Thursday, 11 December 2014

Emas Turun Seiring Penjualan Retail AS Naik Tajam dalam 8 Bulan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/12) - Emas berjangka jatuh untuk hari kedua berturut-turut seiring pertumbuhan ekonomi AS meningkat mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve segera akan menaikkan suku bunga.
Penjualan ritel pada bulan November naik tajam dalam 8 bulan terakhir, dan jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun ke level 3 pekan terendah, menurut laporan pemerintah hari ini. Mata uang dolar dan Indeks Standard & Poor 500 menguat, mengurangi daya tarik emas sebagai investasi alternatif. Kemarin, logam turun 0,2 %.
Pada tanggal 9 Desember, emas mencapai level tertinggi dalam 6 pekan terakhir terkait ekuitas ekonomi global anjlok, meningkatnya permintaan untuk safe haven. Harga minyak berayun telah meningkatkan volatilitas pada logam karena meredamnya para investor untuk menimbang inflasi. Pejabat The Fed akan bertemu pada pekan depan untuk membahas waktu kenaikan suku bunga acuan pertama sejak tahun 2006.
Emas berjangka untuk pengiriman bulan Februari melemah 0,3 % untuk menetap di level $ 1,225.60 per ons pada pukul 1:48 di Comex New York. 2 hari yang lalu, harga emas mencapai level $ 1.239, yang merupakan level tertingginya sejak 23 Oktober lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg

Bursa AS Rebound Akibat Gain Retail Sales Membayangi Penurunan Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/12) - Saham-saham AS mengalami rebound dari hari terburuknya dalam tujuh minggu, setelah data yang lebih baik dari perkiraan dalam penjualan ritel dan angka pengangguran mendorong kepercayaan dalam perekonomian membayangi memperpanjang aksi jual dalam minyak.
Indeks acuan terkoreksi dari level tertinggi mereka dalam sehari setelah minyak mentah AS turun di bawah $ 60 per barel untuk pertama kalinya sejak tahun 2009, menghapus reli dalam saham-saham energi. Urban Outfitters Inc. memimpin reli di antara pengecer dalam indeks Standard & Poor 500.
Indeks S&P 500 naik 0,5% menjadi 2,035.28 pada pukul 16:00 sore di New York setelah sebelumnya naik 1,5%. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 64,15 poin, atau 0,4%, ke 17,597.30, memangkas gain sebelumnya sebesar 1,3%.
Indeks S&P 500 kemarin turun 1,6% pasca jatuhnya harga minyak berdesir hingga pasar keuangan, menghantarkan semua 10 kelompok industri dalam indeks ekuitas acuan turun setidaknya 1%. Indeks Volatilitas Chicago Board Options Exchange, indeks pilihan harga yang dikenal sebagai VIX, tergelincir 1,8% menjadi 18,89 setelah spiking 24% kemarin.(frk)
Sumber : Bloomberg

Membaiknya Data Ekonomi AS, Angkat Bursa Saham Asia Dibuka Menguat 0.1%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/12) - Bursa Saham Asia menguat setelah rilis data AS terkait penjualan ritel dan klaim pengangguran mendorong optimism pada perekonomian terbesar di dunia tersebut. Sementara Bursa Saham Jepang berfluktuasi menjelang pemilu diakhir pekan ini.

Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0.1% ke level 136.89 pukul 9:03 pagi waktu Tokyo. Saham perusahaan energi dan material pimpin acuan saham regional menuju penurunan 2.3% pada pekan ini akibat penurunan harga minyak dunia dibawah level $60 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli 2009 silam dengan Arab Saudi mempertanyakan perlunya pemangkasan output.

Penjualan ritel bulan November naik 0.7% dari bulan sebelumnya, sesuai dengan perkiraan dari survei para ekonom di Bloomberg, kenaikan akibat para konsumen membutuhkan barang-barang elektronik, pakaian dan furniture. Klaim tunjangan pengangguran pekan lalu turun 3,000 menjadi 294,000. Klaim telah berada dibawah angka 300,000 selama 12 dari 13 pekan terakhir.

