Tuesday, 12 August 2014

Investor Kaji GDP, Topix Jepang Turun Pasca Gain 2 Hari

BESTPROFIT FUTURES (13/8) - Indeks Topix Jepang jatuh, memangkas gain dua hari tertajam dalam 7 pekan terakhir, karena investor mengkaji hasil kuartal kedua dan perkembangan geopolitik.
Indeks Topix merosot 0,3% ke level 1,254.19 pada 09:00 pagi di Tokyo, dengan semua kecuali dua dari 33 kelompok industri menurun. Indeks saham naik 2,4% selama dua hari sebelumnya, merupakan yang tertajam sejak tanggal 19 Juni lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2% hari ini berada di level 15,128.73. Mata uang yen stagnan pada level 102,28 per dolar setelah domestic product data (GDP).
GDP menyusut 6,8% dalam tiga bulan sampai Juni lalu, Ungkap Kantor Kabinet hari ini. Hal tersebut kurang dari perkiraan rata-rata dari 37 ekonom yang disurvei Bloomberg News untuk penurunan sebesar 7%.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,1%. Indeks ekuitas turun 0,2% kemarin, karena saham energi merosot setelah harga minyak mentah Brent jatuh ke level terendah 13-bulan. (yds)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham AS Ditutup Melemah Ditengah Ketegangan Ukraina

BESTPROFIT FUTURES (13/8) - Bursa Saham AS melemah, setelah Indeks Standard & Poor 500 mencatat kenaikan tertingginya selama 2 hari lalu sejak April lalu, pelemahan tersebut akibat para investor mengkaji perkembangan geopolitik dan turunnya saham-saham energy setelah minyak mentah Brent mencapai level 9 bulan terendahnya.

Indeks S&P 500 melemah 0.2% ke level 1,933.80 pukul 4 sore waktu New York. Dow Jones Industrial Average turun 8.25 poin atau 0.1% ke level 16,551.73.

Indeks S&P 500 menguat 1.4% pada 2 hari sebelumnya ditengah spekulasi bahwa ketegangan di Ukraina akan mereda. Indeks S&P 500 telah mengalami penurunan sebesar 3.9% dari rekornya sebesar 1,987.98 yang tercatat pada 24 Juli lalu terkait kekhwatiran bahwa konflik di Irak hingga Israel dan Ukraina akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Rilis data hari ini dari Jerman telah menyulut kembali kekhawatiran tersebut, setelah kepercayaan investor yang dirilis oleh ZEW Center pada bulan ke-8 turun akibat krisis di Ukraina dan lambatnya pemulihan ekonomi zona Eropa telah mengurangi outlook bagi ekonomi terbesar di Eropa tersebut.

Sementara itu misi kemanusiaan Russia ke wilayah Timur Ukraina setelah AS memperingatkan Presiden Vladimir Putin untuk tidak memanfaatkan bantuan sebagai sebuah alasan guna mengirim pasukan. Ukraina menyatakan tidak akan membiarkan bentuk pusat konvoy saat ini karena Ukraina berpendapat bahwa misi itu tidak sesuai dengan aturan internasional. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Monday, 11 August 2014

Microsoft Umumkan Matikan Dukungan Skype untuk Perangkat Symbian

Salah satu layanan chatting online yaitu Skype memang telah diakuisisi Microsoft dan memang, tapi ternyata semenjak diakuisisi Microsoft mulai terjadi beberapa perubahan yang salah satunya menghentikan dukungan untuk sistem operasi Symbian.
Seperti yang dilansir dari Softpedia, Microsoft mengumumkan akan menghentikan dukungan Skype di OS Symbian. Langkah yang diambil Microsoft memang dinilai tidak mengejutkan, pasalnya semenjak Nokia beralih dari sistem operasi Symbian ke Windows Phone, sudah tidak ada lagi smartphone baru yang diluncurkan dengan sistem operasi Symbian, apalagi saat ini Nokia sudah diakuisisi Microsoft.
Dengan dihentikannya dukungan terhadap Symbian tersebut, Microsoft mengumumkan kepada pemilik akun aktif Skype yang menggunakan Symbian bahwa perusahaan akan menghentikan aplikasi tersebut dan pengguna tidak akan bisa lagi login ke layanan tersebut.
Kabarnya perubahan tersebut akan berlaku dalam beberapa minggu mendatang dan pengguna Symbian masih bisa menggunakan Skype dalam jangka waktu terbatas.
Dalam sebuah pernyataannya pihak Microsoft mengatakan bahwa “Kami dengan menyesal memberitahukan bahwa akan menghentikan semua aplikasi Skype untuk ponsel Symbian selamanya. Jadi dalam beberapa minggu ke depan, pengguna tidak bisa lagi menggunakan Skype di ponsel Symbian mana pun.”
Sementara itu sebagai gantinya pihak Microsoft menganjurkan pengguna beralih menggunakan Skype di perangkat Lumia, Android atau komputer. Pihak Microsoft juga menambahkan “Anda bisa sign in ke semua platform itu dengan akun Skype yang sama.”
Aplikasi Skype sendiri sebelumnya memang tersedia di semua platform mobile, namun setelah Microsoft membeli Skype, perusahaan yang dipimpin oleh Satya Nadella ini mulai fokus memberikan layanan yang lebih baik untuk ekosistem Windows Phone, namun Microsoft tetap memberikan dukungan dan pembaruan untuk platform mobile lain.

