Monday, 6 April 2015

Saham Perusahaan Energi Angkat Saham AS Di Sesi Penutupan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Saham AS ditutup naik karena saham energi menguat setelah minyak mentah melonjak tajam dalam dua bulan terakhir. Emas menyentuh level tertinggi tujuh minggu pada spekulasi Federal Reserve akan menahan suku bunga pinjaman yang lebih rendah lebih lama.

Indeks Standard & Poor 500 naik 0,7% pada 16:00 sore di New York. Saham energi naik sebanyak 1,8%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 6,1% dikarenakan pihak Arab Saudi menaikkan harga untuk pengiriman ke Asia, yang merupakan pasar regional terbesarnya.

Indeks Spot Dollar Bloomberg naik 0,3%, sedangkan Imbal hasil obligasi dengan tenor 10-tahun menambahkan tujuh basis poin setelah menyentuh level terendah dua bulan. Emas naik sebanyak 1,5%.

Sementara bursa AS ditutup untuk libur Jumat Agung, Indeks berjangka jatuh 1% setelah rilis laporan ketenagakerjaan dalam perdagangan yang singkat pada 3 April lalu. Perdagangan pada Indeks S&P 500 adalah 1,7% di bawah level sepanjang masa terbarunya yang ditetapkan pada tanggal 2 Maret, setelah pekan lalu membukukan kenaikan kuartalan kesembilan secara beruntun.(yds)

Sumber: Bloomberg

Saham AS Rebound Terkait Komentar Dudley Pasca Rilis Data ketenagakerjaan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Saham AS rebound dari aksi jual pada Indeks berjangka setelah komentar seorang pejabat The Fed yang kembali memfokuskan investor mengenai dampak dari kebijakan suku bunga pasca rilis data ketenagakerjaan pekan lalu.
Saham perusahaan energi dan utilitas memimpin kenaikan, dengan Hess Corp dan Halliburton Co naik setidaknya 4,3%. Apple Inc. naik 1,5%, sementara Coca-Cola Co naik 2,2% ditengah kenaikan pada saham konsumen.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,8% menjadi 2,083.98 pada 12:38 siang di New York setelah turun sebanyak 0,5%. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 151,26 poin, atau 0,9%, ke level 17,914.50. Indeks Nasdaq Composite naik 0,7%.
Indeks berjangka turun 1% pada hari Jumat pasca data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan payrolls AS menambahkan 126.000 pekerjaan pada bulan Maret, setidaknya sejak Desember 2013. Ini merupakan serangkaian laporan terbaru dari sejumlah data ekonomi yang dirilis dibawah ekspektasi di tahun ini. Sementara bursa saham di AS ditutup untuk hari libur pada Jumat.(yds)
Sumber: Bloomberg

Sunday, 5 April 2015

Aksi Beli Investor Asing Topang Gerak IHSG Sepekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat namun terbatas pada perdagangan saham pekan ini. Gerak indeks saham ditopang oleh aksi beli asing.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, aksi beli asing akan mewarnai perdagangan saham lantaran dana asing yang keluar pada pekan kemarin relatif besar.

"Saya lihat potensi konsolidasi menguat terbatas, aksi jual asing sudah berkurang. Investor asing sudah mulai beli," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (6/4/2015).

Dia menuturkan, memang saat ini sentimen penggerak IHSG relatif sepi. Penggerak IHSG didorong oleh data manufaktur Amerika Serikat (AS) meskipun pengaruhnya tidak terlalu besar.

"Data AS memberikan petunjuk kapan The Fed Rate akan naikkan suku bunga," lanjutnya.

Selain itu, dia mengatakan sentimen indeks saham berasal dari penyelesaian utang Yunani. "Yunani belum selesai proposal dia masuk IMF dan ECB  menganggap kurang detil agar dia mendapat talangan utang karena utang mereka selesai April nanti," ujar Hans.

Dia mengatakan, indeks saham akan bergerak pada level support 5.390-5.430 pada perdagangan saham pekan ini. Kemudian resistance pada level 5.480-5.500.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, indeks saham akan bergerak pada rentan support 5.400-5.438 dan resistance pada level 5.488-5.537. Dia mengatakan, pergerakan indeks saham cenderung variatif pada pekan ini.

"Laju IHSG kembali diuji posisinya antara kemungkinan terjerambab pada aksi profit taking yang ada hingga ekspektasi akan kenaikan seiring imbas positif laju bursa saham global," kata Reza.