Semenatra itu, minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) hari ini turun 1.3% ke level $59.16 per barel setelah kemarin turun 1.6%. Minyak mentah telah memasuki situasi pasar yang bearish setelah Arab Saudi, Iraq dan Kuwait selaku tig anggota OPEC terbesar mengupayakan penurunan tajam terhadap ekspor minyak ke Asia setidaknya dalam 6 tahun terakhir ini. Pasar akan mengkoreksi sendirinya, menurut Menteri Minyak Arab Saudi Ali Al-Naimi. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Saham Jepang Di Buka Gain Terkait Pelemahan Yen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/12) - Saham Jepang catat kenaikan menjelang pemilu pada akhir pekan ini seiring mata uang yen melemah terhadap dolar dan AS melaporkan kenaikan tertinggi dalam penjualan ritel selama delapan bulan terakhir.
Indeks Topix naik 0,1 % ke level 1,398.35 pukul 09:04 pagi di Tokyo, sehingga memangkas penurunan pekan ini sebesar 3,3 %. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,5 % ke level 17,344.64. Sementara mata uang yen turun 0,3 % ke level 119,01 per dolar pasca melemah sebesar 0,7 % kemarin terkait data menunjukkan konsumen AS menghabiskan lebih banyak uang mereka pada bulan November lalu sehingga melebihi dari yang diharapkan. Sedangkan minyak mentah turun di bawah level $ 60 per barel untuk pertama kalinya sejak 2009 lalu.
Jepang akan melakukan pemilu pada 14 Desember besok setelah Perdana Menteri Shinzo Abe bulan lalu menyerukan referendum mengenai kebijakan ekonominya. Sementara perekonomian telah turun ke dalam resesi sejak kenaikan pajak penjualan pada April lalu.
Koalisi bentukan Abe akan menang lebih dari dua pertiga mayoritas suara, menurut surat kabar Nikkei melaporkan hari ini, mengutip hasil survei dan mennjadi headline hampir di setiap media lain diperkirakan akan menang secara telak. (vck)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 10 December 2014

Emas Berjangka Turun Akibat Pelemahan Minyak Memicu Kekhawatiran Deflasi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/12) - Emas berjangka turun karena penurunan harga minyak yang mendorong kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap rendah, membatasi daya tarik logam sebagai lindung nilai.
Minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) turun ke posisi terendah dalam lima tahun setelah OPEC mengatakan bahwa mereka memperkirakan permintaan pasokan untuk tahun depan akan menjadi yang terendah sejak 2003. Korelasi antara emas dan minyak naik 0,38 pekan lalu, link terkuat sejak Juli 2013. Pembacaan dari 1 berarti komoditas bergerak berbaris.
Kemarin harga emas mencapai level tertinggi dalam enam minggu akibat terjadi penurunan di pasar ekuitas yang mendorong permintaan untuk aset alternatif. Federal Reserve akan bertemu pekan depan setelah pembuat kebijakan memperdebatkan waktu kenaikan suku bunga pertama dalam delapan tahun. Biaya pinjaman yang lebih tinggi memotong daya tarik emas karena emas umumnya menawarkan investor pengembalian hanya melalui kenaikan harga.
Emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 0,2% untuk menetap di level $ 1,229.40 per ons pada pukul 1:43 di Comex New York. Logam menyentuh level $ 1.239 kemarin, yang merupakan tertinggi sejak 23 Oktober.
Indeks saham MSCI All-Country dan Indeks Bloomberg Dollar Spot keduanya menuju penurunan untuk hari ketiga. Emas menyentuh level $ 1,130.40 yang merupakan level terendah empat tahun pada 7 November setelah ekuitas mengalami reli dan greenback naik ke level tertinggi lima tahun.(frk)
Sumber : Bloomberg