Sumber : Vibiznews

Komedian Robin Williams Meninggal Akibat Bunuh Diri

BESTPROFIT FUTURES (12/8) - Pemenang Oscar Robin Williams (63 tahun), yang bergaya bebas dalam berkomedi serta penampilan yang mahir memukau penonton selama beberapa dekade, telah meninggal akibat bunuh diri.
Kantor Sheriff di Marin County mengatakan Williams dinyatakan meninggal di rumahnya di California pada hari Senin. Kantor sheriff tersebut mengatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan penyebab kematian adalah bunuh diri akibat asphyxia atau asfiksia (merupakan kondisi kekurangan oksigen pada pernafasan yang bersifat mengancam jiwa).
Williams meraih ketenaran di akhir 70-an sebagai alien dalam acara TV "Mork and Mindy." Ia berhasil menaklukkan layar lebar dalam film adaptasi dari komik seperti "Good Morning, Vietnam" dan "Mrs Doubtfire." Tapi ia memenangkan Academy Award-nya dalam peran yang serius - sebagai terapis di "Good Will Hunting."
Gaya penampilan Nya yang paling murni dalam berakting di standup, saat ia menyamar sebagai seorang imigran Rusia atau memparodikan siapa pun dari John Wayne hingga Keith Richards.

Sumber : Bloomberg

Yen Tahan Penurunan; Euro Dekati Sembilan Bulan Terendah

BESTPROFIT FUTURES (12/8) - Yen mengalami penurunan terhadap dolar kemarin terkait meredanya ketegangan di Ukraina dan Presiden Barack Obama memberikan dukungan penuh kepada Presiden Irak untuk membentuk pemerintahan baru, sehingga dapat mengurangi permintaan safe haven.
Euro turun ke level terendahnya sejak November lalu terhadap dolar AS sebelum data dari para ekonom pekan ini memperkirakan akan menunjukkan kepercayaan dari investor di Jerman menurun ke level terendahnya sejak Desember 2012 lalu sehingga pertumbuhan di wilayah ini melambat. Acuan penurunan pada dolar sebesar 0,3 persen dari level tertinggi sejak Februari kemarin sebelum laporan yang mungkin menunjukkan penjualan ritel AS naik untuk bulan keenam. Dolar Australia berada di dekat level terendahnya selama dua bulan terakhir sebelum rilis laporan pribadi dari kepercayaan pembisnis.
Yen stagnan di level 102,25 per dolar pukul 9:08 pagi di Tokyo sejak kemarin, disaat turun sebesar 0,2 persen, menjadi kerugian terbesarnya pada bulan ini. Yen membeli sebesar 136,84 per euro dari 136,78 di New York.
Sementara itu semua mata uang, ditransaksikan sebesar $ 1,3383 dari $ 1,3385, pasca mencapai $ 1,3333 pada 6 Agustus kemarin, terendah sejak 8 November lalu. Dolar Australia stagnan sebesar 92,55 sen AS dan menyentuh angka 92,39 pada 8 Agustus kemarin, menjadi level terendahnya sejak 3 Juni kemarin.
Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak dolar AS terhadap 10 mata uang utama yang beredar dipasaran, flat di angka 1,021.51. Indeks itu menyentuh angka 1,024.67 pada 6 Agustus kemarin, sesuai pada level tertingginya sejak 11 Februari lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham China Turun Jelang Rilis Data Ekonomi

