Sunday, 6 December 2015

Akhir 2015, Pengapalan Handset Android Akan Tembus 1,16 Miliar

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/12) - Kurang dari tiga pekan, akhir tahun akan segera tiba. Salah satu pertanyaan yang bergulir saat ini adalah bagaimanakah kondisi penjualan smartphone? Sistem operasi apakah yang menjadi 'raja' di tahun ini?

International Data Corporation (IDC), sebagaimana dikutip dari Phone Arena, Senin (7/12/2015), mengatakan bahwa menuju detik-detik terakhir 2015 ini, akan ada 1,16 miliar handset berbasis Android yang terkirim selama tahun ini.

Artinya, angka tersebut mengalami peningkatan 9,5% dari tahun sebelumnya. Dengan demikian, sistem operasi open source besutan Google ini akan mengantongi 81,2% dari pangsa pasar smartphone secara global.

Sementara Apple akan mampu mengapalkan 226 juta unit iPhone pada tahun ini. Angka tersebut hanya memberikan Apple 15,8% dari pangsa pasar smartphone dunia. Namun penting diketahui, dengan jumlah tersebut Apple mengalami pertumbuhan 17,3% dari tahun sebelumnya.

IDC memperkirakan 31,3 juta unit Windows Phone akan dikirimkan pada 2015. Angka ini akan memberikan sistem operasi mobile buatan Microsoft tersebut pangsa pasar global sebesar 2,2%. Tetapi, jumlah handset Windows Phone yang dikirim akan menurun 10,2%.

Perusahaan riset tersebut juga memutuskan untuk melihat seperti apa tren di 2019 kelak. Diperkirakan, dalam empat tahun yang akan datang, 1,54 miliar ponsel Android akan dikirimkan, yang akan menguasai 82,6% dari pasar smartphone global.

Sementara pertumbuhan dari tahun ke tahun akan turun setengah dari angka pada tahun ini, menjadi 4,8%. Sehingga, Android akan menikmati tingkat pertumbuhan sebesar 7,7% pada rentang 2015-2019.

Kemudian IDC juga memperkirakan laju pertumbuhan tahunan Apple menjadi 6,5% selama periode waktu yang sama, di mana 263,4 juta unit iPhone akan dikapalkan pada 2019. Angka tersebut cukup baik untuk pangsa pasar 14,1%, yang akan memberikan Apple tingkat pertumbuhan 3,1% tahun ke tahun pada 2019 nanti.

Dengan 43,6 juta unit yang diharapkan akan terkirim pada 2019, menurut IDC, Windows Phone akan meraih 2,3% pangsa pasar. Sementara tingkat pertumbuhan platform tersebut dalam lima tahun ke depan akan mencapai 4,5%, Windows Phone akan memiliki tingkat pertumbuhan tahun ke tahun yang lebih tinggi pada 2019 dari iOS atau Android yakni sebesar 11,4%.

Untuk 2019, IDC memprediksi bahwa 1,86 miliar smartphone akan terkirim. Pengiriman smartphone akan tumbuh sebesar 7,4% dalam kurun waktu 2015-2019. Perlu diingat, apa pun bisa terjadi antara saat ini dan 2019 nanti yang dapat membuat perkiraan tertolak.

Sebuah fitur baru yang menakjubkan dari sebuah sistem operasi, atau bahkan sistem operasi baru, dapat membuat angka-angka ini terlihat konyol dalam empat tahun ke depan.

(Why/Isk)

Sumber : Liputan6

Menanti Keputusan The Fed, IHSG Bakal Konsolidasi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/12) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada di fase konsolidasi pada perdagangan saham awal pekan ini. Hal itu lantaran pelaku pasar juga cenderung menunggu hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) pada pertengahan bulan.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG kembali mengalami tekanan di akhir pekan perdagangan namun mulai terdapat aliran dana asing kembali masuk. Hal itu efek dari masih tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang memberikan pengaruh sendiri ke pergerakan IHSG.

Selain itu juga dengan harga minyak akan tetapi kenaikan harga minyak kelapa sawit memberikan angin segar untuk emiten perkebunan yang menopang pergerakan IHSG. Keluarnya dana asing juga disinyalir investor sedang menanti kembali kepastian kenaikan suku bunga bank sentral AS pada pertengahan Desember.

Melihat kondisi itu, William memprediksi, IHSG lebih bergerak masuk fase konsolidasi. IHSG akan berada di level support 4.502 dan resistance 4.590. "Hari ini IHSG masih fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat," ujar William, dalam ulasannya Senin (7/12/2015).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities memperkirakan IHSG bergerak variasi dengan kisaran 4.490-4.550 pada awal pekan ini.

"Secara teknikal, IHSG  break out support rata-rata pergerakan 25 harian dan menguji support rata-rata pergerakan 50 harian di level 4.492. Peluang pelemahan masih terlihat cukup besar dengan indikator stochastic terkonsolidasi dengan momentum bergerak melemah," jelas Lanjar.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat 4 Desember 2015, IHSG melemah 28,93 poin atau 0,64 persen ke level 4.508,45. Indeks saham LQ45 susut 0,81 persen ke level 777,48. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan kecuali indeks saham DBX menguat 0,26 persen ke level 651,69.


