Tuesday, 14 April 2015

Saham Jepang Turun Karena Penguatan Yen Pasca Penjualan Ritel AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Saham Jepang turun setelah yen menguat tajam terhadap dolar dalam lebih dari sepekan. Produsen makanan dan obat memimpin penurunan, sementara perusahaan energi melonjak karena harga minyak mentah naik untuk hari kelimanya.
Indeks Topix turun 0,3% menjadi 1,586.70 pada 09:05 pagi di Tokyo, dengan sembilan saham jatuh untuk setiap lima saham yang naik. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,3% menjadi 19,858.93. Indeks saham sempat  naik di atas level 20.000 pada hari Jumat untuk pertama kalinya dalam 15 tahun. Yen diperdagangkan pada level 119,50 setelah penguatan 0,6% terhadap dolar pada Selasa kemarin.
Kontrak berjangka E-mini pada indeks Standard & Poor 500 tergelincir 0,1%. Indeks saham naik 0,2% pada Selasa di New York seiring reli perusahaan energi melebihi data penjualan ritel yang lebih lemah dari yang diperkirakan pada bulan Maret.
Minyak menguat untuk hari kelima dikarenakan Iran menjadi setidaknya anggota OPEC kedua bulan ini untuk memanggil kelompok untuk mengurangi produksi ditengah melimpahnya pasokan minyak global.(yds)
Sumber: Bloomberg

Reli Saham Energi Angkat Bursa AS Ditutup Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Saham AS naik, dengan Indeks Standard & Poor 500 dekati harga rata-rata selama 50 hari terakhir, seiring dengan reli pada perusahaan energi dan harga minyak mentah dibayangi oleh penurunan saham semikonduktor sebelum hasil Intel Corp..
Indeks S&P 500 naik 0,2 % ke level 2,096.11 pada pukul 16:00 sore waktu New York. Sementara itu, Indeks Nasdaq Composite turun 0,2 %.
Penjualan ritel AS naik kurang dari perkiraan bulan Maret setelah tertekan oleh cuaca musim dingin yang ekstrim, menandakan konsumen berbelanja sesuai dengan kebutuhan.
Pembelian meningkat 0,9 %, kenaikan pertama dalam 4 bulan terakhir, setelah mengalami penurunan sebesar 0,5 % pada bulan Februari, menurut angka dari Departemen Perdagangan. Perkiraan rata-rata dari 87 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg menyerukan kenaikan sebesar 1,1 %. (knc)
Sumber : Bloomberg

Monday, 13 April 2015

Emas Tertekan untuk Hari ke-5 oleh Penguatan Dolar

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/4) - Emas berjangka turun untuk keempat kalinya dalam lima sesi terakhir setelah kenaikan dolar memotong permintaan logam sebagai alternatif investasi.
Bloomberg Dollar Spot Index naik ke tiga minggu tertinggi sebagai tanda-tanda perlambatan ekonomi China menyoroti nasib divergen dari ekonomi terbesar kedua di dunia, meningkatkan daya tarik mata uang AS.
Emas telah mencatatkan penurunan bulanan kedua berturut-turut setelah greenback naik ke level tertinggi setidaknya sejak 2004 terhadap sekeranjang 10 mata uang dan kekhawatiran tertuju pada prospek biaya pinjaman AS yang lebih tinggi. Spekulasi bahwa bank sentral global akan mendorong stimulus ekonomi lebih membantu penurunan batas dalam bullion, pada hari Senin.
Di Comex, emas berjangka untuk pengiriman Juni turun 0,4% untuk menetap di level $ 1,199.30 per ons pada pukul 1:45 siang di New York.
Para pembuat kebijakan The Fed terbagi pada pertemuan bulan lalu ketika mulai menaikkan suku bunga. Peningkatan suku bunga mengekang daya tarik emas karena logam umumnya hanya menawarkan pengembalian melalui kenaikan harga, mendorong investor untuk mendukung aset dengan prospek hasil yang lebih baik seperti saham dan obligasi.
Perak untuk pengiriman bulan Mei turun 0,6% ke level $ 16,291 per ons di Comex. Logam ini telah mencatatkan penurunan mingguan kedua beruntun.(frk)
Sumber: Bloomberg

