BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Saham AS ditutup naik karena saham energi menguat setelah minyak mentah melonjak tajam dalam dua bulan terakhir. Emas menyentuh level tertinggi tujuh minggu pada spekulasi Federal Reserve akan menahan suku bunga pinjaman yang lebih rendah lebih lama.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,7% pada 16:00 sore di New York. Saham energi naik sebanyak 1,8%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 6,1% dikarenakan pihak Arab Saudi menaikkan harga untuk pengiriman ke Asia, yang merupakan pasar regional terbesarnya.
Indeks Spot Dollar Bloomberg naik 0,3%, sedangkan Imbal hasil obligasi dengan tenor 10-tahun menambahkan tujuh basis poin setelah menyentuh level terendah dua bulan. Emas naik sebanyak 1,5%.
Sementara bursa AS ditutup untuk libur Jumat Agung, Indeks berjangka jatuh 1% setelah rilis laporan ketenagakerjaan dalam perdagangan yang singkat pada 3 April lalu. Perdagangan pada Indeks S&P 500 adalah 1,7% di bawah level sepanjang masa terbarunya yang ditetapkan pada tanggal 2 Maret, setelah pekan lalu membukukan kenaikan kuartalan kesembilan secara beruntun.(yds)
Sumber: Bloomberg
Monday, 6 April 2015
Saham AS Rebound Terkait Komentar Dudley Pasca Rilis Data ketenagakerjaan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Saham
AS rebound dari aksi jual pada Indeks berjangka setelah komentar
seorang pejabat The Fed yang kembali memfokuskan investor mengenai
dampak dari kebijakan suku bunga pasca rilis data ketenagakerjaan pekan
lalu.
Saham
perusahaan energi dan utilitas memimpin kenaikan, dengan Hess Corp dan
Halliburton Co naik setidaknya 4,3%. Apple Inc. naik 1,5%, sementara
Coca-Cola Co naik 2,2% ditengah kenaikan pada saham konsumen.
Indeks
Standard & Poor 500 naik 0,8% menjadi 2,083.98 pada 12:38 siang di
New York setelah turun sebanyak 0,5%. Indeks Dow Jones Industrial
Average naik 151,26 poin, atau 0,9%, ke level 17,914.50. Indeks Nasdaq
Composite naik 0,7%.
Indeks
berjangka turun 1% pada hari Jumat pasca data Departemen Tenaga Kerja
menunjukkan payrolls AS menambahkan 126.000 pekerjaan pada bulan Maret,
setidaknya sejak Desember 2013. Ini merupakan serangkaian laporan
terbaru dari sejumlah data ekonomi yang dirilis dibawah ekspektasi di
tahun ini. Sementara bursa saham di AS ditutup untuk hari libur pada
Jumat.(yds)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 5 April 2015
Aksi Beli Investor Asing Topang Gerak IHSG Sepekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat namun terbatas pada perdagangan saham pekan ini. Gerak indeks saham ditopang oleh aksi beli asing.
Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, aksi beli asing akan mewarnai perdagangan saham lantaran dana asing yang keluar pada pekan kemarin relatif besar.
"Saya lihat potensi konsolidasi menguat terbatas, aksi jual asing sudah berkurang. Investor asing sudah mulai beli," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (6/4/2015).
Dia menuturkan, memang saat ini sentimen penggerak IHSG relatif sepi. Penggerak IHSG didorong oleh data manufaktur Amerika Serikat (AS) meskipun pengaruhnya tidak terlalu besar.
"Data AS memberikan petunjuk kapan The Fed Rate akan naikkan suku bunga," lanjutnya.
Selain itu, dia mengatakan sentimen indeks saham berasal dari penyelesaian utang Yunani. "Yunani belum selesai proposal dia masuk IMF dan ECB menganggap kurang detil agar dia mendapat talangan utang karena utang mereka selesai April nanti," ujar Hans.
Dia mengatakan, indeks saham akan bergerak pada level support 5.390-5.430 pada perdagangan saham pekan ini. Kemudian resistance pada level 5.480-5.500.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, indeks saham akan bergerak pada rentan support 5.400-5.438 dan resistance pada level 5.488-5.537. Dia mengatakan, pergerakan indeks saham cenderung variatif pada pekan ini.
"Laju IHSG kembali diuji posisinya antara kemungkinan terjerambab pada aksi profit taking yang ada hingga ekspektasi akan kenaikan seiring imbas positif laju bursa saham global," kata Reza.
Pada pekan ini, Hans merekomendasikan jual ketika menguat saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Ciputra Development Tbk(CTRA). (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, aksi beli asing akan mewarnai perdagangan saham lantaran dana asing yang keluar pada pekan kemarin relatif besar.
