BESTPROFIT FUTURES (25/7) - PM Ukraina Arseniy Yatsenyuk yang baru menjabat sejak 27 Februari lalu, mengumumkan pengunduran dirinya Kamis (24/7) pagi.
Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya hari Kamis (24/7) pagi.
œDengan
terjadinya perpecahan dalam koalisi parlemen dan tidak tercapainya
sejumlah RUU penting, saya menyatakan mengundurkan diri, demikian ujar
Yatsenyuk dari mimbar parlemen Verkhovna Rada di Ukraina.
Yatsenyuk
menyampaikan pengunduran dirinya setelah partai nasionalis Svoboda dan
Udar yang dipimpin mantan petinju dunia Vitali Klitschko menarik diri
dari kelompok anggota parlemen yang mengambilalih parlemen setelah
tergulingnya presiden Viktor Yanukovich akhir tahun lalu.
Ketua
parlemen Alexander Turchinov mengatakan kini tergantung pada partai
Svoboda dan Udar untuk mengajukan kandidat perdana menteri sementara
guna memimpin pemerintahan hingga pemilu parlemen bisa diselenggarakan.
Arseniy Yatsenyuk baru dipilih sebagai perdana menteri Ukraina 27 Februari lalu.
Sumber : VOA
Thursday, 24 July 2014
Dolar Siap untuk Laba Mingguan Back-to-Back
BESTPROFIT FUTURES (25/7) - Dollar siap untuk kenaikan mingguan back-to-back terhadap
mata uang utama jelang rilis data yang diperkirakan menunjukkan pesanan
barang tahan lama AS mengalami rebound pada bulan Juni, menunjukkan
sektor manufaktur menguat bersamaan dengan ekonomi.
Indeks
Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang
utama, naik ke level tertinggi dalam sebulan kemarin setelah indeks
Standard & Poor 500 memperpanjang rekor menyusul lonjakan penjualan
Facebook Inc. Yen mempertahankan penurunan dari kemarin setelah laporan
yang menunjukkan inflasi inti Jepang melambat dari level terkuat sejak
1982. Pound ditetapkan untuk penurunan selama seminggu berturut-turut,
terpanjang dalam empat bulan terakhir, jelang rilis data produk domestik
bruto hari ini.
Indeks
Bloomberg Dollar sedikit berubah pada 1,012.33 dari kemarin pada pukul
09:02 pagi di Tokyo, akan meningkat 0,3 persen dalam minggu ini. Kemarin
indeks tersebut menyentuh level 1,012.54, tertinggi sejak 18 Juni.
Dolar
diperdagangkan di 101,78 yen, setelah naik 0,3 persen kemarin ke 101,82
dan menuju kenaikan mingguan sebesar 0,4 persen. Terhadap euro, dolar
sedikit berubah pada $ 1,3466 per euro, setelah naik 0,4 persen sejak 18
Juli.
Pesanan
untuk barang tahan lama di AS terakhir setidaknya dalam tiga tahun naik
0,5 persen pada bulan Juni setelah turun 0,9 persen pada bulan Mei,
data Departemen Perdagangan diperkirakan akan menunjukkan hari ini
menurut survei Bloomberg News.(frk)
Sumber : Bloomberg
Emas Turun Ke Level Lima Pekan Terendah
BESTPROFIT FUTURES (25/7) - Emas
berjangka jatuh ke level terendah dalam lima pekan di New York karena
outlook ekonomi global membaik yang mengurangi permintaan safe haven.
Angka
pembacaan awal PMI China dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics
naik ke level tertinggi 18-bulan. Pekan lalu klaim pengangguran AS turun
ke level terendah sejak Februari 2006. Indeks Standard & Poor 500
ditutup pada rekornya kemarin.
Bullion
meperpanjang penurunan di bulan ini pasca kerusuhan di Ukraina dan
Timur Tengah membantu pemulihan harga sebesar 10% pada semester pertama
tahun 2014. Goldman Sachs Group Inc menegaskan emas akan terus mengalami
penurunan pada akhir tahun dengan terkait percepatan pemulihan ekonomi
AS , bahkan ketika bank menaikkan perkiraan jangka panjang pada logam
mulia.
Emas
berjangka untuk pengiriman Desember turun 1,1% untuk menetap di level $
1,292.70 per ons pada pukul 1:41 siang di New York Comex, setelah
menyentuh level $ 1,289.40, yang terendah untuk kontrak teraktif sejak
19 Juni ini. logam mulia turun sebanyak 2,2% di bulan ini.
Volume Perdagangan adalah 43% di atas rata-rata untuk 100 hari, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.
Penurunan hari ini membawa emas bergerak di bawah rata-rata 100-hari. Harga turun 28% tahun lalu terkait harapan Federal Reserve yang akan mengurangi stimulus karena membaiknya perekonomian.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Memperpanjang Gain Mingguan, S&P 500 Dekati Rekor
BESTPROFIT FUTURES (25/7) - Saham
Asia menguat pagi ini, dengan indeks acuan regional menuju gain minggu
kedua, setelah indeks Standard & Poor 500 ditutup pada rekor
tertinggi dan saham Baidu Inc. melonjak memperpanjang perdagangan di
bursa AS setelah membukukan laba yang lebih baik dari estimasi.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik 0,1 persen menjadi 148,47 pada 09:02 pagi di
Tokyo. Indeks tersebut sedang menuju kenaikan mingguan sebesar 1,2
persen, setelah menyentuh level tertinggi enam tahun pada awal pekan
ini, setelah data inflasi AS meredam kekhawatiran kenaikan suku bunga
dan indeks dari manufaktur China menambahkan tanda-tanda stabilnya
perekonomian China.
