BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - China selalu mencatatkan banyak kisah unik dan berbagai aksi tak
terduga. Salah satunya datang dari miliarder asal China yang membuat
gebrakan dengan membeli mobil BMW menggunakan tumpukan uang kembalian
yang dikumpulkannya selama ini.
Mengutip laman shanghaiist.com,
Senin (20/4/2015), uang kembalian dari berbagai pembeliannya itu
dikumpulkan dalam beberapa kardus seberat 100 kilogram (kg). Menurut
Xiaodongshuoche, sebuah grup yang didedikasikan untuk pasar otomotif
China mengungkapkan, pembeli BMW 7 Series itu membawa beberapa dus uang
kembalian yang terdiri dari uang kertas dan koin.
Selama ini
kisah orang-orang yang menggunakan uang kembalian untuk melakukan
pembelian besar atau membayar utang bukan hal baru di China. Bahkan hal
tersebut sudah biasa terjadi, apalagi jikq seseorang ingin mempermalukan
lawannya.
Tapi biasanya, pembelian tidak lebih dari 10 ribu atau
20 ribu yuan. Jauh berbeda dengan pembelian yang dilakukan sang
miliarder.
Kumpulan uang kembalian yang dibawanya bernilai satu juta yuan lebih, setara dengan harga mobil BMW yang dibelinya.
Membutuhkan
lebih dari 20 pegawai di perusahaan mobil tersebut untuk menghitung
uang yang dibawa sang miliarder. Tak hanya itu, puluhan karyawan
tersebut menghabiskan total waktu lebih dari enam jam untuk menghitung
seluruh uang sang miliarder.
"Pembelian mobil ini tak hanya
mewujudkan mimpinya, tapi juga menyelesaikan persoalan uang kembalian
yang kian menumpuk," pungkas miliarder yang enggan menyebutkan
identitasnya tersebut. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Sunday, 19 April 2015
Harga Emas Bakal Naik Lagi Pekan Ini
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Sepanjang pekan lalu, harga emas untuk pengiriman Juni turun 0,3 persen
dan ditutup di harga US$ 1.203,1 per ounce. Meski begitu, harga emas
diprediksi naik pekan depan, mengambil keuntungan dari pelemahan nilai
tukar dolar AS.
Mengutip laman International Business Times, Senin (20/1/2015), dari 22 profesional di bidang penjualan emas yang disurvei Kitco News survey pekan ini, sebanyak 13 responden memprediksi harga logam mulia itu akan naik. Sementara tiga lainnya menilai harga emas akan turun, dan enam lagi melihat harga komoditas tambang itu tak banyak bergerak.
Sementara dari 421 suara yang diperoleh pada survei Kitco secara online, sebanyak 45 persen memprediksi harga emas akan naik. Sedangkan 40 persen lain melihat harga emas akan turun dan sisa 15 persen lain melihat harga emas bergerak stagnan.
Pekan ini, pergerakan nilai tukar dolar AS mencatatkan pergerakan terparah setelah rilis inflasi AS ternyata tak mampu meredakan kekhawatiran para investor. Pasalnya, data-data ekonomi AS dapat menjadi salah satu cara untuk membuat Bank Sentral AS (The Fed) menunda keputusannya menaikkan suku bunga.
"Jika dolar berhasil memanfaatkan.momentum penguatannya, harga emas dapat terdorong ke kisaran US$ 1.221 dan US$ 1.225 per ounce," ujar ahli strategi pasar senior iiTrader, Teddy Sloup.
Dia terbilang yakin bahwa harga emas akan terus naik.
Sloup menjelaskan, penguatan positif pada emas saat ini bertumpu pada dolar AS yang menunjukkan sinyal bahwa penguatannya telah berakhir. Menurutnya, agar dolar kembali meraih momentum penguatannya, harga emas harus menyentuh level US$ 1.221 dan US$ 1.225 per ounce dengan sokongan pelemahan dolar.
Head of Commodity Strategy Saxo Bank, Ole Hansen mengatakan, lemahnya dolar dapat mengakhiri momentum pasar modal dan meningkatkan harga emas.
"Yield obligasi negatif di Eropa terus meningkatkan status emas sebagai nilai lindung investasi," katanya. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Mengutip laman International Business Times, Senin (20/1/2015), dari 22 profesional di bidang penjualan emas yang disurvei Kitco News survey pekan ini, sebanyak 13 responden memprediksi harga logam mulia itu akan naik. Sementara tiga lainnya menilai harga emas akan turun, dan enam lagi melihat harga komoditas tambang itu tak banyak bergerak.
Sementara dari 421 suara yang diperoleh pada survei Kitco secara online, sebanyak 45 persen memprediksi harga emas akan naik. Sedangkan 40 persen lain melihat harga emas akan turun dan sisa 15 persen lain melihat harga emas bergerak stagnan.
