Wednesday, 28 January 2026

Bestprofit | Emas Tembus $5.500, Fed Jadi Penentu Arah

 https://best-profit-futures-malang.com/wp-content/uploads/2026/01/compressed_Emas-Mundur-Tipis-dari-4900-Tren-Naik-Masih-Aman-2.jpg

Bestprofit (29/1) – Harga emas kembali menjadi pusat perhatian pasar global setelah melonjak ke rekor baru di atas US$5.500 per ons. Reli ini bukan sekadar lonjakan sesaat, melainkan kelanjutan dari tren kenaikan yang sudah berlangsung sangat agresif sejak awal tahun. Pada sesi Asia, emas bahkan sempat mencetak puncak intraday sebelum terkoreksi tipis. Sekitar pukul 08.02 waktu Singapura, harga emas tercatat berada di kisaran US$5.461,98 per ons, turun sedikit dari level tertingginya namun tetap berada di area historis.

Lonjakan ini terjadi di tengah pelemahan dolar AS dan meningkatnya minat investor terhadap aset penyimpan nilai alternatif. Ketika ketidakpastian meningkat, emas kembali memainkan peran klasiknya sebagai pelindung nilai—namun kali ini dengan skala dan kecepatan yang jauh lebih ekstrem dibanding siklus sebelumnya.

Bukan Sekadar Inflasi, Tapi Krisis Kepercayaan

Berbeda dengan reli emas pada periode inflasi tinggi sebelumnya, kenaikan kali ini didorong oleh faktor yang lebih dalam: krisis kepercayaan. Investor global mulai mempertanyakan status obligasi pemerintah dan mata uang utama sebagai safe haven yang benar-benar aman.

Dalam kondisi normal, obligasi pemerintah AS dan dolar dianggap sebagai tempat berlindung utama saat gejolak. Namun meningkatnya beban fiskal, defisit anggaran, serta dinamika geopolitik membuat sebagian investor merasa bahwa “aset aman tradisional” tidak lagi seaman dulu. Akibatnya, arus dana mulai bergeser ke emas—aset yang tidak bergantung pada kebijakan satu negara atau kredibilitas satu bank sentral.

Reuters mencatat bahwa reli emas kali ini ditopang oleh kombinasi permintaan safe-haven, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, serta momentum pembelian yang terus menguat. Dengan kata lain, emas tidak hanya dibeli karena mahalnya harga akan naik, tetapi karena investor ingin keluar dari risiko sistemik.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Dolar AS Melemah, Emas Dapat Angin Segar

Salah satu katalis paling langsung dari reli emas adalah pelemahan dolar AS. Secara historis, hubungan emas dan dolar cenderung berlawanan arah. Ketika dolar melemah, emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan global meningkat.

Pelemahan dolar kali ini tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan ekspektasi kebijakan moneter AS, dinamika politik, serta kekhawatiran terhadap posisi fiskal jangka panjang Amerika Serikat. Ditambah lagi, komentar-komentar politik yang mempertanyakan kekuatan dolar turut memperburuk sentimen.

Dalam kondisi seperti ini, emas muncul sebagai “mata uang netral”—tidak bisa dicetak, tidak bisa didevaluasi oleh kebijakan, dan tidak bergantung pada stabilitas satu rezim ekonomi.

Pasar Menatap The Fed dan Kepemimpinan Berikutnya

Pasar saat ini tidak hanya bereaksi terhadap keputusan The Fed yang menahan suku bunga, tetapi juga melihat jauh ke depan. Fokus investor telah bergeser dari “apa yang dilakukan The Fed sekarang” ke “apa yang akan terjadi berikutnya”.

Isu mengenai ketua The Fed selanjutnya ikut memanaskan spekulasi. Jika kepemimpinan baru cenderung lebih dovish—lebih lunak terhadap inflasi dan lebih terbuka pada penurunan suku bunga—maka peluang pelonggaran moneter akan semakin besar. Kondisi ini hampir selalu menjadi bahan bakar tambahan bagi harga emas.

Alasannya sederhana: emas tidak memberikan imbal hasil. Ketika suku bunga tinggi, opportunity cost memegang emas meningkat. Namun ketika pasar mulai mengantisipasi penurunan suku bunga, hambatan itu menghilang—dan emas kembali menjadi primadona.

Tekanan Global: Dari Pasar Obligasi hingga Yen

Dorongan terhadap emas juga datang dari luar Amerika Serikat. Gejolak di pasar obligasi global, termasuk kekhawatiran fiskal di beberapa negara maju, membuat investor semakin defensif. Ketika imbal hasil obligasi naik karena risiko, bukan karena pertumbuhan, maka daya tariknya justru menurun.

Di Asia, dinamika yen–dolar ikut memperkuat narasi “lari dari mata uang”. Pelemahan yen yang berkepanjangan mencerminkan tekanan struktural dalam sistem keuangan global, sekaligus mempertegas alasan investor mencari aset yang tidak terikat pada kebijakan domestik mana pun.

Ketegangan geopolitik di berbagai kawasan juga memperburuk suasana. Dalam kondisi volatilitas tinggi dan ketidakpastian arah ekonomi global, emas sering menjadi tujuan paling mudah dan paling likuid untuk berlindung.

Efek Domino ke Logam Mulia Lain

Reli emas tidak terjadi sendirian. Efeknya merembet ke logam mulia lain. Reuters melaporkan bahwa perak juga berada dekat rekor—bahkan menyentuh rekor baru dalam rangkaian reli ini. Platinum dan palladium pun ikut bergerak searah, meski dengan volatilitas yang berbeda.

Perak, selain sebagai aset safe-haven, juga memiliki komponen permintaan industri, sehingga mendapat dorongan ganda. Sementara platinum dan palladium lebih sensitif terhadap prospek ekonomi dan sektor otomotif, sentimen pelemahan dolar tetap memberi dukungan harga.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar tidak hanya bertaruh pada satu komoditas, tetapi pada tema besar: perlindungan nilai terhadap ketidakpastian sistemik.

Reli Parabolik dan Risiko Koreksi Jangka Pendek

Dengan kenaikan yang begitu cepat dan tajam, banyak pelaku pasar mulai menyebut reli emas sebagai “parabolik”. Dalam sejarah pasar, pergerakan semacam ini hampir selalu disertai risiko koreksi jangka pendek, baik karena aksi ambil untung maupun perubahan sentimen sementara.

Namun, sejauh faktor fundamental belum berubah—dolar tetap lemah, risiko global tetap tinggi, dan ekspektasi suku bunga tetap condong turun—bias jangka menengah hingga panjang emas masih cenderung ke atas.

Investor kini berada di persimpangan antara kewaspadaan teknikal dan keyakinan fundamental. Koreksi bisa saja terjadi, tetapi setiap penurunan justru berpotensi dipandang sebagai peluang beli selama narasi besar belum runtuh.

Emas dan Pergeseran Narasi Pasar Global

Kenaikan emas ke atas US$5.500 per ons bukan hanya soal harga, tetapi soal pergeseran cara pasar memandang risiko dan kepercayaan. Dunia sedang bergerak menuju fase di mana aset konvensional dipertanyakan, dan instrumen klasik seperti emas kembali mendapatkan peran sentral.

Apakah reli ini akan berlanjut tanpa hambatan? Tidak ada pasar yang bergerak lurus ke atas. Namun satu hal jelas: selama ketidakpastian mendominasi dan kepercayaan terhadap sistem keuangan global terus diuji, emas akan tetap berada di panggung utama—bukan sekadar sebagai komoditas, melainkan sebagai simbol perlindungan terakhir.


Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!
bestprofit futures