BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Pantang menyerah dan tekad yang kuat merupakan dua modal utama Christos Lazari untuk menjadi salah satu miliarder terkaya di dunia. Di usia 16 tahun, dia meninggalkan keluarganya di kota kecil di Siprus dan pindah ke London.
Saat itu, Lazari yang baru berusia 16 tahun hanya berbekal 20 pound sterling di sakunya.
"Saya merasa bahwa rumput di London selalu lebih hijau dari manapun. Saya tak perlu berpikir dua kali untuk pindah ke sana meski tanpa uang," ujarnya seperti dikutip dari laman Forbes, Senin (16/3/2015).
Kala itu, demi memenuhi keperluannya, Lazari mencuci piring kotor dan melayani pengunjung restoran. Semua itu dia lakukan untuk menabung demi pendidikannya.
Setelah uangnya cukup dia lantas mendaftar ke London Fashion Design. Dia lantas membuat label fashion sendiri, Drendie Girl.
Di awal, bisnisnya tentu tak lancar dan terhalang banyak hambatan. Tapi dia akhirnya mampu menjadi salah satu riteler di High Street London.
Tapi pada 1978, dia merasa itu waktu yang tepat untuk diversifikasi. Dia lantas megnambil untung dari penjualannya dan mulai menanam saham di bisnis properti.
Lazari, yang perusahaan investasinya kini memiliki properti seluas 2,64 juta kaki persegi telah menjadi salah satu miliarder terkaya di dunia. Dia menjadi salah satu dari 290 miliarder baru tahun ini. Sebagian besar propertinya terdiri dari ruang perkantoran. (Sis/Ndw)SiskS
Sumber : Liputan6
Sunday, 15 March 2015
Harga Emas Bisa Menguat ke US$ 1.400 per Ounce
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Pada Januari 2015, harga emas sempat menguat hingga US$ 1.300 per ounce saat harga-harga saham melemah. Namun hanya dalam dua bulan, harga emas telah merosot lebih dari 11 persen dari level tertingginya menjadi US$ 1.150 per ounce.
Semua penguatan harga emas terhapus setelah dolar Amerika Serikat (AS) menguat dalam beberapa minggu. Tapi harga emas dapat kembali ke level US$ 1.400 per ounce tahun ini.
Mengutip laman CNN Money, Senin (16/3/2015), harga emas seringkali dipandang sebagai mata uang alternatif. Emas berfungsi dengan baik saat para investor khawatir mengenai proyeksi tender yang dicetak pemerintah.
Secara mengejutkan, beberapa ahli masih yakin harga emas akan bergerak menguat. Analis perusahaan manajemen keuangan DoubleLine Jeffrey Gundlach melaporkan, harga emas dapat berbalik ke harga US$ 1.400 per ounce.
Alasannya, yield obligasi negatif di Eropa akan membuat emas tampak lebih menarik. Emas merupakan aset yang selalu tampi menakjubkan di tengah inflasi dan deflasi.
Dengan kata lain, saat para pelaku pasar takut akan sesuatu, mereka akan cenderung mencari emas. Dan rate obligasi yang negatif merupakan tanda dari kekhawatiran deflasi.
Para investor akan terdorong oleh jatuhnya harga emas dan berpikir obligasi tersebut menjadi risiko.
Gundlach tetap menganggap harga emas akan menguat terlebih setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunganya. Meski harga dolar akan menguat, dan berdampak buruk bagi emas dalam jangka pendek, Gundlach tetap yakin dalam jangka panjag harga emas akan pulih. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Semua penguatan harga emas terhapus setelah dolar Amerika Serikat (AS) menguat dalam beberapa minggu. Tapi harga emas dapat kembali ke level US$ 1.400 per ounce tahun ini.
Mengutip laman CNN Money, Senin (16/3/2015), harga emas seringkali dipandang sebagai mata uang alternatif. Emas berfungsi dengan baik saat para investor khawatir mengenai proyeksi tender yang dicetak pemerintah.
Secara mengejutkan, beberapa ahli masih yakin harga emas akan bergerak menguat. Analis perusahaan manajemen keuangan DoubleLine Jeffrey Gundlach melaporkan, harga emas dapat berbalik ke harga US$ 1.400 per ounce.
Alasannya, yield obligasi negatif di Eropa akan membuat emas tampak lebih menarik. Emas merupakan aset yang selalu tampi menakjubkan di tengah inflasi dan deflasi.
Dengan kata lain, saat para pelaku pasar takut akan sesuatu, mereka akan cenderung mencari emas. Dan rate obligasi yang negatif merupakan tanda dari kekhawatiran deflasi.
