Thursday, 12 March 2015

Saham Eropa Ditutup Stagnan Pasca Catat Gain Terbesar Dalam 6 Pekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Saham Eropa stagnan, pasca mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari enam pekan terakhir.
Indeks Stoxx Europe 600 turun kurang dari 0,1 % ke level 395,36 pada penutupan perdagangan hari ini. Sebelumnya Indeks tersebut memangkas kenaikan sebesar 0,4 % setelah sebuah laporan menunjukkan penjualan ritel AS pada bulan Februari secara tak terduga turun untuk bulan ketiga.
Indeks acuan Eropa naik 1,5 % ke level tertingginya dalam tujuh tahun terakhir kemarin, karena relinya saham eksportir. Indeks Stoxx 600 catat kenaikan sebesar 15 % tahun ini karena Bank Sentral Eropa (ECB) memulai pelonggaran kuantitatif untuk merangsang pertumbuhan dan meningkatkan inflasi. (vck)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 11 March 2015

Coba Angkat Perekonomian, Tiongkok Tiru Indonesia Beralih Ke Investasi Infrastruktur

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Pemerintah Tiongkok harus bekerja keras untuk memenuhi target ekspansi ekonominya di tahun ini terutama dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup. Seperti diketahui, Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang, telah mengumumkan pekan lalu target baru  produk domestik bruto negaranya dapat bertumbuh di kisaran 7 persen tahun ini.
Target ini masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan target tahun lalu yang tercatat sebesar 7,5%, namun realisasi pertumbuhan ekonominya hanya mampu tumbuh sebesar 7,4%, terendah dalam 24 tahun terakhir.
Target lebih rendah yang dipatok tahun ini didasarkan pada pertimbangan kebutuhan dan kemungkinan adanya tantangan yang lebih besar. Adapun salah satu strategi yang akan mereka lakukan dalam mengubah perekonomian negaranya yaitu dengan beralih yang semula fokus pada produksi industri manufaktur ke industri yang dapat memberikan nilai tambah serta melakukan inovasi.
Selain itu pemerintah juga telah merencanakan defisit anggaran hingga 1,62 triliun yuan ($ 259.000.000.000) untuk tahun ini, dimana pengeluaran publik tahun 2015 ini akan difokuskan pada proyek-proyek infrastruktur seperti jalan dan rel kereta api, pembangunan kembali daerah-daerah kumuh, upgrade sistem drainase perkotaan dan jaringan irigasi di daerah pedesaan.
Hal ini dilakukan karena mengingat masih tingginya kelebihan kapasitas di bidang manufaktur dan pasar real-estate, sehingga pengeluaran untuk infrastruktur dapat menjadi pusat untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. 
Pemerintah pusat Tiongkok sendiri telah menyampaikan keinginan mereka agar para investor swasta dapat berperan lebih besar terhadap perekonomian dalam negeri, misalnya dengan berinvestasi di bidang infrastruktur jalan raya tol atau jaringan kereta api. Kemitraan dalam bentuk Public Private Partnership (PPP) ini telah menjadi sebuah kata kunci utama dalam lingkaran ekonomi Tiongkok selama beberapa tahun terakhir sebagai suatu bentuk upaya pemerintah dalam mempercepat ekspansi pertumbuhan ekonomi.
Sayangnya, keinginan pemerintah ini sedikit terhambat pasalnya dari 80 proyek percontohan PPP yang telah diluncurkan pada akhir Mei tahun lalu, hanya 49 proyek yang mendapat dukungan dari investor swasta. Tindakan yang dilakukan pemerintah negara ekonomi besar kedua ini sama dengan upaya pemerintah Jokowi yang juga fokus kepada investasi infrastruktur.

