BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Dolar Australia melemah menyusul Federal
Reserve AS memulai melaksanakan pertemuan yang akan berlangsung selama 2
hari kedepan terkait kebijakan moneter.
Pukul 7 pagi ini waktu Australia, Aussie diperdagangkan di level US76.18c atau turun dari level US76.29c pada Selasa kemarin.
Sementara
itu Dolar AS naik terhadap mata uang lainnya akibat Federal Open Market
Committee The Fed mulai melaksanakan pertemuan terkait pembahasan suku
bunga.
Para trader melakukan aksi wait and see terkait pengumuman
resmi pada Kamis pagi besok guna mempertimbangkan apabila The Fed
mengganti istilah "patience" dalam kemungkinannya menaikkan suku bunga.
Sedangkan melemahnya harga komoditas dan naiknya dolar AS juga memberikan tekanan kepada dolar Australia.
Mata
uang Negeri Kangguru melemah pada hari Selasa kemarin setelah hasil
pertemuan RBA (Reserve Bank of Australia) bulan Maret lalu meyakinkan
para trader akan adanya pemangkasan suku bunga pada waktu terdekat ini.
(bgs)
Sumber : MarketsSpectator
Tuesday, 17 March 2015
Para Investor Jual Aset ETP Tekan Emas Berjangka Ke Level 18 Pekan Terendah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Emas
berjangka turun ke level 18 pekan terendahnya terkait para investor
keluar dari dana yang berbasis logam menjelang pertemuan kebijakan
Federal Reserve.
Holdings pada produk
yang diperdagangkan di bursa emas kemarin merosot selama 14 hari
beruntun, dalam jangka waktu terpanjang di lebih dari satu tahun
terakhir. Hampir 90 % dari para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg
memprediksikan bahwa pejabat The Fed akan bersabar untuk menaikkan suku
bunga menurut pernyataan kebijakan pada akhir pertemuan mereka pada hari
Rabu.
Logam mulia telah
jatuh sebesar 3 % pada tahun 2015 karena meningkatnya kekhawatiran,
mengirim para investor untuk aset dengan prospek hasil yang lebih baik
terkait obligasi dan saham. Manajer investasi telah menurunkan spekulasi
tingkat pembelian emas selama 6 minggu berturut-turut, dan aset ETP
berada di level terendahnya sejak 21 Januari lalu.
Emas berjangka untuk
pengiriman bulan April turun 0,4 % untuk menetap di level $ 1,148.20 per
ons pada pukul 1:43 siang di Comex New York. Harga emas menyentuh level
$ 1,141.60, yang merupakan level terendahnya sejak 7 November,
sementara logam mencapai level $ 1,130.40 merupakan level terendah dalam
4 tahun terakhir. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Komoditi Melemah Antarkan Bursa AS Ditutup Menurun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Saham
AS turun dari reli terbesarnya dalam lebih dari sebulan terakhir
seiring saham komoditas dan konsumen melemah jelang keputusan tingkat
suku bunga Federal Reserve.
Indeks Standard &
Poor 500 turun 0,3 % ke level 2,074.17 pada pukul 16:00 sore waktu New
York, setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar 0,8 %. Indeks
Nasdaq Composite naik 0,2 %, didorong oleh saham Apple Inc dan Facebook
Inc.
Indeks S&P 500
telah melemah sebesar 2 % dari rekornya sejak 2 Maret lalu terkait
munculnya kekhawatiran bahwa penguatan mata uang dolar akan mengurangi
laba perusahaan. Pejabat The Fed akan mengkaji perekonomian dan
menentukan waktu kenaikan suku bunga pertama sejak 2006 silam. The Fed
akan bersabar untuk menentukan kenaikan suku bunga. (knc)
Sumber : Bloomberg
Monday, 16 March 2015
Harga Minyak Sentuh Level US$ 43/Barel Terendah dalam 6 Tahun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Harga minyak dunia merosot 2 persen pada perdagangan Senin pekan ini
dengan harga acuan minyak mentah Amerika Serikat (AS) sentuh level
terendah dalam enam tahun.
Hal itu didorong dari kenaikan hasil produksi minyak AS dan Libya. Ditambah kemungkinan kesepakatan mengakhiri sanksi nuklir terhadap Iran sehingga mendorong produksi minyak bertambah di pasar.
Harga minyak Brent ditutup melemah US$ 1,23 ke level US$ 53,44 per barel. Level ini terendah dalam enam tahun.
Sementara itu, harga minyak mentah acuan AS melemah 96 sen ke level US$ 43,88. Harga minyak itu turun mendekati 2 persen dari level terendah pada Maret 2009 sekitar US$ 42,85. Analis teknikal melihat, harga minyak bisa sentuh US$ 37.
Penyedia data memperkirakan, ada sekitar 3 juta barel minyak di Cushing, Oklahoma. Adanya kekhawatiran AS akan menyentuh produksi tertinggi telah menambah kekhawatiran di pasar.
Menurut sumber, Libya juga mencatatkan produksi minyak mencapai 490 ribu barel per hari. Kenaikan ini mencapai dua kali lipat.
Mengutip laman Reuters, Selasa (17/3/2015), AS dan Iran juga akan mencapai kesepakatan soal sanksi nuklir. Iran menyatakan akan menaikkan ekspor minyak bila sanksi telah dicabut. Hal itu menambah tekanan ke harga minyak.
"AS banjir pasokan minyak, dan produksi lain dari seluruh dunia juga belum mereview produksinya. Pertanyaannya hingga kapan penampungan minyak dapat bertahan sebelum full kapasitas," ujar Gene McGillian, Senior Market Analyst Tradition Energy.
