BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/4) - Saham AS ditutup turun diikuti dolar, sementara obligasi naik seiring menurunannya perkiraan data dari yang diperkirakan pada perekrutan dan manufaktur yang meningkatkan kekhawatiran atas melambatnya pertumbuhan ekonomi. Minyak naik pasca produksi minyak mentah Amerika turun.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,4% pada 04:00 sore di New York, pasca membukukan kenaikan kuartalan kesembilan secara beruntun. Imbal hasil obligasi dengan tenor 10-tahun turun enam basis poin menjadi 1,87%.
Indeks Spot Dollar Bloomberg melemah 0,2% pasca membukukan gain selama empat hari. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) reli 5,2% untuk gain terbesar dalam dua bulan terakhir.(yds)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 1 April 2015
Tuesday, 31 March 2015
Izin Pembangunan Rumah di Australia Turun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/4) - Jumlah
penerbitan izin pembangunan rumah di Australia jatuh pada bulan
Februari lalu, berbanding terbalik pada empat bulan sebelumnya yang
meningkat secara berturut-turut.
Persetujuan
pembangunan atau merenovasi rumah dan apartemen turun 3,2% dari
Januari, menurut Badan Biro Statistik Australia pada hari Rabu.
Persetujuan bangunan naik 14,3% pada bulan Februari dari tahun sebelumnya, menurut ABS.
Izin
untuk pembangunan rumah turun 0,1% pada bulan Februari dari Januari,
sementara persetujuan untuk apartemen, townhouse dan tempat tinggal
lainnya turun sebesar 6%. (izr)
Sumber: MarketWatch
Saham Jepang Dibuka Melemah Setelah Tankan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/4) - Saham
Jepang memperpanjang penurunan pada Rabu pagi ini, dengan data dalam
negeri, memberikan isyarat saham asing dan yen mengalami penurunan.
Indeks
Nikkei Stock Average turun 0,7 %, sementara kemarin melemah sebesar 1,1
%, sedangkan Indeks Topix jatuh sebesar 0,8 %. Diikuti dengan anjloknya
saham AS, serta diawasi pengetatan Bank of Jepang (BOJ) pada kuartalan
"Tankan" menurut survei bisnis sentimen, yang menunjukkan bahwa indeks
untuk perusahaan terbesar kehilangan ekspektasi dari survei Wall Street
Journal dan memperkirakan penurunan belanja modal tahun fiskal tersebut.
Sementara mata uang yen menunjukkan tidak segera menanggapi Tankan,
mulai menguat setelah pembukaan pasar perdagangan saham, seiring mata
uang Dolar AS kembali melemah di bawah level 120 yen. (knc)
Sumber : MarketWatch
Saham Asia Turun Pasca Catat Kenaikan Kuartalan Tertinggi Sejak 2013
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/1) - Saham
Asia turun pasca indeks saham regional catat penguatan kuartalan
tertinggi sejak 2013 lalu. Saham bahan material dan konsumen pimpin
penurunan.
Indeks
MSCI Asia Pacific turun sebesar 0,3 persen ke level 145,85 pukul 09:01
di Tokyo. Pada hari Selasa indeks catat penutupan kuartal terbaik sejak
kuartalan ketiga 2013 lalu, naik sebesar 6,1 persen, Sementara di China,
bank sentral mulai mendorong stimulus. Valuasi pada indeks naik pekan
lalu ke level tertinggi sejak Mei 2010 lalu.
Indeks
Topix Jepang turun sebesar 0,3 persen. Indeks Tankan kuartalan untuk
produsen besar berada di level 12 pada bulan Maret, Bank of Japan
mengatakan hari ini, dibawah perkiraan ekonom di level 14. Sebuah angka
positif berarti optimis melebihi jumlah pesimis.
Indeks
Kospi Korea Selatan tergelincir sebesar 0,2 persen dan Indeks Australia
S&P/ASX 200 turun 0,1 persen. Indeks NZX 50 Selandia Baru mendatar.
Kontrak
pada indeks FTSE China A50 naik 0,3 persen. Manajer uang internasional
telah menjual saham China akibat tingkat valuasi yang naik ke level
tertinggi sejak 2010 lalu dan penurunan pertumbuhan ekonomi China.
Indeks Shanghai Composite menguat sebesar 84 persen selama 12 bulan
terakhir telah melampaui setiap pasar utama lainnya di seluruh dunia. (izr)
Sumber: Bloomberg
Bursa AS Ditutup Melemah 0,9% Pasca Anjloknya Saham Jasa Kesehatan & Industri
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/4) - Bursa Saham AS berakhir melemah ditengah
penurunan saham perusahaan pelayanan kesehatan dan industri yang
sekaligus memangkas kenaikan kuartalan ke-9 secara beruntun pada Indeks
Standard & Poor 500.
