Thursday, 24 July 2014

Perdana Menteri Ukraina Mengundurkan Diri

BESTPROFIT FUTURES (25/7) - PM Ukraina Arseniy Yatsenyuk yang baru menjabat sejak 27 Februari lalu, mengumumkan pengunduran dirinya Kamis (24/7) pagi.

Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya hari Kamis (24/7) pagi.

Ĺ“Dengan terjadinya perpecahan dalam koalisi parlemen dan tidak tercapainya sejumlah RUU penting, saya menyatakan mengundurkan diri, demikian ujar Yatsenyuk dari mimbar parlemen Verkhovna Rada di Ukraina.

Yatsenyuk menyampaikan pengunduran dirinya setelah partai nasionalis Svoboda dan Udar yang dipimpin mantan petinju dunia Vitali Klitschko menarik diri dari kelompok anggota parlemen yang mengambilalih parlemen setelah tergulingnya presiden Viktor Yanukovich akhir tahun lalu.

Ketua parlemen Alexander Turchinov mengatakan kini tergantung pada partai Svoboda dan Udar untuk mengajukan kandidat perdana menteri sementara guna memimpin pemerintahan hingga pemilu parlemen bisa diselenggarakan.

Arseniy Yatsenyuk baru dipilih sebagai perdana menteri Ukraina 27 Februari lalu.

Sumber : VOA

Dolar Siap untuk Laba Mingguan Back-to-Back

BESTPROFIT FUTURES (25/7) - Dollar siap untuk kenaikan mingguan back-to-back terhadap mata uang utama jelang rilis data yang diperkirakan menunjukkan pesanan barang tahan lama AS mengalami rebound pada bulan Juni, menunjukkan sektor manufaktur menguat bersamaan dengan ekonomi.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, naik ke level tertinggi dalam sebulan kemarin setelah indeks Standard & Poor 500 memperpanjang rekor menyusul lonjakan penjualan Facebook Inc. Yen mempertahankan penurunan dari kemarin setelah laporan yang menunjukkan inflasi inti Jepang melambat dari level terkuat sejak 1982. Pound ditetapkan untuk penurunan selama seminggu berturut-turut, terpanjang dalam empat bulan terakhir, jelang rilis data produk domestik bruto hari ini.

Indeks Bloomberg Dollar sedikit berubah pada 1,012.33 dari kemarin pada pukul 09:02 pagi di Tokyo, akan meningkat 0,3 persen dalam minggu ini. Kemarin indeks tersebut menyentuh level 1,012.54, tertinggi sejak 18 Juni.

Dolar diperdagangkan di 101,78 yen, setelah naik 0,3 persen kemarin ke 101,82 dan menuju kenaikan mingguan sebesar 0,4 persen. Terhadap euro, dolar sedikit berubah pada $ 1,3466 per euro, setelah naik 0,4 persen sejak 18 Juli.

Pesanan untuk barang tahan lama di AS terakhir setidaknya dalam tiga tahun naik 0,5 persen pada bulan Juni setelah turun 0,9 persen pada bulan Mei, data Departemen Perdagangan diperkirakan akan menunjukkan hari ini menurut survei Bloomberg News.(frk)

Sumber : Bloomberg

Emas Turun Ke Level Lima Pekan Terendah

BESTPROFIT FUTURES (25/7) - Emas berjangka jatuh ke level terendah dalam lima pekan di New York karena outlook ekonomi global membaik yang mengurangi permintaan safe haven.
Angka pembacaan awal PMI China dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics naik ke level tertinggi 18-bulan. Pekan lalu klaim pengangguran AS turun ke level terendah sejak Februari 2006. Indeks Standard & Poor 500 ditutup pada rekornya kemarin.
Bullion meperpanjang penurunan di bulan ini pasca kerusuhan di Ukraina dan Timur Tengah membantu pemulihan harga sebesar 10% pada semester pertama tahun 2014. Goldman Sachs Group Inc menegaskan emas akan terus mengalami penurunan pada akhir tahun dengan terkait percepatan pemulihan ekonomi AS , bahkan ketika bank menaikkan perkiraan jangka panjang pada logam mulia.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 1,1% untuk menetap di level $ 1,292.70 per ons pada pukul 1:41 siang di New York Comex, setelah menyentuh level $ 1,289.40, yang terendah untuk kontrak teraktif sejak 19 Juni ini. logam mulia turun sebanyak 2,2% di bulan ini.
Volume Perdagangan adalah 43% di atas rata-rata untuk 100 hari, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.
Penurunan hari ini membawa emas bergerak di bawah rata-rata 100-hari. Harga turun 28% tahun lalu terkait harapan Federal Reserve yang akan mengurangi stimulus karena membaiknya perekonomian.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Memperpanjang Gain Mingguan, S&P 500 Dekati Rekor