Societe Generale memperkirakan, pasokan minyak sekitar 1,6 juta bpd, dan akan sentuh 1,7 juta bpd pada kuartal II. "Ini pertanda penurunan harga minyak," kata Analis Societe Generale, Michael Wittner. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Hal itu didorong dari kenaikan hasil produksi minyak AS dan Libya. Ditambah kemungkinan kesepakatan mengakhiri sanksi nuklir terhadap Iran sehingga mendorong produksi minyak bertambah di pasar.
Harga minyak Brent ditutup melemah US$ 1,23 ke level US$ 53,44 per barel. Level ini terendah dalam enam tahun.
Sementara itu, harga minyak mentah acuan AS melemah 96 sen ke level US$ 43,88. Harga minyak itu turun mendekati 2 persen dari level terendah pada Maret 2009 sekitar US$ 42,85. Analis teknikal melihat, harga minyak bisa sentuh US$ 37.
Penyedia data memperkirakan, ada sekitar 3 juta barel minyak di Cushing, Oklahoma. Adanya kekhawatiran AS akan menyentuh produksi tertinggi telah menambah kekhawatiran di pasar.
Menurut sumber, Libya juga mencatatkan produksi minyak mencapai 490 ribu barel per hari. Kenaikan ini mencapai dua kali lipat.
Mengutip laman Reuters, Selasa (17/3/2015), AS dan Iran juga akan mencapai kesepakatan soal sanksi nuklir. Iran menyatakan akan menaikkan ekspor minyak bila sanksi telah dicabut. Hal itu menambah tekanan ke harga minyak.
"AS banjir pasokan minyak, dan produksi lain dari seluruh dunia juga belum mereview produksinya. Pertanyaannya hingga kapan penampungan minyak dapat bertahan sebelum full kapasitas," ujar Gene McGillian, Senior Market Analyst Tradition Energy.
Societe Generale memperkirakan, pasokan minyak sekitar 1,6 juta bpd, dan akan sentuh 1,7 juta bpd pada kuartal II. "Ini pertanda penurunan harga minyak," kata Analis Societe Generale, Michael Wittner. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Jelang Pertemuan The Fed Seret Dolar Turun dari Level 12 Tahun Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Dolar
melemah dari level tertingginya terhadap euro sejak tahun 2003 seiring
data ekonomi menimbulkan keraguan terhadap luasnya pemulihan ekonomi AS
jelang pertemuan pejabat Federal Reserve pekan ini untuk menetapkan
kebijakan moneter.
Indeks mata uang
terhadap mata uang utama turun setelah catat kenaikan dalam 4 pekan
terakhir, terkait langkah manufaktur dan produksi industri menurun.
Dolar AS menguat di tengah spekulasi The Fed yang akan menghapus atau
mengubah komitmennya untuk "bersabar" pada waktu kenaikan suku bunga.
Para pembuat kebijakan memulai pertemuan selama dua hari di Washington,
dimulai hari Selasa.
Mata uang dolar
melemah 0,7 % ke level $ 1,0571 per euro pada pukul 4:04 sore waktu New
York setelah sebelumnya mencapai level $ 1,0458, yang merupakan level
tertingginya sejak Januari 2003 silam. Mata uang AS sedikit berubah pada
level 121,41 yen.
Indeks Spot Dolar
Bloomberg, yang melacak dolar AS terhadap 10 mata uang utama turun 0,4 %
ke level 1,216.70. Hari Jumat kemarin mencapai level 1,222.12, level
tertingginya berdasarkan harga penutupan untuk kembali ke tahun 2004.
(knc)
Sumber : Bloomberg
Emas Kembali Kehilangan Kemilaunya Jelang Pertemuan Federal Reserve
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Emas diperdagangkan dengan bergerak
mendekati level 3 bulan terendahnya menyusul aksi wait and see para
investor terhadap pertemuan Federal Reserve.
Hal utama yang menjadi perdebatan pada pertemuan The Fed pekan ini yaitu mengenai apakah perekonomian AS telah mendapatkan dukungan yang cukup untuk menjamin komitmen yang menunda kenaikan suku bunga pinjaman. Sementara itu, para manajer investasi telah menurunkan spekulasinya terkait lonjakan pembelian emas pada pekan ke-6 secara beruntun ditengah berkembangnya spekulasi bahwa AS akan menaikkan suku bunga.
Emas berjangka untuk pengiriman bulan April naik 0.1% dengan ditutup di level $1,153.20 per ounce pukul 1:37 siang ini waktu New York di Comex. Pada 11 Maret kemarin emas sempat mencapai level $1,146.50 sekaligus level terendah sejak 1 Desember tahun lalu. Logam mulia tersebut telah mencatatkan penurunan mingguan keduanya secara beruntun.
Hasil pertemuan The Fed akan diumumkan pada tanggal 18 Maret mendatang pukul 2 siang waktu Washington. Kenaikan pada pasar tenaga kerja telah meningkatkan peluang Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga, sehingga memangkas daya tarik emas dan mengantarkan para investor kepada aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi dan ekuitas.
Sementara Perak berjangka untuk pengiriman bulan Mei mendulang gain 0.8% ke level $15.617 per ounce di Comex yang sekaligus membukukan kenaikan keduanya pada sesi ke-3.
Sedangkan Platinum berjangka untuk pengiriman bulan April turun 0.7% ke level $1,107.90 per ounce di New York Mercantile Exchange. Harga platinum sempat mencapai level $1,105 yang merupakan level terendah sejak Juli 2009 silam dan Palladium berjangka untuk pengiriman bulan Juni anjlok 1.1% ke level $780.10 per ounce. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Hal utama yang menjadi perdebatan pada pertemuan The Fed pekan ini yaitu mengenai apakah perekonomian AS telah mendapatkan dukungan yang cukup untuk menjamin komitmen yang menunda kenaikan suku bunga pinjaman. Sementara itu, para manajer investasi telah menurunkan spekulasinya terkait lonjakan pembelian emas pada pekan ke-6 secara beruntun ditengah berkembangnya spekulasi bahwa AS akan menaikkan suku bunga.
