
Bestprofit (15/1) – Harga emas dan perak mengalami koreksi tipis pada perdagangan terbaru, sehari setelah keduanya melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa. Setelah euforia beli yang begitu besar mendorong reli tajam di pasar komoditas, pelaku pasar kini mulai mengambil sebagian keuntungan. Meski demikian, arah tren belum sepenuhnya berbalik turun, dan koreksi ini lebih terlihat sebagai fase pendinginan alami setelah kenaikan yang terlalu cepat.
Pada awal sesi Asia, emas spot diperdagangkan di sekitar level USD 4.610 per troy ounce. Dalam pembaruan terbaru, harga emas tercatat turun 0,4% ke USD 4.609,15 per ounce. Pergerakan serupa terjadi pada perak, yang sempat melemah hingga 2,2% sebelum memangkas kerugiannya. Harga perak terakhir tercatat turun 1,1% ke USD 92,1280 per ounce.
Profit Taking Setelah Reli yang “Gila”
Koreksi harga ini tidak bisa dilepaskan dari lonjakan ekstrem yang terjadi pada sesi sebelumnya. Pada Rabu, emas dan perak sama-sama mencetak rekor baru, melanjutkan reli agresif yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, bukan hanya logam mulia yang menguat—logam industri seperti tembaga dan timah juga ikut terdorong naik, menandakan adanya sentimen positif yang meluas di sektor komoditas.
Reli tersebut oleh banyak pelaku pasar disebut sebagai “gila” atau berlebihan, karena terjadi dalam waktu relatif singkat dengan volume beli yang sangat besar. Dalam kondisi seperti ini, aksi ambil untung (profit taking) hampir selalu muncul sebagai respons alami, terutama dari investor jangka pendek yang ingin mengunci keuntungan sebelum pasar berbalik arah.
Namun penting dicatat, profit taking tidak selalu berarti awal dari tren bearish. Dalam banyak kasus, koreksi justru menjadi jeda sehat sebelum tren naik berlanjut.
Kunjungi juga : bestprofit futures
Peran Besar Aksi Beli dari China
Salah satu faktor utama yang mendorong reli kuat emas dan perak adalah meningkatnya aksi beli dari China. Permintaan dari investor dan institusi di negara tersebut dilaporkan melonjak tajam, baik untuk tujuan lindung nilai maupun diversifikasi aset.
Dalam beberapa bulan terakhir, minat China terhadap komoditas kembali menguat seiring ketidakpastian global, pelemahan aset finansial tertentu, serta kekhawatiran terhadap stabilitas mata uang. Logam mulia seperti emas dan perak secara tradisional dipandang sebagai aset aman dan pelindung nilai, sehingga menjadi pilihan utama ketika risiko meningkat.
Masuknya dana besar dari China memberikan dorongan signifikan terhadap harga global, mengingat skala permintaan yang sangat besar dan dampaknya terhadap keseimbangan pasar internasional.
Rotasi Investor ke Aset Riil
Selain faktor China, reli komoditas juga dipicu oleh rotasi investor global dari aset finansial ke aset riil. Dalam lingkungan pasar yang penuh ketidakpastian—baik dari sisi geopolitik, kebijakan moneter, maupun fiskal—banyak investor mulai mengurangi eksposur pada saham dan obligasi, lalu mengalihkan dana ke komoditas.
Emas dan perak berada di posisi strategis dalam rotasi ini. Emas sering dianggap sebagai “mata uang alternatif”, sementara perak memiliki kombinasi daya tarik sebagai logam mulia dan logam industri. Ketika sentimen terhadap aset konvensional melemah, kedua logam ini cenderung menjadi tujuan arus modal.
Kondisi inilah yang membuat reli sebelumnya begitu cepat dan agresif, hingga akhirnya memicu kebutuhan pasar untuk “bernapas sejenak”.
Kekhawatiran Tarif AS Sementara Mereda
Dari sisi kebijakan, pasar juga sempat diwarnai kekhawatiran terkait potensi tarif Amerika Serikat terhadap impor perak, platinum, dan palladium. Isu ini sempat menjadi faktor pendukung kenaikan harga, karena tarif berpotensi mengganggu pasokan global dan mendorong harga lebih tinggi.
Namun, kekhawatiran tersebut sedikit mereda setelah Presiden Donald Trump belum menerapkan bea baru untuk impor mineral kritis. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu malam, pemerintah AS memang belum mengambil langkah konkret untuk mengenakan tarif tambahan.
Meski begitu, pasar tetap berhati-hati. Opsi untuk menerapkan tarif tersebut masih terbuka, dan ketidakpastian ini berarti risiko kebijakan belum sepenuhnya hilang. Situasi ini menciptakan keseimbangan antara sentimen bullish jangka menengah dan kehati-hatian jangka pendek.
Dolar Stabil, Bukan Pemicu Koreksi
Di pasar valuta asing, Bloomberg Dollar Spot Index tercatat relatif stabil. Tidak adanya penguatan tajam dolar AS menjadi sinyal penting bahwa pelemahan emas dan perak kali ini bukan disebabkan oleh tekanan dari mata uang.
Biasanya, penguatan dolar menjadi faktor utama yang menekan harga logam mulia karena membuatnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Namun dalam situasi saat ini, stabilnya dolar menunjukkan bahwa koreksi lebih bersifat teknikal dan sentimen, bukan karena perubahan fundamental besar.
Hal ini memperkuat pandangan bahwa penurunan harga emas dan perak lebih mencerminkan aksi ambil untung setelah reli kencang, bukan awal dari tren penurunan yang dalam.
Apakah Tren Naik Masih Terjaga?
Pertanyaan utama bagi pelaku pasar saat ini adalah: apakah koreksi ini hanya sementara, atau menjadi sinyal pembalikan tren? Sejauh ini, banyak indikator masih menunjukkan bahwa tren naik jangka menengah hingga panjang tetap terjaga.
Permintaan fisik yang kuat, rotasi investor ke komoditas, serta ketidakpastian global yang belum mereda menjadi faktor pendukung harga. Selama koreksi berlangsung terbatas dan tidak disertai lonjakan tekanan jual besar, pasar cenderung melihatnya sebagai peluang konsolidasi.
Namun, volatilitas kemungkinan tetap tinggi. Setelah reli ekstrem, pasar biasanya menjadi lebih sensitif terhadap berita, baik dari sisi kebijakan, data ekonomi, maupun pergerakan investor besar.
Kesimpulan: Pendinginan Sehat, Bukan Pembalikan Arah
Secara keseluruhan, koreksi harga emas dan perak saat ini lebih menyerupai fase pendinginan setelah reli yang sangat kuat. Penurunan 0,4% pada emas dan 1,1% pada perak masih tergolong wajar dalam konteks kenaikan sebelumnya yang begitu tajam.
Dengan dolar yang stabil, kekhawatiran tarif yang sementara mereda, serta fundamental permintaan yang masih solid, pasar belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah yang jelas. Untuk saat ini, aksi ambil untung tampaknya menjadi penjelasan paling masuk akal—sementara tren besar komoditas masih tetap menarik perhatian investor global.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!
bestprofit futures