BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/12) - Saham Jepang memperpanjang kenaikan dalam tujuh tahun terakhir pasca laporan pekerjaan AS memicu penurunan harian tertajam mata uang yen dalam sebulan. Saham Tiremakers dan broker memimpin kenaikan, sementara saham energi catat pelemahan.
Indeks Topix naik 0,5 % ke level 1,452.79 pukul 09:16 pagi di Tokyo, setelah pekan lalu naik 2,5 % ke level penutupan tertinggi sejak Desember 2007 silam. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,5 % ke level 18,014.72 hari ini. Â Sementara mata uang yen diperdagangkan pada level 121,59 per dolar setelah melemah 1,4 % pada 5 Desember lalu. Saham AS ditutup pada rekornya pekan lalu sedangkan saham Eropa rebound dari penurunan tajamnya dalam tujuh pekan terakhir.
Para pengusaha di AS menambahkan sebanyak 321.000 pekerja pada bulan lalu, menandai 10 bulan secara berturut-bahwa pekerjaan meningkat setidaknya 200.000, merupakan yang terbanyak sejak tahun 1995 silam. Hasilnya melebihi perkiraan paling optimis dalam survei Bloomberg terhadap para para ekonom, sementara tingkat pengangguran berada pada enam level terendah sebesar 5,8 %. The Federal Reserve mengkaji pertumbuhan pekan depan dalam memutuskan kapan ekonomi akan cukup kuat untuk menahan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. (vck)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 7 December 2014
Kenaikan Payroll AS, Bayangi Penguatan Bursa Saham Asia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/12) - Bursa Saham Asia menguat setelah secara
mengejutkan payroll AS mengalami lonjakan sehingga memberikan optimisme
mengenai perekonomian terbesar di dunia tersebut dan mengantarkan yen
turun dan mendongkrak naiknya Bursa Saham Jepang.
Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0.1% ke level 140.14 pukul 9:01 pagi waktu Tokyo setelah pekan lalu mengalami penurunan 0.5%. Indeks Topix Jepang catat gain 0.5% setelah yen merosot 1.4% pada 5 Desember lalu seiring jumlah tenaga kerja di AS bulan November naik sebesar 321,000, kenaikan tajam sejak Januari 2012 lalu. Sehingga mengantarkan Bursa Saham AS mencapai rekor penutupan.
Hari ini ekuitas Jepang menguat meskipun perekonomian kuartal ketiga turun 1.9%, lebih rendah dari perkiraan awal yang menyatakan terkontraksi sebesar 1.6%. Survei para ekonom oleh Bloomberg telah memperkirakan turun 0.5%. Perdana Menteri Shinzo Abe akan bergabung pada pemilu 14 Desember mendatang setelah angka pembacaan awal menekan negara Jepang kedalam resesi dan dia menunda kenaikan pajak penjualan.
Lonjakan payroll yang mematahkan proyeksi yang sangat optimis pada survei Bloomberg dari para ekonom dan mengikuti kenaikan 243,000 pada Oktober lalu yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Sementara tingkat pengangguran bertahan pada level 6 tahun terendah sebesar 5.8%.
Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0.1%. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0.9%, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru melemah 0.1%. Bursa Saham China dan Hong Kong belum memulai aktivitas perdagangan saham. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0.1% ke level 140.14 pukul 9:01 pagi waktu Tokyo setelah pekan lalu mengalami penurunan 0.5%. Indeks Topix Jepang catat gain 0.5% setelah yen merosot 1.4% pada 5 Desember lalu seiring jumlah tenaga kerja di AS bulan November naik sebesar 321,000, kenaikan tajam sejak Januari 2012 lalu. Sehingga mengantarkan Bursa Saham AS mencapai rekor penutupan.
Hari ini ekuitas Jepang menguat meskipun perekonomian kuartal ketiga turun 1.9%, lebih rendah dari perkiraan awal yang menyatakan terkontraksi sebesar 1.6%. Survei para ekonom oleh Bloomberg telah memperkirakan turun 0.5%. Perdana Menteri Shinzo Abe akan bergabung pada pemilu 14 Desember mendatang setelah angka pembacaan awal menekan negara Jepang kedalam resesi dan dia menunda kenaikan pajak penjualan.
Lonjakan payroll yang mematahkan proyeksi yang sangat optimis pada survei Bloomberg dari para ekonom dan mengikuti kenaikan 243,000 pada Oktober lalu yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Sementara tingkat pengangguran bertahan pada level 6 tahun terendah sebesar 5.8%.
Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0.1%. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0.9%, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru melemah 0.1%. Bursa Saham China dan Hong Kong belum memulai aktivitas perdagangan saham. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Thursday, 4 December 2014
Diskon Arab Saudi Bikin Harga Minyak Menyusut
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/12) - Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) jatuh pada Kamis karena
perdebatan tingkat harga terus terjadi setelah Arab Saudi mengumumkan
diskon besar untuk minyak mentah yang dijualnya kepada pembeli Asia dan
AS dalam upaya nyata mempertahankan pangsa pasarnya.
Harga minyak mentah AS menetap 57 sen lebih rendah menjadi US$ 66,81 per barel. Sementara itu, patokan minyak mentah Laut Utara Brent terakhir turun sekitar 30 sen menjadi US$ 69,75 per barel, melansir laman CNBC.