"Saya lihat potensi konsolidasi menguat terbatas, aksi jual asing sudah berkurang. Investor asing sudah mulai beli," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (6/4/2015).
Dia menuturkan, memang saat ini sentimen penggerak IHSG relatif sepi. Penggerak IHSG didorong oleh data manufaktur Amerika Serikat (AS) meskipun pengaruhnya tidak terlalu besar.
"Data AS memberikan petunjuk kapan The Fed Rate akan naikkan suku bunga," lanjutnya.
Selain itu, dia mengatakan sentimen indeks saham berasal dari penyelesaian utang Yunani. "Yunani belum selesai proposal dia masuk IMF dan ECB menganggap kurang detil agar dia mendapat talangan utang karena utang mereka selesai April nanti," ujar Hans.
Dia mengatakan, indeks saham akan bergerak pada level support 5.390-5.430 pada perdagangan saham pekan ini. Kemudian resistance pada level 5.480-5.500.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, indeks saham akan bergerak pada rentan support 5.400-5.438 dan resistance pada level 5.488-5.537. Dia mengatakan, pergerakan indeks saham cenderung variatif pada pekan ini.
"Laju IHSG kembali diuji posisinya antara kemungkinan terjerambab pada aksi profit taking yang ada hingga ekspektasi akan kenaikan seiring imbas positif laju bursa saham global," kata Reza.
Pada pekan ini, Hans merekomendasikan jual ketika menguat saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Ciputra Development Tbk(CTRA). (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Ekonomi Jepang Masih Terjebak, Perusahaan Besar Pangkas Belanja Modalnya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Seperti diketahui, pada pekan lalu baru
saja dilaporkan bahwa aktivitas manufaktur di Jepang kembali melambat di
bulan Maret. Hal tersebut diiyakan oleh beberapa perusahaan besar di
Jepang, Daikin Industries ‘(6367.T) yang terkenal dengan produksi AC-nya
misalnya. Pihak Daikin menyampaikan bahwa saat ini memang jumlah
pesanan terhadap pabriknya menurun tajam, disebabkan oleh laju pemulihan
Jepang yang masih terjebak pada tren yang lambat.
Pihak manajemen Daikin pun hingga hari
ini masih mencari bagaimana strategi yang efektif dan efisien dalam
rangka meningkatkan output hingga sekitar 20 persen. Saat ini Daikin
telah mengalihkan sejumlah pabriknya yang ada di Tiongkok ke Jepang
untuk memanfaatkan pelemahan yen. Seperti Daikin juga, sejumlah produsen
Jepang memindahkan produksi kembali ke Jepang dari Tiongkok dan tempat
lain untuk mengambil keuntungan dari pelemahan yen, misalnya saja
perusahaan kompetitotnya seperti Panasonic (6752.T) dan Sharp (6753.T)
akhirnya memutuskan untuk membawa kembali produksi pabrik yang berupa
lemari es ke Jepang.
Namun demikian, saat ini
perusahaan-perusahaan di Jepang masih tetap berhati-hati terhadap
penanaman modal baru di pabrik. Pasalnya, setelah sempat meningkatkan
belanja modal sebesar 6 persen pada tahun fiskal 2014 kemarin, sebagian
besar produsen kecil justru merencanakan penurunan belanja modalnya
hingga 14 persen di tahun 2015 ini.
Dalam strateginya meningkatkan
perekoomian di Jepang agar keluar dari tren stagnasi dan deflasi,
Perdana Menteri Shinzo Abe terus menghimbau seluruh perusahaan di Jepang
agar bersedia untuk menggunakan uang yang mereka miliki untuk
berinvestasi agar siklus uang dan investasi dalam perekonomian Jepang
dapat terus berlangsung.
Sayangnya, yang terjadi saat ini adalah
suku bunga yang sudah dipatok rendah di Jepang nyatanya belum mampu
mengangkat laju investasi di negara tersebut. Para pelaku pasar menilai
dalam jangka waktu dekat perekonomian Jepang masih akan suram sehingga
mereka tetap lebih memilih menyimpan tabungannya di bank dibanding
berinvestasi ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi negaranya.
Sumber : Vibiznews
Data Ekonomi AS Yang Lemah Bisa Membuat The Fed Tunda Kenaikan Suku Bunganya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Pekan lalu berita yang kurang baik
datang dari Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS), pasalnya data yang
berasal dari pasar tenaga kerja negaranya dilaporkan kurang baik.
Sebagai tambahan, kondisi pasar tenaga kerja AS saat ini cukup disorot
dunia perkembangannya karena selama ini menjadi fokus dan acuan The Fed
dalam menentukan kapan suku bunga The Fed akan dinaikkan.