Sumber : Vibiznews

Emas Catat Penurunan Terpanjang dalam Enam Tahun Terakhir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Emas menuju penurunan terpanjang dalam enam tahun terakhir dan platinum jatuh ke level 67 bulan terendah seiring reli penguatan dolar pangkas permintaan untuk logam mulia sebagai aset alternative.
Dolar melonjak ke level tertinggi hampir dalam 12 tahun terakhir terhadap enam mata uang utama terkait spekulasi The Fed akan lebih dekat untuk menaikan suku bunga. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) memulai pembelian obligasi. Spot emas mencapai level 14 pekan terendah.
Kepemilikan reksadana berbasis emas yang ditransaksikan di bursa turun untuk hari ke sepuluh berturut-turut, penurunan terpanjang sejak November. Para pembuat kebijakan lebih baik melakukan pengetatan lebih awal dan lebih bertahap daripada nanti dan cepat, Presiden The Fed Bank of Dallas Richard Fisher mengatakan dua hari lalu.
Emas untuk pengiriman segera turun sebesar 0,9 persen ke level $1,151.07 per ons pukul 01:44 waktu New York, menurut harga generik Bloomberg. Harga emas menuju penurunan hari kedelapan secara berturut, kemerosotan terpanjang sejak Maret 2009 lalu. Sebelumnya, logam menyentuh level $1,147.72, terendah sejak 1 Desember lalu.
Kepemilikan emas ETPS turun sebesar 5,5 metrik ton pada hari Selasa menjadi 1,653 ton, terendah sejak 26 Januari lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Emas berjangka untuk pengiriman April turun sebesar 0,8 persen untuk menetap di level $1,150.60 di Comex di New York.
Spot platinum turun sebanyak 1,3 persen ke level $1,114.05 per ons, terendah sejak 14 Juli 2009.
Spot perak turun sebesar 1,9 persen ke level $15,376 per ons. Harga emas menuju penurunan hari kedelapan secara berturut-turut, kemerosotan terpanjang sejak April 2013 lalu. Sebelumnya, Perak menyentuh level $15,2977, terendah sejak 1 Desember. (izr)
Sumber: Bloomberg

Aksi Selloff Kirim Saham AS Ditutup Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Saham AS catat penurunan, pasca aksi jual saham besar-besaran dalam lebih dari dua bulan terakhir di tengah penguatan dolar, karena penurunan pada saham perusahaan consumer mengimbangi rebound saham perbankan.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,2 % ke level 2,040.42 pukul 04:00 sore di New York. Indeks tersebut turun di bawah harga RSI untuk 100 hari terakhir.
Penguatan dolar ke level tertinggi dalam 12-tahun terakhir terhadap mata uang euro mengirim saham AS turun kemarin, sehingga menghapus keuntungan untuk tahun ini terkait perhatian pendapatan dalam bentuk yang lebih buruk dari yang diakui investor. Indeks S&P 500 turun 0,8 % pada tahun ini, indeks tersebut membuntuti semua kenaikan pasar saham dari 24 negara kecuali satu. (vck)
Sumber: Bloomberg

Saham Eropa Meningkat Tajam dalam Enam Pekan Akibat Pelemahan Euro

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Saham Eropa meningkat tajam dalam lebih dari enam pekn terakhir akibat pelemahan euro yang mendorong saham perusahaan eksportir.
Indeks Stoxx Europe 600 naik sebesar 1,5 persen ke level 395,48 pada penutupan perdagangan. Saham produsen mobil memimpin kenaikan seiring mata uang euro ditransaksikan di dekat level 12 tahun terendah dan menuju penurunan kuartalan rekor terendahnya. Indeks CAC 40 Prancis dan Indeks DAX Jerman mencatat kenaikan terbesar dari 18 pasar Eropa barat.
Bank sentral Eropa telah membeli Obliasi Jerman, Belgia, Perancis, Italia dan Spanyol pekan ini, mengirim suku bunga di seluruh Eropa ke rekor terendahnya. Pembelian merupakan bagian dari program pembelian aset oleh Bank Sentral Eropa, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan hari ini bahwa mereka akan mendorong laju inflasi di kawasan euro kembali ke tujuannya.
Pelemahan euro membuat barang-barang Eropa menjadi lebih murah mengawasi untuk pembelian, mendorong permintaan dan umumnya lebih banyak melakukan aksi jual.
Indeks Stoxx 600 telah jatuh sebesar 1,2 persen sampai Selasa ini dari level penutupan tujuh tahun tertinggi pada tanggal 6 Maret lalu, akibat merosotnya saham energi, dan tumbuhnya kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan menaikan suku bunga lebih cepat. Pertemuan The Fed selanjutnya akan dilakukan pada 17-18 Maret mendatang. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Bergerak Fluktuatif

