BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/5) - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan berencana memberikan pengampunan spesial (Special Amnesty) berupa pidana pajak, pidana umum dan pidana khusus atau special amnesty bagi warga negara Indonesia yang membawa uang, aset dan harta kekayaannya yang parkir di luar negeri masuk ke Indonesia.
Kebijakan ini rencananya juga berlaku untuk para koruptor meski dana yang disimpan berasal dari uang haram. "Kita tarik semua dana yang lari di luar negeri. Apakah uang itu dari hasil korupsi, illegal fishing, atau illegal logging, asal uang itu tidak berasal dari narkoba dan terorisme," kata Direktur Jenderal Pajak, Sigit Priadi Pramudito di Jakarta, Rabu (27/5/2015) malam.
Special amnesty bagi wajib pajak termasuk koruptor yang menyimpan dananya akan dibebaskan pidana pajak, pidana umum dan pidana khusus. Sementara Direktorat Jenderal Pajak akan memperoleh keuntungan mengantongi pajak atau tebusan sekian persen dari uang yang diparkir di Indonesia.
Besaran yang dikaji Ditjen pajak yaitu sekitar 10 persen-15 persen dari total dana yang ditarik dari luar negeri dan disimpan di Tanah Air. Sigit memperkirakan potensi penerimaan negara dari uang yang ditarik dari luar negeri itu sangatlah besar.
"Angka 10 persen sampai 15 persen itu hitungan kasar. Kita dengar berita uang WNI yang mengendap di Singapura saja mencapai Rp 3.000 triliun-Rp 4.000 triliun. Belum di Macau atau Swiss, kalau Rp 1.000 triliun saja bisa masuk ke Indonesia, itu berarti bisa dapat Rp 100 triliun," kata dia.
Namun untuk menerapkan kebijakan ini, Ditjen Pajak masih terus berdiskusi atau rekonsiliasi dengan para penegak hukum. Tujuannya agar penegak hukum mempunyai persepsi sejalan tentang pengampunan spesial ini.
Pemerintah juga memerlukan dukungan dari DPR, sebab dibutuhkan suatu aturan baru untuk menghapus pidana umum dan pidana khusus.
Jika Rancangan Undang-undang (RUU) sudah masuk Prolegnas pada Juli 2015, Sigit menargetkan kebijakan ini bakal diterapkan pada September 2015 dan berlaku hingga akhir 2016. Pada tahap awal atau tiga bulan pertama, besaran pajak yang dikenakan dari uang yang diparkir di Indonesia sekitar 7,5 persen.
"Baru pada 2016 sekitar 10 persen," tuturnya. (Ndw/IGw)
Sumber : Liputan6
Wednesday, 27 May 2015
Yunani Segera Mencapai Kesepakan Hutang Kembali Kuatkan Euro
BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/5) - Euro
menguat terhadap sebagian besar mata uang utama terkait spekulasi bahwa
Yunani akan segera mencapai kesepakatan dengan kreditur, mengurangi
kekhawatiran Yunani akan keluar dari zona euro.
Euro
hapus kerugiannya terhadap dolar pasca seorang pejabat pemerintah
mengatakan Yunani mulai menyusun konsep kesepakatan terkait pendanaan
dengan perwakilan dari kreditor internasional. Kesepakatan ini akan
membuat anggaran dasar surplus rendah, perbaikan penjualan-pajak dan
reformasi pensiun sistem, menurut sebuah e-mail kepada wartawan.
Euro
naik sebesar 0,3 persen ke level $1,0901 pukul 15:57 di New York, pasca
terkoreksi sebesar 0,5 persen sebelumnya. Euro melonjak sebesar 0,8
persen ke level 134,90 yen.
Sementara
Komisi Eropa mengatakan kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan,
optimisme bahwa Yunani akan mencapai kesepakatan telah memberikan
sentiment positive terhadap euro, yang telah turun sebesar 5 persen
dalam dua pekan dari level tertingginya dalam tiga bulan terakhir. Euro
tengah berada pada tren penurunan jangka panjang karena sudah mendekati
level $1,0458, level terlemah sejak 2002 lalu.
Membaiknya
data ekonomi dari AS juga meniupkan angin segar terhdapa dolar, yang
cuku memberikan tekanan pada euro. Data ekonomi bulan April dari harga
konsumen untuk pesanan barang tahan lama meningkat, menunjukkan
perlambatan ekonomi kuartal pertama bersifat sementara. Ketua Federal
Reserve Janet Yellen pekan lalu mengatakan ia mengharapkan kenaikan suku
bunga dapat dilakukan tahun ini. (izr)
Sumber: Bloomberg
Emas Turun Seiring Membaiknya Perekonomian AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/5) - Harga
emas telah menghapus hampir seluruh keuntungannya yang dicapai bulan
ini, Rabu ini emas mencapai level terendahnya dalam 2 pekan terakhir.
Tinkat kepercayaan konsumen warga Amerika masih membuktikan
ketangguhanya dan pasar perumahan berada pada laju kenaikan, hal itu
menurut rilis data pekan ini. Rilis data tersebut memberikan sinyal
bahwa perekonomian AS tengah rebound dari penurunan pada kuartal
pertama.
Pekan
lalu Ketua Federal Reserve Janet Yellen menyatakan bahwa suku bunga
akan dinaikkan pada tahun ini. Sementara pertemuan The Fed berikutnya
akan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni mendatang. Naiknya suku bunga
akan mengantarkan para investors untuk beralih ke aset yang terdapat
suku bunga, seperti obligasi, sehingga hal itu memangkas daya tarik emas
yang secara umum hanya memberikan return melalui kenaikan harga.
Emas
berjangka untuk pengiriman Agustus turun sebesar 0,1 persen untuk
menetap di level $1,186.50 per ons pukul 1:44 di Comex di New York.
Harga emas menyentuh level $1,183.90, merupakan level terendah sejak 12
Mei lalu. Emas jatuh dalam sesi keempat berturut-turut, penurunan
terpanjang sejak 6 Maret lalu.
Agregat perdagangan naik dua kali lipat dibandingkan dengan moving average 100 hari, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.
Bulan ini, emas telah naik sebesar 0,3 persen, memangkas keuntungan sebanyak 4,2 persen. (izr)
Sumber: Bloomberg
Rally Saham Teknologi Kirim Indeks Nasdaq Tembus Level Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/5) - Indeks Nasdaq Composite menguat tajam sejak Januari lalu, ditutup pada rekor baru tertingginya seiring saham Broadcom Corp memimpin lonjakan saham teknologi. Optimisme bahwa Yunani akan membuat kemajuan dengan kreditur sehingga mendorong saham Eropa ke level tertingginya dalam satu bulan terakhir.