Pekan ini, pergerakan nilai tukar dolar AS mencatatkan pergerakan terparah setelah rilis inflasi AS ternyata tak mampu meredakan kekhawatiran para investor. Pasalnya, data-data ekonomi AS dapat menjadi salah satu cara untuk membuat Bank Sentral AS (The Fed) menunda keputusannya menaikkan suku bunga.
"Jika dolar berhasil memanfaatkan.momentum penguatannya, harga emas dapat terdorong ke kisaran US$ 1.221 dan US$ 1.225 per ounce," ujar ahli strategi pasar senior iiTrader, Teddy Sloup.
Dia terbilang yakin bahwa harga emas akan terus naik.
Sloup menjelaskan, penguatan positif pada emas saat ini bertumpu pada dolar AS yang menunjukkan sinyal bahwa penguatannya telah berakhir. Menurutnya, agar dolar kembali meraih momentum penguatannya, harga emas harus menyentuh level US$ 1.221 dan US$ 1.225 per ounce dengan sokongan pelemahan dolar.
Head of Commodity Strategy Saxo Bank, Ole Hansen mengatakan, lemahnya dolar dapat mengakhiri momentum pasar modal dan meningkatkan harga emas.
"Yield obligasi negatif di Eropa terus meningkatkan status emas sebagai nilai lindung investasi," katanya. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Sambut Awal Pekan, Gerak IHSG Bakal Bervariasi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat secara teknikal pada perdagangan saham awal pekan ini. Hal itu asal ditopang dari aksi beli investor asing dan dolar Amerika Serikat (AS) melemah.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG akan bergerak di kisaran resistance 5.485 selama support 5.401 masih terjaga kuat di awal pekan ini. Sentimen yang pengaruhi IHSG antara lain peluang dolar AS dapat jadi sentimen positif terhadap pergerakan IHSG dalam beberapa waktu mendatang.
"Kondisi saat ini merupakan momen baik bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi pembelian," ujar William dalam ulasannya, Senin (20/4/2015).
Sementara itu, Analis PT NH Korindo Securities, Reza Priyambada mengatakan, bila aksi jual masih berlanjut di bursa saham maka IHSG dikhawatirkan dapat mendekati level 5.342-5.372.
IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah masih dimungkinkan jika sentimen yang ada kurang cukup kuat membuat laju IHSG terbalik naik. "IHSG akan berada di rentang support 5.376-5.389 dan resistance 5.425-5.435 pada perdagangan saham Senin pekan ini," ujar Reza.
Dalam riset PT Bahana Securities menyebutkan, IHSG bakal variatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 5.400-5.450 pada perdagangan saham Senin pekan ini.
Saham-saham yang dapat dicermati oleh pelaku pasar, Reza memilih saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
Sedangkan William memilih saham PGAS, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Pada penutupan perdagangan saham Jumat 17 April 2015, IHSG turun 10 poin (0,19 persen) ke level 5.410,64. Nilai transaksi saham mencapa Rp 4,4 triliun setelah terjadi aksi jual di saham properti dan perbankan, dan aksi ambil untung di saham konsumsi. Sementara itu, aksi jual investor asing mencapai Rp 415,3 miliar. (Ahm)
Sumber : Liputan6
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG akan bergerak di kisaran resistance 5.485 selama support 5.401 masih terjaga kuat di awal pekan ini. Sentimen yang pengaruhi IHSG antara lain peluang dolar AS dapat jadi sentimen positif terhadap pergerakan IHSG dalam beberapa waktu mendatang.
"Kondisi saat ini merupakan momen baik bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi pembelian," ujar William dalam ulasannya, Senin (20/4/2015).
Sementara itu, Analis PT NH Korindo Securities, Reza Priyambada mengatakan, bila aksi jual masih berlanjut di bursa saham maka IHSG dikhawatirkan dapat mendekati level 5.342-5.372.
IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah masih dimungkinkan jika sentimen yang ada kurang cukup kuat membuat laju IHSG terbalik naik. "IHSG akan berada di rentang support 5.376-5.389 dan resistance 5.425-5.435 pada perdagangan saham Senin pekan ini," ujar Reza.
Dalam riset PT Bahana Securities menyebutkan, IHSG bakal variatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 5.400-5.450 pada perdagangan saham Senin pekan ini.
Saham-saham yang dapat dicermati oleh pelaku pasar, Reza memilih saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
Sedangkan William memilih saham PGAS, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Pada penutupan perdagangan saham Jumat 17 April 2015, IHSG turun 10 poin (0,19 persen) ke level 5.410,64. Nilai transaksi saham mencapa Rp 4,4 triliun setelah terjadi aksi jual di saham properti dan perbankan, dan aksi ambil untung di saham konsumsi. Sementara itu, aksi jual investor asing mencapai Rp 415,3 miliar. (Ahm)
Sumber : Liputan6
Waspadai Sentimen Global, IHSG Bakal Mendatar Pekan Ini
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mendatar dengan kecenderungan tertekan pada pekan ini. Lantaran sentimen positif indeks saham masih minim.