BESTPROFIT FUTURES (25/7) - Saham Asia menguat pagi ini, dengan indeks acuan regional menuju gain minggu kedua, setelah indeks Standard & Poor 500 ditutup pada rekor tertinggi dan saham Baidu Inc. melonjak memperpanjang perdagangan di bursa AS setelah membukukan laba yang lebih baik dari estimasi.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1 persen menjadi 148,47 pada 09:02 pagi di Tokyo. Indeks tersebut sedang menuju kenaikan mingguan sebesar 1,2 persen, setelah menyentuh level tertinggi enam tahun pada awal pekan ini, setelah data inflasi AS meredam kekhawatiran kenaikan suku bunga dan indeks dari manufaktur China menambahkan tanda-tanda stabilnya perekonomian China.

Indeks Topix Jepang naik 0,3 persen. Harga inti konsumen nasional naik 3,3 persen pada bulan Juni, sejalan dengan perkiraan para ekonom, menurut data yang dirilis hari ini di Tokyo oleh biro statistik.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,2 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia dan Indeks NZX 50 Selandia Baru sedikit berubah. Pasar di China dan Hong Kong belum dibuka.(frk)

Sumber : Bloomberg

Indeks S&P 500 Perpanjang Reli; Dow Stagnan

BESTPROFIT FUTURES (25/7) - Indeks Standard & Poor 500 memperpanjang rekor ke level tertingginya karenan Facebook Inc reli dan pertumbuhan manufaktur global mengimbangi penurunan penjualan rumah di Amerika. Caterpillar Inc turun tajam, Dow Jones Industrial Average stagnan.
Saham Facebook naik sebanyak 5,2 persen mencapai rekor tertinggi pasca menyatakan bahwa penjualan pada kuartal kedua melonjak sebanyak 61 persen. Under Armor Inc menguat 15 persen pasca meningkatkan target laba di tahun 2014 ini. Caterpillar melemah sebanyak 3,1 persen setelah memperkirakan tpenurunan  laba dalam setahun penuh diluar dari perkiraan. D.R. Horton Inc anjlok sebanyak 12 persen dalam menjalani pembangunan rumah murah di Amerika. Qualcomm Inc turun sebanyak 6,7 persen pasca memperkirakan laba kuartalan.
Indeks S & P 500 meningkat kurang dari 0,1 persen naik ke level 1,987.88 pukul 4 sore di New York. The Dow average merosot sebanyak 3,02 poin atau kurang dari 0,1 persen, ke level 17,083.61.
Indeks S & P 500 naik sebanyak 0,2 persen kemarin karena Apple Inc turut mendorong perusahaan teknologi besar, sementara laba saham kesehatan reli. Indeks AS naik sebanyak 7,5 persen tahun ini di tengah hasil perusahaan yang lebih baik dari estimasi dan dukungan dari bank sentral. Indeks diperdagangkan 18,2 kali laporan pendapatan anggotanya, tertinggi sejak 2010 silam. (vck)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 23 July 2014

Hamas tetapkan syarat untuk gencatan dengan Israel

BESTPROFIT FUTURES (24/07) - Pemimpin tertinggi Hamas, Khaled Meshaal, menandaskan tidak mungkin terjadi gencatan senjata di Gaza jika blokade ekonomi oleh Israel tidak diakhiri.

Berbicara dalam pertemuan internasional tentang Gaza di Qatar, Meshaal menegaskan Hamas akan terus menolak genjatan senjata hingga dipenuhinya syarat yang mereka tetapkan.

"Kami tidak akan menerima prakarsa apapun yang tidak mencabut blokade atas rakyat kami dan yang tidak menghargai penderitaan mereka," tegasnya.

Pernyataan pemimpin kelompok Palestina radikal itu muncul di tengah makin gencarnya serangan udara dan serangan darat Israel di Gaza.

Israel melancarkan ofensif militernya 8 Juli, dengan mengumumkan tujuannya adalah untuk menghentikan serangan roket dari Gaza.

Sedikitnya 649 warga Palestina dan 31 warga Israel terbunuh dalam 15 hari serangan, demkian keterangan pejabat Israel.

