Thursday, 25 June 2015

Setelah Q1 Kontraksi, Proyeksi Ekonomi AS di Q2 Tetap Optimis

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Seperti diketahui, kinerja ekonomi Amerika Serikat (AS) cukup mengecewakan pada kuartal pertama tahun ini. Dalam laporan yang dirilis semalam, tercatat bahwa kinerja ekonomi AS mengalami kontraksi pada kuartal pertama tahun ini sebagai dampak dari cuaca buruk yang menimpa AS sejak akhir tahun 2014 hingga awal tahun ini, apresisasi dolar terhadap hampir semua mata uang mitra dagang utama AS, dan pemangkasan belanja investasi di sektor energi.

Meski mencatat kontraksi pada kuartal pertama tahun ini, namun angka penyusutan pada kinerja ekonomi AS tersebut masih lebih baik dari prediksi ekonom. Nampaknya laju pengeluaran konsumen dan akumulasi persediaan yang cukup kuat pada kuartal pertama lalu telah memberikan kontribusi positif terhadap PDB Q1/2015 AS. Seperti diketahui, laju belanja konsumen AS selama ini telah menyumbang hingga lebih dari dua pertiga terhadap ekonomi AS berhasil mencatat pertumbuhan 2,1 persen. Pulihnya belanja konsumen negara ini disokong oleh membaiknya pasar tenaga kerja AS sehingga memacu pertumbuhan upah yang lebih kuat.

Sebagai informasi juga, jumlah tabungan pribadi meningkat pada jumlah yang cukup kuat pada kuartal pertama lalu, menyentuh angka sebesar $ 720.200.000.000. Sementara itu, meski jumlah pertumbuhan ekspor AS direvisi membaik pada kuartal pertama lalu, namun defisit perdagangannya masih cukup besar. Pasca dirilisnya PDB AS untuk Q1/2015 ini, saham-saham AS yang diperdagangkan menjadi sedikit lebih rendah sebagai dampak dari kekhawatiran negosiasi utang antara Yunani dan kreditor asing tidak akan mencapai kesepakatan.

Meski kinerja ekonomi AS pada kuartal pertama lalu mencatat kontraksi, nampaknya hal itu tidak mengikis optimisme pemerintahann AS terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal kedua ini dengan target di kisaran 2,0 – 3,0 persen. Pemerintah AS melihat bahwa saat ini kinerja pasar tenaga kerja AS menunjukkan laju pemulihan dan pertumbuhan yang cukup solid, dimana jumlah pengangguran berhasil ditekan dan kenaikan upah terealisasi.

Berbeda lagi dengan The Fed yang menurunkan proyeksi PDB AS untuk tahun 2015 ini menjadi 1,8 – 2 persen, lebih rendah dari estimasi sebelumnya sebesar 2,3 – 2,7 persen. Sedangkan proyeksi pertumbuhan untuk 2016 juga sedikit mengalami revisi menjadi 2,4-2,7 persen, sementara untuk 2017 menjadi 2,1-2,5 persen.

Terkait kenaikan suku bunganya, The Fed masih konsisten dengan terus menanti perkembangan data ekonomi negaranya di kemudian hari, sementara itu CPI juga diprediksi masih akan di bawah target, dengan proyeksi 2015 tetap di kisaran 1,3-1,4 persen. Sedangkan tingkat pengangguran diprediksi akan berkisar 5,2-5,3 persen, lebih pesimistik dibanding estimasi sebelumnya sebesar 5-5,2 persen.


Sumber : Vibiznews

Harga Minyak Dunia Turun Lagi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Harga minyak mentah dunia merosot dalam dua hari berturut-turut pada penutupan perdaganan Kamis (Jumat pagi WIB) akibat melemahnya permintaan pasar produk bahan bakar minyak di Amerika Serikat (AS) serta potensi dampak negatif dari krisis utang Yunani terhadap permintaan energi Eropa.

Melimpahnya stok bensin dan diesel di AS muncul membawa kekhawatiran mengenai mengambangnya jutaan barel stok minyak mentah Nigeria yang hingga kini menanti pembeli.

Dilansir dari Reuters, Jumat (26/6/201), harga minyak mentah jenis Brent turun US$ 29 sen atau 0,5 persen menjadi US$ 63,2 per barel. Harga minyak mentah AS atau dikenal West Texas Intermediate (WTI), turun US$ 57 sen atau hampir 1 persen menjadi US$ 59,7 per barel.

Harga minyak mentah AS telah terjebak antara US$ 59-US$ 61 selama dua minggu terakhir, sementara harga minyak Brent bergerak di kisaran US$ 62-US$ 65 per barel.

