Monday, 30 March 2015

Bursa Saham AS Sesi 1 Menguat 1% Ditengah Aktifitas Merger Sejumlah Perusahaan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/3) - Bursa Saham AS sesi 1 menguat dengan memperpanjang kenaikan kuartalannya ditengah aktifitas merger sejumlah perusahaan dan optimisme bank sentral yang akan mendukung petumbuhan ekonomi global.

Indeks S&P 500 menguat 1% ke level 2,082.02 pukul 11:57 siang ini waktu New York. Kuartal pertama ini indeks acuan tersebut mengalami kenaikan sebesar 1.1% yang sekaligus mempertahankan kenaikan kuartalannya terpanjangnya secara beruntun sejak 1998 silam. Sementara Indeks Dow Jones Industrial Average naik 264.69 poin atau 1.5% ke level 17,977.35. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite menguat 0.8%.

Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada hari Jumat kemarin menyatakan bahwa Bank Sentral AS di tahun ini diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan kenaikan selanjutnya dilakukan secara bertahap tanpa mengikuti prediksi yang ada. Sementara Gubernur Bank Sentral China menyatakan bahwa pemerintahnya dapat melakukan upaya yang lebih guna mendukung pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Sunday, 29 March 2015

Harga Minyak Mentah Melorot, Tetap Naik Mantap dalam Seminggu


BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Harga minyak mentah di bursa komoditas Amerika Serikat pada akhir perdagangan Sabtu dini hari akhirnya anjlok, menyerah kalah setelah sempat mengalami peningkatan hingga mencapai 5 minggu tertinggi pada perdagangan sebelumnya  (30/3). Harga minyak mentah anjlok tajam dan menghapuskan seluruh kenaikan yang terjadi pada hari sebelumnya karena para pelaku pasar mulai fokus pada usaha penyelesaian perjanjian nuklir Iran dengan Barat.
Jumlah pengeboran minyak mentah di Amerika Serikat turun 12rigs minggu lalu menjadi hanya 813 rigs. Jumlah tersebut merupakan yang paling kecil sejak bulan Desember lalu. Dengan penurunan yang terjadi pekan lalu jumlah pengeboran minyak mentah di Negeri Paman Sam telah mengalami penurunan selama 16 minggu berturut-turut.
Sebelumnya harga minyak mentah mengalami kenaikan tajam sebesar 5 persen pada penutupan perdagangan Jumat dini hari di tengah kekhawatiran bahwa konflik di Yaman akan mengakibatkan gangguan pasokan. Akan tetapi para pelaku pasar berpendapat bahwa Yaman hanya negara eksportir yang tidak terlalu signifikan sehingga potensi gangguan hanya akan berdampak minim.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak Mei yang merupakan kontrak paling aktif saat ini ditutup anjlok tajam. Harga berakhir turun sebesar 5 persen dan ditutup pada posisi 48,87 dollar per barel. Sepanjang minggu harga minyak mentah masih tampak membukukan kenaikan sebesar 5,48 persen, kenaikan mingguan kedua berturut-turut.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini akan kembali mengalami pelemahan meskipun terbatas. Secara teknikal rally harga minyak saat ini masih berada dalam kondisi bullish lemah. Tekanan yang berpotensi koreksi mulai terjadi.
Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI kontrak April diperkirakan akan mengalami level resistance di 50,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 52,00 dollar. Jika terjadi pergerakan retreat sehingga harga melemah support akan ditemui pada posisi 46,00 dollar dan 44,00 dollar.