Indeks
Topix Jepang naik 0,3 persen. Harga inti konsumen nasional naik 3,3
persen pada bulan Juni, sejalan dengan perkiraan para ekonom, menurut
data yang dirilis hari ini di Tokyo oleh biro statistik.
Indeks
Kospi Korea Selatan naik 0,2 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia
dan Indeks NZX 50 Selandia Baru sedikit berubah. Pasar di China dan Hong
Kong belum dibuka.(frk)
Sumber : Bloomberg
Indeks S&P 500 Perpanjang Reli; Dow Stagnan
BESTPROFIT FUTURES (25/7) - Indeks
Standard & Poor 500 memperpanjang rekor ke level tertingginya
karenan Facebook Inc reli dan pertumbuhan manufaktur global mengimbangi
penurunan penjualan rumah di Amerika. Caterpillar Inc turun tajam, Dow
Jones Industrial Average stagnan.
Saham
Facebook naik sebanyak 5,2 persen mencapai rekor tertinggi pasca
menyatakan bahwa penjualan pada kuartal kedua melonjak sebanyak 61
persen. Under Armor Inc menguat 15 persen pasca meningkatkan target laba
di tahun 2014 ini. Caterpillar melemah sebanyak 3,1 persen setelah
memperkirakan tpenurunan laba dalam setahun penuh diluar dari
perkiraan. D.R. Horton Inc anjlok sebanyak 12 persen dalam menjalani
pembangunan rumah murah di Amerika. Qualcomm Inc turun sebanyak 6,7
persen pasca memperkirakan laba kuartalan.
Indeks
S & P 500 meningkat kurang dari 0,1 persen naik ke level 1,987.88
pukul 4 sore di New York. The Dow average merosot sebanyak 3,02 poin
atau kurang dari 0,1 persen, ke level 17,083.61.
Indeks
S & P 500 naik sebanyak 0,2 persen kemarin karena Apple Inc turut
mendorong perusahaan teknologi besar, sementara laba saham kesehatan
reli. Indeks AS naik sebanyak 7,5 persen tahun ini di tengah hasil
perusahaan yang lebih baik dari estimasi dan dukungan dari bank sentral.
Indeks diperdagangkan 18,2 kali laporan pendapatan anggotanya,
tertinggi sejak 2010 silam. (vck)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 23 July 2014
Hamas tetapkan syarat untuk gencatan dengan Israel
BESTPROFIT FUTURES (24/07) - Pemimpin tertinggi Hamas, Khaled Meshaal,
menandaskan tidak mungkin terjadi gencatan senjata di Gaza jika blokade
ekonomi oleh Israel tidak diakhiri.
Berbicara dalam pertemuan internasional tentang Gaza di Qatar, Meshaal menegaskan Hamas akan terus menolak genjatan senjata hingga dipenuhinya syarat yang mereka tetapkan.
"Kami tidak akan menerima prakarsa apapun yang tidak mencabut blokade atas rakyat kami dan yang tidak menghargai penderitaan mereka," tegasnya.
Pernyataan pemimpin kelompok Palestina radikal itu muncul di tengah makin gencarnya serangan udara dan serangan darat Israel di Gaza.
Israel melancarkan ofensif militernya 8 Juli, dengan mengumumkan tujuannya adalah untuk menghentikan serangan roket dari Gaza.
Sedikitnya 649 warga Palestina dan 31 warga Israel terbunuh dalam 15 hari serangan, demkian keterangan pejabat Israel.
Dalam kesempatan lain, pejabat HAM PBB, Navi Pillay, mengutuk aksi militer Israel di Gaza.
Ia juga mengecam Hamas untuk 'serangan tanpa pilih sasaran' yang mereka lancarkan ke Israel.
Sumber : BBC
Berbicara dalam pertemuan internasional tentang Gaza di Qatar, Meshaal menegaskan Hamas akan terus menolak genjatan senjata hingga dipenuhinya syarat yang mereka tetapkan.
"Kami tidak akan menerima prakarsa apapun yang tidak mencabut blokade atas rakyat kami dan yang tidak menghargai penderitaan mereka," tegasnya.
Pernyataan pemimpin kelompok Palestina radikal itu muncul di tengah makin gencarnya serangan udara dan serangan darat Israel di Gaza.
Israel melancarkan ofensif militernya 8 Juli, dengan mengumumkan tujuannya adalah untuk menghentikan serangan roket dari Gaza.
Sedikitnya 649 warga Palestina dan 31 warga Israel terbunuh dalam 15 hari serangan, demkian keterangan pejabat Israel.
Dalam kesempatan lain, pejabat HAM PBB, Navi Pillay, mengutuk aksi militer Israel di Gaza.