Harga bensin dan sulfur diesel ultra-rendah (ULSD) berjangka turun hampir 1 persen. Pergerakan produk minyak olahan saat ini lebih dipengaruhi permintaan bahan bakar otomotif menjelang libur musim panas.

Data resmi dari pemerintah AS menunjukkan, stok bensin di Negeri Paman Sam naik 680 ribu barel pada pekan lalu, lebih besar dari dua kali jumlah yang diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters.

Persediaan minyak sulingan termasuk diesel dan minyak pemanas naik 1,8 juta barel, lebih tinggi dari proyeksi 1 juta barel.

Dari Athena, Yunani kembali gagal mencapai kesepakatan dengan kreditor internasional, meningkatkan kekhawatiran tentang peluang gagal bayar (default) utang yang dapat memberi dampak besar ke  ekonomi Eropa serta mengurangi permintaan minyak di kawasan itu.

Pedagang dan investor juga mengamati kemajuan kesepakatan nuklir Iran jelang tenggat waktu 30 Juni yang menjadi penentuan mengenai sanksi dan kelanjutan ekspor minyak Iran. (Ndw/Gdn)


Sumber : Liputan6

Wall Street Jatuh Tertekan Saham Energi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks S&P 500 tertekan di bawah level rata-rata dalam 50 hari terakhir.

Pelemahan tersebut akibat anjloknya saham energi di tengah penguatan saham sektor kesehatan. Sementara investor hingga kini masih mengamati terobosan untuk mencapai kesepakatan utang Yunani.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (26/6/2015), indeks S&P 500 tergelincir 0,3 persen menjadi 2.102,31, melanjutkan pelemahan selama dua hari berturut-turut.

Indeks Dow Jones terkikis 75,71 poin atau 0,4 persen menjadi 17.890,36, indeks Nasdaq kehilangan 0,2 persen.  Sekitar 5,9 miliar saham diperdagangkan di Wall Street pada hari ini, atau 4,7 persen di bawah rata-rata tiga bulan.

Saham Transocean Ltd dan Chesapeake Energy Corp merosot lebih dari tiga persen akibat pelemahan harga minyak. Caterpillar Inc anjlok 1,6 persen dan saham perusahaan tambang raksasa Freeport-McMoRan Inc tertekan 4 persen.

Berbeda dengan saham energi yang rontok, saham perusahaan di bidang kesehatan HCA Holding Inc, Tenet Healthcare Corp dan Universal Health Service Inc melompat 77 persen setelah pengadilan memperkuat komponen kunci Obama Care.

Hingga kini Investor masih menunggu sebuah resolusi dari penyelesaian uang Yunani yang akan digunakan sebagai petunjuk mengenai kapan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga acuan.

Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras sedang berancang-ancang untuk melakukan pembicaraan kembali dengan para kreditor setelah sebelumnya Menteri Keuangan Zona Eropa menunda pembicaraan atau pembahasan mengenai utang Yunani pada Selasa 23 Juni 2015 kemarin. Tsipras akan bertemu dengan beberapa donor di Brussels, Belgia

"Pergerakan saham harian saat ini sangat sensitif terhadap berita positif atau negatif terkait dengan pembicaraan Yunani," kata Senior Equity Analyst dari Schaeffer’s Investment Research Inc, Joe Bell. (Ndw/Gdn)


Sumber : Liputan6

Emas Berjangka Turun pada Sesi Kelima Secara Beruntun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Emas berjangka menetap di level terendahnya untuk sesi kelima secara berturut-turut pada Kamis ini, seiring para pedagang yang melacak tentang kesepakatan utang Yunani menemui jalan buntu menjelang batas waktu hingga akhir bulan ini.

Emas untuk pengiriman Agustus di Comex turun US $ 1,10 atau 0,1 %, untuk menetap di level $ 1,171.80 per ons. Kontrak yang paling aktif, mengalami penurunan untuk sesi kelima beruntun dan harga emas berada pada level terendahnya sejak 5 Juni lalu.

Silver untuk pengiriman September mengalami penurunan sebesar 4,9 sen atau 0,3 %, berada pada level $ 15,841 per ons.

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, pada hari Kamis mengadakan pertemuan dengan Ketua Dana Moneter Internasional, Komisi Eropa dan Bank Sentral Eropa, yang mengawasi dana bailout Yunani, untuk menyepakati rencana reformasi yang menghadiri dalam Eurogroup. Dana Moneter Internasional mengatakan bahwa Yunani akan segera melakukan pembayaran utang sebesar $ 1.7 miliar dan diberi batas waktu hingga 30 Juni mendatang.