Berita bahwa ladang minyak El Sharara Libya, salah satu produsen minyak terbesar anggota OPEC, siap melanjutkan produksi setelah adanya pembersihan penyumbatan yang menekan sentimen di pasar akan kembali adanya kelebihan pasokan.
El Sharara menghasilkan 300 ribu barel minyak per hari sebelum ditutup bulan lalu karena bentrokan antara kelompok-kelompok bersenjata.
Kerugian dalam minyak dan komoditas denominasi dolar lainnya menutup. Namun, dengan pelemahan dolar AS terhadap euro di tengah ketidakpastian tentang apakah Bank Sentral Eropa akan memperkenalkan stimulus baru ke dalam ekonomi zona euro.
Sumber : Liputan6
Harga minyak mentah AS menetap 57 sen lebih rendah menjadi US$ 66,81 per barel. Sementara itu, patokan minyak mentah Laut Utara Brent terakhir turun sekitar 30 sen menjadi US$ 69,75 per barel, melansir laman CNBC.
Berita bahwa ladang minyak El Sharara Libya, salah satu produsen minyak terbesar anggota OPEC, siap melanjutkan produksi setelah adanya pembersihan penyumbatan yang menekan sentimen di pasar akan kembali adanya kelebihan pasokan.
El Sharara menghasilkan 300 ribu barel minyak per hari sebelum ditutup bulan lalu karena bentrokan antara kelompok-kelompok bersenjata.
Kerugian dalam minyak dan komoditas denominasi dolar lainnya menutup. Namun, dengan pelemahan dolar AS terhadap euro di tengah ketidakpastian tentang apakah Bank Sentral Eropa akan memperkenalkan stimulus baru ke dalam ekonomi zona euro.
Sumber : Liputan6
IHSG Menghijau, Lirik Delapan Saham Pilihan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/12) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG sedang berusaha melanjutkan pola penguatan jangka pendeknya. Target resistance indeks saham terdekat di level 5.202 dan support di level 5.143. Adapun penguatan indeks saham ini ditunjang dari gerak IHSG secara teknikal mengingat IHSG bertahan di atas support hingga akhir perdagangan Kamis 4 Desember 2014.
Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas, IHSG akan menguat di kisaran level 5.158-5.217 pada perdagangan saham Jumat pekan ini.
Sejumlah sentimen yang mempengaruhi IHSG antara lain rilis data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) seperti data initial jobless claims yang diperkirakan naik 22 ribu ke 335 ribu.
Selain itu, Eropa juga akan merilis keputusan bank sentral Eropa soal suku bunga acuan yang diperkirakan tetap di level 0,5 persen. Data pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan naik 0,1 persen ke 0,2 persen kuartal per kuartal.
Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko menilai, rupiah melemah akibat penguatan dolar secara global membatasi kenaikan IHSG walaupun ada sentimen positif dari harga minyak yang melemah selama ini.
Ia pun merekomendasikan akumulasi saham pilihan berkapitalisasi besar dan lapis kedua secara selektif untuk rebound bila terjadi koreksi minor. "IHSG akan berada di level support 5.156-5.105-5.070 dan resistance 5.215-5.251," kata Yuganur dalam ulasannya, Jumat (5/12/2014).
IHSG ditutup naik 11,11 poin (0,21 persen) ke level 5.177,16 pada perdagangan saham Kamis 4 Desember 2014.
Sumber : Liputan6
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG sedang berusaha melanjutkan pola penguatan jangka pendeknya. Target resistance indeks saham terdekat di level 5.202 dan support di level 5.143. Adapun penguatan indeks saham ini ditunjang dari gerak IHSG secara teknikal mengingat IHSG bertahan di atas support hingga akhir perdagangan Kamis 4 Desember 2014.
Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas, IHSG akan menguat di kisaran level 5.158-5.217 pada perdagangan saham Jumat pekan ini.
Sejumlah sentimen yang mempengaruhi IHSG antara lain rilis data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) seperti data initial jobless claims yang diperkirakan naik 22 ribu ke 335 ribu.
Selain itu, Eropa juga akan merilis keputusan bank sentral Eropa soal suku bunga acuan yang diperkirakan tetap di level 0,5 persen. Data pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan naik 0,1 persen ke 0,2 persen kuartal per kuartal.
Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko menilai, rupiah melemah akibat penguatan dolar secara global membatasi kenaikan IHSG walaupun ada sentimen positif dari harga minyak yang melemah selama ini.
Ia pun merekomendasikan akumulasi saham pilihan berkapitalisasi besar dan lapis kedua secara selektif untuk rebound bila terjadi koreksi minor. "IHSG akan berada di level support 5.156-5.105-5.070 dan resistance 5.215-5.251," kata Yuganur dalam ulasannya, Jumat (5/12/2014).
IHSG ditutup naik 11,11 poin (0,21 persen) ke level 5.177,16 pada perdagangan saham Kamis 4 Desember 2014.
Sumber : Liputan6
Emas Turun Seiring Bank Sentral Eropa Tolak Pembelian Bullion
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/12) - Emas berjangka turun pasca Bank Sentral Eropa mengatakan mereka tidak akan mempertimbangkan menambah pembelian bullion.
