BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/3) - Bursa Saham AS sesi 1 menguat dengan
memperpanjang kenaikan kuartalannya ditengah aktifitas merger sejumlah
perusahaan dan optimisme bank sentral yang akan mendukung petumbuhan
ekonomi global.
Indeks S&P 500 menguat 1% ke level 2,082.02
pukul 11:57 siang ini waktu New York. Kuartal pertama ini indeks acuan
tersebut mengalami kenaikan sebesar 1.1% yang sekaligus mempertahankan
kenaikan kuartalannya terpanjangnya secara beruntun sejak 1998 silam.
Sementara Indeks Dow Jones Industrial Average naik 264.69 poin atau 1.5%
ke level 17,977.35. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite menguat 0.8%.
Ketua
Federal Reserve Janet Yellen pada hari Jumat kemarin menyatakan bahwa
Bank Sentral AS di tahun ini diperkirakan akan menaikkan suku bunga
dengan kenaikan selanjutnya dilakukan secara bertahap tanpa mengikuti
prediksi yang ada. Sementara Gubernur Bank Sentral China menyatakan
bahwa pemerintahnya dapat melakukan upaya yang lebih guna mendukung
pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Monday, 30 March 2015
Sunday, 29 March 2015
Harga Minyak Mentah Melorot, Tetap Naik Mantap dalam Seminggu
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Harga minyak mentah di bursa komoditas
Amerika Serikat pada akhir perdagangan Sabtu dini hari akhirnya anjlok,
menyerah kalah setelah sempat mengalami peningkatan hingga mencapai 5
minggu tertinggi pada perdagangan sebelumnya (30/3). Harga minyak
mentah anjlok tajam dan menghapuskan seluruh kenaikan yang terjadi pada
hari sebelumnya karena para pelaku pasar mulai fokus pada usaha
penyelesaian perjanjian nuklir Iran dengan Barat.
Jumlah pengeboran minyak mentah di
Amerika Serikat turun 12rigs minggu lalu menjadi hanya 813 rigs. Jumlah
tersebut merupakan yang paling kecil sejak bulan Desember lalu. Dengan
penurunan yang terjadi pekan lalu jumlah pengeboran minyak mentah di
Negeri Paman Sam telah mengalami penurunan selama 16 minggu
berturut-turut.
Sebelumnya harga minyak mentah mengalami
kenaikan tajam sebesar 5 persen pada penutupan perdagangan Jumat dini
hari di tengah kekhawatiran bahwa konflik di Yaman akan mengakibatkan
gangguan pasokan. Akan tetapi para pelaku pasar berpendapat bahwa Yaman
hanya negara eksportir yang tidak terlalu signifikan sehingga potensi
gangguan hanya akan berdampak minim.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI
untuk kontrak Mei yang merupakan kontrak paling aktif saat ini ditutup
anjlok tajam. Harga berakhir turun sebesar 5 persen dan ditutup pada
posisi 48,87 dollar per barel. Sepanjang minggu harga minyak mentah
masih tampak membukukan kenaikan sebesar 5,48 persen, kenaikan mingguan
kedua berturut-turut.
Analyst Vibiz Research Center
memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak
paling aktif pada perdagangan hari ini akan kembali mengalami pelemahan
meskipun terbatas. Secara teknikal rally harga minyak saat ini masih
berada dalam kondisi bullish lemah. Tekanan yang berpotensi koreksi
mulai terjadi.
Untuk perdagangan hari ini harga minyak
mentah WTI kontrak April diperkirakan akan mengalami level resistance di
50,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 52,00 dollar. Jika terjadi
pergerakan retreat sehingga harga melemah support akan ditemui pada
posisi 46,00 dollar dan 44,00 dollar.
Sumber : Vibiznews
Melihat Peluang Besar, Korsel Daftar Jadi Anggota Pendiri AIIB
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Mengikuti keputusan 4 negara maju dari
Barat pada pekan ini. pada hari Kamis (27/3/2015) kemarin, Korea Selatan
(Korsel) memutuskan akan bergabung juga dengan Asian Infrastructure Investment Development Bank (AIIB) sebagai salah satu calon anggota pendiri bank yang diketuai oleh Tiongkok tersebut.
Sekedar mengingatkan, AIIB adalah bank
yang dibentuk secara khusus untuk membiayai proyek infrastruktur
negara-negara yang berada di Asia. AIIB ini pun sering disebut-sebut
sebagai rival Bank Dunia milik Amerika Serkat (AS) dan Asian Development Bank (ADB)
milik Jepang. Kementerian Strategi dan Keuangan Korsel mengatakan dalam
sebuah pernyataan menyampaikan bahwa pemerintah Korsel akan
menandatangani perjanjian tersebut dalam bentuk formal sekitar Juni
mendatang.