Sumber : Liputan6

Laju IHSG Bakal Bervariasi Menanti Keputusan The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/12) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal variatif pada perdagangan saham sepekan. Sentimen penggerak indeks saham masih mengacu pada rencana kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS)/The Federal Reserve (The Fed).

Analis PT Waterfront Securities Oktavianus Marbun mengatakan, saat ini pelaku pasar tengah menunggu data-data ekonomi AS. Data ekonomi menjadi landasan bank sentral untuk menaikan suku bunga.

"Masih mixed lagi, masih soal suku bunga, kalau naik Desember, nunggu dua minggu. Ini menunggu data," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Sejalan dengan itu, aktivitas untuk mempercantik portofolio saham (window dressing) juga mengiring pergerakan IHSG. Aktivitas ini, lumrah terjadi pada akhir tahun.

Kemudian, paket ekonomi jilid VII dengan  pemerintah memberikan keringanan-keringan pada pelaku industri juga menjadi penentu laju IHSG. Oktavianus memprediksi IHSG bergerak pada support 4.446-4.474. Lalu resistance pada level 4.540-4.561.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo mengatakan, saat ini sudah dimulai window dressing. Sejumlah sektor saham dinilai akan mengangkat IHSG seperti sektor saham perbankan dan konstruksi.

Dengan melihat kondisi itu, ia memprediksi IHSG berada di level 4.700-4.750 hingga akhir 2015. "Kalau target maksimalnya 4.950," kata Satrio.

Pilihan saham untuk perdagangan pekan ini, Oktavianus merekomendasikan beli ketika melemah (buy on weakness) saham PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Kemudian akumulasi beli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat 4 Desember 2015, IHSG melemah 28,93 poin atau 0,64 persen ke level 4.508,45. Indeks saham LQ45 susut 0,81 persen ke level 777,48.


Sumber : Liputan6

Thursday, 3 December 2015

GOLD MARKET UPDATE 04DEC2015 (Morning)


Saham AS Turun Ditengah Pernyataan Yellen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/12) - Saham AS turun seiring Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan perekonomian hampir siap untuk suku bunga yang lebih tinggi, sedangkan langkah-langkah stimulus tambahan Bank Sentral Eropa mengecewakan investor.
Ekuitas jatuh ke level 2 pekan terendah dan menuju akhir tahun dengan langkah-langkah terkecil dalam 4 tahun terakhir. Investor berjuang dengan berbagai pengaruh, termasuk kebijakan yang berbeda dari bank sentral utama, data ekonomi yang tidak merata dan gejolak di pasar komoditas. Saham energi hari ini terbebani untuk sesi kedua, meskipun rebound pada harga minyak.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,8 % ke level 2,063.80 pada pukul 12:47 siang waktu New York, setelah kemarin melemah 1,1 %. Sementara itu, Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 112,84 poin atau 0,6 %, ke level 17,616.84. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite menurun 0,9 %.
Yellen menyampaikan prospek optimisme untuk pertumbuhan ekonomi AS, menandakan kondisi yang diperlukan untuk kenaikan suku bunga telah dipenuhi dan bahwa ia berharap untuk memulai program pengetatan kebijakan moneter secara perlahan. "Saat ini saya menilai bahwa pertumbuhan ekonomi AS kemungkinan akan cukup kuat untuk membaiknya pasar tenaga kerja lebih lanjut," menurut Yellen, sebelum Komite Ekonomi Gabungan Kongres. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham Eropa Ditutup Menurun Tajam Sejak Agustus

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/12) - Ekuitas Eropa ditutup anjlok tajam sejak aksi jual pada bulan Agustus terkait langkah-langkah stimulus tambahan yang diresmikan oleh bank sentral di kawasan tersebut.
Indeks Stoxx Europe 600 turun 3,1% pada sesi penutupan perdagangan di London, membalikkan gain sebesar 0,9%. ECB menurunkan suku bunga deposito, serta Presiden Mario Draghi mengatakan akan memperluas program stimulusnya hingga setidaknya Maret 2017, termasuk utang yang dirilis oleh pemerintah daerah dan lokal. Memperluas pembelian aset bulanan.
Menuju ke pertemuan hari ini, investor memiliki harapan yang tinggi. Stoxx 600 naik 13% dari level terendah pada bulan September hingga kemarin, termasuk reli dua hari terbaiknya sejak Juli setelah Draghi mengisyaratkan pada Oktober bahwa bank sentral akan mempertimbangkan langkah-langkah stimulus tambahan. Pada hari Senin, Indeks ditutup pada level tertinggi tiga bulan, mengambil valuasinya menjadi 16,5 kali estimasi laba - dekat dengan kelipatan 17,6 untuk Indeks Standard & Poor 500.
Para trader begitu yakin bahwa mereka melihat sedikit kebutuhan untuk lindung nilai: Jumlah 50 Indeks Euro Stoxx yang ditransaksikan bulan lalu adalah yang terendah sejak Juli 2014. Kontrak berspekulasi pada keuntungan lebih lanjut.
Setelah memimpin keuntungan sebelumnya pada Kamis, perusahaan produsen mobil adalah beberapa yang mencatat kinerja buruk  karena euro menghapus pelemahan. Dari 600 perusahaan di Eropa Indeks, 560 jatuh, dengan produsen komoditas merosot tajam. Perdagangan pada perusahaan Stoxx 600 adalah 36% lebih besar dari rata-rata 30-hari.
Bank sentral merevisi outlook inflasi, pemagkasan tersebut sebesar 1% untuk 2016 dan 1,6% untuk 2017, dari 1,1% dan 1,7%, masing-masing. Prediksi pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 1,7% dan meningkat ke 1,9 %n untuk 2017, dari 1,8 %.
UBS Group AG mengatakan tetap berada pada rating yang berlebih pada saham Eropa setelah keputusan bank sentral hari ini.(yds)
Sumber: Bloomberg