Analis PT MNC Securities Reza Nugraha mengatakan, sentimen dari regional mewarnai kinerja IHSG pekan ini. Meski pun, sentimennya tak begitu kuat.
"Kami melihat masih side way, dengan kecenderungan posisi masih tertekan. Karena kondisi asing yang net sell, di tengah tidak banyak berita. Dari regional, datanya lebih ringan. Hanya melihat kinerja triwulan I emiten di Amerika Serikat," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (20/4/2015).
Kemudian pasar juga mengantisipasi penyelesaian utang Yunani. Meski bukan isu baru, hal tersebut menyita perhatian pasar. "Itu mungkin memberikan dampak. Sebenarnya berita lama tapi muncul lagi," lanjutnya.
Pada pekan ini, Reza memperkirakan IHSG bergerak pada level support 5.380 sedangkan level resistance 5.490. "Karena tidak ada sentimen. Apalagi, kalau mikir Pertamina mau menghilangkan Premium, daya beli sudah lemah," ujar dia.
Untuk saham, dia merekomendasikan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk diakumulasi pemodal.
Dalam ulasannya, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG berada pada rentang support 5.370-5.389 dan resistance 5.455-5.488.
Dia bilang, laju indeks saham cenderung melemah pada pekan ini. Laju IHSG masuk dalam tren pelemahan karena turut terimbas oleh pelemahan bursa Amerika pada pekan lalu.
Bursa Amerika melemah karena imbas dari kurang baiknya data perdagangan China. Kemudian kembali menguatnya laju dolar AS yang dibarengi rendahnya harga minyak dunia. Hal itu memicu kekhawatiran akan turunnya kinerja emiten sehingga menghambat peluang kenaikan.
"Tampaknya, perkiraan kami akan terjadi terjadinya penguatan tipis IHSG tidak terjadi dan membuat peluang tren pelemahan," tandas dia.
Adapun sejumlah rilis data ekonomi pada pekan ini antara lain dari China akan keluarkan house price index, HSBC manufacturing PMI, Australia Meeting Minutes, sedangkan Korea Selatan akan rilis data pertumbuhan ekonomi dan PPI. (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Analis PT MNC Securities Reza Nugraha mengatakan, sentimen dari regional mewarnai kinerja IHSG pekan ini. Meski pun, sentimennya tak begitu kuat.
"Kami melihat masih side way, dengan kecenderungan posisi masih tertekan. Karena kondisi asing yang net sell, di tengah tidak banyak berita. Dari regional, datanya lebih ringan. Hanya melihat kinerja triwulan I emiten di Amerika Serikat," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (20/4/2015).
Kemudian pasar juga mengantisipasi penyelesaian utang Yunani. Meski bukan isu baru, hal tersebut menyita perhatian pasar. "Itu mungkin memberikan dampak. Sebenarnya berita lama tapi muncul lagi," lanjutnya.
Pada pekan ini, Reza memperkirakan IHSG bergerak pada level support 5.380 sedangkan level resistance 5.490. "Karena tidak ada sentimen. Apalagi, kalau mikir Pertamina mau menghilangkan Premium, daya beli sudah lemah," ujar dia.
Untuk saham, dia merekomendasikan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk diakumulasi pemodal.
Dalam ulasannya, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG berada pada rentang support 5.370-5.389 dan resistance 5.455-5.488.
Dia bilang, laju indeks saham cenderung melemah pada pekan ini. Laju IHSG masuk dalam tren pelemahan karena turut terimbas oleh pelemahan bursa Amerika pada pekan lalu.
Bursa Amerika melemah karena imbas dari kurang baiknya data perdagangan China. Kemudian kembali menguatnya laju dolar AS yang dibarengi rendahnya harga minyak dunia. Hal itu memicu kekhawatiran akan turunnya kinerja emiten sehingga menghambat peluang kenaikan.
"Tampaknya, perkiraan kami akan terjadi terjadinya penguatan tipis IHSG tidak terjadi dan membuat peluang tren pelemahan," tandas dia.
Adapun sejumlah rilis data ekonomi pada pekan ini antara lain dari China akan keluarkan house price index, HSBC manufacturing PMI, Australia Meeting Minutes, sedangkan Korea Selatan akan rilis data pertumbuhan ekonomi dan PPI. (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Ekonomi Tiongkok Panik, Rasio Cadangan Minimum Perbankan Dipangkas Lagi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Ekonomi Tiongkok bertumbuh dengan laju
yang paling lambat dalam 24 tahun, dan kecenderungan masih akan terus
mendingin di sepanjang tahun 2015 ini. Harga properti masih terus
membebani kinerja ekonomi Tiongkok hingga saat ini meskipun berbagai
upaya kebijakan moneter dan fiskal telah diupayakan. Melihat kondisi
ini. beberapa ekonom menilai siklus deflasi akan memperlamban permintaan
di berbagai perindustrian dalam-negeri Tiongkok.