Emas berjangka untuk pengiriman bulan April naik 0.1% dengan ditutup di level $1,153.20 per ounce pukul 1:37 siang ini waktu New York di Comex. Pada 11 Maret kemarin emas sempat mencapai level $1,146.50 sekaligus level terendah sejak 1 Desember tahun lalu. Logam mulia tersebut telah mencatatkan penurunan mingguan keduanya secara beruntun.
Hasil pertemuan The Fed akan diumumkan pada tanggal 18 Maret mendatang pukul 2 siang waktu Washington. Kenaikan pada pasar tenaga kerja telah meningkatkan peluang Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga, sehingga memangkas daya tarik emas dan mengantarkan para investor kepada aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi dan ekuitas.
Sementara Perak berjangka untuk pengiriman bulan Mei mendulang gain 0.8% ke level $15.617 per ounce di Comex yang sekaligus membukukan kenaikan keduanya pada sesi ke-3.
Sedangkan Platinum berjangka untuk pengiriman bulan April turun 0.7% ke level $1,107.90 per ounce di New York Mercantile Exchange. Harga platinum sempat mencapai level $1,105 yang merupakan level terendah sejak Juli 2009 silam dan Palladium berjangka untuk pengiriman bulan Juni anjlok 1.1% ke level $780.10 per ounce. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks S&P 500 Melonjak Tajam dalam 5 Pekan Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Indeks Standard & Poor 500 mengalami kenaikan terbesarnya sejak 3 Februari lalu, di tengah transaksi perusahaan dan karena para investor mempertimbangkan waktu kenaikan suku bunga setelah data ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan.
Perusahaan perawatan kesehatan dalam Indeks S&P 500 menguat 2,2 % seiring perusahaan Salix Pharmaceuticals Ltd mengambil alih penawaran sebesar $ 11.1 miliar dari Valeant Pharmaceuticals International Inc. Saham Life Time Fitness Inc melonjak 5,2 % setelah menyetujui untuk dibeli oleh perusahaan ekuitas swasta.
Indeks S&P 500 naik 1,3 % ke level 2,081.00 pada pukul 04:00 sore waktu New York, dan bergerak di atas harga rata-rata selama 50 hari terakhir.
Imbal hasil obligasi tenor 10-tahun sebelumnya melemah lima basis poin menjadi 2,06 %, yang merupakan level terendahnya dalam dua minggu terakhir.
Indeks S&P 500 telah kehilangan 1,8 % dari rekornya pada tanggal 2 Maret, terkait penguatan mata uang dolar dapat memicu pertumbuhan laba dan meredam kekhawatiran dari proyek investor. Indeks mata uang terhadap mata uang utama turun, setelah catat kenaikan dalam 4 pekan terakhir, sebelum pejabat The Fed memulai pertemuan selama dua hari. (knc)
Sumber : Bloomberg
Perusahaan perawatan kesehatan dalam Indeks S&P 500 menguat 2,2 % seiring perusahaan Salix Pharmaceuticals Ltd mengambil alih penawaran sebesar $ 11.1 miliar dari Valeant Pharmaceuticals International Inc. Saham Life Time Fitness Inc melonjak 5,2 % setelah menyetujui untuk dibeli oleh perusahaan ekuitas swasta.
Indeks S&P 500 naik 1,3 % ke level 2,081.00 pada pukul 04:00 sore waktu New York, dan bergerak di atas harga rata-rata selama 50 hari terakhir.
Imbal hasil obligasi tenor 10-tahun sebelumnya melemah lima basis poin menjadi 2,06 %, yang merupakan level terendahnya dalam dua minggu terakhir.
Indeks S&P 500 telah kehilangan 1,8 % dari rekornya pada tanggal 2 Maret, terkait penguatan mata uang dolar dapat memicu pertumbuhan laba dan meredam kekhawatiran dari proyek investor. Indeks mata uang terhadap mata uang utama turun, setelah catat kenaikan dalam 4 pekan terakhir, sebelum pejabat The Fed memulai pertemuan selama dua hari. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Eropa Memperpanjang Level 7 Tahun Tertinggi pada Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Saham Eropa memperpanjang kenaikan, dengan ekuitas Jerman mencapai rekor terbarunya.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,9 % ke level 400,18 pada penutupan perdagangan di London, dengan perusahaan pembuat mobil terkemuka mengalami gain. Indeks DAX Jerman menguat 2,2 %, melebihi level 12.000 untuk pertama kalinya. Indeks Swiss Market naik 0,9 %, memperoleh kembali kerugian seiring bank sentral negara tersebut memangkas saham kecil terhadap mata uang euro.
Bank Sentral Eropa memulai program pelonggaran kuantitatif yang membantu mendorong Indeks Stoxx 600 naik selama pekan keenam. Indeks tersebut pada hari Senin ditutup di level tertingginya sejak Juni 2007 lalu dan sebesar 1,3 % dari tercapai rekornya ditahun 2000.
Indeks DAX telah rally sebesar 24 % pada tahun ini, dengan K + S AG dan Merck KGaA memimpin kenaikan pada hari Senin. Indeks Swiss SMI telah menguat sebesar 17 % dari level terendahnya pada bulan Januari. Para pejabat Swiss National Bank (SNB) sedang mempersiapkan prakiraan pertumbuhan ekonomi pertama mereka untuk menilai dampak dari langkah tersebut, dan Presiden Thomas Jordan akan memberikan pandangan mereka pada tanggal 19 Maret mendatang.