Dolar Menguat untuk Hari Ke-3 Terkait Data Ekonomi China

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/4) - Dolar menguat untuk hari ketiga setelah tanda-tanda pelemahan ekonomi China menyoroti nasib divergen dari ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Greenback menguat sebelum laporan hari Selasa yang diperkirakan akan menunjukkan penjualan ritel AS meningkat tajam dalam satu tahun, meningkatkan kasus bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dalam tahun 2015. Yuan dan mata uang komoditas turun, dipimpin oleh Dolar Australia, setelah kemerosotan pertumbuhan perdagangan diperkuat oleh kekhawatiran laporan China pekan ini mengenai perlambatan output ekonomi sejak terjadinya resesi global.
Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, naik 0,3% ke level 1,207.55 pada pukul 1:22 siang waktu New York. Indeks tersebut mencapai level tertinggi sejak 19 Maret yang lalu.
Greenback menguat 0,2% ke level 1,0580 per euro setelah pekan lalu melonjak 3,3%, mendekati level terkuatnya sejak 2003. Mata uang AS sedikit berubah terhadap yen di level 120,13.(frk)
Sumber: Bloomberg

Indeks Asia Sedikit Berubah Seiring Penguatan Saham Finansial

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/4) - Indeks saham Asia sedikit berubah, diperdagangkan hampir pada level tujuh tahun tertinggi, karena saham finansial menguat sementara perusahaan meterial turun.
Indeks MSCI Asia Pacific menambahkan kurang dari 0,1% menjadi 152,81 pada 09:05 pagi di Tokyo, setelah penutupan Senin di level tertinggi sejak Mei 2008. Bursa saham Hong Kong mencatat kenaikan tertajam di bulan ini, dengan Indeks acuan di Jepang dan China daratan juga membukukan gain. RSI-14 hari pada indeks regional Asia berada di angka 76 pada hari Senin, diperdagangkan di atas angka 70 untuk hari keempat. Angka pembacaan dari beberapa pedagang berada di atas angka 70 seiring sinyal bahwa saham siap untuk mengalami penurunan.
Indeks Topix Jepang sedikit berubah di Tokyo, sedangkan Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,2%, sedangkan Indeks Australia S&P/ASX 200 turun 0,3%.
Kontrak pada indeks Hang Seng Hong Kong sedikit berubah dalam perdagangan terbaru. Indeks saham reli untuk hari kedelapan kemarin, mendorong RSI ke level tertinggi sejak tahun 1989 silam.
Kontrak berjangka E-mini pada indeks Standard & Poor 500 naik kurang dari 0,1% pasca Indeks saham turun 0,5% pada Senin. General Electric Co turun dari level enam tahun tertinggi, memimpin perusahaan industri ke lvel terendah sementara investor menunggu laporan laba perusahaan di pekan ini.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham Industri Melemah Tekan Bursa AS Pada Sesi Penutupan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/4) - Saham AS turun diikuti penurunan saham General Electric Co dari level 6 tahun tertinggi, seiring dengan perusahaan industri memimpin penurunan, sementara para investor menunggu laporan laba perusahaan pada minggu ini.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,4 % ke level 2,092.57 pada pukul 04:00 sore waktu New York. Indeks Nasdaq Composite melemah 0,2 %, menghentikan kenaikan sebelumnya di atas level 5.000 untuk pertama kalinya dalam 3 minggu terakhir.
Pada hari Senin, Indeks Nasdaq Composite sebelumnya naik sebesar 25 poin dari rekornya. Bulan lalu indeks tersebut ditutup 3 kali lipat di atas level 5.000, ke level tertinggi pertama kalinya sejak Maret tahun 2000 silam. Menghentikan rekor era dot-com sebesar 7 poin pada tanggal 20 Maret lalu, sebelumnya turun 2,5 % sampai akhir bulan ini. Hal ini telah rebound sebesar 2 % pada bulan April setelah catat gain kuartalan kesembilan berturut-turut.
Pada hari Jumat, Indeks Dow diperdagangkan sebesar 1,3 % dari rekornya pada bulan Maret, sementara itu, Indeks S&P 500 menghentikan rekornya sebesar 1 %. Dengan valuasi mendekati level tertingginya dalam lebih dari 5 tahun terakhir, para investor menginginkan laba perusahaan sebagai petunjuk lebih lanjut pada kekuatan pasar bullish AS yang belum terkoreksi sebesar 10 % sejak 2011 lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham Internet Menguat Angkat Indeks Nasdaq Composite Diatas Level 5.000