Dalam kesempatan lain, pejabat HAM PBB, Navi Pillay, mengutuk aksi militer Israel di Gaza.

Ia juga mengecam Hamas untuk 'serangan tanpa pilih sasaran' yang mereka lancarkan ke Israel.

Sumber : BBC

Separatis Tembak Jatuh 2 Jet Tempur Ukraina

BESTPROFIT FUTURES (24/07) - Pejabat Kementerian Pertahanan Ukraina Rabu (23/7) mengakui bahwa dua jet militer mereka ditembak jatuh di Savur Mogila, Ukraina timur.

Dua jet tempur Ukraina ditembak jatuh di Ukraina timur hari Rabu, hanya enam hari setelah sebuah pesawat penumpang Malaysia ditembak jatuh dan menewaskan ke-298 orang di dalamnya.

Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan dua jet militer mereka ditembak jatuh di Savur Mogila, kawasan konflik di Ukraina timur di mana separatis bertempur melawan pasukan pemerintah.

Nasib pilot kedua jet itu belum diketahui.

Amerika menuduh Rusia memasok pemberontak dengan persenjataan dan pelatihan.

Sementara itu, dua pesawat militer yang mengangkut sejumlah jenazah korban penembakan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 minggu lalu tiba di Belanda hari Rabu yang merupakan hari berkabung nasional.

Pesawat milik Belanda dan Australia itu mendarat di pangkalan udara Eindhoven dan disambut sejumlah tokoh. Jenazah-jenazah itu, yang diangkut dalam peti mati kayu, ditempatkan dalam mobil jenazah berwarna hitam dan dibawa ke sebuah lokasi dekat kota Hilversum untuk diidentifikasi.

Sebagian besar korban adalah warga negara Belanda.

Amerika mengatakan pesawat penumpang itu tampaknya ditembak jatuh separatis pro-Rusia dengan misil darat ke udara buatan Rusia. Mereka mengatakan pemberontak Ĺ“yang kurang terlatih itu sepertinya keliru menembak jatuh pesawat tersebut.

Sumber : VOA

Bursa Saham Asia Dekati Level 6 Thn Tertingginya Setelah S&P 500 Catat Rekor

BESTPROFIT FUTURES (24/07) - Bursa Saham Asia stagnan, indeks acuan regional tersebut mendekati level 6 tahun tertingginya, setelah Indeks Standard & Poor 500 menguat pada rekornya dan Facebook Inc. mencatat laba yang melampaui dari perkiraan sebelumnya.

Indeks MSCI Asia Pacific diperdagangkan pada level 148.44 pukul 9:03 pagi waktu Tokyo setelah kemarin ditutup pada level tertingginya sejak Juni 2008 silam. Perusahaan-perusahaan dari PepsiCo Inc. hingga Dow Chemical Co. telah membantu memberikan gain pada Indeks S&P 500, dengan sekitar 77% dari anggota indeks tersebut merilis laba musim ini yang melampaui dari perkiraan para analis sebelumnya.

Rilis data China hari ini diperkirakan akan memberikan bukti lebih bahwa ekonomi negeri tirai bambu sedang stabil. Para ekonom memprediksi angka pembacaan awal bagi manufaktur China dari HSBC Holdings Plc/Markit Economics akan berada pada angka 51 untuk Juli lalu, naik dari Juni lalu seebsar 50.7 ketika indeks manufaktur tersebut bergerak tumbuh untuk pertama kalinya sepanjang tahun 2014 ini. Angka pembacaan diatas 50 memberikan sinyal kenaikan. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Defisit Perdagangan Jepang Bulan Juni Diperluas Pasca Ekspor Turun

BESTPROFIT FUTURES (24/07) - Defisit perdagangan Jepang melebihi perkiraan para ekonom pasca ekspor Jepang secara tak terduga turun, menyeret perekonomian yang membuat penurunan lebih kuat dari yang diperkirakan pasca kenaikan pajak penjualan pada bulan April.


Defisit pada bulan Juni sebesar 822.2 miliar yen ($ 8.1 miliar), menurut laporan dari kementerian keuangan di Tokyo hari ini, melebihi estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg News dari 32 ekonom sebesar 643 miliar yen. Ekspor Jepang turun 2 persen dari tahun sebelumnya, sementara impor naik 8,4 persen.