Menurut ADB, permintaan pendanaan untuk
proyek infrastruktur di Asia diperkirakan akan mencapai $
730.000.000.000 per tahun hingga tahun 2020 mendatang. Dengan demikian,
AIIB yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan keuangan
antara negara-negara di kawasan ini akan menjadi bank pelopor
pembangunan ekonomi di Asia.
Korsel melihat ada sebuah peluang yang
cukup besar bagi negaranya apabila bergabung sebagai calon anggota
pendiri AIIB. Para pejabat tinggi Korsel menilai dengan bergabung di
AIIB, maka perusahaan-perusahaan di Korsel memilik peluang yang lebih
besar untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur Asia
seperti bidang konstruksi, komunikasi, dan transportasi.
AIIB sendiri diharapkan akan resmi
didirikan pada akhir 2015, dengan modal setoran awal sebesar 50 miliar
dollar AS dan modal dasar sebesar 100 miliar dolar. Tercatat hingga hari
ini sudah 21 (dua puluh satu) negara, termasuk Tiongkok, India dan
Singapura, telah menandatangani nota kerjasama ini di Beijing pada bulan
Oktober 2014 lalu, sedangkan 6 (enam) negara lainnya, termasuk
Indonesia dan Arab Saudi, baru bergabung pada bulan ini.
Sumber : Vibiznews
Kekuatan Ekonomi Singapura Mulai Lemah, Data Makro Terkini Buruk
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Singapura dikenal dengan julukan Macan
Asia, karena memiliki pendapatan tinggi dan terkaya di Asia. Ekonomi
Negeri Singa Putih ini sangat ramah dengan bisnis dan dianggap yang
terbaik sebagai pusat keuangan.Namun sayang, hal tersebut kurang
tercermin dari rilis data ekonomi lokal yang keluar untuk bulan Februari
lalu.
Pasalnya, harga produsen di Singapura di
bulan Februari tercatat alami kenaikan yang lebih lambat dibandingkan
dengan bulan sebelumnya. Pada Februari lalu harga produsen di negara ini
hanya mampu naik 2,4 persen, sedangkan di bulan Januari naik 3,4
persen. Indeks harga pasokan domestik bulan Februari naik 5,3 persen
dari bulan sebelumnya, kontras dengan penurunan yang terasa di bulan
Januari sebesar 6,3 persen.
Dalam laporan terpisah, kantor statistik
Singapura juga telah merilis angka indeks harga impor untuk bulan
Februari. Harga impor turun 13,8 persen (yoy) pada bulan Februari, lebih
lambat dari pertumbuhan sebesar 17,4 persen di bulan sebelumnya.
Sebagai informasi, harga impor di Singapura memang telah jatuh sejak
Juni tahun lalu.
Sementara itu, harga ekspor turun pada
laju terburuknya di bulan Februari. Harga ekspor di Singapura tercatat
turun 7,5 persen (yoy) menyusul penurunan 10,0 persen pada Januari.
Sedangkan pada basis bulanan, baik harga impor maupun harga ekspor,
keduanya meningkat sebesar 4,5 persen dan 2,7 persen pada bulan
Februari.
Sekedar mengingatkan bahwa rilis data
ekonomi lokal yang mengecewakan dari negara ini bukan hanya terkait
harga produsen yang baru saja diumumkan. Namun, tingkat produksi
industri negara ini di bulan Februari juga menunjukkan penurunan yang
melampaui ekspektasi. Produksi industri di Singapura tercatat turun
sebesar 3,6 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu, berbeda dengan
kenaikan sebesar 1,3 persen yang berhasil diraih pada Januari.
Sumber : Vibiznews
Saham Asia Turun, Pangkas Kenaikan Kuartalan Terbesarnya Sejak 2013
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Saham
Asia turun pada hari ketiga beruntun, memangkas kenaikan kuartalan
terbesar untuk indeks acuan regional sejak 2013 lalu, diikuti saham
energi dan material memimpin penurunan.
Indeks MSCI Asia
Pacific turun 0,3 % ke level 146,2 pada pukul 9:05 pagi waktu Tokyo,
memangkas kenaikan sebesar 6 % sejak 31 Desember lalu. Kenaikan dalam
ekuitas global mendorong valuasi pada pekan lalu ke level tertingginya
dalam 5 tahun terakhir, dengan pasar perdagangan di China, Jepang dan
Eropa bersiap untuk reli lebih dari 10 % pada kuartal pertama.
Indeks Topix Jepang melemah 0,1 %. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,3 %, dan Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,3 %.
Indeks Australia S
& P / ASX 200 merosot 1,2 %. Perusahaan Caltex Australia Ltd
memimpin penurunan, anjlok sebesar 9,7 % setelah Perusahaan Chevron Corp
menjual sahamnya sebesar 50 % pada pemasok bahan bakar terbesar di
negara tersebut. (knc)
Sumber : Bloomberg
Indeks Topix Jepang Berfluktuatif Pasca Catat Pekan Terburuk Sejak Januari
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Indeks
Topix Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian pasca catat
penurunan mingguan pertama dalam lebih dari dua bulan terakhir. Saham
produsen makanan meningkat sementara saham energi terkoreksi.