Sumber : Vibiznews

Melihat Peluang Besar, Korsel Daftar Jadi Anggota Pendiri AIIB

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Mengikuti keputusan 4 negara maju dari Barat pada pekan ini. pada hari Kamis (27/3/2015) kemarin, Korea Selatan (Korsel) memutuskan akan bergabung juga dengan Asian Infrastructure Investment Development Bank (AIIB) sebagai salah satu calon anggota pendiri bank yang diketuai oleh Tiongkok tersebut.
Sekedar mengingatkan, AIIB adalah bank yang dibentuk secara khusus untuk membiayai proyek infrastruktur negara-negara yang berada di Asia. AIIB ini pun sering disebut-sebut sebagai rival Bank Dunia milik Amerika Serkat (AS) dan Asian Development Bank (ADB) milik Jepang. Kementerian Strategi dan Keuangan Korsel mengatakan dalam sebuah pernyataan menyampaikan bahwa pemerintah Korsel akan menandatangani perjanjian tersebut dalam bentuk formal sekitar Juni mendatang.
Menurut ADB, permintaan pendanaan untuk proyek infrastruktur di Asia diperkirakan akan mencapai $ 730.000.000.000 per tahun hingga tahun 2020 mendatang. Dengan demikian, AIIB yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan keuangan antara negara-negara di kawasan ini akan menjadi bank pelopor pembangunan ekonomi di Asia.
Korsel melihat ada sebuah peluang yang cukup besar bagi negaranya apabila bergabung sebagai calon anggota pendiri AIIB. Para pejabat tinggi Korsel menilai dengan bergabung di AIIB, maka perusahaan-perusahaan di Korsel memilik peluang yang lebih besar untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur Asia seperti bidang konstruksi, komunikasi, dan transportasi.
AIIB sendiri diharapkan akan resmi didirikan pada akhir 2015, dengan modal setoran awal sebesar 50 miliar dollar AS dan modal dasar sebesar 100 miliar dolar. Tercatat hingga hari ini sudah 21 (dua puluh satu) negara, termasuk Tiongkok, India dan Singapura, telah menandatangani nota kerjasama ini di Beijing pada bulan Oktober 2014 lalu, sedangkan 6 (enam) negara lainnya, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, baru bergabung pada bulan ini.

Sumber : Vibiznews

Kekuatan Ekonomi Singapura Mulai Lemah, Data Makro Terkini Buruk

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Singapura dikenal dengan julukan Macan Asia, karena memiliki pendapatan tinggi dan terkaya di Asia. Ekonomi Negeri Singa Putih ini sangat ramah dengan bisnis dan dianggap yang terbaik sebagai pusat keuangan.Namun sayang, hal tersebut kurang tercermin dari rilis data ekonomi lokal yang keluar untuk bulan Februari lalu.
Pasalnya, harga produsen di Singapura di bulan Februari tercatat alami kenaikan yang lebih lambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada Februari lalu harga produsen di negara ini hanya mampu naik 2,4 persen, sedangkan di bulan Januari naik 3,4 persen. Indeks harga pasokan domestik bulan Februari naik 5,3 persen dari bulan sebelumnya, kontras dengan penurunan yang terasa di bulan Januari sebesar 6,3 persen.
Dalam laporan terpisah, kantor statistik Singapura juga telah merilis angka indeks harga impor untuk bulan Februari. Harga impor turun 13,8 persen (yoy) pada bulan Februari, lebih lambat dari pertumbuhan sebesar 17,4 persen di bulan sebelumnya. Sebagai informasi, harga impor di Singapura memang telah jatuh sejak Juni tahun lalu.
Sementara itu, harga ekspor turun pada laju terburuknya di bulan Februari. Harga ekspor di Singapura tercatat turun 7,5 persen (yoy) menyusul penurunan 10,0 persen pada Januari. Sedangkan pada basis bulanan, baik harga impor maupun harga ekspor, keduanya meningkat sebesar 4,5 persen dan 2,7 persen pada bulan Februari.
Sekedar mengingatkan bahwa rilis data ekonomi lokal yang mengecewakan dari negara ini bukan hanya terkait harga produsen yang baru saja diumumkan. Namun, tingkat produksi industri negara ini di bulan Februari juga  menunjukkan penurunan yang melampaui ekspektasi. Produksi industri di Singapura tercatat turun sebesar 3,6 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu, berbeda dengan kenaikan sebesar 1,3 persen yang berhasil diraih pada Januari.