Ia juga mengecam Hamas untuk 'serangan tanpa pilih sasaran' yang mereka lancarkan ke Israel.
Sumber : BBC
Separatis Tembak Jatuh 2 Jet Tempur Ukraina
BESTPROFIT FUTURES (24/07) - Pejabat Kementerian Pertahanan Ukraina
Rabu (23/7) mengakui bahwa dua jet militer mereka ditembak jatuh di
Savur Mogila, Ukraina timur.
Dua jet tempur Ukraina ditembak jatuh di Ukraina timur hari Rabu, hanya enam hari setelah sebuah pesawat penumpang Malaysia ditembak jatuh dan menewaskan ke-298 orang di dalamnya.
Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan dua jet militer mereka ditembak jatuh di Savur Mogila, kawasan konflik di Ukraina timur di mana separatis bertempur melawan pasukan pemerintah.
Nasib pilot kedua jet itu belum diketahui.
Amerika menuduh Rusia memasok pemberontak dengan persenjataan dan pelatihan.
Sementara itu, dua pesawat militer yang mengangkut sejumlah jenazah korban penembakan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 minggu lalu tiba di Belanda hari Rabu yang merupakan hari berkabung nasional.
Pesawat milik Belanda dan Australia itu mendarat di pangkalan udara Eindhoven dan disambut sejumlah tokoh. Jenazah-jenazah itu, yang diangkut dalam peti mati kayu, ditempatkan dalam mobil jenazah berwarna hitam dan dibawa ke sebuah lokasi dekat kota Hilversum untuk diidentifikasi.
Sebagian besar korban adalah warga negara Belanda.
Amerika mengatakan pesawat penumpang itu tampaknya ditembak jatuh separatis pro-Rusia dengan misil darat ke udara buatan Rusia. Mereka mengatakan pemberontak œyang kurang terlatih itu sepertinya keliru menembak jatuh pesawat tersebut.
Sumber : VOA
Dua jet tempur Ukraina ditembak jatuh di Ukraina timur hari Rabu, hanya enam hari setelah sebuah pesawat penumpang Malaysia ditembak jatuh dan menewaskan ke-298 orang di dalamnya.
Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan dua jet militer mereka ditembak jatuh di Savur Mogila, kawasan konflik di Ukraina timur di mana separatis bertempur melawan pasukan pemerintah.
Nasib pilot kedua jet itu belum diketahui.
Amerika menuduh Rusia memasok pemberontak dengan persenjataan dan pelatihan.
Sementara itu, dua pesawat militer yang mengangkut sejumlah jenazah korban penembakan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 minggu lalu tiba di Belanda hari Rabu yang merupakan hari berkabung nasional.
Pesawat milik Belanda dan Australia itu mendarat di pangkalan udara Eindhoven dan disambut sejumlah tokoh. Jenazah-jenazah itu, yang diangkut dalam peti mati kayu, ditempatkan dalam mobil jenazah berwarna hitam dan dibawa ke sebuah lokasi dekat kota Hilversum untuk diidentifikasi.
Sebagian besar korban adalah warga negara Belanda.
Amerika mengatakan pesawat penumpang itu tampaknya ditembak jatuh separatis pro-Rusia dengan misil darat ke udara buatan Rusia. Mereka mengatakan pemberontak œyang kurang terlatih itu sepertinya keliru menembak jatuh pesawat tersebut.
Sumber : VOA
Bursa Saham Asia Dekati Level 6 Thn Tertingginya Setelah S&P 500 Catat Rekor
BESTPROFIT FUTURES (24/07) - Bursa Saham Asia stagnan, indeks acuan
regional tersebut mendekati level 6 tahun tertingginya, setelah Indeks
Standard & Poor 500 menguat pada rekornya dan Facebook Inc. mencatat
laba yang melampaui dari perkiraan sebelumnya.
Indeks MSCI Asia Pacific diperdagangkan pada level 148.44 pukul 9:03 pagi waktu Tokyo setelah kemarin ditutup pada level tertingginya sejak Juni 2008 silam. Perusahaan-perusahaan dari PepsiCo Inc. hingga Dow Chemical Co. telah membantu memberikan gain pada Indeks S&P 500, dengan sekitar 77% dari anggota indeks tersebut merilis laba musim ini yang melampaui dari perkiraan para analis sebelumnya.
Rilis data China hari ini diperkirakan akan memberikan bukti lebih bahwa ekonomi negeri tirai bambu sedang stabil. Para ekonom memprediksi angka pembacaan awal bagi manufaktur China dari HSBC Holdings Plc/Markit Economics akan berada pada angka 51 untuk Juli lalu, naik dari Juni lalu seebsar 50.7 ketika indeks manufaktur tersebut bergerak tumbuh untuk pertama kalinya sepanjang tahun 2014 ini. Angka pembacaan diatas 50 memberikan sinyal kenaikan. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks MSCI Asia Pacific diperdagangkan pada level 148.44 pukul 9:03 pagi waktu Tokyo setelah kemarin ditutup pada level tertingginya sejak Juni 2008 silam. Perusahaan-perusahaan dari PepsiCo Inc. hingga Dow Chemical Co. telah membantu memberikan gain pada Indeks S&P 500, dengan sekitar 77% dari anggota indeks tersebut merilis laba musim ini yang melampaui dari perkiraan para analis sebelumnya.