Indeks
Topix turun kurang dari 0,1 persen ke level 1,552.18 pukul 09:02 pagi
di Tokyo pasca naik sebanyak 0,1 persen. Indeks anjlok sebesar 1,8
persen dalam lima hari terakhir
pada pekan lalu, penurunan mingguan terbesar sejak awal Januari lalu.
Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,1 persen ke level 19,300.78 hari
ini. Indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 0,2 persen pada hari
Jumat, menghentikan kerugian selama empat hari terakhir, mengakhiri reli
di saham teknologi.
Indeks
Topix sebesar 2,5 persen pada hari Kamis dan Jumat menjelang akhir
tahun keuangan Jepang pada 31 Maret mendatang. Sementara itu penguatan
indeks tahun 2015 telah berkurang sebesar 10 persen. Namun, kinerja
indeks tetap menjadi yang terbaik diantara saham Asia tahun ini, karena
pembelian obligasi oleh bank sentral dan masuknya dana pensiun sebesar $1.1 trilun mengirim saham menguat tajam.
Produksi
industri Jepang turun sebesar 3,4 persen pada Februari lalu
dibandingkan bulan sebelumnya, menurut data yang dirilis oleh pemerintah
hari ini. Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan penurunan
sebesar 1,9 persen. (izr)
Indeks Topix ditransaksikan 17 kali estimasi laba pada pekan lalu, dibandingkan dengan 17,4 untuk indeks S&P 500. (izr)
Sumber: Bloomberg
Thursday, 26 March 2015
Emas Pangkas Kenaikan Pasca Aksi Penyerangan di Yaman
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Emas
pangkas kenaikan setelah mencapai level 3 ½ minggu tertinggi pada hari
Kamis, setelah reaksi pergerakan harga karena meningkatnya ketegangan di
Timur Tengah dapat menurunkan saham-saham dan mendorong para investor
dalam aset sebagai berisiko rendah, seperti obligasi bullion dan Jerman.
Perak naik hampir 3 % ke level tertingginya dalam lebih dari lima minggu terakhir sebelum mencapai level tertinggi nya.
Bursa saham di seluruh
dunia melemah dan harga minyak melonjak setelah Arab Saudi dan
sekutunya melakukan serangan udara di Yaman yang memicu kekhawatiran
pengiriman energi ke Timur Tengah yang mungkin beresiko. Sementara Wall
Street kemudian mengalami pemulihan.
Mata uang dolar
sebelumnya turun terhadap euro tetapi pulih kembali di perdagangan New
York karena para pembuat kebijakan melihat bank sentral lebih
menguntungkan bagi mata uang AS.
Spot emas mencapai
puncaknya di level $ 1,219.40 per ons, sebelum diperdagangkan naik
sebesar 0,6 % ke level $ 1,195.25 pada pukul 2:47 siang waktu setempat.
Emas untuk pengiriman bulan April naik $ 7,80 per ons untuk menetap di
level $ 1,204.80.
Emas menuju kenaikan pada sesi ketujuh, yang merupakan kenaikan beruntun terpanjangnya sejak Agustus 2012 lalu. (knc)
Sumber : Reuters
Aksi Selloff Kirim Indeks Topix Dibuka Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Indeks
Topix Jepang jatuh, melanjutkan aksi jual terbesar dalam hampir tiga
bulan terakhir, karena sebagian besar perusahaan yang diperdagangkan
tanpa hak atas pembayaran dividen berikutnya dan rilis data menunjukkan
tingkat inflasi terhenti pada bulan Februari lalu.
Indeks
Topix merosot sebesar 0,5 persen ke level 1,561.18 pukul 09:02 pagi di
Tokyo. Indeks catat pelemahan sebesar 1,5 persen kemarin, terbesar sejak
6 Januari lalu, dan menuju penurunan mingguan pertama dalam lebih dari
dua bulan terakhir. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun sebesar 0,2
persen pagi ini ke level 19,429.36. Yen stagnan pada level 119,22 per
dolar setelah menguat sebesar 0,3 persen pada hari Kamis kemarin pasca
Arab Saudi dan sekutunya melancarkan serangan udara di ibukota Yaman.
Indeks Standard & Poor 500 turun untuk hari keempat.
Lebih
dari 1.440 dari 1.858 saham pada indeks Topix ditransaksikan tanpa hak
mendapatkan deviden hari ini. Yang menyumbang penurunan indeks Topix
sebanyak 12,8 poin dari hari ini, data Bloomberg menunjukkan.