Pasca melambatnya pertumbuhan PDB pada
kuartal ke-4 2014 lalu, sebagian besar ekonom memang sudah menilai akan
terjadi perkembangan tren pertumbuhan ekonomi yang cenderung negatif di
AS. Oleh karena itu, mereka yakin The Fed masih akan meng-hold kenaikan suku bunganya sambil menunggu rebound di kuartal kedua tahun ini.
Adapun salah satu kontributor terbesar
atas terpukulnya sektor tenaga kerja pada bulan Maret lalu disumbang
oleh pengurangan tenaga kerja dari industri tambang, konstruksi,
manufaktur,kesehatan dan juga rumah makan. Sektor pertambangan hingga
saat ini telah kehilangan 11.000 pekerjaan, sektor perawatan berkurang
6.000 posisi dan paling banyak ada pada industri bar dan restoran
berkurang sekitar 55000 yang biasanya 66.000 pada bulan Februari lalu.
Tidak hanya itu, The Institute for Supply Management (ISM) melaporkan
bahwa laju pertumbuhan industri manufaktur Amerika Serikat (AS) di
bulan Maret jatuh ke level paling lambatnya dalam hampir dua tahun
terakhir. Kondisi ini disebabkan oleh lambatnya jumlah kenaikan pesanan
baru dan jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan di industri manufaktur
yang stagnan.
Berdasarkan rilis data dari ISM terlihat
bahwa indeks aktivitas pabrik nasional turun ke skor 51,5 di bulan
Maret dari 52,9 bulan sebelumnya. Pencapaian ini masih dibawah
ekspektasi yang diharapkan sebelumnya, yaitu 52,5. Namun meski demikian,
dengan skor yang masih di atas 50, ekspansi di sektor manufaktur masih
terjadi. Prestasi ekspansi ini telah memasuki bulan ke-28 berturut-turut
hingga Maret lalu.
Sumber : Vibiznews
Pemicu Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Dalam Negeri
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Hingga hari ini, permasalahan di bidang
infrastruktur Indonesia masih kerap menjadi sorotan utama. Pasalnya,
ketertinggalan di bidang infrastruktur merupakan salah satu penyebab
pertumbuhan ekonomi Indonesia belum dapat mencapai potensi maksimalnya.
Ketertinggalan tersebut antara lain disebabkan belum adanya lembaga
pembiayaan khusus infrastruktur serta lemahnya kesadaran dalam
pembangunan infrastruktur.
Dalam forum diskusi mengenai Bank
Infrastruktur pada Kamis (2/4) di Jakarta, Menteri Keuangan Bambang P.S.
Brodjonegoro mengungkapkan, selama ini, pembangunan infrastruktur di
Indonesia masih mengandalkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN). Padahal, kapasitas APBN untuk pembiayaan
infrastruktur sangat terbatas.
Ditambah lagi porsi APBN pada
tahun-tahun yang lalu masih sangat dibebani oleh belanja pemerintah yang
sifatnya mengikat, termasuk subsidi BBM (bahan bakar minyak), yang
konon pembiayaannya bisa menghabiskan Rp250 triliun, hal ini kemudian
yang menyebabkan alokasi untuk infrastruktur menjadi sangat
terbatas. Dengan kemampuan APBN yang terbatas tersebut, sebetulnya Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan dapat menjadi salah satu harapan
bagi pembiayaan infrastruktur.
Namun sayang, BUMN yang khusus menangani
pembiayaan pembangunan infrastruktur pada masa lalu tersebut tidak
dapat memaksimalkan fungsinya. Dalam perkembangannya, Bapindo justru
mengarah menjadi bank umum, sehingga tidak dapat merealisasikan
pembiayaan infrastruktur. Kombinasi keterbatasan anggaran dan tidak
adanya BUMN yang khusus menangani masalah pembiayaan infrastruktur
tersebut, merupakan penyebab kurang berkesinambungannya pertumbuhan
ekonomi Indonesia. Hal ini mengingat, tingginya permintaan tidak dapat
diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, sehingga
pertumbuhan ekonomi tidak dapat tumbuh seoptimal mungkin.
Analogi sebuah siklus pertumbuhan ekonomi itu dilihat dari sisi demand and supply. Jika demand tidak diimbangi sisi supply yaitu
infrastruktur, maka akan ada suatu titik dimana kita tidak bisa tumbuh
lebih tinggi lagi, bahkan mencapai target pertumbuhan sebesar 6 persen
saja cukup sulit.
Sumber : Vibiznews
Dolar Turun pada Hari Keempat Seiring Melemahnya Data Ekonomi AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Dolar
turun setelah sebelumnya mengalami kenaikan selama 3 minggu, seiring
melemahnya data ekonomi AS mendukung prospek suku bunga yang lebih
tinggi.