OPEC Bersiap Buat Keputusan Terkait Produksi, Minyak Naik untuk Hari Kedua

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/12) - Minyak menguat untuk hari kedua seiring menteri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak bersiap untuk bertemu di Wina untuk memutuskan kebijakan output.
Futures naik sebanyak 0,9 persen di New York, memangkas kerugian mingguan. Arab Saudi mengadakan pertemuan informal kemarin, bersikeras produsen non-anggota besar seperti Rusia harus bergabung dengan penurunan produksi oleh OPEC, menurut seorang pakar. Sebuah laporan bahwa kerajaan mungkin mengusulkan pengurangan pasokan "tidak berdasar," kata seorang pejabat Saudi.
Minyak telah merosot 38 persen sejak Arab Saudi memimpin keputusan OPEC pada bulan November tahun lalu untuk mempertahankan produksi dan mempertahankan pangsa pasar terhadap perusahaan biaya-shale yang lebih tinggi. Stok minyak mentah di AS, yang merupakan konsumen terbesar di dunia, telah ditambah untuk lebih dari 120 juta barel di atas lima tahun rata-rata musiman di tengah rekor output tahun ini, data pemerintah menunjukkan.
West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari naik sebanyak 37 sen ke level $ 41,45 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 41,28 pada pukul 8:43 pagi waktu Hong Kong. Kontrak naik $ 1.14 ke level $ 41,08 pada hari Kamis. Total volume sekitar 5 persen di atas rata-rata 100 hari. Harga turun 1 persen minggu ini.
Brent untuk pengiriman Januari meningkat $ 1,35, atau 3,2 persen, ke level $ 43,84 per barel di ICE yang berbasis di London Futures Europe exchange, Kamis, rebound dari penutupan terendah sejak Maret 2009. Minyak mentah patokan Eropa ini mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 2,76 untuk WTI . (sdm)
Sumber: Bloomberg

Euro Berhadapan dengan Data Payrolls AS Pasca Draghi Picu Gain Terbesar Sejak 2009

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/12) - Euro meraih lompatan terbesar sejak 2009 seiring investor mengalihkan perhatian mereka ke laporan payrolls AS pada hari Jumat setelah stimulus oleh Bank Sentral Eropa tidak mencapai dengan apa yang perkiraan beberapa ekonom.
Mata uang tunggal itu naik 3,1 persen terhadap dolar AS kemarin menyusul keputusan ECB untuk memperpanjang rencana pelonggaran kuantitatif untuk setidaknya sampai Maret 2017 dan menjaga laju pembelian aset bulanan stabil pada level 60 miliar euro ($ 65 miliar). Dua pertiga dari ekonom dalam survei Bloomberg telah memprediksi peningkatan laju pembelian. Indeks greenback mengalami penurunan terbesar sejak Maret 2009 kemarin setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen menekankan jalur bertahap kenaikan suku bunga AS.
Mata uang umum kawasan Eropa itu naik 0,1 persen ke level $ 1,0947 pada pukul 09:18 pagi waktu Tokyo dari level pada hari Kamis, saat melonjak ke level $ 1,0981, yang merupakan level tertinggi sejak 3 November. Level itu tidak berubah di level 134,13 ¥ setelah melompat 2,5 persen di New York. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Minyak Berjangka Rebound Pada Malam Pertemuan OPEC

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/12) - Minyak berjangka reli pada Kamis, karena pembicaraan mengenai kemungkinan penurunan produksi dari OPEC dan melemahnya dolar AS membantu minyak mentah menutup hampir 3% dari penurunan pada acuaannya dibawah $ 40 per barel.
Sementara di New York Mercantile Exchange, minyak mentah West Texas Intermediate Januari mengikuti di level $ 1,14, atau 2,9%, untuk menetap di level $ 41,08 per barel. Minyak mentah Brent Januari naik $ 1,35, atau 3,2%, ke level $ 43,84 per barel di bursa ICE Futures London.(yds)
Sumber: MarketWatch