Perusahaan Di Australia Menambah Pekerja Pada November Lalu

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/12) - Perusahaan di Australia diperkirakan menambahkan hampir tiga kali lipat jumlah pekerja pada bulan lalu, sehingga menunjukkan rencana bank sentral untuk memacu pertumbuhan dan perekrutan pekerja dengan suku bunga ke rekor terendah.
Jumlah masyarakat yang bekerja meningkat sebesar 42.700, menurut biro statistik di Sydney hari ini. Dibandingkan dengan perkiraan rata-rata peningkatan tersebut dalam survei dari 27 ekonom sebesar 15.000. Sementara tingkat pengangguran naik sebesar 6,3 % terkait lebih banyaknya orang sedang mencari pekerjaan.
The Reserve Bank of Australia telah mempertahankan suku bunga acuan sebesar 2,5 % selama 16 bulan terakhir untuk mendorong transisi pengendalian pertumbuhan domestik dan membantu para penambang yang menganggur akibat ledakan investasi sumber daya yang telah berkurang. Para pembuat kebijakan sedang menunggu untuk level yang lebih rendah dalam mendapatkan daya tarik dalam perekonomian di luar lonjakan pasar perumahan.
Jumlah pekerja full time naik sebesar 1.800 pada bulan lalu, dan para pekerja paruh waktu melonjak sebesar 40.800, laporan hari ini menunjukkan. Tingkat partisipasi Australia, acuan tenaga kerja secara proporsional dengan populasi, naik sebesar 64,7 % pada November lalu dari 64,6 % pada bulan sebelumnya.
Dolar Australia diperdagangkan pada level 83,68 sen AS pukul 11:36 pagi di Sydney, naik dari level 83,43 sen sebelum data dirilis. (vck)
Sumber: Bloomberg

Yen Naik Untuk Hari Keempat Akibatkan Saham Jepang Di Buka Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/12) - Saham Jepang catat penurunan setelah harga minyak turun ke level lima tahun terendahnya dan karena mata uang yen menguat untuk hari keempat, memicu penurunan saham energi dan eksportir.
Indeks Topix turun 1,5 % ke level 1,386.01 pukul 09:05 pagi di Tokyo, menuju penurunan untuk hari ketiga, bersama dengan 33 kelompok industri yang menurun kecuali satu. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,4 % ke level 17,171.49. Sementara mata uang yen menguat 0,3 % ke level 117,52 per dolar setelah naik 1,6 % kemarin sehingga melakukan reli dalam tiga hari sejak Juni 2013 lalu. Sedangkan  minyak West Texas Intermediate turun 4,5 % ke level $ 60,94 per barel kemarin.
Minyak mentah WTI catat penurunan dari level $ 100 per barrel sejak akhir Juli lalu pada meningkatnya pasokan AS dan permintaan yang lebih rendah di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan terhadap perekonomian dari Cina sampai Eropa. Data mingguan yang dirilis kemarin menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik ke rekor tertinggi, sementara OPEC memangkas proyeksi produksi untuk tahun depan terhadap output terendah dalam 12 tahun terakhir.
Dolar melemah terhadap yen pekan ini meskipun menguat menurut laporan pekerjaan AS yang  diperkirakan pada 5 Desember lalu, sehingga menunjukkan para pengusaha menambahkan sebagian besar pekerja sejak Januari 2012 lalu. Sementara Federal Reserve mengkaji dalam pertumbuhan lapangan kerja sehingga akan melakukan pertemuan pekan depan untuk memutuskan kapan ekonomi akan cukup kuat untuk menahan suku bunga yang lebih tinggi. Sebaliknya, Bank of Japan (BOJ) meningkatkan langkah-langkah stimulus pada 31 Oktober lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg

Sebagian Saham AS Turun Sejak Bulan Oktober Lalu

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/12) - Saham AS turun, mengirim Indeks Standard & Poor 500 merosot tajam dalam 7 pekan terakhir, karena saham energi baru selloff setelah OPEC memperkirakan akan mengurangi permintaan minyak mentah pada 2015 mendatang.
Indeks S & P 500 melemah sebesar  1,6 % ke level 2,026.15 pada pukul 04:00 sore waktu New York, level terendahnya sejak 5 November lalu. Indeks acuan merosot sebesar 2,4 % selama 3 hari beruntun, setelah mencapai rekornya pada 5 Desember. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah sebesar 267,67 poin, atau 1,5 %, ke level 17,533.53. Dow mengalami penurunan terbesarnya sejak 9 Oktober lalu.
Indeks S & P 500 kemarin ditutup sedikit berubah setelah membalikkan penurunan sebesar 1,3 %. Indeks tersebut melonjak 9,6 % pada tahun 2014, menuju kenaikan selama tahun ketiga, dipicu pada data ekonomi dan laba perusahaan yang sesuai dengan perkiraan.
Rilis data pada akhir pekan ini mungkin menunjukkan penjualan ritel AS meningkat pada bulan November, klaim pengangguran awal pekan lalu sedikit berubah dari minggu sebelumnya, dan kepercayaan konsumen meningkat bulan ini, menurut para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. (knc)
Sumber : Bloomberg

Selloff dalam Saham-saham Energi Tekan Bursa AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/12) - Saham-saham AS melemah, memperpanjang penurunan mingguan untuk indeks Standard & Poor 500, akibat saham-saham energi memperpanjang aksi jual atau selloff setelah OPEC memangkas proyeksi permintaan minyak mentah pada tahun 2015.
Saham ConocoPhillips, Exxon Mobil Corp. dan Chevron Corp. kehilangan lebih dari 2,2%. Lima pemain terburuk dalam indeks S&P 500 adalah perusahaan energi. Saham Yum! Brands Inc. tenggelam 4,8% setelah memotong proyeksi laba tahun 2014 di tengah ketakutan kesehatan di China. Saham American Airlines Group Inc. dan United Continental Holdings Inc. naik setidaknya 2,9% setelah sebuah kelompok industri mengatakan perusahaan penerbangan global akan membuat rekor laba pada tahun depan.
Indeks S&P 500 kehilangan 0,8% menjadi 2,044.06 pada pukul 12:58 siang di New York. Indeks acuan telah merosot 1,5% selama tiga hari terakhir, setelah mencapai rekor pada 5 Desember yang lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 151,59 poin, atau 0,9%, ke 17,649.61. Perdagangan perusahaan dalam indeks S&P 500 adalah 5,8% di atas rata-rata 30-hari hari ini.
Indeks S&P 500 ditutup sedikit berubah kemarin setelah membalikkan kerugian sebanyak 1,3%. Indeks tersebut telah melonjak sebesar 11% pada tahun 2014, menuju gain untuk tahun ketiga, yang didorong oleh membaiknya perkiraan data ekonomi dan pendapatan perusahaan.(frk)
Sumber : Bloomberg

Tuesday, 9 December 2014

WTI Merosot Seiring Iran Prediksi Akan Adanya Penurunan Berlanjut

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/12) - Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) kembali menurun setelah Iran memprediksi akan adanya penurunan berlanjut pada harga minyak mentah apabila kekompakan memudar diantara anggota OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries).

Kontrak berjangka minyak turun sebesar 1.2% di New York setelah kemarin mengalami kenaikan yang pertama kalinya dalam 4 hari terakhir. Harga diperkirakan turun ke level terendah sebesar $40 per barel ditenagh perang harga atau jika ada keputusan yang muncul di OPEC, menurut Mohammad Sadegh Memarian, Kepala Analis Pasar Perminyakan Kementerian Minyak Iran. Sebanyak 12 grup anggota diperkirakan akan mengadakan pertemuan luar biasa pada kuartal pertama ini apabila minyak mentah melanjutkan penurunan, menurut Energy Aspects Ltd.

Minyak mentah sedang diperdagangkan pada situasi pasar yang bearish setelah Arab Saudi, yang memicu keputusan OPEC untuk mempertahankan daripada memangkas output ketika pertemuan bulan lalu, upaya pemangaksan terkait minyak mentah sebagai upaya mempertahankan pangsa pasar terhadap produsen minyak AS yang mencatat output pada laju tertingginya dalam lebih dari 3 dekade terakhir. EIA (Energy Information Administration) memangkas perkiraan mengenai harga minyak mentah pada 2015 mendatang ditengah penurunan.