Dalam pekan ini,pemerintah telah memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun yang berakhir pada Maret 2015, mengutip permintaan luar negeri yang lemah dan penurunan konsumsi setelah kenaikan pajak. Dengan impor bahan bakar fosil membengkakkan defisit perdagangan, sekarang berada di rekor 24 bulan, kenaikan ekspor diperlukan untuk membantu Perdana Menteri Shinzo Abe mempertahankan pertumbuhan negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia.


Para ekonom memperkirakan ekspor akan naik 1 persen pada bulan Juni setelah turun 2,7 persen di bulan Mei. Ekonomi Jepang akan tumbuh 1,2 persen
dalam tahun fiskal ini, Kantor Kabinet mengatakan awal pekan ini, potongan dari perkiraan sebelumnya pertumbuhan 1,4 persen selama periode tersebut.(frk)


Sumber
: Bloomberg

Ekuitas AS Tekan Emas Berjangka Turun Hari Kedua

BESTPROFIT FUTURES (24/07) - Emas berjangka turun untuk hari kedua secara beruntun karena reli ekuitas AS mencapai rekor tertingginya sehingga melemahkan permintaan untuk logam mulia sebagai aset alternatif.
Indeks  Standard & Poor 500 naik sebanyak 7,6 persen tahun ini, emas turun sebanyak 28 persen pada 2013, yang tertajam dalam tiga dekade terakhir, karena bursa saham meningkat di tengah tanda-tanda reboundnya perekonomian AS.
Tahun ini emas naik sebanyak 8,7 persen terkait meningkatnya gejolak di Ukraina dan Timur Tengah. Pagi tadi, logam naik sebanyak 0,4 persen setelah separatis menembak jatuh dua jet tempur Ukraina di kawasan yang sama dengan Malaysia Air yang jatuh pekan lalu.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun sebesar 0,1 persen untuk menetap di level $ 1,306.50 per ons pada pukul 1:36 siang di New York Comex. Perdagangan hari ini sebesar 29 persen untuk kali ini di bawah rata-rata dalam 100 hari terakhir, data yang dihimpun oleh Bloomberg kemarin menunjukkan, harga turun 0,6 persen. (vck)
Sumber: Bloomberg

Tuesday, 22 July 2014

Tiongkok Suntik Pinjaman Besar, Utang Argentina Banyak Yang Belum Dibayar

Kepala negara Tiongkok, Presiden Xi Jinping saat berkunjung ke Argentina akhir pekan lalu mengadakan kesepakatan  dengan Presiden  Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner untuk memberikan pinjaman sebesar 7.5 miliar dolar AS kepada Argentina, karena besarnya utang negara sebelumnya yang belum dibayar sehingga negara tidak dapat memanfaatkan pasar modal global.
Kesepakatan tunggal terbesar tersebut  meliputi pinjaman dana sebesar 4.7 miliar dolar AS dari China Development Bank untuk pembangunan dua bendungan hidroelektrik di Patagonia. Kedua bendungan akan dibangun oleh perusahaan teknik dan konstruksi Tiongkok , GeZhouba Group, bersama dengan perusahaan pembangunan, operasi dan pemeliharaan berbagai elektromekanis Argentina, Electroingenieria S.A,  dengan kapasitas pembangkit bangunan mencapai 1.740 watt.
Dana sebesar 2.1 miliar dolas AS lainnya juga diberikan bank Tiongkok untuk membantu membiayai proyek kereta api untuk mengangkut gandum dari daerah pertanian Argentina menuju ke sejumlah pelabuhan yang selama ini tertunda. Selain itu, kedua belah pihak juga telah menandatangani perjanjian barter, antar bank dalam negeri masing-masing untuk jangka waktu 3 tahun kedepan agar Argentina dapat membayar impor Tiongkok menggunakan mata uang yuan, sebesar 11 milar dolar AS.  Sebelumnya, pada tahun 2009, negara Amerika Latin telah menandatangani perjanjian yang serupa dengan Tiongkok.
Negara Argentina merupakan negara eksportir kedelai dan jagung terbesar ketiga didunia dan Tiongkok adalah peng-impor terbesar kedelainya. Pemerintahan Fernandez telah memberlakukan pengetatan impor dan pengontrolan modal untuk menjaga cadangan devisa berkurang, yang dibutuhkan untuk membayar hutang-hutangnya.
Kebijakan tersebut telah menghalangi investasi asing dan memaksa bank sentral untuk menguras cadangan devisa untuk menopang mata uang yang sedang merosot. Presiden Fernandez menganggap kesepakatan dengan negara perekonomian terbesar kedua didunia dapat membantu menstabilitasi nilai tukar negaranya pada saat ini.