Indeks Dolar AS
terhadap mata uang utama memperpanjang penurunan pada hari keempat,
ditetapkan untuk penurunan terpanjang dalam 9 bulan terakhir, setelah
sebuah laporan pada Jumat kemarin menunjukkan pengusaha Amerika menambah
lebih sedikit lapangan pekerjaan di bulan Maret dibandingkan pada
bulan-bulan sebelumnya sejak Desember 2013 lalu, membebani dalam
pemulihan perekonomian AS. Dana lindung nilai dan spekulan besar lainnya
memangkas spekulasi bullish pada Dolar AS sejak Desember lalu. Mata uang Aussie melemah sebesar 10 sen dari paritas dengan Dolar Selandia Baru.
Indeks Spot Dollar
Bloomberg, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, turun
0,1 % ke level 1,181.66 pada pukul 09:08 pagi waktu Tokyo dari Jumat
kemarin. Sementara itu, Dolar AS merosot 0,4 % ke level $ 1,1009 per
euro, dan turun 0,1 % ke level 118,87 yen.
Perbedaan jumlah
taruhan pada kenaikan dolar dibandingkan dengan penurunan pada kontrak
turun 45.730 kontrak menjadi 366.640 pada pekan yang berakhir 31 Maret,
menurut data dari Commodity Futures Trading Commission yang berbasis di
Washington. Itu setidaknya sejak periode yang berakhir 16 Desember lalu.
Dolar Australia turun
0,2 % ke level NZ $ 1,0043, setelah sebelumnya menyentuh level NZ $
1,0007, yang merupakan level terendahnya sejak dua mata uang tersebut
melemah di tahun 1980-an. (knc)
Sumber : Bloomberg
Mengecewakannya Data Pekerjaan AS, Antarkan Bursa Saham Jepang Dibuka Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Bursa Saham Jepang melemah setelah rilis
data menunjukkan adanya pertumbuhan yang melambat pada lapangan
pekerjaan di AS dalam kurun waktu lebih dari setahun terakhir, hal
tersebut mengantarkan yen mendulang gain dan memicu penurunan pada
sektor ekspor negeri Sakura tersebut.
Indeks Topix melemah 0.7% ke level 1,552.48 pukul 9:00 pagi ini waktu Tokyo setelah pekan lalu menguat sebesar 0.7%. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average anjlok 0.7% ke level 19,291.05. Sedangkan yen menguat 0.1% ke level 118.84 per dolar setelah Jumat kemarin sempat naik sebesar 0.6% menyusul laporan pekerjaan menunjukkan para pengusaha hanya mencetak lapangan pekerjaan sebesar 126,000 pada bulan Maret kemarin, angka tersebut sekaligus terendah sejak Desember 2013 lalu.
Kenaikan sebesar 126,000 pada sektor pekerjaan sangat kurang dari perkiraan sebelumnya pada survei Bloomberg dan dibandingkan dengan kenaikan 264,000 di bulan sebelumnya yang sekaligus lebih kecil dari laporan awal, hal itu menurut rilis data dari Departemen Tenaga Kerja AS. Sedangkan perkiraan rata-rata pada survei Bloomberg dari para ekonom menyatakan naik sebesar 245,000. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Topix melemah 0.7% ke level 1,552.48 pukul 9:00 pagi ini waktu Tokyo setelah pekan lalu menguat sebesar 0.7%. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average anjlok 0.7% ke level 19,291.05. Sedangkan yen menguat 0.1% ke level 118.84 per dolar setelah Jumat kemarin sempat naik sebesar 0.6% menyusul laporan pekerjaan menunjukkan para pengusaha hanya mencetak lapangan pekerjaan sebesar 126,000 pada bulan Maret kemarin, angka tersebut sekaligus terendah sejak Desember 2013 lalu.
Kenaikan sebesar 126,000 pada sektor pekerjaan sangat kurang dari perkiraan sebelumnya pada survei Bloomberg dan dibandingkan dengan kenaikan 264,000 di bulan sebelumnya yang sekaligus lebih kecil dari laporan awal, hal itu menurut rilis data dari Departemen Tenaga Kerja AS. Sedangkan perkiraan rata-rata pada survei Bloomberg dari para ekonom menyatakan naik sebesar 245,000. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Thursday, 2 April 2015
Kelihaian Investor Kaya China Zhang Lei Melihat Peluang Bisnis
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Pengusaha China semakin mampu meningkatkan kapasitasnya. Peningkatan
kapasitas itu berlawanan dengan perusahaan multinasional relatif lambat
bergerak.
Salah satu miliarder China Zhang Lei menyampaikan hal itu. Pernyataannya pun memang seperti mencerminkan dirinya ketika menjalankan usahanya. Ia meneliti suatu peluang bisnis lalu menjadikannya sebagai investasi, dan memberikan imbal hasil besar.