BESTPROFIT FUTURES (12/8) - Indeks saham China jatuh dari level tertinggi delapan bulan jelang rilis data ekonomi terkait pinjaman yuan baru dan produksi industri.
Saham China Citic Bank Corp dan Industrial Bank Co turun setidaknya 1% untuk memimpin penurunan di antara perusahaan pemberi pinjaman. China Yangtze Power Co, pemilik proyek PLTA terbesar dunia, turun sebanyak 1%. Yonghui Superstore Co melonjak 10% setelah pihaknya mengatakan Dairy Farm International Holdings Ltd membeli 20% saham pada operator supermarket.
Indeks Shanghai Composite turun 0,4% ke level 2,215.85 pada 09:46 pagi. Naik 1,4% kemarin ke level tertinggi sejak 10 Desember setelah data menunjukkan inflasi tetap terjaga. Indekssaham telah pulih 12% dari level terendahnya di tahun ini, mengirimkan indeks 14-day relative strenght ke level 71,4 kemarin. Angka diatas 70 mengindikasikan harga mungkin siap menglami penurunan.
Indeks CSI 300 turun 0,5% ke level 2,352.55. Indeks Hang Seng China Enterprises turun 0,2%. Indeks Bloomberg China-US Equity, Indeks perusahaan AS yang terdaftar paling banyak diperdagangkan di China, naik sebanyak 1,3% kemarin.
Shanghai Composite telah kembali pulih karena pelonggaran moneter, percepatan pengeluaran pemerintah dan kenaikandi bidang manufaktur memacu spekulasi China akan memenuhi target ekspansi ekonominya sebesar 7,%. Indeks tersebut bernilai 8,2 kali 12 bulan, dibandingkan dengan level terendah dalam tiga tahun dari 7.3 di bulan Maret, menurut data yang dihimpunoleh Bloomberg.
Sumber: Bloomberg

Emas Turun Dari Level Tertinggi 3 Pekan

BESTPROFIT FUTURES (12/8) - Emas turun dari level tertinggi dalam tiga minggu terakhir karena meredanya ketegangan di Timur Tengah dan Ukraina yang mendorong saham global, meredam permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif investasi.
Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $ 1,307.18 per ons pada pukul 9:13 pagi di Singapura dari level $ 1,308.48 kemarin, menurut harga Bloomberg. Penyetujuan serangan udara AS di Irak mengirim logam mulia berad di level $ 1,322.76  pada 8 Agustus, level tertinggi sejak 18 Juli. Harga mengalami pelemahan karena permintaan safe haven menurun.
Risiko geopolitik di Ukraina, Irak dan Gaza membantu emas rebound di tahun ini setelah harga turun sebanyak 28% pada 2013 karena spekulasi Federal Reserve yang akan memangkas stimulus. Indeks ekuitas global reli tajam sejak April kemarin. Gencatan senjata di Gaza antara pasukan Israel dan pejuang Hamas kembali menjadi pembicaraan di Kairo nanti.
Emas untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada level $ 1,309 per ons di New York Comex dari level $ 1,310.50 kemarin. Holdings di SPDR Gold Trust tidak mengalami perubahan sejak kemarin.
Perak untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $ 20,0241 per ons dari level $ 20,0186. Spot platinum berada di level $ 1.469 per ons dari level $ 1,469.88. Palladium turun sebanyak 0,3% menjadi $ 873,06 per ons. (yds)
Sumber: Bloomberg

Sunday, 10 August 2014

Geopolitik Memanas, Harga Emas LLG Akhiri Trend Negatif

Harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu terpantau berhasil ditutup dengan penguatan secara agregat sepekan pada Jumat 8 Agustus 2014. Penguatan harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu dipicu oleh dorongan kuat dari semakin memanasnya kondisi geopolitik global yang memicu peningkatan minat investasi safe haven.
Pergerakan agregat sepekan harga emas pada pekan lalu, terpantau berhasil untuk mengakhiri trend bearish yang telah berlangsung hingga 3 pekan sebelumnya. Harga emas yang sempat melemah pada 2 hari awal perdagangan pekan lalu, langsung melonjak tajam untuk menutup pergerakan menguat secara sepekan pada perdagangan Rabu dan Kamis walaupun akhirnya kembali melemah pada Jumat.
Pada 2 awal perdagangan pekan lalu, kondisi perekonomian global yang membaik masih menjadi momok pergerakan harga emas. Harga emas yang sebelumnya sempat mengalami dorongan penguatan akibat pelemahan di Wall Street serta bursa saham Eropa, justru tertekan oleh pergerakan bursa saham tersebut pada perdagangan Senin pekan lalu. Laporan keuangan di Wall Street yang cenderung positif serta keputusan bail out terhadap Banco Espirito Santo Portugal memicu reboundnya bursa saham yang berimbas pada pelemahan minat safe haven.
Pelemahan pada harga emas pun masih berlanjut pada perdagangan hari kedua pekan lalu setelah rilis data perekonomian AS kembali berada dalam kondisi sangat baik. Rilis data sektor jasa Amerika Serikat yang rilis Selasa lalu dan berada pada kondisi positif melebihi ekspektasi, semakin menggerus harga emas akibat semakin melemahnya minat terhadap safe haven. Adapun dari rilis data sektor jasa AS, laporan menunjukan penguatan hingga 2,7 poin ke level tertinggi 8,5 tahun pada 58,7 dan jauh dari ekspektasi di 56,3.
Namun, pasca harga emas telah telihat berpotensi untuk kembali melemah akibat perbaikan ekonomi global, tensi konflik Ukraina-Rusia serta Irak terpantau memicu harga emas untuk dapat membalikan tekanan dari faktor ekonomi global. Konflik Ukraina-Rusia yang memanas pasca penambahan pasukan Rusia di wilayah perbatasan serta memanasnya konflik Irak akibat bantuan armada udara AS, membuat minat terhadap safe haven kembali bangkit pada dua hari perdagangan tengah pekan. Selain itu, kembali resesinya Italian akibat posisi GDP yang masih negatif di level -0,3% juga turut mendorong pembelian emas di pasar Eropa.
Walaupun demikian, dorongan faktor geopolitik global terpantau tidak dapat bertahan kokoh menjadi penggerak harga emas pada pekan lalu. Hal tersebut dilandasi oleh berangsur membaiknya potensi konflik Ukraina-Rusia pasca Otoritas di Moskow memberikan pernyataan akan mengakhiri pelatihan di wilayah selatan Rusia yang berdekatan dengan Ukraina. Dampat dari hal tersebut, bursa saham AS bergerak menguat signifikan hingga emas pun kembali melemah akibat peralihan pola investasi dari safe haven.
Pada perdagangan pekan lalu, 4-8 Agustus 2014, harga emas LLG terpantau ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga emas LLG naik 1,46% ke tingkat harga $1.311,75/t oz atau menguat $18,90/t oz.
Sementara pada perdagangan emas berjangka di Comex, harga emas berjangka juga terpantau ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014 naik 1,25% ke tingkat harga $1.311/t oz atau menguat $16,2/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi pergerakan harga emas pada pekan ini masih akan cenderung mendapat dorongan dari faktor geopolitik untuk menguat. Namun, beberapa dara estimasi awal GDP dari inggris, Uni Eropa, dan Jerman serta data pekerja Inggris dan AS diduga akan menjadi penggerak harga untuk pekan ini. Selain itu, pergerakan data inflasi yang meskipun diprediksi tidak akan terlaku mengalami perubahan dari wilayah Inggris dan Uni Eropa juga berpotensi untuk memberikan pengaruh. Terkait pergerakan harga emas, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.272-$1.343 pada emas LLG dan $1.265-$1.347 pada emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014.