Sumber : Vibiznews

Saham Asia Turun, Pangkas Kenaikan Kuartalan Terbesarnya Sejak 2013

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Saham Asia turun pada hari ketiga beruntun, memangkas kenaikan kuartalan terbesar untuk indeks acuan regional sejak 2013 lalu, diikuti saham energi dan material memimpin penurunan.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3 % ke level 146,2 pada pukul 9:05 pagi waktu Tokyo, memangkas kenaikan sebesar 6 % sejak 31 Desember lalu. Kenaikan dalam ekuitas global mendorong valuasi pada pekan lalu ke level tertingginya dalam 5 tahun terakhir, dengan pasar perdagangan di China, Jepang dan Eropa bersiap untuk reli lebih dari 10 % pada kuartal pertama.
Indeks Topix Jepang melemah 0,1 %. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,3 %, dan Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,3 %.
Indeks Australia S & P / ASX 200 merosot 1,2 %. Perusahaan Caltex Australia Ltd memimpin penurunan, anjlok sebesar 9,7 % setelah Perusahaan Chevron Corp menjual sahamnya sebesar 50 % pada pemasok bahan bakar terbesar di negara tersebut. (knc)
Sumber : Bloomberg

Indeks Topix Jepang Berfluktuatif Pasca Catat Pekan Terburuk Sejak Januari

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Indeks Topix Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian pasca catat penurunan mingguan pertama dalam lebih dari dua bulan terakhir. Saham produsen makanan meningkat sementara saham energi terkoreksi.
Indeks Topix turun kurang dari 0,1 persen ke level 1,552.18 pukul 09:02 pagi di Tokyo pasca naik sebanyak 0,1 persen. Indeks anjlok sebesar 1,8 persen dalam lima hari  terakhir pada pekan lalu, penurunan mingguan terbesar sejak awal Januari lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,1 persen ke level 19,300.78 hari ini. Indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 0,2 persen pada hari Jumat, menghentikan kerugian selama empat hari terakhir, mengakhiri reli di saham teknologi.
Indeks Topix sebesar 2,5 persen pada hari Kamis dan Jumat menjelang akhir tahun keuangan Jepang pada 31 Maret mendatang. Sementara itu penguatan indeks tahun 2015 telah berkurang sebesar 10 persen. Namun, kinerja indeks tetap menjadi yang terbaik diantara saham Asia tahun ini, karena pembelian obligasi oleh bank sentral dan masuknya dana  pensiun sebesar $1.1 trilun mengirim saham menguat tajam.
Produksi industri Jepang turun sebesar 3,4 persen pada Februari lalu dibandingkan bulan sebelumnya, menurut data yang dirilis oleh pemerintah hari ini. Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan penurunan sebesar 1,9 persen. (izr)
Indeks Topix ditransaksikan 17 kali estimasi laba pada pekan lalu, dibandingkan dengan 17,4 untuk indeks S&P 500. (izr)
Sumber: Bloomberg

Thursday, 26 March 2015

Emas Pangkas Kenaikan Pasca Aksi Penyerangan di Yaman

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Emas pangkas kenaikan setelah mencapai level 3 ½ minggu tertinggi pada hari Kamis, setelah reaksi pergerakan harga karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat menurunkan saham-saham dan mendorong para investor dalam aset sebagai berisiko rendah, seperti obligasi bullion dan Jerman.
Perak naik hampir 3 % ke level tertingginya dalam lebih dari lima minggu terakhir sebelum mencapai level tertinggi nya.
Bursa saham di seluruh dunia melemah dan harga minyak melonjak setelah Arab Saudi dan sekutunya melakukan serangan udara di Yaman yang memicu kekhawatiran pengiriman energi ke Timur Tengah yang mungkin beresiko. Sementara Wall Street kemudian mengalami pemulihan.
Mata uang dolar sebelumnya turun terhadap euro tetapi pulih kembali di perdagangan New York karena para pembuat kebijakan melihat bank sentral lebih menguntungkan bagi mata uang AS.
Spot emas mencapai puncaknya di level $ 1,219.40 per ons, sebelum diperdagangkan naik sebesar 0,6 % ke level $ 1,195.25 pada pukul 2:47 siang waktu setempat. Emas untuk pengiriman bulan April naik $ 7,80 per ons untuk menetap di level $ 1,204.80.
Emas menuju kenaikan pada sesi ketujuh, yang merupakan kenaikan beruntun terpanjangnya sejak Agustus 2012 lalu. (knc)
Sumber : Reuters