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/4) - Indeks Nasdaq Composite naik di atas level 5.000, mendekati semua waktu tertinggi seiring dengan saham Netflix Inc memimpin reli di saham Internet sementara para investor menunggu laporan laba perusahaan pada pekan ini.
Saham Netflix melonjak sebesar 6,3 % setelah upgrade analis, dan saham Facebook Inc naik sebesar 1,9 % terkait Indeks Nasdaq Internet naik ke level tertingginya dalam lebih dari sebulan terakhir. Saham Gilead Sciences Inc menguat lebih dari 1,2 % diikuti penguatan pada saham bioteknologi.
Indeks Nasdaq Composite naik 0,4 % ke level 5,013.47 pada pukul 12:23 siang waktu New York naik kembali dalam semua waktu tertinggi sejak Maret tahun 2000 silam sebesar 0,7 %. Indeks S&P 500 sedikit berubah pada level 2,102.06 setelah sebelumnya memangkas kenaikan sebesar 0,3 %. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 6,72 poin atau kurang dari 0,1 % ke level 18,064.37.
Indeks Nasdaq Composite pada bulan lalu ditutup tiga kali lipat di atas level 5.000, ke level tertinggi pertama kalinya sejak Maret 2000. Menghentikan rekor era dot-com sebesar 7 poin pada tanggal 20 Maret lalu, sebelumnya turun sebesar 2,5 % sampai akhir bulan ini. Hal ini telah rebound sebesar 2,3 % pada bulan April setelah catat gain kuartalan kesembilan secara berturut-turut. (knc)
Sumber : Bloomberg

Sunday, 12 April 2015

Harga Emas Bisa Berbalik Naik Tahun Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/4) - Akhir pekan lalu, harga emas turun hingga ke US$ 1.200 per ounce. Meski begitu, hasil survei yang digelar Reuters menunjukkan, kepercayaan terhadap emas akan meningkat tahun ini meskipun dalam beberapa tahun terakhir, harganya terus menurun.

Mengutip laman The Daily Stars, Senin (11/4/2015), seperti kebanyakan aset, harga emas butuh waktu untuk bangkit dari keterperukan harganya. Dan di awal 2015, emas memang terus menunjukkan stabilitas harga dari keterpurukan parahnya sepanjang 2013.

Survei tersebut juga menunjukkan prediksi para analis bahwa permintaan emas yang menurun pada 2014 akan segera pulih. Tahun lalu, permintaan emas menurun lantaran pembelian China yang melampaui batas di tahun sebelumnya.

Sementara itu, tahun lalu, para pelaku pasar belum terlalu yakin akan adanya pemulihan harga dalam waktu dekat.

"Ada sinyal yang menunjukkan kepercayaan diri para pelaku pasar terhadap emas mulai kembali. Saat ini harga emas masih melakukan penyesuaian dan memanfaatkan stabilisasi harga sejak November 2014," tutur para analis dalam survei yang digelar Reuters.

Survei tersebut juga menyinggung kenaikkan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan dolar AS tersebut juga ikut berdampak pada harga komoditas seperti emas.

"Di pasar Barat ini hal yang biasa terjadi, penguatan dolar dan fokus terhadap arah kebijakan The Fed masih menjadi kunci yang ikut mempengaruhi harga emas," seperti tertera dalam hasil survei tersebut.

Meski begitu, para analis yakin, secara teknis, harga emas mampu menguat kembali tahun ini.


Sumber : Liputan6 

Menanti Rilis Data Ekonomi, Laju IHSG Bakal Bervariasi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/4) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bervariasi pada perdagangan saham awal pekan ini. Hal itu dipicu pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi seperti data neraca perdagangan dan suku bunga acuan/BI Rate.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo mengatakan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.474-5.525 pada perdagangan saham Senin pekan ini. 

IHSG akan bergerak variasi mengingat pelaku pasar menunggu data ekonomi. Ia menambahkan, pelaku pasar juga sedang menunggu rilis kinerja keuangan emiten di kuartal I 2015.