Zhang mendirikan perusahaan private equity Hillhouse Capital Group pada 2005. Dengan tangan dinginnya, ia mendapatkan kepercayaan dari Universitas Yale dan investor lainnya untuk menanamkan investasi di suatu bisnis. Kini ia memiliki dana sekitar US$ 18 miliar.
Zhang memiliki latar belakang tak biasa. Ia lahir di Zhumadian, provinsi Henan pada 1972. Kelahiran Zhang saat China berada di puncak revolusi kebudayaan. Ketika itu China sedang membersihkan diri dari segala sesuatu bahkan dari kapitalis.
Namun sejak usia dini, Zhang sudah memperlihatkan bakat bisnis. Pada usia 7 tahun, ia memiliki ide bisnis pertamanya dengan menyewakan buku komik untuk penumpang yang menunggu keretanya. Konsep tersebut menjadi dasar bagi perusahaan seperti Uber dan Airbnb.
Sumber : Liputan6
Salah satu miliarder China Zhang Lei menyampaikan hal itu. Pernyataannya pun memang seperti mencerminkan dirinya ketika menjalankan usahanya. Ia meneliti suatu peluang bisnis lalu menjadikannya sebagai investasi, dan memberikan imbal hasil besar.
Zhang mendirikan perusahaan private equity Hillhouse Capital Group pada 2005. Dengan tangan dinginnya, ia mendapatkan kepercayaan dari Universitas Yale dan investor lainnya untuk menanamkan investasi di suatu bisnis. Kini ia memiliki dana sekitar US$ 18 miliar.
Zhang memiliki latar belakang tak biasa. Ia lahir di Zhumadian, provinsi Henan pada 1972. Kelahiran Zhang saat China berada di puncak revolusi kebudayaan. Ketika itu China sedang membersihkan diri dari segala sesuatu bahkan dari kapitalis.
Namun sejak usia dini, Zhang sudah memperlihatkan bakat bisnis. Pada usia 7 tahun, ia memiliki ide bisnis pertamanya dengan menyewakan buku komik untuk penumpang yang menunggu keretanya. Konsep tersebut menjadi dasar bagi perusahaan seperti Uber dan Airbnb.
Sumber : Liputan6
Meski Defisit Perdagangan Cetak Rekor, Proyeksi Ekonomi AS Q1 Tetap Lambat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Selain kabar baik dari pasar tenaga kerja, defisit perdagangan Amerika
Serikat (AS) untuk bulan Februari juga dilaporkan membaik. Pasalnya
defisit perdagangan negara ini berhasil cetak penurunan tajam ke level
terendahnya sejak 2009 silam. Meski prestasi ini cukup memuaskan,
beberapa ekonom menilai kontribusi menyempitnya defisit perdagangan pada
bulan lalu belum mampu mengangkat ekonomi AS pada kuartal pertama tahun
ini karena nilai tukar dolar yang masih kuat terhadap major currencies lain dan masih lemahnya permintaan global.
Bila disesuaikan dengan inflasi, defisit
menyempit menjadi $ 50.800.000.000 pada bulan Februari dari sebesar $
54.600.000.000 di bulan sebelumnya. Sengketa antarburuh yang terjadi di
pelabuhan Pantai Barat tampaknya telah memperlambat aliran impor dan
ekspor negara ini. Sementara itu, nilai tukar dolar yang kuat,
permintaan global yang lemah serta harga minyak mentah yang lebih rendah
juga kemungkinan besar berdampak pada neraca perdagangan pada bulan
Februari.
Pada bulan Februari, impor turun 4,4
persen menjadi $ 221.700.000.000, terendah sejak April 2011. Impor
produk minyak bumi menjadi yang terendah sejak September 2004. Impor
dari Tiongkok anjlok 18,1 persen, mendorong defisit perdagangan
AS-Tiongkok turun cukup signifikan yaitu sebesar 21,2 persen menjadi $
22.500.000.000.
Demikian juga halnya dengan ekspor yang
turun 1,6 persen menjadi $ 186.200.000.000 pada bulan Februari, terkecil
sejak Oktober 2012. Ekspor ke Kanada dan Meksiko, yang merupakan mitra
dagang utama AS jatuh pada bulan Februari, demikian juga dengan ekspor
ke Tiongkok jatuh 8,9 persen, sementara ke Uni Eropa tidak berubah.
Sumber : Vibiznews
Ekuitas AS Ditutup Naik Ditengah Data ekonomi Jelang Data Tenaga Kerja
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Saham
AS ditutup naik, setelah ekuitas turun selama dua hari terakhir,
seiring tren data ekonomi bervariasi terus sebelum laporan tenaga kerja
pada hari Jumat.
Saham
CarMax Inc reli ke level tertinggi sepanjang masa pasca laba kuartal
keempat lebih kuat dari perkiraan. Lorillard Inc dan Reynolds Amerika
Inc naik seiring pihak otoritas mengkaji merger perusahaan rokok
tersebut. Qualcomm Inc dan Google Inc tergelincir lebih dari 1,4%.
