Monday, 11 July 2016
Harga Kopi Semakin Mahal Ditengah Permintaan Pasokan
BESTPROFIT FUTURES (12/7) - Harga
biji kopi arabika, yang merupakan jenis disukai oleh Starbucks Corp.,
mencapai level tertinggi dalam lebih dari dari 16 bulan di New York
karena risiko tanaman di Asia dan Amerika Latin yang meningkatkan
kekhawatiran bahwa pasokan global akan mendapatkan lebih ketat seperti
konsumsi global diatur untuk mencapai level tertinggi sepanjang masanya.
Aksi
pemogokan sopir truk telah menghambat pengiriman kopi di Kolombia bulan
lalu, meningkatkan risiko bahwa biji kopi akan merusak produsen
terbesar kedua di dunia tersebut, ungkap petani. Cuaca buruk bulan lalu
menekan produsen arabika terebesar di Brasil, di mana panen robusta di
kawasan berkembang utama akan turun ke level terkecil dalam 12 tahun,
kelompok produsen memperkirakan. panen yang lebih kecil juga diharapkan
atas pemasok Vietnam robusta, serta Indonesia dan India.
Pada
akhir 2016-17 musim, stok global akan menjadi yang terkecil dalam empat
tahun. Ini termasuk penyusutan cadangan di Kolombia dan Vietnam
sementara Brazil akan memiliki setara kurang dari pasokan sebulan untuk
memenuhi konsumsi dalam negeri dan ekspor. Kantor monitor oleh ICE
Futures AS, stok telah jatuh 25% tahun ini mendekati terendah sejak
April 2011.
Kopi
arabika untuk pengiriman September melonjak 3,6% untuk menetap di level
$ 1,493 per pound di ICE di New York setelah menyentuh $ 1,4995, level
tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 25 Februari 2015. Harga telah
naik 18 persen tahun ini, juga didorong oleh penguatan mata uang real
Brasil. Di London, robusta untuk pengiriman September naik 1,8% menjadi $
1.829 per ton di ICE Futures Europe setelah menyentuh $ 1.799, level
tertinggi sejak 24 Maret 2015. (yds)
Sumber: Bloomberg
Yen Menurun Tajam Sejak 2014 Terkait Rencana Stimulus Shinzo Fiskal
BESTPROFIT FUTURES (12/7) - Yen
turun tajam sejak Oktober 2014 ditengah Perdana Menteri Jepang Shinzo
Abe mengatakan ia berencana untuk menambah stimulus fiskal menyusul
kemenangan partai pemerintah dalam pemilihan internal hari Minggu.
Mata
uang Jepang melemah terhadap semua dari 31 rekan-rekan utama setelah
Abe, berbicara di Tokyo pada hari Senin, mengulangi janjinya untuk paket
stimulus. Dia akan memerintahkan langkah-langkah untuk mendukung
permintaan domestik, termasuk rencana untuk mempercepat pembangunan
kereta api berkecepatan tinggi.
Yen
melemah 2,3% menjadi 102,86 per dolar pada 13:26 siang di New York,
penurunan tertajam sejak Oktober 2014. Ini turun 2,3% menjadi 113,69 per
euro.(yds)
Sumber: Bloomberg
Emas 0,1% lebih rendah untuk hari ketiga penurunan
BESTPROFIT FUTURES (12/7) - Emas berjangka turun untuk hari ketiga pada hari Senin seiring penguatan saham dan dolar AS.
Emas
untuk pengiriman Agustus ditutup turun $ 1,80, atau 0,1%, ke level $
1,356.60 per ounce. Sementara itu, perak untuk pengiriman September
menguat 20,5 sen, atau 1%, untuk menetap di level $ 20,304 per ounce.
S & P 500 Index terakhir naik 0,6% ke level 2142, dan US Dollar Index menguat 0,3% ke level 96,59.
Laporan
yang lebih kuat dari perkiraan pada data pekerjaan AS Jumat lalu
membuat emas ditutup di level; yang lebih rendah. Namun, emas dan perak,
masih berhasil membukukan keuntungan keenam mingguan seiirnig investor
mengharapkan kenaikan logam 'yang didukung oleh ketidakpastian ekonomi
global dan antisipasi untuk pendekatan yang cenderung lambat untuk
kenaikan suku bunga di Federal Reserve. (sdm)
Sumber: MarketWatch
S&P 500 Menguat Ke Level Tertinggi Sepanjang Masa Ditengah Spekulasi Stimulus
BESTPROFIT FUTURES (12/7) - Saham
AS naik, mendorong indeks S & P 500 ke level tertinggi sepanjang
masanya, melanjutkan reli dari Jumat ketika sebuah data pekerjaan AS
yang lebih baik dari perkiraan sehingga mempercerah prospek ekonomi
tanpa memicu harapan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga
lebih cepat.
Indeks
S & P 500 naik 0,3% menjadi 2,137.16 pada pukul 4 sore di New York,
melebihi rekor intraday sebelumnya ditetapkan pada Mei 2015. Indeks Dow
Jones Industrial Average naik 80 poin, atau 0,4%, ke level 18,226.8
hari ini, kurang dari setengah persen jauh dari level tertinggi yang
ditetapkan tahun lalu.(yds)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 10 July 2016
Saham Jepang Rebound Terkait Laporan Payroll AS, Abe Menang Pemilu
BESTPROFIT FUTURES (11/7) - Saham
Tokyo naik untuk pertama kalinya dalam lima hari karena data tenaga
kerja meredakan kekhawatiran atas perekonomian AS dan pemilu Jepang
mengisyaratkan kemenangan meyakinkan bagi pihak-pihak yang berkuasa.
