Wednesday, 6 April 2016

Emas Catat Gain Pasca Risalah The Fed Mengenai Outlook Suku bunga



BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) -Emas naik setelah rilisnya risalah dari pertemuan Federal Reserve bulan lalu yang menunjukkan untuk berhati-hati dalam pengaturan kebijakan moneter AS, sehingga membatasi prospek untuk meningkatkan laju lebih lanjut dan meningkatkan daya tarik logam.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,3% menjadi $ 1,226.65 per ons dan diperdagangkan di $ 1,224.21 pada 9:41 pagi di Singapura, menurut harga Bloomberg. Harga telah berayun antara naik dan turun setiap hari di pekan ini.

Emas telah reli pada tahun 2016 karena perlambatan pertumbuhan global membebani prospek dari risalah dari pertemuan FOMC pada 15-16 Maret yang dirilis Rabu menunjukkan pejabat memperdebatkan mengenai penguatan ekonomi AS serta meningkatnya risiko global. Sementara para otoritas tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga, sehingga emas diuntungkan karena menjadi lebih kompetitif terhadap aset berbunga.(yds)

Sumber: Bloomberg

Yen Melambung Ke Level Tertinggi 17 Bulan Terhadap Dolar



BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) -Yen naik ke level tertinggi 17-bulan terhadap dolar karena pejabat Jepang yang mengungkapan keprihatinan gagal menghentikan penguatan mata uang.


Mata uang Jepang hanya sebentar menghapus kenaikan setelah pejabat Departemen Keuangan mengatakan mereka akan mengambil tindakan yang diperlukan pada valuta asing jika diperlukan dan ada pergerakan sepihak di pasar yen. Greenback jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama setelah risalah pertemuan Federal Reserve yang menegaskan pembuat kebijakan tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga acuan.


Mata uang Jepang naik 0,4% menjadi 109,39 per dolar pada 11:16 pagi di Tokyo. Menyentuh 109,27, level terkuat sejak 31 Oktober 2014, hari dimana BOJ tak terduga meningkatkan stimulus moneternya. Yen naik 0,4% menjadi 124,62 per euro.(yds)


Sumber: Bloomberg


Saham Asia Menguat Terkait Dovish The Fed Serta Penguatan Yen



BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Saham Asia menguat setelah minyak melonjak dan risalah pertemuan Federal Reserve menunjukkan pembuat kebijakan tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Saham Jepang berfluktuasi setelah yen menguat terakhir sebesar 110 per dolar.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3% menjadi 124,95 pada 09:11 pagi di Tokyo, dengan perusahaan energi memimpin penguatan setelah minyak mentah di luar AS melonjak 5,2% pada hari Rabu. pembuat kebijakan The Fed bulan lalu mendiskusikan kenaikan suku bunga acuan pada April, dengan beberapa pejabat berharap langkah tersebut karena akan mengirim sinyal yang salah, risalah dari pertemuan FOMC pada 15-16 Maret. Pedagang menetapkan kemungkinan 0% untuk The Fed meningkatkan suku bunga pada bulan April. Yen menuju gain hari kelimanya.(yds)

Sumber: Bloomberg

Minyak Lanjutkan Gain Karena Menurunnya Pasokan Minyak AS



BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Minyak melanjutkan kenaikan menyusul kenaikan tertajamnya dalam tiga pekan terakhir setelah stok minyak mentah tiba-tiba menurun dari level tertinggi dalam lebih dari delapan dekade terakhir.

MInyak berjangka naik sebanyak 1,5% di New York setelah naik 5,2% pada Rabu, yang terbesar sejak 16 Maret. Persediaan turun sebesar 4,94 juta barel ditengah penurunan output untuk kali ke-10 dalam 11 pekan, menurut laporan dari Administrasi Informasi Energi. Pemanfaatan kilang meningkat sebelum puncaknya menuju musim panas. Ekuador akan menjadi tuan rumah pemasok di wilayah Amerika Latin pada Jumat untuk mengkoordinasikan posisi daerah menjelang pertemuan di Doha akhir bulan ini guna membahas pembekuan produksi, ungkap Presiden Rafael Correa.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik sebanyak 55 sen menjadi $ 38,30 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 38,23 pada 09:36 pagi waktu Hong Kong. Kontrak naik $ 1,86 ke $ 37,75 pada hari Rabu. Total volume perdagangan sekitar 13% di bawah rata-rata 100-hari.(yds)

