya terkait dengan komentar Mario Draghi yang mengisyaratkan bahwa program pembelian obligasi. Mata uang dolar melemah pada hari kedua terhadap euro. Sedangkan minyak mentah melonjak sebesar 5,8 % seiring berkurangnya pasokan minyak mentah AS.
Total output industri AS turun lebih dari perkiraan bulan Maret, tanda-tanda penguatan dolar dan menurunnya harga minyak diikuti dengan penurunan manufaktur Amerika seiring pembicaraan Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga. Draghi, Presiden Bank Sentral Eropa, mengatakan bahwa pelonggaran kuantitatif mendorong pemulihan pertumbuhan ekonomi di zona eropa dan program ini harus dilaksanakan secara penuh. Saham Intel menguat setelah perkiraan pada kuartal kedua melebihi proyeksi beberapa analis, sementara saham energi rally diikuti lonjakan pada harga minyak mentah. (knc)
Sumber : Bloomberg

Tuesday, 14 April 2015

Dolar Merosot Tajam Dalam 3 Minggu Terakhir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Dolar merosot tajam dalam 3 minggu terakhir setelah data penjualan ritel mengalami kenaikan kurang dari perkiraan bulan lalu, memicu spekulasi Federal Reserve tidak terburu-buru untuk memulai menaikkan suku bunga.
Dolar AS reli dalam 6 hari terakhir terhadap mata uang euro seiring rebound pada sektor konsumen ditambahkan dengan pertumbuhan pekerjaan dibawah perkiraan yang akan menimbulkan kekhawatiran terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi karena cuaca ekstrim musim dingin. Kemarin, mata uang AS hampir menyentuh level 12 tahun tertinggi terhadap 19 mata uang zona euro seiring para investor menunggu waktu kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak tahun 2006 silam.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, turun 0,7 % ke level 1,119.30 pada pukul 02:14 siang waktu New York, mencapai level penutupan terendahnya sejak 20 Maret lalu.
Mata uang AS melemah sebesar 0,9 % ke level $ 1,0665 per euro. Menguat ke level $ 1,0458 pada tanggal 16 Maret lalu, yang merupakan level tertingginya sejak Januari 2003. Mata uang AS merosot sebesar 0,7 % ke level 119,30 yen. (knc)
Sumber : Bloomberg

Emas Melemah Terkait Outlook Suku Bunga The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Emas berjangka turun ke level terendah dalam hampir dua minggu di tengah spekulasi bahwa keuntungan yang lebih kecil dari perkiraan dalam penjualan ritel AS tidak akan cukup untuk menjaga kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.
Pembelian ritel AS meningkat sebesar 0,9%, kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir, setelah penurunan 0,5% pada bulan Februari yang lalu, menurut rilis data dari pemerintah pada hari Selasa. Perkiraan rata-rata dari 87 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg menyerukan kenaikan sebesar 1,1%.
Emas berjangka untuk pengiriman Juni turun 0,6% untuk menetap di level $ 1,192.60 per ons pada pukul 1:48 siang di Comex New York, setelah mencapai $ 1,183.50, yang merupakan level terendah sejak 1 April lalu.
Perak untuk pengiriman bulan Mei turun 0,8% ke level $ 16,161 per ons di Comex, juga merupakan penurunan kelima dalam enam sesi terakhir.(frk)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Hentikan Kenaikan Beruntunnya Jelang Rilis Data China

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Saham Asia jatuh, bersiap untuk meenghentikan kenaikan beruntun terpanjangnya sejak Desember 2013 lalu, jelang China melaporkan pertumbuhan ekonomi. Saham Jepang turun terkait penguatan yen.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2% menjadi 152,77 pada 09:01 pagi di Tokyo. Indeks tersebut naik sembilan hari terakhir untuk ditutup pada level tertinggi sejak Mei 2008 pada Selasa. Ekspansi China mungkin melambat menjadi 7% pada kuartal pertama, yang merupakan level terendah sejak tiga bulan pertama tahun 2009, menurut ekonom yang disurvei sebelum data Laporan penjualan ritel dan output industri pada Rabu.
Indeks Topix Jepang turun 0,2% setelah yen menguat 0,6% pada Selasa. Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,2%. Indeks Kospi Korea Selatan dan Indeks Australia S & P/ASX 200 naik 0,2%.
Kontrak pada indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,1% di sebagian besar perdagangan baru-baru ini. Ekuitas di Hong Kong merupakan yang mencatat kenaikan terbesar di dunia bulan ini, turun setidaknya 1,6% pada Selasa, dengan indeks Hang Seng turun tajam tahun ini.
Gain pada PetroChina Co, Industrial & Commercial Bank of China Ltd dan China Mobile Ltd telah membuat saham mereka menjadi yang keempat, tujuh dan delapan yang paling penting di dunia, setelah masing-masing tidak hadir setahun yang lalu, data yang dihimpun oleh Bloomberg show. Masing-masing telah meningkat dalam 12 bulan terakhir ditengah kenaikan yang mendorong Indeks Shanghai Composite Index naik sebesar 94%.(yds)
Sumber: Bloomberg