Bank sentral China (PBOC) pada hari
Minggu (19/4/2015) kembali memangkas jumlah uang cadangan yang harus
dimiliki perbankan. Keputusan inidiambil oleh PBOC untuk menambah
likuiditas perekonomian Tiongkok sebagai negara terbesar kedua di dunia
ini untuk memacu pinjaman bank dan memerangi perlambatan pertumbuhan
yang masih terjadi hingga saat ini.
PBOC dilaporkan kembali menurunkan rasio
persyaratan cadangan untuk semua bank sebesar 100 basis poin menjadi
18,5 persen. Pengurangan ini akan mulai diberlakukan pada Senin
20/4/2015. Pemangkasan rasio cadangan ini menunjukkan bagaimana upaya
bank sentral untuk menangkal penurunan tajam yang tengah terjadi pada
perekonomian Tingkok yang telah terbebani oleh penurunan di sektor
properti, kelebihan kapasitas pabrik dan utang lokal.
Karena beberapa faktor negatif diatas,
pertumbuhan Tiongkok diperkirakan akan melambat ke level terendahnya
dalam seperempat abad menjadi sekitar 7 persen di tahun 2015 ini dari
sebesar 7,4 persen di tahun 2014 lalu. Sekedar mengingatkan PBOC telah
memotong rasio persyaratan cadangan bagi seluruh bank umum sebesar 50
basis poin pada tanggal 4 Februari lalu. Tidak hanya itu PBOC juga telah
menurunkan suku bunganya sebanyak dua kali sejak November 2014 lalu
dalam upaya untuk menurunkan biaya pinjaman dan mendorong permintaan.
Sumber : Liputan6
China memotong cadangan bank lagi untuk melawan perlambatan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Bank sentral China pada hari Minggu kemarin memotong jumlah uang yang seharusnya bank pertahankan sebagai cadangan, pemotongan industri terbesar kedua dalam dua bulan terakhir, menambahkan lebih banyak likuiditas ke dalam perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut untuk membantu memacu pinjaman bank dan menghentikan perlambatan pertumbuhan.
Bank Rakyat China (PBOC) menurunkan rasio persyaratan cadangan untuk semua bank sebesar 100 basis poin menjadi 18,5%.
Pengurangan ini mulai berlaku dari tanggal 20 April, kata bank sentral dalam sebuah pernyataan di situsnya www.pbc.gov.cn.
Pemotongan persyaratan cadangan terbaru menunjukkan bagaimana bank sentral meningkatkan upayanya untuk menangkal penurunan tajam dalam perekonomian.
Terbebani oleh penurunan sektor properti, kelebihan kapasitas pabrik dan utang lokal, pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan melambat ke level terendah dalam seperempat abad dari sekitar 7% tahun ini dari 7,4% pada tahun 2014, bahkan dengan tambahan langkah-langkah stimulus yang diharapkan.
Pemotong rasio persyaratan cadangan oleh PBOC sebelumnya ditujukan bagi seluruh bank umum sebesar 50 basis poin pada tanggal 4 Februari yang lalu, pemotongan industri terbesar pertama sejak Mei 2012.
Bank sentral juga telah dua kali menurunkan suku bunga sejak bulan November tahun lalu dalam upaya untuk menurunkan biaya pinjaman dan meningkatkan permintaan.(frk)
Sumber: CNBC
Bank Rakyat China (PBOC) menurunkan rasio persyaratan cadangan untuk semua bank sebesar 100 basis poin menjadi 18,5%.
Pengurangan ini mulai berlaku dari tanggal 20 April, kata bank sentral dalam sebuah pernyataan di situsnya www.pbc.gov.cn.
Pemotongan persyaratan cadangan terbaru menunjukkan bagaimana bank sentral meningkatkan upayanya untuk menangkal penurunan tajam dalam perekonomian.
Terbebani oleh penurunan sektor properti, kelebihan kapasitas pabrik dan utang lokal, pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan melambat ke level terendah dalam seperempat abad dari sekitar 7% tahun ini dari 7,4% pada tahun 2014, bahkan dengan tambahan langkah-langkah stimulus yang diharapkan.
Pemotong rasio persyaratan cadangan oleh PBOC sebelumnya ditujukan bagi seluruh bank umum sebesar 50 basis poin pada tanggal 4 Februari yang lalu, pemotongan industri terbesar pertama sejak Mei 2012.
Bank sentral juga telah dua kali menurunkan suku bunga sejak bulan November tahun lalu dalam upaya untuk menurunkan biaya pinjaman dan meningkatkan permintaan.(frk)
Sumber: CNBC
Thursday, 16 April 2015
Dolar Turun Tajam Terkait Kekhawatiran Ekonomi Kehilangan Momentum
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) - Dolar
turun tajam dalam lebih dari tiga minggu terakhir terhadap kekhawatiran
ekonomi AS, salah satu yang terkuat di antara negara-negara maju, telah
kehilangan traksi dalam tahun ini.