Indeks Topix menguat
2,6 persen menjadi 1,240.92 pada 09:08 pagi di Tokyo. Nikkei 225 Stock
Average naik 2,8 persen menjadi 15,529.24. Dengan Perdana Menteri Shinzo
Abe dan koalisinya berada di jalur untuk mayoritas dua-pertiga, fokus
sekarang beralih ke rencana utama untuk stimulus fiskal dan apakah ia
akan terus maju dengan upaya untuk merevisi konstitusi damai. Indeks S
& P 500 naik 1,5 persen pada hari Jumat untuk menutup dekat rekor
tertingginya setelah data payroll Juni lebih kuat dari yang di harapkan.
Partai Demokrat
Liberal Abe memenangkan 56 dari 121 kursi di parlemen, NHK mengatakan,
sementara mitra koalisi juniornya Komeito mendapatkan 14 kursi.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Abe Masih Pikirkan Untuk Menambah Stimulus Fiskal, Yen Hentikan Reli di Dekat 100
BESTPROFIT FUTURES (11/7) - Yen
menghentikan reli empat harinya terkait fokus investor bergeser ke
rencana Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk stimulus fiskal setelah
kemenangan partai yang berkuasa dalam pemilihan majelis tinggi hari
Minggu kemarin.
Mata uang Jepang
melemah terhadap semua 10 rekan-rekannya di pasar negara berkembang
setelah Abe mengulang kembali janjinya pada Minggu malam untuk melakukan
tindakan pada paket stimulus, mengatakan pada NHK bahwa "Saya ingin
formula yang cepat, langkah-langkah ekonomi berani yang komprehensif,"
sementara dirinya menolak untuk mengomentari jumlah stimulus tersebut.
Bank of Japan akan mengumumkan perluasan pembelian obligasi dan ekuitas
bulanan pada 29 Juli dan Abe mungkin akan memperkenalkan stimulus fiskal
pada akhir tahun, menurut Macquarie Bank Ltd
Yen turun sebesar 0,2
persen ke 100,73 per dolar pada 09:05 pagi di Tokyo. Mata uang ini telah
menguat sebesar 2 persen dalam empat hari sampai ke 8 Juli. Terhadap
euro, mata uang Jepang turun 0,1 persen ke 111,27.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Harga Emas Akhir Pekan Mixed; Mingguan Masih Kuat 1,8 Persen
BESTPROFIT FUTURES (11/7) - Harga Emas berakhir mixed pada akhir perdagangan akhir pekan hari Jumat di AS setelah data pekerjaan AS berakhir juga mixed.
Data non farm payrolls AS yang lebih kuat dari perkiraan menekan harga emas berjangka AS.
Nonfarm payrolls naik dengan disesuaikan musiman 287.000 pada bulan Juni, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Jumat (08/07), bulan terkuat memperkerjakan sejak Oktober lalu. Angka tersebut didorong oleh akhir pemogokan di Verizon Communications Inc bahwa badan tersebut telah mengatakan mencukur sekitar 35.000 pekerjaan dari payrolls pada bulan Mei.
Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus, jatuh serendah $ 1,336.30 per ounce di tengah data pekerjaan, berakhir turun $ 3,70 pada $ 1,358.40 dan sebelumnya terakhir naik $ 5,50 pada $ 1,367.20.
Namun tingkat pengangguran nasional AS naik sedikit lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni, menjadi 4,9 persen, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS.
Hasil ini memberikan harapan paling tidak The Fed AS masih tetap mencermati lebih kanjut kenaikan suku bunga AS.
Dengan hasil ini membuat harga emas spot sedikit naik pada akhir perdagangan akhir pekan.
Permintaan safe haven emas spot juga masih meningkat, setelah pasar saham Asia berakhir melemah, khususnya bursa Shanghai yang juga merosot hampir 1 persen.
Harga emas spot diperdagangkan naik 0,46 persen pada $ 1,366.40 per ons, setelah mencapai terendah $ 1,335.68 per ons.
Secara mingguan harga emas spot naik 1,8 persen terdorong masih meningkatnya kekuatiran Brexit dan pelemahan ekonomi global.
Ekonom yang disurvei oleh Reuters mengatakan mereka, rata-rata, mengharapkan nonfarm payrolls menunjukkan pertumbuhan 175.000 untuk Juni, dan tingkat pengangguran naik menjadi 4,8 persen.
Hasil non farm payroll mengirim dolar AS naik untuk dua minggu terhadap euro dan menghidupkan kembali Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini. Kontrak berjangka Fed, yang menyarankan sebelum data pekerjaan melaporkan bahwa pedagang hanya melihat peluang 19 persen dari kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember, sekarang menyarankan kesempatan lebih tinggi.
Sebelumnya Salah satu lembaga keuangan terbesar di Amerika Serikat-ADP (Automatic Data Processing Inc.) malam ini (7/7) melaporkan terjadi penambahan tenaga kerja swasta di negeri tersebut pada bulan Juni, dan merupakan penambahan bulan kedua setelah drop cukup besar pada bulan April lalu. Dari laporan lembaga tersebut terjadi penambahan 172 ribu tenaga kerja pada bulan keenam tahun ini setelah bulan sebelumnya hanya bertambah 168 ribu tenaga kerja. Para ekonom perkiraan penambahan data ADP hanya 158 ribu.
SPDR Gold Trust, emas terbesar di dunia yang didukung exchange-traded fund, mengatakan kepemilikan sahamnya jatuh 0,42 persen menjadi 978,29 ton pada hari Kamis dari 982,44 ton pada hari Rabu.
Sumber : Vibiznews
Data non farm payrolls AS yang lebih kuat dari perkiraan menekan harga emas berjangka AS.
Nonfarm payrolls naik dengan disesuaikan musiman 287.000 pada bulan Juni, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Jumat (08/07), bulan terkuat memperkerjakan sejak Oktober lalu. Angka tersebut didorong oleh akhir pemogokan di Verizon Communications Inc bahwa badan tersebut telah mengatakan mencukur sekitar 35.000 pekerjaan dari payrolls pada bulan Mei.
Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus, jatuh serendah $ 1,336.30 per ounce di tengah data pekerjaan, berakhir turun $ 3,70 pada $ 1,358.40 dan sebelumnya terakhir naik $ 5,50 pada $ 1,367.20.
Namun tingkat pengangguran nasional AS naik sedikit lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni, menjadi 4,9 persen, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS.
Hasil ini memberikan harapan paling tidak The Fed AS masih tetap mencermati lebih kanjut kenaikan suku bunga AS.
Dengan hasil ini membuat harga emas spot sedikit naik pada akhir perdagangan akhir pekan.
Permintaan safe haven emas spot juga masih meningkat, setelah pasar saham Asia berakhir melemah, khususnya bursa Shanghai yang juga merosot hampir 1 persen.
Harga emas spot diperdagangkan naik 0,46 persen pada $ 1,366.40 per ons, setelah mencapai terendah $ 1,335.68 per ons.
Secara mingguan harga emas spot naik 1,8 persen terdorong masih meningkatnya kekuatiran Brexit dan pelemahan ekonomi global.
Ekonom yang disurvei oleh Reuters mengatakan mereka, rata-rata, mengharapkan nonfarm payrolls menunjukkan pertumbuhan 175.000 untuk Juni, dan tingkat pengangguran naik menjadi 4,8 persen.
Hasil non farm payroll mengirim dolar AS naik untuk dua minggu terhadap euro dan menghidupkan kembali Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini. Kontrak berjangka Fed, yang menyarankan sebelum data pekerjaan melaporkan bahwa pedagang hanya melihat peluang 19 persen dari kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember, sekarang menyarankan kesempatan lebih tinggi.
Sebelumnya Salah satu lembaga keuangan terbesar di Amerika Serikat-ADP (Automatic Data Processing Inc.) malam ini (7/7) melaporkan terjadi penambahan tenaga kerja swasta di negeri tersebut pada bulan Juni, dan merupakan penambahan bulan kedua setelah drop cukup besar pada bulan April lalu. Dari laporan lembaga tersebut terjadi penambahan 172 ribu tenaga kerja pada bulan keenam tahun ini setelah bulan sebelumnya hanya bertambah 168 ribu tenaga kerja. Para ekonom perkiraan penambahan data ADP hanya 158 ribu.
SPDR Gold Trust, emas terbesar di dunia yang didukung exchange-traded fund, mengatakan kepemilikan sahamnya jatuh 0,42 persen menjadi 978,29 ton pada hari Kamis dari 982,44 ton pada hari Rabu.
Sumber : Vibiznews
Harga Minyak Mentah Akhir Pekan Naik; Mingguan Anjlok 8 Persen
BESTPROFIT FUTURES (11/7) - Harga minyak mentah naik di perdagangan berombak pada akhir pekan hari Jumat di AS, setelah data pekerjaan AS yang kuat dan bargain hunting oleh investor diadu konsumsi musiman lemah minyak.
Nonfarm payrolls naik dengan disesuaikan musiman 287.000 pada bulan Juni, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Jumat (08/07), bulan terkuat memperkerjakan sejak Oktober lalu. Angka tersebut didorong oleh akhir pemogokan di Verizon Communications Inc bahwa badan tersebut telah mengatakan mencukur sekitar 35.000 pekerjaan dari payrolls pada bulan Mei.
Pasar minyak awalnya naik sekitar 1 persen atau lebih setelah ekonomi AS membukukan kenaikan pekerjaan terbesar dalam delapan bulan pada bulan Juni dan di tengah kekhawatiran tentang serangan militan pada infrastruktur minyak Nigeria. Tetapi kenaikan tertahan setelah kekhawatiran atas kelebihan pasokan kembali datang.
Pasar mencerna data jumlah kilang minyak AS dari Baker Hughes, yang menunjukkan kenaikan kilang 10 minggu ini menjadi 351, mencatatkan peningkatan mingguan kelima beruntun.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir 27 sen lebih tinggi, atau 0,6 persen, pada $ 45,41 per barel.
Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent naik 29 sen, atau 0,6 persen, pada $ 46,69 per barel, setelah sesi rendah pada $ 46,15.
Kedua benchmark turun hampir 8 persen untuk minggu ini, penurunan mingguan terbesar untuk Brent sejak Januari. Anjloknya harga minyak mentah sebagian besar akibat kekenyangan pasokan, kekuatiran Breixt, juga laporan persediaan minyak mentah yang dilaporkan EIA yang turun di bawah perkiraan.
Harga minyak mentah berjangka tetap sekitar 75 persen di atas 12 tahun terendah dari $ 27 untuk Brent dan $ 26 untuk WTI yang dicapai pada kuartal pertama. Tetapi pasar telah berputar sejak menyentuh di atas $ 50 setelah kekenyangan produk olahan diganti kekhawatiran tentang kelebihan minyak mentah yang menyebabkan penurunan panjang hampir dua tahun sebelumnya.
Harga minyak mentah berjangka mencapai posisi terendah dua bulan pada Kamis, dengan WTI menembus di bawah support kunci dari $ 45,83 setelah penarikan mingguan minyak mentah di luar AS tampak tidak memadai untuk meredakan kekhawatiran investor.
Sumber : Vibiznews
Nonfarm payrolls naik dengan disesuaikan musiman 287.000 pada bulan Juni, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Jumat (08/07), bulan terkuat memperkerjakan sejak Oktober lalu. Angka tersebut didorong oleh akhir pemogokan di Verizon Communications Inc bahwa badan tersebut telah mengatakan mencukur sekitar 35.000 pekerjaan dari payrolls pada bulan Mei.
Pasar minyak awalnya naik sekitar 1 persen atau lebih setelah ekonomi AS membukukan kenaikan pekerjaan terbesar dalam delapan bulan pada bulan Juni dan di tengah kekhawatiran tentang serangan militan pada infrastruktur minyak Nigeria. Tetapi kenaikan tertahan setelah kekhawatiran atas kelebihan pasokan kembali datang.