Wednesday, 2 December 2015

Gold Market Update 03DEC2015 (Midday)

Chart Gold Complete 03-12-2015

Gold Market Update BPF, 03 Des 2015 (Morning)

Saham Asia Turun untuk Hari Kedua Terkait Anjloknya Harga Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham Asia jatuh untuk hari kedua, setelah saham AS berada di level yang lebih rendah, menyusul penurunan harga minyak membebani saham energi.
MSCI Asia Pacific Index kehilangan 0,2 persen ke level 133,59 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, dengan perusahaan material dan energi memimpin kerugian di antara 10 kelompok industri di kawasan itu. Minyak mentah AS diperdagangkan di level $ 40,20 per barel setelah merosot ke level $ 39,94 pada sesi sebelumnya di tengah tanda-tanda perselisihan antara anggota OPEC sebelum pertemuan Jumat di Wina. Indeks Standard & Poor 500 turun 1,1 persen Ketua pada hari Rabu, seiring penurunan harga minyak memicu aksi jual yang lebih luas dalam ekuitas dan Federal Reserve Janet Yellen meletakkan fondasi untuk kenaikan suku bunga pada Desember oleh sinyal keyakinan yang lebih tinggi dalam prospek ekonomi AS.
Dalam pidato di Economic Club of Washington, Yellen juga memperingatkan bahwa menunggu terlalu lama untuk mengakhiri era suku bunga mendekati nol bisa memaksa bank sentral untuk melakukan pengetatan terlalu cepat, yang akan berisiko mengganggu pasar keuangan dan ekspansi enam tahun. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Jatuh, Dipimpin oleh Pengeksplor Energi Menyusul Anjloknya Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham Jepang jatuh, dipimpin oleh penngeksplor energi, setelah minyak mentah jatuh ke bawah $ 40 per barel.
Indeks Topix turun dengan 0,2 persen ke level 1,599.12 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo dengan semua kecuali delapan kelompok dari 33 kelompok industri yang ada turun. Indeks Nikkei 225 Stock Average kehilangan 0,3 persen ke level 19,988.35. Yen diperdagangkan pada level 123,24 per dolar setelah melemah 0,3 persen pada hari Rabu, seiring Ketua Federal Reserve Janet Yellen meletakkan fondasi dasar untuk kenaikan tingkat suku bunga AS pertama sejak 2006 seiring Eropa bersiap untuk biaya pinjaman yang lebih tinggi.
Minyak West Texas Intermediate diperdagangkan pada level $ 40,14 pada awal hari Kamis setelah merosot 4,6 persen pada sesi sebelumnya di New York untuk level $ 39,94, yang merupakan penutupan terendah sejak 26 Agustus
Aksi jual yang dipicu oleh tanda-tanda perselisihan dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak seiring para menteri yang sudah tiba di Wina untuk pertemuan. Mayoritas anggota OPEC menyepakati penurunan produksi, dengan pengecualian Arab Saudi dan negara Teluk Arab, kata Kementerian Minyak Iran kantor berita Shana.
E-mini futures pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah setelah indeks dasar itu turun 1,1 persen pada Rabu, penurunan satu hari paling tajam sejak 13 November. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Ditutup Turun Ditengah Aksi Selloff di Sektor Komoditas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham AS jatuh karena penurunan harga minyak memicu aksi jual yang lebih luas dalam ekuitas, sementara Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan peningkatan kepercayaan dalam perekonomian, sehingga mendorong untuk kenaikan suku bunga pada Desember.
Pola Ekuitas terus bergantian antara naik dan turun yang dipimpinoleh  S & P 500 pada bulan November untuk pergerakan bulanan tersempit dalam enam tahun terakhir. Produsen energi hari ini menurun tajam dalam dua bulan seiring minyak mentah jatuh di bawah level $ 40 per barel untuk pertama kalinya sejak Agustus, dan saham bahan material mencatat penurunan tertajam dalam tiga pekan terakhir. Perusahaan teknologi menghapus gain di sesi pagi karena Qualcomm Inc dan Yahoo! Inc memangkas reli mereka.
Indeks Standard & Poor 500 turun 1,1% menjadi 2,079.67 pada 04:00 sore di New York, membalikkan reli 1,1% kemarin untuk membuka bulan.
Penurunan pada S & P 500 berlanjut pada perdagangan sore karena penurunan minyak mentah dipercepat sebelum pertemuan OPEC pada Jumat. kegiatan ekonomi selama tiga hari kemungkinan menjadi pelajaran untuk pasar global hingga dimulainya 2016, pedagang berfokus pada divergen kebijakan moneter dialihkan oleh gejolak baru dalam minyak mentah karena OPEC telah menunjukkan beberapa tanda-tanda akan memilih untuk memangkas output.
Sementara itu, kebijakan bank sentral ditetapkan akan berbeda karena Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi telah memangkas aksi pasar sejak Oktober. Ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi suara bulat ECB akan meningkatkan stimulus lagi pada rapat besok, sementara bank kurang dari setengah jalan melalui program pembelian obligasi 1,1 triliun euro ($ 1.2 triliun).(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Tetap Berada pada Level Terendah Pasca Komentar Yellen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham AS tetap berada pada level terendah setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan akan menunda dimulainya normalisasi kebijakan yang memicu "program pengetatan segera" yang berisiko akan mengganggu pasar keuangan dan kemungkinan "secara tidak sengaja mendorong perekonomian ke dalam resesi."
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,3 % ke level 2,096.28 pada pukul 12:30 siang waktu New York, setelah kemarin mengalami reli bulanan sebesar 1,1 % menjadi ditutup pada level tertinggi sejak 3 November lalu.
Pernyataan Yellen datang pada pidato di Economic Club of Washington, di mana ia mengatakan semakin yakin bahwa pertumbuhan ekonomi tumbuh cukup kuat untuk mencapai peningkatan pasar tenaga kerja dan tingkat inflasi yang lebih tinggi, mendukung kenaikan suku bunga pada bulan Desember jika data ekonomi terus meningkat. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham Eropa Berakhir Dekati Level 3 Bulan Tertinggi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham eropa berakhir sedikit berubah pada penutupan hari ini dekati level 3 bulan tertinggi, seiring penguatan saham komoditas yang mendorong optimisme stimulus bank sentral.
Indeks Stoxx Europe 600 turun 0.1 %. Saham ArcelorMittal anjlok 8.99 % setelah perusahaan Vale SA memperkirakan akan memangkas harga produksi untuuk tahun depan. Saham Anglo American Plc melemah 2.2 %, penurunan terbesar sejak 1999 silam.
Indeks acuan eropa menguat 0.6 % setalah data inflasi kawasan euro bulan November melambat melampaui perkiraan, Ketua Bank Sentral Eropa Mario Draghi menunjukkan akan menambahkan stimulus pada pertemuan besok. Yang mengirim gain pada ekuitas, Indeks Stoxx 600 mengalami rally diikuti penguatan euro terhadap dolar setelah data pekerjaan AS.
Indeks Stoxx 600 dekati level tertinggi seiring meningkatnya perdagangan, dan terkait para investor menunggu hasil pertemuan ECB.
Sahamm produsen makanan Greene King Plc raly 13 % hari ini, yang terbesar sejak 2009, setelah melaporkan data kuartalan yang meningkat. Saham Wirecard AG naik 3.9 % seiring mendapatkan laba sebesar 300 miliar euro ( $ 317 miliar).
Indeks Stoxx 600 megnalami penurunan setelah kemarin berada di level tertinggi terkait melambatnya data manufaktur AS pada bulan November melebihi perkiraan, yang mengisyaratkan beberapa pelemahan dalam perekonomian sama seperti Federal reserve yang akan menaikkan suku bunga utamanya. Pedagang berpeluang sebesar 74 % yang memprediksi bank sentral akan menaikkan suku bunga pada bulan ini. (knc)
Sumber : Bloomberg