Sumber : Vibiznews

Data API Khawatirkan Investor, Harga Minyak Mentah WTI Melemah

Harga minyak mentah WTI di Bursa Nymex pada perdagangan Selasa 22 Juli 2014 terpantau ditutup melemah cukup signifikan. Pelemahan harga minyak mentah WTI dipicu oleh rilis data API yang memberikan kekhawatiran terhadap para investor.
Rilis data persediaan minyak mentah AS oleh API pada Selasa lalu, terpantau menjadi sentimen negatif cukup kuat terhadap pergerakan harga minyak mentah WTI. Data persediaan minyak mentah tersebut yang berada di level pengurangan 555.000 barrel masih berada di bawah ekspektasi yang memperkirakan penguaran akan berada di kisaran 2,8 juta barrel. Imbas dari hal tersebut, harga minyak WTI mengalami pelemahan akibat penyesuaian terhadap kesalahan estimasi data.
Selain faktor rilis data API, harga minyak mentah baik WTI maupun Brent juga cukup tertekan oleh belum adanya indikasi gangguan supply minyak mentah sebagai kelanjutan dampak dari tidak stabilnya kondisi geopolitik global. Kondisi geopolitik global yang masih belum stabil di kawasan Gaza, Ukraina-Rusia, dan Libia terpantau belum berdampak pada terganggunnya supply minyak mentah dari beberapa negara tersebut mskipun output Libia dikabarkan turun ke 450.000 barrel per hari.
Pada perdagangan Selasa 22 Juli 2014 di Bursa Nymex, harga minyak mentah terpantau ditutup melemah cukup signifikan. Harga minyak mentah WTI berjangka Nymex untuk kontrak September 2014 turun 0,46% ke tingkat harga $102,39/barrel atau melemah $0,47/barrel.
Sementara pada perdagangan minyak mentah jenis Brent di Nymex, minyak mentah jenis tersebut juga harus ditutup melemah dini hari tadi. Harga minyak mentah jenis Brent berjangka Nymex untuk kontrak Desember 2014 turun 0,51% ke tingkat harga $107,53/barrel atau melemah $0,55/barrel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga minyak mentah WTI akan cenderung bergerak melemah tipis pada perdagangan hari ini sebelum rilis data EIA. Hal tersebut dilandasi oleh potensi aksi wait and see yang cukup kuat pasca kesalahan estimasi pada data API yang cukup signifikan. Data persediaan minyak mentah EIA sendiri diprediksi akan berada di kisaran pengurangan sebesar 2,8 juta barrel. Terkait pergerakan harga minyak mentah, range normal diprediksi akan berada di kisaran $101-$104,25 pada WTI dan $106-$109 pada Brent.

Sumber : Vibiznews

Data AS Tekan Harga Emas LLG

Harga emas LLG pada perdagangan Selasa 22 Juli 2014 terpantau ditutup melemah cukup signifikan dini hari tadi. Pelemahan harga emas LLG yang cukup signifikan tersebut dipicu oleh penguatan bursa Wall Street dan juga data perekonomian AS yang berada dalam posisi positif.
Rilis-rilis data terkait pendapatan kuartal perusahaan di Wall Street dan juga perekonomian AS terpantau berhasil menggerus harga emas pada perdagangan Selasa lalu. Dari pergerakan bursa Wall Street, seluruh indeks terpantau berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa lalu. Beberapa rilis data pendapatan kuartalan perusahaan di Wall Street terpantau menjadi sentimen kuat yang menggerakan seluruh indeks untuk menutup perdagangan di zona hijau sehingga emas selaku aset safe haven, anjlok tergerus penguatan Wall Street tersebut.
Sementara dari rilis-rilis data perekonomian AS, data penjualan rumah AS dan inflasi juga turut menjadi momok terhadap pergerakan harga emas Selasa lalu. Dari data inflasi, terpantau inflasi inti AS berhasil ditekan pada Juni lalu bila dibandingkan periode yang sama pada tahun 2014. Inflasi inti AS yang berada pada level 2,0% di Juni 2014, berhasil diturunkan 0,1% ke level 1,9%. Sedangkan dari data penjualan rumah AS, penjualan rumah AS juga mengalami penguatan pada Juni lalu bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2013. Pada Juni 2014 lalu, penjualan rumah AS berada di level 5,04 juta atau naik 0,13 juta.
Pada perdagangan Selasa 22 Juli 2014, harga emas LLG terpantau harus ditutup melemah cukup signifikan meskipun sentimen positif dari belum stabilnya kondisi geopolitik global masih cukup kuat. Harga emas LLG turun 0,47% ke tingkat harga $1.306,35/t oz atau melemah $6,10/t oz.
Sedangkan dari perdagangan emas berjangka di Bursa Comex, harga emas juga terpantau ditutup melemah dini hari tadi. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014 turun hingga 0,58% ke tingkat harga $1.306,3/t oz atau melemah $7,6/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga emas pada perdagangan hari ini berpotensi untuk kembali menguat. Hal tersebut dilandasi oleh potensi penguatan sentimen positif dari belum stabilnya kondisi geopolitik global sekaligus aksi beli pasca penurunan harga pada perdagangan hari Selasa. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.294-$1.322 pada emas LLG dan $1.293-$1.324 pada emas berjangka COmex untuk kontrak Agustus 2014.