ECB
membahas akan membeli semua aset kecuali logam yang sesuai rencana akan
menilai kembali stimulus pada kuartal berikutnya, menurut Presiden
Mario Draghi hari ini. Komentar datang setelah anggota Dewan Eksekutif
Yves Mersch mengatakan bahwa pada bulan lalu bank bisa "secara teoritis"
membeli emas batangan.
Emas
rebound sebesar 6,8 % sejak menyentuh level 4 tahun terendahnya pada 7
November lalu di tengah spekulasi bahwa harga emas melemah akan
meningkatkan pembelian fisik, termasuk dari bank sentral. Permintaan
para investor untuk logam mulia telah berkurang di tengah mata uang
dolar mengalami reli dan inflasi tetap rendah.
Emas
berjangka untuk pengiriman bulan Februari melemah 0,1 % untuk menetap
di level $ 1,207.70 per ons pada pukul 1:43 siang di bursa Comex New
York, turun untuk kedua kalinya dalam 3 hari terakhir. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Jepang Turun Dari Level 7-Thn Tertinggi Pasca Komentar Draghi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/12) - Indeks
Topix Jepang turun untuk pertama kalinya dalam enam hari terakhir,
turun dari level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, pasca Mario
Draghi mengatakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan menunggu sampai kuartal
berikutnya untuk mengkaji untuk stimulus yang lebih lanjut.
Indeks
Topix turun 0,2 persen ke level 1,438.25 pukul 09:02 pagi di Tokyo,
setelah kemarin ditutup pada level tertinggi sejak Desember 2007 silam.
Indeks tersebut bersiap untuk kenaikan sebesar 2 persen pekan ini.
Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah 0,4 persen ke level
17,818.32 hari ini. Sedangkan mata uang  yen
stagnan pada level 119,80 per dolar setelah sempat melemah ke level 120
menyusul komentar Draghi. Saham AS turun dari rekornya, sementara saham
Eropa turun tajam dalam tujuh pekan terakhir.
Yen
mencatatkan penurunan ke level 120,25 pasca komentar Draghi. Yen
melemah 12 persen terhadap dolar tahun ini, merupakan penurunan
terpanjangnya pasca Bank of Japan (BOJ) mendorong stimulus pada 31
Oktober lalu.
Kontrak
berjangka pada indeks Standard & Poor 500 stagnan jelang laporan
pasar tenaga kerja AS. Sementara Indeks acuan melemah 0,1 persen
kemarin, dan saham perusahaan kecil yang di perdagangkan di Indeks
Russell 2000 turun 0,5 persen. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Stagnan Jelang Laporan Bulanan Pekerjaan AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/12) - Indeks acuan regional Asia stagnan menjelang laporan pekerjaan bulanan AS. Â Saham material memimpin penurunan, sementara saham perusahaan konsumen naik.
Indeks
MSCI Asia Pacific mencatat penurunan kurang dari 0,1 persen ke level
140,68 pukul 09:01 pagi di Tokyo, jelang bursa di Hong Kong dan China
dibuka. Sementara saham Fortescue Metals Group Ltd turun 4 persen di
Sydney. Sedangkan Indeks saham Asia flat pekan ini, karena para investor
yang ingin mengetahui data payrolls AS hari ini untuk mengkonfirmasi
bahwa pemulihan perekonomian AS pada pijakan yang kuat.
Laporan
payrolls hari ini mungkin menunjukkan para pengusaha AS menambahkan
sebesar 200.000 pekerjaan pada bulan November lalu untuk bulan ke-10,
sementara tingkat pengangguran berada di tingkat terendah sejak Juli
2008 silam.
Indeks Topix Jepang melemah  0,1
persen dan Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,2 persen. Sementara
Indeks NZX 50 Selandia Baru dan indeks Kospi Korea Selatan stagnan.
Kontrak
berjangka pada Indeks Hang Seng China Enterprises dari perusahaan China
yang terdaftar di Hong Kong naik 0,5 persen. Sementara Indeks tersebut
telah naik 3 persen pekan ini dan kemarin ditutup pada level tertinggi
dalam setahun terakhir.
Indeks
Shanghai Composite naik 4,3 persen kemarin, memperpanjang kenaikan
sampai 19 persen selama bulan lalu, merupakan level tertinggi di antara
93 indeks ekuitas global. Indeks tersebut melakukan reli, yang
bertepatan dengan peningkatan penggunaan leverage, memacu investor
daratan untuk membuka rekening saham di laju tercepat dalam tiga tahun
terakhir dan mengirim nilai perdagangan ke rekor tertinggi. (vck)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 3 December 2014
Dolar Dekati Level 120 Yen Pada Outlook AS; Euro Melemah Jelang Rapat ECB
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/12) - Dolar
naik menjadi 0,1% menjadi 120 yen, level yang tidak terlihat sejak Juli
2007 lalu, seiring perkiraan ekonomi AS bahwa pertumbuhan pekerjaan
mempertahankan momentum kontras dengan resesi di Jepang.
Kemarin
Euro mendekati level terendah dua tahun jelang pertemuan ECB hari ini
karena investor berspekulasi mengenai waktu stimulus tambahan. Dolar
Australia jatuh ke level terendah empat tahun, memperpanjang penurunan
untuk hari keenam, setelah data kemarin menunjukkan laju pertumbuhan
ekonomi secara tak terduga melambat.