GOLD MARKET UPDATE BPF, 02 Des 2015 (Midday)


Tuesday, 1 December 2015

Saham Jepang Berfluktuasi Pasca Manufaktur AS Secara Tak Terduga Jatuh

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Saham Jepang berfluktuasi, dengan Nikkei 225 Stock Average diperdagangkan di dekat level tiga bulan tertinggi, seiring investor menimbang apakah kontraksi manufaktur Amerika yang turun secara tak terduga memilik arti yang signifikan untuk suku bunga prospek Federal Reserve.
Indeks Topix sedikit berubah di level 1,602.50 pada pukul 09:04 pagi waktu Tokyo seiring hampir samanya jumlah dari saham yang naik dan jatuh. Nikkei 225 tergelincir 0,2 persen ke level 19,971.95, setelah penutupan di level tertinggi sejak 20 Agustus kemarin. Yen diperdagangkan pada level 122,90 per dolar setelah naik 0,2 persen kemarin seiring Institute for Supply Management menunjukkan laporan manufaktur AS menyusut pada bulan November di lajutercepat sejak resesi terakhir.
Saham Jepang mampu bertahan dari dampak gejolak ekonomi Cina dan prospek pengetatan moneter oleh The Fed untuk berada di antara para pemain terbaik di antara negara-negara maju tahun ini. Topix menguat 14 persen pada tahun 2015 sampai hari Selasa. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Ditutup Reli Ditengah Tren Baik Pada Desember