Pada pekan ini, Hans merekomendasikan jual ketika menguat saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Ciputra Development Tbk(CTRA). (Ahm/)


Sumber : Liputan6

Ekonomi Jepang Masih Terjebak, Perusahaan Besar Pangkas Belanja Modalnya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Seperti diketahui, pada pekan lalu baru saja dilaporkan bahwa aktivitas manufaktur di Jepang kembali melambat di bulan Maret. Hal tersebut diiyakan oleh beberapa perusahaan besar di Jepang, Daikin Industries ‘(6367.T) yang terkenal dengan produksi AC-nya misalnya. Pihak Daikin menyampaikan bahwa saat ini memang jumlah pesanan terhadap pabriknya menurun tajam, disebabkan oleh laju pemulihan Jepang yang masih terjebak pada tren yang lambat.
Pihak manajemen Daikin pun hingga hari ini masih mencari bagaimana strategi yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan output hingga sekitar 20 persen. Saat ini Daikin telah mengalihkan sejumlah pabriknya yang ada di Tiongkok ke Jepang untuk memanfaatkan pelemahan yen. Seperti Daikin juga, sejumlah produsen Jepang memindahkan produksi kembali ke Jepang dari Tiongkok dan tempat lain untuk mengambil keuntungan dari pelemahan yen, misalnya saja perusahaan kompetitotnya seperti Panasonic (6752.T) dan Sharp (6753.T) akhirnya memutuskan untuk membawa kembali produksi pabrik yang berupa lemari es ke Jepang.
Namun demikian, saat ini perusahaan-perusahaan di Jepang masih tetap berhati-hati terhadap penanaman modal baru di pabrik. Pasalnya, setelah sempat meningkatkan belanja modal sebesar 6 persen pada tahun fiskal 2014 kemarin, sebagian besar produsen kecil justru merencanakan penurunan belanja modalnya hingga 14 persen di tahun 2015 ini.
Dalam strateginya meningkatkan perekoomian di Jepang agar keluar dari tren stagnasi dan deflasi, Perdana Menteri Shinzo Abe terus menghimbau seluruh perusahaan di Jepang agar bersedia untuk menggunakan uang yang mereka miliki untuk berinvestasi agar siklus uang dan investasi dalam perekonomian Jepang dapat terus berlangsung.
Sayangnya, yang terjadi saat ini adalah suku bunga yang sudah dipatok rendah di Jepang nyatanya belum mampu mengangkat laju investasi di negara tersebut. Para pelaku pasar menilai dalam jangka waktu dekat perekonomian Jepang masih akan suram sehingga mereka tetap lebih memilih menyimpan tabungannya di bank dibanding berinvestasi ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi negaranya.

Sumber : Vibiznews

Data Ekonomi AS Yang Lemah Bisa Membuat The Fed Tunda Kenaikan Suku Bunganya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Pekan lalu berita yang kurang baik datang dari Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS), pasalnya data yang berasal dari pasar tenaga kerja negaranya dilaporkan kurang baik. Sebagai tambahan, kondisi pasar tenaga kerja AS saat ini cukup disorot dunia perkembangannya karena selama ini menjadi fokus dan acuan The Fed dalam menentukan kapan suku bunga The Fed akan dinaikkan. 
Pasca melambatnya pertumbuhan PDB pada kuartal ke-4 2014 lalu, sebagian besar ekonom memang sudah menilai akan terjadi perkembangan tren pertumbuhan ekonomi yang cenderung negatif di AS. Oleh karena itu, mereka yakin The Fed masih akan meng-hold kenaikan suku bunganya sambil menunggu rebound di kuartal kedua tahun ini.
Adapun salah satu kontributor terbesar atas terpukulnya sektor tenaga kerja pada bulan Maret lalu disumbang oleh pengurangan tenaga kerja dari industri tambang, konstruksi, manufaktur,kesehatan dan juga rumah makan. Sektor pertambangan hingga saat ini telah kehilangan 11.000 pekerjaan, sektor perawatan berkurang 6.000 posisi dan paling banyak ada pada industri bar dan restoran berkurang sekitar 55000 yang biasanya  66.000 pada bulan Februari lalu.
Tidak hanya itu, The Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa laju pertumbuhan industri manufaktur Amerika Serikat (AS) di bulan Maret  jatuh ke level paling lambatnya dalam hampir dua tahun terakhir. Kondisi ini disebabkan oleh lambatnya jumlah kenaikan pesanan baru dan jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan di industri manufaktur yang stagnan.
Berdasarkan rilis data dari ISM terlihat bahwa indeks aktivitas pabrik nasional turun ke skor 51,5 di bulan Maret dari 52,9 bulan sebelumnya. Pencapaian ini masih dibawah ekspektasi yang diharapkan sebelumnya, yaitu 52,5. Namun meski demikian, dengan skor yang masih di atas 50, ekspansi di sektor manufaktur masih terjadi. Prestasi ekspansi ini telah memasuki bulan ke-28 berturut-turut hingga Maret lalu.