Para investor akan terdorong oleh jatuhnya harga emas dan berpikir obligasi tersebut menjadi risiko.
Gundlach tetap menganggap harga emas akan menguat terlebih setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunganya. Meski harga dolar akan menguat, dan berdampak buruk bagi emas dalam jangka pendek, Gundlach tetap yakin dalam jangka panjag harga emas akan pulih. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Thursday, 12 March 2015
Pasar Saham AS Menguat Ditopang Sektor Perbankan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Pasar
saham AS mencetak kenaikan dibantu penjualan ritel yang lebih lemah dan
terhentinya penguatan dolar Amerika Seirkat (AS) serta prospek suku
bunga.
Kenaikan mengangkat indeks Dow dan S & P 500 kembali ke wilayah positif di tahun ini.
Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 259,83 poin atau 1,47 persen ke posisi 17.895,22. Sementara indeks S&P 500 naik 25,71 poin atau 1,26 persen menjadi 2.065,95.
Ini menjadi persentase keuntungan terbesar bagi Dow dan S & P 500 dalam waktu kurun satu bulan. Adapula indeks Nasdaq Composite bertambah 43,35 poin, atau 0,89 persen ke posisi 4.893,29.
Kenaikan ini dipicu rally saham perbankan setelah Federal Reserve melakukan pemeriksaan tahunan pada industri ini. Saham sektor keuangan pada indeks S & P naik 2,2 persen dan menjadi pemenang terbesar hari ini.
Penjualan ritel secara tak terduga turun untuk bulan ketiga pada Februari, yang membantu rebound euro selama 12 tahun terendah terhadap dolar.
Pelemahan saham baru-baru ini di didorong oleh data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan yang menggarisbawahi pandangan Fed bisa menaikkan suku pada awal Juni.
"Bagi saya, hal itu menunjukkan mungkin itu bergerak kenaikan tarif lebih dekat memiliki potensi dampak yang berkaitan dengan dolar AS yang terus menguat, dan itu menjadi angin untuk pertumbuhan dan pendapatan bagi banyak perusahaan yang melakukan bisnis di luar AS," kata Bucky Hellwig, Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama.
Saham Citigroup (CN) naik 3,3 persen menjadi US$ 54,08. Namun saham Bank of America (BAC.N) tergelincir 0,1 persen menjadi US$ 16,09.
Sekitar 6,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 6,6 miliar rata-rata untuk bulan sampai saat ini, menurut data dari BATS Global Markets.(Nrm)
Sumber : Liputan6
Kenaikan mengangkat indeks Dow dan S & P 500 kembali ke wilayah positif di tahun ini.
Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 259,83 poin atau 1,47 persen ke posisi 17.895,22. Sementara indeks S&P 500 naik 25,71 poin atau 1,26 persen menjadi 2.065,95.
Ini menjadi persentase keuntungan terbesar bagi Dow dan S & P 500 dalam waktu kurun satu bulan. Adapula indeks Nasdaq Composite bertambah 43,35 poin, atau 0,89 persen ke posisi 4.893,29.
Kenaikan ini dipicu rally saham perbankan setelah Federal Reserve melakukan pemeriksaan tahunan pada industri ini. Saham sektor keuangan pada indeks S & P naik 2,2 persen dan menjadi pemenang terbesar hari ini.
Penjualan ritel secara tak terduga turun untuk bulan ketiga pada Februari, yang membantu rebound euro selama 12 tahun terendah terhadap dolar.
Pelemahan saham baru-baru ini di didorong oleh data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan yang menggarisbawahi pandangan Fed bisa menaikkan suku pada awal Juni.
"Bagi saya, hal itu menunjukkan mungkin itu bergerak kenaikan tarif lebih dekat memiliki potensi dampak yang berkaitan dengan dolar AS yang terus menguat, dan itu menjadi angin untuk pertumbuhan dan pendapatan bagi banyak perusahaan yang melakukan bisnis di luar AS," kata Bucky Hellwig, Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama.
Saham Citigroup (CN) naik 3,3 persen menjadi US$ 54,08. Namun saham Bank of America (BAC.N) tergelincir 0,1 persen menjadi US$ 16,09.
Sekitar 6,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 6,6 miliar rata-rata untuk bulan sampai saat ini, menurut data dari BATS Global Markets.(Nrm)
Sumber : Liputan6
Korea Selatan Punya Kecepatan Internet Paling Tinggi di Seluruh Dunia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Korea Selatan dinobatkan sebagai negara
dengan yang memiliki kecepatan internet tercepat di dunia. Menurut
laporan tren global online yang dikeluarkan oleh Korea Tourism
Organization pekan ini. Perusahaan riset bernama Statista, yang berbasis
di Jerman ini menempatkan Korea Selatan berada diperingkat 1 dalam hal
kecepatan internet hingga kuartal ketiga 2014.