Dolar
naik 0,1% menjadi 119,87 ¥ pada 09:04 pagi di Tokyo dari kemarin,
setelah sebelumnya mencapai level tertinggi tujuh tahun 119.90. Euro
stagnan pada level $ 1,2312 setelah jatuh ke level $ 1,2301 kemarin,
merupakan yang terendah sejak Agustus 2012. Mata uang tunggal
ditransaksikan di level  ¥ 147,60 dari level 147,48 di New York.
Aussie turun 0,1% Â menjadi 83,95 sen AS setelah turun serendah 83,86, level yang tidak terlihat sejak Juli 2010 lalu.(yds)
Sumber: Bloomberg
Emas Ditutup Naik Seiring Melonjaknya Harga Minyak Mentah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/12) - Emas naik seiring meningkatnya harga energy yang mempengaruhi kekhawatiran bahwa inflasi akan masih rendah dan memulihkan permintaan akan logam mulia sebagai tempat lindung nilai.
Kontrak berjangka minyak mentah di New York naik untuk kedua kalinya dalam 3 hari terakhir. Korelasi antara emas dan minyak mentah hari ini ditutup naik 0.4, korelasi tertinggi sejak Juli 2013 lalu. Angka pembacaan 1 mengartikan bahwa harga bergerak sejalan.
Pergerakan harga minyak mentah memicu ayunan harga tertinggi pada emas dalam hampir 9 bulan terakhir. Para trader komoditas sering melacak harga energy dan dampaknya terhadap biaya-biaya konsumen. Pada bulan November lalu, emas turun ke level 4 tahun terendah akibat dollar reli dan surutnya permintaan akan tempat lindung inflasi pasca penurunan minyak mentah.
Emas berjangka untuk bulan Februari naik 0.8% ditutup di level $1,208.70 per ounce pukul 1:47 siang waktu Comex di New York. Volatilitas selama 60 hari naik ke level tertingginya sejak Maret lalu.
Minyak mentah telah turun dengan memasuki situasi pasar bearish setelah output AS naik ke level tertingginya dalam lebih dari 3 dekade terakhir ditengah tanda-tanda penurunan pertumbuhan ekonomi yang terkait permintaan minyak di dunia. Hingga kemarin, minyak mentah Brent mengalami penurunan 36% sepanjang tahun 2014 ini, penurunan tertajam diantara 22 bahan mentah pada Bloomberg Commodity Index. Federal Reserve secara resmi telah menyatakan bahwa turunnya harga energi kemungkinan akan menekan biaya-biaya konsumen pada jangka waktu terdekat. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Kontrak berjangka minyak mentah di New York naik untuk kedua kalinya dalam 3 hari terakhir. Korelasi antara emas dan minyak mentah hari ini ditutup naik 0.4, korelasi tertinggi sejak Juli 2013 lalu. Angka pembacaan 1 mengartikan bahwa harga bergerak sejalan.
Pergerakan harga minyak mentah memicu ayunan harga tertinggi pada emas dalam hampir 9 bulan terakhir. Para trader komoditas sering melacak harga energy dan dampaknya terhadap biaya-biaya konsumen. Pada bulan November lalu, emas turun ke level 4 tahun terendah akibat dollar reli dan surutnya permintaan akan tempat lindung inflasi pasca penurunan minyak mentah.
Emas berjangka untuk bulan Februari naik 0.8% ditutup di level $1,208.70 per ounce pukul 1:47 siang waktu Comex di New York. Volatilitas selama 60 hari naik ke level tertingginya sejak Maret lalu.
Minyak mentah telah turun dengan memasuki situasi pasar bearish setelah output AS naik ke level tertingginya dalam lebih dari 3 dekade terakhir ditengah tanda-tanda penurunan pertumbuhan ekonomi yang terkait permintaan minyak di dunia. Hingga kemarin, minyak mentah Brent mengalami penurunan 36% sepanjang tahun 2014 ini, penurunan tertajam diantara 22 bahan mentah pada Bloomberg Commodity Index. Federal Reserve secara resmi telah menyatakan bahwa turunnya harga energi kemungkinan akan menekan biaya-biaya konsumen pada jangka waktu terdekat. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Topix Jepang Menuju Level 7 Tahun Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/12) - Saham
Jepang naik untuk hari kelima, dengan indeks Topix menuju level
tertinggi tujuh tahun setelah data menunjukkan momentum terbaru dalam
pemulihan ekonomi AS dan yen menyentuh terlemahnya sejak 2007.
Indeks
Topix naik 0,8% menjadi 1,441.41, siap untuk penutupan tertinggi sejak
Desember 2007. Nikkei 225 Stock Average naik 1% menjadi 17,901.74 hari
ini. Yen jatuh ke level 119,88 per dolar setelah tergelincir 0,5%
kemarin. Saham AS ditutup pada rekornya terkait tanda-tanda kemajuan
dalam pasar tenaga kerja dan layanan industri, sementara saham Eropa
naik menjelang keputusan bank sentral terkait kebijakan moneter saat
ini. Harga minyak rebound 0,8% kemarin setelah jatuh 3,1% pada 2
Desember.