Harga
konsumen tidak termasuk makanan segar naik sebesar 2 persen dari awal
tahun hingga bulan lalu, kenaikan kurang dari estimasi ekonomi sebesar
2,1 persen, menurut data yang dirilis biro statistik hari ini. Ini
akibat dampak kenaikan pajak penjualan April lalu, laju inflasi Jepang
tidak mengalami perubahan dari bulan lalu.
Data
yang menunjukkan tingkat pengangguran turun menjadi 3,5 persen, sesuai
dengan perkiraan ekonom dan turun dari 3,6 persen bulan sebelumnya.
rasio pelamar pekerjaan meningkat menjadi 1,15, pembacaan tertinggi
dalam 23 tahun terakhir.
Saham
perusahaan eksplorasi energi memimpin kenaikan pada indeks Topix hari
ini pasca harga minyak mentah melonjak pada Kamis kemarin pasca Arab
Saudi melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Syiah di Yaman,
berusaha untuk menopang pemerintahan sekutu untuk mempertahankan benteng
terakhir yang tersisa. Yaman telah muncul sebagai ladang minyak terbaru
yang tengah diperebutkan antara Iran dan Arab Saudi, eksportir minyak
utama dunia.
Kontrak
E-mini berjangka S&P 500 naik 0,1 persen pasca indeks acuan merosot
sebesar 0,2 persen pada Kamis kemarin di New York untuk menghapus
keuntungan tahun ini. Penurunan saham perusahaan konsumen dan
transportasi bebani rebound saham teknologi. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Bergerak Turun Untuk Hari Kedua
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Saham
Asia bergerak turun pada hari kedua, merupakan penurunan harian
terbesar dalam hampir dua bulan terakhir, yang dipimpin oleh pelemahan
saham industri dan sebagian ekuitas Jepang ditransaksikan tanpa hak
pembayaran dividend.
Indeks
MSCI Asia Pacific turun 0,2 % ke level 147,10 pukul 09:05 pagi di
Tokyo. Indeks tersebut menuju penurunan 0,3 % pekan ini setelah kemarin
melemah 1,1 %. Sementara ekuitas AS mengalami penurunan untuk hari
keempat, dengan indeks Standard & Poor 500 menghapus gain tahun ini,
di tengah kekhawatiran kenaikan saham menjelang prospek ekonomi dan
keuntungan perusahaan.
Indeks
Topix Jepang turun sebesar 0,4 %. Lebih dari 1.440 dari 1.858
perusahaan dalam perdagangan di indeks dari hari tanpa hak untuk
pembayaran dividen berikutnya, menurut data yang dikumpulkan oleh
Bloomberg. (vck)
Sumber: Bloomberg
Indeks S&P 500 Ditutup Turun, Menghapus Kenaikan Tahun 2015
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Saham AS turun pada hari keempat, yang merupakan penurunan terpanjangnya sejak Januari lalu, diikuti saham transportasi yang dibayangi perusahaan teknologi mengalami rebound. Sementara obligasi juga mengalami penurunan di tengah menurunnya permintaan pelelangan, sedangkan minyak mentah naik seiring Arab Saudi mengebom sasaran di Yaman.
Indeks Standard & Poor 500 melemah 0,2 % pada pukul 16:00 sore waktu New York, menghapus kenaikan pada tahun 2015. Indeks tersebut berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian sepanjang sesi setelah sebelumnya turun sebesar 0,8 %. Indeks Stoxx Europe 600 merosot 0,9 %. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun catat penguatan sebesar 8 basis poin menjadi 2 %. Indeks Spot Dollar Bloomberg menguat 0,3 %. Minyak mentah AS naik pada hari kelima, dan emas menguat sebesar 0,7 % pada laju kenaikan di antara logam.
Indeks S & P 500 telah jatuh sebesar 2,5 % pada minggu ini, turun 0,1 % untuk tahun ini, karena data manufaktur penjualan rumah mengalami penurunan menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi mungkin melambat menurut para analis dan pada saat yang sama juga analis memperkirakan kontraksi pertama dalam laba kuartalan sejak 2009. Yaman melakukan perlawanan terhadap Iran dan Arab Saudi, sebagai eksportir minyak utama dunia. (knc)
Sumber : Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 melemah 0,2 % pada pukul 16:00 sore waktu New York, menghapus kenaikan pada tahun 2015. Indeks tersebut berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian sepanjang sesi setelah sebelumnya turun sebesar 0,8 %. Indeks Stoxx Europe 600 merosot 0,9 %. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun catat penguatan sebesar 8 basis poin menjadi 2 %. Indeks Spot Dollar Bloomberg menguat 0,3 %. Minyak mentah AS naik pada hari kelima, dan emas menguat sebesar 0,7 % pada laju kenaikan di antara logam.