Statista mengatakan bahwa pengguna
internet di Korea Selatan memiliki pengalaman berselancar dengan
kecepatan rata-rata 25Mbps per detik, ini berarti 5,6 kali rata-rata
kecepatan secara global. Di bawah Korea Selatan ada Hong Kong,
diikuti Jepang, Swiss, Swedia, Belanda dan Irlandia. Sedangkan di posisi
10 ditempati oleh Latvia, Republik Ceko dan Singapura.
Bukan itu saja, Korea Selatan juga
termasuk sebagai negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia,
yang menempati urutan ke 12. Dalam hal populasi pengguna internet,
urutan teratas diduduki oleh Tiongkok dengan jumlah 641,6 juta, diikuti
oleh Amerika Serikat dengan 280 juta, India pada 240 juta, Jepang dengan
jumlah 109 juta, dan Brasil dengan jumlah 107,8 juta.
Sumber : Vibiznews
Emas Catat Gain Pertama Dalam Tiga Sesi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Emas berjangka pada Kamis mencatatkan kenaikan pertama dalam tiga sesi terakhir, karena melemahnya dolar AS sehingga mendorong emas rebound dari level terendah dalam waktu sekitar empat bulan terakhir.
Emas untuk pengiriman April naik ke level US $ 1,30, atau 0,1%, untuk menetap di level $ 1,151.90 per ounce di Comex pasca menghitung-hitung penurunannya sebesar 1,4% selama dua sesi perdagangan terakhir. Harga penurtupan hari Rabu kemarin merupakan level terendah sejak awal November lalu.
Indeks Dolar pada hari Kamis turun terhadap mata uang utama lainnya terkait berita bahwa penjualan ritel AS turun untuk bulan ketiga secara berturut-turut pada bulan Februari lalu. Sementara itu, klaim pengangguran mingguan turun lebih dari yang diharapkan.
Harga emas tertekan pada Rabu kemarin ketika indeks dolar naik, karena pelemahan mata uang euro ke level hampir 12 tahun terakhir terhadap dolar. (vck)
Sumber: MarketWatch
Emas untuk pengiriman April naik ke level US $ 1,30, atau 0,1%, untuk menetap di level $ 1,151.90 per ounce di Comex pasca menghitung-hitung penurunannya sebesar 1,4% selama dua sesi perdagangan terakhir. Harga penurtupan hari Rabu kemarin merupakan level terendah sejak awal November lalu.
Indeks Dolar pada hari Kamis turun terhadap mata uang utama lainnya terkait berita bahwa penjualan ritel AS turun untuk bulan ketiga secara berturut-turut pada bulan Februari lalu. Sementara itu, klaim pengangguran mingguan turun lebih dari yang diharapkan.
Harga emas tertekan pada Rabu kemarin ketika indeks dolar naik, karena pelemahan mata uang euro ke level hampir 12 tahun terakhir terhadap dolar. (vck)
Sumber: MarketWatch
Saham AS Rebound dari Aksi Selloff
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Saham
AS rebound dari aksi selloff selama dua hari terakhir didorong oleh
reli saham perbankan dan penurunan penjualan retail mendorong kasus the
Fed akan tetap menjaga tingkat suku bunga rendahnya. Dolar turun dari
level 12 tahun tertingginya terhadap euro.
Indeks
S&P 500 melonjak sebesar 1.3 persen pukul 4 sore waktu New York
pasca terkoreksi 1,9 persen dalam dua sesi sebelumnya. Dolar melemah 0,7
persen ke level $1.062 per euro. Obligasi imbal hasil tenor 10 tahun
stagnan di kisaran 2.11 persen. Minyak mentah AS ditutup pada level enam
pekan terendahnya terkait meningkatnya produksi minyak yang dapat
menambah banjirnya pasokan minyak global.
Penjualan
ritel AS secara tak terduga turun pada bulan Februari untuk bulan
ketiga berturut-turut, sementara klaim pengangguran menurun lebih dari
perkiraan, laporan menunjukkan pada Kamis pagi. Spekulasi bahwa Federal
Reserve bergerak lebih dekat untuk meningkatkan suku bunga seiring mitra
di Eropa dan Asia melonggarkan kebijakan mengirim Indeks Bloomberg
Dollar Spot naik 3,6 persen dalam enam hari terakhir.