Mata
uang Jepang turun 12% terhadap dolar tahun ini, dengan memeperpanjang
penurunan setelah Bank of Japan mendorong stimulus pada 31 Oktober.
Sebaliknya, Federal Reserve mengakhiri putaran ketiga pembelian obligasi
di engah pemulihan ekonomi di AS.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Catat Kenaikan Seiring Optimisme Pertumbuhan Ekonomi AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/12) - Saham
Asia mencatatkan kenaikan pasca ekuitas AS naik ke rekornya terkait
optimisme pada ekonomi terbesar dunia tersebut dan karena mata uang yen
mendekati level 120 per dolar, merupakan level tertinggi sejak Juli 2007
silam
Indeks
MSCI Asia Pacific naik 0,3 persen ke level 140,13 pukul 09:01 pagi di
Tokyo, jelang bursa di Hong Kong dan China dibuka. Sementara Indeks
Topix Jepang menguat 0,9 persen karena mata uang yen diperdagangkan di
level 119.90 per dolar setelah melemah 1,2 persen selama dua hari
terakhir.
Kemarin
sebuah laporan swasta menunjukkan jumlah pekerja di AS sebanyak 200.000
pekerja untuk ketujuh kalinya dalam delapan bulan terakhir menurut data
payrolls pemerintah besok, sementara Federal Reserve Beige Book
menunjukkan tingginya perekrutan. Industri jasa di AS meningkat pada
bulan lalu di laju kedua tercepat lebih dari sembilan bulan terakhir.
Indeks
Kospi Korea Selatan menguat 0,4 persen. Sementara Indeks S&P/ASX
200 Australia naik 0,7 persen. Sedangkan Index NZX 50 Selandia Baru naik
0,1 persen.
Kontrak
pada indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,4 persen pada sesi perdagangan
terbaru mereka, sementara Indeks Hang Seng China Enterprises naik 0,8
persen. Sementara nilai saham yang diperdagangkan di Shanghai kemarin
meningkat ke rekor tertinggi sebesar 529.4 miliar yuan ($ 86.1 miliar),
lebih dari dua kali lipat RSI 30-hari, menurut data yang dikumpulkan
oleh Bloomberg.
Departemen
Tenaga Kerja merilis data pekerjaan besok. Sementara laporan pemerintah
dapat menunjukkan perusahaan menambah sebanyak 230.000 nonfarm payrolls
pada bulan November, sedangkan tingkat pengangguran bertahan di angka
sebesar 5,8 persen, menurut konsensus perkiraan para ekonom. Bank
Sentral Eropa (ECB) akan mengulas tingkat suku bunga hari ini di tengah
spekulasi pembuat kebijakan akan meningkatkan stimulus langkah-langkah
untuk mencegah deflasi. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Komoditas Naik Antarkan Bursa AS Ditutup Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/12) - Saham
AS naik, mengirim Indeks Standard & Poor 500 ke semua waktu tinggi,
seiring saham industri dan komoditas rally sedangkan rilis data
mendorong kepercayaan pada perekonomian jelang laporan data tenaga kerja
pada hari Jumat mendatang.
Indeks S & P 500
naik 0,4 % ke level 2,074.18 pukul 04:00 sore waktu New York. Indeks Dow
Jones Industrial Average memperpanjang catatan, menguat 31,27 poin,
atau 0,2 %, ke level 17,910.82. Indeks Russell 2000 melonjak 0,9 %.
Indeks S & P 500 naik ke rekornya dari level 2,072.83 yang dicapai pada 28 November kemarin, pasca penjualan Black Friday
melemah dan harga minyak telah menyeret saham yang lebih rendah. Indeks
tersebut telah pulih sebesar 11 % dari level terendahnya pada Oktober
lalu di tengah optimisme pertumbuhan ekonomi cukup kuat untuk menahan
penurunan di luar negeri dan kebijakan moneter yang lebih ketat setelah
Federal Reserve mengakhiri program pembelian aset. (knc)
Sumber : Bloomberg
Tuesday, 2 December 2014
Minyak Mentah Naik Akibatkan Emas Memperpanjang Penurunan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Emas turun untuk ketiga kalinya dalam 4 sesi seiring harga minyak mentah meningkat akibatkan emas menjadi berayun.
Logam
kemarin mengalami kenaikan terbesarnya sejak September lalu setelah
minyak mentah berjangka rebound dari level 5 tahun terendahnya. Rally
minyak berakhir begitu saja saat ini, dan mata uang dolar naik ke level
tertingginya sejak Maret 2009 lalu terhadap 10 mata uang utama.
Volatilitas 60-hari emas melonjak ke level tertinggi sejak bulan Maret.
Pedagang emas melacak harga minyak karena dampaknya terhadap biaya konsumen. Ekspektasi inflasi AS, Treasury break-even
diukur dengan laju 5 tahun, melemah sebesar 24 % tahun ini, ditetapkan
penurunan terbesarnya sejak tahun 2008. Harga logam mulia tersebut turun
ke level 4 tahun terendahnya pada bulan lalu terkait para investor
melihat berkurangnya sebagai menyimpan nilai.