Aksi Selloff Kirim Indeks Topix Dibuka Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Indeks Topix Jepang jatuh, melanjutkan aksi jual terbesar dalam hampir tiga bulan terakhir, karena sebagian besar perusahaan yang diperdagangkan tanpa hak atas pembayaran dividen berikutnya dan rilis data menunjukkan tingkat inflasi terhenti pada bulan Februari lalu.
Indeks Topix merosot sebesar 0,5 persen ke level 1,561.18 pukul 09:02 pagi di Tokyo. Indeks catat pelemahan sebesar 1,5 persen kemarin, terbesar sejak 6 Januari lalu, dan menuju penurunan mingguan pertama dalam lebih dari dua bulan terakhir. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun sebesar 0,2 persen pagi ini ke level 19,429.36. Yen stagnan pada level 119,22 per dolar setelah menguat sebesar 0,3 persen pada hari Kamis kemarin pasca Arab Saudi dan sekutunya melancarkan serangan udara di ibukota Yaman. Indeks Standard & Poor 500 turun untuk hari keempat.
Lebih dari 1.440 dari 1.858 saham pada indeks Topix ditransaksikan tanpa hak mendapatkan deviden hari ini. Yang menyumbang penurunan indeks Topix sebanyak 12,8 poin dari hari ini, data Bloomberg menunjukkan.
Harga konsumen tidak termasuk makanan segar naik sebesar 2 persen dari awal tahun hingga bulan lalu, kenaikan kurang dari estimasi ekonomi sebesar 2,1 persen, menurut data yang dirilis biro statistik hari ini. Ini akibat dampak kenaikan pajak penjualan April lalu, laju inflasi Jepang tidak mengalami perubahan dari bulan lalu.
Data yang menunjukkan tingkat pengangguran turun menjadi 3,5 persen, sesuai dengan perkiraan ekonom dan turun dari 3,6 persen bulan sebelumnya. rasio pelamar pekerjaan meningkat menjadi 1,15, pembacaan tertinggi dalam 23 tahun terakhir.
Saham perusahaan eksplorasi energi memimpin kenaikan pada indeks Topix hari ini pasca harga minyak mentah melonjak pada Kamis kemarin pasca Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Syiah di Yaman, berusaha untuk menopang pemerintahan sekutu untuk mempertahankan benteng terakhir yang tersisa. Yaman telah muncul sebagai ladang minyak terbaru yang tengah diperebutkan antara Iran dan Arab Saudi, eksportir minyak utama dunia.
Kontrak E-mini berjangka S&P 500 naik 0,1 persen pasca indeks acuan merosot sebesar 0,2 persen pada Kamis kemarin di New York untuk menghapus keuntungan tahun ini. Penurunan saham perusahaan konsumen dan transportasi bebani rebound saham teknologi. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Bergerak Turun Untuk Hari Kedua

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Saham Asia bergerak turun pada hari kedua, merupakan penurunan harian terbesar dalam hampir dua bulan terakhir, yang dipimpin oleh pelemahan saham industri dan sebagian ekuitas Jepang ditransaksikan tanpa hak pembayaran dividend.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2 % ke level 147,10 pukul 09:05 pagi di Tokyo. Indeks tersebut menuju penurunan 0,3 % pekan ini setelah kemarin melemah 1,1 %. Sementara ekuitas AS mengalami penurunan untuk hari keempat, dengan indeks Standard & Poor 500 menghapus gain tahun ini, di tengah kekhawatiran kenaikan saham menjelang prospek ekonomi dan keuntungan perusahaan.
Indeks Topix Jepang turun sebesar 0,4 %. Lebih dari 1.440 dari 1.858 perusahaan dalam perdagangan di indeks dari hari tanpa hak untuk pembayaran dividen berikutnya, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. (vck)
Sumber: Bloomberg