Sumber : Vibiznews

Li Keqiang Uji Kekuatan Kredit, Kondisi Moneter China mengendur

BESTPROFIT FUTURES (11/8) - China melonggarkan kondisi moneter kuartal terakhir di laju tercepat dalam hampir dua tahun teakhir, Indeks Bloomberg LP menunjukkan, menguji efektivitas memudarnya kredit dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Indeks Bloomberg new China Monetary Conditions mengkaji rata-rata dari pertumbuhan kredit, tingkat suku bunga riil dan nilai tukar riil efektif China - naik 6.71 poin ke level 82,81 pada kuartal kedua dari tiga bulan sebelumnya. Hal tersebut merupakan lompatan tertajam sejak periode Juli-September 2012, dengan angka bacaan back-to-back pertama Mei dan Juni ini di atas 80 sejak Januari 2012.
Pinjaman baru yuan pada bulan Juli akan menjadi rekor tertinggi untuk bulan tersebut, menurut survei Bloomberg terhadap analis sebelum data jatuh tempo pada 15 Agustus, para otoritas menyarankan untuk menjaga keran kredit terbuka bahkan terkait meningkatnya risiko utang.
Sementara perdana mentri Li Keqiang mengatakan bahwa ia ingin memangkas beban finasial untuk beberapa sektor untuk mendukung pertumbuhan, "bank sentral akan tetap berada di bawah tekanan, belum tentu untuk memperluas kredit, tetapi untuk menurunkan biaya pinjaman," Ungkap Ding.
Setiap $ 1 pada kredit baru yang ditambahkan setara dengan tambahan 20 sen PDB pada semester pertama 2014, menurut data yang dihinpun oleh Bloomberg. Yang dibandingkan dengan 29 sen di tahun 2012 dan 2013 dan 83 sen pada tahun 2007, ketika pasar uang global mulai membeku.(yds)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham Asia Rebound Dari Level Terburuknya Sejak Mei

BESTPROFIT FUTURES (11/8) - Saham Asia menguat, seiring indeks acua rebound dari level penurunan tertajamnya sejak bulan Mei lalu, pasca diperpanjangnya gencatan senjata di Jalur Gaza dan saham AS naik terkait tanda-tanda konflik antara Rusia dan Ukraina mereda.
Indeks MSCI Asia Pacific naik sebesar 0,4 persen ke level 144,68 pukul 09:01 pagi di Tokyo. Indeks acuan turun sebesar 1,4 persen pada hari jumat kemarin,  menjadi penurunan tertajamnya sejak 7 Mei lalu, mencatat pada pekan penurunan tertajamnya sebesar 2,4 persen.
Indeks Topix Jepang naik sebesar 1,4 persen pasca turun sebesar 2,4 persen pada hari jumat kemarin. Indeks Kospi Korea Selatan naik sebesar 0,8 persen. Index S&P/ASX 200 Australia naik sebesar 0,2 persen, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru naik sebesar 0,1 persen. Pasar di Hong Kong dan China belum dibuka, sedangkan di Thailand besok ditutup untuk libur.
Kontrak berjangka pada indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 0,2 persen pada hari ini. Indeks tersebut naik sebesar 1,2 persen pada hari jumat kemarin, menjadi reli terbesarnya sejak 4 Maret lalu, pasca Rusia mengatakan pesawat tempur telah mengakhiri latihan di dekat perbatasa Ukraina. Sementara itu, OPEC dibayangi persetujuan Presiden AS Barack Obama melakukan serangan udara di Irak. (vck)
Sumber: Bloomberg

