BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/4) - Para analis tampaknya masih belum melihat kepastian bagaimana harga emas
akan bergerak pada pekan ini. Saat ini, sebagian besar para pelaku
pasar masih menanti pernyataan kebijakan moneter The Fed pada 29 April
dan berharap The Fed akan memberikan kepastian kapan pihaknya menaikkan
suku bunga AS tahun ini.
Mengutip laman International Business Times, Senin (26/4/2015), dari 20 analis yang disurvei Kitco News Survey,
delapan partisipan merasa harga emas akan bergerak stagnan. Sementara
itu, masing-masing enam responden memprediksi harga emas akan naik dan
turun pekan ini.
Para analis memperingatkan para pelaku pasar
untuk memperhatikan pernyataan The Fed pekan ini. Pasalnya, The Fed
diprediksi tak akan menyediakan informasi yang jelas mengenai agenda
tepat kenaikkan suku bunga AS.
Head of Commodity Strategy TD
Securities, Bart Melek memprediksi The Fed akan memberikan petunjuk yang
tak jauh berbeda mengenai kemungkinan waktu menaikkan suku bunga AS.
Sementara
itu Analis Komoditas BMO Capital Markets Jessica Fung mengatakan,
dirinya melihat harga emas akan begerak stagnan pekan ini. Tapi dia juga
menjelaskan bias yang terjadi di pasar akan membuat harganya turun.
"Saat
ini semua tentang The Fed. Setiap orang ingin melihat ke mana arah
kebijakan kenaikkan suku bunga AS. Tak ada yang akan membeli emas jika
harganya mengarah ke level lebih rendah," terang Fung.
Para
analis juga kini tengah menelusuri data PDB AS pada kuartal pertama guna
mendapatkan petunjuk keputusan The Fed pekan ini. Minimnya pertumbuhan
ekonomi AS di kurun waktu tersebut, dapat memicu kenaikkan harga emas
dalam waktu dekat. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Sunday, 26 April 2015
Sentimen Global Tinggikan Bursa Asia Pekan Ketiga April
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/4) - Secara keseluruhan dipergerakan bursa
saham Asia pada pekan ketiga bulan April lalu tampak masih melanjutkan
tren positif diperdagangan pekan sebelumnya, dengan mencapai pencapaian
posisi tertinggi pada beberapa indeks seperti Nikkei, Shanghai dan Hang
Seng. Positifnya data fundamental dalam negeri serta penguatan harga
minyak dunia turut mengangkat pergerakan bursa saham Asia selama pekan
ketiga tersebut.
Nikkei
Pergerakan indeks Nikkei selama pekan
ketiga bulan April tampak berhasil berbalik menguat dari pelemahan
diperdagangan sebelumnya dengan memangkas pelemahan serta kembali
mencapai posisi tertinggi dalam lima belas tahun. Data fundamental dalam
negeri yang positif serta kembali melemahnya Yen Jepang terhadap dolar
AS turut menguatkan bursa saham Tokyo Jepang.
Secara keseluruhan indeks Nikkei selama
pekan ketiga tersebut bergerak menguat signifikan sebesar 519.02 poin
atau 2.59% yang menjadi 20.020,04 poin dengan mencapai tertinggi pada
20.252,12 poin serta terendah pada 19.474,23 poin dengan merespon pada
hasil rilis data laporan neraca perdagangan Jepang yang secara
mengejutkan menunjukan peningkatan signifikan dari perkiraan beberapa
ekonom serta hasil rilis sebelumnya dengan disertai meningkatnya nilai
ekspor serta menurunnya nilai impor Jepang.
Pelemahan Yen Jepang terhadap dolar AS
juga turut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan indeks Nikkei
dengan merespon pada hasil rilis Tankan Index yang menunjukan pada
seluruh sektor industry Jepang yang menunjukan penurunan signifikan yang
menjadi 12 basis poin dari hasil rilis sebelumnya pada 16 basis poin.
Selama satu pekan tersebut, saham
eksportir tampak turut memberikan kontribusi penguatan diperdagangan
bursa saham Tokyo Jepang seperti saham Bridgestone, saham Denso, saham
Hino Motor, saham Hitachi, saham Honda Motor, saham Isuzu Motor, saham
Canon, saham Konica Minolta, saham Mazda Motor, saham Panasonic, saham
Sharp. saham Sony, Saham Toyota Motor serta saham Toshiba.
Kospi
Pergerakan indeks Kospi selama pekan
ketiga lalu tampak masih melanjutkan penguatan diperdagangan pekan
sebelumnya dengan mencapai tertinggi dalam sembilan bulan dengan
menopang pada data fundamental positif dalam negeri.
Hasil yang mengejutkan pada PDB Korea
Selatan dikuartal pertama tahun ini yang menunjukan peningkatan
signifikan dengan menjadi 0.8% dari hasil rilis sebelumnya pada 0.3%
dengan harapan oleh ekonom yang akan menunjukan peningkatan menjadi
0.7%, serta data Consumer Confidence Korsel untuk kinerja bulan April
yang juga secara mengejutkan menunjukan peningkatan signifikan dari
hasil rilis sebelumnya dengan menjadi 104 basis poin dari hasil rilis
sebelumnya pada 101 basis poin dengan harapan oleh ekonom akan meningkat
menjadi 102 basis poin.
Dari hasil rilis tersebut, pergerakan
indeks Kospi selama pekan Ketiga tampak menguat signifikan sebesar 2.78
poin atau 1% yang menjadi 271.05 poin dari posisi penutupan sebelumnya
pada 268.28 poin dengan mencapai tertinggi pada 275.10 poin serta
terendah pada 266.14 poin.
Saham-saham yang turut menguatkan
diselama pekan ketiga perdagangan bursa saham Korsel adalah saham
Samsung Electronics, saham Hyundai Motor, saham LG, saham KIA Motor,
saham Daewoo Securities, saham Samsung Securities, saham Hyundai
Securities, saham KEPCO dan saham POSCO.
Bursa Shanghai
Pegerakan bursa saham Tiongkok selama
pekan ketiga bulan April lalu juga turut melanjutkan tren positif
diakhir perdagangan sebelumnya yang positif dengan hampir keseluruhan
pergerakan bursa saham Tiongkok ditopang oleh dorongan fundamental
kawasan Asia yang dikarenakan sepinya arahan fundamental dalam negeri.
Secara keseluruhan pergerakan indeks
Shanghai selama pekan ketiga tersebut adalah menguat signifikan sebesar
105,78 poin atau 2.40% yang menjadi 4.394,13 poin dari posisi penutupan
sebelumnya pada 4.288,35 poin dengan mencapai posisi tertinggi pada
4.442,37 poin serta terendah pada 4.190,80 poin.
Sepinya arahan fundamental dalam negeri
tidak menyurutkan kinerja bursa saham Tiongkok, dimana hampir selama
satu pekan bursa saham Tiongkok merespon pada pergerakan fundamental
kawasan Asia dan global seperti pada pegerakan minyak dunia serta data
fundamental Hongkong. Harga minyak dunia yang masih melanjutkan tren
penguatannya dari perdagangan sebelumnya dengan menguat sebesar $
1.01/barel atau 1.80% yang menjadi $ 57.18/barel dari posisi harga
pembukaan pada $ 56.17/barel yang merespon pada memanasnya konflik di
Yaman, demikian juga dengan data fundamental Tiongkok yang turut
menguatkan bursa saham Tiongkok seperti data inflasi Tiongkok serta data
tingkat pengangguran Tiongkok yang menunjukan hasil yang positif.