Greenback
melemah terhadap semua mata uang utama setelah laporan pembangunan
rumah dan klaim pengangguran yang lebih lemah dari yang diproyeksikan,
menambahkan pembacaan dibawah perkiraan untuk pabrik-pabrik, payroll dan
penjualan ritel di Amerika.
Bloomberg
Dollar Spot Index, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang
utama, turun 0,8% ke level 1,184.93 pada pukul 3:22 sore waktu New York.
Penurunan ini merupakan yang terbesar untuk penutupan sejak 23 Maret
yang lalu. Indeks tersebut dalam tahun ini telah menguat 4,8%, setelah
pada tahun 2014 naik 11%.(frk)
Sumber: Bloomberg
Mayoritas Saham Asia Jatuh, Indeks Regional Menuju Gain Mingguan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) - Mayoritas
saham Asia jatuh pasca indeks acuan regional ditutup di level tertinggi
tujuh tahun pada Kamis. Saham Jepang turun untuk memangkas kenaikan
mingguan ketiga.
Dua
saham jatuh untuk setiap satu saham yang naik. Indeks MSCI Asia Pacific
sedikit berubah pada level 154,44 pada 09:05 pagi di Tokyo. Indeks
tersebut ditutup pada level tertinggi sejak Januari 2008 pada hari
Kamis, dan siap untuk mengakhiri pekan ini di 1,4% lebih tinggi.
Indeks Topix Jepang turun 0,4% dan Indeks Australia S & P/ASX 200 turun 0,1%. Indeks NZX 50 Selandia Baru dan indeks Kospi Korea Selatan sedikit berubah.
Kontrak
berjangka E-mini pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah.
Indeks yang mendasari tergelincir 0,1% pada hari Kamis di New York
karena perusahaan semikonduktor menurun pada laba SanDisk Corp untuk
mengimbangi reli di Netflix Inc.
Investor
mengkaji laporan ekonomi guna petunjuk pada waktu kenaikan suku bunga
pertama Federal Reserve sejak 2006. Ketua The Fed Janet Yellen
mengatakan bahwa suku bunga mungkin akan naik di tahun ini, keputusan
tergantung pada data ekonomi. Sektor perumahan naik kurang dari
perkiraan pada Maret, sementara klaim pengangguran meningkat pada pekan
yang berakhir 11 April.(yds)
Sumber: Bloomberg
Topix Menuju Kenaikan Mingguan Ketiga, Saham Jepang Dibuka Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) - Indeks
Topix Jepang turun dari level tertinggi tujuh tahun, memangkas kenaikan
mingguan ketiga beruntunnya, karena yen melanjutkan gain selama lima
hari. Produsen instrumen presisi dan perusahaan eksplorasi energi
memimpin penurunan.
Topix
melemah 0,4% menjadi 1,593.27 pada 9:03 pagi di Tokyo, dengan lebih
dari dua saham jatuh untuk setiap satu saham yang naik. Menuju kenaikan
0,2% di pekan ini. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,6% menjadi
19,777.34.
Kontrak
berjangka E-mini futures pada Standard & Poor 500 sedikit berubah.
Indek saham tergelincir 0,1% pada hari Kamis di New York.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Sedikit Berubah Ditengah Lonjakan Laba Netflix
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) - Saham
AS sedikit berubah dekati rekornya ditengah lonjakan laba perusahaan
Netflix Inc, sementara itu saham SanDisk Corp perusahaan pembuat chip
memimpin penurunan. Obligasi Yunani turun terkait meningkatnya tekanan
pada negara tersebut untuk mengamankan pendanaan dan tembaga melonjak.
Indeks Standard &
Poor 500 turun 0,1 % pada pukul 04:00 sore waktu New York, setelah
sebelumnya naik 0,3 % dari semua waktu tertinggi. Saham Netflix melonjak
sebesar 17 % ke rekornya. Sedangkan harga minyak mentah sedikit berubah
setelah sebelumnya turun lebih dari 2 %. Indeks Stoxx Europe 600
melemah 0,7 % dari semua waktu tertinggi. Imbal hasil obligasi Yunani
tenor 10-tahun menguat ke level tertingginya dalam lebih dari 2 tahun
terakhir. Indeks Spot Dollar Bloomberg turun pada hari ketiga.