Indeks Nasdaq Composite melonjak sebesar 1,5 persen pukul 4 sore di New York, sementara indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 1 persen menuju penguatan terbesar dalam dua pekan terakhir. Kedua indeks mengalami rebound pasca Selasa kemarin merosot tajam sejak 5 Mei. Indeks Stoxx Europe 600 menguat sebesar 1,3 persen, menghentikan penurunan selama tiga hari terakhir. Sementara itu, obligasi imbal hasil tenor 10-tahun Yunani jatuh 79 basis poin, sedangkan Indeks ASE naik sebesar 3,6 persen. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik untuk ketujuh kalinya dalam delapan hari terakhir.
Saham Microsoft Corp dan Intel Corp naik setidaknya 2 persen, mendongkrak saham teknologi, sementara saham Broadcom naik ke level tertingginya dalam 14-tahun terakhir terkait laporan akuisisi. Ekuitas di AS dan Eropa mendapat dorongan pada awal perdagangan pasca seorang pejabat pemerintah Yunani mengatakan pemerintah Athena dan kreditur sudah mulai menyusun kesepakatan tingkat staf untuk mengatasi krisis utang. (izr)
Sumber: Bloomberg
Indeks Nasdaq Composite melonjak sebesar 1,5 persen pukul 4 sore di New York, sementara indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 1 persen menuju penguatan terbesar dalam dua pekan terakhir. Kedua indeks mengalami rebound pasca Selasa kemarin merosot tajam sejak 5 Mei. Indeks Stoxx Europe 600 menguat sebesar 1,3 persen, menghentikan penurunan selama tiga hari terakhir. Sementara itu, obligasi imbal hasil tenor 10-tahun Yunani jatuh 79 basis poin, sedangkan Indeks ASE naik sebesar 3,6 persen. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik untuk ketujuh kalinya dalam delapan hari terakhir.
Saham Microsoft Corp dan Intel Corp naik setidaknya 2 persen, mendongkrak saham teknologi, sementara saham Broadcom naik ke level tertingginya dalam 14-tahun terakhir terkait laporan akuisisi. Ekuitas di AS dan Eropa mendapat dorongan pada awal perdagangan pasca seorang pejabat pemerintah Yunani mengatakan pemerintah Athena dan kreditur sudah mulai menyusun kesepakatan tingkat staf untuk mengatasi krisis utang. (izr)
Sumber: Bloomberg
Nikkei 225 Pimpin Gain Terpanjang Sejak 1988 Terkait Yen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/5) - Saham-saham
Jepang dibuka di zona hijau, dengan Indeks Saham Nikkei 225 menguat
untuk hari ke-10, setelah yen diperdagangkan mendekati level terendah
dalam hampir delapan tahun di tengah optimisme Yunani membuat kemajuan
dengan para kreditur.
Indeks
Nikkei 225 naik 0,6% ke level 20,590.19 pada pukul 09:03 pagi di Tokyo,
memperpanjang 15 tahun tertinggi. Indeks Topix naik 0,5% ke level
1.670, dengan 26 dari 33 kelompok industri bergerak naik. Yen turun 0,1%
ke level 123,77 terhadap dolar, membuat penurunan lima hari menjadi
2,2%.
Sementara
itu, bursa saham Eropa menghentikan penurunan tiga hari setelah Yunani
mengatakan telah mulai menyusun kesepakatan dengan kreditur untuk
mengatasi krisis utang. Komisi Eropa mengatakan kesepakatan tidak akan
terjadi dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Waktu hampir
habis bagi Yunani untuk menerima dana talangan hampir 1,6 miliar euro ($
1.74 miliar) dalam pembayaran ke Dana Moneter Internasional yang
dijadwalkan bulan depan.
Bursa
saham berjangka AS sedikit berubah setelah ekuitas mengalami rebound
pada Rabu kemarin, setelah Indeks Nasdaq Composite memuncaki rekor dan
indeks Standard & Poor 500 naik 0,9%.(frk)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 26 May 2015
Wall Street Tumbang Dibayangi Kenaikan Suku Bunga AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/5) - Wall Street ditutup jatuh pada Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta), di mana indeks S & P 500 terdorong turun ke posisi terendah dalam tiga pekan.
Penurunan ini dipicu kekhawatiran tentang krisis keuangan Yunani dan adanya optimisme laporan data ekonomi AS yang membaik membuat negara ini lebih awal menaikkan suku bunganya.
Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 190,48 poin (1,04 persen) ke posisi 18.041,54. Kemudian indeks S & P 500 kehilangan 21,86 poin (1,03 persen) menjadi 2.104,2 poin dan indeks Nasdaq Composite turun 56,61 poin (1,11 persen) ke level ke 5.032,75 poin.
Laporan data ekonomi AS menunjukkan jika rencana pengeluaran investasi bisnis meningkat pada April. Demikian pula kepercayaan konsumen membaik di bulan ini dan harga rumah memperpanjang kenaikannya pada Maret.
Berdasarkan data ini, Kepala Federal Reserve Janet Yellen mengatakan jika bank sentral bisa saja menaikkan suku bunganya tahun ini jika ekonomi terus membaik seperti harapan.
"Kemungkinan kenaikan suku bunga masih menjadi salah satu masalah terbesar yang membebani pasar," kata Larry Peruzzi, Pedagang Ekuitas Senior Cabrera Capital Markets Inc di Boston.
Di sisi lain, Wall Street juga dibayangi kekhawatiran tentang kondisi Yunani, yang telah diperingatkan jika negara ini kemungkinan akan melewatkan pembayaran utang kepada Dana Moneter Internasional pada 5 juni nanti.
Sekitar 6,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, sedikit naik dari rata-rata harian untuk bulan ini yang mencapai 6,2 miliar, menurut BATS Global Markets.(Nrm/Igw)
Sumber : Liputan6
Penurunan ini dipicu kekhawatiran tentang krisis keuangan Yunani dan adanya optimisme laporan data ekonomi AS yang membaik membuat negara ini lebih awal menaikkan suku bunganya.
Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 190,48 poin (1,04 persen) ke posisi 18.041,54. Kemudian indeks S & P 500 kehilangan 21,86 poin (1,03 persen) menjadi 2.104,2 poin dan indeks Nasdaq Composite turun 56,61 poin (1,11 persen) ke level ke 5.032,75 poin.
Laporan data ekonomi AS menunjukkan jika rencana pengeluaran investasi bisnis meningkat pada April. Demikian pula kepercayaan konsumen membaik di bulan ini dan harga rumah memperpanjang kenaikannya pada Maret.
Berdasarkan data ini, Kepala Federal Reserve Janet Yellen mengatakan jika bank sentral bisa saja menaikkan suku bunganya tahun ini jika ekonomi terus membaik seperti harapan.