Sumber : Vibiznews

Saham Asia Naik Pasca Inflasi AS Meredam Kekhawatiran Tingkat Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES (23/07) - Saham Asia menguat untuk hari ketiga, dengan indeks acuan regional memperpanjang tertinggi enam tahun, setelah data inflasi meredam kekhawatiran kenaikan suku bunga di tahun depan.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1 persen menjadi 148,07 pada pukul 09:02 pagi di Tokyo, setelah penutupan kemarin di level tertinggi sejak Juni 2008. Biaya hidup di AS naik pada laju yang lebih lambat di bulan Juni dan penjualan rumah naik ke tertinggi delapan bulan, menunjukkan ekonomi terbesar dunia adalah menghasilkan sedikit tekanan pada harga karena pertumbuhan berakselerasi.

Indeks Topix Jepang, indeks Kospi Korea Selatan dan Indeks S&P/ASX 200 Australia semua naik 0,2 persen. Indeks NZX 50 Selandia Baru tergelincir 0,1 persen. Pasar di China dan Hong Kong belum dibuka.

Indeks MSCI Asia Pacific diperdagangkan pada 13,5 kali perkiraan laba pada penutupan terakhir, dibandingkan dengan 16,6 untuk Indeks Standard & Poor 500, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.(frk)

Sumber : Bloomberg

Emas Berjangka Turun Terkait Spekulasi Suku Bunga The Fed

BESTPROFIT FUTURES (23/07) - Emas berjangka turun untuk kedua kalinya dalam tiga sesi terakhir karena spekulasi bahwa Federal Reserve yang akan menaikkan tingkat suku bunga AS lebih cepat dari perkiraan, melemahkan permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif investasi..
Harga konsumen emas AS naik sebanyak 0,3 persen pada bulan Juni lalu setelah meningkat sebanyak 0,4 persen di bulan Mei lalu, menambah tekanan terhadap The Fed untuk meningkatkan suku bunga acuan dari rekor terendah. Dolar naik ke level tertinggi dalam empat minggu terakhir terhadap sejumlah mata uang utama.
Tahun ini Emas naik sebanyak 8,8 persen tekait gejolak di Timur Tengah dan Ukraina mendorong permintaan safe haven. Pemerintah Uni Eropa menekan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mempercepat penyelidikan atas jatuhnya pesawat Malaysia Air MH17. Sementara Menteri Luar Negeri AS John Kerry meminta  pertanggung jawaban pada penguasa Hamas  di Jalur Gaza untuk menghentikan pertempuran selama dua minggu dengan Israel.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun sebesar 0,6 untuk menetap di level $ 1.308 per ons pukul 1:37 di New York Comex. Sebelumnya, harga turun sebanyak 0,9 persen. (vck)
Sumber: Bloomberg