Emas
berjangka untuk pengiriman bulan Februari merosot sebesar 1,5 % untuk
menetap di level $ 1,199.40 pukul 1:54 di bursa Comex New York. Harga
emas kemarin melonjak sebesar 3,9 %, dan kontrak volume perdagangan naik
sekitar 370.132, kenaikan tertingginya sejak 20 Juni 2013 lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg
Ekonomi Rusia Diperkirakan akan Tergelincir dalam Resesi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Ekonomi Rusia diperkirakan menyusut 0,8
persen pada tahun 2015, akibat merosotnya pendapatan dari ekspor minyak
dan sanksi-sanksi Barat.
Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia Selasa (2/12) menyatakan memprediksi ekonomi Rusia akan menyusut 0,8 persen pada tahun 2015, turun dari proyeksi terdahulu, 1,2 persen.
Kemajuan ekonomi Rusia terhambat oleh merosotnya pendapatan dari ekspor minyak, tulang punggung anggaran negara, dan sanksi-sanksi negara Barat terkait intervensi Rusia di Ukraina.
Sanksi-sanksi tersebut merugikan bank-bank Rusia dan investasi di negara tersebut berkurang, sementara itu nilai mata uang Rusia, rubel, terhadap dolar Amerika merosot lebih dari 40 persen tahun ini.
Kementerian ekonomi menyatakan sebelumnya, prediksi yang lebih baik memperkirakan sanksi-sanksi yang diterapkan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa akan dicabut tahun depan, tetapi proyeksi baru memperkirakan “berlanjutnya risiko-risiko geopolitik yang kuat.
Menurut perkiraan tersebut, akan terjadi lebih banyak lagi pelarian modal dari Rusia, suatu kemerosotan 125 miliar dolar investasi, lebih banyak daripada 100 miliar dolar perkiraan sebelumnya
Ekonomi Rusia sangat terpukul terutama oleh merosotnya pendapatan dari minyak. Harga minyak mentah di pasar dunia turun hingga sepertiga sejak Juni menjadi 70 dolar atau lebih rendah lagi per barel.
Dengan jatuhnya nilai rubel, inflasi di Rusia meningkat, dan dapat mencapai 9 persen dalam beberapa pekan mendatang. Kementerian ekonomi memperkirakan bahwa penghasilan riil warga Rusia akan berkurang 2,8 persen tahun depan, bukannya pertambahan 0,4 persen yang diprediksi sebelumnya.
Kemunduran dalam ekonomi Rusia sejalan dengan prospek suram di berbagai penjuru dunia, kecuali di Amerika Serikat, di mana ekonomi terbesar dunia itu menunjukkan perbaikan yang berarti. Blok mata uang euro yang beranggotakan 18 negara, yang secara kolektik merupakan ekonomi terbesar dunia, di ambang resesi, sedangkan ekonomi Tiongkok melamban dan ekonomi Jepang kini telah mengalami resesi.
Sumber : VOA
Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia Selasa (2/12) menyatakan memprediksi ekonomi Rusia akan menyusut 0,8 persen pada tahun 2015, turun dari proyeksi terdahulu, 1,2 persen.
Kemajuan ekonomi Rusia terhambat oleh merosotnya pendapatan dari ekspor minyak, tulang punggung anggaran negara, dan sanksi-sanksi negara Barat terkait intervensi Rusia di Ukraina.
Sanksi-sanksi tersebut merugikan bank-bank Rusia dan investasi di negara tersebut berkurang, sementara itu nilai mata uang Rusia, rubel, terhadap dolar Amerika merosot lebih dari 40 persen tahun ini.
Kementerian ekonomi menyatakan sebelumnya, prediksi yang lebih baik memperkirakan sanksi-sanksi yang diterapkan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa akan dicabut tahun depan, tetapi proyeksi baru memperkirakan “berlanjutnya risiko-risiko geopolitik yang kuat.
Menurut perkiraan tersebut, akan terjadi lebih banyak lagi pelarian modal dari Rusia, suatu kemerosotan 125 miliar dolar investasi, lebih banyak daripada 100 miliar dolar perkiraan sebelumnya
Ekonomi Rusia sangat terpukul terutama oleh merosotnya pendapatan dari minyak. Harga minyak mentah di pasar dunia turun hingga sepertiga sejak Juni menjadi 70 dolar atau lebih rendah lagi per barel.
Dengan jatuhnya nilai rubel, inflasi di Rusia meningkat, dan dapat mencapai 9 persen dalam beberapa pekan mendatang. Kementerian ekonomi memperkirakan bahwa penghasilan riil warga Rusia akan berkurang 2,8 persen tahun depan, bukannya pertambahan 0,4 persen yang diprediksi sebelumnya.
Kemunduran dalam ekonomi Rusia sejalan dengan prospek suram di berbagai penjuru dunia, kecuali di Amerika Serikat, di mana ekonomi terbesar dunia itu menunjukkan perbaikan yang berarti. Blok mata uang euro yang beranggotakan 18 negara, yang secara kolektik merupakan ekonomi terbesar dunia, di ambang resesi, sedangkan ekonomi Tiongkok melamban dan ekonomi Jepang kini telah mengalami resesi.