Sumber : Vibiznews

Pemicu Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Dalam Negeri

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Hingga hari ini, permasalahan di bidang  infrastruktur Indonesia masih kerap menjadi sorotan utama. Pasalnya, ketertinggalan di bidang infrastruktur merupakan salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia belum dapat mencapai potensi maksimalnya. Ketertinggalan tersebut antara lain disebabkan belum adanya lembaga pembiayaan khusus infrastruktur serta lemahnya kesadaran dalam pembangunan infrastruktur.
Dalam forum diskusi mengenai Bank Infrastruktur pada Kamis (2/4) di Jakarta, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan, selama ini, pembangunan infrastruktur di Indonesia masih mengandalkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, kapasitas APBN untuk pembiayaan infrastruktur sangat terbatas.
Ditambah lagi porsi APBN pada tahun-tahun yang lalu masih sangat dibebani oleh belanja pemerintah yang sifatnya mengikat, termasuk subsidi BBM (bahan bakar minyak), yang konon pembiayaannya bisa menghabiskan Rp250 triliun, hal ini kemudian yang menyebabkan alokasi untuk infrastruktur menjadi sangat terbatas. Dengan kemampuan APBN yang terbatas tersebut, sebetulnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan dapat menjadi salah satu harapan bagi pembiayaan infrastruktur.
Namun sayang, BUMN yang khusus menangani pembiayaan pembangunan infrastruktur pada masa lalu tersebut tidak dapat memaksimalkan fungsinya. Dalam perkembangannya, Bapindo justru mengarah menjadi bank umum, sehingga tidak dapat merealisasikan pembiayaan infrastruktur. Kombinasi keterbatasan anggaran dan tidak adanya BUMN yang khusus menangani masalah pembiayaan infrastruktur tersebut, merupakan penyebab kurang berkesinambungannya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini mengingat, tingginya permintaan tidak dapat diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak dapat tumbuh seoptimal mungkin.
Analogi sebuah siklus pertumbuhan ekonomi itu dilihat dari sisi demand and supply. Jika demand tidak diimbangi sisi supply yaitu infrastruktur, maka akan ada suatu titik dimana kita tidak bisa tumbuh lebih tinggi lagi, bahkan mencapai target pertumbuhan sebesar 6 persen saja cukup sulit.

Sumber : Vibiznews

Dolar Turun pada Hari Keempat Seiring Melemahnya Data Ekonomi AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Dolar turun setelah sebelumnya mengalami kenaikan selama 3 minggu, seiring melemahnya data ekonomi AS mendukung prospek suku bunga yang lebih tinggi.
Indeks Dolar AS terhadap mata uang utama memperpanjang penurunan pada hari keempat, ditetapkan untuk penurunan terpanjang dalam 9 bulan terakhir, setelah sebuah laporan pada Jumat kemarin menunjukkan pengusaha Amerika menambah lebih sedikit lapangan pekerjaan di bulan Maret dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya sejak Desember 2013 lalu, membebani dalam pemulihan perekonomian AS. Dana lindung nilai dan spekulan besar lainnya memangkas spekulasi bullish pada Dolar AS sejak Desember lalu. Mata uang Aussie melemah sebesar 10 sen dari paritas dengan Dolar Selandia Baru.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, turun 0,1 % ke level 1,181.66 pada pukul 09:08 pagi waktu Tokyo dari Jumat kemarin. Sementara itu, Dolar AS merosot 0,4 % ke level $ 1,1009 per euro, dan turun 0,1 % ke level 118,87 yen.
Perbedaan jumlah taruhan pada kenaikan dolar dibandingkan dengan penurunan pada kontrak turun 45.730 kontrak menjadi 366.640 pada pekan yang berakhir 31 Maret, menurut data dari Commodity Futures Trading Commission yang berbasis di Washington. Itu setidaknya sejak periode yang berakhir 16 Desember lalu.
Dolar Australia turun 0,2 % ke level NZ $ 1,0043, setelah sebelumnya menyentuh level NZ $ 1,0007, yang merupakan level terendahnya sejak dua mata uang tersebut melemah di tahun 1980-an. (knc)
Sumber : Bloomberg