Pada hari Kamis, Dolar sedikit berubah terhadap mata uang utama lainnya menyusul data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Sementara itu, klaim pengangguran mingguan dan belanja konsumen tidak sesuai dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch.

Dalam perdagangan logam lainnya, platinum untuk pengiriman Oktober naik $ 9,20 atau 0,9 %, ke level US $ 1,083.70 per ons, sedangkan paladium untuk pengiriman September turun $ 16,35 atau 2,4 %, ke level $ 679,35 per ons. (knc)

Sumber : MarketWatch

Bursa AS Berfluktuasi Di tengah Reli Saham Kesehatan & Pembicaraan Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Bursa saham AS berfluktuasi, setelah penurunan terbesar dalam tiga minggu, karena rally saham kesehatan terhadap keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat, sementara investor mengamati terobosan baru dalam pembicaraan utang Yunani.
Saham HCA Holdings Inc, Tenet Healthcare Corp dan Universal Health Services Inc. melonjak setidaknya 7,5 % setelah Mahkamah Agung menguatkan subsidi pajak nasional yang merupakan komponen inti dari hukum perawatan kesehatan Presiden Barack Obama. Saham Eli Lilly & Co. naik 4,2% setelah putusan paten yang menguntungkan. Sementara saham Netflix Inc. kehilangan 2,7%, dan saham-saham energi merosot bersama dengan minyak mentah.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,1% ke level 2,111.54 pada pukul 12:16 siang di New York. Indeks tersebut turun 0,7% pada Rabu kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 14,61 poin, atau 0,1%, ke 17,980.68. Indeks Nasdaq Composite naik 0,2%.
Indeks S&P 500 menuju minggu kesembilan tanpa bergerak lebih dari 1%, yang terpanjang sejak Agustus tahun 1993, karena investor menunggu sebuah resolusi dari krisis Yunani saat menilai data sebagai petunjuk terkait waktu setiap kenaikan suku bunga Federal Reserve.(frk)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 24 June 2015

Krisis Yunani Berkepanjangan, Wall Street Anjlok

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Wall Street terjatuh menghentikan penguatan yang telah dicetak dalam dua hari sebelumnya. Sentimen yang menekan indeks bursa di Amerika Serikat (AS) tersebut adalah penyelesaian masalah utang Yunani yang berkepanjangan.

Mengutip Bloomberg, Kamis (25/6/2015), Indeks Standard & Poor 500 turun 0,7 persen menjadi 2.108,80 pada pukul 4 sore waktu New York, AS, untuk perdagangan Rabu, 24 Juni 2015. Pada perdagangan sebelumnya, Indeks Standard & Poor 500 sempat menguat 0,3 persen.

"Wall Street mengalami sedikit kemunduran. Setelah sempat membukukan kinerja yang cukup positif dalam beberapa hari sebelumnya, ada beberapa kegugupan dari investor menanggapi situasi di Yunani," jelas Chief Investment Officer McQueen, Ball & Associates Inc, Bethlehem, Pennsylvania, Bill Schultz.

Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras sedang berancang-ancang untuk melakukan pembicaraan kembali dengan para kreditor setelah sebelumnya Menteri Keuangan Zona Eropa menunda pembicaraan atau pembahasan mengenai utang Yunani pada Selasa 23 Juni 2015 kemarin. Tsipras akan bertemu dengan beberapa donor di Brussels, Belgia.

Saham-saham di kawasan Eropa dan Amerika sempat melambung tinggi karena adanya sentimen positif dari pembicaraan mengenai utang Yunani tersebut. Beberapa pihak yang ikut berkumpul terus melontarkan komentar yang positif. Namun ternyata hasil dari pertemuan hampir sama saja dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya yaitu menemukan jalan buntu. Hal tersebut membuat pelaku pasar pesimistis dengan kondisi Yunani.

Sentimen lain yang juga mempengaruhi gerak Wall Street adalah membaiknya data ekonomi di Amerika Serikat. Penurunan yang terjadi pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2015 tak terlalu tajam karena masih ada sentimen positif dari data ekonomi di dalam negeri. Adanya laba yang cukup tinggi dari belanja konsumen membuat estimasi bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika telah pulih semakin memuncak.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ada kemungkinan 50 persen dibanding 50 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga di tahun ini dengan melihat perkembangan data-data ekonomi yang ada. (Gdn/Nrm)