Penjualan
ritel turun 0,6 persen pasca penurunan 0,8 persen pada Januari lalu,
angka dari Departemen Perdagangan menunjukkan. Perkiraan rata-rata dari
86 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg menyerukan kenaikan sebesar 0,3
persen. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Ditutup Stagnan Pasca Catat Gain Terbesar Dalam 6 Pekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Saham Eropa stagnan, pasca mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari enam pekan terakhir.
Indeks
Stoxx Europe 600 turun kurang dari 0,1 % ke level 395,36 pada penutupan
perdagangan hari ini. Sebelumnya Indeks tersebut memangkas kenaikan
sebesar 0,4 % setelah sebuah laporan menunjukkan penjualan ritel AS pada
bulan Februari secara tak terduga turun untuk bulan ketiga.
Indeks
acuan Eropa naik 1,5 % ke level tertingginya dalam tujuh tahun terakhir
kemarin, karena relinya saham eksportir. Indeks Stoxx 600 catat
kenaikan sebesar 15 % tahun ini karena Bank Sentral Eropa (ECB) memulai
pelonggaran kuantitatif untuk merangsang pertumbuhan dan meningkatkan
inflasi. (vck)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 11 March 2015
Coba Angkat Perekonomian, Tiongkok Tiru Indonesia Beralih Ke Investasi Infrastruktur
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Pemerintah Tiongkok harus bekerja keras
untuk memenuhi target ekspansi ekonominya di tahun ini terutama dalam
hal menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup. Seperti diketahui,
Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang, telah mengumumkan pekan lalu
target baru produk domestik bruto negaranya dapat bertumbuh di kisaran 7
persen tahun ini.
Target ini masih jauh lebih rendah jika
dibandingkan dengan target tahun lalu yang tercatat sebesar 7,5%, namun
realisasi pertumbuhan ekonominya hanya mampu tumbuh sebesar 7,4%,
terendah dalam 24 tahun terakhir.
Target lebih rendah yang dipatok tahun
ini didasarkan pada pertimbangan kebutuhan dan kemungkinan adanya
tantangan yang lebih besar. Adapun salah satu strategi yang akan mereka
lakukan dalam mengubah perekonomian negaranya yaitu dengan beralih yang
semula fokus pada produksi industri manufaktur ke industri yang dapat
memberikan nilai tambah serta melakukan inovasi.
Selain itu pemerintah juga telah
merencanakan defisit anggaran hingga 1,62 triliun yuan ($
259.000.000.000) untuk tahun ini, dimana pengeluaran publik tahun 2015
ini akan difokuskan pada proyek-proyek infrastruktur seperti jalan dan
rel kereta api, pembangunan kembali daerah-daerah kumuh, upgrade sistem
drainase perkotaan dan jaringan irigasi di daerah pedesaan.
Hal ini dilakukan karena mengingat masih tingginya kelebihan kapasitas di bidang manufaktur dan pasar real-estate, sehingga pengeluaran untuk infrastruktur dapat menjadi pusat untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah pusat Tiongkok sendiri telah
menyampaikan keinginan mereka agar para investor swasta dapat berperan
lebih besar terhadap perekonomian dalam negeri, misalnya dengan
berinvestasi di bidang infrastruktur jalan raya tol atau jaringan kereta
api. Kemitraan dalam bentuk Public Private Partnership (PPP)
ini telah menjadi sebuah kata kunci utama dalam lingkaran ekonomi
Tiongkok selama beberapa tahun terakhir sebagai suatu bentuk upaya
pemerintah dalam mempercepat ekspansi pertumbuhan ekonomi.
Sayangnya, keinginan pemerintah ini
sedikit terhambat pasalnya dari 80 proyek percontohan PPP yang telah
diluncurkan pada akhir Mei tahun lalu, hanya 49 proyek yang mendapat
dukungan dari investor swasta. Tindakan yang dilakukan pemerintah negara
ekonomi besar kedua ini sama dengan upaya pemerintah Jokowi yang juga
fokus kepada investasi infrastruktur.
Sumber : Vibiznews
Emas Catat Penurunan Terpanjang dalam Enam Tahun Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Emas
menuju penurunan terpanjang dalam enam tahun terakhir dan platinum
jatuh ke level 67 bulan terendah seiring reli penguatan dolar pangkas
permintaan untuk logam mulia sebagai aset alternative.
Dolar
melonjak ke level tertinggi hampir dalam 12 tahun terakhir terhadap
enam mata uang utama terkait spekulasi The Fed akan lebih dekat untuk
menaikan suku bunga. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) memulai
pembelian obligasi. Spot emas mencapai level 14 pekan terendah.