Indeks
Standard & Poor 500 naik 0,4% menjadi 2,066.80 pada 16:00 sore di
New York, dan diselesaikan untuk pekan tertinggi sebesar 0,3%.
Indeks
saham memperpanjang kenaikan setelah Iran dan kekuatan dunia mengatakan
mereka mencapai kesepakatan untuk mengakhiri sengketa nuklir selama
satu dekade terakhir.(yds)
Sumber: Bloomberg
Dolar Melemah Menjelang Rilis Data Payroll AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Dolar
jatuh untuk hari kedua jelang rilis data nonfarm payrolls pada Jumat
ditengah sinyal pertumbuhan ekonomi AS yang mungkin kehilangan
momentumnya.
Indeks Spot Dollar
Bloomberg, yang menelusuri mata uang AS terhadap 10 dari rekan utama,
turun 0,6% menjadi 1,191.23 pada 16:00 sore waktu New York, setelah
mengakhiri kenaikan empat hari pada Rabu. Kenaikan sebesar 6,2% dalam
tiga bulan yang berakhir 31 Maret adalah kenaikan kuartal pertama
tertajam sejak 2004.
Dolar melemah 1,1%
menjadi $1,0880 per ons, memangkas gain di 2015 sampai 10%, dan
ditransaksikan sedikit berubah pada level ¥119,72.(yds)
Sumber: Bloomberg
Emas Ditutup Turun Jelang Rilis Data Payroll AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Emas ditutup turun pada hari Kamis ini
menyusul dampak pelemahan dolar diimbangi oleh positifnya data ekonomi
yang memberikan harapan kepada pasar tenaga kerja untuk naik meskipun
pertumbuhan ekonomi stagnan menjelang rilis data nonfarm AS.
Spot emas anjlok 0.3% ke level $1,200.10 per ounce pukul 3:01 sore waktu New York. Sedangkan emas untuk pengiriman bulan Juni turun $7.30 per ounce dengan ditutup di level $1,200.90.
Emas sempat membalikkan kenaikan setelah rilis data menunjukkan sejumlah warga Amerika yang mengajukan klaim pengangguran pada pekan lalu secara mengejutkan turun, sementara defisit neraca perdagangan AS bulan Februari menurun ke level terendah sejak Oktober 2009 silam.
Akan tetapi dolar masih berada di bawah tekanan terkait perkiraan bahwa pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama melambat tajam.
Para investor menanti rilis data nonfarm payroll AS di hari Jumat ini dimana survei para ekonom dari Reuters memperkirakan bahwa data tersebut akan menunjukkan kenaikan sebesar 245,000 di bulan Maret kemarin setelah bulan Februari juga mencatat kenaikan sebesar 295,000.
Spot perak turun 1.2% ke level $16.68 per ounce, sementara platinum menurun 0.7% ke level $1,150.50 per ounce dan palladium naik 0.1% ke level $743 per ounce. (bgs)
Sumber : Reuters
Spot emas anjlok 0.3% ke level $1,200.10 per ounce pukul 3:01 sore waktu New York. Sedangkan emas untuk pengiriman bulan Juni turun $7.30 per ounce dengan ditutup di level $1,200.90.
Emas sempat membalikkan kenaikan setelah rilis data menunjukkan sejumlah warga Amerika yang mengajukan klaim pengangguran pada pekan lalu secara mengejutkan turun, sementara defisit neraca perdagangan AS bulan Februari menurun ke level terendah sejak Oktober 2009 silam.
Akan tetapi dolar masih berada di bawah tekanan terkait perkiraan bahwa pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama melambat tajam.
Para investor menanti rilis data nonfarm payroll AS di hari Jumat ini dimana survei para ekonom dari Reuters memperkirakan bahwa data tersebut akan menunjukkan kenaikan sebesar 245,000 di bulan Maret kemarin setelah bulan Februari juga mencatat kenaikan sebesar 295,000.
Spot perak turun 1.2% ke level $16.68 per ounce, sementara platinum menurun 0.7% ke level $1,150.50 per ounce dan palladium naik 0.1% ke level $743 per ounce. (bgs)
Sumber : Reuters
Wednesday, 1 April 2015
Negatifnya Data Ekonomi Hantam Dolar Tumbang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/4) - Dolar melemah setelah secara
mengejutkannya data ekonomi AS yang menunjukkan penurunan, sehingga
memunculkan kembali spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan
terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.
Indeks Spot Dolar Bloomberg anjlok untuk pertama kalinya dalam 5 hari terakhir setelah laporan data pekerjaan dari pihak swasta dan indeks manufaktur menunjukkan penurunan dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal tersebut terjadi menjelang laporan data nonfarm payroll dari Departemen Tenaga Kerja AS yang akan dirilis pada 3 April besok.