Pasar mencerna data jumlah kilang minyak AS dari Baker Hughes, yang menunjukkan kenaikan kilang 10 minggu ini menjadi 351, mencatatkan peningkatan mingguan kelima beruntun.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir 27 sen lebih tinggi, atau 0,6 persen, pada $ 45,41 per barel.
Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent naik 29 sen, atau 0,6 persen, pada $ 46,69 per barel, setelah sesi rendah pada $ 46,15.
Kedua benchmark turun hampir 8 persen untuk minggu ini, penurunan mingguan terbesar untuk Brent sejak Januari. Anjloknya harga minyak mentah sebagian besar akibat kekenyangan pasokan, kekuatiran Breixt, juga laporan persediaan minyak mentah yang dilaporkan EIA yang turun di bawah perkiraan.
Harga minyak mentah berjangka tetap sekitar 75 persen di atas 12 tahun terendah dari $ 27 untuk Brent dan $ 26 untuk WTI yang dicapai pada kuartal pertama. Tetapi pasar telah berputar sejak menyentuh di atas $ 50 setelah kekenyangan produk olahan diganti kekhawatiran tentang kelebihan minyak mentah yang menyebabkan penurunan panjang hampir dua tahun sebelumnya.
Harga minyak mentah berjangka mencapai posisi terendah dua bulan pada Kamis, dengan WTI menembus di bawah support kunci dari $ 45,83 setelah penarikan mingguan minyak mentah di luar AS tampak tidak memadai untuk meredakan kekhawatiran investor.
Sumber : Vibiznews
Thursday, 7 July 2016
Saham Asia Menuju Penurunan Mingguan Jelang Laporan Pekerjaan AS
BESTPROFIT FUTURES (8/7) - Saham
Asia menuju penurunan mingguan seiring investor menunggu laporan
pekerjaan bulanan AS untuk menilai implikasinya bagi kebijakan moneter.
MSCI
Asia Pacific Index menguat 0,1 persen ke level 129,08 pada pukul 09:06
di Tokyo, dan berada di jalur untuk penurunan 0,4 persen minggu ini
menyusul kekhawatiran atas dampak dari keputusan Inggris untuk
meninggalkan Uni Eropa kembali menyelimuti pasar. Saham energi turun
setelah harga minyak mentah jatuh ke level terendah dalam hampir dua
bulan pada hari Kamis di tengah kekhawatiran baru dari kelebihan stok di
Amerika. Taiwan menutup pasar keuangan nya dan beberapa kantor Jumat
dikarenakan mulai mendekatnya Topan Nepartak ke pulau. (sdm)
Data
pekerjaan AS hari ini membawa fokus kembali ke Amerika setelah
guncangan akibat Brexit untuk dan kekhawatiran tentang kepercayaan pada
bank Italia. Investor tertarik untuk melihat apakah penambahan hanya
sekitar 38.000 pekerjaan pada Mei merupakan sebuah anomali. Pejabat di
bank sentral AS menyebutkan kekhawatirannya atas penciptaan lapangan
kerja pada pertemuan terakhir mereka, yang diadakan sebelum referendum
Inggris 2 minggu lalu yang mengguncang pasar. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Eksportir Naik, Saham Jepang Pangkas Penurunan Mingguan Sebelum Data AS
BESTPROFIT FUTURES (8/7) - Saham
Jepang naik, memangkas penurunan mingguan, seiring menguatnya saham
eksportir dan investor menunggu laporan bulanan pekerjaan AS untuk
mengukur implikasinya bagi kebijakan moneter.
Indeks
Topix naik 0,5 persen ke level 1,232.69 pada pukul 09:09 pagi waktu
Tokyo, dikarenakan yen stabil di level 100,84 per dolar setelah tiga
hari meraih keuntungan. Indeks Nikkei 225 Average menguat 0,6 persen.
Dengan investor yang masih berjuang untuk menilai dampak dari keputusan
Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, fokusnya sekarang semakin beralih
ke data ekonomi AS yang dapat memberikan petunjuk untuk kesehatan ekonomi global.
Data
perdagangan Jepang yang dirilis Jumat menunjukkan surplus transaksi
berjalan Mei sebesar 1,8 triliun yen mengalahkan estimasi ekonom. Negara
ini bersaiap untuk melakukan pemilihan majelis tinggi pada hari Minggu,
di mana setengah kursi majelis akan diperebutkan. Investor mengamati
apakah koalisi yang berkuasa akan memenangkan mayoritas sebesar
dua-pertiga, sehingga memungkinkan Perdana Menteri Abe untuk mempercepat
baik kebijakan ekonomi nya atau revisi konstitusi nasional pasifis.
(sdm)
Sumber: Bloomberg
Harga Minyak Kembali Jatuh
BESTPROFIT FUTURES (8/7) - Harga minyak kembali turun pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Pendorong penurunan harga minyak karena kekhawatiran para pelaku pasar dengan adanya kelebihan pasokan minyak olahan atau Bahan Bakar Minyak (BBM).
Mengutip Wall Street Journal, Jumat (8/7/2016), harga minyak berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun US$ 2,29 atau 4,8 persen ke angka US$ 45,14 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan harga minyak Brent yang merupakan patokan harga dunia turun US$ 2,40 atau 4,9 persen ke angka US$ 46,40 per barel di ICE Futures Europe.
Kedua harga minyak tersebut berada di level terendah dalam dua bulan terakhir atau terhitung sejak 10 Mei lalu.
Pada musim panas, kilang-kilang pengolahan minyak mentah biasanya meningkatkan permintaan. Alasan pendorong kenaikan permintaan tersebut karena di musim panas merupakan musim liburan yang mendorong kenaikan permintaan akan BBM karena banyak penduduk AS yang berlibur dan mengendarai kendaraan pribadi.