Kepemilikan
reksadana berbasis emas yang ditransaksikan di bursa turun untuk hari
ke sepuluh berturut-turut, penurunan terpanjang sejak November. Para
pembuat kebijakan lebih baik melakukan pengetatan lebih awal dan lebih
bertahap daripada nanti dan cepat, Presiden The Fed Bank of Dallas
Richard Fisher mengatakan dua hari lalu.
Emas
untuk pengiriman segera turun sebesar 0,9 persen ke level $1,151.07 per
ons pukul 01:44 waktu New York, menurut harga generik Bloomberg. Harga
emas menuju penurunan hari kedelapan secara berturut, kemerosotan
terpanjang sejak Maret 2009 lalu. Sebelumnya, logam menyentuh level
$1,147.72, terendah sejak 1 Desember lalu.
Kepemilikan
emas ETPS turun sebesar 5,5 metrik ton pada hari Selasa menjadi 1,653
ton, terendah sejak 26 Januari lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh
Bloomberg.
Emas berjangka untuk pengiriman April turun sebesar 0,8 persen untuk menetap di level $1,150.60 di Comex di New York.
Spot platinum turun sebanyak 1,3 persen ke level $1,114.05 per ons, terendah sejak 14 Juli 2009.
Spot
perak turun sebesar 1,9 persen ke level $15,376 per ons. Harga emas
menuju penurunan hari kedelapan secara berturut-turut, kemerosotan
terpanjang sejak April 2013 lalu. Sebelumnya, Perak menyentuh level
$15,2977, terendah sejak 1 Desember. (izr)
Sumber: Bloomberg
Aksi Selloff Kirim Saham AS Ditutup Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Saham
AS catat penurunan, pasca aksi jual saham besar-besaran dalam lebih
dari dua bulan terakhir di tengah penguatan dolar, karena penurunan pada
saham perusahaan consumer mengimbangi rebound saham perbankan.
Indeks
Standard & Poor 500 turun 0,2 % ke level 2,040.42 pukul 04:00 sore
di New York. Indeks tersebut turun di bawah harga RSI untuk 100 hari
terakhir.
Penguatan
dolar ke level tertinggi dalam 12-tahun terakhir terhadap mata uang
euro mengirim saham AS turun kemarin, sehingga menghapus keuntungan
untuk tahun ini terkait perhatian pendapatan dalam bentuk yang lebih
buruk dari yang diakui investor. Indeks S&P 500 turun 0,8 % pada
tahun ini, indeks tersebut membuntuti semua kenaikan pasar saham dari 24
negara kecuali satu. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Meningkat Tajam dalam Enam Pekan Akibat Pelemahan Euro
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Saham Eropa meningkat tajam dalam lebih dari enam pekn terakhir akibat pelemahan euro yang mendorong saham perusahaan eksportir.
Indeks
Stoxx Europe 600 naik sebesar 1,5 persen ke level 395,48 pada penutupan
perdagangan. Saham produsen mobil memimpin kenaikan seiring mata uang
euro ditransaksikan di dekat level 12 tahun terendah dan menuju
penurunan kuartalan rekor terendahnya. Indeks CAC 40 Prancis dan Indeks
DAX Jerman mencatat kenaikan terbesar dari 18 pasar Eropa barat.
Bank
sentral Eropa telah membeli Obliasi Jerman, Belgia, Perancis, Italia
dan Spanyol pekan ini, mengirim suku bunga di seluruh Eropa ke rekor
terendahnya. Pembelian merupakan bagian dari program pembelian aset oleh
Bank Sentral Eropa, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.
Presiden ECB Mario Draghi mengatakan hari ini bahwa mereka akan
mendorong laju inflasi di kawasan euro kembali ke tujuannya.
Pelemahan
euro membuat barang-barang Eropa menjadi lebih murah mengawasi untuk
pembelian, mendorong permintaan dan umumnya lebih banyak melakukan aksi
jual.
Indeks
Stoxx 600 telah jatuh sebesar 1,2 persen sampai Selasa ini dari level
penutupan tujuh tahun tertinggi pada tanggal 6 Maret lalu, akibat
merosotnya saham energi, dan tumbuhnya kekhawatiran bahwa Federal
Reserve akan menaikan suku bunga lebih cepat. Pertemuan The Fed
selanjutnya akan dilakukan pada 17-18 Maret mendatang. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Bergerak Fluktuatif
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Saham
AS berfluktuasi, pasca aksi jual saham besar-besaran dalam lebih dari
dua bulan terakhir di tengah penguatan dolar, karena penurunan pada
saham perusahaan consumer mengimbangi rebound saham perbankan.