Sumber : Liputan6

Korban gelombang panas di Pakistan capai 800 orang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Korban tewas akibat gelombang panas di Provinsi Sindh, Pakistan, terus berjatuhan dan hingga hari Rabu (24/06) jumlah mencapai 800 orang.
Menurut BBC Urdu, korban tewas di Karachi tercatat 780 orang, sementara 30 orang dilaporkan tewas di kawasan lain di provinsi tersebut.
Salah satu organisasi sosial setempat mengatakan kamar mayat menerima ratusan korban dan kapasitasnya sekarang sudah penuh.
Para pejabat dikecam karena dianggap tidak berbuat maksimal untuk menangani krisis ini.
Hari Rabu ditetapkan sebagai hari libur oleh pemerintah provinsi dengan harapan sebagian besar warga lebih memilih tinggal di rumah.
Pada hari Selasa suhu udara mencapai 45 derajat Celsius dan Perdana Menteri Nawaz Sharif memerintahkan para pejabat pemerintah untuk mengambil langkah darurat.
Pemerintah juga mengerahkan anggota militer mendirikan berbagai pos kesehatan untuk membantu para korban.
Temperatur di Karachi sudah turun menjadi 34 derajat Celsius berkat hembusan angin yang berasal dari laut, namun ini tidak menyurutkan kemarahan warga kepada pemerintah yang membatasi penggunaan kipas angin.
Lonjakan pemakaian pendingin ruangan dan kipas angin membuat aliran listris tidak lancar dalam beberapa hari terakhir.
Sumber: BBC Indonesia

Emas Catat Penurunan Terpanjang dalam Sebulan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Emas berjangka mencatatkan penurunan terpanjang dalam empat minggu terakhir setelah adanya laporan yang menunjukkan ekonomi AS pada kuartal pertama terkontraksi kurang dari perkiraan, didukung oleh keuntungan yang lebih besar dalam belanja konsumen.
Produk domestik bruto AS turun pada tingkat tahunan sebesar 0,2%, direvisi dari penurunan 0,7%, menurut data pemerintah hari Rabu. Konsumsi rumah tangga tumbuh 2,1%, naik dari perkiraan 1,8%. Setelah laporan itu, emas turun sebanyak 0,7% ke level $ 1,168.10 per ons, level terendah dalam dua pekan terakhir.
Logam telah turun dalam minggu ini setelah meningkatnnya peluang bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan mengikuti kenaikan dalam perekonomian AS. Pada hari Selasa, data pemerintah menunjukkan pembelian rumah baru mengalami lonjakan tajam dalam tujuh tahun, sementara emas memberikan hak kepada pemilik untuk menjual berjangka untuk bulan Juli di kisaran $ 1.175, melonjak 52%.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 0,3% ke level $ 1,172.90 pada pukul 1:43 siang di Comex New York, penurunan keempat beruntun dan kemerosotan terpanjang sejak 27 Mei.(frk)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Ditutup Melemah Seiring Dengan Pembicaraan Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Saham AS turun diikuti ekuitas Eropa, sementara Treasuries naik dengan obligasi Jerman pulih pada perdagangan terakhir terkait dengan Yunani tetap mengalami kebuntuan dengan kreditur tentang bailout. Sedangkan minyak dan emas juga mengalami penurunan.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,7 % pada pukul 4 sore waktu New York, menghentikan kenaikan selama 2 hari. Sedangkan Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0,4 % setelah sebelumnya reli selama 4 hari yang merupakan kinerja terbaiknya sejak Januari lalu. Sementara itu, Euro naik 0,3 % ke level $ 1,1199 setelah mengalami penurunan terbesarnya dalam 3 bulan terakhir. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 2,37 %, diikuti penurunan obligasi Jerman sebesar 3 basis poin menjadi 0,84 %. Diiringi kemerosotan harga minyak sebesar 1,2 %.
Menteri keuangan kawasan euro menunda pertemuan dengan Yunani tanpa adanya kesepakatan, dan berencana untuk melanjutkan pertemuan pada hari Kamis. Jerman mengecilkan kemungkinan untuk mencapai kesepakatan dengan Yunani setelah negara Mediterania tersebut menolak proposal terbaru yang ditetapkan oleh kreditur untuk membuka dana bantuan bailout. Tanda-tanda meredanya optimisme dari awal minggu yang mengirim kenaikan saham di seluruh dunia.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengadakan pertemuan di Brussels pada hari Rabu dengan Ketua tiga lembaga kreditur. Yunani diberikan batas waktu sampai 30 Juni mendatang untuk membayar utangnya sebesar 1,5 miliar euro ($ 1.7 miliar) kepada Dana Moneter Internasional. (knc)
Sumber : Bloomberg

Bursa AS dan Ekuitas Eropa Melemah Sementara Obligasi Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Bursa saham AS melemah bersama dengan ekuitas Eropa, sementara Treasury naik bersama obligasi Jerman dalam pembalikan perdagangan terakhir karena Yunani tetap menemui jalan buntu dengan para krediturnya atas utang.