Indeks S & P 500 telah jatuh sebesar 2,5 % pada minggu ini, turun 0,1 % untuk tahun ini, karena data manufaktur penjualan rumah mengalami penurunan menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi mungkin melambat menurut para analis dan pada saat yang sama juga analis memperkirakan kontraksi pertama dalam laba kuartalan sejak 2009. Yaman melakukan perlawanan terhadap Iran dan Arab Saudi, sebagai eksportir minyak utama dunia. (knc)
Sumber : Bloomberg
Bursa Saham Eropa Ditutup Melemah 0,9% Ditengah Ketegangan Timur Tengah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Bursa Saham Eropa mencatat penurunan tajam
pada hari ke-2 dalam kurun waktu hampir 3 bulan terakhir ditengah
meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Indeks Stoxx 600 tergelincir 0.9% ke level 394.54 pada sesi penutupan perdagangan saham menyusul Arab Saudi dan para sekutunya yang telah menyerang para pemberontak di Yemen. Bursa Saham Benua Biru sempat memangkas penurunan sebesar 1.8% diakhir sesi perdagangan saham. Sepanjang tahun ini acuan saham Eropa tersebut berada pada laju penurunan mingguan tertajamnya setelah naik 0.4% dari rekornya. Sementara saham-saham perusahaan produsen energi membalikkan gain setelah timbulnya kekhawatiran mengenai meningkatnya ketidakstabilan di Timur Tengah yang telah menyebabkan kenaikan harga minyak.
Sepanjang tahun 2015 ini Indeks Stoxx 600 telah reli sebesar 18% terkait optimisme bahwa stimulus dari ECB (European Central Bank) akan memulihkan perekonomian kawasan tersebut. Sementara itu, serangan terhadap para pemberontak Syiah di Yemen menandai sebuah eskalasi ketegangan di Iran yang dikenal sebagai salah satu negara pengekspor minyak terbesar di dunia. Sedangkan minyak sendiri naik sebesar 3.1% dengan sempat memangkas gain awal sebesar 6.6%.
Saham-saham jasa penerbangan melemah ditengah meningkatnya harga minyak. Saham International Consolidated Airlines Group SA turun 3.4%, Deutsche Lufthansa AG anjlok 2.9% dan Air France-KLM Group turun 1.3%. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Stoxx 600 tergelincir 0.9% ke level 394.54 pada sesi penutupan perdagangan saham menyusul Arab Saudi dan para sekutunya yang telah menyerang para pemberontak di Yemen. Bursa Saham Benua Biru sempat memangkas penurunan sebesar 1.8% diakhir sesi perdagangan saham. Sepanjang tahun ini acuan saham Eropa tersebut berada pada laju penurunan mingguan tertajamnya setelah naik 0.4% dari rekornya. Sementara saham-saham perusahaan produsen energi membalikkan gain setelah timbulnya kekhawatiran mengenai meningkatnya ketidakstabilan di Timur Tengah yang telah menyebabkan kenaikan harga minyak.
Sepanjang tahun 2015 ini Indeks Stoxx 600 telah reli sebesar 18% terkait optimisme bahwa stimulus dari ECB (European Central Bank) akan memulihkan perekonomian kawasan tersebut. Sementara itu, serangan terhadap para pemberontak Syiah di Yemen menandai sebuah eskalasi ketegangan di Iran yang dikenal sebagai salah satu negara pengekspor minyak terbesar di dunia. Sedangkan minyak sendiri naik sebesar 3.1% dengan sempat memangkas gain awal sebesar 6.6%.
Saham-saham jasa penerbangan melemah ditengah meningkatnya harga minyak. Saham International Consolidated Airlines Group SA turun 3.4%, Deutsche Lufthansa AG anjlok 2.9% dan Air France-KLM Group turun 1.3%. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Wednesday, 25 March 2015
Data Kepercayaan Bisnis Jerman Angkat Emas Mencapai Level 2 1/2 Pekan Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Emas
mencapai level 2 ½ minggu tertinggi pada hari Rabu, naik untuk sesi
keenam seiring meningkatnya data kepercayaan bisnis Jerman dapat
mendorong penguatan mata uang euro terhadap dolar, dan meredanya
ekspektasi untuk kenaikan suku bunga AS.
Euro naik 0,4 %
terhadap mata uang AS setelah menurut survei terhadap kepercayaan bisnis
Jerman memicu ekspektasi bahwa pemulihan ekonomi zona euro meningkat,
memperpanjang kenaikan setelah barang tahan lama AS secara tak terduga
menurun.
Spot emas naik 0,3 %
ke level $ 1,196.35 per ounce pada pukul 2:52 siang waktu setempat,
setelah sebelumnya menyentuh level $ 1,199.70, yang merupakan level
tertingginya sejak 6 Maret lalu. Emas berjangka AS pengiriman bulan
April naik $ 5,60 per ons atau 0,5 %, untuk menetap di level $ 1.197.