Indeks Stoxx 600 naik seiring perusahaan pembuat mobil menguat lebih dari 2,2 %, diikuti saham Volkswagen AG dan Daimler AG melonjak lebih dari 2,8 %. (knc)
Sumber : Bloomberg
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,9 % ke level 400,18 pada penutupan perdagangan di London, dengan perusahaan pembuat mobil terkemuka mengalami gain. Indeks DAX Jerman menguat 2,2 %, melebihi level 12.000 untuk pertama kalinya. Indeks Swiss Market naik 0,9 %, memperoleh kembali kerugian seiring bank sentral negara tersebut memangkas saham kecil terhadap mata uang euro.
Bank Sentral Eropa memulai program pelonggaran kuantitatif yang membantu mendorong Indeks Stoxx 600 naik selama pekan keenam. Indeks tersebut pada hari Senin ditutup di level tertingginya sejak Juni 2007 lalu dan sebesar 1,3 % dari tercapai rekornya ditahun 2000.
Indeks DAX telah rally sebesar 24 % pada tahun ini, dengan K + S AG dan Merck KGaA memimpin kenaikan pada hari Senin. Indeks Swiss SMI telah menguat sebesar 17 % dari level terendahnya pada bulan Januari. Para pejabat Swiss National Bank (SNB) sedang mempersiapkan prakiraan pertumbuhan ekonomi pertama mereka untuk menilai dampak dari langkah tersebut, dan Presiden Thomas Jordan akan memberikan pandangan mereka pada tanggal 19 Maret mendatang.
Indeks Stoxx 600 naik seiring perusahaan pembuat mobil menguat lebih dari 2,2 %, diikuti saham Volkswagen AG dan Daimler AG melonjak lebih dari 2,8 %. (knc)
Sumber : Bloomberg
Sunday, 15 March 2015
Dolar Pertahankan Penguatan Terkait Outlook Suku Bunga AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Dolar
mempertahankan reli pada pagi ini, perdagangan berada di dekat level
tertinggi 12-tahun terhadap euro setelah investor mempertimbangkan
timeline untuk suku bunga AS yang lebih tinggi menjelang pertemuan
Federal Reserve dalam minggu ini. Minyak mentah memperpanjang
kemerosotannya.
Greenback
berada di level $ 1,0498 per euro pada pukul 8:16 pagi di Tokyo,
setelah mencapai level terkuat sejak Januari 2003. Dolar mempertahankan
gain mingguan 0,4% versus mata uang Australia dan Selandia Baru. Indeks
Standard & Poor 500 berjangka tergelincir 0,1% menyusul penurunan
0,6% dalam indeks saham AS pada hari Jumat, sementara saham-saham
Australia terkoreksi dan indeks saham berjangka Jepang berakhir mixed.
Di sektor komoditi, minyak turun lebih dari 1,7% di Amerika Serikat dan
London di tengah kekhawatiran atas berkepanjangannya kelimpahan minyak
di pasar.
Indeks
Bloomberg Dollar Spot berada pada dekade tinggi setelah prospek
kenaikan suku bunga AS menopang daya tarik relatif greenback terhadap
rekan-rekan mata uang global. Gubernur bank sentral dari Eropa hingga
Asia melakukan pelonggaran kebijakan untuk meningkatkan ekspansi, dengan
Perdana Menteri China, Li Keqiang menjanjikan dalam pidatonya di
stasiun televisi lokal pada akhir pekan untuk melakukan intervensi jika
pertumbuhan ekonomi negara tersebut tertinggal terlalu jauh. Sementara
Indonesia mencatatkan perdagangan data pada hari Senin dan India akan
melaporkan harga grosir, sebelum pertemuan The Fed pada tanggal 17-18
Maret.(frk)
Sumber: Bloomberg
Sentimen Domestik Warnai Laju IHSG
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham awal pekan ini. Hal itu seiring rilis pemerintah soal paket kebijakan ekonomi sehingga dapat menolong gerak Rupiah.
Analis PT Lautandhana Securindo, Willy Sanjaya menuturkan, pelaku pasar diharapkan dapat merespons positif paket kebijakan ekonomi untuk menstabilkan rupiah. Dengan respons positif itu diharapkan dapat mengangkat IHSG di awal pekan ini. Willy memperkirakan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.425-5.550.
"Sentimen masih dari dalam negeri. Kami harapkan rupiah kembali menguat. Paket kebijakan ekonomi pemerintah iya pasti beri sentimen," ujar Willy saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Senin (16/3/2015).
Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG masih akan melanjutkan pola uptren yang menuju target resistance 5.547 masih terus berlangsung.
"Selama support terdekat 5.401 masih kuat menghadapi ujian, maka potensi IHSG untuk menembus target resistance 5.547 masih cukup besar," kata William.
Ia menambahkan, proses gerak IHSG itu akan ditunjang dari rilis data ekonomi seperti BI Rate, dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Sumber : Liputan6
Analis PT Lautandhana Securindo, Willy Sanjaya menuturkan, pelaku pasar diharapkan dapat merespons positif paket kebijakan ekonomi untuk menstabilkan rupiah. Dengan respons positif itu diharapkan dapat mengangkat IHSG di awal pekan ini. Willy memperkirakan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.425-5.550.
"Sentimen masih dari dalam negeri. Kami harapkan rupiah kembali menguat. Paket kebijakan ekonomi pemerintah iya pasti beri sentimen," ujar Willy saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Senin (16/3/2015).
Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG masih akan melanjutkan pola uptren yang menuju target resistance 5.547 masih terus berlangsung.
"Selama support terdekat 5.401 masih kuat menghadapi ujian, maka potensi IHSG untuk menembus target resistance 5.547 masih cukup besar," kata William.