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Saham AS berfluktuasi, pasca aksi jual saham besar-besaran dalam lebih dari dua bulan terakhir di tengah penguatan dolar, karena penurunan pada saham perusahaan consumer mengimbangi rebound saham perbankan.
Saham Tyson Foods Inc dan Pilgrim Pride Corp turun lebih dari 4,5 % di tengah laporan dugaan flu burung di Arkansas. Citigroup Inc dan Bank of America Corp naik sebesar 1,6 % setelah saham keuangan pada Selasa kemarin di Indeks Standard & Poor 500 turun tajam sejak April. Saham Intel melakukan reli terbesar sejak November lalu pasca penurunan terbesar dalam lebih dari sebulan terakhir.
Indeks S&P 500 naik kurang dari 0,1 % ke level 2,045.05 pukul 12:33 siang di New York. Indeks tersebut diperdagangkan mendekati harga RSI 100 hari terakhir. Sementara Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,85 poin, atau 0,2 %, ke level 17,693.79. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite stagnan.
Penguatan dolar ke level tertinggi dalam 12-tahun terakhir terhadap mata uang euro mengirim saham AS turun kemarin, sehingga menghapus keuntungan untuk tahun ini terkait perhatian pendapatan dalam bentuk yang lebih buruk dari yang diakui investor. Indeks S&P 500 turun 0,6 % pada tahun ini, diikuti indeks tersebut membuntuti semua kenaikan pasar saham 24 negara kecuali satu. (vck)
Sumber: Bloomberg

Tuesday, 10 March 2015

Dolar Menguat Ke Level 12 Tahun Tertinggi Ditengah Pembelian Obligasi Eropa

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/03) - Dolar menguat ke level tertinggi dalam hampir 12 tahun terakhir karena momok kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi dan percepatan program pembelian obligasi oleh Bank Sentral Eropa (ECB) yang mengalir melalui pasar keuangan global.
Dolar menguat terhadap 14 dari 16 mata uang utama karena bank sentral nasional di zona euro menyatakan telah membeli utang untuk hari kedua dalam program pelonggaran kuantitatif mereka. Dolar menyentuh level tertinggi dalam 7 1/2 tahun terhadap yen dan naik ke rekornya terhadap peso Meksiko.
Dolar menguat 1,4 % ke level $ 1,0698 per euro pada pukul 5 sore di New York dan mencapai level $ 1,0693, merupakan level tertinggi sejak April 2003 lalu. Dolar menyentuh level ¥ 122,03, merupakan level terendah sejak Juli 2007 lalu, sebelum diperdagangkan stagnan pada level 121,13 ¥.
Greenback naik diikuti Swiss franc untuk pertama kalinya sejak Swiss National Bank (SNB) menghapus pencatatan mata uang terhadap euro pada bulan Januari lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg

Emas Tembus Level 3 Bulan Terendah Akibat Penguatan Dolar

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/03) - Emas turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir pada hari Selasa, akibat tertekan oleh kenaikan mata uang dolar ke level tertinggi dalam hampir 12 tahun terakhir dan juga ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada pertengahan tahun ini.

Spot emas turun ke level terendah sejak 1 Desember ke level $ 1,155.60 per ounce pada awal perdagangan dan turun 0,4 persen ke level $ 1,161.55 pukul 02:09 siang, sementara emas untuk pengiriman April menetap di level $ 6,40 per ounce ke level $ 1,160.10.

Platinum turun ke level terendah sejak Juli 2009 ke level $ 1.124 per ounce. Logam ini telah turun sebesar 6,3 % sejak awal tahun ini di tengah ekspektasi permintaan yang lebih rendah dari sektor otomotif dan perlengkapan tambang yang lebih tinggi.