Saham-saham yang turut menguatkan adalah
saham Bank of China, Industrial & Comercial Bank Of China, saham
Yunnan Coal Energy, saham Harbin Air conditioner, saham Shanghai
Oriental Pearl Group, saham Jinghan Development, saham Shanxi Antai
Group.
Hang Seng
Pergerakan indeks Hang Seng selama pekan
ketiga bulan April lalu tampak pasi melanjutkan penguatan diperdagangan
sebelumnya yang kembali mencapai posisi tertinggi dalam tujuh tahun
dengan merespon pada positifnya data fundamental dalam negeri serta
global seperti penguatan minyak dunia.
Secara keseluruhan pergerakan indeks
Hang Seng berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 408 poin atau
1.45% yang menjadi 28.061 poin dari posisi penutupan sebelumnya pada
27.653 poin dengan mencapai posisi tertinggi pada 28.207 poin serta
terendah pada 26.985 poin dengan merespon pada data inflasi Hongkong
pada bulan Maret yang menunjukan adanya penurunan yang menjadi 4.5% dari
hasil rilis sebelumnya pada 4.6% serta pada tingkat pengangguran
Hongkong yang berhasil bertahan pada hasil rilis sebelumnya pada 3.3%
sehingga turut menjadi sentimen positif dalam satu pekan perdagangan.
Hampir seluruh sektor saham dibursa
Hongkong turut menguatkan selama satu pekan tersebut, dimana saham
tersebut adalah saham Bank of China, HSBC, AIA Group, Hang Seng Bank,
Construction Bank, saham Kunlun Energy, saham CNOOC, saham CITIC, saham
Kunlun Energy, Saham China Resources Land & Development serta saham
PetroChina.
Sumber : Vibiznews
Thursday, 23 April 2015
Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi di 2015
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/4) - Harga minyak dunia ditutup naik 3 persen pada penutupan Kamis (Jumat pagi WIB) sentuh level tertinggi pada 2015, setelah Arab Saudi dan sekutunya memutuskan melanjutkan serangan ke Yaman. Hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan pasokan minyak Timur Tengah.
Dilansir dari Reuters, Jumat (24/4/2015), pelemahan dolar AS juga menopang harga minyak dan komoditas lainnya yang dijual dengan mata uang dolar. Euro naik lebih dari 1 persen terhadap dolar, mendorong kenaikan permintaan minyak dari pemegang mata uang Eropa.
Harga minyak mentah AS ditutup naik US$ 1,58 atau 2,8 persen menjadi US$ 58,02 per barel. Minyak sempat sentuh US$ 58,41, level tertinggi 2.015.
Sementara harga minyak jenis Brent yang menjadi patokan global menguat US$ 2,12 atau 3,3 persen pada US$ 64,85 per barel. Sesi tinggi yang merupakan puncak 2015 dari US$ 65,58 per barel.
Harga bensin AS pada bulan depan ditutup naik 7 sen atau 4 persen, setelah mencapai intraday tinggi di atas US$ 2 per galon, puncak sejak 26 November.
"Meningkatnya ketegangan geopolitik di Yaman mendorong penguatan harga minyak," kata Gene McGillian, analis senior di Tradition Energy, Stamford, Connecticut.
"Anda juga memiliki asumsi produksi AS akan terus menurun dari penghematan jumlah rig minyak dan biaya eksplorasi. Meski saya tidak terlalu yakin dalam meningkatkan fundamental seperti itu," lanjut dia.
Pesawat-pesawat tempur dari koalisi Saudi menyerang pangkalan militer di Yaman, dua hari setelah Arab Saudi mengumumkan bakal menghentikan serangan.
Harga minyak telah meningkat sebanyak US$ 10 pada bulan ini karena kekhawatiran tentang pasokan Timur Tengah dan tanda-tanda permintaan global yang lebih kuat, terutama untuk bahan bakar otomotif.
Namun sejauh ini, pasokan minyak mentah dunia masih melimpah. Perkiraan terbaru menempatkan produksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) hampir 2 juta barel per hari di atas permintaan minyak pada semester pertama.
Data pemerintah AS pada hari Rabu menunjukkan stok minyak mentah domestik naik 5,3 juta barel pekan lalu, jauh di atas perkiraan 2,9 juta barel, mencapai rekor 489 juta barel. (Ndw)
Sumber : Liputan6
Dilansir dari Reuters, Jumat (24/4/2015), pelemahan dolar AS juga menopang harga minyak dan komoditas lainnya yang dijual dengan mata uang dolar. Euro naik lebih dari 1 persen terhadap dolar, mendorong kenaikan permintaan minyak dari pemegang mata uang Eropa.
Harga minyak mentah AS ditutup naik US$ 1,58 atau 2,8 persen menjadi US$ 58,02 per barel. Minyak sempat sentuh US$ 58,41, level tertinggi 2.015.
Sementara harga minyak jenis Brent yang menjadi patokan global menguat US$ 2,12 atau 3,3 persen pada US$ 64,85 per barel. Sesi tinggi yang merupakan puncak 2015 dari US$ 65,58 per barel.
Harga bensin AS pada bulan depan ditutup naik 7 sen atau 4 persen, setelah mencapai intraday tinggi di atas US$ 2 per galon, puncak sejak 26 November.
"Meningkatnya ketegangan geopolitik di Yaman mendorong penguatan harga minyak," kata Gene McGillian, analis senior di Tradition Energy, Stamford, Connecticut.
"Anda juga memiliki asumsi produksi AS akan terus menurun dari penghematan jumlah rig minyak dan biaya eksplorasi. Meski saya tidak terlalu yakin dalam meningkatkan fundamental seperti itu," lanjut dia.
Pesawat-pesawat tempur dari koalisi Saudi menyerang pangkalan militer di Yaman, dua hari setelah Arab Saudi mengumumkan bakal menghentikan serangan.
Harga minyak telah meningkat sebanyak US$ 10 pada bulan ini karena kekhawatiran tentang pasokan Timur Tengah dan tanda-tanda permintaan global yang lebih kuat, terutama untuk bahan bakar otomotif.
Namun sejauh ini, pasokan minyak mentah dunia masih melimpah. Perkiraan terbaru menempatkan produksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) hampir 2 juta barel per hari di atas permintaan minyak pada semester pertama.
Data pemerintah AS pada hari Rabu menunjukkan stok minyak mentah domestik naik 5,3 juta barel pekan lalu, jauh di atas perkiraan 2,9 juta barel, mencapai rekor 489 juta barel. (Ndw)
Sumber : Liputan6
Wall Street Menguat, Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi 15 Tahun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/4) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks Nasdaq mencetak rekor tertinggi dalam 15 tahun.
DIlansir dari Reuters, Jumat (24/4/2015), indeks Dow Jones Industrial Average naik 20,42 poin atau 0,11 persen menjadi 18.058.69, indeks S&P 500 naik 4,97 poin atau 0,24 persen ke 2.112.93 dan Nasdaq Composite menambahkan 20,89 poin atau 0,41 persen menjadi 5.056,06.