Topix Jepang Rebound Dari Level Penurunan Terburuk Sejak Mei

BESTPROFIT FUTURES (11/8) - Indeks Topix Jepang rebound dari penurunan tertajam sejak Mei pasca rilis laporan dana pensiun sepenuhnya melepaskan diri untuk membeli saham ldomestik dan ditengah menurunnya ketegangan di Ukraina.
Indeks Topix naik 1,3% ke level 1,244.81 pada 09:01 pagi di Tokyo, dengan semua 33 kelompok industri naik. Indeks saham turun 2,4% pada 8 Agustus, penurunan tertajam sejak 7 Mei lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1,6% hari ini berada [ada level 15,008.26. Dana Pensiun Negara sebesar $ 1.2 triliun sementara dihapus pada investasi saham lokal, surat kabar Nikkei melaporkan. Indeks Standard & Poor 500 naik tertajam sejak bulan Maret di sesi terakhir perdagangan.
Langkah GPIF akan memungkinkan untuk mengalokasikan dana lebih banyak untuk aset saham domestik sebelum mengubah target untuk kelas kepemilikan aset dalam tinjauan mendatang. Dana tersebut diharapkan untuk meningkatkan target saham lokal sekitar 20% dari portofolio sekitar bulan September dari 12% saat ini.  
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,2% hari ini. Indeks ekuitas naik 1,2% pada 8 Agustus di New York, rebound dari level penurunan mingguan paling tajam dalam lebih dari dua tahun terakhir.
Sementara militer Ukraina menuntut agar pemberontak pro-Rusia menyerah dan memberhentikan tawaran gencatan senjata, karena anggota parlemen siap untuk mempertimbangkan sanksi baru yang dapat mengurangi pengiriman gas alam Rusia ke Eropa. (yds)
Sumber: Bloomberg

Negosiasi Rusia Dengan Pemberontak Ukraina Akibatkan Yen Turun; Dolar Tahan Gain

BESTPROFIT FUTURES (11/8) - Yen jatuh terhadap 16 mata uang utama setelah kekhawatiran mereda mengenai gejolak di Ukraina pasca laporan pekan lalu bahwa pesawat tempur Rusia mengakhiri latihannya dan negara tersebut berusaha untuk menengahi antara Kiev dan pasukan pemberontak.
Dolar tahan gain dari pekan lalu lalu terhadap sebagian besar Kelompok 10 mata uang karena pedagang menambahkan sepkulasi  bullish pada greenback di laju tercepat dalam lebih dari setahun terakhir. Permintaan ditopang jelang rilis laporan pekan ini yang diperkirakan menunjukkan penjualan ritel tumbuh untuk bulan keenamnya.
Mata uang yen melemah sebanyak 0,1% ke level  102,13 per dolar pada 09:02 pagi di Tokyo setelah menyentuh level 101,51 pada 8 Agustus, yang terkuat sejak 24 Juli berada pada level 136,88 terhadap euro dari level 136,83. Euro 18 negara stagnan pada level $ 1,3403. (yds)
Sumber: Bloomberg