Namun ternyata pada musim panas kali ini berbeda. Terjadi kelebihan pasokan di setiap kilang pengolahan karena permintaan BBM tidak besar. Banjir pasokan tersebut menekan harga minyak.
Berdasarkan data dari The Energy Information Administration (EIA), permintaan akan BBM hanya mengalami kenaikan tipis pada pekan lalu. Namun penurunan stok bahan bakar tidak sesuai dengan harapan. Stok BBM terus berada di atas rata-rata.
"Kami semula berharap dengan adanya libur perayaan kemerdekaan AS konsumen bepergian sehingga bisa meningkatkan konsumsi BBM. Namun pada kenyataannya tidak begitu," jelas Andy Lipow, Presiden Lipow Oil Associates, Houston, AS.
Pasokan BBM yang berlebih tersebut membuat kilang-kilang sedikit memperlambat proses produksi. Dengan perlambatan tersebut tentu saja membuat pembelian minyak mentah berkurang dan memperburuk kelebihan pasokan dari minyak mentah.
Data dari EIA menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di AS hanya turun 2,2 juta barel. Penurunan persediaan itu berada jauh di bawah perkiraan dari analis yang disurvei oleh Wall Street Journal. Realisasi tersebut tentu saja semakin mendorong penurunan harga minyak.
"Tidak ada keraguan, sejumlah data mengecewakan dan berada jauh dari yang diharapkan," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group, Chicago, AS.
Sumber : Liputan6
Mengutip Wall Street Journal, Jumat (8/7/2016), harga minyak berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun US$ 2,29 atau 4,8 persen ke angka US$ 45,14 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan harga minyak Brent yang merupakan patokan harga dunia turun US$ 2,40 atau 4,9 persen ke angka US$ 46,40 per barel di ICE Futures Europe.
Kedua harga minyak tersebut berada di level terendah dalam dua bulan terakhir atau terhitung sejak 10 Mei lalu.
Pada musim panas, kilang-kilang pengolahan minyak mentah biasanya meningkatkan permintaan. Alasan pendorong kenaikan permintaan tersebut karena di musim panas merupakan musim liburan yang mendorong kenaikan permintaan akan BBM karena banyak penduduk AS yang berlibur dan mengendarai kendaraan pribadi.
Namun ternyata pada musim panas kali ini berbeda. Terjadi kelebihan pasokan di setiap kilang pengolahan karena permintaan BBM tidak besar. Banjir pasokan tersebut menekan harga minyak.
Berdasarkan data dari The Energy Information Administration (EIA), permintaan akan BBM hanya mengalami kenaikan tipis pada pekan lalu. Namun penurunan stok bahan bakar tidak sesuai dengan harapan. Stok BBM terus berada di atas rata-rata.
"Kami semula berharap dengan adanya libur perayaan kemerdekaan AS konsumen bepergian sehingga bisa meningkatkan konsumsi BBM. Namun pada kenyataannya tidak begitu," jelas Andy Lipow, Presiden Lipow Oil Associates, Houston, AS.
Pasokan BBM yang berlebih tersebut membuat kilang-kilang sedikit memperlambat proses produksi. Dengan perlambatan tersebut tentu saja membuat pembelian minyak mentah berkurang dan memperburuk kelebihan pasokan dari minyak mentah.
Data dari EIA menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di AS hanya turun 2,2 juta barel. Penurunan persediaan itu berada jauh di bawah perkiraan dari analis yang disurvei oleh Wall Street Journal. Realisasi tersebut tentu saja semakin mendorong penurunan harga minyak.
"Tidak ada keraguan, sejumlah data mengecewakan dan berada jauh dari yang diharapkan," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group, Chicago, AS.
Sumber : Liputan6
Saham Energi Jadi Penekan Indeks S&P 500
BESTPROFIT FUTURES (8/7) - Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Averange (DJIA) berakhir di zona negatif pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Sektor energi menjadi pendorong utama pelemahan dua indeks utama di bursa Amerika Serikat (AS) tersebut.
Sedangkan indeks Nasdaq bergerak kebalikannya. Nasdaq mampu menguat terdorong kenaikan saham perusahaan ritel Costco dan saham-saham di sektor teknologi.
Mengutip Reuters, Jumat (8/7/2016), DJIA turun 22,74 poin atau 0,13 persen ke angka 17.895,88. S&P 500 melemah 1,83 poin atau 0,09 persen ke angka 2.097,9. Berbeda, Nasdaq Composite menguat 17,65 poin atau 0,36 persen ke angka 4.876,81.
Sektor energi menjadi penekan S&P 500. Saham Exxon dan Chevron melemah terdorong penurunan harga minyak yang mencapai 5 persen setelah penurunan stok minyak mentah tak sesuai dengan perkiraan dari para analis.
"Ada beberapa investor yang mengambil posisi jual atau profit taking dan mendorong pelemahan beberapa saham," jelas Analis Solaris Group, Bedford Hills, New York, AS, Tim Ghriskey.
Sedangkan Costco mampu membukukan kinerja yang baik dan menjadi saham dengan penguatan terbesar di indeks Nasdaq dan S&P 500 setelah melaporkan kinerja keuangan yang positif.
Penjualan Costco berada di atas perkiraan para analis untuk periode hingga Juni 2016. Dengan membaiknya kinerja keuangan tersebut mendorong aksi beli dari para pelaku pasar. Saham Costco menguat 4,9 persen.
Sebenarnya ada Sentimen positif di bursa AS selain laporan keuangan Costco. Namun sentimen positif tersebut belum mampu mengalahkan penurunan harga minyak.
Data tenaga kerja AS menunjukkan bahwa terjadi penambahan 172 ribu pekerjaan di sektor swasta pada Juni kemarin. Angka tersebut di atas perkiraan para analis yang ada di angka 159 ribu pekerjaan.
Data tersebut cukup positif karena pada bulan sebelumnya atau pada Mei data yang keluar jauh di bawah perkiraan para analis dan menimbulkan kekhawatiran akan pemulihan ekonomi di AS.