Indeks Nasdaq sempat menyentuh level tertinggi 5.073,091 pada perdagangan hari ini dipimpin saham Apple, yang memberi pengaruh positif terbesar ke indeks dalam beberapa tahun terakhir.
Rekor penutupan berakhir lebih tinggi dari 5.048,62 yang dicetak pada 10 Maret 2000. Indeks S&P 500 juga menguat namun, belum cetak rekor baru.
Pertumbuhan yang cepat di perusahaan bioteknologi seperti Gilead dan perusahaan media sosial seperti Facebook, didorong oleh popularitas komputasi komputasi bergerak atau mobile computing, juga membantu mengangkat Nasdaq ke level saat ini.
Analis memprediksi masih ada peluang untuk indeks Nasdaq untuk terus menguat.
"Saya tidak berpikir penguatan indeks hanya sampai di level. Ini memiliki potensi untuk naik, kecuali ada beberapa peristiwa eksternal yang saya tidak bisa memprediksi," kata Walter Price, Senior Portfolio Manager and Managing Director AllianzGI Global Technology Fund di San Francisco.
Pada perdagangan hari ini, saham Gilead naik 1 persen menjadi US$ 105,21 per saham, sementara Facebook, yang Rabu membukukan pendapatan kuartalan yang meleset dari estimasi analis, turun 2,6 persen menjadi US$ 82,41 per saham.
Saham Apple naik 0,8 persen menjadi US$ 129,67, sedangkan Google naik 1,5 persen menjadi US$ 557,46. Kedua emiten ini menjadi komponen utama dengan kapitalisasi pasar di Nasdaq. Microsoft, yang merupakan komponen utama pada Maret 2000, kini berada di posisi ketiga, diikuti oleh Facebook. (Ndw)
Sumber : Liputan6
DIlansir dari Reuters, Jumat (24/4/2015), indeks Dow Jones Industrial Average naik 20,42 poin atau 0,11 persen menjadi 18.058.69, indeks S&P 500 naik 4,97 poin atau 0,24 persen ke 2.112.93 dan Nasdaq Composite menambahkan 20,89 poin atau 0,41 persen menjadi 5.056,06.
Indeks Nasdaq sempat menyentuh level tertinggi 5.073,091 pada perdagangan hari ini dipimpin saham Apple, yang memberi pengaruh positif terbesar ke indeks dalam beberapa tahun terakhir.
Rekor penutupan berakhir lebih tinggi dari 5.048,62 yang dicetak pada 10 Maret 2000. Indeks S&P 500 juga menguat namun, belum cetak rekor baru.
Pertumbuhan yang cepat di perusahaan bioteknologi seperti Gilead dan perusahaan media sosial seperti Facebook, didorong oleh popularitas komputasi komputasi bergerak atau mobile computing, juga membantu mengangkat Nasdaq ke level saat ini.
Analis memprediksi masih ada peluang untuk indeks Nasdaq untuk terus menguat.
"Saya tidak berpikir penguatan indeks hanya sampai di level. Ini memiliki potensi untuk naik, kecuali ada beberapa peristiwa eksternal yang saya tidak bisa memprediksi," kata Walter Price, Senior Portfolio Manager and Managing Director AllianzGI Global Technology Fund di San Francisco.
Pada perdagangan hari ini, saham Gilead naik 1 persen menjadi US$ 105,21 per saham, sementara Facebook, yang Rabu membukukan pendapatan kuartalan yang meleset dari estimasi analis, turun 2,6 persen menjadi US$ 82,41 per saham.
Saham Apple naik 0,8 persen menjadi US$ 129,67, sedangkan Google naik 1,5 persen menjadi US$ 557,46. Kedua emiten ini menjadi komponen utama dengan kapitalisasi pasar di Nasdaq. Microsoft, yang merupakan komponen utama pada Maret 2000, kini berada di posisi ketiga, diikuti oleh Facebook. (Ndw)
Sumber : Liputan6
Dolar Melemah Menuju Level Terendah dalam Tiga Pekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/4) - Dolar
mencapai level terendahnya dalam hampir tiga pekan terakhir terhadap
mata uang utama pasca meningkatnya klaim pengangguran AS dan lemahnya
data perumahan yang meragukan prospek ekonomi AS.
Dolar
melemah pasca rilis laporan yang menunjukkan aplikasi untuk tunjangan
pengangguran pekan lalu mengalami kenaikan dan penjualan rumah baru
merosot, menambah bukti bahwa pertumbuhan ekonomi AS masih tidak merata.
Parar pembuat kebijakan Federal Reserve ingin melihat tanda-tanda
pertumbuhan dan laju inflasi meningkat sebelum menaikan suku bunga
pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir.
Indeks
Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang
utama, turun sebesar 0,7 persen ke level 1,183.96 pukul 14:46 waktu New
York. Level terendah sejak penutupan pada 3 April lalu. Dolar merosot
sebesar 1,1 persen ke level $1,0842 per euro dan turun sebesar 0,3
persen ke level 119,51 yen.
Indeks dolar telah merosot 1,4 persen pada April pasca menguat selama sembilan bulan terakhir. (izr)
Sumber: Bloomberg
Emas Rebound dari Penurunan Terbesar dalam Enam Pekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/4) - Emas
berjangka rebound dari penurunan terbesar dalam enam pekan terakhir
seiring tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi dari China hingga AS
yang mendorong permintaan untuk aset haven.
Pembelian
rumah baru AS merosot lebih dari perkiraan pada Maret lalu, sementara
kinerja sektor manufaktur melambat di kawasan euro dan China pada bulan
April, menurut laporan terpisah yang dirilis pada hari Kamis. Lemahnya
data ekonomi menghidupkan kembali permintaan terhadap emas pasca Rabu
lalu harga emas anjlok tajam dalam enam terakhir di tengah angka positif
untuk sektor perumahan Amerika.
Pertumbuhan
ekonomi yang tidak merata di AS telah mendorong spekulasi bahwa Federal
Reserve akan menunda lebih lama untuk menaikkan suku bunga, sementara
bank sentral di Eropa dan Asia telah memperluas upaya stimulus untuk
memerangi perlambatan. Investor meningkatkan kepemilikan reksadana
berbasis emas mereka yang diperdagangkan di bursa selama empat sesi
berturut-turut, dan emas ETF bersiap untuk naik pada bulan April untuk
ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir.
Emas
berjangka untuk pengiriman Juni naik sebesar 0,6 persen untuk menetap
di level $1,194.30 per ons pukul 13:45 di Comex di New York. Logam ini
menuju kenaikan bulanan pertama sejak Januari lalu di tengah
kekhawatiran ekonomi global.
Emas
Berjangka turun sebesar 29 persen dalam dua tahun sebelumnya akibat
penguatan dolar dan laju inflasi tetap tidak berubah. Harga emas naik
sebesar 70 persen dari Desember 2008 sampai Juni 2011 lalu sebagian
didorong oleh the Fed yang mempertahankan suku bunga dekat rekor
terendahnya. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik aset
dengan prospek hasil yang lebih baik seperti obligasi dan ekuitas,
sementara mengurangi daya tarik emas, yang umumnya menawarkan keuntungan
hanya melalui kenaikan harga.