Saham
Tyson Foods Inc dan Pilgrim Pride Corp turun lebih dari 4,5 % di tengah
laporan dugaan flu burung di Arkansas. Citigroup Inc dan Bank of
America Corp naik sebesar 1,6 % setelah saham keuangan pada Selasa
kemarin di Indeks Standard & Poor 500 turun tajam sejak April. Saham
Intel melakukan reli terbesar sejak November lalu pasca penurunan
terbesar dalam lebih dari sebulan terakhir.
Indeks
S&P 500 naik kurang dari 0,1 % ke level 2,045.05 pukul 12:33 siang
di New York. Indeks tersebut diperdagangkan mendekati harga RSI 100 hari
terakhir. Sementara Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,85
poin, atau 0,2 %, ke level 17,693.79. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite
stagnan.
Penguatan
dolar ke level tertinggi dalam 12-tahun terakhir terhadap mata uang
euro mengirim saham AS turun kemarin, sehingga menghapus keuntungan
untuk tahun ini terkait perhatian pendapatan dalam bentuk yang lebih
buruk dari yang diakui investor. Indeks S&P 500 turun 0,6 % pada
tahun ini, diikuti indeks tersebut membuntuti semua kenaikan pasar saham
24 negara kecuali satu. (vck)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 10 March 2015
Dolar Menguat Ke Level 12 Tahun Tertinggi Ditengah Pembelian Obligasi Eropa
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/03) - Dolar
menguat ke level tertinggi dalam hampir 12 tahun terakhir karena momok
kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi dan percepatan program
pembelian obligasi oleh Bank Sentral Eropa (ECB) yang mengalir melalui
pasar keuangan global.
Dolar
menguat terhadap 14 dari 16 mata uang utama karena bank sentral
nasional di zona euro menyatakan telah membeli utang untuk hari kedua
dalam program pelonggaran kuantitatif mereka. Dolar menyentuh level
tertinggi dalam 7 1/2 tahun terhadap yen dan naik ke rekornya terhadap
peso Meksiko.
Dolar
menguat 1,4 % ke level $ 1,0698 per euro pada pukul 5 sore di New York
dan mencapai level $ 1,0693, merupakan level tertinggi sejak April 2003
lalu. Dolar menyentuh level ¥ 122,03, merupakan level terendah sejak
Juli 2007 lalu, sebelum diperdagangkan stagnan pada level 121,13 ¥.
Greenback
naik diikuti Swiss franc untuk pertama kalinya sejak Swiss National
Bank (SNB) menghapus pencatatan mata uang terhadap euro pada bulan
Januari lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg
Emas Tembus Level 3 Bulan Terendah Akibat Penguatan Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/03) - Emas turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir pada hari Selasa, akibat tertekan oleh kenaikan mata uang dolar ke level tertinggi dalam hampir 12 tahun terakhir dan juga ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada pertengahan tahun ini.
Spot emas turun ke level terendah sejak 1 Desember ke level $ 1,155.60 per ounce pada awal perdagangan dan turun 0,4 persen ke level $ 1,161.55 pukul 02:09 siang, sementara emas untuk pengiriman April menetap di level $ 6,40 per ounce ke level $ 1,160.10.
Platinum turun ke level terendah sejak Juli 2009 ke level $ 1.124 per ounce. Logam ini telah turun sebesar 6,3 % sejak awal tahun ini di tengah ekspektasi permintaan yang lebih rendah dari sektor otomotif dan perlengkapan tambang yang lebih tinggi.
Dolar naik ke level tertinggi sejak September 2003 lalu terhadap sekumpulan mata uang utama, sehingga membuat emas melemah dibandingkan mata uang lainnya.
Posisi investor menunjukkan outlook bearish. Sementara kepemilikan emas di SPDR Gold Trust, turun 0,43 % ke level 753,04 ton pada hari Senin kemarin. (vck)
Sumber: Reuters
Spot emas turun ke level terendah sejak 1 Desember ke level $ 1,155.60 per ounce pada awal perdagangan dan turun 0,4 persen ke level $ 1,161.55 pukul 02:09 siang, sementara emas untuk pengiriman April menetap di level $ 6,40 per ounce ke level $ 1,160.10.
Platinum turun ke level terendah sejak Juli 2009 ke level $ 1.124 per ounce. Logam ini telah turun sebesar 6,3 % sejak awal tahun ini di tengah ekspektasi permintaan yang lebih rendah dari sektor otomotif dan perlengkapan tambang yang lebih tinggi.
Dolar naik ke level tertinggi sejak September 2003 lalu terhadap sekumpulan mata uang utama, sehingga membuat emas melemah dibandingkan mata uang lainnya.