Saham Netflix rally
karena melonjaknya jumlah pelanggan, sedangkan Indeks Semiconductor
Philadelphia turun 0,5 % diiringi pelemahan saham SanDisk yang tidak
sesuai dengan perkiraan. Mata uang dolar turun karena data perumahan di
AS menunjukkan mulai mengalami kenaikan pada bulan Maret kurang dari
perkiraan seiring dengan klaim pengangguran awal secara tiba-tiba
meningkat pada minggu lalu, menambah tanda-tanda pertumbuhan ekonomi
yang kehilangan momentum. Minyak mentah telah rally lebih dari 16 % pada
bulan April. Yunani menghadapi krisis pendanaan dan Menteri Keuangan
Jerman mengatakan tidak mungkin diselesaikan sebelum pertemuan anggota
parlemen kawasan euro pada pekan depan. (knc)
Sumber : Bloomberg
Penguatan Saham Netflix Akibatkan Indeks S&P 500 Berfluktuasi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) - Saham-saham
AS berfluktuasi setelah Netflix Inc. meningkatkan saham konsumen,
sementara produsen chip melamah. Obligasi Yunani turun akibat
meningkatnya tekanan untuk mengamankan pendanaan, sementara minyak
pangkas penurunan dan tembaga menguat.
Indeks Standard & Poor 500
kehilangan 0,1% pada pukul 01:01 siang di New York, setelah ditutup 0,5%
di bawah semua waktu tinggi. Saham Netflix melonjak 16% menuju rekor,
sementara indeks semikonduktor kehilangan 0,6%. Indeks Stoxx Europe 600
turun 0,7% dari semua-waktu tertinggi. Imbal hasil pada obligasi Yunani
dengan tenor 10-tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun
terakhir. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun untuk hari ketiga.
Sementara Minyak sedikit berubah di New York setelah sebelumnya turun
lebih dari 2%.
Netflix mengalami reli terkait naiknya
jumlah pelanggan, sementara perkiraan penjualan yang lemah menghantarkan
saham SanDisk Corp turun 5,4%. Dolar tergelincir setelah laporan
menunjukkan perumahan AS mulai naik kurang dari perkiraan pada bulan
Maret sementara klaim pengangguran awal tiba-tiba menguat pada minggu
lalu, menambah tanda-tanda bahwa pertumbuhan kehilangan momentum. Minyak
telah reli lebih dari 16% pada bulan April. Yunani menghadapi krisis
pembiayaan yang menurut Menteri Keuangan Jerman tidak mungkin
diselesaikan sebelum pertemuan anggota parlemen zona Eropa minggu
depan.(frk)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 15 April 2015
Emas Mengalami Rebound Setelah Data Manufaktur New York Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/4) - Emas
berjangka rebound setelah indeks manufaktur di New York tiba-tiba
turun, mengangkat daya tarik logam mulia sebagai safe haven.
Kejutan
pembacaan negatif pada New York Federal Reserve Bank™s index
menambahkan tanda-tanda baru-baru ini bahwa ekspansi AS tidak merata dan
mengurangi kekhawatiran bahwa ekonomi cukup kuat bagi para pembuat
kebijakan untuk mulai menaikkan suku bunga. Bulan lalu emas turun 2,5%
di tengah spekulasi bahwa harga akan mengalami kenaikan, yang meredaman
daya tarik emas karena emas umumnya hanya menawarkan pengembalian
melalui kenaikan harga.
Harga
emas sedikit berubah di kuartal terakhir karena para investor menimbang
outlook pengetatan moneter di AS terhadap peningkatan stimulus global.
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan pada hari Rabu bahwa
program pelonggaran kuantitatif sebesar 1,1 triliun euro ($ 1.2
triliun) yang dimulai bulan Maret lalu akan membantu untuk meningkatkan
penurunan inflasi. Logam ini secara historis telah digunakan sebagai
lindung nilai terhadap biaya konsumen yang lebih tinggi.
Emas
berjangka untuk pengiriman bulan Juni naik 0,7% untuk menetap di level $
1,201.30 per ons pada pukul 1:41 siang di Comex New York. Pada hari
Selasa lalu, harga emas menyentuh level $ 1,183.50, yang merupakan
terendah untuk kontrak teraktif sejak 1 April yang lalu.(frk)
Sumber: Bloomberg
Dolar Turun Setelah Manufaktur AS Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/4) - Dolar
melemah untuk hari kedua pasca penurunan dalam manufaktur AS yang lebih
besar dari perkiraan menambahkan tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi
melemah dan memicu spekulasi Federal Reserve akan mendorong kembali
jadwal untuk menaikkan suku bunga.
Greenback
turun terhadap sebagian besar mata uang utama setelah sebuah laporan
menunjukkan pabrik di Amerika sedang berjuang untuk menemukan lebih
banyak permintaan dari luar negeri di tengah lonjakan 12% dalam dolar
selama enam bulan terakhir. Peningkatan payroll dan penjualan ritel
bulan ini juga membuntuti proyeksi.
Bloomberg
Dollar Spot Index, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang
utama, turun 0,4% ke level 1,194.73 pada pukul 1:56 siang waktu New
York.(frk)
Sumber: Bloomberg
Bursa Saham Asia Rebound Ke Level Tertingginya Di 2008
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/4) - Saham
Asia menguat, dengan indeks regional yang rebound ke level tertinggi di
tahun 2008, karena saham perusahaan material dan produsen energi
memimpin kenaikan.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik 0,4% menjadi 153,33 pada 09:05 pagi di Tokyo.