Emas
telah turun sebesar 2,5 persen pada Maret lalu akibat penguatan doalr
untuk bulan kesembilan. Dolar turun sebanyak 0,7 persen terhadap 10 mata
uang utama pada hari Kamis. (izr)
Sumber: Bloomberg
Indeks Nasdaq Berakhir Pada Rekor Tertinggi Dalam 15 Tahun Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/4) - Indeks
Nasdaq Composite naik ke level tertingginya dalam 15 tahun terakhir,
melampaui penutupan tertinggi, seiring dengan saham AS mengabaikan laba
yang bervariasi dan data manufaktur yang mengecewakan dari seluruh
dunia. Sementara itu, minyak mentah mengalami kenaikan ke level 4 bulan
tertinggi.
Indeks
Nasdaq Composite naik 0,4 % pada pukul 4 sore waktu New York, berakhir
pada rekor tertinggi untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir.
Indeks Standard & Poor 500 menguat 0,2 %, secara singkat melewati
level tertingginya pada 2 Maret lalu di sesi penutupan. Indeks Stoxx
Europe 600 turun 0,4 %. Sedangkan mata uang euro naik pada spekulasi
bahwa Yunani dan para kreditur akan mencapai kesepakatan untuk menerima
pembayaran bantuan. Minyak mentah melonjak sebesar 2,8 % untuk menetap
di level $ 57,74 di New York.
Pada
hari Kamis, kenaikan pada saham Microsoft Inc dan EBay Inc mendorong
Indeks Nasdaq ditutup pada rekornya, sementara Indeks S&P 500 naik
ke level intraday tertinggi terkait laba dari perusahaan besar melampaui
perkiraan diikuti penguatan dolar membebani penjualan di luar negeri.
Ekspansi manufaktur yang lebih lambat di zona euro dan penurunan data
pabrik di China mengisyaratkan langkah stimulus Asia dan pembelian
obligasi Bank Sentral Eropa belum dapat membantu pertumbuhan ekonomi.
(knc)
Sumber : Bloomberg
Wednesday, 22 April 2015
Serangan Saudi ke Yaman Angkat Kembali Harga Minyak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/4) - Harga minyak mentah dunia bergerak variatif antara Brent dan Minyak
AS. Harga minyak Brent tercatat naik dipicu terjadinya pertempuran di
Yaman, sementara minyak mentah AS turun usai adanya kenaikan pasokan
minyak meskipun produksi melambat.
Melansir laman Reuters, harga minyak Brent ditutup naik 65 sen menjadi US$ 62,73 per barel setelah Gedung Putih mengatakan situasi di Yaman tidak stabil dan lebih perlu dilakukan pengamanan di wilayah tersebut.
Sedangkan minyak mentah AS ditutup melemah 45 sen ke posisi US$ 56,16 per barel.
Harga minyak berjangka North Sea Brent, yang menjadi patokan global ditutup naik 1 persen, usai pesawat tempur dari koalisi yang dipimpin Arab Saudi membom Yaman sehari setelah Riyadh mengatakan serangan udara terhadap pemberontak Iran-sekutu Houthi berakhir di negara tersebut.
Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS di New York ditutup lebih rendah hampir 1 persen setelah data pemerintah menunjukkan penurunan produksi dibandingkan stok yang lebih tinggi.
Harga minyak bergerak cepat dalam dua minggu pertama bulan April di tengah kekhawatiran tentang dampak dari pertempuran di Yaman. Tanda-tanda penurunan produksi minyak AS akan menambah keuntungan pada komoditas ini.
Minyak mentah AS awalnya rebound dari sesi harga terendahnya setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan output minyak dari 18 ribu barel per hari (bph) pekan lalu, dan menjadi produksi yang lebih rendah untuk minggu kedua berturut-turut.
"Ini penurunan lain dalam produksi dan pasar tentu cemas menunggunya," kata Dominick Chirichella, Partner Senior di New York's Energy Management Institute.
Namun EIA juga mengatakan stok minyak mentah AS naik 5,3 juta barel pekan lalu, lebih tinggi dari perkiraan analis 2,9 juta barel, dalam survei Reuters.(Nrm)
Sumber : Liputan6
Melansir laman Reuters, harga minyak Brent ditutup naik 65 sen menjadi US$ 62,73 per barel setelah Gedung Putih mengatakan situasi di Yaman tidak stabil dan lebih perlu dilakukan pengamanan di wilayah tersebut.
Sedangkan minyak mentah AS ditutup melemah 45 sen ke posisi US$ 56,16 per barel.
Harga minyak berjangka North Sea Brent, yang menjadi patokan global ditutup naik 1 persen, usai pesawat tempur dari koalisi yang dipimpin Arab Saudi membom Yaman sehari setelah Riyadh mengatakan serangan udara terhadap pemberontak Iran-sekutu Houthi berakhir di negara tersebut.
Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS di New York ditutup lebih rendah hampir 1 persen setelah data pemerintah menunjukkan penurunan produksi dibandingkan stok yang lebih tinggi.
Harga minyak bergerak cepat dalam dua minggu pertama bulan April di tengah kekhawatiran tentang dampak dari pertempuran di Yaman. Tanda-tanda penurunan produksi minyak AS akan menambah keuntungan pada komoditas ini.
Minyak mentah AS awalnya rebound dari sesi harga terendahnya setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan output minyak dari 18 ribu barel per hari (bph) pekan lalu, dan menjadi produksi yang lebih rendah untuk minggu kedua berturut-turut.
"Ini penurunan lain dalam produksi dan pasar tentu cemas menunggunya," kata Dominick Chirichella, Partner Senior di New York's Energy Management Institute.
Namun EIA juga mengatakan stok minyak mentah AS naik 5,3 juta barel pekan lalu, lebih tinggi dari perkiraan analis 2,9 juta barel, dalam survei Reuters.(Nrm)
Sumber : Liputan6
Bursa AS Menguat Didorong Rencana Aturan Baru Perbankan di China
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/4) - Pasar saham Amerika Serikat (AS) berakhir menguat dipicu aksi
ekspansi Visa ke Cina dan rencana McDonald merubah strategi penjualannya
yang membuat investor melihat kenaikan laba kuartalan
perusahaan-perusahaan di negara tersebut.
Melansir laman Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 88,68 poin atau 0,49 persen menjadi 18.038,27 poin. Indeks S & P 500 naik 10,67 poin atau 0,51 persen ke posisi 2.107,96 dan Nasdaq Composite bertambah 21,07 poin atau 0,42 persen menjadi 5.035,17.
Semua 10 besar saham yang masuk dalam indeks S & P 500 tercatat naik, dengan indeks teknologi memperoleh kenaikan 1,09 persen, didorong Visa dan MasterCard.
Saham Visa naik 4,07 persen menjadi US$ 68,01 setelah mencapai rekor tertinggi di US$ 69,98 per saham. Sementara saham MasterCard ditutup naik 3,91 persen. Ini terjadi setelah China mengatakan akan membuka pasar untuk perusahaan-perusahaan asing bertransaksi kliring di bank domestik.
Sementara saham McDonald melonjak 3,13 persen setelah perusahaan mengatakan rencana untuk menaikkan kembali penjualan yang menyusut.