Dolar naik ke level tertinggi sejak September 2003 lalu terhadap sekumpulan mata uang utama, sehingga membuat emas melemah dibandingkan mata uang lainnya.

Posisi investor menunjukkan outlook bearish. Sementara kepemilikan emas di SPDR Gold Trust, turun 0,43 % ke level 753,04 ton pada hari Senin kemarin. (vck)

Sumber: Reuters

Penguatan Dolar Kirim Saham AS ke Penurunan Terbesar dalam Dua Bulan Terakhir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/03) - Dolar berada pada level terkuat dalam hampir 12 tahun terakhir terhadap euro dan momok kenaikan suku bunga AS memicu aksi jual di pasar saham global yang mengirim indeks Standard & Poor 500 anjlok tajam sejak 5 Januari lalu. Minyak dan tembaga menurun.
Indeks S&P 500 turun sebesar 1,7 persen pukul 16:00 di New York, merosot di bawah harga rata-rata selama 50 hari terakhir dan menghapus keuntungan pada 2015 ini. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 328 poin, penurunan terbesar sejak 5 Januari lalu. Indeks Stoxx Europe 600 terkoreksi sebesar 0,9 persen. Euro melemah 1,4 persen ke level $1,0704 dan merupakan ukuran dari 20 mata uang emerging market yang jatuh untuk hari kesembilan. Obligasi Imbal hasil Jerman 10-tahun turun menjadi rekor terendahnya, seiring perbedaan imbal hasil tenor 10-tahun dan obligasi terluas sejak 1989 lalu. Minyak mentah AS turun di bawah $49 per barel sementara tembaga turun terbesar sejak Januari lalu.
Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Richard Fisher mengatakan bank sentral harus mulai menaikkan suku seiring membaiknya pasar tenaga kerja. Sementara pembuat kebijakan dari Sydney hingga Wellington, Tokyo, Zurich dan Frankfurt memotong suku bunga dan membeli obligasi pemerintah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi negaranya, the Fed menonjol dalam menerima suku bunga nilai tukar yang lebih tinggi seiring tanda-tanda menguatnya perekonomian. Dolar telah rally tahun ini terhadap 14 dari 16 mata uang utama. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham Eropa Ditutup Turun Ditengah Kekhawatiran Suku Bunga AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/03) - Saham Eropa turun untuk hari kedua karena pelemahan saham minyak dan gas dan meningkatnya kekhawatiran terhadap Federal Reserve yang semakin dekat dalam menaikan tingkat suku bunga.
Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,9 % ke level 389,66 pada penutupan perdagangan hari ini. Indeks tersebut sebelumnya naik sebesar 0,2 %. Mayoritas saham dari 19 kelompok industri turun, diikuti penurunan tajam saham energi. Royal Dutch Shell Plc, BG Group Plc dan BP Plc turun lebih dari 3 % seiring pelemahan minyak mentah untuk hari kelima di tengah tanda-tanda melimpahnya pasokan global yang terus bertahan.
Indeks Stoxx 600 naik pada hari Jumat ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir karena Bank Sentral Eropa (ECB) akan menetapkan tanggal mulai untuk program pembelian obligasi pemerintah tersebut. Sehingga membuat indeks tersebut menguat 14 % di tahun ini.
Di AS, Indeks Standard & Poor 500 menghapus keuntungan untuk tahun ini, sementara dolar menguat mendekati level 12 tahun tertingginya terhadap euro, di tengah spekulasi tentang kenaikan suku bunga. Dalam pidato terakhirnya Presiden Fed Bank of Dallas, Richard Fisher mengatakan bank sentral harus mulai secara bertahap dalam menaikkan tingkat suku bunga. The Fed selanjutnya akan melakukan pertemuan pada 17-18 Maret mendatang. (vck)
Sumber: Bloomberg

Deutsche Bank : S&P 500 Akan Turun Sebesar 9% Akibat Membaiknya Pasar Tenaga Kerja