Rilis data China hari ini diperkirakan akan memberikan bukti lebih bahwa ekonomi negeri tirai bambu sedang stabil. Para ekonom memprediksi angka pembacaan awal bagi manufaktur China dari HSBC Holdings Plc/Markit Economics akan berada pada angka 51 untuk Juli lalu, naik dari Juni lalu seebsar 50.7 ketika indeks manufaktur tersebut bergerak tumbuh untuk pertama kalinya sepanjang tahun 2014 ini. Angka pembacaan diatas 50 memberikan sinyal kenaikan. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Defisit Perdagangan Jepang Bulan Juni Diperluas Pasca Ekspor Turun
BESTPROFIT FUTURES (24/07) - Defisit perdagangan Jepang melebihi perkiraan para ekonom pasca ekspor Jepang secara tak terduga turun, menyeret perekonomian yang membuat penurunan lebih kuat dari yang diperkirakan pasca kenaikan pajak penjualan pada bulan April.
Defisit pada bulan Juni sebesar 822.2 miliar yen ($ 8.1 miliar), menurut laporan dari kementerian keuangan di Tokyo hari ini, melebihi estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg News dari 32 ekonom sebesar 643 miliar yen. Ekspor Jepang turun 2 persen dari tahun sebelumnya, sementara impor naik 8,4 persen.
Dalam pekan ini,pemerintah telah memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun yang berakhir pada Maret 2015, mengutip permintaan luar negeri yang lemah dan penurunan konsumsi setelah kenaikan pajak. Dengan impor bahan bakar fosil membengkakkan defisit perdagangan, sekarang berada di rekor 24 bulan, kenaikan ekspor diperlukan untuk membantu Perdana Menteri Shinzo Abe mempertahankan pertumbuhan negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia.
Para ekonom memperkirakan ekspor akan naik 1 persen pada bulan Juni setelah turun 2,7 persen di bulan Mei. Ekonomi Jepang akan tumbuh 1,2 persen dalam tahun fiskal ini, Kantor Kabinet mengatakan awal pekan ini, potongan dari perkiraan sebelumnya pertumbuhan 1,4 persen selama periode tersebut.(frk)
Sumber: Bloomberg
Ekuitas AS Tekan Emas Berjangka Turun Hari Kedua
BESTPROFIT FUTURES (24/07) - Emas
berjangka turun untuk hari kedua secara beruntun karena reli ekuitas AS
mencapai rekor tertingginya sehingga melemahkan permintaan untuk logam
mulia sebagai aset alternatif.
Indeks Standard
& Poor 500 naik sebanyak 7,6 persen tahun ini, emas turun sebanyak
28 persen pada 2013, yang tertajam dalam tiga dekade terakhir, karena
bursa saham meningkat di tengah tanda-tanda reboundnya perekonomian AS.
Tahun
ini emas naik sebanyak 8,7 persen terkait meningkatnya gejolak di
Ukraina dan Timur Tengah. Pagi tadi, logam naik sebanyak 0,4 persen
setelah separatis menembak jatuh dua jet tempur Ukraina di kawasan yang
sama dengan Malaysia Air yang jatuh pekan lalu.
Emas
berjangka untuk pengiriman Desember turun sebesar 0,1 persen untuk
menetap di level $ 1,306.50 per ons pada pukul 1:36 siang di New York
Comex. Perdagangan hari ini sebesar 29 persen untuk kali ini di bawah
rata-rata dalam 100 hari terakhir, data yang dihimpun oleh Bloomberg
kemarin menunjukkan, harga turun 0,6 persen. (vck)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 22 July 2014
Tiongkok Suntik Pinjaman Besar, Utang Argentina Banyak Yang Belum Dibayar
Kepala negara Tiongkok, Presiden Xi
Jinping saat berkunjung ke Argentina akhir pekan lalu mengadakan
kesepakatan dengan Presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner
untuk memberikan pinjaman sebesar 7.5 miliar dolar AS kepada Argentina,
karena besarnya utang negara sebelumnya yang belum dibayar sehingga
negara tidak dapat memanfaatkan pasar modal global.
Kesepakatan tunggal terbesar tersebut
meliputi pinjaman dana sebesar 4.7 miliar dolar AS dari China
Development Bank untuk pembangunan dua bendungan hidroelektrik di
Patagonia. Kedua bendungan akan dibangun oleh perusahaan teknik dan
konstruksi Tiongkok , GeZhouba Group, bersama dengan perusahaan
pembangunan, operasi dan pemeliharaan berbagai elektromekanis Argentina,
Electroingenieria S.A, dengan kapasitas pembangkit bangunan mencapai 1.740 watt.
Dana sebesar 2.1 miliar dolas AS lainnya
juga diberikan bank Tiongkok untuk membantu membiayai proyek kereta api
untuk mengangkut gandum dari daerah pertanian Argentina menuju ke
sejumlah pelabuhan yang selama ini tertunda. Selain itu, kedua belah
pihak juga telah menandatangani perjanjian barter, antar bank dalam
negeri masing-masing untuk jangka waktu 3 tahun kedepan agar Argentina
dapat membayar impor Tiongkok menggunakan mata uang yuan, sebesar 11
milar dolar AS. Sebelumnya, pada tahun 2009, negara Amerika Latin telah
menandatangani perjanjian yang serupa dengan Tiongkok.