Ia menambahkan, proses gerak IHSG itu akan ditunjang dari rilis data ekonomi seperti BI Rate, dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Sumber : Liputan6
Hari Ini Minyak Mentah Bisa Turun Lagi, Kenaikan Pasokan Non-OPEC Penyebabnya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Harga minyak mentah di bursa komoditas
Amerika Serikat kembali melemah signifikan pada akhir perdagangannya
Sabtu dini hari lalu (16/3). Harga komoditas ini terpenggal turun dan
mencapai posisi paling rendah sejak tanggal 28 Januari lalu.
Pelemahan harga minyak mentah terjadi
setelah International Energy Agency menyatakan bahwa pasokan minyak
mentah global masih tinggi dan terus bertambah. Produksi minyak mentah
di Amerika Serikat juga tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.
Meskipun output OPEC turun di bulan
Februari pasokan global justru bertambah sebesar 1,3 juta barel per hari
dibandingkan bulan Februari tahun 2014 lalu. Tingkat produksi saat ini
menjadi 94 juta bph didorong oleh kenaikan 1,4 juta bph dari
negara-negara non-OPEC.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI
untuk kontrak April yang merupakan kontrak paling aktif saat ini ditutup
dengan pelemahan sebesar 2,21 dollar atau 4,7 persen di level 44,84
dollar per barel.
Sementara itu harga minyak mentah Brent
untuk kontrak bulan April terpantau turut mengalami penurunan yang
signifikan. Harga ditutup melemah sebesar 2,16 dollar menjadi 55,13
dollar per barel.
Analyst Vibiz Research Center
memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak
paling aktif pada perdagangan hari ini berpotensi untuk melanjutkan
pelemahannya. Dominannya sentimen negatif pembengkakan pasokan minyak
mentah global menjadi faktor utama yang menekan harga komoditas
tersebut.
Untuk perdagangan hari ini harga minyak
mentah WTI kontrak April diperkirakan akan mengalami level resistance di
48,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 50,00 dollar. Jika terjadi
pelemahan harga akan menemui support pada posisi 42,00 dollar dan 40,00
dollar.
Sumber : Vibiznews
Modal Nekat, Pria Ini Kini Masuk Jajaran Orang Terkaya Dunia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Pantang menyerah dan tekad yang kuat merupakan dua modal utama Christos Lazari untuk menjadi salah satu miliarder terkaya di dunia. Di usia 16 tahun, dia meninggalkan keluarganya di kota kecil di Siprus dan pindah ke London.
Saat itu, Lazari yang baru berusia 16 tahun hanya berbekal 20 pound sterling di sakunya.
"Saya merasa bahwa rumput di London selalu lebih hijau dari manapun. Saya tak perlu berpikir dua kali untuk pindah ke sana meski tanpa uang," ujarnya seperti dikutip dari laman Forbes, Senin (16/3/2015).
Kala itu, demi memenuhi keperluannya, Lazari mencuci piring kotor dan melayani pengunjung restoran. Semua itu dia lakukan untuk menabung demi pendidikannya.
Setelah uangnya cukup dia lantas mendaftar ke London Fashion Design. Dia lantas membuat label fashion sendiri, Drendie Girl.
Di awal, bisnisnya tentu tak lancar dan terhalang banyak hambatan. Tapi dia akhirnya mampu menjadi salah satu riteler di High Street London.
Tapi pada 1978, dia merasa itu waktu yang tepat untuk diversifikasi. Dia lantas megnambil untung dari penjualannya dan mulai menanam saham di bisnis properti.
Lazari, yang perusahaan investasinya kini memiliki properti seluas 2,64 juta kaki persegi telah menjadi salah satu miliarder terkaya di dunia. Dia menjadi salah satu dari 290 miliarder baru tahun ini. Sebagian besar propertinya terdiri dari ruang perkantoran. (Sis/Ndw)SiskS
Sumber : Liputan6
Saat itu, Lazari yang baru berusia 16 tahun hanya berbekal 20 pound sterling di sakunya.
"Saya merasa bahwa rumput di London selalu lebih hijau dari manapun. Saya tak perlu berpikir dua kali untuk pindah ke sana meski tanpa uang," ujarnya seperti dikutip dari laman Forbes, Senin (16/3/2015).
Kala itu, demi memenuhi keperluannya, Lazari mencuci piring kotor dan melayani pengunjung restoran. Semua itu dia lakukan untuk menabung demi pendidikannya.
Setelah uangnya cukup dia lantas mendaftar ke London Fashion Design. Dia lantas membuat label fashion sendiri, Drendie Girl.
Di awal, bisnisnya tentu tak lancar dan terhalang banyak hambatan. Tapi dia akhirnya mampu menjadi salah satu riteler di High Street London.
Tapi pada 1978, dia merasa itu waktu yang tepat untuk diversifikasi. Dia lantas megnambil untung dari penjualannya dan mulai menanam saham di bisnis properti.
Lazari, yang perusahaan investasinya kini memiliki properti seluas 2,64 juta kaki persegi telah menjadi salah satu miliarder terkaya di dunia. Dia menjadi salah satu dari 290 miliarder baru tahun ini. Sebagian besar propertinya terdiri dari ruang perkantoran. (Sis/Ndw)SiskS
Sumber : Liputan6
Harga Emas Bisa Menguat ke US$ 1.400 per Ounce
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Pada Januari 2015, harga emas sempat menguat hingga US$ 1.300 per ounce saat harga-harga saham melemah. Namun hanya dalam dua bulan, harga emas telah merosot lebih dari 11 persen dari level tertingginya menjadi US$ 1.150 per ounce.
Semua penguatan harga emas terhapus setelah dolar Amerika Serikat (AS) menguat dalam beberapa minggu. Tapi harga emas dapat kembali ke level US$ 1.400 per ounce tahun ini.
Mengutip laman CNN Money, Senin (16/3/2015), harga emas seringkali dipandang sebagai mata uang alternatif. Emas berfungsi dengan baik saat para investor khawatir mengenai proyeksi tender yang dicetak pemerintah.