Seminggu yang lalu, lebih dari 80 persen sektor saham perusahaan dalam indeks S & P 500 membukukan laba kuartalan yang melebihi perkiraan. Namun, kini terjadi penurunan, karena terjadinya penguatan dolar AS.
"Kami mencermati pendapatan tersebut. Ini merupakan campuran, tetapi tidak ada perubahan drastis untuk pemulihan ekonomi secara umum," ujar Michael Sansoterra, Manajer Portofolio RidgeWorth Large Cap Growth Fund di Atlanta.
Sementara itu, Derek Hoyt, Kepala Investasi KDV Wealth Management mengaku khawatir ada valuasi, dan beberapa perusahaan teknologi diperdagangkan pada kelipatan yang sangat tinggi.
Di luar pendapatan, investor Wall Street tetap termotivasi untuk berinvestasi di saham karena kebijakan suku bunga rendah oleh Federal Reserve.
Sekitar 6,0 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian 6,2 miliar di bulan ini, menurut BATS Global Markets.(Nrm)
Sumber : Liputan6
Melansir laman Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 88,68 poin atau 0,49 persen menjadi 18.038,27 poin. Indeks S & P 500 naik 10,67 poin atau 0,51 persen ke posisi 2.107,96 dan Nasdaq Composite bertambah 21,07 poin atau 0,42 persen menjadi 5.035,17.
Semua 10 besar saham yang masuk dalam indeks S & P 500 tercatat naik, dengan indeks teknologi memperoleh kenaikan 1,09 persen, didorong Visa dan MasterCard.
Saham Visa naik 4,07 persen menjadi US$ 68,01 setelah mencapai rekor tertinggi di US$ 69,98 per saham. Sementara saham MasterCard ditutup naik 3,91 persen. Ini terjadi setelah China mengatakan akan membuka pasar untuk perusahaan-perusahaan asing bertransaksi kliring di bank domestik.
Sementara saham McDonald melonjak 3,13 persen setelah perusahaan mengatakan rencana untuk menaikkan kembali penjualan yang menyusut.
Seminggu yang lalu, lebih dari 80 persen sektor saham perusahaan dalam indeks S & P 500 membukukan laba kuartalan yang melebihi perkiraan. Namun, kini terjadi penurunan, karena terjadinya penguatan dolar AS.
"Kami mencermati pendapatan tersebut. Ini merupakan campuran, tetapi tidak ada perubahan drastis untuk pemulihan ekonomi secara umum," ujar Michael Sansoterra, Manajer Portofolio RidgeWorth Large Cap Growth Fund di Atlanta.
Sementara itu, Derek Hoyt, Kepala Investasi KDV Wealth Management mengaku khawatir ada valuasi, dan beberapa perusahaan teknologi diperdagangkan pada kelipatan yang sangat tinggi.
Di luar pendapatan, investor Wall Street tetap termotivasi untuk berinvestasi di saham karena kebijakan suku bunga rendah oleh Federal Reserve.
Sekitar 6,0 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian 6,2 miliar di bulan ini, menurut BATS Global Markets.(Nrm)
Sumber : Liputan6
Emas Berjangka Turun Seiring Penjualan Rumah Lama di AS Meningkat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/4) - Emas
berjangka mengalami penurunan terbesarnya dalam 6 minggu terakhir
seiring tanda-tanda pemulihan pertumbuhan ekonomi AS mengurangi
permintaan untuk logam mulia tersebut sebagai aset alternatif. Sementara
itu, perak melemah ke level terendahnya sejak pertengahan Maret lalu.
Penjualan
rumah lama di AS meningkat pada bulan Maret ke level tertinggi sejak
September 2013 silam, menurut data National Association of Realtors pada
hari Rabu. Mata uang dolar memangkas penurunan terhadap 10 mata uang
utama, sedangkan emas turun ke level sepekan terendah. Logam merosot
sebesar 2,5 % pada bulan Maret seiring mata uang dolar AS menguat pada
bulan kesembilan.
Emas
berjangka untuk pengiriman bulan Juni turun 1,3 % untuk menetap di
level $ 1,186.90 per ons pada pukul 1:50 di Comex New York, yang
merupakan penurunan terbesarnya untuk kontrak teraktif sejak 6 Maret
lalu. Sebelumnya, logam mulia tersebut menyentuh level $ 1.185, level
terendahnya sejak 14 April. (knc)
Sumber : Bloomberg
Bursa AS Ditutup Menguat Ditengah Rally Saham Coke & McDonald
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/4) - Saham
AS naik menuju rekornya, diikuti Indeks Nasdaq Composite pada level
penutupan tertingginya sejak tahun 2000 silam, seiring dengan saham
teknologi, Coca-Cola Co dan McDonald Corp mengalami kenaikan setelah
melaporkan laba perusahaan.
Saham
Coca-Cola naik 1,3 % karena meningkatnya pembelian konsumen selama
kuartal tersebut. Saham McDonald melonjak sebesar 3,1 % terkait Chief
Executive Officer Steve Easterbrook berjanji untuk memberikan rincian
perencanaan perubahan pada bulan depan. Visa Inc dan MasterCard Inc,
perusahaan pembayaran jaringan terbesar di dunia, mengalami lonjakan
terbesarnya sejak Oktober lalu pada prospek untuk bisnis di China.
Indeks
Standard & Poor 500 naik 0,5 % ke level 2,107.93, kurang dari 10
poin dari rekornya, pada pukul 4 sore waktu New York. Indeks Nasdaq
Composite melonjak 0,4 %. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat
88,01 poin atau 0,5 %, ke level 18,037.60.
Sementara
para analis memprediksikan penurunan laba perusahaan hingga bulan
September mendatang. Para analis memperkirakan laba perusahaan kuartal
pertama pada Indeks S&P 500 akan turun sebesar 4,3 %, lebih baik
dari perkiraan tanggal 10 April sebesar 5,6 %. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham AS Melonjak Menuju Rekor Tertinggi Ditengah Laporan Laba
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/4) - Saham AS naik di tengah serentetan laporan laba perusahaan dari Coca-Cola Co hingga McDonald corp. Saham energi menguat pasca minyak hapus penurunan terkait data persediaan, sementara Treasuries turun terkait spekulasi suku bunga akan ditingkatkan pada tahun ini.
Indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 0,3 persen pukul 12:47 siang di New York. Saham Visa Inc melonjak tajam sejak Oktober lalu pasca China mengindikasikan perusahaan dapat memasuki pasar. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup di atas level 20.000 untuk pertama kalinya sejak tahun 2000 lalu. Treasury tenor 10-tahun naik enam basis poin menjadi 1,97 persen. Obligasi imbal hasil tenor lima tahun Yunani merosot 189 basis poin menjadi 18,94 persen. Minyak naik 0,2 persen menjadi $ 56,74 per barel.