Indeks tersebt menghentikan kenaikan beruntun terpanjang sejak Desember
2013 pada hari Rabu setelah data menunjukkan ekonomi China mencatat
pertumbuhan ekonomi terendah dalam enam tahun terakhir.
Sementara itu output industri AS turun lebih dari ekspektasi ekonom pada bulan Maret, diikuti dengan Federal Reserve yang akan mengkaji data untuk menentukan waktu terbaik untuk menaikkan suku bunga pinjaman.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Naik Terkait Outlook Suku Bunga AS Tingkat; Perusahaan Energi Melonjak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/4) - Saham
Jepang naik, dipimpin oleh perusahaan eksplorasi energi minyak yang
mencapai level tertingginya di 2015 dan setelah data manufaktur yang
lemah sehingga memicu spekulasi AS akan mendorong kembali waktu untuk
kenaikan suku bunga.
Indeks
Topix naik 0,2% menjadi 1,591.16 pada 09:02 pagi di Tokyo. Indeks
tersebut telah berada dalam kisaran delapan poin sejak mencapai tujuh
tahun tertinggi di pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average sedikit
berubah pada level 19,872.95. Indeks tersebut sempat naik di atas level
20.000 di pekan lalu untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir.
Bahkan
dengan indeks Topix diperdagangkan mendekati level tertinggi tujuh
tahun, valuasi masih rendah dan Jepang memiliki prospek pendapatan
terbaik di pasar utama, menurut Dan Chamby, seorang manajer keuangan
BlackRock Inc.
Indeks
Topix senilai 15,5 kali estimasi laba pada penutupan terbaru,
dibandingkan dengan 17,9 untuk indeks Standard & Poor 500 dan 17,3
untuk Indeks Stoxx Europe 600, menurut data yang dihimpun oleh
Bloomberg.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Intel & Minyak Naik Angkat Bursa AS pada Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/4) - Saham
AS naik seiring laba pada Intel Corp mengalami rally diikuti lonjakan
saham energi setelah harga minyak mentah mencapai level tertingginya
pada tahun ini. Sementara itu, Dolar jatuh setelah indeks manufaktur
mengalami penurunan didukung kasus untuk stimulus lanjutan.
Indeks Standard &
Poor 500 naik 0,5 % pada pukul 04:00 sore waktu New York, ditutup 0,5 %
di bawah level tertinggi sepanjang masa. Indeks Russell 2000, perusahaan
berskala kecil menguat 0,8 % ke rekornya, sedangkan Indeks Stoxx Europe
600 naik 0,6 % untuk memperpanjang level tertinggi. Imbal hasil
obligasi Jerman tenor 10 tahun menetapkan hasil rekor terendahnya
terkait dengan komentar Mario Draghi yang mengisyaratkan bahwa program
pembelian obligasi. Mata uang dolar melemah pada hari kedua terhadap
euro. Sedangkan minyak mentah melonjak sebesar 5,8 % seiring
berkurangnya pasokan minyak mentah AS.
Total output industri
AS turun lebih dari perkiraan bulan Maret, tanda-tanda penguatan dolar
dan menurunnya harga minyak diikuti dengan penurunan manufaktur Amerika
seiring pembicaraan Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga. Draghi,
Presiden Bank Sentral Eropa, mengatakan bahwa pelonggaran kuantitatif
mendorong pemulihan pertumbuhan ekonomi di zona eropa dan program ini
harus dilaksanakan secara penuh. Saham Intel menguat setelah perkiraan
pada kuartal kedua melebihi proyeksi beberapa analis, sementara saham
energi rally diikuti lonjakan pada harga minyak mentah. (knc)
Sumber : Bloomberg
Tuesday, 14 April 2015
Dolar Merosot Tajam Dalam 3 Minggu Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Dolar
merosot tajam dalam 3 minggu terakhir setelah data penjualan ritel
mengalami kenaikan kurang dari perkiraan bulan lalu, memicu spekulasi
Federal Reserve tidak terburu-buru untuk memulai menaikkan suku bunga.
Dolar AS reli dalam 6
hari terakhir terhadap mata uang euro seiring rebound pada sektor
konsumen ditambahkan dengan pertumbuhan pekerjaan dibawah perkiraan yang
akan menimbulkan kekhawatiran terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi
karena cuaca ekstrim musim dingin. Kemarin, mata uang AS hampir
menyentuh level 12 tahun tertinggi terhadap 19 mata uang zona euro
seiring para investor menunggu waktu kenaikan suku bunga pertama The Fed
sejak tahun 2006 silam.
Indeks Spot Dollar
Bloomberg, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, turun
0,7 % ke level 1,119.30 pada pukul 02:14 siang waktu New York, mencapai
level penutupan terendahnya sejak 20 Maret lalu.