Indeks Dolar Spot Bloomberg anjlok 0.2% ke level 1,198.19 pukul 5 sore ini waktu New York. Bulan Maret kemarin indeks acuan tersebut mendulang gain yang sekaligus kenaikan pada bulan ke-9 yang merupakan kenaikan terlama secara beruntun sejak 2004 silam.
Dolar AS turun 0.3% ke level $1.0763 per euro setelah pada 16 Maret lalu sempat mencapai level $1.0458 yang sekaligus level tertingginya sejak Januari 2003 silam.
Sedangkan yen mendulang gain untuk pertama kalinya dalam 3 hari terakhir terhadap dolar dengan mencatatkan kenaikan 0.3% ke level 119.76. Sementara dolar terhadap euro hanya sedikit berubah di level 128.89. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Spot Dolar Bloomberg anjlok untuk pertama kalinya dalam 5 hari terakhir setelah laporan data pekerjaan dari pihak swasta dan indeks manufaktur menunjukkan penurunan dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal tersebut terjadi menjelang laporan data nonfarm payroll dari Departemen Tenaga Kerja AS yang akan dirilis pada 3 April besok.
Indeks Dolar Spot Bloomberg anjlok 0.2% ke level 1,198.19 pukul 5 sore ini waktu New York. Bulan Maret kemarin indeks acuan tersebut mendulang gain yang sekaligus kenaikan pada bulan ke-9 yang merupakan kenaikan terlama secara beruntun sejak 2004 silam.
Dolar AS turun 0.3% ke level $1.0763 per euro setelah pada 16 Maret lalu sempat mencapai level $1.0458 yang sekaligus level tertingginya sejak Januari 2003 silam.
Sedangkan yen mendulang gain untuk pertama kalinya dalam 3 hari terakhir terhadap dolar dengan mencatatkan kenaikan 0.3% ke level 119.76. Sementara dolar terhadap euro hanya sedikit berubah di level 128.89. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Emas Melonjak Tajam Dalam Dua Bulan Terakhir Pasca Perkiraan Payroll AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/4) - Emas melonjak ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir diatas level $
1.200 per ons pasca sebuah laporan pada sektor swasta menunjukkan bahwa
perusahaan-perusahaan AS menambahkan pekerja lebih sedikit dari
perkiraan pada bulan Maret, sehingga meningkatkan spekulasi bahwa
Federal Reserve akan menunda untuk menaikkan suku bunga.
Logam mulia mengakhiri
penurunan tiga sesinya. Jumlah Pekerjaan bertambah 189.000, kenaikan
terkecil sejak Januari 2014 dan di bawah perkiraan rata-rata menyerukan
kenaikan 225.000 dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom, menurut
data dari ADP Research Institute di Roseland, New Jersey, menunjukkan
pada hari Rabu.
Emas turun selama tiga
kuartal secara beruntun ditengah sentimen pertumbuhan ekonomi AS yang
lebih cepat akan memacu The Fed untuk menaikkan suku biaya pinjaman.
Suku bunga yang lebih tinggi memangkas daya tarik logam mulia. Sementara
data dari departemen tenaga kerja pada Jumat diproyeksikan akan
menunjukkan bahwa para pengusaha akan menambahkan hampir seperempat juta
pekerja dalam angka payroll di bulan Maret.
Emas berjangka untuk
pengiriman Juni naik 2,1% untuk menetap di level $ 1,208.20 per ons pada
pukul 1:43 di New York Comex, kenaikan tertajamr untuk kontrak teraktif
sejak 15 Januari lalu.(yds)
Sumber: Bloomberg
Indeks Topix dibuka Menguat dari Level Terendah dalam Tiga Pekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/4) - Saham
Jepang menguat mengirim indeks Topix naik dari level terendahnya dalam
tiga pekan terakhir, seiring saham Asuransi memimpin kenaikan.
Indeks
Topix naik sebesar 0,6 persen ke level 1,537.47 pukul 09:01 pagi di
Tokyo, naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir. Indeks
Nikkei 225 Stock Average menguat sebesar 0,5 persen ke level 19,125.72.
Sementara itu, yen menguat sebesar 0,2 persen ke level 119,54 per dolar.
Kontrak
E-mini berjangka indeks Standard & Poor 500 turun sebesar 0.1
persen pasca indeks acuan melemah sebesar 0,4 persen pada penutupan
perdagangan kemarin terkait lemahnya perkiraan data perkerjaan dan
manufaktur .