Indeks Standard & Poor 500 kehilangan 0,4% pada pukul 12:22 siang di New York, menghentikan keuntungan dalam dua hari. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,4% setelah mengalami reli selama empat hari terbaik sejak Januari. Euro sedikit berubah di level $ 1,1175 setelah turun tajam dalam tiga bulan terakhir. Imbal hasil obligasi Jerman dengan tenor 10-tahun turun tiga basis poin menjadi 0,84%. Sementara minyak mentah turun 1,4%.

Jerman mengecikan kemungkinan kesepakatan segera dengan Yunani setelah negara Mediterania tersebut menolak persyaratan terbaru yang ditetapkan oleh kreditur untuk membuka bantuan bailout. Tanda-tanda retakan baru antara kedua belah pihak meredam optimisme awal minggu lalu yang menghantarkan saham-saham lebih tinggi di seluruh dunia.(frk)

Sumber: Bloomberg

Tuesday, 23 June 2015

Kurdi kuasai kota Suriah dekat markas ISIS di Raqqa

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Pejuang Kurdi di Suriah utara mengatakan telah menguasai kota penting dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, hanya 30 km dari markas milisi tersebut di Raqqa.
Jurubicara Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) menyatakan Ain Issa dan desa-desa di sekitarnya sekarang "sepenuhnya " dikuasai.
Hal ini terjadi setelah sebuah markas militer di luar kota dikuasai pada hari Senin malam (22 Juni).
YPG menguasai kota Tal Abyad di perbatasan Turki minggu, sehingga memotong jalur pasokan ISIS.
Kelompok jihadis tersebut mengalami serangkaian kekalahan dari pasukan Kurdi sejak terpaksa mundur dari kota Kobane pada bulan Januari setelah konflik selama empat bulan.
Pergerakan maju Kurdi yang terjadi begitu cepat ke arah Raqqa terus berlanjut pada hari Senin dengan direbutnya Brigade 93, sebuah markas yang dikuasai ISIS dari militer Suriah tahun lalu.
Kelompok pengamat Suriah yang bermarkas di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, melaporkan YPG dan pejuang pemberontak Suriah menguasai markas tersebut sebelum mengarah ke selatan menuju Ain Issa, dengan dukungan serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat.
Ain Issa berada di perempatan jalan utama dari Raqqa ke daerah kekuasaan ISIS lainnya di provinsi Aleppo, ke barat, dan provinsi Hassakeh, ke timur.
Sumber: BBC Indonesia

Dolar Naik, Treasury Turun Terhadap Spekulasi Kebijakan; Saham AS Mixed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Treasuries turun dan dolar menguat terhadap euro terhadap spekulasi kenaikan suku bunga AS sementara stimulus Eropa berlanjut. Saham-saham di wilayah Eropa melonjak, sementara saham-saham Amerika berfluktuasi mendekati rekor di tengah optimisme atas kesepakatan utang Yunani.

Dolar naik 1,5% terhadap euro pada pukul 3:33 sore di New York, setelah euro melemah untuk hari ketiga. Imbal hasil Treasury note dengan tenor 10-tahun mencapai 2,40%. Indeks Standard & Poor 500 berayun antara keuntungan dan kerugian sekitar setengah persentase poin di bawah rekor, sedangkan Indeks Stoxx Europe 600 menguat 1,2% untuk membatasi gain terbaik dua hari sejak Januari.

Perdana Menteri Yunani harus mengumpulkan dukungan dari koalisinya untuk rencana yang bertujuan mencegah default negara di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan utang. Dolar menguat karena spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mempertahankan pembelian obligasi, sementara Federal Reserve bergerak lebih dekat dengan program pengetatan. Pasar perumahan Amerika mulai memanas dan memberikan beberapa semangat untuk ekonomi yang tertahan oleh suam-suam kuku dalam sektor manufaktur.

Indeks S&P 500 muncul dari minggu terbaiknya sejak bulan April, naik 0,8% setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan bank sentral akan mengambil pendekatan bertahap untuk menaikkan suku bunga AS.(frk)

Sumber: Bloomberg

Emas Melemah Dengan The Fed Sebagai Focus, Yunani Dekati Kesepakatan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Emas berjangka turun untuk sesi ketiga berturut-turut, dengan perhatian investor bergeser jauh dari Yunani dan kembali ke prospek suku bunga AS yang lebih tinggi.

Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada hari Selasa menyarankan bahwa suku bunga mungkin naik secepatnya pada bulan September dengan perekonomian sebagai peningkatan daya tarik. Emas pekan lalu mencatat kenaikan terbesar dalam satu bulan setelah para pejabat The Fed mengindikasikan bahwa pengetatan moneter akan berjalan dengan lambat, sementara Yunani menghadapi jalan buntu dengan para krediturnya.