Indeks S&P 500 merosot 0.9% ke level 2,068.05 pukul 4 sore ini waktu New York yang sekaligus menandai kenaikan kuartalan terlama secara beruntun sejak 1998 silam. Sementara Indeks Nasdaq Composite melemah 0.9% dengan mencatat kenaikan kuartalan terpanjang secara beruntun yang pernah tercapai.
Indeks S&P 500 berayun rata-rata 1.1% diantara level terendahnya dalam sehari terakhir dan tertingginya dalam kuartal pertama yang juga merupakan pergerakan harian tertinggi sejak kuartal ke-2 di tahun 2012 lalu, menurut data dari Bloomberg. Indeks acuan tersebut mengalami penurunan sebesar 2.2% dari rekor yang tercatat pada 2 Maret kemarin dan termasuk diantara bursa dengan performa terburuk dari 24 bursa di negara maju sepanjang tahun 2015 ini. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks S&P 500 merosot 0.9% ke level 2,068.05 pukul 4 sore ini waktu New York yang sekaligus menandai kenaikan kuartalan terlama secara beruntun sejak 1998 silam. Sementara Indeks Nasdaq Composite melemah 0.9% dengan mencatat kenaikan kuartalan terpanjang secara beruntun yang pernah tercapai.
Indeks S&P 500 berayun rata-rata 1.1% diantara level terendahnya dalam sehari terakhir dan tertingginya dalam kuartal pertama yang juga merupakan pergerakan harian tertinggi sejak kuartal ke-2 di tahun 2012 lalu, menurut data dari Bloomberg. Indeks acuan tersebut mengalami penurunan sebesar 2.2% dari rekor yang tercatat pada 2 Maret kemarin dan termasuk diantara bursa dengan performa terburuk dari 24 bursa di negara maju sepanjang tahun 2015 ini. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Kecemasan Hutang Yunani Kembali Hantam Bursa Saham Eropa di Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/4) - Bursa Saham Eropa ditutup melemah menyusul
rilis data yang bervariasi dan perdebatan dana talangan Yunani,
sementara Bursa Saham Inggris gagal mendulang gain pasca rilis data
pertumbuhan ekonomi.
Indeks FTSE 100 Inggris turun 1.72% ke level 6,773.04 poin.
Indeks DAX 30 Jerman anjlok 0.99% dengan ditutup di level 11,966.17 poin dan Indeks CAC 40 di Paris merosot 0.98% ke level 5,033.64 poin.
Sedangkan mata uang euro melemah $1.0740 dari level $1.0825 yang tercatat kemarin.
Deflasi Zona Eropa bulan Maret menurun, menurut rilis data pemerintah pada hari Selasa ini, sehingga berhasil meredam kecemasan bahwa perekonomian sedang menghadapi kecemasan yang serius setelah indeks harga konsumen mencatat penurunan pada bulan ke-4 secara beruntun.
Akan tetapi dengan situasi Yunani yang sedang mengalami krisis keuangan sekaligus hal pahit bagi mitra-mitra Eropa lainnya dan euro yang sedang mengalami penurunan tajam, para analis merasa khawatir jika krisis hutang baru di Zona Eropa dapat mempengaruhi perekonomian dunia. (bgs)
Sumber : AFP
Indeks FTSE 100 Inggris turun 1.72% ke level 6,773.04 poin.
Indeks DAX 30 Jerman anjlok 0.99% dengan ditutup di level 11,966.17 poin dan Indeks CAC 40 di Paris merosot 0.98% ke level 5,033.64 poin.
Sedangkan mata uang euro melemah $1.0740 dari level $1.0825 yang tercatat kemarin.
Deflasi Zona Eropa bulan Maret menurun, menurut rilis data pemerintah pada hari Selasa ini, sehingga berhasil meredam kecemasan bahwa perekonomian sedang menghadapi kecemasan yang serius setelah indeks harga konsumen mencatat penurunan pada bulan ke-4 secara beruntun.
Akan tetapi dengan situasi Yunani yang sedang mengalami krisis keuangan sekaligus hal pahit bagi mitra-mitra Eropa lainnya dan euro yang sedang mengalami penurunan tajam, para analis merasa khawatir jika krisis hutang baru di Zona Eropa dapat mempengaruhi perekonomian dunia. (bgs)
Sumber : AFP
Monday, 30 March 2015
Emas Berjangka Turun Tajam Dalam Tiga Pekan Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/3) - Emas
mengalami penurunan tertajam dalam tiga pekan terakhir pada tanda-tanda
bahwa investor meninggalkan logam mulia meski pasca reli baru-baru ini.
Nilai lindung
memangkas posisi beli ke level terendah sejak Desember 2013. Aset global
pada emas ETP turun 56,6 metrik ton pada bulan Maret, yang tertajam
dalam 15 bulan terakhir. Reli harga dalam dua pekan sebelumnya karena
spekulasi bahwa suku bunga AS akan meningkat pada laju yang lebih lambat
dari yang diharapkan sebelumnya.