Negara Argentina merupakan negara
eksportir kedelai dan jagung terbesar ketiga didunia dan Tiongkok adalah
peng-impor terbesar kedelainya. Pemerintahan Fernandez telah
memberlakukan pengetatan impor dan pengontrolan modal untuk menjaga
cadangan devisa berkurang, yang dibutuhkan untuk membayar
hutang-hutangnya.
Kebijakan tersebut telah menghalangi
investasi asing dan memaksa bank sentral untuk menguras cadangan devisa
untuk menopang mata uang yang sedang merosot. Presiden Fernandez
menganggap kesepakatan dengan negara perekonomian terbesar kedua didunia
dapat membantu menstabilitasi nilai tukar negaranya pada saat ini.
Sumber : Vibiznews
Data API Khawatirkan Investor, Harga Minyak Mentah WTI Melemah
Harga minyak mentah WTI di Bursa Nymex
pada perdagangan Selasa 22 Juli 2014 terpantau ditutup melemah cukup
signifikan. Pelemahan harga minyak mentah WTI dipicu oleh rilis data API
yang memberikan kekhawatiran terhadap para investor.
Rilis data persediaan minyak mentah AS
oleh API pada Selasa lalu, terpantau menjadi sentimen negatif cukup kuat
terhadap pergerakan harga minyak mentah WTI. Data persediaan minyak
mentah tersebut yang berada di level pengurangan 555.000 barrel masih
berada di bawah ekspektasi yang memperkirakan penguaran akan berada di
kisaran 2,8 juta barrel. Imbas dari hal tersebut, harga minyak WTI
mengalami pelemahan akibat penyesuaian terhadap kesalahan estimasi data.
Selain faktor rilis data API, harga
minyak mentah baik WTI maupun Brent juga cukup tertekan oleh belum
adanya indikasi gangguan supply minyak mentah sebagai kelanjutan dampak
dari tidak stabilnya kondisi geopolitik global. Kondisi geopolitik
global yang masih belum stabil di kawasan Gaza, Ukraina-Rusia, dan Libia
terpantau belum berdampak pada terganggunnya supply minyak mentah dari
beberapa negara tersebut mskipun output Libia dikabarkan turun ke
450.000 barrel per hari.
Pada perdagangan Selasa 22 Juli 2014 di
Bursa Nymex, harga minyak mentah terpantau ditutup melemah cukup
signifikan. Harga minyak mentah WTI berjangka Nymex untuk kontrak
September 2014 turun 0,46% ke tingkat harga $102,39/barrel atau melemah
$0,47/barrel.
Sementara pada perdagangan minyak mentah
jenis Brent di Nymex, minyak mentah jenis tersebut juga harus ditutup
melemah dini hari tadi. Harga minyak mentah jenis Brent berjangka Nymex
untuk kontrak Desember 2014 turun 0,51% ke tingkat harga $107,53/barrel
atau melemah $0,55/barrel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting memprediksi harga minyak mentah WTI akan cenderung bergerak
melemah tipis pada perdagangan hari ini sebelum rilis data EIA. Hal
tersebut dilandasi oleh potensi aksi wait and see yang cukup kuat pasca
kesalahan estimasi pada data API yang cukup signifikan. Data persediaan
minyak mentah EIA sendiri diprediksi akan berada di kisaran pengurangan
sebesar 2,8 juta barrel. Terkait pergerakan harga minyak mentah, range
normal diprediksi akan berada di kisaran $101-$104,25 pada WTI dan
$106-$109 pada Brent.
Sumber : Vibiznews
Data AS Tekan Harga Emas LLG
Harga emas LLG pada perdagangan Selasa 22
Juli 2014 terpantau ditutup melemah cukup signifikan dini hari tadi.
Pelemahan harga emas LLG yang cukup signifikan tersebut dipicu oleh
penguatan bursa Wall Street dan juga data perekonomian AS yang berada
dalam posisi positif.
Rilis-rilis data terkait pendapatan
kuartal perusahaan di Wall Street dan juga perekonomian AS terpantau
berhasil menggerus harga emas pada perdagangan Selasa lalu. Dari
pergerakan bursa Wall Street, seluruh indeks terpantau berhasil ditutup
di zona hijau pada perdagangan Selasa lalu. Beberapa rilis data
pendapatan kuartalan perusahaan di Wall Street terpantau menjadi
sentimen kuat yang menggerakan seluruh indeks untuk menutup perdagangan
di zona hijau sehingga emas selaku aset safe haven, anjlok tergerus
penguatan Wall Street tersebut.
Sementara dari rilis-rilis data
perekonomian AS, data penjualan rumah AS dan inflasi juga turut menjadi
momok terhadap pergerakan harga emas Selasa lalu. Dari data inflasi,
terpantau inflasi inti AS berhasil ditekan pada Juni lalu bila
dibandingkan periode yang sama pada tahun 2014. Inflasi inti AS yang
berada pada level 2,0% di Juni 2014, berhasil diturunkan 0,1% ke level
1,9%. Sedangkan dari data penjualan rumah AS, penjualan rumah AS juga
mengalami penguatan pada Juni lalu bila dibandingkan dengan periode yang
sama di tahun 2013. Pada Juni 2014 lalu, penjualan rumah AS berada di
level 5,04 juta atau naik 0,13 juta.