Posisi investor menunjukkan outlook bearish. Sementara kepemilikan emas di SPDR Gold Trust, turun 0,43 % ke level 753,04 ton pada hari Senin kemarin. (vck)
Sumber: Reuters
Penguatan Dolar Kirim Saham AS ke Penurunan Terbesar dalam Dua Bulan Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/03) - Dolar
berada pada level terkuat dalam hampir 12 tahun terakhir terhadap euro
dan momok kenaikan suku bunga AS memicu aksi jual di pasar saham global
yang mengirim indeks Standard & Poor 500 anjlok tajam sejak 5
Januari lalu. Minyak dan tembaga menurun.
Indeks
S&P 500 turun sebesar 1,7 persen pukul 16:00 di New York, merosot
di bawah harga rata-rata selama 50 hari terakhir dan menghapus
keuntungan pada 2015 ini. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan
328 poin, penurunan terbesar sejak 5 Januari lalu. Indeks Stoxx Europe
600 terkoreksi sebesar 0,9 persen. Euro melemah 1,4 persen ke level
$1,0704 dan merupakan ukuran dari 20 mata uang emerging market yang
jatuh untuk hari kesembilan. Obligasi Imbal hasil Jerman 10-tahun turun
menjadi rekor terendahnya, seiring perbedaan imbal hasil tenor 10-tahun
dan obligasi terluas sejak 1989 lalu. Minyak mentah AS turun di bawah
$49 per barel sementara tembaga turun terbesar sejak Januari lalu.
Presiden
Federal Reserve Bank of Dallas Richard Fisher mengatakan bank sentral
harus mulai menaikkan suku seiring membaiknya pasar tenaga kerja.
Sementara pembuat kebijakan dari Sydney hingga Wellington, Tokyo, Zurich
dan Frankfurt memotong suku bunga dan membeli obligasi pemerintah untuk
merangsang pertumbuhan ekonomi negaranya, the Fed menonjol dalam
menerima suku bunga nilai tukar yang lebih tinggi seiring tanda-tanda
menguatnya perekonomian. Dolar telah rally tahun ini terhadap 14 dari 16
mata uang utama. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Ditutup Turun Ditengah Kekhawatiran Suku Bunga AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/03) - Saham
Eropa turun untuk hari kedua karena pelemahan saham minyak dan gas dan
meningkatnya kekhawatiran terhadap Federal Reserve yang semakin dekat
dalam menaikan tingkat suku bunga.
Indeks
Stoxx Europe 600 turun 0,9 % ke level 389,66 pada penutupan perdagangan
hari ini. Indeks tersebut sebelumnya naik sebesar 0,2 %. Mayoritas
saham dari 19 kelompok industri turun, diikuti penurunan tajam saham
energi. Royal Dutch Shell Plc, BG Group Plc dan BP Plc turun lebih dari 3
% seiring pelemahan minyak mentah untuk hari kelima di tengah
tanda-tanda melimpahnya pasokan global yang terus bertahan.
Indeks
Stoxx 600 naik pada hari Jumat ke level tertinggi dalam tujuh tahun
terakhir karena Bank Sentral Eropa (ECB) akan menetapkan tanggal mulai
untuk program pembelian obligasi pemerintah tersebut. Sehingga membuat
indeks tersebut menguat 14 % di tahun ini.
Di
AS, Indeks Standard & Poor 500 menghapus keuntungan untuk tahun
ini, sementara dolar menguat mendekati level 12 tahun tertingginya
terhadap euro, di tengah spekulasi tentang kenaikan suku bunga. Dalam
pidato terakhirnya Presiden Fed Bank of Dallas, Richard Fisher
mengatakan bank sentral harus mulai secara bertahap dalam menaikkan
tingkat suku bunga. The Fed selanjutnya akan melakukan pertemuan pada
17-18 Maret mendatang. (vck)
Sumber: Bloomberg
Deutsche Bank : S&P 500 Akan Turun Sebesar 9% Akibat Membaiknya Pasar Tenaga Kerja
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/3) - Indeks
S&P 500 dalam lima pekan terakhir berada diatas kisaran level 2000
mungkin cukup lama, kata David Bianco dari Deutsche Bank AG.
Pasca
rilis laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu, investor semakin yakin
Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun ini,
kata Bianco. Itu bisa mengakibatkan penurunan pada indeks acuan hingga 9
persen, menurut Bianco. Level terkuat dolar terhadap euro sejak 2003
mengancam pertumbuhan laba AS, katanya.
Saham
AS menghapuskan keuntungan untuk tahun ini, mendorong turun indeks
S&P 500 sebesar 1,4 persen ke level 2,050.42 pukul 12:04 di New
York. Dolar juga memberikan tekanan karena rally terhadap semua mata
uang utama hari ini, melonjak hampir ke level 12 tahun tertingginya
terhadap euro dan tertinggi di level 7 1/2 tahun terhadap yen.