WTI untuk pengiriman Januari turun sebesar 78 sen ke level $63.04 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada pada level $63.14 pukul 11:18 siang waktu Sydney. Kemarin kontrak berjangka minyak naik 77 sen ke level $63.82. Harga telah mengalami penurunan sebesar 36% sepanjang tahun 2014 ini.

Kemarin Brent untuk penyelsaian Januari catat gain 65 sen atau 1% ke level $66.84 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London. Acuan minyak mentah Eropa tersebut mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar $3.02 dibanding WTI.

Pekan lalu pasokan minyak mentah AS naik sebesar 4.4 juta barel, menurut rilis data dari American Petroleum Institute kemarin yang bersumber dari Anthony Headrick, seorang analis dari CHS Hedging. Rilis data pemerintah hari ini diperkirakan akan menunjukkan pasokan turun sebesar 2.7 juta barel, menurut survei Bloomberg News. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Emas Naik Tajam Terkait Penurunan Ekuitas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/12) - Emas berjangka naik ke level tertinggi dalam lebih dari enam minggu akibat penurunan di pasar ekuitas menghidupkan kembali permintaan untuk logam sebagai safe haven.

Lebih dari $ 100 miliar dihapus dari nilai pasar ekuitas dunia kemarin, dan saham global melemah lagi hari ini. Bullion memperpanjang kenaikan karena dolar menuju penurunan terbesar dalam dua bulan terhadap sekeranjang 10 mata uang.

Emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 3% menjadi $ 1,230.50 per ons pada pukul 11:53 siang di Comex New York, setelah menyentuh $ 1.239, yang merupakan level tertinggi sejak 23 Oktober.

Setelah pembuat kebijakan mencoba untuk menghidupkan kembali ekonomi, bank-bank sentral utama bersama-sama akan menambah likuiditas hampir tiga kali lipat tahun depan daripada yang mereka lakukan pada tahun 2014, menurut analis dari Credit Suisse Group AG. Kepemilikan Net-bullish dalam emas berjangka dan opsi lebih dari dua kali lipat dalam tiga minggu terakhir, data pemerintah AS menunjukkan.(frk)

Sumber : Bloomberg

Saham Asia Turun Ditengah Pelemahan Ekuitas Global Di China, Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/12) - Saham Asia catat penurunan untuk hari kedua seiring penurunan pada ekuitas global pasca saham melemah di China, sementara penurunan saham di Yunani menyebar ke seluruh Eropa dan mata uang yen menguat di tengah permintaan safe haven.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,6 % ke level 138,87 pukul 09:00 pagi di Tokyo setelah melemah 0,3 % pada hari sebelumnya. Sementara bursa saham China turun tajam sejak 2009 lalu kemarin setelah pemerintah bergerak untuk memperketat persyaratan kredit memicu spekulasi atas perlambatan perekonomian China. Indeks Stoxx Europe 600 turun 2,3 % karena acuan saham Yunani membukukan penurunan terbesar dalam 27 tahun terakhir. Sedangkan mata uang yen naik sebesar 2,2 % terhadap dolar sebelum memangkas kenaikannya.
Indeks Topix Jepang turun 1,1 % setelah mata uang yen menguat terhadap 31  mata uang utama kecuali satu kemarin. Semetara Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,3 %. Sementara Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1 % , sedangkan Indeks NZX 50 Selandia Baru melemah 0,5 %. (vck)
Sumber: Bloomberg

Yen & Emas Catat Gain, Tekan Bursa Saham Jepang Dibuka Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/12) - Bursa Saham Jepang melemah seiring para investor mengalihkan investasinya ke safe-haven akibat kenaikan yen, hal tersebut mempengaruhi outlook bagi pendapatan ekspor.