Sumber : VOA
Saham Asia Ikuti Ekuitas AS Ke Level Tertinggi Seiring Pelemahan Yen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham
Asia catat penguatan untuk hari kedua, pasca ekuitas AS yang naik lebih
tinggi, sementara indeks Topix Jepang reli karena pelemahan mata uang
yen dan juga para investor mengkaji dampak pelemahan harga minyak
terkait prospek perekonomian global.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen ke level 140,25 pukul 09:01 pagi di
Tokyo, bersamaan dengan dua kali lebih banyak saham yang meningkat dan
sebagian lagi melemah. Indeks Topix naik 0,4 persen karena mata uang
Jepang turun 0,7 persen kemarin. Sementara saham AS melakukan reli
bersama dengan mata uang dolar kemarin terkait laporan yang menunjukkan
pembelanjaan konstruksi yang meningkat lebih dari perkiraan pada bulan
Oktober lalu.
Indeks
Kospi Korea Selatan stagnan. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,7
persen, sementara Index NZX 50 Selandia Baru menguat 0,3 persen.
Sedangkan Singapore Exchange Ltd menunda dimulainya perdagangan di pasar
surat berharga negara tersebut 3 1/2 jam hari ini, karena terdapat
kesalahan software.
Minyak kembali menurun kemarin, bersama dengan West Texas Intermediate berjangka yang melemah sebesar 3,1 persen, pasca  pemerintah
dan Kurdi di Irak mencapai kesepakatan untuk membuka jalan bagi
meningkatnya ekspor minyak. Sementara WTI rebound 1,1 persen hari ini ke
level $ 67,62 per barel.
Kontrak
berjangka pada indeks Standard & Poor 500 stagnan. Sementara indeks
acuan naik 0,6 persen kemarin karena saham bioteknologi dan energi
perusahaan melakukan reli dan data belanja konstruksi mendorong
kepercayaan dalam perekonomian. Laporan tenaga kerja pemerintah akhir
pekan ini mungkin menunjukkan perusahaan meningkatkan gaji sebesar
230.000 pada bulan November lalu, sedangkan tingkat pengangguran sebesar
5,8 persen, menurut perkiraan konsensus para ekonom.
Kontrak
berjangka pada indeks Hang Seng Hong Kong catat kenaikan 0,1 persen
pada sesi perdagangan terbaru mereka, dan kontrak pada Indeks Hang Seng
China Enterprises menguat 0,3 persen. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Dibuka Naik Untuk Hari Ke-4
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham
Jepang naik hari keempat, dengan indeks Topix bersiap untuk
memperpanjang penutupan tertinggi sejak 2007, karena sektor eksportir
menguat setelah pelemahan yen serta perusahaan sekuritas yang memimpin
gain.
Topix
naik 0,4% menjadi 1,433.98 pada 09:07 pagi di Tokyo, menuju penutupan
tertinggi sejak 28 Desember 2007. Dengan semua kecuali lima dari 33 sub
industri yang naik. Indeks Nikkei 225 Stock Average meningkat 0,6%
menjadi 17,760.39. Yen berada di level 119,19 per dolar setelah jatuh
0,7% kemarin. Saham AS naik kemarin karena data Menunjukkan belanja
konstruksi dan penjualan mobil yang kuat. Minyak mentah berjangka West
Texas Intermediate rebound 1,1% hari ini setelah turun sebesar 3,1%
kemarin.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,6% kemarin. Kontrak pada Indeks sedikit berubah hari ini.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Menguat Seiring Saham Perusahaan Bioteknologi & Energi Rally
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/12) - Saham
AS naik, mengirimkan Indeks Standard & Poor 500 menguat kembali
sejak bulan Oktober lalu mengalami penurunan , penguatan ini akibatkan
saham perusahaan bioteknologi dan energi rally dan rilis data terkait
belanja konstruksi mendorong kepercayaan pada perekonomian.
Saham
Biogen Idec Inc memimpin kenaikan pasca obat yang Alzheimer menunjukkan
menjanjikan hasil awal. Saham energi naik 1,3 % seiring minyak kembali
naik. Saham Genworth Financial Inc anjlok sebesar 5,8 % terkait JPMorgan
Chase & Co memangkas target harga pada saham.
Indeks
S & P 500 naik 0,6 % ke level 2,066.50 pada pukul 04:00 sore waktu
New York. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 100,95 poin, atau
0,6 %, ke semua waktu tertinggi dari level 17,877.75. Indeks Russell
2000 pada perusahaan kecil melonjak 1,3 %, setelah kemarin merosot 1,6
%.
Indeks
S & P 500 kemarin turun 0,7 %, penurunan terbesarnya sejak 22
Oktober lalu, seiring data menunjukan melemahnya penjualan Black Friday dan manufaktur China dibayangi rebound harga minyak dan perluasan di pabrik-pabrik Amerika. (knc)
Sumber : Bloomberg
Monday, 1 December 2014
Dolar Turun Dari Level 5 Tahun Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (02/12) - Dolar
turun dari level tertingginya dalam lebih dari 5 tahun terakhir di
tengah spekulasi mata uang mungkin telah mendongkrak mata uang dolar.