Meskipun para otoritas
The Fed memangkas outlook untuk suku bunga pinjaman di akhir tahun,
investor berspekulasi bahwa para otoritas masih akan mengangkat suku
bunga acuan mendekati nol guna mencegah inflasi dari lonjakannya seiring
perekonomian yang mengalami rebound. Emas secara historis telah
digunakan sebagai lindung nilai terhadap harga konsumen yang lebih
tinggi.
Emas berjangka untuk
pengiriman Juni turun 1,3% untuk menetap di level $ 1,185.30 per ons
pada pukul 1:40 di New York Comex, yang merupakan penurunan tertajam
sejak 6 Maret.
Indeks harga konsumen, yang tidak termasuk makanan dan bahan bakar, naik sebanyak 1,4% pada bulan Februari dari tahun sebelumnya, menurut angka Departemen Perdagangan menunjukkan pada Senin.(yds)
Sumber: Bloomberg
Indeks Topix Reli Melanjutkan Penguatan Kuartalan Terbesar dalam Dua Tahun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/3) - Saham Jepang naik mengirim indeks Topix mencatat rally kuartalan paling tajam dalam dua tahun terakhir, seiring optimisme atas prospek stimulus China didukung penguatan saham global dan pelemahan yen mendorong sektor eksportir.
Indeks Topix naik sebesar 1,2 persen ke level 1,576.12 pukul 09:02 pagi di Tokyo, menuju penguatan kuartalan sebesar 12 persen, terbesar sejak kuartal pertama 2013 lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 0,9 persen ke level 19,589.22. Sementara Yen, ditransaksikan pada level 120,06 per dolar pasca kemarin terkoreksi tajam dalam hampir tujuh pekan terakhir. Indeks ekuitas global rally sebesar 0,7 persen pada Senin kemarin pasca China mengumumkan langkah-langkah untuk merasangkan pertumbuhan pasar perumahan dan gubernur bank sentral China (PBOC) mengatakan para pembuat kebijakan dapat berbuat lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Euro melemah 0,5 persen terhadap dolar kemarin. Yunani, negara berhutang terbesar di Eropa, mengalami kebuntuan dalam pembicaraan dengan negara-negara kawasan euro dan Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap persyaratan yang melekat untuk dana penyelamatan senilai 240 miliar euro ($ 260 milyar). Kebuntuan, membuat Yunani bergantung pada pinjaman Bank Sentral Eropa, yang beresiko mengarah ke default dalam beberapa pekan kedepan.
China memiliki ruang untuk bertindak, baik dengan menurunkan suku bunga dan pelonggaran langkah-langkah "kuantitatif", kepala Bank Rakyat China (PBOC) Zhou Xiaochuan mengatakan pada hari Minggu. China mengambil langkah Senin untuk mendukung pasar properti dengan menurunkan uang muka yang diperlukan dan memperpendek minimum holding period untuk pembebasan pajak penjualan untuk beberapa pemilik rumah. Indeks Shanghai Composite ditutup melonjak sebesar 2,6 persen kemarin.
Kontrak E-mini berjangka S&P 500 stagnan pasca indeks acuan menguat sebesar1,2 persen pada Senin kemarin di New York, mencatat reli dua hari pertama sejak 17 Februari lalu dan memperpanjang keuntungan kuartalan kesembilan. (izr)
Sumber: Bloomberg
Indeks Topix naik sebesar 1,2 persen ke level 1,576.12 pukul 09:02 pagi di Tokyo, menuju penguatan kuartalan sebesar 12 persen, terbesar sejak kuartal pertama 2013 lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 0,9 persen ke level 19,589.22. Sementara Yen, ditransaksikan pada level 120,06 per dolar pasca kemarin terkoreksi tajam dalam hampir tujuh pekan terakhir. Indeks ekuitas global rally sebesar 0,7 persen pada Senin kemarin pasca China mengumumkan langkah-langkah untuk merasangkan pertumbuhan pasar perumahan dan gubernur bank sentral China (PBOC) mengatakan para pembuat kebijakan dapat berbuat lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Euro melemah 0,5 persen terhadap dolar kemarin. Yunani, negara berhutang terbesar di Eropa, mengalami kebuntuan dalam pembicaraan dengan negara-negara kawasan euro dan Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap persyaratan yang melekat untuk dana penyelamatan senilai 240 miliar euro ($ 260 milyar). Kebuntuan, membuat Yunani bergantung pada pinjaman Bank Sentral Eropa, yang beresiko mengarah ke default dalam beberapa pekan kedepan.
China memiliki ruang untuk bertindak, baik dengan menurunkan suku bunga dan pelonggaran langkah-langkah "kuantitatif", kepala Bank Rakyat China (PBOC) Zhou Xiaochuan mengatakan pada hari Minggu. China mengambil langkah Senin untuk mendukung pasar properti dengan menurunkan uang muka yang diperlukan dan memperpendek minimum holding period untuk pembebasan pajak penjualan untuk beberapa pemilik rumah. Indeks Shanghai Composite ditutup melonjak sebesar 2,6 persen kemarin.