Indeks S&P 500 Ditutup Turun, Menghapus Kenaikan Tahun 2015

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Saham AS turun pada hari keempat, yang merupakan penurunan terpanjangnya sejak Januari lalu, diikuti saham transportasi yang dibayangi perusahaan teknologi mengalami rebound. Sementara obligasi juga mengalami penurunan di tengah menurunnya permintaan pelelangan, sedangkan minyak mentah naik seiring Arab Saudi mengebom sasaran di Yaman.

Indeks Standard & Poor 500 melemah 0,2 % pada pukul 16:00 sore waktu New York, menghapus kenaikan pada tahun 2015. Indeks tersebut berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian sepanjang sesi setelah sebelumnya turun sebesar 0,8 %. Indeks Stoxx Europe 600 merosot 0,9 %. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun catat penguatan sebesar 8 basis poin menjadi 2 %. Indeks Spot Dollar Bloomberg menguat 0,3 %. Minyak mentah AS naik pada hari kelima, dan emas menguat sebesar 0,7 % pada laju kenaikan di antara logam.

Indeks S & P 500 telah jatuh sebesar 2,5 % pada minggu ini, turun 0,1 % untuk tahun ini, karena data manufaktur penjualan rumah mengalami penurunan menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi mungkin melambat menurut para analis dan pada saat yang sama juga analis memperkirakan kontraksi pertama dalam laba kuartalan sejak 2009. Yaman melakukan perlawanan terhadap Iran dan Arab Saudi, sebagai eksportir minyak utama dunia. (knc)

Sumber : Bloomberg

Bursa Saham Eropa Ditutup Melemah 0,9% Ditengah Ketegangan Timur Tengah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Bursa Saham Eropa mencatat penurunan tajam pada hari ke-2 dalam kurun waktu hampir 3 bulan terakhir ditengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Indeks Stoxx 600 tergelincir 0.9% ke level 394.54 pada sesi penutupan perdagangan saham menyusul Arab Saudi dan para sekutunya yang telah menyerang para pemberontak di Yemen. Bursa Saham Benua Biru sempat memangkas penurunan sebesar 1.8% diakhir sesi perdagangan saham. Sepanjang tahun ini acuan saham Eropa tersebut berada pada laju penurunan mingguan tertajamnya setelah naik 0.4% dari rekornya. Sementara saham-saham perusahaan produsen energi membalikkan gain setelah timbulnya kekhawatiran mengenai meningkatnya ketidakstabilan di Timur Tengah yang telah menyebabkan kenaikan harga minyak.

Sepanjang tahun 2015 ini Indeks Stoxx 600 telah reli sebesar 18% terkait optimisme bahwa stimulus dari ECB (European Central Bank) akan memulihkan perekonomian kawasan tersebut. Sementara itu, serangan terhadap para pemberontak Syiah di Yemen menandai sebuah eskalasi ketegangan di Iran yang dikenal sebagai salah satu negara pengekspor minyak terbesar di dunia. Sedangkan minyak sendiri naik sebesar 3.1% dengan sempat memangkas gain awal sebesar 6.6%.

Saham-saham jasa penerbangan melemah ditengah meningkatnya harga minyak. Saham International Consolidated Airlines Group SA turun 3.4%, Deutsche Lufthansa AG anjlok 2.9% dan Air France-KLM Group turun 1.3%. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Wednesday, 25 March 2015