Spot perak naik 5 % ke level $ 16,96 per ons setelah sebelumnya menguat ke level 5 pekan tertinggi di level $ 17,11. (knc)
Sumber : Reuters
Indeks Topix Menuju Penurunan Terbesar dalam Tujuh Pekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Saham
jepang merosot mengirim indeks Topix menuju kerugian terbesar dalam
tujuh pekan terakhir pasca aksi selloff saham teknologi AS.
Indeks
Topix merosot sebesar 0,8 persen ke level 1,580.03 pukul 09:03 pagi di
Tokyo, 31 saham dari 33 sub industri mengalami koreksi. Indeks Nikkei
225 Stock Average turun sebesar 0,7 persen ke level 19,610.07. Yen
ditransaksikan pada level 119,49 per dolar pasca menguat sebesar 0,2
persen pada Rabu kemarin pasca data menunjukkan penurunan tak terduga
dalam pesanan barang tahan lama Amerika yang mendorong beberapa ekonom
untuk menurunkan prakiraan pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal pertama.
Indeks Standard & Poor 500 turun tajam dalam dua pekan terakhir.
Tingkat
pesanan untuk barang yang dapat bertahan setidaknya dalam tiga tahun
turun 1,4 persen pada Februari. Para ekonom memperkirakan tingkat
pesanan naik sebesar 0,2 persen.
Ekonom
di JPMorgan Chase & Co memangkas perkiraan mereka untuk Produk
Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama pasca laporan manufaktur ke level
1,5 persen kecepatan tahunan dari 2 persen. The Federal Reserve Bank of
Atlanta juga menurunkan proyeksi pertumbuhan tahunan pada kuartal
pertama menjadi 0,2 persen dari 0,3 persen, menurut website-nya.
Kontrak
E-mini berjangka Indeks S&P 500 naik sebesar 0,1 persen pasca
indeks saham acuan turun sebesar 1,5 persen pada Rabu di New York
seiring aksi jual saham semi-konduktor menyebar ke pasar yang lebih
luas. Indeks Nasdaq Composite Index turun 2,4 persen, terbesar dalam 11
bulan terakhir. (izr)
Sumber: Bloomberg
Pelemahan Saham AS Seret Saham Asia Dari Level Tertingginya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Saham
Asia catat penurunan dari level tertinggi dalam delapan bulan terakhir,
menyusul penurunan ekuitas AS, yang dipimpin oleh saham material dan
konsumen.
Indeks
MSCI Asia Pacific turun 0,6 % ke level 148,20 pukul 09:01 pagi di
Tokyo. Kemarin indeks acuan naik yang merupakan penutupan tertinggi
sejak 30 Juli tahun lalu, sementara Indeks Nasdaq Composite turun tajam
dalam11 bulan terakhir dan indeks Standard & Poor 500 melemah 1,5 %
karena aksi jual saham semikonduktor. Indeks Asia naik 8,2 % tahun ini
sampai hari kemarin.
Indeks
Shanghai Composite turun 0,8 % pada hari Rabu kemarin, sehingga
mengakhiri reli selama 10-hari, itu merupakan reli terpanjang beruntun
sejak tahun 1992 silam, di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi
sehingga berdampak pada pertumbuhan laba. Sebuah laporan pada hari
Selasa menunjukkan indeks manufaktur China turun ke level 11-bulan
terendahnya di bulan Maret, sehingga menunjukkan stimulus yang mungkin
diperlukan untuk meningkatkan output pabrik pada ekonomi terbesar kedua
di dunia tersebut.
Indeks Topix Jepang mengalami penurunan 0,7 % hari ini, sama seperti yang dilakukan indeks Kospi Korea Selatan. Sementara Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 1,2 %. Sedangkan Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,6 %. Pasar saham di China dan Hong Kong belum dibuka. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Teknologi Anjlok, Hantam Bursa Saham AS Ditutup Tumbang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Bursa Saham AS ditutup melemah,
mengantarkan Indeks Nasdaq Composite turun tajam dalam 11 bulan terakhir
ditengah adanya aksi jual saham perusahaan teknologi pada acuan saham
tersebut.
Indeks Nasdaq Composite turun 2.4% pukul 4 sore ini waktu New York yang sekaligus penutupan tertajam sejak 10 April tahun 2014 kemarin. Sementara Indeks Standard & Poor 500 ambruk 1.5% ke level 2,061.18 dengan dibawah level harga rata-rata selama kurun waktu 50 hari terakhir.
Pekan ini Indeks S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq Composite bergerak mendekati rekornya ditengah spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Penurunan hari Rabu ini sekaligus menghapus kenaikan pada Dow Jones selama tahun 2015 ini.