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Saham AS reli untuk memulai apa yang secara historis menjadi bulan terkuatnya di tahun untuk ekuitas global sehingga menjadikan Indeks Standard & Poor 500 meuju bulanan tersempit dalam enam tahun karena investor menunggu keputusan kebijakan moneter Desember.
Indeks acuan menambahkan kurang dari 0,1% pada November terkait tanda-tanda penguatan ekonomi mengimbangi kekhawatiran dari kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Indeks itu naik 2,1% tahun ini, menuju langkah terkecil dalam empat tahun. Saham-kesehatan rebound memimpin kenaikan setelah menghapus kenaikan di November kemarin di sesi akhir bulan ini.
Indeks S & P 500 naik 1,1% menjadi 2,102.49 pada 04:00 sore di New York, dan ditutup pada level tertinggi sejak 3 November.(yds)
Sumber: Bloomberg

Minyak Lanjutkan Penurunan Jelang Pertemuan Kebijakan OPEC

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Minyak jatuh untuk ketiga kalinya dalam empat hari seiring menteri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak tiba di Wina untuk membahas kebijakan produksi.
Futures turun sebanyak 0,6 persen untuk tetap berada di bawah level $ 42 per barel di New York. Arab Saudi akan mempertimbangkan semua masalah di pertemuan pada hari Jumat nanti dan mendengarkan kekhawatiran anggota kelompok lainnya, kata Menteri Perminyakan Ali al-Naimi. Persediaan minyak mentah AS mungkin menurun untuk pertama kalinya dalam 10 minggu, survei Bloomberg menunjukkan sebelum data Administrasi Informasi Energi Rabu.
Minyak telah merosot 37 persen sejak keputusan OPEC yang dipimpin Arab Saudi pada bulan November tahun lalu untuk mempertahankan output dan mempertahankan pangsa pasar terhadap produsen biaya shale- yang lebih tinggi. Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengirim surat kepada kelompok menyerukan pemotongan kelebihan pasokan, menurut kantor berita Mehr. Stok minyak mentah di AS, konsumen minyak terbesar dunia, telah meningkat menjadi hampir 120 juta barel di atas lima tahun rata-rata tingkat musiman.
West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari kehilangan sebanyak 25 sen ke level $ 41,60 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 41,64 pada pukul 09:52 waktu Hong Kong. Kontrak naik 20 sen ke level $ 41,85 kemarin. Total volume adalah sekitar 55 persen di bawah rata-rata 100-hari. Harga menurun 11 persen pada November, penurunan tertinggi dalam empat bulan.
Brent untuk pengiriman Januari berada 17 sen lebih rendah pada level $ 44,27 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Brent tergleincir 0,4 persen ke level $ 44,44 kemarin. Minyak mentah patokan Eropa berada di premi sebesar $ 2,63 untuk WTI. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Emas Pertahankan Gain Terkait Komentar Evans Mengenai Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Emas mempertahankan dua hari keuntungan seiring terhentinya reli dolar, dengan Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengatakan bahwa ia merasa gelisah tentang keputusan apakah suku bunga akan dinaikkan bulan ini untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.
Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $ 1,069.58 per ounce pada pukul 8:50 pagi waktu Singapura, dari level $ 1,069.29 kemarin, saat indeks mata uang AS ini kehilangan 0,4 persen, menurut harga publik Bloomberg. Logam tersebut turun pada 27 November ke level $ 1,052.83, yang merupakan level terendah sejak Februari 2010.
Emas menuju penurunan tahunan ketiga menyusul investor mengantisipasi kenaikan suku bunga AS pertama sejak tahun 2006, tren tersebut mendongkrak harga dolar dan memotong daya tarik emas karena ketidakmampuannya membayar bunga. Evans, yang merupakan salah satu pemberi suara pada penetapan kebijakan di Federal Open Market Committee tahun ini menegaskan bahwa ia mengharapkan suku bunga tetap di bawah 1 persen sampai akhir tahun depan. Mata uang AS melemah terhadap semua -dari-10 rekan-rekannya setelah pernyataan dengan  emas menguat 0,4 persen.
Menjelang pertemuan FOMC pada 15-16 Desember, Ketua Fed Janet Yellen akan membahas Economic Club of Washington pada hari ini, dan Komite Ekonomi Gabungan Kongres pada hari Kamis. Ekonom dan investor mengatakan mereka akan mencermati petunjuk tambahan tentang apa yang akan mendorong keputusan pasca lepas landas kenaikan. (Sdm)
Sumber: Bloomberg