Monday, 21 July 2014

Harga Minyak Mentah WTI Melambung Tinggi, Investor Pantau Rusia

Harga minyak mentah WTI di Bursa Nymex pada perdagangan Senin 22 Juli 2014 terpantau ditutup menguat signifikan dini hari tadi. Penguatan harga minyak mentah WTI di Nymex dipicu oleh peningkatan tensi konflik Ukraina dan Rusia.
Pergerakan harga minyak mentah WTI pada perdagangan Senin lalu di Nymex, terpantau kembali mendapatkan dorongan penguatan signifikan dari perkembangan konflik Ukraina-Rusia. Perkembangan dari konflik tersebut, yang menyebabkan tertembaknya pesawat Malaysia Airlines MH 17 telah turut membawa AS untuk melakukan intervensi. Berdasarkan berita kelanjutan dampak penembakan tersebut, dikabarkan Obama telah menekankan tanggung jawab Vladimir Putin terhadap penembakan tersebut. Di sisi lain, imbas dari hal tersebut, investor melihat potensi gangguan aliran supply dari Rusia akibat kemungkinan peningkatan sanksi terhadap Rusia.
Sementara itu, pada pergerakan harga minyak mentah jenis Brent, harga minyak mentah jenis tersebut juga turut mendapatkan dorongan dari faktor geopolitik global. Kembali memanasnya konflik internal di Libia, terpantau menmbangkitkan kembali harga minyak mentah Brent di Nymex. Peningkatan harga minyak mentah jenis Brent dipicu oleh pertempuran di kawasan bandara Tripoli pada Minggu lalu. Sebelumnya, harga minyak mentah jenis Brent sempat memasuki masa lesu akibat peningkatan ekspor minyak mentah Libia.
Pada perdagangan Senin 21 Juli 2014 di Bursa Nymex, harga minyak mentah WTI terpantau ditutup menguat signifikan. Harga minyak mentah WTI berjangka Nymex untuk kontrak September 2014  naik hingga 0,89% ke tingkat harga $102,86/barrel atau menguat $0,91/barrel.
Sedangkan pada perdagangan minyak mentah jenis Brent, minyak mentah Brent juga ditutup menguat signifikan dini hari tadi. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak Desember 2014 naik 0,69% ke tingkat harga $108,08/barrel atau menguat $0,74/barrel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga minyak mentah berpotensi untuk kembali menguat pada perdagangan hari ini di Nymex. Hal tersebut dilandasi oleh dorongan sentimen positif dari faktor geopolitik global yang cukup kuat. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $100,75-104 pada WTI dan $106,5-$109 pada Brent.

Sumber : Vibiznews

Harga Emas LLG Kembali Naik, AS dan Australia Tekan Rusia

Harga emas LLG pada perdagangan Senin 21 Juli 2014 terpantau ditutup menguat tipis dini hari tadi. Penguatan harga emas LLG dipicu oleh faktor geopolitik global yang masih belum stabil sehingga demand terhadap aset safe haven mengalami penguatan.
Perdagangan emas LLG pada Senin lalu, terpantau masih dapat ditutup menguat akibat dorongan dari situasi geopolitik global yang terus meningkat. Dari kelanjutan jatuhnya pesawat MH 17, tekanan AS dan juga Australia kepada Rusia terkait klarifikasi penembakan pesawat tersebut dianggap menjadi indikasi akan memanasnya konflik lanjutan Rusia-Ukraina.
Sebelumnya, konflik Ukraina-Rusia sudah sempat mereda pasca presiden Ukraina, Petro Poroshenko, dianggap dapat menyelesaikan konflik secara damai dengan Rusia. Namun, masih terus berlangsungnya konflik di perbatasan antara militer Ukraina dengan pasukan pro-separatis Rusia kembali membangkitkan tensi konflik tersebut yang puncaknya pada tertembak pesawat penumpan MH 17 milik Malaysia Airlines.
Selain faktor sentimen positif dari penembakan MH 17, harga emas juga cukup terangkat oleh konflik di Gaza. Meningkatnya serangan Israel ke jalur darat di wilayah tersebut, menjadi indikasi akan bertambah sengitnya peperangan tersebut. Terpantau dampak dari konflik tersebut, ratusan nyawa telah menjadi korban akibat peperangan Israel dengan Hamas. Imbas dari peningkatan ketidakstabilan kondisi geopolitik global tersebut, harga emas mendapatkan dorongan untuk kembali menguat meskipun secara teknikal masih cenderung sideways.
Pada perdagangan Senin 21 Juli 2014, harga emas LLG terpantau ditutup menguat tipis. Harga emas LLG pada dini hari tadi ditutup menguat 0,14% ke tingkat harga $1.312,45/t oz atau naik $1,85/t oz.
Sedangkan pada bursa berjangka Comex, harga emas juga terpantau ditutup menguat dini hari tadi. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014 ditutup naik 0,34% ke tingkat harga $1.313,9/t oz atau menguat $4,5/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga emas akan cenderung bergerak flat pada perdagangan hari ini akibat posisi wait and see para investor. Hal tersebut dilandasi oleh akan rilisnya beberapa data penting dari perekonomian AS seperti data inflasi dan home sales. Namun, bila dilandasi oleh dorongan sentimen dari faktor geopolitik global, harga emas masih akan mendapatkan cukup support untuk menguat. Terkait pergerakan harga emas, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.301-$1.324 pada emas LLG dan $1.302-$1.325 pada emas berjangka Comex kontrak Agustus 2014.