Investor menilai kekuatan perusahaan Amerika, sekitar 80 persen perusahaan yang terdaftar pada indeks S&P 500 telah melaporkan labar kuartalan yang mengalahkan proyeksi, sementara hanya 48 persen telah melampaui perkiraan penjualan. Data penjualan rumah yang tangan kedua menunjukkan peningkatan yang lebih baik dari perkiraan mendorong meningkatnya spekulasi Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga tahun ini. Yunani telah memenangkan akses ke dana darurat bagi bank kreditur. (izr)
Sumber: Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 0,3 persen pukul 12:47 siang di New York. Saham Visa Inc melonjak tajam sejak Oktober lalu pasca China mengindikasikan perusahaan dapat memasuki pasar. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup di atas level 20.000 untuk pertama kalinya sejak tahun 2000 lalu. Treasury tenor 10-tahun naik enam basis poin menjadi 1,97 persen. Obligasi imbal hasil tenor lima tahun Yunani merosot 189 basis poin menjadi 18,94 persen. Minyak naik 0,2 persen menjadi $ 56,74 per barel.
Investor menilai kekuatan perusahaan Amerika, sekitar 80 persen perusahaan yang terdaftar pada indeks S&P 500 telah melaporkan labar kuartalan yang mengalahkan proyeksi, sementara hanya 48 persen telah melampaui perkiraan penjualan. Data penjualan rumah yang tangan kedua menunjukkan peningkatan yang lebih baik dari perkiraan mendorong meningkatnya spekulasi Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga tahun ini. Yunani telah memenangkan akses ke dana darurat bagi bank kreditur. (izr)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 21 April 2015
Harga Minyak Jatuh Akibat Penghentian Operasi Militer di Yaman
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/4) - Harga minyak turun pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) akibat
koalisi yang dipimpin Arab Saudi memutuskan untuk mengakhiri operasi
militer yang berlangsung hampir sebulan di Yaman. Hal ini mengurangi
kekhawatiran bahwa kekerasan di Timur Tengah dapat mempengaruhi produksi
minyak di wilayah tersebut.
Meskipun Yaman memiliki produksi minyak kecil, konflik telah memicu kekhawatiran kalau kekerasan bisa menyebar ke negara-negara pengekspor minyak lain di kawasan Timur Tengah dan mengganggu kegiatan produksi minyak.
"Saya tidak berpikir siapa pun mengharapkan operasi militer ini berakhir begitu cepat," kata analis di Price Futures Group Phil Flynn di Chicago seperti
dilansir dari Wall Street Journal, Rabu (22/4/2015).
Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun US$ 1,12 atau 2 persen menjadi US$ 55,26 per barel di New York Mercantile Exchange, terendah dalam satu minggu. Harga minyak jenis Brent, patokan global, turun US$ 1,37 atau 2,2 persen menjadi US$ 62,08 per barel di ICE Futures Europe.
Pelaku pasar menunggu data pasokan energi Amerika Serikat (AS) terbaru. Persediaan minyak mentah AS berada pada level tertinggi dalam lebih dari 80 tahun. Analis yang disurvei oleh The Wall Street Journal mengharapkan laporan untuk menunjukkan bahwa stok minyak naik 2,8 juta barel pada pekan lalu, sementara persediaan bensin turun 800 ribu barel.
Laporan American Petroleum Institute, sebuah kelompok industri, menunjukkan adanya adanya peningkatan 5,5 juta barel dalam stok minyak mentah pada pekan yang sama, menurut pengamat pasar. Kelompok ini juga melaporkan persediaan bensin naik 1,1 juta barel, dan persediaan distilat naik 1,7 juta barel. Harga jatuh di perdagangan elektronik setelah laporan tersebut.
EIA melaporkan penurunan produksi mingguan dalam dua dari tiga laporan terakhir, dan banyak pengamat pasar juga menunggu untuk melihat apakah tren tersebut akan terus berlanjut. Namun, data mingguan dianggap kurang dapat diandalkan dibandingkan data bulanan, yang hanya tersedia hingga Januari. (Ndw)
Sumber : Liputan6
Meskipun Yaman memiliki produksi minyak kecil, konflik telah memicu kekhawatiran kalau kekerasan bisa menyebar ke negara-negara pengekspor minyak lain di kawasan Timur Tengah dan mengganggu kegiatan produksi minyak.
"Saya tidak berpikir siapa pun mengharapkan operasi militer ini berakhir begitu cepat," kata analis di Price Futures Group Phil Flynn di Chicago seperti
dilansir dari Wall Street Journal, Rabu (22/4/2015).
Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun US$ 1,12 atau 2 persen menjadi US$ 55,26 per barel di New York Mercantile Exchange, terendah dalam satu minggu. Harga minyak jenis Brent, patokan global, turun US$ 1,37 atau 2,2 persen menjadi US$ 62,08 per barel di ICE Futures Europe.
Pelaku pasar menunggu data pasokan energi Amerika Serikat (AS) terbaru. Persediaan minyak mentah AS berada pada level tertinggi dalam lebih dari 80 tahun. Analis yang disurvei oleh The Wall Street Journal mengharapkan laporan untuk menunjukkan bahwa stok minyak naik 2,8 juta barel pada pekan lalu, sementara persediaan bensin turun 800 ribu barel.
Laporan American Petroleum Institute, sebuah kelompok industri, menunjukkan adanya adanya peningkatan 5,5 juta barel dalam stok minyak mentah pada pekan yang sama, menurut pengamat pasar. Kelompok ini juga melaporkan persediaan bensin naik 1,1 juta barel, dan persediaan distilat naik 1,7 juta barel. Harga jatuh di perdagangan elektronik setelah laporan tersebut.
EIA melaporkan penurunan produksi mingguan dalam dua dari tiga laporan terakhir, dan banyak pengamat pasar juga menunggu untuk melihat apakah tren tersebut akan terus berlanjut. Namun, data mingguan dianggap kurang dapat diandalkan dibandingkan data bulanan, yang hanya tersedia hingga Januari. (Ndw)
Sumber : Liputan6
Wall Street Ditutup Mixed, Dow Jones Terpukul
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/4) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup mixed pada
perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan indeks Dow Jones berakhir
lebih rendah tertekan laporan kinerja keuangan emiten. Sementara Nasdaq
ditutup mendekati rekor tinggi setelah aksi merger saham bioteknologi,
Mylan.
Dilansir dari Reuters, Rabu (22/4/2015), saham Travelers, DuPont and IBM membebani indeks Dow Jones. DuPont melaporkan penjualan yang lebih rendah di semua lini bisnis dan penguatan dolar akan berpengaruh pada laba setahun penuh.
IBM juga menyebutkan efek mata uang ketika melaporkan penurunan pendapatan. DuPont mengakhiri sesi dengan turun 2,95 persen menjadi US$ 70,69 persaham dan IBM turun 1,14 persen menjadi US$ 164,26 per saham.
Investor tengah berjuang untuk mengukur dampak dari penguatan dolar AS terhadap kinerja perusahaan multinasional AS, termasuk perusahaan teknologi seperti Facebook, Google, Qualcomm, dan Microsoft yang menjual berbagai produk dan layanan mereka di luar negeri dan diharapkan untuk melaporkan pendapatan mereka pekan ini.
Dolar telah menguat hampir 9 persen terhadap sekeranjang mata uang utama dunia sejak awal tahun. Hal ini menekan perusahaan besar yang beroperasi di luar negeri.
Travelers melaporkan penurunan laba bersih kuartalan dan sahamnya berakhir turun 4,01 persen.
Dow Jones Industrial Average turun 85,34 poin atau 0,47 persen menjadi 17.949,59. Indeks S&P 500 kehilangan 3,11 poin atau 0,15 persen ke 2.097,29 dan Nasdaq Composite menambahkan 19,5 poin atau 0,39 persen menjadi 5.014,10.