"Kemungkinan kenaikan suku bunga masih menjadi salah satu masalah terbesar yang membebani pasar," kata Larry Peruzzi, Pedagang Ekuitas Senior Cabrera Capital Markets Inc di Boston.
Di sisi lain, Wall Street juga dibayangi kekhawatiran tentang kondisi Yunani, yang telah diperingatkan jika negara ini kemungkinan akan melewatkan pembayaran utang kepada Dana Moneter Internasional pada 5 juni nanti.
Sekitar 6,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, sedikit naik dari rata-rata harian untuk bulan ini yang mencapai 6,2 miliar, menurut BATS Global Markets.(Nrm/Igw)
Sumber : Liputan6
Fischer : The Fed Mungkin Memperlambat Kenaikan Suku Bunga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/5) - Wakil
Ketua Federal Reserve Stanley Fischer mengatakan para pembuat kebijakan
akan mempertimbangkan pertumbuhan global ketika mereka mulai menaikkan
suku bunga, dan mereka dapat menaikan suku bunga selanjutnya secara
bertahap jika pertumbuhan ekonomi dunia goyah.
The
Fed akan mempertimbangkan bagaimana menaikkan suku bunga akan
mempengaruhi negara-negara lain, menurut Fischer, 71, mantan gubernur
Bank of Israel. Sementara pengetatan mungkin akan menyebabkan dampak
bagi perekonomian, The Fed bekerja sama untuk berkomunikasi guna
kelancaran transisi, dan pasar negara-negara berkembang berada dalam
kondisi yang lebih baik untuk bertahan dibandingkan pada tahun-tahun
terakhir, katanya.
Para
pembuat kebijakan The Fed bersiap untuk menaikkan suku bunga yang telah
mendekati nol sejak Desember 2008 silam dan bekerja sama untuk
merekayasa pengetatan yang lancar dan menghindari volatilitas didorong
oleh goyahnya pasar global pada tahun 2013.
Ketua
The Fed Janet Yellen mengatakan pada pekan lalu bahwa dia masih
mengharapkan kenaikan suku bunga pada tahun ini jika pertumbuhan ekonomi
AS sesuai dengan perkiraan nya, dengan diikuti laju pengetatan secara
bertahap. (knc)
Sumber : Bloomberg
Emas Melemah Ke Level 2 Minggu Terendah Terkait Penguatan Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/5) - Emas
berjangka turun ke level 2 pekan terendah seiring penguatan mata uang
dolar di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku
bunga AS pada tahun ini.
Dolar
AS naik ke level sebulan tertinggi terhadap 10 mata uang utama, dapat
mengurangi permintaan terhadap emas sebagai investasi alternatif.
Mempercepat pertumbuhan inflasi dan lapangan pekerjaan berarti "dalam
waktu dekat" untuk menaikkan suku bunga, menurut Presiden The Fed Bank
of Cleveland Loretta Mester, pada hari Senin.
Emas
berayun antara keuntungan dan kerugian lebih dari 10 kali dalam setahun
terakhir hingga tahun 2015, terkait para pedagang mencoba untuk
mengukur ketika pembuat kebijakan cenderung untuk menaikkan suku bunga.
Suku bunga yang lebih tinggi mendorong investor untuk mendukung aset
pembayaran bunga, termasuk obligasi baru, membatasi daya tarik emas,
yang umumnya menawarkan pengembalian hanya melalui kenaikan harga.
Emas
berjangka untuk pengiriman bulan Agustus turun 1,4 % untuk menetap di
level $ 1,187.80 per ons pada pukul 1:46 siang di Comex New York.
Sedangkan Logam menyentuh level $ 1,185.60, yang merupakan level
terendahnya untuk kontrak teraktif sejak 12 Mei lalu. Perdagangan pada
semua kontrak bulanan sebanyak dua kali lipat dibandingkan dengan
rata-rata 100 hari, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Harga
emas turun 1,7 % sepanjang pekan lalu. Inflasi naik pada bulan April
melebihi perkiraan, menurut data dari pemerintah Jumat kemarin, dan
Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan pada hari yang sama akan menaikkan
suku bunga pada tahun ini jika pertumbuhan ekonomi membaik. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Asia Melemah Terkait Spekulasi Kenaikan Suku Bunga AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/5) - Saham-saham
Asia dibuka melemah, menyusul penurunan dalam ekuitas AS, setelah data
ekonomi yang lebih baik dari estimasi mendukung kasus untuk suku bunga
yang lebih tinggi di ekonomi terbesar dunia.
Indeks
MSCI Asia Pacific turun 0,3% ke level 152,77 pada pukul 09:01 pagi di
Tokyo. Indeks Standard & Poor 500 merosot 1% pada perdagangan Selasa
kemarin, yang merupakan penurunan terbesar sejak 5 Mei sebagai
pembacaan terkuat untuk pesanan modal barang dan penjualan rumah baru AS
mendorong spekulasi untuk tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Hari
ini Indeks Topix Jepang turun 0,3% bahkan setelah yen melemah 1,3% ke
level terendah dalam hampir delapan tahun terakhir terhadap dolar, pada
hari Selasa. Di Eropa, pembicaraan antara Yunani dan kreditor berjalan
lambat.
Indeks
Kospi Korea Selatan turun 0,6%. Indeks S&P/ASX 200 Australia
melemah 0,3% dan Indeks NZX 50 Selandia Baru kehilangan 0,4%.
Berjangka
dalam Indeks Hang Seng China Enterprises, indeks saham China yang
terdaftar di Hong Kong, naik 0,4% di sebagian besar perdagangan
terakhir, setelah indeks tersebut naik ke level tertinggi sejak Januari
2008 pada Selasa kemarin. Kontrak pada Indeks FTSE Cina A50 naik 0,3%,
menyusul lonjakan 2% di Indeks Shanghai Composite untuk gain hari
keenam.
E-mini futures pada S&P 500 turun kurang dari 0,1% hari ini.(frk)
Sumber: Bloomberg
Baiknya Data Ekonomi AS Tekan Saham AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/5) - Saham
AS turun tajam dalam tiga pekan terakhir, seiring lebih baiknya data
ekonomi dari perkiraan dan komentar para pejabat Federal Reserve yang
mendorong spekulasi kenaikan suku bunga tahun ini.
Indeks
Standard & Poor 500 turun 1 persen ke level 2,104.32 pada pukul 4
pm di New York, pasca sebelumnya naik selama tiga pekan berturut-turut.
Indeks Dow Jones Industrial Average akhiri penguatan penguatan dalam
enam sesi terakhir tanpa 100 poin ayunan intraday, terpanjang dalam
hampir setahun terakhir.