Reli logam terbukti berumur pendek. Spekulasi meningkat bahwa Yunani akan segera mencapai kesepakatan untuk menghindari default memotong permintaan untuk aset haven. Pada saat yang sama, tanda-tanda membaiknya pertumbuhan ekonomi AS yang menyalakan kembali kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga segera, mengangkat mata uang dolar. Suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik emas karena komoditas tidak membayar bunga atau memberikan hasil seperti aset lain misalnya obligasi dan ekuitas.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 0,6% untuk menetap di level $ 1,176.60 per ons pada pukul 1:37 siang di Comex New York. Kemerosotan dalam tiga sesi merupakan yang terpanjang sejak 5 Juni.(frk)

Sumber: Bloomberg

Saham AS Ditutup Menguat Seiring Investor Mengkaji Waktu Kenaikan Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Saham AS naik, mengirim Indeks Standard & Poor 500 mendekati rekornya seiring para investor mengkaji data ekonomi sebagai petunjuk untuk menentukkan waktu kenaikan suku bunga di tengah optimisme bahwa Yunani akan mencapai kesepakatan bantuan.
Indeks S&P 500 naik 0,1 % ke level 2,124.31 pada pukul 4 sore waktu New York, setelah sebelumnya menguat 3 poin dari rekor penutupan. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite naik 0,1 % menuju semua waktu tertinggi untuk hari kedua.
Indeks S&P 500 mengalami kenaikan mingguan terbesarnya sejak April lalu pada periode yang berakhir hari Jumat pasca Federal Reserve mengisyaratkan tidak akan menaikkan suku bunga secepatnya terkait para pejabat bertahan dari pemulihan ekonomi. Pembelian obligasi The Fed dalam 3 putaran dan suku bunga acuan mendekati nol mendorong penguatan benchmark lebih dari tiga kali lipat dalam 6 tahun terakhir.
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan hari ini bahwa kemungkinan perekonomian AS meningkat sekitar 50-50 cukup bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga pada bulan September mendatang, seiring meningkatnya pasar tenaga kerja dan tanda-tanda pertumbuhan upah juga mengalami kenaikan. (knc)
Sumber : Bloomberg

Bursa AS Stagnan Sementara Investor Kaji Data Ekonomi & Pembicaraan Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Bursa saham AS sedikit berubah, setelah Indeks Standard & Poor 500 naik mendekati rekor, karena investor mengkaji data ekonomi sebagai petunjuk terkait waktu kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dan memperhatikan kemajuan dalam pembicaraan utang Yunani.

Indeks S & P 500 turun 0,1% ke level 2,120.94 pada pukul 12:34 siang di New York, setelah sebelumnya naik tiga poin dari rekor penutupan. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 2,33 poin, atau kurang dari 0,1%, ke 18,122.11. Sementara Indeks Nasdaq Composite tergelincir 0,2% dari semua-waktu tertinggi pada hari Senin.

Setelah pembicaraan pada hari Senin, bahwa Yunani kini memiliki waktu 48 jam untuk membawa kesepakatan dengan kreditur ke garis finish dan mengakhiri kebuntuan bantuan dalam lebih dari lima bulan yang beresiko default serta kemungkinan keluar dari zona mata uang euro. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras perlu untuk mendongkrak dukungan di negaranya untuk melancarkan rencananya, sementara menteri keuangan zona Eropa akan bertemu pada hari Rabu untuk mempersiapkan pijakan kedua, yang dijadwalkan pada pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa hari Kamis mendatang.(frk)

Sumber: Bloomberg

Monday, 22 June 2015

Harapan Penyelesaian Utang Yunani Topang Wall Street

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat di awal pekan dengan indeks saham Nasdaq mencetak rekor. Penguatan itu ditopang harapan investor terhadap kesepakatan di Eropa yang dapat mencegah Yunani terhindar dari gagal bayar utang.

Indeks saham Dow Jones menguat 104,76 poin atau 0,58 persen menjadi 18.120,71. Penguatan indeks saham ini diikuti indeks saham S&P yang naik 12,96 poin menjadi 2.122,95. Indeks saham Nasdaq bertambah 36,97 poin (0,72 persen) ke level 5.153,97.

Pergerakan indeks saham sebagian besar didorong dari perkembangan situasi Yunani. Investor fokus apabila negara ini gagal bayar utang, apakah akan keluar dari zona Eropa, atau Uni Eropa berpotensi mengejutkan fondasi ekonomi regional.