"Saat ini memang harus melihat data karena data tersebut yang akan meyakinkan Bank Sentral AS akan melanjutkan untuk mengetatkan kebijakan moneter atau tidak," kata Kepala Investasi Commonwealth Financial,Waltham, Massachusetts, AS, Brad McMillan.
Sumber : Liputan6
Sedangkan indeks Nasdaq bergerak kebalikannya. Nasdaq mampu menguat terdorong kenaikan saham perusahaan ritel Costco dan saham-saham di sektor teknologi.
Mengutip Reuters, Jumat (8/7/2016), DJIA turun 22,74 poin atau 0,13 persen ke angka 17.895,88. S&P 500 melemah 1,83 poin atau 0,09 persen ke angka 2.097,9. Berbeda, Nasdaq Composite menguat 17,65 poin atau 0,36 persen ke angka 4.876,81.
Sektor energi menjadi penekan S&P 500. Saham Exxon dan Chevron melemah terdorong penurunan harga minyak yang mencapai 5 persen setelah penurunan stok minyak mentah tak sesuai dengan perkiraan dari para analis.
"Ada beberapa investor yang mengambil posisi jual atau profit taking dan mendorong pelemahan beberapa saham," jelas Analis Solaris Group, Bedford Hills, New York, AS, Tim Ghriskey.
Sedangkan Costco mampu membukukan kinerja yang baik dan menjadi saham dengan penguatan terbesar di indeks Nasdaq dan S&P 500 setelah melaporkan kinerja keuangan yang positif.
Penjualan Costco berada di atas perkiraan para analis untuk periode hingga Juni 2016. Dengan membaiknya kinerja keuangan tersebut mendorong aksi beli dari para pelaku pasar. Saham Costco menguat 4,9 persen.
Sebenarnya ada Sentimen positif di bursa AS selain laporan keuangan Costco. Namun sentimen positif tersebut belum mampu mengalahkan penurunan harga minyak.
Data tenaga kerja AS menunjukkan bahwa terjadi penambahan 172 ribu pekerjaan di sektor swasta pada Juni kemarin. Angka tersebut di atas perkiraan para analis yang ada di angka 159 ribu pekerjaan.
Data tersebut cukup positif karena pada bulan sebelumnya atau pada Mei data yang keluar jauh di bawah perkiraan para analis dan menimbulkan kekhawatiran akan pemulihan ekonomi di AS.
"Saat ini memang harus melihat data karena data tersebut yang akan meyakinkan Bank Sentral AS akan melanjutkan untuk mengetatkan kebijakan moneter atau tidak," kata Kepala Investasi Commonwealth Financial,Waltham, Massachusetts, AS, Brad McMillan.
Sumber : Liputan6
Wednesday, 6 July 2016
Bursa Jepang Berayun Dengan Consumer Lenders Memimpin Kenaikan
BESTPROFIT FUTURES (7/7) - Bursa
saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian karena perusahaan
consumer finance memimpin kenaikan sementara operator telepon melemah.
Indeks
Topix naik 0,2 persen menjadi 1,236.18 pada pukul 09:19 pagi di Tokyo
setelah turun sebanyak 0,5 persen. Indeks tersebut kehilangan 1,8 persen
pada hari Rabu, penurunan terbesar sejak terjun 7,3 persen setelah
keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Nikkei 225 Stock Average
naik 0,2 persen pada hari Kamis.
Yen
menguat untuk hari ketiga mendekati level tertinggi sejak November 2013
setelah risalah dari Federal Reserve menunjukkan kurangnya urgensi
untuk mengencangkan suku bunga mengingat ketidakpastian atas prospek
ekonomi global dan melemahnya permintaan untuk dolar.(frk)
Sumber: Bloomberg
Bursa Asia Berfluktuasi Karena Investor Kaji Prospek Pertumbuhan Global
BESTPROFIT FUTURES (7/7) - Bursa
saham Asia berayun antara keuntungan dan kerugian, setelah turun dalam
dua hari terakhir, karena investor mengkaji prospek pertumbuhan global
dan waktu untuk suku bunga AS yang lebih tinggi.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen menjadi 128,71 pada pukul 09:11 pagi
di Tokyo, setelah turun sebanyak 0,2 persen. Indeks Topix Jepang sedikit
berubah, sementara indeks saham Australia dan Korea Selatan naik
sebelum pasar saham China dibuka. Indeks S&P 500 naik 0,5 persen
setelah data menunjukkan ekspansi tercepat di industri jasa AS dalam
tujuh bulan terakhir.
Pasar
Asia naik turun selama bulan lalu akibat kejutan dari pemilu Inggris
untuk meninggalkan Uni Eropa mengguncang kepercayaan. Sementara pasar
saham dengan cepat membalikkan kerugian, ekuitas merosot dalam dua sesi
terakhir di tengah kekhawatiran atas dampak Brexit pada pertumbuhan
global. Kepercayaan di pasar ekuitas Eropa sedang melemah setelah suara
karena dana properti Inggris membekukan penarikan dan meningkatnya
kekhawatiran tentang bank-bank Italia.(frk)
Sumber: Bloomberg
Wall Street Menguat Terdorong Kebijakan The Fed
BESTPROFIT FUTURES (7/7) - Bursa saham Amerika Serikat (AS)/ wall street menguat seiring bank sentral Amerika Serikat/the Federal Reserves terlihat menahan diri untuk menaikkan suku bunga. Kebijakan itu dilakukan meski data ekonomi menunjukkan pertumbuhan tercepat pada kuartal II.
Rilis hasil pertemuan the Federal Reserve pada 14-15 Juni 2016 itu berlangsung sebelum warga Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa. The Federal Reserves menunjukkan kegelisahan terhadap hasil referendum Inggris dan perlambatan di sektor tenaga kerja AS.