Tahun ini Indeks S&P 500 berada di diantara indeks di negara maju dengan performa terburuk, akan tetapi indeks acuan tersebut masih menorehkan kenaikan kuartalan ke-9 secara beruntun, dengan mengalami kenaikan sebesar 0.2%. Hal tersebut menjadi kenaikan terlama secara beruntun sejak 1998 silam dan kenaiakn ini juga mendorong valuasi ekuitas mencapai level tertingginya dalam 6 tahun terakhir. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Nasdaq Composite turun 2.4% pukul 4 sore ini waktu New York yang sekaligus penutupan tertajam sejak 10 April tahun 2014 kemarin. Sementara Indeks Standard & Poor 500 ambruk 1.5% ke level 2,061.18 dengan dibawah level harga rata-rata selama kurun waktu 50 hari terakhir.
Pekan ini Indeks S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq Composite bergerak mendekati rekornya ditengah spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Penurunan hari Rabu ini sekaligus menghapus kenaikan pada Dow Jones selama tahun 2015 ini.
Tahun ini Indeks S&P 500 berada di diantara indeks di negara maju dengan performa terburuk, akan tetapi indeks acuan tersebut masih menorehkan kenaikan kuartalan ke-9 secara beruntun, dengan mengalami kenaikan sebesar 0.2%. Hal tersebut menjadi kenaikan terlama secara beruntun sejak 1998 silam dan kenaiakn ini juga mendorong valuasi ekuitas mencapai level tertingginya dalam 6 tahun terakhir. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Pasca Dekati Rekor, Bursa Saham Eropa Ditutup Melemah 1.1%
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Bursa Saham Eropa mencatat penurunan tertajam dalam lebih dari 2 bulan terakhir setelah kemarin bergerak mendekati rekor.
Indeks Stoxx Europe 600 melemah 1.1% ke level 397.95 pada sesi penutupan perdagangan saham yang sejalan dengan 17 dari 19 grup industri mengalami penurunan. Selain itu saham teknologi mengalami performa terburuknya dengan memperpanjang penurunan. Saham ARM Holdings Plc dan ASML Holding NV anjlok lebih dari 5.5%.
Selasa kemarin Bursa Saham Eropa ditutup 0.7% yang menjauh dari rekornya di tahun 2000 lalu, akan tetapi sepanjang tahun 2015 ini mengalami kenaikan sebesar 18% ditengah stimulus ECB (European Central Bank). Hal tersebut mendorong Indeks Stoxx 600 ke valuasi tertingginya berdasarkan pada proyeksi laba dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yang dibandingkan dengan pergerakan historisnya terhadap Indeks Standard & Poor 500. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Stoxx Europe 600 melemah 1.1% ke level 397.95 pada sesi penutupan perdagangan saham yang sejalan dengan 17 dari 19 grup industri mengalami penurunan. Selain itu saham teknologi mengalami performa terburuknya dengan memperpanjang penurunan. Saham ARM Holdings Plc dan ASML Holding NV anjlok lebih dari 5.5%.
Selasa kemarin Bursa Saham Eropa ditutup 0.7% yang menjauh dari rekornya di tahun 2000 lalu, akan tetapi sepanjang tahun 2015 ini mengalami kenaikan sebesar 18% ditengah stimulus ECB (European Central Bank). Hal tersebut mendorong Indeks Stoxx 600 ke valuasi tertingginya berdasarkan pada proyeksi laba dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yang dibandingkan dengan pergerakan historisnya terhadap Indeks Standard & Poor 500. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Tuesday, 24 March 2015
Aussie Capai Level 2 Bulan Tertingginya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Membaiknya data ekonomi AS telah gagal guna membendung dolar Australia untuk reli ke level 2 bulan tertingignya.
Pukul 7 pagi ini waktu Australia, mata uang Negeri Kangguru tersebut diperdagangkan di level US78.76c atau naik dari level kemarin sebesar US78.67c.
Dolar Australia bergerak ke level US79.38c yang sekaligus level tertingignya sejak 28 Januari lalu.
Hal tersebut terjadi meski membaiknya data ekonomi AS, dimana laju inflasi naik 1.7% dan penjualan rumah baru melonjak ke laju tercepatnya dalam kurun waktu 7 tahun terakhir.
Sementara itu, analis dari Bank of New Zealand Kymberly Martin menyatakan bahwa Aussie mencapai level tertingginya ditenga rilis data inflasi AS, meski data tersebut menunjukkan kenaikan dari market perkirakan. (bgs)
Sumber : MarketsSpectator
Pukul 7 pagi ini waktu Australia, mata uang Negeri Kangguru tersebut diperdagangkan di level US78.76c atau naik dari level kemarin sebesar US78.67c.
Dolar Australia bergerak ke level US79.38c yang sekaligus level tertingignya sejak 28 Januari lalu.