Kenaikan
pesanan barang modal lebih baik dari estimasi dan penjualan rumah baru
naik pasca ketua Federal Reserve Janet Yellen menunjukkan bank sentral
akan menaikkan biaya pinjaman tahun ini jika ekonomi membaik seperti
yang ia mengharapkan. Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester pada
hari Senin, mengatakan ekonomi AS cuku kuat menahan kenaikan tingkat
suku bunga. (izr)
Sumber: Bloomberg
Monday, 25 May 2015
Komentar The Fed Angkat Harga Emas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/5) - Dolar Amerika Serikat (AS) cenderung menguat berdampak positif untuk harga emas di awal pekan ini. Penguatan dolar AS itu didukung dari sinyal bank sentral AS/The Federal Reserve yang sedang mempersiapkan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya dalam enam tahun pada 2015.
Harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi US$ 1.206,80 per ounce pada perdagangan Senin (Selasa waktu WIB). Harga emas ini mendekati level terendah dalam dua pekan di level US$ 1.201,20. Sedangkan likuiditas perdagangan cenderung tipis mengingat pasar saham AS libur memperingati Memorial Day.
Harga komoditas logam lainnya juga mengikuti emas. Harga perak naik 0,8 persen menjadi US$ 17,12 per ounce setelah melemah 2,2 persen pada pekan lalu. Harga platinum naik 0,3 persen menjadi US$ 1.145,50 per ounce.
Penguatan harga emas ini ditopang dari sentimen The Fed. Pemimpin The Fed Janet Yellen mengatakan, bank sentral AS siap menaikkan suku bunga pada tahun ini dengan melihat ekonomi kembali pulih.
"The Fed menaikkan suku bunga tentu bukan berita mengejutkan komoditas logam. Pergerakan harga emas yang cenderung merosot bahkan mencatatkan penurunan terbesar sejak April. Namun pernyataan Yellen memberikan sinyal kalau suku bunga akan naik. Pelaku pasar tidak menyukai sentimen tersebut," kata Analis AvaTrade, Naeem Aslam, seperti dikutip dari laman The Australian, Selasa (26/5/2015).
Sementara itu, prospek kenaikan suku bunga pada 2015 ini juga mendorong dolar ke level tertinggi dalam sebulan terhadap sejumlah mata uang. Penguatan dolar AS dipicu dari kenaikan inflasi AS dan kekhawatiran terhadap utang Yunani.
Dengan dolar AS lebih kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Hal ini mengurangi daya tarik sebagai lindung nilai terhadap risiko investasi. Untuk permintaan emas sendiri cenderung sepi di Asia. Investor lebih memilih masuk ke pasar saham yang lebih menarik. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi US$ 1.206,80 per ounce pada perdagangan Senin (Selasa waktu WIB). Harga emas ini mendekati level terendah dalam dua pekan di level US$ 1.201,20. Sedangkan likuiditas perdagangan cenderung tipis mengingat pasar saham AS libur memperingati Memorial Day.
Harga komoditas logam lainnya juga mengikuti emas. Harga perak naik 0,8 persen menjadi US$ 17,12 per ounce setelah melemah 2,2 persen pada pekan lalu. Harga platinum naik 0,3 persen menjadi US$ 1.145,50 per ounce.
Penguatan harga emas ini ditopang dari sentimen The Fed. Pemimpin The Fed Janet Yellen mengatakan, bank sentral AS siap menaikkan suku bunga pada tahun ini dengan melihat ekonomi kembali pulih.
"The Fed menaikkan suku bunga tentu bukan berita mengejutkan komoditas logam. Pergerakan harga emas yang cenderung merosot bahkan mencatatkan penurunan terbesar sejak April. Namun pernyataan Yellen memberikan sinyal kalau suku bunga akan naik. Pelaku pasar tidak menyukai sentimen tersebut," kata Analis AvaTrade, Naeem Aslam, seperti dikutip dari laman The Australian, Selasa (26/5/2015).
Sementara itu, prospek kenaikan suku bunga pada 2015 ini juga mendorong dolar ke level tertinggi dalam sebulan terhadap sejumlah mata uang. Penguatan dolar AS dipicu dari kenaikan inflasi AS dan kekhawatiran terhadap utang Yunani.
Dengan dolar AS lebih kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Hal ini mengurangi daya tarik sebagai lindung nilai terhadap risiko investasi. Untuk permintaan emas sendiri cenderung sepi di Asia. Investor lebih memilih masuk ke pasar saham yang lebih menarik. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Permintaan Meningkat Dongkrak Harga Minyak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/5) - Harga minyak mentah menguat di awal pekan seiring permintaan global meningkat diimbangi sentimen dolar Amerika Serikat (AS) cenderung menguat.
Harga minyak mentah jenis Brent naik 53 sen menjadi US$ 65,90 per barel setelah menyentuh level terendah harian di level US$ 64,72. Sedangkan harga minyak acuan AS naik 8 sen menjadi US$ 59,80 per barel.
Penguatan harga minyak didukung dari permintaan kuat di Asia dan AS. Hal itu ditunjukkan dari permintaan meningkat pada April di tengah perlambatan ekonomi meski pun harga minyak cenderung naik.
Hal ini ditunjukkan dari impor minyak mentah Jepang naik 9,1 persen year on year (YoY) menjadi 3,62 juta per barel pada April. Selain itu, impor minyak mentah China mencapai rekor 7,4 juta per barel pada bulan lalu.
Selain permintaan minyak mentah meningkat, dolar AS menguat juga mempengaruhi harga minyak. Penguatan dolar AS membuat minyak mentah dalam denominasi dolar kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
"Fundamental secara keseluruhan menunjukkan harga minyak masih baik," tulis riset Barclays, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (26/5/2015).
Sentimen lainnya berasal dari Iran berencana meningkatkan produksi minyak sebesar 170 ribu barel per hari pada Maret 2016. Iran merupakan salah satu negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC yang berencana tingkatkan ekspor hingga 1 juta barel. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Harga minyak mentah jenis Brent naik 53 sen menjadi US$ 65,90 per barel setelah menyentuh level terendah harian di level US$ 64,72. Sedangkan harga minyak acuan AS naik 8 sen menjadi US$ 59,80 per barel.
Penguatan harga minyak didukung dari permintaan kuat di Asia dan AS. Hal itu ditunjukkan dari permintaan meningkat pada April di tengah perlambatan ekonomi meski pun harga minyak cenderung naik.
Hal ini ditunjukkan dari impor minyak mentah Jepang naik 9,1 persen year on year (YoY) menjadi 3,62 juta per barel pada April. Selain itu, impor minyak mentah China mencapai rekor 7,4 juta per barel pada bulan lalu.