Kontrak E-mini berjangka S&P 500 stagnan pasca indeks acuan menguat sebesar1,2 persen pada Senin kemarin di New York, mencatat reli dua hari pertama sejak 17 Februari lalu dan memperpanjang keuntungan kuartalan kesembilan. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Naik untuk Kuartal Terbaiknya dalam 3 Tahun Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/3) - Saham
Asia naik, dengan indeks acuan regional bersiap untuk kuartal
terbaiknya dalam 3 tahun terakhir seiring China bergerak untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi, mengirim penguatan saham Amerika Serikat dan Eropa
dan mata uang yen melemah terhadap dolar.
Indeks MSCI Asia
Pacific naik 0,6 % ke level 147,35 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo,
mengalami kenaikan kuartalan sebesar 6,9 %, yang merupakan kenaikan
terbesarnya dalam 3 bulan pertama sejak tahun 2012. Bank sentral China
mengumumkan langkah-langkah yang bertujuan untuk menghentikan penurunan
pada saham properti setelah Gubernur Zhou Xiaochuan mengatakan bahwa
pada akhir pekan lalu para pembuat kebijakan dapat melakukan lebih
banyak untuk mendukung perekonomian terbesar di Asia. Indeks Shanghai
Composite melonjak sebesar 17 % pada tahun ini sampai dengan kemarin dan
Indeks Topix Jepang menguat sebesar 11 %.
Indeks Topix naik 1,2 %
pada hari ini setelah kemarin yen turun 0,8 % terhadap dolar. Indeks
Australia S & P / ASX 200 menguat 1,2 % dan Indeks NZX 50 Selandia
Baru naik 0,2 %. Indeks Kospi Korea Selatan meningkat 0,7 %.
Kontrak pada Indeks
FTSE China A50 naik 1,5 % pada sesi terbaru. Kenaikan saham China
daratan pada tahun ini memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan bank
sentral, optimisme pemerintah tidak akan membiarkan pertumbuhan ekonomi
jatuh pada tahun ini di bawah target 7 % dan terkait pemerintah
mengurangi pembatasan pada penjualan properti. (knc)
Sumber : Bloomberg
Ekuitas AS Ditutup Menguat Ditengah Aktifitas Merger Perusahaan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/3) - Saham
AS ditutup menguat, melanjutkan kenaikan kuartalannya ditengah
aktifitas merger sejumlah perusahaan dan optimisme bank sentral optimis
yang akan mendukung pertumbuhan global.
Indeks Standard &
Poor 500 menguat 1,2% menjadi 2,086.22 pada 04:00 sore di New York,
mempertahankan kenaikan kuartalan beruntun terpanjang sejak tahun 1998.
Dengan kenaikan sebesar 0,2% pada hari Jumat, indeks tersebut
menyelesaikan gain back-to-back pertama setelah 28 hari , menurun tajam
sejak 1994 silam.
Ketua Federal Reserve
Janet Yellen pada hari Jumat kemarin menyatakan bahwa Bank Sentral AS di
tahun ini diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan kenaikan
selanjutnya dilakukan secara bertahap tanpa mengikuti prediksi yang ada.
Sementara Gubernur Bank Sentral China menyatakan bahwa pemerintahnya
dapat melakukan upaya yang lebih guna mendukung pertumbuhan ekonomi di
China.
Laba kuartal pertama
untuk perusahaan S&P 500 diperkirakan menurun untuk pertama kalinya
sejak tahun 2009. Perusahaan akan melihat kontraksi 5,8% untuk periode
tiga bulan, menurut perkiraan ekonom yang dihimpun oleh Bloomberg.
Perkiraan pertumbuhan Laba untuk kuartal yang positif sejak Januari,
data menunjukkan.(yds)
Sumber: Bloomberg
Bursa Saham AS Sesi 1 Menguat 1% Ditengah Aktifitas Merger Sejumlah Perusahaan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/3) - Bursa Saham AS sesi 1 menguat dengan
memperpanjang kenaikan kuartalannya ditengah aktifitas merger sejumlah
perusahaan dan optimisme bank sentral yang akan mendukung petumbuhan
ekonomi global.
Indeks S&P 500 menguat 1% ke level 2,082.02 pukul 11:57 siang ini waktu New York. Kuartal pertama ini indeks acuan tersebut mengalami kenaikan sebesar 1.1% yang sekaligus mempertahankan kenaikan kuartalannya terpanjangnya secara beruntun sejak 1998 silam. Sementara Indeks Dow Jones Industrial Average naik 264.69 poin atau 1.5% ke level 17,977.35. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite menguat 0.8%.
Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada hari Jumat kemarin menyatakan bahwa Bank Sentral AS di tahun ini diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan kenaikan selanjutnya dilakukan secara bertahap tanpa mengikuti prediksi yang ada. Sementara Gubernur Bank Sentral China menyatakan bahwa pemerintahnya dapat melakukan upaya yang lebih guna mendukung pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks S&P 500 menguat 1% ke level 2,082.02 pukul 11:57 siang ini waktu New York. Kuartal pertama ini indeks acuan tersebut mengalami kenaikan sebesar 1.1% yang sekaligus mempertahankan kenaikan kuartalannya terpanjangnya secara beruntun sejak 1998 silam. Sementara Indeks Dow Jones Industrial Average naik 264.69 poin atau 1.5% ke level 17,977.35. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite menguat 0.8%.
Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada hari Jumat kemarin menyatakan bahwa Bank Sentral AS di tahun ini diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan kenaikan selanjutnya dilakukan secara bertahap tanpa mengikuti prediksi yang ada. Sementara Gubernur Bank Sentral China menyatakan bahwa pemerintahnya dapat melakukan upaya yang lebih guna mendukung pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Sunday, 29 March 2015
Harga Minyak Mentah Melorot, Tetap Naik Mantap dalam Seminggu
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Harga minyak mentah di bursa komoditas
Amerika Serikat pada akhir perdagangan Sabtu dini hari akhirnya anjlok,
menyerah kalah setelah sempat mengalami peningkatan hingga mencapai 5
minggu tertinggi pada perdagangan sebelumnya (30/3). Harga minyak
mentah anjlok tajam dan menghapuskan seluruh kenaikan yang terjadi pada
hari sebelumnya karena para pelaku pasar mulai fokus pada usaha
penyelesaian perjanjian nuklir Iran dengan Barat.
Jumlah pengeboran minyak mentah di
Amerika Serikat turun 12rigs minggu lalu menjadi hanya 813 rigs. Jumlah
tersebut merupakan yang paling kecil sejak bulan Desember lalu. Dengan
penurunan yang terjadi pekan lalu jumlah pengeboran minyak mentah di
Negeri Paman Sam telah mengalami penurunan selama 16 minggu
berturut-turut.
Sebelumnya harga minyak mentah mengalami
kenaikan tajam sebesar 5 persen pada penutupan perdagangan Jumat dini
hari di tengah kekhawatiran bahwa konflik di Yaman akan mengakibatkan
gangguan pasokan. Akan tetapi para pelaku pasar berpendapat bahwa Yaman
hanya negara eksportir yang tidak terlalu signifikan sehingga potensi
gangguan hanya akan berdampak minim.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI
untuk kontrak Mei yang merupakan kontrak paling aktif saat ini ditutup
anjlok tajam. Harga berakhir turun sebesar 5 persen dan ditutup pada
posisi 48,87 dollar per barel. Sepanjang minggu harga minyak mentah
masih tampak membukukan kenaikan sebesar 5,48 persen, kenaikan mingguan
kedua berturut-turut.
Analyst Vibiz Research Center
memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak
paling aktif pada perdagangan hari ini akan kembali mengalami pelemahan
meskipun terbatas. Secara teknikal rally harga minyak saat ini masih
berada dalam kondisi bullish lemah. Tekanan yang berpotensi koreksi
mulai terjadi.
Untuk perdagangan hari ini harga minyak
mentah WTI kontrak April diperkirakan akan mengalami level resistance di
50,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 52,00 dollar. Jika terjadi
pergerakan retreat sehingga harga melemah support akan ditemui pada
posisi 46,00 dollar dan 44,00 dollar.
Sumber : Vibiznews
Melihat Peluang Besar, Korsel Daftar Jadi Anggota Pendiri AIIB
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Mengikuti keputusan 4 negara maju dari
Barat pada pekan ini. pada hari Kamis (27/3/2015) kemarin, Korea Selatan
(Korsel) memutuskan akan bergabung juga dengan Asian Infrastructure Investment Development Bank (AIIB) sebagai salah satu calon anggota pendiri bank yang diketuai oleh Tiongkok tersebut.
Sekedar mengingatkan, AIIB adalah bank
yang dibentuk secara khusus untuk membiayai proyek infrastruktur
negara-negara yang berada di Asia. AIIB ini pun sering disebut-sebut
sebagai rival Bank Dunia milik Amerika Serkat (AS) dan Asian Development Bank (ADB)
milik Jepang. Kementerian Strategi dan Keuangan Korsel mengatakan dalam
sebuah pernyataan menyampaikan bahwa pemerintah Korsel akan
menandatangani perjanjian tersebut dalam bentuk formal sekitar Juni
mendatang.
Menurut ADB, permintaan pendanaan untuk
proyek infrastruktur di Asia diperkirakan akan mencapai $
730.000.000.000 per tahun hingga tahun 2020 mendatang. Dengan demikian,
AIIB yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan keuangan
antara negara-negara di kawasan ini akan menjadi bank pelopor
pembangunan ekonomi di Asia.