Hal tersebut terjadi meski membaiknya data ekonomi AS, dimana laju inflasi naik 1.7% dan penjualan rumah baru melonjak ke laju tercepatnya dalam kurun waktu 7 tahun terakhir.
Sementara itu, analis dari Bank of New Zealand Kymberly Martin menyatakan bahwa Aussie mencapai level tertingginya ditenga rilis data inflasi AS, meski data tersebut menunjukkan kenaikan dari market perkirakan. (bgs)
Sumber : MarketsSpectator
Outlook Suku Bunga AS Angkat Emas Ke Level Dua Minggu Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Emas
naik ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir di tengah spekulasi
bahwa para pembuat kebijakan AS yang akan menunda kenaikan suku bunga
sampai akhir tahun ini.
Ketua Federal Reserve
Janet Yellen mengisyaratkan pada pekan lalu bahwa bank sentral tidak
terburu-buru untuk menaikkan suku bunga setelah The Fed berjanji untuk
bersabar pada pengetatan. Suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi
daya tarik emas seiring logam pada umumnya menawarkan keuntungan hanya
melalui kenaikan harga.
Dolar menyentuh level
terendahnya dalam dua minggu terakhir terhadap 10 mata uang utama
setelah Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer mengatakan pada hari Senin
bahwa sementara untuk menaikan suku bunga mungkin akan terjadi sebelum
akhir tahun ini, para pembuat kebijakan "cukup yakin" bahwa meningkatnya
inflasi menuju target mereka sebesar 2 %.
Di Comex New York,
emas berjangka untuk pengiriman bulan April naik 0,3 % untuk menetap di
level $ 1,191.40 per ons pada pukul 1:39 siang waktu setempat,
sebelumnya harga emas mencapai level $ 1,194.50, yang merupakan level
tertingginya untuk kontrak teraktif sejak 6 Maret lalu.
Holdings pada produk
yang diperdagangkan di bursa yang didukung oleh emas naik pada hari
Senin untuk pertama kalinya dalam satu bulan terakhir. (knc)
Sumber : Bloomberg
Kinerja Saham Material Angkat Saham Asia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Saham
Asia menguat, dengan indeks acuan regional rebound Selasa kemarin
menuju level tertinggi dalam enam bulan terakhir, karena saham produsen
barang rumah tangga dan saham material memimpin kenaikan.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik 0,2 % ke level 148,98 pukul 09:03 pagi di Tokyo.
Indeks tersebut naik 7,8 % tahun ini sampai Selasa kemarin, sehingga
mendorong valuasi estimasi laba sebesar 15 kali, merupakan level
tertinggi sejak Mei 2010 lalu, dibandingkan dengan 17,7 kali untuk
Indeks Standard & Poor 500.
Indeks
Topix Jepang naik 0,3 %. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,2 %.
Sedangkan Indeks NZX 50 Selandia Baru melemah 0,1 %. Sementara pasar
saham di China dan Hong Kong belum dibuka.
Indeks
Kospi Korea Selatan stagnan. Sementara pertumbuhan ekonomi negara
tersebut pada kuartal keempat direvisi turun menjadi 0,3 % dari tiga
bulan sebelumnya, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 0,4
%.
Indeks
Shanghai Composite naik 0,1 % pada Selasa kemarin, sehingga menghapus
penurunan sebesar 2,4 % dan membatasi kenaikan selama 10-hari, merupakan
kenaikan beruntun terpanjang dalam hampir 23 tahun terakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Meningkat Untuk Hari Kedua Pekan ini
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Indeks
saham Jepang meningkat untuk hari kedua pekan ini seiring penguatan
saham pengembang perumahan dan produsen instrumen presisi pimpin
kenaikan.
Indeks
Topix menguat sebesar 0,3 persen ke level 1,591.92 pukul 09:03 di
Tokyo, dengan tiga saham naik untuk setiap dua saham yang jatuh. Indeks
Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 0,3 persen ke level 19,773.97.
Indeks
kekuatan relative (RSI) indeks Topix berada pada level 75 pada hari
Selasa, di atas level 70, beberapa pedagang mengatakan saham telah
meningkat terlalu cepat dan bersiap untuk turun.
Kontrak
E-mini berjangka pada indeks Standard & Poor 500 stagnan pasca
indeks ekuitas acuan merosot sebesar 0,6 persen pada Selasa kemarin di
New York pasca laporan harga konsumen menunjukkan laju inflasi mulai
meningkat.
Biaya
hidup di AS, termasuk makanan dan bahan bakar, naik sebesar 0,2 persen
pada Februari lalu, kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir, karena
stabilnya biaya bahan bakar. Ketua Federal Reserve Janet Yellen pekan
lalu mengisyaratkan bahwa bank sentral tidak terburu-buru dalam
menaikkan suku bunga pasca para pembuat kebijakan berkomitmen untuk
bersabar terkait pengetatan kebijakan moneter. (izr)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)