Indeks Topix melemah 1.25 ke level 1,419.26 pukul 9:09 pagi waktu Tokyo, menuju pelemahan tertajam dalam 2 hari terakhir sejak Oktober lalu. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1.3% ke level 17,580. Yen diperdagangkan pada level 119.41 per dollar setelah kemarin mencatat reli intraday tertinggi sejak Juni 2013 lalu sebelum memangkas gain yang ditutup naik 0.8%.

Yen dan emas dipandang sebagai investasi safe haven, yen kemarin menguat sebesar 2.25 terhadap dollar. Emas berjangka melonjak ke level 6 pekan tertingginya. Kemarin Indeks MSCI ekuitas global turun ke level 1 bulan terendahnya akibat China memperketat persyaratan kredit yang memicu spekulasi akan melambatkan perekonomian China. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Bursa AS Melemah Dipicu Kebijakan China

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/12) - Bursa Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada Rabu (selasa) ini, di mana indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah setelah menghapus penurunan 1,3 persen, dipicu saham energi dan teknologi yang mengimbangi kekhawatiran atas China dan Yunani yang memicu aksi jual saham global.

Indeks saham S & P 500 turun kurang dari 0,1 persen menjadi 2.059,82 pada 16:00 di New York setelah kemarin meluncur paling dalam dalam tujuh minggu.

Sementara indeks Dow turun 51,28 poin  atau 0,3 persen ke posisi 17.801,20. Indeks Nasdaq 100 naik 0,4 persen dan indeks Russell 2000 rally 1,8 persen, di mana perusahaan energi rally ke posisi yang paling dalam tiga tahun.

"Kita memiliki beberapa perubahan nyata dalam situasi di China dan Yunani, namun itu tidak cukup untuk menjaga pasar bawah, yang sangat bullish," Matt Maley, strategi ekuitas untuk Miller Tabak & Co di Newton, Massachusetts, melansir laman Bloomberg.

Menurut dia, dengan kenaikan Russell dan Nasdaq menjadi hal yang mudah-mudahan akan membawa bursa AS keluar dari posisi ketat di minggu terakhir di tahun ini.

Saham Citigroup Inc dan Bank of America Corp turun setidaknya 0,6 persen karena penurunan saham keuangan, sementara Verizon Communications Inc, Merck & Co. dan AT & T Inc memimpin Dow Jones Industrial Average yang lebih rendah. Sementara itu, saham Newmont Mining Corp melonjak hampir 5 persen seiring kenaikan harga emas.

Ekuitas global melemah setelah China menyatakan obligasi tertentu rendah dinilai tidak bisa lagi digunakan sebagai jaminan untuk beberapa pinjaman jangka pendek, memicu aksi jual utang berisiko yang menyebar ke catatan pemerintah dan saham.


Sumber : Liputan6

Monday, 8 December 2014

Rusia: Perundingan Perdamaian Dengan Ukraina Pekan Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/12) - Penasihat kebijakan luar negeri Presiden Vladimir Putin, Yuri Ushakov mengatakan Rusia siap mengadakan pertemuan lain yang disebut “pertemuan kelompok kontak” tentang Ukraina timur pekan ini.
Anggota-anggota “kelompok kontak” yaitu Rusia, Ukraina, kelompok separatis yang didukung Rusia dan Organisasi Kerjasama Keamanan Eropa OSCE telah menandatangani perjanjian gencatan senjata di Ukraina Timur tanggal 5 September lalu di Minsk, Belarus.
Kantor berita Rusia RIA Novosti melaporkan wakil Republik Rakyat Donetsk yang mengumumkan sendiri kemerdekaannya – Denis Pushilin – hari Senin (8/12) mengatakan agenda pertemuan itu seharusnya mencakup soal gencatan senjata, upaya mengakhiri apa yang disebutnya sebagai “blokade” di daerah-daerah yang dikuasai kelompok pemberontak di Ukraina Timur, dan memungkinkan pelaksanaan “status khusus” di daerah-daerah itu.
Presiden Ukraina Petro Poroshenko hari Sabtu (6/12) mengatakan “perjanjian pendahuluan” untuk pertemuan kelompok kontak itu di Minsk hari Selasa (9/10) telah tercapai.
Sumber: VOA

Emas Menguat Terkait Upaya Pelonggaran Global

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/12) - Emas berjangka naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari akibat tanda-tanda bahwa pasokan uang akan meningkat di Eropa dan Asia menghidupkan kembali permintaan investor.