Dollar Masih Melemah Terkait Komentar Evans

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Dolar tetap melemah terhadap semua kecuali satu dari grup 10 rekan-rekannya setelah Federal Reserve Bank of Chicago President Charles Evans mengatakan pada hari Selasa dia gelisah tentang pertemuan bank sentral AS bulan ini, saat secara luas pertemuan itu diperkirakan akan menaikkan suku bunga.
Indeks greenback meraih penurunan terdalam dalam hampir dua minggu kemarin setelah Evans, yang termasuk voter dalam penetepan kebijakan pada tahun ini di Federal Open Market Committee dan berada diantara dovish yang paling berpengaruh dari pejabat bank sentral, menegaskan dalam pidatonya di East Lansing, Michigan, bahwa ia mengharapkan suku bunga tetap di bawah 1 persen pada akhir tahun depan, menunjukkan laju kenaikan mungkin lebih bertahap dari yang diantisipasi investor. Data ketenagakerjaan yang dirilis Jumat ini akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kekuatan ekonomi setelah laporan menunjukkan manufaktur AS secara tak terduga mengalami kontraksi pada November ke level terendah dalam enam tahun bahkan ketika indeks pekerjaan yang menunjukkan titik terang.
Dolar sedikit berubah pada level $ 1,0626 terhadap euro pada pukul 9:43 siang waktu Tokyo dari level $ 1,0633, setelah menyentuh level tertinggi tujuh bulan dari level $ 1,0558 pada hari Senin. Mata uang AS dibeli ¥ 122,86 setelah jatuh 0,2 persen ke level 122,87 di New York, Indeks Bloomberg Dollar Spot berada di level 1,233.53 setelah tergelincir 0,4 persen ke level 1,233.43 pada hari Selasa, yang merupakan kerugian terbesar setiap hari sejak 19 November. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Market Update Gold 02-12-2015


Chart Gold Complete 01-12-2015

Pengaruh NFP Tgl 6 November 2015

Monday, 30 November 2015

Morning Market Update 01-12-2015


Gold Complete

Dolar Australia Tahan Kenaikan Sebelum Rilis RBA dan Data Manufaktur Cina

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Dolar Australia mempertahankan kenaikan pertama dalam hampir seminggu sebelum Reserve Bank of Australia menetapkan kebijakan dan China merilis data manufaktur untuk bulan lalu.
Aussie merupakan pemain terbaik di antara grup-dari-10 mata uang pada kuartal ini setelah dolar Selandia Baru, seiring pasar pertukaran mengkalkulasi di kesempatan yang kecil RBA memotong 2 persen acuan rekor rendah mereka pada pertemuan di hari Selasa. Gubernur Glenn Stevens mengatakan pekan lalu bahwa pedagang harus "bersantai" terkait spekulasi suku bunga sampai Februari. Dolar Australia menguat untuk dua bulan terakhir dan telah bertahan di atas level terendah enam tahun yang disentuh pada bulan September meskipun anjloknya harga bijih besi, yang merupakan ekspor terbesar negara itu.
Mata uang Australia sedikit berubah pada level 72,33 sen AS dari pukul 8:48 pagi waktu Tokyo, setelah naik 0,5 persen pada Senin yang merupakan kenaikan pertama sejak 24 November. Aussie menguat 3 persen selama dua bulan terakhir, reli dari penurunan yang mendorong mata uang itu ke posisi terendah dalam enam tahun di level 68,96 pada 7 September. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Naik Sebelum Data Manufaktur Cina