Secara mengejutkan, beberapa ahli masih yakin harga emas akan bergerak menguat. Analis perusahaan manajemen keuangan DoubleLine Jeffrey Gundlach melaporkan, harga emas dapat berbalik ke harga US$ 1.400 per ounce.
Alasannya, yield obligasi negatif di Eropa akan membuat emas tampak lebih menarik. Emas merupakan aset yang selalu tampi menakjubkan di tengah inflasi dan deflasi.
Dengan kata lain, saat para pelaku pasar takut akan sesuatu, mereka akan cenderung mencari emas. Dan rate obligasi yang negatif merupakan tanda dari kekhawatiran deflasi.
Para investor akan terdorong oleh jatuhnya harga emas dan berpikir obligasi tersebut menjadi risiko.
Gundlach tetap menganggap harga emas akan menguat terlebih setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunganya. Meski harga dolar akan menguat, dan berdampak buruk bagi emas dalam jangka pendek, Gundlach tetap yakin dalam jangka panjag harga emas akan pulih. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Semua penguatan harga emas terhapus setelah dolar Amerika Serikat (AS) menguat dalam beberapa minggu. Tapi harga emas dapat kembali ke level US$ 1.400 per ounce tahun ini.
Mengutip laman CNN Money, Senin (16/3/2015), harga emas seringkali dipandang sebagai mata uang alternatif. Emas berfungsi dengan baik saat para investor khawatir mengenai proyeksi tender yang dicetak pemerintah.
Secara mengejutkan, beberapa ahli masih yakin harga emas akan bergerak menguat. Analis perusahaan manajemen keuangan DoubleLine Jeffrey Gundlach melaporkan, harga emas dapat berbalik ke harga US$ 1.400 per ounce.
Alasannya, yield obligasi negatif di Eropa akan membuat emas tampak lebih menarik. Emas merupakan aset yang selalu tampi menakjubkan di tengah inflasi dan deflasi.
Dengan kata lain, saat para pelaku pasar takut akan sesuatu, mereka akan cenderung mencari emas. Dan rate obligasi yang negatif merupakan tanda dari kekhawatiran deflasi.
Para investor akan terdorong oleh jatuhnya harga emas dan berpikir obligasi tersebut menjadi risiko.
Gundlach tetap menganggap harga emas akan menguat terlebih setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunganya. Meski harga dolar akan menguat, dan berdampak buruk bagi emas dalam jangka pendek, Gundlach tetap yakin dalam jangka panjag harga emas akan pulih. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Thursday, 12 March 2015
Pasar Saham AS Menguat Ditopang Sektor Perbankan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Pasar
saham AS mencetak kenaikan dibantu penjualan ritel yang lebih lemah dan
terhentinya penguatan dolar Amerika Seirkat (AS) serta prospek suku
bunga.
Kenaikan mengangkat indeks Dow dan S & P 500 kembali ke wilayah positif di tahun ini.
Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 259,83 poin atau 1,47 persen ke posisi 17.895,22. Sementara indeks S&P 500 naik 25,71 poin atau 1,26 persen menjadi 2.065,95.
Ini menjadi persentase keuntungan terbesar bagi Dow dan S & P 500 dalam waktu kurun satu bulan. Adapula indeks Nasdaq Composite bertambah 43,35 poin, atau 0,89 persen ke posisi 4.893,29.
Kenaikan ini dipicu rally saham perbankan setelah Federal Reserve melakukan pemeriksaan tahunan pada industri ini. Saham sektor keuangan pada indeks S & P naik 2,2 persen dan menjadi pemenang terbesar hari ini.
Penjualan ritel secara tak terduga turun untuk bulan ketiga pada Februari, yang membantu rebound euro selama 12 tahun terendah terhadap dolar.
Pelemahan saham baru-baru ini di didorong oleh data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan yang menggarisbawahi pandangan Fed bisa menaikkan suku pada awal Juni.
"Bagi saya, hal itu menunjukkan mungkin itu bergerak kenaikan tarif lebih dekat memiliki potensi dampak yang berkaitan dengan dolar AS yang terus menguat, dan itu menjadi angin untuk pertumbuhan dan pendapatan bagi banyak perusahaan yang melakukan bisnis di luar AS," kata Bucky Hellwig, Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama.
Saham Citigroup (CN) naik 3,3 persen menjadi US$ 54,08. Namun saham Bank of America (BAC.N) tergelincir 0,1 persen menjadi US$ 16,09.
Sekitar 6,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 6,6 miliar rata-rata untuk bulan sampai saat ini, menurut data dari BATS Global Markets.(Nrm)
Sumber : Liputan6
Kenaikan mengangkat indeks Dow dan S & P 500 kembali ke wilayah positif di tahun ini.
Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 259,83 poin atau 1,47 persen ke posisi 17.895,22. Sementara indeks S&P 500 naik 25,71 poin atau 1,26 persen menjadi 2.065,95.
Ini menjadi persentase keuntungan terbesar bagi Dow dan S & P 500 dalam waktu kurun satu bulan. Adapula indeks Nasdaq Composite bertambah 43,35 poin, atau 0,89 persen ke posisi 4.893,29.
Kenaikan ini dipicu rally saham perbankan setelah Federal Reserve melakukan pemeriksaan tahunan pada industri ini. Saham sektor keuangan pada indeks S & P naik 2,2 persen dan menjadi pemenang terbesar hari ini.
Penjualan ritel secara tak terduga turun untuk bulan ketiga pada Februari, yang membantu rebound euro selama 12 tahun terendah terhadap dolar.
Pelemahan saham baru-baru ini di didorong oleh data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan yang menggarisbawahi pandangan Fed bisa menaikkan suku pada awal Juni.