Mengecewakannya Data Pekerjaan AS, Antarkan Bursa Saham Jepang Dibuka Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Bursa Saham Jepang melemah setelah rilis data menunjukkan adanya pertumbuhan yang melambat pada lapangan pekerjaan di AS dalam kurun waktu lebih dari setahun terakhir, hal tersebut mengantarkan yen mendulang gain dan memicu penurunan pada sektor ekspor negeri Sakura tersebut.

Indeks Topix melemah 0.7% ke level 1,552.48 pukul 9:00 pagi ini waktu Tokyo setelah pekan lalu menguat sebesar 0.7%. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average anjlok 0.7% ke level 19,291.05. Sedangkan yen menguat 0.1% ke level 118.84 per dolar setelah Jumat kemarin sempat naik sebesar 0.6% menyusul laporan pekerjaan menunjukkan para pengusaha hanya mencetak lapangan pekerjaan sebesar 126,000 pada bulan Maret kemarin, angka tersebut sekaligus terendah sejak Desember 2013 lalu.

Kenaikan sebesar 126,000 pada sektor pekerjaan sangat kurang dari perkiraan sebelumnya pada survei Bloomberg dan dibandingkan dengan kenaikan 264,000 di bulan sebelumnya yang sekaligus lebih kecil dari laporan awal, hal itu menurut rilis data dari Departemen Tenaga Kerja AS. Sedangkan perkiraan rata-rata pada survei Bloomberg dari para ekonom menyatakan naik sebesar 245,000. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Thursday, 2 April 2015

Kelihaian Investor Kaya China Zhang Lei Melihat Peluang Bisnis

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Pengusaha China semakin mampu meningkatkan kapasitasnya. Peningkatan kapasitas itu berlawanan dengan perusahaan multinasional relatif lambat bergerak.
Salah satu miliarder China Zhang Lei menyampaikan hal itu. Pernyataannya pun memang seperti mencerminkan dirinya ketika menjalankan usahanya. Ia meneliti suatu peluang bisnis lalu menjadikannya sebagai investasi, dan memberikan imbal hasil besar.
Zhang mendirikan perusahaan private equity Hillhouse Capital Group pada 2005. Dengan tangan dinginnya, ia mendapatkan kepercayaan dari Universitas Yale dan investor lainnya untuk menanamkan investasi di suatu bisnis. Kini ia memiliki dana sekitar US$ 18 miliar.
Zhang  memiliki latar belakang tak biasa. Ia lahir di Zhumadian, provinsi Henan pada 1972. Kelahiran Zhang saat China berada di puncak revolusi kebudayaan. Ketika itu China sedang membersihkan diri dari segala sesuatu bahkan dari kapitalis.
Namun sejak usia dini, Zhang sudah memperlihatkan bakat bisnis. Pada usia 7 tahun, ia memiliki ide bisnis pertamanya dengan  menyewakan buku komik untuk penumpang yang menunggu keretanya. Konsep tersebut menjadi dasar bagi perusahaan seperti Uber dan Airbnb.