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/3) - Indeks S&P 500 dalam lima pekan terakhir berada diatas kisaran level 2000 mungkin cukup lama, kata David Bianco dari Deutsche Bank AG.
Pasca rilis laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu, investor semakin yakin Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun ini, kata Bianco. Itu bisa mengakibatkan penurunan pada indeks acuan hingga 9 persen, menurut Bianco. Level terkuat dolar terhadap euro sejak 2003 mengancam pertumbuhan laba AS, katanya.
Saham AS menghapuskan keuntungan untuk tahun ini, mendorong turun indeks S&P 500 sebesar 1,4 persen ke level 2,050.42 pukul 12:04 di New York. Dolar juga memberikan tekanan karena rally terhadap semua mata uang utama hari ini, melonjak hampir ke level 12 tahun tertingginya terhadap euro dan tertinggi di level 7 1/2 tahun terhadap yen.
Indeks S&P 500 anjlok tajam dalam dua bulan terakhir pada hari Jumat kemarin di tengah pengusaha melaporkan telah menambahkan lapangan pekerjaan lebih dari perkiraan pada bulan Februari dan tingkat pengangguran turun menjadi 5,5 persen, terendah dalam hampir tujuh tahun terakhir, menunjukkan pasar tenaga kerja tengah mempertahankan kemajuan pasca mencatat kinerja tahunan terbaiknya dalam 15 tahun terakhir. (izr)
Sumber: Bloomberg

Monday, 9 March 2015

Saham Jepang Dibuka Menguat Terkait Pelemahan Yen Terhadap Dolar

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Saham Jepang dibuka menguat terkait pelemahan yen ke level terendahnya terhadap dolar dalam tiga bulan terakhir, meningkatkan prospek laba untuk sektor eksportir.
Indeks Topix naik 0,5% menjadi 1,539.88 pada 09:01 pagi di Tokyo, dengan semua kecuali satu dari 33 kelompok industri yang meningkat. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,6% menjadi 18,902.55. Yen turun 0,2% menjadi 121,42 per dolar, turun untuk hari keempat ke level terlemah sejak awal Desember lalu.
Sementara mengenai kebijakan moneter The Fed pada tanggal 18 Maret, para pelaku pasar menunggu apakah para otoritas mempertahankan janji mereka "bersabar" untuk menaikkan biaya pinjaman.
Kontrak pada indeks S&P 500 tergelincir 0,1% Indeks tersebut naik 0,4% kemarin karena ekuitas AS memasuki tahun ketujuh dari bull run.(yds)
Sumber: Bloomberg

Kecemasan Terhadap Yunani Dorong Harga Emas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Emas berjangka naik dari level terendah dalam tiga bulan terakhir di tengah kekhawatiran bahwa kesepakatan sementara untuk memberikan bantuan ke Yunani akan terurai, mendorong permintaan untuk aset haven.
Ketua Eurogroup Jeroen Dijsselbloem mengatakan pada hari Minggu bahwa daftar langkah-langkah yang pemerintah Yunani diusulkan sebagai bagian bail out selama empat bulan yang "jauh" dari lengkap, dan Yunani mungkin tidak akan menerima pencairan bantuan bulan ini. Emas hentikan penurunan terpanjang dalam 11 pekan terakhir.
Logam ini turun sebesar 5,2 persen pada Februari lalu seiring menteri keuangan kawasan euro menyetujui paket ekonomi Yunani untuk memperpanjang kesepakatan bailout. Pada hari Jumat, emas anjlok terbesar sejak Desember 2013 lalu untuk menghapus keuntungan 2015 pasca laporan menunjukkan tingkat pengangguran AS turun ke level terendah dalam hampir tujuh tahun terakhir, meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dengan segera.
Emas berjangka untuk pengiriman April naik 0,2 persen untuk menetap di level $1.166,50 per ons pada pukul 1:39 di Comex di New York. Logam turun dalam lima sesi sebelumnya, kemerosotan terpanjang sejak pertengahan Desember lalu. Pada hari Jumat, harga emas menyentuh $1,162.90, terendah untuk kontrak teraktif sejak 1 Desember lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg

Aktifitas Merger Dorong Saham AS ditutup Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Saham AS naik di tengah transaksi akuisisi perusahaan pasca indeks Standard & Poor 500 anjlok tajam dalam dua bulan terakhir pada hari Jumat kemarin.
Indeks S&P 500 menguat 0,4 persen ke level 2,079.43 pada penutupan di New York, seiring ekuitas memasuki bull run tahun ketujuh. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 138,94 poin, atau 0,8 persen, ke level 17,995.72. Sekitar 6,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, 11 persen di bawah moving average tiga bulan.
Kekhawatiran Federal Reserve yang mungkin akan menaikkan suku bunga tahun ini di tengah penguatan ekonomi telah menyeret ekuitas terkoreksi tajam. Indeks S&P 500 turun 1,6 persen pekan lalu, terbesar sejak Januari, pasca data menunjukkan tingkat pengangguran mencapai kisaran full employment bagi bank sentral. Para pembuat kebijakan bertemu berikutnya pada 17-18 Maret mendatang. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham Eropa Ditutup Turun Dari Level 7-Tahun Tertingginya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Penurunan saham Yunani mendorong ekuitas Eropa turun lebih rendah pasca reli dalam lima pekan terakhir.
Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,3 % ke level 393,19 pada penutupan perdagangan di London hari ini setelah turun sebesar 0,9 %. Indeks ASE Yunani turun tajam di antara 18 pasar saham Eropa karena menteri keuangan zona euro mengatakan negara harus bergerak lebih cepat untuk memenuhi komitmen penyelamatan untuk membuka dana talangan lebih.
Menteri Keuangan Belanda Jeroen Dijsselbloem, yang memimpin kelompok menteri keuangan di kawasan itu, mengatakan pembicaraan dengan Yunani telah meluncur mundur sejak kesepakatan bulan lalu seiring negara tersebut tidak menawarkan langkah-langkah rinci yang diperlukan. Sehingga mengirim Indeks ASE turun 4,2 %, merupakan penurunan terbesar dalam sebulan terakhir. Eurobank Ergasias SA dan Piraeus Bank SA melemah lebih dari 11 %.
Indeks Stoxx 600 yang ditutup pada Jumat lalu catat kenaikan beruntun terpanjang mingguan sejak Juni lalu, ditutup pada level tertinggi sejak Juli 2007, karena Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan memulai program pembelian aset. Sehingga akan membeli obligasi Belgia, Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol pada hari Senin. (vck).
Sumber: Bloomberg

Saham AS Catat Kenaikan 0,4% Pada Sesi Siang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Saham AS naik di tengah transaksi perusahaan pasca indeks Standard & Poor 500 turun tajam dalam dua bulan terakhir pada hari Jumat lalu.

Saham Macerich Co naik 6,1 % setelah tawaran pembelian saham dari Simon Property Group Inc senilai sekitar $ 22.4 miliar, termasuk utang. RTI International Metals Inc. menguat 37 % setelah Alcoa Inc setuju untuk mengakuisisi saham mereka sekitar $ 1.26 miliar. General Motors Co naik setelah mengumumkan program pembelian kembali sahamnya sebesar $ 5 miliar.

Indeks S&P 500 naik 0,4 % ke level 2,078.62 pukul 12:58 siang di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 131,04 poin, atau 0,7 %, ke level 17,987.82 seiring ekuitas memasuki tahun ketujuh dari bullish run. Perdagangan saham perusahaan di S&P 500 sebesar 15 % di bawah RSI 30-hari.