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham Asia menguat setelah aksi jual pada hari seiring investor menunggu data manufaktur Cina dan saham keuangan China naik.
MSCI Asia Pacific Index naik 0,3 persen ke level 132,19 pada pukul 09:00 pagi waktu Tokyo setelah turun 1 persen pada hari Senin untuk ditutup dengan penurunan 2 persen untuk bulan November. Perusahaan keuangan dan industri memimpin kenaikan pada hari Selasa, seiring semua dari 10 saham kelompok industri naik. China melaporkan indeks manajer pembelian resmi untuk November, dengan ekonom mengharapkan pembacaan 49,8, tidak berubah dari dua bulan sebelumnya dan menunjukkan manufaktur di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia masih berkontraksi.
Selain dari data manufaktur resmi, yang dijadwalkan akan dirilis pada 09:00 waktu setempat di Beijing, indeks Caixin Cina PMI Manufacturing dikompilasi swasta juga diperkirakan akan menunjukkan kontraksi dalam output pabrik nasional. Para ekonom memperkirakan indeks, akan dirilis 45 menit setelah data manufaktur resmi, akan menunjukkan pembacaan 48,3, yang juga tidak berubah dari bulan lalu.
Indeks Topix Jepang naik 0,3 persen setelah yen melemah 0,3 persen terhadap dolar pada hari Senin. Raksasa pengelola dana pensiun nasional, yang terbesar di dunia, membukukan hasil kuartalan terburuk sejak setidaknya 2008 dengan kerugian $ 64 miliar untuk tiga bulan yang berakhir pada September di tengah gejolak ekuitas global. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Naik untuk Pertama Kalinya dalam 3 Hari seiring Pelemahan Yen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham Jepang naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari seiring pelemahan yen mendorong prospek pendapatan ekspor dan data menunjukkan belanja modal melonjak lebih dari yang diharapkan seiring keuntungan perusahaan meningkat pada kuartal ketiga.
Indeks Topix naik 0,3 persen ke level 1,584.87 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo, dengan sekitar delapan saham menguat untuk setiap tujuh yang jatuh. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,4 persen ke level 19,821.88. Yen diperdagangkan pada level 123,18 per dolar setelah melemah selama dua hari.
Data pemerintah menunjukkan belanja modal melonjak 11,2 persen pada kuartal ketiga dari tahun sebelumnya, lebih dari perkiraan ekonom untuk pertumbuhan 2,2 persen. Keuntungan perusahaan meningkat 9 persen setelah melompat hampir 24 persen dalam tiga bulan sebelumnya.
Topix ditutup dengan kenaikan bulanan berturut dalam dua bulan kemarin. Saham Jepang mampu bertahan dari kelesuan ekonomi Cina dan prospek pengetatan moneter oleh Federal Reserve untuk ratring di antara para pemain terbaik di negara-negara maju tahun ini. Topix menguat 12 persen pada tahun 2015 sampai hari Senin.
Pedagang bertaruh pada kesempatan 74 persen Fed akan menaikkan suku bunga AS pada Desember. Sebaliknya, ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi suara bulat Bank Sentral Eropa akan memperluas stimulus pada hari Kamis.
E-mini futures pada indeks Standard & Poor 500 menambahkan kurang dari 0,1 persen setelah indeks dasar ini kehilangan 0,5 persen pada Senin. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Pangkas Kenaikan Bulanan Seiring Investor Menunggu Keputusan Kebijakan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham AS pangkas kenaikan bulanan, dengan Indeks Standard & Poor 500 mengirim peningkatan pada bulan November, seiring para investor bersiap untuk memutuskan kebijakan dari bank sentral ketika menunggu data ekonomi pekan ini.
Indeks S&P 500 menguat 0,1 % pada bulan ini terkait tanda-tanda penguatan ekonomi AS mengimbangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga pada tahun ini, perlambatan memicu meningkatkan stimulus guna menopang kenaikan pasar selama 6 1/2 tahun. Meningkatnya prospek pengetatan kebijakan moneter mendorong saham keuangan untuk kenaikan 1,7 % pada bulan November, sementara saham utilitas jatuh 2,8 % seiring laba dividen menurun diiringi kenaikan obligasi.
Indeks S&P 500 turun 0,5 % ke level 2,080.67 pada pukul 04:00 sore waktu New York, menghentikan kenaikan bulanan pertama secara berturut-turut sejak Mei lalu.
Sementara itu, investor mencari konfirmasi lebih lanjut bahwa ekonomi cukup kuat untuk menopang suku bunga yang lebih tinggi, menurut data hari ini menunjukkan penandatanganan kontrak untuk pembelian rumah tangan kedua di AS pada bulan Oktober naik kurang dari perkiraan, yang menunjukkan bahwa perumahan real estate menurun. Laporan lain minggu ini termasuk data manufaktur yang akan dirilis besok dan laporan pekerjaan bulanan pada Jumat mendatang.
Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan mengadakan pembicaraan kepada Kongres pada hari Kamis dan Bank Sentral Eropa akan mengadakan pertemuan kebijakan terakhir pada tahun ini di tengah spekulasi yang berkembang ECB akan mengambil langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan inflasi. Anggota OPEC juga akan bertemu untuk membahas produksi minyak. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Jatuh Ditengah Penurunan Pada Perusahaan Konsumen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham AS jatuh karena perusahaan konsumen dan perawatan kesehatan memangkas gain bulanannya dan investor siap untuk keputusan kebijakan dari bank sentral sambil menunggu serangkaian rilisan data ekonomi pekan ini.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,4% menjadi 2,082.82 pada 12:00 siang di New York, setelah naik kurang dari 0,05% pekan lalu. Indeks tersebut berada di laju untuk kenaikan bulanan kedua secara berturut-turut. Dow Jones Industrial Average tergelincir 62,93 poin, atau 0,4%, ke level 17,735.56, dan Indeks Nasdaq Composite turun sebesar 0,4%.
S & P 500 telah kembali pulih 12% dari terendahnya pada bulan Agustus karena meredanya kekhawatiran bahwa perlambatan China akan meluas. Para pembuat kebijakan The Fed telah mengisyaratkan perekonomian cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga AS yang pertama sejak 2006, dan trader memberikan peluang 76% bahwa bank sentral akan bertindak pada akhir pertemuan selama dua hari pada tanggal 16 Desember.
Indeks saham AS ditutup pada hari Jumat dalam 2% dari rekornya yang dicapai pada bulan Mei sementara bergantian antara antara naik dan turun selama sembilan sesi terakhir, beruntun terpanjang sejak 2013. Sementara itu, Indeks Russell 2000 berada di tengah reli terpanjang tahun ini dan berada pada level tertinggi tiga bulan. Indeks tersebut berada pada laju untuk kenaikan 3,4% bulan ini setelah reli sebesar 5,6% pada Oktober.
Indeks Volatilitas Chicago Board Options Exchange naik 9,3% ke level 16,52 pada Senin. Indeks gejolak pasar yang dikenal sebagai VIX tergelincir selama sepekan secara berturut-turut, sehingga memangkas kenaikan bulanan pertama sejak rekor kenaikan bulan Agustus.(yds)
Sumber: Bloomberg

Market Update Gold 30-11-2015