Sumber : Vibiznews

Indeks Saham Asia Naik Setelah Pasar Jepang di Buka kembali

BESTPROFIT FUTURES (22/07) - Bursa saham Asia menguat, dengan indeks acuan regional menuju gain untuk hari kedua, setelah pasar Jepang dibuka kembali pasca liburan. Saham industri dan material memimpin kenaikan.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen menjadi 147,15 pada pukul 09:01 pagi di Tokyo, sebelum pasar Hong Kong dan Cina di buka. Menteri-menteri luar negeri Uni Eropa akan bertemu pada hari ini yang akan membahas apakah mereka akan memperpanjang hukuman terhadap Rusia, di tengah kemarahan atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah Ukraina.

Indeks Topix Jepang naik 0,6 persen. Indeks Australia S&P / ASX 200 naik 0,1 persen dan Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,1 persen. Sementara itu, Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,1 persen.
Kontrak pada Indeks Hang Seng Hong Kong dan kontrak di Indeks Hang Seng China Enterprises dari saham Cina daratan yang diperdagangkan di Hong Kong sedikit berubah.

Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah setelah tergelincir 0,2 persen kemarin.(frk)

Sumber : Bloomberg

WTI Dekati Level 3 Pekan Tertingginya Jelang Rilis Data Pasokan Minyak AS

BESTPROFIT FUTURES (22/07) - WTI (West Texas Intermediate) diperdagangkan mendekati level harga tertingginya dalam hampir 3 pekan terakhir menjelang rilis data pasokan minyak AS yang diperkirakan memberikan sinyal meningkatnya permintaan bahan bakar di AS, sebagai konsumen minyak terbesar di dunia.

Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah kemarin naik 1.4%. Pekan lalu pasokan minyak mentah diperkirakan turun sebesar 2.8 juta barel menjadi 372.2 juta, menurut survei Bloomberg News menjelang rilis data dari EIA (Energy Information Administration) besok. Produksi minyak Libya turun 430,000 barel per hari setelah menurunna produksi dari ladang Sharara, menurut Oil Corp.

WTI untuk pengiriman bulan Agustus, yang akan berakhir hari ini berada pada level $104.65 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik 6 sen pukul 9:08 pagi waktu Sydney. Kemarin WTI catat gain sebesar $1.46 ke level $104.59, level harga penutupan tertinggi sejak 1 Juli lalu. Hari ini kontrak bulan September turun 6 sen ke level $102.80. Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan sebesar 38% dibawah 100 hari rata-rata. Harga telah mengalami kenaikan sebesar 6.3% sepanjang tahun 2014 ini.

Kemarin Brent untuk penyelesaian bulan September catat gain 44 sen atau 0.4% ke level $107.68 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London. Acuan minyak mentah Eropa mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar $4.82 dibanding WTI. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Emas Naik Untuk Ketiga Kalinya Dalam Empat Sesi

BESTPROFIT FUTURES (22/07) - Emas berjangka naik ketiga kalinya dalam empat sesi terakhir karena memuncaknya ketegangan di Ukraina sehingga meningkatkan permintaan untuk aset safe haven.
Sementara kemarin Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan bahwa pihak Rusia mempunyai rudal yang digunakan pemberontak Ukraina untuk menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines. Pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels besok akan membahas sanksi terhadap pihak Rusia.
Tahun ini emas naik sebanyak 9,4 persen, menyentuh level tertinggi selama 16 pekan berada di level $ 1,346.80 per ons pada 10 Juli lalu, di tengah meningkatnya gejolak di Ukraina dan Timur Tengah. Acuan ekuitas global jatuh untuk hari ini karena saham Rusia turun pada sesi keenam di tengah kuatnya tekanan internasional terhadap Presiden Vladimir Putin. Sementara permintaan untuk aset safe haven juga mengalami penguatan akibat meningkatnya kekerasan di Jalur Gaza.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik sebesar 0,3 persen untuk menetap di level $ 1,315.50 pukul 1:37 di New York Comex. Perdagangan emas adalah 30 persen di bawah rata-rata dalam 100 hari, data yang dihimpun oleh Bloomberg. (vck)
Sumber: Bloomberg