Selain permintaan minyak mentah meningkat, dolar AS menguat juga mempengaruhi harga minyak. Penguatan dolar AS membuat minyak mentah dalam denominasi dolar kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
"Fundamental secara keseluruhan menunjukkan harga minyak masih baik," tulis riset Barclays, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (26/5/2015).
Sentimen lainnya berasal dari Iran berencana meningkatkan produksi minyak sebesar 170 ribu barel per hari pada Maret 2016. Iran merupakan salah satu negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC yang berencana tingkatkan ekspor hingga 1 juta barel. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Emas Stabil Dekati Level $ 1.200 Seiring Penguatan Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/5) - Harga
emas diperdagangkan sedikit berubah seiring prospek kenaikan suku bunga
AS untuk pertama kalinya sejak 2006 membantu mendorong mata uang dolar
ke level sebulan tertinggi. Sementara itu, Perak dan paladium mengalami
penurunan.
Ketua
Federal Reserve Janet Yellen mengatakan ia mengharapkan untuk menaikkan
suku bunga pada tahun ini jika pertumbuhan ekonomi sesuai dengan
perkiraan nya. Inflasi bergerak menuju target The Fed sebesar 2 %,
dengan laporan pada hari Jumat kemarin menunjukkan bahwa harga konsumen
naik 0,3 % pada bulan April, yang merupakan kenaikan terbesarnya dalam
lebih dari 2 tahun terakhir. Sementara kenaikan inflasi dapat
meningkatkan permintaan pada emas batangan sebagai lindung nilai, biaya
pinjaman yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik logam, yang
umumnya memberikan hasil hanya melalui kenaikan harga.
Bullion
untuk pengiriman segera naik kurang dari 0,1 % menjadi ditutup pada
level $ 1,206.60 per ons pada pukul 5 sore waktu New York, menurut harga
dari Bloomberg. Sedangkan logam turun 1,5 % pada pekan lalu, penurunan
terbesarnya sejak periode 24 April lalu.
Emas
berjangka untuk pengiriman bulan Agustus naik 0,2 % ke level $ 1,207.60
per ons di Comex New York. Perdagangan agregat sebesar 70 % di bawah
rata-rata 100-hari untuk saat ini, menurut data yang dikumpulkan oleh
Bloomberg.
Indeks
Spot Dollar Bloomberg, yang mengukur penguatan mata uang dolar terhadap
10 mata uang utama, naik 0,2 % ke level tertingginya sejak 27 April.
Indeks tersebut menguat 2,6 % pada pekan lalu, kenaikan terbesarnya
sejak September 2011 silam.
Perak
untuk pengiriman segera naik 0,4 % ke level $ 17,1775 per ons. Platinum
menguat 0,5 % ke level $ 1,151.75 per ons, sedangkan spot paladium
turun 0,2 % ke level $ 788,70 per ons. (knc)
Sumber : Bloomberg
Euro Tertekan Terkait Bailout Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/5) - Mata
uang Euro melemah pasca Yunani mengatakan kepada negara kreditur untuk
menurunkan tuntutannya mengenai dana bailout. Saham emerging-market
mengalami koreksi seiring meningkatnya spekulasi Bank Sentral AS akan
menaikan suku bunga dalam waktu dekat, sementara ekuitas Polandia anjlok
tajam dalam empat bulan terakhir dan bursa saham Spanyol turun.
Euro
terkoreksi sebesar 0,4 persen ke level $1,0974 pukul 12:46 di New York.
Indeks MSCI saham Emerging Markets turun sebesar 0,6 persen. Saham
Polandia turun pasca calon oposisi memenangkan kursi kepresidenan,
sementara saham Spanyol turun seiring pemilu lokal menunjukkan dukungan
bagi partai-partai yang ingin membatalkan status quo. Ekuitas China
melonjak ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. INdeks Standard
& Poor 500 berjangka mendatar. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik ke
level tertinggi dalam satu bulan terakhir. Pasar finansial di AS dan
Inggris termasuk di antara mereka ditutup pada hari Senin ini.
Perdana
Menteri Yunani Alexis Tsipras mengatakan pada akhir pekan lalu Yunani
tidak dapat menerima untuk mencabut kebijakan penghematan, sementara
Menteri Dalam Negeri Nikos Voutsis, mengatakan pemerintah Yunani tidak
bisa dan tidak akan mampu membayar hutang ke Internasional Dana Moneter
(IMF) pada bulan Juni kecuali tercapai kesepakatan. Ketua Federal
Reserve Janet Yellen, Jumat ia diperkirakan akan menaikkan suku bunga
tahun ini pasca laporan menunjukkan laju inflasi inti naik lebih dari
perkiraan pada bulan April. (izr)
Sumber : Bloomberg
Saham Jepang Menguat Untuk Hari Ke-8 Akibat Naiknya Saham Perminyakan & Utilitas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/5) - Bursa
saham Jepang dibuka menguat untuk hari kedelapan setelah penutupan
Senin kemarin berada di level tertinggi sejak 2007, dengan produsen
minyak dan utilitas memimpin kenaikan.
Indeks
Topix naik 0,1% ke level 1,661.21 pada pukul 09:02 pagi di Tokyo.
Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,2% ke level 20,454.46,
memperpanjang penguatan dalam 15 tahun. Pasar ekuitas AS ditutup Senin
kemarin untuk liburan Memorial Day. Yen tergelincir 0,1% ke level 121,69
per dolar.
Ekspor
Jepang naik lebih dari perkiraan pada bulan April, menurut laporan hari
Senin, setelah data pekan lalu menunjukkan produk domestik bruto
diperluas untuk kuartal kedua. Indeks Topix, yang telah naik 18% dalam
tahun ini, diperdagangkan 16,1 kali estimasi laba, dibandingkan dengan
18 kali untuk Indeks Standard & Poor 500.
Saham
Suntory Beverage & Food Ltd, yang menjual minuman PepsiCo Inc. di
Asia, naik 1,4% setelah mengatakan akan membeli saham mesin penjual
otomatis, Japan Tobacco Inc. sekitar 150 miliar yen ($ 1,2 milyar),
untuk mendekatkan gap distribusi dengan Coca-Cola Co. di negara
tersebut.(frk)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 24 May 2015
6 Fakta Terbaru Facebook yang Wajib Diketahui
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) - Meski kini telah banyak bermunculan media sosial populer lainnya, namun Facebook patut diakui masih menjadi yang terbesar.
Buktinya, menurut data yang dilansir laman Business Insider, Senin (25/5/2015), media sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu hingga kini masih memiliki sekitar 1,5 miliar pengguna aktif per bulannya di seluruh dunia.
Ya, Facebook memang masih sangat digemari. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, banyak hal yang berubah di Facebook.
Apa saja? Berikut fakta-fakta terbaru terkait Facebook menurut hasil penelitian perusahaan pemasaran Wishpond.