Sumber: Bloomberg

Pasca Laporan Fed, Dollar Merosot ke Level 1 Tahun Terendah versus Yen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Dolar menyentuh level terendah sejak Oktober 2014 terhadap yen pasca rilis laporan dari pertemuan Maret Federal Reserve, saat pembuat kebijakan menurunkan harapan untuk laju kenaikan suku bunga pada tahun 2016.

Laporan menjelaskan lebih lanjut tentang keputusan pejabat 'untuk mempertahankan suku bunga bulan lalu, setelah kenaikan dari mendekati nol pada bulan Desember. Akun tersebut menunjukkan pembuat kebijakan memperdebatkan kenaikan suku bunga April, meskipun beberapa pejabat menganjurkan pendekatan yang hati-hati, sebagian dikarenakan kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan dunia bisa mengganggu ekspansi ekonomi AS.

Mata uang AS anjlok pada 16 Maret lalu setelah Ketua Fed Yellen mengatakan apresiasi dua tahun dolar telah membebani inflasi. Bank sentral juga merilis proyeksi yang menyiratkan dua kali kenaikan masing-masing seperempat poin suku bunga tahun ini, turun dari empat perkiraan pada bulan Desember. Pertemuan meredupkan daya tarik taruhan bahwa kebijakan moneter AS akan menyimpang dari upaya stimulus dari Bank of Japan dan Bank Sentral Eropa.

Dolar jatuh 0,5 persen ke level ¥ 109,79 pada pukul 17:00 sore waktu New York, setelah menyentuh level 109,34. Greenback turun 0,1 persen ke level sekitar $ 1,14 per euro, mendekati posisi terlemah sejak Oktober. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Gold Market Update - 07apr2016 Morning

Gold Market Update - 06apr2016 Midday

Pengaruh NFP Tgl 1 April 2016

Tuesday, 5 April 2016

GOLD MARKET UPDATE - 06APR2016 MORNING

Komentar Kuwait Terkait Iran Angkat Harga Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Minyak menguat terkait spekulasi perjanjian pembekuan produksi minyak mentah mungkin dicapai tanpa partisipasi dari Iran.
Minyak berjangka naik dari satu bulan terendah. Negara penghasil minyak dapat mencapai kesepakatan pembatasan produksi minyak mentah di level bulan Januari bahkan jika Iran tidak ikut bergabung untuk membantu menopang harga, menurut Gubernur OPEC Kuwait. Dolar turun ke level terendah terhadap yen dalam lebih dari satu tahun terakhir, mendukung daya tarik komoditas dalam mata uang AS. Laporan pemerintah pada hari Rabu diproyeksikan akan menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah AS mengalami kenaikan.
Minyak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik 19 sen, atau 0,5 persen, untuk menetap di $ 35,89 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak berjangka menyentuh $ 35,24, terendah sejak 4 Maret. Jumlah volume yang diperdagangkan adalah 19 persen di bawah rata-rata 100-hari pada pukul 03:12 sore.
Minyak Brent untuk pengiriman Juni naik 18 sen, atau 0,5 persen, ke $ 37,87 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Sebelumnya minyak Brent menyentuh level $ 37,27, juga merupakan yang terendah sejak 4 Maret. Acuan global ditutup lebih besar 73 sen dari WTI untuk pengiriman Juni.
Rebound minyak dari level terendah 12-tahun telah terhenti di tengah keraguan tentang prospek kesepakatan yang diusulkan untuk membekukan pasokan. Arab Saudi hanya akan membatasi produksi jika bergabung dengan produsen utama lainnya termasuk Iran, kata wakil putra mahkota kerajaan pekan lalu. Rusia dan semua anggota OPEC kecuali Libya akan menghadiri pertemuan di Doha.(frk)
Sumber: Bloomberg