Sumber : Liputan6

Meski Defisit Perdagangan Cetak Rekor, Proyeksi Ekonomi AS Q1 Tetap Lambat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Selain kabar baik dari pasar tenaga kerja, defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) untuk bulan Februari juga dilaporkan membaik. Pasalnya defisit perdagangan negara ini berhasil cetak penurunan tajam ke level terendahnya sejak 2009 silam. Meski prestasi ini cukup memuaskan, beberapa ekonom menilai kontribusi menyempitnya defisit perdagangan pada bulan lalu belum mampu mengangkat ekonomi AS pada kuartal pertama tahun ini karena nilai tukar dolar yang masih kuat terhadap major currencies lain dan masih lemahnya permintaan global.
Bila disesuaikan dengan inflasi, defisit menyempit menjadi $ 50.800.000.000 pada bulan Februari dari sebesar $ 54.600.000.000 di bulan sebelumnya. Sengketa antarburuh yang terjadi di pelabuhan Pantai Barat tampaknya telah memperlambat aliran impor dan ekspor negara ini. Sementara itu, nilai tukar dolar yang kuat, permintaan global yang lemah serta harga minyak mentah yang lebih rendah juga kemungkinan besar berdampak pada neraca perdagangan pada bulan Februari.
Pada bulan Februari, impor turun 4,4 persen menjadi $ 221.700.000.000, terendah sejak April 2011. Impor produk minyak bumi menjadi yang terendah sejak September 2004. Impor dari Tiongkok anjlok 18,1 persen, mendorong defisit perdagangan AS-Tiongkok turun cukup signifikan yaitu sebesar 21,2 persen menjadi $ 22.500.000.000.
Demikian juga halnya dengan ekspor yang turun 1,6 persen menjadi $ 186.200.000.000 pada bulan Februari, terkecil sejak Oktober 2012. Ekspor ke Kanada dan Meksiko, yang merupakan mitra dagang utama AS jatuh pada bulan Februari, demikian juga dengan ekspor ke Tiongkok jatuh 8,9 persen, sementara ke Uni Eropa tidak berubah.

Sumber : Vibiznews

Ekuitas AS Ditutup Naik Ditengah Data ekonomi Jelang Data Tenaga Kerja

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Saham AS ditutup naik, setelah ekuitas turun selama dua hari terakhir, seiring tren data ekonomi bervariasi terus sebelum laporan tenaga kerja pada hari Jumat.
Saham CarMax Inc reli ke level tertinggi sepanjang masa pasca laba kuartal keempat lebih kuat dari perkiraan. Lorillard Inc dan Reynolds Amerika Inc naik seiring pihak otoritas mengkaji merger perusahaan rokok tersebut. Qualcomm Inc dan Google Inc tergelincir lebih dari 1,4%.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,4% menjadi 2,066.80 pada 16:00 sore di New York, dan diselesaikan untuk pekan tertinggi sebesar 0,3%.
Indeks saham memperpanjang kenaikan setelah Iran dan kekuatan dunia mengatakan mereka mencapai kesepakatan untuk mengakhiri sengketa nuklir selama satu dekade terakhir.(yds)
Sumber: Bloomberg

Dolar Melemah Menjelang Rilis Data Payroll AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Dolar jatuh untuk hari kedua jelang rilis data nonfarm payrolls pada Jumat ditengah sinyal pertumbuhan ekonomi AS yang mungkin kehilangan momentumnya.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang menelusuri mata uang AS terhadap 10 dari rekan utama, turun 0,6% menjadi 1,191.23 pada 16:00 sore waktu New York, setelah mengakhiri kenaikan empat hari pada Rabu. Kenaikan sebesar 6,2% dalam tiga bulan yang berakhir 31 Maret adalah kenaikan kuartal pertama tertajam sejak 2004.
Dolar melemah 1,1% menjadi $1,0880 per ons, memangkas gain di 2015 sampai 10%, dan ditransaksikan sedikit berubah pada level ¥119,72.(yds)
Sumber: Bloomberg

Emas Ditutup Turun Jelang Rilis Data Payroll AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Emas ditutup turun pada hari Kamis ini menyusul dampak pelemahan dolar diimbangi oleh positifnya data ekonomi yang memberikan harapan kepada pasar tenaga kerja untuk naik meskipun pertumbuhan ekonomi stagnan menjelang rilis data nonfarm AS.

Spot emas anjlok 0.3% ke level $1,200.10 per ounce pukul 3:01 sore waktu New York. Sedangkan emas untuk pengiriman bulan Juni turun $7.30 per ounce dengan ditutup di level $1,200.90.

Emas sempat membalikkan kenaikan setelah rilis data menunjukkan sejumlah warga Amerika yang mengajukan klaim pengangguran pada pekan lalu secara mengejutkan turun, sementara defisit neraca perdagangan AS bulan Februari menurun ke level terendah sejak Oktober 2009 silam.

Akan tetapi dolar masih berada di bawah tekanan terkait perkiraan bahwa pertumbuhan  ekonomi AS kuartal pertama melambat tajam.