Korsel melihat ada sebuah peluang yang
cukup besar bagi negaranya apabila bergabung sebagai calon anggota
pendiri AIIB. Para pejabat tinggi Korsel menilai dengan bergabung di
AIIB, maka perusahaan-perusahaan di Korsel memilik peluang yang lebih
besar untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur Asia
seperti bidang konstruksi, komunikasi, dan transportasi.
AIIB sendiri diharapkan akan resmi
didirikan pada akhir 2015, dengan modal setoran awal sebesar 50 miliar
dollar AS dan modal dasar sebesar 100 miliar dolar. Tercatat hingga hari
ini sudah 21 (dua puluh satu) negara, termasuk Tiongkok, India dan
Singapura, telah menandatangani nota kerjasama ini di Beijing pada bulan
Oktober 2014 lalu, sedangkan 6 (enam) negara lainnya, termasuk
Indonesia dan Arab Saudi, baru bergabung pada bulan ini.
Sumber : Vibiznews
Kekuatan Ekonomi Singapura Mulai Lemah, Data Makro Terkini Buruk
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Singapura dikenal dengan julukan Macan
Asia, karena memiliki pendapatan tinggi dan terkaya di Asia. Ekonomi
Negeri Singa Putih ini sangat ramah dengan bisnis dan dianggap yang
terbaik sebagai pusat keuangan.Namun sayang, hal tersebut kurang
tercermin dari rilis data ekonomi lokal yang keluar untuk bulan Februari
lalu.
Pasalnya, harga produsen di Singapura di
bulan Februari tercatat alami kenaikan yang lebih lambat dibandingkan
dengan bulan sebelumnya. Pada Februari lalu harga produsen di negara ini
hanya mampu naik 2,4 persen, sedangkan di bulan Januari naik 3,4
persen. Indeks harga pasokan domestik bulan Februari naik 5,3 persen
dari bulan sebelumnya, kontras dengan penurunan yang terasa di bulan
Januari sebesar 6,3 persen.
Dalam laporan terpisah, kantor statistik
Singapura juga telah merilis angka indeks harga impor untuk bulan
Februari. Harga impor turun 13,8 persen (yoy) pada bulan Februari, lebih
lambat dari pertumbuhan sebesar 17,4 persen di bulan sebelumnya.
Sebagai informasi, harga impor di Singapura memang telah jatuh sejak
Juni tahun lalu.
Sementara itu, harga ekspor turun pada
laju terburuknya di bulan Februari. Harga ekspor di Singapura tercatat
turun 7,5 persen (yoy) menyusul penurunan 10,0 persen pada Januari.
Sedangkan pada basis bulanan, baik harga impor maupun harga ekspor,
keduanya meningkat sebesar 4,5 persen dan 2,7 persen pada bulan
Februari.
Sekedar mengingatkan bahwa rilis data
ekonomi lokal yang mengecewakan dari negara ini bukan hanya terkait
harga produsen yang baru saja diumumkan. Namun, tingkat produksi
industri negara ini di bulan Februari juga menunjukkan penurunan yang
melampaui ekspektasi. Produksi industri di Singapura tercatat turun
sebesar 3,6 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu, berbeda dengan
kenaikan sebesar 1,3 persen yang berhasil diraih pada Januari.
Sumber : Vibiznews
Saham Asia Turun, Pangkas Kenaikan Kuartalan Terbesarnya Sejak 2013
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Saham
Asia turun pada hari ketiga beruntun, memangkas kenaikan kuartalan
terbesar untuk indeks acuan regional sejak 2013 lalu, diikuti saham
energi dan material memimpin penurunan.
Indeks MSCI Asia
Pacific turun 0,3 % ke level 146,2 pada pukul 9:05 pagi waktu Tokyo,
memangkas kenaikan sebesar 6 % sejak 31 Desember lalu. Kenaikan dalam
ekuitas global mendorong valuasi pada pekan lalu ke level tertingginya
dalam 5 tahun terakhir, dengan pasar perdagangan di China, Jepang dan
Eropa bersiap untuk reli lebih dari 10 % pada kuartal pertama.
Indeks Topix Jepang melemah 0,1 %. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,3 %, dan Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,3 %.
Indeks Australia S
& P / ASX 200 merosot 1,2 %. Perusahaan Caltex Australia Ltd
memimpin penurunan, anjlok sebesar 9,7 % setelah Perusahaan Chevron Corp
menjual sahamnya sebesar 50 % pada pemasok bahan bakar terbesar di
negara tersebut. (knc)
Sumber : Bloomberg
Indeks Topix Jepang Berfluktuatif Pasca Catat Pekan Terburuk Sejak Januari
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Indeks
Topix Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian pasca catat
penurunan mingguan pertama dalam lebih dari dua bulan terakhir. Saham
produsen makanan meningkat sementara saham energi terkoreksi.