Data Kepercayaan Bisnis Jerman Angkat Emas Mencapai Level 2 1/2 Pekan Tertinggi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Emas mencapai level 2 ½ minggu tertinggi pada hari Rabu, naik untuk sesi keenam seiring meningkatnya data kepercayaan bisnis Jerman dapat mendorong penguatan mata uang euro terhadap dolar, dan meredanya ekspektasi untuk kenaikan suku bunga AS.
Euro naik 0,4 % terhadap mata uang AS setelah menurut survei terhadap kepercayaan bisnis Jerman memicu ekspektasi bahwa pemulihan ekonomi zona euro meningkat, memperpanjang kenaikan setelah barang tahan lama AS secara tak terduga menurun.
Spot emas naik 0,3 % ke level $ 1,196.35 per ounce pada pukul 2:52 siang waktu setempat, setelah sebelumnya menyentuh level $ 1,199.70, yang merupakan level tertingginya sejak 6 Maret lalu. Emas berjangka AS pengiriman bulan April naik $ 5,60 per ons  atau 0,5 %, untuk menetap di level $ 1.197.
Spot perak naik 5 % ke level $ 16,96 per ons setelah sebelumnya menguat ke level 5 pekan tertinggi di level $ 17,11. (knc)
Sumber : Reuters

Indeks Topix Menuju Penurunan Terbesar dalam Tujuh Pekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Saham jepang merosot mengirim indeks Topix menuju kerugian terbesar dalam tujuh pekan terakhir pasca aksi selloff saham teknologi AS.
Indeks Topix merosot sebesar 0,8 persen ke level 1,580.03 pukul 09:03 pagi di Tokyo, 31 saham dari 33 sub industri mengalami koreksi. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun sebesar 0,7 persen ke level 19,610.07. Yen ditransaksikan pada level 119,49 per dolar pasca menguat sebesar 0,2 persen pada Rabu kemarin pasca data menunjukkan penurunan tak terduga dalam pesanan barang tahan lama Amerika yang mendorong beberapa ekonom untuk menurunkan prakiraan pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal pertama. Indeks Standard & Poor 500 turun tajam dalam dua pekan terakhir.
Tingkat pesanan untuk barang yang dapat bertahan setidaknya dalam tiga tahun turun 1,4 persen pada Februari. Para ekonom memperkirakan tingkat pesanan naik sebesar 0,2 persen.
Ekonom di JPMorgan Chase & Co memangkas perkiraan mereka untuk Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama pasca laporan manufaktur ke level 1,5 persen kecepatan tahunan dari 2 persen. The Federal Reserve Bank of Atlanta juga menurunkan proyeksi pertumbuhan tahunan pada kuartal pertama menjadi 0,2 persen dari 0,3 persen, menurut website-nya.
Kontrak E-mini berjangka Indeks S&P 500 naik sebesar 0,1 persen pasca indeks saham acuan turun sebesar 1,5 persen pada Rabu di New York seiring aksi jual saham semi-konduktor menyebar ke pasar yang lebih luas. Indeks Nasdaq Composite Index turun 2,4 persen, terbesar dalam 11 bulan terakhir. (izr)
Sumber: Bloomberg

Pelemahan Saham AS Seret Saham Asia Dari Level Tertingginya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Saham Asia catat penurunan dari level tertinggi dalam delapan bulan terakhir, menyusul penurunan ekuitas AS, yang dipimpin oleh saham material dan konsumen.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,6 % ke level 148,20 pukul 09:01 pagi di Tokyo. Kemarin indeks acuan naik yang merupakan penutupan tertinggi sejak 30 Juli tahun lalu, sementara Indeks Nasdaq Composite turun tajam dalam11 bulan terakhir dan indeks Standard & Poor 500 melemah 1,5 % karena aksi jual saham semikonduktor. Indeks Asia naik 8,2 % tahun ini sampai hari kemarin.
Indeks Shanghai Composite turun 0,8 % pada hari Rabu kemarin, sehingga mengakhiri reli selama 10-hari, itu merupakan reli terpanjang beruntun sejak tahun 1992 silam, di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi sehingga berdampak pada pertumbuhan laba. Sebuah laporan pada hari Selasa menunjukkan indeks manufaktur China turun ke level 11-bulan terendahnya di bulan Maret, sehingga menunjukkan stimulus yang mungkin diperlukan untuk meningkatkan output pabrik pada ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Indeks Topix Jepang mengalami penurunan 0,7 % hari ini, sama seperti yang dilakukan indeks Kospi Korea Selatan. Sementara  Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah  1,2 %. Sedangkan Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,6 %. Pasar saham di China dan Hong Kong belum dibuka. (vck)
Sumber: Bloomberg