Para investor menanti rilis data nonfarm payroll AS di hari Jumat ini dimana survei para ekonom dari Reuters memperkirakan bahwa data tersebut akan menunjukkan kenaikan sebesar  245,000 di bulan Maret kemarin setelah bulan Februari juga mencatat kenaikan sebesar 295,000.

Spot perak turun 1.2% ke level $16.68 per ounce, sementara platinum menurun 0.7% ke level $1,150.50 per ounce dan palladium naik 0.1% ke level $743 per ounce. (bgs)

Sumber : Reuters

Wednesday, 1 April 2015

Negatifnya Data Ekonomi Hantam Dolar Tumbang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/4) - Dolar melemah setelah secara mengejutkannya data ekonomi AS yang menunjukkan penurunan, sehingga memunculkan kembali spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.

Indeks Spot Dolar Bloomberg anjlok untuk pertama kalinya dalam 5 hari terakhir setelah laporan data pekerjaan dari pihak swasta dan indeks manufaktur menunjukkan penurunan dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal tersebut terjadi menjelang laporan data nonfarm payroll dari Departemen Tenaga Kerja AS yang akan dirilis pada 3 April besok.

Indeks Dolar Spot Bloomberg anjlok 0.2% ke level 1,198.19 pukul 5 sore ini waktu New York. Bulan Maret kemarin indeks acuan tersebut mendulang gain yang sekaligus kenaikan pada bulan ke-9 yang merupakan kenaikan terlama secara beruntun sejak 2004 silam.

Dolar AS turun 0.3% ke level $1.0763 per euro setelah pada 16 Maret lalu sempat mencapai level $1.0458 yang sekaligus level tertingginya sejak Januari 2003 silam.

Sedangkan yen mendulang gain untuk pertama kalinya dalam 3 hari terakhir terhadap dolar dengan mencatatkan kenaikan 0.3% ke level 119.76. Sementara dolar terhadap euro hanya sedikit berubah di level 128.89. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Emas Melonjak Tajam Dalam Dua Bulan Terakhir Pasca Perkiraan Payroll AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/4) - Emas melonjak ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir diatas level  $ 1.200 per ons pasca sebuah laporan pada sektor swasta menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan AS menambahkan pekerja lebih sedikit dari perkiraan pada bulan Maret, sehingga meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan menunda untuk menaikkan suku bunga.
Logam mulia mengakhiri penurunan tiga sesinya. Jumlah Pekerjaan bertambah 189.000, kenaikan terkecil sejak Januari 2014 dan di bawah perkiraan rata-rata menyerukan kenaikan 225.000 dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom, menurut data dari ADP Research Institute di Roseland, New Jersey, menunjukkan pada hari Rabu.
Emas turun selama tiga kuartal secara beruntun ditengah sentimen pertumbuhan ekonomi AS yang lebih cepat akan memacu The Fed untuk menaikkan suku biaya pinjaman. Suku bunga yang lebih tinggi memangkas daya tarik logam mulia. Sementara data dari departemen tenaga kerja pada Jumat diproyeksikan akan menunjukkan bahwa para pengusaha akan menambahkan hampir seperempat juta pekerja dalam angka payroll di bulan Maret.
Emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 2,1% untuk menetap di level $ 1,208.20 per ons pada pukul 1:43 di New York Comex, kenaikan tertajamr untuk kontrak teraktif sejak 15 Januari lalu.(yds)
Sumber: Bloomberg