Thursday, 7 August 2014

Harga Kopi Arabika Anjlok Hingga Hampir 4%, Gain Pekan Lalu Tergerus Signifikan

Harga kopi Arabika di Bursa ICE Futures US pada perdagangan Kamis 7 Agustus 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga kopi Arabika di Bursa ICE US masih dipicu oleh ketidakjelas tingkatan output kopi Brasil pada periode ini.
Posisi potensi output yang masih cukup jauh dari jelas, kembali memicu fluktuasi harga kopi Arabika di Bursa ICE US. Pergerakan harga kopi Arabika yang pada Rabu lalu ditutup menguat, kini langsung anjlok hingga hampir 4% hingga hampir menutup penguatan harga pekan lalu. Pengurangan harga kopi Arabika pada perdagangan Kamis lalu, juga diduga turut disupport oleh aksi profit taking untuk mengeruk keuntungan dari pekan lalu.
Sebelumnya, harga kopi Arabika telah berada dalam fluktuas signifikan dalam rentang waktu 4 bulan terakhir. Pergerakan harga kopi sempat mencapai level tertinggi pada pertengahan April akibat kekhawatiran akan kerusakan output Brasil. Namun, masih cukup lancarnya pengiriman kopi Brasil, sempat menekan harga kopi untuk melemah meskipun dalam sepekan terakhir kembali menguat akibat prediksi beberapa lembaga.
Pada perdagangan Kamis 7 Agustus 2014 di Bursa ICE US, harga kopi Arabika terpantau ditutup anjlok. Harga kopi Arabika berjangka ICE US untuk kontrak September 2014 turun hingga 3,59% ke tingkat harga $184/ton atau melemah $6,85/ton.
Sementara dari perdagangan di Bursa LIFFE, harga kopi Robusta juga terpantau ditutup melemah signifikan meskipun tidak berada dalam level seperti pergerakan pada kopi Arabika ICE. Harga kopi Robusta berjangka LIFFE untuk kontrak September 2014 turun 1,20% ke tingkat harga $1.908/ton atau melemah $24/ton.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga kopi Arabika akan cenderung untuk kembali menguat pada perdagangan hari ini di ICE US. Hal tersebut dilandasi oleh potensi aksi beli pasca anjloknya harga pada perdagangan Kamis. terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $179-$194 pada Arabika dan $1.940-$2015 pada Robusta.

Sumber : Vibiznews

Emas Menguat Pasca Ekuitas Turun Terkait Konflik di Ukraina

BESTPROFIT FUTURES (8/8) - Emas berjangka naik ke tertinggi dua minggu pasca penurunan dalam ekuitas AS mendorong permintaan untuk investasi alternatif.

Indeks S&P 500 turun sebanyak 0,6 persen terhadap kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina akan merugikan ekonomi global. Lebih banyak sanksi yang dapat diberikan jika Rusia tidak mengubah arah di Ukraina, pejabat Gedung Putih mengatakan hari ini.

Emas telah naik 9,2 persen dalam tahun ini akibat ketegangan di Eropa Timur dan kekerasan di Timur Tengah mendorong permintaan safe haven. Bank Sentral Eropa mempertahankan tingkat suku bunga tidak berubah pada rekor terendah karena krisis Ukraina memperkuat headwinds dalam menghadapi pemulihan kawasan euro.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 0,3 persen untuk menetap di levl $ 1,312.50 per ons pada pukul 1:43 siang di Comex di New York. Sebelumnya, harga emas mencapai level $ 1,315.50, level tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 22 Juli.

Reli tahun ini menduduki keuntungan yang lebih luas untuk indeks saham, obligasi dan komoditas. Bulan lalu, kepemilikan pada ETP berbasis emas mengalami kenaikan terbesar sejak November 2012.(frk)

Sumber : Bloomberg

Ketegangan Ukraina Seret Turun Indeks Topix

BESTPROFIT FUTURES (8/8) - Saham Jepang turun, terkait indeks Topix yang ditetapkan untuk membatasi penurunan mingguannya, ketika ketegangan meningkat antara negara-negara Barat dan Rusia atas Ukraina sehingga membuat  para eksportir mundur.
Indeks Topix turun sebesar 0,8 persen ke level 1,247.55 pukul 09:01 pagi di Tokyo, terkait dari 33 Saham kelompok industri yang menurun. Saham tersebut menuju penurunannya di angka 2,6 di minggu ini. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun sebesar 1,1 persen untuk hari ini  ke level 15,069.14. Yen sedikit berubah di level 102,09 per dolar. Bank of Japan (BOJ) mengeluarkan keputusan tentang kebijakan moneter saat ini.
Kontrak berjangka pada indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 0,1 persen. Acuan ekuitas yang mendasari turun sebesar 0,6 persen kemarin, sementara Dow Jones Industrial Average membukukan penutupan di level terendahnya sejak bulan April lalu, terkait kekhawatiran konflik di Ukraina akan semakin memburuk mengimbangi lebih baik dari estimasi laba.
Sementara dari 34 ekonom yang disurvei Bloomberg News memperkirakan BOJ akan mempertahankan kebijakannya pasca pertemuan selama dua hari yang berakhir pada hari ini. Dua puluh enam persen dari mereka yang disurvei dalam survei Bloomberg memperkirakan bank sentral akan memperluas stimulus moneter pada salah satu pada dua pertemuan di bulan Oktober nanti, turun sebesar 35 persen pada bulan lalu. Tiga puluh dua persen mengatakan BOJ tidak akan memperluas pelonggaran di masa depan. (vck)
Sumber: Bloomberg