Kepemilikan di SPDR Gold Trust naik 0,5% pada pekan lalu, yang merupakan terbesar sejak bulan Agustus. Manajer keuangan menaikkan taruhan bullishmereka selama seminggu berturut-turut, ekspansi terpanjang sejak bulan Juli, data pemerintah menunjukkan pada 5 Desember yang lalu.

Sementara itu, para pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa menahan diri dari menaikkan pembelian aset pada pertemuan pekan lalu, Presiden Mario Draghi berjanji untuk menilai kebutuhan stimulus awal tahun depan. China menurunkan suku bunga bulan lalu untuk memacu pertumbuhan ekonomi, sementara Jepang telah memperluas program stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Emas berjangka untuk pengiriman bulan Februari naik 0,4% untuk menetap di $ 1,194.90 per ons pada pukul 1:56 sore di bursa Comex New York. Harga tersebut memperpanjang kenaikan emas di perdagangan elektronik setelah penutupan akibat pelemahan dolar terhadap euro dan ekuitas AS turun sebanyak 1%.(frk)

Sumber : Bloomberg

Laju IHSG Dibayangi Rupiah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/12) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan belum menggembirakan pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Pelemahan nilai rupiah membuat indeks saham akan kembali jatuh.

Analis PT MNC Securities, Reza Nugraha mengatakan, dengan nilai tukar rupiah melemah bahkan sampai tembus pada level Rp 12.400 per dollar Amerika membuat pelaku pasar berpikir ulang untuk akumulasi saham.

"Jadi kami lihat, memang saat ini dengan dolar sampai Rp 12.400 membuat tekanan investor real sudah melihatnya kondisi ini berisiko ke emiten kita dan melakukan pelepasan," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Dia memaparkan, hal ini juga ditambah pelaku pasar telah jenuh untuk melakukan aksi beli karena beberapa sektor seperti konstruksi telah mengalami kenaikan cukup tinggi.

Peluang menguat pun semakin menipis lantaran dari dalam negeri pun tak ada berita yang positif. Untuk perdagangan saham kali ini, Reza memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.090 dan resistance pada level 5.170.


Sumber : Liputan6

Rupiah Merosot, Cermati Delapan Saham Pilihan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/12) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada perdagangan saham Selasa (9/12/2014). Pergerakan nilai tukar rupiah masih mempengaruhi laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, saat ini IHSG sedang menguji level support 5.121 sedangkan target resistance di level 5.229. IHSG masih dalam berada di jalur uptren untuk jangka menengah.

"IHSG mengalami koreksi sehat di dalam perjalan uptren jangka pendeknya. Level support 5.121 sedang diuji kekuatannya. Aliran dana investor asing yang keluar masih dalam batasan normal di kala terjadinya tekanan terhadap nilai tukar rupiah," ujar William dalam ulasannya, Selasa (9/12/2014).

William memperkirakan, IHSG masih berpeluang kembali positif untuk melakukan technical rebound pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG akan melemah di kisaran 5.110-5.160. Sejumlah sentimen yang mempengaruhi IHSG antara lain dari pasar Eropa dipengaruhi oleh pertimbangan akan penambahan stimulus moneter oleh bank sentral Eropa.

Sedangkan dari dalam negeri, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan saham Senin pekan ini. Rupiah melemah diperkirakan dapat mempengaruhi laju IHSG.

Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur WIdjanarko mengingatkan keadaan IHSG yang jenuh beli dan penguatan dolar berdampak terhadap potensi rupiah yang melemah. Dua faktor tersebut patut diwaspadai karena memicu kelanjutan koreksi di IHSG. Yuganur merekomendasikan akumulasi beli saham bila terjadi koreksi IHSG.