Saham Teknologi Anjlok, Hantam Bursa Saham AS Ditutup Tumbang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Bursa Saham AS ditutup melemah, mengantarkan Indeks Nasdaq Composite turun tajam dalam 11 bulan terakhir ditengah adanya aksi jual saham perusahaan teknologi pada acuan saham tersebut.

Indeks Nasdaq Composite turun 2.4% pukul 4 sore ini waktu New York yang sekaligus penutupan tertajam sejak 10 April tahun 2014 kemarin. Sementara Indeks Standard & Poor 500 ambruk 1.5% ke level 2,061.18 dengan dibawah level harga rata-rata selama kurun waktu 50 hari terakhir.

Pekan ini Indeks S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq Composite bergerak mendekati rekornya ditengah spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Penurunan hari Rabu ini sekaligus menghapus kenaikan pada Dow Jones selama tahun 2015 ini.

Tahun ini Indeks S&P 500 berada di diantara indeks di negara maju dengan performa terburuk, akan tetapi indeks acuan tersebut masih menorehkan kenaikan kuartalan ke-9 secara beruntun, dengan mengalami kenaikan sebesar 0.2%. Hal tersebut menjadi kenaikan terlama secara beruntun sejak 1998 silam dan kenaiakn ini juga mendorong valuasi ekuitas mencapai level tertingginya dalam 6 tahun terakhir. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Pasca Dekati Rekor, Bursa Saham Eropa Ditutup Melemah 1.1%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Bursa Saham Eropa mencatat penurunan tertajam dalam lebih dari 2 bulan terakhir setelah kemarin bergerak mendekati rekor.

Indeks Stoxx Europe 600 melemah 1.1% ke level 397.95 pada sesi penutupan perdagangan saham yang sejalan dengan 17 dari 19 grup industri mengalami penurunan. Selain itu saham teknologi mengalami performa terburuknya dengan memperpanjang penurunan. Saham ARM Holdings Plc dan ASML Holding NV anjlok lebih dari 5.5%.

Selasa kemarin Bursa Saham Eropa ditutup 0.7% yang menjauh dari rekornya di tahun 2000 lalu, akan tetapi sepanjang tahun 2015 ini mengalami kenaikan sebesar 18% ditengah stimulus ECB (European Central Bank). Hal tersebut mendorong Indeks Stoxx 600 ke valuasi tertingginya berdasarkan pada proyeksi laba dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yang dibandingkan dengan pergerakan historisnya terhadap Indeks Standard & Poor 500. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Tuesday, 24 March 2015

Aussie Capai Level 2 Bulan Tertingginya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Membaiknya data ekonomi AS telah gagal guna membendung dolar Australia untuk reli ke level 2 bulan tertingignya.

Pukul 7 pagi ini waktu Australia, mata uang Negeri Kangguru tersebut diperdagangkan di level US78.76c atau naik dari level kemarin sebesar US78.67c.

Dolar Australia bergerak ke level US79.38c yang sekaligus level tertingignya sejak 28 Januari lalu.

Hal tersebut terjadi meski membaiknya data ekonomi AS, dimana laju inflasi naik 1.7% dan penjualan rumah baru melonjak ke laju tercepatnya dalam kurun waktu 7 tahun terakhir.