"IHSG berpotensi masih bervariasi karena pelaku pasar masih menunggu data ekonomi seperti neraca perdagangan dan BI Rate," kata Satrio.
Menurut Satrio, ada harapan pelaku pasar kalau Bank Indonesia (BI) akan menurunkan suku bunga untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Saat ini BI Rate bertahan di posisi 7,5 persen.

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG berpotensi dapat melakukan technical rebound. IHSG akan bergerak di kisaran 5.423-5.537 pada awal pekan ini.
Untuk rekomendasi saham, William memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar yaitu saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sedangkan Satrio lebih memilih saham-saham perbankan mengingat BI Rate yang akan diumumkan pada pertengahan pekan ini. "Pelaku pasar dapat mencermati saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)," kata Satrio. 

IHSG melemah tipis 9,56 poin (0,17 persen) ke level 5.491,34 pada penutupan perdagangan saham Jumat 10 April 2015. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.509 dan terendah 5.471,39 pada perdagangan saham akhir pekan lalu

Sumber : Liputan6

BI Rate Jadi Sentimen Penggerak IHSG Pekan Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/4) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diprediksi variatif. Rilis suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi motor penggerak indeks saham.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo mengatakan, jika BI menurunkan suku bunga acuannya/BI Rate maka pasar sumringah atas keputusan tersebut.

"Masih awalnya bervariasi, ujung-ujungnya akan ke BI rate, soalnya ada harapan turun, itu bisa tembus  level 5.600," kata dia kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (13/4/2015).

Keputusan BI menurunkan suku bunga acuan akan mendongkrak ekspektasi pelaku pasar. Dia bilang, pasar akan melihat BI tengah fokus terhadap pertumbuhan ekonomi RI.

"Pasar beranggapan bawah memang sebenarnya ketika BI rate kembali turun, orang kemudian melihat BI lebih codong ke pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Satrio menuturkan, sentien regional belum ada sentimen yang kuat mendorong gerak IHSG. "Pada pekan ini support berada di 5.475-5.350 dan resistancenya 5.525-5.610," kata dia.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee berpendapat kondisi IHSG belum terlalu baik untuk pekan ini. Pelaku pasar masih mencermati kebijakan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan.

"Asing mulai net sell lagi seiring hasil FOMC Maret yang memberikan indikasi kenaikan bunga di Juni-September," kata Hans.

Tak hanya itu, sentimen dari Yunani juga akan memberikan dampak pada kinerja IHSG minggu ini. " Faktor Yunani berkurang. Setelah berhasil bayar utang 9 April, tetapi masih akan ada utang jatuh tempo," ujar Hans.

Hans memperkirakan, IHSG bergerak pada level support 5.470-5.400. Kemudian resistance pada level 5.523-5.550.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG diperkirakan bergerak di rentang support 5.450-5.480 dan resistance pada level 5.517-5.536. Senada dengan Satrio, Reza menilai,  indeks saham akan bergerak variatif.  Meskipun ada peluang naik, namun akan tertahan oleh aksi jual.

"Meski terdapat kenaikan, tampaknya mulai cenderung tertahan seiring masih adanya aksi jual. Kami berharap akan adanya potensi kenaikan lanjutan dan masih ada ruang kenaikan secara indikator teknikal," kata Reza dalam ulasannya.