Pada perdagangan Selasa 22 Juli 2014,
harga emas LLG terpantau harus ditutup melemah cukup signifikan meskipun
sentimen positif dari belum stabilnya kondisi geopolitik global masih
cukup kuat. Harga emas LLG turun 0,47% ke tingkat harga $1.306,35/t oz
atau melemah $6,10/t oz.
Sedangkan dari perdagangan emas berjangka
di Bursa Comex, harga emas juga terpantau ditutup melemah dini hari
tadi. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014 turun hingga
0,58% ke tingkat harga $1.306,3/t oz atau melemah $7,6/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting memprediksi harga emas pada perdagangan hari ini berpotensi
untuk kembali menguat. Hal tersebut dilandasi oleh potensi penguatan
sentimen positif dari belum stabilnya kondisi geopolitik global
sekaligus aksi beli pasca penurunan harga pada perdagangan hari Selasa.
Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran
$1.294-$1.322 pada emas LLG dan $1.293-$1.324 pada emas berjangka COmex
untuk kontrak Agustus 2014.
Sumber : Vibiznews
Saham Asia Naik Pasca Inflasi AS Meredam Kekhawatiran Tingkat Suku Bunga
BESTPROFIT FUTURES (23/07) - Saham
Asia menguat untuk hari ketiga, dengan indeks acuan regional
memperpanjang tertinggi enam tahun, setelah data inflasi meredam
kekhawatiran kenaikan suku bunga di tahun depan.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik 0,1 persen menjadi 148,07 pada pukul 09:02 pagi
di Tokyo, setelah penutupan kemarin di level tertinggi sejak Juni 2008.
Biaya hidup di AS naik pada laju yang lebih lambat di bulan Juni dan
penjualan rumah naik ke tertinggi delapan bulan, menunjukkan ekonomi
terbesar dunia adalah menghasilkan sedikit tekanan pada harga karena
pertumbuhan berakselerasi.
Indeks
Topix Jepang, indeks Kospi Korea Selatan dan Indeks S&P/ASX 200
Australia semua naik 0,2 persen. Indeks NZX 50 Selandia Baru tergelincir
0,1 persen. Pasar di China dan Hong Kong belum dibuka.
Indeks
MSCI Asia Pacific diperdagangkan pada 13,5 kali perkiraan laba pada
penutupan terakhir, dibandingkan dengan 16,6 untuk Indeks Standard &
Poor 500, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.(frk)
Sumber : Bloomberg
Emas Berjangka Turun Terkait Spekulasi Suku Bunga The Fed
BESTPROFIT FUTURES (23/07) - Emas
berjangka turun untuk kedua kalinya dalam tiga sesi terakhir karena
spekulasi bahwa Federal Reserve yang akan menaikkan tingkat suku bunga
AS lebih cepat dari perkiraan, melemahkan permintaan untuk logam mulia
sebagai alternatif investasi..
Harga
konsumen emas AS naik sebanyak 0,3 persen pada bulan Juni lalu setelah
meningkat sebanyak 0,4 persen di bulan Mei lalu, menambah tekanan
terhadap The Fed untuk meningkatkan suku bunga acuan dari rekor
terendah. Dolar naik ke level tertinggi dalam empat minggu terakhir
terhadap sejumlah mata uang utama.
Tahun
ini Emas naik sebanyak 8,8 persen tekait gejolak di Timur Tengah dan
Ukraina mendorong permintaan safe haven. Pemerintah Uni Eropa menekan
Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mempercepat penyelidikan atas
jatuhnya pesawat Malaysia Air MH17. Sementara Menteri Luar Negeri AS
John Kerry meminta pertanggung jawaban pada penguasa Hamas di Jalur Gaza untuk menghentikan pertempuran selama dua minggu dengan Israel.
Emas
berjangka untuk pengiriman Desember turun sebesar 0,6 untuk menetap di
level $ 1.308 per ons pukul 1:37 di New York Comex. Sebelumnya, harga
turun sebanyak 0,9 persen. (vck)
Sumber: Bloomberg
Monday, 21 July 2014
Harga Minyak Mentah WTI Melambung Tinggi, Investor Pantau Rusia
Harga minyak mentah WTI di Bursa Nymex
pada perdagangan Senin 22 Juli 2014 terpantau ditutup menguat signifikan
dini hari tadi. Penguatan harga minyak mentah WTI di Nymex dipicu oleh
peningkatan tensi konflik Ukraina dan Rusia.
Pergerakan harga minyak mentah WTI pada
perdagangan Senin lalu di Nymex, terpantau kembali mendapatkan dorongan
penguatan signifikan dari perkembangan konflik Ukraina-Rusia.