Saham Mylan naik 8,85 persen menjadi US$ 74,07 setelah produsen obat Israel Teva mengajukan tawaran US$ 82 per saham. Transaksi ini akan menjadi pengambilalihan terbesar dalam industri obat pada tahun ini. Saham Teva naik 1,37 persen. Indeks Nasdaq Biotek berakhir 1,87 persen.
Sementara saham Chipotle Mexican Grill dan Yahoo yang merilis laporan kuartalan, sahamnya jatuh masing-masing 4,5 persen dan 1,19 persen.(Ndw)
Sumber : Liputan6
Dilansir dari Reuters, Rabu (22/4/2015), saham Travelers, DuPont and IBM membebani indeks Dow Jones. DuPont melaporkan penjualan yang lebih rendah di semua lini bisnis dan penguatan dolar akan berpengaruh pada laba setahun penuh.
IBM juga menyebutkan efek mata uang ketika melaporkan penurunan pendapatan. DuPont mengakhiri sesi dengan turun 2,95 persen menjadi US$ 70,69 persaham dan IBM turun 1,14 persen menjadi US$ 164,26 per saham.
Investor tengah berjuang untuk mengukur dampak dari penguatan dolar AS terhadap kinerja perusahaan multinasional AS, termasuk perusahaan teknologi seperti Facebook, Google, Qualcomm, dan Microsoft yang menjual berbagai produk dan layanan mereka di luar negeri dan diharapkan untuk melaporkan pendapatan mereka pekan ini.
Dolar telah menguat hampir 9 persen terhadap sekeranjang mata uang utama dunia sejak awal tahun. Hal ini menekan perusahaan besar yang beroperasi di luar negeri.
Travelers melaporkan penurunan laba bersih kuartalan dan sahamnya berakhir turun 4,01 persen.
Dow Jones Industrial Average turun 85,34 poin atau 0,47 persen menjadi 17.949,59. Indeks S&P 500 kehilangan 3,11 poin atau 0,15 persen ke 2.097,29 dan Nasdaq Composite menambahkan 19,5 poin atau 0,39 persen menjadi 5.014,10.
Saham Mylan naik 8,85 persen menjadi US$ 74,07 setelah produsen obat Israel Teva mengajukan tawaran US$ 82 per saham. Transaksi ini akan menjadi pengambilalihan terbesar dalam industri obat pada tahun ini. Saham Teva naik 1,37 persen. Indeks Nasdaq Biotek berakhir 1,87 persen.
Sementara saham Chipotle Mexican Grill dan Yahoo yang merilis laporan kuartalan, sahamnya jatuh masing-masing 4,5 persen dan 1,19 persen.(Ndw)
Sumber : Liputan6
Euro Berada dilevel Terendah 12 Tahun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/4) - Euro
ditransaksikan pada level terendahnya hampir dalam 12 tahun terakhir
terhadap dolar karena meningkatnya kekhawatiran investor tentang masa
depan pendanaan Yunani, dengan Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan
mempelajari cara-cara untuk mengendalikan pembiayaan darurat kepada
negara kreditur.
Euro
bergerak fluktuatif pasca staf ECB mengusulkan untuk meningkatkan
kendala pada bank-bak yang akan meminjam dari Bank of Greece. Sementara
itu, tingkat kepercayaan investor Jerman secara tak terduga jatuh untuk
pertama kalinya dalam enam bulan terakhir pada bulan April, menunjukkan
sentimen negative terhadap perekonomian terbesar di Eropa tersebut.
Euro
stagnan pada level $1,0737 pukul 03:33 di New York, menyusul penurunan
sebesar 0,6 persen pada Senin kemarin. Sebelumnya pada awal sesi
perdagangan hari Selasa terkoreksi sebesar 0,7 persen. Euro naik sebesar
0,4 persen ke level 128,47 yen.
Euro
ditransaksikan mendekati level terendah dalam 12-tahun terakhir di
level $1,0458 pada 16 Maret lalu dan berada di jalur penurunan untuk
bulan ke-10 terhadap dolar. Beberapa analis memperkirakan dua mata uang
dapat mencapai harga paritas tahun ini. (izr)
Sumber: Bloomberg
Emas Naik Terkait Meningkatnya Kekhawatiran Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/4) - Emas
berjangka naik ke level tertingginya dalam lebih dari seminggu terakhir
seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa Yunani akan terhalang dalam
upaya untuk menghindari default, meningkatnya permintaan untuk logam
mulia tersebut sebagai aset safe haven.
Bank
Sentral Eropa sedang mempelajari langkah-langkah untuk mengendalikan
dana darurat bagi bank-bank Yunani sebagai perlawanan terhadap bantuan
lebih lanjut untuk pemberi pinjaman, menurut orang-orang yang berada
dalam diskusi tersebut. Sebuah serangan udara di Saudi dekat ibukota
Yaman menambah permintaan asset. Pada hari Senin, kepemilikan dalam
produk yang diperdagangkan di bursa didukung oleh kenaikan harga emas ke
level 1,621.7 ton, yang merupakan level tertingginya sejak 25 Maret
lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Emas
berjangka untuk pengiriman bulan Juni naik 0,8 % untuk menetap di level
$ 1,203.10 per ons pada pukul 1:43 siang di Comex New York, kenaikan
terbesarnya untuk kontrak teraktif sejak 10 April. Harga emas telah naik
sebesar 1,6 % sepanjang tahun ini di tengah spekulasi bahwa AS akan
menaikkan suku bunga secara bertahap.
Per
tanggal 1 April, bank sentral Rusia menambah cadangan sekitar 30 ton,
penambahan tertingginya dalam 6 bulan terakhir, dibandingkan dengan awal
Maret lalu.
Sementara itu, perak untuk pengiriman bulan Mei menguat 0,7 % ke level $ 16,008 per ons di Comex.
Di
New York Mercantile Exchange, platinum berjangka untuk pengiriman bulan
Juli naik 0,3 % ke level $ 1,152.50 per ons. Sedangkan palladium
berjangka untuk pengiriman bulan Juni menguat 0,3 % ke level $ 774,55
per ons. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham AS Bergerak Bervariasi Ditengah Penawaran Mylan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/4) - Indeks saham AS bervariasi, seiring indeks Nasdaq 100 naik terkait penawaran akuisisi Mylan NV, sementara indeks Dow Jones Industrial Average merosot pasca Travelers Cos. Dan DuPont Co melaporkan laba yang mengecewakan. Saham-saham emerging market kembali menguat dan emas naik.
Indeks Nasdaq 100 naik sebesar 0,4 persen pukul 16:00 di New York, sedangkan indeks Dow Jones merosot sebesar 0,5 persen. Indeks Stoxx Europe Index melonjak sebesar 0,6 persen, dan saham emerging market naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir. Emas naik terkait meningkatnya permintaan atas aset safe haven, sementara obligasi imbal hasil tenor 10-tahun Yunani jatuh untuk hari ketujuh seiring meningkatnya kekhawatiran tentang kemungkinan Yunani mengalami default (gagal bayar).