Para pejabat the Fed pun menyatakan kalau penahanan kenaikan suku bunga dilakukan hingga memiliki pegangan atas konsekuensi dari Inggris keluar dari Uni Eropa atau disebut Britain Exit/Brexit.
Sejak referendum Inggris tersebut, bursa saham mengalami volatilitas, dan investor memilih aset berinvestasi aman antara lain emas dan surat utang AS.
"Investor mencari aset investasi aman dan melihat pertumbuhan di AS," ujar Nate Thooft, Head of Global Asset Allocation Manulife Asset Management seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (7/7/2016).
Pada perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 78 poin atau 0,44 persen ke level 17.918,62. Indeks saham S&P 500 menguat 11,18 poin atau 0,54 persen ke level 2.099,73. Indeks saham Nasdaq bertambah 36,26 poin atau 0,75 persen ke level 4.859,16.
Sebagian sektor saham di indeks S&P 500 menguat didorong sektor saham kesehatan yang menguat 1,2 persen. Sektor saham kesehatan naik didorong saham Merck menguat dua persen dan saham Celgene naik 4,3 persen.
Sektor saham energi naik 0,6 persen. Kenaikan sektor saham energi didorong harga minyak dunia menguat lebih dari dua persen. Sementara itu, saham Facebook naik 2,4 persen, dan mendorong kenaikan indeks saham Nasdaq dan S&P 500.
Volume perdagangan saham di bursa saham AS tercatat 7,4 miliar saham di wall street. Angka ini di bawah rata-rata perdagangan saham sekitar 7,72 miliar saham. (Ahm/Ndw)
Sumber : Liputan6
Rilis hasil pertemuan the Federal Reserve pada 14-15 Juni 2016 itu berlangsung sebelum warga Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa. The Federal Reserves menunjukkan kegelisahan terhadap hasil referendum Inggris dan perlambatan di sektor tenaga kerja AS.
Para pejabat the Fed pun menyatakan kalau penahanan kenaikan suku bunga dilakukan hingga memiliki pegangan atas konsekuensi dari Inggris keluar dari Uni Eropa atau disebut Britain Exit/Brexit.
Sejak referendum Inggris tersebut, bursa saham mengalami volatilitas, dan investor memilih aset berinvestasi aman antara lain emas dan surat utang AS.
"Investor mencari aset investasi aman dan melihat pertumbuhan di AS," ujar Nate Thooft, Head of Global Asset Allocation Manulife Asset Management seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (7/7/2016).
Pada perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 78 poin atau 0,44 persen ke level 17.918,62. Indeks saham S&P 500 menguat 11,18 poin atau 0,54 persen ke level 2.099,73. Indeks saham Nasdaq bertambah 36,26 poin atau 0,75 persen ke level 4.859,16.
Sebagian sektor saham di indeks S&P 500 menguat didorong sektor saham kesehatan yang menguat 1,2 persen. Sektor saham kesehatan naik didorong saham Merck menguat dua persen dan saham Celgene naik 4,3 persen.
Sektor saham energi naik 0,6 persen. Kenaikan sektor saham energi didorong harga minyak dunia menguat lebih dari dua persen. Sementara itu, saham Facebook naik 2,4 persen, dan mendorong kenaikan indeks saham Nasdaq dan S&P 500.
Volume perdagangan saham di bursa saham AS tercatat 7,4 miliar saham di wall street. Angka ini di bawah rata-rata perdagangan saham sekitar 7,72 miliar saham. (Ahm/Ndw)
Sumber : Liputan6
Jalur Nagreg Arah Tasikmalaya Kembali Padat
BESTPROFIT FUTURES (7/7) - Antrean kendaraan pemudik di Jalan Raya Nagreg mulai mengular pada hari kedua Lebaran. Sekitar pukul 06.49 WIB, lalu lintas di jalur Nagrek arah Tasikmalaya kembali padat.
Padahal pada H-2 Lebaran, jalur itu sepi pemudik. Bahkan jalanan mulai kosong. Selain kemacetan di jalur Nagreg, dari pantauan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di akun twitternya, kepadatan kendaraan juga berada di beberapa gardu tol.
Misalnya, pada pukul 06.48 WIB, antrean kendaraan terjadi di gardu Tol Ciawi sehingga kendaraan mengular hingga KM 44.
Selain itu antrean kendaraan juga terjadi di gardu Tol Brebes Timur hingga KM 268. Kendaraan juga mengular di gardu Tol Cileunyi dari KM 152.
Sementara di jalur mudik lainnya seperti di Wado Sumedang dan Pantura Tuban Jatim, lalu lintas lancar di kedua arah. Namun, pemudik juga diimbau tetap hati-hati saat melintasi daerah Garut, Jawa Barat karena terdapat pasar tumpah.
Sumber : Liputan6
Padahal pada H-2 Lebaran, jalur itu sepi pemudik. Bahkan jalanan mulai kosong. Selain kemacetan di jalur Nagreg, dari pantauan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di akun twitternya, kepadatan kendaraan juga berada di beberapa gardu tol.
Misalnya, pada pukul 06.48 WIB, antrean kendaraan terjadi di gardu Tol Ciawi sehingga kendaraan mengular hingga KM 44.
Selain itu antrean kendaraan juga terjadi di gardu Tol Brebes Timur hingga KM 268. Kendaraan juga mengular di gardu Tol Cileunyi dari KM 152.
Sementara di jalur mudik lainnya seperti di Wado Sumedang dan Pantura Tuban Jatim, lalu lintas lancar di kedua arah. Namun, pemudik juga diimbau tetap hati-hati saat melintasi daerah Garut, Jawa Barat karena terdapat pasar tumpah.
Sumber : Liputan6
Tuesday, 5 July 2016
Brexit Picu Gelombang Anti-Uni Eropa di Hungaria
BESTPROFIT FUTURES (6/7) - Keterkejutan
susulan dengan keputusan rakyat Inggris untuk berpisah dengan Uni Eropa
telah menyebar ke negara Eropa Timur dimana gerakan nasionalis
mengatakan keputusan Inggris telah memberikan kekuatan pada kampanye
mereka terhadap kebijakan migrasi Uni Eropa.