Kekhawatiran Federal Reserve mungkin mulai menaikkan suku bunga tahun ini di tengah penguatan ekonomi telah menyeret ekuitas ke level yang lebih rendah. Indeks S&P 500 turun 1,6 % pekan lalu, merupakan penurunan terbesar sejak Januari lalu, karena data menunjukkan tingkat pengangguran mencapai kisaran bank sentral untuk apa yang dianggap full employment. Para pembuat kebijakan akan melakukan pertemuan berikutnya pada 17-18 Maret mendatang. (vck)

Sumber: Bloomberg

Sunday, 8 March 2015

Laju IHSG Dibayangi Aksi Ambil Untung

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ada potensi melemah di awal pekan kedua Maret 2015 seiring pelaku pasar akan merealisasikan keuntungan usai indeks saham cetak rekor baru.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. IHSG naik 1,17 persen menjadi 5.514,78 pada penutupan perdagangan saham Jumat 6 Maret 2015.

Analis PT Sucorinvest Asset Management, Jemmy Paul menuturkan, investor asing melakukan aksi beli bersih ketimbang investor lokal telah mengangkat IHSG. Investor asing melakukan aksi beli ini didukung ada harapan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi beli investor asing mencapai Rp 11 triliun sepanjang awal 2015.

"Selain itu, tren suku bunga turun juga membuat investor asing tertarik karena laba bersih per saham perusahaan naik," kata Jemmy, saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Senin (9/3/2015).

Meski demikian, Jemmy memprediksi, IHSG rawan koreksi di awal pekan ini. Hal itu mengingat bursa saham Amerika Serikat melemah pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu seiring spekulasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve. Indeks Dow Jones turun 226,21 atau 1,25 persen menjadi 17.909,51, indeks S&P 500 telah kehilangan 23,35 poin atau 1,11 persen menjadi 2.077,69.

Ia menambahkan, di awal pekan ini juga belum ada rilis data ekonomi yang akan keluar sehingga pergerakan IHSG tidak terlalu banyak. Pelaku pasar akan cenderung menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) soal suku bunga acuan/BI Rate. Ada harapan kalau BI akan kembali menurunkan suku bunga.

Jemmy mengatakan, meski ada koreksi di IHSG tapi selama investor asing masih masuk ke pasar modal Indonesia maka mendorong kenaikan IHSG ke depan. Hingga akhir 2015, IHSG akan berada di kisaran 6.000-6.300.

Dalam riset PT Bahana Securities menyebutkan, IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat di kisaran 5.475-5.525 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Analis teknikal PT BNI Securities, Andri Zakarias Siregar menuturkan, IHSG ditutup di atas 5.409-5.463 dapat mendorong kenaikan indeks ke target 5.480-5.550 di awal pekan ini.

Untuk rekomendasi saham, Andri memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

Sedangkan riset PT Bahana Securities menyebutkan, saham yang dapat diperhatikan yaitu saham BRMI, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). (Ahm/)


Sumber : Liputan6

Rebound Jepang dari Resesi Lebih Lemah dari Perkiraan Pertama

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Rebound ekonomi Jepang dari resesi merupakan yang terlemah dari perkiraan pertama oleh Pemerintah mengikuti penurunan tak terduga dalam investasi usaha.
Produk domestik bruto Jepang diperluas menjadi 1,5% secara tahunan dalam tiga bulan sampai dengan bulan Desember dari kuartal sebelumnya, kurang dari data awal sebesar 2,2%, menurut data revisi yang dirilis pada hari Senin oleh Kantor Kabinet. Ekspansi mengikuti kontraksi dalam dua kuartal berturut-turut yang disebabkan oleh peningkatan pajak penjualan pada bulan April tahun lalu.
Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda mengandalkan kenaikan pertumbuhan untuk mengurangi penurunan dalam perekonomian dan meningkatkan tekanan inflasi. Sementara itu ia mengatakan pelemahan harga minyak akan menguntungkan negaranya dalam jangka panjang, energi yang lebih murah mengancam akan memicu penurunan harga konsumen dalam beberapa bulan mendatang yang menantang target inflasiyang dicanangkannya sebesar 2%.
Belanja modal swasta turun 0,1% dari kuartal sebelumnya, pasca pembacaan awal naik 0,1%. Belanja konsumen naik 0,5%. Data awal menunjukkan penguatan dari 0,3%.
Yen menguat 0,1% menjadi 120,74 per dolar pada pukul 08:58 pagi di Tokyo.(frk)
Sumber : Bloomberg