Sumber : Liputan6

Harga Minyak Tertekan, Bursa Saham AS Merosot

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/12) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah mengawali perdagangan saham di awal pekan ini didorong aksi jual di sektor saham energi seiring harga minyak makin tertekan.

Indeks saham Dow Jones turun 106,31 poin (0,59 persen) ke level 17.852,48. Hal itu diikuti indeks saham S&P 500 tergelincir 15,04 poin (0,72 persen) menjadi 2.060,33. Penurunan indeks saham S&P 500 ini terbesar sejak Oktober.

Sementara itu, indeks saham Nasdaq melemah 40,06 poin (0,84 persen) ke level 4.740,69. Indeks saham acuan di bursa saham AS ini melemah karena aksi jual di sektor saham energi. Hal itu didorong dari harga minyak berada di level terendah dalam lima tahun ini.

Saham energi di indeks saham S&P 500 diperdagangkan ke level terendah dalam 17 bulan. Harga minyak yang tertekan tahun ini karena persediaan minyak melimpah dan negara pengekspor minyak (OPEC) tidak menurunkan target produksinya.

Selain itu, data neraca perdagangan China yang tak sesuai prediksi meski surplus neraca perdagangan meningkat pada November juga mempengaruhi laju indeks saham.

"Harga minyak menurun memimpin sentimen, dan banyak pelaku pasar bertransaksi di perdagangan minyak. Begitu banyak sentimen mengganggu, dan pelaku pasar belum mengambil langkah apapun," ujar Frank Ingarra, Head Trader Greenwich NorthCoast Asset Management, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (Selasa pagi WIB).

Adapun saham-saham melemah antara lain saham Exxon Mobil Corp turun 2,1 persen. Saham Chevron Corp melemah 3,8 persen. Sementara itu, saham McDonald's Corp merosot 3,7 persen didorong rilis data penjualan perseroan.


Sumber : Liputan6

Sunday, 7 December 2014

Aktifitas Pengeboran AS Meningkat, Minyak Perpanjang Penurunan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/12) - Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) dan Brent memperpanjang penurunan dari level penutupan terendah dalam 5 tahun terakhir akibat aktifitas produksi di AS yang meningkat setelah naiknya operasi pengeboran minyak.

Kontrak berjangka minyak turun sebesar 1.8% di New York dan 1.9% di London. Beroperasinya pengeboran di AS sebagai konsumen minyak terbesar di AS, meningkat tajam sejak pertengahan November lalu, menurut Baker Hughes Inc. pada 5 Desember. Pasar minyak bersiap memburuk sebelum mendapatkan momen baiknya,” menurut Morgan Stanley.

Minyak mentah sedang diperdagangkan pada situasi pasar yang bearish setelah kenaikan produksi di AS meski setelah OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) mempertahankan kuota outputnya. Turunnya harga minyak akan memberikan “tekanan jangka pendek” terhadap anggaran negara  Iran, hal itu menurut Hassan Rouhani, presiden dari anggota terbesar kelima OPEC saat pidato kemarin di hadapan parlemen Iran di Tehran, informasi tersebut diperoleh dari Iranian Student News Agency.

WTI untuk pengiriman Januari turun sebesar $1.21 di level $64.63 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan pada level $64.71 pukul 10:44 pagi waktu Sydney. Kontrak berjangka WTI turun 97 sen ke level $65.84 pada 5 Desember lalu, level penutupan terendah sejak Juli 2009 lalu. Volume semua kontrak berjangka diperdangkan sebesar 21% dibawah 100 hari rata-rata. Harga kontrak WTI telah mengalami penurunan 34% sepanjang tahun 2014 ini.

Brent untuk penyelesaian Januari turun sebesar $1.34 di level $67.73 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London. Harga telah turun 57 sen ke level $69.07 pada 5 Desemebr lalu, level terendah sejak Oktober 2009 silam. Acuan minyak mentah Eropa tersebut lebih tinggi sebesar $3.14 dibanding WTI, dibandingkan dengan $3.54 pada sepekan lalu. (bgs)

Sumber : Bloomberg