Indeks
Topix turun kurang dari 0,1 persen ke level 1,552.18 pukul 09:02 pagi
di Tokyo pasca naik sebanyak 0,1 persen. Indeks anjlok sebesar 1,8
persen dalam lima hari terakhir
pada pekan lalu, penurunan mingguan terbesar sejak awal Januari lalu.
Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,1 persen ke level 19,300.78 hari
ini. Indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 0,2 persen pada hari
Jumat, menghentikan kerugian selama empat hari terakhir, mengakhiri reli
di saham teknologi.
Indeks
Topix sebesar 2,5 persen pada hari Kamis dan Jumat menjelang akhir
tahun keuangan Jepang pada 31 Maret mendatang. Sementara itu penguatan
indeks tahun 2015 telah berkurang sebesar 10 persen. Namun, kinerja
indeks tetap menjadi yang terbaik diantara saham Asia tahun ini, karena
pembelian obligasi oleh bank sentral dan masuknya dana pensiun sebesar $1.1 trilun mengirim saham menguat tajam.
Produksi
industri Jepang turun sebesar 3,4 persen pada Februari lalu
dibandingkan bulan sebelumnya, menurut data yang dirilis oleh pemerintah
hari ini. Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan penurunan
sebesar 1,9 persen. (izr)
Indeks Topix ditransaksikan 17 kali estimasi laba pada pekan lalu, dibandingkan dengan 17,4 untuk indeks S&P 500. (izr)
Sumber: Bloomberg
Thursday, 26 March 2015
Emas Pangkas Kenaikan Pasca Aksi Penyerangan di Yaman
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Emas
pangkas kenaikan setelah mencapai level 3 ½ minggu tertinggi pada hari
Kamis, setelah reaksi pergerakan harga karena meningkatnya ketegangan di
Timur Tengah dapat menurunkan saham-saham dan mendorong para investor
dalam aset sebagai berisiko rendah, seperti obligasi bullion dan Jerman.
Perak naik hampir 3 % ke level tertingginya dalam lebih dari lima minggu terakhir sebelum mencapai level tertinggi nya.
Bursa saham di seluruh
dunia melemah dan harga minyak melonjak setelah Arab Saudi dan
sekutunya melakukan serangan udara di Yaman yang memicu kekhawatiran
pengiriman energi ke Timur Tengah yang mungkin beresiko. Sementara Wall
Street kemudian mengalami pemulihan.
Mata uang dolar
sebelumnya turun terhadap euro tetapi pulih kembali di perdagangan New
York karena para pembuat kebijakan melihat bank sentral lebih
menguntungkan bagi mata uang AS.
Spot emas mencapai
puncaknya di level $ 1,219.40 per ons, sebelum diperdagangkan naik
sebesar 0,6 % ke level $ 1,195.25 pada pukul 2:47 siang waktu setempat.
Emas untuk pengiriman bulan April naik $ 7,80 per ons untuk menetap di
level $ 1,204.80.
Emas menuju kenaikan pada sesi ketujuh, yang merupakan kenaikan beruntun terpanjangnya sejak Agustus 2012 lalu. (knc)
Sumber : Reuters
Aksi Selloff Kirim Indeks Topix Dibuka Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Indeks
Topix Jepang jatuh, melanjutkan aksi jual terbesar dalam hampir tiga
bulan terakhir, karena sebagian besar perusahaan yang diperdagangkan
tanpa hak atas pembayaran dividen berikutnya dan rilis data menunjukkan
tingkat inflasi terhenti pada bulan Februari lalu.
Indeks
Topix merosot sebesar 0,5 persen ke level 1,561.18 pukul 09:02 pagi di
Tokyo. Indeks catat pelemahan sebesar 1,5 persen kemarin, terbesar sejak
6 Januari lalu, dan menuju penurunan mingguan pertama dalam lebih dari
dua bulan terakhir. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun sebesar 0,2
persen pagi ini ke level 19,429.36. Yen stagnan pada level 119,22 per
dolar setelah menguat sebesar 0,3 persen pada hari Kamis kemarin pasca
Arab Saudi dan sekutunya melancarkan serangan udara di ibukota Yaman.
Indeks Standard & Poor 500 turun untuk hari keempat.
Lebih
dari 1.440 dari 1.858 saham pada indeks Topix ditransaksikan tanpa hak
mendapatkan deviden hari ini. Yang menyumbang penurunan indeks Topix
sebanyak 12,8 poin dari hari ini, data Bloomberg menunjukkan.
Harga
konsumen tidak termasuk makanan segar naik sebesar 2 persen dari awal
tahun hingga bulan lalu, kenaikan kurang dari estimasi ekonomi sebesar
2,1 persen, menurut data yang dirilis biro statistik hari ini. Ini
akibat dampak kenaikan pajak penjualan April lalu, laju inflasi Jepang
tidak mengalami perubahan dari bulan lalu.