"Bagi saya, hal itu menunjukkan mungkin itu bergerak kenaikan tarif lebih dekat memiliki potensi dampak yang berkaitan dengan dolar AS yang terus menguat, dan itu menjadi angin untuk pertumbuhan dan pendapatan bagi banyak perusahaan yang melakukan bisnis di luar AS," kata Bucky Hellwig, Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama.
Saham Citigroup (CN) naik 3,3 persen menjadi US$ 54,08. Namun saham Bank of America (BAC.N) tergelincir 0,1 persen menjadi US$ 16,09.
Sekitar 6,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 6,6 miliar rata-rata untuk bulan sampai saat ini, menurut data dari BATS Global Markets.(Nrm)
Sumber : Liputan6
Korea Selatan Punya Kecepatan Internet Paling Tinggi di Seluruh Dunia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Korea Selatan dinobatkan sebagai negara
dengan yang memiliki kecepatan internet tercepat di dunia. Menurut
laporan tren global online yang dikeluarkan oleh Korea Tourism
Organization pekan ini. Perusahaan riset bernama Statista, yang berbasis
di Jerman ini menempatkan Korea Selatan berada diperingkat 1 dalam hal
kecepatan internet hingga kuartal ketiga 2014.
Statista mengatakan bahwa pengguna
internet di Korea Selatan memiliki pengalaman berselancar dengan
kecepatan rata-rata 25Mbps per detik, ini berarti 5,6 kali rata-rata
kecepatan secara global. Di bawah Korea Selatan ada Hong Kong,
diikuti Jepang, Swiss, Swedia, Belanda dan Irlandia. Sedangkan di posisi
10 ditempati oleh Latvia, Republik Ceko dan Singapura.
Bukan itu saja, Korea Selatan juga
termasuk sebagai negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia,
yang menempati urutan ke 12. Dalam hal populasi pengguna internet,
urutan teratas diduduki oleh Tiongkok dengan jumlah 641,6 juta, diikuti
oleh Amerika Serikat dengan 280 juta, India pada 240 juta, Jepang dengan
jumlah 109 juta, dan Brasil dengan jumlah 107,8 juta.
Sumber : Vibiznews
Emas Catat Gain Pertama Dalam Tiga Sesi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Emas berjangka pada Kamis mencatatkan kenaikan pertama dalam tiga sesi terakhir, karena melemahnya dolar AS sehingga mendorong emas rebound dari level terendah dalam waktu sekitar empat bulan terakhir.
Emas untuk pengiriman April naik ke level US $ 1,30, atau 0,1%, untuk menetap di level $ 1,151.90 per ounce di Comex pasca menghitung-hitung penurunannya sebesar 1,4% selama dua sesi perdagangan terakhir. Harga penurtupan hari Rabu kemarin merupakan level terendah sejak awal November lalu.
Indeks Dolar pada hari Kamis turun terhadap mata uang utama lainnya terkait berita bahwa penjualan ritel AS turun untuk bulan ketiga secara berturut-turut pada bulan Februari lalu. Sementara itu, klaim pengangguran mingguan turun lebih dari yang diharapkan.
Harga emas tertekan pada Rabu kemarin ketika indeks dolar naik, karena pelemahan mata uang euro ke level hampir 12 tahun terakhir terhadap dolar. (vck)
Sumber: MarketWatch
Emas untuk pengiriman April naik ke level US $ 1,30, atau 0,1%, untuk menetap di level $ 1,151.90 per ounce di Comex pasca menghitung-hitung penurunannya sebesar 1,4% selama dua sesi perdagangan terakhir. Harga penurtupan hari Rabu kemarin merupakan level terendah sejak awal November lalu.
Indeks Dolar pada hari Kamis turun terhadap mata uang utama lainnya terkait berita bahwa penjualan ritel AS turun untuk bulan ketiga secara berturut-turut pada bulan Februari lalu. Sementara itu, klaim pengangguran mingguan turun lebih dari yang diharapkan.
Harga emas tertekan pada Rabu kemarin ketika indeks dolar naik, karena pelemahan mata uang euro ke level hampir 12 tahun terakhir terhadap dolar. (vck)
Sumber: MarketWatch
Saham AS Rebound dari Aksi Selloff
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Saham
AS rebound dari aksi selloff selama dua hari terakhir didorong oleh
reli saham perbankan dan penurunan penjualan retail mendorong kasus the
Fed akan tetap menjaga tingkat suku bunga rendahnya. Dolar turun dari
level 12 tahun tertingginya terhadap euro.
Indeks
S&P 500 melonjak sebesar 1.3 persen pukul 4 sore waktu New York
pasca terkoreksi 1,9 persen dalam dua sesi sebelumnya. Dolar melemah 0,7
persen ke level $1.062 per euro. Obligasi imbal hasil tenor 10 tahun
stagnan di kisaran 2.11 persen. Minyak mentah AS ditutup pada level enam
pekan terendahnya terkait meningkatnya produksi minyak yang dapat
menambah banjirnya pasokan minyak global.
Penjualan
ritel AS secara tak terduga turun pada bulan Februari untuk bulan
ketiga berturut-turut, sementara klaim pengangguran menurun lebih dari
perkiraan, laporan menunjukkan pada Kamis pagi. Spekulasi bahwa Federal
Reserve bergerak lebih dekat untuk meningkatkan suku bunga seiring mitra
di Eropa dan Asia melonggarkan kebijakan mengirim Indeks Bloomberg
Dollar Spot naik 3,6 persen dalam enam hari terakhir.
Penjualan
ritel turun 0,6 persen pasca penurunan 0,8 persen pada Januari lalu,
angka dari Departemen Perdagangan menunjukkan. Perkiraan rata-rata dari
86 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg menyerukan kenaikan sebesar 0,3
persen. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Ditutup Stagnan Pasca Catat Gain Terbesar Dalam 6 Pekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Saham Eropa stagnan, pasca mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari enam pekan terakhir.