Dolar AS tergelincir
terhadap sebagian besar dari 16 mata uang utama setelah RSI Indeks Spot
Dolar Bloomberg melebihi angka 70 pada 28 November kemarin. Mata uang
Rubel Rusia memimpin penurunan dengan mata uang beberapa negara
penghasil komoditas 'minyak mencapai level 5 tahun terendahnya. Yen
menguat setelah sebelumnya melemah ke level 7 tahun terendahnya terkait Moody Investors Service memangkas peringkat kredit Jepang.
Indeks Spot Dolar
Bloomberg, yang melacak Dolar AS terhadap mata uang dari 10 mitra
dagang, turun 0,3 % ke level 1,103.69 pukul 4:11 waktu New York. Ditutup
pada 28 November kemarin di level 1,106.90, yang merupakan level
tertingginya sejak Maret 2009 silam.
Dolar turun 0,2 % ke
level 118,36 yen, setelah sebelumnya menyentuh level 119,14 yen, level
tertingginya sejak Agustus 2007. Mata uang AS menyusut 0,2 % ke level $
1,2473 per euro. Mata uang 18 negara sedikit berubah pada level 147,64
yen. (knc)
Sumber : Bloomberg
Emas Naik Tajam Dalam 14 Bulan Terakhir Seiring Minyak Rebound
BESTPROFIT FUTURES MALANG (02/12) - Emas
dan perak berjangka mengalami kenaikan terbesarnya sejak September 2013
lalu seiring harga minyak reli meningkatkan kembali permintaan untuk
logam sebagai simpanan nilai.
Minyak mentah
berjangka di New York melonjak sebesar 4,8 %, rebound dari level 5 tahun
terendahnya. Emas sebelumnya jatuh ke level 3 pekan terendah setelah
para pemilih Swiss menolak tindakan yang pasti sudah diperlukan bank
sentral untuk menarik sebagian aset bullion. Emas menghapus penurunan
tahun ini terkait Moody Investors Service
memangkas rating kredit belanja Jepang melambat dan pasca liburan AS,
memicu kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi global akan goyah.
Bullion turun ke level
terendah sejak 2010 pada bulan lalu, terkait mengurangnya permintaan
untuk lindung nilai terhadap inflasi. Pejabat Federal Reserve telah
memperingatkan bahwa energi yang lebih rendah bisa menekan biaya
konsumen dalam waktu dekat. Minyak mentah mengalami kenaikan pertama
dalam lebih dari sepekan terakhir.
Di bursa Comex, emas
berjangka untuk pengiriman bulan Februari menguat sebesar 3,6 % untuk
menetap di level $ 1,218.10 per ons pada pukul 1:58 waktu New York,
kenaikan terbesarnya sejak 19 September 2013 lalu. Harga emas naik 1,3 %
pada tahun ini. (knc)
Sumber : Bloomberg
Lebih Banyak Warga AS Beralih ke ECommerce
BESTPROFIT FUTURES MALANG (02/12) - Musim belanja liburan AS dibuka dengan
lemah hari Kamis (27/11) lalu, karena jumlah orang-orang yang mencari
barang-barang murah di toko dan online turun dibandingkan tahun lalu.
Jumat setelah Hari Thanksgiving secara tradisional adalah hari belanja terbesar sepanjang tahun, dan waktu di mana banyak pedagang atau toko mendapatkan laba besar. Para pencatat pemasukan mencatat kerugian dengan tinta merah dan laba dengan tinta hitam, dan mempopulerkan periode tersebut dengan "Black Friday" karena pentingnya periode ini untuk dunia bisnis sepanjang satu tahun.
National Retail Federation mengatakan lebih dari 133 juta warga Amerika berbelanja langsung di toko atau online sejak hari Kamis. Angka tersebut menurun lebih dari 5 persen dibandingkan dengan waktu yang sama pada tahun lalu.
Para peritel memperhatikan penjualan online pada hari Senin dengan cermat karena "Cyber Monday" telah menjadi waktu puncak bagi orang-orang untuk berbelanja karena mereka menghindari kerumunan orang di toko dan lebih memilih berbelanja online.
ComScore, yang memonitor perdagangan online, mengatakan minggu pertama bulan November menunjukkan penjualan online yang lebih tinggi daripada waktu sama tahun lalu.
Sumber : VOA
Jumat setelah Hari Thanksgiving secara tradisional adalah hari belanja terbesar sepanjang tahun, dan waktu di mana banyak pedagang atau toko mendapatkan laba besar. Para pencatat pemasukan mencatat kerugian dengan tinta merah dan laba dengan tinta hitam, dan mempopulerkan periode tersebut dengan "Black Friday" karena pentingnya periode ini untuk dunia bisnis sepanjang satu tahun.
National Retail Federation mengatakan lebih dari 133 juta warga Amerika berbelanja langsung di toko atau online sejak hari Kamis. Angka tersebut menurun lebih dari 5 persen dibandingkan dengan waktu yang sama pada tahun lalu.
Para peritel memperhatikan penjualan online pada hari Senin dengan cermat karena "Cyber Monday" telah menjadi waktu puncak bagi orang-orang untuk berbelanja karena mereka menghindari kerumunan orang di toko dan lebih memilih berbelanja online.
ComScore, yang memonitor perdagangan online, mengatakan minggu pertama bulan November menunjukkan penjualan online yang lebih tinggi daripada waktu sama tahun lalu.
Sumber : VOA
Subscribe to:
Comments (Atom)