Pemerintahan Yunani menyerahkan proposal reformasi baru dalam pertemuan menteri keuangan zona Eropa di awal pekan ini. Proposal ini membutuhkan pembelajaran lebih mendalam dan membutuhkan waktu apakah mereka dapat mencapai kesepakatan.

Yunani membutuhkan dana segar untuk menghindari gagal bayar utang US$ 1,8 miliar kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada 30 Juni.

"Ini membutuhkan waktu. Jika tidak ada penyelesaian maka ini jadi fokus utama investor," ujar Bruce McCain, Kepala Strategi Investasi Key Private Bank, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (23/6/2015).

Aksi merger dan akuisisi juga menjadi sentimen yang mengangkat indeks saham. Indeks sektor saham energi S&P menguat 1 persen, dan memimpin penguatan sektor saham setelah Energy Transfer Equity LP mengkonfirmasi penawaran dengan William Companies Inc senilai US$ 48 miliar. Saham Williams melonjak 26 persen menjadi US$ 60,90, dan mencatatkan keuntungan terbesar yang masuk indeks S&P 500.

Aksi merger antara Cigna Corp dan Anthem juga mendorong kedua saham perusahaan itu menguat. Saham Cigna Corp naik 4,8 persen menjadi US$ 162,65. Sedangkan saham Anthem menanjak 3,6 persen menjadi US$ 171,04.

McCain menambahkan, saham bakal menguat lebih tinggi sebelum terjadi risiko yang mempengaruhi valuasi saham. "Valuasi saham memang tinggi, tetapi tidak banyak alternatif yang menarik," kata McCain.

Di awal pekan ini, volume perdagangan saham yang tercatat mencapai 5,31 miliar saham. Angka ini di atas rata-rata bulanan sekitar 6,17 miliar saham. (Ahm/)


Sumber : Liputan6

Dolar AS dan Yunani Menekan Harga Emas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Harga emas cenderung melemah mengakhiri sesi perdagangan di awal pekan ini. Hal itu lantaran sejumlah risiko di pasar komoditas logam.

Harga emas di divisi Comex untuk pengiriman Agustus melemah US$ 17,70 menjadi US$ 1.184,20 per ounce. Sedangkan harga perak untuk pengiriman Juli naik tipis US$ 0,036 menjadi US$ 16.145 per ounce.

Kesepakatan Yunani dan Uni Eropa yang sangat dekat untuk merestrukturisasi utang mempengaruhi gerak harga emas. Para pejabat Yunani dan Uni Eropa bertemu untuk menyelesaikan kesepakatan restukturisasi utang pada Senin pekan ini. Kedua belah pihak optimistis dapat mencapai kesepakatan pada pekan ini.

Namun, ada beberapa laporan yang mengatakan kalau pejabat Uni Eropa tidak percaya kesepakatan Yunani yang sudah dekat. Sementara itu, bank sentral Eropa harus meningkatkan mekanisme pinjaman darurat ke Yunani seiring kenaikan penarikan kas dari bank.

Selain sentimen Yunani, indeks dolar Amerika Serikat (AS) lebih tinggi juga telah mendorong harga emas dan minyak lebih rendah. Demikian mengutip laman Kitco, Selasa (22/6/2015).

Secara teknikal, harga emas berjangka ditutup di level rendah. Harga emas sempat berada di level resistance US$ 1.205,70 pada pekan lalu. Kini harga emas menurun dengan level di bawah dukungan secara teknis di kisaran US$ 1.161 per ounce pada Juni. Adanya resistance awal di US$ 1.191, dan melanjutkan penguatan di US$ 1.175. (Ahm/)


Sumber : Liputan6

Spekulasi Negosiasi Utang Yunani Dongkrak Harga Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Harga minyak naik di awal pekan seiring investor optimistis terhadap negosiasi utang Yunani. Akan tetapi kelebihan pasokan minyak terus menerus membayangi pasar minyak.

Di New York Mercantile Exchange, harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman Juli naik 60 sen atau 1 persen menjadi di atas US$ 60 per barel. Harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Agustus menanjak 0,7 persen atau 45 sen menjadi US$ 63,47 per barel. Demikian mengutip laman Marketwatch, Selasa (23/62015).

Sentimen Yunani mempengaruhi pergerakan harga minyak di awal pekan ini. Para pemimpin zona Eropa mencoba mencapai kesepakatan mengenai dana talangan Yunani pada pertemuan darurat Senin 22 Juni 2015. Kegagalan mencapai kesepakatan dapat membawa Yunani kepada jurang kebangkrutan, dan keluar dari zona Eropa.