1. Facebook terbukti mulai ditinggal oleh para pengguna remaja. Bahkan data dari Wishpond menunjukkan bahwa 87% pengguna lulusan tahun 2014 (SMA) sudah tidak menggunakan Facebook. Selain itu, lebih dari 70% pengguna remaja, orangtuanya juga memiliki akun Facebook.
2. Aksi bullying juga marak terjadi di Facebook. 66% gadis remaja mengaku pernah diintimidasi di Facebook.
3. Facebook menjadi alat pamer status percintaan yang paling digandrungi. Wishpond mencatat ada peningkatan sebesar 225% interaksi ketika seorang pengguna meng-update status percintaan mereka.
4. Negara paling aktif ber-Facebook ria adalah Kanada. Bila digabungkan dengan pengguna AS, keduanya menyumbang 157 juta pengguna aktif harian.
5. Facebook memiliki 235 juta pengguna aktif harian di Asia. Angka yang sangat besar mengingat Facebook dilarang diakses di China.
6. Shakira adalah selebritis paling populer di Facebook dengan memiliki lebih dari 1 juta fans. Di peringkat kedua dan ketiga ada Eminem dan Rihanna. Masing-masing memiliki jumlah fans mencapai 91 juta dan 81 juta.
(dhi/isk)
Sumber : Liputan6
Buktinya, menurut data yang dilansir laman Business Insider, Senin (25/5/2015), media sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu hingga kini masih memiliki sekitar 1,5 miliar pengguna aktif per bulannya di seluruh dunia.
Ya, Facebook memang masih sangat digemari. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, banyak hal yang berubah di Facebook.
Apa saja? Berikut fakta-fakta terbaru terkait Facebook menurut hasil penelitian perusahaan pemasaran Wishpond.
1. Facebook terbukti mulai ditinggal oleh para pengguna remaja. Bahkan data dari Wishpond menunjukkan bahwa 87% pengguna lulusan tahun 2014 (SMA) sudah tidak menggunakan Facebook. Selain itu, lebih dari 70% pengguna remaja, orangtuanya juga memiliki akun Facebook.
2. Aksi bullying juga marak terjadi di Facebook. 66% gadis remaja mengaku pernah diintimidasi di Facebook.
3. Facebook menjadi alat pamer status percintaan yang paling digandrungi. Wishpond mencatat ada peningkatan sebesar 225% interaksi ketika seorang pengguna meng-update status percintaan mereka.
4. Negara paling aktif ber-Facebook ria adalah Kanada. Bila digabungkan dengan pengguna AS, keduanya menyumbang 157 juta pengguna aktif harian.
5. Facebook memiliki 235 juta pengguna aktif harian di Asia. Angka yang sangat besar mengingat Facebook dilarang diakses di China.
6. Shakira adalah selebritis paling populer di Facebook dengan memiliki lebih dari 1 juta fans. Di peringkat kedua dan ketiga ada Eminem dan Rihanna. Masing-masing memiliki jumlah fans mencapai 91 juta dan 81 juta.
(dhi/isk)
Sumber : Liputan6
Harga Emas Masih Tertekan Pekan Ini
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) - Harga emas berakhir turun pada akhir pekan kemarin jika dibandingkan dengan awal pekan. Penyebab penurunan harga emas pada minggu kemarin karena penguatan dolar AS sehingga terjadi aksi jual.
Mengutip Kitco.com, Senin (25/5/2015) pada minggu kemarin harga emas tak mampu berada di level positif setelah dua minggu sebelumnya secara berturut-turut mampu terus berada di zona positif. Namun memang, meskipun pengalami penurunan, harga emas mampu bertahan di atas level US$ 1.200 per ounce.
Pada pekan ini, harga emas diperkirakan masih akan tertekan melanjutkan penurunan pada minggu kemarin dengan sentimen yang hampir sama yaitu penguatan dolar AS.
Berdasarkan survei online yang dilakukan oleh Kitco kepada 256 pelaku pasar komoditas menghasilkan bahwa sebagian dari analis tersebut melihat bahwa harga emas akan bullish.
Perinciannya, 104 orang atau 41 persen melihat bahwa harga emas akan mengalami penguatan pada pekan ini. Selanjutnya, 117 orang atau 46 persen melihat bahwa harga emas akan terus berada di zona merah pada perdagangan pekan ini. Sedangkan sisanya atau 35 orang atau 14 persen netral.
Pasar emas akan berlangsung lambat pada minggu ini karena pasar di AS akan ditutup cukup panjang memperingati Memorial Day. Sebagian besar pasar di Eropa juga akan tutup. Namun para pelaku pasar terlebih analis memperkirakan bahwa volatilitas harga emas akan cukup besar mengingat gerak dolar AS juga cukup kuat.
Selain itu akan ada beberapa sentimen lain yang bisa mempengaruhi pergerakan harga emas pada pekan ini selain nilai tukar dolar AS yaitu data ekonomi AS dan juga estimasi kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh Bank Sentral AS.
"Sekarang ini semua akan melihat dolar AS sebagai raja karena akan mempengaruhi banyak harga komoditas," jelas Broker Komoditas Senior di iiTrader.com, Bill Baruch. Dalam survei yang dilakukan oleh Kitco, Bill mengambil posisi netral.
Ada potensi dolar AS akan bergerak menguat pada minggu ini karena orang terlalu pesimistis menanggapi pertumbuhan ekonomi AS. Kenaikan Produk Domestik Bruto pada kuartal I 2015 ini bisa menjadi katalis yang mendorong penguatan dolar AS dan mendorong harga emas ke level yang lebih rendah lagi.
Secara teknikal, jika nilai tukar dolar AS tidak menembus angka resistance maka akan membuat pelaku pasar mengambil aksi jual sehingga berdampak positif kepada harga emas. (Pew/Gdn)
Sumber : Liputan6
Mengutip Kitco.com, Senin (25/5/2015) pada minggu kemarin harga emas tak mampu berada di level positif setelah dua minggu sebelumnya secara berturut-turut mampu terus berada di zona positif. Namun memang, meskipun pengalami penurunan, harga emas mampu bertahan di atas level US$ 1.200 per ounce.
Pada pekan ini, harga emas diperkirakan masih akan tertekan melanjutkan penurunan pada minggu kemarin dengan sentimen yang hampir sama yaitu penguatan dolar AS.
Berdasarkan survei online yang dilakukan oleh Kitco kepada 256 pelaku pasar komoditas menghasilkan bahwa sebagian dari analis tersebut melihat bahwa harga emas akan bullish.
Perinciannya, 104 orang atau 41 persen melihat bahwa harga emas akan mengalami penguatan pada pekan ini. Selanjutnya, 117 orang atau 46 persen melihat bahwa harga emas akan terus berada di zona merah pada perdagangan pekan ini. Sedangkan sisanya atau 35 orang atau 14 persen netral.