Indeks Topix dibuka Menguat dari Level Terendah dalam Tiga Pekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/4) - Saham Jepang menguat mengirim indeks Topix naik dari level terendahnya dalam tiga pekan terakhir, seiring saham Asuransi memimpin kenaikan.
Indeks Topix naik sebesar 0,6 persen ke level 1,537.47 pukul 09:01 pagi di Tokyo, naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir. Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat sebesar 0,5 persen ke level 19,125.72. Sementara itu, yen menguat sebesar 0,2 persen ke level 119,54 per dolar.
Kontrak E-mini berjangka indeks Standard & Poor 500 turun sebesar 0.1 persen pasca indeks acuan melemah sebesar 0,4 persen pada penutupan perdagangan kemarin terkait lemahnya perkiraan data perkerjaan dan manufaktur .
Kekhawatiran pertumbuhan Ekonomi telah membebani kinerja saham-saham Jepang pekan ini, indeks Topix turun sebesar 0,9 persen rabu kemarin pasca survey Tankan Bank of Japan (BOJ) survai menunjukkan produsen besar melihat pelemahan aktifitas bisnis pada kuartal ini dan sebagian sebagian perusahaan besar berencana untuk mengurangi investasi pada tahun depan. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Menguat untuk Pertama Kali dalam Enam hari Jelang Data Pekerjaan AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/4) - Saham Asia naik untuk pertama kalinya dalam enam hari terakhir, ditopang penguatan saham industri, seiring investor menunggu rilis laporan pekerjaan bulanan AS untuk petunjuk tentang kebijakan moneter The Fed dan sebelum banyak pasar di seluruh dunia ditutup untuk liburan.
Indeks MSCI Asia Pacific naik sebesar 0,4 persen ke level 146,53 pukul 09:02 pagi di Tokyo. Indeks mengalami koreksi selama lima hari terakhir, dipimpin oleh penurunan di antara perusahaan kesehatan dan material, pasca tingkat valuasi pada indeks regional naik ke level tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Sebuah laporan pemerintah AS yang akan dirilis pada hari Jumat mendatang diperkirakan menunjukkan perekrutan naik 245.000 pada bulan Maret. The Fed mengatakan kenaikan suku bunga pertama sejak 2006 akan tergantung pada data yang menunjukkan kekuatan ekonomi dan kembalinya target inflasi.
Indeks Topix Jepang dibuka menguat 0,6 persen. Indeks Kospi Korea Selatan naik sebesar 0,4 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia meningkat sebesar 0,4 persen, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru tergelincir 0,4 persen. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Ditutup Turun, Sementara Obligasi Meningkat; Minyak Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/4) - Saham AS ditutup turun diikuti dolar, sementara obligasi naik seiring menurunannya perkiraan data dari yang diperkirakan pada perekrutan dan manufaktur yang meningkatkan kekhawatiran atas melambatnya pertumbuhan ekonomi. Minyak naik pasca produksi minyak mentah Amerika turun.

Indeks Standard & Poor 500 turun 0,4% pada 04:00 sore di New York, pasca membukukan kenaikan kuartalan kesembilan secara beruntun. Imbal hasil obligasi dengan tenor 10-tahun turun enam basis poin menjadi 1,87%.

Indeks Spot Dollar Bloomberg melemah 0,2% pasca membukukan gain selama empat hari. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) reli 5,2% untuk gain terbesar dalam dua bulan terakhir.(yds)

Sumber: Bloomberg

Tuesday, 31 March 2015

Izin Pembangunan Rumah di Australia Turun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/4) - Jumlah penerbitan izin pembangunan rumah di Australia jatuh pada bulan Februari lalu, berbanding terbalik pada empat bulan sebelumnya yang meningkat secara berturut-turut.
Persetujuan pembangunan atau merenovasi rumah dan apartemen turun 3,2% dari Januari, menurut Badan Biro Statistik Australia pada hari Rabu.
Persetujuan bangunan naik 14,3% pada bulan Februari dari tahun sebelumnya, menurut ABS.
Izin untuk pembangunan rumah turun 0,1% pada bulan Februari dari Januari, sementara persetujuan untuk apartemen, townhouse dan tempat tinggal lainnya turun sebesar 6%. (izr)
Sumber: MarketWatch

Saham Jepang Dibuka Melemah Setelah Tankan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/4) - Saham Jepang memperpanjang penurunan pada Rabu pagi ini, dengan data dalam negeri, memberikan isyarat saham asing dan yen mengalami penurunan.
Indeks Nikkei Stock Average turun 0,7 %, sementara kemarin melemah sebesar 1,1 %, sedangkan Indeks Topix jatuh sebesar 0,8 %. Diikuti dengan anjloknya saham AS, serta diawasi pengetatan Bank of Jepang (BOJ) pada kuartalan "Tankan" menurut survei bisnis sentimen, yang menunjukkan bahwa indeks untuk perusahaan terbesar kehilangan ekspektasi dari survei Wall Street Journal dan memperkirakan penurunan belanja modal tahun fiskal tersebut. Sementara mata uang yen menunjukkan tidak segera menanggapi Tankan, mulai menguat setelah pembukaan pasar perdagangan saham, seiring mata uang Dolar AS kembali melemah di bawah level 120 yen. (knc)
Sumber : MarketWatch