Kekhawatiran
pertumbuhan Ekonomi telah membebani kinerja saham-saham Jepang pekan
ini, indeks Topix turun sebesar 0,9 persen rabu kemarin pasca survey
Tankan Bank of Japan (BOJ) survai menunjukkan produsen besar melihat
pelemahan aktifitas bisnis pada kuartal ini dan sebagian sebagian
perusahaan besar berencana untuk mengurangi investasi pada tahun depan. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Menguat untuk Pertama Kali dalam Enam hari Jelang Data Pekerjaan AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/4) - Saham
Asia naik untuk pertama kalinya dalam enam hari terakhir, ditopang
penguatan saham industri, seiring investor menunggu rilis laporan
pekerjaan bulanan AS untuk petunjuk tentang kebijakan moneter The Fed
dan sebelum banyak pasar di seluruh dunia ditutup untuk liburan.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik sebesar 0,4 persen ke level 146,53 pukul 09:02
pagi di Tokyo. Indeks mengalami koreksi selama lima hari terakhir,
dipimpin oleh penurunan di antara perusahaan kesehatan dan material,
pasca tingkat valuasi pada indeks regional naik ke level tertinggi dalam
lima tahun terakhir.
Sebuah
laporan pemerintah AS yang akan dirilis pada hari Jumat mendatang
diperkirakan menunjukkan perekrutan naik 245.000 pada bulan Maret. The
Fed mengatakan kenaikan suku bunga pertama sejak 2006 akan tergantung
pada data yang menunjukkan kekuatan ekonomi dan kembalinya target
inflasi.
Indeks
Topix Jepang dibuka menguat 0,6 persen. Indeks Kospi Korea Selatan naik
sebesar 0,4 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia meningkat sebesar
0,4 persen, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru tergelincir 0,4
persen. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Turun, Sementara Obligasi Meningkat; Minyak Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/4) - Saham AS ditutup turun diikuti dolar, sementara obligasi naik seiring menurunannya perkiraan data dari yang diperkirakan pada perekrutan dan manufaktur yang meningkatkan kekhawatiran atas melambatnya pertumbuhan ekonomi. Minyak naik pasca produksi minyak mentah Amerika turun.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,4% pada 04:00 sore di New York, pasca membukukan kenaikan kuartalan kesembilan secara beruntun. Imbal hasil obligasi dengan tenor 10-tahun turun enam basis poin menjadi 1,87%.
Indeks Spot Dollar Bloomberg melemah 0,2% pasca membukukan gain selama empat hari. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) reli 5,2% untuk gain terbesar dalam dua bulan terakhir.(yds)
Sumber: Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,4% pada 04:00 sore di New York, pasca membukukan kenaikan kuartalan kesembilan secara beruntun. Imbal hasil obligasi dengan tenor 10-tahun turun enam basis poin menjadi 1,87%.
Indeks Spot Dollar Bloomberg melemah 0,2% pasca membukukan gain selama empat hari. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) reli 5,2% untuk gain terbesar dalam dua bulan terakhir.(yds)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 31 March 2015
Izin Pembangunan Rumah di Australia Turun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/4) - Jumlah
penerbitan izin pembangunan rumah di Australia jatuh pada bulan
Februari lalu, berbanding terbalik pada empat bulan sebelumnya yang
meningkat secara berturut-turut.
Persetujuan
pembangunan atau merenovasi rumah dan apartemen turun 3,2% dari
Januari, menurut Badan Biro Statistik Australia pada hari Rabu.
Persetujuan bangunan naik 14,3% pada bulan Februari dari tahun sebelumnya, menurut ABS.
Izin
untuk pembangunan rumah turun 0,1% pada bulan Februari dari Januari,
sementara persetujuan untuk apartemen, townhouse dan tempat tinggal
lainnya turun sebesar 6%. (izr)
Sumber: MarketWatch
Saham Jepang Dibuka Melemah Setelah Tankan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/4) - Saham
Jepang memperpanjang penurunan pada Rabu pagi ini, dengan data dalam
negeri, memberikan isyarat saham asing dan yen mengalami penurunan.
Indeks
Nikkei Stock Average turun 0,7 %, sementara kemarin melemah sebesar 1,1
%, sedangkan Indeks Topix jatuh sebesar 0,8 %. Diikuti dengan anjloknya
saham AS, serta diawasi pengetatan Bank of Jepang (BOJ) pada kuartalan
"Tankan" menurut survei bisnis sentimen, yang menunjukkan bahwa indeks
untuk perusahaan terbesar kehilangan ekspektasi dari survei Wall Street
Journal dan memperkirakan penurunan belanja modal tahun fiskal tersebut.
Sementara mata uang yen menunjukkan tidak segera menanggapi Tankan,
mulai menguat setelah pembukaan pasar perdagangan saham, seiring mata
uang Dolar AS kembali melemah di bawah level 120 yen. (knc)
Sumber : MarketWatch
Subscribe to:
Comments (Atom)