Sementara itu, analis dari Bank of New Zealand Kymberly Martin menyatakan bahwa Aussie mencapai level tertingginya ditenga rilis data inflasi AS, meski data tersebut menunjukkan kenaikan dari market perkirakan. (bgs)

Sumber : MarketsSpectator

Outlook Suku Bunga AS Angkat Emas Ke Level Dua Minggu Tertinggi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Emas naik ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir di tengah spekulasi bahwa para pembuat kebijakan AS yang akan menunda kenaikan suku bunga sampai akhir tahun ini.
Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan pada pekan lalu bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga setelah The Fed berjanji untuk bersabar pada pengetatan. Suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik emas seiring logam pada umumnya menawarkan keuntungan hanya melalui kenaikan harga.
Dolar menyentuh level terendahnya dalam dua minggu terakhir terhadap 10 mata uang utama setelah Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer mengatakan pada hari Senin bahwa sementara untuk menaikan suku bunga mungkin akan terjadi sebelum akhir tahun ini, para pembuat kebijakan "cukup yakin" bahwa meningkatnya inflasi menuju target mereka sebesar 2 %.
Di Comex New York, emas berjangka untuk pengiriman bulan April naik 0,3 % untuk menetap di level $ 1,191.40 per ons pada pukul 1:39 siang waktu setempat, sebelumnya harga emas mencapai level $ 1,194.50, yang merupakan level tertingginya untuk kontrak teraktif sejak 6 Maret lalu.
Holdings pada produk yang diperdagangkan di bursa yang didukung oleh emas naik pada hari Senin untuk pertama kalinya dalam satu bulan terakhir. (knc)
Sumber : Bloomberg

Kinerja Saham Material Angkat Saham Asia

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Saham Asia menguat, dengan indeks acuan regional rebound Selasa kemarin menuju level tertinggi dalam enam bulan terakhir, karena saham produsen barang rumah tangga dan saham material memimpin kenaikan.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 % ke level 148,98 pukul 09:03 pagi di Tokyo. Indeks tersebut naik 7,8 % tahun ini sampai Selasa kemarin, sehingga mendorong valuasi estimasi laba sebesar 15 kali, merupakan level tertinggi sejak Mei 2010 lalu, dibandingkan dengan 17,7 kali untuk Indeks Standard & Poor 500.
Indeks Topix Jepang naik 0,3 %. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,2 %. Sedangkan Indeks NZX 50 Selandia Baru melemah 0,1 %. Sementara pasar saham di China dan Hong Kong belum dibuka.
Indeks Kospi Korea Selatan stagnan. Sementara pertumbuhan ekonomi negara tersebut pada kuartal keempat direvisi turun menjadi 0,3 % dari tiga bulan sebelumnya, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 0,4 %.
Indeks Shanghai Composite naik 0,1 % pada Selasa kemarin, sehingga menghapus penurunan sebesar 2,4 % dan membatasi kenaikan selama 10-hari, merupakan kenaikan beruntun terpanjang dalam hampir 23 tahun terakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Meningkat Untuk Hari Kedua Pekan ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Indeks saham Jepang meningkat untuk hari kedua pekan ini seiring penguatan saham pengembang perumahan dan produsen instrumen presisi pimpin kenaikan.
Indeks Topix menguat sebesar 0,3 persen ke level 1,591.92 pukul 09:03 di Tokyo, dengan tiga saham naik untuk setiap dua saham yang jatuh. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 0,3 persen ke level 19,773.97.
Indeks kekuatan relative (RSI) indeks Topix berada pada level 75 pada hari Selasa, di atas level 70, beberapa pedagang mengatakan saham telah meningkat terlalu cepat dan bersiap untuk turun.
Kontrak E-mini berjangka pada indeks Standard & Poor 500 stagnan pasca indeks ekuitas acuan merosot sebesar 0,6 persen pada Selasa kemarin di New York pasca laporan harga konsumen menunjukkan laju inflasi mulai meningkat.
Biaya hidup di AS, termasuk makanan dan bahan bakar, naik sebesar 0,2 persen pada Februari lalu, kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir, karena stabilnya biaya bahan bakar. Ketua Federal Reserve Janet Yellen pekan lalu mengisyaratkan bahwa bank sentral tidak terburu-buru dalam menaikkan suku bunga pasca para pembuat kebijakan berkomitmen untuk bersabar terkait pengetatan kebijakan moneter. (izr)
Sumber: Bloomberg