Indeks
S&P 500 anjlok tajam dalam dua bulan terakhir pada hari Jumat
kemarin di tengah pengusaha melaporkan telah menambahkan lapangan
pekerjaan lebih dari perkiraan pada bulan Februari dan tingkat
pengangguran turun menjadi 5,5 persen, terendah dalam hampir tujuh tahun
terakhir, menunjukkan pasar tenaga kerja tengah mempertahankan kemajuan
pasca mencatat kinerja tahunan terbaiknya dalam 15 tahun terakhir. (izr)
Sumber: Bloomberg
Monday, 9 March 2015
Saham Jepang Dibuka Menguat Terkait Pelemahan Yen Terhadap Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Saham
Jepang dibuka menguat terkait pelemahan yen ke level terendahnya
terhadap dolar dalam tiga bulan terakhir, meningkatkan prospek laba
untuk sektor eksportir.
Indeks
Topix naik 0,5% menjadi 1,539.88 pada 09:01 pagi di Tokyo, dengan semua
kecuali satu dari 33 kelompok industri yang meningkat. Indeks Nikkei
225 Stock Average naik 0,6% menjadi 18,902.55. Yen turun 0,2% menjadi
121,42 per dolar, turun untuk hari keempat ke level terlemah sejak awal
Desember lalu.
Sementara
mengenai kebijakan moneter The Fed pada tanggal 18 Maret, para pelaku
pasar menunggu apakah para otoritas mempertahankan janji mereka
"bersabar" untuk menaikkan biaya pinjaman.
Kontrak
pada indeks S&P 500 tergelincir 0,1% Indeks tersebut naik 0,4%
kemarin karena ekuitas AS memasuki tahun ketujuh dari bull run.(yds)
Sumber: Bloomberg
Kecemasan Terhadap Yunani Dorong Harga Emas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Emas
berjangka naik dari level terendah dalam tiga bulan terakhir di tengah
kekhawatiran bahwa kesepakatan sementara untuk memberikan bantuan ke
Yunani akan terurai, mendorong permintaan untuk aset haven.
Ketua
Eurogroup Jeroen Dijsselbloem mengatakan pada hari Minggu bahwa daftar
langkah-langkah yang pemerintah Yunani diusulkan sebagai bagian bail out
selama empat bulan yang "jauh" dari lengkap, dan Yunani mungkin tidak
akan menerima pencairan bantuan bulan ini. Emas hentikan penurunan
terpanjang dalam 11 pekan terakhir.
Logam
ini turun sebesar 5,2 persen pada Februari lalu seiring menteri
keuangan kawasan euro menyetujui paket ekonomi Yunani untuk
memperpanjang kesepakatan bailout. Pada hari Jumat, emas anjlok terbesar
sejak Desember 2013 lalu untuk menghapus keuntungan 2015 pasca laporan
menunjukkan tingkat pengangguran AS turun ke level terendah dalam hampir
tujuh tahun terakhir, meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan
menaikkan suku bunga dengan segera.
Emas
berjangka untuk pengiriman April naik 0,2 persen untuk menetap di level
$1.166,50 per ons pada pukul 1:39 di Comex di New York. Logam turun
dalam lima sesi sebelumnya, kemerosotan terpanjang sejak pertengahan
Desember lalu. Pada hari Jumat, harga emas menyentuh $1,162.90, terendah
untuk kontrak teraktif sejak 1 Desember lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg
Aktifitas Merger Dorong Saham AS ditutup Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Saham
AS naik di tengah transaksi akuisisi perusahaan pasca indeks Standard
& Poor 500 anjlok tajam dalam dua bulan terakhir pada hari Jumat
kemarin.
Indeks
S&P 500 menguat 0,4 persen ke level 2,079.43 pada penutupan di New
York, seiring ekuitas memasuki bull run tahun ketujuh. Indeks Dow Jones
Industrial Average menguat 138,94 poin, atau 0,8 persen, ke level
17,995.72. Sekitar 6,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, 11
persen di bawah moving average tiga bulan.
Kekhawatiran
Federal Reserve yang mungkin akan menaikkan suku bunga tahun ini di
tengah penguatan ekonomi telah menyeret ekuitas terkoreksi tajam. Indeks
S&P 500 turun 1,6 persen pekan lalu, terbesar sejak Januari, pasca
data menunjukkan tingkat pengangguran mencapai kisaran full employment
bagi bank sentral. Para pembuat kebijakan bertemu berikutnya pada 17-18
Maret mendatang. (izr)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Posts (Atom)