Saham Mylan rally pasca Teva Pharmaceutical Industries Ltd mengajukan penawaran akuisisi sekitar $40.1 miliar, ini merupakan penawaran akuisisi terbesar industri obat tahun ini. Investor menilai pendapatan yang berfariasi dari Under Armour Inc hingga United Technologies Corp menunjukan peningkatan neraca perusahaan. Indeks Standard & Poor 500 kurang 1 persen dari rekor baru tertingginya yang dicapai pada 2 Maret lalu, pada hari yang sama indeks Nasdaq Composite menembus level 5.000 untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir. (izr)
Sumber: Bloomberg
Indeks Nasdaq 100 naik sebesar 0,4 persen pukul 16:00 di New York, sedangkan indeks Dow Jones merosot sebesar 0,5 persen. Indeks Stoxx Europe Index melonjak sebesar 0,6 persen, dan saham emerging market naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir. Emas naik terkait meningkatnya permintaan atas aset safe haven, sementara obligasi imbal hasil tenor 10-tahun Yunani jatuh untuk hari ketujuh seiring meningkatnya kekhawatiran tentang kemungkinan Yunani mengalami default (gagal bayar).
Saham Mylan rally pasca Teva Pharmaceutical Industries Ltd mengajukan penawaran akuisisi sekitar $40.1 miliar, ini merupakan penawaran akuisisi terbesar industri obat tahun ini. Investor menilai pendapatan yang berfariasi dari Under Armour Inc hingga United Technologies Corp menunjukan peningkatan neraca perusahaan. Indeks Standard & Poor 500 kurang 1 persen dari rekor baru tertingginya yang dicapai pada 2 Maret lalu, pada hari yang sama indeks Nasdaq Composite menembus level 5.000 untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir. (izr)
Sumber: Bloomberg
Monday, 20 April 2015
Emas Meredup Seiring Rally Ekuitas & Dollar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/4) - Emas
berjangka mengalami penurunan terbesarnya dalam seminggu terakhir
seiring aksi dari pergerakan ekuitas dan mata uang dolar dapat
mengurangi permintaan pada logam mulia sebagai investasi alternatif.
Saham AS dan Eropa
menguat setelah bank sentral China memangkas persyaratan cadangan
pemberi pinjaman terbesar sejak krisis keuangan global. Sementara itu,
Dolar naik untuk pertama kalinya dalam sepekan terakhir terhadap 10 mata
uang utama. Emas turun 2,5 % selama bulan Maret terkait mata uang dolar
menguat pada bulan kesembilan. Sedangkan perak, platinum dan paladium
melemah pada hari Senin.
Emas berjangka untuk
pengiriman bulan Juni turun 0,8 % untuk menetap di level $ 1,193.70 per
ons pada pukul 1:48 siang di Comex New York, yang merupakan penurunan
terbesarnya untuk kontrak teraktif sejak 9 April lalu. Logam melemah
selama tiga kuartal berturut-turut di tengah kekhawatiran bahwa Federal
Reserve akan menaikkan suku bunga.
Kebijakan moneter AS
akan tetap akomodatif setelah bank sentral menaikkan suku bunga, yang
kemungkinan terjadi pada tahun 2015 mendatang, Presiden Federal Reserve
New York William C. Dudley mengatakan dalam sebuah pidato hari Senin di
Bloomberg Amerika Moneter Summit.
Perak untuk pengiriman
bulan Mei turun 2,1 % ke level $ 15,889 per ons di Comex. Sebelumnya,
harga perak menyentuh level $ 15,82, yang merupakan level terendahnya
sejak 19 Maret lalu.
Di New York Mercantile
Exchange, platinum berjangka untuk pengiriman bulan Juli melemah 1,6 %
ke level $ 1,148.80 per ons, penurunan terbesarnya sejak 30 Maret.
Palladium berjangka
untuk pengiriman bulan Juni turun 1,3 % ke level $ 772,40 per ons,
penurunan terbesarnya sejak 8 April lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg
Euro Akhiri Penguatan Terbaiknya Tahun ini
BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/4) - Euro
turun, mengakhiri rally selama empat hari terakhir terhadap dolar,
seiring selisih pendapat antara pemimpin Eropa dengan Yunani yang
menantang tentang bagaimana untuk menghindari default dan pembiayaan
aman.
Mata
uang tunggal (Euro) jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama
akibat Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras memerintahkan pemerintah
daerah untuk memindahkan dananya ke bank sentral berdasarkan kebutuhan
uang tunai untuk gaji, pensiun dan pembayaran kepada Dana Moneter
Internasional. Ketua Federal Reserve Bank of New York Presiden William
C. Dudley mengatakan ia relatif optimis bahwa rebound pertumbuhan
ekonomi AS akan didukung oleh keputusan kenaikan suku bunga akhir tahun
ini, mendorong permintaan untuk mata uang AS.
Euro
melemah sebesar 0,7 persen ke level $1,0732 pukul 13:39 di New York,
mengikuti penguatan sebesar 2,3 persen selama empat hari terakhir,
mencetak penguatan terpanjang sejak April tahun lalu. Euro turun sebesar
0,3 persen ke level 128,15 yen.
Euro telah turun sebesar 7,9 persen tahun ini, menurut the Bloomberg Correlation-Weighted Index. Yen naik sebesar 5,5 persen, sementara dolar telah menguat sebesar 5,1 persen. (izr)
Sumber: Bloomberg
Pelemahan Yen & Rebound dalam Saham AS Angkat Saham Asia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/4) - Saham-saham
Asia menguat pagi ini, menyusul rebound dalam bursa saham AS, setelah
penurunan pertama yen dalam tujuh hari didukung para eksportir Jepang.
Saham material dan kesehatan memimpin kenaikan dalam indeks.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik 0,2% ke level 152,57 pada pukul 09:01 pagi di
Tokyo. Kemarin, indeks tersebut melemah 0,9%, yang terbesar dalam hampir
sebulan, setelah pembatasan China dalam perdagangan spekulatif
sebanding dengan pemangkasan terbesar oleh bank sentral untuk
persyaratan cadangan sejak tahun 2008. Ekuitas berjangka China mengarah
ke rebound pada hari Selasa, dengan kontrak pada Indeks Hang Seng China
Enterprises untuk saham mainland di Hong Kong naik 0,9%.
Indeks
Topix Jepang menguat 0,4% setelah pada Senin kemarin yen melemah 0,2%.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,3%. Indeks S&P/ASX 200 Australia
dan Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,2%.
Indeks
Standard & Poor 500 naik 0,9% kemarin, rebound dari penurunan
terburuk dalam tiga minggu terakhir setelah IBM Corp. memimpin reli
dalam saham teknologi. E-mini futures pada indeks ekuitas naik 0,1% pada
hari Selasa.
Presiden
Federal Reserve Bank of New York, William C. Dudley mengatakan ia
relatif optimis rebound pertumbuhan akan menjamin menaikkan suku bunga
pada tahun 2015, meskipun dia "tidak cukup percaya diri sekarang" bahwa
inflasi akan naik.
Para
otoritas The Fed pada bulan lalu terbagi mengenai apakah mereka akan
menaikkan suku bunga pada bulan Juni atau tidak, perdebatan yang terjadi
sebelum rilis angka payroll yang mengecewakan untuk bulan Maret,
menurut risalah dari pertemuan kebijakan terbaru mereka.(frk)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Posts (Atom)