Pasar emas akan berlangsung lambat pada minggu ini karena pasar di AS akan ditutup cukup panjang memperingati Memorial Day. Sebagian besar pasar di Eropa juga akan tutup. Namun para pelaku pasar terlebih analis memperkirakan bahwa volatilitas harga emas akan cukup besar mengingat gerak dolar AS juga cukup kuat.
Selain itu akan ada beberapa sentimen lain yang bisa mempengaruhi pergerakan harga emas pada pekan ini selain nilai tukar dolar AS yaitu data ekonomi AS dan juga estimasi kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh Bank Sentral AS.
"Sekarang ini semua akan melihat dolar AS sebagai raja karena akan mempengaruhi banyak harga komoditas," jelas Broker Komoditas Senior di iiTrader.com, Bill Baruch. Dalam survei yang dilakukan oleh Kitco, Bill mengambil posisi netral.
Ada potensi dolar AS akan bergerak menguat pada minggu ini karena orang terlalu pesimistis menanggapi pertumbuhan ekonomi AS. Kenaikan Produk Domestik Bruto pada kuartal I 2015 ini bisa menjadi katalis yang mendorong penguatan dolar AS dan mendorong harga emas ke level yang lebih rendah lagi.
Secara teknikal, jika nilai tukar dolar AS tidak menembus angka resistance maka akan membuat pelaku pasar mengambil aksi jual sehingga berdampak positif kepada harga emas. (Pew/Gdn)
Sumber : Liputan6
IHSG Berpotensi Menguat di Awal Pekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan saham awal pekan ini.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih melanjutkan kenaikan menuju level resistance 5.369 dan support level 5.271.
"Pergerakan IHSG masih akan berada di area positif pada Mei 2015 ini. Dalam jangka pendek IHSG masih berada dalam jalur menguat," kata William dalam ulasannya, Senin (25/5/2015).
Sementara itu, Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan berada di rentang support 5.280-5.305 dan resistance 5.350 pada perdagangan saham Senin pekan ini.
Menurut Reza, sebelumnya laju IHSG masih berada di area sekitar target resistance 5.325-5.350, namun sempat tertahan di atas area target support 5.270-5.288. "Adanya potensi penurunan mampu ditahan dengan masih adanya aksi beli yang memanfaatkan berita positif yang memicu aksi beli meski tipis," kata Reza.
Dengan melihat kondisi itu, Reza menilai, ada kemungkinan IHSG juga melemah dengan utang gap di level 5.273-5.278 yang berpeluang untuk diuji. "Untuk itu tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah jika ada," tutur Reza.
Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak variatif di kisaran 5.285-5.342. Sejumlah sentimen yang akan pengaruhi IHSG antara lain dari Amerika Serikat akan merilis data inflasi yang diperkirakan stagnan ke level 0,2 persen Month on Month (MoM). Sedangkan dari Jepang akan merilis data neraca perdagangan yang diperkirakan ke 192,6 miliar Yen dibandingkan sebelumnya 229,3 miliar.
Untuk rekomendasi saham, William memilih saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar yaitu saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Indosat Tbk (ISAT).
Sedangkan Reza memilih saham JSMR, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) untuk diperhatikan pelaku pasar. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih melanjutkan kenaikan menuju level resistance 5.369 dan support level 5.271.
"Pergerakan IHSG masih akan berada di area positif pada Mei 2015 ini. Dalam jangka pendek IHSG masih berada dalam jalur menguat," kata William dalam ulasannya, Senin (25/5/2015).
Sementara itu, Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan berada di rentang support 5.280-5.305 dan resistance 5.350 pada perdagangan saham Senin pekan ini.
Menurut Reza, sebelumnya laju IHSG masih berada di area sekitar target resistance 5.325-5.350, namun sempat tertahan di atas area target support 5.270-5.288. "Adanya potensi penurunan mampu ditahan dengan masih adanya aksi beli yang memanfaatkan berita positif yang memicu aksi beli meski tipis," kata Reza.
Dengan melihat kondisi itu, Reza menilai, ada kemungkinan IHSG juga melemah dengan utang gap di level 5.273-5.278 yang berpeluang untuk diuji. "Untuk itu tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah jika ada," tutur Reza.
Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak variatif di kisaran 5.285-5.342. Sejumlah sentimen yang akan pengaruhi IHSG antara lain dari Amerika Serikat akan merilis data inflasi yang diperkirakan stagnan ke level 0,2 persen Month on Month (MoM). Sedangkan dari Jepang akan merilis data neraca perdagangan yang diperkirakan ke 192,6 miliar Yen dibandingkan sebelumnya 229,3 miliar.
Untuk rekomendasi saham, William memilih saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar yaitu saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Indosat Tbk (ISAT).
Sedangkan Reza memilih saham JSMR, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) untuk diperhatikan pelaku pasar. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Laju IHSG Masih Diwarnai Aksi Ambil Untung
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif dengan kecederungan menguat pada perdagangan saham selama sepekan.
Analis PT Waterfront Securities Oktavianus Marbun mengatakan, saat ini pelaku pasar masih memperhatikan sentimen dari penyematan prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi positif oleh lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P).
"Outlook BB+ dari peringkat S&P, baru itu tapi efek itu belum dahsyat," kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Senin (25/5/2015).
Dia menambahkan, kalau pun terjadi kenaikan yang merespons berdampak ke saham-saham dari sektor perbankan. Lantaran, pada pekan lalu kenaikan sektor perbankan belum naik terlalu tinggi.
Namun demikian, dia bilang sekarang ini belum ada sentimen yang benar-benar positif mendorong laju IHSG. Jadi, dia berkata indeks saham juga akan diwarnai oleh aksi ambil untung.
"Kalau aksi ambil untung dulu tidak apa-apa, belum indikasi melemah, melemah paling koreksi sedikit. Belum ada indikasi fundamental tiba-tiba turun tajam," tutur dia.
Pada pekan ini, dia memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.280-5.269. Kemudian resistance ada level 5.354-5.365.
Analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG diperkirakan bergerak pada rentan support 5.212-5.295 dan resistance pada level 5.340-5.355 selama sepekan. Dia menuturkan, IHSG masih mempertahankan tren kenaikan mesti akan diselingi oleh aksi jual.
"Masih adanya pelaku pasar yang memiliki anggapan masih rendahnya harga saham dibandingkan sebelum kejatuhan IHSG dapat mengimbangi aksi profit taking yang terjadi," ujar Reza.