Indeks Berjangka Asia Jatuh Diikuti Saham AS; Minyak Catat Kenaikan

BESTPROFIT FUTURES (8/8) - Indeks saham berjangka Asia melemah karena kekhawatiran gejolak di Ukraina antara negara-negara Barat dan Rusia akan menghambat pemulihan ekonomi global mengirim ekuitas AS turun. Yen berada di dekat level tertinggi sepekan jelang ulasan kebijakan Bank of Japan (BOJ), sementara minyak mencatat kenaikan.
Indeks Nikkei 225 Stock Average berjangka turun di Osaka dan Chicago, dengan mata uang yen stabil pada level 102,05 per dolar, mendekati level terkuatnya sejak 28 Juli Kontrak pada indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,1% pada 07:49 pagi di Tokyo setelah indeks saham ditutup pada level terendah sejak April. Kontrak berjangka Standard & Poor 500 stagnan pada level 1,905.75. Sementara Won Korea meneruskan pelemahan. Minyak di New York memperpanjang kenaikan untuk hari kedua dan emas mendekati level tertinggi lebih dari dua pekan.(yds).
Sumber: Bloomberg

Bursa AS Anjlok Sementara Treasury Mengalami Reli, Emas Naik

BESTPROFIT FUTURES (8/8) - Saham-saham AS mengalami penurunan, sementara itu Treasury gain dengan emas, setelah permintaan untuk haven assets meningkat di tengah kekhawatiran ketegangan antara negara Barat dan Rusia atas Ukraina yang memperlemah pemulihan ekonomi global.

Indeks S&P 500 tergelincir 0.6 persen pada pukul 4 sore di New York untuk ditutup di bawah harga rata-rata dalam 100 hari terakhir untuk pertama kalinya sejak bulan April yang lalu. Indeks Stoxx Europe 600 anjlok 0.7 persen menuju tiga bulan terendah. Tingkat suku bunga untuk Treasury dengan tenor 10 tahun turun enam basis point menuju ke terendah dua bulan sementara yield Jerman dengan tenor 2 tahun menyentuh minus 0.004 persen. Ekuitas negara berkembang tergelincir ke level terendah enam minggu dan emas naik ke level tertinggi dua minggu.

Pemerintah Rusia mengumumkan larangan impor makanan dari negara-negara Barat, setelah mengalami kebuntuan dengan Amerika Serikat dan sekutunya atas Ukraina yang meningkat menjadi konflik terburuk sejak Perang Dingin. Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan tingkat suku bunga untuk tidah berubah di rekor terendah setelah krisis memperkuat headwinds dalam menghadapi pemulihan ekonomi dikawasan Eropa. Ekuitas AS awalnya mengalami kenaikan setelah terjadi penurunan dalam klaim pengangguran pada minggu lalu yang menghantarkan rata-rata dalam sebulan yang lalu ke level  terendah delapan tahun.(frk)

Sumber : Bloomberg

Wednesday, 6 August 2014

Harga Minyak Mentah WTI Tetap Melemah Meski EIA Beri Fundamental Positif

Harga minyak mentah WTI pada perdagangan Rabu 6 Agustus 2014 di Bursa Nymex terpantau ditutup melemah dini hari tadi. Pelemahan harga minyak mentah WTI dipicu oleh ekspektasi akan adanya tekanan dari penumpukan supply minyak mentah global.
Rilis data EIA terkait persediaan minyak mentah dan bensin Amerika Serikat yang dilaporkan mengalami penurunan, terpantau belum berhasil untuk mengangkat harga minyak mentah WTI. Data persediaan EIA yang melaporkan adanya penurunan 1,8 juta barrel pada minyak mentah AS dan penurunan sebesar 4,4 juta barrel pada bensin, masih tertutup akibat potensi lonjakan supply global.
Sebelumnya, harga minyak mentah WTI telah berada dalam tekanan kuat akibat demand yang terindikasi lemah. Namun, indikasi perbaikan demand dari data EIA Rabu lalu yang menunjukan pengurangan persediaan bensin masih belum mampu mengangkat harga minyak mentah WTI di Nymex.
Sementara pada pergerakan harga minyak mentah Brent, meski masih tertekan akibat tingginya output global, pergerakan harga terpantau rebound Rabu lalu. Rebound pada harga minyak mentah Brent di Nymex dipicu oleh faktor teknikal yang telah jenuh melemah hingga menembus BB support.
Pada perdagangan minyak mentah WTI di Nymex, Rabu 6 Agustus 2014, harga minyak mentah WTI ditutup melemah. Harga minyak mentah WTI berjangka Nymex untuk kontrak September 2014 turun 0,47% ke tingkat harga $96,92/barrel atau melemah $0,46/barrel.
Sementara pada pergerakan harga minyak mentah Brent, harga minyak mentah Brent rebound namun berada dalam skala pergerakan yang tidak terlalu signifikan. Harga minyak mentah Brent berjangka Nymex untuk kontrak Desember 2014 naik 0,11% ke tingkat harga $106,00/barrel atau menguat $0,12/barrel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga minyak mentah WTI berpotensi untuk bergerak menguat pada perdagangan hari ini di Nymex. Hal tersebut dilandasi oleh adanya dorongan fundamental positif dari data EIA dan juga pergerakan indikator teknikal yang telah jenuh melemah. Terkait pergerakan harga minyak mentah, range normal diprediksi akan berada di kisaran, $94,75-$98,70 pada WTI dan $105,5-$107 pada Brent.