Sumber : Liputan6

Saham Asia Sedikit Berubah Pasca Gain Mingguan Tertajam Dlm 5 Bulan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/4) - Indeks saham Asia sedikit berubah, pasca membukukan kenaikan mingguan tertajam lebih dari lima bulan terakhir, karena kenaikan saham farmasi yang mengimbangi penurunan pada sektor utilitas.
Indeks MSCI Asia Pacific naik dan turun kurang dari 0,1% sebelum diperdagangkan pada level 152,30 pada pukul 09:03 pagi di Tokyo. Indeks saham melonjak 3% pekan lalu, kenaikan mingguan tertajam sejak Oktober lalu, seiring ekuitas Hong Kong melonjak dan Jepang Nikkei 225 Stock Average sempat menembus level 20.000 untuk pertama kalinya sejak April 2000.
Sementara pesanan mesin di Jepang tergelincir sebanyak 0,4% pada Februari dari bulan sebelumnya, Turun dari penurunan 2,2% yang diperkirakan oleh para ekonom. China akan melaporkan angka perdagangan hari ini.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Berayun Di Sesi Pagi; Sektor Utilitas Turun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/4) - Saham Jepang berayun antara naik dan turun pasca indeks Topix membukukan kenaikan mingguan tertajam dalam tujuh pekan trakhir. Sementara perusahaan produsen alat presisi memimpin kenaikan diikuti penurunan pada sektor utilitas.
Indeks Topix turun 0,3% menjadi 1,584.42 pada 09:05 pagi di Tokyo, berayun dari kenaikan sebesar 0,2%. Indeks tersebut mencatat kenaikan sebanyak 13% di tahun ini hingga pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2% menjadi 19,866.57, setelah sempat diperdagangkan di atas level 20.000 pada hari Jumat lalu untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir.
Kontrak berjangka E-mini pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah. Indeks saham naik 0,5% pada hari Jumat, melanjutkan tren penguatannya menjadi 1,7%. JPMorgan Chase & Co, Johnson & Johnson dan Intel Corp di antara anggota S & P 500 akan melaporkan laba kuartalan pekan ini.
Risalah dari pertemuan Bank of Japan (BOJ) yang dirilis Senin dan menunjukkan bahwa para otoritas berharap perekonomian terus mengalami pemulihaan. Sementara serangkaian data pemerintah menunjukkan pesanan mesin inti turun 0,4% pada Februari dari Januari, turun dari penurunan 2,2% yang diperkirakan oleh para ekonom.(yds)
Sumber: Bloomberg

Thursday, 9 April 2015

Dolar Naik ke Level Tertinggi Dalam 3-Minggu Terakhir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/4) - Dolar naik ke level tertinggi dalam tiga minggu setelah risalah terakhir dari pertemuan kebijakan Federal Reserve yang mengusulkan kenaikan suku bunga pertama kali sejak tahun 2006 tetap menjadi wacana di tahun ini.
Dolar menguat terhadap semua rekan-rekan utama akibat outlook bank sentral AS kontras dengan stimulus yang terjadi di Eropa dan berlanjutnya negosiasi antara Yunani dan kreditor. Sementara beberapa pejabat The Fed mendorong untuk menaikkan suku bunga acuan di bulan Juni mendatang, yang lain berpendapat untuk menaikkannya di akhir tahun ini dan beberapa memilih untuk mempertahankan sampai 2016.
Dolar menguat 1,3% ke level $ 1,0641 per euro, naik untuk hari keempat yang terpanjang dalam lebih dari sebulan terakhir, pada pukul 02:35 siang waktu New York. Greenback mencapai level terkuatnya sejak 19 Maret yang lalu.
Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, naik 0,8% ke level 1,202.89.(frk)
Sumber: Bloomberg

Emas Turun Ke Level Terendah Sepekan Pasca Risalah The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/4) - Emas berjangka jatuh ke level terendah dalam sepekan terakhir pasca rilis risalah dari pertemuan terakhir The Fed sehingga memicu kekhawatiran bahwa para otoriras bergerak mendekati untuk menaikkan suku bunga.
Sementara risalah pada hari rabu menunjukan para otoritas The Fed bulan lalu terbagi mengenai apakah mereka akan menaikan suku bunga pada bulan Juni. Kepemilikan emas ETP turun menjadi 1,616.1 metrik ton, yang merupakan level terendah dalam tiga bulan, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg. Dolar naik ke level tertinggi dalam sepekan terhadap sekumpulan 10 mata uang.
Emas berjangka menuju penurunan mingguan pertama sejak 13 Maret. Menurut serangkaian data pemerintah pada pekan lalu menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS stagnan pada bulan Maret. Sementara perdagangan logam mulia mencermati data ekonomi guna menjadi kajian kapan waktu kenaikan suku bunga, sehingga memangkas daya tarik emas yang hanya menawarkan pengembalian melalui kenaikan harga.
Bullion untuk pengiriman Juni turun 0,8% untuk menetap di level $ 1,193.60 per ons pada pukul 1:44 di New York Comex. Harga sebelumnya menyentuh level $ 1,192.40, yang merupakan level  terendah sejak 1 April lalu.
Perak untuk pengiriman Mei turun 1,7% menjadi $ 16,176 per ons di Comex, mencatat penurunan ketiga secara beruntun. Harga menyentuh level $ 16,105, yang terendah sejak 20 Maret.
Platinum berjangka untuk pengiriman Juli turun 0,8% menjadi $ 1.157 per ounce di New York Mercantile Exchange. Palladium berjangka untuk pengiriman Juni naik sebanyak 0,9% menjadi $ 762,40 per ons, yang merupakan kenaikan ketiga dalam empat hari terakhir.(yds)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham Asia Mencatat Gain Mingguan Ditengah Indeks Nikkei 225 Catat Rekor