Hungaria akan
melaksanakan referendum dalam bulan-bulan mendatang untuk menentukan
apakah menolak rencana kuota wajib yang diajukan Kanselir Jerman Angela
Merkel yang akan memaksa Hungaria dan anggota Uni Eropa lainnya untuk
menerima sebagian pengungsi.
Oposisi terhadap rencana kuota wajib Uni Eropa terkait pengungsi
Attila Szigeti,
penduduk Bicske, sebuah kota yang terletak 37 kilometer sebelah barat
Budapest, mengatakan ia akan memilih untuk menolak kuota tersebut.
Di tahun yang lalu,
Szigeti, 28 tahun, menyaksikan langsung krisis migran yang telah membawa
lebih dari sejuta orang ke Eropa dari tempat-tempat seperti Suriah,
Iraq, dan Afghanistan. œAwalnya, kami tidak memiliki masalah dengan
mereka. Gangguan yang ditimbulkan, ujarnya, hanya sedikit sekali.
œMereka tidak menimbulkan hal yang serius, hanya mencuri jagung dari
tepi ladangku.
Namun seiring dengan
meningkatnya jumlah mereka, begitu pula dengan jumlah masalah yang
ditimbulkan. œMereka berkumpul dalam kelompok-kelompok, membentuk gang,
dan mengganggu serta mengancam penduduk lokal, ujar Szigeti. Sejak itu
ia telah mencukur rambut di kepalanya, namun menolak apabila ia dianggap
kelompok rasis berkepala plontos. œDengan penampilan seperti ini, saya
tidak perlu melihat apa yang ada di belakang saya. Saya tidak perlu
takut karena dengan cara begini, saya tampak seperti seorang yang
tangguh.
Kaum migran berkata mereka bukanlah ancaman
Pengungsi dan kaum migran yang berada di kamp tampak terkejut setelah tahu mereka dianggap sebagai ancaman.
œMengapa kami tidak
diizinkan untuk tinggal di Eropa, apakah kami juga bukan manusia seperti
anda? Apakah kami tidak memiliki keinginan, tidak memiliki hak-hak
seperti anak-anak anda? tanya Mano, seorang mahasiswa kedokteran
berusia 22 tahun asal Afghanistan yang tiba di kamp minggu lalu.
Mano meninggalkan
Kabul setelah kaum ekstrimis membunuh saudara lelakinya karena bekerja
sebagai seorang penerjemah untuk tentara Perancis. Sekarang ia memendam
rasa benci karena ada beberapa orang di Perancis dan tempat lainnya di
Eropa yang mengutarakan kekhawatirannya terhadap terorisme sebagai
alasan untuk menolak pengungsi. œApa yang dapat kami bawa bersama kami?
Tak satupun. Kami juga ingin damai. Itulah mengapa kami meninggalkan
negri kami, ujar Mano.
Sumber : VOA
Obama Akan Tampil Berkampanye Bersama Clinton untuk Kali Pertama
BESTPROFIT FUTURES (6/7) - Kampanye
presiden AS bergerak ke bagian selatan, tepatnya ke negara bagian North
Carolina. Donald Trump dari Partai Republik dan Hillary Clinton dari
Partai Demokrat akan berkampanye di sana. Trump akan melangsungkan rapat
akbar malam hari di Raleigh, ibukota negara bagian itu.
Beberapa jam
sebelumnya, di Charlotte, yang berjarak 200 kilometer dari Raleigh,
Clinton akan berkampanye bersama Presiden Barack Obama. Obama untuk
pertamakalinya akan menunjukkan dukungan terhadap perempuan yang
menjabat sebagai menteri luar negeri pada masa jabatannya sebagai
presiden itu.
Dalam pesan
Twitter-nya, Clinton mengatakan, ia sangat mengharapkan kampanye bersama
itu sambil memposkan rekaman video yang menunjukkan Obama sedang
memberikan dukungan bagi pencalonan diri Clinton sebagai presiden bulan
lalu.
Delapan tahun lalu,
Obama dan Clinton bersaing dalam pemilihan pendahuluan yang ketat yang
berakhir dengan Obama meraih nominasi Partai Demokrat dan Clinton
berkampanye untuk Obama, melawan calon Partai Republik John McCain.
Kini Obama mendukung
Clinton, dalam usahanya mempertahankan seorang Demokrat di Gedung Putih
dan memperpanjang kebijakan-kebijakan pemerintah yang diperjuangkannya.
Dukungan Obama ini muncul pada saat tingkat dukungan rakyat terhadap
kepemimpinannya mencapai tingkat tertinggi selama hampir empat tahun.
Sumber : VOA
Emas Dan Perak Reli ke Level Tertingginya Sejak 2014
BESTPROFIT FUTURES (6/7) - Emas
dan perak berjangka reli ke level tertingginya sejak 2014 pada Selasa
ini, karena ketidakpastian ekonomi pasca-Brexit mendukung investasi
haven yang relatif aman, termasuk emas dan perak.
Emas Agustus naik $
19,70, atau 1,5%, untuk berakhir di $ 1,358.70 per ons setelah menguat
1,3% pekan lalu. Harga tersebut menandai penutupan tertingginya sejak
Maret 2014, seperti yang ditunjukkan oleh data FactSet.
Perak September naik
31,9 sen, atau 1,6%, untuk berakhir di $ 19,907 per ons setelah mencapai
level tertingginya di atas $ 20. Penutupan ini merupakan yang terkuat
sejak Agustus 2014. Harga memperoleh kenaikan sebesar 10,1% pekan lalu,
terbesarnya sejak Agustus 2013, menurut data FactSet.(mrv)
Sumber: MarketWatch
Subscribe to:
Comments (Atom)