Data
yang menunjukkan tingkat pengangguran turun menjadi 3,5 persen, sesuai
dengan perkiraan ekonom dan turun dari 3,6 persen bulan sebelumnya.
rasio pelamar pekerjaan meningkat menjadi 1,15, pembacaan tertinggi
dalam 23 tahun terakhir.
Saham
perusahaan eksplorasi energi memimpin kenaikan pada indeks Topix hari
ini pasca harga minyak mentah melonjak pada Kamis kemarin pasca Arab
Saudi melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Syiah di Yaman,
berusaha untuk menopang pemerintahan sekutu untuk mempertahankan benteng
terakhir yang tersisa. Yaman telah muncul sebagai ladang minyak terbaru
yang tengah diperebutkan antara Iran dan Arab Saudi, eksportir minyak
utama dunia.
Kontrak
E-mini berjangka S&P 500 naik 0,1 persen pasca indeks acuan merosot
sebesar 0,2 persen pada Kamis kemarin di New York untuk menghapus
keuntungan tahun ini. Penurunan saham perusahaan konsumen dan
transportasi bebani rebound saham teknologi. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Bergerak Turun Untuk Hari Kedua
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Saham
Asia bergerak turun pada hari kedua, merupakan penurunan harian
terbesar dalam hampir dua bulan terakhir, yang dipimpin oleh pelemahan
saham industri dan sebagian ekuitas Jepang ditransaksikan tanpa hak
pembayaran dividend.
Indeks
MSCI Asia Pacific turun 0,2 % ke level 147,10 pukul 09:05 pagi di
Tokyo. Indeks tersebut menuju penurunan 0,3 % pekan ini setelah kemarin
melemah 1,1 %. Sementara ekuitas AS mengalami penurunan untuk hari
keempat, dengan indeks Standard & Poor 500 menghapus gain tahun ini,
di tengah kekhawatiran kenaikan saham menjelang prospek ekonomi dan
keuntungan perusahaan.
Indeks
Topix Jepang turun sebesar 0,4 %. Lebih dari 1.440 dari 1.858
perusahaan dalam perdagangan di indeks dari hari tanpa hak untuk
pembayaran dividen berikutnya, menurut data yang dikumpulkan oleh
Bloomberg. (vck)
Sumber: Bloomberg
Indeks S&P 500 Ditutup Turun, Menghapus Kenaikan Tahun 2015
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Saham AS turun pada hari keempat, yang merupakan penurunan terpanjangnya sejak Januari lalu, diikuti saham transportasi yang dibayangi perusahaan teknologi mengalami rebound. Sementara obligasi juga mengalami penurunan di tengah menurunnya permintaan pelelangan, sedangkan minyak mentah naik seiring Arab Saudi mengebom sasaran di Yaman.
Indeks Standard & Poor 500 melemah 0,2 % pada pukul 16:00 sore waktu New York, menghapus kenaikan pada tahun 2015. Indeks tersebut berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian sepanjang sesi setelah sebelumnya turun sebesar 0,8 %. Indeks Stoxx Europe 600 merosot 0,9 %. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun catat penguatan sebesar 8 basis poin menjadi 2 %. Indeks Spot Dollar Bloomberg menguat 0,3 %. Minyak mentah AS naik pada hari kelima, dan emas menguat sebesar 0,7 % pada laju kenaikan di antara logam.
Indeks S & P 500 telah jatuh sebesar 2,5 % pada minggu ini, turun 0,1 % untuk tahun ini, karena data manufaktur penjualan rumah mengalami penurunan menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi mungkin melambat menurut para analis dan pada saat yang sama juga analis memperkirakan kontraksi pertama dalam laba kuartalan sejak 2009. Yaman melakukan perlawanan terhadap Iran dan Arab Saudi, sebagai eksportir minyak utama dunia. (knc)
Sumber : Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 melemah 0,2 % pada pukul 16:00 sore waktu New York, menghapus kenaikan pada tahun 2015. Indeks tersebut berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian sepanjang sesi setelah sebelumnya turun sebesar 0,8 %. Indeks Stoxx Europe 600 merosot 0,9 %. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun catat penguatan sebesar 8 basis poin menjadi 2 %. Indeks Spot Dollar Bloomberg menguat 0,3 %. Minyak mentah AS naik pada hari kelima, dan emas menguat sebesar 0,7 % pada laju kenaikan di antara logam.
Indeks S & P 500 telah jatuh sebesar 2,5 % pada minggu ini, turun 0,1 % untuk tahun ini, karena data manufaktur penjualan rumah mengalami penurunan menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi mungkin melambat menurut para analis dan pada saat yang sama juga analis memperkirakan kontraksi pertama dalam laba kuartalan sejak 2009. Yaman melakukan perlawanan terhadap Iran dan Arab Saudi, sebagai eksportir minyak utama dunia. (knc)
Sumber : Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)