Perkembangan dari konflik tersebut, yang menyebabkan tertembaknya
pesawat Malaysia Airlines MH 17 telah turut membawa AS untuk melakukan
intervensi. Berdasarkan berita kelanjutan dampak penembakan tersebut,
dikabarkan Obama telah menekankan tanggung jawab Vladimir Putin terhadap
penembakan tersebut. Di sisi lain, imbas dari hal tersebut, investor
melihat potensi gangguan aliran supply dari Rusia akibat kemungkinan
peningkatan sanksi terhadap Rusia.
Sementara itu, pada pergerakan harga
minyak mentah jenis Brent, harga minyak mentah jenis tersebut juga turut
mendapatkan dorongan dari faktor geopolitik global. Kembali memanasnya
konflik internal di Libia, terpantau menmbangkitkan kembali harga minyak
mentah Brent di Nymex. Peningkatan harga minyak mentah jenis Brent
dipicu oleh pertempuran di kawasan bandara Tripoli pada Minggu lalu.
Sebelumnya, harga minyak mentah jenis Brent sempat memasuki masa lesu
akibat peningkatan ekspor minyak mentah Libia.
Pada perdagangan Senin 21 Juli 2014 di
Bursa Nymex, harga minyak mentah WTI terpantau ditutup menguat
signifikan. Harga minyak mentah WTI berjangka Nymex untuk kontrak
September 2014 naik hingga 0,89% ke tingkat harga $102,86/barrel atau
menguat $0,91/barrel.
Sedangkan pada perdagangan minyak mentah
jenis Brent, minyak mentah Brent juga ditutup menguat signifikan dini
hari tadi. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak Desember
2014 naik 0,69% ke tingkat harga $108,08/barrel atau menguat
$0,74/barrel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting memprediksi harga minyak mentah berpotensi untuk kembali
menguat pada perdagangan hari ini di Nymex. Hal tersebut dilandasi oleh
dorongan sentimen positif dari faktor geopolitik global yang cukup kuat.
Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di
kisaran $100,75-104 pada WTI dan $106,5-$109 pada Brent.
Sumber : Vibiznews
Harga Emas LLG Kembali Naik, AS dan Australia Tekan Rusia
Harga emas LLG pada perdagangan Senin 21
Juli 2014 terpantau ditutup menguat tipis dini hari tadi. Penguatan
harga emas LLG dipicu oleh faktor geopolitik global yang masih belum
stabil sehingga demand terhadap aset safe haven mengalami penguatan.
Perdagangan emas LLG pada Senin lalu,
terpantau masih dapat ditutup menguat akibat dorongan dari situasi
geopolitik global yang terus meningkat. Dari kelanjutan jatuhnya pesawat
MH 17, tekanan AS dan juga Australia kepada Rusia terkait klarifikasi
penembakan pesawat tersebut dianggap menjadi indikasi akan memanasnya
konflik lanjutan Rusia-Ukraina.
Sebelumnya, konflik Ukraina-Rusia sudah
sempat mereda pasca presiden Ukraina, Petro Poroshenko, dianggap dapat
menyelesaikan konflik secara damai dengan Rusia. Namun, masih terus
berlangsungnya konflik di perbatasan antara militer Ukraina dengan
pasukan pro-separatis Rusia kembali membangkitkan tensi konflik tersebut
yang puncaknya pada tertembak pesawat penumpan MH 17 milik Malaysia
Airlines.
Selain faktor sentimen positif dari
penembakan MH 17, harga emas juga cukup terangkat oleh konflik di Gaza.
Meningkatnya serangan Israel ke jalur darat di wilayah tersebut, menjadi
indikasi akan bertambah sengitnya peperangan tersebut. Terpantau dampak
dari konflik tersebut, ratusan nyawa telah menjadi korban akibat
peperangan Israel dengan Hamas. Imbas dari peningkatan ketidakstabilan
kondisi geopolitik global tersebut, harga emas mendapatkan dorongan
untuk kembali menguat meskipun secara teknikal masih cenderung sideways.
Pada perdagangan Senin 21 Juli 2014,
harga emas LLG terpantau ditutup menguat tipis. Harga emas LLG pada dini
hari tadi ditutup menguat 0,14% ke tingkat harga $1.312,45/t oz atau
naik $1,85/t oz.
Sedangkan pada bursa berjangka Comex,
harga emas juga terpantau ditutup menguat dini hari tadi. Harga emas
berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2014 ditutup naik 0,34% ke tingkat
harga $1.313,9/t oz atau menguat $4,5/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting memprediksi harga emas akan cenderung bergerak flat pada
perdagangan hari ini akibat posisi wait and see para investor. Hal
tersebut dilandasi oleh akan rilisnya beberapa data penting dari
perekonomian AS seperti data inflasi dan home sales. Namun, bila
dilandasi oleh dorongan sentimen dari faktor geopolitik global, harga
emas masih akan mendapatkan cukup support untuk menguat. Terkait
pergerakan harga emas, range normal diprediksi akan berada di kisaran
$1.301-$1.324 pada emas LLG dan $1.302-$1.325 pada emas berjangka Comex
kontrak Agustus 2014.