Mata uang AS melemah
sebesar 0,9 % ke level $ 1,0665 per euro. Menguat ke level $ 1,0458 pada
tanggal 16 Maret lalu, yang merupakan level tertingginya sejak Januari
2003. Mata uang AS merosot sebesar 0,7 % ke level 119,30 yen. (knc)
Sumber : Bloomberg
Emas Melemah Terkait Outlook Suku Bunga The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Emas
berjangka turun ke level terendah dalam hampir dua minggu di tengah
spekulasi bahwa keuntungan yang lebih kecil dari perkiraan dalam
penjualan ritel AS tidak akan cukup untuk menjaga kenaikan suku bunga
oleh Federal Reserve tahun ini.
Pembelian
ritel AS meningkat sebesar 0,9%, kenaikan pertama dalam empat bulan
terakhir, setelah penurunan 0,5% pada bulan Februari yang lalu, menurut
rilis data dari pemerintah pada hari Selasa. Perkiraan rata-rata dari 87
ekonom yang disurvei oleh Bloomberg menyerukan kenaikan sebesar 1,1%.
Emas
berjangka untuk pengiriman Juni turun 0,6% untuk menetap di level $
1,192.60 per ons pada pukul 1:48 siang di Comex New York, setelah
mencapai $ 1,183.50, yang merupakan level terendah sejak 1 April lalu.
Perak
untuk pengiriman bulan Mei turun 0,8% ke level $ 16,161 per ons di
Comex, juga merupakan penurunan kelima dalam enam sesi terakhir.(frk)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Hentikan Kenaikan Beruntunnya Jelang Rilis Data China
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Saham
Asia jatuh, bersiap untuk meenghentikan kenaikan beruntun terpanjangnya
sejak Desember 2013 lalu, jelang China melaporkan pertumbuhan ekonomi.
Saham Jepang turun terkait penguatan yen.
Indeks
MSCI Asia Pacific turun 0,2% menjadi 152,77 pada 09:01 pagi di Tokyo.
Indeks tersebut naik sembilan hari terakhir untuk ditutup pada level
tertinggi sejak Mei 2008 pada Selasa. Ekspansi China mungkin melambat
menjadi 7% pada kuartal pertama, yang merupakan level terendah sejak
tiga bulan pertama tahun 2009, menurut ekonom yang disurvei sebelum data
Laporan penjualan ritel dan output industri pada Rabu.
Indeks
Topix Jepang turun 0,2% setelah yen menguat 0,6% pada Selasa. Indeks
NZX 50 Selandia Baru turun 0,2%. Indeks Kospi Korea Selatan dan Indeks
Australia S & P/ASX 200 naik 0,2%.
Kontrak
pada indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,1% di sebagian besar perdagangan
baru-baru ini. Ekuitas di Hong Kong merupakan yang mencatat kenaikan
terbesar di dunia bulan ini, turun setidaknya 1,6% pada Selasa, dengan
indeks Hang Seng turun tajam tahun ini.
Gain
pada PetroChina Co, Industrial & Commercial Bank of China Ltd dan
China Mobile Ltd telah membuat saham mereka menjadi yang keempat, tujuh
dan delapan yang paling penting di dunia, setelah masing-masing tidak
hadir setahun yang lalu, data yang dihimpun oleh Bloomberg show.
Masing-masing telah meningkat dalam 12 bulan terakhir ditengah kenaikan
yang mendorong Indeks Shanghai Composite Index naik sebesar 94%.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Turun Karena Penguatan Yen Pasca Penjualan Ritel AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Saham
Jepang turun setelah yen menguat tajam terhadap dolar dalam lebih dari
sepekan. Produsen makanan dan obat memimpin penurunan, sementara
perusahaan energi melonjak karena harga minyak mentah naik untuk hari
kelimanya.
Indeks
Topix turun 0,3% menjadi 1,586.70 pada 09:05 pagi di Tokyo, dengan
sembilan saham jatuh untuk setiap lima saham yang naik. Indeks Nikkei
225 Stock Average turun 0,3% menjadi 19,858.93. Indeks saham sempat naik
di atas level 20.000 pada hari Jumat untuk pertama kalinya dalam 15
tahun. Yen diperdagangkan pada level 119,50 setelah penguatan 0,6%
terhadap dolar pada Selasa kemarin.
Kontrak
berjangka E-mini pada indeks Standard & Poor 500 tergelincir 0,1%.
Indeks saham naik 0,2% pada Selasa di New York seiring reli perusahaan
energi melebihi data penjualan ritel yang lebih lemah dari yang
diperkirakan pada bulan Maret.
Minyak
menguat untuk hari kelima dikarenakan Iran menjadi setidaknya anggota
OPEC kedua bulan ini untuk memanggil kelompok untuk mengurangi produksi
ditengah melimpahnya pasokan minyak global.(yds)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)