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/4) - Bursa Saham Asia mencatat kenaikan mingguan, setelah kemarin indeks acuan tersebut ditutup pada level tertingginya dalam kurun waktu 7 tahun terakhir ditengah Indeks  Nikkei 225 Stock Average mencapai level 20,000 untuk pertama kalinya sejak 15 tahun terakhir.

Indeks MSCI Asia Pacific tergelincir 0.2% ke level 151.60 pukul 9:14 pagi ini waktu Tokyo. Pekan ini indeks acuan Saham Asia mencatat kenaikan sebesar 2.5%. Sementara Indeks Nikkei 225 stagnan di level 19,938.08 setelah sempat mencapai level 20,000 untuk pertama kalinya sejak April 2000 silam. Sedangkan Indeks Hang Seng melonjak pada pekan ini ditengah permintaan saham dari investor China setelah adanya penurunan valuasi pada Bursa Hong Kong telah mencapai level tertingginya sejak 2011 lalu dan otoritas China memudahkan bagi dana domestik untuk menggunakan link bursa lintas batas.

Kemarin Indeks Hang Seng China Enterprises atau Indeks H-share melonjak 2.6% seklaigus ditutup pada level tertingginya sejak November 2010 lalu, meski Indeks Shanghai Composite turun untuk pertama kalinya dalam 6 hari terakhir. Hari ini ekuitas China akan masih fokus pada rilis data indeks harga konsumen dan produsen. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Indeks Nikkei 225 Menguat untuk Pertama Kalinya Diatas Level 20.000

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/4) - Indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik di atas level 20.000 untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, dipicu oleh penguatan saham Fast Retailing Co. setelah Uniqlo penjualan pakaian meningkatkan prediksi laba.
Indeks Nikkei 225 naik 0,3 % ke level 20.006 pada pukul 09:08 pagi waktu Tokyo, menuju penutupan tertingginya sejak 14 April tahun 2000 silam. Saham Fast Retailing menguat 3,1 %, memacu kenaikan terbesarnya pada saham Jepang, setelah diperkirakan meningkatnya laba bersih sebesar 20 %. Indeks Topix naik 1,596.19 % ke level 1,596.41, menuju kenaikan mingguan sebesar 2,1 %. Sementara itu, Yen diperdagangkan pada level 120,61 per dolar setelah kemarin melemah 0,4 % seiring meningkatnya angka pekerjaan AS mendorong penguatan dolar.
Saham Fast Retailing menaikkan perkiraan kenaikan tahunan sebesar 20 % menjadi 120 miliar yen ($ 998 juta), memicu kenaikan penjualan domestik maupun internasional. Nomura mengatakan akan mendorong prospek untuk tingkat pengecer, sahamnya harus mencapai ¥ 55.000 dalam 12 bulan. Kemarin saham tersebut ditutup pada level ¥ 48.500.
Yen melemah terhadap dolar setelah data menunjukkan klaim pengangguran AS menurun dalam 4 pekan terakhir dibandingkan dalam hampir 15 tahun. Data tersebut dirilis setelah jeda sehari dari pertemuan terakhir Federal Reserve yang mengumumkan kenaikan suku bunga pertama sejak 2006 pada tahun ini. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Menguat Setelah Saham Energi Mengalami Reli