Sumber : Vibiznews
Indeks Saham Asia Naik Setelah Pasar Jepang di Buka kembali
BESTPROFIT FUTURES (22/07) - Bursa saham Asia
menguat, dengan indeks acuan regional menuju gain untuk hari kedua,
setelah pasar Jepang dibuka kembali pasca liburan. Saham industri dan
material memimpin kenaikan.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen menjadi
147,15 pada pukul 09:01 pagi di Tokyo, sebelum pasar Hong Kong dan Cina
di buka. Menteri-menteri luar negeri Uni Eropa akan bertemu pada hari
ini yang akan membahas apakah mereka akan memperpanjang hukuman terhadap
Rusia, di tengah kemarahan atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17
di wilayah Ukraina.
Indeks Topix Jepang naik 0,6 persen. Indeks
Australia S&P / ASX 200 naik 0,1 persen dan Indeks NZX 50 Selandia
Baru turun 0,1 persen. Sementara itu, Indeks Kospi Korea Selatan naik
0,1 persen.
Kontrak pada Indeks Hang Seng Hong Kong dan kontrak
di Indeks Hang Seng China Enterprises dari saham Cina daratan yang
diperdagangkan di Hong Kong sedikit berubah.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah setelah tergelincir 0,2 persen kemarin.(frk)
Sumber : Bloomberg
WTI Dekati Level 3 Pekan Tertingginya Jelang Rilis Data Pasokan Minyak AS
BESTPROFIT FUTURES (22/07) - WTI (West Texas Intermediate)
diperdagangkan mendekati level harga tertingginya dalam hampir 3 pekan
terakhir menjelang rilis data pasokan minyak AS yang diperkirakan
memberikan sinyal meningkatnya permintaan bahan bakar di AS, sebagai
konsumen minyak terbesar di dunia.
Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah kemarin naik 1.4%. Pekan lalu pasokan minyak mentah diperkirakan turun sebesar 2.8 juta barel menjadi 372.2 juta, menurut survei Bloomberg News menjelang rilis data dari EIA (Energy Information Administration) besok. Produksi minyak Libya turun 430,000 barel per hari setelah menurunna produksi dari ladang Sharara, menurut Oil Corp.
WTI untuk pengiriman bulan Agustus, yang akan berakhir hari ini berada pada level $104.65 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik 6 sen pukul 9:08 pagi waktu Sydney. Kemarin WTI catat gain sebesar $1.46 ke level $104.59, level harga penutupan tertinggi sejak 1 Juli lalu. Hari ini kontrak bulan September turun 6 sen ke level $102.80. Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan sebesar 38% dibawah 100 hari rata-rata. Harga telah mengalami kenaikan sebesar 6.3% sepanjang tahun 2014 ini.
Kemarin Brent untuk penyelesaian bulan September catat gain 44 sen atau 0.4% ke level $107.68 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London. Acuan minyak mentah Eropa mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar $4.82 dibanding WTI. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah kemarin naik 1.4%. Pekan lalu pasokan minyak mentah diperkirakan turun sebesar 2.8 juta barel menjadi 372.2 juta, menurut survei Bloomberg News menjelang rilis data dari EIA (Energy Information Administration) besok. Produksi minyak Libya turun 430,000 barel per hari setelah menurunna produksi dari ladang Sharara, menurut Oil Corp.
WTI untuk pengiriman bulan Agustus, yang akan berakhir hari ini berada pada level $104.65 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik 6 sen pukul 9:08 pagi waktu Sydney. Kemarin WTI catat gain sebesar $1.46 ke level $104.59, level harga penutupan tertinggi sejak 1 Juli lalu. Hari ini kontrak bulan September turun 6 sen ke level $102.80. Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan sebesar 38% dibawah 100 hari rata-rata. Harga telah mengalami kenaikan sebesar 6.3% sepanjang tahun 2014 ini.
Kemarin Brent untuk penyelesaian bulan September catat gain 44 sen atau 0.4% ke level $107.68 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London. Acuan minyak mentah Eropa mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar $4.82 dibanding WTI. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Emas Naik Untuk Ketiga Kalinya Dalam Empat Sesi
BESTPROFIT FUTURES (22/07) - Emas
berjangka naik ketiga kalinya dalam empat sesi terakhir karena
memuncaknya ketegangan di Ukraina sehingga meningkatkan permintaan untuk
aset safe haven.
Sementara
kemarin Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan bahwa pihak Rusia
mempunyai rudal yang digunakan pemberontak Ukraina untuk menembak jatuh
pesawat Malaysia Airlines. Pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa
di Brussels besok akan membahas sanksi terhadap pihak Rusia.
Tahun
ini emas naik sebanyak 9,4 persen, menyentuh level tertinggi selama 16
pekan berada di level $ 1,346.80 per ons pada 10 Juli lalu, di tengah
meningkatnya gejolak di Ukraina dan Timur Tengah. Acuan ekuitas global
jatuh untuk hari ini karena saham Rusia turun pada sesi keenam di tengah
kuatnya tekanan internasional terhadap Presiden Vladimir Putin.
Sementara permintaan untuk aset safe haven juga mengalami penguatan
akibat meningkatnya kekerasan di Jalur Gaza.
Emas
berjangka untuk pengiriman Desember naik sebesar 0,3 persen untuk
menetap di level $ 1,315.50 pukul 1:37 di New York Comex. Perdagangan
emas adalah 30 persen di bawah rata-rata dalam 100 hari, data yang
dihimpun oleh Bloomberg. (vck)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)