Para pejabat telah memperingatkan hal itu dalam beberapa hari terakhir. Setiap perubahan mata uang utama sebagai dampak pembicaraan utang akan berdampak ke harga komoditas termasuk minyak. Sementara itu, banjir pasokan minyak terus menekan harga minyak.

Berdasarkan laporan Analis Morgan Stanley Adam Longson, sejumlah kargo minyak tidak terjual meski permintaan kuat di musim panas sehingga membawa harga semakin tertekan. Ini menjadi tanda mengkhawatirkan bagi pasar di musim gugur.

“Sekitar 10 juta barel minyak mentah berasal sebagian dari Nigeria berada lepas pantai Afrika Barat. Beberapa kargo baru menemukan pembeli setelah lebih dari tiga bulan. Pasokan berlebih ini tidak dapat terjual dengan baik,” tutur Longson.

Selain itu, pasar juga mengawasi produksi minyak AS yang akan menunjukkkan tanda-tanda penurunan signifikan lantaran harga minyak rendah.Rig minyak AS turun menjadi 631. “Penurunan jumlah rig minyak di AS akan dianggap penurunan produksi minyak di beberapa titik,” kata David Hewitt, Kepala Riset Komoditas Minyak Credit Suisse.

Ia menambahkan, siklus harga minyak akan menarik dua bulan ke depan. Pasar menunggu produksi minyak AS, dan sentimen seberapa cepat sanksi Iran dihapus.

“Kami menegaskan kembali harga minyak Brent di kisaran US$ 71 per barel pada akhir 2015. Ini mengingat kekuatan permintaan dan pembatasan produksi minyak AS,” tutur Hewitt. (Ahm/)


Sumber : Liputan6

Emas Turun Tajam Dalam 4 Minggu Terkait Pembicaraan Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Emas turun tajam dalam empat minggu di tengah spekulasi bahwa bulan kebuntuan akan berakhir setelah Yunani dan kreditur mencapai kesepakatan mengenai dana bantuan, sehingga mengurangi permintaan logam sebagai haven.

Ekuitas global menguat setelah Yunani mempresentasikan rencana baru untuk mencegah default, dengan Indeks Stoxx Europe 600 menguat tajam dalam enam minggu terakhir. Reli saham memicu kurang berminatnya investor kepada logam mulia, dan perdagangan emas sekitar 18% di bawah rata-rata 100-hari untuk saat ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 1,5% untuk menetap di level $ 1,184.10 per ons pada pukul 1:47 siang di Comex New York, penurunan terbesar sejak 19 Mei.

Harga-harga berjatuhan setelah pekan lalu mencatatkan reli terbesar dalam sebulan terhadap sinyal dari Federal Reserve bahwa kenaikan suku bunga AS akan melambat. Namun, para pembuat kebijakan menunjukkan bahwa mereka berada di jalur untuk mengetatkan kebijakan moneter tahun ini.

Emas bisa turun ke level $ 1.050, yang merupakan terendah sejak Februari 2010, karena naiknya suku bunga, perkiraan Mitsubishi Corp. pekan lalu. suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik bullion karena komoditas tidak membayar bunga atau memberikan hasil seperti aset lain misalnya obligasi dan ekuitas.

Perak untuk pengiriman Juli naik 0,2% ke level $ 16,142 per ons di Comex.(frk)

Sumber: Bloomberg

Bursa Saham AS Ditutup Menguat Ditengah Berita Merger Perusahaan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Saham AS menguat, dengan Indeks Standard & Poor 500 sebelumnya mengalami kenaikan mendekati rekornya, seiring dengan perusahaan Cigna Corp dan Williams Cos. melonjak karena berita merger ditengah optimisme terhadap pembicaraan utang Yunani.
Indeks S&P 500 naik 0,6 % ke level 2,122.99 pada pukul 4 sore waktu New York, setelah sebelumnya rally sebesar 0,9 % menuju penutupan tertingginya yang ditetapkan pada bulan lalu. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite menguat 0,7 % ke level tertinggi sepanjang masa.
Pembuat kebijakan Eropa menyatakan bahwa Yunani akan mencapai kesepakatan setelah pemerintah Perdana Menteri Alexis Tsipras menyampaikan proposal terbaru pada menit-menit terakhir pertemuan. Pemimpin kawasan euro akan mengadakan pertemuan di Brussels, di mana Tsipras memiliki kesempatan untuk menempatkan kasus untuk Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande.
Jumat kemarin, Indeks S&P 500 mencatat kenaikan mingguan terbesarnya sejak April lalu setelah Federal Reserve menyatakan bahwa bank sentral tidak akan menaikkan suku bunga secepatnya karena untuk memulihkan perekonomian. (knc)
Sumber : Bloomberg