Indeks
Stoxx Europe 600 turun kurang dari 0,1 % ke level 395,36 pada penutupan
perdagangan hari ini. Sebelumnya Indeks tersebut memangkas kenaikan
sebesar 0,4 % setelah sebuah laporan menunjukkan penjualan ritel AS pada
bulan Februari secara tak terduga turun untuk bulan ketiga.
Indeks
acuan Eropa naik 1,5 % ke level tertingginya dalam tujuh tahun terakhir
kemarin, karena relinya saham eksportir. Indeks Stoxx 600 catat
kenaikan sebesar 15 % tahun ini karena Bank Sentral Eropa (ECB) memulai
pelonggaran kuantitatif untuk merangsang pertumbuhan dan meningkatkan
inflasi. (vck)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 11 March 2015
Coba Angkat Perekonomian, Tiongkok Tiru Indonesia Beralih Ke Investasi Infrastruktur
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Pemerintah Tiongkok harus bekerja keras
untuk memenuhi target ekspansi ekonominya di tahun ini terutama dalam
hal menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup. Seperti diketahui,
Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang, telah mengumumkan pekan lalu
target baru produk domestik bruto negaranya dapat bertumbuh di kisaran 7
persen tahun ini.
Target ini masih jauh lebih rendah jika
dibandingkan dengan target tahun lalu yang tercatat sebesar 7,5%, namun
realisasi pertumbuhan ekonominya hanya mampu tumbuh sebesar 7,4%,
terendah dalam 24 tahun terakhir.
Target lebih rendah yang dipatok tahun
ini didasarkan pada pertimbangan kebutuhan dan kemungkinan adanya
tantangan yang lebih besar. Adapun salah satu strategi yang akan mereka
lakukan dalam mengubah perekonomian negaranya yaitu dengan beralih yang
semula fokus pada produksi industri manufaktur ke industri yang dapat
memberikan nilai tambah serta melakukan inovasi.
Selain itu pemerintah juga telah
merencanakan defisit anggaran hingga 1,62 triliun yuan ($
259.000.000.000) untuk tahun ini, dimana pengeluaran publik tahun 2015
ini akan difokuskan pada proyek-proyek infrastruktur seperti jalan dan
rel kereta api, pembangunan kembali daerah-daerah kumuh, upgrade sistem
drainase perkotaan dan jaringan irigasi di daerah pedesaan.
Hal ini dilakukan karena mengingat masih tingginya kelebihan kapasitas di bidang manufaktur dan pasar real-estate, sehingga pengeluaran untuk infrastruktur dapat menjadi pusat untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah pusat Tiongkok sendiri telah
menyampaikan keinginan mereka agar para investor swasta dapat berperan
lebih besar terhadap perekonomian dalam negeri, misalnya dengan
berinvestasi di bidang infrastruktur jalan raya tol atau jaringan kereta
api. Kemitraan dalam bentuk Public Private Partnership (PPP)
ini telah menjadi sebuah kata kunci utama dalam lingkaran ekonomi
Tiongkok selama beberapa tahun terakhir sebagai suatu bentuk upaya
pemerintah dalam mempercepat ekspansi pertumbuhan ekonomi.
Sayangnya, keinginan pemerintah ini
sedikit terhambat pasalnya dari 80 proyek percontohan PPP yang telah
diluncurkan pada akhir Mei tahun lalu, hanya 49 proyek yang mendapat
dukungan dari investor swasta. Tindakan yang dilakukan pemerintah negara
ekonomi besar kedua ini sama dengan upaya pemerintah Jokowi yang juga
fokus kepada investasi infrastruktur.
Sumber : Vibiznews
Emas Catat Penurunan Terpanjang dalam Enam Tahun Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Emas
menuju penurunan terpanjang dalam enam tahun terakhir dan platinum
jatuh ke level 67 bulan terendah seiring reli penguatan dolar pangkas
permintaan untuk logam mulia sebagai aset alternative.
Dolar
melonjak ke level tertinggi hampir dalam 12 tahun terakhir terhadap
enam mata uang utama terkait spekulasi The Fed akan lebih dekat untuk
menaikan suku bunga. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) memulai
pembelian obligasi. Spot emas mencapai level 14 pekan terendah.
Kepemilikan
reksadana berbasis emas yang ditransaksikan di bursa turun untuk hari
ke sepuluh berturut-turut, penurunan terpanjang sejak November. Para
pembuat kebijakan lebih baik melakukan pengetatan lebih awal dan lebih
bertahap daripada nanti dan cepat, Presiden The Fed Bank of Dallas
Richard Fisher mengatakan dua hari lalu.
Emas
untuk pengiriman segera turun sebesar 0,9 persen ke level $1,151.07 per
ons pukul 01:44 waktu New York, menurut harga generik Bloomberg. Harga
emas menuju penurunan hari kedelapan secara berturut, kemerosotan
terpanjang sejak Maret 2009 lalu. Sebelumnya, logam menyentuh level
$1,147.72, terendah sejak 1 Desember lalu.
Kepemilikan
emas ETPS turun sebesar 5,5 metrik ton pada hari Selasa menjadi 1,653
ton, terendah sejak 26 Januari lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh
Bloomberg.
Emas berjangka untuk pengiriman April turun sebesar 0,8 persen untuk menetap di level $1,150.60 di Comex di New York.
Spot platinum turun sebanyak 1,3 persen ke level $1,114.05 per ons, terendah sejak 14 Juli 2009.
Spot
perak turun sebesar 1,9 persen ke level $15,376 per ons. Harga emas
menuju penurunan hari kedelapan secara berturut-turut, kemerosotan
terpanjang sejak April 2013 lalu. Sebelumnya, Perak menyentuh level
$15,2977, terendah sejak 1 Desember. (izr)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)