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/4) - Saham-saham AS naik setelah perusahaan energi menguat di tengah rebound dalam minyak mentah, mengimbangi hasil kuartalan dari perusahaan Alcoa Inc. dan Bed Bath & Beyond Inc. yang mengecewakan investor.
Indeks S&P 500 menguat 0,4% ke level 2,091.09 pada pukul 04:00 sore di New York, sebelumnya indeks tersebut diperdagangkan di sekitar harga rata-rata selama 50 hari terakhir.
Pada hari Rabu kemarin, indeks S&P 500 naik setelah risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve menunjukkan para pejabat terbagi mengenai apakah mereka akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni mendatang. Indeks acuan telah turun 1,3% dari rekor yang dicapai pada 2 Maret yang lalu di tengah kekhawatiran penguatan dolar dan penurunan harga minyak akan menurunkan keuntungan.(frk)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 8 April 2015

Dolar Pangkas Penurunan Pasca The Fed Rilis Risalah Pertemuan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/4) - Dolar pangkas penurunan setelah Federal Reserve merilis risalah hasil pertemuannya yang menunjukkan para pembuat kebijakan pada bulan lalu terbagi mengenai apakah mereka akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni mendatang.
Indeks greenback tergelincir setelah mengalami gain dalam dua hari sebelum rilis risalah The Fed, yang menunjukkan perdebatan internal yang terjadi sebelum angka payroll yang mengecewakan baru-baru ini. Pelemahan yang tersembunyi di pasar tenaga kerja memberikan alasan pendekatan bertahap untuk pengetatan, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan pada hari Rabu.
Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, turun 0,1% ke level 1,192.15 pada pukul 02:04 siang di New York. Indeks tersebut turun sebanyak 0,6%.(frk)
Sumber: Bloomberg

Bursa Asia Dibuka Berfluktuasi Ditengah Kenaikan Saham Kesehatan & Penurunan Energi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/4) - Bursa Saham Asian berfluktuasi di sesi pembukaan, indeks acuan tersebut diperdagangkan mendekati level tertingginya sejak 2008 silam. Saham perusahaan sektor kesehatan mendulang gain, sedangkan saham perusahaan energi melemah.

Indeks MSCI Asia Pacific tergelincir 0.1% ke level 150.96 pukul 9:18 pagi ini waktu Tokyo. Kemarin indeks acuan regional tersebut naik ke level tertingginya sejak Juni 2008 silam setelah Saham-saham perusahaan China yang terdaftar di Bursa Hong Kong melonjak. Sementara itu, Indeks Standard & Poor 500 menguat 0.3% setetlah rilis hasil pertemuan FOMC Federal Open Market Committee tanggal 17-18 Maret kemarin memberikan sinyal bahwa The Fed terpecah terkait kenaikan suku bunga AS yang rencana akan dilakukan pada Juni mendatang.

Indeks Topix sedikit berubah. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0.2%. Indeks S&P/ASX 200 Australia dan Indeks NZX 50 Selandia Baru stagnan.

Indeks Hang Seng China Enterprises atau Indeks H-share pada hari Rabu kemarin melonjak 5.8% sekaligus menembus level tertingginya sejak April 2011 lalu. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Penguatan Bursa Jepang di Sesi Pembukaan Dibayangi Hasil Pertemuan The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/4) - Bursa Saham Jepang dibuka menguat pada hari ke-3 setelah rilis hasil pertemuan Federal Reserve dari pertemuan terakhirnya menunjukkan bahwa Bank Sentral AS tersebut terpecah terkait waktu kenaikan suku bunga AS.

Indeks Topix menguat 0.3% ke level 1,592.55 pukul 9:01 pagi ini waktu Tokyo, dengan 27 dari 33 grup industri mencatatkan kenaikan. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0.3% ke level 19,850.30.

Hasil pertemuan The Fed menunjukkan mereka terpecah terkait waktu untuk menaikkan suku bunga yang rencana akan dilakukan pada Juni mendatang atau di tahun 2016. Pertemuan tersebut diselenggarakan menjelang rilis data payroll yang menunjukkan penurunan tajam dari perkiraan sebelumnya.

Sementara dolar reli setelah rilis hasil pertemuan The Fed yang kemarin sempat menghapus gain terhadap yen setelah BOJ (Bank of Japan) mempertahankan rekor stimulus. Sedangkan yen diperdagangkan di level 120.12 per dolar. (bgs)

Sumber : Bloomberg