Sumber : Vibiznews

Harga Emas LLG Melambung Tinggi, Resesi Italia Support Geopolitik Global

Harga emas LLG pada penutupan perdagangan Rabu 6 Agustus 2014 terpantau ditutup menguat signifikan. Penguatan harga emas LLG dipicu oleh indikasi belum stabilnya perekonomian kawasan Eropa dan eskalasi konflik Ukraina dan Rusia.
Laporang NATO terkait peningkatan pasukan Rusia di wilayah perbatasan Ukraina-Rusia, terpantau berhasil memicu harga emas untuk kembali melambung di bursa. Anjloknya pergerakan saham global akibat info tersebut, memicu harga emas terdorong menguat signifikan akibat peralihan pola investasi ke aset safe haven.
Terkait konflik Ukraina-Rusia tersebut, NATO mengabarkan telah ada sekitar 20.000 tentata siap tempur Rusia di wilayah perbatasan. Dampak dari adanya laporan tersebut, investor was-was terhadap potensi terjadinya perang antar kedua negara sehingga aksi pengamanan investasi ke komoditas emas pun menguat pada Rabu lalu.
Selain faktor geopolitik global yang menguat, pergerakan menguat harga emas pada Rabu lalu juga didorong oleh kondisi resesi pada perekonomian Italia. Data GDP kuartal 2 Italia yang rilis Rabu lalu, melaporkan adanya penurunan pada total produksi dalam negeri Italia untuk kuartal 2 tahun ini meskipun sebelumnya pertumbuhan diprediksi akan positif.
 Berdasarkan rilis laporan GDP kuartal 2 Italia, pertumbuhan perekonomian Italia turun ke level -0,2% dari -0,1% pada kuartal sebelumnya secara MoM, namun membaik pada YoY meskipun masih negatif dengan pencapaian -0,3% setelah sebelumnya berada di -0,4%. Dampak dari laporan GDP kuartal 2 Italia tersebut bursa saham Eropa mengalami pelemahan akibat sentimen data tersebut sehingga minat terhadap emas pun menguat di Eropa.
Pada perdagangan Rabu 6 Agustus 2014, harga emas LLG terpantau ditutup menguat signifikan dini hari tadi. Harga emas LLG melambung 1,10% ke tingkat harga $1.305,85/t oz atau menguat $14,15/t oz.
Sementara dari perdagangan emas berjangka di Comex, harga emas juga ditutup menguat signifikan dini hari tadi. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014 naik 1,78% ke tingkat harga $1.308,2/t oz atau menguat $22,9/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga emas masih akan cenderung bergerak menguat. Hal tersebut dilandasi oleh masih kuatnya sentimen positif dari peningkatan tensi geopolitik global. Namun, rilis pertemuan ECB dan juga BoE yang akan dilakukan hari ini, akan turut menjadi pantauan. Terkait pergerakan harga emas, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.282-$1.324 pada emas LLG dan $1.283-$1.326 pada emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014.

Sumber : Vibiznews

Pertumbuhan Ekonomi Negara-negara Berkembang Melempem

Kegiatan pasar di negara-negara berkembang terpantau bergerak lebih lambat pada bulan Juli lalu, demikian berdasarkan hasil survei oleh HSBC. HSBC Emerging Markets Index PMI, jatuh ke 51,7 pada Juli lalu dari 52,3 pada bulan Juni.
Melambatnya tingkat output di pasar negara berkembang disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan di sektor jasa sedangkam output di sektor manufaktur justru berhasil melaju dengan level tercepatnya sejak Maret 2013.
Tingkat output di sektor manufaktur dan pesanan baru meningkat di beberapa Negara seperti China, India, Indonesia, Taiwan, Rusia dan Republik Ceko. Namun hal sebaliknya justru trejaid di beberapa Negara ini seperti di Brasil, Turki dan Korea Selatan.
Di antara empat negara berkembang terbesar, pasar Brasil lah yang berhasil mencatat ekspektasi terhadap tingkat output tertinggi, yang kemudian disusul oleh India.
Harus disadari bahwa perkembangan pertumbuhan ekonomi di Negara berkembang belum mengalami kemajuan yang signifikan jika dibandingkan dengan Negara maju lainnya.
Meskipun saat ini perekonomian di negara berkembang sudah semakin menunjukkan adanya perbaikan jika dibandingkan dengan stagnansi yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, bahkan sempat menyentuh level tertingginya dalam 15 bulan terakhir di Juni lalu, sayangnya harus kembali merosot di bulan Juli.
Hal ini cukup menandikan bahwa ketidakstablian ekonomi emerging market masih melanda.

Sumber : Vibiznews