Saham Jepang Turun Terkait Spekulasi Meningkatnya Suku Bunga AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Saham Jepang turun pasca rilid data pekerjaan AS sehingga memicu spekulasi kenaikan suku bunga AS, sementara laporan menunjukkan Jepang keluar dari resesi lebih lemah dari yang dilaporkan sebelumnya.
Indeks Topix turun 0,4% menjadi 1,534.69 pada 09:01 pagi di Tokyo, setelah naik 1,1% pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,5% menjadi 18,868.51. Yen diperdagangkan pada level 120,75 pasca melemah 0,6% pada hari Jumat karena saham AS merosot tajam dalam dua bulan terakhir setelah meningkatnya nonfarm payrolls lebih dari yang diproyeksikan dan tingkat pengangguran merosot ke level terendah tujuh tahun.
Sebuah laporan pemerintah yang dirilis Senin pagi ini menunjukkan GDP Jepang pada kuartal keempat diperluas menjadi 1,5% pada kuartal keempat, kurang dari 2,2% yang dilaporkan dalam laporan awal bulan lalu.
Obligasi AS turun tajam dalam sebulan terakhir, sedangkan kontrak berjangka menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Juni naik menjadi 22% dari 17% pada hari Kamis. Bulan yang paling mungkin untuk kenaikan suku bunga adalah September, dimana keyakinan para trader sebesar 60%.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 tergelincir 0,1% Indeks saham turun 1,4% pada hari Jumat lalu.(yds)
Sumber: Bloomberg

Harga Emas Bisa Terpuruk ke US$ 1.000 per Ounce

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Akhir pekan lalu, harga emas tercatat turun lebih dari US$ 30 per ounce setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) meningkat dan membuat nilai tukar dolar melonjak. Dengan kondisi tersebut, Chairman of Sprott Asset Management, Rick Rule mengatakan, harga emas dapat dengan mudah jatuh ke level US$ 1.000 per ounce.

"Harga emas dapat dengan mudah jatuh ke harga US$ 1.000 per ounce. Saya bukan analis teknis tapi pergerakan emas tampak lemah dan kepercayaan para konsumen terhadap dolar AS masih sangat tinggi," kata Rule seperti dikutip dari Mining.com, Senin (9/3/2014).

Dia menjelaskan, sebelum aksi jual pada akhir pekan lalu, harga emas banyak bergerak di kisaran US$ 1.200 per ounce. Ini mendorong para spekulator bahwa harga emas dapat menuju level terendah tahun ini.

Harga emas untuk pengiriman April jatuh US$ 32,33 per ounce atau 2,7 persen pada perdagangan Kamis ke level terendah di harga US$ 1.163,87 per ounce. Itu menjadi salah satu perdagangan terburuk sepanjang tahun.

Harga emas kini berada di harga terendah sejak pertengahan November tahun lalu dan lebih rendah US$ 140 dari level tertinggi pada 2015.

Naiknya harga emas tahun ini sebelumnya diterjemahkan sebagai nilai lindung investasi di tengah melemahnya mata uang, lelemahan ekonomi global, kekhawatiran geopolitik, dan jatuhnya harga minyak dunia.

Namun dengan isu kenaikkan suku bunga AS dalam lebih dari enam tahun terakhir yang rencananya akan dilakukan pada Juni, para pelaku pasar mengalihkan fokusnya pada faktor yang lebih fundamental. Suku bunga yang lebih tinggi juga mendorong naik nilai tukar dolar ke level tertinggi sepanjang tahun.

Dolar AS telah menguat lebih dari 20 persen dalam setahun terakhir.

"Emas selalu bereaksi negatif pada kepercayaan para pelaku pasar dan saat ini kepercayaan diri para pelaku pasar berada pada dolar AS. Harga emas akan bergerak bertentangan dengan nilai tukar dolar AS," tuturnya.

Rule menegaskan, saat ini nilai tukar dolar bergerak jauh lebih positif dibandingkan mata uang lain. (Sis/Ndw)

Sumber : Liputan6