Reza berharap, aksi jual dapat berkurang sehingga indeks saham dapat melanjutkan kenaikan dan membentuk tren kenaikan jangka menengah. "Kita harapkan adanya rilis data-data global yang positif setidaknya dapat membuat pelemahan jadi tertahan," tandasnya.
Pada pekan ini, Oktavianus merekomendasikan akumulasi saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI). (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Analis PT Waterfront Securities Oktavianus Marbun mengatakan, saat ini pelaku pasar masih memperhatikan sentimen dari penyematan prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi positif oleh lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P).
"Outlook BB+ dari peringkat S&P, baru itu tapi efek itu belum dahsyat," kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Senin (25/5/2015).
Dia menambahkan, kalau pun terjadi kenaikan yang merespons berdampak ke saham-saham dari sektor perbankan. Lantaran, pada pekan lalu kenaikan sektor perbankan belum naik terlalu tinggi.
Namun demikian, dia bilang sekarang ini belum ada sentimen yang benar-benar positif mendorong laju IHSG. Jadi, dia berkata indeks saham juga akan diwarnai oleh aksi ambil untung.
"Kalau aksi ambil untung dulu tidak apa-apa, belum indikasi melemah, melemah paling koreksi sedikit. Belum ada indikasi fundamental tiba-tiba turun tajam," tutur dia.
Pada pekan ini, dia memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.280-5.269. Kemudian resistance ada level 5.354-5.365.
Analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG diperkirakan bergerak pada rentan support 5.212-5.295 dan resistance pada level 5.340-5.355 selama sepekan. Dia menuturkan, IHSG masih mempertahankan tren kenaikan mesti akan diselingi oleh aksi jual.
"Masih adanya pelaku pasar yang memiliki anggapan masih rendahnya harga saham dibandingkan sebelum kejatuhan IHSG dapat mengimbangi aksi profit taking yang terjadi," ujar Reza.
Reza berharap, aksi jual dapat berkurang sehingga indeks saham dapat melanjutkan kenaikan dan membentuk tren kenaikan jangka menengah. "Kita harapkan adanya rilis data-data global yang positif setidaknya dapat membuat pelemahan jadi tertahan," tandasnya.
Pada pekan ini, Oktavianus merekomendasikan akumulasi saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI). (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Rayakan Ultah, Miliarder Ini Bagi-bagi Duit ke 8.000 Pegawai
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) - Leonardo Del Vecchio, yang merupakan penemu perusahaan kacamata
ternama Italia, Luxoticca merayakan ulang tahunnya yang ke-80 pada
tanggal 22 Mei 2015.
Merayakan hari jadinya itu, ia membagi-bagikan uang berupa saham senilai US$ 10 juta setara Rp 131,6 miliar (kurs: Rp 13.158 per dolar AS) ke 8.000 karyawan di Luxottica.
“Saya berterimakasih dengan tulus pada para karyawan Luxoticca di Italia, semua yang merupakan jantung dari kesuksesan Luxottica”, ungkap Del Vecchio dilansir dari abs-cbnnews.com, Senin (25/5/ 2015).
Del Vecchio merupakan orang terkaya kedua di Italia dari uang yang dicetak perusahaannya Luxxotica. Kini perusahaan tersebut memproduksi kacamata untuk merek-merek ternama di seluruh dunia seperti Burberry, Bulgari, Chanel, Coach, DKNY, Dolce & Gabbana, Armani, Prada, Ralph Lauren, Tiffany dan Versace.
Luxottica mencatat rekor keuntungan pata tahun 2014 dan membuka tahun ini dengan mencetak kenaikan laba pada kuartal I 2015 hampir 34 persen berkat pertumbuhan penjualan di Amerika Utara.
“Dengan kado sederhana, saya ingin menunjukkan pentingnya karyawan bagi saya. Saya sungguh merasa kita adalah keluarga, lanjut dia.”
Merayakan hari jadinya itu, ia membagi-bagikan uang berupa saham senilai US$ 10 juta setara Rp 131,6 miliar (kurs: Rp 13.158 per dolar AS) ke 8.000 karyawan di Luxottica.
“Saya berterimakasih dengan tulus pada para karyawan Luxoticca di Italia, semua yang merupakan jantung dari kesuksesan Luxottica”, ungkap Del Vecchio dilansir dari abs-cbnnews.com, Senin (25/5/ 2015).
Del Vecchio merupakan orang terkaya kedua di Italia dari uang yang dicetak perusahaannya Luxxotica. Kini perusahaan tersebut memproduksi kacamata untuk merek-merek ternama di seluruh dunia seperti Burberry, Bulgari, Chanel, Coach, DKNY, Dolce & Gabbana, Armani, Prada, Ralph Lauren, Tiffany dan Versace.
Luxottica mencatat rekor keuntungan pata tahun 2014 dan membuka tahun ini dengan mencetak kenaikan laba pada kuartal I 2015 hampir 34 persen berkat pertumbuhan penjualan di Amerika Utara.
“Dengan kado sederhana, saya ingin menunjukkan pentingnya karyawan bagi saya. Saya sungguh merasa kita adalah keluarga, lanjut dia.”
Mayoritas orang terkaya di dunia harus bekerja keras untuk mencapai
tingkat kesuksesan tertingginya. Di antara ratusan miliarder yang hanya
menikmati harta warisan keluarga, banyak orang kaya yang harus banting
tulang untuk mendapatkan seluruh kekayaannya sekarang.
Salah satunya adalah Leonardo Del Vecchio. Menilik kehidupan masa
kanak-kanaknya, tak ada satu orang pun yang akan menyangka, Leonardo
dapat menjadi salah satu orang terkaya dunia sekarang.
Leonardo lahir tanpa ayah dari keluarga tak berada pada Mei 1935 di
Italia. Saat baru berusia 7 tahun, ibu Leonardo mengirimnya ke panti
asuhan Milan lantaran sudah tak punya biaya lagi untuk membesarkannya.
Tapi Leonardo yang kini memiliki harta US$ 20 miliar tak pernah
menyerah begitu saja pada hidupnya. Di usia remaja saat anak lain masih
senang bermain, Leonardo sudah menjadi buruh di perusahaan peralatan di
Milan.
Di sana, dia mulai belajar desain industrial di malam hari setelah
bekerja seharian. Leonardo akhirnya mulai tertarik dengan bingkai
kacamata dan memutuskan pindah ke Agordo, tempat yang fokus pada
industri kacamata.
Enam tahun kemudian, berbekal pengalaman kerja, Leondardo
memutuskan untuk memulai bisnis sendiri. Dengan visi fusturistiknya,
Leonardo berhasil mengambil berbagai keputusan penting yang membuatnya
unggul di bidang tersebut. (Ikr/Ndw)
Sumber : Liputan6
Subscribe to:
Comments (Atom)






